Category: Opini

  • Bagaimana Peran Google vs Guru Di Industri 4.0?

    Bagaimana Peran Google vs Guru Di Industri 4.0?



    Bagaimana Peran Google vs Guru Di Industri 4.0?– Hai Sobat Shalaazz! Di era yang semakin global ini, kemajuan teknologi dan informasi semakin canggih. Seiring dengan berkembangnya disiplin ilmu yang memadai, mampu mencetak generasi-generasi dengan SDM yang mumpuni. Sehingga bisa mencetuskan ide-ide dan inovasi-inovasi baru yang kreatif di bidang teknologi dan informasi.

    Percepatan Teknologi dan Informasi

    Macam-macam aplikasi berbasis informasi yang ada dapat memudahkan manusia untuk mendapatkan informasi terkait ilmu, isu, kejadian, fenomena dan lain sebagainya. Sekarang, berbagai macam informasi bisa diakses dengan cepat dan jangkauannya pun luas. Memudahkan aktivitas manusia dan menunjang kinerja. Tak dapat dipungkiri bahwa meningkatnya aspek perekonomian, kebudayaan, pendidikan, olahraga dan lain sebagainya sangat didukung oleh percepatan teknologi dan informasi. Bisa membayangkan, jika teknologi dan informasi di negara kita belum secanggih saat ini. Mungkin kita akan jauh tertinggal dengan negara-negara lain. Di mana akan sangat berdampak pada berbagai aspek kehidupan.

    Peran Google Dalam Kehidupan Manusia Modern

    Salah satu teknologi informasi yang canggih dan familiar yaitu Google. Atau biasa dijuluki dengan “Mbah Google” hehehe. Siapa yang tidak mengenal aplikasi Google? Saya rasa, hampir semua mengetahuinya. Karena kita sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Baik untuk mendapatkan informasi terkait mengerjakan tugas sekolah, kuliah, kantor, bisnis, dan lain-lain. Kemampuan Google sudah tidak diragukan lagi. Perannya sebagai gudang penyedia informasi yang lengkap dari A-Z. Dari mulai informasi tentang pendidikan, sosial, politik, budaya, olahraga, kesehatan dan lain sebagainya. Saya rasa, hampir semua ilmu bisa kita dapatkan dari Google.

    Peran Google vs Guru di Industri 4.0

    Mengingat bahwa begitu lengkapnya informasi yang telah disediakan oleh Google, namun apakah Google dapat menggantikan peran seorang Guru? Menggantikan peran dalam mendidik dan mencerdaskan generasi.
    Jawabannya tentu tidak.
    Sebab, Google dan Guru adalah dua hal yang berbeda. Begitu pula dengan perannya. Mungkin, memang keduanya adalah wadah penyedia ilmu. Tetapi, tidak bisa kita samakan.
    Google memang menyediakan informasi yang super lengkap dari A-Z. Akan tetapi, bukan berarti dapat menggantikan peran seorang Guru. Sebab, peran seorang Guru tetap tidak akan pernah tergantikan.
    Perannya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Guru tidak hanya memberikan informasi yang berkaitan dengan ilmu, namun juga mengajarkan akhlak dan budi pekerti.
    Selain itu, Guru juga memberikan contoh yang nyata sebagai figur yang baik bagi anak didiknya. Sehingga, bisa kita tarik benang merahnya bahwa peran Guru tetaplah sebagai Guru yang mengajarkan, mendidik, dan mencerdaskan generasi. Sedangkan Google sebagai penunjang penyedia informasi.
  • Dampak Adanya International Elementary School Jakarta

    Dampak Adanya International Elementary School Jakarta

    Nilai Kebangsaan: Dampak Positif atau Negatif  International Elementary School Jakarta?-Hallo sobat Shalaazz! Apa yang ada di kepalamu bila mendengar nama Jakarta? Sebuah kota dengan kepadatan pendudukan diperkirakan mencapai 10,5 juta dengan luas wilayah 661,5 km2 , dan dengan berbagai aktivitas sosial yang cukup padat sebagai kota metropolitan sekaligus Ibukota Negara. Sebagai Ibukota Negara, Jakarta menjadi pusat pemerintahan Indonesia yang dibuktikan dengan banyaknya gedung parlemen pemerintahan yang megah.  Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga menjadi pusat ekonomi dan pendidikan internasional yang di Indonesia.

    Berkenalan Dengan Internasional School di Jakarta

    Bicara soal pendidikan Internasional di Jakarta, atau biasa disebut dengan banyaknya jumlah sekolah internasional atau biasa disebut dengan International School Jakarta. Sebuah lembaga pendidikan yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam pergaulan di sekolah. Berbeda dengan sekolah nasional di mana bahasa Indonesia menjadi bahasa utama. Kualitas yang dinilai lebih baik dibanding sekolah Nasional, membuat biaya pendidikannya juga tidak main-main.

    Alasan Berdirinya Internasional Elementary School di Indonesia

    Ketertinggalan pendidikan Indonesia dibandingkan negara tetangga, mendorong pemerintah untuk membangun lembaga pendidikan internasional. Selain daripada itu, banyaknya warga negara asing yang menetap di Indonesia, kesulitan mengikuti sistem pembelajaran serta kurikulum Indonesia. Berdasar alasan inilah kemudian dibangun international school, yang bermula dari pendidikan dini yang disebut Internasional Elementary School yang setara dengan Sekolah Dasar sampai menengah.

    Dampak Positif dan Negatif Adanya Sekolah Internasional

    Pendidikan Internasional sejak dini sangat memberi dampak positif sekaligus negatif untuk lingkungan masyarakat atau bangsa Indonesia, dan untuk negara sendiri. Dampak positifnya mengacu pada dukungan-dukungan terhadap sekolah Internasional yang memiliki kualitas baik untuk mencetak siswa-siswinya menjadi pribadi yang lebih komunikatif dan cerdas. Sedangkan dampak negatifnya mengacu kepada rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara.

    Sebenarnya, Internasional Elementary School Jakarta ini sendiri telah mengkatrol perkembangan pendidikan Indonesia menjadi lebih berkualitas. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan luar negeri seperti British, Autralia, Amerika dan lainnya, yang diterapkan di Indonesia dan dibungkus dengan beberapa kurikulum Indonesia sendiri dan merupakan peluang besar untuk anak-anak belajar lebih luas, berkreasi dan mendapatkan teman-teman yang berasal dari negara tetangga. Lingkungan pertemanan yang dominasi dengan keluarga konglomerat inilah yang membuat anak-anak menjadi lebih individualis untuk bergaul dengan anak-anak biasa.

    Proses pembelajaran yang menggunakan pola pembelajaran asing dengan penggunaan bahasa Inggris aktif dibanding Bahasa Indonesia, berdampak pada kurangnya pemakaian bahasa nasional yang merupakan bahasa Nasional. Padahal bahasa Nasional bukan hanya sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, melainkan sebagai bahasa pemersatu diantara ragam bahasa daerah Indonesia. Dikhawatirkan, nilai-nilai patriotisme, nasionalisme dan kebangsaan mereka perlahan mulai luntur.

    Untuk itu, meskipun menjalani pendidikan di International Elementary School, jangan sampai memutus komunikasi dengan masyarakat pribumi lainnya ya! Hal ini demi tetap bersatunya NKRI. Terapkan hal positifnya untuk kemajuan negeri dan cegah hal negatifnya untuk tetap bersatunya keutuhan NKRI.

  • Ulasan Lengkap: Perlukah Kursus Bahasa Jerman?

    Perlukah Kursus Bahasa Jerman?
    Perlukah Kursus Bahasa Jerman?– Hai sobat Shalaazz! Bahasa Jerman merupakan bahasa penutur terbanyak di Eropa. Karena Bahasa Jerman mempunyai peranan penting dalam komunikasi Internasional. Bahasa Jerman juga di gunakan oleh beberapa negara seperti Austria, Swiss, Luxemburg dan Lichtenstein sebagai bahasa nasional, serta ada sekitar 20 juta orang di dunia telah mempelajari Bahasa Jerman.

