Apa Itu Sekolah Inklusi? – Sekolah inklusi jarang sekali terdengar di telinga masyarakat awam. Apakah sekolah inklusi itu?
Category: Opini pendidikan
-
Apa Itu Sekolah Inklusi?
Bahkan masih sedikit sekolah dengan sistem pembelajaran ini.Inklusi merupakan bentuk dari sistem pembelajaran yang menyatukan antara anak reguler (normal) dengan anak kebutuhan khusus. Anak kebutuhan khusus pun berbagai macam. Namun yang menarik di sini, sekolah inklusi mengajak anak reguler untuk belajar dan bermain bersama dalam satu lingkungan.Menurut Jia Song, seorang praktisi pendidikan inklusi dari Nonsang Naedong Elementary School, Korea Selatan, mengatakan pendidikan inklusi adalah metode pendidikan bagi anak kebutuhan khusus yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO). Di Korea, bibit pendidikan inklusi dimulai pada 1998. “Awalnya, sebelum ada kurikulum, anak kebutuhan khusus diikutsertakan dalam kegiatan kesejahteraan pendidikan,” kata Jia di Pupa Center.Masih banyak orang tua yang mengkhawatirkan ketika anak mereka satu lingkungan dengan anak kebutuhan khusus. Ketakutan mereka terjadi saat anak mereka yang reguler (normal) harus berada dalam satu lingkungan sekolah dengan anak kebutuhan khusus. Hal demikian wajar karena itu sikap dasar dari seorang manusia. Namun, alangkah bahagianya jika rasa kekhawatiran itu sedikit demi sedikit dihilangkan. meng -
Pengaruh Kewenangan Pendidikan Era Milenial
Pengaruh Kewenangan Pendidikan Era Milenial – Pendidikan terpengaruh dengan adanya wewenang dari orang tua. Pendidikan tidak akan pernah lepas dari pengaruh orang lain. Dengan pengaruh itu, akan mengembangkan pola pikir anak. Semakin dewasa anak akan semakin mengatur mana yang harus dipih yang lebih baik.Pendidikan dimulai dari lingkup terkecil yaitu rasa kasih sayang. Kasih sayang yang terlihat abstrak ini akan menjadi suatu tindakannya sebagai asisten. Wewenang itu dimulai dari orang tua yang merupakan hak yang dimilikinya untuk mendidik. Tanpa didikan orang tua anak akan terlantar. Walaupun ada pendidikan sekolah. Anak tetap anak. Dia tak akan mulai belajar sendirinya. Apalagi anak itu disekolahkan karena kewenangan orang tuanya.Pendidikan menyukai rasa idealitas dan realitas. Dipengaruhi teori dan kenyataan yang ada di dunia ini. Terlalu banyak prasangka-prasangka yang membuat fikiran kita kotor. Banyaknya orang yang berpendidikan juga tidak beretika. Padahal, pendidikan yang dikedepankan itu seharusnya etika. Tanpa adanya etika manusia bukanlah manusia. Mungkin, tepatnya hampir sama dengan binatang.Pendidikan seharusnya mengubah semua tindakan itu. Perlukah kesadaran itu dibangun dengan pola-pola kehidupan yang membahana? Ataukah harus pribadi manusia ditegaskan kalau manusia hanya makhluk kecil dan lemah? Namun mengapa pendidikan tiada lain dan tiada bukan seperti tulisan dalam pena.Mungkin butuh suatu keterasingan agar pendidikan menjadi pokoknya yang layak. Terlalu banyak fikiran-fikiran barat menjadi perilaku masyarakat zaman now ini. Tidakkah manusia di Indonesia memiliki ciri khasnya? Mengapa manusia di Indonesia begitu malu dengan berbudaya yang sopan. Kemana Indonesia yang berpendidikan ramah itu? yang dulu pernah menjadi suatu pendidikan yang ditiru dan dikejar oleh orang-orang asing?Apakah terlalu lemahkah kepemimpinan ini sehingga banyak umat yang direndahkan? Hanya karena pendidikan bisa saling sikut sama orang lain. Hanya dengan pendidikan atau kesuksesan mengubah derajat seseorang. Terlalu naif sekali kalau alasan pendidikan hanya untuk itu.Pendidikan harus dibiasakan untuk menjadi sempurna. Sekalipun manusia banyak kelemahan. Namun, kelemahan itulah yang menyebabkan kelebihan itu muncul dengan sendirinya. Bahkan, pendidikan bisa membuat mereka bangun dari keterpurukannya dan menjadikan kelemahan menjadi sesuatu yang dibanggakan detik-detik ini.Pendidikan harus disikapi dengan kebebasan. Kebebasan yang membuat kebaikan dan kebermanfaatan. Bukan kebebasan yang menjatuhkan. Pendidikan juga harus disikapi dengan menyukai tantangan. Agar Indonesia tidak diremehkan begitu saja. Bangkitlah Indonesia dari kini hingga Indonesia bisa maju menjadi yang teratas. -
Tidak berpendidikan namun lancar berbahasa inggris
Tidak berpendidikan namun lancar berbahasa inggris – Banyak orang menganggap orang yang tak memiliki pendidikan yang menunjang tak mampu untuk mengikuti zaman yang modern ini atau zaman yang dpenuhi dengan alat elektronik dan bahasa yang sangat asing didengar. Semua Negara dan semua orang harus menguasai bahasa asing ini, karena bahasa asing ini adalah bahasa pemersatu dunia dan bahasa international.Bahasa inggris merupakan bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi dan bahasa internasional pertama yang digunakan untuk berintraksi dengan orang lain di seluruh dunia.”( wiki pedia, februari 15, 2015). Menurut pengertian diatas menjelaskan bahwa bahasa inggris adalah bahasa yang digunakan oleh seluruh orang di dunia, dan sebagai alat bicara atau berintraksi baik negara maupun antar masyarakat itu sendiri.Bahasa asing itu sendiri memiliki pengaruh yang meyaqinkan dan menjanjikan , lebih-lebih di daerah wisatawan, bahasa inggris sangat diperlukan. Namun masalahnya banyak yang belum bisa menguasai bahasa asing tersebut, sebagian orang menganggap itu hal yang sulit untuk pelajari atau dipahami, sehingga jarang untuk diminati. Tetapi perlunya bahasa inggris pada zaman membuat semua orang bergotong – royong untuk mempelajari bahasa tersebut, baik dengan cara courses, di sekolah formal (SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK , UNIVERSITAS ), dan belajar sendiri , baik dimulai anak kecil sampai dewasa. Itu membuat sangatlah penting dan memiliki kedudukan yang tinggi.Bahasa asing sudah banyak dipelajari diberbagai wilayah, maupun desa, terlebih dia daerah Lombok timur bagian selatan tepatnya di desa pare mas, kecamatan jerowaru. Banyak orang atau penduduknya yang sudah menguasai bahasa asing tersebut,. Kenapa ? karena mereka menggunakan bahasa asing sebagai bahasa keseharian mereka, walaupun mereka tak pernah belajar yang secara formal, atau belajar secara khusus, mereka nyatanya lebih pintar dan lancar berbahasa asing atau menggunakan bahasa asing itu sendiri.Perkembangan bahasa inggris di wilayah selatan lombok timur ini begitu cepat, mereka tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk bisa bahasa ingris. Mereka tak perlu belajar atau courses untuk bisa bahasa inggris , mereka dengan mudah bekomunikasi lansung dengan ahlinya atau native speakirnya, seperti para tourism. Tiap hari berdatangan seeratus orang tourism datang silih berganti ke desa tersebut. Jadi mereka sudah terbiasa menggunakan bahasa inggris .Menurut masyrakat disana, mereka tak pernah merasa kesulitan dalam mengunakan bahasa inggris tersebut, asalkan kita berani berbicara lansung, dengan para tourism tanpa rasa takut salah. Mereka mendenga, menggunakan atau mempraktikan bahasa inggris itu, itulah cara terbaik yang mereka lakukan ketika ingin bisa berbicara bahasa ingris, tanpa perlu banyak aturan yang membebani, Itu lebih mempermudah mereka dalam berbicara bahasa dengan para tourism.Mereka seakan sudah sangat nyaman menggunakan bahasa inggris , tak ada lagi kekakuan dalam berbahasa inggris. Bahasa inggris itu sangatlah mudah, asalkan kita mau mencoba dan menggunakannya, karena mau tak mau itu adalah sebuah keharusan untuk kita pahami atau gunakan.Kemanapun kita pasti akan membutuhkan keahlian dalam berbahasa inggris ini, tak perlu takut untuk mempelajrainya, tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk hanya sekedar bisa berkomunikasi dengan para pengguna bahasa inggris, rajin-rajinlah mendengarkan dan praktik lansung berbicara dengan para tourism , itu akan membantu kita untuk bisa bahasa inggris dengan cepat dan lancer, buktinya banyak masyrakat di desa pare mas yang sudah jago berbahasa inggris tanpa kaku. -
