Category: Opini

  • Mengenal Jurusan Pendidikan Luar Biasa

    Mengenal Jurusan Pendidikan Luar Biasa

    Mengenal Jurusan Pendidikan Luar Biasa

    Mungkin jurusan pendidikan sudah tidak asing lagi di telinga kita, apalagi jurusan pendidikan seperti PGSD atau PGPAUD. Tapi, ternyata sekarang jurusan pendidikan luar biasa sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat apalagi sekarang ini tenaga kerja sebagai guru PLB sangat di butuhkan. Untuk itu jangan khawatir masalah prospek kerja mahasiswa jurusan pendidikan luar biasa setelah lulus nantinya. Mari simak ulasannya berikut ini.

    Kenapa Harus Memilih Jurusan Pendidikan Luar Biasa?

    Bukankah setiap orang itu mempunyai hak yang sama. Begitu pula dalam hal pendidikan, setiap orang berhak memperoleh pendidikan. Tidak ada bedanya antara manusia normal dengan manusia yang berkebutuhan khusus dimata Tuhan. Hanya fisik saja mereka memiliki keterbatasan yang berbeda dengan orang normal biasanya. Oleh karena itu janganlah kita membeda bedakan diri kita dengan mereka. Justru seharusnya kita membantu mereka, dengan menjadi pengajar misalnya agar mereka juga bisa memperoleh pendidikan yang layak.

    Tapi sayangnya dari jutaan orang yang ada di Indonesia, hanya sedikit yang mau peduli dengan keadaan mereka terlebih lagi dalam hal pendidikan. Padahal mereka juga berhak memperoleh pendidikan untuk bisa menunjang masa depan mereka agar bisa lebih baik. Banyak juga yang malah memandangnya sebelah mata. Padahal banyak dari mereka itu mempunyai potensi atau bakat yang memang kadang tidak dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu mereka harus mempunyai pembimbing yang mampu membimbing mereka dalam mengembangkan bakatnya.

    Dan di jurusan inilah kita akan belajar memahami mereka, membantu mereka untuk mengembangkan potensi dan bakatnya, serta kita akan belajar mengenai kepekaan sosial. Dengan begitu ketika mau mengajarkan mereka kita tidak akan salah kaprah. Jurusan ini juga mengajarkan kita tentang kepekaan hati dan kepedulian terhadap sesama, lalu bagaimana cara kita berkomunikasi dengan mereka agar kita bisa berbaur dan beradaptasi dengan mereka.

    Apa saja yang akan kita pelajari di jurusan ini ?

    Seperti yang sudah tadi di sebutkan kita akan belajar kepekaan hati terhadap sesama agar nantinya kita beradaptasi dengan mereka. Tapi, sebelum belajar beradaptasi dan berkomunikasi dengan mereka kita harus mengetahui seluk beluk mengenai kategori anak berkebutuhan khusus agar kita tidak salah ketika menanganinya. Setelah itu barulah kita akan mempelajari kurikulum ruang lingkup untuk anak berkebutuhan khusus agar nantinya tidak salah ketika mempraktekkan dalam metode pembelajaran. Ruang lingkup setiap anak berkebutuhan khusus itu berbeda-beda dan karakteristik dari mereka juga berbeda, masing-masing punya penanganannya sendiri. Hingga di akhir perkuliahan kita akan di khususkan memilih satu kategori anak berkebutuhan khusus.

    Di dalam jurusan ini kita juga tidak hanya belajar mengenai teori saja, tetapi kita juga mempraktekkan apa yang telah kita pelajari itu dengan terjun langsung ke lapangan. Kita akan mencoba berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus. Bagusnya teori yang kita pelajari itu bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jurusan pendidikan luar biasa ini juga mempelajari beberapa pelajaran umum seperti pendidikan kewarganegaraan, bahasa Inggris, pendidikan agama, statistik, juga ilmu sosial lainnya.

    Tak usah risaukan prospek kerja

    Tentu yang kita khawatirkan ketika akan memilih jurusan adalah prospek kerja lulusan bagaimana. Tapi, jangan khawatir bagi teman-teman yang akan berkecimpung di jurusan pendidikan luar biasa ini, karena peluang kerja untuk jurusan ini begitu terbuka lebar. Para lulusan tidak hanya bekerja sebagai guru pengajar berkebutuhan khusus, tapi bisa juga mendirikan yayasan atau menjadi terapis. Meski memang kebanyakan menjadi guru pengajar, tapi peluang guru pengajar saat ini terbuka lebar karena manusia setiap harinya bertambah dan itu menjadi peluang besar untuk para lulusannya. Bahkan menurut data statistik 2010 lulusan ini masih membutuhkan banyak tenaga. 
  • PR adalah Sahabat Anak, Kok Bisa?

    PR adalah Sahabat Anak, Kok Bisa?


    PR adalah Sahabat Anak, Kok Bisa? – Kalau mendengar kata PR, kira-kira apa yang terlintas pertama kali bagi sahabat shalaazz ? atau pertanyaan masihkah PR menjadi sesuatu momok bagi anak ? PR atau pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru ketika di sekolah dan dikerjakan di rumah dengan maksud anak akan semakin pandai ataupun alasan yang lain dengan jumlah yang tidak sedikit tentunya. 
    Namun perlu diketahui pemberian PR semakin lama semakin berkurang, tidak seperti beberapa tahun silam. Bahkan seperti yang kita tahu bagi beberapa negara tertentu PR telah dihapuskan, karena dianggap akan memberatkan anak.
    Pembelajaran yang dilakukan disekolah saat ini tidak menjadikan PR sebagai suatu momok bagi anak dan orang tuanya, namun telah berubah menjadi sesuatu yang akan ditunggu oleh anak. Bagaimana bisa ?, pasti akan muncul pernyaan seperti itu mengingat jikalau telah tertanam pada semua orang bahwa RP suatu yang tidak diharapkan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut berikut penjelasannya mengapa PR menjadi suatu yang dinanti oleh anak.
    1. Pembelajaran saat ini menjadikan PR berupa eksperimen, yang mana anak akan melalukan berbagai percobaan untuk memahami materi. Percobaan tersebut dibuat seolah-olah anak sedang bermain, jadi tidak terasa bahwa anak sedang belajar dan mengerjakan PR. contoh eksperimen seperti membuat kue, membuat boneka sederhana, belajar membuat baju, membuat gambaran gunung meletus dan masih banyak yang lain.
    2. PR yang diberikan tidak sebanyak pemberian PR pada zaman dahulu. Pemberian PR sekarang sebatas anak untuk mengulangi materi yang telah disampaikan oleh guru, sehingga anak tidak merasa kesulitan dalam mengerjakannya.
    3. PR berupa kuis, siapa yang tidak suka kuis? Ndak ada bukan ? begitupula dengan anak, anak akan antusias ketika PR-nya berupa kuis. Kuis tersebut berupa teka teki silang atau papan puzle, anak akan menyusun puzle tersebut agar membentuk suatu jawaban yang diharapkan.

    Berdasarkan penjelasan di atas mengenai PR, ternyata secara tidak langsung dapat memberikan manfaat baik bagi siswa dan orangtua. Manfaat tersebut meliputi :

    1.       Anak akan menjadi lebih mandiri, tanggung jawab dan juga kreatif.
    2.       Menumbuhkan semangat belajar anak.
    3.       Menjadi salah satu cara mengetahui minat dan bakat anak.
    4.       Akan terjalin kedekatan antara anak dan orang tua.
    5.       Dapat tercipta keluarga yang hangat dan penuh kasih terhadap anak.
    6.       Memudahkan orang tua dalam memantau perkembangan anak
    7.       Orangtua dan anak akan bekerjasama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
    8.       Orangtua akan sepenuhnya mendapatkan perannya yaitu sebagai sahabat, sebagai guru, sebagai panutan dan sebagai orang tua bagi anak.
    Melihat manfaat PR sebagai sahabat anak, mari bersama-sama mengubah pemikiran bahwa PR adalah sebuah momok yang membebankan untuk
  • Pentingnya Menumbuhkan Karakter Anak Sejak Dini

    Pentingnya Menumbuhkan Karakter Anak Sejak Dini


    Pentingnya Menumbuhkan Karakter Anak Sejak Dini – Sobat shalaazz mungkin sudah tak asing lagi dengan yang namanya karakter. Seberapa pentingkah menumbuhkan karakter anak ? banyak yang berfikiran bahwa karakter anak akan terbentuk seiring dengan berjalannya awaktu , atau kebanyakan yang menyebutnya akan terbentuk seiring bertambahnya usia. Namun kenyataannya sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam dunia pendidikan sekarang banyak anak yang  tingkat moralnya kurang. 
    Contoh nyata, dalam kehidupan sehari-hari sudah jarang ditemui anak ketika berangkat sekolah mau mencium tangan kedua orang tuanya. Apakah tidak miris ? belum lagi dengan tindakan anak ketika disekolah, anak berani dengan guru bahkan sampai ada yang menganiaya guru. Sangat perlu dipertanyakan bagaimana hal tersebut dapat terjadi dalam lingkup pendidikan.
    Bila ditengok kebelakang penanaman karakter pada anak yang dilakukan sejak dini akan berdampak pada karakter anak pada masa mendatang. Anak akan memiliki karakter baik atau buruk tergantung bagaimana pembentukkan dan penumbuhan karakter yang dilakukan sejak dini. Pembentukan karakter melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ketiganya memiliki peran tersendiri dalam pembentukan karakter anak. Karakter tidak dapat terbentuk secara maksimal bilamana salah satu dari ketiga peran tersebut tidak terpenuhi.
    Keluarga menjadi tempat pembentukan karakter pertama bagi anak, hal tersebut terjadi karena anak akan menghabiskan banyak waktu dirumah bersama orang tua. Orang tua akan menjadi model bagi anak, bagaimana orang tua bertutur kata, bertindak, dan bersikap akan ditirukan oleh anak. Anak melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya dan akan terekam oleh memori mereka dan tersimpan hingga anak dewasa bahkan anak menua. 
    Oleh sebab itu, ketika orang tua sedang bertengkar atau sedang ada permasalahan tidak didepan anak, karena akan berdampak pada tingkah laku anak diluar rumah. Ketika dirumah tidak ada yang bertengkar, dalam sehari-hari menggunakan tutur kata yang baik, dan berperilaku baik maka ketika diluar rumahpun hal itu yang akan dilakukan oleh anak. Namun perlu sobat shalaazz ketahui bahwa keluarga belum mampu menanamkan karakter secara maksimal pada anak, karena anak perlu bersosialisasi dengan orang lain diluar anggota keluarga. Maka dari itu sekolah dan lingkungan masyarakat akan melengkapi dalam pembentukan karakter anak.
    Sekolah sebagai pendidikan formal untuk anak dan awal untuk memasuki dunia pendidikan yang relatif akan bertemu dan berinteraksi dengan orang lain. Mengenal teman dengan berbagai sikap dan tingkah laku, sehingga secara tidak langsung akan merubah karakter anak yang telah terbentuk di rumah. Di sekolah, guru yang akan membantu menanamkan karakter untuk anak. Penanaman karakter tersebut melalui program PPK (Penanaman Pendidikan Karakter). PPK menanamkan 5 karakter yaitu:
    Religius, mencerminkan ketaatan kepada tuhan Yang Maha Esa. Melatih anak untuk taat pada agamanya dan saling menghargai antar beragama lain.
    Nasionalisme berarti menempatkan kepentingan bangsa dibanding kepentingan kelompok atau pribadi. Di sekolah diwujudkan dengan disiplin dalam mengikuti upacara bendera, datang kesekolah tepat waktu, mematuhi peraturan sekolah, melaksanakan tugas piket, dan membuang sampah pada tempatnya.
    Mandiri, melatih anak untuk tidak selalu bergantung pada orang lain baik dari segi tenaga, fikiran dan waktu untuk mewujudkan apa yang diimpikan. anak dilatih untuk mandiri dalam segala hal, sebagai contoh sederhana menyiapkan peralatan sekolah sesuai dengan jadwal.
    Integritas, melatih anak untuk dapat dipercaya, baik ucapan maupun tindakannya. Anak yang memiliki integritas tinggi akan lebih berhati-hati dalam bergaul. Integritas membantu anak dalam berkata tegas dan mampu membela dirinya sendiri ketika teman melakukan pembullyan. penanamannya melalui memberikan tugas sebagai pemimpin upacara, ketika anak mengiyakan maka diwaktu kegiatan upacara anak harus melakukannya.
    Gotong Royong, melatih anak untuk salaing membantu dan menghargai orang lain. Gotong royong diterapkan dalam piket kelas, dan kegitan-kegiatan disekolah yang lain yang perlu dikerjakan bersama-sama Melalui PPK tersebut, akan semakin mematangkan karakter anak. Karakter yang kuat dan melekat pada anak akan terbawa sampai jenjang pendidikan selanjutnya dan membantu anak untuk membentengi diri dari pengaruh luar.
    Masyarakat sendiri membantu dalam pembentukan karakter anak. Hal tersebut terbukti dengan masyarakat yang baik, anak akan memiliki karakter yang baik pula. Anak yang berkarakter akan memiliki rasa sopan santun yang tinggi keika bersosialisasi dengan masyarakat sekitar yang lebih tua dibandingkan anak yang memiliki karakter kurang.
  • Character of Studied In Pakistan, Ada apa dengan Pakistan?

