Category: sistem pendidikan

  • Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik– Hola sobat Shalaazz! Jumpa lagi dengan Luthfi disini. Kali ini mengupas sedikit tentang sistem pendidikan di Negeri Kota Singa.

    Negeri Kota Singa? Yap, Negeri Kota Singa. Pemilik julukan Negeri Kota Singa ialah Negara Singapura. Hal ini didasari karena asal usul nama Singapura yang diambil dari kata “Singa” dan “Pura”.

    Kata ini diambil dari bahasa sansekerta, yaitu Shima adalah Singa, dan Pura adalah Kota. Julukan tersebut mulai dikenal secara umum sejak akhir abad ke 1. Sebelumnya, Singapura dikenal dengan nama Tumasik (Kota Laut) yang ditemukan dalam naskah Negarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca pada tahun 1365 selama berdirinya kerajaan Majapahit di bawah kekuasaan Raja Hayam Wuruk (1350-1389).  

    Singapura adalah satu dari sekian negara di Benua Asia dengan sistem pendidikan terbaik. Singapura dalam pendidikannya memiliki tujuan untuk membantu setiap anak menyadari potensinya, mengembangkan keinginannya untuk belajar, dan menjadikan warga negaranya menjadi warga negara yang baik, yang pastinya berguna bagi negara dan masyarakat.  

    Kurikulum Negara Singapura

    Kurikulum di Negara Singapura disusun dengan menghargai perbedaan kemampuan, bakat, dan minat siswa. Negara Singapura sebelumnya telah mengubah sistem pendidikannya, yang kini telah menjadi seperti yang kita ketahui ini, yaitu sistem pembelajarannya akan menitikberatkan pada pengembangan minat dan kemampuan sosial siswa.

    Dengan melakukan perubahan ini, pemerintah Singapura mengharapkan siswa menjadi lebih berkembang dari segi minat dan kemampuan sosialnya, juga supaya siswa tidak terbebani dengan hasil ujian berupa nilai, angka, maupun skor sebagai tolak ukur prestasi. Penasaran? Gimana sih, pendidikan di Singapura? Yuk! Simak penjelasan berikut.    

    Kenali Sistem Pendidikan di Singapura

    1. Dalam pendidikan, para tenaga pendidik (guru) di Singapura banyak menggunakan teknologi
    untuk dapat merangkul anak siswanya

    Dengan melibatkan teknologi guru-guru di Singapura meyakini bahwa itu dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Katanya, ketika anak-anak sudah tertarik, disitulah pembelajaran berlangsung. Menggunakan teknologi pun harus cerdas, agar anak siswanya dapat dijangkau. Jika seorang guru tidak paham dengan teknologi, jangan heran jika nantinya seorang guru akan kehilangan anak siswanya.  

    Baca juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    2. Untuk melibatkan siswa di ruang kelas, para guru telah menyiapkan bahan ajar yang sangat bagus juga ide pengajaran yang sangat inovatif

    Mereka mengkolaborasikan pembelajaran di kelas dengan teknologi yang ada. Sehingga membuahkan dampak yang sangat signifikan dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas.  

    3. Guru di Singapura mengakui bahwa faktanya dunia membuat mereka tidak dapat mengajar dengan cara yang sama, seperti yang sudah diturunkan sejak dulu (teori pembelajaran yang sudah ada sejak mereka duduk di bangku sekolah)

    Mereka sadar, bahwa sebagai seorang guru mereka harus adaptif dalam setiap masalah yang dihadapi oleh murid. Sehingga ilmu yang disampaikan oleh guru, dapat diterima dengan baik oleh anak muridnya.  

    4. Guru di Singapura tidak hanya menjadikan siswa menjadi konsumen pengetahuan, tapi juga sekaligus menjadi penghasil pengetahuan

    Termasuk dengan menggunakan suatu platform media sosial. Alih-alih melihat facebook sebagai selingan, para guru lebih suka menggunakannya untuk melibatkan siswanya. Misalnya, seperti menggunakan kolom komentar di salah satu postingan di facebook untuk menjadi wadah bertanya jawab mengenai materi atau pembelajaran yang belum dimengerti.  

    5. Para guru di sana pun tak lupa untuk selalu mengupgrade wawasannya juga

    Mereka beranggapan bahwa ilmu dapat tumbuh dan berkembang dengan berbagi dan komunikasi antar sesama. Teknologi yang selalu menantang selalu diterjang mereka demi terhubung dengan para murid. Dan mereka pun selalu berusaha untuk selalu menemukan cara baru agar dapat selalu terhubung dengan anak muridnya.  

    Jadi, itulah sistem pendidikan di Negara Singapura. Bagaimana pendapatmu tentang sistem pendidikannya? Semoga tulisan ini bisa menambah wawasanmu yaa. Oke, sekian dari Luthfi. Dan, selamat menjelajah kata.      

  • Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

     
     
    Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini – Kanada merupakan salah satu negara bagian dari Amerika. Kanada secara historis dikenal dengan Dominion of Kanada. Kanada memiliki pemerintahan Monarki Konstitusional dengan Ratu Inggris sebagai Kepala Negara  dan  Pemerintahan  yang menganut demokrasi Parlemen yang dipimpin oleh Perdana Menteri. Ibukota Kanada terletak di Ottawa, bahasa yang digunakan dalam keseharian  menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Prancis sebagai bahasa resminya.
    Kanada merupakan anggota dari la Francophonie dan negara persemakmuran. Negara Kanada digilongkan dalam kategori negara maju. Perekonomian disana terganatung pada kesediaan hasil alam yang melimpah seperti nikel, biji besi, minyak bumi, gas alam, emas, dan perak.
    Selain Kanada terkenal dengan tempat wisatanya, Kanada juga terkenal dengan pendidikannya. Banyak mahasiswa indonesia yang  menempuh pendidikan di sana, baik untuk pendidikan strata 1 atau untuk pendidikan master nya. Sekolah di Kanada  mencangkup sekolah yang terdiri dari sekolah swasta dan sekolah yang dibiayai oleh pemerintah.
    Sekolah swasta tidak menerima pendaan dari pemerintah tetapi  menerima dari alumni yang bonafit, dari hibah, dan dari hasil biaya mahasiswanya. Institusi pemerintahan, pendanaan dari pemerintah dan menerima dari pemerintah provinsi,  teritori atau federal. Namun juga menerima dari swasta dan juga mahasiswa. Hal tersebut berlaku mulai dari taman kanak-kanak sampai masuk di universitas.
    Baca Juga: Sistem Pendidikan
    Kanada memberikan iklim yang baik untuk para siswanya, mulai dari lingkungannya yang damai, aman, dan suasana belajar yang baik. Jenjang universitas, perguruan tinggi memberikan gelar BSc./BA . (Bachelor), MSc/MA. (Master), dan Ph.D. gelar tersebut pada umumnya diperoleh anatara 3-4 tahun untuk gelar Bachelor (BSc./BA) apabila di Indonesia setara dengan Strata 1 (S1) dan 2 tahun untuk Master  (MSc/MA).
    Community college merupakan sebuah institusi yang menyelenggarakan program-program non gelar. Community college merupakan vocational training dan pendidikan umum yang nantinya dapat di transfer ke universitas. Pendidikannya berlangsung selama 1-3 tahun, sebagai tanda lulus mereka diberikan sertifikat atau diploma. Tahun ajaran baru biasanya dimualai bulan september, namun ada beberapa universitas yang memulai tahun ajaran baru di bulan Januari dan Mei.
  • Sistem Pendidikan di ITB Institut Teknologi Bandung

    Sistem Pendidikan di ITB Institut Teknologi Bandung

    Sistem Pendidikan di ITB Institut Teknologi Bandung – Halo sobat Shalaazz, Salah satu universitas yang paling terkenal di bandung adalah Institut Teknologi Bandung. Tokoh-tokoh Indonesia banyak sekali yang menjadi alumni ITB, diantaranya Soekarno (Presiden RI pertama), BJ Habibie (Presiden RI ketiga sekaligus pembuat pesawat), Ridwan Kamil (Walikota Jawa Barat), dan Ahmad Zacky (Founder Bukalapak).

    Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Jurusan Manajemen Dakwah Haji dan Umrah di UIN Jakarta

    Tentunya masih banyak orang-orang besar lain yang menjadi alumni ITB. Dari dulu, Institut Teknologi Bandung menjadi dambaan seluruh pelajar di Indonesia, karena merupakan kampus legendaris yang berkualitas dan memiliki sistem pendidikan yang sangat baik.

    Lokasi Kampus yang berada di atmosfer sejuknya Kota Bandung menjadi nilai plus dalam menunjang suasana kampus yang nyaman dan asri.

    Bagaimana sistem Pendidikan di ITB?

    Beberapa tahapan dalam menjalani perkuliahan di Institut Teknologi Bandung, yaitu:

    1. Sarjana atau strata-1 (S1) yang dirancang selesai dalam 4 tahun dengan gelar sarjana Teknik, Sarjana Sains, Sarjana Seni, Sarjana Desain, Sarjana Farmasi, dan Sarjana Manajemen. 2. Magister atau strata-2 (S2) yang dirancang selesai dalam 2 tahun dengan gelar Magister Teknik, Magister Sains Manajemen, Magister Sains, Magister Seni, Magister Desain, Magister Studi Pertahanan, Magister Administrasi Bisnis, Magister Matematika, Magister Fisika, Magister Kimia, dan Magister Sumber Daya Air. 3. Doktor atau strata-3 (S3) yang dirancang selesai dalam 3 tahun dengan gelar Doktor. Beban SKS program Sarjana:

    Baca juga: Sistem Pendidikan Australia vs Indonesia, Mana yang Lebih Unggul?

    Untuk Program Sarjana di ITB kurang lebih 144 SKS dan sebanyak-banyaknya 160 SKS yang terbagi dalam:

    a. Tahap Persiapan Bersama dengan beban minimal 36 (tiga puluh enam) SKS. b. Tahap Sarjana dengan beban minimal 108 (seratus delapan) SKS.   Bagi Mahasiswa jenjang Program Sarjana yang berprestasi akademik tinggi bisa mengikrti dan memilih Pendidikan Program Magister sebagai bagian yang menyatu dengan Program Sarjana. Jika berminat untuk melanjutkan Program Doktor secara langsung maka lulusan pendidikan Program Sarjana boleh langsung memilih melanjutkan ke jenjang Doktor. Dengan syarat harus memiliki prestasi akademik tinggi. Mahasiswa Program Magister dapat ditempuh sekurang-kurangnya 36 (tiga puluh enam) SKS dan sebanyak-banyaknya 50 (lima puluh) SKS. Mahasiswa Program Doktor ditentukan oleh Program Pascasarjana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  

  • 10 Alasan Kuliah Gratis S1 dan S2 di Australia

    10 Alasan Kuliah Gratis S1 dan S2 di Australia

    10 Alasan Kuliah Gratis S1 dan S2 di Australia  – Halo sobat Shalaazz, Kenapa memilih untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Australia? – Kuliah di Australia merupakan pilihan yang sangat logis bagi para pelajar Indonesia, kenapa? karena, kuliah di Australia kita dapat 10 keuntungan luar biasa untuk masa depan yang cerah yaitu :

    1. Australia dekat dengan Indonesia

    Jadi, para pelajar Indonesia kalau mau mudik ke kampung halam tidak terlalu jauh. Karena, Australia merupakan negara berbahsa inggris yang secara geografis letaknya dekat dengan Indonesia. Oleh sebab itu, beberapa dari wilayah bagian Australia beriklim tropis, meski ada juga yang mengalami empat musim.  

    2. Kondisi sosial dan ekonomi yang stabil

    Dengan wilayah yang luas  dan masyarakat yang multikultur tidak membuat warga Australia sering terlibat konflik. Dan juga memiliki toleransi yang tinggi antar sesama penduduk membuat kondisi sosial dan ekonomi Australia stabil. Dengan seperti ini, para pelajar Indonesia akan nyaman belajar meskipun jauh dari kampung halaman.  

