Category: tips belajar

  • Cara Membagi Tugas, Break Down You’re Task

    Cara Membagi Tugas, Break Down You’re Task

    Tugas menjadi salah satu kewajiban yang harus diselesaikan oleh setiap individu. Entah itu tugas dalam dunia pendidikan, pekerjaan, bisnis, bahkan sampai dunia rumah tangga. Tugas datang dengan berbagai cara. Ada yang datang secara berkala, ada juga yang datang di saat waktu tertentu saja.  Akan tetapi, tugas yang datang secara bertubi-tubi seringkali membuat kita bingung, cemas, panik bahkan tak sedikit diantara kita mengalami stress dan depresi. Nah…. bagi kamu yang sering merasakan hal demikian, dan masih merasa bingung ketika harus mengelola dan mengendalikan tugas-tugasmu. Ada beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan, agar kamu bisa break down tugas-tugasmu.

    Apa sih tips nya? Yuk, langsung saja simak penjelasan berikut !

    1. Lakukan brainstroming

    Tugas yang tercecer dimana-mana, sering kali membuat kamu merasa kesulitan dan bingung ketika harus memulainya dari mana. Ketika semua tugas menumpuk dan bercampur aduk dengan tugas-tugas lainnya, kamu akan merasa kewalahan untuk mengerjakan tugas-tugas berikut. Agar kamu dapat mengendalikan semua tugas-tugas mu, kamu harus menulis semua agenda dan tugas yang harus dikerjakan. Semua agenda tersebut bisa kamu tulis di dalam buku, catatan, memo, bahkan catatan yang terdapat di aplikasi handphone.

    2. Breakdown tugas

    Nah, setelah semua tugas kamu tulis di dalam satu catatan besar. Kamu dapat mengelompokkan semua tugas ke dalam kelompok-kelompok kecil. Kemudian, memilah tugas-tugas tersebut dari yang paling kompleks hingga paling detail. Misalnya kamu mendapat tugas kuliah untuk menulis resume dan mengerjakan latihan soal. Kamu dapat mengelompokkan kedua tugas tersebut, dalam satu kelompok. Karena keduanya memiliki karakter yang masuk kedalam satu bidang yang sama. Break down tugas ini bisa membantu mu mengukur dan mengelola tugas-tugas yang harus dikerjakan.

    Baca juga: Perhatikan Hal Berikut, 4 Tips Belajar Efektif

    3. Priority scale

    Langkah selanjutnya adalah membuat skala prioritas dari masing-masing tugas yang telah dikelompokan. Skala prioritas ini sangat penting dilakukan untuk mengatur tugas-tugas yang harus dikerjakan berdasarkan tingkat urgensinya. Misalnya kamu membagi tugas-tugas mu ke dalam 4 skala. Pertama, kamu membuat skala penting dan genting. Kedua, membuat skala penting namun tak genting. Kemudian, kamu membuat skala tak penting namun genting. Terakhir kamu membuat skala yang tak terlalu penting, namun juga tak terlalu genting. Nah.. dengan adanya skala prioritas ini kamu dapat memilah tugas-tugas mana yang harus kamu kerjakan terlebih dahulu. Dan tugas-tugas mana yang tak mesti dilakukan dengan segera. Skala prioritas ini dapat membantumu mengendalikan tugas-tugasmu, sesuai dengan target dan waktu yang diharapkan.

    4. Membuat to do list

    Banyak nya agenda/tugas yang harus dikerjakan, terkadang membuat kita memikirkan banyak hal. Tak sedikit diantara kita merasa bingung, terhadap apa yang harus kita lakukan. Meskipun kamu sudah mencoba melakukan 3 hal diatas, namun kamu masih merasakan hal demikin… Nah, setelah kita berusaha mengelola dan mengendalikan tugas-tugas tersebut, kamu juga perlu membuat to do12 Sekolah Pilot Terbaik di Indonesia, Beserta Persyaratannya list dalam catatan kecil, buku, atau aplikasi handphone. To do list merupakan sebuah catatan yang dibuat untuk mengatur dan menyusun agendamu, baik perhari maupun perminggu. To do list inidapat membantumu mengatur diri sendiri untuk melakukan sesuatu sesuai target dan harapan.

    Baca Juga: Lakukan 4 Tips In menghilangkan Demam Panggung

    5. My superheroes time

    Setelah membuat agenda yang telah tersusun sedemikian rupa, kamu juga harus mengetahui karakter dirimu sendiri dalam mengerjakan tugas. Apakah kamu termasuk tipe orang yang senang mengerjakan tugas di malam hari (night owl)? ataukah kamu termasuk tipe orang yang senang mengerjakan tugas di pagi hari (early bird)? Nah, setelah mengetahui karakter dirimu sendiri. Kerjakanlah tugas secara maksimal di waktu-waktu tersebut. Karena di waktu-waktu tersebut, energi dan minat dirimu untuk melakukan sesuatu sangatlah besar. Sehingga, akan memudahkanmu dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas.

  • Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah

    Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah

    Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah  – Halo sobat Shalaazz, apa yang kalian lakukan ketika rasa penat dan bosan menyerang pada saat mata kuliah sedang berlangsung? Jika kalian bingung dan belum tahu mau melakukan apa untuk menghilangkan rasa penat dan bosan, yuk simak uraian di bawah ini!
    Dalam kamus besar bahasa indonesia, belajar adalah suatu aktifitas usaha untuk mendapatkan ilmu dan kepandaian. Belajar juga bisa disebut kegiatan yang menguras otak. Karena ada sebuah aktifitas identifikasi, analisis didalamnya yang membuat otak lebih banyak bekerja. Apalagi jika dihadapkan pada materi-materi kuliah yang cukup berat seperti Filsafat dan semacamnya.
    Bukannya fokus memperhatikan dosen melainkan rasa kantuk hadir tanpa diundang. Ditambah jika dosen menjelaskan mata kuliah monoton, hanya menulis di papan tulis dan menayangkan power point yang penuh dengan tulisan. Otak terasa penuh dan ingin pecah. Iya kan? Pastinya karena waktu fokus manusia hanya bertahan 30 menit, selebihnya hanya merasa bosan. Sehingga dibutuhkan beberapa hal atau kegiatan untuk merefresh kembali otak yang sudah terserang rasa penat dan bosan.

    Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa penat dan bosan ketika mata kuliah berlangsung, sebagai berikut:

    1. Membawa pulpen yang beragam warna.

    Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah Berlangsung?Begini Mengatasinya
    Pulpen adalah media untuk menulis. Ketika rasa kantuk menyerang, kita bisa menggunakan pulpen beragam tersebut untuk membuat tulisan kita lebih berwarna. Rasa kantuk pun akan hilang seketika karena mata kita melihat beragam warna-warna yang membangkitkan semangat. Terkhusus untuk para pecinta seni, hal ini bisa dilakukan karena dapat melatih otak kanannya untuk mencari inspirasi yang menarik ketika mata kuliah berlangsung dan menikmati apa yang disampaikan oleh dosen terkait mata kuliah tersebut.

    2. Membawa air minum.

    Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah Berlangsung?Begini Mengatasinya
    Ketika rasa kantuk menyerang tidak sedikit orang membawa air minum ke dalam kelas. Ada yang digunakan untuk minum dan ada yang digunakan untuk dicipratkan ke wajah agar membuat lebih fresh. Hal ini sering digunakan oleh para mahasiswa yang mempunyai hobi membawa botol air minum ke dalam kelas.

    3. Menjaili teman yang berdekatan.

    Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah Berlangsung?Begini Mengatasinya
    Ada sebagian mahasiswa yang melakukan hal-hal konyol untuk menghilangkan rasa kantuk seperti menjaili teman yang berada teman di sampingnya. Alasannya untuk membuat mata tak fokus pada satu hal yang membuat kantuk. Karena ketika interaksi antar manusia berlangsung, maka pikiran tidak akan tidur dan bosan. Namun hal ini sebagian besar tidak membawa dampak positif kepada seseorang yang melakukannya. Hal ini cukup berdampak negatif, karena akan membuat pikiran tidak fokus terhadap mata kuliah yang sedang berlangsung.
    Gimana sobat Shalaazz? Banyak sekali kan hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa kantuk dan bosan ketika mata kuliah berlangsung. Kalian boleh mencoba salah satunya agar ketika mata kuliah berlangsung, setiap materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik. Terima kasih.
  • 4 Tips Publikasi Artikel di Jurnal Ilmiah Terindex Scopus

    4 Tips Publikasi Artikel di Jurnal Ilmiah Terindex Scopus

    “Esensi dari menghasilkan karya tulis ilmiah bukan hasil publikasinya, atau pengauannya, namun pada perjalananannya.” Kutipan dari Adipati Rahmat peraih beasiswa S3 ke luar negeri

    4 Tips Publikasi Artikel di Jurnal Ilmiah Terindex Scopus– Sebelumnya pembahasan kali ini membicarakan tentang cara menulis artikel hingga bisa dibawa ke luar negeri. Bagaimana agar paper yang dibuat dapat lolos? Berikut tips publikasi artikel di jurnal ilmiah terindex scopus:
    1. Apa yang memotivasi untuk menulis? Terkenalkah? Atau kebahagiaan diri sendiri ketika menulis? Ataukah ada alasan lain selain dari itu? Coba cek ke diri masing-masing sebelum mencapai paper yang akan di konferensikan ke luar negeri. Tulisanmu akan berdampak abadi hingga akhir hayat. Melahirkan pemikiran-pemikiran baru ketika membaca beberapa buku. Baca juga: Cara Menghilangkan Writer’s Block dalam Menulis Karya Ilmiah