    Dapat Bekerja di Wilayah Eropa

    Selain bisa digunakan dalam akses komunikasi bisnis internasional, Bahasa Jerman juga bisa menghantarkan kita untuk bekerja di wilayah Eropa. Bertempat tinggal di Eropa dengan pekerjaan yang mumpuni bukankah hal itu merupakan impian semua orang.

    Beasiswa Full Sampai Jenjang Strata-3 (S3)

    Bukan hanya dalam dunia bisnis dan pekerjaan yang mampu menopang kesuksesan. Dalam dunia pendidikan pun pemerintahan Jerman telah mensubsidi biaya pendidikan sampai ke jenjang yang paling tinggi yaitu Strata-3 (S3) dengan berbagai beasiswa bahkan ada yang sampai full gratis. Apalagi pendidikan di Negara Jerman itu merupakan peringkat 3 dunia terbaik dari segi kualitas. Tentu tidak akan merugi jika kita mau mempelajari Bahasa Jerman yang merupakan bahasa ibu di beberapa negara ini.

    Perlukah Kursus Bahasa Jerman?

    Jawabannya tentu sangat perlu. Sebab, Bahasa Jerman juga merupakan bahasa kedua setelah Inggris dalam dunia literatur ilmiah. Untuk orang yang haus akan ilmu rasanya perlu mempelajari Bahasa Jerman karena tersedia banyak sekali publikasi ilmiah yang menggunakan bahasa  Jerman.

    Menjadi tour guide untuk wisatawan asing Jerman yang sedang berlibur di Indonesia patut di pertimbangkan. Bukankah menyenangkan bisa jalan-jalan sambil belajar memperlancar Bahasa Jerman yang sudah kita pelajari. Tidak ada salahnya jika kita kursus Bahasa Jerman, manfaatnya begitu banyak bagi kehidupan kita. Hanya dengan mempelajari Bahasa Jerman asal kita mau berusaha untuk mencapai kesuksesan.

    Sebelum mengikuti kursus Bahasa Jerman kita juga harus memperhatikan hal-hal kecil seperti tempat kursusnya, waktu, biaya yang diperlukan, pengalaman alumni di tempat kursus tersebut, guru pengajarnya dan apa saja yang diajarkannya. Hal-hal tersebut perlu menjadi pertimbangan, karena memang selalu ada perbedaan di setiap tempat kursus. 

  • PTN atau PTS Kampus Mana yang lebih baik?

    PTN atau PTS Kampus Mana yang lebih baik?

    PTN atau PTS. Mana yang lebih baik
     
    PTN atau PTS Kampus Mana yang lebih baik? – Halo sobat Shalaazz!!… Mana nih suaranya yang lagi galau soal perguruan tinggi? hehe. Bingung mau ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
    Meskipun sudah lolos UAN, namun perjalanan belum usai bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu ke Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta. Nah, masing-masing pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.

    Kelebihan PTN dan PTS

    Kelebihan dan Kekurangan Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

    Kelebihan : Di Indonesia Perguruan Tinggi Negeri (PTN) paling banyak diminati sebab dianggap lebih bergengsi seperti UI, UB, ITB, UNAIR dan lain-lain. Di Perguruan Tinggi Negeri biaya kuliah lebih terjangkau karena mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah. Selain itu, PTN juga terkenal akan informasi beasiswanya yang dapat diakses dengan mudah.
    Kekurangan : Untuk masuk ke PTN persaingan sangatlah ketat. Selain peminatnya yang sangat banyak,  calon mahasiswa harus mengikuti seleksi tes masuk PTN tersebut baik melalui jalur undangan yaitu SNMPTN atau melalui jalur tes tulis yaitu SBMPTN. Apalagi untuk beasiswa maka akan bersaing pada jalur bidikmisi. Dalam proses tersebut sangatlah selektif dan begitu banyak pertimbangan.

    Kelebihan dan Kekurangan  Perguruan Tinggi Swasta (PTS)

    Kelebihan : Biasanya jika gagal untuk memgikuti tes masuk PTN, maka pilihan terakhir adalah di PTS. PTS memiliki kelebihan yaitu dipilih karena popularitasnya yang mampu menciptakan citra yang positif. Antara lain seperti fasilitas yang disediakan tidak kalah dengan PTN. Sistem KBMnya pun lebih fleksible, jadi bisa disambi dengan kerja apabila ingin bekerja sambil kuliah.
    Kekurangan : Biaya yang terbilang cukup mahal karena tidak mendapat subsidi atau bantuan dari pemerintah. Dan akses informasi beasiswapun biasanya mahasiswa harus mandiri untuk mencari beasiswa tersebut.
    Nah, itulah kurang lebih perbedaan antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Apapun itu pilihanmu, yakinlah bahwa kamu memilihnya atas dasar minat dan kemampuan yaaa, semoga tepat pada pilihan yang terbaik. Amiiin…

    Plegmatis atau Pragmatis sering dikenal sebagai orang yang cinta damai. Mereka menunjukkan pribadi yang lebih tenang, cenderung diam atau kalem, mudah diatur, suka mengalah dan tidak menyukai konflik#karakterplegmatis #penamillennials #pendidikan #shalaazz

    — Shalaazz (@shalaazzcom) January 19, 2020

  • Penyandang Disabilitas Oleh I Wayan Budiartawan

    Penyandang Disabilitas- I Wayan Ridana bekerja di Departemen Sosial Karangasem. Lelaki kelahiran Muncan 1973 ini mengurus dana sosial untuk penyandang disabilitas. Dijanjikan pemerintah akan ada bantuan uang tunai untuk orang-orang disable. I Wayan Ridana sebagai petugas pemerintah membawa rekening Bank BRI ke rumah-rumah. Bakal tabungan untuk kaum disable seandainya nanti terwujud.
    Di wilayah kabupaten paling timur Pulau Bali ini banyak penyandang disabilitas. Perlu uluran tangan pemerintah melalui Depsos. Untuk sekedar meringankan beban penderitaan keluarga. Dalam keadaan disable manusia tidak bisa bekerja dengan normal. Tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok seperti orang yang sempurna fisiknya.
    I Wayan Ridana hanya tamatan SMA pada masa mudanya. Tetapi bisa menjadi pegawai negeri. Pekerjaan yang dilakoninya adalah mendata dan mencari penyandang disabilitas ke desa-desa untuk dilaporkan kepada kepala kantornya. Suatu saat nanti mudah-mudahan penyandang disabilitas bisa tersenyum lega karena mendapat sedikit santunan dari pemerintah.
    Karangasem termasuk daerah paling miskin di Bali. Menurut sumber yang dapat dipercaya hal ini disebabkan oleh kekeringan yang sering melanda Karangasem. Kekurangan air untuk irigasi pertaninan. Departemen Sosial bekerja dengan dana aggaran negara untuk memperhatikan kalangan disable. Depsos rencananya akan menyalurkan dana ini kepada yang berhak dalam waktu dekat.
    Penulis
    I Wayan Budiartawan
  • RUMAH BELAJAR (Learning Place) DARI KEMENDIKBUD

    RUMAH BELAJAR (Learning Place) DARI KEMENDIKBUD



    RUMAH BELAJAR (Learning Place) DARI KEMENDIKBUD – Proses belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Ternyata, belajar tidak harus berada di dalam ruang kelas loh! Seiring berkembangnya riset dan teknologi yang semakin canggih, media belajar semakin maju dan berkembang pula. Tidak seperti zaman dulu, di mana media belajar hanya terpaku pada buku-buku tulis, paket, LKS, dan lain sebagainya.

    Inovasi Kemendikbud

    Kini, Kemendikbud mengeluarkan inovasi baru yaitu media belajar elektronik bernama Rumah Belajar (Learning Place). Sebenarnya, Rumah Belajar ini adalah hasil dari pengembangan portal yang diluncurkan sebelumnya pada 15 Juli 2011 lalu.
    Rumah Belajar ini berguna untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan berbasis teknologi. Di mana berisi konten bahan belajar yang bisa dimanfaatkan oleh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan yaitu PAUD sampai SMA/SMK. Tidak hanya peserta didik saja, namun tenaga Pendidik juga bisa memanfaatkan media belajar ini sebagai sumber bahan untuk pengajaran.
    Yuk kita korek lebih dalam lagi mengenai media belajar “Rumah Belajar” dari Kemendikbud ini. Langkah awal login kita bisa mengaksesnya di https://belajar.kemdikbud.go.id

    Fitur utama Rumah Belajar ini menyediakan 8 konten, yaitu :

    1. Sumber Belajar

    Berisi materi-materi berbagai mata pelajaran seperti matematika, biologi, fisika, kewarganegaraan, dan lain-lain.

