Category: Sistem Pendidikan

  • Sistem Pendidikan Balita Oleh I Wayan Budiartawan

    Sistem Pendidikan Balita Oleh I Wayan Budiartawan

    Sistem Pendidikan Balita Oleh I Wayan Budiartawan
     
     
    Sistem Pendidikan Balita Oleh I Wayan Budiartawan – Halo sobat Shalaazz,  Para peneliti di negara-negara Barat mendapatkan kesimpulan bahwa pendidikan usia di bawah lima tahun atau balita amat menentukan masa depan anak-anak.
    Orang tua menyerukan kata cantik, manis, sayang kepada balita perempuan akan mendapatkan respon positif dari sang anak.
    Balita harus banyak bermain. Orang tua membelikan boneka dan sepeda untuk melatih kecerdasan dan ketangkasan.
    Mainan alias game bertindak sebagai simulasi yang banyak dilakukan orang dewasa untuk memahami kecanggihan teknologi. Anak sejak balita dikondisikan supaya tidak gagap teknologi.
    Para sarjana di luar negeri juga menyarankan agar balita mempunyai asupan gizi yang memadai sehingga pertumbuhan fisik dan mentalnya tidak mengalami hambatan serius. Di Indonesia dikenal nama PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini.
    Pre-school children. Pendidikan anak sebelum usia sekolah.
    PAUD disosialilasikan pemerintah Indonesia sampai ke desa-desa.
    Diharapkan generasi abad mendatang tidak ada lagi yang cacat baik secara jasmaniah maupun rohaniah.
    Indonesia perlu pemuda-pemudi yang tangguh dalam gerakan pembangunan negeri di segala bidang.
    Penulis
    I Wayan Budiartawan
  • Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk! – Halo sobat Shalaazz, Berbicara pendidikan sama halnya bicara tentang masa depan. dari 7 kata tersebut bisa kita buat penjelasan dalam konteks kebangsaan, bahwa majunya suatu bangsa tentu didasarkan dengan suatu kualitas pendidikan yang maju.

    Tentu dari sini kita bisa menilai sendiri bagaimana kualitas pendidikan di Negara kita.   Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki tingkat pendidikan yang bisa dikatakan sedikit terlambat.

    Berdasarkan laporan PISA pada tahun 2013, setelah  mengevaluasi sistem pendidikan di 72 Negara, ternyata Indonesia menempati peringkat kedua dari bawah atau peringkat ke-71 dari 72 negara didunia yang ikut.   

    Setelah pengujian selama 2 tahun, indonesia berhasil menempati peringkat ke-62 pada tahun 2015. Hal ini merupakan pencapaian yang signifikan. Mungkin kita mengatakan hal ini sebagai suatu pencapaian yang luar biasa, tapi sebagai bangsa yang ingin terus maju tentu hal ini belum bisa menjadi pemuas.  

    Kita perlu belajar dari beberapa negara dengan sistem pendidikan yang sudah mumpuni menghasilkan generasi cemerlang. Salah satunya Negara nordik, Finlandia. Negara ini telah mendapat sematan sebagai pendidikan terbaik didunia berdasarkan versi WEF.

    Baca juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    Perlu kita tau bahwa sistem negara ini lebih mengutamakan hal pendidikan dalam bidanng bakat dan minat anak. Sebagaimana Profesor Finlandia pernah mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan adalah hal utama dibanding lamanya pembelajaran.   

    Mungkin kalau kita teropong dari sudut pandang indonesia tentu hal ini berbanding terbalik. indonesia cenderung berekspektasi jika pendidikan tinggi pasti akan menempatkan posisi pekerjaan yang baik.

    Sehingga dengan adanya pemahaman semcam itulah yang membuat pelajar indonesia cenderung berlomba-lomba untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Dan hal tersebut bisa menjadi optimisasi pelajar indonesia itu sendiri.  

    Untuk di Finlandia sendiri, kebijakan pendidikan justru diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kemampuan otak anak dalam berpikir. Sehingga tidak heran jika anak yang usianya sudah menginjak 7 tahun baru bisa mengenyam pendidikan Sekolah Dasar.

    Walaupun indonesia sempat menerapkan semacam ini, tapi masih saja ada beberapa lembaga sekolah yang justru menuruti kemauan orang tua yang ingin segera mengenyamkan anaknya dibangku sekolah, terlebih lagi anak dipaksa untuk tau membaca dan berhitung.   

    Baca juga: Sistem Pendidikan Perancis (Système Éducatif Français) LENGKAP TERBARU

    Padahal kemampuan anak usia dibawah 7 tahun belum bisa untuk diberikan beban semacam itu, sebab dunianya hanya berpikir tentang wahana bermain dan imajinasi. Di finlandia sendiri pun mempercayakan akan hal itu sebagai suatu pengembangan diri anak.  

    Selain itu Negara Finlandia tidak mengenal yang namanya Ujian Nasional dan Ujian standar mereka hanya melakukan ujian sekali selama melakukan pembelajaran selama 9 tahun. setelah itu lebih dilatih dalam pengembangan penelitian untuk melakukan suatu penemuan.

    Pembelajaran yang dilakukan dengan 3 kompetensi yang berupa saintifik, literasi dan berhitung menjadi salah satu rahasia dalam  cemerlangnya generasi bangsa dari negara Finlandia itu sendiri.    Selain itu dalam proses pembelajarannya Finlandia menetapkan jadwal belajar yang hanya berlangsung selam 5 jam dalam sehari dengan waktu istirahat 75 menit, dan kerap kurang diberi tugas tambahan (PR).

    Mungkin kerap kali kita berpikir kenapa hanya dengan waktu singkat seperti itu mereka bisa menghasilkan generasi masa depan yang luar biasa sedangkan indonesia menerapkan sekolah bahkan dengan kebijakan baru Full day school justru memiliki tingkat perbandingan pendidikan yang jauh kebawah.  

    Dari sini bisa kita lihat bahwa Finlandia lebih mengutamakan konsep pengembangan diri yang tidak melulu dengan pembelajaran dalam hal teori ilmu pengetahuan. Sebenarnya gagasan sistem pendidikan ini sudah jauh dikemukakan oleh bapak pendidikan, Ki Hajar Dewantara hanya saja indonesia memunggungi akan hal itu dan lebih menerapkan sistem pendidikan yang berorientasi pasar.

  • Sistem Pendidikan Perancis (Système Éducatif Français) LENGKAP TERBARU

    Sistem Pendidikan Perancis (Système Éducatif Français) LENGKAP TERBARU

    Sistem Pendidikan Perancis (Système Éducatif Français) LENGKAP TERBARU – Halo sobat Shalaazz, siapa yang tidak kenal dengan negara Perancis. Perancis merupakan salah satu negara bagian di Eropa yang memiliki berjuta pesona, baik dari segi wisata alamnya, kuliner dan pendidikannya. Banyak wisatawan baik dari Indonesia maupun negara bagian lainnya yang berkunjung kesana.  Perancis memiliki ikon wisata yang begitu terkenal di penjuru dunia yaitu menara Eiffel. Dibalik keterkenalan ikonnya perancis juga terkenal dengan pendidikannya.

    Sistem Pendidikan Perancis

    Sistem pendidikan di Perancis yaitu menganut sistem sentralisasi (berpusat pada pemerintahan). Pemerintah mewajibkan pendidikan 16 tahun bagi warganya dan menerapkan sekolah gratis pada setiap jenjangnya. Pendidikan di perancis dibagi menjadi empat jenjang yaitu :   Maternelle (Sekolah playgroup/pra sekolah dan TK) mulai dari usia 2 tahun Tidak jauh berbeda seperti negara-negara yang lainnya Perancis juga menerapkan sekolah pra sekolah atau Ecole Maternelle. Anak pada usia 2 tahun sudah bisa memasuki jenjang prasekolah dengan syarat-syarat tertentu.

    Meski pada umumnya dinegara lain usia prasekolah antara usia 3 sampai 4 tahun. Pendidikan pra sekolah dibagi menjadi tiga tingkat yaitu kecil, sedang dan besar. Jenjang Maternelle dibagi menjadi Toute Petie Section (anak usia 2 tahun), Petit Section (anak usia 3 tahun), Moyen Section (anak usia 4 tahun, memasuki TKA), Grand Secsion (anak usia 5 tahun, memasuki TKB). Jenjang ini anak diajarkan untuk hidup berkelompok, mengajari berbagai keterampilan, serta mengenalkan huruf dan angka.  

    Pendidikan Dasar

    Pendidikan Dasar di Perancis dimulai dari usia anak 6 tahun dengan lama pendidikan 5 tahun. Jenjang ini menggabungkan antara dasar pendidikan dan kesenangan atau bermain, ini merupakan suatu pendekatan yang terbukti berhasil untuk mendidik peserta didiknya. Jenjang pendidikan dasar meliputi : Persiapan (CPI) setara dengan kelas 1 SD, Dasar 1 (CE1) setara dengan kelas 2 SD, Dasar 2 (CE2) setara dengan kelas 3 SD, Menengah (CM1) setara dengan kelas 4 SD dan Menengah 2 (CM2) setara dengan kelas 5 SD. Tujuan dari pendidikan dasar ini adalah guna mengajarkan anak-anak hidup bermasyarakat, memberikan kemampuan membaca dan berhitung dengan baik serta persiapan untuk melanjutkan ke pendidikan menengah (lycess dan colleges).  

    Enseignemet Secondaire (Pendidikan Menengah)

    Pendidikan menengah ini diagi menjadi 2 yatu menengah pertama (lycess) setara dengan SMP dengan lama pendidikan 4 tahun. Dikelas tingkat akhir mereka diberi pilihan untuk mengambil jurusan ke sekolah lanjutan. 2eme degre : a) 1ere cycle 6me anak usia 11 tahun setara dengan anak kelas 6 SD, b) 1ere cycle 5eme usia 12 tahun setara dengan kelas 1 SMP, c) 1ere cycle 4eme usia 13 tahun setara dengan kelas 2 SMP, d) 1ere cycle 3eme usia 14 tahun setara dengan kelas 3 SMP. Bagi anak yang lulus akan mendapat status Colleges dan memilih ke jurusan Baccalaureat (jalur umum) atau memilih jurusan CAP/BEP selama 1-2 tahun setelah lulus dapat langsung bekerja.  