    3. Masyarakat Australia Multibudaya

    Para penduduk Australia sebagian berasal dari Inggris, Irlandia, Jerman, Tiongkok serta Yunani. Hal tersebut membuat Australia menjadi negara yang beraneka ragam budaya. Para penduduk Australia terkenal ramah, bersahabat, terbuka dan memiliki gaya hidup santai. Bahasa inggris mereka gunakan sebagai bahasa sehari-hari, jadi para pelajar Indonesia lebih mudah berkomunikasi dengan penduduk sekitar.  

    4. Mutu pendidikan tinggi di Australia yang diakui oleh dunia.

    Kualitas universitas di Australia sudah diakui secara internasional. Ada 8 dari 100 universitas terbaik dunia di Australia yaitu seperti Australia National University, University of Melbourne, University of Sydney, University of South Wales, dan masih banyak lainnya.  

    5. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman

    Dengan adanya fasilitas pendidikan yang berkelas internasional serta lingkungan belajar yang nyaman, dapat membuat para pelajar Indonesia betah hingga menyelesaikan belajarnya di Australia.  

    6. Transportasi publik di Australia yang menawarkan banyak kemudahan

    Sistem transportasi di Australia merupakan yang paling modern di dunia. trasportasinya mencakup bis, kereta, kereta listrik, kapal feri dan trem. Dengan hanya memiliki tiket multi-rider, kamu  bisa menghemat uang biaya transportasi, dan yang memiliki visa pelajar dengan masa berlaku kurang dari 12 bulan, kamu boleh mengendarai kendaraan dengan SIM internasional tanpa harus menggunakan SIM Australia.  

    7. Adanya perlindungan khusus untuk pelajar internasional

    8. Biaya studi yang kompetitif

    9. Izin bekerja part-time selama 40 jam per dua minggu saat sekolah

    Pada umumnya para pelajar di Australia mendapatkan izin kerja partime selama 40 jam per dua minggu, dan uang yang mereka hasilkan sekitar 20 dolar Australia setiap jamnya, atau setara dengan Rp 200.000 di Indonesia.  

    10. Prospek karir setelah lulus terbuka lebar

    Dengan ditawarkannya pendidikan yang berkualitas di universitas Australia membuat para siswa lebih unggul dalam dunia kerja.   Wah, dari banyaknya keuntungan yang di dapat dengan kuliah di universitas Australia, pastinya para pelajar Indonesia yang punya cita-cita mendapatkan beasiswa di Australia tidak akan kecewa dan malah sangat beruntung besar pastinya.  

    Nah, untuk kamu para pencinta pendidikan. Kita dapat kabar baik nih, pada tahun 2019 bagi para sahabat pendidikan yang berkeinginan untuk lanjut kuliah S1 dan S2 di Australia jangan khawatir. Karena, University of New South Wales Sydney lagi buka pendaftaran beasiswa kuliah gratis di sana lho, dan mereka juga menawarkan untuk semua prodi yang mereka miliki. Sangat beruntung ya… kamu, yang memiliki cita-cita dan persiappan yang sangat matang untuk kuliah di sana.               

    Tunggu apa lagi? ayo burun daftar jangan menunda-nunda waktu lagi, sebelum dedline pendaftarannya pada tanggal 31 juli yang dihitung tinggal beberapa hari lagi nih? Dan persyaratan umum yang harus kamu tau yaitu :  

    # Khusus bagi pendaftar internasional (termasuk Indonesia) # Sudah mendaftar program studi di UNSW # Memenuhi semua persyaratan sesuai jenjang dan programs studi yang dipilih   Dan Informasi lengkap mengenai pendaftaran Online dapat kamu lakukan melalui situs resmi : Beasiswa S1 dan S2 UNSW Australia.  Selamat berjuang para pencinta pendidikan semoga sukses dan jangan lupa berdoa ya, sebelum login ke halamannya agar dimudahkan Allah segala urusannya.    

    Penulis Ade Yulfani

  • Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk! – Halo sobat Shalaazz, Berbicara pendidikan sama halnya bicara tentang masa depan. dari 7 kata tersebut bisa kita buat penjelasan dalam konteks kebangsaan, bahwa majunya suatu bangsa tentu didasarkan dengan suatu kualitas pendidikan yang maju.

    Tentu dari sini kita bisa menilai sendiri bagaimana kualitas pendidikan di Negara kita.   Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki tingkat pendidikan yang bisa dikatakan sedikit terlambat.

    Berdasarkan laporan PISA pada tahun 2013, setelah  mengevaluasi sistem pendidikan di 72 Negara, ternyata Indonesia menempati peringkat kedua dari bawah atau peringkat ke-71 dari 72 negara didunia yang ikut.   

    Setelah pengujian selama 2 tahun, indonesia berhasil menempati peringkat ke-62 pada tahun 2015. Hal ini merupakan pencapaian yang signifikan. Mungkin kita mengatakan hal ini sebagai suatu pencapaian yang luar biasa, tapi sebagai bangsa yang ingin terus maju tentu hal ini belum bisa menjadi pemuas.  

    Kita perlu belajar dari beberapa negara dengan sistem pendidikan yang sudah mumpuni menghasilkan generasi cemerlang. Salah satunya Negara nordik, Finlandia. Negara ini telah mendapat sematan sebagai pendidikan terbaik didunia berdasarkan versi WEF.

    Baca juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    Perlu kita tau bahwa sistem negara ini lebih mengutamakan hal pendidikan dalam bidanng bakat dan minat anak. Sebagaimana Profesor Finlandia pernah mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan adalah hal utama dibanding lamanya pembelajaran.   

    Mungkin kalau kita teropong dari sudut pandang indonesia tentu hal ini berbanding terbalik. indonesia cenderung berekspektasi jika pendidikan tinggi pasti akan menempatkan posisi pekerjaan yang baik.

    Sehingga dengan adanya pemahaman semcam itulah yang membuat pelajar indonesia cenderung berlomba-lomba untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Dan hal tersebut bisa menjadi optimisasi pelajar indonesia itu sendiri.  

    Untuk di Finlandia sendiri, kebijakan pendidikan justru diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kemampuan otak anak dalam berpikir. Sehingga tidak heran jika anak yang usianya sudah menginjak 7 tahun baru bisa mengenyam pendidikan Sekolah Dasar.

    Walaupun indonesia sempat menerapkan semacam ini, tapi masih saja ada beberapa lembaga sekolah yang justru menuruti kemauan orang tua yang ingin segera mengenyamkan anaknya dibangku sekolah, terlebih lagi anak dipaksa untuk tau membaca dan berhitung.   

    Baca juga: Sistem Pendidikan Perancis (Système Éducatif Français) LENGKAP TERBARU

    Padahal kemampuan anak usia dibawah 7 tahun belum bisa untuk diberikan beban semacam itu, sebab dunianya hanya berpikir tentang wahana bermain dan imajinasi. Di finlandia sendiri pun mempercayakan akan hal itu sebagai suatu pengembangan diri anak.  

    Selain itu Negara Finlandia tidak mengenal yang namanya Ujian Nasional dan Ujian standar mereka hanya melakukan ujian sekali selama melakukan pembelajaran selama 9 tahun. setelah itu lebih dilatih dalam pengembangan penelitian untuk melakukan suatu penemuan.

    Pembelajaran yang dilakukan dengan 3 kompetensi yang berupa saintifik, literasi dan berhitung menjadi salah satu rahasia dalam  cemerlangnya generasi bangsa dari negara Finlandia itu sendiri.    Selain itu dalam proses pembelajarannya Finlandia menetapkan jadwal belajar yang hanya berlangsung selam 5 jam dalam sehari dengan waktu istirahat 75 menit, dan kerap kurang diberi tugas tambahan (PR).

    Mungkin kerap kali kita berpikir kenapa hanya dengan waktu singkat seperti itu mereka bisa menghasilkan generasi masa depan yang luar biasa sedangkan indonesia menerapkan sekolah bahkan dengan kebijakan baru Full day school justru memiliki tingkat perbandingan pendidikan yang jauh kebawah.  

    Dari sini bisa kita lihat bahwa Finlandia lebih mengutamakan konsep pengembangan diri yang tidak melulu dengan pembelajaran dalam hal teori ilmu pengetahuan. Sebenarnya gagasan sistem pendidikan ini sudah jauh dikemukakan oleh bapak pendidikan, Ki Hajar Dewantara hanya saja indonesia memunggungi akan hal itu dan lebih menerapkan sistem pendidikan yang berorientasi pasar.

  • Bagaimanakah pendidikan di Negara Kuba?

    Bagaimanakah pendidikan di Negara Kuba?

    Bagaimanakah pendidikan di Negara Kuba? – Halo sobat Shalaazz, dijajah oleh Spanyol pada awal abad ke-16 sampai tahun 1898, ketika pulau itu diserahkan ke Amerika Serikat setelah perang Spanyol-Amerika. Universitas Havana, yang didirikan di tahun 1727, adalah universitas tertua di Kuba dan salah satu yang tertua di benua Amerika.   

    Pada tahun 1900,tingkat melek kuba 36,1%  dengan 42%  tergantung pada sumber, salah satu yang tertinggi di antara negara-negara berkembang. Menjelang awal 1900an Kuba memiliki sistem pendidikan yang kuat, tetapi hanya dihadiri oleh setengah dari anak-anak di negara ini. Sekolah tidak dapat diakses dan mengakibatkan tingkat melek aksara yang rendah untuk daerah pedesaan dibandingkan dengan kota-kota.

    Sebelum 1959, tokoh Kuba pada usia 15 tahun, 22% ditemukan beberapa mengalami buta huruf dan 60% dari negara ditemukan untuk menjadi setengah buta huruf karena banyak pedesaan Kuba telah ketiga kelas pendidikan atau kurang. [8] Pendidikan publik di Kuba selalu gratis. Setelah melewati ujian masuk diperlukan untuk program studi Anda tertentu, bahkan kehadiran di Universitas Havana adalah pendidikan gratis, kecuali biaya buku Anda.

    Setelah Revolusi Kuba, pemerintahan baru diletakkan semula sistem pendidikan sepanjang garis ideologi Marxis sebagai prioritas.    Lima tujuan utama yang menyusun dan digunakan untuk frame sistem pendidikan Kuba. Banyak anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan yang jauh yang sekarang mampu memperoleh pendidikan memberi mereka oleh guru-guru mengunjungi.

    Setelah restrukturisasi dasar dan pembukaan kembali sekolah Kuba, pemerintah baru difokuskan pada masalah melek huruf. pada April 1959, 817 keaksaraan pusat yang dibuka [9] dan, untuk lebih jauh menjangkau semua, remaja dan sukarelawan lainnya dikirim keluar ke pedesaan untuk mengajar sesama Kuba bagaimana membaca.

    Kampanye pemberantasan buta huruf yang melayani dua tujuan: pertama, untuk mendidik setiap Kuba dan mengajar mereka untuk membaca, kemudian, untuk memberikan orang-orang yang tinggal di kota kesempatan untuk mengalami hidup pedesaan.    Dalam waktu singkat Kuba di pemerintah baru membuat perubahan besar pada sistem pendidikan, dan oleh 2000 97% [10] dari Kuba usia 15-24 adalah buta huruf. yang melek dan penduduk miskin masih belum mengenyam pendiidkan Kuba berdiri lebih baik di negara dan dunia. Pendidikan adalah penting untuk pemerintah baru.

    Para pemimpin percaya bahwa untuk kuba untuk menjadi kuat dan warga negara untuk menjadi peserta aktif dalam masyarakat, mereka harus dididik. Universitas swasta tersebut dilebur, tanpa kompensasi untuk para pemilik, bersama dengan sekolah-sekolah swasta pada tahun 1961. (Sumber : wikipedia)  

    Ada beberapa sekolah di Kuba. Sekolah wajib dari usia 6-15 atau 16 (akhir dasar pendidikan menengah). Semua mahasiswa diwajibkan memakai seragam sekolah tidak dengan warna yang menunjukkan tingkat kelas. Pendidikan dasar berlangsung selama 6 tahun. Di sisi lain ada 2 bagian terpisah di pendidikan menengah. Ini adalah dasar pendidikan menengah dan pendidikan sekunder Pra-Universitas. Kurikulum di dasar dan sekolah menengah ini didasarkan pada prinsip “kerja keras, disiplin diri dan cinta negeri”.   

