Category: Tokoh

  • In Memoriam Pak Darmawan Oleh I Wayan

    In Memoriam Pak Darmawan Oleh I Wayan

    In Memoriam Pak Darmawan Oleh I Wayan
     
    In Memoriam Pak Darmawan -I Gede Darmawan telah tiada. Putra Desa Pesaban yang pengusaha nasional ini telah wafat. Tetapi kemampuan beliau sebagai pengusaha kelas kakap pantas untuk dicontoh oleh generasi muda jaman sekarang. Perusahaan beliau besar sebesar jiwa beliau. Bisa menginspirasi anak muda era millenium kini. In memoriam.
     
    Pak Darmawan awalnya perawat dan pegawai negeri. Beliau berhenti, kemudian memulai karir baru sebagai seorang wiraswastawan. Dengan modal truk yang dibelikan ayahnya beliau menjajaki usaha pemborong. Guru Gede Wija alias I Gede Wija, sang ayah, bertahun-tahun duduk sebagai kepala desa di Desa Pesaban.
     
    Pak Darmawan adalah orang yang berkemauan keras. Usaha beliau berkembang menjadi PT Kresna Karya. Beliau tercatat sebagai salah seorang konglomerat Indonesia di bawah payung Bank Aken yang dirintisnya. Aken Life, anak perusahaan divisi asuransi, kemudian dibeli perusahaan Jerman Allianz.
     
    “Kewajibanmu hanya bekerja, bukan terikat pada hasilnya”. Demikian ayat Bhagawad Gita yang diresapi Pak Darmawan. Pak Darmawan bisa sukses dengan menerapkan dalam hidup ajaran kitab suci ini. Mungkin  satu-satunya konglomerat asal Bali  di Indonesia yang pernah ada.
     
    In Memoriam Pak Darmawan.
     
    Penulis
     
     
    Dosen ITB
     
    1992-1997

    –In Memoriam Pak Darmawan–

  • 11 Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Semangat

    11 Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Semangat

    11 Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin  Semangat–  Dalam belajar tentunya tidak lepas dari yang namanya lelah dan rasa malas. Mengakibatkan kamu enggan bersemangat dalam belajar.Yakin mau malas-malasan dalam belajar? Berhenti di kamu ya. Untuk mengembalikan energi positif dalam belajar, ini ada 11 kata motivasi belajar biar kamu semangat lagi.

    Berikut 11 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat, yuk simak dibawah ini. 

    1.  Tujuan dari belajar adalah terus tumbuh. Akal tidak sama dengan tubuh.Akal terus bertumbuh selama kita hidup. ~ Mortimer J. Ardler

    Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia
    Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia

    2.  Orang Bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika meraka harus. ~Arthur Wellesley

    10 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat

    3.  Seseorang yang berhenti belajar adalah orang lanjut usia. Seseorang yang tidak pernah berhenti belajar akan selamanya menjadi muda. ~ Henry Ford

    10 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat

    Baca Juga: [MOTIVASI]-Semangat Berkarya Tanpa Kenal Gender

    4.  Pendidikan bukanlah proses mengisi wadah yang kosong.Pendidikan adalah proses menyalakan api pikiran. ~ W.B. Yeats

    10 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat

    5.  Bermimpilah setinggi langit, Jika engkau jatuh engkau akan jatuh diantara bintang-bintang.~ Ir. Soekarno

    10 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat

    6.  Cobalah untuk tidak menjadi orang sukses, tapi jadilah seorang yang bernilai. ~Albert Einstein

    10 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat

    7.  Kata motivasi Belajar – Semua orang berpikir untuk mengubah dunia, Tapi tak satupun berpikir untuk merubah dirinya sendiri. ~ Leo Tolstoy

    10 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat

    8. Kurangilah rasa ingin tahu kamu tentang orang, perbanyaklah rasa ingin tahu tentang ide, gagasan, dan pemikiran. ~ Marie Curie

    10 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat

    9. Bila kau tak tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan. ~Imam Syafi’i

    10 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat

    10. Hal hebat tercipta dari rangkaian hal kecil yang disusun bersama-sama.~ Vincent Van Gogh

    10 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat

    11. Jangan menyerah. Menderitalah sekarang dan hiduplah sebagai juara nantinya.~ Muhammad Ali

    10 Kata-Kata Motivasi Belajar Dari Tokoh Dunia Bikin Kamu Semangat
    Bagaimana sobat Shalaazz? Apakah semangatmu menjadi lebih powerful? Terkadang motivasi itu sangat bermakna dalam menjalani hidup. Yuk sobat Shalaazz, saatnya bangkit lagi untuk mengejar impian yang sudah jadi proritas dalam hidup.
  • Siapa Pemimpin Indonesia Di Masa Mendatang?-Shalaazz.com

    Siapa Pemimpin Indonesia Di Masa Mendatang ?



    Siapa pemimpin Indonesia di masa mendatang? Jawabannya beragam. Ada yang berpendapat dari kalangan militer yang kuat kaderisasinya. Ada juga suatu saat muncul figur sipil lulusan perguruan tinggi yang mempunyai keahlian tertentu. Pokoknya jamak pemimpin biasanya dari kalangan ormas yang berdasarkan jumlah pengikut setianya.

