Author: Lana Maqfiroh

  • 3 Tips Self Healing Penyembuhan Diri Di Masa Pandemi

    3 Tips Self Healing Penyembuhan Diri Di Masa Pandemi

    3 Tips Self Healing Penyembuhan Diri Di Masa Pandemi – Halo sobat Shalaazz,, selamat datang kembali. Kali ini aku mau membahas satu tema penting yang aku rasa ini cukup penting untuk keselamatan pikiran kita bersama. Pernah dengar ga sih kata “Self Healing”? bagi sobat Shalaazz yang belum tau Self Healing (penyembuhan diri), yuk kita bahas sama-sama.

    Apa itu Self Healing

    Self healing adalah bentuk penyembuhan yang dilakukan oleh diri sendiri akibat adanya luka batin. Penyembuhan ini lebih mengarah kepada pikiran dan perasaan yang kita alami. Self healing  BIASA terjadi karena kita yang terlalu berlebihan menyikapi sesuatu hingga menimbulkan segala macam bentuk pikiran yang menyebabkan overthinking berlebihan. Entah karena masalah tugas yang menumpuk, pekerjaan yang belum kelar, atau masalah keluarga yang menimbulkan banyak keberisikan dikepala.

    For your information, self healing ini punya banyak perlakuan dalam penyembuhannya, jadi engga harus untuk kita pergi psikolog buat melakukan terapi penyembuhan. Well, itu tidak sepenuhnya larangan loh yah, kecuali memang di dalam pikiran kita sudah over banget dan ditangani dengan cara sederhana pun sudah tidak worth it. Nah, kalau sudah seperti ini teman-teman bisa pergi kepada yang ahli, seperti ke psikologi untuk mendapatkan pengobatan atau terapi yang lebih mungkin.

    Tips Melakukan Self Healing Secara Mandiri

    Nah, Ada 3 tips self healing yang bisa sobat Shalaazz lakukan secara mandiri, dan menurutku ini worth it banget untuk dirutinkan setiap hari.

    1. Me Time (Waktu untuk diri sendiri)

    Me time jadi salah satu tips yang bisa dilakukan untuk mempersilahkan diri kita melakukan segala hal yang bernilai positif dengan tujuan mencapai kesenangan. Ada banyak hal yang teman-teman bisa lakukan, misalnya bermain games, membaca buku, menonton film/drama favorit, atau bisa juga dengan berkebun, mungkin.

    Membaca buku – Berdasarkan pengalaman yang pernah ku lakukan, membaca buku adalah self healing paling oke buat dilakukan rutin tiap hari, entah apapun genre bukunya,  seberapa tebal atau tipis halamannya,  membaca adalah bentuk pengbatan paling ampuh buat pikiran . Kenapa? Berdasarkan penelitian, kegiatan membaca memiliki banyak manfaat. Tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan, tapi dapat menstimulus mental dan menurunkan tingkat stress hingga 67%.

    Menonton film/drama,- menonton film/drama yang kita sukai juga bisa jadi self healing yang ampuh untuk menghilangkan stress entah karena akibat pekerjaan yang menumpuk, kelelahan dalam beraktivitas seharian atau hal-hal lainnya.  Film/drama yang direkomendasikan  lebih kepada film/drama yang bergenre komedi, action. Yaah sebisanya kita bagaimana memilih film yang cocok untuk kita tonton.

    2. Atur mindset positif

    Mindset positif punya kendali besar dalam menjalani setiap langkah kehidupan, hampir semua yang kita lakukan itu tergantung bagaimana olah pikir kita. Oleh karenanya, penting untuk menanam mindset positif dan mengaturnya dikondisi yang sudah mulai merasa lelah, jenuh atau stress. Sobat Shalaazz juga bisa melakukan terapi semacam mindfulness. Terapi ini bisa dilakukan ditempat yang tenang, sambil memejamkan mata menikmati suasana sejuk dan fokus terhadap pikiran.

    3. Mulailah dengan memaafkan diri

    Banyak dari kita yang mudah sekali untuk memberikan maaf kepada orang lain dari pada memaafkan diri kita sendiri. Padahal penting sekali untuk memaafkan diri sendiri terhadap hal-hal apa saja yang sudah terjadi pada hari ini. Memaafkan diri menjadi salah satu hal penting dalam proses penyembuhan diri.