    2. Buku Sekolah Elektronik

    Berisi buku-buku teks pelajaran elektronik yang bisa diakses secara online.

    3. Bank Soal

    Berisi kumpulan soal-soal latihan atau ujian yang dapat dimanfaatkan untuk melatih kemampuan peserta didik.

    4. Laboratorium Maya

    Dapat dimanfaatkan oleh pendidik maupun peserta didik untuk melakukan percobaan laboratorium secara virtual/maya serta fitur ini menyediakan simulasi percobaan di laboratorium secara online.

    5. Peta Budaya

    Fitur ini menyediakan berbagai macam pelajaran materi atau informasi berkaitan dengan kebudayaan di seluruh Indonesia, agar peserta didik lebih mudah mempelajari ragam adat dan istiadat di Indonesia.

    6. Wahana Jelajah Angkasa

    Menyediakan materi atau informasi mengenai benda-benda angkasa.

    7. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

    Menyediakan SimpaTIK (Sistem Informasi Manajemen Pelatihan berbasis TIK) yaitu fitur yang menyediakan pelatihan/workshop secara online.

    8. Kelas Maya

    Menyediakan kelas bagi pendidik dan peserta didik untuk melakukan kegiatan e-learning atau pembelajaran yang bisa dilakukan di mana saja secara online baik pada saat jam sekolah atau pun di luar jam sekolah sesuai dengan kesepakatan antara pendidik dan peserta didik (asalkan antara pendidik/guru dan peserta didik/murid memilki akses internet dengan menggunakan media laptop/komputer/notebook.

    Fitur Pendukung dalam Ruang Belajar

    Adapun menu fitur pendukung menyediakan 3 konten, yaitu Karya Guru, Karya Komunitas, Karya Bahasa dan Sastra. Dengan fitur ini para pendidik/guru bisa menggugah karyanya dan mempunyai kesempatan untuk berbagi karya dengan yang lain. Selain itu, Ruang Belajar ini menyediakan media pembelajaran yang efektif dengan dilengkapi gambar, video, simulasi, animasi, serta kumpulan buku-buku digital.Nah, berbagai fitur tersebut diharapkan dapat menjadi sumber media belajar yang komprehensif.

    Media Pembelajaran yang Banyak Diminati

    Sejauh ini, Rumah Belajar menjadi menjadi media belajar yang telah banyak digunakan oleh para tenaga pendidik karena mempermudah mendapatkan materi-materi pelajaran yang dapat mendukung materi pelajaran di sekolah. Dan juga peserta didik merasa lebih bersemangat dengan mengunduh materi pelajaran berbasis internet. Sehingga, proses pembelajaran bisa dilakukan dengan mudah di mana saja dan kapan saja.
  • Siapa Pemimpin Indonesia Di Masa Mendatang?-Shalaazz.com

    Siapa Pemimpin Indonesia Di Masa Mendatang ?



    Siapa pemimpin Indonesia di masa mendatang? Jawabannya beragam. Ada yang berpendapat dari kalangan militer yang kuat kaderisasinya. Ada juga suatu saat muncul figur sipil lulusan perguruan tinggi yang mempunyai keahlian tertentu. Pokoknya jamak pemimpin biasanya dari kalangan ormas yang berdasarkan jumlah pengikut setianya.

    Petinggi militer muncul manakala ada masalah dengan stabilitas keamanan. Bisa dibenarkan atau bisa juga keliru. Benar karena keamanan terjamin sehingga pembangunan tidak terganggu. Keliru karena dikhawatirkan muncul negara fasis. Atau presiden bertangan besi menindas lawan-lawan politiknya. Baca juga: Prosedur Pemakzulan Presiden Secara Yuridis di Indonesia
    Tradisi perguruan tinggi menghasilkan pemimpin seperti Ir. Sukarno (ITB) dan Ir. Joko Widodo (UGM) perlu diperhitungkan di masa depan. Universitas tempat mahasiswa/i digodok untuk menjadi pemimpin negeri ini. Digembleng agar menjadi pemimpin yang tangguh. Gelombang demonstrasi mahasiswa/i meruntuhkan sekat-sekat lama dan melihat paradigma baru.
    Pimpinan model ormas pernah menghasilkan Gusdur (NU) dan Amien Rais (Muhammadiyah). Pimpinan seperti ini bertumpu pada kharismanya sebagai pemimpin ormas. Juga kecendikiaan yang mewarnai pemikirannya. Gusdur telah menjadi bapak bangsa. Siapa menyusul sebagai pemimpin Indonesia? Pimpinan model ormas mungkin agak kuno.
    Penulis
    I Wayan Budiartawan
    MGG-ITB-1987
  • Masihkan Matematika Sebagai Parameter Kecerdasan Anak?

    Masihkan Matematika Sebagai Parameter Kecerdasan Anak?

    Masihkah Matematika Dipandang Sebagai Parameter Kecerdasan Anak? – Matematika masih menjadi momok yang sangat menakutkan bagi pelajar, terutama yang sulit memahami dunia berhitung. Tidak sedikit pula yang menjadikan pelajaran matematika sebagai  favorite subjects. Tapi masikah di masa generasi alpha ini, matematika dijadikan sebagai salah satu penentu kualitas kecerdasan anak?. Mungkin jawabannya bisa ya atau tidak.

    Seperti yang kita lihat dimasyarakat sekarang, bahwa masih banyak orang tua yang memegang prinsip tersebut, “anak tidak pintar jika tidak memiliki nilai matematika yang memuaskan”. Tapi perlu kita ketahui, bahwa anak tidak bisa dipaksa cerdas untuk bisa menguasai pelajaran yang menurutnya memang sulit untuk  cepat diserap. Setiap anak punya kecerdasannya masing-masing, setiap anak punya potensinya masing-masing. 

    Baca Juga: Kenali STEM dan Pengaruhnya Dalam Pendidikan

    Peran orang tua disini cuma melihat jenis potensi apa yang dimiliki anak, dan sudah seberapa besar ia melakukan potensi tersebut. Kemudian bantu asah potensi tersebut dengan memberi fasilitas yang tentunya ia perlukan. 

    Misal, anak memiliki potensi di bidang tulis menulis, mungkin kita bisa membantu mengembangkan potensinya dengan memberikan beberapa fasilitas yang mendukung seperti memberinya buku, alat tulis dan hal lain yang ia butuhkan. Dengan begitu anak bisa dengan leluasa untuk meningkatkan potensinya. 

    Karena di Zaman sekarang nggak  sedikit loh orang tua yang mengeluarkan banyak uang untuk memberikan les privat akademik agar anak bisa mendapatkan nilai yang memuaskan dan hasilnya? Mungkin kita bisa menilai sendiri.  dan lagi-lagi masih tentang masalah akademis. Walaupun hal tersebut tidak bisa kita anggap salah. 

    Perlu kita ketahui bahwa banyak anak yang bisa dalam hal hitung menghitung tapi sulit ketika sudah masuk dalam esensi matematika itu sendiri. Namun, tidak bisa kita pungkiri bahwa dalam pembelajaran matematika sekarang, anak memang dituntut untuk memahami indikator penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian sejak masuk pendidikan dasar. 

    Namun esensi dari matematika tersebut terkadang lepas dari pembelajaran di kurikulum sekarang. Sebab yang dipelajari hanya masalah perhitungan. Karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa matematika tidak hanya mengenal masalah berhitung, tapi bernalar, mengidentifikasi masalah, dan mengklasifikasikannya. tapi seperti yang kita lihat dalam pembelajaran dikelas, kita belum bisa mengatakan jika hal tersebut sebagai suatu pembelajaran matematika. 