    Setelah siswa menyelesaikan pendidikan menengah, mereka memiliki pilihan untuk memilih dari Pra-Universitas Pendidikan dan pendidikan teknis dan profesional. Bachillerato diberikan kepada mahasiswa yang selesai program pendidikan pra-sekolah menengah. Pendidikan tinggi di Kuba berarti pendidikan universitas. Lebih tinggi Politeknik, lembaga pendidikan yang lebih tinggi, Pusat-pusat pendidikan yang lebih tinggi dan banyak lagi yang lainnya lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Kuba selain Universitas. 

    Departemen Pendidikan tinggi bertanggung jawab untuk pendidikan tinggi. Mereka adalah salah satu yang mengurus sarjana dan pendidikan pascasarjana. Semua dalam semua, Kuba telah 47 Universitas dan sekitar 112.000 siswa dapat mendaftarkan diri di Universitas ini. (sumber: studycountry.com) .    

    Kuba telah 47 Universitas dan pendaftaran Universitas total adalah sekitar 112.000 warga. Kuba juga menyediakan negara yang disubsidi pendidikan kepada warga negara asing di bawah program tertentu, termasuk siswa AS yang dilatih sebagai dokter di sekolah kedokteran Amerika Latin. Program ini memberikan beasiswa penuh, termasuk akomodasi, dan para lulusannya dimaksudkan untuk kembali ke AS untuk menawarkan murah kesehatan

  • Sistem Pendidikan di Universitas Nasional Australia

    Sistem Pendidikan di Universitas Nasional Australia

    Sistem Pendidikan DI Universitas Nasional Australia –  Halo sobat Shalaazz, siapa yang tidak tertarik dengan Australia? Negeri Kangguru yang banyak diminati untuk ditiru perkembangan pendidikannya, budayanya maupun ekonominya. Menurut QS World University Rangkings tahun 2017, Universitas Nasional Australia menduduki peringkat ke 22.

    Universitas ini merupakan pusat terkemuka di dunia dalam bidang pendidikan dan riset.    Selain itu, Mahasiswa yang belajar di Universitas ini merasa puas atas pelayanan pendidikan yang diberikan yang berakibat semakin tingginya prestasi dan angka lulusan yang mendapat pekerjaan. Hal yang menarik dari Universitas Nasional Australia adalah tersedianya penginapan/tempat tinggal yang paling banyak daripada di Universitas di Australia yang lainnya.  

    Universitas Nasional Australia menduduki peringkat 22 di dunia dalam hal perolehan pekerjaan oleh para lulusan (menurut Global University Employability Ranking tahun 2016), pengalaman selama belajar di Universitas Nasional Australia ini akan membantu dalam dunia kerja sedunia. Ada berbagai macam ijazah yang bisa diperoleh, diantaranya:   

    Single degree, ijazah ganda yang fleksibel (Flexible Double Degree), ijazah ganda vertikal yang flexibel (Flexible Vertical Double Degree) dan ijazah dengan melakukan riset intensif; semuanya dirancang agar sesuai dengan keinginan, gairah, semangat, aspirasi dan karir Mahasiswa.   Universitas Nasional Australia ini sangat mengutamakan layanan untuk Mahasiswa, karena untuk mendukung semua aspek kehidupan Mahasiswa mulai dari akademik, sosial, sampai kebutuhan pribadi. Beberapa layanan-layanan tersebut diantaranya:  

    1. Academic Skills & Learning Centre (Pusat Keterampilan & Pembelajaran Akademik, berfungsi untuk mengembangkan akademik, belajar berpikir kritis, berkomunikasi yang baik, adanya bantuan bebas biaya dan bersifat konfidensial (dijaga kerahasiaannya) dalam studi melalui tutorial tatap muka, lokakarya, podcast dan keterangan yang dibagikan.  

    2. Access  & Inclusion (Akses & Keikutsertaan) befungsi sebagai sarana akses untuk medapatkan berbagai macam informasi seputar Universitas Nasional Australia, dan ini berlaku untuk umum.  

    3. Counselling Centre (Pusat Konseling) berfungsi untuk pelayanan konseling secara profesional dan konfidensial untuk Mahasiswa yang sedang kesulitan, pusat konseling ini gratis.  

    4 . Health Service (Pelayanan Kesehatan) berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan yang mempunyai akreditasi penuh bagi Mahasiswa dan staf kampus.  

    5. Carrers Centre (Pusat Karir) berfungsi sebagai pelayanan untuk Mahasiswa dalam merencanakan cara-cara mendapatkan pekerjaan, pelayanan nasehat, maupun lowongan pekerjaan untuk Mahasiswa.  

    6. Students Association (Perhimpunan Mahasiswa) berfungsi sebagai perkumpulan Mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal, mengatur keuangan, memerlukan nasihat hukum dan advokasi.  

    7. Sport Centre (Pusat Olahraga) berfungsi sebagai sarana olahraga maupun ajang pertandingan untuk Mahasiswa.  

  • Amerika Serikat : Sistem Pendidikan yang Mendunia

    Amerika Serikat : Sistem Pendidikan yang Mendunia

    Amerika Serikat : Sistem Pendidikan yang Mendunia – Halo sobat Shalaazz, Pada artikel sebelumnya mengenai sistem pendidikan di Amerika Serikat pada jenjang undergrade (S1) kita sudah tahu bagaimana suasana dunia perkuliahan di sana yang tentunya berbeda dengan sistem perkuliahan yang ada di negara-negara lainnya, termasuk negara Indonesia.

    Sekarang kita mundur satu tingkat ke jenjang pendidikan menengah, atau apabila di Indonesia disebut dengan SMA (Sekolah Menengah Atas) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).   Mengenai sistem pendidikan yang ada di Amerika sendiri mempunyai keunikan-keunikan tersendiri.

    Apabila kita menyibak secara keseluruhan tentunya sulit untuk dipahami. Karena sistem pendidikan di Amerika sangat bertolak belakang dengan sistem pendidikan di Indonesia. Pembahasan kali ini sangat menarik untuk disimak mengenai sistem pendidikan SMA ala Amerika Serikat yang tentunya belum banyak orang tahu.  

    Baca juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    Pendidikan pada tingkat menengah di Amerika Serikat hampir sama seperti negara-negara lainnya, tetapi terdapat perbedaan yang mencolok terhadap sistemnya. Dari sistem pendidikan pada middle school/junior high inilah lah kita dapat melihat betapa menariknya sistem pendidikan di Amerika.

    HAL-HAL YANG MENARIK MENGENAI MIDDLE SCHOOL/JUNIOR HIGH, DAN SENIOR HIGH DI U.S.A

    Eh, pembahasannya tidak cukup sampai di situ saja. Pada ke dua tahap tersebut dimulai pada jenjang sixth (kelas 6), seventh (kelas 7), eighth (kelas 8), dan ninth grade (kelas 9). Perlu diketahui, tiap jenjang middleschool/junior high dipengaruhi oleh faktor demografi, seperti jumlah usia siswa menengahnya, loh.  

    Ada lagi yang menarik dengan sistem pendidikan dijenjang middle school/junior highyaitu siswa-siswanya diberikan kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang dikehendaki dan menggunakan sistem kelas berpindah (moving class). Nah, menarik bukan. Kita bebas memilih mata pelajaran dan bisa moving class yang bisa membuat kita berkenalan dengan teman-teman yang baru. Menarik bukan?

    Nah pembahasannya masih ada satu lagi mengenai sistem pendidikan pada jenjang menengah di Amerika. Yaitu pada jenjang senior high.Senior high merupakan jenjang lanjutan setelah middle school/junior high biasanya jenjang ini dimulai dari ninth grade (freshman), tenth grade (sophomores), eleventh grade (juniors), twelfth grade (senior).

    Di Amerika sendiri faktor demografi sangat berpengaruh untuk melihat dan menstabilkan anak-anak yang bersekolah. Tentunya guna pada saat pemerintah Amerika memberikan suntikan dana pendidikan tidak terjadi penyelewengan dana yang sudah dianggarkan.

    Seperti yang sudah kita bahas dipembahasan sebelumnya mengenai sistem pendidikan perkuliahan di Amerika, sistem pendidikan pada jenjang menengah siswa diwajibkan mengambil sejumlah mata pelajaran wajib (mandatory subject) dan memilih mata pelajaran pilihan (electives).

    Berbeda bukan dengan struktur kurikulum yang ada di Indonesia yang mewajibkan semua mata pelajaran pada jenjang pendidikan menengahnya. Mata pelajaran wajibnya antara lain, Science (ilmu pengetahuan alam, yang meliputi biologi, kimia, dan fisika), Mathematic (matematika, meliputi aljabar, geometri, pre-culculus, dan statistika), English (pelajaran bahasa Inggris, meliputi sastra, humaniora, mengarang, dan verbal (praktek)), Physical education (olahraga).  

    Kemudian terdapat enam mata pelajaran pilihan yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan siswa. Enam mata pelajaran yang ada di kurikulum jenjang pendidikan menengah tersebut meliputi Atletic (meliputi cross country, football, basketball, track and field, swimming, tennis, dll), Career and Technical Education (meluputi agriculture/agriscience, business/marketing, family and consumer science, health occipations), Computer Word Processing (meliputi programing and design), Foreign Languages (meliputi bahasa Spanyol dan Prancis (umum), bahasa Cina, Latin, Yunani, Jerman, Itali dan Jepang), Performing Arts/Visual Arts (meliputi paduan suara, band, orchestra, drama, seni rupa, fotografi, ceramis, dan dance), Publishing (meliputi Journalisme/Koran siswa, buka tahunan dan majala siswa).  

    Gak terasa sudah sampai akhir pembahasan mengenai sistem pendidikan Amerika pada jenjang pendidikan menengah. Semoga menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai sistem pendidikan yang ada di Amerika Serika. Sebenarnya masih banyak lagi loh keunikan-keunikan yang menarik untuk dibahas.

    Tetapi gak usah khawatir, next postingan dan pembahasan akan lebih menyingkap mengenai sistem pendidikan di Amerika Serikat. See you, and happy reading!

  • Hal Terbaru dari Sistem Pendidikan di China

    Hal Terbaru dari Sistem Pendidikan di China

    Hal Terbaru dari Sistem Pendididkan di China – Halo sobat Shalaazz, China merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan yang banyak dibicarakan, mulai dari tingkat pendidikan pra sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas sampai universitas.

    China menganut wajib belajar 9 tahun, yang terdiri dari 6 tahun sekolah dasar dan 3 tahun sekolah menengah pertama. Untuk masuk ke sekolah menengah spesialisasi atau sekolah menengah kejuruan untuk Indonesia , menerima siswa dari sekolah menengah pertama untuk program 4 tahun. 3 tahun untuk kelas seperti pada umumnya dan satu tahun untuk kelas kusus. Perguruan tinggi rata-rata selama 4 tahun.  

    Proses pembelajaran di China

    China menganut sekolah full day, dalam sehari menggunakan 2 kali istirahat yaitu pagi dan siang. Siswa di China pergi ke sekolah tidak mengenakan seragam seperti sekolah pada umumnya, melainkan memakai baju biasa seperti hendak bepergian. Sehingga terkesan santai dan tidak menekan. Kesan santai ditujukan guna membuat siswanya merasa lebih nyaman dan bersemangat untuk bersekolah.   

    Baca juga: Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    Di dalam ruang kelas di China masih menggunakan papan tulis dan kapur tulis untuk pembelajaran, namun siswanya juga tidak kalah dengan negara lain mengenai kemajuan teknologi. siswa telah diajarkan teknologi mulai dari sekolah dasar, dimulai dari hal-hal yang sederhana sesuai dengan tingkatannya.

    Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa diberi kesempatan untuk istirahat 10 menit setelah 45 menit belajar. Kegiatan tersebut guna untuk merefres kembali anak agar tetap semangat untuk menerima pelajaran lagi, sekaligus untuk menghilangkan kesan jenuh pada anak. Siswa tidak hanya belajar mengenai sains, matematika dan komputer saja namun juga mempelajari cara bersosial. Selain pembelajaran umum, siswa juga mempelajari seni, olahraga, dan musik.  

    Fasilitas sekolah

    Setiap kelas terdapat AC, untuk membuat lebih nyaman belajar dalam ruang. Setiap ruang kelas tersedia papan tulis. Sekolah memfasilitasi lintasan untuk olahraga, kemudian tersedianya lapangan, dan lapangan basket. Untuk melatih anak untuk maju mengenai teknologi setiap sekolah terdapat laboratorium komputer dan juga sains. Laboratorium komputer telah ada mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar, menengah pertama dan menengah atas. Peralatan dan fasilitas standar yang lebih tinggi terdapat di sekolah menengah atas. Fasilitas yang tersedia guna untuk menumbuhkan serta melatih minat yang dimiliki oleh siswa serta melatih siswa untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekolahnya.

  • Sistem Pendidikan Australia vs Sistem Pendidikan Indonesia, Ada Persamaan?

    Sistem Pendidikan Australia vs Sistem Pendidikan Indonesia, Ada Persamaan?

    Sistem Pendidikan Australia Vs Sistem Pendidikan Indonesia, Ada Persamaan? – Hai sobat Shalaazz, jumpa lagi dengan Pipit. Kali ini saya akan membahas sistem pendidikan negeri kita tercinta dengan salah satu negeri di benua lain. Kalian pernah mendengar sebutan negeri kangguru kan ? Iya, negara Australia yang terkenal maju pendidikannya. Bahkan warga Indonesia banyak juga yang memilih melanjutkan studi kesana. Lalu, apa saja sistem pendidikan yang membedakan ngan Indonesia ? Yuk, simak penjelasan di bawah ini:  

    Sistem Pendidikan Australia vs Sistem Pendidikan Indonesia

    1.  Tingkat kesulitan materi

    Siswa sekolah dasar disana belum banyak menerima mata pelajaran dan tugas sekolah seperti di Indonesia. Disana lebih ditekankan pada teori pengenalan diri, lingkungan dan pengembangan sikap. Makanya tidak heran apabila melihat siswa sekolah dasar yang banyak belajar di Berbeda dengan Indonesia yang lebih memperbanyak materi dan tugas rumah.  

    2. Penilaian

    Siswa di Australia tidak ada yang tidak naik kelas. Mereka tidak melaksanakan UAS (Ujian Akhir Semester), namun ada seperti Ujian Nasional yang dilakukan serentak pada seluruh sekolah di Australia. Ujian tersebut untuk menguji kemampuan membaca, menulis, dan menghitung. Biasanya dilaksanakan sebelum masuk kelas 1 SMU.  

    Baca Juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    3. Penghargaan

    Tiap siswa yang melakukan kegiatan positif akan mendapat sertifikat. Lalu, diumumkan tiap dwi mingguan untuk pengembangan bakat dan seni siswa. Mereka tidak memperoleh raport yang berupa nilai angka, namun narasi atas capaiannya selama di sekolah.  

    4. Suasana Belajar

    Kelas di Australia hanya diisi tidak lebih oleh 20 siswa. Oleh karena itu, suasana belajar lebih kondusif daripada di Indonesia. Bahkan di dalam kelas penuh dengan media, portofolio, dan alat peraga untuk mempelajari langsung teori. Dinding-dinding kelas juga dipenuhi karya-karya siswa. Berbeda dengan di Indonesia yang lebih memilih dinding kelas bersih, namun sedikit alat peraga dan karya siswa yang ditampilkan.  

    5. Tenaga Pendidik

    Guru di Australia datang terlebih dahulu sebelum siswanya datang. Hal ini memberikan contoh yang baik pada siswa. Saat ini ada beberapa sekolah di Indonesia yang mencoba menerapkan juga.  

    6. Pelajaran Agama

    Tiap sekolah di Indonesia selalu ada pelajaran agama. Bahkan ada yang lebih dari satu agama, menyesuaikan dengan kepercayaan siswanya. Berbeda dengan di Australia yang tidak ada mata pelajaran agama pada tiap sekolah, mungkin dikarenakan negara yang lebih liberal dalam masalah kepercayaan agama.    

    Baca juga: Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Nah, semakin yakin belum untuk belajar di Australia ? Berharap semoga Indonesia lebih memperbaiki sistem pendidikannya agar tidak jauh tertinggal dengan negara lain dalam bidang apapun. Ambil positifnya dan buang negatifnya saat belajar di negeri orang lain

  • Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat!

    Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat!

    Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat! – Hai sobat Shalaazz, berjumpa lagi dengan Pipit. Kali ini akan membahas tentang pendidikan non formal. Mungkin sahabat shalaazz sudah tau ada beberapa jenis pendidikan sesuai dengan  latar belakang dan tujuannya. Kalian tau perbedaannya ?. Mari simak perbedaan sebagai berikut:

    a. Pendidikan Formal

    Pasti sudah tau kalau pendidikan ini berbasis badan hukum. Didirikan oleh pemerintah, bahkan fasilitas sarana dan prasarana dibantu dari pemerintah. Pendidikan ini diwajibkan  sebagai tahapan menuju syarat profesi masa depan. Mulai dari pendidikan SD (Sekolah Dasar) sampai SMA (Sekolah Menengah Atas), bahkan skill kejuruan sesuai bakat dan minat didapatkan di Perguruan Tinggi.

    b. Pendidikan Non Formal

    Dilakukan di luar pendidikan formal secara terstruktur dan berjenjang.  Memiliki tujuan yang jelas dalam pembelajaran. Biasanya didirikan oleh seseorang secara mandiri. Misalnya sekolah sesuai bakat, minat dan mempelajari attitude (perbuatan) yang baik. Biasanya siswa/mahasiswa dalam pendidikan formal hanya lebih mendapat teori daripada praktek. Jadinya mereka akan merasa butuh aplikasinya melalui pendidikan non formal. Berikut pilihan pendidikan non formal yang dapat dipelajari:

    Baca juga: 5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial

    1. Menjahit

    Biasanya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ada jurusan ini. Tapi biasanya sekolah umum tidak mendapatkan, bisa saja mengambil kursus ini di luar jam sekolah. Menjahit merupakan salah satu seni yang menghasilkan uang untuk tambahan penghasilan masa depan nanti. Selain itu juga bisa menghemat uang dalam membelanjakan pakaian karena bisa menjahit sendiri sesuai selera pula. 

    2. Memasak

    Biasa disebut sekolah koki, tidak menuntut kemungkinan anak-anak sudah pintar memasak saat ini. Terbukti ada lomba “KidsChef” ditayangkan di Televisi. Apalagi perempuan wajib pintar memasak buat keluarga nanti, jadi bisa menghemat jajan di luar. Makanan yang dimasak lebih terjamin hiegenis.

    3. Melukis

    Para seniman ada yang autodidak latihan menggambar tiap hari, namun ada juga yang sengaja kursus untuk menghasilkan lukisan terbaik. Karyanya bisa dinilai jutaan rupiah loh, keren kan ?.

    4. Handy Craft

    Daripada banyak limbah yang tidak terpakai, lebih baik jadikan karya yang punya nilai ekonomi dong. Bisa belajar di youtube atau bahkan ikut kursusnya langsung. Sekarang sudah banyak kumpulan karya dari handycraft

    5. Komputer

    Sekarang sudah zaman serba digital, jadi jangan gaptek (gagap teknologi) biar bisa mengikuti perkembangan zaman. Kursus komputer bisa menghasilkan uang dolar dari kemampuan menjalankan aplikasi di dalamnya.

    6. Bahasa

    Sekarang juga sudah memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Jadi tantangan kita bukan hanya warga Indonesia, melaikan warga asing juga yang berbeda bahasa. Kalau kita tidak bisa berbahasa, maka tidak bisa menjalin komunikasi dan kerjasama dengan baik. Pastinya orang yang pintar macam-macam bahasa akan dibutuhkan, misalnya jadi tourguide dan translator.

    7. Good Manner

    Jangan salah pada hal ini. Sikap yang baik karena dibiasakan. Biasanya  kursus ini dipilih oleh orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan di luar, hingga sedikit waktu untuk mendidik anaknya. Mulai dari sikap di meja makan, tegur sapa dan lainnya. Goodmanner akan menghasilkan pemimpin harapan bangsa. Demikian pendidikan non formal yang dapat jadi referensi pilihan. Pastinya sesuaikan dengan bakat dan minat agar senang dalam menjalankan. Semoga bermanfaat 🙂  

  • Kenali Karakteristik Pendidikan di Sekolah Berbasis Pesantren di Indonesia

    Kenali Karakteristik Pendidikan di Sekolah Berbasis Pesantren di Indonesia


    Kenali Karakteristik Pendidikan di Sekolah Berbasis Pesantren di Indonesia – Indonesia dengan segala keaneka ragaman budaya, bahasa, agama dan ras menjadikan Indonesia salah satu negara demokrasi yang paling dilirik dunia karena harmonisasi budayanya dengan prinsip “Bhinneka Tunggal Ika” berbeda-beda namun satu jua.
    Berbicara Sekolah berbasis Pesantren, turut mewarnai pendidikan di Tanah Air. Sejarah didirikannya Sekolah maupun Universitas yang melesat saat ini dimulai dari zaman KH. Ahmad Dahlan sebagai perintis Pendidikan Islam pertama di Indonesia. KH. Ahmad Dahlan merupakan pendiri Muhammadiyah yang merupakan pencetus dunia pendidikan pertama di tanah air. 
    Seiring berjalannya waktu, makin menjamurlah Sekolah berbasis Pesantren yang manajemennya sangat berkualitas. Siswa/i di didik untuk bisa mengatur waktu sedemikian rupa agar bisa mengikuti kegiatan belajar dan mengaji. Keistimewaan Pendidikan berbasis Pesantren ini adalah menyatukan dualisme pendidikan agama dan umum. Siswa/i ditekankan mempelajari adab/akhlak yang paling utama, kecerdasan intelektual bisa mengikuti sambil belajar berperilaku sopan, baik, ramah dan hal-hal positif lainnya.

    Semakin banyak Pesantren yang ada di Indonesia, masing-masing mempunyai keunggulannya. Berikut ini karakteristik Sekolah berbasis Pesantren di Indonesia.