    Sebab dengan memaafkan dapat mengurangi rasa emosional , rasa bersalah, rasa malu, sedih, atau perasaan lain yang sering teman-teman alami. Usahakan untuk terus berbaur dengan orang terkasih, jika bersedih jangan dipendam sendiri cobalah untuk mencari sesuatu yang bisa meringankan kesedihan itu, bisa dengan bercerita keteman terdekat, keluarga atau menuliskannya dibuku harian.

    Inilah 3 tips penyembuhan diri (Self-Healing) yang bisa sobat Shalaazz lakukan secara mandiri, apalagi dengan kondisi yang masih pandemi seperti ini. Tentu banyak sekali masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan kedipan mata.

    Perlu diingat ya, bahwa penyembuhan diri secara mandiri tidak membuat segala macam bentuk masalah bisa terselesaikan secara nyata, tapi ia dapat membantu dan meringankan bentuk beban pikiran teman-teman yang mungkin sudah tertumpuk dikepala untuk bisa rileks menghadapinya.

    Percayalah bahwa obat penyembuh terbaik berasal dari diri kita sendiri. Maka dari itu nikmati segala macam prosesnya, ikhlaskan segala apa yang terjadi, cobalah mulai belajar melapangkan hati dan jangan lupa untuk memaafkan diri sendiri. Setelahnya kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumya, pribadi yang mampu menerima dan mengikhlaskan keadaan. Semoga bermanfaat teman-teman.

  • Kenali STEM dan Pengaruhnya Dalam Pendidikan

    Kenali STEM dan Pengaruhnya Dalam Pendidikan

    Kenali STEM dan Pengaruhnya Dalam Dunia PendidikanPernah dengar pembelajaran STEM? Atau hanya sekadar membaca? Atau sudah teraplikasi mungkin?. STEM  yang merupakan akronim dari Science, Technology, Engeneering and Mathematic bukan hal baru untuk dibahas kali ini. Namun beberapa tahun belakang ini STEM menjadi pembelajaran trending yang dibahas pada dunia pendidikan, khususnya Indonesia. Terlebih banyaknya mahasiswa, Guru maupun Dosen gencar melakukan sumbangsih terhadap dunia pendidikan melalui bentuk penelitian. Nah, Apa itu STEM dan Bagaimana Pengaruhnya dalam dunia pendidikan akan kita bahas satu persatu dalam artikel kali ini. Kenali STEM dan pengaruhnya dalam dunia pendidikan.

    Apa itu STEM? Kenali STEM, yuk

    Beberapa dari kita mungkin masih awam atau bisa jadi sudah cukup paham terkait pembelajaran yang satu ini. Kalau bertanya luar negeri, pembelajaran berbasis STEM ini sudah tidak baru lagi untuk jadi pokok pembahasan, mungkin saja mereka akan santai menjawab dengan cukup menyodorkan beberapa data dari hasil penelitian. Sebaliknya, di Indonesia baru-baru ini menjadi ternding topik yang  menarik untuk di perbincangkan dalam kurikulum pendidikan, terlebih dalam hal penelitian. Tak jarang  juga loh, banyak yang memodifikasi STEM dengan menambah/ memasukkan satu displin ilmu dalam pembelajaran tersebut seperti STEAM (Science, Technology, Engeneering, Art, and Mathematics), STEM-A (Science, Technology, Engeneering, Mathematics- Animation), hal tersebut menjadi suatu yang cukup menarik bukan untuk dikembangkan.

    STEM (Science, Technology, Engeneering and Mathematic) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggabungkan 4 aspek atau disiplin ilmu berupa sains, teknologi, rekayasa dan matematika dalam satu pokok bahasan.

    Science (Sains)

    Science (Sains) : mewakili pengetahuan yang terkait dengan hukum dan konsep-konsep yang berlaku di alam, seperti pengaitannya dalam suatu pembelajaran dengan menggunakan konsep Fisika, Biologi dan Kimia.

    Technology (Teknologi)

    Technology (Teknologi) : berkaitan dengan keterampilan penggunaan alat yang digunakan untuk memudahkan pembelajaran. Misalnya dalam pembelajaran Matematika, kita akan dimudahka  mengukur besar sudut jika terampil dalam menggunakan alat berupa Klinometer, tidak hanya itu keterampilan dalam penggunaan aplikasi seperti SPSS, Geogebra juga termasuk bagian dari pengaplikasian teknlogi.