    Petinggi militer muncul manakala ada masalah dengan stabilitas keamanan. Bisa dibenarkan atau bisa juga keliru. Benar karena keamanan terjamin sehingga pembangunan tidak terganggu. Keliru karena dikhawatirkan muncul negara fasis. Atau presiden bertangan besi menindas lawan-lawan politiknya. Baca juga: Prosedur Pemakzulan Presiden Secara Yuridis di Indonesia
    Tradisi perguruan tinggi menghasilkan pemimpin seperti Ir. Sukarno (ITB) dan Ir. Joko Widodo (UGM) perlu diperhitungkan di masa depan. Universitas tempat mahasiswa/i digodok untuk menjadi pemimpin negeri ini. Digembleng agar menjadi pemimpin yang tangguh. Gelombang demonstrasi mahasiswa/i meruntuhkan sekat-sekat lama dan melihat paradigma baru.
    Pimpinan model ormas pernah menghasilkan Gusdur (NU) dan Amien Rais (Muhammadiyah). Pimpinan seperti ini bertumpu pada kharismanya sebagai pemimpin ormas. Juga kecendikiaan yang mewarnai pemikirannya. Gusdur telah menjadi bapak bangsa. Siapa menyusul sebagai pemimpin Indonesia? Pimpinan model ormas mungkin agak kuno.
    Penulis
    I Wayan Budiartawan
    MGG-ITB-1987
  • Pentingkah NEM, IPK dan Ranking Menurut Nadiem Makarim?

    Pentingkah NEM, IPK dan Ranking Menurut Nadiem Makarim ?



    Pentingkah NEM, IPK dan Ranking Menurut Nadiem Makarim ? –  Kata Nadiem Makarim  Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking.

    Ada 3 hal ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap Kesuksesan yaitu :

    1. NEM
    2. IPK
    3. Rangking

    Saya mengarungi Pendidikan selama 22 Tahun :

    – 1 Tahun TK
    – 6 Tahun SD
    – 6 Tahun SMP-SMA
    – 4 Tahun S1
    – 5 Tahun S2 & S3

    Kemudian Saya mengajar selama 15 Tahun di Universitas di 3 Negara Maju :

    1. AS
    2. Korsel
    3. Australia
    dan juga di Tanah Air.

    Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan.

    Ternyata sinyalemen Saya ini di dukung oleh Riset yang di lakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 Millioner di US. Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan  rangking) hanya lah faktor sukses urutan ke-30. Sementara faktor IQ pada urutan ke-21. Bersekolah di Universitas/Sekolah Favorit di urutan ke-23.

    Jadi Saya ingin mengatakan secara sederhana :

    “Anak Anda Nilai Raportnya rendah, tidak masalah”.
    NEM Anak Anda tidak begitu besar?
    Paling akibatnya tidak bisa masuk Sekolah Favorit.

    Hal tersebut Menurut hasil Riset, tidak qterlalu pengaruh terhadap kesuksesan.

    Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan Seseorang itu?

    Menurut *Riset Stanley berikut ini adalah 10 faktor* teratas yang akan mempengaruhi *KESUKSESAN* :

    1. Kejujuran (Being honest with all People)
    2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
    3. Mudah bergaul (Getting along with People)
    4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
    5. Kerja keras (Working harder than most people)
    6. Kecintaan pada yang di kerjakan (Loving my career/business)
    7. Kepemimpinan (Having strong Leadership qualities)
    8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/Personality)
    9. Hidup teratur (Being very well-Organized)
    10. Kemampuan menjual Ide (Having an ability to sell my Ideas/Products)

    Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.
    Dalam Kurikulum semua ini kita kategorikan : Softskill. Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan Ekstra-Kurikuler. 10 faktor di atas ada di dalam Pendidikan Pramuka. Membentuk karakter adalah kebutuhan utama. Mengejar kecerdasan Akademik semata hanya akan menjerumuskan diri, Amin. Bangsa Indonesia bukan tidak butuh orang yg pintar karena bangsa Indonesia sudah banyak orang pintar, namun bangsa Indonesia membutuhkan orang-orang yang memiliki “Karakter beradab sopan santun dan berakhlak mulia”.
  • Siapa itu Mahatma Gandhi? Oleh I Wayan Budiartawan

    Siapa itu Mahatma Gandhi?
     
    Siapa itu Mahatma Gandhi?-Pemikiran Bapak Bangsa India itu, masih sangat relevan sampai kini. India merdeka dari cengkeraman penjajah Inggris karena perjuangannya. Gerakannya disebut ahimsa yang artinya tanpa kekerasan. Swadeshi yang artinya berdiri di atas kaki sendiri alias mengandalkan kekuatan sendiri. Non cooperative, menolak bekerja sama dengan pemerintah Inggris. Baca juga: Tujuan pendidikan adalah untuk saling mengasihi
    Gerakan Mahatma ini membuat banyak industri Inggris di India pada masa itu bangkrut. Pejuang gigih India ini berhasil memukul penjajah Inggris. India bebas dari penjajahan Inggris tahun 1947 dan menjadi negara merdeka yang menentukan nasibnya sendiri. Pada masa mudanya pernah berpraktek sebagai pengacara di Afrika Selatan.
    Gagasan Mahatma Gandhi mendunia. Banyak hal yang bisa dipetik hikmahnya dari ajaran politisi India ini. Salah satunya adalah menjadi bangsa mandiri. Membangun negeri dengan segala kemampuan yang ada pada diri sendiri. Tidak tergantung bangsa lain. Lihatnya sekarang, India tumbuh menjadi negara industri maju. Baca juga: Wiji Thukul, Penyair yang Hilang
    Tapi tragis sekali hidupnya. Mati terbunuh. Tertembak oleh seorang pengikut Hindu yang fanatik. Mahatma Gandhi memberi angin kepada saudara-saudara Muslim di negerinya untuk membentuk negara baru Pakistan. Ia sejajar dengan tokoh-tokoh terhormat lainnya di dunia.
    Penulis
    I Wayan Budiartawan
  • Hari Guru: Pidato Lengkap Nadiem Makarim Kemendikbud