Mengubah Mindset Tujuan Berpendidikan
Mengubah Mindset Tujuan Berpendidikan – Tingkat pendidikan dimulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak atau PAUD sampai jenjang Perguruan Tinggi. Jika dihitung dan ditotal adalah lebih kurang 18 tahun jika sampai jenjang perguruan tinggi.Saya ingin mengajak para pembaca untuk berfikir sejenak, apa sebenarnya tujuan kita berpendidikan hingga sekian lamanya?Jika tujuannya hanyalah untuk menimba ilmu, maka saya yakin hampir semua orang tujuannya adalah sama.Sejatinya, masa-masa pendidikan adalah masa-masa untuk menentukan arah mau kemana tujuan kita. Yang perlu diingat bahwa tujuan kita berpendidikan bukanlah untuk mencari pekerjaan yang bagus, bukan juga untuk mencari pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan bidang kita. Namun, tujuan kita berpendidikan adalah untuk mengubah pola pikir kita. Pola pikir dari zaman purba ke pola pikir global. Bagaimana kita bisa merubah pola pikir yang masih sederhana menjadi pola pikir yang luar biasa.Setelah usai berpendidikan nanti, bukan permasalahan berapa bagus nilai yang kita dapat, bukan masalah sebaik apa IPK yang kita raih, bukan juga masalah sekeren apa almamater yang kita banggakan. Namun, permasalahannya adalah setelah sekian lama kita menempuh pendidikan, sudahkah pola pikir kita berubah?Perubahan pola pikir yang akan menentukan apakah kita akan melanjutkan langkah untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita menjadi manusia di atas rata-rata atau hanya akan berdiam diri di tempat menjadi manusia rata-rata. -
Fun Learning : Metode Belajar yang Menyenangkan
Karya : Muhammad Iqbal Guru SMP IT Al Kahfi, PasbarFun Learning : Metode Belajar yang Menyenangkan – Pendidikan merupakan faktor penentu kemajuan suatu bangsa, sebab pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karenanya pendidikan harus menjadi perhatian utama bagi pemerintah saat ini. Pemerintah harus mampu memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakatnya, sehingga nantinya akan lahir masyarakat-masyarakat cerdas yang siap memajukan bangsanya dan menjadikan bangsanya mampu bersaing dengan seluruh negara-negara maju di dunia.Indonesia termasuk Negara dengan kualitas pendidikan yang masih cukup rendah, hal ini bisa dilihat dari rendahnya ketersedian sekolah yang tidak sebanding dengan partisipasi siswa yang terus meningkat, sehingga hal ini menyebabkan siswa sulit memperoleh pendidikan yang layak.Selain itu jika dilihat dari performa para siswa secara umum dalam mengikuti ujian PISA (Programme For International Student Assesment) yang dilakukan pada tahun 2015, diperoleh hasil 42 persen siswa Indonesia berusia 15 tahun gagal mencapai standar minimal. Kegagalan itu terjadi di tiga area, yakni : kemampuan membaca, matematika dan ilmu pengetahuan. Berdasarkan berbagai persoalan pendidikan tersebut, maka kualitas Indonesia perlahan harus mulai diperbaiki.Sekolah harus menjadi wadah utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di Indonesia, sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu, sebab selama ini oleh sebagian siswa sekolah dianggap menjadi tempat angker yang paling ia takuti, sebab di dalamnya mereka terus dituntut untuk belajar terus menerus, mengerjakan tugas, hingga tak sedikit juga beberapa dari siswa tersebut yang merasa tertekan bahkan sampai stress hanya karena merasa terlalu banyak beban dari sekolah.Pembelajaran menyenangkan atau yang sering dikenal dengan istilah Fun Learning sepertinya dapat menjadi solusi yang tepat bagi pendidikan Indonesia. Menurut The Answer Sheet Fun Learning adalah pembelajaran menyenangkan yang diberikan oleh guru kepada siswanya agar siswa menikmati materi yang dipelajari sehingga mereka mau belajar. Menurutnya menyenangkan disini bukan berarti hiburan atau ketololan, melainkan kenikmatan dalam belajar.Konsep ini sebenarnya sangat banyak dijumpai dalam pembelajara di Taman Kanak- Kanak (TK), terlihat wajah yang begitu ceria ditampilkan oleh anak-anak TK itu, hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat menikmati proses pembelajaran yang diberikan gurunya.Namun sayang konsep Fun Learning ini jarang digunakan di tingkat Sekolah Dasar (SD) terutama di kelas VI, Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan apalagi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini bisa dilihat dari proses pembelajaran yang dilakukan, dimana sebagian besar guru lebih banyak menggunakan model pembelajaran yang terkesan hanya sekedar menyampaikan materi saja, tanpa melibatkan partisipasi siswanya, sehingga siswa cepat merasa jenuh, dan jika hal ini terus terjadi tentu akan mempengaruhi nilai belajar siswa dan akan memberikan catatan buruk bagi pendidikan Indonesia.Untuk itu para pegiat pendidikan di Indonesia harus berupaya agar konsep Fun Learning ini bisa teraplikasikan di seluruh sekolah di Indonesia mulai tingkat SD, SMP, SMA, bahkan sampai perguruan tinggi. Upaya tersebut bisa tercapai jika pemerintah optimal memberikan pelatihan pembelajaran kepada seluruh guru di Indonesia, sekolah harus memiliki fasilitas pembelajaran yang lengkap, dan yang paling penting adalah guru harus terus berinovasi dalam menciptakan model pembelajaran, dan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan, sehingga siswa belajar bukan karena terpaksa namun karena memang ia menyukainya. -
Isu Kesetaraan/ Persamaan Gender dalam Dunia Pendidikan
Isu Kesetaraan/ Persamaan Gender dalam Dunia Pendidikan – Gender adalah feminim dan maskulin. Gender dapat dilihat sebagai suatu kefeminiman atau kemaskulinan yang terdapat dalam diri seseorang. Karakter dari feminim adalah kelembutan, berurusan dengan rumah tangga, berbelanja, berias dan emosional. Karakter maskulin lebih pada rasional, gagah, berani, dan kuat. Perbedaan antar laki-laki dan perempuan terbentuk karena adanya proses sosial seperti kultur, budaya, dan keyakinan.Kebiasaan yang terjadi dalam masyarakat bila lahir anak perempuan semua perlengkapannya feminim. Berbeda dengan yang lahir laki-laki perlengkapannya mengarah pada sesuatu hal yang berani seperti berwa biru. Kebiasaan terseutlah yang menumbuhkan perbedaan tersebut, sehingga perbedaan tersebut terbawa hingga pada waktu menempuh pendidikan sampai pada dunia kerja.Sebagaimana yang diketahui bahwa Indonesia masih memiliki persamaan gender yang rendah dibandingkan dengan negara eropa utamanya dalam dunia pendidikan. Contoh nyata bahwa masih rendahnya persamaan gender di Indonesia yaitu pada jenjang pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar. Kedua jenjang pendidikan tersebut apabila ditinjau lebih dalam lagi, guru yang mengajar bisa dikatakan mayoritas adalah perempuan.Ditinjau dari tugas utama guru adalah membelajarkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Dapat dilihat dalam satu sekolah dasar jumlah keseluruhan guru ada 10, dengan jumlah laki-laki 3 dan 7 perempuan. Bagi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini bahkan jarang ditemui guru laki-laki. Laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak, jenjang karir yang sama dengan laki-laki dan memiliki hak dalam menyampaikan pendpatnya.Persamaan gender ini penting bagi dunia pendidikan, terlebih lagi dalam pembelajaran. Jumlah peserta didik antara laki-laki dan perempuan haruslah seimbang. Laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam mengenyam pendidikan, sehingga perbedaan itu harus dihilangkan. Namun pada kenyataannya, masih ada kesetereotipan antara laki-laki dan perempuan. Bidang tertentu di luar pendidikan laki-laki masih merajai dibandingkan perempuan.Keseimbangan gender dikatakan berhasil jika proporsi partisipasi mauk sekolah dan pencapaian tujuan pendidikan antara anak laki-laki dan perempuan berimbang dan sesuai dengan potensi setiap anak dalam proses belajar. Hal tersebut juga berlaku untuk tenaga pendidiknya agar lebih seimbang. Hal tersebut menjadikan PR tersendiri untuk mensejajarkan kedudukan antara laki-laki dan perempuan. -
