Category: Jerman

  • [Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat

    [Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat
    [Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat – Pak Habibie telah tiada. Guru besar ITB kebanggaan bangsa pada masanya. Menteri riset dan teknologi yang terkemuka di tanah air kala itu. Pernah menjabat wakil presiden dan presiden untuk tempo yang singkat. Penghormatan yang sebesar-besarnya patut diberikan kepada putra Pare-Pare ini, Habibie Sang Ahli Pesawat begitulah julukannya.
    Ilmu konstruksi pesawat terbang bukan hal yang mudah bagi orang Indonesia kebanyakan. Pak Habibie berotak jenius sehingga bisa lulus sekolah di Jerman dalam hal kepiawaian membuat pesawat terbang. Perusahaan negara PT IPTN pernah membuat pesawat CN 235 di bawah kepemimpinan seorang Habibie. Baca juga: Tokoh Pendidikan Inspiratif Dunia
    Kisah hidup Habibie dan Ainun sang istri telah ada filmnya dan bukunya. Menguras air mata untuk ditonton. Kisah mengharukan dua hati bertemu dan merajut rumah tangga. Pak Habibie orang hebat. Teknologi di Indonesia dipelopori anak Gorontalo ini. Generasi muda di Indonesia terutama di kampus ITB tinggal memetik hikmahnya.
    Wajah Indonesia di masa lalu adalah wajah Habibie. Hampir setiap waktu Pak Habibie muncul di layar TV berpidato mengenai riset dan teknologi. Pak Habibie lahir tahun 1936. Masuk ITB dan kuliah baru dijalaninya selama setahun di departemen Teknik Mesin ITB, lalu Pak Habibie berangkat ke Jerman untuk meneruskan kuliahnya di sana. Sampai akhir hayatnya Pak Habibie tercatat sebagai gurubesar Teknik Mesin ITB.
    Penulis
    I Wayan Budiartawan
  • Sistem Pendidikan di jerman

    Sistem Pendidikan di jerman – Jerman mempunyai reputasi sangat baik di dunia karena mutu lembaga riset dan pendidikan tingginya. Hal itu dilambangkan oleh peringkat tiga antara negara asal penerima Hadiah Nobel; ada lebih dari 80 warga Jerman yang telah menerima

    Penghargaan tersebut. Di era globalisasi ini, posisi Jerman sebagai negara yang memiliki tradisi kuat di bidang penelitian dan pengembangan sangat strategis dalam persaingan internasional untuk mendapatkan cendekiawan unggul. Terdapat tiga penggerak besar dalam dunia ilmu: jaringan padat dari sekitar 400 perguruan tinggi, empat institusi penelitian ekstrauniversiter yang memiliki reputasi internasional, serta lembaga riset ternama dari perusahaan industri. Prestasi besar di bidang riset itu merupakan dasar untuk fakta bahwa Jerman menjadi pengekspor utama barang teknologi canggih dengan pangsa pasar sebesar 12 persen dari volume perdagangan dunia di sektor itu, serta untuk fakta bahwa Jerman termasuk kelompok negara “pelopor inovasi” di Uni Eropa

    (UE). Jerman juga termasuk sekelompok kecil negara di dunia dengan investasi terbesar untuk riset dan pengembangan, yaitu lebih dari 2,5 persen dari produk domestik bruto.