Category: Inspiratif

  • Motivasi : IQ Jongkok, Jangan Khawatir Pasti Sukses!

    Motivasi : IQ Jongkok, Jangan Khawatir Pasti Sukses!
     
     
     

    Motivasi : IQ Jongkok, Jangan Khawatir Pasti Sukses!  – Halo sobat Shalaazz, Kesuksesan tak selamanya bisa di ukur dengan nilai. Bisa saja seseorang yang pintar di masa sekolah menjadi gelandangan walaupun kenyataannya hanya 0.01% tapi percayalah hal itu bisa saja terjadi. Begitu pula yang kemampuan atau iq nya jongkok bisa saja di masa depan menjadi seorang bos besar yang memperkerjakan orang orang pintar.  

    Contoh nyatanya adalah Bob Sadino yang bisa menjadi seorang pebisnis sukses walau dirinya sendiri menyatakan bahwa dia bodoh. Tapi lihatlah sekarang semua orang bisa mengenalnya walau tak pernah berjumpa secara langsung dengannya. Berkat kesuksesannya pula banyak orang yang berani bermimpi, bahwa kesuksesan memang tidak di ukur dengan kemampuan.  

    Contoh lain adalah Sita sekarang siswi asal Bandung yang selalu diejek oleh teman-temannya karena memiliki IQ rendah bahkan hampir mencapai idiot. Tapi, karena sadar bahwa hidupnya bukanlah untuk meratapi ejekan teman-temannya. Dengan berani dia membuktikan bahwa dia juga bisa sukses.

    Baca juga: 7 Tips Jitu Agar Lebih Produktif Setiap Hari Bagi Semua Generasi!

    Dan terbukti setelah beberapa kali gagal dalam bisnisnya. Kini dia bisa merasakan hasilnya, usahanya tidak sia-sia bisnis kaus kaki yang dirintisnya berkembang pesat dengan omset yang tidak bisa di bilang sedikit. Dalam sebuah seminar dia pernah berkata anak kampung pun bisa menjadi sukses, dia contohnya. Enterpreneur muda yang telah banyak memotivasi, yang ketika memulai pernah gagal bahkan ketika kuliah karena keseringan absen.

    Tapi semangatnya tak pernah muda sampai dia bisa menjadi enterpreneur muda dengan omset ratusan juta perbulan. Bahkan dia telah menghadirkan enterpreneur enterpreneur muda berbakat. Ya dialah Syafii Efendi yang sukses di usia 25 tahun meraup omzet 100 juta perbulan.   Kita memang tak pernah tahu takdir kita ke depannya seperti apa tapi alangkah baiknya kita mempersiapkannya dari sekarang.

    Orang boleh bilang kita bodoh tapi jangan sampai kita hilang akal karena jika sudah hilang akal kita tak akan pernah bisa bangkit dan menciptakan seribu cara untuk sukses walau dengan keterbatasan kemampuan. Kuncinya bukan kita boleh kuliah karena orang bodoh bisa sukses atau dengan menyepelekan masa depan karena kita sudah kuliah atau kerja di tempat menyenangkan. Kuncinya adalah rajin, tekun dan ibadah. Orang bodoh pun pasti bisa melakukan itu, mau sepintar apapun dia jika sudah malas pasti tidak akan sukses. 

  • Eliza Alfareza, Sosok Inspirasi Pendiri Komunitas Pemburu Beasiswa S2

    Eliza Alfareza, Sosok Inspirasi Pendiri Komunitas Pemburu Beasiswa S2
    Eliza Alfareza, Sosok Inspirasi Pendiri Komunitas Pemburu Beasiswa S2
    Tak bisa dipungkiri untuk mendapat informasi beasiswa S2 yang lengkap masih agak sulit jika dilakukan sendiri, apalagi hanya bermodal berselancar di internet. Jika kita coba cari manual di mbah Google pasti hanya berupa website resmi dan alur pendaftaran, padahal kenyataannya sekolah di negeri orang itu memerlukan banyak persiapan. Seperti kata pepatah “Malu bertanya, sesat di jalan.”, namun yang sering dialami oleh para pemburu beasiswa adalah “Tak tau mau tanya ke siapa? Kemana?”. Kita juga tidak dapat menjamin informasi yang berjajar rapih di mbah Google itu 100% akurat, karena jaman sekarang banyak sekali orang-orang yang tak bertanggung jawab menyebarkan informasi menyesatkan.            
    Meraih beasiswa di dalam maupun di Luar Negeri mungkin telah menjadi impian banyak orang kususnya di Indonesia, kurangnya sumber pengetahuan adalah masalah utama bagi para pemburu beasiswa. Selain informasi yang dibutuhkan setiap orang adalah motivasi, lingkungan  satu visi. Impian itu jika di wujudkan sendiri akan terasa berat tapi jika diwujudkan bersama akan terasa jauh lebih mudah. “Kerjasama itu diibaratkan lidi jika ia sendirian ia akan patah tapi jika ia bersama maka akan bersih satu halaman” begitulah yang dikatakan Eliza Alfareza, S.Ag atau sering disapa Kak El. Seorang founder sekaligus ketua umum komunitas Nasional Pemburu Beasiswa S2 (PBS2) terketuk hatinya untuk mendirikan komunitas pada tanggal 15 Mei 2018 yang berpusat di Kota Palembang. 