Tempat yang Mengedukasi Dijamin Meningkatkan Kreativitas Pada Anak
Tempat yang Mengedukasi Dijamin Meningkatkan Kreativitas Pada Anak – Beberapa Wisata Edukatif yang dapat anda kunjungi ketika liburan.Bagi para siswa, belajar di ruang terbuka merupakan suatu kebahagiaan. Dikarenakan mereka dapat menikmati main sejenak. Biasanya sekolah seirng melakukan wisata ketika hari perpisahan. Dan tempat yang pilih untuk destinasi wisata pun yang mempunya pemandangan yang indah dan sumber daya lainnya yang dapat memukau mata para wisata.Bagaimana jika wisata dilengkapi dengan pendidikannya? Wah pasti bakal seru banget kan. Selain mendapat keindahan yang dihasilkan oleh keindahan dari tempat tersebut, ilmu serta pengetahuan yang luas pun bisa didapatkan.Wisata pendidikan adalah suatu kegiatan atau perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan dan juga terdapat aktifitas edukasi di dalamnya. Ada banyak kegiatan wisata eukasi yang bisa dilakukan khususnya bagi anak-anak yang masih membutuhkan pengetahuan mengenai dunia luar.Wisata edukasi bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan dan kreatifitas peserta kegiatan wisata. Biasanya juga kegiatan wisata edukasi meliputi, observasi perkebunan, observasi peternakan, observasi hutan dan observasi hidroponik.Ada banyak destinasi wisata yang terdapat edukasi di dalamnya.1.Kandang jurank doank
Anak-anak selalu menginginkan belajar sekaligus bermain. Kandank jurank doank akan memberikan keduanya sekaligus. Anak-anak akan dibuat nyaman dan senang belajar dengan suasana yang berbeda. Anak-anak akan lebih menenal kehidupan alam dari biasanya. Membiarkan mereka mengenal kehidupan alam luar. Tempat ini banyak dikunjungi para wisatawan karena keunikannya yang membuat anak-anak senang bermain di dalamnya, serta mendapatkan pengetahuan mengenai dunia baru.2. Godong ijo
Tempat yang satu ini terletak di sawangan, daerah Depok. Tempat ini memiliki beragam fasilitas pendukung yang sangat lengkap dan dijamin liburan anda akan menyenangkan. Godong ijo memiliki sejumlah sarana seperti, green house, vertical garden, beragam wahana permainan, restoran dan lainnya. Tempat ini juga memiliki berbagai macam sarana permainan edukatif yang dapat membantu anak-anak untuk mengenal banyak hal yang akan membuat wawasan mereka bertambah dan liburan mereka menyenangkan.3. Planetarium
Satu lagi tempat yang harus dikunjungi ketika liburan. Tempat ini dapat membuat anak-anak belajar mengenal berbagai hal tentang astronomi. Bukan hanya untuk anak-anak saja, tapi orang dewasa juga bisa untuk menambah wawasan keastronomiannya. Di tempat ini terdapat teater bintang, dimana anda sekeluarga dapat menikmati berbagai macam cerita mengenai tata surya dan terbentuknya alam semesta. Dan juga menyaksikan berbagai macam rasi bintang dan benda lainnya di langit.Semoga bermanfaat! -
Perlukah Pendidikan itu di perhatikan Penuh ?
Pendidikan di Indonesia adalah sesuatu yang digunakan untuk memajukan bangsa dalam rangka membawa nama Indonesia ke jenjang internasional. Melalui perbaikan-perbaikan, salah satunya adalah perbaikan sistem dalam penilaian terhadap siswa.Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI akan memberlakukan kebijakan dua rapor pada siswa pendidikan dasar dan menengah. Jenis rapor yang akan ditambah pihak pusat tersebut bertumpu pada rapor khusus yang akan menilai karakter siswa. Pernyataan ini ditegaskan sebagai salah satu cara mendukung program penguatan pendidikan karakter (Radar Lombok, 2107: Halaman 12).Rencana seperti ini akan mampu mendisiplinkan dan mempermudah para guru dalam mengenal karakter para sisiwanya. Dan mempermudah mereka dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter mereka masing-masing, sehingga dalam belajar terdapat kenyaman dan kesingkronan antara guru dan para siswanya.Namun , rencana seperti ini juga banyak yang tidak menyetujuinya. Karena dianggap terlalu memaksakan rencana. Contonya saja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kabupaten kota dan provinsi yang tidak setuju, karena menggangap menambah pihaknya kebingungan dan menganggap jenis rapor siswa yang berlaku saat ini, dinilai sudah cukup.Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Penddikan dan Kebudayaan (Dikbud) kota Mataram, juga mengomentari rencana ini. Ia mengatakan, rencana Kemendikbud pusat sudah terlalu banyak. Salah satunya adalah, soal Lima Hari Sekolah, yang belum selesai dilakukan.Bukan hanya itu, para pelajar SMA yang sederajat juga banyak memposting kiriman di sosmed tentang keluhan mereka atas peraturan yang menetapkan, jam sekolah sampai sore. Mereka merasa terbebani, dengan peratutran seprti itu.Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Untuk pendidikan anak usia dini, mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2003, pasal 1butir 4 tentang sistem pendidikan nasional. pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 tahun yaitu sekolah dasar 6 tahun dan sekola menenga petama 3 tahun. Kemudian sekolah menengah atas selama 3 tahun. Dan terakhir pendidikan tinggi setelah menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi (wiki, Agustus 6, 2017)Pemerintah telah menetapkan bahwa, pendidikan dimulai dari usia dini dan telah mengatur sedemikian rupa tahap-tahap pendidikan yang akan ditempuh oleh generasi muda dalam mewujudkan generasi bangsa yang cerdas. Pemerintah juga mendirikan sekolah-sekolah diberbagai daerah, guna meratakan pendidikan diseluruh indonesia, terutama didaerah-daerah pelosok.Akan tetapi banyak juga masyarakat yang tidak mau tahu akan pendidikan ini, mungkin karena tidak ada biaya sehingga mereka menganggap pendidikan adalah hal sepele. Contonya saja, didesa Pare Mas. Disana mereka menganggap pendidikan dengan sebelah mata. Banyak yang diantara mereka yang mempersekolahkan anaknya hanya sampai tingkat SMP/SMA. Mereka selalu mengatakan, “buat apa sekolah, hanya membuang-buang biaya saja.Toh yang jadi guru banyak, yang jadi polisi banyak, dokter juga banyak diluaran sana. Lebih baik bekerja, mendapatkan uang dengan segera”. Pemikiran mereka tentang pendidikan sangatlah sempit, dikarenakan faktor ekonomi yang rendah. karena itu selain mendirikan sekolah-sekolah, pemerintah juga harus sering mengadakan sosialisasi tentang pendidikan ke daerah-daerah terpencil.Kualitas pendidikan di Indonesia masih menjadi perhatian. Hal ini terlihat dari banyaknya kendala yang mempengaruhi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.Menurut soedijarto (1991:56), bawa rendahnya mutu atau kualitas pendidikan disamping disebabkan oleh karena pemberian peranan yang kurang profesional terhadap sekolah, kurang memadainya perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan sistem kurikulum, dan penggunaan prestasi hasil belajar secara kognitif sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pendidikan, juga disebabkan karena sistem evaluasi tidak secara berencana didudukkan sebagai alat pendidikan dan bagian terpadu dari sisitem kurikulum (wordpress, Agustus, 2017).Dalam menentukan sistem kurikulum yang akan diterapkan, pemerintah harus benar-benar merencanakan secara matang sistem tersebut, supaya ketika dilaksanakan bisa berjalan sesuai rencana dan menghasilkan hasil yang tidak mengecewakan. Dalam pengelolaannya juga, perlu adanya pengawasan yang ketat supaya ketika diadakan evaluasi, menghasilkan sistem yang terbaik dan terencana.Contonya saja sistem kurikulum KTSP, yang tidak menuai banyak pertentangan meskipun masih ada kekurangan.Referensi :Radar lombok, 2017. Kemendikbud RI Rencana Tambah Jenis Rapor. 