    1. Pesantren Salafi, biasanya Pesantren Salafi ini hanya menerapkan sistem mengaji, mengutamakan mengaji dan mengkaji kitab kuning, pelopor Pesantren Salafi adalah KH. Hasyim Asy’ari yang notabene sahabat KH. Ahmad Dahlan sendiri. Sejak abad 20, Pesantren Salafi mulai menerapkan Sekolah formal, banyak Pesantren-Pesantren keren yang melahirkan alumni-alumni keren dibidangnya masing-masing.
    2. Pesantren Modern, berkembangnya dunia pendidikan dari masa ke masa, membuat Pesantren-pesantren modern mengikuti zaman dengan menerapkan sistem pendidikan mengaji, belajar, berkreasi dan berbisnis. Banyak sekali Pesantren Modern yang unggul di bidang Bahasa, Kewirausahaan, Pertanian/Perkebunan, dll. Manajemen setiap Pesantren Modern berbeda-beda. Justru karena keunggulan masing-masing inilah memberi warna yang baik bagi perkembangan Pesantren di Indonesia.
    3. Pesantren Khusus Tahfidz, disini pelajar akan digembleng dengan hafalan Qur’an, Pesantren khusus tahfidz ini banyak sekali diminati orang tua maupun pelajar. Biasanya, Pesantren Tahfidz ini berada di lingkungan yang asri, sejuk dan tenang, karena sebagai penunjang untuk pelajar dalam menghafal Qur’an. Walaupun zaman sekarang, sistem wajib hafal Qur’an sudah banyak diterapkan di Pesantren Salafi & Modern, namun Pesantren khusus Tahfidz ini lebih mengutamakan menghafal Qur’an 30 Juz, bahkan disertai menghafal kitab-kitab lainnya.
    Oh ya, kalau teman-teman ingin cari tau informasi Pesantren Salafi bisa cek di website ayomondok.com, kalau Pesantren Modern atau Pesantren Khusus Tahfidz Qur’an, teman-teman bisa langsung browsing di Google.
  • Peduli Resolusi Sistem Pendidikan di Indonesia

    Peduli Resolusi Sistem Pendidikan di Indonesia

    Peduli Resolusi Sistem Pendidikan di Indonesia – Pada artikel sebelumnya membahas tentang sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Bahasan kali ini yaitu resolusi sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Kenapa sih perlu adanya resolusi?
    Pendidikan itu sudah menjadi wajib di negara kita tapi faktanya masih banyak yang harus di benahi. Dan resolusi atau perbaikan itu perlu ada untuk menjadikan pendidikan di Indonesia lebih baik lagi. Jangan terlalu berkhayal tinggi dulu saat ini karena nyatanya jatuh dari ketinggian itu sakit. Itulah yang kita rasakan saat ini. Saat pemerintah menetapkan untuk memakai kurtilas atau kurikulum 2013. Tapi, kenyataannya yang berjalan dengan baik itu hanya beberapa persen saja. Belum lagi daerah pelosok yang memang susah sekali aksesnya. Padahal anggaran untuk pendidikan itu 20% dari APBN negara.
    Tapi kenyataannya pemerataan belum sempurna, belum lagi buku yang belum lengkap, siswa yang tidak siap, dan guru pun ikutan tidak siap karena tidak adanya persiapan yang matang. Padahal di zaman sekarang ini pendidikan merupakan suatu hal yang mampu membawa bangsa ini menjadi ke arah yang lebih baik.
    Memang terlalu banyak permasalahan yang dihadapi oleh negara kita ini. Tapi untuk masalah pendidikan, masalah itu ada pada sistem pendidikan itu sendiri. Dimana negara kita masih menerapkan sistem standar yang sama untuk semua murid. Padahal dengan kita menerapkan sistem itu belum tentu seseorang memiliki standar yang sama dengan orang lain.
    Menyeragamkan kemampuan yang bisa menghilangkan jati dirinya seseorang, sehingga seorang siswa tidak bisa lagi mengenali bakat dan minat yang ada di dalam dirinya itu. Bahkan keunikan yang dia punya pun ikut hilang karena terlalu mengedepankan keinginan yang ingin melebihi orang lain. Hal ini tentu perlu adanya perbaikan akan sebuah sistem pendidikan yang ada di Indonesia karena memang sejatinya manusia itu sama tidak ada yang bodoh tidak ada yang pintar, semua itu tergantung kepada pribadi masing-masing. Tugas pendidikan seharusnya bisa mengembangkan bakat terpendam yang dimiliki oleh seseorang, bisa saja dengan bakat terpendam nya itu dia mampu mendobrak masa depan yang lebih cerah dan mumpuni.
    Selain itu acuan kepada KKM untuk standar kelulusan dan nilai sebagai bahan pertimbangan, harus mulai di rubah pola pikirnya. Karena apa bisa saja nilai itu hasil manipulasi seorang guru ataupun muridnya yang tidak ingin nilainya jelek. Kebanyakan di negara kita itu seakan frustasi jika kita mendapatkan nilai ulangan yang jelek.
    Padahal nilai jelek itu membuat kita bisa berfikir kritis, kenapa kok nilai saya jelek sedangkan yang lain tidak, kenapa kok saya sudah belajar tapi hasilnya masih jelek. Nah, untuk orang yang berfikir pasti kita akan bertanya-tanya hal semacam itu, lalu kita akan menelaah nya hingga kita bisa menemukan jawaban dan kesimpulan nya. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan saat ini yang cenderung ingin instan, dan manusia sekarang lebih suka yang instan daripada sebuah proses. Padahal proses itulah yang akan membuat kita tahu bahwa kita itu tidak tahu apa-apa dan masih harus belajar lagi dan lagi sampai kita sadar ilmu kita itu hanya sedikit dan rasa ingin tahu itu selalu timbul dalam dirinya kita.
    Selain itu belum meratanya penyebaran pendidikan di Indonesia, di pelosok sana masih banyak warga masyarakat Indonesia yang susahnya akses untuk menuju sekolah, keterbatasan buku serta guru pengajar. Guru pengajar pun masih banyak yang harus di benahi, banyak guru yang belum memenuhi standar dan masih jauh dari kualitas yang di harapkan. Hal ini juga tentu menjadi hambatan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, sebelum menerapkan suatu sistem harus di persiapkan terlebih dahulu keperluan yang memang nantinya bisa menghambat kegiatan tersebut.
    Akhir kata jika bangsa kita ingin maju maka mulailah memperbaiki dirinya kita sendiri karena jika kita mulai dari diri kita sendiri maka untuk mengajak orang lain kepada kebaikan pun tak akan sulit rasanya. Marilah kita bangun negara kita tercinta ini demi terwujudnya revolusi Indonesia yang mempunyai intelektual tinggi dan terciptanya masyarakat yang mampu berdaya saing dengan negara asing lewat pendidikan.
  • Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?‎

    Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?‎


    Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?‎ Pendidikan adalah hak segala bangsa katanya. Disebutkan juga dalam UU RI Pasal 5 ‎ayat (1) bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh ‎pendidikan yang bermutu. Lalu bagaimana dengan fakir miskin yang untuk makan ‎sehari-hari saja mereka kesulitan apalagi membayar harga akademis sebuah lembaga ‎pendidikan. Lalu bagaimana dengan anak kolong jembatan yang mungkin sudah tak ‎berbapak dan beribu. 
    Lalu bagaimana dengan pengamen jalanan yang demi sesuap nasi ‎rela berdesakan dalam bus, panas hujan diterjang, terkadang menerima hinaan. ‎Dimanakah letak hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Apakah ini salah ‎pemerintah? Salahkah Menteri Pendidikan? Atau ini adalah salah kita?‎
    Apakah biarkan saja mereka tak usah berpendidikan? Biarkanlah kursi jabatan ‎negara diisi oleh keturunan kaya raya. Apakah begitu sistem pendidikan negara ini. ‎Undang-undang yang dibuat untuk memajukan Indonesia. Sumber Daya Manusia ‎haruslah menjadi salah satu prioritas bangsa ini. Maka dibutuhkan realisasi yang nyata ‎akan hal itu. Maka kerjasama antara pendidik dan pemerintah sangatlah diperlukan.‎
    Tidak semua anak dilahirkan dengan kepandaian yang sama. Namun semua anak ‎memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang sama, seharusnya. ‎Apakah ini yang dikatakan bahwa Indonesia negara yang ramah? Hanyakah ramah pada ‎turis mancanegara namun acuh pada generasi bangsanya sendiri? Miris sekali jika melihat ‎kehidupan pengemis jalanan, pengamen, anak kolong jembatan atau fakir miskin yang ‎tak bisa mencecap rasanya menjalani kehidupan akademis dalam dunia yang bernama ‎‎“sekolah”. ‎
    Jalur pendidikan tidak hanya formal saja. Pasal 13 ayat (1) dalam UU RI ‎menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan ‎informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Jika pendidikan formal tak ‎mampu mereka kuasai, maka pendidikan nonformal menjadi alternatifnya. Dengan ‎memberikan wadah bagi mereka untuk menyalurkan bakat serta minatnya. Misalnya ‎dengan membuka lembaga kursus, lembaga pelatihan, atau kegiatan belajar lainnya. ‎Dalam hal ini, tak bisa hanya satu oknum yang berjalan tanpa sokongan dari pemerintah. ‎Negara yang baik adalah yang memperhatikan kehidupan rakyatnya termasuk ‎pendidikan. Apalagi negara telah mewajibkan rakyatnya untuk menempuh pendidikan ‎wajib belajar selama 12 tahun. Maka wujud realisasi dari poin tersebut haruslah ‎diwujudkan secara nyata.‎
    Jika membahas tentang pendidikan maka tak akan ada habisnya. ‎Memberdayakan para eks nara pidana, preman jalanan akan mengurangi angka ‎pengangguran di Indonesia. Tentunya hal tersebut tak hanya membutuhkan biaya yang ‎besar namun juga membutuhkan tenaga yang mampu menjalankan misi tersebut. Sebagai ‎warga negara yang mendapatkan kesempatan belajar lebih dari mereka yang kurang ‎beruntung, seyogyanya ikut andil dalam memajukan pendidikan Indonesia. Misalnya ‎dengan membuka rumah khusus untuk pelatihan bagi mereka yang kesulitan ‎mendapatkan pendidikan dengan merekrut beberapa tenaga kerja untuk melatih mereka.‎
    Kerja sama yang baik akan mengantarkan sedikit kemajuan bagi negara ‎Indonesia. Menteri Pendidikan tak hanya mengurus tentang Kartu Belajar atau ‎semacamnya namun juga bergerak langsung pada kenyataan hidup yang dijalani ‎masyarakat menengah ke bawah. Selain hal tersebut, pemerintah seharusnya juga ‎memperhatikan biaya pendidikan yang harus dikeluarkan bagi pelajar. Apakah biaya ‎tersebut sanggup dikeluarkan oleh kebanyakan masyarakat menengah ke bawah atau ‎tidak? Tengoklah sebentar negara tetangga yang maju. Apakah yang membuat negara ‎tersebut maju? Lalu analisis dan contohlah. Sumber Daya Manusia adalah salah satu ‎komponen negara maju. Maka dengan memperbaiki sistem pendidikan Indonesia akan ‎baik pula pendidikan generasi bangsa ini.  ‎
       
    DAFTAR RUJUKAN
    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan ‎Nasional. 2003. Dari http:// ‎http://www.polsri.ac.id/panduan/01.%20umum/03.%20Undang-‎Undang%20Republik%20Indonesia%20Nomor%2020%20Tahun%202003%20Tanggal%208%20Juli%202003%20Tentang%20Sistem%20Pendidikan%20Nasional.‎PDF, diakses 12 September 2017.‎
  • Sistem Pendidikan yang di terapkan di Indonesia