    Character of Studied In Pakistan, Ada  apa dengan Pakistan?

    we should never stick to single work but always trying to improve our thinking. then result will be bright InshaAllah. we should be winners or loser. but if we would lose, we have to restrengthen ourselves.
    Sebuah kata yang dibicarakan oleh pemikiran teman yang berada di pakistan. maksudnya, agar pendidiikan dibenahi dengan awal kita memulainya. sejauh manapun berbuat tidak pernah surut akan hal yang telah kita ucap dan kita lakukan. sesuatu pekerjaan akan terasa ringan bila dilakukan bersama-sama. begitulah pendidikan yang sebenarnya. jika pendidikan, hanya kehendak sang dosen atau sang atasan tidak akan ada artinya dunia ini walaupun diperbanyak sekolah pendidikan
    Perusahaan yang menjanjikan seseorang untuk menjadi karyawan ialah bukan dilihat dari ijazah perguruan tinggi. melainkan keahlian yang dimilikinya. lalu apa artinya, pendidikan berlama-lama untuk mendengarkan dan berlatih? ada beberapa alasan. 
    Alasan yang pertama ialah, selama kita berproses dalam pendidikan maka kita akan tahu lelahnya sebuah pembelajaran. lebih baik lelah daripada bodoh untuk selamanya.
    Alasan yang kedua ialah, selama proses tersebut kita gunakan dengan pencarian bakat yang ada dalam diri kita. kita tidak pernah tahu bakat kita seperti apa? namun, karena proses yang panjang itu membuat kita untuk memulai sebuah perjalanan panjang yang sangat bermakna. 
    Alasan yang ketiga ialah tiada pribadi yang terlatih selain terus berlatih setiap hari. dengan berlatih maka akan membuat kita makin tertantang sebuah proses. proses yang membuat kita akan ujian yang dihadapi masa mendatang.
    awal-awal dalam perkuliahan pasti akan bersemangat. namun, ketika dibalikkan dengan banyak perubahan. maka, sesuatu itu akan menjadi terbalik dengan banyaknya kejenuhan. dikarenakan kata-kata yang salah atau niatnya yang berbeda.  sama halnya perumpaan ketika memulai untuk menulis. 
    the first thing to do is to write according to what you think. after that write, what you feel. what you read then is written with the essence. then pour in the experience and discussed in writing. i hope and i think i will write in this way. maybe i hope too you studied for fighting. may Allah help us.
  • Arti Pendidikan Bagimu ?

    Arti pendidikan bagimu ? ( kata teman-temanku )

    Arti pendidikan bagimu ? ( kata teman-temanku ) – Bagi setiap Muslim menuntut ilmu itu sama dengan ibadah. Selain itu, pendidikan juga perlu karena pendidikan itu bisa meningkatkan kualitas seseorang. Tidak akan ada seorang siswa dan mahasiswa jika tidak ada pendidikan. Hasan

    Arti pendidikan untukku,  Pendidikan itu segalanya. Bisa dikatakan sebagai baju, bisa pula sebagai nyawa.Apalagi aku  sebagai perempuan, yang nantinya  akan menjadi guru pertama untuk anak-anakku kelak. Pendidikan itu tidak hanya diperoleh ketika kita duduk dibangku sekolah ataupun PT, namun juga dalam keseharian. Dengan pendidikan kita akan tahu banyak hal, tak hanya dalam formal, non formal pun juga berlaku bahkan dalam keseharian pun  kita bisa mendapatkan sebuah pendidikan. Karena tidak semua pendidikan itu harus dari yg namanya sekolah atau PT. Ima Hariyanti
    Pendidikan menurutku adalah suatu hal yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, karena dengan pendidikan lah aku bisa mengenal dunia . Nada
    Menurut saya arti pendidikan itu adalah sarana untuk membuat kita sadar betapa bodoh dan tidak tahu-nya diri kita. Tapi,  Kalau konteksnya sekolah sd, smp, atau sma,  menurut saya ada baiknya pendidikan di negara kita itu  meniru kurikukum finlandia atau jepang. Soalnya,  kurikulum pendidikan di negara kita itu kadang  dicampuri dengan kepentingan politik,  hasilnya hampir tiap ganti menteri kurikulumnya juga ganti atau minimal terminologinya ganti. 
    Selain itu juga pendidikan di Indonesia itu terlalu terpaku kepada akademik bukab karakter yang akan membentuk siswa nantinya. Seharusnya sebelum diberi pelajaran,  karakter anak itu  di bentuk dulu agar kelak saat dia sudah punya ilmu tidak menjadi orang yang lebih buruk. Maksudnya adalah di Indonesia itu  dalam praktiknya  banyak juga yang pendidikannya lebih bagus (tinggi)  atau ilmunya lebih banyak justru jadi lebih buruk dari sebelumnya. Soalnya, dia merasa punya pendidikan lebih tinggi merasa derajatnya lebih tinggi juga dari orang yang  pendidikannya rendah. Ali Arfarisy
    Pedidikan menurut saya itu adalah  kita belajar sesuatu demi kehidupan yang lebih baik. Dimana sebagian besar ilmu tidak di dapat dari pendidikan melainkan pengalaman dan perjalanan hidup .p
    Pendidikan itu sangatlah penting bagi diri sendiri, memperdalam ilmu pengetahuan dan menjauhkan dari kebodohan. Meningkatkan talenta/ bakat yang  kita punya. Tanpa pendidikan kita tidak punya ilmu untuk masa depan.  Sarah
    Arti pendidikan bagimu ?  Sebagai seorang muslim menuntut ilmu itu wajib hukumnya, agar ahlak dan adab bisa berkesinambungan. Dan lewat pendidikan serta Al-Quran sebagai penopang untuk membentuk ahlak juga adab yang mulia. Azmi Abdurrafi
    Pendidikan menurut saya  lebih ke cara bagaimana kita bersosialisasi. Baik dalam lingkungan formal ataupun non formal yang bisa membawa dirinya kita menjadi lebih baik. aryandi
    Pendidikan menurut saya lebih kepada bagaimana cara mengatasi anak muda sekarang yg perkembangannya sangat tidak enak dipandang. Contohnya saja anak SD sekarang banyak sekali yang  mengkonsumsi komik-komik  ataupun minuman keras. Menurut pandangan saya hal itu sangat tidak baik, maka dari itu pendidikan lah yang harusnya berperan untuk mengatasi hal tersebut yang sekarang ini sudah menjadi kebiasaan.Ovy
    Pendidikin adalah bekal manusi untuk menghadapi masa yang akan datang. Atho
    Pendidikan adalah sesuatu yang kita terapkan dari yang telah kita dapat. Ilmu yang kita dapatkan itu di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tony
    Pendidikan itu penting, terutama sangat berguna bagi rakya-rakyat kecil yang berada di indonesia. Meski kebanyakan pendidikan memang sudah bagus dan di terapkan di desa desa terpencil. Tapi, terkadang mereka belum mengetahui betapa pentingnya pendidikan. Faktor utamanya adalah karena pendidikan memerlukan biaya. Maka dari itu aku ingin membangun perekonomian Indonesia untuk lebih baik lagi. Djulian
    Pendidikan menurutku itu bukan hanya untukku, tetapi akan ku bagi kepada orang lain yang selalu haus ilmu sepertiku. Aku tidak ingin ilmuku itu hanya untuk diriku sendiri, karena tidak akan ada artinya bila ku hidup hanya untuk diriku sendiri. Gugun Kurnia
    Pendidikan menurutku itu bukan hanya untuk mencari pengakuan dari masyarakat bahwa kita mampu sekolah dan melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi, pendidikan itu merupakan sebuah alat, sarana, juga modal untuk kita hidup di masa depan. Yang terus di barengi dengan doa dan usaha agar semua cita-cita kita bisa tercapai. Iip Nadhifah
    Pendidikan itu merupakan sebuah usaha, usaha meningkatkan SDM dan taraf hidup seseorang. Menurut saya sejauh ini pemerintah sudah cukup baik dalam mengelola perihal pendidikan, karena di sekolah saya setelah lulus sekolah pemerintah memberikan dana kepada kami untuk mengembangkan usaha dalam bidang ketahanan pangan. Tentu tidak mudah untuk mendapatkan itu, saya harus berusaha terlebih dahulu tentunya. Tetapi, untungnya para guru dan siswa bekerja sama untuk meningkatkan kualitas SDM para siswa dan selalu membimbing kami asalkan kami mau berusaha untuk terus maju. Hasna Afifah.
    Pendidikan itu penting, apalagi di zaman modern seperti sekarang. Tujuannya tentu untuk melawan dan membentengi diri agar kita tidak kalah saing juga untuk menciptakan manusia yang intelektual. Norma lestari
    Pendidikan itu penting, karena berpengaruh kepada hidup kita. Pendidikan itu bisa menambah wawasan kita, mengajarkan etika dan tatakrama, serta untuk terus berfikir kritis atau logis. Pendidikan juga mengajarkan kita tentang berbagai pengetahuan dan cara bersosialisasi dengan orang lain. Nyimas wangi 
  • Peran Perempuan dalam Membangun Peradaban

    Peran Perempuan dalam Membangun Peradaban


    Peran Perempuan dalam Membangun Peradaban – Bicara tentang wanita, erat kaitannya dengan cantik rupa atau paras. Namun, di zaman yang semakin maju ini, kecantikan wanita bukanlah hal yang utama. Cantik aja nggak cukup euy, bener nggak? hehe… Selain cantik, wanita juga harus pandai. Mengapa? Ya, sebab wanita kelak akan menjadi sosok ibu. Dan sosok ibu inilah yang akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak. Jadi, sebagai wanita bukan hanya pandai merias diri, namun juga harus pandai dari segi intelektualnya. Dalam arti berpengetahuan tinggi, dan berwawasan luas.
    Pendidikan menjadi salah satu wadah yang dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang luas. Mungkin ada sebagian orang yang masih memiliki mindset purba dimana ia berfikir bahwa “Buat apa wanita sekolah tinggi-tinggi, toh nanti juga ujung-ujungnya ngurusin dapur.” Hey, buang jauh-jauh mindset tersebut. Let’s change our mindset guys! :). Marilah kita ubah mindset purba tersebut menjadi mindset yang lebih global.
    Ingat, sejak Ibu kita Kartini mempelopori gerakan Emansipasi Wanita, maka sejak itulah wanita bisa semakin maju ke depan dan tidak ada larangan untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Jadi, apa salahnya jika wanita berpendidikan tinggi agar memiliki wawasan yang luas agar kelak dapat mendidik anak-anaknya dengan baik.
    Mahar Magandi pernah berkata bahwa “Jika kita menyekolahkan satu anak laki-laki, maka kita hanya mencerdaskan satu orang. Namun, jika kita menyekolahkan 1 perempuan, maka sama halnya kita membangun peradaban.”
    Nah loh, terbukti kan kalau wanita memang mempunyai peran yang sangat besar yaitu membangun peradaban. Maka dari itu, wanita perlu berpendidikan. Hasil dari pendidikan itulah yang akan digunakan untuk membangun peradaban, melahirkan generasi-generasi yang cerdas akalnya dan cantik akhlaknya.
  • Teori Intelegensi (Kecerdasan) Ganda Gardner Beserta Penerapannya

    Teori Intelegensi (Kecerdasan) Ganda Gardner Beserta Penerapannya

    Teori Intelegensi (Kecerdasan) Ganda Gardner Beserta Penerapannya – Halo sobat Shalaazz, Menurut kebanyakan orang, menganggap bahwa seorang yang memiliki IQ tinggi, bisa menjamin kesuksesan dalam hidupnya.

