Category: I Wayan Budiartawan
-

Tentang Aldrin Aviananda Oleh I Wayan Budiartawan
Tentang Aldrin Aviananda Oleh I Wayan Budiartawan – Aldrin Aviananda – Siapa yang pernah menyangka lulusan ITB bisa bekerja di Amerika? Aldrin Aviananda membuktikannya. Lulusan elektro ITB ini mampu bekerja di Silicon Valley, California-USA. Pekerjaannya adalah merancang IC untuk digunakan pada internet. Berikut ulasan singkat tentang Aldrin Aviananda:Aldrin Aviananda masuk elektro ITB pada tahun 1987. Prestasinya sangat cemerlang. Sewaktu di ITB dosen pembimbingnya menugasinya untuk merancang IC. Tugas ini dapat diselesaikannya dengan sempurna sehingga dia lulus pada tahun 1992 dengan predikat sangat memuaskan. Kemudian nasib membawanya untuk bekerja di negeri Paman Sam.Aldrin Aviananda hidup bahagia dengan istri dan anak-anaknya di Amerika. Lelaki yang punya hobi naik gunung ini menikahi teman seangkatannya lulusan Arsitektur ITB. Berdua meraih mimpi. Berdua bekerja keras untuk mengejar prestasi di kampus. Hingga akhirnya bersanding di pelaminan.Silicon Valley adalah lembah tempat perusahaan elektronika di Amerika. Mark Zuckerberg pemilik Facebook berkantor pusat di sini. Software media sosial ini mempunyai milyaran pengguna. Demikian pula raksasa komputer Apple juga berkedudukan di Silicon Valley ini.PenulisI Wayan Budiartawan -

In Memoriam Pak Darmawan Oleh I Wayan
In Memoriam Pak Darmawan -I Gede Darmawan telah tiada. Putra Desa Pesaban yang pengusaha nasional ini telah wafat. Tetapi kemampuan beliau sebagai pengusaha kelas kakap pantas untuk dicontoh oleh generasi muda jaman sekarang. Perusahaan beliau besar sebesar jiwa beliau. Bisa menginspirasi anak muda era millenium kini. In memoriam.Pak Darmawan awalnya perawat dan pegawai negeri. Beliau berhenti, kemudian memulai karir baru sebagai seorang wiraswastawan. Dengan modal truk yang dibelikan ayahnya beliau menjajaki usaha pemborong. Guru Gede Wija alias I Gede Wija, sang ayah, bertahun-tahun duduk sebagai kepala desa di Desa Pesaban.Pak Darmawan adalah orang yang berkemauan keras. Usaha beliau berkembang menjadi PT Kresna Karya. Beliau tercatat sebagai salah seorang konglomerat Indonesia di bawah payung Bank Aken yang dirintisnya. Aken Life, anak perusahaan divisi asuransi, kemudian dibeli perusahaan Jerman Allianz.“Kewajibanmu hanya bekerja, bukan terikat pada hasilnya”. Demikian ayat Bhagawad Gita yang diresapi Pak Darmawan. Pak Darmawan bisa sukses dengan menerapkan dalam hidup ajaran kitab suci ini. Mungkin satu-satunya konglomerat asal Bali di Indonesia yang pernah ada.In Memoriam Pak Darmawan.PenulisDosen ITB1992-1997–In Memoriam Pak Darmawan–
-
Penyandang Disabilitas Oleh I Wayan Budiartawan
Penyandang Disabilitas- I Wayan Ridana bekerja di Departemen Sosial Karangasem. Lelaki kelahiran Muncan 1973 ini mengurus dana sosial untuk penyandang disabilitas. Dijanjikan pemerintah akan ada bantuan uang tunai untuk orang-orang disable. I Wayan Ridana sebagai petugas pemerintah membawa rekening Bank BRI ke rumah-rumah. Bakal tabungan untuk kaum disable seandainya nanti terwujud.Baca juga: Kondisi Hukum di IndonesiaDi wilayah kabupaten paling timur Pulau Bali ini banyak penyandang disabilitas. Perlu uluran tangan pemerintah melalui Depsos. Untuk sekedar meringankan beban penderitaan keluarga. Dalam keadaan disable manusia tidak bisa bekerja dengan normal. Tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok seperti orang yang sempurna fisiknya.I Wayan Ridana hanya tamatan SMA pada masa mudanya. Tetapi bisa menjadi pegawai negeri. Pekerjaan yang dilakoninya adalah mendata dan mencari penyandang disabilitas ke desa-desa untuk dilaporkan kepada kepala kantornya. Suatu saat nanti mudah-mudahan penyandang disabilitas bisa tersenyum lega karena mendapat sedikit santunan dari pemerintah.Karangasem termasuk daerah paling miskin di Bali. Menurut sumber yang dapat dipercaya hal ini disebabkan oleh kekeringan yang sering melanda Karangasem. Kekurangan air untuk irigasi pertaninan. Departemen Sosial bekerja dengan dana aggaran negara untuk memperhatikan kalangan disable. Depsos rencananya akan menyalurkan dana ini kepada yang berhak dalam waktu dekat.PenulisI Wayan Budiartawan -