    Hari Guru: Pidato Lengkap Nadiem Makarim Kemendikbud


    Hari Guru: Pidato Lengkap Nadiem Makarim Kemendikbud– Kabinet kerja telah dibuat. Satu persatu nama sudah diberitahukan. Nama Nadiem Makarim terpilih sebagai Kementerian pendidikan dan kebudayaan periode 2019-2024.

    Nadiem Makarim kini telah menjadi sorotan. Karena pidato untuk hari guru pada tanggal 25 November membuat menohok. Tidak seperti biasanya. Pidato selalu berisikan tentang peran-peran guru yang baik. Namun isi pidatonya mengenai suara guru yang dirasakan saat ini.

    Di Twitter menjadi trending. 4000 cuitan telah di re-tweet. Sontak isi pidato ini disambut positif oleh semua khususnya para guru.

    Berikut isi pidato Nadiem Makarim Kemendikbud.

    PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Shalom,
    Om Swastiastu,
    Namo Buddhaya,
    Rahayu,
    Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

    Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

    Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

    Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

    Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

    Baca juga: Jurusan Manajemen Haji Terbaik di Indonesia

    Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

    Baca juga: Problematika Moral Pendidikan, Bagaimana mengatasinya?

    Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal. Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

    Baca juga: Semangat 1945 Untuk Meraih Impian (Essay)

    Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

    Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

    Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

    • Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
    • Berika kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
    • Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
    • Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
    • Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

    Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

    Selamat Hari Guru,
    #merdekabelajar #gurupenggerak

    Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
    Shalom,
    Om Santi Santi Santi Om,
    Namo Buddhaya,
    Rahayu.

    Jakarta, 25 November 2019
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

    Nadiem Anwar Makarim

  • Fasilitator Pendidikan di Era Generasi Alpha

    Fasilitator Pendidikan di Era Generasi Alpha.
    Fasilitator Pendidikan di Era Generasi Alpha – Banyak istilah untuk mewakilkan keadaan generasi sekarang, salah satu istilah yang sering kita dengar ialah generasi millennial. Namun apakah betul bahwa kita ialah generasi milenial?
    Dalam buku yang ditulis oleh Aprianto (2017) berjudul “Passion for Millenial People” dijelaskan bahwa setelah berakhirnya perang dunia kedua, telah lahir lima generasi yang disesuaikan dengan kebutuhan kehidupannya.
    • Generasi Baby Boomer (1946 – 1964) adalah generasi pertama yang lahir pasca perang dunia kedua dimana generasi ini fokus menata ulang kehidupan mereka tanpa adanya lagi perang.
    • Generasi X (tahun 1965 – 1976) dimana generasi ini dikenal sebagai generasi yang telah matang dalam mengambil dan menetapkan keputusan. Selain itu, pada generasi ini, Komputer telah mulai diperkenalkan untuk pertama kalinya.
    • Generasi Y atau millennial (1977 -1995) dimana dizaman ini, computer telah mewabah bahkan generasi ini tidak bisa hidupa tanpa internet.
    • Generasi Z atau I-Generation (1996 – 2010) dimana pola pikir pada generasi ini adalah serba instan sebab telah dipenuhi oleh teknologi yang sangat canggih. Sosial media dan teknologi tumbuh menjamur pada di era generasi ini.
    • Generasi Alpha (2010 – sekarang) dimana orang-orang menyebut bahwa pada generasi ini merupakan generasi tanpa kekuarangan.

    Nah, teman-teman pembaca sekalian masuk dalam generasi mana?

    Sistem pendidikan baik dari sisi sarana pendidikan dan prasarananya maupun metode pendidikan yang digunakan terus berkembang seiring dengan perubahan generasi ini. Khususnya di era generasi Z atau I-Generation, kita akan membahas salah satu sosok fasilitator pendidikan Indonesia yang tentunya sangat berjasa pelajar-pelajar di Indonesia. Dia adalah Muhammad Iman Usman (Pendiri ruangguru.com).
    Muhammad Iman Usman lahir di Padang pada 21 Desember 1991. Sejak kecil ia telah menunjukkan minat dan ketertarikannya pada dunia relawan kependidikan dan pengembangan masyarakat. Sosoknya yang mudah tertarik pada hal baru dan kemauan belajarnya yang tinggi mengantarkan sosok Muhammad Iman Usman meraih beberapa penghargaan bergengsi. Seperti di tahun 2008 ia meraih penghargaan Pemimpin Muda Indonesia tahun 2008 dari Presiden dan United Nation Youth Assembly Recognition on Humanitarian Development 2011 di New York. Serta masih banyak penghargaan lain yang diraihnya. Baca juga: Inovatif! Limbah Organik Sebagai Media Pembelajaran

