Category: Kesehatan Mental

  • 3 Tips Self Healing Penyembuhan Diri Di Masa Pandemi

    3 Tips Self Healing Penyembuhan Diri Di Masa Pandemi

    3 Tips Self Healing Penyembuhan Diri Di Masa Pandemi – Halo sobat Shalaazz,, selamat datang kembali. Kali ini aku mau membahas satu tema penting yang aku rasa ini cukup penting untuk keselamatan pikiran kita bersama. Pernah dengar ga sih kata “Self Healing”? bagi sobat Shalaazz yang belum tau Self Healing (penyembuhan diri), yuk kita bahas sama-sama.

    Apa itu Self Healing

    Self healing adalah bentuk penyembuhan yang dilakukan oleh diri sendiri akibat adanya luka batin. Penyembuhan ini lebih mengarah kepada pikiran dan perasaan yang kita alami. Self healing  BIASA terjadi karena kita yang terlalu berlebihan menyikapi sesuatu hingga menimbulkan segala macam bentuk pikiran yang menyebabkan overthinking berlebihan. Entah karena masalah tugas yang menumpuk, pekerjaan yang belum kelar, atau masalah keluarga yang menimbulkan banyak keberisikan dikepala.

    For your information, self healing ini punya banyak perlakuan dalam penyembuhannya, jadi engga harus untuk kita pergi psikolog buat melakukan terapi penyembuhan. Well, itu tidak sepenuhnya larangan loh yah, kecuali memang di dalam pikiran kita sudah over banget dan ditangani dengan cara sederhana pun sudah tidak worth it. Nah, kalau sudah seperti ini teman-teman bisa pergi kepada yang ahli, seperti ke psikologi untuk mendapatkan pengobatan atau terapi yang lebih mungkin.

    Tips Melakukan Self Healing Secara Mandiri

    Nah, Ada 3 tips self healing yang bisa sobat Shalaazz lakukan secara mandiri, dan menurutku ini worth it banget untuk dirutinkan setiap hari.

    1. Me Time (Waktu untuk diri sendiri)

    Me time jadi salah satu tips yang bisa dilakukan untuk mempersilahkan diri kita melakukan segala hal yang bernilai positif dengan tujuan mencapai kesenangan. Ada banyak hal yang teman-teman bisa lakukan, misalnya bermain games, membaca buku, menonton film/drama favorit, atau bisa juga dengan berkebun, mungkin.

    Membaca buku – Berdasarkan pengalaman yang pernah ku lakukan, membaca buku adalah self healing paling oke buat dilakukan rutin tiap hari, entah apapun genre bukunya,  seberapa tebal atau tipis halamannya,  membaca adalah bentuk pengbatan paling ampuh buat pikiran . Kenapa? Berdasarkan penelitian, kegiatan membaca memiliki banyak manfaat. Tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan, tapi dapat menstimulus mental dan menurunkan tingkat stress hingga 67%.

    Menonton film/drama,- menonton film/drama yang kita sukai juga bisa jadi self healing yang ampuh untuk menghilangkan stress entah karena akibat pekerjaan yang menumpuk, kelelahan dalam beraktivitas seharian atau hal-hal lainnya.  Film/drama yang direkomendasikan  lebih kepada film/drama yang bergenre komedi, action. Yaah sebisanya kita bagaimana memilih film yang cocok untuk kita tonton.

    2. Atur mindset positif

    Mindset positif punya kendali besar dalam menjalani setiap langkah kehidupan, hampir semua yang kita lakukan itu tergantung bagaimana olah pikir kita. Oleh karenanya, penting untuk menanam mindset positif dan mengaturnya dikondisi yang sudah mulai merasa lelah, jenuh atau stress. Sobat Shalaazz juga bisa melakukan terapi semacam mindfulness. Terapi ini bisa dilakukan ditempat yang tenang, sambil memejamkan mata menikmati suasana sejuk dan fokus terhadap pikiran.

    3. Mulailah dengan memaafkan diri

    Banyak dari kita yang mudah sekali untuk memberikan maaf kepada orang lain dari pada memaafkan diri kita sendiri. Padahal penting sekali untuk memaafkan diri sendiri terhadap hal-hal apa saja yang sudah terjadi pada hari ini. Memaafkan diri menjadi salah satu hal penting dalam proses penyembuhan diri.

    Sebab dengan memaafkan dapat mengurangi rasa emosional , rasa bersalah, rasa malu, sedih, atau perasaan lain yang sering teman-teman alami. Usahakan untuk terus berbaur dengan orang terkasih, jika bersedih jangan dipendam sendiri cobalah untuk mencari sesuatu yang bisa meringankan kesedihan itu, bisa dengan bercerita keteman terdekat, keluarga atau menuliskannya dibuku harian.

    Inilah 3 tips penyembuhan diri (Self-Healing) yang bisa sobat Shalaazz lakukan secara mandiri, apalagi dengan kondisi yang masih pandemi seperti ini. Tentu banyak sekali masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan kedipan mata.

    Perlu diingat ya, bahwa penyembuhan diri secara mandiri tidak membuat segala macam bentuk masalah bisa terselesaikan secara nyata, tapi ia dapat membantu dan meringankan bentuk beban pikiran teman-teman yang mungkin sudah tertumpuk dikepala untuk bisa rileks menghadapinya.

    Percayalah bahwa obat penyembuh terbaik berasal dari diri kita sendiri. Maka dari itu nikmati segala macam prosesnya, ikhlaskan segala apa yang terjadi, cobalah mulai belajar melapangkan hati dan jangan lupa untuk memaafkan diri sendiri. Setelahnya kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumya, pribadi yang mampu menerima dan mengikhlaskan keadaan. Semoga bermanfaat teman-teman.

