Category: Opini pendidikan
-
PR adalah Sahabat Anak, Kok Bisa?
PR adalah Sahabat Anak, Kok Bisa? – Kalau mendengar kata PR, kira-kira apa yang terlintas pertama kali bagi sahabat shalaazz ? atau pertanyaan masihkah PR menjadi sesuatu momok bagi anak ? PR atau pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru ketika di sekolah dan dikerjakan di rumah dengan maksud anak akan semakin pandai ataupun alasan yang lain dengan jumlah yang tidak sedikit tentunya.Namun perlu diketahui pemberian PR semakin lama semakin berkurang, tidak seperti beberapa tahun silam. Bahkan seperti yang kita tahu bagi beberapa negara tertentu PR telah dihapuskan, karena dianggap akan memberatkan anak.Pembelajaran yang dilakukan disekolah saat ini tidak menjadikan PR sebagai suatu momok bagi anak dan orang tuanya, namun telah berubah menjadi sesuatu yang akan ditunggu oleh anak. Bagaimana bisa ?, pasti akan muncul pernyaan seperti itu mengingat jikalau telah tertanam pada semua orang bahwa RP suatu yang tidak diharapkan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut berikut penjelasannya mengapa PR menjadi suatu yang dinanti oleh anak.1. Pembelajaran saat ini menjadikan PR berupa eksperimen, yang mana anak akan melalukan berbagai percobaan untuk memahami materi. Percobaan tersebut dibuat seolah-olah anak sedang bermain, jadi tidak terasa bahwa anak sedang belajar dan mengerjakan PR. contoh eksperimen seperti membuat kue, membuat boneka sederhana, belajar membuat baju, membuat gambaran gunung meletus dan masih banyak yang lain.2. PR yang diberikan tidak sebanyak pemberian PR pada zaman dahulu. Pemberian PR sekarang sebatas anak untuk mengulangi materi yang telah disampaikan oleh guru, sehingga anak tidak merasa kesulitan dalam mengerjakannya.3. PR berupa kuis, siapa yang tidak suka kuis? Ndak ada bukan ? begitupula dengan anak, anak akan antusias ketika PR-nya berupa kuis. Kuis tersebut berupa teka teki silang atau papan puzle, anak akan menyusun puzle tersebut agar membentuk suatu jawaban yang diharapkan.1. Anak akan menjadi lebih mandiri, tanggung jawab dan juga kreatif.2. Menumbuhkan semangat belajar anak.3. Menjadi salah satu cara mengetahui minat dan bakat anak.4. Akan terjalin kedekatan antara anak dan orang tua.5. Dapat tercipta keluarga yang hangat dan penuh kasih terhadap anak.6. Memudahkan orang tua dalam memantau perkembangan anak7. Orangtua dan anak akan bekerjasama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.8. Orangtua akan sepenuhnya mendapatkan perannya yaitu sebagai sahabat, sebagai guru, sebagai panutan dan sebagai orang tua bagi anak.Melihat manfaat PR sebagai sahabat anak, mari bersama-sama mengubah pemikiran bahwa PR adalah sebuah momok yang membebankan untuk -
Character of Studied In Pakistan, Ada apa dengan Pakistan?
we should never stick to single work but always trying to improve our thinking. then result will be bright InshaAllah. we should be winners or loser. but if we would lose, we have to restrengthen ourselves.Sebuah kata yang dibicarakan oleh pemikiran teman yang berada di pakistan. maksudnya, agar pendidiikan dibenahi dengan awal kita memulainya. sejauh manapun berbuat tidak pernah surut akan hal yang telah kita ucap dan kita lakukan. sesuatu pekerjaan akan terasa ringan bila dilakukan bersama-sama. begitulah pendidikan yang sebenarnya. jika pendidikan, hanya kehendak sang dosen atau sang atasan tidak akan ada artinya dunia ini walaupun diperbanyak sekolah pendidikanPerusahaan yang menjanjikan seseorang untuk menjadi karyawan ialah bukan dilihat dari ijazah perguruan tinggi. melainkan keahlian yang dimilikinya. lalu apa artinya, pendidikan berlama-lama untuk mendengarkan dan berlatih? ada beberapa alasan.Alasan yang pertama ialah, selama kita berproses dalam pendidikan maka kita akan tahu lelahnya sebuah pembelajaran. lebih baik lelah daripada bodoh untuk selamanya.Alasan yang kedua ialah, selama proses tersebut kita gunakan dengan pencarian bakat yang ada dalam diri kita. kita tidak pernah tahu bakat kita seperti apa? namun, karena proses yang panjang itu membuat kita untuk memulai sebuah perjalanan panjang yang sangat bermakna.Alasan yang ketiga ialah tiada pribadi yang terlatih selain terus berlatih setiap hari. dengan berlatih maka akan membuat kita makin tertantang sebuah proses. proses yang membuat kita akan ujian yang dihadapi masa mendatang.awal-awal dalam perkuliahan pasti akan bersemangat. namun, ketika dibalikkan dengan banyak perubahan. maka, sesuatu itu akan menjadi terbalik dengan banyaknya kejenuhan. dikarenakan kata-kata yang salah atau niatnya yang berbeda. sama halnya perumpaan ketika memulai untuk menulis.the first thing to do is to write according to what you think. after that write, what you feel. what you read then is written with the essence. then pour in the experience and discussed in writing. i hope and i think i will write in this way. maybe i hope too you studied for fighting. may Allah help us. -
Arti Pendidikan Bagimu ?
Arti pendidikan bagimu ? ( kata teman-temanku ) – Bagi setiap Muslim menuntut ilmu itu sama dengan ibadah. Selain itu, pendidikan juga perlu karena pendidikan itu bisa meningkatkan kualitas seseorang. Tidak akan ada seorang siswa dan mahasiswa jika tidak ada pendidikan. Hasan
Arti pendidikan untukku, Pendidikan itu segalanya. Bisa dikatakan sebagai baju, bisa pula sebagai nyawa.Apalagi aku sebagai perempuan, yang nantinya akan menjadi guru pertama untuk anak-anakku kelak. Pendidikan itu tidak hanya diperoleh ketika kita duduk dibangku sekolah ataupun PT, namun juga dalam keseharian. Dengan pendidikan kita akan tahu banyak hal, tak hanya dalam formal, non formal pun juga berlaku bahkan dalam keseharian pun kita bisa mendapatkan sebuah pendidikan. Karena tidak semua pendidikan itu harus dari yg namanya sekolah atau PT. Ima HariyantiPendidikan menurutku adalah suatu hal yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, karena dengan pendidikan lah aku bisa mengenal dunia . NadaMenurut saya arti pendidikan itu adalah sarana untuk membuat kita sadar betapa bodoh dan tidak tahu-nya diri kita. Tapi, Kalau konteksnya sekolah sd, smp, atau sma, menurut saya ada baiknya pendidikan di negara kita itu meniru kurikukum finlandia atau jepang. Soalnya, kurikulum pendidikan di negara kita itu kadang dicampuri dengan kepentingan politik, hasilnya hampir tiap ganti menteri kurikulumnya juga ganti atau minimal terminologinya ganti.Selain itu juga pendidikan di Indonesia itu terlalu terpaku kepada akademik bukab karakter yang akan membentuk siswa nantinya. Seharusnya sebelum diberi pelajaran, karakter anak itu di bentuk dulu agar kelak saat dia sudah punya ilmu tidak menjadi orang yang lebih buruk. Maksudnya adalah di Indonesia itu dalam praktiknya banyak juga yang pendidikannya lebih bagus (tinggi) atau ilmunya lebih banyak justru jadi lebih buruk dari sebelumnya. Soalnya, dia merasa punya pendidikan lebih tinggi merasa derajatnya lebih tinggi juga dari orang yang pendidikannya rendah. Ali ArfarisyPedidikan menurut saya itu adalah kita belajar sesuatu demi kehidupan yang lebih baik. Dimana sebagian besar ilmu tidak di dapat dari pendidikan melainkan pengalaman dan perjalanan hidup .pPendidikan itu sangatlah penting bagi diri sendiri, memperdalam ilmu pengetahuan dan menjauhkan dari kebodohan. Meningkatkan talenta/ bakat yang kita punya. Tanpa pendidikan kita tidak punya ilmu untuk masa depan. SarahArti pendidikan bagimu ? Sebagai seorang muslim menuntut ilmu itu wajib hukumnya, agar ahlak dan adab bisa berkesinambungan. Dan lewat pendidikan serta Al-Quran sebagai penopang untuk membentuk ahlak juga adab yang mulia. Azmi AbdurrafiPendidikan menurut saya lebih ke cara bagaimana kita bersosialisasi. Baik dalam lingkungan formal ataupun non formal yang bisa membawa dirinya kita menjadi lebih baik. aryandiPendidikan menurut saya lebih kepada bagaimana cara mengatasi anak muda sekarang yg perkembangannya sangat tidak enak dipandang. Contohnya saja anak SD sekarang banyak sekali yang mengkonsumsi komik-komik ataupun minuman keras. Menurut pandangan saya hal itu sangat tidak baik, maka dari itu pendidikan lah yang harusnya berperan untuk mengatasi hal tersebut yang sekarang ini sudah menjadi kebiasaan.OvyPendidikin adalah bekal manusi untuk menghadapi masa yang akan datang. AthoPendidikan adalah sesuatu yang kita terapkan dari yang telah kita dapat. Ilmu yang kita dapatkan itu di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. TonyPendidikan itu penting, terutama sangat berguna bagi rakya-rakyat kecil yang berada