    Latar Belakang Pendidikan

    Setelah menamatkan SMA di Padang. Iman melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia pada Fakultas FISIP Jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Dilingkup Universitas pun Iman selalu berprestasi. Diantaranya adalah Mahasisswa Berprestasi Utama UI tahun 2012. Dan masih banyak lagi penghargaan berskala nasional dan Internasional yang diraih olehnya.
    Setelah mendapatkan gelar sarjana di Universitas Indonesia, Iman melanjutkan studi Pascasarjana di Columbia University, New York, Amerika Serikat dengan biaya penuh sebagai Riady Scholar.
    Selesai mendapatkan gelarnya dibidang pendidikan pada Columbia University, Muhammad Usman Iman mulai mendirikan ruangguru.com. Dia mengajak sahabatnya Adamas Belva Devera, dengan tujuan membantu membantu meningkatkan  pendidikan di Indonesia.

    Awal Mula Ruangguru.com Lahir

    April 2014 ruangguru.com secara resmi dirilis. Modal yang awalnya dikeluarkan secara pribadi pun berubah. East Ventures, salah satu Venture Capital yang berada di asia, memberikan investasinya kepada ruangguru.com. Selama 1,5 tahun. Uang itu digunakan sebaik mungkin untuk pengembangan platform, gaji pegawai, divisi pemasaran dan lain-lain.
    Sejak berdirinya sampai sekarang ini, telah banyak penghargaan yang diraih oleh ruangguru.com. Diantaranya adalah berhasil mendapatkan tiga penghargaan dalam kompetisi global MIT-Solve yang diselenggarakan oleh MIT (The Massachusetts Institute of Technology) di New York, Amerika Serikat. Kompetisi pencarian solusi dari berbagai masalah global yang diikuti hampir 1000 organisasi dari 103 negara tersebut memberikan tiga penghargaan kepada ruangguru.com. Penghargaan tersebut adalah Solver of MIT, Atlassian Prize, dan DFAT Prize yang diberikan Kementerian Luar Negeri Australia, Julia Bishop.

    Ruanguru.com Sebagai Fasilitator Pendidikan

    Ada banyak fasilitas yang disediakan oleh ruangguru.com yakni ruang belajar yang berisikan ribuan video belajar, latihan soal dan rangkuman untuk setiap mata pelajaran utama. Dari jenjang SD, SMP dan SMA. Fasilitas selanjutnya yaitu Digital Boot Camp yang berisi grup chat belajar online dengan tutor yang selalu standby. Fasilitas berikutnya adalah ruang les yang menyediakan guru les berpengalaman dibidangnya. Untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun non-akademik siswa. Fasilitas selanjutnya adalah ruang les online. Di mana siswa bisa berkonsultasi masalah soal melalui apliaksi live chat dan audio call. Fasilitas terakhir yaitu ruang uji. Di mana ini merupakan fasilitas try out ujian untuk menghadapi UN, Ujian semester, UAS, SBMPTN dan ujian lainnya. Baca juga: Cara Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak dengan Metode Baru
    Itulah sosok Muhammad Iman Usman dan Adamas Belva Devera dengan ruangguru.com. Sebagai salah satu start up yang mampu membantu meningkatkan system pendidikan di Indonesia. Semoga segera terlahir generasi-generasi Indonesia selanjutnya yang bisa membawa pendidikan Indonesia kearah yang lebih baik dan lebih maju lagi.

    Semua orang memiliki potensi. Potensi yang ada berasal dari mindset kita dan mengatakan pada diri kita bahwa I CAN DO IT #penamilennials #pendidikan #shalaazz

    — Pena Millennials | Shalaazz (@penamillennials) November 19, 2019

  • Aksi Milenial Untuk Negeri Ceramah UAS-POV Ilmu Hukum

    Aksi Milenial Untuk Negeri Ceramah UAS Ditinjau Dalam Ilmu Hukum
     
     
    Aksi Milenial Untuk Negeri Ceramah UAS Ditinjau Dalam Ilmu Hukum-Masyarakat Indonesia yang merupakan masyarakat majemuk dari berbeda keyakinan, kebiasaan, kebudayaan, bahasa, dan lainnya. Karena kemajemukan inilah yang harusnya dipertahankan. Bukan bermaksud bersikap kenetralan melainkan sesuai dengan Equality before the law. Menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan porsinya. Nah, berhubungan dengan aksi milenial dalam bidang hukum untuk menyikapi persoalan ceramah yang disampaikan UAS seperti apa? Mari disimak di bawah ini ya! Baca juga: Jurusan Manajemen Haji Terbaik di Indonesia
    Sila pertama dalam pancasila yang menjunjung tinggi dalam menyikapi keagaamaan dibandingkan dengan apapun. Dimana setiap orang berhak memilih dan meyakini keyakinan agamanya masing-masing sesuai dengan UUD 1945 pasal 28 E ayat 1 dan 2. Tentunya ketika menyikapi isu keagamaan pastinya akan selalu berujung tentang ketuhanan yang harus disampaikan kepada umatnya dan dalam acara keagamaan. Terkecuali disampaikan kepada pemeluk agama lain di forum terbuka dalam keadaan yang memaksakan kehendak orang banyak. Dalam artian isu agama adalah hal yang sensitif untuk dibicarakan.