    Sehingga tingkatan IQ seseorang menjadi tolok ukur terpenting untuk keberhasilan seorang tersebut. Padahal kesuksesan tidak serta merta diukur dengan IQ. Banyak orang memiliki IQ tinggi tetapi emosinya tidak stabil sehingga sulit berkosentrasi.  

    Ada pula yang beranggapan bahwa seorang yang pintar ilmu matematika, dia lebih pintar dibandingkan seorang yang pintar dalam ilmu bahasa. Banyak terjadi di masyarakat kita yang seringkali membandingkan anak yang duduk di kelas IPA dan IPS.

    Menurut mereka, anak IPA lebih pintar dari anak IPS dikarenakan mata pelajaran di kelas IPA berkaitan dengan ilmu pasti yang matematis. Berbeda dengan anak IPS yang kebanyakan belajar tentang teori lingkungan yang tidak terlalu banyak membutuhkan perhitungan.  

    Sehingga banyak orang tua yang merasa sangat bangga bila anaknya berada di kelas IPA dibanding di kelas IPS. Tidak jarang pula mereka terkadang memaksa bahkan mengancam anaknya untuk berada di kelas IPA. Padahal sebenarnya setiap orang memiliki bermacam-macam intelegensi yang telah disadari sejak kecil. Intelegensi bukanlah tunggal, melainkan banyak atau biasa juga disebut dengan intelegensi ganda.  

    Teori intelegensi ganda (multiple intelligence atau MI) ditemukan oleh seorang ahli psikologi perkembangan dan professor pendidikan dari Graduate School of Education, Havard University, Amerika Serikat, bernama Howard Gardner. Ia mulai menulis gagasannya tentang intellegensi ganda dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind (1983), Multilpe Intelligence (1993), Intelligence Reframed (2000). Sejak tahun  1983 sampai dengan 2003,

    Gardner juga menjadi Direktur Proyek Zero di Harvard University. Proyek Zero adalah pusat penelitian dan pendidikan cara belajar, berpikir, dan kreativitas dalam mempelajari suatu bidang bagi individu dan istitusi.  

    Menurut Gardner, Inteligensi adalah kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu seting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata. Inteligensi yang dikembangkan oleh Gardner dalam bukunya antara lain:  

    Baca juga: Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Melalui Penyeimbangan Otak Kiri dan Kanan

    1.  Inteligensi linguistic (linguistic inteligence) )

    kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata-kata secara efenktiif baik secara oral maupun tertulis, seperti dimiliki penyair, sastrawan, editor, jurnalis, dramawan, pemain sandiwara, maupun orator.  

    2.      Intelegensi matematis-logis (logical-mathematical intelligence)

    Kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika secara efektif, seperti dipunyai seorang matematikus, saintis, programmer, dan logikus.  

    3. Intelegensi ruang (spatial intelligence)

    Kemampuan untuk menangakap dunia ruang-visual secara tepat, seperti dipunyai para pemburu, arsitek, navigator, dan decorator.  

    4. Inteligensi kinestetik-badani (bodil kinesthetic intelligence)

    Kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan seperti ada pada actor, atlet, penari, pemahat dan ahli bedah.  

    5. Inteligensi musical (musical intelligence)

    kemampuan untuk mengembangkan, menegskpresikan, dan menikmati bentuk-bentuk music dan suara. Di dalamnya termasuk kepekaan akan ritme, melodi, dan intonasi. Kemampuan menggunakan alat music, menyanyi, menciptakan lagu, menikmati lagu, music dan nyanyian, seperti musisi, vionis, komponis, vocalis, dan lain sebagainya.  

    6. Inteligensi interpersonal (interpersonal inteligece), yaitu kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intnsi, motivasi, watak, tempramen orang lain. Biasanya dimiliki oleh para komunikator, fasilitator, dan penggerak massa.  

    7. Intelegensi intrapersonal (intrapersonal intelligence), yaitu kemampuan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengenalan diri itu.  

    8. Intelegensi lingkungan (naturalist inteligence), yaitu  kemampuan seseorang untuk dapat mengerti fliora dan fauna dengan baik, dapat membuat distingsi konsekuensi lain dalam alam natural, kemampuan memahami dan mengerti alam, seperti Charles Darwin.  

    9. Intelegensi eksistensial (existential intelligence),

    intelegensi ini lebih menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam, contohnya seorang filsuf seperti Sokrates, Plato, Thomas Aquinas, Descartes, Kant dan lain sebagainya.      

    Dalam analisis Gardner, apabila kesembilan intelegensi diatas memiliki beberapa kriteria antara lain:  

    • Terisolasi dalam bagian otak tertentu
    • Kemampuan itu independen
    • Memuat satuan operasi khusus
    • Mempunyai sejarah perkembangan sendiri
    • Berkaitan dengan sejarah evolusi zaman dulu
    • Dukungan psikologi eksperimental  
    • Dukungan dari penemuan psikometrik  
    • Dapat disimbolkan  

    Menurut Gardner, setiap orang memiliki beberapa intelegensi yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan sehingga berfungsi dalam diri orang tersebut. Selain itu setiap orang bisa saling membantu dengan kemampuannya masing-masing tanpa ada rasa ingin unggul dan bersikap individualistis.

    Kemampuan-kemampuan itu sebenarnya telah ada sejak kecil sebagai karunia dari Tuhan. Setelah itu, kita sendirilah yang harus mengasah dan mengembangkannya untuk kebutuhan kita sendiri dan masyarakat.  

    Kawan-kawan mari kita cari tahu kemampuan kita dan jangan lupa diasah! Focus pada satu tujuan serta jalani satu persatu-satu secara seimbang. Bukan hanya untuk kita melainkan untuk orang lain pula agar kita bisa bermanfaat orang lain.

    Salah satu bukti Tuhan menciptakan manusia dengan kesempurnaan dan fasilitas yang tiada bandingnya. So, jangan lupa bersyukur tentang setiap yang kalian dapatkan. Salam pendidikan                                

    Daftar Pustaka:   Suparno, Paul. 2009. Teori Intelegensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.  

  • Jangan Salah Kaprah! Sekolah Kedinasan dan Ikatan Dinas itu Ada Bedanya

    Jangan Salah Kaprah! Sekolah Kedinasan dan Ikatan Dinas itu Ada Bedanya

    Jangan Salah Kaprah! Sekolah Kedinasan dan Ikatan Dinas itu Ada Bedanya – Perbedaan Sekolah kedinasan dan Ikatan dinas – Menjelang kelulusan bagi siswa – siswi SMA atau sederajat bukanlah hal yang tepat untuk bersantai saja, ada banyak gerbang baru yang siap mengantarkan mereka menuju impian masing – masing, misalnya tempat untuk mengenyam pendidikan lanjutan di perguruan tinggi. Ketidak kenalan dengan instansi perguruan tinggi yang ingin dimasuki bisa menjadi masalah besar di masa yang akan datang. Ada istilah tertentu yang harus benar – benar dipahami bagi calon mahasiswa, salah satunya tentang sekolah kedinasan dan ikatan dinas. Tampaknya istilah ini serupa, padahal berbeda. Yuk sahabat shalaazz mari kita simak uraian berikut.
    Perguruan tinggi yang menyandang istilah sekolah kedinasan dan ikatan dinas biasanya menjadi sasaran yang empuk bagi calon mahasiswa karena adanya anggapan tentang biaya kuliah yang gratis, mendapat uang saku pendidikan bahkan jaminan penempatan kerja langsung setelah lulus. Nah ternyata sekolah kedinasan dan ikatan dinas itu tidak semuanya memberikan jaminan yang digaung – gaungkan oleh masyarakat awam pada umumnya.
    Sekolah kedinasan sendiri memiliki pengertian sekolah yang mendapatkan naungan atau dibawahi oleh dinas tertentu atau badan milik pemerintah Negara yang nantinya lulusan tidak mendapat jaminan bekerja di dinas yang menaungi institusi pendidikan tersebut. Contohnya AMG (AKademi Metereologi dan Geofisika, Pd,Betung Bintaro, Tangerang, Banten) merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Meteorologi dan Geofisika, AKMIL (TNI Angkatan Darat Magelang Jawa Tengah), merupakan sekolah kedinasan yang dinaungi oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN), POLTEKKES di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan masih banyak lagi. Informasi terkait daftar sekolah kedinasan akan diulas pada artikel selanjutnya, jadi pantau terus www.shalaazz.com.
    Nah sedangkan untuk sekolah ikatan dinas memiliki arti bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah yang dibawahi oleh dinas tertentu dan nantinya lulusan akan direkrut untuk bekerja di Dinas yang menaungi tersebut. Sekolah ikatan dinas terbagi lagi menjadi 2 yaitu ikatan dinas 100% dan ikatan dinas tidak 100%. Ikatan dinas 100% merupakan sekolah yang mendapatkan keuntungan secara menyeluruh termasuk di dalamnya uang saku, tunjangan ikatan dinas tiap bulan, biaya kuliah gratis dan langsung diangkat bekerja di lingkungan kedinasan, misalnya AMG, AKIP, IPDN, STIS, STSN dan Akpol. 
    Sedangkan sekolah ikatan dinas tidak 100% merupakan sekolah yang tidak dipungut biaya kuliah atau gratis tetapi setelah lulus dalam pengangkatan kerja ataupun PNS tidak langung atau harus melewati serangkaian tes terlebih dahulu. Jika hasil tes dinyatakan lulus akan bisa bekerja di dinas terkait. Hal ini lah yang akan menjadi penyemangat bagi peserta didik sekolah ikatan dinas untuk belajar bersungguh – sungguh dalam proses pendidikannya. Sekolah ikatan dinas tidak 100% contohnya yaitu STAN. Informasi terkait sekolah ikatan dinas akan diulas pada artikel selanjutnya, jadi pantau terus www.shalaazz.com.
    Berdasarkan kedua uraian tersebut, sebenarnya dapat disimpulkan bahwa setiap sekolah ikatan dinas adalah kedinasan, tetapi tidak semua sekolah kedinasan menyelenggarakan ikatan dinas. Sebelum memasuki pendaftaran sangat penting untuk mencari informasi sedalam – dalamnya terkait sekolah ikatan dinas yang akan dituju. Telaah dengan baik sistem yang institusi berlakukan dalam proses pendidikan. Mengingat adanya jaminan yang menggiurkan bagi lulusan sekolah ikatan dinas 100% tentu akan ada persyaratan ketat untuk memasukinya, maka pastikan anda telah menguasainya dengan sempurna.
  • Bijak dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Pendidikan

    Bijak dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Pendidikan


    Bijak dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Pendidikan – Teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Informasi banyak diakses melalui media elektronik, begitu pula dengan pengetahuan. Pendidikan merupakan salah satu yang terkena dampak terbesar dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Sejak tahun 2007 di Indonesia

    TIK mulai masuk dalam pembelajaran wajib mulai dari SD, SMP, dan SMA. Dengan cara tersebut diharapkan guru dan peserta didik melek teknologi. TIK menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan. Teknologi dalam pendidikan memiliki fungsi sebagai media pembelajaran, sebagai sumber informasi, sebagai numerikal, sebagai tempat menyeleseikan suatu masalah, dan sebagai pengasahketerampilan.

