Category: Opini pendidikan

  • Kolaborasi Design Thinking Dalam Pendidikan Generasi Milenial Z

    Kolaborasi Design Thinking Dalam Pendidikan Generasi Milenial Z

    Kolaborasi Design Thinking Dalam Pendidikan Generasi Milenial Z – Halo sobat Shalaazz, Konsep sebuah pendidikan berawal dari sebuah pohon. Dimana manusia belajar dari akar hingga menuju ke buah. Mempelajari sesuatunya harus dari akarnya dulu yang harus dituntaskan. Untuk menuju puncak melalui banyak proses.  

    Akar menuntut manusia untuk membawa bekal yang akan dibawanya kelak. Dijadikan bekal itu bermanfaat bagi orang-orang banyak. Yaitu bekal yang dibawa ialah iman dan ukhuwah. Dimana keduanya harus saling melengkapi dan menyeimbangi agar tidak berat sebelah. Lalu, setalah itu diasahlah soft dan hard skill yang manusia miliki melalui analythical (Analisis), Design dan Intuitive (Perasaan). 

    Analythical sebagai kemampuan manusia untuk problem solving dalam keadaan masyarakat yang ditempatinya. Agar manusia yang berada disana membawa perubahan baik skala kecil maupun besar dengan melakukan pemetaan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan letak geografis serta kemampuan lainnya yang dapat mendukung wilayah tersebut.

    Design sebagai kemampuan manusia untuk berinovasi dalam mewujudkan problem solving tersebut. Tanpa adanya design manusia tidak dapat memasarkan jasa maupun produk dalam skala dunia internasional. Kebutuhan yang harus didesign sebagaimana target yang dicapai ialah generasi Z yang semakin banyak.   

    Tujuannya ialah memberdayakan manusia menuju kebermanfaatan yang dilandasi dengan iman dan ukhuwah dalam konsep design thinking yang mengedepankan etika dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya ialah kejayaan yang menguasai dunia dalam skala besar. Baik itu ekonomi, politik, hukum, pendidikan dan lainnya. Intuitive sebagai kemampuan manusia agar mau peka terhadap manusia, hewan dan lingkungannnya.   

    Kenapa harus intuitive? Karena mengubah mental block yang ada di generasi Baby Boomes hingga milenial generasi Z. Dimana mental Block tersebut ialah mengubah cara pandang diri, penghargaan diri, dan ideal diri. Hal itulah yang harus diidentifikasi dalam proses komunikasi yang baik kepada manusia,hewan, dan lingkungan.

    Baca juga: Kesempatan Generasi Millenial Menjadi Volunteer di Agrofood Expo Indonesia

    Yakni disebut sebagai HAUR (Hearing, Attention, Understanding, Remembering). maksudnya agar manusia menjadi pendengar yang baik, pemerhati yang baik, pemahaman yang mendalam tentang keseluruhan, serta pengingat yang bijak dalam berinteraksi sosial.   Batang menuntut manusia untuk memproses dalam mewujudkan akar tersebut.

    Setelah manusia memiliki pemahaman akar yang mendalam tadi bisa masukke proses ini. Kebijakan untuk mengambil langkah selanjutnya ialah melakukan latihan secara kontinyu. Latihan apa yang bisa tepat untuk semua kalangan? Bagi kalangan anak-anak menggunakan bermain edukasi dengan gambar dan suara.

    Bagi kalangan generasi Z menggunakan design thinking yang berarti ialah penalaran dalam berdiskusi, berargumentasi, berliterasi, dan digitalisasi. Bagi kalangan dewasa menggunakan keseriusan dalam menata penalaran, menata ilmu yang sudah mumpuni, dan menerapkannya dalam pelaksanaan kehidupan sesuai kajian ilmu yang dimilikinya.  

    Daun menuntut manusia untuk memiliki visi dalam jangka pendek. Visi itu sekitaran 5 tahun yang dicapai untuk ke depannya. Misalnya tahun pertama menyesuaikan frame yang ada dalam diri sendiri dengan masyarakat sekitar, tahun kedua membuat komunitas yang sesuai dengan vision, action, passion, dan collaboration.

    Tahun ketiga membuat bisnis dalam rangka memberdayakan dan memakmurkan kesejahteraan diri sendiri dan masyarakat sekitar.

    Tahun keempat untuk mendatangkan konsumen dalam skala global atau mendunia.

    Tahun kelima tercapainya tujuan dan menggulir kembali pelatihan agar yang mengendalikan tidak statis melainkan dinamis. Sehingga setiap orangnya memiliki akar, batang, dan daun untuk mencapai buah kesuksesan yang dinantikannya.  

    Buah ialah puncak kesempurnaan yang telah dicapainya melalui proses nan panjang. Melalui penyucian dirinya, meleburkan dalam komunikasi sosialnya, menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatnya dan dilakukan secara kontinyu. Disini walaupun sudah mencapai kesempurnaan manusia tetap dituntut untuk memperpanjang visinya dalam 10 tahun ke depan. Apa yang akan dilakukannya dalam tahun-tahun berikutnya?

    Sehingga perjalanan itu tidak berhenti melainkan berkala secara produktivitas.   Melakukan konsep design thinking dalam pendidikan ini diperlukan agar makin berkreasi generasi milenial Z dan dapat berdampak banyak kepada feeling setiap manusia. Tentunya dengan semangat perjuangan yang tinggi, keikhlasan serta mimpi untuk mencapai kejayaan abadi.

  • Kurikulum Pendidikan Kedokteran tentang Sel Darah Merah

    Kurikulum Pendidikan Kedokteran Tentang Sel Darah Merah

    Sel Darah Manusia 

     Sel Darah Manusia Sel darah digolongkan ke dalam dua jenis. Sel darah merah dan sel darah putih. 
    Sel darah merah berfungsi untuk membawa dari sari makanan ke seluruh tubuh. Sel darah putih berfungsi untuk mencegah timbulnya penyakit. 
     Kurikulum pendidikan sekolah dasar telah membahas sel darah manusia ini. Dengan demikian diharapkan siswa-siswi sekolah dasar mengenal pengetahuan tentang sel darah. 
    Dan selanjutnya bisa menjaga tubuh supaya tidak terjadi apa-apa dengan darah yang bisa membahayakan. Untuk mencegah kematian yang tidak diharapkan. Menjaga kesehatan darah perlu dilakukan sejak dini. 
    Sayur-sayuran yang dikonsumsi mengandung vitamin A dan sejenisnya. Sedangkan buah-buahan mengandung vitamin C seperti buah jeruk. Kacang hijau mengandung vitamin B. 
    Sementara daging dan ikan mengandung protein.  Air minum mengandung mineral. Pendidikan sekolah dasar memberi contoh transfusi darah yang mengeluarkan biaya besar. 
    Perlu hati-hati dalam makan dan minum agar tidak ada masalah kesehatan seperti penyakit akibat kekurangan darah. Wajah pucat dan lesi adalah ciri-ciri tubuh kekurangan darah. 
    Sementara badan lemah juga ada hubungannya dengan gejala penyakit kekurangan darah. 
    Ditulis oleh :  I Wayan Budiartawan Staf redaksi majalah Elektron ITB, 1988-1992
  • Membangun Krisis Karakter di Lingkungan Pendidikan

    Membangun Krisis Karakter di Lingkungan Pendidikan

    Membangun Krisis Karakter di Lingkungan Pendidikan – Halo sobat Shalaazz, Masalah itu seolah tak pernah selesai, setiap waktu ada saja yang diperkarakan karena masalah tersebut, pelakunya pun tak tanggung-tanggung, mereka kebanyakan merupakan pejabat tinggi, bahkan orang nomor satu atau pemimpin di kelompoknya, ya masalah itu adalah korupsi.

    Korupsi atau rasuah  merupakan tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tdak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk memperoleh keuntungan sepihak. 

    Masalah korupsi bukanlah masalah baru di Indonesia, sejak orde lama korupsi sudah banyak ditemukan, bahkan terus berkembang, hingga puncaknya pada masa Orde Baru, dimana pada masa tersebut kasus korupsi seolah tak terbendung.

    Hal ini disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup akibat sentralistik yang berlebihan, yang menyebabkan terjadinya kongkalikong antara pengusaha dan birokrat agar cepat merealisasikan permintaan mereka. Sehingga banyak para pejabat publik yang ditangkap karena kasus korupsi.

    Pada masa ini, budaya korupsi seolah merupakan suatu hal yang dianggap biasa. Itulah mengapa korupsi menjadi masalah yang paling berat untuk diselesaikan di Indonesia.   Berdasarkan data dari Komisi Pemberentasan Korupsi (KPK), jumlah penanganan tindak pidana korupsi dari tahun 2014 sampai tahun 2018 terus mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan bahwa tingkat korupsi di Indonesia masih tinggi.

    Meskipun di satu sisi indeks persepsi korupsi Indonesia dikabarkan semakin tinggi, yaitu pada tahun 2018 naik menjadi 38.    Terdapat ketimpangan antara jumlah penanganan tindak pidana korupsi dan indeks persepsi korupsi di Indonesia. oleh karenanya kita tidak boleh berpuas diri, selama peluang untuk melakukan korupsi masih terbuka lebar, kasus korupsi di Indonesia bisajadi akan terus bertambah.

    KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah, dan mengatasi tindakan korupsi di Indonesia. tidak hanya KPK, pendidikan juga harus ikut serta dalam menyelesaikan korupsi di Indonesia.  

    Penanaman nilai atau karakter di sekolah sejak usia dini bisa menjadi salah satu solusi dalam mengatasi tindakan korupsi di Indonesia. Seluruh siswa harus diajarkan tentang kejujuran, jujur dalam berbicara, dan jujur dalam bertindak.

