Category: sistem

  • Sistem Pendidikan Balita Oleh I Wayan Budiartawan

    Sistem Pendidikan Balita Oleh I Wayan Budiartawan

    Sistem Pendidikan Balita Oleh I Wayan Budiartawan
     
     
    Sistem Pendidikan Balita Oleh I Wayan Budiartawan – Halo sobat Shalaazz,  Para peneliti di negara-negara Barat mendapatkan kesimpulan bahwa pendidikan usia di bawah lima tahun atau balita amat menentukan masa depan anak-anak.
    Orang tua menyerukan kata cantik, manis, sayang kepada balita perempuan akan mendapatkan respon positif dari sang anak.
    Balita harus banyak bermain. Orang tua membelikan boneka dan sepeda untuk melatih kecerdasan dan ketangkasan.
    Mainan alias game bertindak sebagai simulasi yang banyak dilakukan orang dewasa untuk memahami kecanggihan teknologi. Anak sejak balita dikondisikan supaya tidak gagap teknologi.
    Para sarjana di luar negeri juga menyarankan agar balita mempunyai asupan gizi yang memadai sehingga pertumbuhan fisik dan mentalnya tidak mengalami hambatan serius. Di Indonesia dikenal nama PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini.
    Pre-school children. Pendidikan anak sebelum usia sekolah.
    PAUD disosialilasikan pemerintah Indonesia sampai ke desa-desa.
    Diharapkan generasi abad mendatang tidak ada lagi yang cacat baik secara jasmaniah maupun rohaniah.
    Indonesia perlu pemuda-pemudi yang tangguh dalam gerakan pembangunan negeri di segala bidang.
    Penulis
    I Wayan Budiartawan
  • Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk! – Halo sobat Shalaazz, Berbicara pendidikan sama halnya bicara tentang masa depan. dari 7 kata tersebut bisa kita buat penjelasan dalam konteks kebangsaan, bahwa majunya suatu bangsa tentu didasarkan dengan suatu kualitas pendidikan yang maju.

    Tentu dari sini kita bisa menilai sendiri bagaimana kualitas pendidikan di Negara kita.   Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki tingkat pendidikan yang bisa dikatakan sedikit terlambat.

    Berdasarkan laporan PISA pada tahun 2013, setelah  mengevaluasi sistem pendidikan di 72 Negara, ternyata Indonesia menempati peringkat kedua dari bawah atau peringkat ke-71 dari 72 negara didunia yang ikut.   

    Setelah pengujian selama 2 tahun, indonesia berhasil menempati peringkat ke-62 pada tahun 2015. Hal ini merupakan pencapaian yang signifikan. Mungkin kita mengatakan hal ini sebagai suatu pencapaian yang luar biasa, tapi sebagai bangsa yang ingin terus maju tentu hal ini belum bisa menjadi pemuas.  

    Kita perlu belajar dari beberapa negara dengan sistem pendidikan yang sudah mumpuni menghasilkan generasi cemerlang. Salah satunya Negara nordik, Finlandia. Negara ini telah mendapat sematan sebagai pendidikan terbaik didunia berdasarkan versi WEF.

    Baca juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    Perlu kita tau bahwa sistem negara ini lebih mengutamakan hal pendidikan dalam bidanng bakat dan minat anak. Sebagaimana Profesor Finlandia pernah mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan adalah hal utama dibanding lamanya pembelajaran.   

    Mungkin kalau kita teropong dari sudut pandang indonesia tentu hal ini berbanding terbalik. indonesia cenderung berekspektasi jika pendidikan tinggi pasti akan menempatkan posisi pekerjaan yang baik.

    Sehingga dengan adanya pemahaman semcam itulah yang membuat pelajar indonesia cenderung berlomba-lomba untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Dan hal tersebut bisa menjadi optimisasi pelajar indonesia itu sendiri.  

    Untuk di Finlandia sendiri, kebijakan pendidikan justru diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kemampuan otak anak dalam berpikir. Sehingga tidak heran jika anak yang usianya sudah menginjak 7 tahun baru bisa mengenyam pendidikan Sekolah Dasar.

    Walaupun indonesia sempat menerapkan semacam ini, tapi masih saja ada beberapa lembaga sekolah yang justru menuruti kemauan orang tua yang ingin segera mengenyamkan anaknya dibangku sekolah, terlebih lagi anak dipaksa untuk tau membaca dan berhitung.   

    Baca juga: Sistem Pendidikan Perancis (Système Éducatif Français) LENGKAP TERBARU

    Padahal kemampuan anak usia dibawah 7 tahun belum bisa untuk diberikan beban semacam itu, sebab dunianya hanya berpikir tentang wahana bermain dan imajinasi. Di finlandia sendiri pun mempercayakan akan hal itu sebagai suatu pengembangan diri anak.  

    Selain itu Negara Finlandia tidak mengenal yang namanya Ujian Nasional dan Ujian standar mereka hanya melakukan ujian sekali selama melakukan pembelajaran selama 9 tahun. setelah itu lebih dilatih dalam pengembangan penelitian untuk melakukan suatu penemuan.

    Pembelajaran yang dilakukan dengan 3 kompetensi yang berupa saintifik, literasi dan berhitung menjadi salah satu rahasia dalam  cemerlangnya generasi bangsa dari negara Finlandia itu sendiri.    Selain itu dalam proses pembelajarannya Finlandia menetapkan jadwal belajar yang hanya berlangsung selam 5 jam dalam sehari dengan waktu istirahat 75 menit, dan kerap kurang diberi tugas tambahan (PR).

    Mungkin kerap kali kita berpikir kenapa hanya dengan waktu singkat seperti itu mereka bisa menghasilkan generasi masa depan yang luar biasa sedangkan indonesia menerapkan sekolah bahkan dengan kebijakan baru Full day school justru memiliki tingkat perbandingan pendidikan yang jauh kebawah.  

    Dari sini bisa kita lihat bahwa Finlandia lebih mengutamakan konsep pengembangan diri yang tidak melulu dengan pembelajaran dalam hal teori ilmu pengetahuan. Sebenarnya gagasan sistem pendidikan ini sudah jauh dikemukakan oleh bapak pendidikan, Ki Hajar Dewantara hanya saja indonesia memunggungi akan hal itu dan lebih menerapkan sistem pendidikan yang berorientasi pasar.

  • Sistem Pendidikan di Universitas Nasional Australia

    Sistem Pendidikan di Universitas Nasional Australia

    Sistem Pendidikan DI Universitas Nasional Australia –  Halo sobat Shalaazz, siapa yang tidak tertarik dengan Australia? Negeri Kangguru yang banyak diminati untuk ditiru perkembangan pendidikannya, budayanya maupun ekonominya. Menurut QS World University Rangkings tahun 2017, Universitas Nasional Australia menduduki peringkat ke 22.

    Universitas ini merupakan pusat terkemuka di dunia dalam bidang pendidikan dan riset.    Selain itu, Mahasiswa yang belajar di Universitas ini merasa puas atas pelayanan pendidikan yang diberikan yang berakibat semakin tingginya prestasi dan angka lulusan yang mendapat pekerjaan. Hal yang menarik dari Universitas Nasional Australia adalah tersedianya penginapan/tempat tinggal yang paling banyak daripada di Universitas di Australia yang lainnya.  

    Universitas Nasional Australia menduduki peringkat 22 di dunia dalam hal perolehan pekerjaan oleh para lulusan (menurut Global University Employability Ranking tahun 2016), pengalaman selama belajar di Universitas Nasional Australia ini akan membantu dalam dunia kerja sedunia. Ada berbagai macam ijazah yang bisa diperoleh, diantaranya:   

    Single degree, ijazah ganda yang fleksibel (Flexible Double Degree), ijazah ganda vertikal yang flexibel (Flexible Vertical Double Degree) dan ijazah dengan melakukan riset intensif; semuanya dirancang agar sesuai dengan keinginan, gairah, semangat, aspirasi dan karir Mahasiswa.   Universitas Nasional Australia ini sangat mengutamakan layanan untuk Mahasiswa, karena untuk mendukung semua aspek kehidupan Mahasiswa mulai dari akademik, sosial, sampai kebutuhan pribadi. Beberapa layanan-layanan tersebut diantaranya:  

    1. Academic Skills & Learning Centre (Pusat Keterampilan & Pembelajaran Akademik, berfungsi untuk mengembangkan akademik, belajar berpikir kritis, berkomunikasi yang baik, adanya bantuan bebas biaya dan bersifat konfidensial (dijaga kerahasiaannya) dalam studi melalui tutorial tatap muka, lokakarya, podcast dan keterangan yang dibagikan.  

    2. Access  & Inclusion (Akses & Keikutsertaan) befungsi sebagai sarana akses untuk medapatkan berbagai macam informasi seputar Universitas Nasional Australia, dan ini berlaku untuk umum.  

    3. Counselling Centre (Pusat Konseling) berfungsi untuk pelayanan konseling secara profesional dan konfidensial untuk Mahasiswa yang sedang kesulitan, pusat konseling ini gratis.  

    4 . Health Service (Pelayanan Kesehatan) berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan yang mempunyai akreditasi penuh bagi Mahasiswa dan staf kampus.  

    5. Carrers Centre (Pusat Karir) berfungsi sebagai pelayanan untuk Mahasiswa dalam merencanakan cara-cara mendapatkan pekerjaan, pelayanan nasehat, maupun lowongan pekerjaan untuk Mahasiswa.  

    6. Students Association (Perhimpunan Mahasiswa) berfungsi sebagai perkumpulan Mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal, mengatur keuangan, memerlukan nasihat hukum dan advokasi.  

    7. Sport Centre (Pusat Olahraga) berfungsi sebagai sarana olahraga maupun ajang pertandingan untuk Mahasiswa.  

  • Sistem Pendidikan Perancis (Système Éducatif Français) LENGKAP TERBARU

    Sistem Pendidikan Perancis (Système Éducatif Français) LENGKAP TERBARU

    Sistem Pendidikan Perancis (Système Éducatif Français) LENGKAP TERBARU – Halo sobat Shalaazz, siapa yang tidak kenal dengan negara Perancis. Perancis merupakan salah satu negara bagian di Eropa yang memiliki berjuta pesona, baik dari segi wisata alamnya, kuliner dan pendidikannya. Banyak wisatawan baik dari Indonesia maupun negara bagian lainnya yang berkunjung kesana.  Perancis memiliki ikon wisata yang begitu terkenal di penjuru dunia yaitu menara Eiffel. Dibalik keterkenalan ikonnya perancis juga terkenal dengan pendidikannya.

    Sistem Pendidikan Perancis

    Sistem pendidikan di Perancis yaitu menganut sistem sentralisasi (berpusat pada pemerintahan). Pemerintah mewajibkan pendidikan 16 tahun bagi warganya dan menerapkan sekolah gratis pada setiap jenjangnya. Pendidikan di perancis dibagi menjadi empat jenjang yaitu :   Maternelle (Sekolah playgroup/pra sekolah dan TK) mulai dari usia 2 tahun Tidak jauh berbeda seperti negara-negara yang lainnya Perancis juga menerapkan sekolah pra sekolah atau Ecole Maternelle. Anak pada usia 2 tahun sudah bisa memasuki jenjang prasekolah dengan syarat-syarat tertentu.