    Jadi bisa dikatakan, bahwa parameter kecerdasan anak tidak hanya bisa kita ukur secara gamblang dengan melihat hasil matematika yang diperoleh, sebab anak punya kecerdasannya masing-masing, ada yang cerdas dibidang sastra, seni, saintifik dan lain-lainnya. Orang tua hanya menjadi fasilitator dan pendukung untuk keberhasilan anak. Dengan begitu anak merasa bebas, percaya diri dan yakin untuk lebih mengembangkan potensi yang dimilikinya.

  • Pentingkah NEM, IPK dan Ranking Menurut Nadiem Makarim?

    Pentingkah NEM, IPK dan Ranking Menurut Nadiem Makarim ?



    Pentingkah NEM, IPK dan Ranking Menurut Nadiem Makarim ? –  Kata Nadiem Makarim  Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking.

    Ada 3 hal ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap Kesuksesan yaitu :

    1. NEM
    2. IPK
    3. Rangking

    Saya mengarungi Pendidikan selama 22 Tahun :

    – 1 Tahun TK
    – 6 Tahun SD
    – 6 Tahun SMP-SMA
    – 4 Tahun S1
    – 5 Tahun S2 & S3

    Kemudian Saya mengajar selama 15 Tahun di Universitas di 3 Negara Maju :

    1. AS
    2. Korsel
    3. Australia
    dan juga di Tanah Air.

    Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan.

    Ternyata sinyalemen Saya ini di dukung oleh Riset yang di lakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 Millioner di US. Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan  rangking) hanya lah faktor sukses urutan ke-30. Sementara faktor IQ pada urutan ke-21. Bersekolah di Universitas/Sekolah Favorit di urutan ke-23.

    Jadi Saya ingin mengatakan secara sederhana :

    “Anak Anda Nilai Raportnya rendah, tidak masalah”.
    NEM Anak Anda tidak begitu besar?
    Paling akibatnya tidak bisa masuk Sekolah Favorit.

    Hal tersebut Menurut hasil Riset, tidak qterlalu pengaruh terhadap kesuksesan.

    Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan Seseorang itu?

    Menurut *Riset Stanley berikut ini adalah 10 faktor* teratas yang akan mempengaruhi *KESUKSESAN* :

    1. Kejujuran (Being honest with all People)
    2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
    3. Mudah bergaul (Getting along with People)
    4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
    5. Kerja keras (Working harder than most people)
    6. Kecintaan pada yang di kerjakan (Loving my career/business)
    7. Kepemimpinan (Having strong Leadership qualities)
    8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/Personality)
    9. Hidup teratur (Being very well-Organized)
    10. Kemampuan menjual Ide (Having an ability to sell my Ideas/Products)

    Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.
    Dalam Kurikulum semua ini kita kategorikan : Softskill. Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan Ekstra-Kurikuler. 10 faktor di atas ada di dalam Pendidikan Pramuka. Membentuk karakter adalah kebutuhan utama. Mengejar kecerdasan Akademik semata hanya akan menjerumuskan diri, Amin. Bangsa Indonesia bukan tidak butuh orang yg pintar karena bangsa Indonesia sudah banyak orang pintar, namun bangsa Indonesia membutuhkan orang-orang yang memiliki “Karakter beradab sopan santun dan berakhlak mulia”.
  • Knowledge Is Power: Menelisik Negara Rusia dan Amerika

    Knowledge Is Power: Menelisik Rusia dan Amerika
     
     
    Knowledge Is Power– Negara Rusia dan Amerika merupakan dua negara yang saling mengungguli dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai akibatnya persaingan ini memicu konflik bersenjata  antara dua negara yang beda kepentingan ini. Knowledge is power, siapa yang unggul dalam hal iptek akan berkuasa di dunia. Indonesia juga menghadapi kepentingan negeri Cina di Laut Cina Selatan. Baca juga: Beasiswa S2 Program Hukum di Belanda
    Pembangunan iptek di Indonesia bisa ditelusuri sampai di ITB. Perguruan tinggi warisan Belanda ini gudangnya ilmuwan di tanah air. Iptek yang masuk ke tanah air harus diseleksi mana yang benar-benar bermanfaat bagi negara kita tercinta Indonesia.  Orang Indonesia mesti terdidik sesuai dengan kepribadian bangsa.
    Knowledge Manusia Indonesia harus berjiwa Pancasila yakni falsafah bangsa Indonesia yang majemuk ini. Rela berkorban demi negara dan bangsa. Menghormati sesama warga negara Indonesia. Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan.
    Seorang alumni ITB di Bali mengamati perkembangan teknologi informasi yang ada sekarang adalah sisa-sisa dari perang dingin Rusia melawan Amerika di masa lalu. Indonesia dibanjiri berbagai informasi dari luar di internet. Depdikbud diharapkan dapat membatasi program internet yang menjerumuskan dan merusak moral bangsa.
    Penulis
    I Wayan Budiartawan
  • Indonesia Nation Building Oleh I Wayan Budiartawan

    Indonesia Nation Building Oleh I Wayan Budiartawan
     
     
    Indonesia Nation Building – Generasi muda Indonesia yang sekarang lahir setelah revolusi kemerdekaan tahun 1945.Oleh karena itu pendidikan nation building perlu ditekankan di sekolah-sekolah. Rasa cinta tanah air harus ditumbuhkan kepada para peserta didik. Dan rasa kebangsaan dibangkitkan kepada anak-anak muda. Agar mempunyai kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
    Nation building ditujukan agar timbul rasa solidaritas kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Patriotisme diajarkan guru-guru agar para peserta didik mencintai tanah air satu Indonesia dan rela berkorban membela bangsa. Disiplin tinggi diterapkan agar semangat kebangsaan bisa dipupuk. Baca juga: Inovatif! Limbah Organik Sebagai Media Pembelajaran yang Asik
    Karya anak-anak muda di masa mendatang akan menjadikan negeri ini mencapai kemajuan di bidang iptek. Generasi muda sekarang bertugas untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan menaikkan taraf hidup rakyat. Masyarakat adil dan makmur  bisa diwujudkan sebagaimana diamanatkan oleh bapak-bapak bangsa.
    Nation building menuju Indonesia yang mandiri. Kaum muda-mudi dibentuk sehingga mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Mengandalkan kekuatan sendiri, bekerja keras demi pembangunan. Sanggup mengatasi segala rintangan yang dihadapi bangsa ini. Semangat kebangsaan yang kokoh  untuk memacu derap pertumbuhan ekonomi. Etos kerja yang menghasilkan. Baca juga: Bagaimana Peran Google vs Guru di Revolusi Industri 4.0?
    Penulis
    I Wayan Budiartawan
  • Membangun Karakter dalam Pendidikan-Character Building

    Membangun Karakter dalam Pendidikan oleh I Wayan Budiartawan
     
     
    [Character Building] Membangun Karakter dalam Pendidikan– Pembangunan Indonesia adalah pembangunan manusia seutuhnya. Pendidikan tidak saja membekali peserta didik dengan iptek tetapi juga diajari pengetahuan agama yang cukup. Keseimbangan jasmaniah dan rohaniah harus dicapai kurikulum Depdikbud.
    Character building atau membangun karakter mesti didahulukan sehingga muncul insan yang jujur berjuang demi keadilan. Bukan manusia-manusia penipu alias koruptor. Manusia Indonesia di masa depan terdiri dari individu-individu yang gigih mempertahankan keutuhan bangsa. Character building dimulai orang tua sejak balita di rumah. Baca juga: Rumah Belajar (Learning Place) Dari Kemendikbud
    Pembangunan mental manusia amat penting agar didapatkan generasi muda yang  tangguh. Tidak mudah menyerah pada kesulitan hidup yang menghadang di depan. Saleh dan taat beribadat serta menyadari ke-Agung-an Tuhan Yang Maha Esa. Manusia berbudi luhur dan berakhlak yang baik. Baca juga: 5 Cara Menjadi Pendidik yang Kreatif di Era Milenial
    Character building bangsa Indonesia digali dalam Sila-Sila Pancasila yang berasal dari bumi persada nusantara. Sifat gotong royong, setia kawan adalah modal dasar membangun bangsa. Menolong kaum papa serta mengangkat harkat dan martabat kaum tertindas. Kepribadian yang utuh akan menjamin kelangsungan pembangunan.
    Penulis
    I Wayan Budiartawan