    Ceramah UAS Tentang Akidah

    Namun, harus disampaikan dengan penuh kedamaian bukanlah rasa kebencian. Sedangkan yang berita UAS dilaporkan atas ceramah tentang akidah yang disampaikannya sesuai dengan konstitusi yang memberikan jaminan untuk menjalankan ibadah dan kajian dalam rangka memudahkan umat untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya berdasarkan pasal 28 E ayat 1 Undang-Undang Dasar Tahun 1945.
    Dilihat dalam praktik pemidanaan kasus UAS tidak termasuk dalam penistaan agama. Mengapa? Karena dilihat dari unsur subyektif UAS tidak sama sekali ada niat untuk merusak persatuan agama. Kedua lihat dari unsur obyektif yang merupakan kausalitas UAS terhadap penistaan agama hanya sekedar menjawab pertanyaan dalam keadaan yang tertutup dan disampaikan hanya untuk umat islam. Kalaupun ada yang menyiarkan videonya itu dalam rangka syiar setiap agama. Bukan bermaksud untuk memecah belah persatuan. Baca juga: Prosedur Pemakzulan Presiden Secara Yuridis di Indonesia
    Coba dilihat kasus penistaan agama yang dilakukan ahok dalam proses penyampaiannya menggunakan dengan perasaan kebencian, permusuhan sedangkan proses penyampaian yang dilakukan oleh UAS ialah menjawab pertanyaan yang sesuai dengan konteks Al-Qur’an dan Sunnah. Dimana konsep ketauhidan dalam islam adalah hal yang paling pertama untuk disampaikan. Kalau tidak disampaikan dengan jelas konsep ketauhidannya maka UAS dianggap sebagai penjunjung agama yang lain. Apalagi UAS sudah menyampaikan konsep ketauhidan sejak lama. Namun, kenapa permasalahan ini baru muncul? Kalau UAS menyimpang terhadap penistaan agama seharusnya dari sejak awal saat ia menyampaikan ketauhidan. Bukan ketika beliau menjawab pertanyaan umatnya. Inilah yang harus difikirkan sebagai setiap umat beragama.

    Pengertian Agama Menurut Ahli

    Menurut pendapat M Taib Thair Abdul Mui’in, beliau memberikan pengertian agama sebagai suatu peraturan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal, memegang peraturan tuhan dengan kehendaknya sendiri, untuk mencapai kebaikan hidup di dunia dan di akhirat. Dimana kalau setiap orang berpikir jernih ia harus memakai landasan ilmiah untuk melaporkan ceramah UAS itu sendiri sedangkan Unsur yang tidak boleh dinistakan dalam menyampaikan syiar agama Islam itu sendiri ialah Allah SWT, Nabi dan Rasul, Al-Qur’an sebagai kitab suci, ritual ibadah, simbol-simbol islam. Berdasarkan dengan hal ini penyampaian UAS sendiri sudah benar sesuai dengan tuntunan penyampaian syiar atas dasar sesi tanya jawab.

    Dasar Hukum Tentang Penodaan Agama

    Pada Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) menyatakan dipidana dengan penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan/penodaan terhadap agama yang dianut di indonesia.
    Tanya jawab dilakukan di masjid setelah salat subuh sehingga tidak memenuhi delik. Kalau umatnya bertanya dan dalam forum homogen itu bukan dari bagian penghinaan. Karena dalam konteks agama, orang akan menyampaikan kebenaran agamanya. Sedangkan pendeta yang melihat ceramah UAS sendiri menyetujui apa yang dipaparkan oleh UAS sesuai dengan al-kitabnya. Bisa disimak oleh teman-teman tentang pendeta yang setuju dengan pendapat UAS di Youtube. Berarti hal ini tidak memenuhi unsur penistaan. Baca juga: Profesi Menarik yang Berkaitan dengan Bidang Hukum
    Dalam KUHP sendiri Pasal 154a ini memiliki kerangka pasal yang tak menjelaskan batas-batas dimana negara tak boleh intervensi soal kehidupan beragama sebab agama di ranah privat. Salahnya lagi pada pasal 156a ini tidak memberikan penjelasan yang semestinya. Sehingga, orang yang memahaminya akan sulit menerjemahkannya. Dalam pasal 156a tidak dijelaskan yang hendak dilindunginya ialah “ajaran agama” atau “orang yang beragama”.
    Mungkin itulah beberapa ulasan dari aksi milenial untuk negeri di bidang hukum. Disinilah teman-teman dibutuhkan pemahaman pengetahuan agama yang mengakar agar tidak langsung melaporkan segala sesuatunya ke pengadilan karena ada beberapa permasalahan yang sebenarnya bisa disosialisasikan terhadap peraturan terkait penistaan agama yang sering diviralkan oleh banyak orang dan tentunya memilih-milih yang harusnya dipublikasikan terkait informasi-informasi apapun. Apalagi hal ini merupakan konteks yang paling sensitif terhadap masyarakat yang majemuk. Baca juga: Kupas Tuntas Program Magister Hukum di Universitas Amsterdam
  • 20 Fakta Tentang Nadiem Makarim-Kemendikbud

    20 Fakta Tentang Nadiem Makarim-Menteri Pendidikan
     
     
    20 Fakta Tentang Nadiem Kemendikbud– Hai Sobat Shalaazz, Bagaimana kabarnya? Beberapa hari kita telah mengetahui kabinet baru periode 2019-2024. Semuanya telah diberikan perannya masing-masing. Tapi setelah mengetahui bahwa Nadine Makarim sebagai menteri pendidikan benyak menuai pro dan kontra. Memang tidaklah asing dengan nama beliau. Karena Nadiem Makaramim adalah pendiri sekaligus CEO Go-Jek. berhubung Shalaazz merupakan blog pendidikan, maka tidak ada salahnya untuk menginformasikan fakta-fakta tentang  menteri pendidikan Indonesia. Baca juga: Apa itu identitas nasional?