    Pendidikan menengah Atas setara dengan SMA atau SMK sederajat lama pendidikan yaitu 3 tahun. Yaitu kelas 2, kelas 1 dan kelas terminal, jalur Baccalaureat yaitu : a) 2eme cycle 2 eme usia 15 tahun setara dengan kelas 1 SMA, b) 2eme cycle 1 ere usia 16 tahun setara dengan kelas 2 SMA, c) terminal, usia 17 tahun setara dengan kelas 3 SMA. Bagi yang lulus aka mendapatkan gelar BAC-s (Scientific), BAC-ES (Economi) atau BAC-L (Litteraire). Sejak tahun pertama jurusannya telah ditentukan, gelarnya tergantung pemilihan anak diwal memasuki jenjang kelas menengah atas.  

    Pendidikan Tinggi

    Pendidikan tinggi di Perancis menganut Dual System (sistem ganda) yaitu Universites dan Grande Ecole. Terdapat perbedaan antara Universites dan Grande Ecole, yaitu Universitas di bawah Kementerian Pemuda, Nasional dan Riset  serta bersifat teoritis dan umum, sedangkan Grandes Ecole di bawah Kementerian Teknis dan bersifat teknis.   Grande Ecole memiliki seleksi yang ketat untuk merekrut mahasiswanya. Grande Ecole yang terkenal adalah “Polytecnique” di bawah Departeman Pertahanan. Hal unik yang terdapat di polytecnique adalah mengenakan ceremonial military uniform dan tricorn pada acara resmi termasuk acara wisuda. Grande Ecole menerapkan masa study bagi mahasiswanya selama 5 tahun. Ada perbedaan sistem anatara Grande Ecole dan Universitas dalam tahun yang sama.

    Perbedaan tersebut yaitu :

     University : First Year, Second Year, Licence (L3) : Bachelor Degree, Maitrise (Master 1), Master DEA or DESS (Master 2), Doctorat   Grande Ecole : Classe Prepartoire_First Year (Kelas Persiapan, Classe Prepartoire_Second Year (Kelas persiapan), First Year (Diplone d’ingeneur/Bachelor Degree), Second Year (MI, Third Year (M2), Doctorat   Sistem Pendidikan di Perancis dari awal sudah membentuk bakat dan minat siswanya, sehingga memudahkan dalam pemilihan pendidikan tingginya. Siswa tidak berlomba-loma masuk pada jurusan teknik, karena bakat dan minat yang berbeda. Siswa idak ditekankan untuk menguasai keseluruhan mata pelajaran.

  • Dualisme Pendidikan  Di Ponpes Cipasung Tasikmalaya

    Dualisme Pendidikan Di Ponpes Cipasung Tasikmalaya

    Dualisme Pendidikan  Di Ponpes Cipasung Tasikmalaya – Halo sobat Shalaazz, Cipasung adalah sebuah Desa di Kabupaten Tasikmalaya, terdapat Yayasan yang menerapkan sistem pendidikan Formal & Informal. Sebut saja Pondok Pesantren Cipasung, Ponpes Cipasung menjadi potret sejarah perjuangan bidang dakwah & pendidikan.

    Sejak zaman VOC sampai sekarang zaman milenial, Cipasung tetap berdiri kokoh menjadi garda perjuangan melahirkan calon generasi pendidik yang berkompeten. Jenjang pendidikan yang terdapat disini mulai dari TK/RA, MI, MTs/SMP, SMA/SMK/MAN sampai Perguruan Tinggi (Institut & Sekolah Tinggi).   

    Sistem pendidikan di Ponpes Cipasung menerapkan sistem Boarding House, asrama disini sangat banyak, tempatnya terpisah antara asrama putra & putri. Sistem pendidikan Formal bersinergi dengan sistem Pondok Pesantren, jadi tidak heran kalau Cipasung menjadi daya tarik pelajar dari berbagai daerah untuk bisa menimba ilmu disini.   

    Setiap asrama menerapkan sistem yang berbeda-beda tergantung Pembina asrama yang bersangkutan, namun tidak keluar dari aturan Ponpes yang berlaku. Sedangkan di pendidikan formal, siswa diwajibkan untuk memakai seragam khas, yang kerudungnya dinamakan kerudung Tasawuf, semua siswi diwajibkan untuk berkerudung sedangkan siswa diwajibkan untuk memakai celana panjang & berpakaian sopan.   

    Baca juga: 5 TOP PONDOK PESANTREN MODERN DI INDONESIA

    Hal unik dari Desa ini adalah setiap dusun/gang terdapat Ponpes, hampir disetiap desa di Tasikmalaya terdapat Pondok Pesantren, maka tidak heran kalau Tasikmalaya disebut dengan Kota Santri. Suasana belajar di Cipasung sangat nyaman, selain masyarakatnya yang sangat ramah, aksesnya pun mudah dijangkau, biaya hidup & biaya pendidikan yang sangat terjangkau serta budayanya yang sangat religius.   

    Pemimpin Ponpes yang biasa disebut dengan kyai, mempunyai pandangan yang terbuka alias tidak kaku, beliau pernah mengatakan bahwa Ponpes Cipasung ini “Menerapkan sistem lama yang baik dan menambah sistem baru asal yang jauh lebih baik” jadi dengan dualisme pendidikan yang diterapkan di Ponpes Cipasung inilah yang akan melahirkan masa depan santri yang mampu membina umat sesuai dengan motonya.  

  • Hal Terbaru dari Sistem Pendidikan di China

    Hal Terbaru dari Sistem Pendidikan di China

    Hal Terbaru dari Sistem Pendididkan di China – Halo sobat Shalaazz, China merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan yang banyak dibicarakan, mulai dari tingkat pendidikan pra sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas sampai universitas.

    China menganut wajib belajar 9 tahun, yang terdiri dari 6 tahun sekolah dasar dan 3 tahun sekolah menengah pertama. Untuk masuk ke sekolah menengah spesialisasi atau sekolah menengah kejuruan untuk Indonesia , menerima siswa dari sekolah menengah pertama untuk program 4 tahun. 3 tahun untuk kelas seperti pada umumnya dan satu tahun untuk kelas kusus. Perguruan tinggi rata-rata selama 4 tahun.  

    Proses pembelajaran di China

    China menganut sekolah full day, dalam sehari menggunakan 2 kali istirahat yaitu pagi dan siang. Siswa di China pergi ke sekolah tidak mengenakan seragam seperti sekolah pada umumnya, melainkan memakai baju biasa seperti hendak bepergian. Sehingga terkesan santai dan tidak menekan. Kesan santai ditujukan guna membuat siswanya merasa lebih nyaman dan bersemangat untuk bersekolah.   

    Baca juga: Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    Di dalam ruang kelas di China masih menggunakan papan tulis dan kapur tulis untuk pembelajaran, namun siswanya juga tidak kalah dengan negara lain mengenai kemajuan teknologi. siswa telah diajarkan teknologi mulai dari sekolah dasar, dimulai dari hal-hal yang sederhana sesuai dengan tingkatannya.

    Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa diberi kesempatan untuk istirahat 10 menit setelah 45 menit belajar. Kegiatan tersebut guna untuk merefres kembali anak agar tetap semangat untuk menerima pelajaran lagi, sekaligus untuk menghilangkan kesan jenuh pada anak. Siswa tidak hanya belajar mengenai sains, matematika dan komputer saja namun juga mempelajari cara bersosial. Selain pembelajaran umum, siswa juga mempelajari seni, olahraga, dan musik.  

    Fasilitas sekolah

    Setiap kelas terdapat AC, untuk membuat lebih nyaman belajar dalam ruang. Setiap ruang kelas tersedia papan tulis. Sekolah memfasilitasi lintasan untuk olahraga, kemudian tersedianya lapangan, dan lapangan basket. Untuk melatih anak untuk maju mengenai teknologi setiap sekolah terdapat laboratorium komputer dan juga sains. Laboratorium komputer telah ada mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar, menengah pertama dan menengah atas. Peralatan dan fasilitas standar yang lebih tinggi terdapat di sekolah menengah atas. Fasilitas yang tersedia guna untuk menumbuhkan serta melatih minat yang dimiliki oleh siswa serta melatih siswa untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekolahnya.

  • Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat!

    Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat!

    Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat! – Hai sobat Shalaazz, berjumpa lagi dengan Pipit. Kali ini akan membahas tentang pendidikan non formal. Mungkin sahabat shalaazz sudah tau ada beberapa jenis pendidikan sesuai dengan  latar belakang dan tujuannya. Kalian tau perbedaannya ?. Mari simak perbedaan sebagai berikut:

    a. Pendidikan Formal

    Pasti sudah tau kalau pendidikan ini berbasis badan hukum. Didirikan oleh pemerintah, bahkan fasilitas sarana dan prasarana dibantu dari pemerintah. Pendidikan ini diwajibkan  sebagai tahapan menuju syarat profesi masa depan. Mulai dari pendidikan SD (Sekolah Dasar) sampai SMA (Sekolah Menengah Atas), bahkan skill kejuruan sesuai bakat dan minat didapatkan di Perguruan Tinggi.

    b. Pendidikan Non Formal

    Dilakukan di luar pendidikan formal secara terstruktur dan berjenjang.  Memiliki tujuan yang jelas dalam pembelajaran. Biasanya didirikan oleh seseorang secara mandiri. Misalnya sekolah sesuai bakat, minat dan mempelajari attitude (perbuatan) yang baik. Biasanya siswa/mahasiswa dalam pendidikan formal hanya lebih mendapat teori daripada praktek. Jadinya mereka akan merasa butuh aplikasinya melalui pendidikan non formal. Berikut pilihan pendidikan non formal yang dapat dipelajari:

    Baca juga: 5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial

    1. Menjahit

    Biasanya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ada jurusan ini. Tapi biasanya sekolah umum tidak mendapatkan, bisa saja mengambil kursus ini di luar jam sekolah. Menjahit merupakan salah satu seni yang menghasilkan uang untuk tambahan penghasilan masa depan nanti. Selain itu juga bisa menghemat uang dalam membelanjakan pakaian karena bisa menjahit sendiri sesuai selera pula. 

