Category: Opini
-
Bagaimana Pendidikan di Era Milenial?
Bagaimana Pendidikan di Era Milenial? – Apa sih pendapat kalian tentang pendidikan masa kini? Pendidikan yang sudah berbeda sistemnya dengan pendidikan jaman old. Pendidikan jaman now, lebih canggih dan lebih modern sistemnya. Kebayang ga kalo ga ada pendidikan dijaman millennials ini?Duh, gila yah mungkin dunia ini tanpa ada pendidikan. Akhlak dan Moral mungkin sudah tak karuan. Tak ada lagi namanya sikap-menyikap, tolenrasi, atau bahkan bermusyawah dan mengemukakan pendapat yang berbeda. Nah, apa bedanya dong dengan jaman sekarang?Pendidikan jaman sekarang atau mereka menyebutnya jaman now, yang saya katakana tadi, kini di era globalisasi tidak bisa dipungkiri bahwa seiring perkembangnya teknologi yang berbasis digital application, sitem interaksi di masyarakat mulai tergerus.Nah, teknlogi yang pesat inilah yang membawa masyarakatmempermudah untuk melakukan aktivitasnya. ini, menawarkan banyak sekali kemudahan untuk masyarakat. Salah satunya seperti berkomunikasi, hal ini sangat menunjang dalam dunia pendidikan. Dimana penerapan teknologi komunikasi dan informasi di dunia pendidikan menjadi salah satu hal yang sangat diwajibkan. Pasalnya, kini setiap sekolah, khusunya di Indonesia mauupun luar negeri menerapkan sistemnya menggunakan teknologi sebagai penunjang kegiatannya.Di era ini yang berbasis digital application dalam dunia pendidikan. Nah, hal inilah yang membantu jalannya proses pembelajaran dan selain itu juga bisa meningkatakan hasil kinerja. Maka, semakin sering penggunaan teknologi khususnya dalam pendidikan dapat merubah model pembelajarannya. Karena hal ini lebih efektif dan efesien tentunya. Atau bisa dikatakan sangat mudah dan simple, apalagi anak jaman now itu penggennya semua serba mudah, tak perlu harus diribetkan. Kenapa harus ribet kalo selagi masih ada yang mudah, bukan? Nah, inilah yang nanti lambat laun masyarakat lebih memilih system pembelajaran online ini daripada yang konvesional, harus tatap muka dulu.Perkembangan teknologi juga semakin pesat, dimana,dinamika teknologi kini menjadiakselerasi yang luar biasa.Model pembelajaran yang diberikan dalam teknologi, dijaman millennials ini cukup efektif. Pendidikan jarak jauh antara murid dan guru yang berada tidak adalam satu tempat atau hubungan jarak jauh. Dan teknologi inilah yang memberikan banyak pilihan pembelajarannya lainnya yang bisa dinikmati olehkhalayak umum tentunya dengan sangat mudah sekali.Nah, sekarang kita, kalian pasti sedang merasakan kan kemudahan belajar hanya dengan mengakses aolikasi digital seperti e-journal, e-library, dan lainnya.Di Indonesia, sistem pendidikan konvensional masih banyak dilakukan dalam civitas akademi. Khususnya daerah yang masih di tergolongkan dalam pedesaan. Di Perancis, juga telah menggunakan layanan pendidikan online yang menjadi bukti pergeseran rah dunia pendidikan. Apalagi, jaman now yang menuntut perubahan besar dalam dunia pendidikan. Dimana , pendidikan dijadikan patokan dalam sebuah bermasyarakat, sehingga pendidikan yang bermutulah yang memliki kualitas yang bagus dan berpengetahuan yang luas untuk mentransfer ilmu.Generasi Milenial , generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980 hingga tahun 2000 atau Gen-Y. disebut generasi milenial karena generasi yang hidup di pergantian milenium, ini bersamaan dengan hadirnya teknologi di segala sendi kehidupan. Yang menjadi kebutuhan dasar di JAMAN INI.Jadi, di era ini siswa khususnya lebih utama banyak menggunakkan handphonenya daripada buku. kenapa? mungkin banyak dari mereka menyalahkan bentuk fisik dari sebuah buku, yang dimana susah dibawa karena terlalu tebal atau besar. Nah , karena teknologi ini lah yang mereka suka, lebih efektif dan di permudah dalam segalanya. -
30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik
30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik – Anak itu bagaikan lembar kertas putih kosong yang akan ditulis oleh penulisnya. Tergantung tulisan atau warna tinta apa yang akan digunakan penulis. Begitu pula anak yang baru lahir secara fitrah akan diwarnai oleh orang tuanya, entah warna indah atau sebaliknya. Jadi, kewajiban orang tua memang harus mendidik yang terbaik untuk generasinya, agar tidak memikulkan dosa akibat dari perbuatan buruk anaknya sendiri. Ingatlah pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”.Oleh karena itu, perlu diketahui kiat-kiat mendidik anak yang baik sebagai berikut:
1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan yang lebih tua. Kemudian cegahlah ia memandangi makanan orang yang sedang makan.2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan.3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan.4. Ditanamkan pada dirinya untuk mendahulukan orang lain makan, serta makan dengan makanan yang sederhana.5. Sangat disukai jika ia memakain pakaian warna putih bukan warna-warni, apalagi sutera. Dijelaskan bahwa kain sutera hanya untuk kaum wanita saja.6. Jangan biasakan anak laki-laki memakai pakaian sutera dan membiarkan menggunakan pakaian panjang yang melebihi mata kaki.7. Selayaknya anak dijaga agar tidak bergaul dengan anak-anak yang hidupnya bermegah-megahan dan bersikap angkuh.8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca Al-Qur’an dan buku-buku terutama di perpustakaan.9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair gombal cinta karena hal itu hanya akan merasuki hati dan jiwa.10. Biasakan menulis indah dan menghafal syair-syair tentang akhlak mulia.11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji jangan segan untuk memberikan pujian dan hadiah yang membuat kebahagian. Tapi apabila anak melakukan kesalahan jangan disebarkan pada orang lain dan sambil dinasehati bahwa yang dilakukannya itu tidak baik.12. Jika ia sering mengulangi perbuatan buruk itu, maka dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya.13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam berkomunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau berkata kasar kecuali pada saat tertentu.14. Hendaknya dicegah dari tidur siang yang lama karena membuat rasa malas, sebaiknya segerakan waktu tidur malam. Jangan paksakan malam hari masih melakukan aktivitas.15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena membuat ia terlena dan hanyut dalam kenikmatan.16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, kecuali saat beramal agar tidak menimbulkan riya’.17. Biasakan anak agar melakukan olahraga pada pagi hari agar tidak malas. Jika anak memiliki kemampuan menunggang kuda, memanah dan berenang, biarkan saja agar melakukan aktivitas tersebut.18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan membanggakan diri.19. Melarangnya dari membanggakan apa yang dimiliki orang tuanya. Biasakan ia bersikap tawaddu’, lemah lembut dan menghormati teman.20. Tumbuhkan pada anak (terutama pada anak laki-laki) untuk tidak mencintai emas.21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik orang lain karena itu perbuatan mulia. Ajarkan ia untuk sering memberi karena itu perbuatan terpuji.22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tempat majlis, membuang ingus, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.23. Ajari ia duduk di lantai sesuai dengan cara duduk yang dicontohkan oleh SAW.24. Mencegah dari banyak bicara, kecuali yang bermanfaat dan dzikir.25. Cegahlah anak dari perbuatan sumpah, sekalipun itu benar.26. Dia juga harus dihindarkan dari perkataan keji dan sia-sia.27. Anjurkan ia memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit.28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan.29. Jika anak sudah berumur 7 tahun diperintahkan untuk wajib sholat dan tidak meninggalkan wudhu sebelumnya.30. Hindari anak-anak bermain di dekat orang yang lebih tua agar tidak mengganggunya dan sebagai bentuk menghormati.Sumber: Mathwiyat Darul Qosim “tsalasun wasilah li ta’dib al abna” asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin Rahimahullah.Diterjemahkan Oleh: Ubaidillah Masyhadi -
Apa Itu Sekolah Inklusi?