    Setiap orang adalah guru. Karena guru adalah teladan bagi murid-muridnya. Maka, contohkanlah dengan baik-baik#penamillennials #pendidikan #shalaazz pic.twitter.com/YyEC0reeMD

    — Pena Millennials | Shalaazz (@penamillennials) November 25, 2019

  • PAJAK: Serba-Serbi Ilmu Hukum dalam Dunia Perkuliahan

    PAJAK: Serba-Serbi Ilmu Hukum dalam Dunia Perkuliahan
    Serba-Serbi Ilmu Hukum dalam Dunia Perkuliahan  – Tahukah sobat Shalaazz kalau hasil pajak itu sekitar 80% dapat menjadi pemasukan kas negara? Banyak orang yang takut ketika ditagih akan pajak. Padahal, pada dasarnya pajak adalah anggaran yang paling terbesar untuk memenuhi pelayanan publik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.Kebanyakan orang takut membayar pajak ketika mereka sudah memiliki banyak kekayaan dan seringkali kekayaan dalam menyetorkan pajak disembunyikan bahkan hingga dipalsukan. Agar negara tidak mengetahui kekayaannya. Bahkan, yang lebih parah lagi menyimpan kekayaan dengan nama orang lain.

    Mengapa sobat Shalaazz perlu mengetahui ilmu perpajakan dalam dunia perkuliahan? Tentunya agar mengetahui keadaan di Indonesia sangat urgent dan membutuhkan kesadaran teman-teman sebagai pemuda dalam agent of change untuk mengubah negara menjadi lebih baik lagi. Baca juga: Prosedur Pemakzulan Presiden Secara Yuridis di IndonesiaHal ini telah jelas sebagaimana dikatakan dalam.Landasan Hukum Pajak sendiri dapat dilihat di Konstitusi pada Pasal 23 A UUD’45 “Segala pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa diatur oleh undang-undang”.

    Dari ketentuan Pasal 23 A UUD’45 menjelaskan bahwasanya: Pertama, Pajak hanya boleh dipungut berdasarkan undang-undang. Kedua,  Pemungutan pajak yang ada dalam undang – undang merupakan implementasi dari wujud demokrasi Dan terakhir, Hanya negara yang boleh memungut pajak sebagai perwujudan dari prinsip pajak berdaulat.

    Ada empat titik berat dalam pemungutan pajak itu sendiri yaitu:

    • Kesadaran pajak (tax consciousness),
    • Kejujuran (honesty),
    • Hasrat bayar pajak (tax mindedness)
    • dan Disiplin pajak (tax discipline).
    Ketika keempat titik berat ini tidak dapat diseimbangkan antara kerjasama pemerintah dengan masyarakat. Maka, anggaran pajak tidak akan stabil dan Alhasil, pendapatan negara semakin menurun karena tidak ada bentuk kepedulian lagi seperti kesadaran akan membayar pajaknya. Kejujuran yang sering dilanggar dengan memperbanyak harta namun tak mau menanggung risiko yang terjadi ke depannya. Baca juga: Kondisi Hukum di Indonesia Saat Ini Adil Bagi “Mereka”Hasrat membayar pajak menurun hingga membawa pembayaran pajak ke pengadilan pajak untuk diperdebatkan karena pembayaran pajaknya terlalu besar. Disiplin untuk membayar pajak pun dilanggar dengan mengulur-ngulur keadaan agar tidak dikenakan pajak.

    Keempat titik berat ini sungguh harus ditanamkan dalam setiap individu. Karena, seluruh titik berat ini dapat mempengaruhi kehidupan suatu negara termasuk pelayanan publik. Jangan salahkan pemerintah kalau pelayanan publik kurang maksimal karena membayar pajak dalam masyarakat pun masih lamban dan harus ditagih-tagih secara paksa dengan memberikan surat peringatan.Jangan salahkan masyarakat juga kalau sering mendemo pemerintah karena seringkali pendekatan masyarakat dan pemerintah tidak pernah sejalan dengan keadaan yang ada dan dibutuhkan oleh masyarakat.

    Perspektif Ilmu Hukum Berkaitan dengan Pajak

    Oleh karena itu, untuk dapat mewujudkan keadilan dan kesejahteraan ialah dengan taat membayar pajak dan terjadinya check and balances antara masyarakat serta pemerintah sendiri. Pepatahnya ialah Semakin besar pajak dapat dicapai, memberi harapan semakin besar terwujudnya kebutuhan masyarakat. Sampai sekarang ini, Belum ada instrument hukum lain yang dapat mewujudkan keadilan dan kesejahteraan, selain PAJAK. Baca juga: Pancasila Sebagai Dasar Negara Apakah Masih Relevan?

    Segala potensi bisa dikerjakan dengan NIAT yang ikhlas. Karena niat menunjukkan kita BERNILAI#penamillennials #pendidikan #shalaazz

    — Pena Millennials | Shalaazz (@penamillennials) November 27, 2019

  • [Opini] Nadiem Anwar Makarim Oleh I Wayan Budiartawan

    [Opini]-Nadiem Anwar Makarim Oleh I Wayan Budiartawan
    [Opini]-Nadiem Anwar Makarim Oleh I Wayan Budiartawan– Mendikbud yang baru memang mempunyai track record yang cemerlang. Lulusan Harvard dan pendiri Gojek, Nadiem Anwar Makarim, menduduki jabatan mendikbud untuk periode 5 tahun mendatang. Di pundak menteri baru ini dibebankan segala urusan depdikbud yang kian ruwet. Menjadi menteri memang bukan sekedar mengurus perusahaan atau lulus universitas kenamaan. Menteri harus mengabdi kepada orang-orang kecil.
    Pendidikan di Indonesia perlu pembenahan dengan segera. Banyak SD yang atapnya bocor perlu dana yang tidak sedikit untuk perbaikan. Seperti disoroti media televisi.Anak-anak putus sekolah berkeliaran di jalan-jalan. Aset bangsa masa depan negara. Dibutuhkan pejabat yang  berhati mulia untuk menolong masyarakat kelas bawah. Baca juga: Undang Guru Dari Luar Negeri, Apakah pendidikan Indonesia kurang percaya diri?
    Tidak semua orang bisa lulus universitas. Terbentur biaya kuliah yang mahal. Sehingga dikhawatirkan banyak anak-anak cerdas tidak mendapatkan kesempatan untuk maju. Padahal pembangunan membutuhkan banyak tenaga-tenaga terdidik.  Bangsa ini harus diurus oleh warganya sediri. Diberitakan di harian di Bali beberapa waktu lalu, pembangunan pusat tenaga listrik di Bali Utara tenaga  kerjanya 100 persen dari negeri Cina.
    Mangku Made Pastika semasa menjadi gubernur Bali mengeluhkan manajer-manajer hotel-hotel di Bali semua orang asing. Mendikbud RI yang baru, harus bisa mengantisipasi masalah ini. Pendidikan oleh bangsa sendiri dan untuk kepentingan bangsa sendiri. Teknologi asal pakai buatan luar negeri tidak patut dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Baca juga: Sudah meratakah pendidikan di Indonesia?
    Penulis
    I Wayan Budiartawan

    Kuncinya terletak pada seberapa banyak kita berlatih dan belajar dari pengalaman. Karena itu semua adalah kunci kekuatan potensi diri kita (be a yourself)#penamilennials #pendidikan #shalaazz

    — Pena Millennials | Shalaazz (@penamillennials) November 18, 2019

  • Aksi Milenial Untuk Negeri Ceramah UAS-POV Ilmu Hukum

    Aksi Milenial Untuk Negeri Ceramah UAS Ditinjau Dalam Ilmu Hukum
     
     
    Aksi Milenial Untuk Negeri Ceramah UAS Ditinjau Dalam Ilmu Hukum-Masyarakat Indonesia yang merupakan masyarakat majemuk dari berbeda keyakinan, kebiasaan, kebudayaan, bahasa, dan lainnya. Karena kemajemukan inilah yang harusnya dipertahankan. Bukan bermaksud bersikap kenetralan melainkan sesuai dengan Equality before the law. Menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan porsinya. Nah, berhubungan dengan aksi milenial dalam bidang hukum untuk menyikapi persoalan ceramah yang disampaikan UAS seperti apa? Mari disimak di bawah ini ya! Baca juga: Jurusan Manajemen Haji Terbaik di Indonesia
    Sila pertama dalam pancasila yang menjunjung tinggi dalam menyikapi keagaamaan dibandingkan dengan apapun. Dimana setiap orang berhak memilih dan meyakini keyakinan agamanya masing-masing sesuai dengan UUD 1945 pasal 28 E ayat 1 dan 2. Tentunya ketika menyikapi isu keagamaan pastinya akan selalu berujung tentang ketuhanan yang harus disampaikan kepada umatnya dan dalam acara keagamaan. Terkecuali disampaikan kepada pemeluk agama lain di forum terbuka dalam keadaan yang memaksakan kehendak orang banyak. Dalam artian isu agama adalah hal yang sensitif untuk dibicarakan.