Siapa Pemimpin Indonesia Di Masa Mendatang?-Shalaazz.com
Siapa pemimpin Indonesia di masa mendatang? Jawabannya beragam. Ada yang berpendapat dari kalangan militer yang kuat kaderisasinya. Ada juga suatu saat muncul figur sipil lulusan perguruan tinggi yang mempunyai keahlian tertentu. Pokoknya jamak pemimpin biasanya dari kalangan ormas yang berdasarkan jumlah pengikut setianya.Petinggi militer muncul manakala ada masalah dengan stabilitas keamanan. Bisa dibenarkan atau bisa juga keliru. Benar karena keamanan terjamin sehingga pembangunan tidak terganggu. Keliru karena dikhawatirkan muncul negara fasis. Atau presiden bertangan besi menindas lawan-lawan politiknya. Baca juga: Prosedur Pemakzulan Presiden Secara Yuridis di IndonesiaTradisi perguruan tinggi menghasilkan pemimpin seperti Ir. Sukarno (ITB) dan Ir. Joko Widodo (UGM) perlu diperhitungkan di masa depan. Universitas tempat mahasiswa/i digodok untuk menjadi pemimpin negeri ini. Digembleng agar menjadi pemimpin yang tangguh. Gelombang demonstrasi mahasiswa/i meruntuhkan sekat-sekat lama dan melihat paradigma baru.Pimpinan model ormas pernah menghasilkan Gusdur (NU) dan Amien Rais (Muhammadiyah). Pimpinan seperti ini bertumpu pada kharismanya sebagai pemimpin ormas. Juga kecendikiaan yang mewarnai pemikirannya. Gusdur telah menjadi bapak bangsa. Siapa menyusul sebagai pemimpin Indonesia? Pimpinan model ormas mungkin agak kuno.PenulisI Wayan BudiartawanMGG-ITB-1987 -
Institut Teknologi Bandung (ITB) Oleh I Wayan Budiartawan
Institut Teknologi Bandung Oleh I Wayan Budiartawan – Indonesia perlu banyak tenaga insinyur untuk membangun. Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah perguruan tinggi negeri yang mendidik tenaga insinyur. Pusat pendidikan tinggi teknik tertua di Indonesia. Dimulai sejak tahun 1920 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Presiden RI pertama, Ir. Sukarno, adalah lulusan ITB.Setiap tahun putra-putri terbaik bangsa masuk ITB. Mengikuti perkuliahan dan praktikum yang diselenggarakan oleh para dosen dan dibantu asisten. Kurikulum ITB terdiri 75 persen teori yang disampaikan di kelas dan 25 persen praktikum yang dilakukan di laboratorium. Baca juga: Jurusan Manajemen Haji Terbaik di IndonesiaTokoh nasional setelah Sukarno, misalnya B.J. Habibie, Hatta Rajasa dan Aburizal Bakrie adalah juga alumni ITB. Indonesia butuh pemimpin seperti Sukarno. ITB mencetak kader-kader pemimpin bangsa di masa depan.Sampai sekarang banyak orang tua mahasiswa/i yang mempercayakan nasib putra-putri mereka di kampus cap gajah ini. Baca juga: Mengenal UNPERBA, Universitas Pertama di PurbalinggaITB selalu marak dengan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Mulai dari kegiatan olah raga, kesenian serta keagamaan mendapat porsi yang cukup. Untuk membina mahasiswa/i agar seimbang mental dan fisik, jasmaniah dan rohaniah. In Harmonia Progresio. Keserasian dalam perkembangan. Itulah motto ITB.PenulisI Wayan Budiartawan -
Siapa itu Mahatma Gandhi? Oleh I Wayan Budiartawan