    Kejujuran menjadi karakter utama yang mesti diajarkan kepada siswa, sebab kejujuran merupakan pencegah timbulnya benih perilaku korupsi.

    Pembiasaan karakter jujur biasanya dapat diterapkan pada saat siswa mengikuti ujian, sekolah harus membuat sistem yang meminimalisir siswa untuk berlaku curang ketika ujian.

    Tidak hanya saat ujian, dimanapun dan dalam kondisi apapun, siswa hendaknya diajarkan untuk selalu berlaku jujur, sehingga jujur akan menjadi karakter yang mengakar dalam diri siswa.   Pembuat kebijakan sekolah hendaknya membuat sebuah sistem, dimana siswa merasa malu dan merasa bersalah ketika ia berbuat curang.

    Siswa tidak boleh dibiarkan bebas dengan perilaku ketidakjujurannya, apalagi sampai ia merasa bangga akan sikapnya tersebut, sebab inilah yang menjadi awal timbulnya tindakan korupsi.

    Lingkungan sekolah sangat berperan penting dalam hal ini, lingkungan harus dibuat sedemikian rupa, seperti dengan menempel kalimat-kalimat motivasi untuk berbuat jujur di berbagai tempat strategis sekolah, setiap warga sekolah juga harus menunjukkan perilaku jujur, sehingga peluang siswa untuk berbohong semakin kecil.         

    Bukanlah mudah menanamkan karakter jujur pada siswa, dalam hal ini seluruh tenaga kependidikan yang ada di sekolah, seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan perangkat lainnya hendaknya dapat memberikan keteladanan akan kejujuran, sebab satu keteladanan akan lebih efektif daripada seribu nasihat.   

    Meskipun sebenarnya penanaman karakter jujur pada siswa bukan hanya tugas sekolah saja, Keluarga dan Masyarakat juga harus turut andil, sehingga akan tercipta masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kejujuran. Jika masyarakat sudah jujur, korupsi bukanlah hal yang sulit untuk ditaklukkan.

    Penulis: M Iqbal

  • Relasi Pancasila Dalam Mewujudkan Pemuda Anti Hoax

     
    Relasi Pancasila Dalam Mewujudkan Pemuda Anti Hoax di Era Generasi Milenial
     

    Relasi Pancasila Dalam Mewujudkan Pemuda Anti Hoax di Era Generasi Milenial—Pemuda adalah harapan bagi masa depan bangsa Indonesia. Dalam upaya mewujudkan cita-cita, bangsa Indonesia mengharapkan agar pemuda Indonesia memiliki peranan yang baik untuk kemajuan Indonesia. Untuk mencapai kondisi bangsa Indonesia yang baik maka pemuda Indonesia hendaknya mempunyai jati diri yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Relasi Pancasila dalam mewujudkan pemuda anti hoax perlu digalakkan di seluruh penjuru negeri.

    Peran Pemuda Indonesia

    Melihat realita pemuda Indonesia saat ini, jelas terlihat bahwa pemuda Indonesia telah mengalami krisis moral dan juga krisis kebangsaan. Hal ini membuat pemuda Indonesia tidak mempunyai arah dan tujuan hidup. Padahal nasib bangsa itu ada ditangan pemudanya. Jika moral pemudanya buruk maka Indonesia juga akan buruk, begitupun sebaliknya.
    Kini, masihkah pemuda dianggap sebagai agent of change? Berdasarkan permasalah tersebut, pendidikan karakter hendaknya perlu diterapkan bagi pemuda Indonesia.
    Mengapa demikian? Karena jika pemuda Indonesia masih tetap dibiarkan dalam keadaan terkikis moralnya, minat belajarnya kurang, pemahaman agamanya juga kurang maka besar kemungkinan pemuda itu akan bersikap sesuka hatinya.
    Sikap pemuda seperti misalnya menyebarkan pemberitaan atau informasi palsu (hoax) sering kali terjadi terutama melalui media sosial. Hal ini bisa dilatarbelakangi karena faktor memang pemuda tersebut tidak mengetahui kebenaran realnya, bisa karena sebagai pelampiasan untuk mencari kesenangan pribadi, ingin mencari materi saja, atau bahkan karena ingin menaikkan popularitasnya.
    Jika hal ini dibiarkan terus terjadi maka orang yang ada disekitarnya yang akan menjadi korban kerugian. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut juga bisa dilakukan dengan menanamkan pendidikan pancasila dalam kepribadian pemuda Indonesia.

    Kenapa harus Pancasila?

    Kenapa harus pancasila? Karena pancasila merupakan ideologi sekaligus dasar negara bagi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Nilai-nilai Pancasila Sebagai Pondasi Perubahan

    Adapun keterkaitan antara nilai-nilai pancasila dalam membantu mewujudkan pemuda Indonesia agar menjadi pemuda yang berkarakter positif diantaranya:

    Sila ke-1

    Butir pertama : “Ketuhanan Yang Maha Esa” Sila pertama ini mengandung arti bahwa setiap orang berhak memeluk agama sesuai apa yang ia yakini, karena agama di Indonesia tidak hanya Islam melainkan ada juga kristen, katholik, hindhu, budha, dan kong hu chu. Dalam sila pertama ini juga mengajarkan kepada kita tentang toleransi, jika toleransi antar umat sudah kokoh maka dapat menciptakan suasana serasi, damai, penuh kasih sayang, dan aman dalam kehidupan kesehariannya. Sehingga kecil kemungkinan seseorang akan meakukan suatu tindakan yang dapat merugikan orang lain, karena jika iman seseorang kuat, maka sikap dan perilakunya pasti akan baik juga.

    Sila ke-2

    Sila kedua: “Kemanusiaan yang adil dan beradab” Sila kedua ini mengandung arti bahwa setiap orang itu memiliki kedudukan yang sama tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan agamanya. Dengan kita mengakui adanya harkat dan martabat setiap orang maka akan memunculkan sikap tenggang rasa dalam diri kita agar kita tidak berbuat semena-mena terhadap orang lain.

    SILA KE-3

    Sila ketiga: “Persatuan Indonesia” Sila ketiga ini mengandung arti bahwa sebagai masyarakat Indonesia yang plural akan suku, budaya, dan agamanya, kita harus bersatu untuk memajukan bangsa Indonesia. Seperti peribahasa “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”.

    SILA KE-4

    Sila keempat: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” Sila keempat ini mengandung arti bahwa dalam menyikapi suatu permasalahan hendaknya dilakukan dengan cara musyawarah. Karena tidak hanya pendapat kita saja yang diperlukan disini, tetapi juga dari orang lain. Dari berbagai pendapat itu kemudian disatukan sehingga dapat diambil kesimpulan atau solusi terbaik dari suatu permasalahan yang ada.

    SILA KE-5

    Sila kelima: “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” Sila kelima ini mengandung arti bahwa, kita hendaknya bisa mewujudkan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.
    Demikian ulasan singkat mengenai relasi Pancasila dalam mewujudkan pemuda anti hoax. Baca juga artikel-artikel menarik lainnya mengenai seputaran pendidikan, pendidikan karakter, filsafat, sampai ke info beasiswa semua ada di shalaazz.com. See you!
    Penulis : Nur Hidayah
  • SMA 2 Denpasar Dulu dan Kini oleh I Wayan Budiartawan

    SMA 2 Denpasar Dulu dan Kini oleh I Wayan Budiartawan

    SMA 2 Denpasar Dulu dan Kini oleh I Wayan Budiartawan  – SMA 2 Denpasar Dulu Dan Kini I Wayan Budiartawan Ir. I Made Dana M. Tangkas adalah lulusan SMA 2 Denpasar. Setelah lulus dia masuk ITB tahun 1984. Kuliah di Jurusan Teknik Industri ITB dia jalani selama 5 tahun. 
    Setelah tamat dia memulai karir di PT Astra Internasional sampai ke posisi puncak (direktur) dari bawah. SMA 2 Denpasar pun harum namanya di Indonesia karena dia. Beda dengan Oka Rusmini. 
    Perempuan Bali ini seorang pegiat sastra yang terkemuka. Selain menjadi dosen di Fakultas Sastra UNUD, dia juga bekerja sebagai wartawan dan akhirnya menjadi salah seorang redaksi surat kabar Bali Post. Dia masuk SMA 2 Denpasar tahun 1984. 
    Kuliah di Fakultas sastra UGM dia tempuh selama 5 tahun sejak tahun 1987. SMA 2 Denpasar terletak di Jalan Sudirman. Sekarang gedung baru telah dibangun dengan mengandalkan uang bangunan dari para siswa. 
    SMA 2 Denpasar menerima siswa-siswi dari seantero wilayah Kabupaten Badung. Siswa-siswi dari luar dapat juga diterima mesti jumlahnya sangat dibatasi. Ir. I Made Dana M. 
    Tangkas dan Oka Rusmini tentu saja dua sosok yang menonjol di negeri ini yang merupakan alumni SMA 2 Denpasar. Semua orang masih ingat semboyan SMA 2 Denpasar tempo dulu : SMA 2-ku, SMA 2 – mu, SMA 2 kita tercinta.  Lulusan SMA 2 Denpasar diterima di tengah-tengah masyarakat.
  • Surat Tilang Bagi Siswa di Lingkungan Sekolah