    2. Memasak

    Biasa disebut sekolah koki, tidak menuntut kemungkinan anak-anak sudah pintar memasak saat ini. Terbukti ada lomba “KidsChef” ditayangkan di Televisi. Apalagi perempuan wajib pintar memasak buat keluarga nanti, jadi bisa menghemat jajan di luar. Makanan yang dimasak lebih terjamin hiegenis.

    3. Melukis

    Para seniman ada yang autodidak latihan menggambar tiap hari, namun ada juga yang sengaja kursus untuk menghasilkan lukisan terbaik. Karyanya bisa dinilai jutaan rupiah loh, keren kan ?.

    4. Handy Craft

    Daripada banyak limbah yang tidak terpakai, lebih baik jadikan karya yang punya nilai ekonomi dong. Bisa belajar di youtube atau bahkan ikut kursusnya langsung. Sekarang sudah banyak kumpulan karya dari handycraft

    5. Komputer

    Sekarang sudah zaman serba digital, jadi jangan gaptek (gagap teknologi) biar bisa mengikuti perkembangan zaman. Kursus komputer bisa menghasilkan uang dolar dari kemampuan menjalankan aplikasi di dalamnya.

    6. Bahasa

    Sekarang juga sudah memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Jadi tantangan kita bukan hanya warga Indonesia, melaikan warga asing juga yang berbeda bahasa. Kalau kita tidak bisa berbahasa, maka tidak bisa menjalin komunikasi dan kerjasama dengan baik. Pastinya orang yang pintar macam-macam bahasa akan dibutuhkan, misalnya jadi tourguide dan translator.

    7. Good Manner

    Jangan salah pada hal ini. Sikap yang baik karena dibiasakan. Biasanya  kursus ini dipilih oleh orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan di luar, hingga sedikit waktu untuk mendidik anaknya. Mulai dari sikap di meja makan, tegur sapa dan lainnya. Goodmanner akan menghasilkan pemimpin harapan bangsa. Demikian pendidikan non formal yang dapat jadi referensi pilihan. Pastinya sesuaikan dengan bakat dan minat agar senang dalam menjalankan. Semoga bermanfaat 🙂  

  • 8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek

    8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek

    8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek – Halo sobat Shalaazz, Indonesia dan Jepang memiliki persamaan yang terletak di Benua Asia. Namun, perbedaannya adalah perkembangannya baik dari segi ekonomi maupun pendidikan. Indonesia meski penduduknya lebih banyak daripada Jepang, tapi masih baru menjadi negara berkembang.

    Berbeda halnya dengan Jepang yang sudah termasuk negara maju. Ingin tau salah satu alasannya ? Baiklah, saya akan bahas dari segi pendidikannya.        

    Keunggulan sistem Pendidikan di Jepang

    Jepang terkenal dengan orang yang pekerja keras, disiplin dan antre. Semua karakter baik itu terbentuk dari sistem pendidikannya di sekolah.

    Makin penasaran dengan keunggulan pendidikan di Jepang yang berbeda dengan Indonesia. Apalagi banyak sekali saat ini siswa/mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Negeri Sakura. Berikut 8 keunggulan pendidikan Jepang yang bisa diterapkan di Indonesia yaitu:

    1. Pendidikan tentang etika dan moral lebih diutamakan di Jepang daripada ilmu pengetahuan. Sebenarnya kunci utama kesuksesan seseorang terlihat dari faktor etikanya yang baik, maka nanti akan mengikuti penerapan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi) secara baik pula.

    2. Kampus dan sekolah memulai tahun ajaran baru pada musim semi, saat mekarnya bunga sakura. Hal ini yang membuat siswa dan mahasiswa senang mengikuti pembelajaran. Memang harus ditanam rasa suka dan senang pada saat belajar agar tidak jenuh dalam menerima pelajaran.

    3. Tidak ada Office Boy, siswa sendiri yang mengerjakan kebersihan kelas dan sekolah. Hal ini untuk melatih siswa dalam bekerja sama, bertanggung jawab dan menjadi pekerja keras.

    Baca juga: Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    4. Tingkat kehadiran siswa di sekolah Jepang adalah 99%, jadi mahasiswa yang tidak hadir hanya 1%. Berbeda dengan di Indonesia, masih banyak budaya TA (Titip Absen) hanya alasan yang tidak baik, misal terlambat karena bangun kesiangan, menonton konser dan lainnya.

    5. Pendidikan tentang seni sangat diterapkan pada siswa Jepang, agar mereka mencintai budaya tradisional negara sendiri. Hal ini patut dicontoh oleh Indonesia agar generasinya tidak mudah mengikuti arus globalisasi dan life style western (gaya hidup barat).

    6. Sangat jarang siswa yang tidak naik kelas. Hal tersebut dikarenakan siswa sangat antusias melakukan kegiatan positif seperti ekstrakurikuler, workshop saat liburan dan les private. Berbeda dengan siswa Indonesia yang lebih banyak  memilih liburan ke tempat hiburan daripada mengembangkan diri.

    7. Menciptakan kenyamanan dan kedekatan antara siswa dengan guru melalui makan bersama di kelas saat jam istirahat. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menghilangkan sekat antara siswa dan guru, maka seperti orang tua dan anak bahkan sahabat.

    8. Tidak terdapat kesenjangan sosial antara siswa kaya dan siswa miskin.

    Semuanya sama dengan menggunakan seragam pelaut.  Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan teladan untuk pendidikan Indonesia agar lebih baik ke depannya.  

  • Sistem Pendidikan di Thailand  Secara LENGKAP

    Sistem Pendidikan di Thailand Secara LENGKAP

    Sistem Pendidikan di Thailand – Halo sobat Shalaazz, siapa yang tidak kenal dengan negara gajah putih ini. Kenapa di juluki gajah putih? Karena Thailand Negara Asean yang tidak tersentuh penjajah. Selain itu gajah putih diartiksn sebagai lambang kejakyaan dan makmur. Kalau suka minuman kekinian pasti tidak asing dengan Thai Tea ya. Mari bahasa sisi pendidikan negara Thailand

    Sekilas Mengenai Thailand  

    Thailand merupakan negara monarki konstitusional yang dipimpin oleh Raja Rama IX, Raja Bhumibol Adulyadej, sebagai kepala negara dan Perdana Menteri, saat ini Yingluck Shinawatra, sebagai kepala pemerintahan.

    Thailand dibagi ke dalam 76 daerah pemerintahan (propinsi) yang dikenal dengan sebutan changwats dan 2 (dua) Daerah Khusus Bangkok dan Pattaya. Propinsi selanjutnya dibagi ke dalam sejumlah distrik (setara dengan kabupaten) dan sub-distrik (setara dengan kecamatan).

    Populasi penduduk Thailand sebagian besar terdiri dari suku Thai dan sejumlah suku minoritas seperti Cina, Akha, Lisu, Karen, Hmong, suku-suku pegunungan di daerah utara Thailand dan Melayu di Thailand selatan.

    Sistem Pendidikan dI Thailand    

    Thailand, negara yang memiliki penduduk hampir 70 juta jiwa ini, memiliki sistem pendidikan yang mirip seperti yang diterapkan di Indonesia, mulai pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi tidak terdapat perbedaan yang mendasar. Perbedaan yang signifikan terletak pada pendidikan vokasi.

    Pendidikan vokasi di Thailand menerapkan lama belajar 5 (lima) tahun dimana tamatannya setara dengan lulusan diploma 2 tahun di Indonesia, sementara pendidikan vokasi di Indonesia menerapkan lama belajar 3 (tiga) tahun.

    Oleh karena itu, di Thailand tidak dikenal perguruan tinggi Politeknik seperti di Indonesia. Politeknik di Thailand berperan sebagai institusi ‘longlife learning’ atau institusi yang memberikan sertifikat bagi keahlian tertentu, seperti mengelas, menjahit dan lain-lain.

    Baca juga: Belum tahu Bhutan? Ini Penjelasan Bhutan Beserta Sistem Pendidikan di Bhutan

    Thailand juga menerapkan wajib belajar 9 tahun, seperti di Indonesia, namun pendidikan gratis diberikan sampai tamat sekolah menengah atas. Sistem Pendidikan di Thailand Sistem pendidikan Thailand menerapkan 9 tahun wajib belajar, dengan 12 tahun pendidikan gratis sampai menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas.

    Struktur pendidikan di Thailand yang secara umum terdiri dari 3 tahun Anuban atau taman kanak-kanak, 6 tahun Prathom (sekolah dasar), 6 tahun Mattayom (sekolah menengah pertama dan atas), pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi.

    Wajib belajar di Thailand menerapkan keharusan bagi anak-anak untuk mulai sekolah di Prathom 1 atau kelas 1 sekolah dasar mulai umur 6 tahun. Walaupun tidak ada kewajiban anak-anak untuk ikut Anuban (TK) sebelum masuk SD, namun sebagian besar orang tua mengirimkan anak-anaknya untuk masuk TK.

     

    Pendidikan Dasar

    Lebih dari 75 % anak-anak usia 3-5 tahun mendapatkan pendidikan usia dini. Walaupun pada hakikatnya pendidikan usia dini disediakan oleh pemerintah melalui sekolah-sekolah dasar negeri, Kementerian Pendidikan secara aktif mendorong sekolah-sekolah swasta dan pemerintah daerah untuk dapat memainkan peranan yang signifikan untuk ikut terlibat dalam pendidikan usai dini.

    Oleh karena itu, akhir-akhir ini terlihat banyak sekali pendidikan usia dini yang ditawarkan oleh institusi pendidikan swasta.  Hal ini tampak jelas di Bangkok dan sekitarnya, ditandai dengan tumbuhnya sejumlah lembaga pendidikan dini yang dikelola oleh swasta.

    Baca juga: Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    Pendidikan dasar di Thailand dimaksudkan sebagai 12 tahun belajar yang dibagi menjadi 6 tahun sekolah dasar (Prathom 1-6), diikuti dengan 3 tahun sekolah menengah pertama (Mattayom 1-3) dan 3 tahun sekolah menengah atas (Mattayom 4-6). Sejak tahun 2003, wajib belajar telah diperluas sampai 9 tahun (6 tahun sekolah dasar dan 3 tahun sekolah menengah pertama).