Siapa itu Mahatma Gandhi?-Pemikiran Bapak Bangsa India itu, masih sangat relevan sampai kini. India merdeka dari cengkeraman penjajah Inggris karena perjuangannya. Gerakannya disebut ahimsa yang artinya tanpa kekerasan. Swadeshi yang artinya berdiri di atas kaki sendiri alias mengandalkan kekuatan sendiri. Non cooperative, menolak bekerja sama dengan pemerintah Inggris. Baca juga: Tujuan pendidikan adalah untuk saling mengasihiGerakan Mahatma ini membuat banyak industri Inggris di India pada masa itu bangkrut. Pejuang gigih India ini berhasil memukul penjajah Inggris. India bebas dari penjajahan Inggris tahun 1947 dan menjadi negara merdeka yang menentukan nasibnya sendiri. Pada masa mudanya pernah berpraktek sebagai pengacara di Afrika Selatan.Gagasan Mahatma Gandhi mendunia. Banyak hal yang bisa dipetik hikmahnya dari ajaran politisi India ini. Salah satunya adalah menjadi bangsa mandiri. Membangun negeri dengan segala kemampuan yang ada pada diri sendiri. Tidak tergantung bangsa lain. Lihatnya sekarang, India tumbuh menjadi negara industri maju. Baca juga: Wiji Thukul, Penyair yang HilangTapi tragis sekali hidupnya. Mati terbunuh. Tertembak oleh seorang pengikut Hindu yang fanatik. Mahatma Gandhi memberi angin kepada saudara-saudara Muslim di negerinya untuk membentuk negara baru Pakistan. Ia sejajar dengan tokoh-tokoh terhormat lainnya di dunia.PenulisI Wayan Budiartawan -
Knowledge Is Power: Menelisik Negara Rusia dan Amerika
Knowledge Is Power– Negara Rusia dan Amerika merupakan dua negara yang saling mengungguli dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai akibatnya persaingan ini memicu konflik bersenjata antara dua negara yang beda kepentingan ini. Knowledge is power, siapa yang unggul dalam hal iptek akan berkuasa di dunia. Indonesia juga menghadapi kepentingan negeri Cina di Laut Cina Selatan. Baca juga: Beasiswa S2 Program Hukum di BelandaPembangunan iptek di Indonesia bisa ditelusuri sampai di ITB. Perguruan tinggi warisan Belanda ini gudangnya ilmuwan di tanah air. Iptek yang masuk ke tanah air harus diseleksi mana yang benar-benar bermanfaat bagi negara kita tercinta Indonesia. Orang Indonesia mesti terdidik sesuai dengan kepribadian bangsa.Knowledge Manusia Indonesia harus berjiwa Pancasila yakni falsafah bangsa Indonesia yang majemuk ini. Rela berkorban demi negara dan bangsa. Menghormati sesama warga negara Indonesia. Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan.Seorang alumni ITB di Bali mengamati perkembangan teknologi informasi yang ada sekarang adalah sisa-sisa dari perang dingin Rusia melawan Amerika di masa lalu. Indonesia dibanjiri berbagai informasi dari luar di internet. Depdikbud diharapkan dapat membatasi program internet yang menjerumuskan dan merusak moral bangsa.PenulisI Wayan Budiartawan -
Indonesia Nation Building Oleh I Wayan Budiartawan
Indonesia Nation Building – Generasi muda Indonesia yang sekarang lahir setelah revolusi kemerdekaan tahun 1945.Oleh karena itu pendidikan nation building perlu ditekankan di sekolah-sekolah. Rasa cinta tanah air harus ditumbuhkan kepada para peserta didik. Dan rasa kebangsaan dibangkitkan kepada anak-anak muda. Agar mempunyai kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.Nation building ditujukan agar timbul rasa solidaritas kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Patriotisme diajarkan guru-guru agar para peserta didik mencintai tanah air satu Indonesia dan rela berkorban membela bangsa. Disiplin tinggi diterapkan agar semangat kebangsaan bisa dipupuk. Baca juga: Inovatif! Limbah Organik Sebagai Media Pembelajaran yang AsikKarya anak-anak muda di masa mendatang akan menjadikan negeri ini mencapai kemajuan di bidang iptek. Generasi muda sekarang bertugas untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan menaikkan taraf hidup rakyat. Masyarakat adil dan makmur bisa diwujudkan sebagaimana diamanatkan oleh bapak-bapak bangsa.Nation building menuju Indonesia yang mandiri. Kaum muda-mudi dibentuk sehingga mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Mengandalkan kekuatan sendiri, bekerja keras demi pembangunan. Sanggup mengatasi segala rintangan yang dihadapi bangsa ini. Semangat kebangsaan yang kokoh untuk memacu derap pertumbuhan ekonomi. Etos kerja yang menghasilkan. Baca juga: Bagaimana Peran Google vs Guru di Revolusi Industri 4.0?PenulisI Wayan Budiartawan -