    Foto Pengurus Inti PBS2

    Perlu diketahui Kak El tak berjalan sendiri, bersama beberapa temannya yang sekarang menjadi pengurus Inti PBS2 kak Joko Rusmansyah dari Surabaya, kak Aulia Mursydia dari Riau dan Kak Dandi Wahyu Saputra dari kota Palembang dengan penasehat mbak Vinny Dwi Melilny dari Kota Palembang yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Kobe University Awardee ADB Jepang. Telah berhasil membuat Komunitas Nasional yang tersebar di seluruh Indonesia. Berawal dari grup online lalu merambah ke offline PBS2 kini menjadi wadah untuk megabungkan visi dan misi untuk mewujudkan mimpi bersama.

    Tangkapan Layar Instagram PBS2

    Sebenarnya Selain PBS2 Komunitas Informasi beasiswa sudah banyak terbentuk di Indonesia. Tetapi kebanyakan yang diberikan hanyalah sebatas Informasi. Sedangkan kak El mengatakan bahwa “Jika hanya Informasi bisa di dapatkan di mana saja dan sudah tersebar diberbagai sosial media namun, berbeda dengan PBS2. PBS2 diperuntukkan untuk yang memiliki keinginan besar untuk mendapatkan beasiswa namun dengan segala keterbatasanya tapi mau belajar, karena itu komunitas pemburu beasiswa S2 tidak hanya berfokus ke online tapi offline juga. 
    Tujuannya PBS2 adalah untuk menumbuhkan Motivasi para Pemburu Beasiswa S2 dan juga menjadi perantara para calon intelektual pembaharuan Indonesia untuk mewujudkan mimpinya sebagai kontribusi terhadap kemajuan di Indonesia melalui Pendidikan”. PBS2 memiliki jargon “Calon Intelektual Pembaharuan Indonesia.”

    Eliza Alfareza saat hari wisudanya

    Ok sekarang fokus ke pendirinya nih, sesuai judul artikel kita akan membahas lebih dalam sosok Eliza Alfareza, S.Ag atau yang lebih akrab di sapa Kak El. Tubuhnya mungil, cantik dan enerjik ini tak pernah kenal lelah, apalagi jika soal berburu beasiswa. Lahir di Jakarta Selatan pada tanggal 15 Januari 1996, mengenyam pendidikan mulai dari SD sampai berkuliah di kota pempek yaitu Palembang. Ia baru saja menyelsaikan pendidikan S1 nya di UIN Raden Fatah Palembang tahun 2018 dengan begron pendidikan Aqidah Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran di Kota Palembang Sumatera Selatan. 
    Sosok yang dikenal dengan pemikiran idealis dan optimis itu tidak pernah mengenal kata menyerah. Kak El mengatakan “tidak ada yang mustahil di dunia ini selagi kita berusaha selebihnya serahkan pada Allah saja, karena masa depan ada ditangan kita tapi garis yang tidak dapat digenggam itulah yang disebut takdir”, motto hidupnya adalah “Harus terus bergerak meskipun sedikit, karena perjalanan hidup selalu dimulai dari langkah pertama” impianya sederhana, ia selalu mengatakan bahwa “sebaik-baik manusia adalah yang bisa menjadi bermanfaat bagi manusia lainnya” Kak El dikenal sebagai sosok yang visioner selalu bisa meyakinkan semua orang dengan kata-katanya memiliki jiwa
    Leadership sebagai seorang penggrak dan pengubah pradikma semua orang, ia mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah pengamalan ilmu yang ia pelajari di bangku kuliah dan ia sangat bangga dengan jurusanya Aqidah Filsafat Islam. Kini kak El sedang mempersiapkan diri untuk Apply beasiswa S2 nya salain itu kak El masih sibuk untuk mengembangkan kegiatan offline PBS2 di beberapa kota seperti Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Banten, Makassar dan Riau dengan dibentuknya kepengurusan PBS2 Study Club di beberapa kota.