Apa Itu Sekolah Inklusi? – Sekolah inklusi jarang sekali terdengar di telinga masyarakat awam. Apakah sekolah inklusi itu?Bahkan masih sedikit sekolah dengan sistem pembelajaran ini.Inklusi merupakan bentuk dari sistem pembelajaran yang menyatukan antara anak reguler (normal) dengan anak kebutuhan khusus. Anak kebutuhan khusus pun berbagai macam. Namun yang menarik di sini, sekolah inklusi mengajak anak reguler untuk belajar dan bermain bersama dalam satu lingkungan.Menurut Jia Song, seorang praktisi pendidikan inklusi dari Nonsang Naedong Elementary School, Korea Selatan, mengatakan pendidikan inklusi adalah metode pendidikan bagi anak kebutuhan khusus yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO). Di Korea, bibit pendidikan inklusi dimulai pada 1998. “Awalnya, sebelum ada kurikulum, anak kebutuhan khusus diikutsertakan dalam kegiatan kesejahteraan pendidikan,” kata Jia di Pupa Center.Masih banyak orang tua yang mengkhawatirkan ketika anak mereka satu lingkungan dengan anak kebutuhan khusus. Ketakutan mereka terjadi saat anak mereka yang reguler (normal) harus berada dalam satu lingkungan sekolah dengan anak kebutuhan khusus. Hal demikian wajar karena itu sikap dasar dari seorang manusia. Namun, alangkah bahagianya jika rasa kekhawatiran itu sedikit demi sedikit dihilangkan. meng -
Pengaruh Kewenangan Pendidikan Era Milenial
Pengaruh Kewenangan Pendidikan Era Milenial – Pendidikan terpengaruh dengan adanya wewenang dari orang tua. Pendidikan tidak akan pernah lepas dari pengaruh orang lain. Dengan pengaruh itu, akan mengembangkan pola pikir anak. Semakin dewasa anak akan semakin mengatur mana yang harus dipih yang lebih baik.Pendidikan dimulai dari lingkup terkecil yaitu rasa kasih sayang. Kasih sayang yang terlihat abstrak ini akan menjadi suatu tindakannya sebagai asisten. Wewenang itu dimulai dari orang tua yang merupakan hak yang dimilikinya untuk mendidik. Tanpa didikan orang tua anak akan terlantar. Walaupun ada pendidikan sekolah. Anak tetap anak. Dia tak akan mulai belajar sendirinya. Apalagi anak itu disekolahkan karena kewenangan orang tuanya.Pendidikan menyukai rasa idealitas dan realitas. Dipengaruhi teori dan kenyataan yang ada di dunia ini. Terlalu banyak prasangka-prasangka yang membuat fikiran kita kotor. Banyaknya orang yang berpendidikan juga tidak beretika. Padahal, pendidikan yang dikedepankan itu seharusnya etika. Tanpa adanya etika manusia bukanlah manusia. Mungkin, tepatnya hampir sama dengan binatang.Pendidikan seharusnya mengubah semua tindakan itu. Perlukah kesadaran itu dibangun dengan pola-pola kehidupan yang membahana? Ataukah harus pribadi manusia ditegaskan kalau manusia hanya makhluk kecil dan lemah? Namun mengapa pendidikan tiada lain dan tiada bukan seperti tulisan dalam pena.Mungkin butuh suatu keterasingan agar pendidikan menjadi pokoknya yang layak. Terlalu banyak fikiran-fikiran barat menjadi perilaku masyarakat zaman now ini. Tidakkah manusia di Indonesia memiliki ciri khasnya? Mengapa manusia di Indonesia begitu malu dengan berbudaya yang sopan. Kemana Indonesia yang berpendidikan ramah itu? yang dulu pernah menjadi suatu pendidikan yang ditiru dan dikejar oleh orang-orang asing?Apakah terlalu lemahkah kepemimpinan ini sehingga banyak umat yang direndahkan? Hanya karena pendidikan bisa saling sikut sama orang lain. Hanya dengan pendidikan atau kesuksesan mengubah derajat seseorang. Terlalu naif sekali kalau alasan pendidikan hanya untuk itu.Pendidikan harus dibiasakan untuk menjadi sempurna. Sekalipun manusia banyak kelemahan. Namun, kelemahan itulah yang menyebabkan kelebihan itu muncul dengan sendirinya. Bahkan, pendidikan bisa membuat mereka bangun dari keterpurukannya dan menjadikan kelemahan menjadi sesuatu yang dibanggakan detik-detik ini.Pendidikan harus disikapi dengan kebebasan. Kebebasan yang membuat kebaikan dan kebermanfaatan. Bukan kebebasan yang menjatuhkan. Pendidikan juga harus disikapi dengan menyukai tantangan. Agar Indonesia tidak diremehkan begitu saja. Bangkitlah Indonesia dari kini hingga Indonesia bisa maju menjadi yang teratas. -
Tidak berpendidikan namun lancar berbahasa inggris
Tidak berpendidikan namun lancar berbahasa inggris – Banyak orang menganggap orang yang tak memiliki pendidikan yang menunjang tak mampu untuk mengikuti zaman yang modern ini atau zaman yang dpenuhi dengan alat elektronik dan bahasa yang sangat asing didengar. Semua Negara dan semua orang harus menguasai bahasa asing ini, karena bahasa asing ini adalah bahasa pemersatu dunia dan bahasa international.Bahasa inggris merupakan bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi dan bahasa internasional pertama yang digunakan untuk berintraksi dengan orang lain di seluruh dunia.”( wiki pedia, februari 15, 2015). Menurut pengertian diatas menjelaskan bahwa bahasa inggris adalah bahasa yang digunakan oleh seluruh orang di dunia, dan sebagai alat bicara atau berintraksi baik negara maupun antar masyarakat itu sendiri.Bahasa asing itu sendiri memiliki pengaruh yang meyaqinkan dan menjanjikan , lebih-lebih di daerah wisatawan, bahasa inggris sangat diperlukan. Namun masalahnya banyak yang belum bisa menguasai bahasa asing tersebut, sebagian orang menganggap itu hal yang sulit untuk pelajari atau dipahami, sehingga jarang untuk diminati. Tetapi perlunya bahasa inggris pada zaman membuat semua orang bergotong – royong untuk mempelajari bahasa tersebut, baik dengan cara courses, di sekolah formal (SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK , UNIVERSITAS ), dan belajar sendiri , baik dimulai anak kecil sampai dewasa. Itu membuat sangatlah penting dan memiliki kedudukan yang tinggi.Bahasa asing sudah banyak dipelajari diberbagai wilayah, maupun desa, terlebih dia daerah Lombok timur bagian selatan tepatnya di desa pare mas, kecamatan jerowaru. Banyak orang atau penduduknya yang sudah menguasai bahasa asing tersebut,. Kenapa ? karena mereka menggunakan bahasa asing sebagai bahasa keseharian mereka, walaupun mereka tak pernah belajar yang secara formal, atau belajar secara khusus, mereka nyatanya lebih pintar dan lancar berbahasa asing atau menggunakan bahasa asing itu sendiri.Perkembangan bahasa inggris di wilayah selatan lombok timur ini begitu cepat, mereka tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk bisa bahasa ingris. Mereka tak perlu belajar atau courses untuk bisa bahasa inggris , mereka dengan mudah bekomunikasi lansung dengan ahlinya atau native speakirnya, seperti para tourism. Tiap hari berdatangan seeratus orang tourism datang silih berganti ke desa tersebut. Jadi mereka sudah terbiasa menggunakan bahasa inggris .Menurut masyrakat disana, mereka tak pernah merasa kesulitan dalam mengunakan bahasa inggris tersebut, asalkan kita berani berbicara lansung, dengan para tourism tanpa rasa takut salah. Mereka mendenga, menggunakan atau mempraktikan bahasa inggris itu, itulah cara terbaik yang mereka lakukan ketika ingin bisa berbicara bahasa ingris, tanpa perlu banyak aturan yang membebani, Itu lebih mempermudah mereka dalam berbicara bahasa dengan para tourism.Mereka seakan sudah sangat nyaman menggunakan bahasa inggris , tak ada lagi kekakuan dalam berbahasa inggris. Bahasa inggris itu sangatlah mudah, asalkan kita mau mencoba dan menggunakannya, karena mau tak mau itu adalah sebuah keharusan untuk kita pahami atau gunakan.Kemanapun kita pasti akan membutuhkan keahlian dalam berbahasa inggris ini, tak perlu takut untuk mempelajrainya, tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk hanya sekedar bisa berkomunikasi dengan para pengguna bahasa inggris, rajin-rajinlah mendengarkan dan praktik lansung berbicara dengan para tourism , itu akan membantu kita untuk bisa bahasa inggris dengan cepat dan lancer, buktinya banyak masyrakat di desa pare mas yang sudah jago berbahasa inggris tanpa kaku. -
Mengubah Mindset Tujuan Berpendidikan