    Engeneering (Rekayasa)

    Engeneering (Rekayasa) : Hal ini terkait bagaimana mendesain suatu pemecahan masalah menjadi suatu prosedur yang sistematis dalam menyelesaikan suatu pemecahan masalah. Seperti merancang gedung tinggi dengan menggunakan konsep pola bilangan.

    Mathematics (Matematika)

    Mathematics (Matematika) : tentang ilmu yang menghubungkan antara angka, besaran dan ruang yang membutuhkan argumen logis. Seperti bagaimana menyelesaikan suatu masalah berdasarkan perhitungan matematis dan menyimpulkan penyelesaian dari permasalahan tersebut.

    Dari 4 disiplin ilmu tersebut, begitulah sekiranya gambaran dari pembelajaran STEM ini dan biasanya pembelajaran ini sering di kombinasikan dengan pembelajaran kooperatif seperti pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) dan Problem Based Learning. pendekatan STEM memberikan cara baru dalam kurikulum pembelajaran di Negara kita. STEM tidak hanya sekedar pembelajaran yang menuntut guru untuk melakukan banyak hal seperti memberikan materi atau  menjelaskan materi, tapi  siswa dituntut harus turut aktif, kreatif, dan berinovatif  untuk terpenuhinya pencapaian dalam pembelajaran. Walaupun  hal melibatkan peserta didik bukanlah hal yang tidak biasa, yang mungkin saja sudah di terapkan dalam model pembelajaran lain, tapi kali ini STEM berbeda. dimana tindak nyata yang dilakukan siswa memberikan effect yang tidak hanya mempengaruhi pada peserta didik maupun pendidika dalam pembelajarannya tapi juga dalam kehidupan sehari-harinya. Kelebihan pembelajaran STEM ini adalah peserta didik akan  lebih luas untuk berekplorasi dan bereksperiment baik dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan nyata. Menarik bukan.

    Pengaruh STEM dalam Dunia Pendidikan

    STEM yang pertama kali di usung oleh negara adidaya, Amerika Serikat ini, menjadi suatu negara yang berhasil dalam mempeloporkan STEM hingga diadopsi oleh beberapa negara di Dunia. Seperti Inggris, Finlandia, Tiongkok, Malaysia, Vietnam , Turki dan termasuk Indonesia yang turut menjadi Negara Tiri yang mengadopsi STEM dalam kurikulumnya. Aplikasi STEM di negara maju sudah lebih di akui sebagai bentuk pembelajaran yang sangat mempengaruhi. Beberapa penelitian yang dilakukan terhadap pembelajaran ini memberikan kesimpulan. Baik dari segi penerapan, pengembangan, pengaruh serta menunjukan kevalidan yang cukup baik dalam implementasinya. Namun, hanya baru beberapa tahun belakangan ini pembelajaran STEM gencar di bicarakan di Indonesia.

    Kabar baiknya, pemerintah melalui Kemendikbud sudah meng-Apply pembelajaran STEM dalam dunia Kurikulum pendidikan di negara kita. Tapi sayang sekali, implementasinya masih belum tersebar merata. Hanya ada beberapa sekolah yang menerapkan, seperti sekolah-sekolah bertaraf tinggi internasional maupun yang terlihat akreditasinya. Mungkin ada beberapa alasan mendasar terkait kurangnya implementasi STEM ini. Pertama, dari segi fasilitas yang masih kurang dan beberapa guru yang masih kurang terlatih terhadap model pembelajaran STEM ini.

    References : Torlakson, Innovate: A Blueprint fot Science, Technology, Engineering, and Mathematics in California Public Education.

  • Masihkan Matematika Sebagai Parameter Kecerdasan Anak?

    Masihkan Matematika Sebagai Parameter Kecerdasan Anak?

    Masihkah Matematika Dipandang Sebagai Parameter Kecerdasan Anak? – Matematika masih menjadi momok yang sangat menakutkan bagi pelajar, terutama yang sulit memahami dunia berhitung. Tidak sedikit pula yang menjadikan pelajaran matematika sebagai  favorite subjects. Tapi masikah di masa generasi alpha ini, matematika dijadikan sebagai salah satu penentu kualitas kecerdasan anak?. Mungkin jawabannya bisa ya atau tidak.