25 Agustus. Halaman 12. Mataramwiki.(2017,agustus 6).From http://id.m.wikipedia.org/wiki/pendidikan_di_indonesiawordpress.(2017,agustus).Fromhttps://pramithasari27.wordpress.com/pendidikan/kualitas-pendidikan-di-indonesia -
Inilah Definisi Mahasiswa yang Belum Orang Ketahui
Inilah Definisi Mahasiswa yang Belum Orang Ketahui – Aku seorang mahasiswa katanya? Tapi apakah pernah kita memaknai arti dari kata “Mahasiswa”, dengan gampangnya kita menyebut bahwa kita adalah seorang mahasiswa. Aku mahasiswa disini dan aku punya hak menjadi seorang mahasiswa? Tapi apakah pernah kalian menyadari kalian hanya meminta hak tanpa melakukan kewajiban kalian sebagai seorang mahasiswa. Menjadi seorang mahasiswa cerdas dikit, jangan menjadi mahasiswa bodoh, Camkan itu! Jangan menjadi mahasiswa yang sok tau, sok mengkritisi! Pahami dulu apa tugas dan kewajiban menjadi seorang mahasiswa.Gelar yang kita pegang dari kata” maha” setelah “siswa “itu menunjukkan bahwa kalian bukan lagi hanya sekedar siswa, kalian memiliki tingkat ysng lebih tinggi, tingkat yang sangat tinggi, jadi kelakuan kalian jangan samakan ketika kalian menjadi seorang siswa. Mahasiwa sejati adalah mahasiswa yang berpenampilan rapi, bukan datang asal datang, bukan berpakaian semaunya, mahasiswa yang bertututur kata lembut, sopan, dan halus, bukan perkataan kasar, menjijikkan, mahasiswa yang datang tepat waktu, mengerjakan tugas yang diberikan tugas oleh dosen, mahasiswa yang berprestasi , mahasiwa yang aktif, dan tentunya melakukan tri dharma perguruan tinggi, apa itu tri dharma perguruan tinggi?- Penelitian
- Pengabdian
- Pendidikan
Berbicara lagi masalah mahasiswa, berbagai macam jenis mahasiswa, berbagai macam karakter mahasiswa, bukan di satu kampus di semua kampus yang ada di seluruh dunia ini, memiliki berbagai macam kelakuan mahasiswa. Ada mahasiswa kupu-kupu( mahasiswa yang hanya datang setelah itu pulang), ada mahasiswa pendemo( mahasiswa yang tidak memiliki kerjaan, yang hanya aturan ditambah mau demo) , ada mahasiswa yang organisatoris ( datang hanya untuk berorganisasi tanpa mendapatkan pelajaran di kampusnya). ada mahasiswa yang kerjaannya hanya untuk pacaran ( mencari wanita atau pria yang ganteng ), dan masih banyak lagi tipe mahasiswa yang ada diseluruh kampus didunia ini. Dengan adanya tipe atau jenis mahasiswa seperti ini, siapakah yang salah? Dosenkah? Rektorkah? Satpamkah? Pemerintahkah? Orangtuakah? Atau mahasiswa itu sendiri? menurutmu siapa?Jadi mahasiswa harus memiliki inovasi-inovasi yang baru, agar bangsa , Negara, bahkan kampus bangga memiliki mahasiswa seperti kita? Karena kampus mengharapakan kita sebagai mahasiswa untuk memajukan kampus tersebut, sebaik-baik apapun kampus itu jika mahasiswanya ugal-ugalan itu merupakan suatu hal yang percuma, sia-sia, tidak bermanfaat. Mahasiwa harus mampu berpikir kreatif, berpikir inovatif, agar kita bisa mengaharumkan nama baik diri kita sendiri, orang tua, lebih-lebih kampus kita.Kita dikuliahkan oleh orang tua melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi berarti kita sudah diamanahkan agar kita menjadi manusia yang lebih baik lagi, agar kehidupan kita nantinya lebih indah lagi, bukan malah datang hanya untuk menghamburkan uang orang tua yang sangat capek mencarikan buat kita, setidaknya apabila kita tak mampu mendapatakan beasiswa dikampus, jangan sampai kita menambah beban orang tua dirumah yang sudah bersusah payah untuk membiayai kita kuliah, oleh sebab itu buanglah hal-hal penghalang yang membuat kita menjadi mahasiswa yang berprestasi dan intelegensi dan wisuda tepat waktu.Jadilah mahasiswa yang teladan! Jangan terlalu sibuk dengan urusan yang tak perlu, tugas kita hanyalah belajar, mencari ilmu, bukan pembikin onar, bukan ppembuat masalah, jadilah mahasiswa yang pintar , santun, dan hebat. Kita adalah contoh untuk anak-anak kita nantinya, baik anak didik kita, ataupun anak kandung kita. -
Beginilah Gambaran Mutu Pendidikan Saat Ini , Masihkah Sementara?
Beginilah Gambaran Mutu Pendidikan Saat Ini , Masihkah Sementera? – Ketika berada di medan perjuangan yang Namanya Pendidikan. Akan terasa sebab dan akibatnya bila berada di posisi yang pelajar. Namanya kelelahan itu akan terasa sekali. Hingga, sikap mengeluh terlontarkan begitu saja. Itulah arti dari menimba ilmu di dunia Pendidikan. Namun, efektifkah Pendidikan sekarang ini hingga terasa dalam pribadi maupun masyarakat?Pendidikan yang diemban hingga perkuliahan belum terasa adanya perubahan. Mengapa? karena yang miskin masih banyak yang kaya juga tetap yang itu-itu saja. Rasa tolong-menolong yang kurang dan rasa iba sudah punah dibawa zaman. Walaupun banyak beasiswa untuk kalangan tidak mampu. Namun, tetap saja orang-orang yang diberi beasiswa mencari pekerjaan untuk keperluan sehari-harinya. Karena, kebutuhan tidak sesuai dengan yang ada.Jika beasiswa mampu memenuhi kebutuhan pun masih ada masalah di kalangan yang diberikan beasiswa. Sebagian orang menghamburkannya dan sebagian orang lagi ada yang menabungnya. Tergantung kondisi fakultas ada yang hedonisme dan ada juga yang tidak. Seringkali kejadian ini terus-menerus terjadi dan pada akhirnya modal dan mental itu dibatasi hingga tidak ingin melakukan apa yang terbaik.Bertahun-tahun lamanya diemban Pendidikan itu. namun, banyak sekali orang lupa materi yang diajarkan oleh gurunya. Mengapa? karena tidak ada proses pengulangan yang ditangkap cepat, saat mencari ilmu adabnya terlupakan, dan ketika beribadah disuruh singkat atau nanti saja. Saat memiliki pekerjaan lupa akan ilmu-ilmu lainnya dan pengabdiannya.Padahal, Pendidikan tidak akan pernah berakhir hingga kapanpun dan dimanapun berada. Mengapa? karena setiap tempat adalah kelas, setiap orang adalah guru, dan setiap kejadian adalah pelajaran. Itulah Pendidikan yang harus dibawa dari generasi ke generasi. Sehingga tidak ada yang namanya direndahkan maupun ditinggikan.Pendidikan mental yang harus diuji. Setiap materi yang didapatkan harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, Daarut Tauhid yang sabtunya diisi materi dan minggunya diujikan yang mana materi itu diisi dengan keyakinan tinggi kepada Allah hingga menurunkan ego sejatuh-jatuhnya yang ada di dalam diri insan. Lalu, santri diuji dengan pengalaman yang tidak pernah terpikirkan ataupun dilakukan sebelumnya. Itulah gambaran Pendidikan yang ada di zaman milenial ini. -
Apakah Penting Belajar Muatan Lokal bagi Siswa?