di indonesia. Meski kebanyakan pendidikan memang sudah bagus dan di terapkan di desa desa terpencil. Tapi, terkadang mereka belum mengetahui betapa pentingnya pendidikan. Faktor utamanya adalah karena pendidikan memerlukan biaya. Maka dari itu aku ingin membangun perekonomian Indonesia untuk lebih baik lagi. DjulianPendidikan menurutku itu bukan hanya untukku, tetapi akan ku bagi kepada orang lain yang selalu haus ilmu sepertiku. Aku tidak ingin ilmuku itu hanya untuk diriku sendiri, karena tidak akan ada artinya bila ku hidup hanya untuk diriku sendiri. Gugun KurniaPendidikan menurutku itu bukan hanya untuk mencari pengakuan dari masyarakat bahwa kita mampu sekolah dan melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi, pendidikan itu merupakan sebuah alat, sarana, juga modal untuk kita hidup di masa depan. Yang terus di barengi dengan doa dan usaha agar semua cita-cita kita bisa tercapai. Iip NadhifahPendidikan itu merupakan sebuah usaha, usaha meningkatkan SDM dan taraf hidup seseorang. Menurut saya sejauh ini pemerintah sudah cukup baik dalam mengelola perihal pendidikan, karena di sekolah saya setelah lulus sekolah pemerintah memberikan dana kepada kami untuk mengembangkan usaha dalam bidang ketahanan pangan. Tentu tidak mudah untuk mendapatkan itu, saya harus berusaha terlebih dahulu tentunya. Tetapi, untungnya para guru dan siswa bekerja sama untuk meningkatkan kualitas SDM para siswa dan selalu membimbing kami asalkan kami mau berusaha untuk terus maju. Hasna Afifah.Pendidikan itu penting, apalagi di zaman modern seperti sekarang. Tujuannya tentu untuk melawan dan membentengi diri agar kita tidak kalah saing juga untuk menciptakan manusia yang intelektual. Norma lestariPendidikan itu penting, karena berpengaruh kepada hidup kita. Pendidikan itu bisa menambah wawasan kita, mengajarkan etika dan tatakrama, serta untuk terus berfikir kritis atau logis. Pendidikan juga mengajarkan kita tentang berbagai pengetahuan dan cara bersosialisasi dengan orang lain. Nyimas wangi -
Peran Perempuan dalam Membangun Peradaban
Peran Perempuan dalam Membangun Peradaban – Bicara tentang wanita, erat kaitannya dengan cantik rupa atau paras. Namun, di zaman yang semakin maju ini, kecantikan wanita bukanlah hal yang utama. Cantik aja nggak cukup euy, bener nggak? hehe… Selain cantik, wanita juga harus pandai. Mengapa? Ya, sebab wanita kelak akan menjadi sosok ibu. Dan sosok ibu inilah yang akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak. Jadi, sebagai wanita bukan hanya pandai merias diri, namun juga harus pandai dari segi intelektualnya. Dalam arti berpengetahuan tinggi, dan berwawasan luas.Pendidikan menjadi salah satu wadah yang dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang luas. Mungkin ada sebagian orang yang masih memiliki mindset purba dimana ia berfikir bahwa “Buat apa wanita sekolah tinggi-tinggi, toh nanti juga ujung-ujungnya ngurusin dapur.” Hey, buang jauh-jauh mindset tersebut. Let’s change our mindset guys! :). Marilah kita ubah mindset purba tersebut menjadi mindset yang lebih global.Ingat, sejak Ibu kita Kartini mempelopori gerakan Emansipasi Wanita, maka sejak itulah wanita bisa semakin maju ke depan dan tidak ada larangan untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Jadi, apa salahnya jika wanita berpendidikan tinggi agar memiliki wawasan yang luas agar kelak dapat mendidik anak-anaknya dengan baik.Mahar Magandi pernah berkata bahwa “Jika kita menyekolahkan satu anak laki-laki, maka kita hanya mencerdaskan satu orang. Namun, jika kita menyekolahkan 1 perempuan, maka sama halnya kita membangun peradaban.”Nah loh, terbukti kan kalau wanita memang mempunyai peran yang sangat besar yaitu membangun peradaban. Maka dari itu, wanita perlu berpendidikan. Hasil dari pendidikan itulah yang akan digunakan untuk membangun peradaban, melahirkan generasi-generasi yang cerdas akalnya dan cantik akhlaknya. -
Jangan Salah Kaprah! Sekolah Kedinasan dan Ikatan Dinas itu Ada Bedanya
Jangan Salah Kaprah! Sekolah Kedinasan dan Ikatan Dinas itu Ada Bedanya – Perbedaan Sekolah kedinasan dan Ikatan dinas – Menjelang kelulusan bagi siswa – siswi SMA atau sederajat bukanlah hal yang tepat untuk bersantai saja, ada banyak gerbang baru yang siap mengantarkan mereka menuju impian masing – masing, misalnya tempat untuk mengenyam pendidikan lanjutan di perguruan tinggi. Ketidak kenalan dengan instansi perguruan tinggi yang ingin dimasuki bisa menjadi masalah besar di masa yang akan datang. Ada istilah tertentu yang harus benar – benar dipahami bagi calon mahasiswa, salah satunya tentang sekolah kedinasan dan ikatan dinas. Tampaknya istilah ini serupa, padahal berbeda. Yuk sahabat shalaazz mari kita simak uraian berikut.Perguruan tinggi yang menyandang istilah sekolah kedinasan dan ikatan dinas biasanya menjadi sasaran yang empuk bagi calon mahasiswa karena adanya anggapan tentang biaya kuliah yang gratis, mendapat uang saku pendidikan bahkan jaminan penempatan kerja langsung setelah lulus. Nah ternyata sekolah kedinasan dan ikatan dinas itu tidak semuanya memberikan jaminan yang digaung – gaungkan oleh masyarakat awam pada umumnya.Sekolah kedinasan sendiri memiliki pengertian sekolah yang mendapatkan naungan atau dibawahi oleh dinas tertentu atau badan milik pemerintah Negara yang nantinya lulusan tidak mendapat jaminan bekerja di dinas yang menaungi institusi pendidikan tersebut. Contohnya AMG (AKademi Metereologi dan Geofisika, Pd,Betung Bintaro, Tangerang, Banten) merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Meteorologi dan Geofisika, AKMIL (TNI Angkatan Darat Magelang Jawa Tengah), merupakan sekolah kedinasan yang dinaungi oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN), POLTEKKES di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan masih banyak lagi. Informasi terkait daftar sekolah kedinasan akan diulas pada artikel selanjutnya, jadi pantau terus www.shalaazz.com.Nah sedangkan untuk sekolah ikatan dinas memiliki arti bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah yang dibawahi oleh dinas tertentu dan nantinya lulusan akan direkrut untuk bekerja di Dinas yang menaungi tersebut. Sekolah ikatan dinas terbagi lagi menjadi 2 yaitu ikatan dinas 100% dan ikatan dinas tidak 100%. Ikatan dinas 100% merupakan sekolah yang mendapatkan keuntungan secara menyeluruh termasuk di dalamnya uang saku, tunjangan ikatan dinas tiap bulan, biaya kuliah gratis dan langsung diangkat bekerja di lingkungan kedinasan, misalnya AMG, AKIP, IPDN, STIS, STSN dan Akpol.Sedangkan sekolah ikatan dinas tidak 100% merupakan sekolah yang tidak dipungut biaya kuliah atau gratis tetapi setelah lulus dalam pengangkatan kerja ataupun PNS tidak langung atau harus melewati serangkaian tes terlebih dahulu. Jika hasil tes dinyatakan lulus akan bisa bekerja di dinas terkait. Hal ini lah yang akan menjadi penyemangat bagi peserta didik sekolah ikatan dinas untuk belajar bersungguh – sungguh dalam proses pendidikannya. Sekolah ikatan dinas tidak 100% contohnya yaitu STAN. Informasi terkait sekolah ikatan dinas akan diulas pada artikel selanjutnya, jadi pantau terus www.shalaazz.com.Berdasarkan kedua uraian tersebut, sebenarnya dapat disimpulkan bahwa setiap sekolah ikatan dinas adalah kedinasan, tetapi tidak semua sekolah kedinasan menyelenggarakan ikatan dinas. Sebelum memasuki pendaftaran sangat penting untuk mencari informasi sedalam – dalamnya terkait sekolah ikatan dinas yang akan dituju. Telaah dengan baik sistem yang institusi berlakukan dalam proses pendidikan. Mengingat adanya jaminan yang menggiurkan bagi lulusan sekolah ikatan dinas 100% tentu akan ada persyaratan ketat untuk memasukinya, maka pastikan anda telah menguasainya dengan sempurna. -
Bijak dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Pendidikan
Bijak dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Pendidikan – Teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Informasi banyak diakses melalui media elektronik, begitu pula dengan pengetahuan. Pendidikan merupakan salah satu yang terkena dampak terbesar dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Sejak tahun 2007 di IndonesiaTIK mulai masuk dalam pembelajaran wajib mulai dari SD, SMP, dan SMA. Dengan cara tersebut diharapkan guru dan peserta didik melek teknologi. TIK menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan. Teknologi dalam pendidikan memiliki fungsi sebagai media pembelajaran, sebagai sumber informasi, sebagai numerikal, sebagai tempat menyeleseikan suatu masalah, dan sebagai pengasahketerampilan.