    Namun pendidikan sekolah digratiskan sampai 12 tahun sehingga siswa diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan sampai Mattayom 6, atau setara dengan tamat SMU.  

    Kurikulum nasional memuat 8 mata pelajaran inti yaitu: Bahasa Thai, Matematika, Sains, Ilmu Sosial, Agama dan Budaya, Kesehatan dan Olah raga, Seni, Karir dan Teknologi, dan Bahasa Asing.

    Fleksibilitas kurikulum memungkinkan integrasi budaya dan kearifan lokal sehingga konsisten dengan standar keluaran pembelajaran. Dengan diterapkannya wajib belajar, angka partisipasi kasar (APK) untuk tingkat sekolah dasar cukup tinggi mencapai 98.3 persen untuk populasi anak berumur 6-11 tahun (2010).

    Sementara APK untuk sekolah menengah pertama pada tahun 2010 menunjukkan lebih besar dari 90 persen, namun pada tingkat menengah atas hanya berkisar sebesar 60 persen (Unesco, 2011). 

    Pendidikan Vokasi dan Teknik

    Pendidikan vokasi dan teknik secara formal dilaksanakan dengan tiga tingkatan: tingkat menengah atas (setara dengan SMK di Indonesia) dengan masa studi 3 tahun, tingkat diploma dengan masa studi 2 tahun dan tingkat sarjana dengan masa studi 2 tahun setelah menyelesaikan tingkat diploma.

    Pendidikan vokasi dan teknik dilaksanakan pada technical college, misalnya Minburi Technical College dll. Namun saat ini sebagian besar technical college di Thailand hanya menawarkan program 5 tahun yang terdiri dari 3 tahun tingkat menengah atas dan 2 tahun diploma, sehingga siswa umumnya menghabiskan masa 5 tahun hingga selesai dari college seperti ini. 

    Pendidikan Tinggi Pendidikan tinggi di Thailand dijalankan di universitas, institut teknik, sekolah tinggi (college) profesi dan teknik dan universitas pendidikan. Pendidikan tinggi di Thailand dapat dibagi menjadi dua isntitusi.

    Yang pertama, institusi pendidikan tinggi yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, seperti universitas negeri dan swasta, institusi profesi/teknik dan pertanian, dan sekolah tinggi (college) pendidikan guru.

    Baca juga: Peduli Resolusi Sistem Pendidikan di Indonesia

    Yang kedua institusi-institusi khusus yang berada di bawah kementerian lain, seperti sekolah tinggi seni Thai klasik yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan, sekolah tinggi keperawatan yang berada di bawah Kementerian Kesehatan, dll. Perubahan-perubahan yang mendasar pada pendidikan tinggi terlihat dari meningkatnya jumlah universitas swasta dalam beberapa tahun belakangan ini. Dalam hal universitas negeri, perubahan terlihat pada: 

    1. Universitas-universitas negeri telah menjadi lebih independen

    2. Institusi yang dulunya dikatagorikan sebagai Rajabhat (universitas yang berkonsentrasi menghasilkan guru), sekarang telah berubah menjadi universitas komprehensif sehingga menawarkan program-program lain selain pendidikan 

    3. Sebanyak 35 Rajamangala Institutes of Technology yang tersebar di seluruh Thailand sekarang dibentuk menjadi 9 universitas regional, tanpa merubah nama institusinya.

    Artinya, setiap regional Rajamangala Institutes of Technology memiliki beberapa kampus.Saat ini lebih dari 2,2 juta mahasiswa belajar di universitas negeri dan swasta di Thailand. Angka partisipasi universitas telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini dari rata-rata 26% menjadi 40%.

    Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena meningkatnya kesempatan kuliah akibat pertambahan universitas swasta. Saat ini ada 78 universitas negeri dan 89 universitas swasta di Thailand

    Sumber: KBRI Bangkok 

  • Bagaimana Sistem Pendidikan Peru  Saat Ini?

    Bagaimana Sistem Pendidikan Peru Saat Ini?

    Profil Negara Peru

    Bagaimana Sistem Pendidikan Peru Saat Ini? – Halo sobat Shalaazz, Peru merupakan sebuah negara yang berada di belahan benua Amerika Selatan bagian barat yang berbatasan dengan Ekuador dan Kolombia di sebelah utara, Brasil di bagian timur, Bagian timur, tenggara,selatan dengan Bolivia, chili bagian selatan dan dibagain barat berbatasan dengan samudera pasifik.   

    Negara ini sangat terkenal dengan antropologinya dan juga asal mula kerajaan inca. Republica Dei Peru dalm bahasa resmi mereka tau yang sering kita negara peru. Bentuk pemerintahan negara peru ialah Republik seperti di indonesia. Presiden negara peru adalah Pedro Pablo Kuczynski. Ibu kota peru berada di kota Lima. Hari kemerdekaan peru jatuh pada tanggal 28 juli. Luas wilayah negara peru 1.285 juta km persegi.

    Jumlah Penduduk Negara Peru mencapai  31.77 Juta jiwa pada tahun 2016 menurut world bank. Bahasa resmi negara peru adalah bahasa spanyol dan Bahasa aymara. Mata uang negara peru ialaha Nuevo Sole (pen). Lagu kebangsaan negara peru adalah somos Libres, Seamoslo Siempre.   

    Sistem Pendidikan di Peru

    Departemen Pendidikan bertanggung jawab untuk perencanaan, menegakkan dan mengelola semua kebijakan pendidikan dan program pemerintah nasional. Didirikan pada tahun 1837. Jose Antonio Chang adalah saat ini Menteri Pendidikan. Spanyol adalah bahasa utama yang digunakan di berbagai sekolah dan Universitas di semua tingkat.  

    Baca juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    Pada tahun 1999, pemerintah Peru dialokasikan 3,2% dari PDB untuk pendidikan. Pada tahun 2005, tingkat melek huruf Peru adalah 88.9%. Menurut konstitusi, pendidikan gratis dan diperlukan di sekolah umum untuk tingkat awal, primer dan sekunder.    Tingkat dasar dihadiri oleh siswa dengan usia dari 6-12 selama 6 tahun.

    Tingkat menengah diambil selama 5 tahun oleh siswa mulai dari 12-17 tahun tua. Umum perguruan tinggi dan Universitas juga menawarkan pendidikan gratis untuk siswa yang kurang finansial dapat dan memiliki prestasi akademis yang cemerlang. Beberapa universitas terkemuka di Peru termasuk Universitas Lima, Universitas Katolik Santa Maria, Los Andes Peru University, Pontifica Universidad Catolica del Peru, dan National University San Marcos yang merupakan universitas tertua di Peru didirikan pada tahun 1551.

    Sekolah dasar di Peru 

    Seorang siswa mulai pendidikan dasar ketika dia berusia lima sampai enam tahun. Ini juga disebut siklus pertama, dan terdiri dari kelas pertama dan kedua. Tingkat sekolah dasar terdiri dari 6 kelas (kelas pertama untuk kelas enam). Untuk tujuan kurikuler, tesis kelas telah dibagi menjadi tiga tingkat:   

    1. Siklus satu (kelas pertama dan kedua) 
    2. Siklus dua (ketiga dan keempat kelas) 
    3. Siklus tiga (kelima dan keenam kelas) 

    Pendidikan dasar di Peru menanamkan pendidikan dasar di bidang ilmu pengetahuan, humaniora, dan teknologi; pengembangan kewarganegaraan; dan kesiapan kejuruan. Pemerintah juga menentukan kurikulum yang mencakup studi matematika, bahasa, ilmu sosial, ilmu pengetahuan, pendidikan jasmani, seni, agama, dan seni praktis.  

    Baca juga: Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Di bawah sistem pendidikan dasar Peru, penyelesaian subjek ini didasarkan pada penguasaan tujuan, dan bukan pada waktu. Para siswa dievaluasi empat kali setiap tahun menggunakan alat evaluasi progresif. Pada akhir setiap tahun, evaluasi kumulatif dilakukan untuk memeriksa kesiapan untuk promosi siswa dan ditujukan pada pengukuran keseluruhan fakta, proses dan kegiatan termasuk dalam pekerjaan tahun sebelumnya.   

    Siswa yang dinilai pada skala dari 0-20. Mahasiswa mendapatkan nilai rata-rata 11 dengan melewati nilai dalam bahasa dan matematika dapat dipromosikan ke kelas berikutnya. Bagi mereka yang gagal ujian, tes ulang diadakan di bulan Maret. Tetapi mereka yang gagal besar komponen atau pokok yang penting seperti matematika tidak dipromosikan. Setelah kelas enam, siswa pergi ke sekolah menengah.    

    Sekolah menengah di Peru

    Sekolah menengah terdiri dari lima tahun, dari pertama kelima tahun. Lima tahun ini dibagi dalam dua siklus. Siklus pertama berlangsung selama dua tahun dan berlaku untuk semua siswa. Untuk masuk ke dalam siklus pertama (juga dikenal sebagai ciclo umum), seorang mahasiswa harus memiliki milik pemerintah Primaria Certificado Oficial de kebudayaan dan pendidikan. Siklus kedua (berlangsung selama tiga tahun) adalah diversifikasi dengan seni, ilmu pengetahuan, dan pilihan teknis dan disediakan untuk remaja dan orang dewasa.    Kualifikasi yang diberikan pada akhir siklus ini adalah Completa Común Secundaria Certificado Oficial de kebudayaan dan pendidikan. Ada dua jenis sekolah menengah. Sekolah menengah umum adalah jenis pertama di mana siswa mendapat pengakuan ketika dia 13 dan lulusan mencapai usia 17. Jenis lain dikenal sebagai persiapan sekolah menengah yang adalah kursus empat tahun.    

    Pendidikan Tinggi di Peru 

    Pendidikan tinggi di Peru diwakili oleh perguruan tinggi teknologi, baik negeri maupun swasta, serta perguruan tinggi. Peru memiliki sekitar 80 universitas swasta dan publik, 17 dari yang dicapai Peringkat Universitas QS pada tahun 2013.