    Ceramah UAS Tentang Akidah

    Namun, harus disampaikan dengan penuh kedamaian bukanlah rasa kebencian. Sedangkan yang berita UAS dilaporkan atas ceramah tentang akidah yang disampaikannya sesuai dengan konstitusi yang memberikan jaminan untuk menjalankan ibadah dan kajian dalam rangka memudahkan umat untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya berdasarkan pasal 28 E ayat 1 Undang-Undang Dasar Tahun 1945.
    Dilihat dalam praktik pemidanaan kasus UAS tidak termasuk dalam penistaan agama. Mengapa? Karena dilihat dari unsur subyektif UAS tidak sama sekali ada niat untuk merusak persatuan agama. Kedua lihat dari unsur obyektif yang merupakan kausalitas UAS terhadap penistaan agama hanya sekedar menjawab pertanyaan dalam keadaan yang tertutup dan disampaikan hanya untuk umat islam. Kalaupun ada yang menyiarkan videonya itu dalam rangka syiar setiap agama. Bukan bermaksud untuk memecah belah persatuan. Baca juga: Prosedur Pemakzulan Presiden Secara Yuridis di Indonesia
    Coba dilihat kasus penistaan agama yang dilakukan ahok dalam proses penyampaiannya menggunakan dengan perasaan kebencian, permusuhan sedangkan proses penyampaian yang dilakukan oleh UAS ialah menjawab pertanyaan yang sesuai dengan konteks Al-Qur’an dan Sunnah. Dimana konsep ketauhidan dalam islam adalah hal yang paling pertama untuk disampaikan. Kalau tidak disampaikan dengan jelas konsep ketauhidannya maka UAS dianggap sebagai penjunjung agama yang lain. Apalagi UAS sudah menyampaikan konsep ketauhidan sejak lama. Namun, kenapa permasalahan ini baru muncul? Kalau UAS menyimpang terhadap penistaan agama seharusnya dari sejak awal saat ia menyampaikan ketauhidan. Bukan ketika beliau menjawab pertanyaan umatnya. Inilah yang harus difikirkan sebagai setiap umat beragama.

    Pengertian Agama Menurut Ahli

    Menurut pendapat M Taib Thair Abdul Mui’in, beliau memberikan pengertian agama sebagai suatu peraturan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal, memegang peraturan tuhan dengan kehendaknya sendiri, untuk mencapai kebaikan hidup di dunia dan di akhirat. Dimana kalau setiap orang berpikir jernih ia harus memakai landasan ilmiah untuk melaporkan ceramah UAS itu sendiri sedangkan Unsur yang tidak boleh dinistakan dalam menyampaikan syiar agama Islam itu sendiri ialah Allah SWT, Nabi dan Rasul, Al-Qur’an sebagai kitab suci, ritual ibadah, simbol-simbol islam. Berdasarkan dengan hal ini penyampaian UAS sendiri sudah benar sesuai dengan tuntunan penyampaian syiar atas dasar sesi tanya jawab.

    Dasar Hukum Tentang Penodaan Agama

    Pada Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) menyatakan dipidana dengan penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan/penodaan terhadap agama yang dianut di indonesia.
    Tanya jawab dilakukan di masjid setelah salat subuh sehingga tidak memenuhi delik. Kalau umatnya bertanya dan dalam forum homogen itu bukan dari bagian penghinaan. Karena dalam konteks agama, orang akan menyampaikan kebenaran agamanya. Sedangkan pendeta yang melihat ceramah UAS sendiri menyetujui apa yang dipaparkan oleh UAS sesuai dengan al-kitabnya. Bisa disimak oleh teman-teman tentang pendeta yang setuju dengan pendapat UAS di Youtube. Berarti hal ini tidak memenuhi unsur penistaan. Baca juga: Profesi Menarik yang Berkaitan dengan Bidang Hukum
    Dalam KUHP sendiri Pasal 154a ini memiliki kerangka pasal yang tak menjelaskan batas-batas dimana negara tak boleh intervensi soal kehidupan beragama sebab agama di ranah privat. Salahnya lagi pada pasal 156a ini tidak memberikan penjelasan yang semestinya. Sehingga, orang yang memahaminya akan sulit menerjemahkannya. Dalam pasal 156a tidak dijelaskan yang hendak dilindunginya ialah “ajaran agama” atau “orang yang beragama”.
    Mungkin itulah beberapa ulasan dari aksi milenial untuk negeri di bidang hukum. Disinilah teman-teman dibutuhkan pemahaman pengetahuan agama yang mengakar agar tidak langsung melaporkan segala sesuatunya ke pengadilan karena ada beberapa permasalahan yang sebenarnya bisa disosialisasikan terhadap peraturan terkait penistaan agama yang sering diviralkan oleh banyak orang dan tentunya memilih-milih yang harusnya dipublikasikan terkait informasi-informasi apapun. Apalagi hal ini merupakan konteks yang paling sensitif terhadap masyarakat yang majemuk. Baca juga: Kupas Tuntas Program Magister Hukum di Universitas Amsterdam
  • 5 Skill Paling Banyak Dibutuhkan di Era Revolusi Industri 4.0

    5 Skill Paling Banyak Dibutuhkan  di Era Revolusi Industri 4.0
     
    5 Skill Paling Banyak Dibutuhkan  di Era Revolusi Industri 4.0 – Dalam Era Revolusi Industri 4.0 ini generasi milenial dituntut dengan kebutuhan berupa soft skill dan hard skill. Kebutuhan akan hard skill sangat kecil sekali dicari dengan memperlihatkan ijazah yang berupa nilai-nilai akademik dan organisasi. Kedua hal ini sangatlah tidak cukup karena di luar sana sudah membutuhkan kemampuan yang generasi milenial miliki selama perjalanan di dunia pendidikan. Nah, apa saja sih skill yang paling banyak dibutuhkan di era revolusi industri 4.0? Baca juga: Cara Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak

    Berikut 5 skill di Era Revolusi Industri 4.0 yang banyak dicari:

    1. Copywriting

    Copywriting yang mana hal ini paling dicari dengan gagasan-gagasan yang sangat inovatif, kreatif, dan Edukatif. Bukan hanya sekadar copy paste saja dalam menuangkan sebuah tulisan. Melainkan membutuhkan pelatihan, pengalaman, dan gagasan-gagasan yang unik dari yang lainnya. Maksudnya, agar dirimu layak berada di pekerjaan sana yang memiliki karakteristik pribadimu bukan meniru orang lain ya! Baca juga: Benarkah Rusia adalah negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia?

    2. Public Speaking

    Public Speaking yang mana setelah generasi milenial ini dituntut untuk copy writing. Teman-Teman generasi milenial ini mampu berbicara di depan khalayak banyak orang dengan mempresentasikan copywriting yang teman-teman generasi milenial tuangkan dalam tulisan. Agar orang-orang tahu ide tulisan itu adalah idemu bukan hasil jiplakan dari orang lain. Tunjukkan dirimu layak untuk berbeda dari orang lain. Tunjukkan dirimu layak yang menjadi terbaik dengan memaksimalkan presentasi yang dapat menarik para investor ataupun perusahaan-perusahaan untuk mempercayai dirimu layak menjadi sebaik-baik pemimpin ataupun sebaik-baik karyawan. Baik itu lokal, nasional, maupun internasional.

