Tag: Pengertian Filsafat

  • Filsafat Ilmu Dasar: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi

    Filsafat Ilmu Dasar: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi

    Halo sobat Shalaazz! Pada artikel sebelumnya kita sudah bahas mengenai filsafat sebagai induknya ilmu. Kali ini fokus bahasannya mengenai filsafat ilmu, yang pada dasarnya merupakan jawaban filsafat atas pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada ilmu mengenai hakikat ilmu dengan pengetahuan, dan bagaimana cara memperoleh ilmu, atau filsafat ilmu merupakan upaya penjelasan dan penelaahan secara mendalam hal-hal yang berkaitan dengan ilmu. Salah satu kontribusi signifikan filsafat ilmu bagi perkembangan dan kemajuan ilmu adalah menentukan landasan filosofis bagi ilmu, baik yang berdimensi ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Ketiga dimensi filsafat tersebut seringkali disebut dengan konsep dasar filsafat ilmu, untuk lebih jelasnya berikut ulasannya:

    Dimensi Ontologis Filsafat Ilmu

    Pembahasan tentang dimensi ontologis ilmu meliputi persoalan tentang hakikat ilmu, objek kajian ilmu, dan juga karakteristik ilmu itu sendiri. Menurut KBBI Daring, hakikat membahas tentang kenyataan yang sebenarnya (sesungguhnya). Dan Ontologi ini pun merupakan cabang dari Metafisika yang membicarakan eksistensi dan ragam suatu kenyataan. Ada Terdapat tafsiran tentang kenyataan, di antaranya adalah supernaturalisme dan naturalisme. Selain itu terdapat pandangan yang kontradiktif dengan aliran supernaturalisme, yaitu paham naturalisme dan materialisme. Pandangan ini dikenal dengan naturalisme dan materialisme. Materialisme merupakan aliran yang hanya mengakui “materi” sebagai inti dasar dari kenyataan.

    Supernaturalisme dalam Filsafat Ilmu

    Berdasarkan perspektif aliran supernaturalisme, terdapat wujud-wujud yang bersifat gaib (supernatural) dan wujud ini ini bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibanding wujud alam yang nyata. Misalnya pada ajaran animisme yang menyatakan bahwa terdapat roh-roh yang bersifat gaib, yang terdapat dalam benda-benda tertentu, seperti batu, gua, keris,patung, dan lain sebagainya.

    Naturalisme dan Materialisme

    Pandangan ini dikenal dengan naturalisme dan materialisme. Materialisme merupakan aliran yang hanya mengakui “materi” sebagai inti dasar dari kenyataan. Paham materialisme kompatibel dengan paham naturalisme yang menganggap bahwa gejala-gejala alam tidak disebabkan oleh pengaruh kekuatan gaib, tetapi oleh kekuatan yang terdapat dalam alam itu sendiri, yang dapat dipelajari dan dengan demikian dapat diketahui. Tokoh yang dipandang sebagai pionir ajaran materialisme adalah Democritos (460-370 SM).

    Dimensi Epistemologis Ilmu

    Epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang mengkaji tentang pengetahuan pada umumnya, baik terkait dengan sumber pengetahuan, otoritas, validasi, kebenaran, dan terutama cara-cara memperoleh pengetahuan. Dimensi epistemologis ilmu menjelaskan tentang prosedur atau tata cara ilmu menghasilkan pengetahuan-pengetahuan ilmiah. Dimensi ini sekaligus menjadi landasan penyelidikan ilmiah, yang harus dimiliki oleh setiap ilmu, sebagai salah satu persyaratan utama. Pembahasan tentang dimensi epistemologi tersebut meliputi dua aspek penting yang saling berkaitan, yaitu: Kebenaran ilmiah dan metode ilmiah.

    Dimensi Aksiologis Ilmu

    Dimensi aksiologis ilmu menjelaskan muatan-muatan nilai atau tujuan-tujuan hakiki dari berbagai kegiatan ilmiah. Aksiologis merupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan ragam dan kriteria nilai serta keputusan atau pertimbangan dalam menilai, terutama dalam etika atau nilai-nilai moral, di samping juga nilai-nilai estetika. Aksiologi merupakan suatu paradigma yang berpengaruh penting dalam penelitian ilmiah. Setiap penelitian ilmiah tidak terlepas dari muatan aksiologi, karena aksiologi memberi landasan arah dan tujuan yang diharapkan atau ingin dicapai oleh penelitian ilmiah.

    Berdasarkan uraian di atas, secara ringkas bahwa Ontologi itu membahas tentang “apa”nya, Epistemologi membahas tentang “bagaimana”nya, dan Aksiologi membahas tentang “untuk apa”nya. Atau secara istilahnya, Ontologi dalam cabang filsafat mempelajari dan membahas segala yang ada (hakikat segala sesuatu). Sedangkan Epistemologi merupakan cabang filsafat yang mempelajari tentang suatu cara. Dan yang terakhir Aksiologi mempelajari kegunaan atau nilai dari segala sesuatu.

    Uj Sekian bahasan kali ini mengenai konsep dasar dalam memahami filsafat ilmu.