Apakah Penting Belajar Muatan Lokal bagi Siswa? – Sejenak kita tahu bahwa jika di sekolah terdiri dari banyak mata pelajaran tentunya yang paling dominan yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dll. Bisa dikatakan kedua mata pelajaran tersebut dapat kita jumpai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun demikian, selain mata pelajaran itu ada salah satu mata pelajaran yang unik yaitu Muatan Lokal. Muatan Lokal biasanya dimasukan ke dalam kurikulum namun hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).Penulis sendiri pernah mendapatkan mata pelajaran muatan lokal saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), dimana saat itu materinya hanya membuat telor asin saja karena penulis sendiri berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Seperti yang kita ketahui bahwa Kabupaten Brebes merupakan sentra telor asin di Indonesia. Selain disebut sebagai Kota Bawang Merah, Brebes juga dikenal sebagai Kota Telur Asin. Hal ini dilakukan bertujuan agar para siswa tahu bahwa tentang seuatu yang ada di daerahnya dan menjadi ciri khas daerah tersebut tentunya para siswa bisa melestarikannya.Mata pelajaran Muatan Lokal memang terkadang tidak terlalu diutamakan tidak seperti Matematika, terbukti penulis juga saat duduk di bangku sekolah dasar hanya mendapat jatah 1jam pelajaran saja dalam seminggu. Padahal jika kita telaah secara cermat banyak sekali manfaat untuk para siswanya sendiri terutama pengenalan daerahnya masing-masing. Bisa dikatakan bahwa Muatan Lokal merupakan Pelajaran Wawasan Kebangsaan dalam lingkup sederhana karena hanya meliputi daerah tertentu. Jika ada adagium “Kenali Dirimu Sebelum Mengenal Orang Lain”, maka disitulah peran dari mata pelajaran Muatan Lokal.Muatan Lokal sangatlah penting bagi para siswa, tentunya dapat memberikan gambaran tentang daerahnya masing-masing. Hal ini sebagai bekal di masa mendatang jika mereka sudah tidak berdomisili di daerah kelahirannya. Mengapa demikian? Karena mereka dapat mengenalkan dan menceritakan tentang daerahnya sendiri, apalagi jika daerah tersebut memiliki potensi wisata yang cukup baik tentunya akan menarik minat tersendiri bagi teman dekatnya untuk berkunjung ke daerahnya bahkan jika berteman akrab dengan para investor tentunya dapat memaksimalkan potensi yang ada di daerahnya.Selain itu, siswa dipacu untuk melestarikan budaya dan kebiasaan-kebiasaan setempat. Setiap daerah di Indonesia memiliki kebiasaan dan adat-istiadat yang berbeda-beda baik dalam kesenian, makanan, gaya hidup, bahasa, logat berbicara, dll. Bahkan satu kabupaten pun sangat beragam, maka disinilah peran dari muatan lokal tersebut. Seperti contoh di Kabupaten Brebes sendiri ada dari 17 Kecamatan yang ada masing-masing memiliki kerajinan tangan tersendiri misalnya Kecamatan Bantarkawung pengahsil Rinjing, Kecamatan Bumiayu penghasil Rebana, Kecamatan Salem penghasil Batik, dsb. Disinilah salah satu pentingnya muatan lokal, dengan adanya muatan lokal siswa dipacu harus mengetahui segala yang ada disekitar daerahnya. Misalnya saja kerajinan dari masing-masing kecamatan di Brebes sebagaimana yang telah disebutkan diatas, setidaknya para siswa di kecamatan tersebut tahu mengenai tata cara pembuatan, bahan-bahan pembuatannya, jika mereka mampu membuat kerajinan tersebut itu tentunya sangat baik karena ada generasi yang melanjutkannya.Tidak hanya mengenai kerajinan tangan saja, dalam mata pelajaran muatan lokal diharuskan memuat beberapa aspek mulai dari sejarah daerah masing-masing, kebiasaan masyarakat setempat, makanan khas, dll. Untuk implementasinya cukup sederhana, misalnya saja dibangku Sekolah Dasar (SD), tentunya hanya diberikan pengenalan mengenai desa baik cerita asal usul desa ataupun lainnya, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) megenai Kecamatan maupun Kabupatennya, segala apa yang ada di Kecamatan maupun Kabupaten bisa dijelaskan di (SMP) karena mayoritas muatan lokal hanya ada sampai jenjang Sekolah Menengah Pertama.Wawasan Kebangsaan memanglah sangat penting tentunya setiap warga negara selalu diberikan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan agar mereka tetap mencintai dan melestarikan segala yang ada pada bangsanya sendiri. Tentunya muatan lokal merupakan bentuk implementasi dari wawasan kebangsaan secara sederhana karena hanya mencakup daerah tertentu saja di Indonesia. Meskipun banyak orang belum menyadarinya bahwa muatan lokal memiliki peranan penting, setidaknya pengenalan kedaerahan haruslah selalu dilakukan agar setiap orang tahu identitas daerahnya sendiri. -
Apa Arti Pendidikan Bagimu ? (Part 1 Dariku untukmu)
Apa Arti Pendidikan Bagimu ? (Part 1 Dariku untukmu) – Assalamulaikum wr.wb . . Kali ini saya ingin berpendapat tentang arti pendidikan bagi diri saya sendiri. Menurut saya pendidikan itu penting, bahkan amat penting karena pendidikan itu bisa mengubah karakter kita jika kita menempatkan pendidikan itu pada proporsi yang tepat. Tepat di sini tidak berlebihan dan tidak setengah setengah. Sebelumnya ijinkan saya bercerita tentang pendidikan saya yang sempat menyesal karena tidak masuk perguruan tinggi negeri.Kenapa saya menyesal, rasanya begitu iri melihat teman-teman saya duduk di bangku perkuliahan tinggi negeri dan dengan bangga mereka memamerkannya di media sosial. Itu membuat saya merasa kecewa kok saya gak bisa masuk negeri ya padahal saya sudah berusaha belajar, mengikuti tes perguruan tinggi negeri dari mulai snmptn, umptn, sbmptn, dan spanptkin. Sebenarnya saya tak ingin berkuliah di perguruan tinggi swasta, apalagi dengan jurusan yang saya pikir bukan saya banget. Tapi, sekarang sadar semua orang mempunyai kesulitannya masing-masing. Saya yakin tuhan pun tak akan membebani sesuatu di luar kemampuannya.Saya sudah menyesal karena gagal masuk perguruan tinggi negeri apakah saya harus kembali menyesal karena menyianyiakan waktu 1 tahun saya berkuliah di swasta. Rasanya itu pukulan telak, seharusnya saya merasa bersyukur karena saya masih bisa bersekolah. Di luaran sana saya yakin banyak sekali yang posisinya lebih sulit dari saya. Maka dari itu mulai dari sekarang saya harus serius dalam pendidikan.Apalagi pendidikan itu merupakan sebuah tiang penyangga bagi saya. Dimana jika sebuah tiang tak ada maka rumahpun tak akan jadi. Saya teringat akan sosok yang selalu mengisnpirasi saya ketika belajar dan sosok yang selalu membuat saya semangat dalam hal pendidikan. Di akhir hayatnya sosok itu masih peduli akan pendidikan