    Surat Tilang Bagi Siswa Perlu diketahui


    Surat Tilang Bagi Siswa Perlu diketahui – Sejenak penulis teringat dengan cerita-cerita orang tua penulis maupun guru-guru ketika bersekolah dahulu. Mereka sering menceritakan bahwa pada zaman mereka bersekolah guru begitu dihormati karena begitu sangat menakutkan bahkan terkenal keras kalau menghajar. Sehingga membuat mereka nurut pada guru-gurunya. Dari situ terbentuk sopan santun maupun tata krama murid pada gurunya. Lebih parah lagi saat mereka berurusan dengan guru-guru lalu pulang ke rumah malah tambah masalah karena orang tua murid justru akan menambah hukuman jika murid bermasalah di sekolah.
    Penulis teringat pesan seorang ayah bahwa menurut ayah penulis, guru itu di gugu dan ditiru jadi tidak mungkin guru mengajarkan keburukan pada muridnya. Maka dari itu seorang murid harus selalu patuh pada nasehat dan perintah guru meskipun terkadang kita sebagai murid merasa diperlakukan tidak adil. Tapi apapun itu tidak ada alasan bagi kita semua untuk tidak menghormati guru. Kita wajib menghormati guru-guru kita karena begitu banyak jasa-jasa yang diberikan guru pada kita semua. Wajar jikalau mereka dianggap sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.
    Seiring berkembangnya zaman metode pembelajaran mengalami perubahan. Aturan demi aturan dibuat sedemikian rupa agar tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif dan mampu menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang cerdas dan berbudi pekerti luhur. Misalnya saja Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
    Yang menjadi sorotan saat ini yaitu kasus anak SMP di Gresik telah memukul dan menodai dunia pendidikan di Indonesia. Dimana dalam kasus tersebut siswa berani melawan terhadap gurunya. Ini adalah salah satu contoh dari beberapa kasus siswa melawan terhadap guru di Indonesia.

    Lantas bagaimana solusinya dan siapa yang harus bertanggungjawab…?

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya oleh penulis bahwa dalam sistem pendidikan nasional orang tua, tenaga pendidik dan pemerintah daerah setempat sampai dengan pemerintah pusat bertanggungjawab atas semua hal tersebut. Para pihak yang bertanggungjawab harus bersinergi dengan baik untuk mewujudkan hal tersebut. Yang paling sederhana yaitu sinergi antara orang tua dan tenaga pendidik atau biasa disebut guru.
    Dari situ penulis memiliki sedikit gagasan untuk menangkal kasus-kasus tersebut. Seperti pada judul diatas yaitu Surat Tilang Untuk Siswa, iya memang terdengar sedikit aneh karena biasa kita dengar untuk kasus para pengendara motor yang melanggar lalu lintas. Padahal kalau kita artikan bahwa tilang itu singkatan dari bukti pelanggaran.
    Adapun programnya yaitu wali kelas bersama dengan guru BK bekerja sama untuk mendata dan memperhatikan setiap siswa-siswanya. Dimana bila ada suatu pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa siswa maka perlu dicatat. Setelah dicatat lalu dibuat laporan bulanan.
    Kemudian laporan tersebut akan diberikan kepada orang tua setiap satu bulan sekali. Hal ini agar orang tua tahu bahwa anaknya telah melakukan pelanggaran. Dari situ guru dan orang tua atau wali murid bisa mengevaluasi anak didik tersebut supaya menjadi lebih baik.
    Adapun tujuan diadakan surat tilang tersebut yaitu agar adanya hubungan yang harmonis antara guru dan orangtua atau wali murid. Sehingga mereka bertemu tidak hanya saat penerimaan raport saja. Selain itu agar mencegah terjadinya saling menyalahkan yang berujung adanya orang tua yang melaporkan gurunya ke polisi gara-gara suatu masalah. Maka dari itu akan lebih baik jika guru dan orang tua bersinergi dan saling mengetahui aktifitas anak didiknya di sekolah.

    Gagasan tersebut dapat kita lihat dalam gambar di bawah ini :

    Memang sedikit menjadi pekerjaan tambahan lagi khususnya untuk guru namun demi kepentingan siswa sudah seharusnya harus dilakukan apalagi ini menyangkut adab maupun perilaku siswa. Adab harus di dahulukan dari ilmu seperti yang ditulis sebelumnya oleh penulis. Hal ini agar terciptanya generasi masa depan yang memiliki budi pekerti luhur yang dibarengi dengan kualitas SDM yang baik.
    Tujuan utama dari gagasan surat tilang untuk siswa yaitu mewujudkan sinergi antara guru dan orangtua atau wali murid dalam menyongsong kegiatan belajar siswa. Hal ini untuk mencegah terjadinya kasus-kasus seperti yang telah disebutkan diatas tadi. Penulis berharap dunia pendidikan di Indonesia selalu berjalan dengan kondusif dan selalu menghasilkan lulusan-lulusan terbaik dan mampu bersaing di kancah internasional.
  • Mungkinkah E-Sport Masuk Kurikulum Pendidikan?

    Mungkinkah E-Sport Masuk Kurikulum Pendidikan?



    Mungkinkah E-Sport Masuk Kurikulum Pendidikan? – Pendidikan merupakan hak-hak dasar yang harus diberikan Negara kepada segenap warganya, terkhususnya pendidikan diberikan kepada generasi muda sebagai generasi penentu nasib bangsa dimasa yang akan datang.
    Secara garis besar konsep pendidikan  yang ada di Negara ini terbuat dan tersusun  kedalam Kurikulum,  tercatat bahwa kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia telah mengalami pergantian dari tahun ke tahun, di tahun 90-an konsep pendidikan di tanah air pernah menganut sistem pendididikan  Cara Belajar Siwa Aktif  (CBSA), kemudian ditahun 2006 sempat memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006) terus kemudian berubah  menjadi Kurikulum  Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2013) yang pada saat itu dicabut oleh Menteri Pendidikan Anies Baswedan.
    Silih bergantinya konsep kurikulum  dunia pendidikan yang  telah dianut  sedikit banyak telah merubah wajah pendidikan di Negara ini, berdasarkan data dari World Economy Forum di tahun 2017 peringkat kuliatas pendidikan Indonesia berada di urutan 65 dari 130 negara.
    Saat ini perkembangan dunia game  telah berkembang dengan pesatnya, yang dahulunya game hanya permainan yang dimainkan untuk mengisi waktu kini telah bertarnsformasi menjadi permainan yang diperlombahkan hingga ke tingkat dunia dengan mayoritas pemain atau penikmatnya (player) adalah pemuda yang berasal dari kalangan pelajar yang masih menempu proses pendidikan.
    Suatu hal yang menarik sebagaimana penulis  kutip dari portal berita Online yang menyatakan bahwa Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora)  mendukung ketika  eSport masuk kedalam kurikulum pendidikan bahkan Kemenpora  bersedia  mengangarkan dana sebesar 50 Miliyar untuk hal tersebut.
    Di berbagai  Negara lembaga pendidikan sudah memberikan tempat tersendiri bagi masuknya eSport kedalam ranah pendidikannya mislanya Universitas Robert Marris yang menawarkan beasiswa kepada para atlit eSport berprestasi bahkan Universitas California (UC) salah satu Universitas bergensi di Amerika Serikat sampai-sampai  memiliki arena eSport diarea kampusnya.
    Bahkan di Negara kita sendiri terdapat beberapa sekolah yang memiliki ekskul yang berfokus pada dunia game.
    Lantas yang menjadi pertanyaan terbesar ialah Mungkinkah Esport Akan  Masuk Kedalam Kurikulum Pendidikan Ditanah Air? Sebelum  menjawab pertanyaan tersebut patut pula diingat bahwa kurikulum pendididikan merupakan konsep pendidikan yang akan berlaku secara umum dan bukan hanya berlaku untuk satu atau beberapa lembaga pendidikan saja.
    Bisa dibayangkan lembaga pendidikan yang ada di Indonesia mulai dari Sabang sampai  Merauke  terdiri dari beragam sekolah dengan tingkat kemampuan dan ketrampilan muridnya yang berbeda (Heterogen), takutnya ketika eSport tersebut dimasukan maka akan ada sekolah yang tidak mampu untuk mejalangkannya
    Selanjutnya ketika eSport masuk kedalam kurikulum pendidikan maka mau tidak mau setiap sekolah harus memiliki tenaga pendidik yang mampu memahami betul seluk beluk eSport,  dan ketika eSport sudah menjadi kurikulum maka dibutuhkan anggaran yang lebih besar pula dalam dunia pendidikan.
    Belum lagi dalam dunia eSport sendiri tidak memiliki game yang pasti dan akan tetap dipertandingkan hingga ke tingkat Internasional, selama ini pergelaran tournament eSport  mengikuti game yang saat ini peminatnya banyak itu berarti game yang ada di dunia eSport akan berubah ubah tiap saat  sesuai dengan banyak sedikit peminatnya. Dan menjadi pertanyaan pula bagaimana nantinya konsep kurikulum pendidikan dengan eSport mampu mengatasi dinamisasi seperti ini.?
    Harus diakui dunia eSport Indonesia telah menjadi industry yang banyak mendudkung perekonomian Negara ini, hal tersebut dibenarakan oleh Badan ekonomi kreatif yang menyatakan bahwa industry eSport Indonesia menempati  peringkat ke 16 didunia pada 2017 silam .
    Bagi pandangan penulis  tersendiri ketika saat ini  eSport masuk kedalam kurikulum pendidikan masih kurang tepat dikarenakan sejauh ini dunia pendidikan negeri ini sangat kekurangan Sumber daya manusia ( Human Resource Defisit) belum lagi ditambah dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai apalagi kertika eSport  nantinya akan masuk kedalam kurikulum.
    Namun on the otherside ketika permalasahan kekurangan Sumber daya manusia ( Human Resource Defisit)  dan pemasalahan anggrang bisa diatasi pemerintah dengan bqaik  silahkan pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk  merangcang konsep eSport yang nantinya akan menjadi bagian dari kurikulum pendidikan.
  • Etika dan Ilmu…. Bagaimana Hubungannya?

