Author: Luthfi A. Putri

  • Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik– Hola sobat Shalaazz! Jumpa lagi dengan Luthfi disini. Kali ini mengupas sedikit tentang sistem pendidikan di Negeri Kota Singa.

    Negeri Kota Singa? Yap, Negeri Kota Singa. Pemilik julukan Negeri Kota Singa ialah Negara Singapura. Hal ini didasari karena asal usul nama Singapura yang diambil dari kata “Singa” dan “Pura”.

    Kata ini diambil dari bahasa sansekerta, yaitu Shima adalah Singa, dan Pura adalah Kota. Julukan tersebut mulai dikenal secara umum sejak akhir abad ke 1. Sebelumnya, Singapura dikenal dengan nama Tumasik (Kota Laut) yang ditemukan dalam naskah Negarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca pada tahun 1365 selama berdirinya kerajaan Majapahit di bawah kekuasaan Raja Hayam Wuruk (1350-1389).  

    Singapura adalah satu dari sekian negara di Benua Asia dengan sistem pendidikan terbaik. Singapura dalam pendidikannya memiliki tujuan untuk membantu setiap anak menyadari potensinya, mengembangkan keinginannya untuk belajar, dan menjadikan warga negaranya menjadi warga negara yang baik, yang pastinya berguna bagi negara dan masyarakat.  

    Kurikulum Negara Singapura

    Kurikulum di Negara Singapura disusun dengan menghargai perbedaan kemampuan, bakat, dan minat siswa. Negara Singapura sebelumnya telah mengubah sistem pendidikannya, yang kini telah menjadi seperti yang kita ketahui ini, yaitu sistem pembelajarannya akan menitikberatkan pada pengembangan minat dan kemampuan sosial siswa.

    Dengan melakukan perubahan ini, pemerintah Singapura mengharapkan siswa menjadi lebih berkembang dari segi minat dan kemampuan sosialnya, juga supaya siswa tidak terbebani dengan hasil ujian berupa nilai, angka, maupun skor sebagai tolak ukur prestasi. Penasaran? Gimana sih, pendidikan di Singapura? Yuk! Simak penjelasan berikut.    

    Kenali Sistem Pendidikan di Singapura

    1. Dalam pendidikan, para tenaga pendidik (guru) di Singapura banyak menggunakan teknologi
    untuk dapat merangkul anak siswanya

    Dengan melibatkan teknologi guru-guru di Singapura meyakini bahwa itu dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Katanya, ketika anak-anak sudah tertarik, disitulah pembelajaran berlangsung. Menggunakan teknologi pun harus cerdas, agar anak siswanya dapat dijangkau. Jika seorang guru tidak paham dengan teknologi, jangan heran jika nantinya seorang guru akan kehilangan anak siswanya.  

    Baca juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    2. Untuk melibatkan siswa di ruang kelas, para guru telah menyiapkan bahan ajar yang sangat bagus juga ide pengajaran yang sangat inovatif

    Mereka mengkolaborasikan pembelajaran di kelas dengan teknologi yang ada. Sehingga membuahkan dampak yang sangat signifikan dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas.  

    3. Guru di Singapura mengakui bahwa faktanya dunia membuat mereka tidak dapat mengajar dengan cara yang sama, seperti yang sudah diturunkan sejak dulu (teori pembelajaran yang sudah ada sejak mereka duduk di bangku sekolah)

    Mereka sadar, bahwa sebagai seorang guru mereka harus adaptif dalam setiap masalah yang dihadapi oleh murid. Sehingga ilmu yang disampaikan oleh guru, dapat diterima dengan baik oleh anak muridnya.  

    4. Guru di Singapura tidak hanya menjadikan siswa menjadi konsumen pengetahuan, tapi juga sekaligus menjadi penghasil pengetahuan

    Termasuk dengan menggunakan suatu platform media sosial. Alih-alih melihat facebook sebagai selingan, para guru lebih suka menggunakannya untuk melibatkan siswanya. Misalnya, seperti menggunakan kolom komentar di salah satu postingan di facebook untuk menjadi wadah bertanya jawab mengenai materi atau pembelajaran yang belum dimengerti.  

    5. Para guru di sana pun tak lupa untuk selalu mengupgrade wawasannya juga

    Mereka beranggapan bahwa ilmu dapat tumbuh dan berkembang dengan berbagi dan komunikasi antar sesama. Teknologi yang selalu menantang selalu diterjang mereka demi terhubung dengan para murid. Dan mereka pun selalu berusaha untuk selalu menemukan cara baru agar dapat selalu terhubung dengan anak muridnya.  

    Jadi, itulah sistem pendidikan di Negara Singapura. Bagaimana pendapatmu tentang sistem pendidikannya? Semoga tulisan ini bisa menambah wawasanmu yaa. Oke, sekian dari Luthfi. Dan, selamat menjelajah kata.      

  • Bikin Gap Year Jadi Asyik!

    Bikin Gap Year Jadi Asyik!

    Bikin Gap Year Jadi Asik Berhasil masuk PTN yang diinginkan tentu menjadi impian beberapa orang. Tapi apalah daya, terkadang kenyataan tak semanis yang dibayangkan. Dan tak jarang, ada beberapa orang memilih langkah Gap Year setelahnya. Gap year adalah jeda waktu yang ditentukan oleh seseorang untuk bersekolah lagi ke jenjang selanjutnya. Atau dengan kata lain sama seperti menunda kuliah.