Membangun Karakter dalam Pendidikan-Character Building
[Character Building] Membangun Karakter dalam Pendidikan– Pembangunan Indonesia adalah pembangunan manusia seutuhnya. Pendidikan tidak saja membekali peserta didik dengan iptek tetapi juga diajari pengetahuan agama yang cukup. Keseimbangan jasmaniah dan rohaniah harus dicapai kurikulum Depdikbud.Character building atau membangun karakter mesti didahulukan sehingga muncul insan yang jujur berjuang demi keadilan. Bukan manusia-manusia penipu alias koruptor. Manusia Indonesia di masa depan terdiri dari individu-individu yang gigih mempertahankan keutuhan bangsa. Character building dimulai orang tua sejak balita di rumah. Baca juga: Rumah Belajar (Learning Place) Dari KemendikbudPembangunan mental manusia amat penting agar didapatkan generasi muda yang tangguh. Tidak mudah menyerah pada kesulitan hidup yang menghadang di depan. Saleh dan taat beribadat serta menyadari ke-Agung-an Tuhan Yang Maha Esa. Manusia berbudi luhur dan berakhlak yang baik. Baca juga: 5 Cara Menjadi Pendidik yang Kreatif di Era MilenialCharacter building bangsa Indonesia digali dalam Sila-Sila Pancasila yang berasal dari bumi persada nusantara. Sifat gotong royong, setia kawan adalah modal dasar membangun bangsa. Menolong kaum papa serta mengangkat harkat dan martabat kaum tertindas. Kepribadian yang utuh akan menjamin kelangsungan pembangunan.PenulisI Wayan BudiartawanSetiap orang adalah guru. Karena guru adalah teladan bagi murid-muridnya. Maka, contohkanlah dengan baik-baik#penamillennials #pendidikan #shalaazz pic.twitter.com/YyEC0reeMD
— Pena Millennials | Shalaazz (@penamillennials) November 25, 2019
-
[Opini] Nadiem Anwar Makarim Oleh I Wayan Budiartawan
[Opini]-Nadiem Anwar Makarim Oleh I Wayan Budiartawan– Mendikbud yang baru memang mempunyai track record yang cemerlang. Lulusan Harvard dan pendiri Gojek, Nadiem Anwar Makarim, menduduki jabatan mendikbud untuk periode 5 tahun mendatang. Di pundak menteri baru ini dibebankan segala urusan depdikbud yang kian ruwet. Menjadi menteri memang bukan sekedar mengurus perusahaan atau lulus universitas kenamaan. Menteri harus mengabdi kepada orang-orang kecil.Pendidikan di Indonesia perlu pembenahan dengan segera. Banyak SD yang atapnya bocor perlu dana yang tidak sedikit untuk perbaikan. Seperti disoroti media televisi.Anak-anak putus sekolah berkeliaran di jalan-jalan. Aset bangsa masa depan negara. Dibutuhkan pejabat yang berhati mulia untuk menolong masyarakat kelas bawah. Baca juga: Undang Guru Dari Luar Negeri, Apakah pendidikan Indonesia kurang percaya diri?Tidak semua orang bisa lulus universitas. Terbentur biaya kuliah yang mahal. Sehingga dikhawatirkan banyak anak-anak cerdas tidak mendapatkan kesempatan untuk maju. Padahal pembangunan membutuhkan banyak tenaga-tenaga terdidik. Bangsa ini harus diurus oleh warganya sediri. Diberitakan di harian di Bali beberapa waktu lalu, pembangunan pusat tenaga listrik di Bali Utara tenaga kerjanya 100 persen dari negeri Cina.Mangku Made Pastika semasa menjadi gubernur Bali mengeluhkan manajer-manajer hotel-hotel di Bali semua orang asing. Mendikbud RI yang baru, harus bisa mengantisipasi masalah ini. Pendidikan oleh bangsa sendiri dan untuk kepentingan bangsa sendiri. Teknologi asal pakai buatan luar negeri tidak patut dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Baca juga: Sudah meratakah pendidikan di Indonesia?PenulisI Wayan BudiartawanKuncinya terletak pada seberapa banyak kita berlatih dan belajar dari pengalaman. Karena itu semua adalah kunci kekuatan potensi diri kita (be a yourself)#penamilennials #pendidikan #shalaazz— Pena Millennials | Shalaazz (@penamillennials) November 18, 2019
-
[Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat
[Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat – Pak Habibie telah tiada. Guru besar ITB kebanggaan bangsa pada masanya. Menteri riset dan teknologi yang terkemuka di tanah air kala itu. Pernah menjabat wakil presiden dan presiden untuk tempo yang singkat. Penghormatan yang sebesar-besarnya patut diberikan kepada putra Pare-Pare ini, Habibie Sang Ahli Pesawat begitulah julukannya.Ilmu konstruksi pesawat terbang bukan hal yang mudah bagi orang Indonesia kebanyakan. Pak Habibie berotak jenius sehingga bisa lulus sekolah di Jerman dalam hal kepiawaian membuat pesawat terbang. Perusahaan negara PT IPTN pernah membuat pesawat CN 235 di bawah kepemimpinan seorang Habibie. Baca juga: Tokoh Pendidikan Inspiratif DuniaKisah hidup Habibie dan Ainun sang istri telah ada filmnya dan bukunya. Menguras air mata untuk ditonton. Kisah mengharukan dua hati bertemu dan merajut rumah tangga. Pak Habibie orang hebat. Teknologi di Indonesia dipelopori anak Gorontalo ini. Generasi muda di Indonesia terutama di kampus ITB tinggal memetik hikmahnya.Wajah Indonesia di masa lalu adalah wajah Habibie. Hampir setiap waktu Pak Habibie muncul di layar TV berpidato mengenai riset dan teknologi. Pak Habibie lahir tahun 1936. Masuk ITB dan kuliah baru dijalaninya selama setahun di departemen Teknik Mesin ITB, lalu Pak Habibie berangkat ke Jerman untuk meneruskan kuliahnya di sana. Sampai akhir hayatnya Pak Habibie tercatat sebagai gurubesar Teknik Mesin ITB.PenulisI Wayan Budiartawan -
[OPINI] Selayang Pandang Pancasila
[OPINI] – Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sering digoyahkan oleh ideologi yang dianut oleh negara-negara blok Barat dan blok Timur. Bercermin dari pengalaman sejarah PKI sering melakukan pemberontakan untuk menggantikan dasar negara Indonesia dengan ideologi komunis. Baca juga: Jurusan Hukum Internasional 2, Belajar apa?Ideologi komunis identik dengan negara blok Timur. Negara blok Barat sendiri berusaha memasukkan paham paham kapitalis ke dalam negara kita Indonesia. Baca juga: Kondisi Hukum di Indonesia. Tercatat dalam sejarah di Sumatera pernah terjadi pemberontakan PRRI/Permesta yang didukung oleh Amerika Serikat. Baca juga: Pancasila Dasar Negara Apakah Masih Relevan?Sukarno, presiden Indonesia yang pertama, berusaha mempersatukan paham nasionalis, agama dan komunis dalam apa yang disebut dengan Nasakom. Tahun 1965 meletus pemberontakan G30S/PKI yang paling dahsyat dalam sejarah. Sukarno tumbang digantikan oleh Suharto. Baca juga: Sejarah Hari Lahir Pancasila!Pasca Suharto berkuasa selama 30 tahun sampai sekarang muncul paham-paham negara berdasarkan agama. Pancasila sekali lagi mendapat tantangan berat karena Indonesia nanti akan dijadikan negara agama oleh gerakan-gerakan organisasi keagamaan yang marak akhir-akhir ini. Dan memberi ruang gerak bagi semua agama. Tapi tokoh garis keras di negeri ini menggunakan agama untuk menarik simpati rakyat. Baca juga: Relasi Pancasila Dalam Mewujudkan Pemuda Anti HoaxBaca juga: 21 Peluang Karir Sarjana HukumPenulis : I Wayan Budiartawan -
[OPINI] Revolusi 1945 Belum Selesai
[OPINI] Revolusi 1945 Belum Selesai – Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Perjuangan menuju kemerdekaan ketika itu didukung oleh kekuatan tentara nasional Indonesia yang bertempur untuk melawan pihak pasukan Belanda. Di samping itu para diplomat Indonesia turut juga berjuang lewat perundingan dengan pihak Belanda. Perundingan ini diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.Revolusi 1945 berhasil mendirikan negara Republik Indonesia. Tetapi perjuangan belum selesai. Sekarang bangsa Indonesia sedang gencar-gencarnya melaksanakan pembangunan di segala bidang. Semangat revolusi 1945 adalah modal dasar bagi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya agar