    Sistem Pendidikan yang di terapkan di Indonesia

    Sistem Pendidikan yang di terapkan di Indonesia – Pendidikan di Indonesia saat ini sungguh mengkhawatirkan, dan sangat di sayangkan sekali karena anggaran untuk pendidikan cukup besar tapi melihat pendidikan di Indonesia belum ada kemajuan yang signifikan. Membahas tentang pendidikan memang sedikit rumit karena permasalahan bukan hanya karena satu faktor saja. Semua itu bisa terjadi karena beberapa faktor, bisa dari sumber daya manusianya atau sistem pendidikan di Indonesia sendiri yang belum bisa berjalan dengan baik. Tapi marilah kita bangun pendidikan di negara kita ini untuk mewujudkan generasi emas 2045.
    Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Dimana formal merupakan pendidikan pada umumnya, nonformal merupakan pendidikan yang bisa di katakan tidak wajib seperti formal tapi tidak salah juga mengikuti pendidikan non formal seperti PAUD, TPA, dan sebagainya. Yang terakhir ada pendidikan informal  yang dimana pendidikan ini dilakukan secara mandiri baik di bantu dengan keluarga, lingkungan ataupun kegiatan belajar mandiri lainnya.
    Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi. Pendidikan anak usia dini atau PAUD yang merupakan sebagai sarana awal terciptanya sebuah karakteristik seorang anak dan pengenalan dunia pendidikan kepada anak agar nantinya sang anak tidak terlalu syok pada saat belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan dasar yang merupakan modal awal generasi penerus bangsa harus benar-benar mengedepankan mutu dan kualitas pendidikan agar sang anak mampu menghadapi berbagai hambatan dan rintangan masa depan. Diharapkan waktu selama 6 tahun itu bisa di manfaatkan dengan baik dan benar agar tidak menyesal di kemudian hari.
    Ada lagi pendidikan menengah, yang terbagi lagi menjadi 2 bagian yaitu menengah pertama dan menengah atas. Pada masa remaja inilah orang-orang mulai mencari jati dirinya sendiri. Di sini kita di hadapkan pada kondisi dan situasi yang amat labil, peralihan sifat, dan juga pemikiran yang cenderung sensitif sehingga perlunya kerjasama dengan berbagai pihak seperti keluarga dan pihak sekolah itu sendiri. Di sinilah mulai datangnya para generasi muda yang akan mendobrak terhadap kemajuan suatu negara. Pendidikan bukan lagi sebagai sarana tapi juga alat demi majunya masa depan anak bangsa serta masa depan bangsa yang entah akan di bawa kemana.
    Yang terakhir ada pendidikan tinggi, dimaksudkan untuk bisa berfikir kritis, menelaah setiap kejadian yang ada di sekitar, dan memecahkan suatu masalah dengan rasional.
    Indonesia menganut beberapa sistem untuk mewujudkan meningkatnya mutu kualitas pendidikan di Indonesia. Ada, Sistem Pendidikan Indonesia yang berorientasi pada nilai. Sistem pendidikan ini telah diterapkan sejak sekolah dasar. Nilai menjadi acuan dan patok utama dalam dunia pendidikan di Indonesia. Nilai menjadi sebuah akhir final akan kemampuan yang telah diajarkan yang diuji melalui sebuah ujian. Ada pula, sistem pendidikan terbuka yang menuntut peserta Didik untuk bersaing dengan temannya dalam hal positif, berfikir kreatif dan juga inovatif. 
    Yang ketiga ada sistem pendidikan yang beragam, dimana di Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa dan ras yang berbeda beda. Dengan pengaturan waktu yang fleksibel tapi tetap efisien. Yang terakhir ada sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan zaman, dimana sekarang ini pendidikan kita berpacu pada kurikulum 2013 yang lebih mengedepankan nilai moral, agama serta rasa percaya dirinya.
    Itulah sistem pendidikan yang ada di Indonesia, terlepas dari semua sistem yang sudah berjalan dengan baik atau tidak. Tapi, pemerintah sudah mengupayakan meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Meski memang kualitas tersebut masih jauh di bawah standar. 
  • Mau Belajar Sambil Nonton Bola? United Kingdom Tempatnya

    Mau Belajar Sambil Nonton Bola? United Kingdom Tempatnya
    Mau Belajar Sambil Nonton Bola? United Kingdom Tempatnya – Tidak dapat dipungkiri, UK menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah, dikarenakan UK mempunyai budaya sepak bola yang mendunia. Banyak yang bermimpi untuk kuliah di UK, selain karena bisa belajar sambil sering-sering nonton bola, kuliah di UK memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan belajar yang tidak dapat disuguhkan oleh Universitas lain. Sejak tahun 2007 jumlah Mahasiswa Internasional non-Uni Eropa di Inggris telah meningkat sebesar 46%.
    Sebagai Mahasiswa di Inggris, nanti akan mengenal orang-orang dari seluruh dunia sambil belajar tentang budaya mereka. Menurut statistik, tingkat kepuasan di kalangan Mahasiswa Internasional untuk layanan dukungan di Universitas di Inggris adalah sekitar 90 %. Mahasiswa Internasional dari berbagai Negara mempunyai peluang yang sangat baik, Inggris sangat terbuka untuk tradisi dan budaya baru, berbagai ras, etnis dan agama. Sehingga, Inggris dikenal sebagai msyarakat bersifat Multikultural. Kenapa sih, kita pilih study ke UK buat dimasukin ke list Universitas impian kita? 
    Pengakuan Dunia, program dan kualifikasi dari lembaga pendidikan tinggi Inggris yang dikenal di seluruh dunia sebagai kualitas tinggi dan kelas dunia. Ini menjadi standard keunggulan yang diatur oleh beberapa Universitas yang lebih lama dikenal seperti Oxford dan Cambridge. 4 universitas di Inggris termasuk dari 6 Top Universitas seluruh Dunia. Kelebihannya lagi adalah gelar master UK dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun saja dan setelah lulus Master bisa meraih pendapatan yang cukup tinggi di dunia kerja.

    Melahirkan Tokoh Hebat, orang Inggris yang mempunyai kehebatan yang dikenal oleh kalangan dunia dan teknologi:

    –          JK Rowling, penulis Harry Potter
    –          Richard Benson, pemilik virgin group
    –          Tim Berners Lee, pencipta World Wide Web
    Pendidikan di United Kingdom, Di Universitas Inggris, anda akan diberi kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide anda sendiri dan untuk menjadi kreatif supaya anda bisa berbagi ide dan mengatur semacam kegiatan, debat, diskusi dan kuis. Tujuannya agar dengan bersenang-senang dan terlibat dan anda akan belajar lebih berhasil.
    Gelar sarjana di Universitas di Inggris biasanya berlangsung tiga tahun, Oxford University beberapa UK University juga menawarkan program pendidikan jalur cepat yang dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun.

    Berikut beberapa Universitas terkemuka di Inggris yang mempunyai reputasi dan ranking:

    • University of Cambridge (Ranked 4th in the world)
    • University of Oxford (Ranked 6th in the world and 2nd in the UK)
    • University College London (Ranked 7th global and 3rd in the UK)
    • Imperial College London (Ranked 9th in the world)
    • University of Edinburgh (Ranked 19th in the world) 

    Kehidupan di United Kingdom:

    Cuaca, Inggris memiliki reputasi cuaca basah, dingin dan berawan. Meskipun hal ini terjadi beberapa kali dalam setahun, Inggris sebenarnya jauh lebih baik dari yang dikira banyak orang. Pada saat musim panas, harinya lebih panjang (matahari terbit jam 4 pagi dan akan terbenam pada jam 9 atau 10 malam) dengan suhu yang hangat.
    Budaya, 30 – 40 tahun terakhir Inggris telah berkembang pesat dan Inggris dipandang sebagai kota dengan tujuan keragaman besar dengan London menjadi titik temu bagi banyak populasi Internasional.
    Akomodasi, sebagai pelajar Internasional, kamu akan diberikan prioritas lebih dari siswa yang lain. Tempat tinggalnya pun beragam, mulai dari:
    Asrama, cara yang baik untuk bertemu orang baru. Tempatnya seperti bangunan besar dan dibagi menjadi flat dimana kamu akan memiliki sebuah kamar single atau berbagi. Memilih opsi tinggal di asrama, karena mereka punya kebebasan untuk memasak makanan mereka sendiri dan mengatur jadwal mereka sendiri.
    Apartement / Rumah, kamu wajib menandatangani perjanjian sewa menyewa , opsi ini lebih mahal daripada yang lain, dan  mungkin sulit untuk menemukan akomodasi yang dekat dengan kampus.

    Menjelajahi kota-kota di United Kingdom

    • London, inilah ibukota Inggris yang peringkatnya terbaik diantara kota-kota di dunia untuk siswa dan tempat hidup untuk 9 juta orang. Kehidupan di London serba sibuk dan cepat, serta memiliki reputasi dalam membeli sesuatu itu mahal. London adalah salah satu pusat keuangan dunia yang penting serta menjadi pilihan yang menarik bagi para pemimpin perusahaan.
    • Birmingham, kota kedua terbesar di Inggris dengan pusat perbelanjaan yang bagus di luar London, dan salah satu tempat paling multi-kultural di Inggris. Kota ini memiliki nilai seni yang berkembang melalui music dan adegan sastra, Symphony orchestra dan berbagai lembaga kebudayaan lainnya.
    • Manchester, selain sebagai ikon kota pemain sepakbola, kota ini juga sangat indah dari segi arsitekturnya. Kota ini memiliki penduduk etnis ini juga tekenal karena musiknya sehingga mampu menghasilkan nama-nama band besar.
    • Glasgow, Nuansa arsitektur kota bersejarah, tradisi local yang khas dan museum untuk menyaingi setiap kota di Inggris, Glasgow kini juga memiliki Café dan Restoran yang cukup trendi. Kota ini juga memiliki bioskop tertinggi di dunia. Kota ini menjadi salah satu hub terkemuka di Inggris dari segi budaya, perdagangan, penelitian dan akademisi. Mempunyai klub sepak bola terbesar bernama Rangers dan Celtic.
    • Oxford dan Cambridge, kedua kota tua ini dibangun di abad pertengahan yang dibangun di atas sungai dan terletak tidak jauh dari London. Kedua kota ini relatif tenang dan damai, dan benar-benar lokasi yang didominasi oleh Universitas.

    Bekerja di United Kingdom, Mahasiswa yang menyelesaikan program sarjana diperbolehkan untuk mengajukan perpanjangan visa 1 supaya mereka mendapatkan pengalaman kerja di Inggris, tanpa harus mendapatkan izin kerja.
  • 7 Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan FInlandia, Jangan Terkejut.

    Perbandingan Sistem Pendidikan Indonesia dan FInlandia, Jangan Terkejut.

    Sistem Pendidikan Di Indonesia dan Finlandia.

    Perbandingan Sistem Pendidikan Indonesia dan FInlandia, Jangan Terkejut. – Tahu ngga, apa bedanya sistem pendidikan di Indonesia dan Finlandia?
    Sebelumnya, banyak orang terutama masyarakat Indonesia tentang sistem pendidikan di Indonesia. Tentu, pasti sangat berbeda sistemnya dengan pendidikan diluar negeri. Nah, disini aku mau memberitahukan perbedaan sistem pendidikan di Finlandia dan Indonesia. Nah, kenapa harus Finlandia?
    Aku mengambil Finlandia, karena menurut ku sistem di Finlandia ini sangat Bagus banget, apalagi jika sistemnya diterapkan di Indonesia?
    Pasti, pemikiran lebih spesifik.

    Nah langsung aja ya, kita keperbedaan sistem pendidikan di Finlandia. Berikut :


    1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah Berusia 7 Tahun 

    Coba liat deh, orang tua jaman sekarang pasti udah rempong kalau mikir pendidikan anak. Anaknya belum genap 3 tahun aja udah ngantri dapat pre-school bagus gara-gara takut kalau dari awal sekolahnya gak bagus, nantinya susah dapat SD, SMP, atau SMA yang bagus. Di Finlandia, tidak ada kekhawatiran seperti itu. Bahkan menurut hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah ketika berumur 7 tahun.
    Awal yang lebih telat jika dibandingkan negara-negara lain itu justru berasal dari pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka juga meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bahkan penilaian tugas tidak diberikan hingga mereka kelas 4 SD. Hingga jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode pembelajaran.