    Meski pada umumnya dinegara lain usia prasekolah antara usia 3 sampai 4 tahun. Pendidikan pra sekolah dibagi menjadi tiga tingkat yaitu kecil, sedang dan besar. Jenjang Maternelle dibagi menjadi Toute Petie Section (anak usia 2 tahun), Petit Section (anak usia 3 tahun), Moyen Section (anak usia 4 tahun, memasuki TKA), Grand Secsion (anak usia 5 tahun, memasuki TKB). Jenjang ini anak diajarkan untuk hidup berkelompok, mengajari berbagai keterampilan, serta mengenalkan huruf dan angka.  

    Pendidikan Dasar

    Pendidikan Dasar di Perancis dimulai dari usia anak 6 tahun dengan lama pendidikan 5 tahun. Jenjang ini menggabungkan antara dasar pendidikan dan kesenangan atau bermain, ini merupakan suatu pendekatan yang terbukti berhasil untuk mendidik peserta didiknya. Jenjang pendidikan dasar meliputi : Persiapan (CPI) setara dengan kelas 1 SD, Dasar 1 (CE1) setara dengan kelas 2 SD, Dasar 2 (CE2) setara dengan kelas 3 SD, Menengah (CM1) setara dengan kelas 4 SD dan Menengah 2 (CM2) setara dengan kelas 5 SD. Tujuan dari pendidikan dasar ini adalah guna mengajarkan anak-anak hidup bermasyarakat, memberikan kemampuan membaca dan berhitung dengan baik serta persiapan untuk melanjutkan ke pendidikan menengah (lycess dan colleges).  

    Enseignemet Secondaire (Pendidikan Menengah)

    Pendidikan menengah ini diagi menjadi 2 yatu menengah pertama (lycess) setara dengan SMP dengan lama pendidikan 4 tahun. Dikelas tingkat akhir mereka diberi pilihan untuk mengambil jurusan ke sekolah lanjutan. 2eme degre : a) 1ere cycle 6me anak usia 11 tahun setara dengan anak kelas 6 SD, b) 1ere cycle 5eme usia 12 tahun setara dengan kelas 1 SMP, c) 1ere cycle 4eme usia 13 tahun setara dengan kelas 2 SMP, d) 1ere cycle 3eme usia 14 tahun setara dengan kelas 3 SMP. Bagi anak yang lulus akan mendapat status Colleges dan memilih ke jurusan Baccalaureat (jalur umum) atau memilih jurusan CAP/BEP selama 1-2 tahun setelah lulus dapat langsung bekerja.  

    Pendidikan menengah Atas setara dengan SMA atau SMK sederajat lama pendidikan yaitu 3 tahun. Yaitu kelas 2, kelas 1 dan kelas terminal, jalur Baccalaureat yaitu : a) 2eme cycle 2 eme usia 15 tahun setara dengan kelas 1 SMA, b) 2eme cycle 1 ere usia 16 tahun setara dengan kelas 2 SMA, c) terminal, usia 17 tahun setara dengan kelas 3 SMA. Bagi yang lulus aka mendapatkan gelar BAC-s (Scientific), BAC-ES (Economi) atau BAC-L (Litteraire). Sejak tahun pertama jurusannya telah ditentukan, gelarnya tergantung pemilihan anak diwal memasuki jenjang kelas menengah atas.  

    Pendidikan Tinggi

    Pendidikan tinggi di Perancis menganut Dual System (sistem ganda) yaitu Universites dan Grande Ecole. Terdapat perbedaan antara Universites dan Grande Ecole, yaitu Universitas di bawah Kementerian Pemuda, Nasional dan Riset  serta bersifat teoritis dan umum, sedangkan Grandes Ecole di bawah Kementerian Teknis dan bersifat teknis.   Grande Ecole memiliki seleksi yang ketat untuk merekrut mahasiswanya. Grande Ecole yang terkenal adalah “Polytecnique” di bawah Departeman Pertahanan. Hal unik yang terdapat di polytecnique adalah mengenakan ceremonial military uniform dan tricorn pada acara resmi termasuk acara wisuda. Grande Ecole menerapkan masa study bagi mahasiswanya selama 5 tahun. Ada perbedaan sistem anatara Grande Ecole dan Universitas dalam tahun yang sama.

    Perbedaan tersebut yaitu :

     University : First Year, Second Year, Licence (L3) : Bachelor Degree, Maitrise (Master 1), Master DEA or DESS (Master 2), Doctorat   Grande Ecole : Classe Prepartoire_First Year (Kelas Persiapan, Classe Prepartoire_Second Year (Kelas persiapan), First Year (Diplone d’ingeneur/Bachelor Degree), Second Year (MI, Third Year (M2), Doctorat   Sistem Pendidikan di Perancis dari awal sudah membentuk bakat dan minat siswanya, sehingga memudahkan dalam pemilihan pendidikan tingginya. Siswa tidak berlomba-loma masuk pada jurusan teknik, karena bakat dan minat yang berbeda. Siswa idak ditekankan untuk menguasai keseluruhan mata pelajaran.

  • Begini Sistem Perkuliahan Undergraduate (S1) di Amerika, Siapkan ya!

    Begini Sistem Perkuliahan Undergraduate (S1) di Amerika, Siapkan ya!

    Begini Sistem Perkuliahan Undergraduate (S1) di Amerika, Siapkan ya! – Halo sobat Shalaazz, Sebelum kita masuk dan berkecimpung di dunia perkuliahan. Kita harus mengetahui sistem perkuliahan di kampus yang kita minati. Karena dengan mengetahui sistem yang ada di kampus tersebut, kita seenggaknya tahu apa yang perlu dipersiapkan untuk menjadi mahasiswa yang benar-benar sudah matang dalam menentukan pilihan studi lanjutannya.   

    Mungkin ada yang berminat melanjutkan studi lanjutannya di Dalam Negeri atau bahkan ingin melanjutkan studinya dengan suasana yang berbeda yaitu di Luar Negeri. Yang tentunya perlu memahami betul sistem perkuliahan yang ada di kampus tersebut. Perlu dipahami, perkuliahan di Dalam Negeri dengan perkuliahan di Luar Negeri, mempunyai perbedaan dalam hal sistemnya, tidak terkecuali Amerika. Siapa yang tidak tahu Universitas-Universitas terkenal yang ada di Amerika, seperti University of Colorado, University of Chicago, Harvard University, dan masih banyak lagi Universitas-Universitas yang terkenal lainnya yang ada di Amerika Serikat.  

    Berbicara mengenai sistem perkulihan yang ada di Amerika Serikat, ada yang disebut dengan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Math). Apa hubungannya dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat?  Dalam hal ini mahasiswa yang khususnya Undergraduate (S1) dalam dua tahun pertama, diwajibkan untuk mengambil kelas-kelas yang dikenal dengan mata kuliah persyaratan yaitu STEAM itu sendiri sebagai pondasi sebelum mengkhususkan diri dalam bidang studi yang lebih spesifik.  

    Keunikan selanjutnya adalah major atau jurusan perkuliahan dapat kita ubah lebih dari satu kali. Jangan heran, hal ini sudah wajar terjadi karena rata-rata mahasiswa Amerika memiliki keunggulan atau minat yang lebih dalam bidang-bidang tertentu. Tetapi perlu diperhatikan, bahwa pada saat kita mengganti major, otomatis waktu perkulihan dan biaya yang kita keluarkan lebih banyak.   

    Yang pada lazimnya lama pendidikan 4 tahun bisa jadi molor (red: mahasiswa abadi). Untuk tamatan program Undergraduate ini diberi gelar  Bachelor of Arts (BA) atau Bachelor of Science (BS). Unik bukan? Paparan di atas masih sebagaian kecil keunikan sistem pendidikan di Amerika Serikat. Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal yang menarik lainnya mengenai sistem pendidikan yang ada di Negara Adi Daya Amerika ini yang akan kami posting di lain kesempatan.   

  • Dualisme Pendidikan  Di Ponpes Cipasung Tasikmalaya

    Dualisme Pendidikan Di Ponpes Cipasung Tasikmalaya

    Dualisme Pendidikan  Di Ponpes Cipasung Tasikmalaya – Halo sobat Shalaazz, Cipasung adalah sebuah Desa di Kabupaten Tasikmalaya, terdapat Yayasan yang menerapkan sistem pendidikan Formal & Informal. Sebut saja Pondok Pesantren Cipasung, Ponpes Cipasung menjadi potret sejarah perjuangan bidang dakwah & pendidikan.

    Sejak zaman VOC sampai sekarang zaman milenial, Cipasung tetap berdiri kokoh menjadi garda perjuangan melahirkan calon generasi pendidik yang berkompeten. Jenjang pendidikan yang terdapat disini mulai dari TK/RA, MI, MTs/SMP, SMA/SMK/MAN sampai Perguruan Tinggi (Institut & Sekolah Tinggi).   

    Sistem pendidikan di Ponpes Cipasung menerapkan sistem Boarding House, asrama disini sangat banyak, tempatnya terpisah antara asrama putra & putri. Sistem pendidikan Formal bersinergi dengan sistem Pondok Pesantren, jadi tidak heran kalau Cipasung menjadi daya tarik pelajar dari berbagai daerah untuk bisa menimba ilmu disini.   

    Setiap asrama menerapkan sistem yang berbeda-beda tergantung Pembina asrama yang bersangkutan, namun tidak keluar dari aturan Ponpes yang berlaku. Sedangkan di pendidikan formal, siswa diwajibkan untuk memakai seragam khas, yang kerudungnya dinamakan kerudung Tasawuf, semua siswi diwajibkan untuk berkerudung sedangkan siswa diwajibkan untuk memakai celana panjang & berpakaian sopan.   

    Baca juga: 5 TOP PONDOK PESANTREN MODERN DI INDONESIA

    Hal unik dari Desa ini adalah setiap dusun/gang terdapat Ponpes, hampir disetiap desa di Tasikmalaya terdapat Pondok Pesantren, maka tidak heran kalau Tasikmalaya disebut dengan Kota Santri. Suasana belajar di Cipasung sangat nyaman, selain masyarakatnya yang sangat ramah, aksesnya pun mudah dijangkau, biaya hidup & biaya pendidikan yang sangat terjangkau serta budayanya yang sangat religius.   

    Pemimpin Ponpes yang biasa disebut dengan kyai, mempunyai pandangan yang terbuka alias tidak kaku, beliau pernah mengatakan bahwa Ponpes Cipasung ini “Menerapkan sistem lama yang baik dan menambah sistem baru asal yang jauh lebih baik” jadi dengan dualisme pendidikan yang diterapkan di Ponpes Cipasung inilah yang akan melahirkan masa depan santri yang mampu membina umat sesuai dengan motonya.  

  • Hal Terbaru dari Sistem Pendidikan di China

    Hal Terbaru dari Sistem Pendidikan di China

    Hal Terbaru dari Sistem Pendididkan di China – Halo sobat Shalaazz, China merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan yang banyak dibicarakan, mulai dari tingkat pendidikan pra sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas sampai universitas.

    China menganut wajib belajar 9 tahun, yang terdiri dari 6 tahun sekolah dasar dan 3 tahun sekolah menengah pertama. Untuk masuk ke sekolah menengah spesialisasi atau sekolah menengah kejuruan untuk Indonesia , menerima siswa dari sekolah menengah pertama untuk program 4 tahun. 3 tahun untuk kelas seperti pada umumnya dan satu tahun untuk kelas kusus. Perguruan tinggi rata-rata selama 4 tahun.  