    Top lembaga Peru peringkat meliputi Lima ‘s swasta Pontificia Universidad Católica del Perú, 23 peringkat di Amerika Latin dan Universidad Nacional Mayor de San Marcos (UNMSM) – salah satu dari Amerika ‘ universitas tertua – peringkat ke-52.Lain di atas 150 termasuk Universidad Peruana Cayetano Heredia, Universidad de Lima, Universidad Nacional Agraria la Molina dan Universidad de San Martin de Porres USMP.

    Dalam beberapa tahun terakhir,    Peru telah memperkenalkan sistem accredidation yang universal yang diharapkan dapat mengarah pada kemajuan akademis. Biaya kuliah universitas adalah variabel, tetapi para siswa internasional biasanya membayar tarif moderat, dengan kursus biasanya dikenakan biaya per kredit, sebagai lawan per semester. Mahasiswa asing bisa mendapatkan satu tahun Visa sementara dengan mendaftar untuk belajar bahasa Spanyol di salah satu sekolah resmi Peru

    Baca juga: Singapura, Negeri Kota Singa dengan Sistem Pendidikan Terbaik

    Mengapa Studi di Peru? 

    Peru terkenal karena sistem pendidikannya, dan telah dipuji sebagai sistem pendidikan terbaik di Amerika Latin oleh organisasi termasuk UNESCO, Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Inter-Amerika.Dengan reputasi bintang akademik dan konteks sejarah yang luar biasa, Peru menawarkan lingkungan yang unik dan memperkaya di mana untuk belajar.                      

    Sumber: wikipedia / spainexchange.com / studycountry.com / masterstudies.co.idB

  • Inilah Sistem Pendidikan Swedia Yang Patut di Tiru

    Inilah Sistem Pendidikan Swedia Yang Patut di Tiru

    Profil Negara Swedia

    Halo sobat Shalaazz, Swedia adalah sebuah negara dengan nama resmi negara yaitu Kerajaan Swedia, dengan bentuk pemerintahan monarki konstitusional. Ibu Kota Swedia berada di Stockholm. Luas wilayah negara Swedia 450.295 km persegi. Jumlah penduduk Swedia berdasarkan data world bank yaitu 9.816.666 jiwa. Lagu kebangsaan Swedia “Du Gamia Du Fria”.

    Negara Swedia adalah Swedish kronor/ krona Swedia (SEK).   Biasanya Swedia merayakan hari nasional pada tanggal 6 Juni. Swedia di kepalai oleh kepala negara Raja Carl XVI Gustaf. Nama kepala pemerintahan Swedia bernama Perdana menteri Stefan Löfven.

    Juru bicara parlemen Swedia bernama Urban Ahlin. Pendapatan Swedia dengan total 467.450.US $ dengan estimasi tahun 2015 dengan IDP no 41 di dunia, sedangkan per kapita sekitar 47.319 pada tahun 2015.   Bendera Swedia merupakan bendera salib nordik berlatar biru dengan salib kuning. Warna bendera ini diambil dari lambang Swedia dari desainnya meniru bendera Denmark. Bendera Swedia resmi di pakai sejak tanggal 22 Juni 1906.  

    Swedia adalah salah satu negara Skandinavia di Eropa Utara yang berbatasan dengan Norwegia dan Finlandia dan juga terhubung dengan Denmark lewat sebuah jembatan.

    Pada tingkat Nasional, kekuasaan legislatif di pegang oleh Riksdag (parlemen pusat).   pemerintah pusat terdiri dari perdana menteri dan kementerian. Selain itu, terdapat sekitar 400 lembaga pemerintah pusat dan lembaga administrasi publik.    

    Pada tingkat daerah, Swedia terbagi atas 290 pemerintah kota (kommuner) dan 20 pemerintah regional (län). Antara pemerintah kota dan pemerintah regional tidak terdapat hubungan hierarki karena masing-masing memiliki kewenangan untuk memerintah bagi dirinya  

    Sistem Pendidikan di Negara Swedia

    Pendidikan di Swedia merupakan kesempatan yang menarik untuk belajar di negara yang berpikiran maju dan maju. Swedia membentang 1.500 kilometer dari Utara ke Selatan, menawarkan segalanya mulai dari pantai putih hingga pegunungan yang tertutup salju.

    Swedia dikenal karena keterbukaannya terhadap masyarakat internasional dan memiliki sistem sekolah berkualitas tinggi. Orang Swedia adalah pengadopsi awal tren internasional seperti seni, musik dan desain. Perusahaan yang sukses seperti IKEA, Spotify dan H & M memulai dan masih memiliki kantor pusat mereka di Swedia.  

    Sistem Bologna 

    Sistem sekolah Swedia diatur oleh deklarasi Bologna. Proses Bologna dimulai pada tahun 1999 ketika Menteri Pendidikan dari 29 negara Eropa menandatangani deklarasi Bologna di kota Bologna di Italia.

    Tujuan dari proses ini adalah untuk menciptakan standar pendidikan untuk derajat akademik dan jaminan kualitas. Hal ini memungkinkan transfer yang mudah antar sekolah di negara-negara Eropa yang berbeda dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Swedia dan negara-negara Eropa lainnya. Kredit universitas diukur dengan European Credit Transfer System (ECTS).  

    Pendidikan Usia Dini Di Swedia

    Swedia memiliki program Pendidikan Anak Usia Dini yang menarik. Anak usia 1-6 tahun yang mengikuti PAUD tidak belajar membaca, menulis dan berhitung. Yang ditekankan dalam pengajaran PAUD adalah nilai-nilai kemandirian, rasa ingin tahu dan kreativitas.

    Program PAUD di Swedia dimulai dari pukul enam pagi hingga enam petang. Adanya waktu panjang ini membantu orang tua yang bekerja untuk menitipkan anak mereka sejak pagi, sebelum masuk jam kerja.   

    Evaluasi dilaksanakan di PAUD untuk menilai proses sekolah menanamkan nilai-nilai kemandirian, rasa ingin tahu dan kreativitas pada anak. Evaluasi tidak menilai kemampuan anak. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, para guru diminta untuk banyak bertanya pada siswa dan membangun semangat siswa untuk mandiri.

    Suasana ini membuat anak-anak Swedia tumbuh dengan nyaman. Rasa ingin tahu, naluri eksplorasi dan kreativitas pun berkembang.   Pola pendidikan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan pemerintah Swedia.

    Anggaran untuk program PAUD di Swedia sangat besar. Sebagai contoh, satu PAUD dengan 250 orang siswa mendapatkan anggaran setara dengan Rp. 30 milyar per tahun! Ini angka yang sangat besar, bahkan untuk ukuran negara Eropa.

    Inggris hanya menganggarkan sepertiga dari anggaran pendidikan Swedia. Orang tua pun memberikan dukungan pada sekolah. Orang tua di Swedia terlibat dalam proses pendidikan anak usia dini.

    Di rumah, orang tua ikut bermain bersama anak, mengajak mereka mengamati alam dan menumbuhkan rasa ingin tahu. Bagi orang tua di Swedia, PAUD adalah sarana untuk anak bersosialisasi.  

    Pendidikan Dasar dan Menengah

    Sekolah dasar dan sekolah menengah adalah wajib bagi anak-anak hingga kelas 9, ketika murid biasanya berusia 16 tahun. Sekolah wajib ketika seorang anak berubah tujuh, meskipun ada kemungkinan untuk memulai sekolah saat anak itu berumur enam tahun.

    SD bertujuan untuk memberikan akses ke sekolah menengah, tetapi tanpa gelar. Lokal umum dasar dan sekolah menengah adalah gratis dan didanai oleh pajak lokal.    

    Gimnasium 

    Sekolah menengah, yang mengikuti sekolah tinggi, bersifat sukarela, tetapi masing-masing Kota madya bertanggung jawab untuk menindaklanjuti orang-orang muda di bawah 20 yang tidak belajar setelah sekolah menengah.

    Murid-murid memilih dari 17 Nasional program, sejumlah besar lokal program, dirancang khusus program dan program individu. Tidak seperti banyak negara lain, Swedia kekurangan matrikulasi resmi; Sebaliknya, ada sekolah menengah umum yang ditujukan untuk memberikan akses dasar ke perguruan tinggi.    

    Pendidikan tinggi di Swedia 

    Lembaga pendidikan tinggi di Swedia (lebih 50 Sekolah tinggi) jelas dibagi menjadi universitas, perguruan tinggi universitas, lembaga profesional. Sebagian besar universitas sektor universitas bekerja pada sistem Bologna.

    Perguruan tinggi universitas yang berbeda pada program pelatihan yang diusulkan. Banyak perguruan tinggi mengajarkan hanya untuk tingkat «canggih». spesialisasi, Penelitian perguruan tinggi lain tergantung pada kerja sama dengan industri daerah, yang mempersiapkan frame.   

    Banyak perguruan tinggi mengkhususkan diri dalam profesi yang sama – pedagogi, kedokteran hewan, rekayasa khusus tertentu, Bisnis – Manajemen. pelatihan gratis di universitas tidak meniadakan biaya hidup. Tapi setiap siswa di Swedia selama enam tahun mungkin memenuhi persyaratan untuk bantuan keuangan dari negara.   

    Pendaftaran pendatang di universitas Swedia rumit oleh pendidikan menengah waktu yang berbeda, pengiriman uji internasional Inggris, Swedia (tes TISUS), mungkin ujian masuk (dalam bentuk wawancara), visa pelajar desain.

    Selain itu, Perbankan harus bukti sarana substansi, asuransi kesehatan. pelamar asing tentu menandatangani komitmen untuk meninggalkan Swedia setelah lulus. kerja resmi untuk mahasiswa asing hanya diperbolehkan di liburan musim panas. Cara terbaik untuk masuk pelamar bebas satu tahun kursus persiapan, yang ada di universitas terbaik di Swedia, universitet Gothenburg, Wpsalı, Lund, Stockholm.

    Sekolah umum 

    Di sekolah-sekolah umum Swedia di Swedia terbuka untuk semua dan mengikuti silabus Nasional Swedia. Sekolah ini dilaksanakan oleh kota madya setempat di mana mereka berada, didanai oleh wajib pajak dan mungkin tidak membebankan biaya mahasiswa. Ketika anak-anak gilirannya berusia tujuh tahun mereka secara otomatis ditempatkan di sekolah umum terdekat.