    Pelajar di Finlandia sudah terbiasa menemukan sendiri cara pembelajaran yang paling efektif bagi mereka, jadi nantinya mereka tidak harus merasa terpaksa untuk belajar. Maka dari itu, meskipun mulai telat, tapi pelajar umur 15 di Finlandia justru berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Itu membuktikan faedah dan efektivitas sistem pendidikan di Finlandia. Bagus banget kan? 
    2. Cara Belajar di Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat 
    Tahukah ngga bahwa untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak mendapatkan istirahat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan datang,  jika mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru. Mereka juga jadi lebih produktif di jam-jam belajar karena mengerti bahwa toh sebentar lagi mereka akan dapat kembali bermain.
    Di samping meningkatkan kemampuan fokus di atas, memiliki jam istirahat yang lebih panjang di sekolah juga sebenarnya memiliki manfaat kesehatan. Mereka jadi lebih aktif bergerak dan bermain, tidak hanya duduk di kelas. Bagus juga kan jika tidak membiasakan anak-anak dari kecil untuk terlalu banyak duduk. 
    3. Semua Sekolah Negeri di Finlandia Bebas dari Biaya. Sekolah Swasta Pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau 
    Satu lagi faktor yang membuat orang tua di Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yang bagus untuk anaknya, karena semua sekolah di Finlandia itu setara bagusnya. Yang lebih penting lagi, sama gratisnya. Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberi subsidi pada mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua. 
    Reformasi pendidikan yang dimulai pada tahun 1970-an tersebut merancang sistem kepercayaan yang meniadakan evaluasi atau ranking sekolah sehingga antara sekolah gak perlu merasa berkompetisi. Sekolah swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, hanya terdapat segelintir sekolah swasta yang biasanya juga berdiri karena basis agama. 
    Tidak berhenti dengan biaya pendidikan gratis, pemerintah Finlandia juga menyediakan fasilitas pendukung proses pembelajaran seperti makan siang, biaya kesehatan, dan angkutan sekolah secara cuma-cuma. Memang sih sistem seperti ini mungkin berjalan karena kemapanan perekonomian Finlandia. Tapi jika memahami sentralnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa, seharusnya semua negara juga berinvestasi besar untuk pendidikan. Asal gak akhirnya dikorupsi aja sih. 
    4. Semua Guru Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar Master. Gaji Mereka Juga Termasuk Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia 
    Di samping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yang mengucur dari pemerintah, penopang utama dari kualitas merata yang ditemukan di semua sekolah di Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang setinggi langit. Guru adalah salah satu pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang SD atau SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi. 
    Finlandia memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya. Tidak saja kualitas, pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk pembelajaran intensif yang optimal. Ada 1 guru untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru bisa memberikan perhatian khusus untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas. 
    Jika Indonesia ingin semaju Finlandia dalam urusan pendidikan, guru-guru kita selayaknya juga harus mendapatkan sokongan sebagus ini. Kalau perhatian kita ke guru kurang, kenapa kita menuntut mereka harus memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran? Tidak adil ‘kan? 
    5. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu 
    Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka. 
    Diversitas siswa seperti keberagaman tingkatan sosial atau latar belakang kultur biasanya jadi tantangan sendiri dalam menyeleraskan mutu pendidikan. Bisa jadi gara-gara fleksibilitas dalam sistem pendidikan Finlandia itu, semua diversitas justru bisa difasilitasi. Jadi dengan caranya sendiri-sendiri, siswa-siswa yang berbeda ini bisa mengembangkan potensinya secara maksimal. 
    6. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah 
    Tidak hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena pilihan mereka. 
    Pendeknya jam belajar justru mendorong mereka untuk lebih produktif. Biasanya pada awal semester, guru-guru justru menyuruh mereka untuk menentukan target atau aktivitas pembelajaran sendiri. Jadi ketika masuk kelas, mereka tidak sekadar tahu dan siap tapi juga tidak sabar untuk memulai proyeknya sendiri. 
    7. Gak Ada Sistem Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1 
    Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa semua siswa di Finlandia dapat jadi pintar. Tanpa terkecuali. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’. 

    Nah, itu dia ini saya dapat dari sedikit ddari berbagai referensi. Semoga bermanfaat yah!
  • Potret dan Kondisi Pendidikan Terpencil di Indonesia

    Faktor Utama Pendidikan Terpencil di Indonesia Memprihatinkan

    Potret dan Kondisi Pendidikan Terpencil di Indonesia – Sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 45 pasal 31: (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

    Makna dari Pasal 31 UUD 1945 tersebut adalah setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan tanpa kecuali. Pada kenyataannya, dengan kondisi negara Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau, mulai Sabang sampai Merauke, kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi pula daya kreatifitas pemuda Indonesia dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa. Namun di Indonesia, untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan standar nasional saja masih sangat sulit.
    Ada beberapa faktor yang menyebabkan mirisnya kondisi pendidikan di Indonesia, yaitu kurangnya kesadaran bagi masyarakat di daerah pedalaman akan hal pendidikan. Masih banyak sekolah ataupun sistem pendidikan di daerah-daerah pedalaman Indonesia yang belum dilhat oleh pemerintah. Seakan-akan Pemerintah hanya memfokuskan pendidikan di kota-kota besar di Indonesia. 
    Sungguh miris jika kita semua mengetahui bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia ini khusunya di daerah pedalaman yang jauh dari ibu kota. Jika kita lihat di berbagai media online ataupun televisi yang memberitakan tentang kondisi pendidikan atau  keadaan sekolah yang tak layak pakai, bangunan yang sudah mulai tua ataupun sudah hancur, dan masih banyak lagi. Sekolah yang tak layak pakai akan sangat membahayakan murid ataupun guru yang berada didalam gedung itu. Membuat siswa ataupun guru merasa tidak nyaman untuk melakukan proses pembelajaran.
    Ada banyak anak-anak Indonesia di pedalaman sana yang sangat ingin mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka rela harus berjalan berkilo-kilo meter bahkan ada yang menyebrang dengan perahu ataupun melewati jembatan yang sudah mau hancur hanya untuk bisa belajar. Sungguh sangat bangga dengan anak-anak di pedalaman Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah belum dapat pemerataan Pendidikan di daerah terpencil karena mereka memprioritaskan akses ke sekolah, dengan ini semua murid dan warga setempat merasa nyaman dengan akses-akses tersebut.
    Namun saat banyak anak-anak yang ingin belajar sekolah kekurangan tenaga kerja pendidik yang mau untuk mengajar di daerah pedalaman. Ada sebagian yang menganggap bahwa mengajar disana gajinya kecil, jauh dari ibu kota. Memang itu semua kembali lagi kepada guru-guru yang dengan sukarela mengajar anak-anak di pedalaman. Perbedaan yang dimiliki masyarakat bangsa Indoensia itu di suatu pihak menjadi kebanggaan, tetapi di lain pihak menjadi penghambat dalam menjalankan roda pembangunan bangsa, khususnya pembangunan di dunia pendidikan. Berbagai masalah yang menghambat proses pendidikan di suatu daerah terpencil masih sering muncul. Masih kurangnya sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana ini meliputi gedung sekolah beserta isinya, peralatan-peralatan sekolah yang menunjang proses belajar mengajar di suatu sekolah, atau lembaga tempat belajar, dan kualitas tenaga didik.
    Selain itu terdapat beberapa masalah lainnya yaitu, distribusi tidak seimban dan insentif rendah. Permasalahan lainnya adalah angka putus sekolah juga masih relatif tinggi. Serta pola pembelajaran anak yang masih konvensional, sebab guru hanya menerangkan secara ceramah tanpa ada inovasi atau modifikasi sistem pembelajaran. Sehingga tidak ada fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang kemajuan proses belajar mengajar yang mereka lakukan, dan juga tenaga didik yang mengajar dengan ilmu yang seadanya.
    Kondisi tersebut menjadi kondisi yang lumrah di daerah terpencil tapi di satu sisi menjadi hal yang tabu di perkotaan. Tak banyak yang mengetahui atau peduli dengan nasib pendidikan anak-anak di daerah perbatasan. Banyak anak diperbatasan Nusantara yang bernasib malang karena tak dapat memperoleh pendidikan yang bermutu. Semua kondisi dan masalah ril yang ada di daerah terpencil menjadi masalah bersama yang menggugah rasa nasionalisme kita untuk mengatasinya. Dalam perpektif ini rasa nasionalisme yang kita bangun terbentuk melalui kesadaran universal dari seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memberi prioritas bagi percepatan pelayanan pendidikan dan peningkat mutu pendidikan di daerah terpencil tersebut. Kita tidak lagi memikul senjata untuk menentang segala bentuk kolonialisme dari luar tetapi kita membangun semangat nasionalisme untuk merasakan dan mengambil sikap kongkret dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak bangsa ini, terutama anak-anak bangsa yang terhimpit dan terlantar di balik deratan bukit dan lembah atau yang berada di daerah yang terisolir dan tertinggal.
    Selain masalah sarana prasarana dan minat orang tua yang kurang, kualitas tenaga pengajarnya pun juga masih dipertanyakan. Mereka memiliki kualifikasi dibawah standar, guru-guru yang kurang kompeten, serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang ditempuh, penerapan kurikulum di sekolah belum sesuai dengan mekanisme dan proses yang standarkan. Kebanyakan para guru lebih tertarik mengajar di daerah perkotaan karena lebih nyaman dan alasan yang lainnya.
    Hal ini menyebabkan kualitas guru yang mengajar di daerah terpencil pun juga pas-pasan, berbeda dengan yang ada di perkotaan. Selain itu ada sebagian tenaga guru yang enggan untuk ditempatkan di daerah sangat terpencil padahal saat pengajuan lamaran jadi Pegawai Negeri yang bersangkutan bersedia ditempatkan di mana saja yang dikuatkan dengan surat penyataan. Namun pada kenyataannya mereka banyak yang tidak bersedia dengan berbagai alasan. Untuk itu pemerintah perlu memberikan ketegasan kepada para tenaga pengajar ini. Bagaimanapun generasi kita di daerah terpencil juga membutuhkan pendidikan yang layak. 
    Selain penerapan sanksi para guru juga harus diberikan insentif agar ketika ditempatkan di daerah terpencil, semangatnya tetap terjaga. Insentif itu bisa berupa pemberian tunjangan makan di luar gaji bersihnya. Karena selama ini gaji untuk guru-guru honorer juga masih pas-pasan, ibaratnya sekali gajian habis untuk membayar kontrakan/kos dan biaya makan sehingga hanya sedikit yang bisa dimasukkan tabungan. Sehingga intensif ini sebanding dengan kerja keras para guru untuk hidup mengajar di daerah terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemewahan kota. Mengandalkan guru honorer saja tidak cukup, tenaga akademisi juga dibutuhkan untuk pemerataan peduli aksara ini.
  • Kenali Lebih Dekat Dengan Pendidikan Berbasis Home Schooling

    Kenali Lebih Dekat Dengan Pendidikan Berbasis Home Schooling


    Kenali Lebih Dekat Dengan Pendidikan Berbasis Home Schooling 
    Hallo Sobat Shalaazz! 
    Mungkin anda pernah mendengar atau bahkan menjadi pelaku yang mengucapkan kata ‘Horeee!’ saat guru memberikan kabar bahwa sekolah akan diliburkan atau dipulangkan lebih awal karena ada agenda rapat atau hal yang lainnya. Hal ini seperti menunjukkan bahwa sistem pendidikan menjadi tempat yang menyita waktu peserta didik dan membosankan. Apakah ini salah? Jawabnya tergantung dari sudut mana anda memandang. Adanya sudut pandang yang berbeda, menyebabkan munculnya alternatif lain dalam mendidik generasi bangsa, salah satunya yaitu Home Schooling.
                