    3. Design (Desain)

    Design yang selalu berkaitan dengan photographer yang paling banyak dicari di Era Revolusi Industri 4.0 ini. Tanpa adanya sebuah design maupun photographer yang terbaik tidak akan menghasilkan informasi yang mudah dipahami untuk generasi milenial yang menyukai digital dalam bidang sosial media. Karena generasi milenial sangat menyukai gambar dibandingkan hal-hal seperti bacaan. Generasi milenial kalau melihat gambar yang unik serta gambar yang sederhana tapi menarik bisa membuat minat bacanya generasi milenial sangatlah baik.

    4. Marketing

    Marketing yang selalu berkaitan dengan memasarkan penjualan. Melalui facebook ads, E-mail, Search Engine, Social Media, dan E-Commerce. Hal ini merupakan alat periklanan online milik google ataupun memanfaatkan dunia digital yang dapat menjangkau pelanggan dan meningkatkan penjualan. Kemampuan ini sangatlah sulit dicari tanpa pengetahuan, pelatihan dan pengalaman sebelumnya. Biasanya hal ini akan timbul bagi yang menyukai bidang bisnis. Tetapi, pemilik penjualan biasanya tidak memiliki hal ini. Dikarenakan tidak memiliki trik-trik penjualan dalam marketing.

    5.Finansial

    Kemampuan mengoperasikan keuangan dalam microsoft Excel, ataupun kemampuan mengoperasikan semua microsoft dan tentunya bisa menganalisa grafik naik-turunnya saham. Dengan penguatan yang kuat untuk mempertimbangkan sejauh mana perusahaan bisa berinvestasi, meningkatkan penjualan, dan menurunnya penjualan.
    Nah, mungkin itu adalah lima skill yang paling banyak dibutuhkan di Era Revolusi Industri 4.0. Yang seringkali memanfaatkan dunia degan kecepatan digitalnya dalam memainkan pengaruhnya baik bersegi pendidikan, ekonomi, sosial, politik, hukum dan lain sebagainya.
  • Sejarah dan Ciri Khas Seragam Batik Sekolah di Indonesia

    Sejarah dan Ciri Khas Seragam Batik Sekolah di Indonesia

    Sejarah dan Ciri Khas Seragam Batik Sekolah di Indonesia – Awal bulan Oktober yakni tanggal 2 diperingati sebagai “Hari Batik Nasional”. Sobat Shalaazz sudah tahu asal nama batik dan sejarahnya? Jika kita mengaku batik adalah kekayaan Indonesia, maka wajib tau agar makin mencintai batik Indonesia.

    Batik berasal dari bahasa jawa yaitu amba dan tik yang artinya menulis titik. Membatik itu adalah teknik melukis dimulai dari titik menggunakan canting dan cairan lilin malam membentuk pola-pola yang indah di atas kain.

    Seiring berjalannya waktu, saat ini tidak hanya menggunakan teknik lukis namun juga teknik cap agar pembuatannya lebih cepat, namun kurang estetikanya daripada teknik lukis. Begitu juga ada perbedaan harga, kalau batik tulis lebih mahal daripada batik cap karena proses pembuatannya juga lebih lama dan motifnya terlihat lebih berestetika.

    Batik di Indonesia sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit, namun waktu itu hanya kalangan kerajaan yang boleh memakainya. Seiring berjalannya waktu, pekerja kerajaan memperkenalkan juga kepada warga sehingga sekarang sudah bisa digunakan oleh semua kalangan. Saat itu mulai terkenal saat mantan Presiden Soeharto memberikan cedera mata batik pada  tamu dari Belanda, lalu juga memakainya saat menghadiri acara PBB.

    Baca juga: Asyik Belajar di Cagar Budaya, Jogja Library Center

    Batik menjadi seragam pegawai dan juga siswa. Tujuannya selain sebagai identitas adalah untuk menghindari kesenjangan sosial, sehingga semuanya sama memakai batik ke sekolah pada hari yang ditentukan. Sebenarnya batik itu sudah digunakan sebagai seragam sekolah waktu masa penjajahan Jepang.

    Bahkan STOVIA (sekolah khusus pribumi saat kolonial penjajahan Hindia Belanda) sudah ada yang menggunakan kain jarik dari Jawa dan blangkon. Hingga akhirnya dijadikan seragam wajib sekolah mulai 2009.

    Seragam Batik Sekolah di Berbagai Daerah

    Sobat Shalaazz perlu tau bahwa ada beberapa kota di Indonesia yang mempunyai ketentuan sendiri mengenai seragam batik sekolah, antara lain:

    a. Pamekasan

    Salah satu kabupaten yang ada di Madura mewajibkan seragam batik bahkan mulai dari tingkat TK sampai SMA. Warna batiknya berbeda sesuai tingkatan sekolahnya. Jadi, tidak heran jika di Pamekasan banyak memiliki motif batik tulis yang indah.

    b. Yogyakarta

    Berbeda halnya dengan sekolah lain, kalau di Yogyakarta ada yang membebaskan siswanya menggunakan batik karyanya sendiri. Jadi motifnya dibuat sendiri, dalam satu kelas akan memakai batik dengan motif yang berbeda-beda sehingga semakin menampilkan salah satu kekayaan Indonesia.

    Batik pernah diklaim sebagai aset negara lain, namun saat ini sudah kembali lagi menjadi milik nasional. Mari jaga ekstensi batik Indonesia yang sudah mendunia. Jadi, mulai saat ini jangan malu memakai batik. Banggalah bahwa kamu memesona dengan batik Indonesia.

  • Pentingnya Sekolah Berbasis Pesantren Abad 21

    Pentingnya Sekolah Berbasis Pesantren Abad 21

    Hai sobat Shalaazz, Sejak diturunkannya wahyu pertama kepada sosok yang menjadi tolak ukur keteladanan manusia, yakni Rasulullah ﷺ beliau menerima wahyu pertama yaitu iqra “bacalah”, membaca adalah pondasi berkualitasnya sumber daya manusia. Ketika kita membaca pengetahuan atau keilmuan yang bersumber dari Allah SWT, kita akan tersadarkan untuk lebih peka membaca diri sendiri, membaca lingkungan, membaca karunia Allah.  

    Semakin kita sadar akan potensi yang kita miliki dengan cara mengkaji diri, maka tergeraklah untuk mengoptimaslkan segala potensi yang dititipkan. Membaca adalah kewajiban, begitu pun dengan belajar adalah kewajiban setiap manusia.

    Pembelajaran yang didapatkan di Sekolah haruslah yang bisa membuat kita semakin dekat dengan Allah ﷻ. Lalu pertanyaannya, Sekolah yang bagaimanakah yang bisa menjadi dualisme pengetahuan yang seimbang antara dunia dan akhirat?

    Jawabannya adalah Sekolah berbasis pesantren.   Karena Sekolah yang dipadu padankan dengan sistem pesantren akan menjadi dualisme pengetahuan yang kaya akan budi pekerti, akhlak dan wawasan umum. Jika memang dapat ditempuh keduanya kenapa tidak?

    Di Indonesia sangat menjamur Sekolah berbasis pesantren, entah itu pesantren tradisional maupun modern. Karena zaman sekarang banyak sekali pesantren salaf yang mendirikan sekolah formal, begitupun dengan pesantren modern yang memang didirikan atas  kesadaran pentingnya sekolah berbasis pesantren.  

    Keunggulan Sekolah berbasis pesantren yang paling dominan yaitu setiap siswa ditempa untuk mengedepankan akhlak dalam segala hal, akhlak & budi pekerti yang baik. Pengetahuan umum juga penting diajarkan, jika pondasinya baik maka siswa akan lebih tangguh menghadapi tantangan zaman. Abad 21 ini generasi milenial semakin memicu diri untuk bisa bersaing dan kompetitif dalam segala bidang.  