    Seperti yang kita lihat dimasyarakat sekarang, bahwa masih banyak orang tua yang memegang prinsip tersebut, “anak tidak pintar jika tidak memiliki nilai matematika yang memuaskan”. Tapi perlu kita ketahui, bahwa anak tidak bisa dipaksa cerdas untuk bisa menguasai pelajaran yang menurutnya memang sulit untuk  cepat diserap. Setiap anak punya kecerdasannya masing-masing, setiap anak punya potensinya masing-masing. 

    Baca Juga: Kenali STEM dan Pengaruhnya Dalam Pendidikan

    Peran orang tua disini cuma melihat jenis potensi apa yang dimiliki anak, dan sudah seberapa besar ia melakukan potensi tersebut. Kemudian bantu asah potensi tersebut dengan memberi fasilitas yang tentunya ia perlukan. 

    Misal, anak memiliki potensi di bidang tulis menulis, mungkin kita bisa membantu mengembangkan potensinya dengan memberikan beberapa fasilitas yang mendukung seperti memberinya buku, alat tulis dan hal lain yang ia butuhkan. Dengan begitu anak bisa dengan leluasa untuk meningkatkan potensinya. 

    Karena di Zaman sekarang nggak  sedikit loh orang tua yang mengeluarkan banyak uang untuk memberikan les privat akademik agar anak bisa mendapatkan nilai yang memuaskan dan hasilnya? Mungkin kita bisa menilai sendiri.  dan lagi-lagi masih tentang masalah akademis. Walaupun hal tersebut tidak bisa kita anggap salah. 

    Perlu kita ketahui bahwa banyak anak yang bisa dalam hal hitung menghitung tapi sulit ketika sudah masuk dalam esensi matematika itu sendiri. Namun, tidak bisa kita pungkiri bahwa dalam pembelajaran matematika sekarang, anak memang dituntut untuk memahami indikator penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian sejak masuk pendidikan dasar. 

    Namun esensi dari matematika tersebut terkadang lepas dari pembelajaran di kurikulum sekarang. Sebab yang dipelajari hanya masalah perhitungan. Karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa matematika tidak hanya mengenal masalah berhitung, tapi bernalar, mengidentifikasi masalah, dan mengklasifikasikannya. tapi seperti yang kita lihat dalam pembelajaran dikelas, kita belum bisa mengatakan jika hal tersebut sebagai suatu pembelajaran matematika. 

    Jadi bisa dikatakan, bahwa parameter kecerdasan anak tidak hanya bisa kita ukur secara gamblang dengan melihat hasil matematika yang diperoleh, sebab anak punya kecerdasannya masing-masing, ada yang cerdas dibidang sastra, seni, saintifik dan lain-lainnya. Orang tua hanya menjadi fasilitator dan pendukung untuk keberhasilan anak. Dengan begitu anak merasa bebas, percaya diri dan yakin untuk lebih mengembangkan potensi yang dimilikinya.

  • Rektor Impor: Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah Terlebih Dahulu!

    Rektor Impor, sebenarnya apa sih?— Beberapa hari yang lalu, dunia pendidikan digemparkan dengan kabar yang tersebar mengenai keseriusan pemerintah Indonesia dalam memperkerjakan rektor asing untuk mengajar dibeberapa perguruan tinggi di Indonesia. Kabar tersebut justru menimbulkan banyak opini dan pertanyaan. Terutama dari kalangan tenaga pendidik dan calon dari tenaga pendidik itu sendiri. Beberapa statement pun muncul dengan berbagai macam alasan dan pendapat yang diajukan beberapa dosen yang mengajar di perguruan tinggi tersebut.

    Sedangkan dari kalangan pemerintah sendiri menjelaskan bahwa keputusan untuk mengambil rektor asing adalah sebagai suatu terobosan baru. Dan tentu sangat baik untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebenarnya rencana untuk mengambil rektor asing ini sudah dirancang pada tahun 2016 yang lalu. Dan hal tersebut baru sekarang bisa diperbincangkan untuk lebih serius. Selain itu bukti keseriusan pemerintah dalam hal ini adalah ingin membuat peraturan mengenai program yang akan dijalankan pada tahun 2020 nanti.