  • Fenomena Kesehatan Mental di Sekolah

    Fenomena Kesehatan Mental di Sekolah

    Fenomena Kesehatan Mental di Sekolahac
     
     
    Fenomena Kesehatan Mental di Sekolah  – Kesehatan mental? Ketika mendengar kata kesehatan mental, banyak kalangan berpikir spontanitas apakah memang mental bisa terkena penyakit? jika hal itu terjadi apa nama penyakit mental itu sendiri dan bagaimana cara menyembuhkannya? lalu siapa saja yang bisa terkena penyakit gangguan mental?
     
    Pertanyaan diatas merupakan sebagian rumusan masalah jika kita berbicara mengenai kesehatan mental?
     
    Isu kesehatan mental menjadi suatu perhatian bagi para psikolog dan psikiater di zaman 4.0 sekarang ini. pasalnya, era digital menjadikan social media dibuat sejajar dengan kebutuhan primer dan sekunder manusia. 
     
    Adapun yang menjadi bentuk perhatian daripada isu kesehatan mental yang dikaitkan dengan social media ini adalah para pelajar yang masuk dalam kategori remaja awal. Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2009 tertulis bahwa usia remaja dibagi menjadi dua kategori yakni usia remaja awal (12-16 tahun) dan remaja akhir (16-25 tahun).
     
    Mengapa usia pelajar menjadi sasaran daripada kampanye kesehatan mental? Dalam kamus psikologi dikatakan bahwa usia remaja adalah usia dimana pelajar berada dipersimpangan usia dan juga persimpangan sikap antara anak-anak dan dewasa. Disinilah ujian kepribadian dan juga kesehatan mental seorang pelajar diuji.  Secara Psikologi, pelajar dengan kategori usia remaja diuji dengan adanya emosi yang meledak-ledak yang sulit dikendalikan, mudah depresi, penasaran akan hal baru dan juga pengambilan keputusan tanpa pikir.
     

    Jenis gangguan kesehatan mental di sekolah

    Lalu seperti apa saja model ataupun jenis gangguan kesehatan mental yang menimpa para pelajar di sekolah:

    1.    Perilaku Bullying

     
    Bullying dalam bentuk psikologis bisa bermanifestasi seperti, mengucilkan, menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang mengolok-ngolok dan mengasingkan seseorang secara sosial. Di sisi lain bentuk bullying bersifat verbal seperti hinaan, bentakan, menggunakan kata-kata kasar, menyindir, dan memanggil dengan julukan. Di era serba modern seperti sekarang ini bahkan tindakan bullying juga menjadi “terfasilitasi” dengan gadget dan media sosial (cyberbullying).
     
    Ternyata, efek dari bullying tidak hanya berpengaruh pada saat anak mengalaminya saja. Penelitian dari Boston Children’s Hospital mengungkap bahwa efek bullying bisa membekas lebih lama, bahkan bertahun-tahun, pada mental dan fisik yang menjadi korban bullying. 
     
    Penelitian telah mengungkap bahwa tindakan bullying dapat menyebabkan dampak yang buruk pada kesehatan anak. Tindakan bullying juga telah dikaitkan dengan kesehatan mental dan fisik yang terus menurun. Anak korban bullying akan lebih rentan mengalami depresi dan rasa percaya diri yang rendah. Selai itu, penelitian juga menemukan bahwa kemampuan otak anak yang terkena bullying akan mengalami penurunan. Hal tentunya berdampak besar pada prestasi belajar anak di sekolah.
     

    2. Penurunan Motivasi Belajar

     
    Belajar merupakan rutinitas harian seorang pelajar. Dikatakan pelajar karena belajar merupakan kegiatan utama seseorang disekolah. Semangat dalam melakukan kegiatan belajar disebut motivasi belajar.
     
    Seorang pelajar ketika mengalami penurunan motivasi belajar bisa dikatakan sedang mengalami gangguan mental. Banyak penyebab penurunan motivasi belajar diantaranya adalah:
     
     
    • Faktor apa yang dipelajari
    • Perubahan Mood atau suasana perasaan
    • Lingkungan dan teman belajar
     
     
    Adapun solusinya jika mengalami gangguan kesehatan mental dalam kaitannya dengan penurunan motivasi belajar ini adalah dengan melakukan treatment sejenis rekreasi yang bisa menenangkan mood dan perasaan, melakukan renovasi terhadap lingkungan belajar dan juga menghindari teman-teman yang menjadi faktor penurun motivasi belajar
     

    3. Perilaku nakal seperti merokok, minum alkohol, dan bolos sekolah

     
    Bukan hal baru jika disosial media maupun televisi kita melihat pelajar merokok dengan begitu santainya, minum alcohol seolah tanpa dosa dan juga banyaknya pelajar yang berkeluyuran di jalan pada waktu jam sekolah. Perilaku seperti ini adalah perilaku yang sangat menggambarkan bahwa pelajar tersebut benar-benar mengalami suatu gangguan mental.
     
    Masih banyak perilaku-perilaku gangguan mental yang terjadi didunia para pelajar. Penyebabnya pun sangat banyak. Namun yang menjadi fokus kita semua adalah bagaimana penanganan yang tepat dan baik terhadap gangguan kesehatan mental ini.
     
    Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan mengkampanyekan 2 hal:
     
    1.    Penyebab gangguan kesehatan mental para pelajar
    2.    Bahayanya gangguan kesehatan mental jika menimpa pelajar
    3.    Penanganan gangguan kesehatan mental disekolah
     
    Nah, itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui bersama mengenai fenomena kesehatan mental disekolah. Ayo bantu ciptakan pelajar-pelajar tanpa gangguan mental dengan mengkampenyakan tiga hal diatas.