    Tanpa sadar, terkadang keroposnya keimanan juga turut mengiringi, akibat banyak tekanan hidup yang serba cepat. Maka dari itu, hadirnya Sekolah berbasis pesantren menjawab tantangan tersebut, siap menempa calon manusia-manusia yang unggul.

    Ditempa lahir bathin demi mewujudkan keharmonisan jasmani dan rohani, keseimbangan hidup antara dunia dan mempersiapkan bekal akhirat. Karena sejatinya kebahagiaan hakiki hanyalah menyerahkan sepenuhnya hidup dan mati kita hanya untukNya. Lillahita’ala.  

  • [OPINI] Selayang Pandang Pancasila

    [OPINI] Selayang Pandang Pancasila



    [OPINI] – Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sering digoyahkan oleh ideologi yang dianut oleh negara-negara blok Barat dan blok Timur. Bercermin dari pengalaman sejarah PKI sering melakukan pemberontakan untuk menggantikan dasar negara Indonesia dengan ideologi komunis. Baca juga: Jurusan Hukum Internasional 2, Belajar apa?

    Ideologi komunis identik dengan negara blok Timur. Negara blok Barat sendiri berusaha memasukkan paham paham kapitalis ke dalam negara kita Indonesia. Baca juga: Kondisi Hukum di Indonesia. Tercatat dalam sejarah di Sumatera pernah terjadi pemberontakan PRRI/Permesta yang didukung oleh Amerika Serikat. Baca juga: Pancasila Dasar Negara Apakah Masih Relevan?
    Sukarno, presiden Indonesia yang pertama,  berusaha mempersatukan paham nasionalis, agama dan komunis dalam apa yang disebut dengan Nasakom. Tahun 1965 meletus pemberontakan G30S/PKI yang paling dahsyat dalam sejarah. Sukarno tumbang digantikan oleh Suharto. Baca juga: Sejarah Hari Lahir Pancasila!
    Pasca Suharto berkuasa selama 30 tahun sampai sekarang muncul paham-paham negara berdasarkan agama. Pancasila sekali lagi mendapat tantangan berat karena Indonesia nanti akan dijadikan negara agama oleh gerakan-gerakan organisasi keagamaan yang marak akhir-akhir ini. Dan memberi ruang gerak bagi semua agama. Tapi tokoh garis keras di negeri ini menggunakan agama untuk menarik simpati rakyat. Baca juga: Relasi Pancasila Dalam Mewujudkan Pemuda Anti Hoax
    Penulis : I Wayan Budiartawan
  • Fenomena Kesehatan Mental di Sekolah

    Fenomena Kesehatan Mental di Sekolah

    Fenomena Kesehatan Mental di Sekolahac
     
     
    Fenomena Kesehatan Mental di Sekolah  – Kesehatan mental? Ketika mendengar kata kesehatan mental, banyak kalangan berpikir spontanitas apakah memang mental bisa terkena penyakit? jika hal itu terjadi apa nama penyakit mental itu sendiri dan bagaimana cara menyembuhkannya? lalu siapa saja yang bisa terkena penyakit gangguan mental?
     
    Pertanyaan diatas merupakan sebagian rumusan masalah jika kita berbicara mengenai kesehatan mental?
     
    Isu kesehatan mental menjadi suatu perhatian bagi para psikolog dan psikiater di zaman 4.0 sekarang ini. pasalnya, era digital menjadikan social media dibuat sejajar dengan kebutuhan primer dan sekunder manusia. 
     
    Adapun yang menjadi bentuk perhatian daripada isu kesehatan mental yang dikaitkan dengan social media ini adalah para pelajar yang masuk dalam kategori remaja awal. Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2009 tertulis bahwa usia remaja dibagi menjadi dua kategori yakni usia remaja awal (12-16 tahun) dan remaja akhir (16-25 tahun).
     
    Mengapa usia pelajar menjadi sasaran daripada kampanye kesehatan mental? Dalam kamus psikologi dikatakan bahwa usia remaja adalah usia dimana pelajar berada dipersimpangan usia dan juga persimpangan sikap antara anak-anak dan dewasa. Disinilah ujian kepribadian dan juga kesehatan mental seorang pelajar diuji.  Secara Psikologi, pelajar dengan kategori usia remaja diuji dengan adanya emosi yang meledak-ledak yang sulit dikendalikan, mudah depresi, penasaran akan hal baru dan juga pengambilan keputusan tanpa pikir.
     

    Jenis gangguan kesehatan mental di sekolah

    Lalu seperti apa saja model ataupun jenis gangguan kesehatan mental yang menimpa para pelajar di sekolah:

    1.    Perilaku Bullying

     
    Bullying dalam bentuk psikologis bisa bermanifestasi seperti, mengucilkan, menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang mengolok-ngolok dan mengasingkan seseorang secara sosial. Di sisi lain bentuk bullying bersifat verbal seperti hinaan, bentakan, menggunakan kata-kata kasar, menyindir, dan memanggil dengan julukan. Di era serba modern seperti sekarang ini bahkan tindakan bullying juga menjadi “terfasilitasi” dengan gadget dan media sosial (cyberbullying).
     
    Ternyata, efek dari bullying tidak hanya berpengaruh pada saat anak mengalaminya saja. Penelitian dari Boston Children’s Hospital mengungkap bahwa efek bullying bisa membekas lebih lama, bahkan bertahun-tahun, pada mental dan fisik yang menjadi korban bullying. 
     
    Penelitian telah mengungkap bahwa tindakan bullying dapat menyebabkan dampak yang buruk pada kesehatan anak. Tindakan bullying juga telah dikaitkan dengan kesehatan mental dan fisik yang terus menurun. Anak korban bullying akan lebih rentan mengalami depresi dan rasa percaya diri yang rendah. Selai itu, penelitian juga menemukan bahwa kemampuan otak anak yang terkena bullying akan mengalami penurunan. Hal tentunya berdampak besar pada prestasi belajar anak di sekolah.
     

    2. Penurunan Motivasi Belajar

     
    Belajar merupakan rutinitas harian seorang pelajar. Dikatakan pelajar karena belajar merupakan kegiatan utama seseorang disekolah. Semangat dalam melakukan kegiatan belajar disebut motivasi belajar.
     
    Seorang pelajar ketika mengalami penurunan motivasi belajar bisa dikatakan sedang mengalami gangguan mental. Banyak penyebab penurunan motivasi belajar diantaranya adalah:
     
     
    • Faktor apa yang dipelajari
    • Perubahan Mood atau suasana perasaan
    • Lingkungan dan teman belajar
     
     
    Adapun solusinya jika mengalami gangguan kesehatan mental dalam kaitannya dengan penurunan motivasi belajar ini adalah dengan melakukan treatment sejenis rekreasi yang bisa menenangkan mood dan perasaan, melakukan renovasi terhadap lingkungan belajar dan juga menghindari teman-teman yang menjadi faktor penurun motivasi belajar
     

    3. Perilaku nakal seperti merokok, minum alkohol, dan bolos sekolah

     
    Bukan hal baru jika disosial media maupun televisi kita melihat pelajar merokok dengan begitu santainya, minum alcohol seolah tanpa dosa dan juga banyaknya pelajar yang berkeluyuran di jalan pada waktu jam sekolah. Perilaku seperti ini adalah perilaku yang sangat menggambarkan bahwa pelajar tersebut benar-benar mengalami suatu gangguan mental.
     
    Masih banyak perilaku-perilaku gangguan mental yang terjadi didunia para pelajar. Penyebabnya pun sangat banyak. Namun yang menjadi fokus kita semua adalah bagaimana penanganan yang tepat dan baik terhadap gangguan kesehatan mental ini.
     
    Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan mengkampanyekan 2 hal:
     
    1.    Penyebab gangguan kesehatan mental para pelajar
    2.    Bahayanya gangguan kesehatan mental jika menimpa pelajar
    3.    Penanganan gangguan kesehatan mental disekolah
     
    Nah, itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui bersama mengenai fenomena kesehatan mental disekolah. Ayo bantu ciptakan pelajar-pelajar tanpa gangguan mental dengan mengkampenyakan tiga hal diatas.