    “Dimensi Filsafat Ilmu Dalam Diskursus Integrasi Ilmu”, penulis Saifullah Idris dan Fuad Ramiy, Penerbit Darussalam Publishing, Yogyakarta, 2016.

    Bagaimana? Sudah paham? Apabila masih kurang jelas silahkan komen di kolom komentar di bawah ini ya. Sekian!

  • Pengertian Filsafat secara Ringkas dan Mendasar

    Pengertian Filsafat secara Ringkas dan Mendasar

    Hai Shalaazzer! Sudah tahu belum apa itu filsafat? Mahasiswa di perguruan tinggi pastinya sudah tidak asing lagi dengan filsafat. Berbicara mengenai filsafat, apa yang terlintas dibenak kalian pertama kali saat mendengar kata filsafat? Rumit dan sukar untuk dipahami bukan?. Jika jawabannya iya berarti kalian sama halnya dengan orang-orang pada umumnya yang pertama kali mengenal filsafat. Sehubungan dengan anggapan tersebut, ada banyak mahasiswa yang sengaja menghindari mata kuliah filsafat, alasannya karena filsafat dianggap terlampaui sukar dan pelik. Sebenarnya tanpa disadari filsafat ada dalam lingkup keseharian kita. Tapi tidak seperti pengertian filsafat secara baku (literer), melainkan filsafat dalam bentuk pengertian yang tidak terikat dan bermakna luas. Agar mudah memahami apa yang dimaksud dengan filsafat, kita harus mengulik pengertian filsafat secara umum dari segi asal kata, dan pendapat para ahli filsafat.

    Pengertian Filsafat Secara Umum

    Menurut asal kata (etimologi) filsafat merupakan padanan kata falsafah dalam serapan bahasa Arab) dan philosphy dalam serapan bahasa Inggris, sedangkan dari tempat asalnya yaitu Yunani disebut philosophia. Pada dasarnya philosophia merupakan bentuk kata majemuk yang terdiri dari dua kata philos dan sophia yang memiliki arti berbeda. Kata philos berarti kekasih, bisa juga berarti sahabat. Adapun sophia berarti kebijaksanaan atau kearifan, bisa juga berarti pengetahuan. Jadi secara harfiah philosophia berarti sahabat dari pengetahuan. Apabila mengacu pada orangnya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan (KBBI Daring) disebut dengan filsuf.

    Pengertian Filsafat Menurut Para Filsuf:

    Pengertian Filsafat Menurut Plato, Filsuf Yunani

    Mengatakan bahwa filsafat adalah penyelidikan tentang sebab-sebab dan asas-asas yang paling akhir dari segala sesuatu yang ada.

    Aristoteles (Murid Plato), Filsuf Yunani

    Mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa berupaya mencari prinsip-prinsip dan penyebab-penyebab dari adanya realitas.

    Rene Descrates, Filsuf Prancis

    Mengatakan bahwa filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal penyelidikannya adalah mengenai Tuhan, alam, dan manusia.

    Dari beberapa definisi di atas konsep dari filsafat menurut R.F. Beerling yang pernah menjadi guru besar filsafat di Universitas Indonesia dalam bukunya “Filsafat Dewasa Ini” mengatakan bahwa filsafat memajukan pertanyaan tentang kenyataan seluruhnya atau tentang hakikat, asas, prinsip dari kenyataan.

    Dikutip dari buku Pengantar Filsafat, Penulis Jan Hendrik Rapar, Penerbit Kanisius 1996, Yogyakarta

    Filsafat Sebagai Induk Segala Ilmu

    Dari definisi di atas kita dapat mengetahui bahwa objek material dari kajian filsafat sangat umum yaitu seluruh kenyataan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa filsafat seringkali disebut sebagai mater scientiarum atau induk segala ilmu pengetahuan. Dengan berfilsafat dapat merangsang lahirnya rasa ingin tahu mengenai sebab dan hakikat dari sesuatu yang kemudian dengan melalui berbagai observasi dan eksperimen melahirkan berbagai pencabangan ilmu. Misalnya, ilmu-ilmu pengetahuan alam (natural science), ilmu-ilmu pengetahuan sosial (social science), dan seluruh disiplin ilmu lainnya satu per satu telah memisahkan diri dari filsafat dan telah tumbuh mandiri.

    Urgensi Adanya Filsafat Di Antara Ilmu-ilmu Lainnya

    Meskipun dalam perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan diri dari filsafat, ini tidak berarti hubungan antara filsafat dengan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya yang bersifat khusus menjadi terputus. Disinilah filsafat berusaha untuk menyatupadukan masing-masing ilmu tersebut. Tugas filsafat adalah mengatasi spesialisasi ilmu dengan melakukan merumuskan pada suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman empiris manusia. Oleh karena itu filsafat merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran secara alamiah dari makhluk yang berpikir dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.

    Bagaimana sudah puyeng belum, sob? Jangan nyerah dulu, ini baru pemanasan loh, yaa masih intro lah hiihi. Nantikan ulasan selanjutnya ya. Stay tune! (Baca juga: Pendidikan hati dari segi filsafat)

    Sumber: Jan Hendrik, Pengantar Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 1996.