Gerakan global belajar abad 21 dan kurikulum 2013 di Indonesia mengharuskan pembelajaran yang mengintegrasi,menyatu dan menyeluruh, sehingga pembelajaran disarankan menggunakan TIK. TIK membantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. TIK membantu peserta didik untuk menggali banyak informasi untuk menunjang pembelajaran.Peserta didik dalam kurikulum 2013 diminta untuk berkreasi, kreatif dan berfikir kritis. Guru memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran untuk menampilkan apa yang tidak bisa dijadikan media secara nyata. Guru berfungsi sebagai fasilitator untuk peserta didiknya, namun guru dalam pembelajaran berbasis TIK diminta untuk selalu berinovasi dalam pembelajaran. Pembelajaran menggunakan TIK menjadi wahana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik dan menyediakan pengalaman yang inovatif, membantu memperdalam pemahaman konsep, dan memotivasi peserta didik untuk belajar.
Beda di indonesia beda pula di negara lain, salah satunya yaitu di negara Singapura. Pendidikan Singapura menjadikan buku dan pensil pelengkap daalam pembelajaran berbasis TIK dan menjadikan teknologi sebagi tempat belajar yang menarik. Pendidikan singapura memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran seperti tweeter, wiki, facebook, dan blog.Sebagai contoh pengalihan penggunaan facebook yang sebelumnya hanya untuk bermain atau hiburan kini menjadi tempat untuk belajar peserta didiknya. Peserta didik memberikan suatu permasalahan pada postingannya dan teman lain memberikan tanggapannya pada kolom komentar. Peserta didik dapat membahas permasalahan secara berkelanjutan dengan membalas setiap komentar yang diberikan untuk setiap postingan. Pemanfaatan media sosial mampu menumbuhkan bakat dan minat peserta didik. Peserta didik tidak hanya menyerap pengetahuan namun juga menghasilkan suatu pengetahuan. Kolaborasi antara guru dan peserta didik dalam pembelajaran menggunakan TIK sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal.
-
Pendidikan Seni Berbasis Kearifan Lokal Harus Terus digiatkan
“Sebuah bangsa akan besar karena pemuda dan budayanya.” Hal itu yang kerap kali disampaikan oleh guru saya saat duduk di bangku SMA. Dan seiring perkembangannya, saya mulai memahami peran pemudan dan budaya dalam sebuah bangsa yang besar. Saya banyak mendengar Kabupaten dan kota-kota kecil yang dipimpin orang yang tepat dan mau peduli pada kebudayaan dan potensi yang di miliki wilyahnya, membuat kabupaten tersebut menjadi jauh lebih berkembang disbanding kabupaten lainnya. Sebagai contoh Kota Banyuwangi.Jika dilihat, saat ini Banyuwangi telah berkembang jauh lebih pesat dibanding Kota-kota besar lainnya. Mulai dari sektor perekonomian, budaya, kuliner dan pariwisatanya yang berbasis kearifan lokal. Segala kearifan lokal diangkat di kota tersebut, mulai yang paling kecil sampai yang sudah terkenal sebagai budaya khas dari Kota Banyuwangi.Segala hal yang hadir ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang dinilai sebagai bagian dari kultur masyrakat dan budaya diperkenalkan pada turis asing maupun domestik, hingga tak terhitung berapa desa budaya, evet budaya dan pariwisata yang dibuat dan dikembangkan sampai hari ini. Pada akhirnya semua itu telah mengangkat Banyuwangi menjadi kota yang eksotis dan kaya akan budaya. Eksistensi kebudayaan dan kearifan lokal seharusnya harus tetap selalu dijaga.Kebudayaan seharusnya harus selalu bersinggungan dengan lingkungan sekitar, baik lingkungan fisik dan non fisik. Proses pembentukan budaya berlangsung berabad-abad dan teruji sehingga membentuk suatu komponen yang handal, terbukti dan diyakini dapat membawa kesejahteraan lahir dan batin. Komponen inilah yang disebut dengan jati diri yang pada akhirnya akan menjelma menjadi jati diri dan cerminan dari sebuah bangsaDi dalam jati diri bangsa terkandung kearifan lokal yang merupakan hasil dari kearifan lokal dari berbagai suku bangsa, kearifan lokal inilah seharusnya dirajut dalam satu kesatuan kebudayaan untuk mewujudkan suatu bangsa yaitu, Bangsa Indonesia. Budaya dilahirkan beribu tahun yang lalu sejak manusia ada di Bumi. Kebiasaan yang bagai telah menjadi dan membentuk perilaku manusia tersebut diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Budaya itu sendiri merupakan suatu produk dari akal budi manusia.Dalam pergiliran budaya antar generasi ini dibutuhkan adanya generasi perantara yang sudah mampu melakukan pemahaman dari generasi tua dan mampu mengkomunikasikan kedalam bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh generasi selanjutnya. Masing-masing daerah mempunyai keunggulan potensi daerah yang perlu dikembangkan yang lebih baik lagi. Keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing daerah sangat bervariasi. Dengan keberagaman potensi daerah ini perlu mendapat perhatian khusus bagi pemerintah daerah sehingga anak-anak tidak asing denga daerahnya sendiri dan faham betul tentang potensi dan nilai-nilai serta budaya daerahnya sendiri sesuai dengan tuntunan ekonomi global.Di tengah pusaran pengaruh hegemoni global tersebut, fenomena yang terjadi juga telah membuat lembaga pendidikan serasa kehilangan ruang gerak. Selain itu juga membuat semakin menipisnya pemahaman peserta didik tentang sejarah lokal serta tradisi budaya yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu maka alangkah lebih baiknya jika diupayakan bagaimana caranya agar aneka ragam budaya yang telah kita miliki tersebut bisa kita jaga dan kita lestarikan bersama. Dengan pendidikan yang berbasis pada local wisdom (kearifan lokal) maka kita bisa optimis akan terciptanya pendidikan yang mampu memberi makna bagi kehidupan manusia Indonesia. Artinya pendidikan kemudian akan mampu menjadi spirit yang bisa mewarnai dinamika manusia Indonesia ke depan.Derasnya arus globalisasi, modernisasi dan ketatnya puritanisme dikhawatirkan dapat mengakibatkan terkikisnya rasa kecintaan terhadap kebudayaan lokal. Sehingga kebudayaan lokal yang merupakan warisan leluhur terinjak-injak oleh budaya asing, tereliminasi di kandangnya sendiri dan terlupakan oleh para pewarisnya, bahkan banyak pemuda yang tak mengenali budaya daerahnya sendiri. Mereka cenderung lebih bangga dengan karya-karya asing, dan gaya hidup yang kebarat-baratan dibandingkan dengan kebudayaan lokal di daerah mereka sendiriDari permasalahan yang nyata tersebut, saya percaya bahwa pendidikan karakter mampu menanamkan nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Pendidikan nasional kita harus mampu membentuk manusia yang berintegritas tinggi dan berkarakter sehingga mampu melahirkan anak-anak bangsa yang hebat dan bermartabat sesuai dengan spirit pendidikan yaitu memanusiakan manusia.Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai upaya mendorong para pelajar tumbuh dan berkembang dengan kompetensi berfikir dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral dalam hidupnya serta mempunyai keberanian melakukan yang benar, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.Pendidikan karakter tidak terbatas pada transfer pengetahuan mengenai nilai-nilai yang baik, tetapi menjangkau bagaimana memastikan nilai-nilai tersebut tetap tertanam dan menyatu dalam pikiran serta tindakan.Upaya membangun karakter pemuda berbasis kearifan budaya lokal sejak dini melalui jalur pendidikan dianggap sebagai langkah yang tepat. Sekolah merupakan lembaga formal yang menjadi peletak dasar pendidikan. Pendidikan di sekolah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peranan yang amat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Melalui pendidikan di sekolah diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Jika menilik pada tujuan pendidikan nasional, maka manusia yang berkualitas tidak hanya terbatas pada tataran kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotor.Contoh implementasi yang dapat kita terapkan di luar sekolah adalah dengan aktif mengadakan seminar (workshop) tentang pendidikan karakter dan kearifan budaya lokal kepada para pemuda. Tentunya serangkaian kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan metode yang sesuai dengan gaya pemuda masa kini agar lebih menarik dan terkesan tidak kuno. Pendirian komunitas pemuda peduli budaya juga dapat menjadi inovasi dan memberikan motivasi bagi para pemuda dalam menerapkan pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal.Disamping itu, tradisi-tradisi yang menekankan pada kegotong royongan dianggap perlu diaplikasikan dan disisipkan pada kegiatan-kegiatan kesiswaan di sekolah. Kemudian, untuk mendukung proses pembelajaran para pemuda terhadap sejarah dan kebudayaan lokal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebaiknya dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mendirikan museum sejarah kebudayaan dan wahanahandicraft yang berisikan pernak-pernik kerajinan tangan hasil karya pemuda.Selain untuk memperkenalkan kebudayaan lokal terhadap kaum pemuda, pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal juga memiliki tujuan mengubah sikap dan juga perilaku sumber daya manusia yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Manfaat dari penerapan budaya yang baik juga dapat meningkatkan jiwa gotong royong, kebersamaan, saling terbuka satu sama lain, menumbuhkembangkan jiwa kekeluargaan, membangun komunikasi yang lebih baik, serta tanggap dengan perkembangan dunia luar.Agar eksistensi budaya tetap kukuh, maka kepada generasi penerus dan pelurus perjuangan bangsa perlu ditanamkan rasa cinta akan kebudayaan lokal khususnya di daerah sekolah harus dengan intens dan kontinyu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam proses pembelajaran, ekstra kurikuler, atau kegiatan kesiswaan di sekolah. Misalnya dengan mengaplikasikan secara optimal Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal. Dengan demikia, maka kita adakn dapat terus melestarikan kebudayaan lokal yang kita miliki -
Potensi Pendidikan Indonesia di mata Dunia
Potensi Pendidikan Indonesia di mata Dunia – Baiklah, teman-teman di sini saya akan membahas masalah pendidikan Indonesia khususnya di mata dunia. Bagaimana sih pandangan mereka tentang pendidikan yang ada di negara kita? Apakah sependapat dengan yang mereka pikirkan dengan apa yang kita pikirkan? Kalian sudah pasti tahu, apa bedanya pendidikan yang ada di Indonesia dengan pendidikan di luar negeri bukan?Nah, kita dapat mengetahui perbandingan kualitas pendidikan Indonesia dengan negara-negara lain melalui perhitungan – perhitungan yang dilakukan lembaga-lembaga internasional. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan data-data statistik dan menghasilkan suatu nilai peringkat yang menunjukan perbedaan kualitas pendidikan di negara-negara.PBB adalah lembaga resmi yang menjadi salah satu patokan Indonesia menilai kemajuan di bidang pendidikan terutama. PBB melalui UNDP (United Nations Developments Programme) mengukur tingkat kemajuan negrara-negara dalam bidang pembangunan manusia, disebut dengan human development index (HDI) . HDI ditentukan melalui berbagai aspek, salah satunya adalahy aswpek pendidikan.Berdasarkan laporan HDI UNDP tahun 2015 silam, Indonesia berada di peringkat 110 dari 188 negara. Pada posisi ini, di dalamnya terdapat nilai kualitas pendidikan yang rendah bagi Indonesia. Skor untuk kemampuan murid usia 15 tahun. Dalam bidang Membaca, Matematika dan Ilmu Pengetahuan, semuanya di bawah 400 (tingkat menengah). Selama tahun 2005-2014 indonesia hanya menggunakan 3,6 % dari pendapatan domestic Bruto (PDB) untuk pendidikan.Negara-negara dengan kualitas pendidikan yang tinggi menghabiskan dana sekitar 5-7% dari GDP (PDB) mereka; dengan anggaran sebesar itu mereka menghasilkan skor di atas 400 (tinggi) untuk kemampuan di semua bidang .Menurut laporan PISA 2015- program yang mengurutkan kualitas system pendidikan di 72 Negara juga – Indonesia menduduki peringkat ke 62. Dua tahun sebelumnya (PISA 2013) . Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah atau peringkat 71.Pisa membuat peringkat tersebut dengan cara menguji pelajar usia 15 tahun untuk mengetahui apakah mereka memiliki kemampuan dan pengetahuan – di nidang ilmu pengetahuan alam, membaca, dan matematika – yang di perlukan agar bisa berpartisipasi penuh dalam masyarakat modern. PISA berlandaskan asumsi bahwa seseorang bisa sukses di ekonomi modern bukan karena apa yang mereka tahu, tetapi apa yang bisa mereka lakukan dengan apa yang mereka tahu.
Negara yang memiliki pendidikan terbaik di dunia tahun 2015
1.Singapura2.Jepang3.Estonia4.Taipei5.finlandia10 Negara yang memiliki sistem pendidikan paling maju tahun 2016 adalah ( berurut dari yang pertama ) : Korea Selatan, Jepang, Singapura, Hongkong, Finlandia, Inggris, Kanada, Belanda, Irlandia, dan Polandia).Di Negara – Negara tersebut system pendidikan sudah berbasis teknologi, menggunakan anggaran yang besar, jumlah jam belajar yang tinggi, pencapaian murid yang tinggi, dan pembangunan pendidikan nasional yang merata .Kemajuan bidang pendidikan adalah tanggung jawab kita semuasebagai bangsa. Tapi Indonesia tak bisa meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan pendidikan nasional tanpa kerja, dan belum meratanya pendidikan di pelosok negeri ini. Masalah yang ada dalam pendidikan menjawab banyak macam persoalan bangsa. Kita tak bisa menyangkal bahwa Indonesia masih banyak tertinnggal di banyak bidang.Pendidikan dimasa lalu menentukan kemampuan bangsa saat ini, pendidikan saat ini menentukan kemampuan bangsa di masa yang akan dating . Berbagai persoalan bangsa yang kita hadapi tidak terlepas dari akibat mutu pendidikan yang masih buruk.Jika mutu pendidikan nasional sudah maju, Indonesia bisa mengharapkan kemajuan bangsa di masa depan. Kapan pendidikan di Indonesia akan maju? Itu tergantung kita dan semua dari kita yang harus memulainya.
