Kenali STEM dan Pengaruhnya Dalam Pendidikan

Kenali STEM
Sumber: Pixels

data-full-width-responsive="true">

Kenali STEM dan Pengaruhnya Dalam Dunia PendidikanPernah dengar pembelajaran STEM? Atau hanya sekadar membaca? Atau sudah teraplikasi mungkin?. STEM  yang merupakan akronim dari Science, Technology, Engeneering and Mathematic bukan hal baru untuk dibahas kali ini. Namun beberapa tahun belakang ini STEM menjadi pembelajaran trending yang dibahas pada dunia pendidikan, khususnya Indonesia. Terlebih banyaknya mahasiswa, Guru maupun Dosen gencar melakukan sumbangsih terhadap dunia pendidikan melalui bentuk penelitian. Nah, Apa itu STEM dan Bagaimana Pengaruhnya dalam dunia pendidikan akan kita bahas satu persatu dalam artikel kali ini. Kenali STEM dan pengaruhnya dalam dunia pendidikan.

Apa itu STEM? Kenali STEM, yuk

Beberapa dari kita mungkin masih awam atau bisa jadi sudah cukup paham terkait pembelajaran yang satu ini. Kalau bertanya luar negeri, pembelajaran berbasis STEM ini sudah tidak baru lagi untuk jadi pokok pembahasan, mungkin saja mereka akan santai menjawab dengan cukup menyodorkan beberapa data dari hasil penelitian. Sebaliknya, di Indonesia baru-baru ini menjadi ternding topik yang  menarik untuk di perbincangkan dalam kurikulum pendidikan, terlebih dalam hal penelitian. Tak jarang  juga loh, banyak yang memodifikasi STEM dengan menambah/ memasukkan satu displin ilmu dalam pembelajaran tersebut seperti STEAM (Science, Technology, Engeneering, Art, and Mathematics), STEM-A (Science, Technology, Engeneering, Mathematics- Animation), hal tersebut menjadi suatu yang cukup menarik bukan untuk dikembangkan.

STEM (Science, Technology, Engeneering and Mathematic) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggabungkan 4 aspek atau disiplin ilmu berupa sains, teknologi, rekayasa dan matematika dalam satu pokok bahasan.

Science (Sains) : mewakili pengetahuan yang terkait dengan hukum dan konsep-konsep yang berlaku di alam, seperti pengaitannya dalam suatu pembelajaran dengan menggunakan konsep Fisika, Biologi dan Kimia.

Technology (Teknologi) : berkaitan dengan keterampilan penggunaan alat yang digunakan untuk memudahkan pembelajaran. Misalnya dalam pembelajaran Matematika, kita akan dimudahka  mengukur besar sudut jika terampil dalam menggunakan alat berupa Klinometer, tidak hanya itu keterampilan dalam penggunaan aplikasi seperti SPSS, Geogebra juga termasuk bagian dari pengaplikasian teknlogi.

Engeneering (Rekayasa) : Hal ini terkait bagaimana mendesain suatu pemecahan masalah menjadi suatu prosedur yang sistematis dalam menyelesaikan suatu pemecahan masalah. Seperti merancang gedung tinggi dengan menggunakan konsep pola bilangan.

Mathematics (Matematika) : tentang ilmu yang menghubungkan antara angka, besaran dan ruang yang membutuhkan argumen logis. Seperti bagaimana menyelesaikan suatu masalah berdasarkan perhitungan matematis dan menyimpulkan penyelesaian dari permasalahan tersebut.

Dari 4 disiplin ilmu tersebut, begitulah sekiranya gambaran dari pembelajaran STEM ini dan biasanya pembelajaran ini sering di kombinasikan dengan pembelajaran kooperatif seperti pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) dan Problem Based Learning. pendekatan STEM memberikan cara baru dalam kurikulum pembelajaran di Negara kita. STEM tidak hanya sekedar pembelajaran yang menuntut guru untuk melakukan banyak hal seperti memberikan materi atau  menjelaskan materi, tapi  siswa dituntut harus turut aktif, kreatif, dan berinovatif  untuk terpenuhinya pencapaian dalam pembelajaran. Walaupun  hal melibatkan peserta didik bukanlah hal yang tidak biasa, yang mungkin saja sudah di terapkan dalam model pembelajaran lain, tapi kali ini STEM berbeda. dimana tindak nyata yang dilakukan siswa memberikan effect yang tidak hanya mempengaruhi pada peserta didik maupun pendidika dalam pembelajarannya tapi juga dalam kehidupan sehari-harinya. Kelebihan pembelajaran STEM ini adalah peserta didik akan  lebih luas untuk berekplorasi dan bereksperiment baik dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan nyata. Menarik bukan.

Pengaruh STEM dalam Dunia Pendidikan

STEM yang pertama kali di usung oleh negara adidaya, Amerika Serikat ini, menjadi suatu negara yang berhasil dalam mempeloporkan STEM hingga diadopsi oleh beberapa negara di Dunia. Seperti Inggris, Finlandia, Tiongkok, Malaysia, Vietnam , Turki dan termasuk Indonesia yang turut menjadi Negara Tiri yang mengadopsi STEM dalam kurikulumnya. Aplikasi STEM di negara maju sudah lebih di akui sebagai bentuk pembelajaran yang sangat mempengaruhi. Beberapa penelitian yang dilakukan terhadap pembelajaran ini memberikan kesimpulan baik dari segi penerapan, pengembangan, pengaruh serta menunjukan kevalidan yang cukup baik dalam implementasinya. Namun, hanya baru beberapa tahun belakangan ini pembelajaran STEM gencar di bicarakan di Indonesia dan kabar baiknya, pemerintah Kemendikbud sudah meng-Apply pembelajaran STEM dalam dunia Kurikulum pendidikan di negara kita. Tapi sayang sekali, implementasinya masih belum tersebar merata. Hanya ada beberapa sekolah yang menerapkan, seperti sekolah-sekolah bertaraf tinggi internasional maupun yang terlihat akreditasinya. Mungkin ada beberapa alasan mendasar terkait kurangnya implementasi STEM ini. pertama, dari segi fasilitas yang masih kurang dan beberapa guru yang masih kurang terlatih terhadap model pembelajaran STEM ini.

References : Torlakson, Innovate: A Blueprint fot Science, Technology, Engineering, and Mathematics in California Public Education.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like