Mengubah Mindset Tujuan Berpendidikan – Tingkat pendidikan dimulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak atau PAUD sampai jenjang Perguruan Tinggi. Jika dihitung dan ditotal adalah lebih kurang 18 tahun jika sampai jenjang perguruan tinggi.Saya ingin mengajak para pembaca untuk berfikir sejenak, apa sebenarnya tujuan kita berpendidikan hingga sekian lamanya?Jika tujuannya hanyalah untuk menimba ilmu, maka saya yakin hampir semua orang tujuannya adalah sama.Sejatinya, masa-masa pendidikan adalah masa-masa untuk menentukan arah mau kemana tujuan kita. Yang perlu diingat bahwa tujuan kita berpendidikan bukanlah untuk mencari pekerjaan yang bagus, bukan juga untuk mencari pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan bidang kita. Namun, tujuan kita berpendidikan adalah untuk mengubah pola pikir kita. Pola pikir dari zaman purba ke pola pikir global. Bagaimana kita bisa merubah pola pikir yang masih sederhana menjadi pola pikir yang luar biasa.Setelah usai berpendidikan nanti, bukan permasalahan berapa bagus nilai yang kita dapat, bukan masalah sebaik apa IPK yang kita raih, bukan juga masalah sekeren apa almamater yang kita banggakan. Namun, permasalahannya adalah setelah sekian lama kita menempuh pendidikan, sudahkah pola pikir kita berubah?Perubahan pola pikir yang akan menentukan apakah kita akan melanjutkan langkah untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita menjadi manusia di atas rata-rata atau hanya akan berdiam diri di tempat menjadi manusia rata-rata. -
Fun Learning : Metode Belajar yang Menyenangkan
Karya : Muhammad Iqbal Guru SMP IT Al Kahfi, PasbarFun Learning : Metode Belajar yang Menyenangkan – Pendidikan merupakan faktor penentu kemajuan suatu bangsa, sebab pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karenanya pendidikan harus menjadi perhatian utama bagi pemerintah saat ini. Pemerintah harus mampu memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakatnya, sehingga nantinya akan lahir masyarakat-masyarakat cerdas yang siap memajukan bangsanya dan menjadikan bangsanya mampu bersaing dengan seluruh negara-negara maju di dunia.Indonesia termasuk Negara dengan kualitas pendidikan yang masih cukup rendah, hal ini bisa dilihat dari rendahnya ketersedian sekolah yang tidak sebanding dengan partisipasi siswa yang terus meningkat, sehingga hal ini menyebabkan siswa sulit memperoleh pendidikan yang layak.Selain itu jika dilihat dari performa para siswa secara umum dalam mengikuti ujian PISA (Programme For International Student Assesment) yang dilakukan pada tahun 2015, diperoleh hasil 42 persen siswa Indonesia berusia 15 tahun gagal mencapai standar minimal. Kegagalan itu terjadi di tiga area, yakni : kemampuan membaca, matematika dan ilmu pengetahuan. Berdasarkan berbagai persoalan pendidikan tersebut, maka kualitas Indonesia perlahan harus mulai diperbaiki.Sekolah harus menjadi wadah utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di Indonesia, sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu, sebab selama ini oleh sebagian siswa sekolah dianggap menjadi tempat angker yang paling ia takuti, sebab di dalamnya mereka terus dituntut untuk belajar terus menerus, mengerjakan tugas, hingga tak sedikit juga beberapa dari siswa tersebut yang merasa tertekan bahkan sampai stress hanya karena merasa terlalu banyak beban dari sekolah.Pembelajaran menyenangkan atau yang sering dikenal dengan istilah Fun Learning sepertinya dapat menjadi solusi yang tepat bagi pendidikan Indonesia. Menurut The Answer Sheet Fun Learning adalah pembelajaran menyenangkan yang diberikan oleh guru kepada siswanya agar siswa menikmati materi yang dipelajari sehingga mereka mau belajar. Menurutnya menyenangkan disini bukan berarti hiburan atau ketololan, melainkan kenikmatan dalam belajar.Konsep ini sebenarnya sangat banyak dijumpai dalam pembelajara di Taman Kanak- Kanak (TK), terlihat wajah yang begitu ceria ditampilkan oleh anak-anak TK itu, hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat menikmati proses pembelajaran yang diberikan gurunya.Namun sayang konsep Fun Learning ini jarang digunakan di tingkat Sekolah Dasar (SD) terutama di kelas VI, Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan apalagi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini bisa dilihat dari proses pembelajaran yang dilakukan, dimana sebagian besar guru lebih banyak menggunakan model pembelajaran yang terkesan hanya sekedar menyampaikan materi saja, tanpa melibatkan partisipasi siswanya, sehingga siswa cepat merasa jenuh, dan jika hal ini terus terjadi tentu akan mempengaruhi nilai belajar siswa dan akan memberikan catatan buruk bagi pendidikan Indonesia.Untuk itu para pegiat pendidikan di Indonesia harus berupaya agar konsep Fun Learning ini bisa teraplikasikan di seluruh sekolah di Indonesia mulai tingkat SD, SMP, SMA, bahkan sampai perguruan tinggi. Upaya tersebut bisa tercapai jika pemerintah optimal memberikan pelatihan pembelajaran kepada seluruh guru di Indonesia, sekolah harus memiliki fasilitas pembelajaran yang lengkap, dan yang paling penting adalah guru harus terus berinovasi dalam menciptakan model pembelajaran, dan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan, sehingga siswa belajar bukan karena terpaksa namun karena memang ia menyukainya. -
Hal-hal yang perlu di Siapkan dan di Perhatikan Saat Wawancara
“Biasakan bertanya singkat agar daya tangkap pendengar baik” (Andreas Harsono)Biasakan bertanya tidak lebih dari 16 kata. Ituah kenapa Andreas mengatakan bertanyalah yang singkat gunanya agar si pendengan menangkap pertanyaan kita dengan baik. Nah, jangan lupa juga kita bertanya gunakan 5W+1H.Nah, di REPORTASE. Kegiatan meliputi mengumpulkan fakta-fakta tentang berbagai unsur berita dari berbagai sumber. Kemudian menuliskannya dalan berita-berita.Jangan lupa juga, jika kita menuliskan sesuatu jangan lupa kasih kutipan, kenapa? Maknanya agar tulisan kita menjadi hidup.Tulisan = ‘Kutipan’ (Hidup)Ada beberapa model wawancara :1)Langsung : Bertatap muka (Face to face)
2.Tidak langsung = Melalui telpon, chatting, dan email.Ada juga berberapa teknik wawancara agar sukses, yaitu:1)Be prepare
(Mulai membaca buku sampai data penting lainnya).2)Be Observant
(Cari tempat senyaman mungkin)3)Be Ontime
(Tepat waktu)4)On the record
(Rekam)Point ke empat, inilah yang paling penting diantara point point lainnya. Why? Jika kita kurang ngerti ketika wawancara, yang kita tulis. Rekaman adalah solusi dimana ini bisa menjadi pemerbaik membuat sebuah berita.On The Record, terbagi menjadi dua, ada:*Of the Record.
(Ketika kita sudah mewawancarai seseorang, dan yg diwawancarai tak memberi kita untuk membuat suatu berita. Nah kenapa sebelum mewawancarai sesorang kita harus lebih banyak bertanya)*Background
(Berita boleh disampaikan dan tidak ditulis penyampaian nya)5)Be Polite
(Sopan dan ciptakan kenyamanan)
*Pertanyaan tak bersifat “interrogatif” atau terkesan memojokkan.6)Feedback
(Be a good listener)7)Jangan Tatap Matanya.Nah ada catatan nih.❣Cek dan Ricek, catat ,jangan mengandalkan recorder(Langsung Review) Jangan lupa catat Nama,Dan nomor kontaknya❣*Jaga jarak untuk interview*Berikan kenyamanan (sebatas lengan)*Intensitas Suara*Jangan Grogi*Biasakan bertemu dengan orang baru.*Jangan Menyatakan Opini.Itulah trik and trik cara agar wawancara kita sukses. Trimsssss -

Pentingnya Pendidikan Nilai Agama dan Moral Bagi Anak
Pentingnya Pendidikan Nilai Agama dan Moral Bagi Anak – Pentingnya Nilai Agama dan Pendidikan Moral Bagi Anak Usia Dini – Masa kanak-kanak adalah masa keemasan. Dimana semua hal yang ditanamkan pada sang anak akan tertanam lebih kuat. Sebagai orangtua seharusnya memanfaatkan masa ini dalam mendidik generasi bangsa menjadi generasi yang bermoral dan beretika. Krisis moral yang dihadapi Indonesia bukanlah perkara sepele. Harus ada pembaharuan yang nyata.
Loka Karya (Workshop) parenting bagi para orangtua pemula sangat penting dalam meminimalisir krisis moral. Apalah guna negara yang kuat dan kokoh jika generasinya bobrok akan moral. Lihatlah lima tahun atau sepuluh tahun pasti akan terpuruk jua. Maka dari itu manfaatkan masa-masa dimana anak-anak lebih banyak menyerap ilmu yang diberikan kepada mereka. Yaitu masa anak usia dini.
Dalam hal ini, penerapan harus dilakukan tidak hanya pada anak namun juga pada orangtua. Harus ada contoh konkret bagi si anak. Karena sejatinya anak usia dini lebih suka meniru daripada mendengarkan.