Nah, dari saya sendiri jika ingin pendidikan di Indonesia itu baik. Sebaiknya, kita harus merubah sistem pendidikannya. Salah satunya pada anak anak sekolah. Dan tentu juga anak kuliah yahehe… Biar ga ada skripsinya… Wkwkwk… Itu bikin pusing yah? Yaudah jalani aja dengan ikhlas, karena proses tak menghianati hasil. Yang penting ilmunya sudah ada di kita, tinggal kita aplikasi kan dan membawa pendidikan di Indonesia menjadi lebih maju dari negara lain. Terima kasih….. -
Beginilah Kualitas SDM di Bali yang Memprihatinkan
Beginilah Kualitas SDM di Bali yang Memprihatinkan – Kebanyakan manager di hotel-hotel berbintang di Bali adalah orang asing. Hal ini menunjukkan bahwa orang Bali sendiri belum siap mengelola hotel-hotel besar bertaraf internasional. Pendidikan penduduk Bali asli tidak memenuhi kualifikasi yang diperlukan untuk menjadi manager kelas dunia.Bali diserbu pendatang dari luar untuk bekerja di Bali. Secara akademis tenaga kerja dari luar Bali mempunyai kualitas yang lebih tinggi. Kaum pendatang lebih siap di setiap lapangan kerja. Orang-orang Bali tidak memiliki kesempatan yang sama dalam mengisi lowongan pekerjaan yang dibuka oleh pebisnis-pebisnis besar. Pengusaha luar mendatangkan tenaga kerja tersendiri, sehingga tenaga kerja lokal gigit jari.Penyelenggara pendidikan di Bali perlu diawasi mutunya. Jika tidak sekolah-sekolah di Bali lulusannya tidak berdaya untuk bersaing memperebutkan kesempatan kerja dalam bidang pariwisata. Ironis sekali, Bali daerah tujuan wisata internasional tetapi tenaga kerja orang lokal tidak memenuhi syarat yang ditetapkan oleh hotel-hotel berbintang.Generasi muda Bali mesti bangkit dari keadaan terpuruk ini. Peluang ada di depan mata, tinggal memanfaatkannya sebaik-baiknya. Persaingan dalam memasuki kesempatan kerja di hotel-hotel berbintang sangat ketat. Pemuda dan pemudi Bali harus mempersiapkan diri sedini mungkin agar tidak kehilangan momen berharga dalam hidup ini. -
Fakta LUAR BIASA jurusan PGSD yang Tidak di Temukan di Jurusan Lain
Fakta LUAR BIASA jurusan PGSD yang Tidak diTemukan di Jurusan Lain – Jurusan PGSD – Kamu pasti pernah dengar jurusan PGSD kan? Kalau belum, ayo kita kenalan dengan jurusan yang satu ini. Jurusan yang di kata orang punya prospek bagus di masa depan.Bagi yang kurang tahu pasti berfikir jurusan apa ini ? Dan kuliahnya ngapain aja. PGSD, merupakan singkatan dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Bisa dibilang ini jurusan untuk lulusan-lulusan yang berminat ngajar anak SD, bisa masuk di Jurusan ini. PGSD dulunya tidak ada, karena sudah ada SPG alias Sekolah Pendidikan Guru. mulai tahun 90an. Jurusan PGSD mulai didirikan. Namun, masih dengan kuliah D2 alias diploma 2. Pada awal berdirinya jurusan ini memang hanya membuka 2 tahun perkuliahan sehingga masih D2. Nah, baru sekitar tahun 2007 atau 2008. Jurusan ini mulai diberlakukan standar S1 bagi setiap universitas yang ingin mendidirikan jurusan ini. Demi meningkatkan kualitas calon-calon guru SD di masa mendatang. yang dituntut untuk dapat mengajar dan mendidik anak-anak SD. Belangkangan ini, jurusan ini menjadi populer. Karena peminat jurusan ini semakin tahun semakin meningkat, terutama di universitas-universitas negeri. Baik jalur SNMPTN maupun SBMPTN jurusan ini selalu menempatkan ribuan pendaftar dan hanya menerima sekitar 100-200 mahasiwa. Jadi jelas jurusan ini memiliki daya saing yang cukup ketat untuk dapat diterima di jurusan ini.Lantas, apa saja yang diajarkan di jurusan yangMengapa sekarang PGSD menjadi jurusan yang favorit bagi para calon mahasiswa? ada beberapa faktor memang. Salah satunya prospek kerja yang bagus di masa yang akan datang. Hal ini tidak dapat kita pungkiri lagi. Dengan banyak Sekolah Dasar yang ada di Indonesia pasti membutuhkan tenaga pendidik untuk mengajar di sekolah. Mereka membutuhkan guru-guru yang profesional sesuai dengan bidangnya. Saat ini masih ada SD yang tenaga pendidiknya bukan dari jurusan S1 PGSD. Jadi tentunya mereka membutuhkan lulusan yang memang sesuai dengan bidangnya. Namun, yang menjadi masalah memang ketika nanti lulusan PGSD menjadi tenaga pengajar di SD, tidak langsung di angkat menjadi PNS karena memang tidak setiap tahun pendaftaran CPNS dibuka. Jadi sebelum itu. Para lulusan masih sebagai guru honorer dengan gaji seadanya. ada yang satu bulan 50 ribu sampai 100 ribu. Jelas kurang dalam mencukupi kehidupan sehari-hari. Di banyak daerah hal tersebut masih terjadi. Akan tetapi, memang ada pemkot yang memberikan gaji kelayakan bagi para lulusan PGSD tetutama guru honorer. Salah satunya pemkot Surabaya yang memberlakukan gaji standar UMR untuk para guru honorer di Surabaya. Jadi, merupakan salah satu contoh pemkot yang baik dalam menghargai kinerja dari guru honorer.Itu dulu yang perkenalannya dengan jurusan PGSD, minggu depan akan ada bahasan dan fakta menarik tentang jurusan PGSD yang jarang diketahui orang. Jadi tetap update terus ya! -
6 Keterampilan Abad 21 yang Harus di Miliki
6 Keterampilan abad 21 yang Harus di Miliki – Abad 21 atau dikenal dengan abad pengetahuan mengharuskan seseorang untuk memiliki keterampilan. Keterampilan menjadi suatu bekal yang bermanfaat untuk menunjang kesuksesan pada setiap individu. Abad 21 didukung dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi, perubahan demograsi, globalisasi dan lingkungan. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi individu yang kurang memiliki keterampilan akan tengelam oleh zaman. Mengatasi hal itu, dalam dunia pendidikan adanya keterkaitan antara peserta didik, guru dan kurikulum untuk mewujudkan keterampilan pada peserta didik.Keterampilan yang dikuasai bagi peserta didik dalam abad 21 yaitu:
a. Keterampilan Berfikir Kritis & Kreatif
Di abad ini harus memiliki pemikiran yang kritis, untuk menggali pengetahuan dan memberikan alasan yang logis untuk sebuah pertanyaan. Berfikir kritis dan kreatif termasuk dalam kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher other thinking). Berfikir menggunakan keterampilan berpikir secara efektif untuk membantu seseorang membuat sesuatu, mengevaluasi, dan mengaplikasikan keputusan sesuai dengan apa yang dipercaya atau dilakukan.b. Keterampilan Pemecahan Masalah
Keterampilan pemecahan masalah merupakan keterampilan proses yang kompleks yang memerlukan kreativitas peserta didik untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga dapat menemukan jawaban sekaligus menemukan solusi terhadap permasalahan yang ada.c. Keterampilan Berkomunikasi
Komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam kegitan sehari-hari saja namun dalam berinteraksi disuatu forum atau kelas juga membutuhkan komunikasi. Keterampilan komunikasi hendaknya dikuasai dengan baik, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi yang baik, akan memudahkan orang lain mengerti apa yang disampaikan oleh penyampai pesan.d. Keterampilan Berkolaboratif
Kolaboratif atau bekerjasama merupakan kegiatan berkelompok untuk menghasilkan sesuatu yang diambil dari keputusan bersama. Kolaboratif memerlukan kepekaan sesamanya, karena dalam kolaboratif menyatukan sifat, prinsip dan pendapat yang berbeda sehingga setiap anggotanya harus mampu mengenali sifat masing-masing anggota dan saling menghargai.e. Keterampilan Kecakapan Hidup dan Karir
Keterampilan kecakapan hidup dan karir meliputi (a) fleksibilitas dan adaptabilitas (Flexibility and Adaptability)yaitu siswa mampu mengadaptasi perubahan dan fleksibel dalam belajar dan berkegiatan dalam kelompok , (b) inisiatif dan mengatur diri sendiri (Initiative and Self- Direction) yaitu siswa mampu mengelola tujuan dan waktu, bekerja secara independen dan menjadi siswa yang dapat mengatur diri sendiri, (c) interaksi sosial dan budaya (Social and Cross Cultural Interaction) yaitu siswa mampu berinteraksi dan bekerja secara efektif dengan kelompok yang beragam, (d) produktivitas danakuntabilitas (productivity and Accountability) yaitu siswa mampu mengelola proyek dan menghasilkan produk dan (e) kepemimpinan dan tanggungjawab (Leadership and Responsibility)yaitu siswa mampu memimpin teman-temannya dan bertanggungjawab kepada masyarakat luas.f. Keterampilan Belajar dan Inovasi
Keterampilan Belajar dan Inovasi menjadikan seseorang untuk menjadi pembelajar seumur hidup (long life leaner). Belajar menghasilkan banyak pengetahuan, dari pengetahuan muncullah berbagai inovasi yang diciptakan. Inovasi yang baru akan menjadi daya tarik sendiri bagi peminatnya. Dunia pendidikan mengharuskan peserta didiknya untuk mampu berinovasi, agar mampu menciptakan lapangan kerja sendiri nantinya.g. Keterampilan Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Semakin pesatnya perkembangan teknologi abad 21 mengharuskan seseorang untuk menguasai teknologi, dalam dunia pendidikan teknologi memiliki tempat tersendiri. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi suatu media dalam proses pembelajaran guna menunjang tercapainya dari tujuan pembelajaran yang telah dibuat. Adanya teknologi komunikasi dan informasi membantu peserta didik dan guru untuk mengetahui perkembangan dan mendapatkan informasi dari belahan dunia. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya pemberi informasi pada peserta didik. Peserta didik dapat menjadikan teknologi komunikasi dan informasi untuk menambah wawasan. TIK juga mampu sebagai perantara untuk menjalin kerjasama dengan sekolah lain diluar negeri. -
Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?
Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia? Pendidikan adalah hak segala bangsa katanya. Disebutkan juga dalam UU RI Pasal 5 ayat (1) bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Lalu bagaimana dengan fakir miskin yang untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan apalagi membayar harga akademis sebuah lembaga pendidikan. Lalu bagaimana dengan anak kolong jembatan yang mungkin sudah tak berbapak dan beribu.Lalu bagaimana dengan pengamen jalanan yang demi sesuap nasi rela berdesakan dalam bus, panas hujan diterjang, terkadang menerima hinaan. Dimanakah letak hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Apakah ini salah pemerintah? Salahkah Menteri Pendidikan? Atau ini adalah salah kita?Apakah biarkan saja mereka tak usah berpendidikan? Biarkanlah kursi jabatan negara diisi oleh keturunan kaya raya. Apakah begitu sistem pendidikan negara ini. Undang-undang yang dibuat untuk memajukan Indonesia. Sumber Daya Manusia haruslah menjadi salah satu prioritas bangsa ini. Maka dibutuhkan realisasi yang nyata akan hal itu. Maka kerjasama antara pendidik dan pemerintah sangatlah diperlukan.Tidak semua anak dilahirkan dengan kepandaian yang sama. Namun semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang sama, seharusnya. Apakah ini yang dikatakan bahwa Indonesia negara yang ramah? Hanyakah ramah pada turis mancanegara namun acuh pada generasi bangsanya sendiri? Miris sekali jika melihat kehidupan pengemis jalanan, pengamen, anak kolong jembatan atau fakir miskin yang tak bisa mencecap rasanya menjalani kehidupan akademis dalam dunia yang bernama “sekolah”. Jalur pendidikan tidak hanya formal saja. Pasal 13 ayat (1) dalam UU RI menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Jika pendidikan formal tak mampu mereka kuasai, maka pendidikan nonformal menjadi alternatifnya. Dengan memberikan wadah bagi mereka untuk menyalurkan bakat serta minatnya. Misalnya dengan membuka lembaga kursus, lembaga pelatihan, atau kegiatan belajar lainnya. Dalam hal ini, tak bisa hanya satu oknum yang berjalan tanpa sokongan dari pemerintah. Negara yang baik adalah yang memperhatikan kehidupan rakyatnya termasuk pendidikan. Apalagi negara telah mewajibkan rakyatnya untuk menempuh pendidikan wajib belajar selama 12 tahun. Maka wujud realisasi dari poin tersebut haruslah diwujudkan secara nyata.Jika membahas tentang pendidikan maka tak akan ada habisnya. Memberdayakan para eks nara pidana, preman jalanan akan mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Tentunya hal tersebut tak hanya membutuhkan biaya yang besar namun juga membutuhkan tenaga yang mampu menjalankan misi tersebut. Sebagai warga negara yang mendapatkan kesempatan belajar lebih dari mereka yang kurang beruntung, seyogyanya ikut andil dalam memajukan pendidikan Indonesia. Misalnya dengan membuka rumah khusus untuk pelatihan bagi mereka yang kesulitan mendapatkan pendidikan dengan merekrut beberapa tenaga kerja untuk melatih mereka.Kerja sama yang baik akan mengantarkan sedikit kemajuan bagi negara Indonesia. Menteri Pendidikan tak hanya mengurus tentang Kartu Belajar atau semacamnya namun juga bergerak langsung pada kenyataan hidup yang dijalani masyarakat menengah ke bawah. Selain hal tersebut, pemerintah seharusnya juga memperhatikan biaya pendidikan yang harus dikeluarkan bagi pelajar. Apakah biaya tersebut sanggup dikeluarkan oleh kebanyakan masyarakat menengah ke bawah atau tidak? Tengoklah sebentar negara tetangga yang maju. Apakah yang membuat negara tersebut maju? Lalu analisis dan contohlah. Sumber Daya Manusia adalah salah satu komponen negara maju. Maka dengan memperbaiki sistem pendidikan Indonesia akan baik pula pendidikan generasi bangsa ini. DAFTAR RUJUKANUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Dari http:// http://www.polsri.ac.id/panduan/01.%20umum/03.%20Undang-Undang%20Republik%20Indonesia%20Nomor%2020%20Tahun%202003%20Tanggal%208%20Juli%202003%20Tentang%20Sistem%20Pendidikan%20Nasional.PDF, diakses 12 September 2017. -
Wiji Thukul , Penyair yang Hilang
Wiji Thukul , Penyair yang Hilang – Mungkin ada yang sudah mengenalnya, ada yang hanya sekelebat saja singgah pada memori, dan ada pula yang tidak tahu menahu tentangnya. Seorang yang hingga kini raib bak ditelan bumi. Kemudian kasusnya tergeletak begitu saja dan berhenti diperbincangkan. Akan tetapi, beberapa puisinya masih abadi hingga kini.Kawan, kali ini kita belajar pada Wiji Thukul. Sosok manusia yang membela mati-matian bangsanya dari kekejaman pemerintah pada masa Orde Baru. Seorang yang rela meninggalkan keluarganya demi mempertahankan harga diri bangsa. Dalam pelariannya menulis puisi yang berjudul “Catatan”, yang berisi pesan untuk istri dan anak-anaknya.Kalau kelak anak-anak kita bertanya mengapa dan aku jarang pulang
Katakan Ayahmu tak inging jadi pahlawan
Tapi dipaksa menjadi penjahat
Oleh penguasa yang sewenang-wenangNama aslinya Wiji Widodo, lahir di Sorogenen, Solo, 26 Agustus 1963. Istrinya bernama Siti Dyah Sujirah (Sipon), anaknya bernama Fitri Nganti Wani dan Fajar Merah. Thukul tidak sama sekali mempesona, penampilannya bahkan tidak menarik sedikit pun. Rambut lusuh, baju kumal, celana kusut, tapi bila membaca puisi dihadapan semua orang, aparat akan memberinya cap sebagai agitator, penghasut.Sejak Agustus 1996, penyair ini mengembara dari satu kota ke kota lainnya. Bersembunyi, menyamar, berlari, tinggal dimana pun asal bisa tidur dan menulis. Dikarenakan Thukul sebagai aktivis yang menentang pemerintahan Orde Baru yang sewenang-wenang.Thukul, dikenal sebagai penyair yang bilamanana puisinya dibacakan bisa menyulut pemerintah. Murid dari penyair terkenal bernama W.S Rendra. Dimanapun berada, Thukul tetap menulis meski dengan komputer jadul yang sangat sederhana. Salah satu puisinya yang terkenal berjudul “Penyair”PENYAIR
Jika tak ada mesin ketik
Aku akan menulis dengan tangan
Jika tak ada tinta hitam
Aku akan menulis dengan arang
Jika tak ada kertas
Aku akan menulis pada dinding
Jiks aku menulis dilarang
Aku akan menulis dengan tetes darah!Pada pertengahan Mei 1998, kerusuhan pecah di Jakarta dan Solo. Akan Thukul masih sempat menghubungi istrinya tentang keadaannya. Hingga pada akhirnya lenyap tanpa kabar. Tapi keluarganya masih percaya Thukul masih hidup. Tapi pada April 2000, Sipon, istri Thukul resmi melapor ke kontraS (Komisi untuk orang hilang dan tindak kekerasan) terkait suaminya yang hilang.Puisinya yang paling terkenal sekaligus dibenci pemeritahan Orde Baru berjudul “Peringatan”PERINGATAN
Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat sembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat tidak berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
c Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subvertiv dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!Kisah ini hanya sebuah perkenalan. Tentang sosok Wiji Thukul, penyair dengan karyanya yang hebat. Kawan, kalian perlu belajar sejarah bangsa ini. Bukan hanya tentang kisah-kisah romansa. Kalian perlu mengenal tentang Negara ini, dimana pernah hidup manusia-manusia tangguh dengan kecerdasannya. Salam pendidikanJ -
Kompetisi Lomba Menjadi Juara Dalam Pendidikan Berkarya
Kompetisi Lomba Menjadi Juara Dalam Pendidikan Berkarya – Dunia pendidikan yang terbatas dalam ilmu. Hanya akan menjadi sebuah gambaran yang kosong. Tanpa sebuah pengalaman hidup dalam pendidikan tidak akan ada artinya. Semangat generasi muda untuk berlomba-lomba menjadi sang juara. Agar bisa membanggakan negara dan agama. Sebenarnya apa sih yang membuat mereka tertarik dengan lomba-lomba yang diselenggarakan dalam dunia pendidikan?Pendidikan selalu menjadi pokok terpenting dalam dunia. Dunia tidak akan dikatakan cerdas tanpa adanya pendidikan. Pendidikan tidak bisa berjalan sendirian tanpa adanya sebuah etika. Boleh-boleh saja dalam mengikuti suatu perlombaan. tapi, jangan lupa akan daratan yang selalu mendukung setiap perjalanan. ketika perjalanan itu masih dalam proses tantangan. Tidak ada hal yang lebih mudah selain menjadi manfaat dan berkhidmat.Inilah alasannya mengejar lomba dalam dunia pendidikan, yaitu:
Pertama, Lomba membuat mereka merasa derajatnya ditinggikan. apa sih yang tidak mau kalau derajatnya ditinggikan. mungkin begitu kira-kiranya.Kedua, Lomba membuat harga dirimu naik sekali. Mereka akan merasa lebih dihargai dibandingkan orang yang tidak pernah ikut lomba. Kayanya kerasa bagaimana posisi seseorang ketika berada dalam latar belakang yang berbeda.Ketiga, bukan hanya itu saja melainkan kalau menang dalam pertandingan bisa membanggakan orang tua. kebayang kali ya?Keempat, menambah relasi dari luar dan terakhir adalah pengalaman semakin bertambah. serta terkadang lomba itu membutakan mata hati yang ada dalam diri.Merasa lebih pintar dan cerdas daripada orang lain. sebenarnya, hal itulah yang harusnya disyukuri bukan disombongkan. karena, semua kemampuan yang ada dalam diri manusia berada dalam genggamannya Allah SWT. Tidak ada yang menghendaki kalau Allah tidak mengizinkan.Bukan tidak boleh berlomba dalam kebaikan. Yang terpenting ialah bagaimana diri pribadi menyikapi ketika ikut dengan lomba-lomba yang ada. jJangan biarkan lomba membutakan mata hatimu dan menyakitkan orang yang dianggap lemah. Karena, apa yang dianggap lemah belum tentu selemah yang dikira. Pasti, semua orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. -
API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI
API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI – Pengaruh perjuangan Ulama melahirkan Proklamasi, 17 Agoestoes 1945, Djoemat Legi, 9 Ramadhan 1346. Proklamasi bertepatan dengan Puluhan Pertama Ramadhan sebagai Puluhan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Sebelum Proklamator Ir. Soekarno membacakan proklamasinya, ia meminta restu dari beberapa Ulama terkemuka di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.Demikian pula ideologi Pantjasila dan konstitusi Oendang-Oendang Dasar 1945, perumus pertamanya sesudah Proklamasi 17 Agoestoes 1945, Djoemat Legi, 9 Ramadhan 1364 H adalah Ulama: Wachid Hasjim dari Nahdlatoel Oelama, Ki Bagoes Hadikoesoemo dan Mr. Kasman Singodimedjo – keduanya dari Persjarikatan Moehammadiyah bersama pemimpin islam lainnya, yaitu Mohammad Teoekoe Hasan dari Aceh. Hasil perumusannya dilaporkan kepada Drs. Moh. Hatta. Kemudian diserahkan untuk disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agoestoes 1945, Sabtoe Pahing, 10 Ramadhan 1945.Mungkinkah bangsa Indonesia memiliki Sang Saka Merah Putih, jika Ulama tidak membudayakan warna Merah Putih yang berasal dari Bendera Rasulullah saw? Dihidupkan ditengah masyarakat melalui simbol-simbol budaya: Sekapur Sirih artinya kapur dan sirih melahirkan warna Merah. Seulas Pinang artinya jika pinang dibelah, pasti berwarna putih. Demikian pula upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih saat pembangunan kerangka atap dibagian suhunan. Merupakan bahasa do’a memohon Syafaat dari Rasulullah saw. Dibudayakan pula dalam upacara saat pemberian nama bayi atau Tahun Baru Islam dengan membuat bubur merah putih.Bangsa dan negara Indonesia, tidak hanya memiliki bahasa dan bendera, tetapi juga berkat perjuangan Ulama menjadikan Indonesia memiliki Tentara Nasional Indonesia – TNI – pada 5 oktober 1945, Djoemat Kliwon, 24 Sjawwal 1364. Ada sementara pimpinan nasional saat itu, menolak negara dan bangsa Indonesia punya TNI, mereka ingin negara tanpa tentara. Cukup hanya dengan polisi semata. Mengapa demikian? Karena TNI dibangun dari mantan Tentara Pembela Tanah Air – Peta. Sedangkan 68 Batalyon – Daidan, mayoritas Daidncho – Komandan Batalyon Tentara Peta adalah Ulama. Keinginan penentang pembentukan Tentara Keamanan Rakjat – TKR atau TNI di atas oleh Letnan Djenderal Oerip Soemohardjo dijawab “aneh soeatoe negara zonder tentara.” Konsolidasi selanjutnya, Soedirman mantan Daidancho – Dan Yon Tentara Peta Purwokerto dan guru Moehammadiyah, diangkat menjadi Panglima Besar.Selain itu, jawaban Ulama, terhadap Makloemat X 3 November 1945 dalam waktu relatif singakat hanya empat hari sesudahnya, lahirlah Partai Islam Indonesia Masyumi, 7 November 1945, Rabo Pon, 1 Dzulhidjah 1364. Selain sebagai parpol tercepat lahirnya, terbesar jumlah anggotanya, juga berani mengeluarkan pernyataan: 60 Miljoen Moeslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah. Perang di djalan Allah oentoek menentang tiap-tiap pendjadjahan. Pernyataan demikian ini lahir karena Ulama dan Santri merasa berkewajiban melanjutkan para Ulama terdahulu, membebaskan Nusantara Indonesia dari segala bentuk penjajahan.Kemudian karena perjuangan Perdana Menteri Mohammad Natsir sebagai intelektual, Ulama, dan politikus dari Partai Islam Indonesia Masyumi, Persatoean Islam – Persis, Jong Islamieten Bon – JIB, Partai Islam Indonesia – PII, melalui Mosi Integral, berdirilah Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI – pada 17 Agustus 1950, Kamis Pahing, 2 Dzulhidjah 1369, sebagai jawaban terhadap gerakan separatis: Angkatan Perang Ratu Adil – APRA pimpinan Westerling di Bandung, Pemberontakan KNIL Andi Aziz di Makasar, dan Republik Maluku Selatan Soumokil di Ambon, yang didalangi oleh Van Mook. Sekaligus sebagai jawaban terhadap Proklamasi Negara Islam Indonesia, 7 Agustus 1949, oleh S.M. Kartosoewirjo. Dengan demikian berakhir pula Republik Indonesia Serikat – RIS – hanya berlangsung dari 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 M atau 6 Rabiul Awwal 1369 – 2 Dzulhidjah 1369 H. Berkat perjuangan Ulama maka Republik Indonesia Serikat – RIS diubah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI.Dari fakta sejarah, terbaca betapa besarnya peran kepemimpinan Ulama dan Santri dalam perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Diikuti pula dengan perjuangan Ulama dan Santri mempertahankannya serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, tepatlah kesimpulan E.F.E Douwes Dekker Danoedirdjo Setiaboedhi dari Indische Partij:Jika tidak karena sikap dan semangat perjuangan para Ulama, sudah lama patriotisme di kalangan bangsa kita mengalami kemusnahan*Disadur dari buku API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ditulis oleh Ahmad Mansur Suryanegara. Beliau lebih dikenal sebagai seorang Sejarawan Muslim. -
Untuk Apa Sekolah Tinggi -Tinggi?
“Untuk apa sekolah tinggi-tinggi? Toh nantinya juga jadi karyawan atau karyawati”, pernahkah pertanyaan itu singgah ditelinga kita? pasti pernah, bukan? Terutama untuk mereka mahasiswa yang kadangkala dipandang tak berarti dikalangan masyarakat. Di zaman millennial ini, uang telah didewakan dibanding ilmu pengetahuan. Barang siapa yang memiliki harta berlimpah, maka ia akan disanjung-sanjung.Tulisan ini hanya berupa opini. Saya menulisnya berdasarkan dengan apa yang saya alami. Jadi sebelum semakin jauh pembahasannya, saya ucapkan minta maaf terlebih dahulu pada kalian para pembca setia shalaazz. Tidak ada maksud untuk menyinggung kalian.HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEKERJAANOrang yang tidak pernah mengenyam dunia pendidikan pun bisa bekerja tanpa ijazah. Si A misalnya, dia tidak kuliah tapi jadi pengusaha kaya raya, tapi itu Si B kuliah kedokteran tapi sampai sekarang masih mengaggur juga. Sebenarnya ini persepsi yang salah. Otak kita terlalu sering disetting mendikte sesuatu dengan uang atau materi.Padahal antara pendidikan dan pekerjaan tidak saling berhubungan. Pendidikan hanyalah sebagai penunjang suatu pekerjaan. Bila disekitar kita banyak mahasiswa yang menganggur, bukan pendidikannya yang keliru! Melainkan terdapat pada mahasiswa itu sendiri. Mungkin si mahasiswa tidak berminat dengan suatu bidang pekerjaan yang ditawarkan.Ketahuilah! Pendidikan tidak mengajarkan kita untuk mencari uang yang baik dan benar. Melainkan bagaimana kita berkontribusi untuk diri sendiri serta lingkungan berbangsa dan bernegara.TUJUAN KULIAH (SEKOLAH TINGGI)Menurut saya, kuliah (sekolah di perguruan tinggi) bertujuan untuk menjadikan masyarakat, orang-orang yang lemah menjadi lebih kuat, mengurangi pengagguran dengan menyediakan lapangan kerja untuk orang lain sesuai dengan kreativitas yang telah didapat selama di perguruan tinggi.