    Etika dan Ilmu.... Bagaimana Hubungannya?
    Sejenak kita telaah dengan adanya istilah “adab dulu sebelum ilmu” bahkan ada sebagian tokoh-tokoh besar yang bilang “lebih baik memiliki adab ataupun beretika daripada memiliki ilmu yang banyak tapi tak beradab atau tak beretika”. Memang sedikit kontroversi, namun itu menjadi pertanyaan bagi kita semua, Bagaimana hubungan antara etika dan ilmu?
    Etika dalam konteks ilmu adalah nilai (value). Dalam perkembangannya, ilmu sering menggunakan metode-metode trial and error, dan dari sinilah sering timbul permasalahan eksistensi ilmu ketika eksperimentasi ternyata sering menimbulkan fatal error sehingga tuntutan etika sangat dibutuhkan sebagai acuan moral bagi pengembangan ilmu.
    Akan berbahaya jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus, maka akan banyak korban jiwa. Misalnya saja dalam percobaan membuat senjata pemusnah masal atau nuklir atau sejenisnya.  
    Disini etika sebagai penekan agar tidak terjadi upaya serampangan atau tindakan semaunya saja dalam melakukan eksperimentasi untuk mengembangkan dunia ilmu pengetahuan.
    Seperti yang telah dijelaskan diatas, ada empat klaster domain etika yang sangat dibutuhkan dalam eksperimen dan pengembangan ilmu, yaitu :
    1.      Temuan basic research
    2.      Temuan rekayasa teknologi
    3.      Dampak sosial pengembangan teknologi
    4.      Rekayasa sosial
    Dalam konteks ini, eksistensi etika diwujudkan dalam visi, misi, keputusan, pedoman, perilaku, dan kebijakan moral.
    Keempat klaster tersebut berikut contoh yang dikemukakan menunjukan bahwa etika dalam pendekatan filsafat ilmu belum muncul kalau hanya pada wilayah epistimologik, tetapi ketika membicarakan aksiologik keilmuan, mau tidak mau etika harus terlibat.
    Etika membawa pada perkembangan ilmu untuk menciptakan suatu peradaban yang baik, bukan menciptakan malapetaka dan kehancuran. Bacon mengatakan bahwa knowledge is power atau pengetahuan sebagai kekuatan, siapa yang ingin menguasai alam semesta maka harus menguasai ilmu. 

    Namun demikian, jika kita menguasai alam semesta dengan kemampuan ilmu yang kita miliki tanpa memperhitungkan norma-norma, baik hubungan dengan alam maupun sosial. Maka bukannya kemajuan yang akan kita dapatkan justru kehancuranlah yang akan kita dapatkan. Banyak sekali kerusakan lingkungan hidup yang akan mengancam kelangsungan hidup manusia.
    Beruntung kita sebagai warga negara republik Indonesia yang sudah memiliki etika dan nilai budaya yang sangat luhur sejak dahulu, sehingga membuat Indonesia dikenal masyarakat dunia sebagai masyarakat yang ramah. Seperti contoh dalam budaya Jawa mengenai unggah-unggah dan budaya Sunda mengenal undak usuk basa. Hal ini menunjukan betapa hebatnya nenek moyang kita memiliki budaya yang tak ternilai harganya. Hal ini jika disatupadukan dengan perkembangan ilmu, maka akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang paling maju di dunia dengan perkembangan ilmu serta peradaban manusianya.

    Terimakasih…


    Sumber :
    Noeng, Mohadjir. 1998. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Rake Sarasin.
    Nuh, Muhammad. 2011. Etika Profesi Hukum. Bandung: CV. Pustaka Setia.
  • Menyulut Sikap Percaya Diri Pada Remaja Serta Kepribadian Dasarnya

    Menyulut Sikap Percayat Diri Pada Remaja  Serta Kepribadian Dasarnya



    Menyulut Sikap Percaya Diri Pada Remaja Serta Kepribadian Dasarnya – Remaja pada umumnya didefinisikan sebagai orang-orang yang mengalami masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO (World Health Organization), remaja (adolescence) adalah mereka yang berusia 10-19 tahun. Fase masa remaja merupakan fase yang amat berpengaruh terhadap perkembangan sikap dan sifat seseorang. Perilaku dan potensi diri mulai nampak ditunjukkan pada fase remaja ini. Begitupun perubahan secara fisik akan sangat terlihat selama fase remaja ini.
    Perubahan sifat dan sikap yang dialami selama masa remaja ini akan sangat mempengaruhi aktifitas kesehariannya.  Menyesuaikan antara melepas dan melupakan kebiasaannya selama berada di masa kanak-kanak dan mengadaptasikan diri dengan kebiasaan barunya sebagai seorang remaja memang tidaklah muda. Butuh penyesuaian perilaku untuk bisa melakukaannya.
    Salah satu masalah sikap dalam masa remaja ini adalah perihal kepercayaan diri.  Menurut  Thantaway dalam Kamus istilah Bimbingan dan Konseling, percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.
    Betapa banyak kita temui seseorang dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi semasa kanak-kanak  berbading terbalik ketika memasuk masa Remaja. jika ditinjau lebih dalam masalah ini, kita akan menemukan kenyataan bahwa memang manusia adalah makhluk yang unik. Sifat dan sikap yang dimilikinya tidak selamanya bisa membersamainya. Sebagai makhluk  yang unik , sikap manusia ternyata tergantung pada kepribadian dasar dan lingkungannya (teori Gordon Allport).
    Kepercayaan diri merupakan hal yang harus selalu ada dalam diri manusia. Usia remaja merupakan usia terberat untuk mengatualisasikan sikap percaya diri dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan remaja sadar akan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki namun tidak memiliki keberanian  untuk mengembangkannya. Begitupun sebaliknya, mereka juga sadar akan kekurangan yang mereka miliki namun tidak memiliki kepercayaan diri untuk menerimnya.
    Banyak cara yang ditawarkan untuk mengembangkan sikap percaya diri pada mulai dari menyadari kelebihan yang dimiliki, memperbanyak pergaulan,  mencoba hal-hal baru hingga melatih public speaking. Kesemua cara tersebut memang sangat patut dicoba untuk melatih kepercayaan diri, namun ada satu hal yang sering diabaikan yakni sisi kepribadian yang dimiliki oleh sang remaja tersebut.
    Pada dasarnya sisi kepribadian dalam diri manusia mudah berubah menyesuaikan situasi dan lingkungannya (inkonsistensi kepribadian). Pada masa remaja inkonsistensi kepribadian inilah sangat terasa sehingga berpengaruh pada sikap kepercyaan diri sang remaja. 
    Inkonsistensi kepribadian ini karena terlalu melakukan banyak hal-hal baru yang sama sekali tidak memiliki tujuan. Malakukan hal-hal baru yang sekiranya memberikan manfaat akan mampu  memicu sikap percaya diri. Pemahaman akan kepribadian dasar alias kepribadian bawaan sangat diperlukan untuk menyulut sikap percaya diri pada remaja.
  • Rangking Bukan Penentu Kemampuan Anak

    Rangking Bukan Penentu Kemampuan Anak
    Rangking Bukan Penentu Kemampuan Anak – Tak terasa libur sekolah telah berjalan dan anak-anak telah menerima hasil belajarnya selama satu semester. Pertanyaan pertama yang akan ditanyakan adalah juara atau tidak ?, dapat rangking berapa ?. dua pertanyaan itu akan selalu muncul ketika pembagian hasil belajar anak. Terkadang akan sangat membingungkan bagi saya, apakah tidak ada pertanyaan yang lain selain itu ?.
    Perlu sobat semua ketahui bahwa ranking bukanlah faktor penentu kemampan anak. Anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ada anak memiliki kemampuan lebih dalam matematika atau bisa disebut kecerdasan logis atau matematis, ada pula anak yang memiliki kemampuan berbahasa atau memiliki kecerdasan linguistik. 
    Bukan berarti anak yang tidak memiliki kemampuan seperti contoh tersebut dapat dikatakan anak kurang pandai dan sebagainya, bisa jadi anak tersebut memiliki kemampuan lain yang tidak dimiliki oleh teman – teman sebayanya yang lain. Pakar pendidikan Howard Garner dari Havard university membagi menjadi delapan kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Berikut macam-macam kecerdasan yang ada dalam diri anak;

    1.       Kecerdasan Linguistik (Word Smart)

    Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak dalam berbahasa baik secara lisan maupun tulisan. hal tersebut dapat dilihat dari tulisan anak yang rapi, anak suka dalam membaca, cepat menghafal huruf dan lancar dalam mengeja, memiliki kemampuan berbicara yang lancar dengan lawan bicaranya, dan mendengarkan cerita.

    2.       Kecerdasan Logika Atau Matematis (Number Smart)

    Anak yang memiliki kecerdasan matematis akan lebih menyukai angka. Hal itu dimulai dari anak hafal angka, lancar dalam berhitung baik, penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Anak yang memiliki kecerdasan matematis akan lebih menyukai sesuatu yang berbau angka dan sains.

    3.       Kecerdasan Intrapersonal (Self Smart)

    Kecerdasan dalam menguasai diri. Anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal akan pandai dalam menguasai diri, termasuk emosi dan anak lebih suka bermain sendiri.

    4.       Kecerdasan Interpersonal (People Smart)

    Kecerdasan interpersonal atau bisa disebut kecerdasan bersosial. Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal akan memiliki banyak teman, disebabkan karena anak mudah bergaul dengan orang lain. Anak akan memiliki rasa empati, mampu memahami perasaan orang lain dan menonjol.