1. Berbicara sopan kepada siapapun agar anak senantiasa menirunya.
2. Tidak berdebat di depan anak.
3. Menerapkan akhlak sehari-hari misalnya berdoa sebelum makan, memakai pakaian dimulai dari sebelah kanan, dll.
4. Tidak menggunakan gadget secara dominan saat bersama anak.
5. Memperkenalkan permainan yang bisa meningkatkan sosialisasi anak.Dengan melakukan hal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Baca Juga: Rumah Belajar Bimbel Online Gratis Bagi Siswa
Selain pendidikan formal, anak harus mendapatkan pendidikan agama seperti mengaji di TPQ. Tak hanya itu, anak harus dibiasakan mengaji di rumah. Dalam hal ini peran orangtua sangat dominan. Dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik sejak dini, maka tumbuh kembang anak akan baik pula. Penanaman perilaku yang terpuji seperti jujur, suka menolong, berkata yang baik dan sopan, rajin beribadah maka akan membentuk karakter generasi bangsa yang benar-benar membawa perubahan bagi negara ini kedepannya.Selain orangtua, guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) juga memiliki peran yang penting dalam memberikan pengajaran di sekolah. Anak kecil cenderung meniru perilaku orang-orang di sekitarnya. Sehingga sebagai seorang guru, apalagi guru PAUD maka haruslah sangat berhati-hati dalam bertingkah laku.
Seorang anak harus ditanamkan perilaku-perilaku yang baik pula seperti saling menolong antar teman, tidak membeda-bedakan teman yang satu dan lainnya dan berperilaku baik di lingkungan kelas atau sekolah. Ketika menegur anak yang tidak patuh peraturan atau berkata yang kurang baik maka haruslah menegur dengan baik tanpa unsur memarahi, agar anak tak meniru perilaku ‘emosi’ tersebut. Jika bukan kita yang mencetak generasi bangsa yang bermoral maka kepada siapa lagi kita serahkan nasib bangsa ini.
-
Isu Kesetaraan/ Persamaan Gender dalam Dunia Pendidikan
Isu Kesetaraan/ Persamaan Gender dalam Dunia Pendidikan – Gender adalah feminim dan maskulin. Gender dapat dilihat sebagai suatu kefeminiman atau kemaskulinan yang terdapat dalam diri seseorang. Karakter dari feminim adalah kelembutan, berurusan dengan rumah tangga, berbelanja, berias dan emosional. Karakter maskulin lebih pada rasional, gagah, berani, dan kuat. Perbedaan antar laki-laki dan perempuan terbentuk karena adanya proses sosial seperti kultur, budaya, dan keyakinan.Kebiasaan yang terjadi dalam masyarakat bila lahir anak perempuan semua perlengkapannya feminim. Berbeda dengan yang lahir laki-laki perlengkapannya mengarah pada sesuatu hal yang berani seperti berwa biru. Kebiasaan terseutlah yang menumbuhkan perbedaan tersebut, sehingga perbedaan tersebut terbawa hingga pada waktu menempuh pendidikan sampai pada dunia kerja.Sebagaimana yang diketahui bahwa Indonesia masih memiliki persamaan gender yang rendah dibandingkan dengan negara eropa utamanya dalam dunia pendidikan. Contoh nyata bahwa masih rendahnya persamaan gender di Indonesia yaitu pada jenjang pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar. Kedua jenjang pendidikan tersebut apabila ditinjau lebih dalam lagi, guru yang mengajar bisa dikatakan mayoritas adalah perempuan.Ditinjau dari tugas utama guru adalah membelajarkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Dapat dilihat dalam satu sekolah dasar jumlah keseluruhan guru ada 10, dengan jumlah laki-laki 3 dan 7 perempuan. Bagi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini bahkan jarang ditemui guru laki-laki. Laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak, jenjang karir yang sama dengan laki-laki dan memiliki hak dalam menyampaikan pendpatnya.Persamaan gender ini penting bagi dunia pendidikan, terlebih lagi dalam pembelajaran. Jumlah peserta didik antara laki-laki dan perempuan haruslah seimbang. Laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam mengenyam pendidikan, sehingga perbedaan itu harus dihilangkan. Namun pada kenyataannya, masih ada kesetereotipan antara laki-laki dan perempuan. Bidang tertentu di luar pendidikan laki-laki masih merajai dibandingkan perempuan.Keseimbangan gender dikatakan berhasil jika proporsi partisipasi mauk sekolah dan pencapaian tujuan pendidikan antara anak laki-laki dan perempuan berimbang dan sesuai dengan potensi setiap anak dalam proses belajar. Hal tersebut juga berlaku untuk tenaga pendidiknya agar lebih seimbang. Hal tersebut menjadikan PR tersendiri untuk mensejajarkan kedudukan antara laki-laki dan perempuan. -

Makna Filosofi Bambu dalam Dunia Pendidikan
Makna Filosofi Bambu dalam Dunia Pendidikan – Halo sobat Shalaazz, mungkin diantara kita banyak sekali memahami dan mempelajari sebuah konsep dari tanaman atau tumbuhan, bahkan banyak tumbuhan banyak menjadi lambang bagi beberapa kelompok ataupun organisasi.
Misalnya saja yang paling terkenal yaitu Lambang Bayangan Tunas Kelapa yang merupakan sebuah Lambang Gerakan Pramuka. Hal ini karena tumbuhan tersebut memiliki arti penting dan filosofis tersendiri terhadap gerakan pramuka.
Kali ini akan membahas filosofi bambu terhadap sebuah pendidikan. Hal ini karena penulis merupakan pengarajin kesenian calung dan angklung, kalian pasti tahu bahwa angklung dan calung terbuat dari bambu sehingga bambu tidak bisa lepas dari kehidupan penulis. Hehehe…..
Bambu sangatlah penting bagi kehidupan, masyarakat di Indonesia tidak bisa lepas dari bambu. Bambu bisa dibuat apa saja baik itu anyaman bambu, kerajinan dari bambu, alat musik dari bambu, dinding rumah dari bambu, dan masih banyak lainnya.
Filosofi Pohon Bambu Tentang Pendidikan
Hampir semua bagian dari bambu memiliki kegunaan tersendiri, bahkan bisa kita makan rebungnya. Pada kali ini, penulis hanya akan memetik beberapa poin saja mengenai arti penting bambu dalam sebuah pendidikan dan kehidupan.
Pertama, kita tahu bahwa bambu adalah sebuah tanaman yang berkoloni dan tidak pernah ada bambu yang tumbuh sendirian.
Mengutip dari pernyataan Aristoteles tentang zoon politicon yang arti sederhananya manusia tidak dapat hidup sendirian. Dari situ kita tahu bahwa bambu juga hidup berkoloni.
Dalam dunia pendidikan sangat jarang ditemukan orang yang bisa pandai dan cerdas dengan sendirinya. Tentunya diharuskan mencari guru atau partner dalam belajar.
Diskusi maupun kegiatan lainnya sangatlah penting bagi setiap orang dalam proses belajar tentunya agar saling mengetahui letak kekurangan dan kelebihan kita.
Selain itu juga sebagai bahan referensi juga, pentingnya diskusi dan berkumpul dalam dunia pendidikan tidak hanya memberikan wawasan ilmu pengetahuan saja melainkan banyak manfaat-manfaat lainnya.
Misalnya saja kita dapat memahami karakter seseorang bagaimana cara menghadapi mereka masing-masing, belajar dalam bersosial, belajar berbicara di depan orang-orang dan lain. Setidaknya dengan berkumpul akan membantu kita dalam proses pendidikan.
Baca juga: Motivasi Sekumput Filosofi agar Hidup Berharga untuk dijalani
Bambu memiliki keberagaman jenis, seperti kita ketahui bahwa bambu memiliki berbagai jenis dari bambu kuning, bambu wulung, bambu tali, bambu tamiang, dll. Semuanya berbeda jenis dan memiliki fungsi masing-masing. Seperti halnya dalam dunia pendidikan, setiap orang tidak selamanya memiliki kemampuan sama.
Sejenak ketika kita berada di kelas, tidak mungkin satu kelas pintar dan menyukai matematika saja pasti ada siswa yang mahir dalam bidang olahraga, mata pelajaran bahasa, mata pelajaran sosial, mata pelajaran matematika dan lain-lain. Namun, mirisnya terkadang ada beberapa guru yang suka memuji anak-anak yang pandai di bidang eksak saja.
Padahal prestasi setiap siswa tidak hanya disitu saja, tentunya jika dimaksimalkan potensi setiap siswa maka akan terbentuk suatu sekolah yang memiliki prestasi disegala bidang.
Tidak hanya dalam hal kemahiran terhadap suatu bidang saja, melainkan dalam proses belajar saja banyak yang berbeda, ada siswa yang mudah paham dengan cara membaca, ada siswa yang mudah paham dengan menulis, seperti halnya bambu, bambu tali cocok dibuat untuk menjadi sebuah anyaman, bambu tamiang bisa dibuat untuk alat musik semisal seruling.