    Eliza Alfareza saat sampai di Jakarta untuk membuka PBS2 SC Jakarta

    Tak tanggung-tanggung Kak El jaga lebih sering memantau langsung kegiatan Study Club sampai-sampai rela terbang meninggalkan Kota Palembang demi membuka Study Club di Kota Jakarta.  Sejauh ini PBS2 sudah tersebar diseluruh Indonesia dengan jumlah pengikut 19k bisa di cek di @pemburubeasiswas2. Dengan 50 orang pengurus yang berasal dari seluruh Indonesia. Dan Pembuatan club belajar offline untuk persiapan Apply S2 dan Peningkatan bahasa “PBS2 Study Club” di beberapa kota dengan tujuan agar setiap pemburu Beasiswa memiliki wadah belajarnya sendiri di kota masing-masing. 
    PBS2 juga sudah berhasil membuat 41 kali Seminar online via Whatshapp yang narasumbernya adalah penerima beasiswa baik di dalam.dan di Luar Negeri dari berbagai Progam Beasiswa S1,S2,S3 Excanghe. Lebih dari 5 kali membuat kegiatan Seminar Offline Nasional dan Internasional dan sudah berhasil mendatangkan seorang pemateri yang berasal dari Negara Jerman di Kota Palembang. Harapannya 2019 dapat merembah seluruh Indonesia. Resolusi 2019 adalah Persiapan dan apply Beasiswa untuk semua member dan admin yang tergabung di PBS2 dengan mengadakan pelatihana Apply beasiswa baik online dan offline. 
      

    PBS2 Berhasil mengadakan seminar offline di Palembang dan Jakarta

    Semangat pantang menyerah tak pernah lepas dari kak El yang bagi kami sudah cukup menginspirasi. Ia mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah bentuk kontribusi ia terhadap indonesia. Prestasi? Tak perlu dipertanyakan lagi, mulai dari juara lomba puisi antar sekolah, mahasiswa terbaik saat ospek, juara lomba pidato, sampai berhasil menjadi seorang awardee Bidikmisi Scholarship 2014-2018.
    Pada tahun ini ia sedang berburu beasiswa bersama PBS2 dengan harapan 2019 Apply S2!! Ia mengatakan bahwa “Aku suka mengekspresikan diriku sebagaimana aku, karena aku suka jadi diri sendiri dan ini adalah apa adanya diriku” begitulah ucapnya yang menggambarkan bagaimana dirinya begitu yakin dengan apa yan dilakukan dan kekuatan yang paling besar yang ada pada dirinya adalah karena ia percaya diri. Dan itulah tentang kak Eliza Alfareza Fouder dan ketua umum Komunitas Nasional Pemburu Beasiswa S2.

    Eliza Alfareza mendapat juara 3 Lomba Pidato

    Jangan takut bermimpi besar karena orang besar dulu tumbuhnya dari orang-orang kecil yang bermimpi besar
  • Tokoh Pendidikan Inspiratif Dunia Hingga Kini

    Tokoh Pendidikan Inspiratif Dunia Hingga Kini

    Tokoh Pendidikan Inspiratif Dunia Hingga Kini – Sobat Shalaazz, peran penting dalam pendidikan adalah upaya sadar dari dalam diri setiap individu. Upaya sadar tersebut diharapkan mampu untuk mendongkrak tingkat mobilitas kesejahteraan masyarakat.

    Oleh karena itu, pendidikan sebagai akar penompang suatu bangsa yang dapat menjadikan sumber daya manusia menjadi berkualitas. Sehingga perlu adanya saling kerjasama pemerintah dengan pendidik. Pemerintah dan pendidik pastinya memiliki tujuan yang sama untuk memajukan integritas pendidikan bagi Bangsa dan Negara.

    Dibalik itu pula ada peran dari tokoh-tokoh terdahulu yang telah memberikan efek dan dampak kemanjuan pendidikan pada jaman sekarang. Namun, apakah kalian tahu siapa saja tokoh Inpiratif yang juga berperan dalam pembangunan pendidikan dunia?