negeri ini tidak tertinggal dari bangsa-bangsa lain di muka bumi ini.Generasi muda bangsa ini mesti mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Kaum pelajar dan mahasiswa hendaknya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan dalam pembangunan nasional. Tanpa iptek Indonesia akan menjadi negara yang paling terbelakang. Oleh karena itu iptek adalah satu-satunya jalan keluar agar bangsa ini bisa sejajar dengan negara-negara maju.Beberapa masalah yang dihadapi bangsa Indonesia antara lain kemiskinan, demokrasi, pelanggaran HAM dan gangguan keamanan. Gerakan separatis mengancam keutuhan NKRI. Pemilu yang bersih dan jujur adalah dambaan setiap insan Indonesia. Program pembangunan diarahkan agar dapat mengikis kemiskinan rakyat Indonesia. Pendapatan per kapita Indonesia masih jauh di bawah negara kecil seperti Singapura.Penulis : I Wayan Budiartawan, lulusan Insitut Teknologi Bandung (ITB) -
Perguruan Rakyat Saraswati Bali Oleh I Wayan Budiartawan
Perguruan Rakyat Saraswati Oleh I Wayan Budiartawan – Di Bali pihak swasta juga menyelenggarakan pendidikan untuk semua rakyat. Salah satunya adalah Perguruan Rakyat Saraswati yang sangat terkemuka. Lembaga/yayasan swasta Saraswati mendirikan sekolah-sekolah dari TK, SD, SMP, SMA, sampai universitas. Saraswasti adalah lembaga sekolah swasta tertua di Bali.Pihak pemerintah secara ‘hand in hand’ bekerja sama dengan yayasan swasta seperti Saraswati untuk membangun sekolah-sekolah bermutu yang biayanya terjangkau oleh kebanyakan rakyat jelata. Dengan demikian siswa/i yang tidak bisa ditampung di sekolah negeri bisa langsung disalurkan ke sekolah swasta.I Gusti Ngurah Tamba almarhum adalah pejuang dari Bali yang merintis berdirinya Perguruan Rakyat Saraswati. Universitas Maha Saraswati yang berkedudukan di Denpasar telah berkembang pesat. I Gede Made Saskara Edi (51) contohnya. Alumni ITB Bandung jurusan farmasi ini sekarang menjadi bos sekolah tinggi farmasi yang tergabung di bawah payung Perguruan Rakyat Sarasawati.Swasta adalah mitra pemerintah dalam mengelola pendidikan di negeri ini. Tidak semua sekolah swasta berjalan lurus-lurus saja. Tidak sedikit yang menyimpang dan bahkan menjurus ke arah penipuan. Pemerintah dengan lembaga akreditasinya diharapkan mampu mengawasi mutu pendidikan swasta yang menjamur saat ini. -
Ilmu Hayat Sebuah Pengenalan Oleh I Wayan Budiartawan
Ilmu Hayat Sebuah Pengenalan Oleh I Wayan Budiartawan – Zaman bapak-bapak kita sekolah salah satu pelajaran yang wajib diikuti adalah ilmu hayat. Sekolah Rakyat (SR) adalah pendidikan awal anak-anak sekolah pada tahun 1950-an. Ilmu hayat mengajarkan hewan atau binatang.Di samping tumbuh-tumbuhan alias tanaman. Tubuh manusia dibahas untuk tahap lanjut yang membutuhkan keahlian tertentu.Tumbuh-tumbuhan terdiri dari akar, batang dan daun. Di tambah buah-buahan serta umbi-umbian. Akar terdiri dari akar tunjang dan serabut. Batang terdiri atas cabang dan ranting. Disebutkan tumbuhan atau tanaman menyerap bahan makanan dari serabut akar.Bunga-bunga, sari serta proses penyerbukan.Hewan terdiri atas hewan yang berkembang biak dengan telur seperti ayam dan itik. Juga binatang atau hewan yang melahirkan anak dari kandungan seperti sapi dan kerbau. Bapak-bapak lulusan SR ini banyak yang menjadi petani. Menjadi penghasil gabah alias buah padi. Atau menjadi penghasil umbi singkong. Pelihara unggas dan sapi atau kerbau.Tubuh manusia dibahas lebih teliti. Seperti tulang dan otot sebagai rangka tegaknya tubuh dan menunjang kemampuan bergerak. Alat pencernaan seperti usus. Alat pernafasan seperti paru-paru. Juga jantung untuk memompa darah. Juga hati untuk menimbun racun. Darah mengedarkan sari-sari makanan. Otak sebagai pusat pengendali syaraf yang berkuasa atas tubuh manusia.PenulisI Wayan Budiartawan -
Apakah Belajar Kelompok Lebih Efektif?