    Menristekdikti mengambil keputusan ini bukan karena semata-mata mengaggap bahwa tenaga pendidik di Indonesia kurang profesional. Tetapi justru melihat dari beberapa negara yang sudah meralisasikan program ini jauh sebelum Indonesia merencanakan program ini. Seperti China, Saudi Arabia, Singapura yang sudah terlebih dahulu menerapkan terobosan tersebut. Dan kini negara mereka telah berhasil untuk menaikan tingkat pendidikannya jauh lebih baik. Berangkat dari negara tersebut Indonesia pun ingin melakukan hal yang sama, agar menjadi negara yang pendidikannya bisa bersaing dengan negara luar. Sebab melihat pendidikan kita yang sudah cukup jauh tertinggal.

    apakah program “rektor impor” tersebut efektif menyelesaikan isu pendidikan di indonesia?

    Tapi tunggu dulu, apakah dengan mendatangkan rektor asing, pendidikan kita sudah dipastikan nyata akan meningkat?. Pemerintah perlu menelisik dari berbagai macam sudut pandang. Yang tidak hanya sekedar menganggapnya sebagai kata ‘asing’ lalu mengambilnya dengan alasan untuk menaikkan kualitas pendidikan. Tapi perlu pertimbangan besar untuk mengetahui seberapa besar kompetensi orang asing tersebut untuk mengajar di Indonesia. Sebab banyak permasalahan di perguruan tinggi yang mesti diselesaikan. Dan apakah dengan mendatangkan rektor asing dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahn tersebut?. Selain itu pemerintah juga perlu melihat bagaimana keadaan nasib para calon dosen yang akan mengajar nanti jika pengajar asing juga ikut menempati menjadi pengajar di Indonesia?. Bukankah hal tersebut akan menaikkan tingkat pengangguran untuk lulusan sarjana?.

    Nah, dari beberapa paparan di atas, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa jika pemerintah ingin menaikkan tingkat pendidikan Indonesia, pemerintah perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan sebelum mendatangkan pengajar dari luar. Salah satu kelebihan dari adanya tenaga pendidik asing yaitu Indonesia tentu akan mendapatkan kualitas pendidikan lebih baik. Dengan kualitas pendidikan yang lebih baik tersebut tentu akan menaikkan taraf kualitas pendidikan Indonesia sendiri. Sedangkan untuk kekurangannya, pemerintah perlu mengingat bahwa calon tenaga pendidik sekarang banyak menjadi pengangguran sebab kekurangannya lapangan pekerjaan. Tentu dengan adanya pendidik asing, ini akan menjadikan lebih banyak lagi tenaga pendidik yang menjadi pengangguran. Dan semua ini kembali dari bagaimana cara pemerintah menyikapi dan mengambil keputusan agar tidak merugikan bagi bangsanya sendiri.

    Penulis: ZiyatunNala

  • Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk! – Halo sobat Shalaazz, Berbicara pendidikan sama halnya bicara tentang masa depan. dari 7 kata tersebut bisa kita buat penjelasan dalam konteks kebangsaan, bahwa majunya suatu bangsa tentu didasarkan dengan suatu kualitas pendidikan yang maju.

    Tentu dari sini kita bisa menilai sendiri bagaimana kualitas pendidikan di Negara kita.   Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki tingkat pendidikan yang bisa dikatakan sedikit terlambat.

    Berdasarkan laporan PISA pada tahun 2013, setelah  mengevaluasi sistem pendidikan di 72 Negara, ternyata Indonesia menempati peringkat kedua dari bawah atau peringkat ke-71 dari 72 negara didunia yang ikut.   

    Setelah pengujian selama 2 tahun, indonesia berhasil menempati peringkat ke-62 pada tahun 2015. Hal ini merupakan pencapaian yang signifikan. Mungkin kita mengatakan hal ini sebagai suatu pencapaian yang luar biasa, tapi sebagai bangsa yang ingin terus maju tentu hal ini belum bisa menjadi pemuas.  

    Kita perlu belajar dari beberapa negara dengan sistem pendidikan yang sudah mumpuni menghasilkan generasi cemerlang. Salah satunya Negara nordik, Finlandia. Negara ini telah mendapat sematan sebagai pendidikan terbaik didunia berdasarkan versi WEF.

    Baca juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    Perlu kita tau bahwa sistem negara ini lebih mengutamakan hal pendidikan dalam bidanng bakat dan minat anak. Sebagaimana Profesor Finlandia pernah mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan adalah hal utama dibanding lamanya pembelajaran.   