    Di Indonesia home schooling sudah mulai dikenal sejak pasca merdeka. Saat Era 70-an ada beberapa tokoh yang sudah menerapkan pendidikan home schooling pada anak – anaknya, seperti Said Kelana seorang pemusik yang tidak menyekolahkan anaknya pada pendidikan umum. Ia hanya mengajarkan tentang musik di rumah. Seiring perkembangan zaman, home schooling sudah sangat ramah ditelinga masyarakat. 
    Home schooling sendiri dapat diartikan dalam Bahasa Indonesia sebagai  “sekolah rumah”, bersekolah atau belajar di rumah. Secara hakikat home schooling merupakan sebuah sekolah alternatif yang mencoba menempatkan anak sebagai subjek belajar dengan pendekatan pendidikan secara at home. Di negara maju, istilah home schooling dikenal dengan sebutan home education,  home based learning atau sekolah mandiri yang dilaksanakan secara individu maupun berkelompok, dan istilah umumnya adalah fenomena belajar tidak di sekolah formal.
    Lalu bagaimana pendidikan berbasis home schooling tersebut? Pendidikan berbasis  home schooling merupakan pendekatan pendidikan secara at home yaitu suatu pendidikan melalui pendekatan kekeluargaan yang memungkinkan anak belajar dengan nyaman sesuai dengan keinginan dan gaya belajar masing-masing, kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Dengan pendekatan ini diharapkan anak bisa tumbuh kembang secara lebih wajar dan optimal tanpa terkekang potensinya. Kesempatan inilah yang digunakan oleh orang tua untuk selalu bisa memantau, membimbing dan mendidik anak – anaknya, bukan sekedar memberikan guru pengajar di rumah.
    Ada beberapa asumsi yang keliru terkait dengan home schooling, seperti menghambat kemampuan sosial anak. Anak – anak dengan pendidikan home schooling diasumsikan kurang dapat bergaul karena tidak terbiasa berinteraksi dengan banyak orang, padahal justru pendidikan berbasis home schooling diprogram dengan sistem belajar dan praktek secara khusus agar dapat bermasyarakat secara baik dan benar. Keterlibatan kedua orang tualah yang sangat berperan aktif. Inilah yang menjadi tantangan terberat dalam mendidik anaknya dengan metode home schooling. Pada dasarnya, pendidikan yang sebenarnya, peletakan dan pembangunan tata-nilai, pada dasarnya memang berpusat di rumah
    Dari definisi dan berbagai pandangan terkait home schooling diatas, tentu sangat jelas perbedaannya dengan sistem pendidikan formal. Pada pendidikan formal mulai dari sistem, fasilitas hingga biaya pendidikan diatur oleh pihak sekolah, guru dan istansi terkait. Sedangkan home schooling akan diatur dengan menyesuaikan segala potensi, kebutuhan dan kemampuan keluarga yang sangat menguntungkan bagi anak. Akan tetapi sistem pendidikan home schooling juga tetap saja memiliki kekurangannya tersendiri, seperti jika kedua orang tua tidak bersungguh – sungguh dalam menata informasi akademis bagi anaknya, tentu akan menghambat program pendidikannya. Itulah sebabnya orang tua akan sangat berperan aktif dalam membentuk program, jangan sampai orang tua tidak melakukan update dan upgrade informasi.
    Untuk meminimalisir kekurangan tersebut, orang tua dapat memanggil tutor atau bergabung dengan komunitas home schooling sehingga program pembelajaran lebih dapat tertata tanpa mengurangi perhatian secara individu. Biasanya akan ada modul bagi setiap peserta yang mengikuti program home schooling. Selain itu model pembelajaran interaktif juga diterapkan dalam pendidikan berbasis home schooling ini sehingga target kurikulum tidak terabaikan. Pada akhirnya peserta home schooling akan tetap mampu mengikuti ujian kesetaraan yang berijazah dan diakui oleh pemerintah setara dengan pendidikan umum.
    Di Indonesia, telah disediakan home schooling paket A, B dan C yang setara dengan sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Meskipun sistem berpaket, peserta didik tetap memiliki kebebasan untuk menentukan pelajaran yang dibutuhkannya tapi tetap mengikuti atau mencapai kurikulum yang ditargetkan. Jika target pendidikan telah tercapai maka peserta home schooling juga akan mengikuti ujian yang berfungsi sebagai penyetaraan kemampuan. Yang terpenting dalam pendidikan berbasis home schooling ini adalah konsep multientri dan multiexit yang telah disesuaikannya dengan prinsip pendidikan nasional. Jadi peserta didik yang secara umum sudah menguasai pendidikan di tingkat bawah saat pindah ke program home schooling tidak wajib melanjutkan dikelas yang sama, ia bisa langsung ke tingkat yang dibutuhkannya. Saat ini home schooling telah memiliki legalitas dan dijamin oleh pemerintah.
    Jadi tidak perlu lagi khawatir jika ingin memberikan program yang sesuai dengan potensi anak secara khusus dan personal tanpa harus kehilangan predikatnya sebagai seorang pelajar, tapi yang terpenting dalam semua sistem pendidikan bukan predikat dan pengakuan dari orang lain yang harus diutamakan, melainkan ilmu itu sendiri agar benar – benar dapat bermanfaat dan menyelamatkan dirinya untuk menghadapi serta menemukan solusi berbagai permasalahan dimasa yang akan datang.
  • MENENGOK SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK FINLANDIA, INDONESIA KAPAN?

    MENENGOK SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK FINLANDIA, INDONESIA KAPAN?

    MENENGOK SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK FINLANDIA, INDONESIA KAPAN? – Berbicara tentang pendidikan memang gak ada matinya, kenapa? Karena setiap warga Negara diwajibkan untuk mengenyam pendidikan, dimulai dari usia dini sampai menjelang tua. Bahkan, pepatah islam mengatakan, Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat, pepatah lain mengatakan, kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Bagaimana kalau kita mengadopsi pepatah tersebut, dengan sedikit ubahan menjadi, kejarlah ilmu sampai ke Negeri Finlandia.
    Tak bisa dipungkiri, Finlandia menjadi sorotan dunia pendidikan saat ini, karena sistem pendidikan di Finlandia turut serta memajukan dan memperbaiki sistem di dunia pendidikan. Memang, setiap Negara mempunyai sistem unggulan masing-masing, misalnya di Indonesia, mempunyai sistem pendidikan yang berbanding terbalik dengan Negara Finlandia. Bisa kita lihat, hasilnya pun berbeda. Tingkat keberhasilan sistem pendidikan di Finlandia menjadi sorotan dunia saat ini. Langsung saja, yuk kita tengok perbedaan sistem pendidikan di Finlandia yang menjadi daya tarik tersendiri untuk bisa mengenyam pendidikan di Negara tersebut.
    Berikut 23 Inovasi yang seharusnya bisa diterapkan jugadi Indonesia, diantaranya:
    1. Anak-anak Finlandia wajib berusia 7 tahun ketika daftar ke SekolahDasar
    – Sedangkan di Indonesia, anak berusia 5 tahun sudah bisa masuk kelas, disini kita melihat perbedaan usia dapat membedakan pula pola pikir anak, daya tangkap menyerap materi pelajaran, bahkan keefektifan di kelas.
    2. Guru  guru Finlandia menilai anak didik bukan dari ujian dan PR atau PekerjaanRumah, melainkan punyai sistem lain untuk menilai.
    – Bisa dibayangkan, di Indonesia, anak didik dibebankan tugas untuk dikerjakan di rumah, bahkan hampir setiap hari, ditambah sistem Full Day School yang membuat anak didik merasa jenuh sekolah, belajar disiang hari yang sangat letih dan ngantuk.
    3. Finlandia tidak menilai anak didik berdasarkan 6 tahun pertama bersekolah
    Berbeda dengan di Indonesia, anak didik Sekolah Dasar pun sudah diberikan nilai dan setiap akhir semester diberi ujian dan hasil akhir belajar biasanya diumumkan siapa saja yang mendapat peringkat kelas.
    4. Di Finlandia hanya ada satu tes standar wajib ketika anak didik berusia 16 tahun.
    5. Semua anak, pintar atau tidak, berada di ruang kelas yang sama.
    – Di Indonesia, menerapkan sistem akselerasi, kelas unggulan, kelas internasional, bahkan sekolah favorit. Kelas atau sekolah tertentu seakan-akan menjadi jurang pemisah antar anak didik yang sama-sama nota bene harus mendapatkan pendidikan.
    6. Sebanyak 30 persen anak didik mendapatkan beasiswa 9 tahun sekolah.
    – Memang, di Indonesia diterapkan dengan WAJAR (Wajib Belajar) 9 tahun, setiap sekolah memang mendapatkan bantuan dana pendidikan, tetapi penyebarannya kurang maksimal, karena fakta dilapangan, masih ada saja anak didik yang putus sekolah maupun yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dikarenakan tidak ada biaya.
    7. 66 persen anak diFinlandia mengenyam Perguruan Tinggi
    – Di Indonesia, pendidikan masih dianggap mahal, dan masih besarnya angka kemiskinan dan pengangguran sehingga berdampak pada tingkat pendidikan seseorang.
    8. Tidak adanya diskriminasi antara anak didik yang pintar dan kurang pintar
    – Di Indonesia, ada saja sekolah yang menerapkan kelas unggulan yakni kelas khusus anak didik yang mempunyai nilai tinggi dan kelas bukan unggulan alias anak didik yang mempunyai IQ biasa saja.
    9. Kelas Sains di Finlandia hanya diisi 16 orang, sehingga mereka dapat praktik dan melakukan penelitian secara fokus.
    – Di Indonesia, kelas laboratorium Sains dapat diisi sekitar 40 orang lebih. Kelas praktik dengan jumlah anak didik yang banyak sangat tidak efektif karena akan menimbulkan tidak efektif dan tidak kondusif.
    10. 93 persen orang Finlandia adalah lulusanSekolah Tinggi
    – Disamping mahalnya pendidikan di Indonesia, tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan masih menjadi bumerang.
    11. Lebih dari 43 % siswa SMA Finlandia memilih Sekolah Kejuruan.
    – Di Indonesia saat ini, Sekolah Menengah Kejuruan sudah mulai banyak, namun minat anak didik belum menyadari bahwa sebetulnya SMK lebih punya peluang yang lebih besar. Mengingat peluang kerja yang semakin banyak, industri semakin menjamur, otomatis membutuhkan SDM yang mumpuni, salah satunya dengan bersekolah di SMK, yang akan menjawab pencarian SDM bagi perusahaan-perusahaan tertentu.
    12. Siswa sekolah dasar memiliki waktu istirahat  hanya 75 menit sehari
    – Di Indonesia sendiri, anak didik hanya diberikan waktu istirahat sebanyak 30-40 menit, bahkan di Negara tertentu, ada yang mewajibkan anak didiknya untuk tidur siang serentak di kelas, agar ketika bangun, tubuh dan otak menjadi fresh dan siap menerima pelajaran selanjutnya.
    13. Guru hanya menghabiskan 4 jam di kelas. Bukan hanya itu, 2 jam seminggu guru memperoleh pendidikan pengembangan Profesi.
    – Di Indonesia, guru-guru full mengajar sesuai jam pelajaran, dalam waktu seminggu tidak memperoleh pendidikan pengembangan Profesi.
    14. Di Finlandia, jumlah guru dan murid.
    – Sedangkan di Indonesia, jumlah murid lebih banyak dibandingkan dengan jumlah guru. Bahkan 1 orang guru bisa mengajar beberapa kelas dengan jumlah murid yang banyak.
    15. Biaya Sekolah 100 persen didanai Negara.
    – Di indonesia, hanya orang-orang tertentu yang mengikuti beasiswa yang dapat didanai sepenuhnya oleh Negara.
    16. Di Finlandia, semua guru harus bergelar Master dan sepenuhnya disubsidi oleh Pemerintah.
    – Masih banyak guru-guru di Indonesia yang belum menyelesaikan sarjana, karena faktor ekonomi dan keterbatasan informasi khususnya di Daerah pelosok.
    17. Kurikulum Nasional hanya sebagai pedoman, sisanya fleksibel.
    18. 9 hingga 10 persen guru dipilih dari 10 Perguruan Tinggi ternama dan merupakan lulusan terbaik di Universitas mereka.
    19. Pada 2010, sebanyak 6.600 orang bersaing merebut 660 kursi pelatihan guru SD.
    20. Gaji awal rata-rata untuk guru di Finlandia 29 ribu dolar AS pada tahun 2008.
    21. Guru mendapatkan gaji yang layak di Finladia
    – Di Indonesia sendiri, banyak guru honorer yang mengeluhkan gaji yang tidak seberapa, bahkan dinilai tidak cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
    22. Guru sama prestisiusnya dengan Dokter dan Pengacara.
    23. Dalam perhitungan Standar Internasional pada 2001, anak-anak Finlandia tertarik dengan ilmu pengetahuan, suka membaca, dan suka Matematik.
    – Di Indonesia, tingkat minat membaca masyarakat masih sangat rendah. Apalagi daya tarik dalam ilmu pengetahuan dan matematik.