Sumber: Yavyo.com Apakah Belajar Kelompok Lebih Efektif? – Pelajaran yang harus dikuasai siswa/i cukup sulit. Di rumah diharapkan terbentuk sistem kelompok belajar. Antara siswa/i bisa saling mengisi, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.Guru mengajar di kelas waktunya sangat terbatas. Siswa/i harus aktif sendiri di luar kelas belajar sendiri-sendiri. Baca juga: Fun Learning, Metode Belajar yang MenyenangkanKelompok belajar yang ideal terdiri dari 3-5 siswa/i. Tempat belajar bisa digilir di rumah masing-masing orang tua siswa/i. Programnya adalah diskusi tiap-tiap pelajaran. Siswa/i bisa saling menanyakan apa yang dibahas tiap pelajaran sesuai dengan kemampuan individual. Baca juga: Susah Fokus Belajar? Yuk, Cari Tau Tentang Teknik Pomodoro!Dengan cara ini belajar bisa lebih efektif. Bahan pelajaran dengan mudah bisa diserap. Keterangan guru di kelas bagus untuk diingat-ingat kembali sewaktu belajar di rumah.Dengan belajar berkelompok dapat memupuk kebersamaan dan mengurangi rasa mementingkan diri sendiri antar siswa/i.Kemudian dapat meningkatkan semangat belajar agar lebih solid antar sesama. Orang tua bisa mengikuti kemajuan yang dicapai masing-masing anak. Baca juga: Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Otak Kanan dan KiriTidak ada lagi rasa frustrasi karena pelajaran terlalu sukar. Mestinya digalakkan oleh semua guru yang bertugas di kelas karena menyadari segala kekurangan yang ada.Penulis: I Wayan BudiartawanEditor: Andrian Kukuh Pambudi -
Tokoh : Samaun Samadikun Ahli Chip Oleh I Wayan Budiartawan
Magetan, Jawa-Timur adalah tempat kelahiran Samaun Samadikun. Ilmuwan terhormat di Indonesia. Ahli chip satu-satunya hingga kini. Samaun Samadikun lahir tahun 1931 dan meninggal dunia tahun 2006 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.Samaun Samadikun mendiang adalah guru besar kebanggaan ITB. Putra gubernur pertama Jawa Timur ini sangat low profile. Akrab dengan mahasiswa/i selama menjadi dosen di Jurusan Teknik Elektro ITB.Banyak alumni ITB yang menyambangi beliau ketika masih hidup. Alumni ITB asuhan beliau banyak yang sukses.Keahlian chip diperoleh beliau di USA. Beliau lulus S3 di Stanford University, California. ITB bisa seperti sekarang karena perjuangan keras beliau yang tidak mengenal lelah. Mahasiswa ITB belajar chip semenjak beliau mendirikan laboratorium. Tokoh karismatik yang patut dijadikan suri teladan.Catatan kecil ini penulis buat untuk mengenang kepergian beliau. Jarang ada kesempatan untuk kuliah di tempat beliau di ITB. Penulis masuk ITB tahun 1987 dan pernah membuat tugas akhir di laboratorium beliau. Kesempatan mahal dan langka. Berkenalan dengan staf Samaun Samadikun, sang ahli chip Indonesia.I Wayan BudiartawanBintang KelasSD No. 2 Nongan di Pesaban1975-1981 -
Pendidikan Computer Science oleh I Wayan Budiartawan
Pendidikan Computer Science oleh I Wayan Budiartawan – Ilmu Komputer amat maju. Sekarang orang berada di era internet. Pendidikan komputer yang ditawarkan di lembaga yang ada melulu hanya pendidikan service komputer.Jarang didengar mathematical skill yang disebut computer science. Computer science memang sukar. Tapi perlu diajarkan di negara kita melalui sekolah negeri/swasta. Supaya ada ahli komputer yang benar-benar mengerti ilmu komputer.Mathematical skill adalah dasar computer science. Kapan bangsa ini maju di bidang computer science kalau mahasiswa/i diajari hanya melakukan service ? Keluaran sekolah yang demikian tidak berdasarkan mathematical skill sama sekali.Batas kemampuan hardware bisa ditingkatkan dengan cabang matematika yang disebut computer science. Sangat disesalkan penyelenggara pendidikan hanya menarik keuntungan finansial belaka.Tidak ada semangat kebangsaan yang mendasari. Penipuan ? Bangsa dan negara ini perlu banyak ahli komputer agar tidak tergantung orang asing. Untuk menghemat devisa.I Wayan Budiartawan lahir di Desa Pesaban pada tanggal 1 Oktober 1968. Desa ini terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem-Provinsi Bali -