    Di Indonesia, saat ini istilah Gap Year sebenarnya kurang dikenal di kalangan lulusan SMA/SMK. Banyak yang menghindari gap year atau nunda kuliah karena takut dengan stigma yang banyak beredar di masyarakat. Seperti dianggap malas belajar, pengangguran, tidak punya tujuan hidup, dan lain sebagainya. Padahal sebenarnya gap year tidak seburuk itu, kan? Gap year bisa jadi keren, asik, dan bermanfaat kalau kita tahu caranya. Nah, caranya gimana, sih? Penasaran? Yuk, simak tulisan berikut ini!

    1. Berpetualang

    bikin gap year jadi asik
    Foto oleh Tatiana Syrikova dari Pexels

    Kamu suka jalan-jalan? Menjelajah alam, atau suka fotografi alam? Mumpung lagi gap year, berpetualang, yuk! Jalan-jalan hirup udara segar sambil motret. Asyik, bukan? J

    2. Ikut Kegiatan Volunteer

    bikin gap year jadi asik
    Foto oleh Marta Ortigosa dari Pexels

    Menjadi relawan tenaga pendidik misalnya. Atau, bisa juga menjadi relawan penolong korban bencana alam. Menjadi volunteer tentunya bisa mengasah rasa empati kita terhadap sesama. Meskipun tidak mendapat “untung” dalam bentuk materi, kita mendapatkan untung berupa terlatihnya kemampuan berkomunikasi dan banyak softskill lainnya.

    3. Mengembangkan Hobi

    Saat sekolah mungkin ada beberapa hobby kita yang terbengkalai karena kesibukan rutinitas kegiatan di sekolah. Nah, pas banget, nih. Mumpung lagi gap year waktunya kita manfatin buat ngembangin hobby kita. Siapa tau, kan? Dari hobby bisa jadi untung? 😀

    4. Kerja Paruh Waktu (Freelancer)

    bikin gap year jadi asik
    Foto oleh Marta Ortigosa dari Pexels

    Di internet banyak bertebaran lowongan-lowongan kerja paruh waktu (tidak full time). Dengan menjadi seorang freelancer tentunya kita mendapat banyak manfaat, seperti mendapat penghasilan sendiri dan melatih keterampilan kita dalam bekerja.

    5. Bisnis Online

    bikin gap year jadi asik
    Foto oleh Marta Ortigosa dari Pexels

    Punya keinginan untuk buka usaha? Kalau begitu coba dari sekarang, yuk. Kamu bisa jual apapun, tentunya dengan memperhatikan target pasar juga ya agar tepat sasaran. Pahami juga roda perputaran keuanganmu dengan baik supaya tidak merugi.

    Gimana Shalaazzer? Asyik-asyik bukan kegiatan Bikin Gap Year Jadi Asik? Untuk terus tahu tentang update informasi seputar pendidikan, jangan lupa pantengin website Shalaazz, ya! Terima kasih telah membaca! 😀

  • Perbedaan D1 D2 D3 D4 yang Sebenarnya

    Perbedaan D1 D2 D3 D4 yang Sebenarnya

    Ini Perbedaan Sebenarnya  D1, D2, D3, dan D4
    Sumber gambar : Unsplash

    Perbedaan D1 D2 D3 D4 yang Sebenarnya – Program pendidikan diploma tiga (D3) dan diploma empat (D4) tentu sudah sering kita dengar dalam ranah tingkatan pendidikan di perguruan tinggi. Namun, pernahkah sobat-sobat terpikirkan, adakah jenjang pendidikan diploma satu (D1) dan diploma dua (D2)? Mungkin sobat-sobat sekalian masih ada nih yang bingung memilih jenjang pendidikan apa yang nantinya akan ditempuh. Akankah memilih pendidikan vokasi atau akademik.

    Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang cenderung lebih banyak praktek dibanding teori, serta terfokus pada penguasaan keahlian tertentu. Sedangkan  pendidikan akademik adalah keterbalikan dari pendidikan vokasi, yaitu pendidikan tinggi yang lebih dominan pada teori dibanding praktek, serta cenderung pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sebagainya.
    Pendidikan vokasi meliputi program pendidikan Diploma Satu (D1), Diploma Dua (D2), Diploma Tiga (D3), dan Diploma Empat (D4). Sedangkan pendidikan akademik meliputi program pendidikan Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3). Jika pada pendidikan akademik para mahasiswa harus menyelesaikan S1 terlebih dahulu sebelum dapat lanjut ke S2, maka lain halnya dengan pendidikan vokasi. Pada pendidikan vokasi, sobat-sobat bisa langsung memilih akankah lanjut mengikuti program D1, D2, D3, atau D4.

    Namun, apa ya yang sebenarnya membedakan antara program pendidikan D1, D2, D3, dan D4?

    1. Diploma Satu (D1)

    Ini Perbedaan Sebenarnya  D1, D2, D3, dan D4
    Sumber gambar : Unsplash
     
    Masa pendidikan di program D1 tergolong tidak lama, yaitu hanya 1 tahun dengan 32 SKS (Satuan Kredit Semester) yang harus diselesaikan. Ketika memilih program ini, jadwal kegiatan sobat tentu akan dipenuhi oleh praktek karena sobat memang dipersiapkan untuk terjun langsung ke dunia kerja.Baca Juga: Student Exchange Hunters Wajib Tahu Jenis dan Perbedaannya

    Selain itu, sobat pun akan dibekali dengan banyak sekali praktek yang dapat digunakan di dunia kerja. Tugas akhir yang menjadi syarat kelulusan berupa kerja praktek dan laporan karya ilmiah. Lulusan D1 akan mendapat gelar A.P atau Ahli Pratama dengan kualifikasi tenaga terampil di dunia kerja dan diharapkan bisa langsung terjun ke dunia kerja.