Jika salah satu bambu ada yang akan mati, bambu tersebut tidak langsung secara tiba-tiba jatuh ke tanah, melainkan ia akan ditopang oleh bambu-bambu lainnya sehingga tidak langsung jatuh ke tanah.
Baca juga: Memahami Makna Kemerdekaan di Era Milenial Essay
Tentunya makna ini sangat penting bagi dunia pendidikan karena banyak diantara siswa yang frustasi saat mereka ada dalam proses pendidikan sehingga berujung putus sekolah. Dukungan-dukungan dari berbagai pihak haruslah selalu dikobarkan baik dari guru, wali murid maupun teman-teman siswa yang lainnya karena motivasi sangatlah diperlukan bagi mereka yang frsutasi terhadap proses pendidikan.
Hal ini supaya mereka yang frustrasi tidak langsung memutuskan untuk segera keluar dari dunia pendidikan namun tumbuh semangat baru dalam mengikuti proses pendidikan.
Sebuah filosofis dapat kita pelajari dari apapun itu, jika kita mau berpikir lebih kritis maka kita akan menemukan suatu pelajaran dari setiap sesuatu yang ada di lingkungan sekitar kita. Terimakasih.
-
Perlukah Pendidikan itu di perhatikan Penuh ?
Pendidikan di Indonesia adalah sesuatu yang digunakan untuk memajukan bangsa dalam rangka membawa nama Indonesia ke jenjang internasional. Melalui perbaikan-perbaikan, salah satunya adalah perbaikan sistem dalam penilaian terhadap siswa.Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI akan memberlakukan kebijakan dua rapor pada siswa pendidikan dasar dan menengah. Jenis rapor yang akan ditambah pihak pusat tersebut bertumpu pada rapor khusus yang akan menilai karakter siswa. Pernyataan ini ditegaskan sebagai salah satu cara mendukung program penguatan pendidikan karakter (Radar Lombok, 2107: Halaman 12).Rencana seperti ini akan mampu mendisiplinkan dan mempermudah para guru dalam mengenal karakter para sisiwanya. Dan mempermudah mereka dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter mereka masing-masing, sehingga dalam belajar terdapat kenyaman dan kesingkronan antara guru dan para siswanya.Namun , rencana seperti ini juga banyak yang tidak menyetujuinya. Karena dianggap terlalu memaksakan rencana. Contonya saja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kabupaten kota dan provinsi yang tidak setuju, karena menggangap menambah pihaknya kebingungan dan menganggap jenis rapor siswa yang berlaku saat ini, dinilai sudah cukup.Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Penddikan dan Kebudayaan (Dikbud) kota Mataram, juga mengomentari rencana ini. Ia mengatakan, rencana Kemendikbud pusat sudah terlalu banyak. Salah satunya adalah, soal Lima Hari Sekolah, yang belum selesai dilakukan.Bukan hanya itu, para pelajar SMA yang sederajat juga banyak memposting kiriman di sosmed tentang keluhan mereka atas peraturan yang menetapkan, jam sekolah sampai sore. Mereka merasa terbebani, dengan peratutran seprti itu.Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Untuk pendidikan anak usia dini, mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2003, pasal 1butir 4 tentang sistem pendidikan nasional. pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 tahun yaitu sekolah dasar 6 tahun dan sekola menenga petama 3 tahun. Kemudian sekolah menengah atas selama 3 tahun. Dan terakhir pendidikan tinggi setelah menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi (wiki, Agustus 6, 2017)Pemerintah telah menetapkan bahwa, pendidikan dimulai dari usia dini dan telah mengatur sedemikian rupa tahap-tahap pendidikan yang akan ditempuh oleh generasi muda dalam mewujudkan generasi bangsa yang cerdas. Pemerintah juga mendirikan sekolah-sekolah diberbagai daerah, guna meratakan pendidikan diseluruh indonesia, terutama didaerah-daerah pelosok.Akan tetapi banyak juga masyarakat yang tidak mau tahu akan pendidikan ini, mungkin karena tidak ada biaya sehingga mereka menganggap pendidikan adalah hal sepele. Contonya saja, didesa Pare Mas. Disana mereka menganggap pendidikan dengan sebelah mata. Banyak yang diantara mereka yang mempersekolahkan anaknya hanya sampai tingkat SMP/SMA. Mereka selalu mengatakan, “buat apa sekolah, hanya membuang-buang biaya saja.Toh yang jadi guru banyak, yang jadi polisi banyak, dokter juga banyak diluaran sana. Lebih baik bekerja, mendapatkan uang dengan segera”. Pemikiran mereka tentang pendidikan sangatlah sempit, dikarenakan faktor ekonomi yang rendah. karena itu selain mendirikan sekolah-sekolah, pemerintah juga harus sering mengadakan sosialisasi tentang pendidikan ke daerah-daerah terpencil.Kualitas pendidikan di Indonesia masih menjadi perhatian. Hal ini terlihat dari banyaknya kendala yang mempengaruhi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.Menurut soedijarto (1991:56), bawa rendahnya mutu atau kualitas pendidikan disamping disebabkan oleh karena pemberian peranan yang kurang profesional terhadap sekolah, kurang memadainya perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan sistem kurikulum, dan penggunaan prestasi hasil belajar secara kognitif sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pendidikan, juga disebabkan karena sistem evaluasi tidak secara berencana didudukkan sebagai alat pendidikan dan bagian terpadu dari sisitem kurikulum (wordpress, Agustus, 2017).Dalam menentukan sistem kurikulum yang akan diterapkan, pemerintah harus benar-benar merencanakan secara matang sistem tersebut, supaya ketika dilaksanakan bisa berjalan sesuai rencana dan menghasilkan hasil yang tidak mengecewakan. Dalam pengelolaannya juga, perlu adanya pengawasan yang ketat supaya ketika diadakan evaluasi, menghasilkan sistem yang terbaik dan terencana.Contonya saja sistem kurikulum KTSP, yang tidak menuai banyak pertentangan meskipun masih ada kekurangan.Referensi :Radar lombok, 2017. Kemendikbud RI Rencana Tambah Jenis Rapor. 25 Agustus. Halaman 12. Mataramwiki.(2017,agustus 6).From http://id.m.wikipedia.org/wiki/pendidikan_di_indonesiawordpress.(2017,agustus).Fromhttps://pramithasari27.wordpress.com/pendidikan/kualitas-pendidikan-di-indonesia -
Inilah Definisi Mahasiswa yang Belum Orang Ketahui
Inilah Definisi Mahasiswa yang Belum Orang Ketahui – Aku seorang mahasiswa katanya? Tapi apakah pernah kita memaknai arti dari kata “Mahasiswa”, dengan gampangnya kita menyebut bahwa kita adalah seorang mahasiswa. Aku mahasiswa disini dan aku punya hak menjadi seorang mahasiswa? Tapi apakah pernah kalian menyadari kalian hanya meminta hak tanpa melakukan kewajiban kalian sebagai seorang mahasiswa. Menjadi seorang mahasiswa cerdas dikit, jangan menjadi mahasiswa bodoh, Camkan itu! Jangan menjadi mahasiswa yang sok tau, sok mengkritisi! Pahami dulu apa tugas dan kewajiban menjadi seorang mahasiswa.Gelar yang kita pegang dari kata” maha” setelah “siswa “itu menunjukkan bahwa kalian bukan lagi hanya sekedar siswa, kalian memiliki tingkat ysng lebih tinggi, tingkat yang sangat tinggi, jadi kelakuan kalian jangan samakan ketika kalian menjadi seorang siswa. Mahasiwa sejati adalah mahasiswa yang berpenampilan rapi, bukan datang asal datang, bukan berpakaian semaunya, mahasiswa yang bertututur kata lembut, sopan, dan halus, bukan perkataan kasar, menjijikkan, mahasiswa yang datang tepat waktu, mengerjakan tugas yang diberikan tugas oleh dosen, mahasiswa yang berprestasi , mahasiwa yang aktif, dan tentunya melakukan tri dharma perguruan tinggi, apa itu tri dharma perguruan tinggi?- Penelitian
- Pengabdian
- Pendidikan
Berbicara lagi masalah mahasiswa, berbagai macam jenis mahasiswa, berbagai macam karakter mahasiswa, bukan di satu kampus di semua kampus yang ada di seluruh dunia ini, memiliki berbagai macam kelakuan mahasiswa. Ada mahasiswa kupu-kupu( mahasiswa yang hanya datang setelah itu pulang), ada mahasiswa pendemo( mahasiswa yang tidak memiliki kerjaan, yang hanya aturan ditambah mau demo) , ada mahasiswa yang organisatoris ( datang hanya untuk berorganisasi tanpa mendapatkan pelajaran di kampusnya). ada mahasiswa yang kerjaannya hanya untuk pacaran ( mencari wanita atau pria yang ganteng ), dan masih banyak lagi tipe mahasiswa yang ada diseluruh kampus didunia ini. Dengan adanya tipe atau jenis mahasiswa seperti ini, siapakah yang salah? Dosenkah? Rektorkah? Satpamkah? Pemerintahkah? Orangtuakah? Atau mahasiswa itu sendiri? menurutmu siapa?Jadi mahasiswa harus memiliki inovasi-inovasi yang baru, agar bangsa , Negara, bahkan kampus bangga memiliki mahasiswa seperti kita? Karena kampus mengharapakan kita sebagai mahasiswa untuk memajukan kampus tersebut, sebaik-baik apapun kampus itu jika mahasiswanya ugal-ugalan itu merupakan suatu hal yang percuma, sia-sia, tidak bermanfaat. Mahasiwa harus mampu berpikir kreatif, berpikir inovatif, agar kita bisa mengaharumkan nama baik diri kita sendiri, orang tua, lebih-lebih kampus kita.Kita dikuliahkan oleh orang tua melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi berarti kita sudah diamanahkan agar kita menjadi manusia yang lebih baik lagi, agar kehidupan kita nantinya lebih indah lagi, bukan malah datang hanya untuk menghamburkan uang orang tua yang sangat capek mencarikan buat kita, setidaknya apabila kita tak mampu mendapatakan beasiswa dikampus, jangan sampai kita menambah beban orang tua dirumah yang sudah bersusah payah untuk membiayai kita kuliah, oleh sebab itu buanglah hal-hal penghalang yang membuat kita menjadi mahasiswa yang berprestasi dan intelegensi dan wisuda tepat waktu.Jadilah mahasiswa yang teladan! Jangan terlalu sibuk dengan urusan yang tak perlu, tugas kita hanyalah belajar, mencari ilmu, bukan pembikin onar, bukan ppembuat masalah, jadilah mahasiswa yang pintar , santun, dan hebat. Kita adalah contoh untuk anak-anak kita nantinya, baik anak didik kita, ataupun anak kandung kita. -
Beginilah Gambaran Mutu Pendidikan Saat Ini , Masihkah Sementara?