saya, lalu apakah saya akan menyerah begitu saja, tentu tidak.Setelah saya bersekolah kurang lebih 12 tahun apakah saya harus berhenti memperjuangkan pendidikan yang selama ini selalu saya junjung tinggi karena perannya yang begitu besar bagi diri saya. Sekolah bukan hanya mengajarkan saya tentang ilmu akademis yang bisa di apresiasi dengan nilai, tapi bagaimana sikap kita untuk hadapi hari esok dengan ilmu yang kita punya.Pendidikan mengajarkan saya banyak hal, untuk itu berbalas budi dengan menekuninya saja itu merupakan sebuah apresiasi yang besar menurut saya. Apagi jika ilmu yang saya punya dari hasil pendidikan itu bisa di sampaikan kepada orang lain. Pendidikan bukan hanya tentang sekolah tapi juga tentang mereka yang selalu haus akan ilmu, mereka yang selalu memanfaatkan waktunya untuk mencari ilmu dan melakukan hal baik.Perguruan tinggi hanyalah perantara bukan penentu, tapi diri kita sendirilah yang akan membawa diri ini kemana tujuannya. Tak ada yang salah dengan swasta selama kita mampu untuk bersaing dengan negeri bukan hanya berkecil hati hanya lulusan swasta. Untukmu yang bernasib sama sepertiku, tenanglah selama kita mau berusaha untuk tetap maju pasti akan ada jalannya.Untukmu ingatlah kamu tak sendiri selalu ada cahaya terang tuk keluar dari gelapnya gua yang kau tempati. Jadikanlah pendidikan itu sebaik-baiknya ilmu yang bisa menjadikannya cahaya keluar dari jurang yang terjal. Buktikanlah dengan kemampuan kita. Kembali teringat sosok inspirasi saya yang kedua, seseorang yang sudah membela negeri ini habis-habisan, orang yang tak pernah lelah belajar, dan orang yang selalu haus akan ilmu. Sosok itulah yang membuatku yakin selalu ada jalan untuk menuju roma.Siapapun tokoh inspirasi kalian yakinkah kita bisa seperti mereka selama kita berkeinginan untuk mewujudkannya. Terakhir bagi saya pendidikan bukan hanya sekadar lulus lalu bebas, gelar sarjana itu sangat amat berat buatku apalagi jika kita berkuliah hanya untuk mendapat ijazah saja. Percuma, waktu kita terbuang sia-sia, uang kita terbuang sia-sia dan ilmu yang kita punya juga terbilang sia-sia. Pendidikan itu bukan hanya sekadar gelar dan lulus. Tapi, sebuah pemahaman dan penerapan akan ilmu yang telah kita dapat. Untuk apa gelar jika kita tak paham dan tak kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.Wasalamualikum.wr.wb -
5 Rahasia Filosopi Layang-layang Dalam Pendidikan
5 Rahasia Tersembunyi Filosopi Layang-layang – Layang-layang dalah suatu permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak ketika musim panen tiba. Namun sekarang ini tidak hanya anak-anak yang memainkan layang-layang tetapi orang dewasapun juga memainkan layang-layang. Layang-layang pada zaman dulu hanya dimainkan oleh anak-anak di desa, namun seiring berkembangnya zaman layang-layang kini menjadi suatu ajang perlombaan yang dapat diperhitungkan. Namun tahukah rahasia dibalik sebuah layang-layang tersebut ?.Layang-layang yang memiliki bentuk sederhana sampai yang rumit sekalipun memiliki makna besar yang dibawanya. Layang-layang tidak hanya sekedar sebuah permainan untuk hiburan namun juga sebagai media dalam pembelajaran. Layang-layang sebagai media pembelajaran memiliki arti yang penting sebagai penyampai pesan dari seorang guru pada peserta didiknya. Siapa yang menyangka bila dengan sebuah layang-layang mampu membantu peserta didik dalam memahami banyak mata pelajaran seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, seni, IPS, PKn, IPA dan Olahraga. Tanpa disadari melalui sebuah permainan kecil banyak hal yang mampu dipelajari. Berikut uraian layang-layang sebagai media pembelajaran:1. Layang-layang dalam pembelajaran matematika membantu peserta didik dalam belajar mengukur panjang, karena layang-layang tidak akan bisa terbang dengan sempurna bila tidak seimbang antara kerangka sisi kiri dan kanannya. Peserta didik harus mengukur terlebih dahulu panjang kerangka layang-layang antara sebelah kiri dan kanannya telah seimbang ataukah belum agar layang-layang mampu terbang dengan baik. Memperkenalkan pada peserta didik bahwa layang-layang adalah salah satu contoh dari bangun datar.2 Layang-layang sebagai media dalam pembelajaran bahasa Indonesia, peserta didik mendeskripsikan bagaimana cara membuat layang-layang mulai dari bahan apa saja yang digunakan sampai proses pembuatannya sehingga jadilah layang-layang. Selain mendiskripsikan, peserta didik dapat belajar puisi melalui layang-layang. Sedangkan pembelajaran bahasa Inggris peserta didik dapat belajar mengeai bahasa inggrisnya layang-layang, menyebutkan bahan-bahan untuk membuat layang-layang dalam bahasa inggris dan juga dapat berpuisi dengan bahasa Inggris.3. Layang-layang adalah sebuah seni, di mana dalam pembuatan layang-layang memerlukan kreatifitas seorang pembuatnya. Selain menghasilkan suatu karya yang indah membuat layang-layang juga mengasah kreatifitas dan daya imajinasi peserta didik. Semakin tinggi daya imajinasi peserta didik maka kreatifitasnya juga tinggi dan menghasilkan suatu karya yang indah. Layang-layang juga dapat dijadikan sebagai sebuah lagu, yang telah kita ketahui tentang lagu yang berjudul “Layang-Layang”.4. Media pembelajaran IPS dan Pkn, melalui bungkus layang-layang dapat digambar berbagai bentuk misalnya gambar pulau, gambar lambang koperasi atau lambang negari kita. Melalui gambar-gambar tersebut peserta didik didik secara tidak langsung akan belajar banyak hal, tidak hanya pelajaran IPS namun juga Pkn. Selain itu, dengan mengunjungi museum layang-layang peserta didik akan belajar banyak mengenai berbagai macam bentuk layang-layang dari berbagai daerah, sejarah layang-layang, dan beraneka ciri khas dari masing-masing layang-layang.5. LLayang-layang media pembelajaran untuk IPA dan Olahraga, dengan bermain layang-layang akan menggerakkan semua anggota tubuh. Sebagai contoh pada saat menarik layang-layang maka kekuatan tangan dan kaki sangat diperlukan. Melalui kegiatan tersebut peserta didik dapat belajar mengenai fungsi otot dan gerak. Ketika badan berkeringat dalam mengejar layang-layang otomatis akan berlari yang dapat dikategorikan dalam kegiatan olahraga.Layang-layang adalah sebuah permainan zaman dulu yang semakin hari semakin berkembang. Tanpa disadari bahwa layang-layang memiliki kedudukan yang penting dalam pembelajaran yaitu sebagai media dalam proses pembelajaran. Sesuatu hal yang kecil dan sepele bukan berarti tidak memiliki makna, namun bisa jadi sesuatu yang kecil adalah permata yang tenggelam. -