    Berikut 20 Fakta Tentang Nadiem Makarim-Menteri Pendidikan, simak dibawah ini:

    1. Nama lengkap Nadiem Makarim adalah Nadiem Anwar Makarim
    2. Kelahiran Singapore 4 Juli 1984
    3. Istriya bernama Franka Franklin
    4. Pendiri sekaligus CEO Go-Jek
    5. Pernah berkuliah di Harvard Business School, Harvard University dan lulus dengan menyandang gelar MBA (Master Business Of Administration) pada tahun 2009-2011 program exchange.
    6. Pernah bekerja di zalora Indonesia sebagai Co-founder
    7. Pada tahun 2016 mendapat penghargaan dari The Straits Times Asian of the year
    8. Nadiem Makarim Beragama Islam
    9. Nama orangtua Nadiem Makarim adalah Nono Anwar Makarim dan hamid Algadri
    10. Nadiem makarim mendapatkan penghargaan menjadi tokoh termuda se-Asia dari Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis.
    11. Adik Kandung bernama Rayya Makarim
    12. Nadiem Makarim mempunyai anak bernama Solara Franklin Makarim
    13. Lulusan Brown University di Amerika mengambil studi International Relations serta mendapatkan gelar BA.
    14. Nadiem Makarim menjabat CIO  startup saat bekerja di  Kartuku.
    15. Saat kerja di McKinsey&Co menjabat sebagai konsultan manajemen.
    16. DI organisasi internasional, Nadiem Makarim menjabat sebagai salah satu komisaris Pathways for prosperity.
    17. Nadiem Makarim anak bungsu dari 3 bersaudara.
    18. Nadiem Makarim berzodiak cancer.
    19. Tercatat masuk daftar Bloomberg pada tahun 2018.
    20. Go-Jek mendapatkan penghargaan Fortune’s  Top 50 Companies That Changed The World.
    Nah sobat Shalaazz, sekarang sudah tahu 20 Fakta tentang Nadiem Makarim-Menteri Pendidikan. Semoga kinerja menteri pendidikan yang baru lebih baik ya. Yuk kita dukung untuk Indonesia menjadi lebih baik. sebagai generasi milenial tentunya selalu mendukung langkah-lagkah positif ya. Baca juga: Kenali STEM dan Pengaruhnya dalam Dunia Pendidikan

    Oh Iya sobat Shalaazz, ada quote alias kata-kata bijak dari Nadine Makarim:” Dikelilingi banyak orang dengan cara pandang yang berbeda denganmu sangatlah bermanfaat”.

    #SalamPendidikan
    #Shalaazz
    #Nadiemmakarim
  • [Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat

    [Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat
    [Tokoh] Pak Habibie Sang Ahli Pesawat – Pak Habibie telah tiada. Guru besar ITB kebanggaan bangsa pada masanya. Menteri riset dan teknologi yang terkemuka di tanah air kala itu. Pernah menjabat wakil presiden dan presiden untuk tempo yang singkat. Penghormatan yang sebesar-besarnya patut diberikan kepada putra Pare-Pare ini, Habibie Sang Ahli Pesawat begitulah julukannya.
    Ilmu konstruksi pesawat terbang bukan hal yang mudah bagi orang Indonesia kebanyakan. Pak Habibie berotak jenius sehingga bisa lulus sekolah di Jerman dalam hal kepiawaian membuat pesawat terbang. Perusahaan negara PT IPTN pernah membuat pesawat CN 235 di bawah kepemimpinan seorang Habibie. Baca juga: Tokoh Pendidikan Inspiratif Dunia
    Kisah hidup Habibie dan Ainun sang istri telah ada filmnya dan bukunya. Menguras air mata untuk ditonton. Kisah mengharukan dua hati bertemu dan merajut rumah tangga. Pak Habibie orang hebat. Teknologi di Indonesia dipelopori anak Gorontalo ini. Generasi muda di Indonesia terutama di kampus ITB tinggal memetik hikmahnya.
    Wajah Indonesia di masa lalu adalah wajah Habibie. Hampir setiap waktu Pak Habibie muncul di layar TV berpidato mengenai riset dan teknologi. Pak Habibie lahir tahun 1936. Masuk ITB dan kuliah baru dijalaninya selama setahun di departemen Teknik Mesin ITB, lalu Pak Habibie berangkat ke Jerman untuk meneruskan kuliahnya di sana. Sampai akhir hayatnya Pak Habibie tercatat sebagai gurubesar Teknik Mesin ITB.
    Penulis
    I Wayan Budiartawan
  • Tokoh : Samaun Samadikun Ahli Chip Oleh I Wayan Budiartawan