Beginilah Gambaran Mutu Pendidikan Saat Ini , Masihkah Sementera? – Ketika berada di medan perjuangan yang Namanya Pendidikan. Akan terasa sebab dan akibatnya bila berada di posisi yang pelajar. Namanya kelelahan itu akan terasa sekali. Hingga, sikap mengeluh terlontarkan begitu saja. Itulah arti dari menimba ilmu di dunia Pendidikan. Namun, efektifkah Pendidikan sekarang ini hingga terasa dalam pribadi maupun masyarakat?Pendidikan yang diemban hingga perkuliahan belum terasa adanya perubahan. Mengapa? karena yang miskin masih banyak yang kaya juga tetap yang itu-itu saja. Rasa tolong-menolong yang kurang dan rasa iba sudah punah dibawa zaman. Walaupun banyak beasiswa untuk kalangan tidak mampu. Namun, tetap saja orang-orang yang diberi beasiswa mencari pekerjaan untuk keperluan sehari-harinya. Karena, kebutuhan tidak sesuai dengan yang ada.Jika beasiswa mampu memenuhi kebutuhan pun masih ada masalah di kalangan yang diberikan beasiswa. Sebagian orang menghamburkannya dan sebagian orang lagi ada yang menabungnya. Tergantung kondisi fakultas ada yang hedonisme dan ada juga yang tidak. Seringkali kejadian ini terus-menerus terjadi dan pada akhirnya modal dan mental itu dibatasi hingga tidak ingin melakukan apa yang terbaik.Bertahun-tahun lamanya diemban Pendidikan itu. namun, banyak sekali orang lupa materi yang diajarkan oleh gurunya. Mengapa? karena tidak ada proses pengulangan yang ditangkap cepat, saat mencari ilmu adabnya terlupakan, dan ketika beribadah disuruh singkat atau nanti saja. Saat memiliki pekerjaan lupa akan ilmu-ilmu lainnya dan pengabdiannya.Padahal, Pendidikan tidak akan pernah berakhir hingga kapanpun dan dimanapun berada. Mengapa? karena setiap tempat adalah kelas, setiap orang adalah guru, dan setiap kejadian adalah pelajaran. Itulah Pendidikan yang harus dibawa dari generasi ke generasi. Sehingga tidak ada yang namanya direndahkan maupun ditinggikan.Pendidikan mental yang harus diuji. Setiap materi yang didapatkan harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, Daarut Tauhid yang sabtunya diisi materi dan minggunya diujikan yang mana materi itu diisi dengan keyakinan tinggi kepada Allah hingga menurunkan ego sejatuh-jatuhnya yang ada di dalam diri insan. Lalu, santri diuji dengan pengalaman yang tidak pernah terpikirkan ataupun dilakukan sebelumnya. Itulah gambaran Pendidikan yang ada di zaman milenial ini. -
10 Tips dan Trik Sukses dalam Menempuh Skripsi
10 Tips dan Trik Sukses dalam Menempuh Skripsi – Menjadi mahasiswa merupakan suatu anugerah bagi seseorang karena tidak setiap orang mampu mengenyam bangku perkuliahan. Mahalnya UKT yang harus ditanggung dan susahnya tes masuk perguruan tinggi merupakan alasan untuk tidak melanjutkan ke jenjang ini. Selain itu, tuntutan ekonomi membuat seseorang menjatuhkan pilihan mereka untuk bekerja dibandingkan menempuh perkuliahan. Namun, juga tidak sedikit kasus dimana seorang anak dari keluarga miskin mampu menyelesaikan pendidikannya di universitas dengan nilai camlaude. Jika diperhitungkan, memang sangat banyak yang mengincar jenjang perkuliahan ini.Berdasarkan rating peminat yang membludak, dibuka beberapa jalur untuk menembus dunia perkuliahan, seperti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SPAN PT KIN, dan juga jalur mandiri. Telah menjadi isu umum jika setiap tahun siswa kelas 12 SMA berlomba mengisi berkas untuk mengikuti rentetan acara seleksi tersebut. Bagi siswa berprestasi yang ingin melanjutkan kuliah namun tidak mampu, pemerintah menyediakan progam beasiswa bidikmisi dengan berbagai macam persyaratan dan proses panjang yang harus diurus. Sedemikian rumit prosesnya dikarenakan bidikmisi merupakan beasiswa penuh ditambah uang living cost setiap bulan untuk penerimanya.Disamping alur masuk yang cukup menegangkan tersebut, skripsi merupakan tahapan akhir yang menjadi momok bagi mahasiswa. Tahapan ini merupakan proses mengerjakan tugas akhir untuk meruntuhkan gelar mahasiswa yang pada awalnya diperjuangkan. Mahasiswa akan bekerja ekstra dan bahkan menjadi jarang tidur nyenyak untuk lulus dari universitas dan terjun ke dunia masyarakat. Tapi tak perlu bersedu sedan, karena skripsi adalah tugas yang harus dikerjakan, buka dijadikan beban pikiran.Untuk enjoy menghadapi skripsi, berikut 10 tips dan trik Sukses Skripsi untuk kalian:
1. Menyusun kalender pribadi
Tahap yang paling awal untuk menjalankan suatu pekerjaan adalah merencanakan segala sesuatunya dengan matang. Terlebih lagi jika kita memiliki kalender pribadi. Menyusun kalender pribadi sebisa mungkin ditargetkan maju, jangan dipaskan dengan keinginan sebenarnya. Misalnya kita mau mulai penelitian tanggal 12 Desember, maka dikalender pribadi dapat ditulis memulai penelitian pada 25 Nopember. Dengan begitu, kita dapat mengantisipasi waktu mundurnya tanpa melebihi target yaitu 12 desember.2. Hindari sifat malas dan menunda pekerjaan
Faktor utama penyebab memanjangnya proses skripsi adalah malas, mager (malas gerak) dan semua yang berhubungan dengan malas. Apalagi biasanya disemester akhir sudah jarang ada kuliah dan tugasnya hanya didominasi oleh 6 SKS yaitu skripsi. Kondisi waktu yang sangat luang inilah yang menyebabkan mahasiswa tingkat akhir menjadi sering berada dikamar, hingga akhirnya molor seharian menjadi akibat dari sebab luangnya waktu. Untuk menghindari kemalesan yang hakiki, kita dapat pergi ke ruang baca untuk sekadar membaca-baca skripsi kakak tingkat, pergi ke wifi zone untuk mencari topik skripsi yang menarik, atau ke perpustakaan untuk meminjam buku penguat ide skripsi. Selanjutnya kita dapat menyusun proposal skripsi yang akan diajukan kepada dosen pembimbing.3. Hindari media sosial sepanjang hari
Dewasa ini, medsos (media sosial) menjadi polemik yang membuat candu para penggunanya. Bahkan ada istilah sehari tanpa internet, bagaikan mati saja. Seolah medsos merupakan nyawa. Siapa yang online berarti dia hidup, dan siapa yang offline berarti mati. Sangat miris jika hanya diisi sepanjang hari untuk mengepo-in status orang lain, tebar komentar kesana-kemari, upload foto agar mendapat like dan begitu seterusnya. Aktivitas ini tentu menganggu fokus kita dalam mengerjakan skripsi. Untuk itu, perlu adanya jadwal untuk memegang gadget dan jadwal kita harus fokus. Lebih baik lagi jika kita memberi waktu memegang gadget 2 jam perhari.4. Berhenti bermain game
Berdasarkan pengakuan dari mahasiswa yang kuliahnya molor atau yang telah lulus, game merupakan faktor utama memanjangnya waktu mengerjakan skripsi. Gamers seperti terpacu untuk menuju ke level-level selanjutnya hingga sebagian besar waktunya terkuras untuk menuruti ambisi naik level games. Bahkan gamers sering lupa makan, susah tidur apalagi memegang tugas skripsi. Alhasil, skripsi terbengkelai dan waktunya menjadi terulur. Games dapat saja dilakukan, asalkan untuk mengusir jenuh barang 15 menit saja, tapi bukan games yang sepanjang hari.5. Memperbanyak referensi
