data-full-width-responsive="true">

Hai Shalaazzer! Sudah tahu belum apa itu filsafat? Mahasiswa di perguruan tinggi pastinya sudah tidak asing lagi dengan filsafat. Berbicara mengenai filsafat, apa yang terlintas dibenak kalian pertama kali saat mendengar kata filsafat? Rumit dan sukar untuk dipahami bukan?. Jika jawabannya iya berarti kalian sama halnya dengan orang-orang pada umumnya yang pertama kali mengenal filsafat. Sehubungan dengan anggapan tersebut, ada banyak mahasiswa yang sengaja menghindari mata kuliah filsafat, alasannya karena filsafat dianggap terlampaui sukar dan pelik. Sebenarnya tanpa disadari filsafat ada dalam lingkup keseharian kita. Tapi tidak seperti pengertian filsafat secara baku (literer), melainkan filsafat dalam bentuk pengertian yang tidak terikat dan bermakna luas. Agar mudah memahami apa yang dimaksud dengan filsafat, kita harus mengulik pengertian filsafat secara umum dari segi asal kata, dan pendapat para ahli filsafat.

Pengertian Filsafat Secara Umum

Menurut asal kata (etimologi) filsafat merupakan padanan kata falsafah dalam serapan bahasa Arab) dan philosphy dalam serapan bahasa Inggris, sedangkan dari tempat asalnya yaitu Yunani disebut philosophia. Pada dasarnya philosophia merupakan bentuk kata majemuk yang terdiri dari dua kata philos dan sophia yang memiliki arti berbeda. Kata philos berarti kekasih, bisa juga berarti sahabat. Adapun sophia berarti kebijaksanaan atau kearifan, bisa juga berarti pengetahuan. Jadi secara harfiah philosophia berarti sahabat dari pengetahuan. Apabila mengacu pada orangnya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan (KBBI Daring) disebut dengan filsuf.

Pengertian Filsafat Menurut Para Filsuf:

Pengertian Filsafat Menurut Plato, Filsuf Yunani

Mengatakan bahwa filsafat adalah penyelidikan tentang sebab-sebab dan asas-asas yang paling akhir dari segala sesuatu yang ada.

Aristoteles (Murid Plato), Filsuf Yunani

Mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa berupaya mencari prinsip-prinsip dan penyebab-penyebab dari adanya realitas.

Rene Descrates, Filsuf Prancis

Mengatakan bahwa filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal penyelidikannya adalah mengenai Tuhan, alam, dan manusia.

Dari beberapa definisi di atas konsep dari filsafat menurut R.F. Beerling yang pernah menjadi guru besar filsafat di Universitas Indonesia dalam bukunya “Filsafat Dewasa Ini” mengatakan bahwa filsafat memajukan pertanyaan tentang kenyataan seluruhnya atau tentang hakikat, asas, prinsip dari kenyataan.

Dikutip dari buku Pengantar Filsafat, Penulis Jan Hendrik Rapar, Penerbit Kanisius 1996, Yogyakarta

Filsafat Sebagai Induk Segala Ilmu

Dari definisi di atas kita dapat mengetahui bahwa objek material dari kajian filsafat sangat umum yaitu seluruh kenyataan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa filsafat seringkali disebut sebagai mater scientiarum atau induk segala ilmu pengetahuan. Dengan berfilsafat dapat merangsang lahirnya rasa ingin tahu mengenai sebab dan hakikat dari sesuatu yang kemudian dengan melalui berbagai observasi dan eksperimen melahirkan berbagai pencabangan ilmu. Misalnya, ilmu-ilmu pengetahuan alam (natural science), ilmu-ilmu pengetahuan sosial (social science), dan seluruh disiplin ilmu lainnya satu per satu telah memisahkan diri dari filsafat dan telah tumbuh mandiri.

Urgensi Adanya Filsafat Di Antara Ilmu-ilmu Lainnya

Meskipun dalam perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan diri dari filsafat, ini tidak berarti hubungan antara filsafat dengan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya yang bersifat khusus menjadi terputus. Disinilah filsafat berusaha untuk menyatupadukan masing-masing ilmu tersebut. Tugas filsafat adalah mengatasi spesialisasi ilmu dengan melakukan merumuskan pada suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman empiris manusia. Oleh karena itu filsafat merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran secara alamiah dari makhluk yang berpikir dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.

Bagaimana sudah puyeng belum, sob? Jangan nyerah dulu, ini baru pemanasan loh, yaa masih intro lah hiihi. Nantikan ulasan selanjutnya ya. Stay tune! (Baca juga: Pendidikan hati dari segi filsafat)

Sumber: Jan Hendrik, Pengantar Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 1996.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like