    2. Perbedaan D2 Diploma Dua

    Ini Perbedaan Sebenarnya  D1, D2, D3, dan D4
    Sumber gambar : Unsplash

    Pembeda antara program D1 dan D2 adalah lama masa pendidikan dan jumlah SKS yang harus diselesaikan. Masa kuliah program diploma dua (D2) adalah 2 tahun atau 4 semester dengan jumlah 64 SKS yang harus diselesaikan. Tugas akhir yang menjadi syarat kelulusan sama dengan program D1, yaitu kerja praktek dan laporan karya ilmiah. Di jenjang D2 sobat tentunya akan banyak sekali praktek, yang bertujuan untuk mengasah skill. Lulusan D2 akan mendapat gelar A.Ma atau Ahli Muda.

    3. Diploma Tiga (D3)

    Ini Perbedaan Sebenarnya  D1, D2, D3, dan D4
    Sumber gambar : Unsplash
    Diploma tiga (D3) adalah program pendidikan yang paling diminati dibanding program pendidikan yang lain. Tidak heran kalau saat ini banyak lembaga pendidikan atau perguruan tinggi yang membuka program pendidikan D3. Masa pendidikan diploma tiga (D3) adalah 3 tahun dengan jumlah 112 SKS yang harus dituntaskan.Tugas akhir atau syarat kelulusan program D3 sama dengan D1 maupun D2, yaitu menyelesaika kerja praktek dan membuat laporan karya ilmiah. Gelar yang didapat bagi para mahasiswa D3 adalah A. Md atau Ahli Madya. Beberapa jurusan yang bisa dipilih di jenjang D3 di antaranya, akuntansi, penyiaran, teknik grafika dan penerbitan, hubungan masyarakat, dan pariwisata.

    4. Diploma Empat (D4)

    Ini Perbedaan Sebenarnya  D1, D2, D3, dan D4
    Sumber gambar : Unsplash
     

    Biasanya, diploma empat (D4) sering disamakan dengan program sarjana (S1). Hal itu terjadi karena masa pendidikannya yang sama dengan S1, yakni 4 tahun dengan jumlah 144 SKS yang harus diselesaikan. Lalu, apa perbedaan program D4 dan S1?

    Dalam masa perkuliahan program D4, 60% adalah praktek. Sedangkan dalam program S1 persentase kegiatan prakteknya hanya 40%. Lulusan program D4 nantinya akan menyandang gelar S. ST atau Sarjana Sains Terapan.

    Nah, dari penjelasan Perbedaan D1 D2 D3 D4, mana pendidikan yang akan sobat Shalaazz ambil? Apapun pilihannya pilihlah yang sesuai dengan passion sobat dan jangan pernah mengambil keputusan atas dasar mengikuti pilihan orang lain. Semoga bermanfaat dan Tetap Semangat!

    Setiap kehidupan selalu saja dihadapi dengan banyak pilihan. Baik dari bangun tidur sampai tidur lagi. Terkadang pilihan itu menentukan takdirmu dan risiko yang dihadapi oleh teman-teman. INGAT pilihan selalu ada RISIKO#penamillennials #pendidikan #shalaazz

    — Pena Millennials | Shalaazz (@shalaazzcom) November 25, 2019

  • Hindari Apa yang Bisa Membuat Kita Lelah, Yuk!

    Hindari Apa yang Bisa Membuat Kita Lelah, Yuk!

     
    Hindari Apa yang Bisa Membuat Kita Lelah, Yuk! – Lelah. Kenapa ya kita bisa lelah? Padahal aktivitas biasa aja, tapi kenapa ya, kok masih ngerasa lelah? Lelah seringkali diidentikkan dengan lesu atau kekurangan semangat untuk mengerjakan sesuatu akibat kehabisan tenaga. Ketika kita sudah merasa lelah, tentu saja ini dapat mengganggu konsentrasi kita dalam melakukan rutinitas aktivitas. Bahkan, meskipun hanya sekadar pekerjaan ringan, saat tubuh sudah terasa lelah tentu ini menjadi penghambat untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
     
    Asupan pola makan yang dikonsumsi rupanya menjadi satu hal yang perlu diperhatikan ketika tubuh sering merasa lelah. Memang terlihat sepele, tetapi jika dirasa sering merasa kelelahan maka hal ini perlu ditangani dengan segera karena mungkin ini adalah sinyal bahwa tubuh sedang dalam kondisi tidak baik. Maka dari itu hindari membuat lelah.
     

    Berikut adalah beberapa penyebab kelelahan yang perlu kita hindari :

     

    1. Terlalu banyak atau kurang tidur

     
    Hindari Apa yang Bisa Membuat Kita Lelah, Yuk!
     Sumber gambar : Unsplash
     
    Durasi dan kualitas tidur yang kurang baik, dapat mempengaruhi stamina tubuh kita. Tubuh umumnya memerlukan jatah jam tidur selama 8 jam/hari. Orang yang memiliki kualitas tidur yang baik, tentunya akan terlihat lebih sehat dan bersemangat dibanding dengan orang yang hanya tidur dengan waktu yang relatif singkat.

    2. Stres

    Hindari Apa yang Bisa Membuat Kita Lelah, Yuk!
    Sumber gambar : Unsplash
     
     
    Cobalah untuk tidak terlalu banyak memporsir waktu seharian penuh untuk melakukan aktifitas kerja atau belajar. Tubuh juga perlu istirahat untuk dapat mengembalikan performanya kembali. Hindari juga kecemasan berlebih untuk merilekskan pikiranmu.
     