    Kebanyakan anak-anak di Swedia pergi ke sekolah umum, tapi ekspatriat umumnya memilih internasional sekolah swasta untuk anak-anak mereka karena bahasa pengantar adalah biasanya Inggris atau Perancis, dan mereka menjaga standar dan ajaran mirip negara asal mereka.    

    Sekolah swasta 

    Di Swedia tidak ada sejumlah sekolah swasta di Swedia, dikenal sebagai versicolor. Sekolah ini didanai oleh sumbangan lokal dari Kota madya rumah dan pemberitahuan, biaya antrean atau pendaftaran tidak dikenakan.

    Sekolah swasta yang, namun, gratis untuk menerima donasi. Swedia sekolah swasta independen dan dikelola oleh individu, Asosiasi atau Yayasan; dalam beberapa kasus ada kelompok yang terbentuk untuk menjalankan beberapa sekolah. Sekolah swasta, pada prinsipnya, tidak diwajibkan untuk mengikuti silabus Nasional Swedia. Namun, sebagian besar sekolah swasta mengikuti kurikulum nasional.   

    Lebih dan lebih banyak sekolah swasta yang membuka di Swedia dan tentu saja itu berarti lebih banyak kompetisi, paling tidak karena orang tua sekarang dapat memilih sekolah yang mereka ingin anak-anak mereka untuk menghadiri, dan pendanaan berikut siswa sekolah pilihan mereka. Hal ini baik untuk siswa karena kompetisi memaksa sekolah untuk melakukan lebih baik.  

    Pesantren 

    Meskipun hal ini tidak sangat umum, Swedia masih memiliki beberapa Pesantren meninggalkan di mana siswa dapat memilih untuk tinggal di sekolah atau tinggal di rumah. Sekolah-sekolah asrama yang terkenal termasuk Grammar School Foundation Sigtuna humaniora, Lundberg sekolah dan Grennaskolan.  

    Sekolah internasional 

    di sekolah internasional Swedia di Swedia terutama ditujukan bagi siswa yang tinggal di Swedia sementara atau di bawah keadaan khusus, seperti ikatan Keluarga ke negara lain.

    Sekolah internasional mengharapkan biaya tahunan dan aplikasi harus dilakukan dengan menghubungi sekolah langsung. Sekolah internasional mungkin memiliki daftar tunggu yang panjang, jadi terbaik bagi orang tua untuk merencanakan ke depan dan berlaku untuk sebuah tempat untuk anak-anak mereka sedini mungkin. Biaya di sekolah internasional dapat biaya lebih dari 100.000 SEK per tahun.  

    sumber: sukamembaca.orgcollege-hq.com

  • Sistem Pendidikan Qatar yang Menakjubkan! Ada Persamaankah dengan Indonesia?

    Sistem Pendidikan Qatar yang Menakjubkan! Ada Persamaankah dengan Indonesia?

    Sekilas Mengenai Qatar  

    Sistem pendidikan Qatar – Halo sobat Shalaazz, Qatar merupakan semenanjung kecil dengan luas sekitar 11.437 km2 di teluk Arab dengan beberapa pulau kecil di sekitarnya antara lain Halul, Sharaauh, kepulauan hawar dan alBasyria, al Safiliya dan al aliya. Qatar merupakan penyelenggara piala dunia 2022.

    Jumlah penduduk sekitar 2.57 juta orang pada tahun 2016 dengan pertumbuhan rata-rata 10 % pertahun. Sebagian besar penduduk tinggal di Doha Ibukota Negara dengan dikelilingi kota kecil seperti Messaid dan Wakrah, Raslafan, Alkhor dan Dukhan.  

    Penduduk asli disebut Qatari dengan jumlah sekitar 350.000 orang diikuti expatriate India yang hampir mengisi seluruh lini kehidupan Qatar (termasuk Pakistan, Srilanka, Bangladesh dan Nepal), negara Arab lain seperti Mesir Lebanon, Palestina, Sudan, dll , Philipina, dan Negara lain dari seluruh dunia termasuk Indonesia.

    Jumlah orang Indonesia sekitar 30.000 orang didalamnya termasuk pekerja profesional seperti di perminyakan dan non professional seperti PRT dan pekerja bangunan. 

    Iklim di Qatar memiliki dua musim yaitu musim panas pada bulan Mei s/d Oktober dan musim dingin dari bulan November s/d April. Maksimum tempertur pada musim panas sekitar 50° C dengan kelembaban bisa mencapi 90 %! Bagi yang kena asma bisa sangat menyesakkan.

    Baca juga: Sistem Pendidikan Inggris

    Temperatur pada musim dingin bisa mencapai 4°C Biasanya disertai dengan angin kering sehingga kulit bisa pecah-pecah. Waktu Qatar adalah GMT + 3 jam atau 4 jam duluan Indonesia.  Bahasa yang digunakan adalah Arab dan Inggris, jangan heran orang Qatar lebih jago Inggrisnya daripada kita, ada kursus (lembaga pendidikan) gratis yang mengajarkan kedua bahasa ini.

    3 September 1971 adalah hari kemerdekaan Qatar dan pengusahaan minyak dimulai sejak 1974.  Tanggal 27 Juni 1995 Sheikh Hamad bin Khalifa Althani mulai memerintah kerajaan dengan konsep modernisasi dan keterbukaan jadi jangan heran Qatar sekarang sudah begitu modern dan terbuka, tidak seketat Saudi.

    Tapi untuk wanita pribumi diharuskan memakai baju kurung hitam (abaya) dan cadar, meski juga sekarang udah mulai ada polemik untuk melepas cadar. Mata uang yang digunakan adalah Qatari Riyal (QR) dengan nilai nominal 500 QR, 100 QR, 50 QR, 10 QR, 5 QR dan 1 QR. (1QR=100 dirhams) dan 1 US $ = 3.65 QR yang dari tahun ketahun selalu tetap. Fluktuasinya sangat kecil.  

    Selain pribumi dilarang memiliki tanah, sehingga praktis expatriat hanya bisa menyewa perumahan dalam bentuk flat atau apartemen. Sayangnya tidak ada aturan khusus mengenai tarif ….. sehingga kecendurangan harga sekarang semakin naik.

    Baca juga: 7 Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan FInlandia, Jangan Terkejut.

    Yang kasihan jika subsidi perusahaan tidak cukup… maka kita harus nombok. Harga normal perbulan untuk apartemen di kota dengan 2 km tidur, 1 ruang makan, 1 ruang tamu, dapur dan 2 kamar mandi sekitar 5000 QR. Sedangkan untuk flat dalam satu compound (perumahan yang tidak bertingkat) minimal 9000 QR. 

    Biaya telepon lokal gratis hanya abonemen 30 QR per tiga bulan dan bisa menggunakan mobile phone dengan tarif 70 dirhams untuk SMS dan SLI 50 QR untuk 15 menit (jika ke Indonesia). Biaya internet 3 QR/jam. (sumber : abuafif.wordpress.com) 

    Latar Belakang sistem Pendidikan Qatar

    Departemen Pendidikan dan Dewan Pendidikan tertinggi mengelola sistem pendidikan di Qatar. Sistem pendidikan di Qatar terdiri dari 6-tahun siklus dasar diikuti oleh 3-tahun siklus persiapan dan kemudian 3-tahun siklus sekunder.

    Setelah menyelesaikan siklus sekunder, siswa dapat pergi untuk belajar di Universitas atau pasar tenaga kerja. Pendidikan dasar/SD di Qatar wajib bagi semua orang dan gratis di sekolah umum.  

    Sekolah pertama di Qatar yang religius. Koloni hadir di Qatar, dimana anak-anak remaja digunakan untuk belajar membaca Al-Qur’an, dan memperoleh keterampilan dasar melek huruf Arab.

    Pada tahun 1952, sekolah dasar sekuler pertama untuk anak laki-laki dimulai dan sejak itu sektor pendidikan di Qatar telah dikembangkan. Pada tahun 1956, pertama pemerintah Departemen-Departemen Pendidikan didirikan. Sekolah Perempuan di Qatar yang dibuat pada pertengahan 1950-an, dan juga selama periode  pendidikan , sekunder yang sama mulai.

    Sistem pendidikan di Qatar adalah cukup berkembang dengan baik 1980-an. pelatihan umum akademis, kejuruan, teknis, agama dan komersial kursus studi diperkenalkan. Pada tahun 1973, pendidikan dimulai, yang kemudian pada tahun 1977, menjadi Universitas Qatar.

    Universitas Qatar menyediakan berbagai macam program di bidang yang beragam. Di abad ke-21, penekanan utama adalah meningkatkan sistem pendidikan Qatar. 

    Pendidikan di Qatar Pendidikan di Qatar dibagi menjadi dua tahap: pendidikan dasar yang meliputi pendidikan prasekolah, dasar dan menengah; dan perguruan tinggi. Sistem sekolah umum di Qatar12 tahun , terdiri dari 6-tahun siklus dasar diikuti oleh 3-tahun siklus sekunder dan kemudian 3-tahun siklus lebih tinggi.

    Tingkat dasar dan persiapan fokus pada keterampilan dasar melek huruf dan melek angka. Tingkat menengah pendidikan menekankan mempersiapkan siswa untuk pendidikan universitas, kejuruan atau teknik pelatihan, atau untuk memasuki pasar tenaga kerja. 

    Pendidikan dasar 

    Pendidikan dasar di Qatar terdiri dari TK, SD, persiapan dan menengah tingkat pendidikan.

    Pendidikan pra-sekolah  Di Qatar, pendidikan prasekolah dioperasikan dan dikelola oleh sektor swasta. Tingkat pendidikan yang ditawarkan oleh pembibitan dan Taman kanak-kanak.

    Usia: 3-5 tahun Pendidikan dasar/SD  Pendidikan dasar di Qatar wajib dan gratis di sekolah umum. Pendidikan dasar di Qatar ditawarkan oleh SD-publik dan Pribadi.

    Sekolah umum di Qatar mengikuti kurikulum pendidikan Qatar, sementara sekolah-sekolah swasta mengikuti kurikulum yang memenuhi kebutuhan komunitas ekspatriat yang tinggal di negara.