    Mungkin kalau kita teropong dari sudut pandang indonesia tentu hal ini berbanding terbalik. indonesia cenderung berekspektasi jika pendidikan tinggi pasti akan menempatkan posisi pekerjaan yang baik.

    Sehingga dengan adanya pemahaman semcam itulah yang membuat pelajar indonesia cenderung berlomba-lomba untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Dan hal tersebut bisa menjadi optimisasi pelajar indonesia itu sendiri.  

    Untuk di Finlandia sendiri, kebijakan pendidikan justru diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kemampuan otak anak dalam berpikir. Sehingga tidak heran jika anak yang usianya sudah menginjak 7 tahun baru bisa mengenyam pendidikan Sekolah Dasar.

    Walaupun indonesia sempat menerapkan semacam ini, tapi masih saja ada beberapa lembaga sekolah yang justru menuruti kemauan orang tua yang ingin segera mengenyamkan anaknya dibangku sekolah, terlebih lagi anak dipaksa untuk tau membaca dan berhitung.   

    Baca juga: Sistem Pendidikan Perancis (Système Éducatif Français) LENGKAP TERBARU

    Padahal kemampuan anak usia dibawah 7 tahun belum bisa untuk diberikan beban semacam itu, sebab dunianya hanya berpikir tentang wahana bermain dan imajinasi. Di finlandia sendiri pun mempercayakan akan hal itu sebagai suatu pengembangan diri anak.  

    Selain itu Negara Finlandia tidak mengenal yang namanya Ujian Nasional dan Ujian standar mereka hanya melakukan ujian sekali selama melakukan pembelajaran selama 9 tahun. setelah itu lebih dilatih dalam pengembangan penelitian untuk melakukan suatu penemuan.

    Pembelajaran yang dilakukan dengan 3 kompetensi yang berupa saintifik, literasi dan berhitung menjadi salah satu rahasia dalam  cemerlangnya generasi bangsa dari negara Finlandia itu sendiri.    Selain itu dalam proses pembelajarannya Finlandia menetapkan jadwal belajar yang hanya berlangsung selam 5 jam dalam sehari dengan waktu istirahat 75 menit, dan kerap kurang diberi tugas tambahan (PR).

    Mungkin kerap kali kita berpikir kenapa hanya dengan waktu singkat seperti itu mereka bisa menghasilkan generasi masa depan yang luar biasa sedangkan indonesia menerapkan sekolah bahkan dengan kebijakan baru Full day school justru memiliki tingkat perbandingan pendidikan yang jauh kebawah.  

    Dari sini bisa kita lihat bahwa Finlandia lebih mengutamakan konsep pengembangan diri yang tidak melulu dengan pembelajaran dalam hal teori ilmu pengetahuan. Sebenarnya gagasan sistem pendidikan ini sudah jauh dikemukakan oleh bapak pendidikan, Ki Hajar Dewantara hanya saja indonesia memunggungi akan hal itu dan lebih menerapkan sistem pendidikan yang berorientasi pasar.

  • Pendidikan Wanita, Masihkah Ada Diskriminasi?

    Pendidikan Wanita, Masihkah Ada Diskriminasi?

    Pendidikan Wanita, Masihkah Ada Diskriminasi? – Halo sobat Shalaazz, Seiring perkembangan zaman, pendidikan tetap menjadi tolok ukur masyarakat terhadap sikap dan moral. Dalam hal ini banyak sering terdengar titah masyarakat awam yang mengatakan “apa sih gunanya pendidikan untuk wanita?”

    “Buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi tapi pada akhirnya menjadi sarjana dapur?” Kita (terutama perempuan) pasti pernah dengar ocehan panas yang mungkin keluar dari mulut tetangga, mulut saudara bahkan mulut keluarga yang mungkin masih kurang paham terhadap pentingnya dunia pendidikan bagi perempuan.  

    Oke. sekarang di sini saya akan memaparkan sedikit ilmu yang telah saya baca di beberapa media tentang pendidikan wanita. Sobat shalaazz tentu tahu kan tentang pahlawan wanita di Indonesia yang sangat berperan dalam dunia pendidikan khususnya perempuan.  That’s right kalau kalian tahu. Berarti kalian nggak buta sejarah.