Ini Alasannya Dunia Pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara
Ini Alasannya Dunia Pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara – Kita semua atau mungkin sebagian sepakat dengan kalimat ini “Peradaban dapat dijemput melalui pendidikan”. Karena kita sadar bahwa pendidikan adalah wadah yang didalamnya manusia dimanusiakan. Berkaca pada kalimat terakhir di kalimat sebelumnya yaitu “ Memanusiakan manusia” maka akan timbul beberapa pertanyaan, seperti kenapa memanusiakan manusia? Apakah manusia belum manusia sejak ia dilahirkan? Jawabannya sederhana, silahkan bertanya pada hakikat pendidikan.Loh kenapa kepada pendidikan? Apakah pendidikan memiliki jawaban terhadap pertanyaan itu. Jawabanya Iya, karena kita meyakini bahwa pendidikan adalah gerbang yang mengantarkan manusia kepada sesutau yang kita sebut dengan“ manusia”. Jika kita melihat definisi pendidikan secara etimologi yang berasal dari bahasa Latin yaitu ducare memiliki arti menuntun, mengarahkan, atau memimpin, dan awalan huruf e memilki arti keluar, nah jika digabungkan maka berarti menuntun keluar. Sederhananya pendidikan berarti sesuatu yang menuntun manusia untuk keluar dari sesuatu menuju sesuatu, misal dari sesuatu yang tidak diketahui menjadi tahu, dan lain-lain. Baik, secara ringkas mungkin kita tahu apa itu pendidikan melalui etimologi pendidikan.Namun pertanyaan yang timbul selanjutnya ialah, apa kaitannya dengan “memanusiakan manusia”. Kita bisa kembali pada tujuan pendidikan itu sendiri yang termaktub pada UU No 20 Tahun 2003 pada pasal 3 bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia , sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun apakah pendidikan dinegeri ini sudah sampai pada tahap diatas?. Kita sedang berjuang menuju tujuan itu, dengan segenap yang dimilki oleh bangsa ini. Berjuang diatas gentingnya kepentingan pemerintah yang mengaburkan tujuan tersebut.Sedikit sensitif mungkin jika dikaitkan dengan kepentingan pemerintah, dan apa kaitannya dengan itu semua. Ketika kita mengamati kondisi pendidikan dengan rasional, maka akan kita temukan kondisi pendidikan yang seakan terseret-seret tanpa identias diatas pergantian periodisasi pemerintahan. Perubahan sistem, kurikulum, teknis, konsep maupun dasar kerap terjadi beriringan dengan pergantian periodesasi pemerintah dinegeri ini. Lalu kemana identitas pendikan yang sebenarnya, pendidikan yang harusnya mampu berdiri tegak diatas gelombang kepenntingan, berdiri tegak tanpa harus tergadaikan identitasnya, pendidikan yang mandiri dan mampu berjalan diatas rel kemanusian. lupakan sejarah yang terus berjalan dinegeri ini, mari kita lebih dalam meyelami eksekusi dunia pendidikan kita.Sudahkah pendidikan kita memasuki lorong hak anak bangsa?, apakah pendidikan kita sudah berdasarkan potensi (kodrat) anak bangsa ini? [ K.H. Dewantara : “anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kondratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu”] atau hanya memaksakan kehendak dengan dalih anak-anak akan sukses jika dibekali dengan multi disiplin ilmu. Jika kita lihat kata-kata yang disampaikan oleh bapak pendidik bahwa tugas pendidik adalah merawat bukan memaksa/mencekokin semua materi ilmu yang tidak berdasar pada kodrat anak itu sendiri.Tapi apakah tulisan ini akan sampai dan diterima oleh praktisi pendidikan Negeri ini?, tidak peduli diterima atau tidak. Terpenting adalah, kita para pemuda aktivis pendidikan yang tahu peliknya pendidikan negeri ini. Jadi, mari bergerak diatas komando K.H. Dewantara -
Apakah Tugas Sekolah Penting Untuk Masa Depan?
Apakah Tugas Sekolah Penting Untuk Masa Depan? – Kali ini, mari kita membahas fenomena realistis siswa siswi di Indonesia yang abai dengan tugas sekolahnya. Mereka seolah-olah tidak peduli dengan tugas yang diberikan guru, mengentengkannya dan memilih mencontek pekerjaan teman.Kurangnya kesadaran bahwa sekolah merupakan jembatan masa depan, sehingga acuh pada pendidikan. Padahal salah satu alasan dan harapan orang tua menyekolahkan putra-putrinya yaitu menginginkan masa depan mereka benderang. Selain itu, siswa adalah tunas-tunas bangsa yang sebagai pewaris negeri yang diharapkan dapat memajukan integritas bangsa.Lantas bagaimana apabila fenomena itu berkelanjutan yang justru menjadi penyakit menular dan mematikan? Entah apa yang terjadi dengan bangsa dan Negara ini? Yang sejak berabad-abad lalu dipertahankan dengan susah payah oleh pejuang dan harus berakhir dalam genggaman generasinya sendiri. Miris bukan?Jadi apa sajakah fenomena-fenomena itu? Let’s startMALASPenyakit ini tidak hanya diidap oleh anak sekolahan saja, akan tetapi semua orang, bahkan saya pun begitu. Ehehe… hanya saja semua bergantung bagaimana kita menyembuhkan penyakit tersebut. Perlu disadari, tugas sekolah sebenarnya adalah elemen penting menuju masa depan. Karena dengan guru memberikan latihan soal, kita akan melatih otak kita bekerja lebih serius. Ibarat pisau, semakin sering diasah maka semakin tajam. Jadi, rasa malas ini perlu dilenyapkan, semangatlah dalam menuntut ilmu.PUTUS ASA SEBELUM USAHATak jarang kita temui bila mendapat tugas yang teramat sulit, misalnya matematika. Haha.. sudah lumrah, bukan? Matematika adalah pelajaran terhoror sepanjang sejarah. Tapi bukan berarti kita putus asa memusuhi pelajarannya apalagi memusuhi guru pengajarnya, jangan ya kawan! Ada baiknya kita coba kerjakan dulu tugas tersebut sesuai dengan yang diajarkan guru. Nah, apalagi saat ini zaman sudah maju, kita bisa cari referensi di internet. Jadi jangan putus asa! Kerjakan tugas dengan nikmat.
MENGELUHHal yang satu ini memang sulit terlepas dari sifat manusia. Kurang bersyukur sehingga cepat mengeluh. Salah satunya dikalangan anak sekolah. Apa yang dikeluhkan? Tugas? Padatnya jam pelajaran? Hem.. bukankah sekolah memang seperti itu? Identik dengan tugas-tugas yang katanya, “membebankan”. Padahal bila kita tanya pada mereka yang tidak bisa sekolah, mereka akan rindu dengan tugas-tugas, ingin sibuk sama halnya dengan anak-anak lain yang sekolah. Dalam hal ini, harusnya kita lebih banyak bersyukur agar tidak terlalu sering mengeluh.Tugas sekolah merupakan elemen penting pembelajaran. Yang berguna untuk melatih otak kita agar terasah sehingga menambah kecerdasan. Bersungguh-sungguhlah menuntut ilmuJkarena diluar sana banyak dari mereka yang menginginkan ada di posisi kita yang sibuk dengan tugas sekolah. Jangan menyerah! -
Aku Bangga Menjadi Petani Muda, Kenapa Tidak?