    Siswa yang menyelesaikan tingkat pendidikan memenuhi syarat untuk mendaftar di tingkat pendidikan menengah dan persiapan Jenis Sekolah di qatars:sekolah dasar Durasi: 6 tahun Usia: 6-12 tahun Nilai: 1-6

    Persiapan pendidikan

    Sekolah  persiapan di Qatar, apakah pribadi atau negara, mengikuti kurikulum akademik standar. Sekolah jenis: sekolah persiapan Durasi: 3 tahun Usia: 13-15 Kelas: 7 sampai 9 tahun.

    Pendidikan menengah 

    Setelah menyelesaikan pendidikan persiapan umum, siswa dapat menghadiri sekolah menengah umum, teknis atau komersial. Persiapan pendidikan agama di Qatar adalah untuk anak laki-laki saja.

    Durasi: 3 tahun Usia: 15-18 Nilai: 10-12 Pendidikan menengah memiliki dua aliran: Akademik (umum) aliran: aliran ini mempersiapkan siswa untuk pendidikan Universitas Kejuruan teknis aliran: aliran ini mempersiapkan siswa untuk bekerja Di akhir tingkat pendidikan menengah, siswa harus lulus ujian akhir.

    Siswa yang lulus ujian diberi sertifikat pendidikan menengah umum, komersial atau teknis, tergantung pada aliran yang dipilih Pendidikan tinggi  Universitas pertama adalah Universitas Qatar yang menawarkan lebih dari 60 spesialisasi. Program sarjana dan Pascasarjana disediakan.

    Program sarjana adalah durasi 3 tahun dan mengarah ke gelar Bachelor of Science/Bachelor of Arts. Siswa yang menyelesaikan studi sarjana dapat pergi untuk Program Magister yang 1-2 tahun lamanya.

    Pendidikan publik di Qatar  

    sumber : qatareducation.info diterjemahkan oleh shalaazz

  • Ini yang menyebabkan Sistem Pendidikan Vietnam Sukses, Coba Bandingkan!

    Ini yang menyebabkan Sistem Pendidikan Vietnam Sukses, Coba Bandingkan!

    Sekilas Tentang Vietnam

    Halo sobat Shalaazz, Vietnam adalah negara ke-14 yang paling padat penduduknya di dunia, ke-8 di Asia, dan ke-3 di Asia Tenggara dengan populasi lebih dari 93 juta dan masih bertumbuh. Penduduk perkotaan adalah sekitar 30 juta dan penduduk pedesaan sekitar 60 juta. Sekitar 40% dari populasi adalah antara usia 10-25, yang berarti populasi muda dan tumbuh akan terus menuntut peningkatan akses ke pendidikan tinggi.   

    Bahasa resmi Vietnam adalah Bahasa Vietnam, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua semakin populer. Hal ini diterima secara luas bahwa kefasihan dalam bahasa Inggris mengarah ke karir yang lebih sejahtera di Vietnam. Menurut PBB, tingkat kemampuan membaca adalah 94% per 2013. Agama tidak pernah dianggap sebagai faktor penting untuk pembangunan ekonomi dan pendidikan; Namun, Buddhisme adalah agama dominan di seluruh negeri (Kantor Statistik Umum Vietnam, 2015).   

    Penerimaan Vietnam ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 2007 merupakan langkah fundamental dalam proses pembangunan bangsa. Meskipun perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, negara berorientasi ekspor masih tumbuh kuat, melaporkan tingkat pertumbuhan PDB 5,5% pada tahun 2014, laju terkuat sejak 2011, dan memprediksi pertumbuhan lebih lanjut dari 6,1% untuk 2015.   

    Sebuah masuknya investasi asing langsung dan peningkatan organisasi multinasional mulai operasi di Vietnam sebagian besar bertanggung jawab (ADB, 2014). Pabrik, informasi dan teknologi, serta industri yang maju merupakan alasan dari pesatnya perkembangan ekonomi nasional di negara ini. Meskipun terdapat banyak pertumbuhan industri, namun tidak banyak terdapat manajer maupun insunyir yang kompeten.

    Banyak insinyur lokal yang tidak paham mengenai informasi dan teknologi serta bahasa asing, dan banyak juga manajer yang tidak paham mengenai bahasan finansial maupun bagaimana cara mengelola manajemen dengan baik.   

    Baca juga: Sistem Pendidikan di Amerika

    Sebagai hasilnya, pemerintah Vietnam telah mengimplementasikan pelatihan-pelatihan bagi para tenaga kerja di Vietnam. Bagian pariwisata juga merupakan satu hal yang cukup berkembang di Vietnam belakangan ini. Banyaknya hotel-hotel besar dan resort di sepanjang pantai Timur Vietnam telah menghasilkan permintaan yang tinggi untuk disediakannya tenaga kerja berpendidkan yang dapat menjalani pekerjaan di bidang pariwisata. 

    Sistem Pendidikan di Vietnam

    Sejak tahun 1990 Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah mengawasi hampir seluruh aspek dari sistema pendidikan di Vietnam, termasuk peraturan mengenai institusi baru, pembuatan buku ajaran dan kurikulum, persyaratan masuk, serta pemberian sertifikas dan ijazah. Beberapa lembaga tertentu berada di bawah pengawasan kementerian lain, namun sebagian besar berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan.   

    Pendidikan di Vietnam diatur pada tingkat nasional oleh Departemen Pendidikan dan pelatihan.  Pra-sekolah atau taman kanak-kanak (yang ini opsional) ditawarkan dari usia sekitar 18 bulan, di Vietnam, dengan pendidikan wajib dari usia 6. Hanya lima tahun pendidikan dasar dianggap wajib. Setelah selesai SMP, anak-anak melanjutkan ke pendidikan menengah (Trung học cơ sở) dan pendidikan sekolah menengah atas (Trung học phổ thông) yang lebih rendah.  

    Pra-sekolah : opsional untuk anak-anak yang berusia antara 18 bulan dan lima tahun oldFees mungkin harus dibayarkan, dan Taman kanak-kanak yang lebih umum ditemukan di kota besar 

    Sekolah dasar : wajib dari usia enam sampai 11 untuk semua childrenEducation tingkat SD gratis

    Trung học cơ sở / Trung học phổ thông (sekolah menengah) : Pendidikan menengah terbagi atas dan bawah programmesNot wajib

    Pra-sekolah 

    Pra-sekolah di Vietnam tidak wajib, jadi jika  ingin anak-anak hadir untuk belajar dini, harus mendaftar langsung sekolah yang telah pilih. Daftar sekolah-sekolah di daerah dapat ditemukan di kantor pendidikan setempat.

    Tempat-tempat tersedia di Taman kanak-kanak yang terutama di kota-kota besar, untuk anak-anak yang berusia antara sekitar 18 bulan dan lima tahun, dengan biaya yang biasanya harus dibayar. Banyak sekolah internasional juga menawarkan pendidikan pra-K, untuk anak-anak yang sangat muda, dengan biaya untuk masuk ke pra sekolah..

    Sekolah dasar 

    Dari usia enam tahun,  wajib untuk menghadiri sekolah dasar di Vietnam. Walaupun pendidikan wajib berlangsung hanya lima tahun, juga dihadiri lebih dari 95% dari anak-anak yang mendaftar untuk setidaknya beberapa tahun utama. Tahap ini sekolah disediakan secara gratis. Sekolah dasar berlangsung selama lima nilai, dan kurikulum luas, meliputi keterampilan dasar, pendidikan jasmani dan bahasa Vietnam.

    Baca juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    Studi moral juga termasuk dalam silabus utama. Biasanya bahasa asing tidak mulai sampai tingkat menengah. Sekolah menengah (Trung học cơ sở / Trung học phổ thông)  Pendidikan menengah di Vietnam dibagi menjadi dua program – rendah menengah (Trung học cơ sở) berjalan untuk siswa berusia 11-15 tahun, dan menengah atas (Trung học phổ thông) melayani mahasiswa yang telah lulus program lebih rendah dan ingin tinggal di pendidikan sampai usia 18 tahun.

    Siswa dapat memilih untuk belajar ilmu pengetahuan berbasis program atau program seni dan humaniora. Pada usia ini, biasanya ada pilihan untuk belajar bahasa kedua, yang mungkin bahasa Inggris, Perancis atau Cina.  

    Serta sekolah menengah biasa, ada tertentu sekolah bagi siswa berbakat. Persaingan untuk sekolah-sekolah sangat sengit. Tingkat pendidikan tidak dianggap wajib di Vietnam, dan siswa harus mengambil ujian masuk untuk mendapatkan tempat. Kurikulum ini menuntut dan reformasi telah diusulkan untuk membuatnya kurang pressurised bagi siswa.  

    Bagaimana sistem libur di vietnam?

    Setiap tahun Sekolah di Vietnam sistem negara berjalan dari bulan Agustus atau September sampai Mei atau Juni, meskipun tanggal tepatnya sedikit berbeda sesuai dengan preferensi sekolah tertentu. Tahun dibagi menjadi dua semester. Biasanya sekolah menjalankan Senin sampai Sabtu, dengan siswa yang menghadiri enam hari seminggu, tetapi hanya setengah dari setiap hari.   

    Hal sebagian untuk mengurangi berkerumun, sebagai sekolah secara efektif dapat menjalankan sistem shift, dengan beberapa anak yang bersekolah di pagi hari, dan siswa berbeda yang datang untuk sore hari. It’s worth dicatat bahwa kalender ini berlaku hanya untuk sekolah negeri  – di sekolah-sekolah swasta dan internasional standar kalendar Barat, dengan istirahat panjang musim panas dan beberapa minggu liburan Natal, jauh lebih mungkin untuk diterapkan.  

    Berapa Biaya Pendidikan di Vietnam? 

     Ada beberapa  biaya pendidikan yang cukup rendah  di bawah sistem negara, buku dan kontribusi untuk peralatan sekolah, serta biaya tambahan untuk seragam, bahan transportasi dan sekolah. Jika  tidak memilih sistem negara dan memutuskan untuk menemukan sebuah sekolah internasional swasta, biayanya tinggi.   