    Proses pembelajaran di China

    China menganut sekolah full day, dalam sehari menggunakan 2 kali istirahat yaitu pagi dan siang. Siswa di China pergi ke sekolah tidak mengenakan seragam seperti sekolah pada umumnya, melainkan memakai baju biasa seperti hendak bepergian. Sehingga terkesan santai dan tidak menekan. Kesan santai ditujukan guna membuat siswanya merasa lebih nyaman dan bersemangat untuk bersekolah.   

    Baca juga: Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    Di dalam ruang kelas di China masih menggunakan papan tulis dan kapur tulis untuk pembelajaran, namun siswanya juga tidak kalah dengan negara lain mengenai kemajuan teknologi. siswa telah diajarkan teknologi mulai dari sekolah dasar, dimulai dari hal-hal yang sederhana sesuai dengan tingkatannya.

    Selama proses pembelajaran berlangsung, siswa diberi kesempatan untuk istirahat 10 menit setelah 45 menit belajar. Kegiatan tersebut guna untuk merefres kembali anak agar tetap semangat untuk menerima pelajaran lagi, sekaligus untuk menghilangkan kesan jenuh pada anak. Siswa tidak hanya belajar mengenai sains, matematika dan komputer saja namun juga mempelajari cara bersosial. Selain pembelajaran umum, siswa juga mempelajari seni, olahraga, dan musik.  

    Fasilitas sekolah

    Setiap kelas terdapat AC, untuk membuat lebih nyaman belajar dalam ruang. Setiap ruang kelas tersedia papan tulis. Sekolah memfasilitasi lintasan untuk olahraga, kemudian tersedianya lapangan, dan lapangan basket. Untuk melatih anak untuk maju mengenai teknologi setiap sekolah terdapat laboratorium komputer dan juga sains. Laboratorium komputer telah ada mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar, menengah pertama dan menengah atas. Peralatan dan fasilitas standar yang lebih tinggi terdapat di sekolah menengah atas. Fasilitas yang tersedia guna untuk menumbuhkan serta melatih minat yang dimiliki oleh siswa serta melatih siswa untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekolahnya.

  • Menilik Rahasia Sukses Pendidikan di Finlandia, Apa Kabar Pendidikan Indonesia?

    Menilik Rahasia Sukses Pendidikan di Finlandia, Apa Kabar Pendidikan Indonesia?

    Berbicara mengenai pendidikan tentu akan menjadi pembahasan yang sangat menarik. Mengamati proses pendidikan di Indonesia terkadang membuat gereget para pemerhati pendidikan yang paham dengan permasalahan-permasalahan yang ada. Berbeda dengan Indonesia, negara Finlandia yang sering dipuja-puja dengan kehebatan sistem pendidikannya semakin lama kian membaik. Telah banyak informasi yang tersebar terkait dengan sistem pendidikan yang diterapkan di Finlandia sebagai bentuk sindiran kecil bagi pemerintah agar bisa melihat dan meninjau kembali sistem pendidikan yang diterapkan di tanah air. Artikel ini hanya mempertegas saja, semoga semakin banyaknya artikel yang membahas mengenai hal ini dapat menggugah hati para pengamat dan pelaku pendidikan. 

    Finlandia memang benar-benar memiliki sistem pendidikan yang luar biasa. Tidak salah jika negara Finlandia dinobatkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik. Bagi anda yang kiranya tertarik untuk melanjutkan kuliah dengan jurusan pendidikan, tentu Finlandia akan menjadi negara perantauan yang tepat. Mengapa tidak? Sekiranya jika telah menimba ilmu di negara tersebut, bisa berbagi dan menerapkan sistem pendidikan yang ada di Finlandia. Penerapan sistem pendidikan di Finlandia tidak hanya memperhatikan satu aspek saja, melainkan dari segala aspek. Berikut ini rahasia sukses pendidikan yang ada di Finlandia. 

    1. Konsisten dengan Sistem

    Finlandia sangat konsisten dengan sistem. Beberapa sistem yang diterapkan oleh negara Finlandia seperti tidak menyekolahkann anak sebelum anak berumur tujuh tahun. Anak akan masuk sekolah jika umur mereka telah menginjak tujuh tahun. Berbeda dengan di tanah air, terkadang orang tua memaksakan umur anak-anak nya untuk memasuki bangku sekolah dasar sebelum umur tujuh tahun. Meski ada beberapa sekolah yang menerapkan umur harus tujuh tahun, tetapi hal itu tidak merata. Inilah yang menjadi kelemahan sistem pendidikan di Indonesia. Tidak konsisten. Ada yang menerapkan dan ada yang tidak pula menerapkannya.

    Sistem berikutnya adalah mengharuskan para guru menempuh magister terlebih dahulu sebelum mengajar. Jadi dapat dikatakan bahwa tidak ada guru yang tidak menempuh pendidikan S2 lalu menjadi guru. Apa kabar lagi dengan Indonesia? Iming-iming sertifikasi, penerimaan CPNS yang membludak membuat masyarakat seakan buta. Membeli ijazah untuk menutupi agar bisa mendapatkan gelar PNS secara instan. Bahkan karena CPNS yang membludak, banyak para pedagang yang tergiur sehingga ikut-ikutan untuk mendaftar CPNS. Siapa yang menduga, ternyata bisa lolos juga. Sungguh miris. Bagaimana generasi akan cerdas jika guru tidak mampu mencerdaskan dirinya terlebih dahulu. Mengandalkan gelar yang bisa dikatakan diperoleh dengan cara yang tidak sehat.

    2. Biaya Pendidikan Gratis

    Finlandia memiliki sistem pendidikan gratis yang menggiurkan. Mengapa? Bukan hanya biaya sekolah yang didanai oleh pemerintah melainkan makan siang, layanan kesehatan dan ada angkutan umum yang gratis bagi para pelajar. Finlandia berpikir bahwa semua bebas untuk menerima pendidikan, tidak ada batasan dalam belajar dan menimba ilmu. Sehingga sistem ini diterapkan oleh Filandia. Indonesia juga memiliki sistem pendidikan gratis, namun tidak semua sekolah demikian. Indonesia memiliki program kebijakan untuk memeratakan pendidikan. Nyatanya di bagian pelosok, desa terpencil, tempat yang jarang terjamah masih banyak anak-anak yang hidup tanpa mengenyam pendidikan. 

    3. Tidak ada Ranking

    Berbeda dengan Indonesia yang mempunyai peringkat setiap akan naik kelas. Finlandia tidak memiliki peringkat ataupun juara. Bagi mereka pendidikan itu untuk belajar, semua siswa itu sama. Sehingga tidak menggunakan ranking atau peringkat. Selain itu mereka sangat menekankan bahwa tidak ada siswa yang bodoh. Jika dilihat di Indonesia justru sangat berbanding terbalik. Pendidikan disini sangat menjungjung tinggi juara dan peringkat di kelas. Tidak sedikit oang tua yang memaksa anaknya untuk memperoleh juara di kelas. Hingga tidak sedikit pula anak yang stres akibat hal yang seperti ini. Memforsir waktu belajar anak, sehingga anak melupakan jati dirinya sebagai anak yang seharusnya tidak pantas untuk dipaksa terlebih perihal waktu belajar.

    4. Semua Sekolah Sama

    Finlandia tidak pernah mengenal yang namanya sekolah ter-favorite ataupun sekolah unggulan apalagi sekolah elit. Sekolah di Finlandia disamaratakan, tidak ada perbedaan yang khusus. Berbeda dengan di tanah air, bermacam-macam sekolah mulai dari yang biasa saja, ter-favorite dan elit pun ada. Bahkan sekolah untuk anak-anak disabilitas pun disediakan. Tapi akhir-akhir ini sempat mendengar rumor yang menyebar bahwa anak-anak yang disabilitas dapat bergabung dengan anak-anak yang normal. Dalam artian tidak ada lagi istilah SLB (Sekolah Luar Biasa) dan sejenisnya. Semoga saja lekas diwujudkan agar tidak ada lagi perbedaan bagi anak yang normal dan cacat fisik. Karena sesungguhnya, mereka adalah sama-sama membutuhkan pendidikan. Hanya itu saja, tidak lebih. Terkadang perbedaan inilah yang menyebabkan generasi yang tercetak berbeda-beda. Mengapa? Karena kurangnya kesatuan dalam penerapan sistem pendidikan. 

    5. Waktu Belajar yang Singkat

    Tahukah anda jam belajar yang digunakan dalamsistem pembelajaran di Finlandia? Jenjang Sekolah Dasar hanya memiliki jam belajar sekitar 4-5 jam saja dalam satu hari. Sedangkan jenjang SMP dan SMA memiliki waktu belajar yang sama dengan Perguruan Tinggi. Datang sekolah pada mata pelajaran tertentu yang mereka pilih saja. Sungguh waktu yang sangat singkat. Mengapa jenjang SD hanya 4-5 jam saja? Karena bagi Finlandia, anak yang masih pada jenjang SD tidak perlu menghabiskan waktunya hanya dengan belajar. Mereka hanya memberikan waktu belajar 4-5 jam, selebihnya diberikan kepada anak agar dapat mengembangkan kreativitasnya, memberikan kebebasan kepada anak untuk meningkatkan produktivitasnya entah melalui apapun itu. Karena sejatinya anak-anak memang masih suka bermain apalagi untuk jenjang SD. Mereka percaya bahwa itu adalah salah satu cara untuk mencerdaskan anak. Lagi yang akan membuat kita cukup tercengang bahwa disana tidak ada sitilah PR (Pekerjaan Rumah) bagi anak-anak.

    Jika melihat kembali sistem pendidikan di Indonesia, sungguh menguras pikiran anak. Apalagi semenjak penerapan Full Day School yang merupakan kebijakan pendidikan yang baru. Anak harus menghabiskan waktu pagi sampai hampir sore untuk belajar di sekolah. Mulai dari jenjang SD-SMA, sama saja. Pun ketika berbeda hanya sekitar 1-2 jam saja perbedaan waktunya. Tapi Full Day School ini tidak merata lagi diterapkan, hanya sekolah-sekolah yang letaknya di tengah kota. Berbeda dengan sekolah yang berada jauh darui perkotaan, jarang yang menerapkan kebijakan ini.

    Nah, itulah ulasan singkat sekaligus informasi mengenai rahasia sukses pendidikan di Finlandia. Segala hal yang kurang berkenan dipaparkan dalam artikel ini bukanlah maksud untuk menjatuhkan reputasi pendidikan tanah air. Hanya saja, perlu dipertimbangkan agar kiranya bisa melihat negara-negara yang memiliki pendidikan terbaik dengan harapan bisa juga diterapkan di tanah air. Justru ini adalah salah satu bentuk rasa cinta tanah air, demi generasi penerus bangsa yang akan menjadi estafet selanjutnya untuk memimpin Indonesia kedepannya. Maka dari itu Indonesia butuh generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan, cerdas, dan berkarakter. Tentu pendidikan akan sangat membantu untuk mewujudkannya. Semoga tulisan ini bisa sampai kepada para pemerhati pendidikan agar dijadikan bahan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik lagi.
  • Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat!

    Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat!

    Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat! – Hai sobat Shalaazz, berjumpa lagi dengan Pipit. Kali ini akan membahas tentang pendidikan non formal. Mungkin sahabat shalaazz sudah tau ada beberapa jenis pendidikan sesuai dengan  latar belakang dan tujuannya. Kalian tau perbedaannya ?. Mari simak perbedaan sebagai berikut:

    a. Pendidikan Formal

    Pasti sudah tau kalau pendidikan ini berbasis badan hukum. Didirikan oleh pemerintah, bahkan fasilitas sarana dan prasarana dibantu dari pemerintah. Pendidikan ini diwajibkan  sebagai tahapan menuju syarat profesi masa depan. Mulai dari pendidikan SD (Sekolah Dasar) sampai SMA (Sekolah Menengah Atas), bahkan skill kejuruan sesuai bakat dan minat didapatkan di Perguruan Tinggi.

    b. Pendidikan Non Formal

    Dilakukan di luar pendidikan formal secara terstruktur dan berjenjang.  Memiliki tujuan yang jelas dalam pembelajaran. Biasanya didirikan oleh seseorang secara mandiri. Misalnya sekolah sesuai bakat, minat dan mempelajari attitude (perbuatan) yang baik. Biasanya siswa/mahasiswa dalam pendidikan formal hanya lebih mendapat teori daripada praktek. Jadinya mereka akan merasa butuh aplikasinya melalui pendidikan non formal. Berikut pilihan pendidikan non formal yang dapat dipelajari:

    Baca juga: 5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial

    1. Menjahit

    Biasanya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ada jurusan ini. Tapi biasanya sekolah umum tidak mendapatkan, bisa saja mengambil kursus ini di luar jam sekolah. Menjahit merupakan salah satu seni yang menghasilkan uang untuk tambahan penghasilan masa depan nanti. Selain itu juga bisa menghemat uang dalam membelanjakan pakaian karena bisa menjahit sendiri sesuai selera pula. 

    2. Memasak

    Biasa disebut sekolah koki, tidak menuntut kemungkinan anak-anak sudah pintar memasak saat ini. Terbukti ada lomba “KidsChef” ditayangkan di Televisi. Apalagi perempuan wajib pintar memasak buat keluarga nanti, jadi bisa menghemat jajan di luar. Makanan yang dimasak lebih terjamin hiegenis.

    3. Melukis

    Para seniman ada yang autodidak latihan menggambar tiap hari, namun ada juga yang sengaja kursus untuk menghasilkan lukisan terbaik. Karyanya bisa dinilai jutaan rupiah loh, keren kan ?.

    4. Handy Craft

    Daripada banyak limbah yang tidak terpakai, lebih baik jadikan karya yang punya nilai ekonomi dong. Bisa belajar di youtube atau bahkan ikut kursusnya langsung. Sekarang sudah banyak kumpulan karya dari handycraft

    5. Komputer

    Sekarang sudah zaman serba digital, jadi jangan gaptek (gagap teknologi) biar bisa mengikuti perkembangan zaman. Kursus komputer bisa menghasilkan uang dolar dari kemampuan menjalankan aplikasi di dalamnya.

    6. Bahasa

    Sekarang juga sudah memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Jadi tantangan kita bukan hanya warga Indonesia, melaikan warga asing juga yang berbeda bahasa. Kalau kita tidak bisa berbahasa, maka tidak bisa menjalin komunikasi dan kerjasama dengan baik. Pastinya orang yang pintar macam-macam bahasa akan dibutuhkan, misalnya jadi tourguide dan translator.

    7. Good Manner

    Jangan salah pada hal ini. Sikap yang baik karena dibiasakan. Biasanya  kursus ini dipilih oleh orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan di luar, hingga sedikit waktu untuk mendidik anaknya. Mulai dari sikap di meja makan, tegur sapa dan lainnya. Goodmanner akan menghasilkan pemimpin harapan bangsa. Demikian pendidikan non formal yang dapat jadi referensi pilihan. Pastinya sesuaikan dengan bakat dan minat agar senang dalam menjalankan. Semoga bermanfaat 🙂  

  • Kenali Karakteristik Pendidikan di Sekolah Berbasis Pesantren di Indonesia

    Kenali Karakteristik Pendidikan di Sekolah Berbasis Pesantren di Indonesia


    Kenali Karakteristik Pendidikan di Sekolah Berbasis Pesantren di Indonesia – Indonesia dengan segala keaneka ragaman budaya, bahasa, agama dan ras menjadikan Indonesia salah satu negara demokrasi yang paling dilirik dunia karena harmonisasi budayanya dengan prinsip “Bhinneka Tunggal Ika” berbeda-beda namun satu jua.
    Berbicara Sekolah berbasis Pesantren, turut mewarnai pendidikan di Tanah Air. Sejarah didirikannya Sekolah maupun Universitas yang melesat saat ini dimulai dari zaman KH. Ahmad Dahlan sebagai perintis Pendidikan Islam pertama di Indonesia. KH. Ahmad Dahlan merupakan pendiri Muhammadiyah yang merupakan pencetus dunia pendidikan pertama di tanah air. 
    Seiring berjalannya waktu, makin menjamurlah Sekolah berbasis Pesantren yang manajemennya sangat berkualitas. Siswa/i di didik untuk bisa mengatur waktu sedemikian rupa agar bisa mengikuti kegiatan belajar dan mengaji. Keistimewaan Pendidikan berbasis Pesantren ini adalah menyatukan dualisme pendidikan agama dan umum. Siswa/i ditekankan mempelajari adab/akhlak yang paling utama, kecerdasan intelektual bisa mengikuti sambil belajar berperilaku sopan, baik, ramah dan hal-hal positif lainnya.

    Semakin banyak Pesantren yang ada di Indonesia, masing-masing mempunyai keunggulannya. Berikut ini karakteristik Sekolah berbasis Pesantren di Indonesia.

    1. Pesantren Salafi, biasanya Pesantren Salafi ini hanya menerapkan sistem mengaji, mengutamakan mengaji dan mengkaji kitab kuning, pelopor Pesantren Salafi adalah KH. Hasyim Asy’ari yang notabene sahabat KH. Ahmad Dahlan sendiri. Sejak abad 20, Pesantren Salafi mulai menerapkan Sekolah formal, banyak Pesantren-Pesantren keren yang melahirkan alumni-alumni keren dibidangnya masing-masing.
    2. Pesantren Modern, berkembangnya dunia pendidikan dari masa ke masa, membuat Pesantren-pesantren modern mengikuti zaman dengan menerapkan sistem pendidikan mengaji, belajar, berkreasi dan berbisnis. Banyak sekali Pesantren Modern yang unggul di bidang Bahasa, Kewirausahaan, Pertanian/Perkebunan, dll. Manajemen setiap Pesantren Modern berbeda-beda. Justru karena keunggulan masing-masing inilah memberi warna yang baik bagi perkembangan Pesantren di Indonesia.
    3. Pesantren Khusus Tahfidz, disini pelajar akan digembleng dengan hafalan Qur’an, Pesantren khusus tahfidz ini banyak sekali diminati orang tua maupun pelajar. Biasanya, Pesantren Tahfidz ini berada di lingkungan yang asri, sejuk dan tenang, karena sebagai penunjang untuk pelajar dalam menghafal Qur’an. Walaupun zaman sekarang, sistem wajib hafal Qur’an sudah banyak diterapkan di Pesantren Salafi & Modern, namun Pesantren khusus Tahfidz ini lebih mengutamakan menghafal Qur’an 30 Juz, bahkan disertai menghafal kitab-kitab lainnya.
    Oh ya, kalau teman-teman ingin cari tau informasi Pesantren Salafi bisa cek di website ayomondok.com, kalau Pesantren Modern atau Pesantren Khusus Tahfidz Qur’an, teman-teman bisa langsung browsing di Google.
  • Peduli Resolusi Sistem Pendidikan di Indonesia

    Peduli Resolusi Sistem Pendidikan di Indonesia

    Peduli Resolusi Sistem Pendidikan di Indonesia – Pada artikel sebelumnya membahas tentang sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Bahasan kali ini yaitu resolusi sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Kenapa sih perlu adanya resolusi?
    Pendidikan itu sudah menjadi wajib di negara kita tapi faktanya masih banyak yang harus di benahi. Dan resolusi atau perbaikan itu perlu ada untuk menjadikan pendidikan di Indonesia lebih baik lagi. Jangan terlalu berkhayal tinggi dulu saat ini karena nyatanya jatuh dari ketinggian itu sakit. Itulah yang kita rasakan saat ini. Saat pemerintah menetapkan untuk memakai kurtilas atau kurikulum 2013. Tapi, kenyataannya yang berjalan dengan baik itu hanya beberapa persen saja. Belum lagi daerah pelosok yang memang susah sekali aksesnya. Padahal anggaran untuk pendidikan itu 20% dari APBN negara.
    Tapi kenyataannya pemerataan belum sempurna, belum lagi buku yang belum lengkap, siswa yang tidak siap, dan guru pun ikutan tidak siap karena tidak adanya persiapan yang matang. Padahal di zaman sekarang ini pendidikan merupakan suatu hal yang mampu membawa bangsa ini menjadi ke arah yang lebih baik.
    Memang terlalu banyak permasalahan yang dihadapi oleh negara kita ini. Tapi untuk masalah pendidikan, masalah itu ada pada sistem pendidikan itu sendiri. Dimana negara kita masih menerapkan sistem standar yang sama untuk semua murid. Padahal dengan kita menerapkan sistem itu belum tentu seseorang memiliki standar yang sama dengan orang lain.
    Menyeragamkan kemampuan yang bisa menghilangkan jati dirinya seseorang, sehingga seorang siswa tidak bisa lagi mengenali bakat dan minat yang ada di dalam dirinya itu. Bahkan keunikan yang dia punya pun ikut hilang karena terlalu mengedepankan keinginan yang ingin melebihi orang lain. Hal ini tentu perlu adanya perbaikan akan sebuah sistem pendidikan yang ada di Indonesia karena memang sejatinya manusia itu sama tidak ada yang bodoh tidak ada yang pintar, semua itu tergantung kepada pribadi masing-masing. Tugas pendidikan seharusnya bisa mengembangkan bakat terpendam yang dimiliki oleh seseorang, bisa saja dengan bakat terpendam nya itu dia mampu mendobrak masa depan yang lebih cerah dan mumpuni.
    Selain itu acuan kepada KKM untuk standar kelulusan dan nilai sebagai bahan pertimbangan, harus mulai di rubah pola pikirnya. Karena apa bisa saja nilai itu hasil manipulasi seorang guru ataupun muridnya yang tidak ingin nilainya jelek. Kebanyakan di negara kita itu seakan frustasi jika kita mendapatkan nilai ulangan yang jelek.
    Padahal nilai jelek itu membuat kita bisa berfikir kritis, kenapa kok nilai saya jelek sedangkan yang lain tidak, kenapa kok saya sudah belajar tapi hasilnya masih jelek. Nah, untuk orang yang berfikir pasti kita akan bertanya-tanya hal semacam itu, lalu kita akan menelaah nya hingga kita bisa menemukan jawaban dan kesimpulan nya. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan saat ini yang cenderung ingin instan, dan manusia sekarang lebih suka yang instan daripada sebuah proses. Padahal proses itulah yang akan membuat kita tahu bahwa kita itu tidak tahu apa-apa dan masih harus belajar lagi dan lagi sampai kita sadar ilmu kita itu hanya sedikit dan rasa ingin tahu itu selalu timbul dalam dirinya kita.
    Selain itu belum meratanya penyebaran pendidikan di Indonesia, di pelosok sana masih banyak warga masyarakat Indonesia yang susahnya akses untuk menuju sekolah, keterbatasan buku serta guru pengajar. Guru pengajar pun masih banyak yang harus di benahi, banyak guru yang belum memenuhi standar dan masih jauh dari kualitas yang di harapkan. Hal ini juga tentu menjadi hambatan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, sebelum menerapkan suatu sistem harus di persiapkan terlebih dahulu keperluan yang memang nantinya bisa menghambat kegiatan tersebut.
    Akhir kata jika bangsa kita ingin maju maka mulailah memperbaiki dirinya kita sendiri karena jika kita mulai dari diri kita sendiri maka untuk mengajak orang lain kepada kebaikan pun tak akan sulit rasanya. Marilah kita bangun negara kita tercinta ini demi terwujudnya revolusi Indonesia yang mempunyai intelektual tinggi dan terciptanya masyarakat yang mampu berdaya saing dengan negara asing lewat pendidikan.
  • Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?‎

    Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?‎


    Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?‎ Pendidikan adalah hak segala bangsa katanya. Disebutkan juga dalam UU RI Pasal 5 ‎ayat (1) bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh ‎pendidikan yang bermutu. Lalu bagaimana dengan fakir miskin yang untuk makan ‎sehari-hari saja mereka kesulitan apalagi membayar harga akademis sebuah lembaga ‎pendidikan. Lalu bagaimana dengan anak kolong jembatan yang mungkin sudah tak ‎berbapak dan beribu. 
    Lalu bagaimana dengan pengamen jalanan yang demi sesuap nasi ‎rela berdesakan dalam bus, panas hujan diterjang, terkadang menerima hinaan. ‎Dimanakah letak hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Apakah ini salah ‎pemerintah? Salahkah Menteri Pendidikan? Atau ini adalah salah kita?‎
    Apakah biarkan saja mereka tak usah berpendidikan? Biarkanlah kursi jabatan ‎negara diisi oleh keturunan kaya raya. Apakah begitu sistem pendidikan negara ini. ‎Undang-undang yang dibuat untuk memajukan Indonesia. Sumber Daya Manusia ‎haruslah menjadi salah satu prioritas bangsa ini. Maka dibutuhkan realisasi yang nyata ‎akan hal itu. Maka kerjasama antara pendidik dan pemerintah sangatlah diperlukan.‎
    Tidak semua anak dilahirkan dengan kepandaian yang sama. Namun semua anak ‎memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang sama, seharusnya. ‎Apakah ini yang dikatakan bahwa Indonesia negara yang ramah? Hanyakah ramah pada ‎turis mancanegara namun acuh pada generasi bangsanya sendiri? Miris sekali jika melihat ‎kehidupan pengemis jalanan, pengamen, anak kolong jembatan atau fakir miskin yang ‎tak bisa mencecap rasanya menjalani kehidupan akademis dalam dunia yang bernama ‎‎“sekolah”. ‎
    Jalur pendidikan tidak hanya formal saja. Pasal 13 ayat (1) dalam UU RI ‎menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan ‎informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Jika pendidikan formal tak ‎mampu mereka kuasai, maka pendidikan nonformal menjadi alternatifnya. Dengan ‎memberikan wadah bagi mereka untuk menyalurkan bakat serta minatnya. Misalnya ‎dengan membuka lembaga kursus, lembaga pelatihan, atau kegiatan belajar lainnya. ‎Dalam hal ini, tak bisa hanya satu oknum yang berjalan tanpa sokongan dari pemerintah. ‎Negara yang baik adalah yang memperhatikan kehidupan rakyatnya termasuk ‎pendidikan. Apalagi negara telah mewajibkan rakyatnya untuk menempuh pendidikan ‎wajib belajar selama 12 tahun. Maka wujud realisasi dari poin tersebut haruslah ‎diwujudkan secara nyata.‎
    Jika membahas tentang pendidikan maka tak akan ada habisnya. ‎Memberdayakan para eks nara pidana, preman jalanan akan mengurangi angka ‎pengangguran di Indonesia. Tentunya hal tersebut tak hanya membutuhkan biaya yang ‎besar namun juga membutuhkan tenaga yang mampu menjalankan misi tersebut. Sebagai ‎warga negara yang mendapatkan kesempatan belajar lebih dari mereka yang kurang ‎beruntung, seyogyanya ikut andil dalam memajukan pendidikan Indonesia. Misalnya ‎dengan membuka rumah khusus untuk pelatihan bagi mereka yang kesulitan ‎mendapatkan pendidikan dengan merekrut beberapa tenaga kerja untuk melatih mereka.‎
    Kerja sama yang baik akan mengantarkan sedikit kemajuan bagi negara ‎Indonesia. Menteri Pendidikan tak hanya mengurus tentang Kartu Belajar atau ‎semacamnya namun juga bergerak langsung pada kenyataan hidup yang dijalani ‎masyarakat menengah ke bawah. Selain hal tersebut, pemerintah seharusnya juga ‎memperhatikan biaya pendidikan yang harus dikeluarkan bagi pelajar. Apakah biaya ‎tersebut sanggup dikeluarkan oleh kebanyakan masyarakat menengah ke bawah atau ‎tidak? Tengoklah sebentar negara tetangga yang maju. Apakah yang membuat negara ‎tersebut maju? Lalu analisis dan contohlah. Sumber Daya Manusia adalah salah satu ‎komponen negara maju. Maka dengan memperbaiki sistem pendidikan Indonesia akan ‎baik pula pendidikan generasi bangsa ini.  ‎
       
    DAFTAR RUJUKAN
    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan ‎Nasional. 2003. Dari http:// ‎http://www.polsri.ac.id/panduan/01.%20umum/03.%20Undang-‎Undang%20Republik%20Indonesia%20Nomor%2020%20Tahun%202003%20Tanggal%208%20Juli%202003%20Tentang%20Sistem%20Pendidikan%20Nasional.‎PDF, diakses 12 September 2017.‎
  • Gimana Ya, Plus Minus Belajar di Australia?

    Gimana Ya, Plus Minus Belajar di Australia?

    Gimana Ya, Plus Minus Belajar di Australia? – Pernah bermimpi kuliah di Negeri Kangguru? Pendidikan di Australia menjadi sorotan dunia, karena memiliki sistem pendidikan yang berkualitas. Tentu saja, hal ini menarik minat pelajar di seluruh pelosok negeri. Dari 150 Universitas terbaik dunia, ada 8 Universitas di Australia yang masuk dalam kategori 150 Universitas terbaik dunia. Tentunya, pengalaman kuliah di luar negeri mempunyai tantangan, namun semua itu dapat menjadi bahan bakar semangat dan kekuatan untuk melewati prosesnya.

    Berikut beberapa kelebihan belajar di Australia:

    1. Belajar di Australia sudah berkelas Internasional, beberapa Universitas di Australia memiliki standar CRICOS atau kualifikasi Internasional, yang lulusannya nanti akan diakui banyak Negara ketika melanjutkan pendidikan maupun bekerja.
    2. Tersedianya fasilitas riset yang memadai, perkembangan ilmu pengetahuan, salah satunya karena fasilitas yang menunjang, terutama dalam bidang science.
    3. Mendapatkan pengalaman bekerja part time, setiap pelajar dapat merasakan bekerja part time selama 40 jam per minggu dan tidak terbatas apabila masa libur. Penghasilan yang didapatkan berkisar AUD 15 – AUD 25.
    4. Mendapatkan link Internasional, karena pelajar yang terdiri dari beberapa Negara, maka pergaulan dengan berbagai Negara di dunia bisa meningkatkan kualitas diri.
    5. Lulusan Universitas di Australia diberikan kesempatan untuk bekerja, bagi sarjana S1/S2/S3, dapat tinggal dan bekerja selama beberapa tahun. Ini merupakan kesempatan untuk memperoleh ilmu dan bisnis yang ditekuni.
    Berikut beberapa kekurangan belajar di Australia:
    1. Harus siap jauh dari keluarga
    2. Iklim yang berbeda dengan Indonesia
    3. Biaya hidup yang cukup tinggi
    Itulah beberapa plus minus belajar di Australia, semoga teman-teman yang punya mimpi kuliah disana, bisa percaya pada mimpi dan mampu mewujudkannya.
  • Sistem Pendidikan yang di terapkan di Indonesia

    Sistem Pendidikan yang di terapkan di Indonesia

    Sistem Pendidikan yang di terapkan di Indonesia – Pendidikan di Indonesia saat ini sungguh mengkhawatirkan, dan sangat di sayangkan sekali karena anggaran untuk pendidikan cukup besar tapi melihat pendidikan di Indonesia belum ada kemajuan yang signifikan. Membahas tentang pendidikan memang sedikit rumit karena permasalahan bukan hanya karena satu faktor saja. Semua itu bisa terjadi karena beberapa faktor, bisa dari sumber daya manusianya atau sistem pendidikan di Indonesia sendiri yang belum bisa berjalan dengan baik. Tapi marilah kita bangun pendidikan di negara kita ini untuk mewujudkan generasi emas 2045.
    Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Dimana formal merupakan pendidikan pada umumnya, nonformal merupakan pendidikan yang bisa di katakan tidak wajib seperti formal tapi tidak salah juga mengikuti pendidikan non formal seperti PAUD, TPA, dan sebagainya. Yang terakhir ada pendidikan informal  yang dimana pendidikan ini dilakukan secara mandiri baik di bantu dengan keluarga, lingkungan ataupun kegiatan belajar mandiri lainnya.
    Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi. Pendidikan anak usia dini atau PAUD yang merupakan sebagai sarana awal terciptanya sebuah karakteristik seorang anak dan pengenalan dunia pendidikan kepada anak agar nantinya sang anak tidak terlalu syok pada saat belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan dasar yang merupakan modal awal generasi penerus bangsa harus benar-benar mengedepankan mutu dan kualitas pendidikan agar sang anak mampu menghadapi berbagai hambatan dan rintangan masa depan. Diharapkan waktu selama 6 tahun itu bisa di manfaatkan dengan baik dan benar agar tidak menyesal di kemudian hari.
    Ada lagi pendidikan menengah, yang terbagi lagi menjadi 2 bagian yaitu menengah pertama dan menengah atas. Pada masa remaja inilah orang-orang mulai mencari jati dirinya sendiri. Di sini kita di hadapkan pada kondisi dan situasi yang amat labil, peralihan sifat, dan juga pemikiran yang cenderung sensitif sehingga perlunya kerjasama dengan berbagai pihak seperti keluarga dan pihak sekolah itu sendiri. Di sinilah mulai datangnya para generasi muda yang akan mendobrak terhadap kemajuan suatu negara. Pendidikan bukan lagi sebagai sarana tapi juga alat demi majunya masa depan anak bangsa serta masa depan bangsa yang entah akan di bawa kemana.
    Yang terakhir ada pendidikan tinggi, dimaksudkan untuk bisa berfikir kritis, menelaah setiap kejadian yang ada di sekitar, dan memecahkan suatu masalah dengan rasional.
    Indonesia menganut beberapa sistem untuk mewujudkan meningkatnya mutu kualitas pendidikan di Indonesia. Ada, Sistem Pendidikan Indonesia yang berorientasi pada nilai. Sistem pendidikan ini telah diterapkan sejak sekolah dasar. Nilai menjadi acuan dan patok utama dalam dunia pendidikan di Indonesia. Nilai menjadi sebuah akhir final akan kemampuan yang telah diajarkan yang diuji melalui sebuah ujian. Ada pula, sistem pendidikan terbuka yang menuntut peserta Didik untuk bersaing dengan temannya dalam hal positif, berfikir kreatif dan juga inovatif. 
    Yang ketiga ada sistem pendidikan yang beragam, dimana di Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa dan ras yang berbeda beda. Dengan pengaturan waktu yang fleksibel tapi tetap efisien. Yang terakhir ada sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan zaman, dimana sekarang ini pendidikan kita berpacu pada kurikulum 2013 yang lebih mengedepankan nilai moral, agama serta rasa percaya dirinya.
    Itulah sistem pendidikan yang ada di Indonesia, terlepas dari semua sistem yang sudah berjalan dengan baik atau tidak. Tapi, pemerintah sudah mengupayakan meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Meski memang kualitas tersebut masih jauh di bawah standar. 
  • 8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek

    8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek

    8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek – Halo sobat Shalaazz, Indonesia dan Jepang memiliki persamaan yang terletak di Benua Asia. Namun, perbedaannya adalah perkembangannya baik dari segi ekonomi maupun pendidikan. Indonesia meski penduduknya lebih banyak daripada Jepang, tapi masih baru menjadi negara berkembang.

    Berbeda halnya dengan Jepang yang sudah termasuk negara maju. Ingin tau salah satu alasannya ? Baiklah, saya akan bahas dari segi pendidikannya.        

    Keunggulan sistem Pendidikan di Jepang

    Jepang terkenal dengan orang yang pekerja keras, disiplin dan antre. Semua karakter baik itu terbentuk dari sistem pendidikannya di sekolah.

    Makin penasaran dengan keunggulan pendidikan di Jepang yang berbeda dengan Indonesia. Apalagi banyak sekali saat ini siswa/mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Negeri Sakura. Berikut 8 keunggulan pendidikan Jepang yang bisa diterapkan di Indonesia yaitu:

    1. Pendidikan tentang etika dan moral lebih diutamakan di Jepang daripada ilmu pengetahuan. Sebenarnya kunci utama kesuksesan seseorang terlihat dari faktor etikanya yang baik, maka nanti akan mengikuti penerapan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi) secara baik pula.

    2. Kampus dan sekolah memulai tahun ajaran baru pada musim semi, saat mekarnya bunga sakura. Hal ini yang membuat siswa dan mahasiswa senang mengikuti pembelajaran. Memang harus ditanam rasa suka dan senang pada saat belajar agar tidak jenuh dalam menerima pelajaran.

    3. Tidak ada Office Boy, siswa sendiri yang mengerjakan kebersihan kelas dan sekolah. Hal ini untuk melatih siswa dalam bekerja sama, bertanggung jawab dan menjadi pekerja keras.

    Baca juga: Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    4. Tingkat kehadiran siswa di sekolah Jepang adalah 99%, jadi mahasiswa yang tidak hadir hanya 1%. Berbeda dengan di Indonesia, masih banyak budaya TA (Titip Absen) hanya alasan yang tidak baik, misal terlambat karena bangun kesiangan, menonton konser dan lainnya.

    5. Pendidikan tentang seni sangat diterapkan pada siswa Jepang, agar mereka mencintai budaya tradisional negara sendiri. Hal ini patut dicontoh oleh Indonesia agar generasinya tidak mudah mengikuti arus globalisasi dan life style western (gaya hidup barat).

    6. Sangat jarang siswa yang tidak naik kelas. Hal tersebut dikarenakan siswa sangat antusias melakukan kegiatan positif seperti ekstrakurikuler, workshop saat liburan dan les private. Berbeda dengan siswa Indonesia yang lebih banyak  memilih liburan ke tempat hiburan daripada mengembangkan diri.

    7. Menciptakan kenyamanan dan kedekatan antara siswa dengan guru melalui makan bersama di kelas saat jam istirahat. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menghilangkan sekat antara siswa dan guru, maka seperti orang tua dan anak bahkan sahabat.

    8. Tidak terdapat kesenjangan sosial antara siswa kaya dan siswa miskin.

    Semuanya sama dengan menggunakan seragam pelaut.  Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan teladan untuk pendidikan Indonesia agar lebih baik ke depannya.  

  • Mau Belajar Sambil Nonton Bola? United Kingdom Tempatnya

    Mau Belajar Sambil Nonton Bola? United Kingdom Tempatnya
    Mau Belajar Sambil Nonton Bola? United Kingdom Tempatnya – Tidak dapat dipungkiri, UK menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah, dikarenakan UK mempunyai budaya sepak bola yang mendunia. Banyak yang bermimpi untuk kuliah di UK, selain karena bisa belajar sambil sering-sering nonton bola, kuliah di UK memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan belajar yang tidak dapat disuguhkan oleh Universitas lain. Sejak tahun 2007 jumlah Mahasiswa Internasional non-Uni Eropa di Inggris telah meningkat sebesar 46%.
    Sebagai Mahasiswa di Inggris, nanti akan mengenal orang-orang dari seluruh dunia sambil belajar tentang budaya mereka. Menurut statistik, tingkat kepuasan di kalangan Mahasiswa Internasional untuk layanan dukungan di Universitas di Inggris adalah sekitar 90 %. Mahasiswa Internasional dari berbagai Negara mempunyai peluang yang sangat baik, Inggris sangat terbuka untuk tradisi dan budaya baru, berbagai ras, etnis dan agama. Sehingga, Inggris dikenal sebagai msyarakat bersifat Multikultural. Kenapa sih, kita pilih study ke UK buat dimasukin ke list Universitas impian kita? 
    Pengakuan Dunia, program dan kualifikasi dari lembaga pendidikan tinggi Inggris yang dikenal di seluruh dunia sebagai kualitas tinggi dan kelas dunia. Ini menjadi standard keunggulan yang diatur oleh beberapa Universitas yang lebih lama dikenal seperti Oxford dan Cambridge. 4 universitas di Inggris termasuk dari 6 Top Universitas seluruh Dunia. Kelebihannya lagi adalah gelar master UK dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun saja dan setelah lulus Master bisa meraih pendapatan yang cukup tinggi di dunia kerja.

    Melahirkan Tokoh Hebat, orang Inggris yang mempunyai kehebatan yang dikenal oleh kalangan dunia dan teknologi:

    –          JK Rowling, penulis Harry Potter
    –          Richard Benson, pemilik virgin group
    –          Tim Berners Lee, pencipta World Wide Web
    Pendidikan di United Kingdom, Di Universitas Inggris, anda akan diberi kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide anda sendiri dan untuk menjadi kreatif supaya anda bisa berbagi ide dan mengatur semacam kegiatan, debat, diskusi dan kuis. Tujuannya agar dengan bersenang-senang dan terlibat dan anda akan belajar lebih berhasil.
    Gelar sarjana di Universitas di Inggris biasanya berlangsung tiga tahun, Oxford University beberapa UK University juga menawarkan program pendidikan jalur cepat yang dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun.

    Berikut beberapa Universitas terkemuka di Inggris yang mempunyai reputasi dan ranking:

    • University of Cambridge (Ranked 4th in the world)
    • University of Oxford (Ranked 6th in the world and 2nd in the UK)
    • University College London (Ranked 7th global and 3rd in the UK)
    • Imperial College London (Ranked 9th in the world)
    • University of Edinburgh (Ranked 19th in the world) 

    Kehidupan di United Kingdom:

    Cuaca, Inggris memiliki reputasi cuaca basah, dingin dan berawan. Meskipun hal ini terjadi beberapa kali dalam setahun, Inggris sebenarnya jauh lebih baik dari yang dikira banyak orang. Pada saat musim panas, harinya lebih panjang (matahari terbit jam 4 pagi dan akan terbenam pada jam 9 atau 10 malam) dengan suhu yang hangat.
    Budaya, 30 – 40 tahun terakhir Inggris telah berkembang pesat dan Inggris dipandang sebagai kota dengan tujuan keragaman besar dengan London menjadi titik temu bagi banyak populasi Internasional.
    Akomodasi, sebagai pelajar Internasional, kamu akan diberikan prioritas lebih dari siswa yang lain. Tempat tinggalnya pun beragam, mulai dari:
    Asrama, cara yang baik untuk bertemu orang baru. Tempatnya seperti bangunan besar dan dibagi menjadi flat dimana kamu akan memiliki sebuah kamar single atau berbagi. Memilih opsi tinggal di asrama, karena mereka punya kebebasan untuk memasak makanan mereka sendiri dan mengatur jadwal mereka sendiri.
    Apartement / Rumah, kamu wajib menandatangani perjanjian sewa menyewa , opsi ini lebih mahal daripada yang lain, dan  mungkin sulit untuk menemukan akomodasi yang dekat dengan kampus.

    Menjelajahi kota-kota di United Kingdom

    • London, inilah ibukota Inggris yang peringkatnya terbaik diantara kota-kota di dunia untuk siswa dan tempat hidup untuk 9 juta orang. Kehidupan di London serba sibuk dan cepat, serta memiliki reputasi dalam membeli sesuatu itu mahal. London adalah salah satu pusat keuangan dunia yang penting serta menjadi pilihan yang menarik bagi para pemimpin perusahaan.
    • Birmingham, kota kedua terbesar di Inggris dengan pusat perbelanjaan yang bagus di luar London, dan salah satu tempat paling multi-kultural di Inggris. Kota ini memiliki nilai seni yang berkembang melalui music dan adegan sastra, Symphony orchestra dan berbagai lembaga kebudayaan lainnya.
    • Manchester, selain sebagai ikon kota pemain sepakbola, kota ini juga sangat indah dari segi arsitekturnya. Kota ini memiliki penduduk etnis ini juga tekenal karena musiknya sehingga mampu menghasilkan nama-nama band besar.
    • Glasgow, Nuansa arsitektur kota bersejarah, tradisi local yang khas dan museum untuk menyaingi setiap kota di Inggris, Glasgow kini juga memiliki Café dan Restoran yang cukup trendi. Kota ini juga memiliki bioskop tertinggi di dunia. Kota ini menjadi salah satu hub terkemuka di Inggris dari segi budaya, perdagangan, penelitian dan akademisi. Mempunyai klub sepak bola terbesar bernama Rangers dan Celtic.
    • Oxford dan Cambridge, kedua kota tua ini dibangun di abad pertengahan yang dibangun di atas sungai dan terletak tidak jauh dari London. Kedua kota ini relatif tenang dan damai, dan benar-benar lokasi yang didominasi oleh Universitas.