Selain itu, kita bisa memberantas kebodohan dan menghasilkan anak bangsa yang berkualitas. Sayapernah mendengar kutipan kata, “jangan Tanya apa yang negaramu beri padamu! Tapi tanyakan pada dirimu sendiri apa yang telah kamu beri untuk negaramu!”Kutipan itu cukup menampar keras saya dan menanam benih tekad kuat dalam diri saya untuk memeberikan apa yang akan saya beri utnuk bangsa dan Negara. Tentu saja saya tidak ingin jadi ikan mati yang hanya mengikuti arus kehidupan. Kadangkala saya harus berenang melawan arus dengan tangguh.Dear kalian anak bangsa, jadikan dirimu tangguh dan belajarlah dengan sungguh-sungguh. Salam pendidikanJ -
Bagaimana Pendidikan di Era Milenial?
Bagaimana Pendidikan di Era Milenial? – Apa sih pendapat kalian tentang pendidikan masa kini? Pendidikan yang sudah berbeda sistemnya dengan pendidikan jaman old. Pendidikan jaman now, lebih canggih dan lebih modern sistemnya. Kebayang ga kalo ga ada pendidikan dijaman millennials ini?Duh, gila yah mungkin dunia ini tanpa ada pendidikan. Akhlak dan Moral mungkin sudah tak karuan. Tak ada lagi namanya sikap-menyikap, tolenrasi, atau bahkan bermusyawah dan mengemukakan pendapat yang berbeda. Nah, apa bedanya dong dengan jaman sekarang?Pendidikan jaman sekarang atau mereka menyebutnya jaman now, yang saya katakana tadi, kini di era globalisasi tidak bisa dipungkiri bahwa seiring perkembangnya teknologi yang berbasis digital application, sitem interaksi di masyarakat mulai tergerus.Nah, teknlogi yang pesat inilah yang membawa masyarakatmempermudah untuk melakukan aktivitasnya. ini, menawarkan banyak sekali kemudahan untuk masyarakat. Salah satunya seperti berkomunikasi, hal ini sangat menunjang dalam dunia pendidikan. Dimana penerapan teknologi komunikasi dan informasi di dunia pendidikan menjadi salah satu hal yang sangat diwajibkan. Pasalnya, kini setiap sekolah, khusunya di Indonesia mauupun luar negeri menerapkan sistemnya menggunakan teknologi sebagai penunjang kegiatannya.Di era ini yang berbasis digital application dalam dunia pendidikan. Nah, hal inilah yang membantu jalannya proses pembelajaran dan selain itu juga bisa meningkatakan hasil kinerja. Maka, semakin sering penggunaan teknologi khususnya dalam pendidikan dapat merubah model pembelajarannya. Karena hal ini lebih efektif dan efesien tentunya. Atau bisa dikatakan sangat mudah dan simple, apalagi anak jaman now itu penggennya semua serba mudah, tak perlu harus diribetkan. Kenapa harus ribet kalo selagi masih ada yang mudah, bukan? Nah, inilah yang nanti lambat laun masyarakat lebih memilih system pembelajaran online ini daripada yang konvesional, harus tatap muka dulu.Perkembangan teknologi juga semakin pesat, dimana,dinamika teknologi kini menjadiakselerasi yang luar biasa.Model pembelajaran yang diberikan dalam teknologi, dijaman millennials ini cukup efektif. Pendidikan jarak jauh antara murid dan guru yang berada tidak adalam satu tempat atau hubungan jarak jauh. Dan teknologi inilah yang memberikan banyak pilihan pembelajarannya lainnya yang bisa dinikmati olehkhalayak umum tentunya dengan sangat mudah sekali.Nah, sekarang kita, kalian pasti sedang merasakan kan kemudahan belajar hanya dengan mengakses aolikasi digital seperti e-journal, e-library, dan lainnya.Di Indonesia, sistem pendidikan konvensional masih banyak dilakukan dalam civitas akademi. Khususnya daerah yang masih di tergolongkan dalam pedesaan. Di Perancis, juga telah menggunakan layanan pendidikan online yang menjadi bukti pergeseran rah dunia pendidikan. Apalagi, jaman now yang menuntut perubahan besar dalam dunia pendidikan. Dimana , pendidikan dijadikan patokan dalam sebuah bermasyarakat, sehingga pendidikan yang bermutulah yang memliki kualitas yang bagus dan berpengetahuan yang luas untuk mentransfer ilmu.Generasi Milenial , generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980 hingga tahun 2000 atau Gen-Y. disebut generasi milenial karena generasi yang hidup di pergantian milenium, ini bersamaan dengan hadirnya teknologi di segala sendi kehidupan. Yang menjadi kebutuhan dasar di JAMAN INI.Jadi, di era ini siswa khususnya lebih utama banyak menggunakkan handphonenya daripada buku. kenapa? mungkin banyak dari mereka menyalahkan bentuk fisik dari sebuah buku, yang dimana susah dibawa karena terlalu tebal atau besar. Nah , karena teknologi ini lah yang mereka suka, lebih efektif dan di permudah dalam segalanya. -
30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik
30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik – Anak itu bagaikan lembar kertas putih kosong yang akan ditulis oleh penulisnya. Tergantung tulisan atau warna tinta apa yang akan digunakan penulis. Begitu pula anak yang baru lahir secara fitrah akan diwarnai oleh orang tuanya, entah warna indah atau sebaliknya. Jadi, kewajiban orang tua memang harus mendidik yang terbaik untuk generasinya, agar tidak memikulkan dosa akibat dari perbuatan buruk anaknya sendiri. Ingatlah pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”.Oleh karena itu, perlu diketahui kiat-kiat mendidik anak yang baik sebagai berikut:
1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan yang lebih tua. Kemudian cegahlah ia memandangi makanan orang yang sedang makan.2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan.3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan.4. Ditanamkan pada dirinya untuk mendahulukan orang lain makan, serta makan dengan makanan yang sederhana.5. Sangat disukai jika ia memakain pakaian warna putih bukan warna-warni, apalagi sutera. Dijelaskan bahwa kain sutera hanya untuk kaum wanita saja.6. Jangan biasakan anak laki-laki memakai pakaian sutera dan membiarkan menggunakan pakaian panjang yang melebihi mata kaki.7. Selayaknya anak dijaga agar tidak bergaul dengan anak-anak yang hidupnya bermegah-megahan dan bersikap angkuh.8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca Al-Qur’an dan buku-buku terutama di perpustakaan.9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair gombal cinta karena hal itu hanya akan merasuki hati dan jiwa.10. Biasakan menulis indah dan menghafal syair-syair tentang akhlak mulia.11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji jangan segan untuk memberikan pujian dan hadiah yang membuat kebahagian. Tapi apabila anak melakukan kesalahan jangan disebarkan pada orang lain dan sambil dinasehati bahwa yang dilakukannya itu tidak baik.12. Jika ia sering mengulangi perbuatan buruk itu, maka dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya.13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam berkomunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau berkata kasar kecuali pada saat tertentu.14. Hendaknya dicegah dari tidur siang yang lama karena membuat rasa malas, sebaiknya segerakan waktu tidur malam. Jangan paksakan malam hari masih melakukan aktivitas.15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena membuat ia terlena dan hanyut dalam kenikmatan.16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, kecuali saat beramal agar tidak menimbulkan riya’.17. Biasakan anak agar melakukan olahraga pada pagi hari agar tidak malas. Jika anak memiliki kemampuan menunggang kuda, memanah dan berenang, biarkan saja agar melakukan aktivitas tersebut.18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan membanggakan diri.19. Melarangnya dari membanggakan apa yang dimiliki orang tuanya. Biasakan ia bersikap tawaddu’, lemah lembut dan menghormati teman.20. Tumbuhkan pada anak (terutama pada anak laki-laki) untuk tidak mencintai emas.21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik orang lain karena itu perbuatan mulia. Ajarkan ia untuk sering memberi karena itu perbuatan terpuji.22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tempat majlis, membuang ingus, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.23. Ajari ia duduk di lantai sesuai dengan cara duduk yang dicontohkan oleh SAW.24. Mencegah dari banyak bicara, kecuali yang bermanfaat dan dzikir.25. Cegahlah anak dari perbuatan sumpah, sekalipun itu benar.26. Dia juga harus dihindarkan dari perkataan keji dan sia-sia.27. Anjurkan ia memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit.28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan.29. Jika anak sudah berumur 7 tahun diperintahkan untuk wajib sholat dan tidak meninggalkan wudhu sebelumnya.30. Hindari anak-anak bermain di dekat orang yang lebih tua agar tidak mengganggunya dan sebagai bentuk menghormati.Sumber: Mathwiyat Darul Qosim “tsalasun wasilah li ta’dib al abna” asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin Rahimahullah.Diterjemahkan Oleh: Ubaidillah Masyhadi



