Mulai memusatkan ide adalah awal yang cukup bagus dalam memulai suatu penelitian. Kita dapat mencari isu-isu menarik untuk dijadikan bahan penelitian yang disesuaikan dengan bidang yang menjadi minat kita. Selanjutnya kita dapat memperkaya referensi ke ruang baca dan juga perpustakaan kampus. Dari referensi tersebut kita juga dapat melihat cara penulisan skripsi, sumber yang digunakan serta metode penelitian yang digunakan.6. Membentuk grup skripsi
Membentuk kelompok juga merupakan hal yang penting. Kelompok ini dapat dibentuk untuk saling membantu satu sama lain, saling mengingatkan jika yang lain lalai, saling menyemangati jika yang lain mulai patah dan saling bekerjasama menuju hari wisuda. Grup ini berisi kumpulan beberapa teman yang memiliki visi, misi, nasib dan tekad yang sama.7. Diskusi dengan dosen pembimbing
Hubungan yang baik dan komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing sangat penting untuk menunjang keberlangsungan pengerjaan skripsi. Dengan adanya korelasi yang baik, maka kenyamanan akan terbentuk dan kita dapat menceritakan keluh kesah kepada dosen pembimbing skripsi. Terlebih lagi dosen pembimbing selalu mempunyai solusi untuk keluhan kita. Jangan patah semangat ketika dosen susah ditemui, kita juga harus memahami kalau kesibukan dosen bukan hanya tentang kita. So, harus menambah jam terbang kita.8. Hindari stress berlebihan
Stress dalam pengerjaan skripsi sudah menjadi hal yang biasa. Alumnus bilang “rasakan nangis-nangisnya skripsi”, mungkin saja itu akan terjadi. Tapi jangan sampai stress yang berlebihan. Terlebih lagi merasa bahwa yang paling sulit adalah posisi kita. Jangan begitu, semua merasakan beban ini kok, bukan kamu saja. Jadi, life must goes on.9. Mencari tempat indekos yang nyaman
Bagi kalian yang kuliah di universitas jauh dari rumah dan memakai fasilitas indekos, pilihah indekos yang nyaman. Nyaman tersebut dari kategori tempatnya, suasananya dan orang-orang didalamnya. Cari tempat kos yang didalamnya kamu dapat fokus mengerjakan skripsi, yang penghuninya tidak banyak cingcong (banyak bicara), dan suasananya tidak berisik.10. Berdoa dan meminta doa orangtua
Usaha tanpa doa adalah hal yang sombong. Doa adalah mantra ajaib dalam mendukung terlaksananya usaha kita. Selain berdoa lewat lisan sendiri, adakalanya kita harus selalu meminta doa kepada orantua. Sempatkan untuk pulang, katakan kepadanya bahwa kita akan bertempur melawan tugas akhir yang cukup berat, lalu meminta doalah kepada orangtua.Nah, selamat mencoba 10 Tips dan Trik Sukses dalam Menempuh Skripsi . Masa depan telah menanti. -
Inilah Nasihat Bijak dari Ibu Kartini Untuk Perempuan
Inilah Nasihat Bijak dari Ibu Kartini Untuk Perempuan – Pendidikan dan Kartini mempunyai korelasi yang kuat karena Kartini awalnya memperjuangkan apa yang namanya hak perempuan untuk memperoleh pendidikan sebagaimana halnya kaum pria. Pahlawan emansipasi wanita Indonesia ini memang harum namanya. Sampai hari ini kita masih mengingat betul inspirasi dan jasa-jasanya terhadap kebangkitan hak wanita untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan kaum pria. Meski makna emansipasi sering kali dimaknai kebablasan menjadi ingin setara bahkan melebihi kaum pria. Padahal sesungguhnya wanita dan pria diciptakan untuk saling melengkapi bukan untuk saling bersaing atau menggantikan. Hak memperoleh pendidikan sama dengan pria bukanlah berarti mengingkari kodrat sebagai seorang wanita. Bukan untuk menggantikan pria tetapi wanita dan pria adalah setara tetapi untuk saling melengkapi bukan berkompetisi.Dari Kartini untuk kaum perempuan
Saat ini banyak bentuk tuntutan dan pembiasaan sikap atau cara berpikir yang disuarakan sebagian kaum wanita yang mengatasnamakan pembela emansipasi, yang justru kebablasan dan sejatinya malah merendahkan kedudukan wanita itu sendiri. Mereka berteriak bahwa wanita bebas berpakaian ketat, rok mini atau tampak paha dan dada. Mereka mengatakan itu hak wanita dan bersembunyi di balik dalih seni. Atau pula mereka menyatakan wanita bebas keluar malam, nongkrong di diskotik, merokok dan minum-minum layaknya pria. Atau mereka mengiyakan dan memaklumi wanita-wanita yang meninggalkan kodratnya sebagai seorang ibu demi mengejar gaji dan prestise.Sesungguhnya, Kartini tidak menginginkan wanita keluar rumah dan menelantarkan buah hatinya. Kartini tidak menginginkan wanita membanting tulang mandi keringat untuk menggantikan suami mencari nafkah. Kartini tidak pula menginginkan wanita menganggap pria sebagai ancaman dan makhluk yang harus ditandingi atau ditaklukkan. Yang beliau inginkan adalah wanita berhak sekolah dan belajar untuk menjadi istri yang baik, ibu yang baik dan tiang negara yang utama.Sebagai perempuan yang berasal dari kalangan kaum ningrat, Kartini bersyukur bisa memperoleh pendidikan sehingga ia bisa menjalin korespondensi dengan sahabat-sahabat Belandanya. Meski tubuhnya berada di dalam tembok keputren, tetapi jiwanya melanglang buana karena pendidikan yang diperolehnya menjadikan ia mampu berkelana dalam perjalanan pemikiran yang tanpa batas. Menuangkan ide-ide, keinginan untuk memperjuangkan hak perempuan agar memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan seperti kaum pria, berpikir kritis, sekaligus upaya mencari solusi atas semua kegelisahan jiwanya.Sebenarnya Kartini tak sendiri, kita mengenal Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, dan banyak lagi tokoh-tokoh wanita di masa lalu yang concern terhadap pendidikan, khususnya untuk kaum wanita. Mereka sudah berpikir maju, jauh melampaui cara berpikir perempuan pada zamannya. Mereka berjuang melawan tradisi yang sudah berurat akar. Menentang apa yang dianggap tabu, tentang hak wanita untuk pintar menulis, membaca dan berketerampilan lainnya, yang bukan hanya berkutat antara sumur, kasur dan dapur. Bukan untuk dirinya sendiri saja, tetapi untuk seluruh kaum perempuan, saat itu hingga sekarang.Pendidikan dan kaum perempuan masa kini
Kini, apa yang mereka perjuangkan sudah dinikmati oleh sebagian dari kaum wanita. Perempuan Indonesia bebas bersekolah ke mana saja yang mereka suka. Sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Bebas berkarya, menyuarakan pendapat, memiliki pekerjaan dan karir seperti halnya pria.Meskipun begitu, di era digital yang (seharusnya) sudah serba mapan, kita tetap masih mendengar pendidikan yang telah lama dicita-citakan Kartini untuk kaum perempuan masih juga belum bisa dinikmati semua perempuan. Banyak Kartini-Kartini di Indonesia, mulai dari pahlawan devisa Indonesia hingga para petani dan nelayan, masih memperjuangkan kebutuhan dasar mereka: sandang, pangan, dan papan.Pendidikan untuk perempuan hingga kejuruan seperti yang dicita-citakan RA Kartini belum bisa sepenuhnya dilaksanakan hingga pelosok negeri. Para perempuan negeri ini masih saja terjebak kemiskinan struktural yang dicirikan dengan pendidikan rendah dan miskin. Maka, suara Kartini seabad lebih yang lalu, ternyata masih relevan hingga kini untuk mengingatkan para penguasa untuk lebih memperhatikan pendidikan bagi kaum perempuan. -
Apa Itu Bioentrepreneurship?Berperankan Untuk Masa Depan?