    Nah buat yang lupa saya ingatkan ya. Ini pahlawan wanita yang menjadi pelopor tentang pendidikan wanita yaitu Raden Adjeng Kartini,Raden Dewi Sartika,Martha Christina Tiahahu, Hj. Fatmawati Soekarno dan masih ada beberapa tokoh wanita lainnya.   Pernah nggak kita mikir ngapain coba perempuan itu dibela-belain sampai ke pendidikannya.

    Baca Juga: Siapakah Pahlawan Pendidikan Wanita Sebelum Kartini?

    Tentu sebagian kalian pernah nyadarkan. It’s oke. Untuk yang belum sadar sini saya sadarkan (mbaah)   Nah jadi pendidikan itu nggak berlaku hanya untuk satu gender aja. Pendidikan itu bebas dan setiap orang baik laki-laki, perempuan maupun setengahnya dari itu, berhak kok menempuh pendidikan nggak ada larangan.

    Sebab undang-undang pemerintahan dan agama menyetujui itu. termasuk perihal pendidikan wanita yang mungkin masih jadi tranding topik dikalangan masyarakat awam. Perlu kita tau bahwa wanita dengan pendidikan tinggi itu agar bisa mampu disejajarkan. 

    Maksudnya pengetahuannya mampu disejajarkan dengan golongan adam. Jadi wanita juga butuh pengetahuan untuk bisa bergerak bebas mengutarakan ide dan pendapatnya diluar. Jadi nggak didapur terus. Kalau dilihat dari segi sosial , ada beberapa kasus yang saya lihat, bahwa wanita yang berpendidikan rendah cenderung mendapatkan perlakuan yang kurang wajar.   

    Seperti penipuan, penindasan, kekerasan dalam rumah tangga, dan masih banyak lagi. Dalam hal ini wanita merasa terintimidasi. Setelah dilihat dari segi pendidikan ternyata sebagian wanita yang mendapat perlakuan yang semena-mena, rata-rata memiliki pendidikan rendah bahkan ada yang nggak sekolah. Itu tentu sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan khusunya bagi perempuan. Secara tidak langsung, ternyata masih ada diskriminasi bagi perempuan.  

    Nah jadi nggak salah kan wanita punya pendidikan tinggi supaya bisa lebih terbuka tentang kawasan dunia luar dan nggak gitu-gitu aja. Kalau kita lihat perjuangan pahlawan yang mempelopori wanita untuk berpendidikan kita bisa berkaca dari ibunya wanita indonesia (Raden Ajeng Kartini) yang bersih keras untuk mempelopori emansipasi wanita.   

    Beliau merupakan salah satu idola yang sangat dikagumi bangsa indonesia maupun negara tetangga karena kegigihannya dalam membela wanita. Lewat surat-surat yang beliau buat yang isinya tentang kesejajaran wanita dan pria dalam hal pendidikan. karena banyak dari masyarakat kita terutama yang awam terhadap pendidikan selalu menyudutkan wanita.   

    Dimana ada yang mengatakan bahwa pria harus lebih tinggi pendidikannya dibandingkan wanita. Sehingga pada zaman dulu wanita dilarang untuk sekolah bahkan sekalipun membaca buku. Nah dari sini lah Ibu R.A kartini mulai memperjuangkan wanita untuk bisa tetap sama-sama menempuh ilmu pendidikan.  

    Namun hingga masa ini pun masih ada masyarakat yang sangat kekeh untuk tidak memberikan pendidikan tinggi kepada anak perempuannya. Entah karena masa kendala biaya atau seperti apa, itu tergantung dari masing-masing pribadi orang tua. Kalau karena masalah biaya tentu pemerintah sudah menyediakan fasilitas yang cukup untuk menempuh pendidikan.  

    Kalau menurut saya untuk menghilangkan rasa-rasa yang mungkin masih tersisa pada zaman dahulu, kita yang mungkin merasa paham tentang pentingnya pendidikan wanita bisa melakukan hal-hal untuk menggalakkan kembali surat-surat kartini yang kini mulai sunyi untuk di perbincangkan dimasyarakat umum. Atau dengan sosialisasi mungkin, baik itu dengan lisan maupun tulisan.  

    Kita perlu meyakini kepada mereka bahwa wanita punya hak untuk menempuh pendidikan. Jangan biarkan mereka terkekang dan menyesal diakhir kemudian. Karena kita perlu melahirkan kartini-kartini baru untuk memperjuangkan emansipasi wanita yang kini masih tertindas dalam pendidikan.