    Tokoh : Samaun Samadikun Ahli Chip Oleh I Wayan Budiartawan

    Samaun Samadikun Ahli Chip

    Magetan, Jawa-Timur adalah tempat kelahiran Samaun Samadikun. Ilmuwan terhormat di Indonesia. Ahli chip satu-satunya hingga kini. Samaun Samadikun lahir tahun 1931 dan meninggal dunia tahun 2006 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
    Samaun Samadikun mendiang adalah guru besar kebanggaan ITB. Putra gubernur pertama Jawa Timur ini sangat low profile. Akrab dengan mahasiswa/i selama menjadi dosen di Jurusan Teknik Elektro ITB.
    Banyak alumni  ITB yang menyambangi beliau ketika masih hidup. Alumni ITB asuhan beliau banyak yang sukses.
    Keahlian chip diperoleh beliau di USA. Beliau lulus S3 di Stanford University, California. ITB bisa seperti sekarang karena perjuangan keras beliau yang tidak mengenal lelah. Mahasiswa ITB belajar chip semenjak beliau mendirikan laboratorium. Tokoh karismatik yang patut dijadikan suri teladan.
    Catatan kecil ini penulis buat untuk mengenang kepergian beliau. Jarang ada kesempatan untuk kuliah di tempat beliau di ITB. Penulis masuk ITB tahun 1987 dan pernah membuat tugas akhir di laboratorium beliau. Kesempatan mahal dan langka.  Berkenalan dengan staf Samaun Samadikun, sang ahli chip Indonesia.
    I Wayan Budiartawan
    Bintang Kelas 
    SD No. 2 Nongan di Pesaban
    1975-1981
  • Eliza Alfareza, Sosok Inspirasi Pendiri Komunitas Pemburu Beasiswa S2

    Eliza Alfareza, Sosok Inspirasi Pendiri Komunitas Pemburu Beasiswa S2
    Eliza Alfareza, Sosok Inspirasi Pendiri Komunitas Pemburu Beasiswa S2
    Tak bisa dipungkiri untuk mendapat informasi beasiswa S2 yang lengkap masih agak sulit jika dilakukan sendiri, apalagi hanya bermodal berselancar di internet. Jika kita coba cari manual di mbah Google pasti hanya berupa website resmi dan alur pendaftaran, padahal kenyataannya sekolah di negeri orang itu memerlukan banyak persiapan. Seperti kata pepatah “Malu bertanya, sesat di jalan.”, namun yang sering dialami oleh para pemburu beasiswa adalah “Tak tau mau tanya ke siapa? Kemana?”. Kita juga tidak dapat menjamin informasi yang berjajar rapih di mbah Google itu 100% akurat, karena jaman sekarang banyak sekali orang-orang yang tak bertanggung jawab menyebarkan informasi menyesatkan.            
    Meraih beasiswa di dalam maupun di Luar Negeri mungkin telah menjadi impian banyak orang kususnya di Indonesia, kurangnya sumber pengetahuan adalah masalah utama bagi para pemburu beasiswa. Selain informasi yang dibutuhkan setiap orang adalah motivasi, lingkungan  satu visi. Impian itu jika di wujudkan sendiri akan terasa berat tapi jika diwujudkan bersama akan terasa jauh lebih mudah. “Kerjasama itu diibaratkan lidi jika ia sendirian ia akan patah tapi jika ia bersama maka akan bersih satu halaman” begitulah yang dikatakan Eliza Alfareza, S.Ag atau sering disapa Kak El. Seorang founder sekaligus ketua umum komunitas Nasional Pemburu Beasiswa S2 (PBS2) terketuk hatinya untuk mendirikan komunitas pada tanggal 15 Mei 2018 yang berpusat di Kota Palembang. 

    Foto Pengurus Inti PBS2

    Perlu diketahui Kak El tak berjalan sendiri, bersama beberapa temannya yang sekarang menjadi pengurus Inti PBS2 kak Joko Rusmansyah dari Surabaya, kak Aulia Mursydia dari Riau dan Kak Dandi Wahyu Saputra dari kota Palembang dengan penasehat mbak Vinny Dwi Melilny dari Kota Palembang yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Kobe University Awardee ADB Jepang. Telah berhasil membuat Komunitas Nasional yang tersebar di seluruh Indonesia. Berawal dari grup online lalu merambah ke offline PBS2 kini menjadi wadah untuk megabungkan visi dan misi untuk mewujudkan mimpi bersama.

    Tangkapan Layar Instagram PBS2

    Sebenarnya Selain PBS2 Komunitas Informasi beasiswa sudah banyak terbentuk di Indonesia. Tetapi kebanyakan yang diberikan hanyalah sebatas Informasi. Sedangkan kak El mengatakan bahwa “Jika hanya Informasi bisa di dapatkan di mana saja dan sudah tersebar diberbagai sosial media namun, berbeda dengan PBS2. PBS2 diperuntukkan untuk yang memiliki keinginan besar untuk mendapatkan beasiswa namun dengan segala keterbatasanya tapi mau belajar, karena itu komunitas pemburu beasiswa S2 tidak hanya berfokus ke online tapi offline juga. 
    Tujuannya PBS2 adalah untuk menumbuhkan Motivasi para Pemburu Beasiswa S2 dan juga menjadi perantara para calon intelektual pembaharuan Indonesia untuk mewujudkan mimpinya sebagai kontribusi terhadap kemajuan di Indonesia melalui Pendidikan”. PBS2 memiliki jargon “Calon Intelektual Pembaharuan Indonesia.”