     

    3. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat sederhana

     
    Hindari Apa yang Bisa Membuat Kita Lelah, Yuk!
    Sumber gambar : Unsplash
     
    Contoh karbohidrat sederhana adalah nasi, mie, dan lain sebagainya. Mengonsumsi banyak karbohidrat sederhana, dapat membuat pankreas menjadi bekerja lebih keras dalam memproduksi insulin. Alih-alih diubah menjadi energi, glukosa dalam darah dengan jumlah yang berlebih justru akan ditumpuk sebagai lemak. Lalu, setelah itu akan timbul rasa lelah, mengantuk, dan kurang bersemangat.
     

    4. Kurang aktif secara fisik

    Hindari Apa yang Bisa Membuat Kita Lelah, Yuk!
    Sumber gambar : Unsplash
     
     
    Satu di antara aktifitas fisik yang perlu dirutinkan adalah berolahraga. Olahraga memang menyita banyak energi, tetapi justru dengan berolahraga dapat mengoptimalkan kerja jantung dalam mendistribusikan darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke seluruh organ tubuh.
     
     
     

    5. Kurang minum air putih

     
    Hindari Apa yang Bisa Membuat Kita Lelah, Yuk!
     Sumber gambar : Unsplash
     
     
    Pernah dengar kalimat bahwa tubuh manusia sebagian besar disusun oleh air? Yap. Faktanya, 60% dari komposisi tubuh manusia adalah air.  Ini berarti jika sedikit saja tubuh kekurangan cairan, maka tubuh akan memunculkan berbagai reaksi. Satu di antaranya ialah kelelahan. Cukupi kebutuhan cairan tubuhmu dengan minum air putih rata-rata 8 gelas/hari atau sekitar 2-4 liter/hari.
     
     
     
     
     
     
     
     
     

  • Sebenarnya Apa Tujuan Belajar? Simak Ulasan Lengkapnya

    Sebenarnya Apa Tujuan Belajar?

    Sebenarnya Apa Tujuan Belajar? – Belajar. Pasti setiap orang pernah melakukan yang namanya “Belajar”. Belajar mengaji, belajar bahasa, belajar matematika, dan belajar-belajar pengetahuan lainnya yang ada di dunia ini. Belajar memiliki definisi yang beragam. Tapi satu. iIntinya, belajar adalah suatu kegiatan memperkaya pengetahuan diri sendiri, yang nantinya dapat digunakan untuk kebaikan sesama maupun diri sendiri. Sedangkan menurut KBBI sendiri, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

    Baca juga: 4 Tips Belajar Efektif

    Perlunya Strategi yang Edektif dalam Belajar

    Belajar tidak terpaku harus dilakukan di sekolah atau tempat-tempat lembaga pendidikan sejenis lainnya. Belajar bisa dilakukan di taman, perpustakaan, atau di rumah sekalipun. Karena hakikatnya, belajar bukanlah perihal tempat duduk dimana kita berada, tapi belajar adalah perihal ilmu yang kita pelajari, dan bagaimana kita menyiapkan strategi atau persiapan agar dapat membuat ilmu itu berguna dan bermanfaat.
    Waktu belajar juga tidak harus terpaku sekian jam, sekian menit, atau sekian detik. Belajar dapat dilakukan kapanpun saat kita mau. Tetapi, lebih baik selagi ada waktu teruslah untuk belajar. Karena dengan belajar kita tidak akan merugi, dan dengan belajar kita memiliki bekal untuk berbagi.
    Umur, sejatinya tidak menghalangi seseorang untuk terus belajar. Ada seorang nenek di Jepang, bernama Masako Wakamiya berusia 82 tahun yang mempelajari ilmu koding. Mengapa ia mempelajari itu? Itu semua berawal dari permintaan nenek yang pensiun sebagai pegawai bank ini, yang meminta beberapa developer untuk dibuatkan game untuk para manula. Karena tidak ada yang tertarik untuk memenuhi permintaannya, lalu nenek Wakamiya mengambil keputusan untuk membuat sendiri game tersebut. Sebuah keputusan yang terlihat seperti tidak mungkin bisa dilakukan oleh seorang nenek berusia 82 tahun. Tapi kenyataannya, tidak seperti yang diperkirakan.

    Alasan Kuat Mengapa Kalian Harus Belajar

    Namun, hal yang masih menjadi tanda tanya sekarang adalah, mengapa kita harus belajar? Dan apakah belajar itu dapat berguna untuk kehidupan kita? Sebetulnya, semua pertanyaan tersebut dapat terjawab ketika kita mau untuk mencoba memulai belajar. Mungkin sebelumnya terpaksa. Tapi dari keterpaksaan itulah, nantinya akan timbul rasa “candu”, yang kemudian akan menjadi suatu kebiasaan yang sulit untuk dilepas. Tujuan belajar intinya adalah supaya kita mengenal ilmu, supaya kita bisa untuk melakukan, dan menciptakan sesuatu. Yang dimana dari melakukan dan menciptakan sesuatu inilah, nantinya bisa berguna untuk menjadi ladang kebaikan untuk diri kita pribadi maupun orang lain. Berguna atau tidak untuk kehidupan kita? Tentunya berguna sekali.
    Seperti misalnya ilmu matematika. Tanpa perhitungan matematika, mungkin pakaian yang kita pakai saat ini tidak akan jelas ukurannya. Begitu pula dengan rumah. Tanpa perhitungan yang benar, rumahpun bisa berbentuk tak teratur dan tentunya tak enak untuk dipandang. Selain itu, ada juga ilmu agama. Agama berperan penting sekali dalam kehidupan kita. Bagaimana tidak? Dunia pada hakikatnya adalah tempat kita mengumpulkan bekal untuk kembali ke kampung akhirat nanti. Tanpa ilmu agama, hidup kita bisa saja sia-sia karena tak memiliki pedoman yang jelas. Jadi, yakin masih enggan untuk belajar?
  • 3 Kata Ajaib yang Hilang dan Dilupakan