Aku Bangga Menjadi Petani Muda, Kenapa Tidak? – Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Begitu banyak sumber daya alam yang melimpah. Terdapat dalam lirik lagu bahwa “Tanah Kita Tanah Surga”, artinya tiap tanaman yang ditanam di tanah akan tumbuh subur. Air melimpah ruah untuk kebutuhan hidup sehari-hari maupun irigasi pertanian. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan ?. Manusia harus bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki Indonesia sebaik mungkin, hal itu sama saja mensyukuri karunia yang Tuhan berikan.Beberapa hari yang lalu, tepatnya 24 September 2018 diperingati sebagai “Hari Tani Nasional”. Sungguh menandakan bahwa petani adalah pekerjaan mulia yang dapat meningkatkan harkat dan martabat. Namun, ironisnya pemuda zaman sekarang anti menjadi petani. Mayoritas banyak yang lebih memilih kuliah di Fakultas Kedokteran, padahal semua profesi butuh pangan. Lalu, kalau tidak ada petani maka tidak ada pejuang pangan di negeri ini.Faktor-faktor yang menjadikan profesi petani dipandang remeh antara lain:
a. mindset yang salah sejak dini, selalu beranggapan bahwa menjadi petani itu pekerjaan orang miskin dan kotor-kotoran,b. orang tua yang berprofesi sebagai petani malah menyuruh anaknya tidak mengikuti jejaknya, nasibnya harus lebih baik. Jadi tidak diizinkan mendaftar ke Fakultas Pertanian,c. banyak terjadi urbanisasi sehingga timbul aging labor (penuaan pekerja), artinya lebih banyak pekerja tua di desa yang berprofesi petani daripada pemuda yang lebih banyak pilih pindah kerja ke kota,
d. kurangnya ilmu pengetahuan dan teknologi tentang bertani modern.
Masih ingat dengan salah satu pernyataan tentang pertanian Indonesia ?.
“Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia pada 2040”, artinya semua pangan tercukupi untuk kebutuhan tanpa harus impor bahkan bisa ekspor ke negara lain di seluruh dunia. Berdasarkan data BPS (2017) di berita Suara Merdeka.com, bahwa pertanian Indonesia dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Menjadi penyumbang devisa tertinggi kedua setelah Pengolahan. Apakah kalian tidak takjub dan banga pada para pejuang pangan ?
Mulai dari akademisi pertanian, praktisi pertanian sampai petani kecil begitu berjasa pada Indonesia. Jadi, salah satu hal untuk menjaga eksistensi pertanian Indonesia adalah menumbuhkan kesadaran pemuda akan pentingnya pertanian. Mengapa demikian ?. Indonesia diprediksi pada 2025 akan memasuki bonus demografi, artinya pemuda yang berumur produktif akan menanggung orang tua yang sudah tidak produktif. Jadi, tidak mungkin selamanya orang tua yang akan bekerja sebagai petani. Butuh generasi muda yang menggantikan.
Cara untuk menumbuhkan jiwa pertanian pada pemuda sebagai berikut:
a. Mahasiswa pertanian membentuk komunitas, misalnya “Pejuang Pangan”. Sasarannya adalah para anak desa baik yang masih sekolah atau bahkan sudah putus sekolah,
b. Lembaga pertanian di masing-masing daerah menugaskan Penyuluh Pertanian untuk pemuda, mengajarkan teknologi bertani modern. Misal hidroponik, aquaponik, mina padi dan lainnya,
c. Pendampingan baik dari dosen pertanian atau instansi lainnya tentang “agopreneurship”, diajarkan mulai dari cara pengolahan, pengemasan sampai pemasarannya.Jika ketiga cara tersebut diterapkan, maka pemuda desa akan merasa betah menekuni profesi tani di tempatnya. Bahkan jika diterapkan di kota, maka pemuda kota tidak gengsi lagi untuk bertani melalui teknologi dan inovasi pertanian. Buktinya sekarang sudah banyak pemuda yang menjadi “agropreneurship”, menjadi pengusaha sukses bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Hal tersebut membawa dampak positif yakni mengurangi angka pengangguran. Perlu ditanam dalam pikiran para pemuda, jika pangan melimpah maka dapat membasmi kelaparan dan kemiskinan di negeri ini. Jadi tindak kriminalisasi di Indonesia akan berkurang karena salah satu faktor penyebabnya yakni kemiskinan dan kelaparan dapat teratasi.
-
Gagasan Pendidikan Cocok Untuk Indonesia TERBARU
Gagasan Pendidikan Cocok Untuk Indonesia TERBARU – Sejarah mengatakan kalau Pendidikan di Indonesia ialah Pendidikan yang kebanyakan dibawa oleh para penjajah yang membawa sekat antara rakyat atas dan bawah. Dilihat dari segi kenyataan di lapangan Indonesia belum mampu menciptakan Pendidikan yang sesuai dengan negara-negara maju ataupun undang-undang dasar 1945. Dikarenakan Pendidikan sekarang sudah jauh dari nilai-nilai kepribadian Pancasila. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan bagaimana Pendidikan yang seharusnya diterapkan di Indonesia saat ini? Ada dua hal yang dibahas dalam artikel ini, yaitu: Pendidikan pesantren dan Pendidikan militer.Pertama, Pendidikan pesantren menurut Mastuhu adalah lembaga pendidikan tradisional Islam yang mempelajari, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Keberadaan pondok pesantren ditengah-tengah masyarakat mempunyai peran dan fungsi sebagai tempat pengenalan dan pemahaman agama Islam sekaligus sebagai pusat penyebaran agama Islam.Pondok pesantren pada bentuk aslinya menggunakan sistem pendidikan non klasikal, dimana dalam penyampaian pelajaran menggunakan dua sistem pengajaran, yaitu sistem sorogan, yang sering disebut sistem individual, dan sistem bandongan atau wetonan yang sering disebut kolektif. Sistem Pendidikan ini membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan yang sangat kokoh. Agar, tidak melarikan diri ketika sudah di tengah-tengah pelajaran maupun ujian berikutnya.Kedua, Pendidikan yang berdasarkan keprajuritan merupakan dasar pendidikan untuk membentuk pola pikir, sikap, dan pola tindak sebagai seorang prajurit yang selalu di garis terdepan dalam membela bangsa. Pendidikan militer dikenal dengan pelatihan fisik yang keras dan berdisiplin tinggi, namum pembinaan fisik ini tidak identik dengan kekerasan. Pendidikan yang membawa diri agar bisa berjiwa korsa dimanapun berada serta menjadi prajurit yang gagah perkasa dalam segi fisik.Kedua Pendidikan ini sebenarnya saling mengisi. Dikarenakan Indonesia membutuhkan orang-orang yang berjiwa religius dengan fisik ala kadar militer. Fisik tanpa ruhiyah yang kuat akan terbuang percuma. Begitupula dengan nilai religious tinggi juga akan percuma tanpa didasari dengan fisik yang kuat. Karena orang yang kuat lebih dicintai oleh Allah. Menjadikan diriuntuk tidak mendzalimi diri sendiri maupun orang lain serta bukan juga membatasi diri sebelum mencoba melakukannya untuk menjadi pribadi yang tangguh.Sekolah bukan hanya Pendidikan akademik semata yang hanya menggunakan nilai ijazah sebagai kebanggaan tetapi dimana kita menuju keharibaannya allah yang senantiasa berpendidikan dengan tidak menyimpang dari ajaran yang telah digariskan oleh Allah SWT.Pendidikan yang seharusnya ialah Pendidikan yang mampu membentuk karakter baik, aktif, dan kuat. Bukan hanya itu saja, Pendidikan yang sebenarnya ialah Pendidikan yang mendidik kita bagaimana cara kita berorganisasi, berlatih dalam kegiatan apapun yang sifatnya baik secara fisik maupun tidak, serta menjadikan Pendidikan sebagai wadah dalam berkomunitas yang menunjukkan kesaudaraan yang sangat kuat karena ukhuwah itu sudah terjalin dengan berjiwa korsa.Pendidikan bukan hanya seperti sekarang yang hanya berdiam dan bertanya semata. Melainkan Pendidikan harusnya dapat menanamkan nilai-nilai seperti kedisiplinan, beberapa pantangan yang menjadikan waktu sia-sia, serta kepribadian muslim yang harusnya diterapkan kepada siswa agar mereka belajar untuk mendapatkan pengalaman yang mengajarkan hikmah yang luar biasa.Jadi, Pendidikan yang harusnya diterapkan di Indonesia ialah Pendidikan militer yang berbasis nilai-nilai keagamaan yang diterapkan dalam perilaku sehari-hari. Anggap saja seperti Pendidikan yang diajarkan oleh Daarut Tauhid yang ada di Bandung.
