Apa Itu Bioentrepreneurship?Berperankan Untuk Masa Depan? – Pengenalan dunia enterpreuner (bisnis) kepada generasi penerus merupakan salah satu cara untuk membentuk mentalnya dimasa depan. Pendidikan ini bisa dimulai dari dalam rumah dan sangat dianjurkan untuk setiap orang tua. Pendidikan enterpreuner bukan untuk membebani atau memperkerjakan anak kita, namun membentuk keterampilan dan kemandirian anak sejak dini. Wirasusahawan muda menjadi salah satu pencapain yang diinginkan setiap insan manusia.Moral Value yang bisa didapatkan sangatlah banyak yaitu bagaimana anak belajar untuk menghargai hasil pendapatan sendiri dan tidak menggunakan uang jajan sekehendak hati, kebiasaan boros bisa diatasi dengan melatih sejak dini, namun tidak terlalu menjadikan anak perhitungan atau pelit dalam mengelola uang hanya untuk memberikan mindset yang baik dalam pengelolaan uang. Selain itu yaitu mengajarkan anak untuk berbagi kepada sesama dan tidak meremehkan pekerjaan orang lain karena setiap pekerjaan ada energi yang dikeluarkan. Membentuk karakter yang tidak mudah menyerah dan tidak manja. Membentuk karakter anak supaya tidak malu untuk berkreasi dan berinovasi sehingga bisa bersaing di pasaran internasional.Prediksi bisnis yang ada dimasa depan yaitu bisnis yang berkualitas, ramah lingkungan, sehat dan berstandar. Bisnis ini dikenal dengan istilah Sustainable Business. Mislanya bisnis dalam kuliner. Bisnis kuliner masa depan tidak hanya memikirkan masalah taste atau cita rasa yang enak, namun juga akan mempertimbangkan khasiat dari produksnya. Jika kita amati saat ini banyak sekali kuliner yang mendunia karena memiliki standar atau baku mutu yang baik. Misalanya makanan cepat saji (junk food). Semua pengerjaan diperusahaan itu telah terstandar dengan teknologi canggih sehingga dimanapun kita makan dengan satu merek yang sama makan akan sama rasa, aroma dan bentuknya. Namun sayangnya kebanyakan junk food hanya mementingkan cita rasa namun tidak untuk health. Masyarakat global saat ini cenderung memilih makanan junk food (makanan cepat saji) dengan rasa yang enak saja namun kurang melihat dalam hal kesehatan.Sebagai salah satu warga negara Indonesia dengan kekayaan laut, pertanian, peternakan, pegunungan, pertambangan, perhutanan dan sumberdaya alam yang lain kita harus melihat peluang itu. Hal-hal biasa yang kita temukan setiap hari bisa jadi hal yang luar biasa ketika sudah terstandar dan ada baku mutunya. Kita bisa memulai dengan berwirausaha hal-hal yang dapat menyehatkan namun telah terstandarisasi dengan teknologi sehingga semua akan manjadi bermutu. Banyak sekali referensi olahan makanan yang bisa kita angkat nilainya misalnya makanan tradisonal dari daerah masing-masing. Berilah semangat secara moral dan material kepada generasi penerus kita saat berenterpreunership dalam sekala besar atau kecil. -
Apakah Penting Belajar Muatan Lokal bagi Siswa?
Apakah Penting Belajar Muatan Lokal bagi Siswa? – Sejenak kita tahu bahwa jika di sekolah terdiri dari banyak mata pelajaran tentunya yang paling dominan yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dll. Bisa dikatakan kedua mata pelajaran tersebut dapat kita jumpai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun demikian, selain mata pelajaran itu ada salah satu mata pelajaran yang unik yaitu Muatan Lokal. Muatan Lokal biasanya dimasukan ke dalam kurikulum namun hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).Penulis sendiri pernah mendapatkan mata pelajaran muatan lokal saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), dimana saat itu materinya hanya membuat telor asin saja karena penulis sendiri berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Seperti yang kita ketahui bahwa Kabupaten Brebes merupakan sentra telor asin di Indonesia. Selain disebut sebagai Kota Bawang Merah, Brebes juga dikenal sebagai Kota Telur Asin. Hal ini dilakukan bertujuan agar para siswa tahu bahwa tentang seuatu yang ada di daerahnya dan menjadi ciri khas daerah tersebut tentunya para siswa bisa melestarikannya.Mata pelajaran Muatan Lokal memang terkadang tidak terlalu diutamakan tidak seperti Matematika, terbukti penulis juga saat duduk di bangku sekolah dasar hanya mendapat jatah 1jam pelajaran saja dalam seminggu. Padahal jika kita telaah secara cermat banyak sekali manfaat untuk para siswanya sendiri terutama pengenalan daerahnya masing-masing. Bisa dikatakan bahwa Muatan Lokal merupakan Pelajaran Wawasan Kebangsaan dalam lingkup sederhana karena hanya meliputi daerah tertentu. Jika ada adagium “Kenali Dirimu Sebelum Mengenal Orang Lain”, maka disitulah peran dari mata pelajaran Muatan Lokal.Muatan Lokal sangatlah penting bagi para siswa, tentunya dapat memberikan gambaran tentang daerahnya masing-masing. Hal ini sebagai bekal di masa mendatang jika mereka sudah tidak berdomisili di daerah kelahirannya. Mengapa demikian? Karena mereka dapat mengenalkan dan menceritakan tentang daerahnya sendiri, apalagi jika daerah tersebut memiliki potensi wisata yang cukup baik tentunya akan menarik minat tersendiri bagi teman dekatnya untuk berkunjung ke daerahnya bahkan jika berteman akrab dengan para investor tentunya dapat memaksimalkan potensi yang ada di daerahnya.Selain itu, siswa dipacu untuk melestarikan budaya dan kebiasaan-kebiasaan setempat. Setiap daerah di Indonesia memiliki kebiasaan dan adat-istiadat yang berbeda-beda baik dalam kesenian, makanan, gaya hidup, bahasa, logat berbicara, dll. Bahkan satu kabupaten pun sangat beragam, maka disinilah peran dari muatan lokal tersebut. Seperti contoh di Kabupaten Brebes sendiri ada dari 17 Kecamatan yang ada masing-masing memiliki kerajinan tangan tersendiri misalnya Kecamatan Bantarkawung pengahsil Rinjing, Kecamatan Bumiayu penghasil Rebana, Kecamatan Salem penghasil Batik, dsb. Disinilah salah satu pentingnya muatan lokal, dengan adanya muatan lokal siswa dipacu harus mengetahui segala yang ada disekitar daerahnya. Misalnya saja kerajinan dari masing-masing kecamatan di Brebes sebagaimana yang telah disebutkan diatas, setidaknya para siswa di kecamatan tersebut tahu mengenai tata cara pembuatan, bahan-bahan pembuatannya, jika mereka mampu membuat kerajinan tersebut itu tentunya sangat baik karena ada generasi yang melanjutkannya.Tidak hanya mengenai kerajinan tangan saja, dalam mata pelajaran muatan lokal diharuskan memuat beberapa aspek mulai dari sejarah daerah masing-masing, kebiasaan masyarakat setempat, makanan khas, dll. Untuk implementasinya cukup sederhana, misalnya saja dibangku Sekolah Dasar (SD), tentunya hanya diberikan pengenalan mengenai desa baik cerita asal usul desa ataupun lainnya, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) megenai Kecamatan maupun Kabupatennya, segala apa yang ada di Kecamatan maupun Kabupaten bisa dijelaskan di (SMP) karena mayoritas muatan lokal hanya ada sampai jenjang Sekolah Menengah Pertama.Wawasan Kebangsaan memanglah sangat penting tentunya setiap warga negara selalu diberikan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan agar mereka tetap mencintai dan melestarikan segala yang ada pada bangsanya sendiri. Tentunya muatan lokal merupakan bentuk implementasi dari wawasan kebangsaan secara sederhana karena hanya mencakup daerah tertentu saja di Indonesia. Meskipun banyak orang belum menyadarinya bahwa muatan lokal memiliki peranan penting, setidaknya pengenalan kedaerahan haruslah selalu dilakukan agar setiap orang tahu identitas daerahnya sendiri.

