    3 Kata Ajaib yang Hilang dan Dilupakan

    3 Kata Ajaib yang Hilang dan Dilupakan
    3 Kata Ajaib yang Hilang dan DilupakanSaat masih kecil, orang tua kita seringkali mengingatkan, “Nak, kalau dikasih apa-apa sama om/tante, bilang terima kasih ya.” Hayoo ingat tidak? Semoga tidak lupa yaa, hehe.
    Tidak hanya itu, hal serupa pun juga terjadi pada kata “Tolong” dan “Maaf”. Saat kita membutuhkan pertolongan orang lain, seringnya kita diminta untuk mengucapkan kata “Tolong” terlebih dahulu.
    Namun, supaya terdengar lebih sopan biasanya sebelum mengucap tolong didahului dengan kata “Maaf”. “Maaf pak, bolehkah saya meminta tolong untuk tidak parkir di trotoar?”. “
    Maaf dik, tolong sampahnya dibuang di tempatnya, ya.” Begitulah sepintas bunyinya.
    Kata Tolong, Maaf, dan Terima Kasih memang terlihat biasa saja. Tetapi faktanya, dengan mengucapkan 3 kata ajaib itu orang yang kita ajak bicara akan merasa dihargai atas apa yang dilakukannya.
    Seperti saat di warung misalnya. Ketika kita berjual-beli di warung, saat memberikan uang kepada ibu penjual, lalu kita mengucapkan terima kasih, maka otomatis si ibu penjual itu akan merasa terkesan dan merasa senang atas apa yang ibu itu lakukan.
    Minimal, ibu itu pasti akan merasa, “Syukurlah, hari ini barang yang dibutuhkan pelanggan itu tersedia di warungku.”
    Jika ada yang bertanya, memangnya untuk apa kita berterima kasih? Apa untungnya buat kita? Jawabannya adalah tentunya untuk segala pelayanan, waktu, dan senyuman yang ibu penjual itu berikan.
    Perihal keuntungan apa yang kita dapatkan, yang pasti keuntungan dalam wujud konkrit sepertinya tidak ada, tapi yang pasti dengan berterima kasih kita telah menjadi sumber senyum atau bahagianya orang lain.
    Begitupun dengan kata tolong. Coba bayangkan. Bagaimana perasaanmu ketika dimintai pertolongan oleh seseorang, tetapi dengan kata yang bisa dibilang agak ‘kurang enak didengar’?
    Seperti begini misalnya, “Eh, ambilin buku fisika aku dong.” “Hei kamu, beliin aku minuman dong.” Tentu menjengkelkan bukan? Mendengar perkataannya saja sudah kesal, apalagi menuruti permintaannya?!!
    Nah oleh karena itu, jika kita tidak ingin mendapat perlakuan menjengkelkan seperti itu, maka terlebih dahulu yuk biasakan diri kita untuk menjadi baik lebih dulu.
    Pepatah mengatakan “Hargailah serta hormatilah orang lain jika diri sendiri ingin di hormati dan hargai oleh orang lain.
    Karena sejatinya, apa yang kamu lakukan itulah yang nantinya akan akan kamu terima.” Begitulah sekiranya bunyinya.
    Jadi, siapkah kamu untuk berbenah? Semoga selalu siap ya :).
    Karena kebaikan patut untuk dilakukan, tidak sekadar hanya sebatas teori terlupakan. Jangan lupa bahagia ^-^.
  • Penting, Ini Alasannya Kenapa Ikut BLK (Balai Latihan Kerja)

    Penting, Ini Alasannya Kenapa Ikut BLK (Balai Latihan Kerja)

    Penting, Ini Alasannya Kenapa Harus Ikut BLK ( Bina Latihan Kerja)
    Penting, Ini Alasannya Kenapa Harus Ikut BLK ( Bina Latihan Kerja) – Kenapa sih, harus ikutan BLK? Minimnya kemampuan atau keahlian masyarakat yang dibutuhkan oleh perusahaan, menjadi salah satu penyebab mengapa orang Indonesia sulit diterima bekerja pada suatu instansi perusahaan. Bagaimana tidak?
    Nyata sekali terlihat bahwa materi yang diajarkan di sekolah sangat tidak selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ibaratnya, seperti mempelajari hal A, tetapi yang diperlukan adalah hal B.
    Dan jika diibaratkan lagi, mungkin sama saja seperti seorang ahli teknisi komputer, yang malah direkrut sebagai juru masak. Enggak nyambung, kan? Ini menjadi suatu isu yang dianggap merugikan. Sudah belajar tinggi-tinggi, tetapi tidak kunjung mendapat profesi.
    Tak jarang juga, jika sudah mendapat profesi, profesi yang didapatkan tidak sesuai dengan passion yang dimiliki. Dan akhirnya, menganggurlah berhari-hari sampai tak kenal hari.
    Belakangan ini sudah mulai muncul ke permukaan istilah “BLK”. Suatu sarana untuk berlatih mengenai suatu keterampilan, yang diperuntukkan oleh siapa saja yang ingin mendalami keahlian di bidangnya masing-masing.
    Mengikuti pelatihan di BLK atau Balai Latihan Kerja menjadi salah satu alternatif untuk mengisi kekosongan waktu. BLK bukan semata-mata karena namanya “kerja” lalu kita di sana bekerja seperti kerja rodi ya kawan-kawan, hehe. Di sana, kita dilatih berbagai macam program pelatihan. Namun, kita hanya bisa memilih satu dari sekian banyak pilihan program pelatihan. Tidak bisa sekaligus ya kawan.
    Program pelatihan yang bisa dipilih pun, tergantung BLK daerah masing-masing yaa. Sementara ini, di BLK (tepatnya di daerah Bekasi) sudah membuka beberapa program pelatihan di beberapa bidang kejuruan, seperti teknologi infomasi dan komunikasi, teknik elektronika, refrigerator, dan perhotelan. Mengikuti pelatihan di BLK tidak akan membuat kita rugi, lho. Mau tahu kenapa alasannya? Simak ulasan berikut, yuk! ^-^