    Dan seharusnya pria perlu membuka lebar pintu kedatangan mereka, dengan begitu pemikiran dunia jauh lebih luas karena di ikutsertakan dengan pendapat-pendapat wanita. Mungkin sekian artikel dari saya semoga memberi manfaat dan jangan lupa komentarnya yah.  Jangan lupa juga ajak temen-temen kalian, kerabat kalian, saudara/dingsanak kalian untuk baca artikel tentang pendidikan, supaya pemikiran kita bisa sama-sama lebih luas dan terbuka serta banyak menambah perbendaharaan pengetahuan untuk tau lebih banyak lagi tentang dunia pendidikan.

    Oh iya. baca artikel pendidikan itu bisa di shalaazz.com (Blognya Pendidikan). Blog yang disajikan Khusus tentang dunia pendidikan.   Oke sekian dari saya, sampai jumpa diartikel selanjutnya yah.

  • Pendidikan Kebersihan Lingkungan: Bukti Peduli Indonesia

    Pendidikan Kebersihan Lingkungan: Bukti Peduli Indonesia

    Pendidikan Kebersihan Lingkungan : Bukti Peduli Indonesia –  Harus dimulai dari dalam rumah. Ilmu tentang kebersihan lingkungan merupakan hal yang wajib kita tularkan pada setiap orang disekitar kita. Berawal dari diri kita sendiri yang sadar akan lingkungan hidup. Kita harus sadar dan menyadarkan orang lain akan bahayanya tindakan kita yang semena-mena terhadap sampah. Hanya sebuah SAMPAH untuk kita bahas namun itu hal yang akan mengubah budaya jelek kita “membuang sampah sembarangan” akan hilang dengan sendirinya. Bagaimana jika kita terus menerus melihat pencemaran di mana-mana dari masa kecil hingga dewasa. Tidakkah hati nurani kita tergerak untuk mencegah atau mencari solusinya??? Maka dari itu perlu suatu frame work yang tepat dalam memutus rantai “budaya” membuang sampah sembarangan, yaitu salah satunya melalui pendidikan kebersihan lingkungan.

    Sampah Plastik dan Problematikanya

    Pembahasan kita bisa dikerucutkan pada sampah plastik. Sampah ini merupakan sampah yang bermanfaat saat masih dibutuhkan dan akan menjadi masalah besar ketika sudah di tempat pembuangan sampah. Sampah plastik merupakan salah satu sampah yang tidak bisa diuraikan bakteri sampai 1000 tahun yang akan datang. Hal tentu akan mengganggu keseimbangann ekosistem ketika jumlahnya sudah banyak.  Baca Juga

    Sudah terlalu banyak orang yang membahas tentang sampah namun tidak ada hasil yang bisa didapatkan dari solusi itu. Banyak faktor penyebab tidak ada solusi yang nyata tersebut. Misalnya karena belum menjadi suatu kebiasaan, tidak adanya singkronisasi antara pemerintah dan masyarakat mengenai pengolahan sampah, tidak ada badan khusus pengolah sampah di Indonesia, kurangnya ketegasan untuk sanksi yang nyata, tidak ada sarana prasarana untuk pengolahan sampah yang memadai, belum banyak pemahaman di masyarakat tentang pengolahan sampah dan faktor yang lain. Salah satu cara yang bisa diterapkan setiap orang di seluruh Indonesia yaitu mengurangi penggunaan sampah plastik. 

    Baca Juga:

    Salah Satu Pendidikan Kebersihan Lingkungan Bermula Pada Diri Sendiri

    Ketika kita membeli barang di suatu tempat usahakan untuk membawa tas kantong sendiri atau meminimalkan penggunaan plastik ketika barangnya sedikit. Kita kumpulkan sampah plastik yang masih bagus di rumah, lipatlah yang rapi dan bisa di pakai kembali. Hal ini tentu masih menjadi suatu permasalahan yang pro dan kontra. Kita bisa terapkan dalam rumah tangga masing-masing. Ide tanpa action yang nyata akan hanya akan menjadi mimpi belaka. Yukkk mari bersama-sama kita mengajak keluarga, orang sekitar dan lingkungan disekitar kita. Semangat untuk menjaga lingkungan yaaa teman-teman.. Baca juga media pembelajaran inovatif yang memanfaatkan limbah organik, klik di sini.