    Gerakan global belajar abad 21 dan kurikulum 2013 di Indonesia mengharuskan pembelajaran yang mengintegrasi,menyatu dan menyeluruh, sehingga pembelajaran disarankan menggunakan TIK.  TIK membantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. TIK membantu peserta didik untuk menggali banyak informasi untuk menunjang pembelajaran.

    Peserta didik dalam kurikulum 2013 diminta untuk berkreasi, kreatif dan berfikir kritis. Guru memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran untuk menampilkan apa yang tidak bisa dijadikan media secara nyata. Guru berfungsi sebagai fasilitator untuk peserta didiknya, namun guru dalam pembelajaran berbasis TIK diminta untuk selalu berinovasi dalam pembelajaran. Pembelajaran menggunakan TIK menjadi wahana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik dan menyediakan pengalaman yang inovatif, membantu memperdalam pemahaman konsep, dan memotivasi peserta didik untuk belajar.  

    Beda di indonesia beda pula di negara lain, salah satunya yaitu di negara Singapura.  Pendidikan Singapura menjadikan buku dan pensil pelengkap daalam pembelajaran berbasis TIK dan menjadikan teknologi sebagi tempat belajar yang menarik. Pendidikan singapura memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran seperti tweeter, wiki, facebook, dan blog.

    Sebagai contoh pengalihan penggunaan facebook yang sebelumnya hanya untuk bermain atau hiburan kini menjadi tempat untuk belajar peserta didiknya. Peserta didik memberikan suatu permasalahan pada postingannya dan teman lain memberikan tanggapannya pada kolom komentar. Peserta didik dapat membahas permasalahan secara berkelanjutan dengan membalas setiap komentar yang diberikan untuk setiap postingan. Pemanfaatan media sosial mampu menumbuhkan bakat dan minat peserta didik. Peserta didik tidak hanya menyerap pengetahuan namun juga menghasilkan suatu pengetahuan. Kolaborasi antara guru dan peserta didik dalam pembelajaran menggunakan TIK sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal.

  • Pendidikan Seni Berbasis Kearifan Lokal Harus Terus digiatkan

    Pendidikan Seni Berbasis Kearifan Lokal Harus Terus digiatkan
    “Sebuah bangsa akan besar karena pemuda dan budayanya.” Hal itu yang kerap kali disampaikan oleh guru saya saat duduk di bangku SMA. Dan seiring perkembangannya, saya mulai memahami peran pemudan dan budaya dalam sebuah bangsa yang besar.  Saya banyak mendengar Kabupaten dan kota-kota kecil yang dipimpin orang yang tepat dan mau peduli pada kebudayaan dan potensi yang di miliki wilyahnya, membuat kabupaten tersebut  menjadi jauh lebih berkembang disbanding kabupaten lainnya. Sebagai contoh Kota Banyuwangi.  
    Jika dilihat, saat ini Banyuwangi telah berkembang jauh lebih pesat dibanding Kota-kota besar lainnya. Mulai dari sektor perekonomian, budaya, kuliner dan pariwisatanya yang berbasis kearifan lokal. Segala kearifan lokal diangkat di kota tersebut, mulai yang paling kecil sampai yang sudah terkenal sebagai budaya khas dari Kota Banyuwangi. 
    Segala  hal yang hadir ditengah-tengah  kehidupan masyarakat yang dinilai sebagai bagian dari kultur masyrakat dan budaya diperkenalkan pada turis asing maupun domestik, hingga tak terhitung berapa desa budaya, evet budaya dan pariwisata yang dibuat dan dikembangkan sampai hari ini. Pada akhirnya semua itu telah  mengangkat Banyuwangi menjadi kota yang  eksotis dan kaya akan budaya. Eksistensi kebudayaan dan kearifan lokal seharusnya harus tetap selalu dijaga. 
    Kebudayaan seharusnya harus selalu bersinggungan dengan lingkungan sekitar, baik lingkungan fisik dan non fisik. Proses pembentukan budaya berlangsung berabad-abad dan teruji sehingga membentuk suatu komponen yang handal, terbukti dan diyakini dapat membawa kesejahteraan lahir dan batin. Komponen inilah yang disebut dengan jati diri yang pada akhirnya akan menjelma menjadi jati diri dan cerminan dari sebuah bangsa
    Di dalam jati diri  bangsa terkandung kearifan lokal  yang merupakan hasil dari kearifan lokal dari berbagai suku bangsa, kearifan lokal inilah seharusnya dirajut dalam satu kesatuan kebudayaan untuk mewujudkan suatu bangsa yaitu, Bangsa Indonesia. Budaya dilahirkan beribu tahun yang lalu sejak manusia ada di Bumi. Kebiasaan yang bagai telah menjadi dan membentuk perilaku manusia tersebut diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Budaya itu sendiri merupakan suatu produk dari akal budi manusia. 
    Dalam pergiliran budaya antar generasi ini dibutuhkan adanya generasi perantara yang sudah mampu melakukan pemahaman dari generasi tua dan mampu mengkomunikasikan kedalam bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh generasi selanjutnya. Masing-masing daerah mempunyai keunggulan potensi daerah yang perlu dikembangkan yang lebih baik lagi. Keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing daerah sangat bervariasi. Dengan keberagaman potensi daerah ini perlu mendapat perhatian khusus bagi pemerintah daerah sehingga anak-anak tidak asing denga daerahnya sendiri dan faham betul tentang potensi dan nilai-nilai serta budaya daerahnya sendiri sesuai dengan tuntunan ekonomi global.
    Di tengah pusaran pengaruh hegemoni global tersebut, fenomena yang terjadi juga telah membuat lembaga pendidikan serasa kehilangan ruang gerak. Selain itu juga membuat semakin menipisnya pemahaman peserta didik tentang sejarah lokal serta tradisi budaya yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu maka alangkah lebih baiknya jika diupayakan bagaimana caranya agar aneka ragam budaya yang telah kita miliki tersebut bisa kita jaga dan kita lestarikan bersama. Dengan pendidikan yang berbasis pada local wisdom (kearifan lokal) maka kita bisa optimis akan terciptanya pendidikan yang mampu memberi makna bagi kehidupan manusia Indonesia. Artinya pendidikan kemudian akan mampu menjadi spirit yang bisa mewarnai dinamika manusia Indonesia ke depan.
    Derasnya arus globalisasi, modernisasi dan ketatnya puritanisme dikhawatirkan dapat mengakibatkan terkikisnya rasa kecintaan terhadap kebudayaan lokal. Sehingga kebudayaan lokal yang merupakan warisan leluhur terinjak-injak oleh budaya asing, tereliminasi di kandangnya sendiri dan terlupakan oleh para pewarisnya, bahkan banyak pemuda yang tak mengenali budaya daerahnya sendiri. Mereka cenderung lebih bangga dengan karya-karya asing, dan gaya hidup yang kebarat-baratan dibandingkan dengan kebudayaan lokal di daerah mereka sendiri
    Dari permasalahan yang nyata tersebut, saya percaya bahwa pendidikan karakter mampu menanamkan nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. 
    Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Pendidikan nasional kita harus mampu membentuk manusia yang berintegritas tinggi dan berkarakter sehingga mampu melahirkan anak-anak bangsa yang hebat dan bermartabat sesuai dengan spirit pendidikan yaitu memanusiakan manusia.
    Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai upaya mendorong para pelajar tumbuh dan berkembang dengan kompetensi berfikir dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral dalam hidupnya serta mempunyai keberanian melakukan yang benar, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.Pendidikan karakter tidak terbatas pada transfer pengetahuan mengenai nilai-nilai yang baik, tetapi menjangkau bagaimana memastikan nilai-nilai tersebut tetap tertanam dan menyatu dalam pikiran serta tindakan. 
    Upaya membangun karakter pemuda berbasis kearifan budaya lokal sejak dini melalui jalur pendidikan dianggap sebagai langkah yang tepat. Sekolah merupakan lembaga formal yang menjadi peletak dasar pendidikan. Pendidikan di sekolah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peranan yang amat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Melalui pendidikan di sekolah diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Jika menilik pada tujuan pendidikan nasional, maka manusia yang berkualitas tidak hanya terbatas pada tataran kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotor.
    Contoh implementasi yang dapat kita terapkan di luar sekolah adalah dengan aktif mengadakan seminar (workshop) tentang pendidikan karakter dan kearifan budaya lokal kepada para pemuda. Tentunya serangkaian kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan metode yang sesuai dengan gaya pemuda masa kini agar lebih menarik dan terkesan tidak kuno. Pendirian komunitas pemuda peduli budaya juga dapat menjadi inovasi dan memberikan motivasi bagi para pemuda dalam menerapkan pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal. 
    Disamping itu, tradisi-tradisi yang menekankan pada kegotong royongan dianggap perlu diaplikasikan dan disisipkan pada kegiatan-kegiatan kesiswaan di sekolah. Kemudian, untuk mendukung proses pembelajaran para pemuda terhadap sejarah dan kebudayaan lokal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebaiknya dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mendirikan museum sejarah kebudayaan dan wahanahandicraft yang berisikan pernak-pernik kerajinan tangan hasil karya pemuda.
    Selain untuk memperkenalkan kebudayaan lokal terhadap kaum pemuda, pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal juga memiliki tujuan mengubah sikap dan juga perilaku sumber daya manusia yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Manfaat dari penerapan budaya yang baik juga dapat meningkatkan jiwa gotong royong, kebersamaan, saling terbuka satu sama lain, menumbuhkembangkan jiwa kekeluargaan, membangun komunikasi yang lebih baik, serta tanggap dengan perkembangan dunia luar.
    Agar eksistensi budaya tetap kukuh, maka kepada generasi penerus dan pelurus perjuangan bangsa perlu ditanamkan rasa cinta akan kebudayaan lokal khususnya di daerah sekolah harus dengan intens dan kontinyu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam proses pembelajaran, ekstra kurikuler, atau kegiatan kesiswaan di sekolah. Misalnya dengan mengaplikasikan secara optimal Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal. Dengan demikia, maka kita adakn dapat terus melestarikan kebudayaan lokal yang kita miliki
  • Potensi Pendidikan Indonesia di mata Dunia

            

    Potensi Pendidikan Indonesia di mata Dunia

    Potensi Pendidikan Indonesia di mata Dunia – Baiklah, teman-teman di sini saya akan membahas masalah pendidikan Indonesia khususnya di mata dunia. Bagaimana sih pandangan mereka tentang pendidikan yang ada di negara kita? Apakah sependapat dengan yang mereka pikirkan dengan apa yang kita pikirkan? Kalian sudah pasti tahu, apa bedanya pendidikan yang ada di Indonesia dengan pendidikan di luar negeri bukan?
    Nah, kita dapat mengetahui perbandingan kualitas pendidikan Indonesia dengan negara-negara  lain melalui perhitungan – perhitungan yang dilakukan lembaga-lembaga internasional. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan data-data statistik dan menghasilkan suatu nilai peringkat yang menunjukan perbedaan kualitas pendidikan di negara-negara.
    PBB adalah lembaga resmi yang menjadi salah satu patokan Indonesia menilai kemajuan di bidang pendidikan terutama. PBB melalui UNDP (United Nations Developments Programme) mengukur tingkat kemajuan negrara-negara dalam bidang pembangunan manusia, disebut dengan human development index (HDI) . HDI ditentukan melalui berbagai aspek, salah satunya adalahy aswpek pendidikan.