    Alasan harus ikut pelatihan BLK

    1. Mendapat pengarahan tentang softskill

    Penting, Ini Alasannya Kenapa Harus Ikut BLK ( Bina Latihan Kerja)
    Softskill adalah kemampuan yang tidak berwujud, tidak seperti layaknya kemampuan menjahit, merakit komputer, atau yang lain sebagainya. Softskill adalah kemampuan yang memang sudah tertanam, dan terlatih sejak dini.
    Berbicara tentang softskill = berbicara tentang kebiasaan. Jika sejak kecil sudah terbiasa berbicara jujur, disiplin, dan perilaku baik lainnya, pasti saat dewasa tidak akan repot lagi untuk mulai membiasakannya dari awal.
    Sebelum masuk ke materi pelatihan hardskill atau program pelatihan kejuruan, di BLK diadakan terlebih dahulu pemberian materi tentang softskill. Mengapa ini dilakukan?
    Karena ini juga mengacu pada suatu riset yang mengatakan bahwa kesuksesan seseorang, rata-rata ditentukan oleh 80% softskill, dan 20% hardskill. Angka yang fantastik sekali ya.

    2. Mendapat pelatihan hardskill

    Penting, Ini Alasannya Kenapa Harus Ikut BLK ( Bina Latihan Kerja)
    Ini sudah pasti yaa. Karena memang pada dasarnya, BLK adalah sarana untuk mereka yang ingin menambah keterampilannya. Namun, bukan berarti yang ada di sini adalah orang-orang yang memang sudah menekuni ilmu di bidangnya ya.
    Sobat Shalaazz, Seorang dengan gelas kosong pun (masih awam), bisa ikut bergabung di sini yang tentunya juga melewati tahapan seleksi yang sudah ditentukan.

    3. Menjauhkan diri dari kegiatan negatif

    Penting, Ini Alasannya Kenapa Harus Ikut BLK ( Bina Latihan Kerja)
    Dengan mengikuti BLK, kita sudah pasti tidak membuat waktu kita terbuang sia-sia dengan perbuatan yang tidak bermanfaat. Karena ide melakukan perbuatan yang tidak baik, adalah ide dari jiwa yang tidak sehat. Lalu? Apa kabar hari ini? Sehatkah jiwamu? Perbuatan baik apa yang sudah dilakukan hari ini?
    Bagaimana sobat Shalaazz? Sudah tertarik ikut pelatihan BLK?Itulah alasannya ikut Blk.  Apapun keputusannya, semoga itu yang terbaik ya.
  • Ramadhan Akan Berakhir, Tetapi Kebiasaan Baiknya Tak Boleh Berakhir

    Ramadhan Akan Berakhir, Tetapi Kebiasaan Baiknya Tak Boleh Berakhir – sobat Shalaazz, Setiap tahunnya, pasti umat islam akan bertemu dengan satu bulan yang begitu penuh berkah. Yap, benar. Yaitu, Bulan Ramadhan. Bulan ramadhan menjadi bulan yang begitu penuh berkah, karena di dalamnya berlimpah ruah pahala bagi sesiapapun yang melaksanakan suatu ibadah. Tidak hanya itu, do’a-do’a yang dipanjatkan di bulan ini pun, memiliki kesempatan besar untuk dikabulkan. Karena di bulan ini, terdapat banyak waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa.

    Oleh karena itu, tak heran jika di bulan ramadhan ini banyak sekali umat muslim yang berbondong-bondong untuk memperbaiki dan memperbanyak amalan ibadahnya.Di bulan ramadhan ini, banyak sekali ibadah-ibadah yang biasa dilakukan oleh umat muslim. Diantaranya, seperti sholat tarawih, berpuasa, mengaji, berdzikir, itikaf, bersedekah, dan lain sebagainya. Puasa, menjadi salah satu hal wajib yang pasti dilakukan umat muslim di bulan ramadhan ini.

    Puasa sendiri ialah aktivitas menahan diri dari lapar dan dahaga, serta segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa dari mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari.Di bulan ramadhan, tentunya pasti kita akan terlatih dan terbiasa melakukan beberapa hal baik yang tentunya bagus untuk kesehatan jasmani maupun rohani. Nah, apa saja hal baik itu? Simak ulasan berikut, yuk!

    1. Taat dalam beribadahDi dalam bulan ramadhan, banyak sekali ibadah-ibadah yang dapat kita lakukan. Dengan begitu, ini dapat menjadi waktu yang pas untuk kita lebih mendekatkan diri kepada sang ilahi. Memperbanyak ibadah juga dapat menentramkan hati dan jiwa.