    Eliza Alfareza saat hari wisudanya

    Ok sekarang fokus ke pendirinya nih, sesuai judul artikel kita akan membahas lebih dalam sosok Eliza Alfareza, S.Ag atau yang lebih akrab di sapa Kak El. Tubuhnya mungil, cantik dan enerjik ini tak pernah kenal lelah, apalagi jika soal berburu beasiswa. Lahir di Jakarta Selatan pada tanggal 15 Januari 1996, mengenyam pendidikan mulai dari SD sampai berkuliah di kota pempek yaitu Palembang. Ia baru saja menyelsaikan pendidikan S1 nya di UIN Raden Fatah Palembang tahun 2018 dengan begron pendidikan Aqidah Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran di Kota Palembang Sumatera Selatan. 
    Sosok yang dikenal dengan pemikiran idealis dan optimis itu tidak pernah mengenal kata menyerah. Kak El mengatakan “tidak ada yang mustahil di dunia ini selagi kita berusaha selebihnya serahkan pada Allah saja, karena masa depan ada ditangan kita tapi garis yang tidak dapat digenggam itulah yang disebut takdir”, motto hidupnya adalah “Harus terus bergerak meskipun sedikit, karena perjalanan hidup selalu dimulai dari langkah pertama” impianya sederhana, ia selalu mengatakan bahwa “sebaik-baik manusia adalah yang bisa menjadi bermanfaat bagi manusia lainnya” Kak El dikenal sebagai sosok yang visioner selalu bisa meyakinkan semua orang dengan kata-katanya memiliki jiwa
    Leadership sebagai seorang penggrak dan pengubah pradikma semua orang, ia mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah pengamalan ilmu yang ia pelajari di bangku kuliah dan ia sangat bangga dengan jurusanya Aqidah Filsafat Islam. Kini kak El sedang mempersiapkan diri untuk Apply beasiswa S2 nya salain itu kak El masih sibuk untuk mengembangkan kegiatan offline PBS2 di beberapa kota seperti Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Banten, Makassar dan Riau dengan dibentuknya kepengurusan PBS2 Study Club di beberapa kota.

    Eliza Alfareza saat sampai di Jakarta untuk membuka PBS2 SC Jakarta

    Tak tanggung-tanggung Kak El jaga lebih sering memantau langsung kegiatan Study Club sampai-sampai rela terbang meninggalkan Kota Palembang demi membuka Study Club di Kota Jakarta.  Sejauh ini PBS2 sudah tersebar diseluruh Indonesia dengan jumlah pengikut 19k bisa di cek di @pemburubeasiswas2. Dengan 50 orang pengurus yang berasal dari seluruh Indonesia. Dan Pembuatan club belajar offline untuk persiapan Apply S2 dan Peningkatan bahasa “PBS2 Study Club” di beberapa kota dengan tujuan agar setiap pemburu Beasiswa memiliki wadah belajarnya sendiri di kota masing-masing. 
    PBS2 juga sudah berhasil membuat 41 kali Seminar online via Whatshapp yang narasumbernya adalah penerima beasiswa baik di dalam.dan di Luar Negeri dari berbagai Progam Beasiswa S1,S2,S3 Excanghe. Lebih dari 5 kali membuat kegiatan Seminar Offline Nasional dan Internasional dan sudah berhasil mendatangkan seorang pemateri yang berasal dari Negara Jerman di Kota Palembang. Harapannya 2019 dapat merembah seluruh Indonesia. Resolusi 2019 adalah Persiapan dan apply Beasiswa untuk semua member dan admin yang tergabung di PBS2 dengan mengadakan pelatihana Apply beasiswa baik online dan offline. 
      

    PBS2 Berhasil mengadakan seminar offline di Palembang dan Jakarta

    Semangat pantang menyerah tak pernah lepas dari kak El yang bagi kami sudah cukup menginspirasi. Ia mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah bentuk kontribusi ia terhadap indonesia. Prestasi? Tak perlu dipertanyakan lagi, mulai dari juara lomba puisi antar sekolah, mahasiswa terbaik saat ospek, juara lomba pidato, sampai berhasil menjadi seorang awardee Bidikmisi Scholarship 2014-2018.
    Pada tahun ini ia sedang berburu beasiswa bersama PBS2 dengan harapan 2019 Apply S2!! Ia mengatakan bahwa “Aku suka mengekspresikan diriku sebagaimana aku, karena aku suka jadi diri sendiri dan ini adalah apa adanya diriku” begitulah ucapnya yang menggambarkan bagaimana dirinya begitu yakin dengan apa yan dilakukan dan kekuatan yang paling besar yang ada pada dirinya adalah karena ia percaya diri. Dan itulah tentang kak Eliza Alfareza Fouder dan ketua umum Komunitas Nasional Pemburu Beasiswa S2.

    Eliza Alfareza mendapat juara 3 Lomba Pidato

    Jangan takut bermimpi besar karena orang besar dulu tumbuhnya dari orang-orang kecil yang bermimpi besar