    5.       Kecerdasan Musikal (Music Smart)

    Anak yang memiliki kecerdasan musikal dapat terlihat dari anak yang suka menyanyi, mendengarkan musik, dan berjoged

    6.       Kecerdasan Spasial (Picture Smart)

    Anak biasanya lebih suka menggambar, mencoret-coret dan mewarna.

    7.       Kecerdasan Kinetik (Body Smart)

    Anak yang memiliki kecerdasan ini lebih aktif, suka olahraga, menari dan sesuatu hal yang bersifat untuk melakukan sesuatu anak akan menyukainya.

    8.       Kecerdasan Naturalis (Nature Smart)

    Anak yang memiliki kecerdasan naturalis akan suka bermain di alam, seperti menyukai tanaman, hewan dan peduli terhadap lingkungan.
    Melalui gambaran mengenai kecerdasan yang dipaparkan,  Rangking Bukan Penentu Kemampuan Anak.  diharapkan sobat tidak lagi berfikir bahwa ketika anak tidak mendapatkan rangking anak belum bisa atau berfikir negatif tentang anak. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dengan anak yang lainnya. Ingatlah bahwa angka bisa dibuat dan diubah namun kecerdasan dan kemampuan adalah mutlak milik anak. Jadi jangan berpacu pada sebuah rangking untuk menilai kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki oleh anak.
  • Sistem Kebut Semalam, Efektifkah Bagi Usia Remaja?

    Sistem Kebut Semalam, Efektifkah Bagi Usia Remaja? – Metode kebut semalam adalah metode belajar yang dilakukan H-1 sebelum melakukan ujian ataupun sekedar mengumpul tugas. Ini adalah metode langganan kebanyakan para penuntut ilmu. Entah sebagai seorang siswa ataupun mungkin sebagai mahasiswa.
    Dalam metode kebut semalam ini, kamu harus rela mengorbankan jatah tidur malammu hanya untuk belajar mati-matian agar sukses menghadapi ujian ataupun sekedar menyelesaika tugas. Banyak alasan yang sering dikemukakan oleh pecinta metode system kebut semalam ini, mulai dari hafalannya lebih awet soalnya belum lama dipelajari hingga ada hal yang lebih penting untuk dikerjakan dibandingkan menyelesaikan tugas.
    Jika ini alasan yang juga sering kamu gunakan, coba kamu tanyakan kembali pada dirimu, sebagai seorang remaja yang sedang menempuh pelajaran didunia sekolah, adakah yang lebih penting dari sekolah dan tugas-tugasmu? Kamu belum diberi beban untuk menanggung hidup sendiri. kamu masih menjadi tanggungan kedua bapak ibumu. Lalu mengapa kamu masih mengabaikan tugas-tugasmu. Kewajiban kamu di usia remajamu adalah meyelesaikan sekolahmu dengan sebaik-baiknya. Dan jika kau beralasan ada yang lebih penting dari menyelesaikan tugas, apa yang yang lebih enting itu? Coba tanyakan kembali pada dirimu.
    Dalam rentang usia remaja, belajar dan terus belajar haruslah menjadi aktifitas keseharianmu. Sangat tidak wajar jika kamu masih bergantung pada metode kebut semalam ini. Kau juga harus menyayangi diri dan otakmu. Waku yang mestinya dugunakan unutk mengistirahatkan badan dan otakmu, kamu paksa hanya untuk mengerjakan sesuatu yang semestinya bisa kamu selesaikan jauh hari sebelum H-1 kamu mengumpulkan tugas ataupun mengikuti ujian.
    Menurut penelitian oleh para peneliti dari Universitas California yang berada di Los Angeles dalam studinya yang dipublikasikan pada jurnal Child Development, ada beberapa fakta yang ditemukain bahwa belajar dengan metode Kebut semalam tidak akan sebanding dengan hasilnya karena akan memberikan hasil yang buruk. Para Peneliti melibatkan 535 siswa menengah di kawasan Los Angeles yang tengah berada di kelas 9, 10 dan 12.  Oleh karena itu, Para Peneliti meminta kepada para  partisipan untuk membuat diari berisi jumlah waktu yang mereka habiskan untuk tidur dan belajar selama dua minggu. Termasuk kapan saja partisipan merasa kesulitan memahami pelajaran di kelas dan kapan saja partisipan mendapatkan nilai jelek dalam tugas atau ujian.
    Setelah di tindak lanjuti,  para peneliti menemukan fakta bahwa semakin banyak jam tidur yang dikurangi siswa untuk belajar maka semakin buruk kinerja mereka saat mengerjakan tugas atau ujian.
    Meskipun tampaknya terkadang kita perlu memiliki jam ekstra untuk belajar di malam hari, namun ternyata ada ‘harga’ yang harus dibayar untuk ini,” ujar peneliti Andrew J. Profesor UCLA bernama Fuligni serta ilmuwan senior di Institute of Neuroscience and Human Behavior, UCLA seperti dilansir dari huffingtonpost, Jumat (24/8/2012).
    Untuk itu Profesor UCLA merekomendasikan kepada para siswa agar memikirkan cara lain untuk meningkatkan waktu belajar mereka di siang hari tanpa harus mengambil waktu tidurnya di malam hari.
    Beberapa dampak negative yang bisa kamu dapatkan jika masih bergantung pada metode kebut semalam ini diantaranya adalah kamu akan mendapatkan porsi tidur yang kurang yang menyebabakan terganggunya kerja otak dan menganggu system kerja jantung dan melemahkan system memori otak. Selain itu  juga memberikan dampak pada tubuh kita seperti mudah kelelahan, kurang konsentasi, gelisah dan stress,  bahkan sensitivitas insulin yang menyebabkan turunnya sisten kekebalan tubuh.
    Jika kamu intens melakukan sistemn kebuat semalam ini, H-1 ujian baru belajar, H-1 tugas baru diselesaikan, maka memori ingatanmu akan mudah semakin melemah. kamu akan mudah mengalami kelupaan dikarenakan ketidakmampuan memori ingatan untuk menyimpan suatu objek. Apakah kamu mau mengalami hal itu diusia remajamu? Usia yang semestinya  menjadi usia untuk kamu mengingat hal-hal yang berharga diusia mudamu.
    Sayangi tubuh dan otakmu, atur waktumu sebaik-baiknya dan hapus kebiasaan kebut semalam ini dari kebiasaanmu.
  • Karakter Anak Bangsa Ditentukan Kualitas Guru

    Karakter Anak Bangsa Ditentukan Kualitas Guru
    Karakter Anak Bangsa Ditentukan Kualitas Guru – Seorang guru adalah teladan untukgenerasi muda yang diajarinya. Teladan guru terlihat pada tingkah berbicara dan perbuatannya. Bagaimana menjadikan generasi muda berkualitas kalau gurunya saja tidak dapat menjadi contoh yang baik untuk generasi penerus? Guru yang mana mampu mendiskriminasikan generasi mudanya? Guru mana yang bilang engkau bodoh dan ini itu? Bukankah perkataan guru ialah doa? Doa yang harusnya dijaga jangan sampai menyakiti hati. Lalu, apa yang harusnya dibenarkan oleh guru dan atau generasi muda?
    Tulisan mengatakan kalau guru itu teladan. Kenyatannya guru belum mampu menjadi teladan yang baik. Bukan bermaksud menyalahkan. Namun yang dikecewakan ketika seorang guru tak mampu memberikan semangat untuk muridnya. Mampunya berkata kasar dan membuat generasi tidak percaya diri. Menganggap remeh kalau engkau tidak akan bisa melakukan ini karena ini merupakan semester depan. Apakah itu ucapan yang dijadikan teladan?
    Pandangan anak muda dari anggapan itu mungkin ada yang mengambil setiap hikmahnya. Namun, kalau dengan anak muda yang tidak mengerti bagaimana? Pasti akan merasakan malas untuk mencari ilmu. Begini tidak boleh begitu tidak boleh. Mana yang harius diambil. Yang ada membuat anak muda bingung sendiri.
    Apalagi kalau guru sudah diskrimasi terhadap pembedaan SARA. Apakah ada orang yang mau mendengarkannya? Pasti banyak yang tidak senang dengan ucapan dan tingkah lakunya. Atau guru yang suka menjelekkan satu sisi dengan sisi yang lain. Fikiran anak muda pasti akan terikuti dan diolah dalam otaknya. Mau dikatakan kemana kalau fikiran anak muda yang disampaikan oleh guru itu sampai kepada kebatilan bukan kebenaran?
    Guru bukanlah hanya mengajari di dunia melainkan apa yang diajarkannya menjadi bahan pertanggungjawabannya di akhirat. Maka, berhati-hatilah menjadin guru. Karena sesosok guru adalah teladan bagi muridnya. Kalau saja kehilangan figurnya anak muda ini. Dunia tidak akan menjamin keberhasilan untuk mencetak generasi-generasi yang berkualitas dan berintegritas. Sesuatu pelajaran itu datangnya dari kecil. Maka, jangan sekali-kali meremehkan hal yang kecil karena kecil itulah bisa menjadikan anak muda generasi yyang besar yyang mampu memberikan secara penggerak, pemikir dan ahli dalam berideolog dengan memperhatikan syariat islam.
  • Mengubah Pola Pikir Pelajar Generasi Millennial “Pemburu” Nilai Ujian