    Berdasarkan laporan HDI UNDP tahun 2015 silam, Indonesia berada di peringkat 110 dari 188 negara. Pada posisi ini, di dalamnya terdapat nilai kualitas pendidikan yang rendah bagi Indonesia. Skor untuk kemampuan murid usia 15 tahun. Dalam bidang Membaca, Matematika dan Ilmu Pengetahuan, semuanya di bawah 400 (tingkat menengah). Selama tahun 2005-2014 indonesia hanya menggunakan 3,6 % dari pendapatan domestic Bruto (PDB) untuk pendidikan.

    Negara-negara dengan kualitas pendidikan yang tinggi menghabiskan dana sekitar 5-7% dari GDP (PDB) mereka; dengan anggaran sebesar itu mereka menghasilkan skor di atas 400 (tinggi) untuk kemampuan di semua bidang .

    Menurut laporan PISA 2015- program yang mengurutkan kualitas system pendidikan di 72 Negara juga – Indonesia menduduki peringkat ke 62. Dua tahun sebelumnya (PISA 2013) . Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah atau peringkat 71.

    Pisa membuat peringkat tersebut dengan cara menguji pelajar usia 15 tahun untuk mengetahui apakah mereka memiliki kemampuan dan pengetahuan – di nidang ilmu pengetahuan alam, membaca, dan matematika – yang di perlukan agar bisa berpartisipasi penuh dalam masyarakat modern. PISA berlandaskan asumsi bahwa seseorang bisa sukses di ekonomi modern bukan karena  apa yang mereka tahu, tetapi apa yang bisa mereka lakukan dengan apa yang mereka tahu.

    Negara yang memiliki pendidikan terbaik di dunia tahun 2015

    1.Singapura
    2.Jepang
    3.Estonia
    4.Taipei
    5.finlandia

    10 Negara yang memiliki sistem pendidikan paling maju tahun 2016 adalah ( berurut dari yang pertama ) : Korea Selatan, Jepang, Singapura, Hongkong, Finlandia, Inggris, Kanada, Belanda, Irlandia, dan Polandia).Di Negara – Negara tersebut system pendidikan sudah berbasis teknologi, menggunakan anggaran yang besar, jumlah jam belajar yang tinggi, pencapaian murid yang tinggi, dan pembangunan pendidikan nasional yang merata .

    Kemajuan bidang pendidikan adalah  tanggung jawab kita semuasebagai bangsa. Tapi Indonesia tak bisa meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan pendidikan nasional tanpa kerja, dan belum meratanya pendidikan di pelosok negeri ini. Masalah yang ada dalam pendidikan menjawab banyak macam persoalan bangsa. Kita tak bisa menyangkal bahwa Indonesia masih banyak tertinnggal di banyak bidang.

    Pendidikan dimasa lalu menentukan kemampuan bangsa saat ini, pendidikan saat ini menentukan kemampuan bangsa di masa yang akan dating . Berbagai persoalan bangsa yang kita hadapi tidak terlepas dari akibat mutu pendidikan yang masih buruk.Jika mutu pendidikan nasional sudah maju, Indonesia bisa mengharapkan kemajuan bangsa di masa depan. Kapan pendidikan di Indonesia akan maju? Itu tergantung kita dan semua dari kita yang harus memulainya.

    Nah, dari saya sendiri jika ingin pendidikan di Indonesia itu baik. Sebaiknya, kita harus merubah sistem pendidikannya. Salah satunya pada anak anak sekolah. Dan tentu juga anak kuliah yahehe… Biar ga ada skripsinya… Wkwkwk…  Itu bikin pusing yah? Yaudah jalani aja dengan ikhlas, karena proses tak menghianati hasil. Yang penting ilmunya sudah ada di kita, tinggal kita aplikasi kan dan membawa pendidikan di Indonesia menjadi lebih maju dari negara lain. Terima kasih…..
  • Beginilah Kualitas SDM di Bali yang Memprihatinkan

    Beginilah Kualitas SDM di Bali yang Memprihatinkan
    Beginilah Kualitas SDM di Bali yang Memprihatinkan – Kebanyakan manager di hotel-hotel berbintang di Bali adalah orang asing. Hal ini menunjukkan bahwa orang Bali sendiri belum siap mengelola hotel-hotel besar bertaraf internasional. Pendidikan penduduk  Bali asli tidak memenuhi kualifikasi yang diperlukan untuk menjadi manager kelas dunia.
    Bali diserbu pendatang dari luar untuk bekerja di Bali. Secara akademis tenaga kerja dari luar Bali mempunyai kualitas yang lebih tinggi. Kaum pendatang lebih siap di setiap lapangan kerja. Orang-orang Bali tidak memiliki kesempatan yang sama dalam mengisi lowongan pekerjaan yang dibuka oleh pebisnis-pebisnis besar. Pengusaha luar mendatangkan tenaga kerja tersendiri, sehingga tenaga kerja lokal gigit jari.
    Penyelenggara pendidikan di Bali perlu diawasi mutunya. Jika tidak sekolah-sekolah di Bali lulusannya tidak berdaya untuk bersaing memperebutkan kesempatan kerja dalam bidang  pariwisata. Ironis sekali, Bali daerah tujuan wisata internasional tetapi tenaga kerja orang lokal  tidak memenuhi syarat yang ditetapkan oleh hotel-hotel berbintang.
    Generasi muda Bali mesti bangkit dari keadaan terpuruk ini. Peluang ada di depan mata, tinggal memanfaatkannya sebaik-baiknya. Persaingan dalam memasuki kesempatan kerja di hotel-hotel berbintang sangat ketat. Pemuda dan pemudi Bali harus mempersiapkan diri sedini mungkin agar tidak kehilangan momen berharga dalam hidup ini.
  • 6 Keterampilan Abad 21 yang Harus di Miliki

    6 Keterampilan abad 21 yang Harus di Miliki
    6 Keterampilan abad 21 yang Harus di Miliki – Abad 21 atau dikenal dengan abad pengetahuan mengharuskan seseorang untuk memiliki keterampilan. Keterampilan menjadi suatu bekal yang bermanfaat untuk menunjang kesuksesan pada setiap individu. Abad 21 didukung dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi, perubahan demograsi, globalisasi dan lingkungan. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi individu yang kurang memiliki keterampilan akan tengelam oleh zaman. Mengatasi hal itu, dalam dunia pendidikan adanya keterkaitan antara peserta didik, guru dan kurikulum untuk mewujudkan keterampilan pada peserta didik.  

    Keterampilan yang dikuasai bagi peserta didik dalam abad 21 yaitu:

    a.      Keterampilan Berfikir Kritis & Kreatif

    Di abad ini harus memiliki pemikiran yang kritis, untuk menggali pengetahuan dan memberikan alasan yang logis untuk sebuah pertanyaan.  Berfikir kritis dan kreatif termasuk dalam kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher other thinking). Berfikir menggunakan keterampilan berpikir secara efektif untuk membantu seseorang membuat sesuatu, mengevaluasi, dan mengaplikasikan keputusan sesuai dengan apa yang dipercaya atau dilakukan.

    b.      Keterampilan Pemecahan Masalah

    Keterampilan pemecahan masalah merupakan keterampilan proses yang kompleks yang memerlukan kreativitas peserta didik untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga dapat menemukan jawaban sekaligus menemukan solusi terhadap permasalahan yang ada.

    c.       Keterampilan Berkomunikasi

    Komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam kegitan sehari-hari saja namun dalam berinteraksi disuatu forum atau kelas juga membutuhkan komunikasi. Keterampilan komunikasi hendaknya dikuasai dengan baik, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi yang baik, akan memudahkan orang lain mengerti apa yang disampaikan oleh penyampai pesan.

    d.      Keterampilan Berkolaboratif

    Kolaboratif atau bekerjasama merupakan kegiatan berkelompok untuk menghasilkan sesuatu yang diambil dari keputusan bersama. Kolaboratif memerlukan kepekaan sesamanya, karena dalam kolaboratif menyatukan sifat, prinsip dan pendapat yang berbeda sehingga setiap anggotanya harus mampu mengenali sifat masing-masing anggota dan saling menghargai.

    e.       Keterampilan Kecakapan Hidup dan Karir

    Keterampilan kecakapan hidup dan karir meliputi (a) fleksibilitas dan adaptabilitas (Flexibility and Adaptability)yaitu siswa mampu mengadaptasi perubahan dan fleksibel dalam belajar dan berkegiatan dalam kelompok , (b) inisiatif dan mengatur diri sendiri (Initiative and Self- Direction) yaitu siswa mampu mengelola tujuan dan waktu, bekerja secara independen dan menjadi siswa yang dapat mengatur diri sendiri, (c) interaksi sosial dan budaya (Social and Cross Cultural Interaction) yaitu siswa mampu berinteraksi dan bekerja secara efektif dengan kelompok yang beragam, (d) produktivitas danakuntabilitas (productivity and Accountability) yaitu siswa mampu mengelola proyek dan menghasilkan produk dan (e) kepemimpinan dan tanggungjawab (Leadership and Responsibility)yaitu siswa mampu memimpin teman-temannya dan bertanggungjawab kepada masyarakat luas.

    f.       Keterampilan Belajar dan Inovasi

    Keterampilan Belajar dan Inovasi menjadikan seseorang untuk menjadi pembelajar seumur hidup (long life leaner). Belajar menghasilkan banyak pengetahuan, dari pengetahuan muncullah berbagai inovasi yang diciptakan. Inovasi yang baru akan menjadi daya tarik sendiri bagi peminatnya. Dunia pendidikan mengharuskan peserta didiknya untuk mampu berinovasi, agar mampu menciptakan lapangan kerja sendiri nantinya.

    g.      Keterampilan Teknologi Informasi Dan Komunikasi

    Semakin pesatnya perkembangan teknologi abad 21 mengharuskan seseorang untuk menguasai teknologi, dalam dunia pendidikan teknologi memiliki tempat tersendiri. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi suatu media dalam proses pembelajaran guna menunjang tercapainya dari tujuan pembelajaran yang telah dibuat. Adanya teknologi komunikasi dan informasi membantu peserta didik dan guru untuk mengetahui perkembangan dan mendapatkan informasi  dari belahan dunia. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya pemberi informasi pada peserta didik. Peserta didik dapat menjadikan teknologi komunikasi dan informasi untuk menambah wawasan. TIK juga mampu sebagai perantara untuk menjalin kerjasama dengan sekolah lain diluar negeri.
  • Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?‎

    Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?‎


    Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?‎ Pendidikan adalah hak segala bangsa katanya. Disebutkan juga dalam UU RI Pasal 5 ‎ayat (1) bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh ‎pendidikan yang bermutu. Lalu bagaimana dengan fakir miskin yang untuk makan ‎sehari-hari saja mereka kesulitan apalagi membayar harga akademis sebuah lembaga ‎pendidikan. Lalu bagaimana dengan anak kolong jembatan yang mungkin sudah tak ‎berbapak dan beribu. 
    Lalu bagaimana dengan pengamen jalanan yang demi sesuap nasi ‎rela berdesakan dalam bus, panas hujan diterjang, terkadang menerima hinaan. ‎Dimanakah letak hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Apakah ini salah ‎pemerintah? Salahkah Menteri Pendidikan? Atau ini adalah salah kita?‎
    Apakah biarkan saja mereka tak usah berpendidikan? Biarkanlah kursi jabatan ‎negara diisi oleh keturunan kaya raya. Apakah begitu sistem pendidikan negara ini. ‎Undang-undang yang dibuat untuk memajukan Indonesia. Sumber Daya Manusia ‎haruslah menjadi salah satu prioritas bangsa ini. Maka dibutuhkan realisasi yang nyata ‎akan hal itu. Maka kerjasama antara pendidik dan pemerintah sangatlah diperlukan.‎
    Tidak semua anak dilahirkan dengan kepandaian yang sama. Namun semua anak ‎memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang sama, seharusnya. ‎Apakah ini yang dikatakan bahwa Indonesia negara yang ramah? Hanyakah ramah pada ‎turis mancanegara namun acuh pada generasi bangsanya sendiri? Miris sekali jika melihat ‎kehidupan pengemis jalanan, pengamen, anak kolong jembatan atau fakir miskin yang ‎tak bisa mencecap rasanya menjalani kehidupan akademis dalam dunia yang bernama ‎‎“sekolah”. ‎
    Jalur pendidikan tidak hanya formal saja. Pasal 13 ayat (1) dalam UU RI ‎menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan ‎informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Jika pendidikan formal tak ‎mampu mereka kuasai, maka pendidikan nonformal menjadi alternatifnya. Dengan ‎memberikan wadah bagi mereka untuk menyalurkan bakat serta minatnya. Misalnya ‎dengan membuka lembaga kursus, lembaga pelatihan, atau kegiatan belajar lainnya. ‎Dalam hal ini, tak bisa hanya satu oknum yang berjalan tanpa sokongan dari pemerintah. ‎Negara yang baik adalah yang memperhatikan kehidupan rakyatnya termasuk ‎pendidikan. Apalagi negara telah mewajibkan rakyatnya untuk menempuh pendidikan ‎wajib belajar selama 12 tahun. Maka wujud realisasi dari poin tersebut haruslah ‎diwujudkan secara nyata.‎
    Jika membahas tentang pendidikan maka tak akan ada habisnya. ‎Memberdayakan para eks nara pidana, preman jalanan akan mengurangi angka ‎pengangguran di Indonesia. Tentunya hal tersebut tak hanya membutuhkan biaya yang ‎besar namun juga membutuhkan tenaga yang mampu menjalankan misi tersebut. Sebagai ‎warga negara yang mendapatkan kesempatan belajar lebih dari mereka yang kurang ‎beruntung, seyogyanya ikut andil dalam memajukan pendidikan Indonesia. Misalnya ‎dengan membuka rumah khusus untuk pelatihan bagi mereka yang kesulitan ‎mendapatkan pendidikan dengan merekrut beberapa tenaga kerja untuk melatih mereka.‎
    Kerja sama yang baik akan mengantarkan sedikit kemajuan bagi negara ‎Indonesia. Menteri Pendidikan tak hanya mengurus tentang Kartu Belajar atau ‎semacamnya namun juga bergerak langsung pada kenyataan hidup yang dijalani ‎masyarakat menengah ke bawah. Selain hal tersebut, pemerintah seharusnya juga ‎memperhatikan biaya pendidikan yang harus dikeluarkan bagi pelajar. Apakah biaya ‎tersebut sanggup dikeluarkan oleh kebanyakan masyarakat menengah ke bawah atau ‎tidak? Tengoklah sebentar negara tetangga yang maju. Apakah yang membuat negara ‎tersebut maju? Lalu analisis dan contohlah. Sumber Daya Manusia adalah salah satu ‎komponen negara maju. Maka dengan memperbaiki sistem pendidikan Indonesia akan ‎baik pula pendidikan generasi bangsa ini.  ‎
       
    DAFTAR RUJUKAN
    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan ‎Nasional. 2003. Dari http:// ‎http://www.polsri.ac.id/panduan/01.%20umum/03.%20Undang-‎Undang%20Republik%20Indonesia%20Nomor%2020%20Tahun%202003%20Tanggal%208%20Juli%202003%20Tentang%20Sistem%20Pendidikan%20Nasional.‎PDF, diakses 12 September 2017.‎
  • Wiji Thukul , Penyair yang Hilang

    Wiji Thukul , Penyair yang Hilang
    Wiji Thukul , Penyair yang Hilang – Mungkin ada yang sudah mengenalnya, ada yang hanya sekelebat saja singgah pada memori, dan ada pula yang tidak tahu menahu tentangnya. Seorang yang hingga kini raib bak ditelan bumi. Kemudian kasusnya tergeletak begitu saja dan berhenti diperbincangkan. Akan tetapi, beberapa puisinya masih abadi hingga kini.
    Kawan, kali ini kita belajar pada Wiji Thukul. Sosok manusia yang membela mati-matian bangsanya dari kekejaman pemerintah pada masa Orde Baru. Seorang yang rela meninggalkan keluarganya demi mempertahankan harga diri bangsa. Dalam pelariannya menulis puisi yang berjudul “Catatan”, yang berisi pesan untuk istri dan anak-anaknya.

                Kalau kelak anak-anak kita bertanya mengapa dan aku jarang pulang
                Katakan Ayahmu tak inging jadi pahlawan
                Tapi dipaksa menjadi penjahat
                Oleh penguasa yang sewenang-wenang

    Nama aslinya Wiji Widodo, lahir di Sorogenen, Solo, 26 Agustus 1963. Istrinya bernama Siti Dyah Sujirah (Sipon), anaknya bernama Fitri Nganti Wani dan Fajar Merah. Thukul tidak sama sekali mempesona, penampilannya bahkan tidak menarik sedikit pun. Rambut lusuh, baju kumal, celana kusut, tapi bila membaca puisi dihadapan semua orang, aparat akan memberinya cap sebagai agitator, penghasut.
    Sejak Agustus 1996, penyair ini mengembara dari satu kota ke kota lainnya. Bersembunyi, menyamar, berlari, tinggal dimana pun asal bisa tidur dan menulis. Dikarenakan Thukul sebagai aktivis yang menentang pemerintahan Orde Baru yang sewenang-wenang.
    Thukul, dikenal sebagai penyair yang bilamanana puisinya dibacakan bisa menyulut pemerintah. Murid dari penyair terkenal bernama W.S Rendra. Dimanapun berada, Thukul tetap menulis meski dengan komputer jadul yang sangat sederhana. Salah satu puisinya yang terkenal berjudul “Penyair”

                PENYAIR
                Jika tak ada mesin ketik
                Aku akan menulis dengan tangan
                Jika tak ada tinta hitam
                Aku akan menulis dengan arang
                Jika tak ada kertas
                Aku akan menulis pada dinding
                Jiks aku menulis dilarang
                Aku akan menulis dengan tetes darah!


    Pada pertengahan Mei 1998, kerusuhan pecah di Jakarta dan Solo. Akan Thukul masih sempat menghubungi istrinya tentang keadaannya. Hingga pada akhirnya lenyap tanpa kabar. Tapi keluarganya masih percaya Thukul masih hidup. Tapi pada April 2000, Sipon, istri Thukul resmi melapor ke kontraS (Komisi untuk orang hilang dan tindak kekerasan) terkait suaminya yang hilang.
    Puisinya yang paling terkenal sekaligus dibenci pemeritahan Orde Baru berjudul “Peringatan”

                PERINGATAN
                Jika rakyat pergi
                Ketika penguasa pidato
                Kita harus hati-hati
                Barangkali mereka putus asa
                Kalau rakyat sembunyi
                Dan berbisik-bisik
                Ketika membicarakan masalahnya sendiri
                Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
                Bila rakyat tidak berani mengeluh
                Itu artinya sudah gawat
                Dan bila omongan penguasa
                Tidak boleh dibantah
                Kebenaran pasti terancam
    c          Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
                Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
                Dituduh subvertiv dan mengganggu keamanan
                Maka hanya ada satu kata: lawan!

    Kisah ini hanya sebuah perkenalan. Tentang sosok Wiji Thukul, penyair dengan karyanya yang hebat. Kawan, kalian perlu belajar sejarah bangsa ini. Bukan hanya tentang kisah-kisah romansa. Kalian perlu mengenal tentang Negara ini, dimana pernah hidup manusia-manusia tangguh dengan kecerdasannya. Salam pendidikanJ
  • Kompetisi Lomba Menjadi Juara Dalam Pendidikan Berkarya

    Kompetisi Lomba Menjadi Juara Dalam Pendidikan Berkarya

    Kompetisi Lomba Menjadi Juara Dalam Pendidikan Berkarya – Dunia pendidikan yang terbatas dalam ilmu. Hanya akan menjadi sebuah gambaran yang kosong. Tanpa sebuah pengalaman hidup dalam pendidikan tidak akan ada artinya. Semangat generasi muda untuk berlomba-lomba menjadi sang juara. Agar bisa membanggakan negara dan agama. Sebenarnya apa sih yang membuat mereka tertarik dengan lomba-lomba yang diselenggarakan dalam dunia pendidikan?
    Pendidikan selalu menjadi pokok terpenting dalam dunia. Dunia tidak akan dikatakan cerdas tanpa adanya pendidikan. Pendidikan tidak bisa berjalan sendirian tanpa adanya sebuah etika. Boleh-boleh saja dalam mengikuti suatu perlombaan. tapi, jangan lupa akan daratan yang selalu mendukung setiap perjalanan. ketika perjalanan itu masih dalam proses tantangan. Tidak ada hal yang lebih mudah selain menjadi manfaat dan berkhidmat.

    Inilah alasannya mengejar lomba dalam dunia pendidikan, yaitu: 

    Pertama, Lomba membuat mereka merasa derajatnya ditinggikan. apa sih yang tidak mau kalau derajatnya ditinggikan. mungkin begitu kira-kiranya. 
    Kedua, Lomba membuat harga dirimu naik sekali. Mereka akan merasa lebih dihargai dibandingkan orang yang tidak pernah ikut lomba. Kayanya kerasa bagaimana posisi seseorang ketika berada dalam latar belakang yang berbeda. 
    Ketiga, bukan hanya itu saja melainkan kalau menang dalam pertandingan bisa membanggakan orang tua. kebayang kali ya? 
    Keempat, menambah relasi dari luar  dan terakhir adalah pengalaman semakin bertambah. serta terkadang lomba itu membutakan mata hati yang ada dalam diri. 
    Merasa lebih pintar dan cerdas daripada orang lain. sebenarnya, hal itulah yang harusnya disyukuri bukan disombongkan. karena, semua kemampuan yang ada dalam diri manusia berada dalam genggamannya Allah SWT. Tidak ada yang menghendaki kalau Allah tidak mengizinkan.
    Bukan tidak boleh berlomba dalam kebaikan. Yang terpenting ialah bagaimana diri pribadi menyikapi ketika ikut dengan lomba-lomba yang ada. jJangan biarkan lomba membutakan mata hatimu dan menyakitkan orang yang dianggap lemah. Karena, apa yang dianggap lemah belum tentu selemah yang dikira. Pasti, semua orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
  • API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI

    API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI
    API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI – Pengaruh perjuangan Ulama melahirkan Proklamasi, 17 Agoestoes 1945, Djoemat Legi, 9 Ramadhan 1346. Proklamasi bertepatan dengan Puluhan Pertama Ramadhan sebagai Puluhan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Sebelum Proklamator Ir. Soekarno membacakan proklamasinya, ia meminta restu dari beberapa Ulama terkemuka di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
    Demikian pula ideologi Pantjasila dan konstitusi Oendang-Oendang Dasar 1945, perumus pertamanya sesudah Proklamasi 17 Agoestoes 1945, Djoemat Legi, 9 Ramadhan 1364 H adalah Ulama: Wachid Hasjim dari Nahdlatoel Oelama, Ki Bagoes Hadikoesoemo dan Mr. Kasman Singodimedjo – keduanya dari Persjarikatan Moehammadiyah bersama pemimpin islam lainnya, yaitu Mohammad Teoekoe Hasan dari Aceh. Hasil perumusannya dilaporkan kepada Drs. Moh. Hatta. Kemudian diserahkan untuk disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agoestoes 1945, Sabtoe Pahing, 10 Ramadhan 1945.
    Mungkinkah  bangsa Indonesia memiliki Sang Saka Merah Putih, jika Ulama tidak membudayakan warna Merah Putih yang berasal dari Bendera Rasulullah saw? Dihidupkan ditengah masyarakat melalui simbol-simbol budaya: Sekapur Sirih artinya kapur dan sirih melahirkan warna Merah. Seulas Pinang artinya jika pinang dibelah, pasti berwarna putih. Demikian pula upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih saat pembangunan kerangka atap dibagian suhunan. Merupakan bahasa do’a memohon Syafaat dari Rasulullah saw. Dibudayakan pula dalam upacara saat pemberian nama bayi atau Tahun Baru Islam dengan membuat bubur merah putih.
    Bangsa dan negara Indonesia, tidak hanya memiliki bahasa dan bendera, tetapi juga berkat perjuangan Ulama menjadikan Indonesia memiliki Tentara Nasional Indonesia – TNI – pada 5 oktober 1945, Djoemat Kliwon, 24 Sjawwal 1364. Ada sementara pimpinan nasional saat itu, menolak negara dan bangsa Indonesia punya TNI, mereka ingin negara tanpa tentara. Cukup hanya dengan polisi semata. Mengapa demikian? Karena TNI dibangun dari mantan Tentara Pembela Tanah Air – Peta. Sedangkan 68 Batalyon – Daidan, mayoritas Daidncho – Komandan Batalyon Tentara Peta adalah Ulama. Keinginan penentang pembentukan Tentara Keamanan Rakjat – TKR atau TNI di atas oleh Letnan Djenderal Oerip Soemohardjo dijawab “aneh soeatoe negara zonder tentara.” Konsolidasi selanjutnya, Soedirman mantan Daidancho – Dan Yon Tentara Peta Purwokerto dan guru Moehammadiyah, diangkat menjadi Panglima Besar.
    Selain itu, jawaban Ulama, terhadap Makloemat X 3 November 1945 dalam waktu relatif singakat hanya empat hari sesudahnya, lahirlah Partai Islam Indonesia Masyumi, 7 November 1945, Rabo Pon, 1 Dzulhidjah 1364. Selain sebagai parpol tercepat lahirnya, terbesar jumlah anggotanya, juga berani mengeluarkan pernyataan: 60 Miljoen Moeslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah. Perang di djalan Allah oentoek menentang tiap-tiap pendjadjahan. Pernyataan demikian ini lahir karena Ulama dan Santri merasa berkewajiban melanjutkan para Ulama terdahulu, membebaskan Nusantara Indonesia dari segala bentuk penjajahan.
    Kemudian karena perjuangan Perdana Menteri Mohammad Natsir sebagai intelektual, Ulama, dan politikus dari Partai Islam Indonesia Masyumi, Persatoean Islam – Persis, Jong Islamieten Bon – JIB, Partai Islam Indonesia – PII, melalui Mosi Integral, berdirilah Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI – pada 17 Agustus 1950, Kamis Pahing, 2 Dzulhidjah 1369, sebagai jawaban terhadap gerakan separatis: Angkatan Perang Ratu Adil – APRA pimpinan Westerling di Bandung, Pemberontakan KNIL Andi Aziz di Makasar, dan Republik Maluku Selatan Soumokil di Ambon, yang didalangi oleh Van Mook. Sekaligus sebagai jawaban terhadap Proklamasi Negara Islam Indonesia, 7 Agustus 1949, oleh S.M. Kartosoewirjo. Dengan demikian berakhir pula Republik Indonesia Serikat – RIS – hanya berlangsung dari 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 M atau 6 Rabiul Awwal 1369 – 2 Dzulhidjah 1369 H. Berkat perjuangan Ulama maka Republik Indonesia Serikat – RIS diubah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI.
    Dari fakta sejarah, terbaca betapa besarnya peran kepemimpinan Ulama dan Santri dalam perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Diikuti pula dengan perjuangan Ulama dan Santri mempertahankannya serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, tepatlah kesimpulan E.F.E Douwes Dekker Danoedirdjo Setiaboedhi dari Indische Partij:
    Jika tidak karena sikap dan semangat perjuangan para Ulama, sudah lama patriotisme di kalangan bangsa kita mengalami kemusnahan
    *Disadur dari buku API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ditulis oleh Ahmad Mansur Suryanegara. Beliau lebih dikenal sebagai seorang Sejarawan Muslim.
  • Apa Itu Cyber Bullying? Cyber Bullying di Sekolah

    Apa Itu Cyber Bullying? Cyber Bullying di Sekolah

    Apa Itu Cyber Bullying? Cyber Bullying di Sekolah – Berkomentar di Media Sosial bisa dilakukan oleh siapapun dan kapanpun yang tentunya  memiliki fasilitas. Komentar baik dan buruk memiliki dampak masing-masing yang tentunya relevan. Banyaknya korban dari komentar pedas atau bisa kita sebut sebagai Cyber Bullying sangat memiliki dampak negatif terhadap yang dikomentari maupun yang mengomentari. 
    Perbutaan tidak langsung ini bisa dilakukan dengan mudahnya karena jari kita dapat mengomentari informasi yang kita dapatkan dengan pemikiran sumbu pendek, kapanpun dan dimanapun itu akan meledak. Bullying merupakan salah satu masalah yang marak diantara anak-anak dan remaja. Bullying banyak macamnya, bisa fisik (memukul), verbal (panggilan nama), relasional (isolasi sosial), Bullying bisa terjadi didunia nyata dan dunia maya. Misalnya Cyber Bullying yang  terjadi didunia maya. Cyber bullying menjadi masalah besar dan lebih banyak terjadi di antara generasi muda di abad ke-21.
    Keterlibatan bullying dalam bentuk apa pun dapat memiliki konsekuensi fisik dan emosional yang cukup lama bagi para remaja. Peran orang tua, guru, pendidik dan orang-orang yang berpengaruh dalam pembentukan karakter sangat diperlukan pada msalah ini. Kita tidak bisa mengawasi anak 24 jam dan menekan terus menerus anak di bawah pengawasan kita. 
    Waktu orang tua yang terbatas dengan anak karena sibuk bekerja, sosialisasi dengan teman, bermain, bahkan sibuk dengan gadged sendiri itu membuat fokus kita terhadap pengawasan anak berkurang. Salah satu solusinya yaitu berilah pemahaman tentang etika bermedia sosial beserta dampaknya secara perlahan,  atau bisa candaan, ataupun secara keras sekalipun sesuai dengan keadaan lingkungan rumah masing-masing. 
    Ketika ilmu etika dalam bermedia sosial telah menancap pada pola pikir anak sejak dini maka keresahan kita akan perilakunya di media sosial akan teratasi. Banyaklah berdoa untuk orang-orang disekitar kita juga menjadi salah satu hal yang penting. Kejahatan cyber bullying ini tidak banyak yang tahu karena tidak nyata dalam konteks kita.  
    Suatu penelitian menguak jika Cyber Bullying banyak dilakukan oleh anak-anak dan pelajar (SD, SMP, SMA) dibandingkan mahasiswa, mengapa demikian? karena pengaruh informasi negatif dari dunia maya sangat mudah didapatakan mulai dari penelusuran, pembicaraan antara teman main, dan sajian langsung tanpa kita mencari. Intensitas pelajar memegang HandPhonepun jauh lebih banyak dari mahasiswa namun hal itu tidak semua. Sedangkan mahasiswa cenderung sering  berpikir logis dan bertindak nyata dalam kehidupan sehari-hari misalnya organisasi ataupun kesibukan berbisnis. Ketika budaya cyber bullying ini dibiarkan maka potensi rusaknya mahasiswa dikemudian waktu akan manjadi peluang besar.
    Pada saat seseorang berani memaki orang lain secara langsung itu bisa menjadi masalah besar bahkan bisa menjadi pertengkaran diantara beberapa orang, permusuhan sekala besar dan bahkan tawuran. Masalahnya cyber bullying ini tidak tahu betul siapa pelakunya dan ketika bertemu langsung bisa seperti biasa aja bahkan minta foto ketika yang kita komentari  Artis atau Aktor. Sementara dunia media sosial sekarang sudah menjadi tolak ukur eksistensi dari kehidupan dunia nyata kita. Banyak hal yang bisa mengembangkan potensi diri didunia maya.  
    Cyber Bullying itu harus dihentikan. Namun kebanyakan orang memilih untuk tetap berada dalam situasi seperti ini karena mereka percaya itu akan terselesaikan secara sendiri. Sebagian besar mereka tidak menyadari konsekuensi dari tidak cyber bullying ini. Penegak hukum online dan badan pengatur pemerintah harus bertindak secara tepat karena ini dunia maya. Cyber Bullying akan menjadi masalah serius bahkan bisa menjadi budaya ketika tindakan ini terjadi secara terus menerus dan dibiasakan.  Selamatkanlah orang-orang tercinta disekitar kita dari kejahatan tersembunyi ini.
  • Sejarah dan Perkembangan Profesi Guru

    Sejarah dan Perkembangan Profesi Guru

    Sejarah dan Perkembangan Profesi Guru – Halo sobat Shalaazz, Guru merupakan pekerjaan tertua. Lebih dulu dibandingkan arsitek yang baru ada setelah manusia tidak lagi tinggal di gua. Atau, lebih juga dari insinyur metalurgi yang baru muncul pada masa manusia mengenal logam dan pengolahannya.

    Pekerjaan guru ada sejak manusia mampu berpikir dan mengenal ilmu pengetahuan. Sepanjang sejarah kehidupan manusia itu, guru selalu ada di tengah masyarakatnya. Ia mengajarkan berbagai ilmu dan pengetahuan untuk mempermudah manusia menjalankan kehidupannya. Atau kadang, hanya mengajarkan kebenaran.   

    Dalam lintasan sejarah Indonesia pekerjaan guru ternyata berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Mulai dari zaman kerajaan Hindu-Budha, kesultanan Islam hingga masa Reformasi. 

    Pada zaman dahulu, sebelum agama masuk Indonesia, seseorang yang ingin belajar harus mengunjungi seorang petapa.    Petapa itu mungkin saja yang telah meninggalkan takhta kerajaan karena sudah tua dan memperdalam masalah kerohanian. Petapa itulah yang disebut juga guru bagi muridnya yang menuntut ilmu di tempat tersebut.

    Biasanya para murid mengerjakan sawah ladang petapa untuk keperluan hidup sehari-hari. Pada masa kerajaan Budha atau Hindu di Indonesia orang belajar di Bihara. Biksu yang mengajar membaca serta menulis huruf sanskerta di Bihara tersebut disebut guru. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka bekerja di ladang.   

    Para siswa juga memberikan sedekah dari masyarakat untuk membantu kehidupan sehari- hari. Dalam agama Hindu, guru merupakan simbol bagi suatu tempat suci yang berisi ilmu (vidya) dan juga pembagi ilmu. Seorang guru adalah pemandu spiritual atau kejiwaan murid-muridnya. Dalam agama Buddha, guru adalah orang yang memandu muridnya dalam jalan menuju kebenaran.

    Murid seorang guru memandang gurunya sebagai jelmaan Buddha atau Bodhisattva. Dalam agama Sikh, guru mempunyai makna yang mirip dengan agama Hindu dan Buddha, namun posisinya lebih penting lagi dikarenakan salah satu inti ajaran agama Sikh adalah kepercayaan terhadap ajaran sepuluh guru Sikh. Hanya ada sepuluh guru dalam agama Sikh.   

    Guru pertama, Guru Nanak Dev adalah pendiri agama ini. Orang India, Cina, Mesir, dan Israel menerima pengajaran dari guru yang merupakan seorang imam atau nabi. Oleh sebab itu, seorang guru sangat dihormati dan terkenal di masyarakat serta menganggap guru sebagai pembimbing untuk mendapat keselamatan dan dihormati bahkan lebih dari orang tua mereka.

    Pada masa ini guru berasal dari kasta Brahmana. Mereka mengajarkan segala hal yang berhubungan dengan agama dan kitab suci. Mereka mengajarkan filsafat, sastra, hukum, bela diri, dan lain sebagainya. Guru mendapatkan posisi yang terhormat di masyarakat.   Mereka statusnya lebih tinggi dari para raja dan bangsawan.