    2. Rajin BerolahragaLemas saat berpuasa sudah menjadi hal yang biasa. Namun, agar kondisi badan kita tetap sehat, perlu adanya kegiatan fisik yang patut kita tekuni. Jika di bulan ramadhan, sudah cukup berolahraga 1 jam sebelum waktu berbuka. Namun di saat hari biasa, bisa diperbanyak waktunya seperti berolahraga 2-3 jam di pagi hari sebelum jam 9 pagi. Supaya bersemangat dalam olahraga, cobalah melakukan olahraga yang memang sangat digemari.

    3. Menjaga Asupan Pola MakanMemang tidak ada larangan untuk menyantap makanan apapun. Tetapi, tak ada salahnya jika kita merawat sebelum mengobati. Masyarakat Indonesia umumnya menyukai makanan yang berminyak seperti gorengan. Harganya yang sesuai dengan kantong, juga mudah ditemukan di berbagai tempat, menjadi alasan mengapa makanan ini masih banyak digemari berbagai kalangan.

    Mengonsumsi gorengan atau makanan berminyak yang lain secara berlebihan, dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih dan memilah makanan yang ingin kita konsumsi.Nah, itu dia beberapa hal baik yang biasa kita lakukan di bulan ramadhan, yang tak patut kita tingggalkan. Semoga kita semua dapat senantiasa menjaga rutinitas kebiasaan sehat kita, supaya kesehatan jasmani dan rohani kita dapat terjaga dengan baik.

  • Soft Skill vs Hard Skill, Mana Yang Lebih Penting di Dunia Kerja?

    Soft Skill vs Hard Skill, Mana Yang Lebih Penting di Dunia Kerja?

    Soft Skill vs Hard Skill, Mana Yang Lebih Penting di Dunia Kerja?– Halo sobat Shalaazz, at secara langsung). Soft skill merupakan pengembangan dari kecerdasan EQ yang ada pada diri tiap manusia.

    Soft skill dapat muncul dengan sendirinya apabila seseorang memiliki motivasi yang besar untuk mengubah dirinya. Namun, akan terjadi sebaliknya jika dalam diri seseorang tidak memiliki motivasi ataupun dorongan untuk mengubah dirinya ke arah yang lebih baik.

    Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

    Pengertian Intrapersonal Skill dan Interpersonal Skill

    Pada dasarnya, soft skill terbagi menjadi 2 jenis yaitu Intrapersonal Skill dan Interpersonal Skill. Intrapersonal Skill adalah keterampilan dalam mengatur dan mengelola diri sendiri seperti bertanggung jawab, percaya diri, dan kejujuran. Sedangkan Interpersonal Skill adalah keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain seperti berkomunikasi, mampu bekerja sama dengan tim, mampu bernegosiasi, dan lain sebagainya.

    Meskipun tidak terlihat secara langsung, bukan berarti soft skill tidak penting dan tidak perlu dikembangkan. Dalam dunia kerja, beberapa pelaku industri lebih banyak merekrut orang dengan soft skill yang lebih baik dibanding hard skill yang mumpuni.

    Alasannya, karena memberikan pelatihan suatu keterampilan jauh lebih mudah dibanding membentuk karakter. Berlatih suatu keterampilan bisa dilakukan dalam kurun waktu hitungan tahun atau bahkan hitungan bulan. Sedangkan untuk membentuk karakter tidak bisa dipastikan berapa banyak waktu yang nantinya akan diperlukan.

    Untuk mengembangkan soft skill bisa dilakukan dengan cara mengasah hubungan interaksi kita dengan orang lain, baik itu keluarga, sahabat, maupun dengan teman di lingkungan kerja. Dengan mengasah hubungan interaksi kita dengan orang lain, sama saja dengan kita melatih kemampuan komunikasi dan pikiran kita dengan orang lain.

    Selain soft skill ada juga istilah hard skill. Hard skill adalah keterampilan yang dapat dilihat secara langsung. Hard skill lebih berorientasi untuk mengembangkan Intelligence Quotient (IQ). Keterampilan yang termasuk pada hard skill bisa berupa keahlian seperti membuat suatu program aplikasi, membuat animasi digital, membuat aneka kue, dan lain sebagainya. Hard skill bisa didapat dengan belajar di sekolah maupun otodidak (buku atau internet).

    Di luar sana ada beberapa orang yang tidak meraih nilai yang tinggi dalam kemampuan hard skill-nya, tetapi dapat meraih sukses karena mengandalkan kemampuan soft skill-nya. Setiap pekerjaan atau profesi memang membutuhkan hard skill yang cukup. Namun meskipun begitu alangkah lebih baiknya jika dilengkapi juga dengan soft skill yang baik supaya pekerjaan yang dikerjakan dapat terselesaikan dengan baik.

  • 7 Cara Menghilangkan Rasa Malas Secara Total Bagi Pelajar

    7 Cara Menghilangkan Rasa Malas Secara Total Bagi Pelajar

     7 Cara Menghilangkan Rasa Malas Secara Total Bagi Pelajar – Hola sobat Shalaazz! Dilema masa remaja sering kali membuat kita murung dan merenung akan masa depan kita. Berbagai macam hambatan untuk mencapai cita sering kali membuat kita putus semangat dan malas untuk menggapainya. Siapa disini sobat Shalaazz yang tak pernah malas? Tentu setiap orang pasti pernah merasakannya ya.
     