    Mengubah Pola Pikir Pelajar Generasi Millennial "Pemburu" Nilai Ujian

    Mengubah Pola Pikir Pelajar Generasi Millennial “Pemburu” Nilai Ujian – “Besok saya ujian, tapi saya tidak peduli. Karena selembar kertas tidak akan menentukan nasib saya dimasa yang akan datang” (Thomas Alfa Edison)
    Quotes pada umumnya seperti pisau bermata dua. Dapat memberikan suntikan semangat dalam melakukan kegiatan sehari-hari, salah satunya sebagai motivasi dalam belajar. Dan quotes dapat juga sebagai pemicu “kemalasan” seseorang, seperti halnya malas dalam berusaha dan melakukan sesuatu. Jadi, quotes itu tidak selamanya memicu semangat saja. Tetapi dapat membuat orang bermalas-malasan. Karena quotes ibarat pisau bermata dua yang di mana tergantung pemakainya menggunakan dan memanfaatkannya.
    Masih dalam konteks quotes, pasti kalian sudah tidak asing dengan quotes legend di atas bukan. Yaps, quotes dari bapak penemu bola lampu pijar yaitu Thomas Alfa Edison tersebut banyak tersebar di status-status atau stories para pelajar mendekati ujian-ujian sekolah. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan quotesnya, tetapi salah pada penafsiran dan pemahaman dari rata-rata pelajar.
    Memang tidak menutup kemungkinan terdapat banyak penafsiran dari quotes tersebut. Sebab beda orang berbeda juga penafsiran atau interpretasinya. Tetapi penyimpangan dari pemahaman yang salah membuat tingkat motivasi atau dorongan untuk berusaha juga akan mengalami penurunan. Seperti halnya quotes tersebut, disalahgunakan atau diselewengkan makna sesungguhnya oleh para oknum-oknum pelajar yang malas untuk belajar dalam menghadapi ujian-ujian sekolah. Berikut penjelasan dan pemahamannya :
    Maksud “besok saya ujian, tapi saya tidak peduli” bukan kemudian kita tidak belajar untuk mempersiapkan ujian yang akan datang. Melainkan mempersiapkan kemampuan atau skill jauh-jauh hari sebelum mendekati ujian. Karena selembar kertas tidak akan menentukan nasib di masa yang akan datang memerlukan skill yang menjadi kelebihan dari diri kita di antara pelajar-pelajar yang hanya mengejar nilai tinggi dengan cara yang tidak fair play dalam mengerjakan selembar kertas ujian tersebut. 
    Percaya pada kemampuan diri sendiri lebih utama dan lebih mulia daripada mencotek teman sebelah meja yang hanya menambah dosa karena tidak jujur dalam mengerjakan tiap soalnya. Sebab semua pasti ada pertanggung jawabannya. Baik berupa pertanggung jawaban di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai tinggi bukanlah ukuran intelektual seseorang dan nilai tinggi bukanlah jaminan langsung mendapat pekerjaan. Sebab, untuk mendapatkan suatu pekerjaan di era millenialis ini bukanlah nilai raport, IPK, dll yang berupa angka. 
    Karena angka bisa dimanipulasi dengan mudah di era digital ini. Kenyataannya, banyak pengangguran intelektual (golongan sarjana/yang terpelajar) yang susah melamar pekerjaan. Menurut Kemenristek Dikti, di tahun 2017 sarjana pengangguran mencapai 8,8% dari total 7 juta pengangguran yang ada di Indonesia. Jumlahnya mencapai lebih dari 630 ribu orang. Hal ini karena banyaknya persaingan yang semakin ketat ditandai dengan dibukanya era pasar bebas. Dan rata-rata kualifikasi yang dicari adalah yang mempunyai skill atau keahlian tertentu.
    Jadi, pada kesimpulannya skill atau keahlian itu berlaku jangka panjang, tidak seperti dengan nilai raport yang hanya sementara dan tidak bisa sebagai tolak ukur kemampuan seseorang. Karena walaupun tidak mengenyam bangku sekolah, atau bangku perkuliahan masih dapat mendapat pekerjaan yang layak sesuai dengan skill yang dimiliki. 
    Seperti halnya pengusaha sekaligus sebagai Kementerian Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang tidak mengenyam pendidikan tinggi seperti menteri-menteri lainnya, mampu menjadi menteri yang luar biasa. Karena skill yang mampu beliau pertanggungjawabkan kepada rakyat Indonesia, khususnya para nelayan di pesisir pantai. Pertanyaannya sudahkah kalian mempunyai skill atau keahlian khusus?
    Referensi : kompasiana.com | pikiran-rakyat.com
  • Penerapan Full Day School Diperlukan Kajian Ulang

    Penerapan Full Day School Diperlukan Kajian Ulang
    Penerapan Full Day School Diperlukan Kajian Ulang  – Kebijakan full day yang telah diterapkan oleh Mendikbud  Muhadjir Effendy diharapkan mampu membuat siswa mengembangkan kemampuan psikolosial di sekolah. Namun, dalam praktiknya menjadi suatu  pertanyaan  pentingkah fullday di Pendidikan Indonesia?      
    Belajar dari pendidikan yang ada di Negara Finlandia, negara yang terkenal dengan sistem pendidikan terbaik di dunia tersebut. Bahkan pendidikan dapat dijalankan amat baik di Negara Finlandia. Negara tersebut sangat mengharamkan sistem pendidikan yang membebani  para siswa dan guru dengan agenda pendidikan yang tidak menunjang mutu pendidikan itu sendiri. 
    Dari segi pembelajaran,Finlandia hanya menerapkan maksimal lima jam proses pembelajaran di sekolah.  Itupun , proses pembelajaran di desain enjoy dan membuat siswanya tidak jenuh akan pembelajaran.  Tidak adanya program fullday ataupun lainnya yang membebani para siswa. Program seperti itulah yang seharusnya diterapkan oleh Indonesia.
    Gagasan fullday yang dipaksakan dapat mematikan minat bakat anak akan sesuatu hal yang digemarinya. Pada kegiatan pragmatis di sekolah sehingga menjauhkan dari relasi sosial kemasyarakatan. Relasi sosial kemasyarakatan menjadi media pengembangan karakter anak yang didasari pada empati dan etika keadilan publik.
    Jika di telaah lebih mendalam,konsep fullday itu sendiri bisa dikatakan tidak dilandasi oleh tujuan substantial dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional di jenjang dasar dan menengah. Namun,hanya untuk mementingkan beberapa  kelompok masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk mendidik dan menemani anak karena kesibukan bekerja.
    Sutradara pendidikan sebelum mengambil kebijakan seharusnya melihat para pelaku pendidikan. Harus ada keseimbangan visi dan misi antara sutradara dan pemeran pendidikan. Bisa dikatakan adanya program fullday school membuat pemeran dalam pendidikan menjadi terbebani.  Hal ini dapat dilihat dari siswa yang pulang sore harii dan tidak adanya waktu untuk mengembangkan bakat minat nya.
    Pada praktiknya program full day tersebut dijalankan 5 hari kerja. Namun,pada hari sabtu dan minggu siswa disibukkan akan tugas yang diberikkan oleh guru saat hari pembelajaran.  Dalam hal ini,fullday dapat mempengaruhi psikologi dan fisik siswa .
    Siswa sangat sulit konsentrasi saat memasuki sore hari. Konsentrasi siswa sebenarnya maksimal hingga pukul 12 siang dan selebihnya sult untuk konsentrasi dalam pembelajaran. Timbul masalah baru dalam hari ini. Kualitas siswa dari tahun ke tahun bisa dikatakan semakin menurun apabila program fullday terus dilaksanakan tanpa adanya pembenahan yang mendasar.
    Keluhan bukan hanya datang dari siswa melainkan juga para tenaga pendidiknya. Tambahan jam yang semakin banyak membuat guru yang merupakan juga pemeran pendidikan harus bekerja dengan tenaga ekstra dan stamina yang prima agar dapat menyampaikan materi pembelajaran untuk siswanya.
    Perlunya kajian yang mendalam oleh sutradara pendidikan dalam menerapkan fullday school. Kajian yang dimaksud harus menimbang para pemeran pendidikan agar keselerasan terjadi demi terwujudnya kemajuan Pendidikan Indonesia. Bangsa yang besar datang dari generasi dengan pendidikan yang berkualitas. Oleh karenanya diperlukan program penunjang yang dapat membuat generasi tersebut menjadi berkualitas.
  • Fasilitas Pendidikan Yang Baik Mendorong Terciptanya Generasi Unggul