    Selain yang kita tahu Albert Einstein seoarang ilmuwan fisika teoritis yang telah memberikan ilmunya dalam pengembangan pendidikan bidang fisika, ternyata adapula 5 tokoh yang berperan dalam bidang berbeda untuk memajukan pendidikan, salah satunya ada tokoh inspiratif muslimah. Berikut yang terangkum dalam lima tokoh inspiratif tersebut:

    Tokoh Pendidikan Inspiratif Dunia Selain Albert Einstein

    Ibnu Sina

    Ibnu Sina yang memiliki nama lengkap Ali Husain Ibnu Abdilla Ibn Sina salah satu tokoh islam yang berperan dalam dunia pendidikan. Ia memiliki kemampuan yang cermelang sehingga semua pengetahuan ia menguasai, salah satunya Filsafat dan ilmu kedokteran. Ibnu Sina juga telah menuangkan kepintarannya memalalui buku berjudul “Al-Majmu (Compere Dim, Ihktisar)” yang memuat berbagai ilmu pengetahuan. Buku selanjutnya yang tak kalah cermelangnya dengan buku karya Ibnu Sina yang lain yaitu berjudul “Al-Qanun fi ath-Thibb” (Canon Of Medicine, Konstitusi ilmu Kedokteran).

    Al Ghazali

    Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Ath-Thusi Asy-Syafi’i atau dikenal dengan nama Al Ghazali, beliau lahir di Thus 1058/ 450 H. Ketaatannya terhadap agama Islam yang membawanya menjadi seoarang ulama, ahli pikir, dan ahli filsafat islam. Banyak memberikan pemikiran-pemikirannya tentang filsafat islam untuk perkembangan manusia pada jamannya. Tidak hanya itu saja Al Ghazai juga menjadi teolog, filsif, dan sufi terbesar dalam dalam islam.

    Ibnu Qayyim

    Muhammad bin Abu Bakar bin Said bin Hariz Azzaril atau yang dikelan dengan nama Ibnu Qayyim merupakan salah satu ilmuwan muslim yang berperan dalam bidang pendidikan. Ketetarikan Ibnu Qayyim terhadap bidang sastra dan bahasa membu  

    atnya menjadi seorang penulis yang berbakat. Oleh karena itu, kedalaman ilmu dan kemampuan tata bahasanya tercermin dalam setiap tulisannya. Tidak hanya itu saja Ibnu Qayyim juga seorang pendidik yang mengajar di perguruan tinggi Aljauziyah milik ayahnya. Kemampuan Ibnu Qayyim inilah yang membawanya menajdi Filsof dan Pendidik yang cemelang.

    Baca juga: [Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat


    John Locke

    John Locke lahir pada tanggal 28 Agustus tahun 1632 di Wrington Somerset. John Locke merupakan seorang filsuf dari Inggris yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Ketertarikan John Lock terhadap ilmu pengetahuan mengantarkannya menjadi sarjana muda. Berkat ketertarikan itulah John Locke juga terpilih menjadi salah satu anggota Royal Society. Meskipun ketertarikannya terhadap ilmu pengetahuan John Locke lebih memilih mengembangkan pikirannya terhadap masalah kurikulum dalam pendidikan. Menurutnya, kurikulum yang diterapkan dalam sistem pendidikan perlu memfokuskan pada kecerdasaan individual, kemampuan, serta keistimewaan anak agar mereka juga dapat memahami dan menguasai pengetahuan secara utuh.

    John Dewey

    Sama halnya dengan John Locke, John Dewey yang lahir pada tanggal 20 Oktober 1859 M di Burlington Amerika memiliki ketertarikan pada bidang ilmu pengetahuan. Ketertarikannya itulah yang membawa John Dewey menjadi seorang guru pada tahun 1879.

    Namun tidak cukup lama ia menjadi seorang guru, ia memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya sehingga berkat kecerdasannya di tahun 1884 John Dewey mendapat gelar doctor filsafat.

    Gelar menjadi doctor filsafat saat usia muda membakar semangatnya sehingga ia diterima mejadi dosen kemudian berlanjut menjadi asisten profesor di Michingan.

    Dari pengelamannya tersebut John Dewey juga memimpin bidang Paedagogik dan mendirikan sekolah percobaan. Ia juga menerapkan konsep Arc Reflex di Psikologi kritik terhadap konsep Psikologi standar dan dasar dari semua pekerjaan serta menerapkan pendidikan progresif alam dan manusia perilaku pada buku demokrasi dan pendidikan.

    Sumber:
    Hadi, Saiful._____. 125 Ilmuwan Muslim Pengukir Sejarah. Jakarta: Insan Cermelang.
    http://majalah.stfi.ac.id/ibnu-sina
    https://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Hamid_Muhammad_Al_Ghazali
    https://id-wikipedia.org/wiki/johndewey http://studiislamfarmasi.blogspot.com/2016/05/tokoh-tokoh-islam.html
    Murtiningsih, Wahyu. 2014. Biografi Para Ilmuwan Muslim. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Mandiri.
    www.gomuslim.co.id/read/Khazanah/2017/07/4678/html
    www.pendidikandemokrasibyfirdaus.blogspot.com/2016/12/biografi.john-dewey