    Lebih tinggi pula dari para pengusaha. Kasta para guru ini memang lebih mulia dibandingkan kasta Ksatria dan kasta Waisya. Setelah agama Islam masuk di Indonesia orang belajar di Pesantren supaya dapat membaca Al-qur’an dan melakukan Shalat dengan benar. Ulama’ yang mengajar di Pesantren juga dinamakan guru.

    Para siswa biasanya tinggal di rumah ulama’ tersebut dan membantu bercocok tanam untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Pada masa itu, guru mengajarkan ilmu pengetahuannya di tempat-tempat tertentu.    Sudah dikenal pula lembaga-lembaga pendidikan. Sebagian besar lembaga pendidikan tersebut di berasrama.

    Ini adalah cikal bakal boarding school yang ada sekarang. Menurut keterangan I Tsing, seorang pelajar yang sempat belajar di kerajaan Sriwijaya, pendidikan di Nusantara sudah cukup maju. Bahkan, sistem pendidikan di kepulauan Nusantara dijadikan rujukan oleh negara kerajaan lainnya. Beberapa mahaguru pada saat itu dikenal dalam dunia pendidikan internasional. I Tsing menyebut Satyakirti, Dharmapala dan Djnanabhadra.

    Guru Zaman Kesultanan Islam Agama Islam masuk ke Indonesia dengan berbagai macam saluran.    Salah satunya adalah lewat jalur pendidikan dan dakwah. Di jalur pendidikan inilah para ulama mencetak para guru lewat serangkaian pendidikan di pesantren.

    Selain, pesantren ada lembaga pendidikan lain, yaitu mengaji di surau atau di langgar. Ilmu pengetahuan yang dipelajari di pesantren meliputi filsafat, tasawuf, bahasa, fikih, akhlak, aljabar, ilmu falak, dan lain sebagainya. Sedangkan, di surau biasanya hanya mempelajari bahasa, tajwid, fikih, dan akhlak.

    Baca juga: Bagaimanakah Menjadi Seorang Guru di Era Millenial?

    Pada masa kesultanan ini juga sudah dikenal guru dengan spesialisasinya. Ada guru fikih, Hadits, tasawuf, dan lain sebagainya. Model pendidikan pesantren ini juga menggunakan sistem sekolah berasrama dan juga menjadi cikal bakal boarding school saat ini.    Guru Zaman Penjajahan Eropa Pendidikan tradisional di kepulauan Nusantara terus berjalan, meski banyak raja-raja di Nusantara yang ditundukkan oleh Verenigde Oost Indische Compaqnie alias (VOC).

    Pemerintah kolonial baru peduli nasib pendidikan kaum bumiputra setelah diberlakukannya Politik Etika atau Politik Balas Budi. Kepedulian itu juga lebih dilandasi oleh kebutuhan Pemerintah Hindia-Belanda akan tenaga-tenaga profesional, seperti dokter, insinyur dan advokat. Jadi, bukan murni niat yang lurus untuk menyejahterakan kaum pribumi. Kebutuhan mendidik kaum profesional ini muncul setelah Pemerintah mengalkulasi alangkah mahalnya mendatangkan dokter, insinyur dan advokat dari Eropa.   

    Pendidikan pada masa Politik Etis dilakukan secara modern dan bergaya Eropa. Sekolah guru juga dibentuk untuk melahirkan guru-guru yang mampu mengawal sistem pendidikan kolonial. Ada HIK (Holandse Indische Kweekschool, atau sekolah guru bantu yang ada di semua Kabupaten) dan HKS (Hoogere Kweek School, atau sekolah guru atas yang ada di Jakarta, Medan, Bandung, dan Semarang.

    Sedangkan, Europese Kweek School (EKS, sebangsa Sekolah Guru Atas dengan dasar bahasa Belanda dengan maksud memberi ijazah untuk mengajar di sekolah Belanda, yang berbeda dengan HKS) yang hanya diperuntukkan bagi orang Belanda atau pribumi yang mahir sekali berbahasa Belanda ataupun orang Arab dan Tionghoa yang juga mahir sekali berbahasa Belanda, dan hanya ada satu di Surabaya.   

    Pada waktu itu, di EKS biasanya satu kelas ada dua puluh delapan orang, maka terdiri 20 orang Belanda, enam orang Arab dan Tionghoa, dan enam orang pribumi. Selain itu juga dikenal HCK atau Hollandsche Chineesche Kweekschool khusus untuk yang keturunan Tionghoa.

    Sistem pendidikan kolonial ini mulai mendapat lawan setelah kaum pergerakan nasional membangun sekolah-sekolah yang bernafaskan nasionalisme Indonesia.   

    Baca juga: Hari Guru: Pidato Lengkap Nadiem Makarim Kemendikbud

    Di antaranya adalah sekolah-sekolah Serikat Islam, sekolah-sekolah Muhammadiyah dan sekolah-sekolah kaum pergerakan lainnya. Begitu massif dan berpengaruhnya sekolah-sekolah ini membuat pemerintah kolonial berusaha ‘menertibkannya’. Akhirnya, pemerintah menerbitkan Ordonansi Sekolah Liar (Wilde Scholen Ordinantie).

    Guru-guru harus mendapatkan sertifikasi dari pemerintah kolonial. Ini berarti ancaman bagi guru dari sekolah-sekolah milik kaum pergerakan nasional. Penerbitan ordonansi ini ditolak oleh kaum pergerakan nasional.   

    Seluruh elemen pendidikan, persatuan pelajar hingga partai-partai politik nasionalis menentangnya. Kesatuan gerakan dan kuatnya isu pada masa itu berhasil mendobrak sistem kolonial sehingga pemerintah menarik kembali ordonansi yang telah diterbitkan. Sebuah kemenangan dalam sejarah pendidikan bahkan pergerakan pada masa itu.

    Kesadaran untuk bersatu inilah yang mengilhami berdirinya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.   

    Para pedagang Portugis dan Belanda yang datang di Indonesia umumnya beragama Kristen, selain berdagang mereka juga menyebarkan agama itu. Mempelajari agama Kristen, membaca dan menulis huruf latin.

    Para pendeta yang mengajarkan agama Kristen itu juga disebut guru. Untuk kepentingan penjajahannya Belanda memerlukan pegawai yang pandai menulis dan membaca huruf latin. Karena itu, mereka mendirikan sekolah dan mengajarkan ilmu pengetahuan yang tidak berkaitan dengan agama. Inilah awal mula sistem Pendidikan modern di Indonesia.   

    Pada zaman kemerdekaan Indonesia rakyat memperjuangkan pertahanan kemerdekaannya. Kaum guru Indonesia bertekad turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang diwujudkan dalam salah satu tujuan kelahiran PGRI yaitu : turut aktif mempersatukan kemerdekaan RI. Lahirnya guru berawal dari lahirnya PGRI.

    Baca juga: 5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial

    Dimana tepat 100 hari setelah proklamasi Kemerdekaan tepatnya pada tanggal 25 November 1945, PGRI dilahirkan. Setelah PGRI dilahirkan pada tanggal 23 s/d 25 November 1945 ke-1 di Surakarta, di gedung Somaharsana (pasar pon), Van De venter school (sekarang SMP N 3 Surakarta).   

    Pada saat itu kongres mendapat sambutan mitraliur Belanda dan serangan kapal terbang yang mengadakan operasi militer dengan sasaran gedung RRI Surakarta.

    Kelahiran PGRI sebagai wadah organisasi guru yang sedang berevolusi Kemerdekaan, merupakan manifestasi akan keinsafan dan rasa tanggung jawab kaum guru Indonesia dalam memenuhi kewajiban akan pengabdiannya serta partisipasinya kepada perjuangan menegakkan dan mengisi kemerdekaan RI.   

    Guru-guru sadar akan tugasnya bahwa pendidikan adalah sarana utama dalam pembangunan bangsa dan negara, mereka melaksanakan dwifungsi dalam kerjanya, yaitu : digaris belakang mendidik dan mengajar disekolah-sekolah biasa, sekolah peralihan, sekolah pengungsian.

    Di samping itu, mereka juga melakukan kerja sama dengan masyarakat mendirikan dapur umum dan mempersiapkan makanan untuk para pejuang di garis depan. Kecuali itu mereka menjadi pemimpin atau komandan barisan tentara : BKR, TKR, TRI/TNI, BARA , API, Hizbullah, Sabilillah, Pesindo, Laskar Rakyat, PMI, dan para pejuang lainnya.

    Penulis: Jrux Kuning

  • Untuk Apa Sekolah Tinggi -Tinggi?

    Untuk Apa Sekolah -Tinggi?


    MENGALAHKAN PERSEPSI MASYARAKAT-“UNTUK APA SEKOLAH TINGGI-TINGGI?”

    “Untuk apa sekolah tinggi-tinggi? Toh nantinya juga jadi karyawan atau karyawati”, pernahkah pertanyaan itu singgah ditelinga kita? pasti pernah, bukan? Terutama untuk mereka mahasiswa yang kadangkala dipandang tak berarti dikalangan masyarakat. Di zaman millennial ini, uang telah didewakan dibanding ilmu pengetahuan. Barang siapa yang memiliki harta berlimpah, maka ia akan disanjung-sanjung.

    Tulisan ini hanya berupa opini. Saya menulisnya berdasarkan dengan apa yang saya alami. Jadi sebelum semakin jauh pembahasannya, saya ucapkan minta maaf terlebih dahulu pada kalian para pembca setia shalaazz. Tidak ada maksud untuk menyinggung kalian.

    HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN
    Orang yang tidak pernah mengenyam dunia pendidikan pun bisa bekerja tanpa ijazah. Si A misalnya, dia tidak kuliah tapi jadi pengusaha kaya raya, tapi itu Si B kuliah kedokteran tapi sampai sekarang masih mengaggur juga. Sebenarnya ini persepsi yang salah. Otak kita terlalu sering disetting mendikte sesuatu dengan uang atau materi.

    Padahal antara pendidikan dan pekerjaan tidak saling berhubungan. Pendidikan hanyalah sebagai penunjang suatu pekerjaan. Bila disekitar kita banyak mahasiswa yang menganggur, bukan pendidikannya yang keliru! Melainkan terdapat pada mahasiswa itu sendiri. Mungkin si mahasiswa tidak berminat dengan suatu bidang pekerjaan yang ditawarkan.

    Ketahuilah! Pendidikan tidak mengajarkan kita untuk mencari uang yang baik dan benar. Melainkan bagaimana kita  berkontribusi untuk diri sendiri serta lingkungan berbangsa dan bernegara.

    TUJUAN KULIAH (SEKOLAH TINGGI)
    Menurut saya, kuliah (sekolah di perguruan tinggi) bertujuan untuk menjadikan masyarakat, orang-orang yang lemah menjadi lebih kuat, mengurangi pengagguran dengan menyediakan lapangan kerja untuk orang lain sesuai dengan kreativitas yang telah didapat selama di perguruan tinggi. 

    Selain itu, kita bisa memberantas kebodohan dan menghasilkan anak bangsa yang berkualitas. Sayapernah mendengar kutipan kata, “jangan Tanya apa yang negaramu beri padamu! Tapi tanyakan pada dirimu sendiri apa yang telah kamu beri untuk negaramu!”

    Kutipan itu cukup menampar keras saya dan menanam benih tekad kuat dalam diri saya untuk memeberikan apa yang akan saya beri utnuk bangsa dan Negara. Tentu saja saya tidak ingin jadi ikan mati yang hanya mengikuti arus kehidupan. Kadangkala saya harus berenang melawan arus dengan tangguh.
    Dear kalian anak bangsa, jadikan dirimu tangguh dan belajarlah dengan sungguh-sungguh. Salam pendidikanJ