    Bekerja di United Kingdom, Mahasiswa yang menyelesaikan program sarjana diperbolehkan untuk mengajukan perpanjangan visa 1 supaya mereka mendapatkan pengalaman kerja di Inggris, tanpa harus mendapatkan izin kerja.
  • 7 Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan FInlandia, Jangan Terkejut.

    Perbandingan Sistem Pendidikan Indonesia dan FInlandia, Jangan Terkejut.

    Sistem Pendidikan Di Indonesia dan Finlandia.

    Perbandingan Sistem Pendidikan Indonesia dan FInlandia, Jangan Terkejut. – Tahu ngga, apa bedanya sistem pendidikan di Indonesia dan Finlandia?
    Sebelumnya, banyak orang terutama masyarakat Indonesia tentang sistem pendidikan di Indonesia. Tentu, pasti sangat berbeda sistemnya dengan pendidikan diluar negeri. Nah, disini aku mau memberitahukan perbedaan sistem pendidikan di Finlandia dan Indonesia. Nah, kenapa harus Finlandia?
    Aku mengambil Finlandia, karena menurut ku sistem di Finlandia ini sangat Bagus banget, apalagi jika sistemnya diterapkan di Indonesia?
    Pasti, pemikiran lebih spesifik.

    Nah langsung aja ya, kita keperbedaan sistem pendidikan di Finlandia. Berikut :


    1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah Berusia 7 Tahun 

    Coba liat deh, orang tua jaman sekarang pasti udah rempong kalau mikir pendidikan anak. Anaknya belum genap 3 tahun aja udah ngantri dapat pre-school bagus gara-gara takut kalau dari awal sekolahnya gak bagus, nantinya susah dapat SD, SMP, atau SMA yang bagus. Di Finlandia, tidak ada kekhawatiran seperti itu. Bahkan menurut hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah ketika berumur 7 tahun.
    Awal yang lebih telat jika dibandingkan negara-negara lain itu justru berasal dari pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka juga meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bahkan penilaian tugas tidak diberikan hingga mereka kelas 4 SD. Hingga jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode pembelajaran.

    Pelajar di Finlandia sudah terbiasa menemukan sendiri cara pembelajaran yang paling efektif bagi mereka, jadi nantinya mereka tidak harus merasa terpaksa untuk belajar. Maka dari itu, meskipun mulai telat, tapi pelajar umur 15 di Finlandia justru berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Itu membuktikan faedah dan efektivitas sistem pendidikan di Finlandia. Bagus banget kan? 
    2. Cara Belajar di Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat 
    Tahukah ngga bahwa untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak mendapatkan istirahat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan datang,  jika mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru. Mereka juga jadi lebih produktif di jam-jam belajar karena mengerti bahwa toh sebentar lagi mereka akan dapat kembali bermain.
    Di samping meningkatkan kemampuan fokus di atas, memiliki jam istirahat yang lebih panjang di sekolah juga sebenarnya memiliki manfaat kesehatan. Mereka jadi lebih aktif bergerak dan bermain, tidak hanya duduk di kelas. Bagus juga kan jika tidak membiasakan anak-anak dari kecil untuk terlalu banyak duduk. 
    3. Semua Sekolah Negeri di Finlandia Bebas dari Biaya. Sekolah Swasta Pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau 
    Satu lagi faktor yang membuat orang tua di Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yang bagus untuk anaknya, karena semua sekolah di Finlandia itu setara bagusnya. Yang lebih penting lagi, sama gratisnya. Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberi subsidi pada mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua. 
    Reformasi pendidikan yang dimulai pada tahun 1970-an tersebut merancang sistem kepercayaan yang meniadakan evaluasi atau ranking sekolah sehingga antara sekolah gak perlu merasa berkompetisi. Sekolah swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, hanya terdapat segelintir sekolah swasta yang biasanya juga berdiri karena basis agama. 
    Tidak berhenti dengan biaya pendidikan gratis, pemerintah Finlandia juga menyediakan fasilitas pendukung proses pembelajaran seperti makan siang, biaya kesehatan, dan angkutan sekolah secara cuma-cuma. Memang sih sistem seperti ini mungkin berjalan karena kemapanan perekonomian Finlandia. Tapi jika memahami sentralnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa, seharusnya semua negara juga berinvestasi besar untuk pendidikan. Asal gak akhirnya dikorupsi aja sih. 
    4. Semua Guru Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar Master. Gaji Mereka Juga Termasuk Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia 
    Di samping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yang mengucur dari pemerintah, penopang utama dari kualitas merata yang ditemukan di semua sekolah di Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang setinggi langit. Guru adalah salah satu pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang SD atau SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi. 
    Finlandia memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya. Tidak saja kualitas, pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk pembelajaran intensif yang optimal. Ada 1 guru untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru bisa memberikan perhatian khusus untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas. 
    Jika Indonesia ingin semaju Finlandia dalam urusan pendidikan, guru-guru kita selayaknya juga harus mendapatkan sokongan sebagus ini. Kalau perhatian kita ke guru kurang, kenapa kita menuntut mereka harus memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran? Tidak adil ‘kan? 
    5. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu 
    Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka. 
    Diversitas siswa seperti keberagaman tingkatan sosial atau latar belakang kultur biasanya jadi tantangan sendiri dalam menyeleraskan mutu pendidikan. Bisa jadi gara-gara fleksibilitas dalam sistem pendidikan Finlandia itu, semua diversitas justru bisa difasilitasi. Jadi dengan caranya sendiri-sendiri, siswa-siswa yang berbeda ini bisa mengembangkan potensinya secara maksimal. 
    6. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah 
    Tidak hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena pilihan mereka. 
    Pendeknya jam belajar justru mendorong mereka untuk lebih produktif. Biasanya pada awal semester, guru-guru justru menyuruh mereka untuk menentukan target atau aktivitas pembelajaran sendiri. Jadi ketika masuk kelas, mereka tidak sekadar tahu dan siap tapi juga tidak sabar untuk memulai proyeknya sendiri. 
    7. Gak Ada Sistem Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1 
    Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa semua siswa di Finlandia dapat jadi pintar. Tanpa terkecuali. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’. 

    Nah, itu dia ini saya dapat dari sedikit ddari berbagai referensi. Semoga bermanfaat yah!
  • Potret dan Kondisi Pendidikan Terpencil di Indonesia

    Faktor Utama Pendidikan Terpencil di Indonesia Memprihatinkan

    Potret dan Kondisi Pendidikan Terpencil di Indonesia – Sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 45 pasal 31: (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

    Makna dari Pasal 31 UUD 1945 tersebut adalah setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan tanpa kecuali. Pada kenyataannya, dengan kondisi negara Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau, mulai Sabang sampai Merauke, kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi pula daya kreatifitas pemuda Indonesia dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa. Namun di Indonesia, untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan standar nasional saja masih sangat sulit.
    Ada beberapa faktor yang menyebabkan mirisnya kondisi pendidikan di Indonesia, yaitu kurangnya kesadaran bagi masyarakat di daerah pedalaman akan hal pendidikan. Masih banyak sekolah ataupun sistem pendidikan di daerah-daerah pedalaman Indonesia yang belum dilhat oleh pemerintah. Seakan-akan Pemerintah hanya memfokuskan pendidikan di kota-kota besar di Indonesia. 
    Sungguh miris jika kita semua mengetahui bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia ini khusunya di daerah pedalaman yang jauh dari ibu kota. Jika kita lihat di berbagai media online ataupun televisi yang memberitakan tentang kondisi pendidikan atau  keadaan sekolah yang tak layak pakai, bangunan yang sudah mulai tua ataupun sudah hancur, dan masih banyak lagi. Sekolah yang tak layak pakai akan sangat membahayakan murid ataupun guru yang berada didalam gedung itu. Membuat siswa ataupun guru merasa tidak nyaman untuk melakukan proses pembelajaran.
    Ada banyak anak-anak Indonesia di pedalaman sana yang sangat ingin mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka rela harus berjalan berkilo-kilo meter bahkan ada yang menyebrang dengan perahu ataupun melewati jembatan yang sudah mau hancur hanya untuk bisa belajar. Sungguh sangat bangga dengan anak-anak di pedalaman Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah belum dapat pemerataan Pendidikan di daerah terpencil karena mereka memprioritaskan akses ke sekolah, dengan ini semua murid dan warga setempat merasa nyaman dengan akses-akses tersebut.
    Namun saat banyak anak-anak yang ingin belajar sekolah kekurangan tenaga kerja pendidik yang mau untuk mengajar di daerah pedalaman. Ada sebagian yang menganggap bahwa mengajar disana gajinya kecil, jauh dari ibu kota. Memang itu semua kembali lagi kepada guru-guru yang dengan sukarela mengajar anak-anak di pedalaman. Perbedaan yang dimiliki masyarakat bangsa Indoensia itu di suatu pihak menjadi kebanggaan, tetapi di lain pihak menjadi penghambat dalam menjalankan roda pembangunan bangsa, khususnya pembangunan di dunia pendidikan. Berbagai masalah yang menghambat proses pendidikan di suatu daerah terpencil masih sering muncul. Masih kurangnya sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana ini meliputi gedung sekolah beserta isinya, peralatan-peralatan sekolah yang menunjang proses belajar mengajar di suatu sekolah, atau lembaga tempat belajar, dan kualitas tenaga didik.
    Selain itu terdapat beberapa masalah lainnya yaitu, distribusi tidak seimban dan insentif rendah. Permasalahan lainnya adalah angka putus sekolah juga masih relatif tinggi. Serta pola pembelajaran anak yang masih konvensional, sebab guru hanya menerangkan secara ceramah tanpa ada inovasi atau modifikasi sistem pembelajaran. Sehingga tidak ada fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang kemajuan proses belajar mengajar yang mereka lakukan, dan juga tenaga didik yang mengajar dengan ilmu yang seadanya.
    Kondisi tersebut menjadi kondisi yang lumrah di daerah terpencil tapi di satu sisi menjadi hal yang tabu di perkotaan. Tak banyak yang mengetahui atau peduli dengan nasib pendidikan anak-anak di daerah perbatasan. Banyak anak diperbatasan Nusantara yang bernasib malang karena tak dapat memperoleh pendidikan yang bermutu. Semua kondisi dan masalah ril yang ada di daerah terpencil menjadi masalah bersama yang menggugah rasa nasionalisme kita untuk mengatasinya. Dalam perpektif ini rasa nasionalisme yang kita bangun terbentuk melalui kesadaran universal dari seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memberi prioritas bagi percepatan pelayanan pendidikan dan peningkat mutu pendidikan di daerah terpencil tersebut. Kita tidak lagi memikul senjata untuk menentang segala bentuk kolonialisme dari luar tetapi kita membangun semangat nasionalisme untuk merasakan dan mengambil sikap kongkret dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak bangsa ini, terutama anak-anak bangsa yang terhimpit dan terlantar di balik deratan bukit dan lembah atau yang berada di daerah yang terisolir dan tertinggal.
    Selain masalah sarana prasarana dan minat orang tua yang kurang, kualitas tenaga pengajarnya pun juga masih dipertanyakan. Mereka memiliki kualifikasi dibawah standar, guru-guru yang kurang kompeten, serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang ditempuh, penerapan kurikulum di sekolah belum sesuai dengan mekanisme dan proses yang standarkan. Kebanyakan para guru lebih tertarik mengajar di daerah perkotaan karena lebih nyaman dan alasan yang lainnya.
    Hal ini menyebabkan kualitas guru yang mengajar di daerah terpencil pun juga pas-pasan, berbeda dengan yang ada di perkotaan. Selain itu ada sebagian tenaga guru yang enggan untuk ditempatkan di daerah sangat terpencil padahal saat pengajuan lamaran jadi Pegawai Negeri yang bersangkutan bersedia ditempatkan di mana saja yang dikuatkan dengan surat penyataan. Namun pada kenyataannya mereka banyak yang tidak bersedia dengan berbagai alasan. Untuk itu pemerintah perlu memberikan ketegasan kepada para tenaga pengajar ini. Bagaimanapun generasi kita di daerah terpencil juga membutuhkan pendidikan yang layak. 
    Selain penerapan sanksi para guru juga harus diberikan insentif agar ketika ditempatkan di daerah terpencil, semangatnya tetap terjaga. Insentif itu bisa berupa pemberian tunjangan makan di luar gaji bersihnya. Karena selama ini gaji untuk guru-guru honorer juga masih pas-pasan, ibaratnya sekali gajian habis untuk membayar kontrakan/kos dan biaya makan sehingga hanya sedikit yang bisa dimasukkan tabungan. Sehingga intensif ini sebanding dengan kerja keras para guru untuk hidup mengajar di daerah terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemewahan kota. Mengandalkan guru honorer saja tidak cukup, tenaga akademisi juga dibutuhkan untuk pemerataan peduli aksara ini.
  • Kenali Lebih Dekat Dengan Pendidikan Berbasis Home Schooling