    Fasilitas Pendidikan Yang Baik Mendorong Terciptanya Generasi Unggul


    Fasilitas Pendidikan Yang Baik Mendorong Terciptanya Generasi Unggul – Sejatinya sekolah menjadi wadah pengembangan minat bakat dan kemampuan berpikir anak didik. Dalam perkembangannya sekolah menjadi penumbuh peran secara mandiri untuk menumbuhkan pribadi yang cerdas dan kuat bagi generasi muda.
    Salah satu penunjang terciptanya generasi yang cerdas dan berkemampuan secara minat bakat berupa fasilitas pendidikan yang baik dan layak . Salah satu sekolah yang memberikan fasilitas pendidikan yang baik dan layak ialah SMA N 1 Salaman. Sekolah menengah yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.
    Sekolah tersebut memiliki visi beralaskan budaya bangsa,bernafaskan keimanan untuk menuju masyarakat disiplin dan terdidik. Dilihat dari visinya tersebut,bisa tergambar bahwa SMA N 1 Salaman ingin membuat anak didiknya dengan kedisiplinan dan terdidik yang baik. Kedisplinan di sekolah tersebut sangat diterapkan secara rapi dan bisa dikatakan baik.
    Bukan hanya kedisplinan saja,melainkan kondisi sekolah yang rindang dengan letak di desa. Hal ini mendorong siswanya belajar dengan baik . Fasilitas lain yang dapat mengembangkan minat bakat siswanya ialah adanya Gedung olahraga di sekolahan tersebut. Hal itu mendorong siswa bukan hanya cerdas di akademik saja melainkan di sisi non akademik minat bakat.
    Bukti nyata dari fasilitas penunjang yang baik itu,bisa dilihat dari banyaknya prestasi yang ditorehkan seperti kejuaraan turnamen futsal,volley,taekwondo dan lain sebagainya. Bukan hanya olahraga saja,dari sastra dan musik juga menorehkan prestasi yang diantaranya kejuaraan geguritan ,lomba acoustik gitar,debat dan banyak lainnya.
    Prestasi tersebut tak lepas dari siswanya yang memang memiliki banyak minat bakat yang bisa dikembangkan sehingga para guru hanya tinggal mengasah kemampuan tersebut hingga bisa menorehkan prestasi. Peran guru juga ada di dalamnya sehingga menciptakan siswa yang berprestasi.
    Tak hanya itu saja,sekolah ini juga baru gencar-gencarnya mengajak anak didiknya untuk lebih menyukai terhadap literasi. Hal itu bisa dilihat dari diadakan acara bulan bahasa pada oktober silam. Dampak positif dorongan literasi ini agar siswa bisa mencintai terhadap buku dan berwawasan luas.
    Sejatinya sekolah yang demikian ,harus juga dikembangkan oleh sekolah lain agar terciptanya bibit -bibit berprestasi dan generasi yang unggul. Fasilitas pendidikan yang baik dapat mendorong generasi muda yang berkualitas. Generasi muda yang berkualitas dapat menciptakan kemajuan bagi negara tercinta Indonesia.
    Kemajuan negara bisa dimulai dari generasi penerusnya. Semakin berkualitas generasi penerusnya maka cita-cita akan kemajuan sebuah negara bisa terwujud.
  • Inilah Sebenarnya Perbedaan SBMPTN 2018 dan 2019

    Inilah Sebenarnya Perbedaan SBMPTN 2018 dan 2019 – Hai kawan! Apa kabar? Bagaimana persiapan tes SBMPTN tahun depan? Sudah mulai belajar atau belum nih? Jangan lupa untuk belajar ya!Perlu kalian ketahui, setiap tahun tes seleksi ini memiliki perkembangan yang cukup signifikan loh. Oleh sebab itu, jangan sampai ketinggalan informasi! Agar ketika pelaksanaannya nanti, tidak terkejut bahwa setiap tahunnya memiliki perbedaan. Jadi, sudah pada tahu belum nih perbedaan SBMPTN 2018 dan 2019? Berdasarkan informasi yang didapat dari zenius.net perbedaannya antara lain:

    DAYA TAMPUNG

    Pada tahun 2018, daya tampung peserta tes minimal 30%, sedangkan untuk tahun 2019 bertambah menjadi minimal 40%. Jadi kalian punya kesempatan yang lebih besar untuk ikut tesnya. Akan tetapi siap-siap juga dengan persaingan yang semakin ketat ya kawan! Karena jumlah peserta semakin banyak. Wowww… masihkah berleha-leha? Ayooo semangat belajar kawan!!!.

    BASIS PELAKSANAAN UJIAN

    Bila pada tahun 2018 ujian pelaksanaan berbasis kertas dan komputer, maka pada tahun 2019 pelaksanaan ujian 100% berbasis komputer.

    JENIS UJIAN

    Biasanya, Ujian terdiri dari Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) dan Tes Kemampuan Dasar. Namun untuk tahun 2019 sudah berganti nama nih kawan, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
    bagaimana kawan? Namanya semakin keren ya? Pasti berpikir, “duhh makin sulit nih. dari namanya saja sudah mulai mencurigakan,” ehehe.. semangat ya!!.

    METODE

    Tahun 2018: daftar => ujian => penentuan kelulusan.
    Tahun 2019:  daftar => ujian => dapat nilai => daftar ke PTN => penentuan kelulusan

    PELAKSANAAN UJIAN

    Pada tahun 2018, ujian hanya dilaksanakan 1 kali saja. Sedangkan untuk tahun 2019 dilakukan beberapa kali ujian. Dalam setahun bisa ujian maksimal 2 kali.

    UJIAN KETERAMPILAN

    Tahun 2018: ujian keterampilan bagi yang memilih kelompok jurusan seni dan olahraga.
    Tahun 2019: seleksi portofolio bagi yang memilih kelompok jurusan seni dan olahraga.
    Bagaimana kawan? Lebih suka SBMPTN 2018 atau SBMPTN tahun 2019?  Tetapi apapun itu, jangan pernah menyerah! Tetap berusaha dan jangan putus usaha. Kita dituntut untuk berusaha dan tidak dituntut untu berhasil. Semangat!!!!! Salam pendidikan!.
    sumber: zenius.net
  • Kuliah di Luar Negeri: Punya motivasi kuat atau Sekadar Tren?

    Kuliah di Luar Negeri: Punya motivasi kuat  atau Sekedar Tren?


    Kuliah di Luar Negeri: Punya motivasi kuat  atau Sekedar Tren? – Dulu kalau ada orang yang berencana melanjutkan kuliah  di luar negeri, akses informasi mengenai negara tujuan, universitas, hingga beasiswa belum sebanyak sekarang yang bisa kita lihat di sosial media. Bisa dibilang  kuliah di luar negeri itu hanyalah untuk orang orang yang punya uang saja. Sedangkan di zaman sekarang banyak orang yang bisa bersekolah di luar negeri. Lembaga-lembaga Negeri maupun swasta memberikan beasiswa yang banyak dan sudah bervariasi, Semakin banyak pula teman, saudara bahkan keluarga yang  tahu mengenai informasi beasiswa di luar negeri.
    Tapi sebenarnya, Kuliah di luar negeri itu hanya sekedar  tren atau memang punya motivasi yang kuat?
    Kebanyakan orang yang ingin belajar diluar malah hanya ingin agar terlihat keren dihadapan teman teman nya, malah ada yang blak blakan  bahwa dia ingin kuliah ke luar negeri karena ingin menunjukkan pada orang lain bahwa dia cukup pintar. Seriously? Pertanyaannya, apakah keinginan seperti itu cukup untuk mereka sebagai bekal mereka diluar negeri?

    Perlu Motivasi yang Kuat, tentu saja.

    disamping itu juga ada yang serius kuliah di luar negeri dengan segala perencanaan yang matang. Ada? banyak malah. perencanaan yang matang merupakan sesuatu yang perlu direnungkan secara serius.
    Bagaimana tidak? untuk awalannya  saja, untuk melamar ke sebuah universitas di luar negeri biasanya motivation letter akan selalu ditanyakan. Jawabannya akan menentukan apakah kita layak untuk kuliah di sana atau tidak, dan jawaban “jalan-jalan” rasa rasanya kurang tepat, kecuali mereka memang mau melamar di jurusan traveling, hospitality ataupun sejenisnya.
    Soal bagaimana menuliskan motivasi itu dalam bahasa yang menarik  jelas sebuah poin yang amat teramat penting. Bagi saya sendiri sebuah motivasi tidak pernah ada yang “salah”, karena sifatnya personal. Tapi jika itu hanya karena untuk mengikuti tren dan teman teman teman?

    Coba kita tanya jawab hati 

    Bagaimana jika kemampuan bahasa asing kita masih jauh dari yang universitas tersebut persyaratkan? Bagaimana jika kita tidak lolos seleksi pada  penerimaan mahasiswa baru di kampus yang kita idam idamkan? Bagaimana jika proses pengurusan visa nya tidak semudah yang kita bayangkan?  Bagaimana jika kita tak punya teman sehati untuk berkeluh kesah? Bagaimana jika materi kuliahnya berat dan kita tidak sanggup? Bagaimana jika kita susah untuk lulus?

    Apakah motivasi yang kita punya cukup kuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas?

    Motivasi tentunya bisa mempengaruhi usaha dan perjalanan kita ke sana. Jika tak siap dengan segala kesusahan studi di luar negeri, bisa jadi ada pilihan lain: cari mentor atau ikut pelatihan. Pengalaman itu mahal, dan pengalaman melanjutkan studi di luar negeri juga adalah kesempatan untuk mengenal banyak hal. Banyak kesempatan yang kini ditawarkan untuk itu. Banyak pula saingan yang ada di seluruh dunia. Kata pepatah, “Tidak ada yang gratis didunia ini” Untuk mendapatkan sesuatu, perlu sesuatu juga: perjuangan, ikhtiar serta dukungan. Studi  di luar negeri memang menyenangkan, pasti ada usaha keras dan momen-momen “berdarah” di balik layar.
    Selamat berjuang! ♡
    Gagal itu urusan nanti, yang terpenting kita pernah berusaha untuk mencoba ♡

    bakat memiliki 3 dimensi psikologi yakni dimensi perseptual, dimensi psikomotor dan juga dimensi intelektual. Bakat mempengaruhi cita-cita dan pengenalan diri sendiri.#psikologi #penamillennials #pendidikan #shalaazz