    Esensi Karya Tulis

    Terciptalah sebuah ide yang melahirkan inovasi yang dapat berdampak besar bagi bangsa. Termasuk dunia pendidikan dalam mengelola karya tulis ilmiah ini akan berpengaruh bagi dunia. Nah, karena ini membahas karya tulis ilmiah yang begitu tinggi dalam menerapkan keahlian harus disertai pemotivasi diri sendiri untuk lanjut ke berikutnya.
    2. Cari terlebih dahulu standar publikasi ilmiah. Biasanya ada 3.
    Yang pertama adalah standar index scopus. Scopus adalah indeks sitasi (kutipan) jurnal publikasi artikel ilmiah. Pertama kali muncul tahun 2004 namun sejak 2009 didukung oleh Content Selection and Advisory Board (CSAB) dalam menentukan sistem yang objektif dan valid berdasarkan peer review (maksudnya orang yang membahas artikel itu layak dijadikan jurnal atau tidak) untuk menentukan apakah suatu jurnal terindeks atau tidak, secara transparan dan adil. Indeks ini direview setiap tahun.  Baca juga: Dasar Penggunaan Variasi Metode Penelitian Kualitatif

    Rumus Indeks Scopus

    Indeks ini dapat dilihat dari h-indeks (menunjukkan berapa kali artikel dikutip), CiteScore (Penilaian kinerja suatu jurnal berdasarkan jumlah kutipan total dibagi jumlah tahun), SJR (SCImago Journal Rank= peringkat suatu jurnal terhadap seluruh jurnal lain dalam satu bidang yang sama)) and SNIP (Source Normalized Impact per Paper= dampak kutipan yang kontekstual terhadap total kutipan pada bidang tersebut). kuartil itu adalah rangking yang membedakan sebagus apa jurnal-jurnal yang ada di seluruh dunia yang jumlahnya puluhan ribu itu.
    Semuanya dinilai berdasarkan indeks Scopus. Rumus Indeksnya adalah: jumlah paper dikutip dibagi dengan jumlah jurnal rilis dikutip. Yang kedua ada Standar Thomsun dan yang ketiga standar Web Of Science. Ketiga standar ini biasanya bereputasi paling tinggi.
    3. Pilih website yang mengarahkan teman-teman untuk menulis ke luar negeri. Yakni: https://www.scimagojr.com/,http://beallslist.weebly.com/,googlescholar,www.conferencealerts.com., website ini akan membantu teman-teman yang ingin menulis karya tulis ilmiah.
    4.   Dalam merangkai kata-kata yang berada dalam karya tulis ilmiah haru diperhatikan beberapa hal yakni: Figures/tables (gambar dan caption yang jelas), discussion, result, method, introduction (gunakan di akhir), conclusion, abstract and keywords (yang paling banyak dicari dan relevan dengan perkembangan zaman)
    Mungkin itulah beberapa tips yang saya sampaikan dalam artikel yang sederhana ini. Semoga bisa memotivasi untuk semua orang. Pesan singkat untuk teman-teman jadilah yang pertama, terbaik, dan berbeda. Tampilkan karya agar pemikiran tetap abadi dan membenci menjadi rata-rata. Karena semua bisa melakukanya. Kalau bisa 99% kenapa tidak 100% untuk melakukannya?. berikan yang terbaik untuk generasi terbaik. Baca juga: Prosedur Pemakzulan Presiden Secara Yuridis di Indonesia
  • Apakah Belajar Kelompok Lebih Efektif?

    Apakah  Belajar Kelompok Lebih Efektif?
    Sumber: Yavyo.com
    Apakah Belajar Kelompok Lebih Efektif?  – Pelajaran yang harus dikuasai siswa/i  cukup sulit. Di rumah diharapkan terbentuk sistem kelompok belajar. Antara siswa/i bisa saling mengisi, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.
    Guru mengajar di kelas waktunya sangat terbatas. Siswa/i harus aktif sendiri di luar kelas belajar sendiri-sendiri. Baca juga: Fun Learning, Metode Belajar yang Menyenangkan
    Kelompok belajar yang ideal terdiri dari 3-5 siswa/i. Tempat belajar bisa digilir di rumah masing-masing orang tua siswa/i. Programnya adalah diskusi tiap-tiap pelajaran. Siswa/i bisa saling menanyakan apa yang dibahas tiap pelajaran sesuai dengan kemampuan individual. Baca juga: Susah Fokus Belajar? Yuk, Cari Tau Tentang Teknik Pomodoro!
    Dengan cara ini belajar bisa lebih efektif. Bahan pelajaran dengan mudah bisa diserap. Keterangan guru di kelas bagus untuk diingat-ingat kembali sewaktu belajar di rumah.
    Dengan belajar berkelompok dapat memupuk kebersamaan dan mengurangi rasa mementingkan diri sendiri antar siswa/i.
    Kemudian dapat meningkatkan semangat belajar agar lebih solid antar sesama. Orang tua bisa mengikuti kemajuan yang dicapai masing-masing anak. Baca juga: Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Otak Kanan dan Kiri
    Tidak ada lagi rasa frustrasi karena pelajaran terlalu sukar. Mestinya digalakkan oleh semua guru yang bertugas di kelas karena menyadari segala kekurangan yang ada.
    Penulis: I Wayan Budiartawan
    Editor: Andrian Kukuh Pambudi