    Vietnam memiliki sejumlah sekolah internasional, terutama di kota besar, mengajar dalam bahasa Inggris dan bahasa utama dunia lain. Sekolah internasional sering menggunakan baik International Baccalaureate silabus, varian dari kurikulum standar Amerika Serikat atau menggunakan kurikulum dan ujian jadwal dari negara lain seperti Inggris atau Australia.   

    Sekolah internasional yang umumnya standar yang tinggi, dan karena itu biasanya kompetitif. mungkin menemukan bahwa pengujian dan wawancara yang diperlukan untuk mengamankan penerimaan atau ditempatkan pada daftar tunggu untuk sekolah populer. Biaya bervariasi tergantung pada sekolah tertentu dan program yang mereka tawarkan.   

    Biaya apapun dari USD 10.000 USD 20,000 setahun tidak lazim, mencakup biaya kuliah, tetapi biasanya tidak sekolah transportasi atau makan siang. Hal ini juga diperhatikan bahwa sekolah internasional biasanya memungut biaya lain seperti biaya pendaftaran dan admin, yang pembayaran satu kali atau tahunan samping biaya kuliah dan uang jaminan.

    Dalam kebanyakan kasus, pendidikan di negara dan sektor swasta akan datang pada biaya, jadi apapun rutenya, memutuskan yang terbaik untuk keluarga ,jika ingin menyimpan sebagai banyak uang sebanyak mungkin.

    Jika sedang pendanaan pendidikan anak dari akun anda  kembali ke rumah, pertimbangkan untuk menggunakan TransferWise untuk mendapatkan nilai tukar yang nyata dan memotong biaya transfer bank internasional yang mahal.  

    Sumber: transferwise.com

  • Hebatnya Sistem Pendidikan di Singapore

    Hebatnya Sistem Pendidikan di Singapore

    Sistem Pendidikan di Singapore

     

    Sistem pendidikan Singapore – Pendidikan adalah salah satu faktor penentu kemajuan suatu negara. Pendidikan yang baik akan menghasilkan bangsa yang baik pula. Singapura termasuk negara yang fokus pada sektor pendidikan untuk memajukan negaranya. Pendidikan di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School sampai jenjang University. Sebagai negara terbaik di ASEAN dalam bidang pendidikan, banyak faktor penyebab kesuksesan sistem pendidikan Singapura. Faktor tersebut adalah fasilitas yang memadai, faktor biaya, dan faktor pendidik.

    Baca juga : Sistem Pendidikan di Jerman

    Pendidikan dapat dipandang sebagai proses membantu peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam seluruh aspek kepribadiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki dan sistem nilai yang berlaku di lingkungan sosial-budaya dimana dia hidup. (http://www.gexcess.com).
     
    https://www.moe.gov.sg
     
    Singapura merupakan salah satu negara maju di ASEAN. Begitu pula dengan pendidikan yang diterapkan di Singapura juga memiliki sistem yang maju. Dibandingkan dengan Indonesia, yang tergolong negara berkembang, sistem pendidikan di Indonesia kurang maju. Sehingga, Indonesia sebaiknya mempelajari sistem pendidikan Singapura untuk diterapkan di Indonesia supaya sistem pendidikan Indonesia mengalami kemajuan.

    Sistem pendidikan Singapura bertujuan untuk menyediakan pengetahuan dasar dan agama bagi murid – murid. Untuk menyatukan keberagaman karasteristik perbedaan ras dan budaya di Singapura, keberagaman bahasa, setiap siswa belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa keseharian. Siswa juga belajar Bahasa Ibu mereka (China, Malaysia dan Tamil/ Thailand) untuk membantu mereka mempertahankan identitas, budaya, warisan, dan nilai-nilai bangsa.

    Pendidikan formal di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School atau setara dengan Taman Kanak-Kanak (TK) di Indonesia. Setelah lulus Kindergarten School, siswa melanjutkan ke jenjang Primary School atau setara dengan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia selama enam tahun. 

    Untuk menuju ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, siswa – siswa harus mengikuti Primary School Leaving Examination(PSLE). Kemudian pendidikan dilanjutkan ke jenjang Secondary School selama empat atau lima tahun.
    Secondary School dibagi menjadi empat jalur. Special/ Express Course, Normal (Academic) Course, Normal (Technical) Course, dan Integrated Programme (IP) Course. Special/ Express Course adalah empat tahun pendidikan yang diakhiri dengan Singapore Cambridge General Certificate of Education (GCE) ‘O’ Level Examination. Di jalur ini, siswa mempelajari Bahasa Inggris dan Bahasa Ibu, Matematika, Sains dan Budaya (Sosial). Sekolah diizinkan untuk menawarkan Applied Grade Subject (AGS) sebagai tambahan atau pengganti kurikulum untuk menawarkan berbagai pilihan kepada siswa. 
    Baca juga: Singapura, Negeri Kota Singa dengan Sistem Pendidikan Terbaik

    AGS secara umum mengajak murid untuk berlatih atau berorientasi pada pendidikan seperti politeknik. Normal (Academic) Course adalah empat tahun pendidikan untuk menuju GCE ‘N’ Level Examinations. Siswa terpilih boleh mengikuti dua pelajaran ‘O’ Levels atau mengikuti ‘N’ Levels di Secondary 4.
    Kemudian diadakan satu tahun tambahan untuk mempersiapkan ‘O’ Levels di Secondary 5. Siswa mempelajari hal yang sama dengan Special/ Express Course. Normal (Technical) Course adalah lima tahun pendidikan yang diakhiri dengan GCE ‘N’ Level Examination. Di jalur ini, para siswa belajar Bahasa Inggris, Bahasa Ibu, Matematika, dan mata pelajaran praktik maupun teknik. Sejak 2005, sekolah juga menawarkan modul pilihan diantaranya yaitu mata pelajaran Keperawatan, Rumah Sakit, Animasi Digital, dan Teknik Mesin untuk meningkatkan pemahaman berorientasi praktek dan pengalaman. 

    Perubahan kurikulum normal (technical) course yang menitikberatkan pada pemahaman/pembelajaran uang berorientasi praktek telah diimplementasikan pada seluruh sekolah sejak 2007. Pengajaran juga terfokus pada kerja kelompok, presentasi, aktifitas menulis dan kreatifitas. Integrated Programme (IP) Course didesain untuk para siswa yang pasti akan menempuh tingkat universitas. 

    IP merupakan gabungan dari Seconday School dan Junior College sekaligus tanpa ujian nasional di pertengahan IP (GCE ‘O’ Level). Menjelang GCE ‘O’ Level Examinations, waktu yang seharusnya digunakan untuk mempersiapkan siswa menuju GCE ‘O’ Level Examinations dialihkan untuk memperluas pengalaman mereka. Sekolah pilihan juga menawarkan kurikulum alternatif dan berkualitas seperti, international baccallaureate. Setelah melewati GCE ‘O’ Level, pendidikan dilanjutkan ke jenjang Junior Colleges, yaitu jenjang persiapan untuk menghadapi GCE ‘A’ Level untuk menuju University selama 2 tahun. Setelah melewati GCE ‘A’ Level, pendidikan dilanjutkan ke jenjang terakhir, yaitu jenjang University.
  • Sistem pendidikan DI New Zealand

     
     

     

     
     

    Sistem pendidikan New Zealand – Halo sobat Shalaazz, New Zealand merupakan negara modern dengan warisan budaya yang kaya. Negara yang dari segi ukuran dan bentuknya sama dengan Inggris Raya dan Jepang, New Zealand merupakan sebuah negara demokrasi yang berbahasa Inggris dengan jumlah penduduk sekitar 4.3 juta jiwa.

    New Zealand terdiri dari dua pulau utama yang terletak di wilayah Pasifik Selatan, sekitar 13 jam perjalanan udara dari Jakarta ke Auckland via Singapura (dengan Singapore Airlines) atau 16 jam via Kuala Lumpur dengan Maskapaimaskapai penerbangan Malaysia Airlines, Garuda Indonesia dan Cathay Pacific Airways.

    Di mata dunia internasional, negara ini dikenal dengan pemandangan alamnya yang cantik. Kota-kotanya bersih, terbuka dan terasa hidup, seperti kota Auckland yang memiliki banyak pengaruh budaya. New Zealand terkenal dengan keramah-tamahan penduduknya yang memiliki minat terhadap budaya-budaya lain. Masa pendidikan sekolahdi sini sering merupakan masa dimulainya persahabatan seumur hidup.

    New Zealand kaya dengan berbagai budaya –seperti budaya Eropa, Maori, Asia dan Pasifik. New Zealand telah memberikan sumbangan yang penting terhadap dunia ilmu dan pengetahuan,seni, kedokteran, konservasi alam, makanan,anggur, olah raga dan mode. Di samping sambutan yang hangat, anda akan menemukan bahwa negara ini merupakan tempat.

    Di mana keamanan dan keselamatan mendapatkan penghargaan. New Zealand menempati ranking ke 2 dalam Indeks Perdamaian Dunia sebagai salahsatu negara yang paling damai di bumi. yang damai, toleran dan stabil secara politik serta memiliki standar hidup yang tinggi, sehingga merupakan tempat yang ideal untuk belajar dann Kualifikasi-kualifikasi pendidikan dari New Zealand dihargai dan diakui secara internasional dan Tinggal dan belajar di New Zealand menawarkan nilai ekonomi yang tinggi dengan biaya sekolah dan biaya hidup yang lebih murah dibandingkan dengan di negaranegara berbahasa Inggris lainnya serta peluang bekerja setelah tamat sekolah.             

    Sistem pendidikan New Zealand berdasarkan pada sistem yang berlaku di Inggris yang telah terkenal mutunya. new Zealand menawarkan fasilitas-fasilitas, sumber daya dan staf pengajar berkelas dunia. Kualifikasi-kualifikasi pendidikan di sana dihargai dan berlaku di seluruh dunia.

    Universitas-universitas New Zealand memiliki prestasi sangat tinggi di tingkat dunia. Banyak yang masuk dalam ranking-ranking perguruan tinggi internasional seperti dalam Times Higher Education Supplement Top 500 dan Shanghai Jiao Tong Top 500. Di New Zealand, siswa-siswa mendapatkan lingkungan belajar yang sangat mendukung. Dengan kelas-kelas yang memiliki perbandingan.

    Sumber :                                   Sistem Pendidikan di Newzealand