    Rasa malas sering kali menghalangi produktivitas aktivitas kita. Tak jarang, kita pun sulit sekali menjauhkan diri dari rasa malas ini. Rasa nyaman berada di zona aman menjadi salah satu penyebab kita malas.
    Ibarat api ia harus dipadamkan dengan air, dengan pemikiran yang matang juga niat yang kuat. Jangan bingung, jangan risau. Karena kali ini kita akan membahas 7 cara menghilangkan rasa malas secara total bagi pelajar, yuk baca! ^-^
     
     
     

    1. Kalau diam terus, kapan suksesnya?

     
     
    Seseorang yang kelaparan apakah bisa merasakan kenyang saat dia hanya berdiam diri? Tentu tidak bukan? Ia harus mencari makanan untuk dapat mengenyangkan perutnya. Ia tak bisa hanya berdiam diri di tempat setiap waktu, sambil berharap laparnya akan hilang. Begitu pula dengan sukses. Seseorang yang ingin sukses, harus bisa menggerakkan kakinya keluar dari masa berdiam diri. 
     
    Begitu pula saat menghadapi masalah. Masalah tak akan terselesaikan, jika kita hanya berdiam diri , berbanyak mengeluh dan banyak berandai. Saat menghadapi masalah pikirkan “Bagaimana”, bukan “Mengapa”. Pikirkan “Bagaimana saya bisa keluar dari masalah ini?”, bukan “Mengapa ini bisa terjadi?” .
     

    2. Lakukan saat ini juga, atau kau akan menyesal !

     
     
    Buah dari malas adalah segala tugas kita menjadi tertunda. Sampai-sampai menggunung hingga puncak. Menunda pekerjaan bukanlah perkara yang baik, perlahan tapi pasti ia membuat pribadi kita menjadi seseorang yang tidak disiplin.
    Penyesalan hanya datang di akhir. Oleh karena itu, “Lakukan saat ini juga, atau kau akan menyesal”. Selagi sempat mengapa tak kau coba untuk menggapainya? . Sebelum kau ditinggal waktu, mengapa tak kau coba untuk memanfaatkannya?
     
     

    3. Hidupmu tergantung dirimu, bukan orang lain

     
     
    Seperti apa dirimu sekarang, menjadi penentu kehidupanmu kelak. Kamu tidak akan bisa menjadi sukses hanya dengan memejamkan mata. Semua butuh proses. Masa mudamu menjadi ajang pengumpulan bekal untuk kehidupanmu nanti.
    Kamu yang malas tentu sulit untuk dapat mencium harumnya bunga. “Aku sih tenang saja, si dia pasti bisa membantuku.” Hei sob! Orang lain pun punya kehidupannya masing-masing.
    Orang lain hanya menjadi faktor pendukung dalam hidupmu. Bagaimana nasib kehidupanmu? Sepenuhnya tergantung pada dirimu sendiri.
     
     

    4. Teman-temanmu sudah di langit, kamu yakin mau di tanah saja?

     
     Teman-temanmu sudah di langit, kamu yakin mau di tanah saja?
     
     
    Ketika temanmu sudah mencapai puncak, apa kamu yakin mau di tanah saja? “Iya ah, aku mau di tanah saja. Aku takut ketinggian, hehe.” Yehh dia malah bercanda -_- .
    Ketika melihat temanmu sudah mencapai puncak, apa kamu yakin tidak ingin seperti dia? Perjalanan mencapai puncak memang melelahkan, tapi ingatlah ada sesuatu yang manis yang akan kau dapatkan nanti.


    5. Kuatkan niatmu, bukan mindermu!

    Kuatkan niatmu, bukan mindermu!
     
     
    Pertama kali melangkahkan kaki mencoba hal baru, pasti terasa ragu, minder, tak percaya diri. Tapi itulah proses. Kita hanya sedang berada dalam masa adaptasi situasi baru.
    Nikmati saja, fokuskan dirimu pada targetmu. Kuatkan niatmu, bukan mindermu. Ketika kamu minder melihat temanmu yang begitu bersinar, jadikan ia sebagai motivatormu untuk selalu melangkah maju. Bukan malah melemah melihat dirinya.
    Cobalah bercengkerama dengannya, barangkali kamu mendapatkan trik khusus darinya. Dirimu juga layak menjadi mutiara, bukan hanya sekadar menjadi buih di laut yang dipandang sebelah mata.
     

    6. Mimpimu sudah menanti, kau yakin ingin tidur selamanya?

    Mimpimu sudah menanti, kau yakin ingin tidur selamanya?
     
     
     
    Mimpi akan tetap menjadi mimpi kalau kamu tak berusaha untuk membangunnya. Bangkit dari tidurmu, menjadi langkah awal proyek membangun mimpi.
    Langkah selanjutnya, buatlah rancangan bagaimana mimpimu akan kau bentuk satu per satu. Memang melelahkan, tapi apa kau tega membiarkan mimpimu tetap terkurung dalam ruang mimpi?

    7. Bukan hasil yang salah, tapi usahamu yang kurang

     
     
    Jangan pernah salahkan hasil. Periksa kembali bagaimana perjalanan prosesmu. Usaha tidak akan menghianati hasil, begitulah kata pepatah. Pepatah ini memang benar nyatanya. Hasil yang mengecewakan bukanlah buah dari usaha yang besar.
    Cobalah periksa kembali usahamu, barangkali ada yang kurang atau terlewat. Semangat pantang menyerah jangan lupa turut sertakan. Ibadah jangan pernah dilewatkan. Karena percuma kalau usaha kerasmu, tak disertai dengan ibadah juga doa kepada tuhanmu.
     
     
     
    Sekian 7 Cara Menghilangkan Rasa Malas Secara Total Bagi Pelajar. Semoga bermanfaat ya ^-^. Terima kasih telah membaca.