    — Pena Millennials | Shalaazz (@penamillennials) January 20, 2020

  • Maraknya Perdagangan Gelar – Fake Degrees Shock

    Maraknya Perdagangan Gelar – Fake Degrees Shock  – Dunia pendidikan zaman sekarang memang sangatlah unik. Liberalisasi pendidikan yang terjadi, membuat pendidikan menjadi carut marut tidak beraturan. Sehingga mengakibatkan kualitas pendidikan kita masih jauh dibawah Negara lain. Serta kurangnya kesadaran terhadap pendidikan.
    Salah satu problem yang dihadapi akhir-akhir ini yaitu adanya sindikat jual beli gelar. Berdasarkan kabar dari merdeka.com, praktik jual beli gelar ini memiliki kantor pusat di Jakarta, Bandung dan beberapa kota lainnya. Mereka menyediakan jasa pemblian ijazah dengan mematok harga jutaan rupiah. Hanya dengan membayar segepok uang, maka telah menyandang gelar sarjana tanpa harus mengikuti kompetensi belajar.
    Bisnis perdagangan gelar dijalankan oleh Institut Management Global Indonesia (IMGI). Institute ini memiliki beberapa jaringan lembaga lain, diantaranya, Senior University (SU), North California Global University (NCGU), Jakarta International Management (JIM), dan American World University (AWU). Ironisnya lembaga tersebut telah meluluskan sekitar 30.000 orang tanpa menunggu waktu lama. Sasarannya adalah PNS (Pegawai Negeri Sipil), kalangan artis, pengusaha, dan pejabat pemerintahan.
    Tentu saja mereka tertarik denga praktik jual beli gelar tersebut. Karena dengan proses instan tanpa harus repot-repot mengerjakan tugas-tugas dan mengikuti kegiatan belajar, bisa menyandang gelar palsu tersebut. Pola pemikiran masyarakat Indonesia yang menginginkan serba instan, menjadi terpancing dengan pemberian gelar palsu tersebut.
    Menurut mereka, dengan gelar akademik dapat mengangkat harkat dan derajat sosial masyarakat. Dipandang hebat dan berpendidikan dengan penggunaan gelar tersebut. Mereka dibuat silau dengan gelar. Nah, apalagi setelah mendengar kabar adanya lembaga perdagangan gelar tanpa harus memenuhi tahap belajar.
    Hal tersebut meresahkan sejumlah pihak. Karena apabila lembaga tersebut masih berdiri, dapat menggeser lembaga pendidikan legal dan mengakibatkan persaingan kerja yang sangat ketat. Natara lulusan lembaga pendidikan legal dan illegal. Selain itu, pendidikan Indonesia tidak lagi berkualitas.
    Oleh sebab itu, mari sadari pentingnya pendidikan. Gelar hanyalah hasil dari sebuah pencapaian dan sebagai hadiah dari kerja keras kita. Jangan mudah tertipu dengan hal demikian! Apalah jadinya generasi muda apabila gelar yang disandangnya palsu semata.
  • Bukan Pendidikan Basa-Basi

    Bukan Pendidikan Basa-Basi – Pendidikan ada yang mengatakan sebatas basa-basi saja. Ketika pendidikan terlena untuk mencari penghargaan dan pujian. Hanya mengatasnamakan rasa ikhlas. padahal, hatinya tidak mengatakan demikian. Pendidikan seharusnya to the point agar lebih jelas dan pasti. Karena pemuda membutuhkan kepastian bukan keragu-raguan. Kalau sebatas janji semua orang juga bisa. Kalau sebatas teori semua juga bisa belajar dari materi dan mencari sendiri. berbeda dengan teori yang dipraktikkan. Akan ada hal yang tidak pernah terlupakan dan langsung mengena di hati pemuda.
    Melihat dari tujuan hukum ialah semua kehidupan dalam masyarakat selalu dibutuhkan adanya ketentuan yang mengatur masyarakat dalam beraktivitas. apabila keberadaan masyarakat itu sendiri tidak disertai keberadaan hukum, maka hak dan kewajiban seseorang tidak akan terlindungi, oleh karena itu dimana ada masyarakat yang beraktivitas maka keberadaan hukum sangat diperlukan dalam segala aspek.

    Misalnya, saja dalam dunia pendidikan. kalau hukum tidak mengaturnya. pendidikan akan sulit untuk menuju tujuan awalnya yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. pendidikan harus dilandasi dengan kerja cerdas bukan kerja keras. kalau sekedar kerja pendidikan tidak akan berjalan hanya beraktivitas tetapi hati ya tidak mencintai pekerjaan itu ataupun pendidikan itu. kalau hanya kerja keras maka hati yang akan kewalahan sendiri tidak bekerja dengan tim. sedangkan kerja cerdas inilah yang membawa pendidikan menuju peluangnya yang hebat.

    Bukan sekedar waktu, tenaga, harta dan jiwa semuanya dipertaruhkan dalam satu ikatan bersama tim untuk mencapai satu tujuan pendidikan yang berlandaskan pancasila yang diawali dengan keagamaan yang kuat akan berpengaruh besar bagi setiap kehidupan.

    kepentingan orang dan golongan dalam pendidikan pasti berbeda-beda. namun, dengan adanya ikatan yang berdasarkan sejarah akan kuat. kalau saja semua tahu kalau perjuangan itu diawali degan proses yang panjang dan tak kenal lelah. bukan sekedar mengkritisi bukan sekedar memberi tugas bukan sekedar teori-teori ataupun langsung dipraktikkan. namun, bagaimana saudara dapat mencintai pendidikan itu sendiri. semakin orang cinta maka semakin akan didalami pendidikan. hakikatnya hanya terdiri dan terjadi ataupun terbentuk dari self masing-masing.

    Percaya atau tidak percaya tanyakan pendidikan itu dihatimu? dimanakah letak pendidikan yang akan saudara perjuangkan? mungkin sama halnya dengan mencintai sesuatu atau makrifatullah tepatnya. itulah pendidikan yang bukan sekedar basa-basi.

  • Mengenal Jurusan Pendidikan Luar Biasa

    Mengenal Jurusan Pendidikan Luar Biasa

    Mengenal Jurusan Pendidikan Luar Biasa

    Mungkin jurusan pendidikan sudah tidak asing lagi di telinga kita, apalagi jurusan pendidikan seperti PGSD atau PGPAUD. Tapi, ternyata sekarang jurusan pendidikan luar biasa sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat apalagi sekarang ini tenaga kerja sebagai guru PLB sangat di butuhkan. Untuk itu jangan khawatir masalah prospek kerja mahasiswa jurusan pendidikan luar biasa setelah lulus nantinya. Mari simak ulasannya berikut ini.

    Kenapa Harus Memilih Jurusan Pendidikan Luar Biasa?

    Bukankah setiap orang itu mempunyai hak yang sama. Begitu pula dalam hal pendidikan, setiap orang berhak memperoleh pendidikan. Tidak ada bedanya antara manusia normal dengan manusia yang berkebutuhan khusus dimata Tuhan. Hanya fisik saja mereka memiliki keterbatasan yang berbeda dengan orang normal biasanya. Oleh karena itu janganlah kita membeda bedakan diri kita dengan mereka. Justru seharusnya kita membantu mereka, dengan menjadi pengajar misalnya agar mereka juga bisa memperoleh pendidikan yang layak.

    Tapi sayangnya dari jutaan orang yang ada di Indonesia, hanya sedikit yang mau peduli dengan keadaan mereka terlebih lagi dalam hal pendidikan. Padahal mereka juga berhak memperoleh pendidikan untuk bisa menunjang masa depan mereka agar bisa lebih baik. Banyak juga yang malah memandangnya sebelah mata. Padahal banyak dari mereka itu mempunyai potensi atau bakat yang memang kadang tidak dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu mereka harus mempunyai pembimbing yang mampu membimbing mereka dalam mengembangkan bakatnya.

    Dan di jurusan inilah kita akan belajar memahami mereka, membantu mereka untuk mengembangkan potensi dan bakatnya, serta kita akan belajar mengenai kepekaan sosial. Dengan begitu ketika mau mengajarkan mereka kita tidak akan salah kaprah. Jurusan ini juga mengajarkan kita tentang kepekaan hati dan kepedulian terhadap sesama, lalu bagaimana cara kita berkomunikasi dengan mereka agar kita bisa berbaur dan beradaptasi dengan mereka.

    Apa saja yang akan kita pelajari di jurusan ini ?

    Seperti yang sudah tadi di sebutkan kita akan belajar kepekaan hati terhadap sesama agar nantinya kita beradaptasi dengan mereka. Tapi, sebelum belajar beradaptasi dan berkomunikasi dengan mereka kita harus mengetahui seluk beluk mengenai kategori anak berkebutuhan khusus agar kita tidak salah ketika menanganinya. Setelah itu barulah kita akan mempelajari kurikulum ruang lingkup untuk anak berkebutuhan khusus agar nantinya tidak salah ketika mempraktekkan dalam metode pembelajaran. Ruang lingkup setiap anak berkebutuhan khusus itu berbeda-beda dan karakteristik dari mereka juga berbeda, masing-masing punya penanganannya sendiri. Hingga di akhir perkuliahan kita akan di khususkan memilih satu kategori anak berkebutuhan khusus.

    Di dalam jurusan ini kita juga tidak hanya belajar mengenai teori saja, tetapi kita juga mempraktekkan apa yang telah kita pelajari itu dengan terjun langsung ke lapangan. Kita akan mencoba berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus. Bagusnya teori yang kita pelajari itu bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jurusan pendidikan luar biasa ini juga mempelajari beberapa pelajaran umum seperti pendidikan kewarganegaraan, bahasa Inggris, pendidikan agama, statistik, juga ilmu sosial lainnya.

    Tak usah risaukan prospek kerja

    Tentu yang kita khawatirkan ketika akan memilih jurusan adalah prospek kerja lulusan bagaimana. Tapi, jangan khawatir bagi teman-teman yang akan berkecimpung di jurusan pendidikan luar biasa ini, karena peluang kerja untuk jurusan ini begitu terbuka lebar. Para lulusan tidak hanya bekerja sebagai guru pengajar berkebutuhan khusus, tapi bisa juga mendirikan yayasan atau menjadi terapis. Meski memang kebanyakan menjadi guru pengajar, tapi peluang guru pengajar saat ini terbuka lebar karena manusia setiap harinya bertambah dan itu menjadi peluang besar untuk para lulusannya. Bahkan menurut data statistik 2010 lulusan ini masih membutuhkan banyak tenaga.