Kurikulum Pendidikan Kedokteran tentang Sel Darah Merah
Sel Darah Manusia Sel darah digolongkan ke dalam dua jenis. Sel darah merah dan sel darah putih.Sel darah merah berfungsi untuk membawa dari sari makanan ke seluruh tubuh. Sel darah putih berfungsi untuk mencegah timbulnya penyakit.Kurikulum pendidikan sekolah dasar telah membahas sel darah manusia ini. Dengan demikian diharapkan siswa-siswi sekolah dasar mengenal pengetahuan tentang sel darah.Dan selanjutnya bisa menjaga tubuh supaya tidak terjadi apa-apa dengan darah yang bisa membahayakan. Untuk mencegah kematian yang tidak diharapkan. Menjaga kesehatan darah perlu dilakukan sejak dini.Sayur-sayuran yang dikonsumsi mengandung vitamin A dan sejenisnya. Sedangkan buah-buahan mengandung vitamin C seperti buah jeruk. Kacang hijau mengandung vitamin B.Sementara daging dan ikan mengandung protein. Air minum mengandung mineral. Pendidikan sekolah dasar memberi contoh transfusi darah yang mengeluarkan biaya besar.Perlu hati-hati dalam makan dan minum agar tidak ada masalah kesehatan seperti penyakit akibat kekurangan darah. Wajah pucat dan lesi adalah ciri-ciri tubuh kekurangan darah.Sementara badan lemah juga ada hubungannya dengan gejala penyakit kekurangan darah.Ditulis oleh : I Wayan Budiartawan Staf redaksi majalah Elektron ITB, 1988-1992 -
SMA 2 Denpasar Dulu dan Kini oleh I Wayan Budiartawan
SMA 2 Denpasar Dulu dan Kini oleh I Wayan Budiartawan – SMA 2 Denpasar Dulu Dan Kini I Wayan Budiartawan Ir. I Made Dana M. Tangkas adalah lulusan SMA 2 Denpasar. Setelah lulus dia masuk ITB tahun 1984. Kuliah di Jurusan Teknik Industri ITB dia jalani selama 5 tahun.Setelah tamat dia memulai karir di PT Astra Internasional sampai ke posisi puncak (direktur) dari bawah. SMA 2 Denpasar pun harum namanya di Indonesia karena dia. Beda dengan Oka Rusmini.Perempuan Bali ini seorang pegiat sastra yang terkemuka. Selain menjadi dosen di Fakultas Sastra UNUD, dia juga bekerja sebagai wartawan dan akhirnya menjadi salah seorang redaksi surat kabar Bali Post. Dia masuk SMA 2 Denpasar tahun 1984.Kuliah di Fakultas sastra UGM dia tempuh selama 5 tahun sejak tahun 1987. SMA 2 Denpasar terletak di Jalan Sudirman. Sekarang gedung baru telah dibangun dengan mengandalkan uang bangunan dari para siswa.SMA 2 Denpasar menerima siswa-siswi dari seantero wilayah Kabupaten Badung. Siswa-siswi dari luar dapat juga diterima mesti jumlahnya sangat dibatasi. Ir. I Made Dana M.Tangkas dan Oka Rusmini tentu saja dua sosok yang menonjol di negeri ini yang merupakan alumni SMA 2 Denpasar. Semua orang masih ingat semboyan SMA 2 Denpasar tempo dulu : SMA 2-ku, SMA 2 – mu, SMA 2 kita tercinta. Lulusan SMA 2 Denpasar diterima di tengah-tengah masyarakat.



![[ITB[] Institut Teknologi Bandung Oleh I Wayan Budiartawan [ITB[] Institut Teknologi Bandung Oleh I Wayan Budiartawan](https://1.bp.blogspot.com/-IXOhTMp4RPM/Xf1kttZMwEI/AAAAAAAAEnU/FOG5jiUeovggAvR8QrvVy2S7hcOJd_XggCLcBGAsYHQ/s1600/itb.jpg)




![[Opini]-Nadiem Anwar Makarim Oleh I Wayan Budiartawan [Opini]-Nadiem Anwar Makarim Oleh I Wayan Budiartawan](https://1.bp.blogspot.com/-cuM0gh-5lxQ/XcwnSRe4jQI/AAAAAAAAEek/duoqlBUmYyM-Xyu6wfKwXH3jfp9eB0IbgCLcBGAsYHQ/s640/%255BOpini%255D-Nadiem%2BAnwar%2BMakarim%2BOleh%2BI%2BWayan%2BBudiartawan.jpg)
![[Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat [Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat](https://1.bp.blogspot.com/-QhoyaPWPMnI/XbJFh4z9fEI/AAAAAAAAAQY/2Lf0po5uGDEaSw1WBJTiVFtjeetvfxcWACLcBGAsYHQ/s400/habibie%2Bsang%2Bahli%2Bpesawat%2B%25282%2529.jpg)
![[OPINI] Selayang Pandang Pancasila [OPINI] Selayang Pandang Pancasila](https://1.bp.blogspot.com/-wNF5gTN22WQ/XWKfsxkSDAI/AAAAAAAAEMw/v993o0uiQWMp0fZqOH1lSWLT8ixEvSvwgCLcBGAs/s400/selayang%2Bpandang%2Bpancasila.jpg)