    Kenali Lebih Dekat Dengan Pendidikan Berbasis Home Schooling


    Kenali Lebih Dekat Dengan Pendidikan Berbasis Home Schooling 
    Hallo Sobat Shalaazz! 
    Mungkin anda pernah mendengar atau bahkan menjadi pelaku yang mengucapkan kata ‘Horeee!’ saat guru memberikan kabar bahwa sekolah akan diliburkan atau dipulangkan lebih awal karena ada agenda rapat atau hal yang lainnya. Hal ini seperti menunjukkan bahwa sistem pendidikan menjadi tempat yang menyita waktu peserta didik dan membosankan. Apakah ini salah? Jawabnya tergantung dari sudut mana anda memandang. Adanya sudut pandang yang berbeda, menyebabkan munculnya alternatif lain dalam mendidik generasi bangsa, salah satunya yaitu Home Schooling.
                
    Di Indonesia home schooling sudah mulai dikenal sejak pasca merdeka. Saat Era 70-an ada beberapa tokoh yang sudah menerapkan pendidikan home schooling pada anak – anaknya, seperti Said Kelana seorang pemusik yang tidak menyekolahkan anaknya pada pendidikan umum. Ia hanya mengajarkan tentang musik di rumah. Seiring perkembangan zaman, home schooling sudah sangat ramah ditelinga masyarakat. 
    Home schooling sendiri dapat diartikan dalam Bahasa Indonesia sebagai  “sekolah rumah”, bersekolah atau belajar di rumah. Secara hakikat home schooling merupakan sebuah sekolah alternatif yang mencoba menempatkan anak sebagai subjek belajar dengan pendekatan pendidikan secara at home. Di negara maju, istilah home schooling dikenal dengan sebutan home education,  home based learning atau sekolah mandiri yang dilaksanakan secara individu maupun berkelompok, dan istilah umumnya adalah fenomena belajar tidak di sekolah formal.
    Lalu bagaimana pendidikan berbasis home schooling tersebut? Pendidikan berbasis  home schooling merupakan pendekatan pendidikan secara at home yaitu suatu pendidikan melalui pendekatan kekeluargaan yang memungkinkan anak belajar dengan nyaman sesuai dengan keinginan dan gaya belajar masing-masing, kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Dengan pendekatan ini diharapkan anak bisa tumbuh kembang secara lebih wajar dan optimal tanpa terkekang potensinya. Kesempatan inilah yang digunakan oleh orang tua untuk selalu bisa memantau, membimbing dan mendidik anak – anaknya, bukan sekedar memberikan guru pengajar di rumah.
    Ada beberapa asumsi yang keliru terkait dengan home schooling, seperti menghambat kemampuan sosial anak. Anak – anak dengan pendidikan home schooling diasumsikan kurang dapat bergaul karena tidak terbiasa berinteraksi dengan banyak orang, padahal justru pendidikan berbasis home schooling diprogram dengan sistem belajar dan praktek secara khusus agar dapat bermasyarakat secara baik dan benar. Keterlibatan kedua orang tualah yang sangat berperan aktif. Inilah yang menjadi tantangan terberat dalam mendidik anaknya dengan metode home schooling. Pada dasarnya, pendidikan yang sebenarnya, peletakan dan pembangunan tata-nilai, pada dasarnya memang berpusat di rumah
    Dari definisi dan berbagai pandangan terkait home schooling diatas, tentu sangat jelas perbedaannya dengan sistem pendidikan formal. Pada pendidikan formal mulai dari sistem, fasilitas hingga biaya pendidikan diatur oleh pihak sekolah, guru dan istansi terkait. Sedangkan home schooling akan diatur dengan menyesuaikan segala potensi, kebutuhan dan kemampuan keluarga yang sangat menguntungkan bagi anak. Akan tetapi sistem pendidikan home schooling juga tetap saja memiliki kekurangannya tersendiri, seperti jika kedua orang tua tidak bersungguh – sungguh dalam menata informasi akademis bagi anaknya, tentu akan menghambat program pendidikannya. Itulah sebabnya orang tua akan sangat berperan aktif dalam membentuk program, jangan sampai orang tua tidak melakukan update dan upgrade informasi.
    Untuk meminimalisir kekurangan tersebut, orang tua dapat memanggil tutor atau bergabung dengan komunitas home schooling sehingga program pembelajaran lebih dapat tertata tanpa mengurangi perhatian secara individu. Biasanya akan ada modul bagi setiap peserta yang mengikuti program home schooling. Selain itu model pembelajaran interaktif juga diterapkan dalam pendidikan berbasis home schooling ini sehingga target kurikulum tidak terabaikan. Pada akhirnya peserta home schooling akan tetap mampu mengikuti ujian kesetaraan yang berijazah dan diakui oleh pemerintah setara dengan pendidikan umum.
    Di Indonesia, telah disediakan home schooling paket A, B dan C yang setara dengan sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Meskipun sistem berpaket, peserta didik tetap memiliki kebebasan untuk menentukan pelajaran yang dibutuhkannya tapi tetap mengikuti atau mencapai kurikulum yang ditargetkan. Jika target pendidikan telah tercapai maka peserta home schooling juga akan mengikuti ujian yang berfungsi sebagai penyetaraan kemampuan. Yang terpenting dalam pendidikan berbasis home schooling ini adalah konsep multientri dan multiexit yang telah disesuaikannya dengan prinsip pendidikan nasional. Jadi peserta didik yang secara umum sudah menguasai pendidikan di tingkat bawah saat pindah ke program home schooling tidak wajib melanjutkan dikelas yang sama, ia bisa langsung ke tingkat yang dibutuhkannya. Saat ini home schooling telah memiliki legalitas dan dijamin oleh pemerintah.
    Jadi tidak perlu lagi khawatir jika ingin memberikan program yang sesuai dengan potensi anak secara khusus dan personal tanpa harus kehilangan predikatnya sebagai seorang pelajar, tapi yang terpenting dalam semua sistem pendidikan bukan predikat dan pengakuan dari orang lain yang harus diutamakan, melainkan ilmu itu sendiri agar benar – benar dapat bermanfaat dan menyelamatkan dirinya untuk menghadapi serta menemukan solusi berbagai permasalahan dimasa yang akan datang.
  • Amazing, Pendidikan Tradisional China Ternyata Seperti Ini

    Amazing, Pendidikan Tradisional China Ternyata Seperti Ini


    Amazing, Pendidikan Tradisional China Ternyata Seperti Ini – MENGENALPENDIDIKAN TRADISIONAL CHINA KUNO-Apa kabar kawan shalaazz? Lama tak berjumpa dengan pembaca rasanya rindu semakin membuncah. Kali ini paus kembali menulis untuk kalian. Menyajikan tentang pendidikan tradisional China Kuno. Bagaimana sih sejarah pendidikan di China? Dan bagaimana perkembangannya samapai di-era modern? Baik mari kita simak!

    Pada era dinasti-dinasti yang disebut era China kuno, pendidikan China merupakan pendidikan diskriminatif dan mewarisi sistem politik maupun social yang memberikan kekuasaan besar kepada golongan bangsawan sehingga cenderung mengagung-agungkan japatan atau pangkat dibanding prestasi atau disebut juga feodalisme. Di era ini, wanita hanya diperbolehkan mengikuti pelajaran didalam rumah, terutama kaum bangsawan.

    Pada abad ke-17, suatu golongan dikelas literati atau kesusastraan telah membawa kemajuan semua kecerdasan. Gololongan ini sangatlah dihormati dari semua kalangan. Terutama kalangan bangsawan yang menawarkan jasa kepada mereka.

    Kemudian pada era Dinasti Tang, diaturlah posisi dan didirikan universitas atau akademi yang disebut Han lin yuan untuk pendidikan golongan literasi. Hingga pada akhirnya didirikanlah sekolah-sekolah disetiap perkampungan. Sebagai control social dan feodalisme.

    Pendidikan feodalisme berarkhir ketika Qin Shi Huang dinobatkan sebagai raja pertama di-era kekaisaran pertama China Kuno yang disebut juga Dinati Qin. Banyak penghargaan-penghargaan budaya yang dilakukan oleh raja-raja di-era ini. Misalnya, Kaisar Kangxi memerintahkan diciptakannya kamus bahasa China terlengkap. Penyusunan sebuah catalog tentang karya-karya kebudayaan China oleh Kaisar Qianlong. Selain itu, penggunaan bahasa Manchu sebagai bahasa yang setara dengan bahasa China.

    Pada abad ke-19, Diansti Qin mulai merosot. Gejolak sosial mulai terjadi dan era modernisasi oleh bangsa barat mulai melirik China sebagai komuditi pangsa industry. Kadang-kadang juga perekonomian tidak terkendali. Hingga pada akhirnya,Dinasti Qin jatuh pada 206 SM.

    Setelah itu, Dinati Han yang didirikan oleh Liu Bang memberikan pengaruh besar terhadap kemajuan pendidikan China menuju modernisasi. Pergolakan revolusi antara China dan bangsa barat mepengaruhi interaksi masyakat kaum menengah China. Hingga seiring berjalannya waktu, China melangkah pada kemajuan pendidikan diera modernisasi sampai saat ini.

    Bisa kita amati sekarang, Negara China telah memimpin perekonomian dunia. Prosuk-produk bertuliskan “made in China” bertebaran di dunia, termasuk Indonesia. Meski begitu, kita seharusnya lebih mencintai produk dalam negeri dan meningkatkan kualitasnya. Termasuk kualitas bangsanyaJ jangan malas belajar ya kawan-kawan! Masa depan negeri berada di genggaman kita. Salam hangat dari pausJ



    Daftar Pustaka:

    Soyomukti, Nurani. 2017. Teori-Teori Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzzmedia