Blog
-
Motivasi : Torehlah Prestasi Saat Kuliah dan Liriklah Organisasi
Motivasi : Torehlah Prestasi Saat Kuliah dan Liriklah Organisasi – Menjadi seorang mahasiswa merupakan dambaan sebagian besar orang, dengan menempuh pendidikan dibangku kuliah sebagain orang percaya akan mendapat pengetahuan dan skill lebih, selain ijazah yang akan memudahkan mendapat pekerjaan dimasa depannya. Tidak hanya itu dari bangku kuliah diharapkan menjadi seorang ahli dibidang yang sedang ditekuni, mendapat banyak link dan kawan yang akan memperluas jaringan kita untuk berbisnis atau bersosialisasi.Namun ada satu hal yang tidak kalah penting yang diharapkan saat kuliah yaitu pembentukan pola pikir yang lebih bijaksana. Seseorang yang sedang atau telah mengenyam pendidikan kuliah diharapkan akan mempunyai mindset atau pola pikir yang lebih bijaksana, tidak terpengaruh dengan isu-isu yan tengah beredar namun bersikap dengan bijaksana. Bijaksana ini lebih memiliki penalaran yang jauh. Bukan kita merasa tenang dengan kondisi yang ada namun harus bijaksana saja dalam bertindak. Kita harus memilah tindakan yang tepat dengan adanya persoalan yang sedang marak terjadi dan membutuhkan penyelesaian segera.Di Negara Indonesia kita sangat dibebaskan berpendapat dan mengkritik suatu hal karna bentuk negara kita adalah negara demokrasi. Suara dan kritikan kita terhadap pemerintah atau jajarannya sangat diperlukan. Namun kita tidak akan merusak, mengamuk dengan anarkis yang terlalu. Kita bisa demo atau penyampaian pendapat namun secara sehat. Tidak sampai merusak fasilitas umum, menganiaya orang atau merugikan orang dan diri sendiri. Selain pola pikir yang bijaksana tingkah laku kita juga harus sangat hati-hati.Misalnya peduli terhadap sesama, ikut andil dalam pembangunan pendidikan, lingkungan dan kesehatan. Tidak semua orang bisa jadi pemimpin dalam negara ini namun alangkah baiknya kita bekerja sesuai porsi dan passion masing-masing. jadilah pemimpin atau orang yang dipimpin dengan baik “Tempat kita ya ditempati, dan Kerjaan kita ya dikerjakan”.Selain itu kita harusnya lebih peka terhadap peraturan hukum di Indonesia karna Negara kita adalah negara hukum. Dengan seperti itu kita juga tidak boleh menempatkan diri pada high class dan tidak mau bersosialsi dengan orang dari berbagai kasta. Kita dianjurkan lebih cerdas dalam menempatkan diri. Kita harus bisa bergaul dengan siapa saja dengan perbedaan bahan bicaraan dan gaya sehari-hari.Ketika kita sedang bersama orang awam kita tidak membicaran masalah yang tinggi, namun ketika kita dihadapkan dengan orang yang ahli dibidang suatu hal kita juga harus menyeimbangkan dengan pembicaraan lawan. Hal tersebut tidak secara mutlak di paksakan dengan keadaan namun kita sebaiknya lebih enjoy dalam menjalankan. Pada saat kita membina rumah tanggapun diharapkan akan lebih bijak menyelesaikan masalah anggota keluarga di dalam rumah sesuai tanggung jawab masing-masing, sehingga masalah kenakalan remaja dalam masyarakat tidak terlalu berat.Nah hal-hal yang akan terbentuk lebih matang ketika kita banyak melakukan kegiatan diluar kampus seperti mengikuti lomba-lomba sesuai passion kita, berorganisasi secukupnya, tentu saja tidak mengabaikan pelajaran kuliah yang menjadi target utama kita sebagai seorang ahli disuatu bidang disiplin. Ketika kita mengikuti lomba-lomba perorangan maupun kelompok kita dipaksa menyisihkan waktu dan tenaga kita dari segudang kegitan rutinitas kampus untuk mempersipakan lomba. Kita akan lebih banyak berinteraksi dengan orang diluar kampus, tahu cara berinteraksi dengan pejabat kampus ketika mengajukan dana dan pengetahuan lebih lainnya.Ketika kita mengekuti organisasi kita akan dituntut ekstra untuk menyeiapakan waktu, tenaga dan biaya lebih. Kita bekerja dengan tidak dibayar namun hal itu yang menjadi pelajaran awal kita menjadi mandiri, menyikapi orang-orang yang berbeda karakter dengan kita. Selain itu bisa menyalurkan bakat-bakat dan hobi kita mengingat banyak sekali UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang menawarkan berbagai kegiatan.Waktu 4 tahun kuliah itu sangat sebentar untuk mengear semua yang kita inginkan. Kita harus bijak dan cerdas dalam menjalani kehidupan saat didunia kampus. Kita tidak harus memasakan diri melakukannnya enjoy saja, namun disini kita butuh yang namnya keluar dari zona nyaman. Namun persepsi ini tidaklah mutlak karena orang yang tidak mengenyam bangku kuliah pun bisa menjadi dewasa dengan baik dengan dukungan orang-orang sekitar dan lingkungan sekitar. Tetaplah semangat kawan-kawan dalam menjalankan aktivitas kebaikan apapun itu karna semua akan ada nilainya. -
Bijak dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Pendidikan
Bijak dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Pendidikan – Teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Informasi banyak diakses melalui media elektronik, begitu pula dengan pengetahuan. Pendidikan merupakan salah satu yang terkena dampak terbesar dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Sejak tahun 2007 di IndonesiaTIK mulai masuk dalam pembelajaran wajib mulai dari SD, SMP, dan SMA. Dengan cara tersebut diharapkan guru dan peserta didik melek teknologi. TIK menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan. Teknologi dalam pendidikan memiliki fungsi sebagai media pembelajaran, sebagai sumber informasi, sebagai numerikal, sebagai tempat menyeleseikan suatu masalah, dan sebagai pengasahketerampilan.
Gerakan global belajar abad 21 dan kurikulum 2013 di Indonesia mengharuskan pembelajaran yang mengintegrasi,menyatu dan menyeluruh, sehingga pembelajaran disarankan menggunakan TIK. TIK membantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. TIK membantu peserta didik untuk menggali banyak informasi untuk menunjang pembelajaran.Peserta didik dalam kurikulum 2013 diminta untuk berkreasi, kreatif dan berfikir kritis. Guru memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran untuk menampilkan apa yang tidak bisa dijadikan media secara nyata. Guru berfungsi sebagai fasilitator untuk peserta didiknya, namun guru dalam pembelajaran berbasis TIK diminta untuk selalu berinovasi dalam pembelajaran. Pembelajaran menggunakan TIK menjadi wahana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik dan menyediakan pengalaman yang inovatif, membantu memperdalam pemahaman konsep, dan memotivasi peserta didik untuk belajar.
Beda di indonesia beda pula di negara lain, salah satunya yaitu di negara Singapura. Pendidikan Singapura menjadikan buku dan pensil pelengkap daalam pembelajaran berbasis TIK dan menjadikan teknologi sebagi tempat belajar yang menarik. Pendidikan singapura memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran seperti tweeter, wiki, facebook, dan blog.Sebagai contoh pengalihan penggunaan facebook yang sebelumnya hanya untuk bermain atau hiburan kini menjadi tempat untuk belajar peserta didiknya. Peserta didik memberikan suatu permasalahan pada postingannya dan teman lain memberikan tanggapannya pada kolom komentar. Peserta didik dapat membahas permasalahan secara berkelanjutan dengan membalas setiap komentar yang diberikan untuk setiap postingan. Pemanfaatan media sosial mampu menumbuhkan bakat dan minat peserta didik. Peserta didik tidak hanya menyerap pengetahuan namun juga menghasilkan suatu pengetahuan. Kolaborasi antara guru dan peserta didik dalam pembelajaran menggunakan TIK sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal.
-
5 Daftar universitas terbaik dunia TERBARU Ajaran 2019
Hai sahabat shalaazz, udah lulus sma dan punya nilai bagus. Kira-kira kepikiran buat lanjutin kuliah ke luar negerti enggak? Ada beberapa daftar univesitas terbaik di dunia yang bisa dijadikan referensi untuk melanjutkan pendidikanmu. Penasaran apa aja universitasnya? Yuk simak beberapa daftar universitas terbaik di dunia pada tahun 2019.Dilansir dari kompas.com menjelaskan bahwa QS World University Ranking telah meliris peringkat universitas terbaik dunia untuk tahun 2019. Peringkat tersebut menyajikan 1.000 universitas terbaik dunia di 85 negara yang diambil berdasarkan metodologi setiap universitas dalam enam indikator penting. Enam indikator penting tersebut yaitu reputasi akademik, reputasi lulusan, rasio fakultas dan mahasiswa, kutipan jurnal ilmiah dan fakultas internasional dan mahasiswa internasional. Namun disini akan ditampilkan 5 universitas terbaik dunia versi QS World1. Massachusetts Institute of Technology (MIT)
MIT menempati peringkat pertama yang belum terkalahkan sepanjang rekor 7 tahun berturut-turut. MIT mendapatkan skor Reputasi Akademik terbaik peringkat ke 3 di dunia dan Reputasi Lulusan terbaik peringkat ke 4 di dunia. Nilai utama dari universitas ini adalah adanya inovasi, riset dan teknologi dengan 5 prodi unggulan Arsitektur dan Perencanaan, Teknik, Humaniora dan Seni, Ilmu Sosial dan Manajemen serta Sains.22. Stanford University
Stanford University merupakan salah satu universitas terbesar di Amerika Serikat dengan mempertahankan posisi terbaik dalam hal pascasarjana Bisnis, Ilmu Bumi, Ilmu Energi dan Lingkungan, Pendidikan, Teknik, Humaniora, Hukum dan Ilmu Kedokteran.3. Harvard University
Harvard University menempati posisi ke tiga dalam universitas terbaik dunia. Kampus ini memegang indikator terbaik pertama di dunia dalam hal Reputasi Lulusan maupun Akademik.4. California Institute of Technology (Caltech)
Caltech menempati posisi ke empat berdasarkan nilai paling baik dalam Rasio Mahasiswa dan Fakultas serta mengalahkan MIT dalam hal kutipan jurnal ilmiah.5. University of Oxford
University of Oxford mendapatkan peringkat ke lima pada tahun 2018-2019 berhasilkan mengalahkan Cambridge. Universitas ini memiliki skor terbaik dalam hal Reputasi Akademik, Lulusan dan juga Rasio Fakultas dan Mahasiswa. Universitas ini mempunyai empat prodi unggulan yaitu Humaniora, Matematika, Fisika dan Ilmu Medis. Dan yang menarik universitas ini menempati posisi pertama dunia dalam hal pengobatan.Bagaimana sahabat shalaaz? Universitasnya keren-kerenkan. Ayo tunggu apalagi, jika sahabat mempunyai potensi dan keinginan yang cukup. Sahabat bisa coba-coba mendaftarkan diri untuk masuk ke Universitas terbaik dunia. Semoga saja beruntung! -
Pendidikan Seni Berbasis Kearifan Lokal Harus Terus digiatkan
“Sebuah bangsa akan besar karena pemuda dan budayanya.” Hal itu yang kerap kali disampaikan oleh guru saya saat duduk di bangku SMA. Dan seiring perkembangannya, saya mulai memahami peran pemudan dan budaya dalam sebuah bangsa yang besar. Saya banyak mendengar Kabupaten dan kota-kota kecil yang dipimpin orang yang tepat dan mau peduli pada kebudayaan dan potensi yang di miliki wilyahnya, membuat kabupaten tersebut menjadi jauh lebih berkembang disbanding kabupaten lainnya. Sebagai contoh Kota Banyuwangi.Jika dilihat, saat ini Banyuwangi telah berkembang jauh lebih pesat dibanding Kota-kota besar lainnya. Mulai dari sektor perekonomian, budaya, kuliner dan pariwisatanya yang berbasis kearifan lokal. Segala kearifan lokal diangkat di kota tersebut, mulai yang paling kecil sampai yang sudah terkenal sebagai budaya khas dari Kota Banyuwangi.Segala hal yang hadir ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang dinilai sebagai bagian dari kultur masyrakat dan budaya diperkenalkan pada turis asing maupun domestik, hingga tak terhitung berapa desa budaya, evet budaya dan pariwisata yang dibuat dan dikembangkan sampai hari ini. Pada akhirnya semua itu telah mengangkat Banyuwangi menjadi kota yang eksotis dan kaya akan budaya. Eksistensi kebudayaan dan kearifan lokal seharusnya harus tetap selalu dijaga.Kebudayaan seharusnya harus selalu bersinggungan dengan lingkungan sekitar, baik lingkungan fisik dan non fisik. Proses pembentukan budaya berlangsung berabad-abad dan teruji sehingga membentuk suatu komponen yang handal, terbukti dan diyakini dapat membawa kesejahteraan lahir dan batin. Komponen inilah yang disebut dengan jati diri yang pada akhirnya akan menjelma menjadi jati diri dan cerminan dari sebuah bangsaDi dalam jati diri bangsa terkandung kearifan lokal yang merupakan hasil dari kearifan lokal dari berbagai suku bangsa, kearifan lokal inilah seharusnya dirajut dalam satu kesatuan kebudayaan untuk mewujudkan suatu bangsa yaitu, Bangsa Indonesia. Budaya dilahirkan beribu tahun yang lalu sejak manusia ada di Bumi. Kebiasaan yang bagai telah menjadi dan membentuk perilaku manusia tersebut diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Budaya itu sendiri merupakan suatu produk dari akal budi manusia.Dalam pergiliran budaya antar generasi ini dibutuhkan adanya generasi perantara yang sudah mampu melakukan pemahaman dari generasi tua dan mampu mengkomunikasikan kedalam bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh generasi selanjutnya. Masing-masing daerah mempunyai keunggulan potensi daerah yang perlu dikembangkan yang lebih baik lagi. Keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing daerah sangat bervariasi. Dengan keberagaman potensi daerah ini perlu mendapat perhatian khusus bagi pemerintah daerah sehingga anak-anak tidak asing denga daerahnya sendiri dan faham betul tentang potensi dan nilai-nilai serta budaya daerahnya sendiri sesuai dengan tuntunan ekonomi global.Di tengah pusaran pengaruh hegemoni global tersebut, fenomena yang terjadi juga telah membuat lembaga pendidikan serasa kehilangan ruang gerak. Selain itu juga membuat semakin menipisnya pemahaman peserta didik tentang sejarah lokal serta tradisi budaya yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu maka alangkah lebih baiknya jika diupayakan bagaimana caranya agar aneka ragam budaya yang telah kita miliki tersebut bisa kita jaga dan kita lestarikan bersama. Dengan pendidikan yang berbasis pada local wisdom (kearifan lokal) maka kita bisa optimis akan terciptanya pendidikan yang mampu memberi makna bagi kehidupan manusia Indonesia. Artinya pendidikan kemudian akan mampu menjadi spirit yang bisa mewarnai dinamika manusia Indonesia ke depan.Derasnya arus globalisasi, modernisasi dan ketatnya puritanisme dikhawatirkan dapat mengakibatkan terkikisnya rasa kecintaan terhadap kebudayaan lokal. Sehingga kebudayaan lokal yang merupakan warisan leluhur terinjak-injak oleh budaya asing, tereliminasi di kandangnya sendiri dan terlupakan oleh para pewarisnya, bahkan banyak pemuda yang tak mengenali budaya daerahnya sendiri. Mereka cenderung lebih bangga dengan karya-karya asing, dan gaya hidup yang kebarat-baratan dibandingkan dengan kebudayaan lokal di daerah mereka sendiriDari permasalahan yang nyata tersebut, saya percaya bahwa pendidikan karakter mampu menanamkan nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Pendidikan nasional kita harus mampu membentuk manusia yang berintegritas tinggi dan berkarakter sehingga mampu melahirkan anak-anak bangsa yang hebat dan bermartabat sesuai dengan spirit pendidikan yaitu memanusiakan manusia.Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai upaya mendorong para pelajar tumbuh dan berkembang dengan kompetensi berfikir dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral dalam hidupnya serta mempunyai keberanian melakukan yang benar, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.Pendidikan karakter tidak terbatas pada transfer pengetahuan mengenai nilai-nilai yang baik, tetapi menjangkau bagaimana memastikan nilai-nilai tersebut tetap tertanam dan menyatu dalam pikiran serta tindakan.Upaya membangun karakter pemuda berbasis kearifan budaya lokal sejak dini melalui jalur pendidikan dianggap sebagai langkah yang tepat. Sekolah merupakan lembaga formal yang menjadi peletak dasar pendidikan. Pendidikan di sekolah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peranan yang amat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Melalui pendidikan di sekolah diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Jika menilik pada tujuan pendidikan nasional, maka manusia yang berkualitas tidak hanya terbatas pada tataran kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotor.Contoh implementasi yang dapat kita terapkan di luar sekolah adalah dengan aktif mengadakan seminar (workshop) tentang pendidikan karakter dan kearifan budaya lokal kepada para pemuda. Tentunya serangkaian kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan metode yang sesuai dengan gaya pemuda masa kini agar lebih menarik dan terkesan tidak kuno. Pendirian komunitas pemuda peduli budaya juga dapat menjadi inovasi dan memberikan motivasi bagi para pemuda dalam menerapkan pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal.Disamping itu, tradisi-tradisi yang menekankan pada kegotong royongan dianggap perlu diaplikasikan dan disisipkan pada kegiatan-kegiatan kesiswaan di sekolah. Kemudian, untuk mendukung proses pembelajaran para pemuda terhadap sejarah dan kebudayaan lokal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebaiknya dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mendirikan museum sejarah kebudayaan dan wahanahandicraft yang berisikan pernak-pernik kerajinan tangan hasil karya pemuda.Selain untuk memperkenalkan kebudayaan lokal terhadap kaum pemuda, pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal juga memiliki tujuan mengubah sikap dan juga perilaku sumber daya manusia yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Manfaat dari penerapan budaya yang baik juga dapat meningkatkan jiwa gotong royong, kebersamaan, saling terbuka satu sama lain, menumbuhkembangkan jiwa kekeluargaan, membangun komunikasi yang lebih baik, serta tanggap dengan perkembangan dunia luar.Agar eksistensi budaya tetap kukuh, maka kepada generasi penerus dan pelurus perjuangan bangsa perlu ditanamkan rasa cinta akan kebudayaan lokal khususnya di daerah sekolah harus dengan intens dan kontinyu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam proses pembelajaran, ekstra kurikuler, atau kegiatan kesiswaan di sekolah. Misalnya dengan mengaplikasikan secara optimal Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal. Dengan demikia, maka kita adakn dapat terus melestarikan kebudayaan lokal yang kita miliki -
Self reminder tentang pendidikan di indonesia
Self reminder tentang pendidikan di indonesia – Indonesia adalah negara yang sangat besar. Dilihat dari jumlah penduduknya, penduduk Indonesia merupakan yang keempat terbesar didunia, setelah Cina, India, dan Amerika. Jika dibandingkan dengan negara negara berkembang dan maju lainnya, kualitas pendidikan di Indonesia sepertinya masih kalah dan tertinggal. Ini adalah beberapa self reminder untuk pendidikan di indonesia:1. Sekolah adalah kewajiban bukan kesadaran
Sekolah, merupakan sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kitasemua. Sekolah merupakan kegiatan wajib yang ditempuh oleh mayoritas orang di seluruh dunia, banyak dari anak anak indonesia mengenyam pendidikan hanya karena itu adalah sebuah kewajiban, bukan kesadaran. Mereka semua sekolah, tubuh mereka di sekolah, tapi pikiran mereka melantur kemana mana. Coba sekarang bedakan wajah dan teriakan para anak anak disekolah pada saat bel pelajaran dan bel pulang. Justru yg mereka nantikan itu bukan saat memasuki pelajaran tapi malah saat bel pulang. Meski sekolah dibilang wajib anak anak sekolah punya seribu alasan untuk membolos.2. Kesalahan dibayar hukuman
Pernah berbuat salah? Mungkin seperti tidak bisa menjawab soal yang diberikan guru atau terlambat masuk sekolah? Lalu kita akan dipermalukan di depan banyak anak lainnya?Apakah itu membuat kita belajar sesuatu? Atau malah membuat kita membenci guru yang menghukum kita? Bukannya mereka jera tapi mereka malah bertambah bandel dan semakin membenci sang guru. Mengapa sistem yang “salah mendapatkan hukuman” tidak diganti saja menjadi “berprestasi dapat hadiah”. Jika seperti itu, pasti semua anak sekolah akan berlomba lomba untuk berprestasi.3. Belajar karena nilai
Kita akan berjuang untuk mendapatkan nilai baik agar tidak remidi jika gurunya pelit nilai, sedangkan kalau gurunya baik kita akan santai saja. Kenapa orang orang lebih suka bermain daripada belajar? Karena belajar adalah suatu kewajiban yang kadang memberatkan. Mungkin untuk beberapa orang belajar adalah hal menyenangkan. Hanya beberapa.4. Anak pintar disayang guru, sedangkan anak bodoh tidak
Sudah jadi kebiasaan di sekolah jika anak pintar akan selalu di anak emaskan sedangkan yang bodoh akan dikambing hitamkan.Anak pintar akan mendapatkan perhatian khusus, diberi pujian saat berada di kelas. Sedangkan, yang bodoh semakin terasing. Bukankah tugas guru adalah mendidik? Tapi kenapa sampai saat ini masih ada kesenjangan yang cukup tinggi antara pembelajaran untuk siswa pintar dan bodoh? -
Peduli Resolusi Sistem Pendidikan di Indonesia
Peduli Resolusi Sistem Pendidikan di Indonesia – Pada artikel sebelumnya membahas tentang sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Bahasan kali ini yaitu resolusi sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Kenapa sih perlu adanya resolusi?Pendidikan itu sudah menjadi wajib di negara kita tapi faktanya masih banyak yang harus di benahi. Dan resolusi atau perbaikan itu perlu ada untuk menjadikan pendidikan di Indonesia lebih baik lagi. Jangan terlalu berkhayal tinggi dulu saat ini karena nyatanya jatuh dari ketinggian itu sakit. Itulah yang kita rasakan saat ini. Saat pemerintah menetapkan untuk memakai kurtilas atau kurikulum 2013. Tapi, kenyataannya yang berjalan dengan baik itu hanya beberapa persen saja. Belum lagi daerah pelosok yang memang susah sekali aksesnya. Padahal anggaran untuk pendidikan itu 20% dari APBN negara.Tapi kenyataannya pemerataan belum sempurna, belum lagi buku yang belum lengkap, siswa yang tidak siap, dan guru pun ikutan tidak siap karena tidak adanya persiapan yang matang. Padahal di zaman sekarang ini pendidikan merupakan suatu hal yang mampu membawa bangsa ini menjadi ke arah yang lebih baik.Memang terlalu banyak permasalahan yang dihadapi oleh negara kita ini. Tapi untuk masalah pendidikan, masalah itu ada pada sistem pendidikan itu sendiri. Dimana negara kita masih menerapkan sistem standar yang sama untuk semua murid. Padahal dengan kita menerapkan sistem itu belum tentu seseorang memiliki standar yang sama dengan orang lain.Menyeragamkan kemampuan yang bisa menghilangkan jati dirinya seseorang, sehingga seorang siswa tidak bisa lagi mengenali bakat dan minat yang ada di dalam dirinya itu. Bahkan keunikan yang dia punya pun ikut hilang karena terlalu mengedepankan keinginan yang ingin melebihi orang lain. Hal ini tentu perlu adanya perbaikan akan sebuah sistem pendidikan yang ada di Indonesia karena memang sejatinya manusia itu sama tidak ada yang bodoh tidak ada yang pintar, semua itu tergantung kepada pribadi masing-masing. Tugas pendidikan seharusnya bisa mengembangkan bakat terpendam yang dimiliki oleh seseorang, bisa saja dengan bakat terpendam nya itu dia mampu mendobrak masa depan yang lebih cerah dan mumpuni.Selain itu acuan kepada KKM untuk standar kelulusan dan nilai sebagai bahan pertimbangan, harus mulai di rubah pola pikirnya. Karena apa bisa saja nilai itu hasil manipulasi seorang guru ataupun muridnya yang tidak ingin nilainya jelek. Kebanyakan di negara kita itu seakan frustasi jika kita mendapatkan nilai ulangan yang jelek.Padahal nilai jelek itu membuat kita bisa berfikir kritis, kenapa kok nilai saya jelek sedangkan yang lain tidak, kenapa kok saya sudah belajar tapi hasilnya masih jelek. Nah, untuk orang yang berfikir pasti kita akan bertanya-tanya hal semacam itu, lalu kita akan menelaah nya hingga kita bisa menemukan jawaban dan kesimpulan nya. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan saat ini yang cenderung ingin instan, dan manusia sekarang lebih suka yang instan daripada sebuah proses. Padahal proses itulah yang akan membuat kita tahu bahwa kita itu tidak tahu apa-apa dan masih harus belajar lagi dan lagi sampai kita sadar ilmu kita itu hanya sedikit dan rasa ingin tahu itu selalu timbul dalam dirinya kita.Selain itu belum meratanya penyebaran pendidikan di Indonesia, di pelosok sana masih banyak warga masyarakat Indonesia yang susahnya akses untuk menuju sekolah, keterbatasan buku serta guru pengajar. Guru pengajar pun masih banyak yang harus di benahi, banyak guru yang belum memenuhi standar dan masih jauh dari kualitas yang di harapkan. Hal ini juga tentu menjadi hambatan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, sebelum menerapkan suatu sistem harus di persiapkan terlebih dahulu keperluan yang memang nantinya bisa menghambat kegiatan tersebut.Akhir kata jika bangsa kita ingin maju maka mulailah memperbaiki dirinya kita sendiri karena jika kita mulai dari diri kita sendiri maka untuk mengajak orang lain kepada kebaikan pun tak akan sulit rasanya. Marilah kita bangun negara kita tercinta ini demi terwujudnya revolusi Indonesia yang mempunyai intelektual tinggi dan terciptanya masyarakat yang mampu berdaya saing dengan negara asing lewat pendidikan. -
Potensi Pendidikan Indonesia di mata Dunia
Potensi Pendidikan Indonesia di mata Dunia – Baiklah, teman-teman di sini saya akan membahas masalah pendidikan Indonesia khususnya di mata dunia. Bagaimana sih pandangan mereka tentang pendidikan yang ada di negara kita? Apakah sependapat dengan yang mereka pikirkan dengan apa yang kita pikirkan? Kalian sudah pasti tahu, apa bedanya pendidikan yang ada di Indonesia dengan pendidikan di luar negeri bukan?Nah, kita dapat mengetahui perbandingan kualitas pendidikan Indonesia dengan negara-negara lain melalui perhitungan – perhitungan yang dilakukan lembaga-lembaga internasional. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan data-data statistik dan menghasilkan suatu nilai peringkat yang menunjukan perbedaan kualitas pendidikan di negara-negara.PBB adalah lembaga resmi yang menjadi salah satu patokan Indonesia menilai kemajuan di bidang pendidikan terutama. PBB melalui UNDP (United Nations Developments Programme) mengukur tingkat kemajuan negrara-negara dalam bidang pembangunan manusia, disebut dengan human development index (HDI) . HDI ditentukan melalui berbagai aspek, salah satunya adalahy aswpek pendidikan.Berdasarkan laporan HDI UNDP tahun 2015 silam, Indonesia berada di peringkat 110 dari 188 negara. Pada posisi ini, di dalamnya terdapat nilai kualitas pendidikan yang rendah bagi Indonesia. Skor untuk kemampuan murid usia 15 tahun. Dalam bidang Membaca, Matematika dan Ilmu Pengetahuan, semuanya di bawah 400 (tingkat menengah). Selama tahun 2005-2014 indonesia hanya menggunakan 3,6 % dari pendapatan domestic Bruto (PDB) untuk pendidikan.Negara-negara dengan kualitas pendidikan yang tinggi menghabiskan dana sekitar 5-7% dari GDP (PDB) mereka; dengan anggaran sebesar itu mereka menghasilkan skor di atas 400 (tinggi) untuk kemampuan di semua bidang .Menurut laporan PISA 2015- program yang mengurutkan kualitas system pendidikan di 72 Negara juga – Indonesia menduduki peringkat ke 62. Dua tahun sebelumnya (PISA 2013) . Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah atau peringkat 71.Pisa membuat peringkat tersebut dengan cara menguji pelajar usia 15 tahun untuk mengetahui apakah mereka memiliki kemampuan dan pengetahuan – di nidang ilmu pengetahuan alam, membaca, dan matematika – yang di perlukan agar bisa berpartisipasi penuh dalam masyarakat modern. PISA berlandaskan asumsi bahwa seseorang bisa sukses di ekonomi modern bukan karena apa yang mereka tahu, tetapi apa yang bisa mereka lakukan dengan apa yang mereka tahu.
Negara yang memiliki pendidikan terbaik di dunia tahun 2015
1.Singapura2.Jepang3.Estonia4.Taipei5.finlandia10 Negara yang memiliki sistem pendidikan paling maju tahun 2016 adalah ( berurut dari yang pertama ) : Korea Selatan, Jepang, Singapura, Hongkong, Finlandia, Inggris, Kanada, Belanda, Irlandia, dan Polandia).Di Negara – Negara tersebut system pendidikan sudah berbasis teknologi, menggunakan anggaran yang besar, jumlah jam belajar yang tinggi, pencapaian murid yang tinggi, dan pembangunan pendidikan nasional yang merata .Kemajuan bidang pendidikan adalah tanggung jawab kita semuasebagai bangsa. Tapi Indonesia tak bisa meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan pendidikan nasional tanpa kerja, dan belum meratanya pendidikan di pelosok negeri ini. Masalah yang ada dalam pendidikan menjawab banyak macam persoalan bangsa. Kita tak bisa menyangkal bahwa Indonesia masih banyak tertinnggal di banyak bidang.Pendidikan dimasa lalu menentukan kemampuan bangsa saat ini, pendidikan saat ini menentukan kemampuan bangsa di masa yang akan dating . Berbagai persoalan bangsa yang kita hadapi tidak terlepas dari akibat mutu pendidikan yang masih buruk.Jika mutu pendidikan nasional sudah maju, Indonesia bisa mengharapkan kemajuan bangsa di masa depan. Kapan pendidikan di Indonesia akan maju? Itu tergantung kita dan semua dari kita yang harus memulainya.
Nah, dari saya sendiri jika ingin pendidikan di Indonesia itu baik. Sebaiknya, kita harus merubah sistem pendidikannya. Salah satunya pada anak anak sekolah. Dan tentu juga anak kuliah yahehe… Biar ga ada skripsinya… Wkwkwk… Itu bikin pusing yah? Yaudah jalani aja dengan ikhlas, karena proses tak menghianati hasil. Yang penting ilmunya sudah ada di kita, tinggal kita aplikasi kan dan membawa pendidikan di Indonesia menjadi lebih maju dari negara lain. Terima kasih….. -
Beginilah Kualitas SDM di Bali yang Memprihatinkan
Beginilah Kualitas SDM di Bali yang Memprihatinkan – Kebanyakan manager di hotel-hotel berbintang di Bali adalah orang asing. Hal ini menunjukkan bahwa orang Bali sendiri belum siap mengelola hotel-hotel besar bertaraf internasional. Pendidikan penduduk Bali asli tidak memenuhi kualifikasi yang diperlukan untuk menjadi manager kelas dunia.Bali diserbu pendatang dari luar untuk bekerja di Bali. Secara akademis tenaga kerja dari luar Bali mempunyai kualitas yang lebih tinggi. Kaum pendatang lebih siap di setiap lapangan kerja. Orang-orang Bali tidak memiliki kesempatan yang sama dalam mengisi lowongan pekerjaan yang dibuka oleh pebisnis-pebisnis besar. Pengusaha luar mendatangkan tenaga kerja tersendiri, sehingga tenaga kerja lokal gigit jari.Penyelenggara pendidikan di Bali perlu diawasi mutunya. Jika tidak sekolah-sekolah di Bali lulusannya tidak berdaya untuk bersaing memperebutkan kesempatan kerja dalam bidang pariwisata. Ironis sekali, Bali daerah tujuan wisata internasional tetapi tenaga kerja orang lokal tidak memenuhi syarat yang ditetapkan oleh hotel-hotel berbintang.Generasi muda Bali mesti bangkit dari keadaan terpuruk ini. Peluang ada di depan mata, tinggal memanfaatkannya sebaik-baiknya. Persaingan dalam memasuki kesempatan kerja di hotel-hotel berbintang sangat ketat. Pemuda dan pemudi Bali harus mempersiapkan diri sedini mungkin agar tidak kehilangan momen berharga dalam hidup ini. -
Fakta LUAR BIASA jurusan PGSD yang Tidak di Temukan di Jurusan Lain
Fakta LUAR BIASA jurusan PGSD yang Tidak diTemukan di Jurusan Lain – Jurusan PGSD – Kamu pasti pernah dengar jurusan PGSD kan? Kalau belum, ayo kita kenalan dengan jurusan yang satu ini. Jurusan yang di kata orang punya prospek bagus di masa depan.Bagi yang kurang tahu pasti berfikir jurusan apa ini ? Dan kuliahnya ngapain aja. PGSD, merupakan singkatan dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Bisa dibilang ini jurusan untuk lulusan-lulusan yang berminat ngajar anak SD, bisa masuk di Jurusan ini. PGSD dulunya tidak ada, karena sudah ada SPG alias Sekolah Pendidikan Guru. mulai tahun 90an. Jurusan PGSD mulai didirikan. Namun, masih dengan kuliah D2 alias diploma 2. Pada awal berdirinya jurusan ini memang hanya membuka 2 tahun perkuliahan sehingga masih D2. Nah, baru sekitar tahun 2007 atau 2008. Jurusan ini mulai diberlakukan standar S1 bagi setiap universitas yang ingin mendidirikan jurusan ini. Demi meningkatkan kualitas calon-calon guru SD di masa mendatang. yang dituntut untuk dapat mengajar dan mendidik anak-anak SD. Belangkangan ini, jurusan ini menjadi populer. Karena peminat jurusan ini semakin tahun semakin meningkat, terutama di universitas-universitas negeri. Baik jalur SNMPTN maupun SBMPTN jurusan ini selalu menempatkan ribuan pendaftar dan hanya menerima sekitar 100-200 mahasiwa. Jadi jelas jurusan ini memiliki daya saing yang cukup ketat untuk dapat diterima di jurusan ini.Lantas, apa saja yang diajarkan di jurusan yangMengapa sekarang PGSD menjadi jurusan yang favorit bagi para calon mahasiswa? ada beberapa faktor memang. Salah satunya prospek kerja yang bagus di masa yang akan datang. Hal ini tidak dapat kita pungkiri lagi. Dengan banyak Sekolah Dasar yang ada di Indonesia pasti membutuhkan tenaga pendidik untuk mengajar di sekolah. Mereka membutuhkan guru-guru yang profesional sesuai dengan bidangnya. Saat ini masih ada SD yang tenaga pendidiknya bukan dari jurusan S1 PGSD. Jadi tentunya mereka membutuhkan lulusan yang memang sesuai dengan bidangnya. Namun, yang menjadi masalah memang ketika nanti lulusan PGSD menjadi tenaga pengajar di SD, tidak langsung di angkat menjadi PNS karena memang tidak setiap tahun pendaftaran CPNS dibuka. Jadi sebelum itu. Para lulusan masih sebagai guru honorer dengan gaji seadanya. ada yang satu bulan 50 ribu sampai 100 ribu. Jelas kurang dalam mencukupi kehidupan sehari-hari. Di banyak daerah hal tersebut masih terjadi. Akan tetapi, memang ada pemkot yang memberikan gaji kelayakan bagi para lulusan PGSD tetutama guru honorer. Salah satunya pemkot Surabaya yang memberlakukan gaji standar UMR untuk para guru honorer di Surabaya. Jadi, merupakan salah satu contoh pemkot yang baik dalam menghargai kinerja dari guru honorer.Itu dulu yang perkenalannya dengan jurusan PGSD, minggu depan akan ada bahasan dan fakta menarik tentang jurusan PGSD yang jarang diketahui orang. Jadi tetap update terus ya! -
6 Keterampilan Abad 21 yang Harus di Miliki
6 Keterampilan abad 21 yang Harus di Miliki – Abad 21 atau dikenal dengan abad pengetahuan mengharuskan seseorang untuk memiliki keterampilan. Keterampilan menjadi suatu bekal yang bermanfaat untuk menunjang kesuksesan pada setiap individu. Abad 21 didukung dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi, perubahan demograsi, globalisasi dan lingkungan. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi individu yang kurang memiliki keterampilan akan tengelam oleh zaman. Mengatasi hal itu, dalam dunia pendidikan adanya keterkaitan antara peserta didik, guru dan kurikulum untuk mewujudkan keterampilan pada peserta didik.Keterampilan yang dikuasai bagi peserta didik dalam abad 21 yaitu:
a. Keterampilan Berfikir Kritis & Kreatif
Di abad ini harus memiliki pemikiran yang kritis, untuk menggali pengetahuan dan memberikan alasan yang logis untuk sebuah pertanyaan. Berfikir kritis dan kreatif termasuk dalam kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher other thinking). Berfikir menggunakan keterampilan berpikir secara efektif untuk membantu seseorang membuat sesuatu, mengevaluasi, dan mengaplikasikan keputusan sesuai dengan apa yang dipercaya atau dilakukan.b. Keterampilan Pemecahan Masalah
Keterampilan pemecahan masalah merupakan keterampilan proses yang kompleks yang memerlukan kreativitas peserta didik untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga dapat menemukan jawaban sekaligus menemukan solusi terhadap permasalahan yang ada.c. Keterampilan Berkomunikasi
Komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam kegitan sehari-hari saja namun dalam berinteraksi disuatu forum atau kelas juga membutuhkan komunikasi. Keterampilan komunikasi hendaknya dikuasai dengan baik, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi yang baik, akan memudahkan orang lain mengerti apa yang disampaikan oleh penyampai pesan.d. Keterampilan Berkolaboratif
Kolaboratif atau bekerjasama merupakan kegiatan berkelompok untuk menghasilkan sesuatu yang diambil dari keputusan bersama. Kolaboratif memerlukan kepekaan sesamanya, karena dalam kolaboratif menyatukan sifat, prinsip dan pendapat yang berbeda sehingga setiap anggotanya harus mampu mengenali sifat masing-masing anggota dan saling menghargai.e. Keterampilan Kecakapan Hidup dan Karir
Keterampilan kecakapan hidup dan karir meliputi (a) fleksibilitas dan adaptabilitas (Flexibility and Adaptability)yaitu siswa mampu mengadaptasi perubahan dan fleksibel dalam belajar dan berkegiatan dalam kelompok , (b) inisiatif dan mengatur diri sendiri (Initiative and Self- Direction) yaitu siswa mampu mengelola tujuan dan waktu, bekerja secara independen dan menjadi siswa yang dapat mengatur diri sendiri, (c) interaksi sosial dan budaya (Social and Cross Cultural Interaction) yaitu siswa mampu berinteraksi dan bekerja secara efektif dengan kelompok yang beragam, (d) produktivitas danakuntabilitas (productivity and Accountability) yaitu siswa mampu mengelola proyek dan menghasilkan produk dan (e) kepemimpinan dan tanggungjawab (Leadership and Responsibility)yaitu siswa mampu memimpin teman-temannya dan bertanggungjawab kepada masyarakat luas.f. Keterampilan Belajar dan Inovasi
Keterampilan Belajar dan Inovasi menjadikan seseorang untuk menjadi pembelajar seumur hidup (long life leaner). Belajar menghasilkan banyak pengetahuan, dari pengetahuan muncullah berbagai inovasi yang diciptakan. Inovasi yang baru akan menjadi daya tarik sendiri bagi peminatnya. Dunia pendidikan mengharuskan peserta didiknya untuk mampu berinovasi, agar mampu menciptakan lapangan kerja sendiri nantinya.g. Keterampilan Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Semakin pesatnya perkembangan teknologi abad 21 mengharuskan seseorang untuk menguasai teknologi, dalam dunia pendidikan teknologi memiliki tempat tersendiri. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi suatu media dalam proses pembelajaran guna menunjang tercapainya dari tujuan pembelajaran yang telah dibuat. Adanya teknologi komunikasi dan informasi membantu peserta didik dan guru untuk mengetahui perkembangan dan mendapatkan informasi dari belahan dunia. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya pemberi informasi pada peserta didik. Peserta didik dapat menjadikan teknologi komunikasi dan informasi untuk menambah wawasan. TIK juga mampu sebagai perantara untuk menjalin kerjasama dengan sekolah lain diluar negeri. -
Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia?
Sudah Meratakah Pendidikan di Indonesia? Pendidikan adalah hak segala bangsa katanya. Disebutkan juga dalam UU RI Pasal 5 ayat (1) bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Lalu bagaimana dengan fakir miskin yang untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan apalagi membayar harga akademis sebuah lembaga pendidikan. Lalu bagaimana dengan anak kolong jembatan yang mungkin sudah tak berbapak dan beribu.Lalu bagaimana dengan pengamen jalanan yang demi sesuap nasi rela berdesakan dalam bus, panas hujan diterjang, terkadang menerima hinaan. Dimanakah letak hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Apakah ini salah pemerintah? Salahkah Menteri Pendidikan? Atau ini adalah salah kita?Apakah biarkan saja mereka tak usah berpendidikan? Biarkanlah kursi jabatan negara diisi oleh keturunan kaya raya. Apakah begitu sistem pendidikan negara ini. Undang-undang yang dibuat untuk memajukan Indonesia. Sumber Daya Manusia haruslah menjadi salah satu prioritas bangsa ini. Maka dibutuhkan realisasi yang nyata akan hal itu. Maka kerjasama antara pendidik dan pemerintah sangatlah diperlukan.Tidak semua anak dilahirkan dengan kepandaian yang sama. Namun semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang sama, seharusnya. Apakah ini yang dikatakan bahwa Indonesia negara yang ramah? Hanyakah ramah pada turis mancanegara namun acuh pada generasi bangsanya sendiri? Miris sekali jika melihat kehidupan pengemis jalanan, pengamen, anak kolong jembatan atau fakir miskin yang tak bisa mencecap rasanya menjalani kehidupan akademis dalam dunia yang bernama “sekolah”. Jalur pendidikan tidak hanya formal saja. Pasal 13 ayat (1) dalam UU RI menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Jika pendidikan formal tak mampu mereka kuasai, maka pendidikan nonformal menjadi alternatifnya. Dengan memberikan wadah bagi mereka untuk menyalurkan bakat serta minatnya. Misalnya dengan membuka lembaga kursus, lembaga pelatihan, atau kegiatan belajar lainnya. Dalam hal ini, tak bisa hanya satu oknum yang berjalan tanpa sokongan dari pemerintah. Negara yang baik adalah yang memperhatikan kehidupan rakyatnya termasuk pendidikan. Apalagi negara telah mewajibkan rakyatnya untuk menempuh pendidikan wajib belajar selama 12 tahun. Maka wujud realisasi dari poin tersebut haruslah diwujudkan secara nyata.Jika membahas tentang pendidikan maka tak akan ada habisnya. Memberdayakan para eks nara pidana, preman jalanan akan mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Tentunya hal tersebut tak hanya membutuhkan biaya yang besar namun juga membutuhkan tenaga yang mampu menjalankan misi tersebut. Sebagai warga negara yang mendapatkan kesempatan belajar lebih dari mereka yang kurang beruntung, seyogyanya ikut andil dalam memajukan pendidikan Indonesia. Misalnya dengan membuka rumah khusus untuk pelatihan bagi mereka yang kesulitan mendapatkan pendidikan dengan merekrut beberapa tenaga kerja untuk melatih mereka.Kerja sama yang baik akan mengantarkan sedikit kemajuan bagi negara Indonesia. Menteri Pendidikan tak hanya mengurus tentang Kartu Belajar atau semacamnya namun juga bergerak langsung pada kenyataan hidup yang dijalani masyarakat menengah ke bawah. Selain hal tersebut, pemerintah seharusnya juga memperhatikan biaya pendidikan yang harus dikeluarkan bagi pelajar. Apakah biaya tersebut sanggup dikeluarkan oleh kebanyakan masyarakat menengah ke bawah atau tidak? Tengoklah sebentar negara tetangga yang maju. Apakah yang membuat negara tersebut maju? Lalu analisis dan contohlah. Sumber Daya Manusia adalah salah satu komponen negara maju. Maka dengan memperbaiki sistem pendidikan Indonesia akan baik pula pendidikan generasi bangsa ini. DAFTAR RUJUKANUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Dari http:// http://www.polsri.ac.id/panduan/01.%20umum/03.%20Undang-Undang%20Republik%20Indonesia%20Nomor%2020%20Tahun%202003%20Tanggal%208%20Juli%202003%20Tentang%20Sistem%20Pendidikan%20Nasional.PDF, diakses 12 September 2017. -
Wiji Thukul , Penyair yang Hilang
Wiji Thukul , Penyair yang Hilang – Mungkin ada yang sudah mengenalnya, ada yang hanya sekelebat saja singgah pada memori, dan ada pula yang tidak tahu menahu tentangnya. Seorang yang hingga kini raib bak ditelan bumi. Kemudian kasusnya tergeletak begitu saja dan berhenti diperbincangkan. Akan tetapi, beberapa puisinya masih abadi hingga kini.Kawan, kali ini kita belajar pada Wiji Thukul. Sosok manusia yang membela mati-matian bangsanya dari kekejaman pemerintah pada masa Orde Baru. Seorang yang rela meninggalkan keluarganya demi mempertahankan harga diri bangsa. Dalam pelariannya menulis puisi yang berjudul “Catatan”, yang berisi pesan untuk istri dan anak-anaknya.Kalau kelak anak-anak kita bertanya mengapa dan aku jarang pulang
Katakan Ayahmu tak inging jadi pahlawan
Tapi dipaksa menjadi penjahat
Oleh penguasa yang sewenang-wenangNama aslinya Wiji Widodo, lahir di Sorogenen, Solo, 26 Agustus 1963. Istrinya bernama Siti Dyah Sujirah (Sipon), anaknya bernama Fitri Nganti Wani dan Fajar Merah. Thukul tidak sama sekali mempesona, penampilannya bahkan tidak menarik sedikit pun. Rambut lusuh, baju kumal, celana kusut, tapi bila membaca puisi dihadapan semua orang, aparat akan memberinya cap sebagai agitator, penghasut.Sejak Agustus 1996, penyair ini mengembara dari satu kota ke kota lainnya. Bersembunyi, menyamar, berlari, tinggal dimana pun asal bisa tidur dan menulis. Dikarenakan Thukul sebagai aktivis yang menentang pemerintahan Orde Baru yang sewenang-wenang.Thukul, dikenal sebagai penyair yang bilamanana puisinya dibacakan bisa menyulut pemerintah. Murid dari penyair terkenal bernama W.S Rendra. Dimanapun berada, Thukul tetap menulis meski dengan komputer jadul yang sangat sederhana. Salah satu puisinya yang terkenal berjudul “Penyair”PENYAIR
Jika tak ada mesin ketik
Aku akan menulis dengan tangan
Jika tak ada tinta hitam
Aku akan menulis dengan arang
Jika tak ada kertas
Aku akan menulis pada dinding
Jiks aku menulis dilarang
Aku akan menulis dengan tetes darah!Pada pertengahan Mei 1998, kerusuhan pecah di Jakarta dan Solo. Akan Thukul masih sempat menghubungi istrinya tentang keadaannya. Hingga pada akhirnya lenyap tanpa kabar. Tapi keluarganya masih percaya Thukul masih hidup. Tapi pada April 2000, Sipon, istri Thukul resmi melapor ke kontraS (Komisi untuk orang hilang dan tindak kekerasan) terkait suaminya yang hilang.Puisinya yang paling terkenal sekaligus dibenci pemeritahan Orde Baru berjudul “Peringatan”PERINGATAN
Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat sembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat tidak berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
c Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subvertiv dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!Kisah ini hanya sebuah perkenalan. Tentang sosok Wiji Thukul, penyair dengan karyanya yang hebat. Kawan, kalian perlu belajar sejarah bangsa ini. Bukan hanya tentang kisah-kisah romansa. Kalian perlu mengenal tentang Negara ini, dimana pernah hidup manusia-manusia tangguh dengan kecerdasannya. Salam pendidikanJ -
Kompetisi Lomba Menjadi Juara Dalam Pendidikan Berkarya
Kompetisi Lomba Menjadi Juara Dalam Pendidikan Berkarya – Dunia pendidikan yang terbatas dalam ilmu. Hanya akan menjadi sebuah gambaran yang kosong. Tanpa sebuah pengalaman hidup dalam pendidikan tidak akan ada artinya. Semangat generasi muda untuk berlomba-lomba menjadi sang juara. Agar bisa membanggakan negara dan agama. Sebenarnya apa sih yang membuat mereka tertarik dengan lomba-lomba yang diselenggarakan dalam dunia pendidikan?Pendidikan selalu menjadi pokok terpenting dalam dunia. Dunia tidak akan dikatakan cerdas tanpa adanya pendidikan. Pendidikan tidak bisa berjalan sendirian tanpa adanya sebuah etika. Boleh-boleh saja dalam mengikuti suatu perlombaan. tapi, jangan lupa akan daratan yang selalu mendukung setiap perjalanan. ketika perjalanan itu masih dalam proses tantangan. Tidak ada hal yang lebih mudah selain menjadi manfaat dan berkhidmat.Inilah alasannya mengejar lomba dalam dunia pendidikan, yaitu:
Pertama, Lomba membuat mereka merasa derajatnya ditinggikan. apa sih yang tidak mau kalau derajatnya ditinggikan. mungkin begitu kira-kiranya.Kedua, Lomba membuat harga dirimu naik sekali. Mereka akan merasa lebih dihargai dibandingkan orang yang tidak pernah ikut lomba. Kayanya kerasa bagaimana posisi seseorang ketika berada dalam latar belakang yang berbeda.Ketiga, bukan hanya itu saja melainkan kalau menang dalam pertandingan bisa membanggakan orang tua. kebayang kali ya?Keempat, menambah relasi dari luar dan terakhir adalah pengalaman semakin bertambah. serta terkadang lomba itu membutakan mata hati yang ada dalam diri.Merasa lebih pintar dan cerdas daripada orang lain. sebenarnya, hal itulah yang harusnya disyukuri bukan disombongkan. karena, semua kemampuan yang ada dalam diri manusia berada dalam genggamannya Allah SWT. Tidak ada yang menghendaki kalau Allah tidak mengizinkan.Bukan tidak boleh berlomba dalam kebaikan. Yang terpenting ialah bagaimana diri pribadi menyikapi ketika ikut dengan lomba-lomba yang ada. jJangan biarkan lomba membutakan mata hatimu dan menyakitkan orang yang dianggap lemah. Karena, apa yang dianggap lemah belum tentu selemah yang dikira. Pasti, semua orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. -
Ini dia 5 Beasiswa bergengsi di Indonesia, Patut di Coba!
5 Beasiswa Swasta bergengsi di Indonesia
Ini dia 5 Beasiswa bergengsi di Indonesia, Patut di Coba! -Hai temen-temen, siapa nih pengejar beasiswa? Coba cung tangan hehe…Mungkin temen-temen ada yang masih bingung nih perihal beasiswa atau perusahaan-perusahaan penyedia beasiswa di Indonesia. Nah, ini ada 5 perusahaan bergengsi dan paling populer di Indonesia, apa aja? Ini dia,1.Beasiswa Djarum
Perusahaan Djarum merupakan salah satu perusahaan besar di Indonesia yang menyediakan besasiswa. Beasiswa ini dikenal dengan Djarum Beasiswa Plus yang disediakan oleh Djarum Fondation. Beasiswa yang diberikan berupa tunjangan dana selama satu tahun. Penerima beasiswa juga memperoleh pelatihan seperti soft skills yang meliputi Competition Challenges, International Exposure, Leadership Development, Character Building, dan Nation Building.Melalui pelatihan-pelatihan tersebut, mahasiswa diberikan suatu kesempatan guna menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan, dan terjun langsung ke masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang ada di dalam lingkungan masyarakat tersebut.2.Beasiswa Sampoerna
Perusahaan Sampoerna adalah beasiswa yang disediakan oleh Sampoerna Fondation. Beasiswa yang disediakan mulai dari jenjang SMP sampai Sarjana untuk siswa/mahasiswa yang kurang mampu, namun memiliki prestasi yang baik serta jiwa kepemimpinan yang baik. Biasiswa yang disediakan adalah bidang Teknik dan Ekonomi.3.Beasiswa Astra1st
Beasiswa ini merupakan beasiswa yang disediakan oleh PT. Astra International.Tbk. Beasiswa yang diberikan berupa tunjangan uang sebesar 5 juta rupiah/semester untuk durasi satu tahun. Beasiswa ini menyediakan program pemdampingan komprehensif yang diberikan selama 1 tahun untuk mengembangkan kompetensi Teknis Technical Competencies dan kompetensi Non-Teknis Soft Competencies, Kesempatan Kerja Praktik Lapangan (magang) di PT. Astra, serta mendapatkan kesempatan untuk bekerja di PT.Astra International apabila sudah lulus.4.Beasiswa BCA Finance
Beasiswa ini merupakan beasiswa yang ditawarkan oleh Bank BCA. Beasiswa yang diberikan berupa tunjangan dana sebesar 3 juta/semester hingga semester ke-8. Kuota yang disediakan untuk 90 mahasiswa.5.Beasiswa Tonato Foundation
Beasiswa ini diberikan untuk jenjang S1 dan S2. Diberikan kepada mahasiswa dengan ekonomi lemah namun memiliki prestasi yang cukup baik dengan menerima biaya kuliah sampai tuntas dan tunjangan perbulan. Tonato Fondation juga memberikan pembekalan seperti pelatihan-pelatihan bagi penerima beasiswa untuk ikut diberbagai kegiatan.Nah, itu tadi 5 beasiswa yang ditawarkan oleh perusahaan swasta bergengsi di Indonesia. Selamat berlomba-lomba untuk mendapatkannya :). Kuncinya belajar yang tekun, aktif organisasi, dan jangan lupa berdo’a yaa.. Semangat kawan 🙂 -
API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI
API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI – Pengaruh perjuangan Ulama melahirkan Proklamasi, 17 Agoestoes 1945, Djoemat Legi, 9 Ramadhan 1346. Proklamasi bertepatan dengan Puluhan Pertama Ramadhan sebagai Puluhan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Sebelum Proklamator Ir. Soekarno membacakan proklamasinya, ia meminta restu dari beberapa Ulama terkemuka di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.Demikian pula ideologi Pantjasila dan konstitusi Oendang-Oendang Dasar 1945, perumus pertamanya sesudah Proklamasi 17 Agoestoes 1945, Djoemat Legi, 9 Ramadhan 1364 H adalah Ulama: Wachid Hasjim dari Nahdlatoel Oelama, Ki Bagoes Hadikoesoemo dan Mr. Kasman Singodimedjo – keduanya dari Persjarikatan Moehammadiyah bersama pemimpin islam lainnya, yaitu Mohammad Teoekoe Hasan dari Aceh. Hasil perumusannya dilaporkan kepada Drs. Moh. Hatta. Kemudian diserahkan untuk disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agoestoes 1945, Sabtoe Pahing, 10 Ramadhan 1945.Mungkinkah bangsa Indonesia memiliki Sang Saka Merah Putih, jika Ulama tidak membudayakan warna Merah Putih yang berasal dari Bendera Rasulullah saw? Dihidupkan ditengah masyarakat melalui simbol-simbol budaya: Sekapur Sirih artinya kapur dan sirih melahirkan warna Merah. Seulas Pinang artinya jika pinang dibelah, pasti berwarna putih. Demikian pula upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih saat pembangunan kerangka atap dibagian suhunan. Merupakan bahasa do’a memohon Syafaat dari Rasulullah saw. Dibudayakan pula dalam upacara saat pemberian nama bayi atau Tahun Baru Islam dengan membuat bubur merah putih.Bangsa dan negara Indonesia, tidak hanya memiliki bahasa dan bendera, tetapi juga berkat perjuangan Ulama menjadikan Indonesia memiliki Tentara Nasional Indonesia – TNI – pada 5 oktober 1945, Djoemat Kliwon, 24 Sjawwal 1364. Ada sementara pimpinan nasional saat itu, menolak negara dan bangsa Indonesia punya TNI, mereka ingin negara tanpa tentara. Cukup hanya dengan polisi semata. Mengapa demikian? Karena TNI dibangun dari mantan Tentara Pembela Tanah Air – Peta. Sedangkan 68 Batalyon – Daidan, mayoritas Daidncho – Komandan Batalyon Tentara Peta adalah Ulama. Keinginan penentang pembentukan Tentara Keamanan Rakjat – TKR atau TNI di atas oleh Letnan Djenderal Oerip Soemohardjo dijawab “aneh soeatoe negara zonder tentara.” Konsolidasi selanjutnya, Soedirman mantan Daidancho – Dan Yon Tentara Peta Purwokerto dan guru Moehammadiyah, diangkat menjadi Panglima Besar.Selain itu, jawaban Ulama, terhadap Makloemat X 3 November 1945 dalam waktu relatif singakat hanya empat hari sesudahnya, lahirlah Partai Islam Indonesia Masyumi, 7 November 1945, Rabo Pon, 1 Dzulhidjah 1364. Selain sebagai parpol tercepat lahirnya, terbesar jumlah anggotanya, juga berani mengeluarkan pernyataan: 60 Miljoen Moeslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah. Perang di djalan Allah oentoek menentang tiap-tiap pendjadjahan. Pernyataan demikian ini lahir karena Ulama dan Santri merasa berkewajiban melanjutkan para Ulama terdahulu, membebaskan Nusantara Indonesia dari segala bentuk penjajahan.Kemudian karena perjuangan Perdana Menteri Mohammad Natsir sebagai intelektual, Ulama, dan politikus dari Partai Islam Indonesia Masyumi, Persatoean Islam – Persis, Jong Islamieten Bon – JIB, Partai Islam Indonesia – PII, melalui Mosi Integral, berdirilah Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI – pada 17 Agustus 1950, Kamis Pahing, 2 Dzulhidjah 1369, sebagai jawaban terhadap gerakan separatis: Angkatan Perang Ratu Adil – APRA pimpinan Westerling di Bandung, Pemberontakan KNIL Andi Aziz di Makasar, dan Republik Maluku Selatan Soumokil di Ambon, yang didalangi oleh Van Mook. Sekaligus sebagai jawaban terhadap Proklamasi Negara Islam Indonesia, 7 Agustus 1949, oleh S.M. Kartosoewirjo. Dengan demikian berakhir pula Republik Indonesia Serikat – RIS – hanya berlangsung dari 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 M atau 6 Rabiul Awwal 1369 – 2 Dzulhidjah 1369 H. Berkat perjuangan Ulama maka Republik Indonesia Serikat – RIS diubah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI.Dari fakta sejarah, terbaca betapa besarnya peran kepemimpinan Ulama dan Santri dalam perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Diikuti pula dengan perjuangan Ulama dan Santri mempertahankannya serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, tepatlah kesimpulan E.F.E Douwes Dekker Danoedirdjo Setiaboedhi dari Indische Partij:Jika tidak karena sikap dan semangat perjuangan para Ulama, sudah lama patriotisme di kalangan bangsa kita mengalami kemusnahan*Disadur dari buku API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ditulis oleh Ahmad Mansur Suryanegara. Beliau lebih dikenal sebagai seorang Sejarawan Muslim. -
7 Fakta Sistem Baru SBMPTN 2019 TERBARU!, Sudah Siap Belum?
7 Fakta Sistem Baru SBMPTN 2019 TERBARU!, Sudah Siap Belum? – Nah, guys buat temen-temen yang duduk di bangku kelas 12 2019 makin deket nih! apa saja persiapan yang kalian lakukan untuk menghadapi bertubi-tubi soal dari kemetrian pendidikan? Nah, pasti sudah mempersiapkan kan? apalagi SBMPTN ini.Baru baru ini kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggri (kemenristekdikti) mengeluarkan kebijakan baru terkait ujian untuk masuk perguruan tinggi negeri di tahun depan. Dimana, pastinya system ini sangat berbeda dengan tahun ini dan tahun sebelumnya . Konon, katanya site mini sangat jauh berbeda, sampai ada yang setuju dengan tidak setuju.Seperti apa, berikut 7 Fakta system baru SBMPTN 2019.1.Kuota jalur SNMPTN Semakin berkurang
Penerimaan Mahasiswa baru tahun depan juga tetap mengunakkan pola seleksi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang mana SNMPTN, SBMPTN maupun lewat jalur mandiri itu sendiri.Nah, tahun 2019 yang akan mendatang nanti jalur seleksi SNMPTN mengalami penurunan kuota loh, dimana SNMPTN mengalami 20 persen penurunan kuota untuk jalur ini.Sementara itu SBMPTN mengalami peningkatan kuota menjadi 40 persen. Jadi, makin banyak kesempatan bukan? Sedangkan jalur Mandiri tetap sama yakni 30 persen. dimana, di jalur ini tergantung pihak Universitas untuk menerima seberapa banyak Siswa yang akan diterima ke perguruan tinggi untuk menjadi seorang Mahasiswa.2.Peserta bisa mengikuti Tesnya, maksimal dua kali tes
Nah, buat kamu yang ingin mengikuti tes SBMPTN dua kali dari sebelumnya yang hanya dapat dilakukan sekali KEMENRISTEKDIKTI Membuka peluangini tahun depan. Ketua Panitia SBMPTN 2018 tahun ini, Ravik Karsidi sendiri menjelaskan bahwa setiap peserta yang dapat mengikuti maksimal dua kali dengan membayar biaya pendaftaran sebesar 200ribu setiap tes. Nah, beda yah dengan menggunakan bidikmisi, mereka tidak dikenakan tarif biaya pendaftaran sama sekali.Dilansir dari Ristekdikti.go.id yakni Rektor Universitas Sebelas Maret mengatakan bahwa peserta yang dapat mengikuti tes ini dengan mendapatkan nilai yang tertinggi diantara dua tes yang mereka ikuti untuk mendaftar ke program studi yang diinginkan. Adapunn, jenis soalnya yang diujikan sama namun dengan pertanyaan yang berbeda pada kedua tes. Tes ini akan digelar pada bulan Maret 2019 serentak di seluruh Indonesia. Bagaimana menurutmu? hehe….3.Tes di gelar berbasis Komputer (UTBC)
Tahun lalu, tes SBMPTN dilaksanakn dengan berbasis menggunakan kertas maupun kompuer. Nah tahun depan tak ada lagi tes menggunakan kertas tetapi computer. Tujuannya agar dapat memudahkan para pendaftar dari kalangan pedesaa untuk mempermudah mereka mengakses atau melaksanakan ujian secara online tanpa harus dating jauh-jauh ke tempat lokasi ujian. Dari pengalaman saya, jujur saya dulu dari jauh hanya untuk mengikuti tes ini ke kota. Maupun temen tes saya lainnya bahkan ada dari luar kota ke tujuan lokasi tempat ke luar kota juga. Tapi, ini tak menjadi penghalang buat mereka yang ingn sukses dijalannya masing masing. Jadi, kamu yang ikuti tes tahun 2019 nanti jangan sia-siain! harus tetap percaya diri dan mempunyai semnagat yang tinggi yah!4.Diselenggarakan oleh institusi nirlaba LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi)
Mulai tahun 2019, lembaga inilah yang akan menggelar tes SBMPTN, lembaga ini tak hanya menyelenggarakan tes SBMPTN saja, tetapi juga mengola dan mengola data calon mahasiswa baru sebagai bahan seleksi SNMPTN nanti maupun SBMPTN oleh pihak Rektor di setiap PTN.5.Sistem penilaian baru
Tes, dapat nilai baru bisa daftar ke PTN. Jadi, jika sebelumnya peserta terlebih dahulu mendaftar serta memilih jurusan yang diingkan, nah pada tahun depan mekanisme ini berubah total. Nah nanti peserta terlebih dahulu mengikuti tes, setelahnya mereka akan mendapatkan hasil, hasil inilah yang akan digunakkan untuk mendaftar ke PTN yang diinginkan.6.Terdapat dua materi, yakni TPS dan TKA
Apa itu? TKA adalah tes Kompetensi Akademik, sedangkan TPS adalah Tes kemampuan Skolastik. Sama seperti tahun 2018, tes ujian berbentuk SAINTEK maupun SOSHUM. Sedangkan TPS sendiri adalah tes untuk mengukur kemampuan tes nalar peserta.7.Hilangnya uji keterampilan bagi kelompok olahraga dan seni
Nah, bagi kamu yang minat dijurusan ini beruntunglah, karna tes ini ga ada lagi atau dihilngkan. Jadi tetap semangat yah, buat negjar PTN yang diinginkan! -
Gimana Ya, Plus Minus Belajar di Australia?
Gimana Ya, Plus Minus Belajar di Australia? – Pernah bermimpi kuliah di Negeri Kangguru? Pendidikan di Australia menjadi sorotan dunia, karena memiliki sistem pendidikan yang berkualitas. Tentu saja, hal ini menarik minat pelajar di seluruh pelosok negeri. Dari 150 Universitas terbaik dunia, ada 8 Universitas di Australia yang masuk dalam kategori 150 Universitas terbaik dunia. Tentunya, pengalaman kuliah di luar negeri mempunyai tantangan, namun semua itu dapat menjadi bahan bakar semangat dan kekuatan untuk melewati prosesnya.Berikut beberapa kelebihan belajar di Australia:
1. Belajar di Australia sudah berkelas Internasional, beberapa Universitas di Australia memiliki standar CRICOS atau kualifikasi Internasional, yang lulusannya nanti akan diakui banyak Negara ketika melanjutkan pendidikan maupun bekerja.2. Tersedianya fasilitas riset yang memadai, perkembangan ilmu pengetahuan, salah satunya karena fasilitas yang menunjang, terutama dalam bidang science.3. Mendapatkan pengalaman bekerja part time, setiap pelajar dapat merasakan bekerja part time selama 40 jam per minggu dan tidak terbatas apabila masa libur. Penghasilan yang didapatkan berkisar AUD 15 – AUD 25.4. Mendapatkan link Internasional, karena pelajar yang terdiri dari beberapa Negara, maka pergaulan dengan berbagai Negara di dunia bisa meningkatkan kualitas diri.5. Lulusan Universitas di Australia diberikan kesempatan untuk bekerja, bagi sarjana S1/S2/S3, dapat tinggal dan bekerja selama beberapa tahun. Ini merupakan kesempatan untuk memperoleh ilmu dan bisnis yang ditekuni.Berikut beberapa kekurangan belajar di Australia:1. Harus siap jauh dari keluarga2. Iklim yang berbeda dengan Indonesia3. Biaya hidup yang cukup tinggiItulah beberapa plus minus belajar di Australia, semoga teman-teman yang punya mimpi kuliah disana, bisa percaya pada mimpi dan mampu mewujudkannya. -

Sejarah dan Perkembangan Profesi Guru
Sejarah dan Perkembangan Profesi Guru – Halo sobat Shalaazz, Guru merupakan pekerjaan tertua. Lebih dulu dibandingkan arsitek yang baru ada setelah manusia tidak lagi tinggal di gua. Atau, lebih juga dari insinyur metalurgi yang baru muncul pada masa manusia mengenal logam dan pengolahannya.
Pekerjaan guru ada sejak manusia mampu berpikir dan mengenal ilmu pengetahuan. Sepanjang sejarah kehidupan manusia itu, guru selalu ada di tengah masyarakatnya. Ia mengajarkan berbagai ilmu dan pengetahuan untuk mempermudah manusia menjalankan kehidupannya. Atau kadang, hanya mengajarkan kebenaran.
Dalam lintasan sejarah Indonesia pekerjaan guru ternyata berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Mulai dari zaman kerajaan Hindu-Budha, kesultanan Islam hingga masa Reformasi.
Pada zaman dahulu, sebelum agama masuk Indonesia, seseorang yang ingin belajar harus mengunjungi seorang petapa. Petapa itu mungkin saja yang telah meninggalkan takhta kerajaan karena sudah tua dan memperdalam masalah kerohanian. Petapa itulah yang disebut juga guru bagi muridnya yang menuntut ilmu di tempat tersebut.
Biasanya para murid mengerjakan sawah ladang petapa untuk keperluan hidup sehari-hari. Pada masa kerajaan Budha atau Hindu di Indonesia orang belajar di Bihara. Biksu yang mengajar membaca serta menulis huruf sanskerta di Bihara tersebut disebut guru. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka bekerja di ladang.
Para siswa juga memberikan sedekah dari masyarakat untuk membantu kehidupan sehari- hari. Dalam agama Hindu, guru merupakan simbol bagi suatu tempat suci yang berisi ilmu (vidya) dan juga pembagi ilmu. Seorang guru adalah pemandu spiritual atau kejiwaan murid-muridnya. Dalam agama Buddha, guru adalah orang yang memandu muridnya dalam jalan menuju kebenaran.
Murid seorang guru memandang gurunya sebagai jelmaan Buddha atau Bodhisattva. Dalam agama Sikh, guru mempunyai makna yang mirip dengan agama Hindu dan Buddha, namun posisinya lebih penting lagi dikarenakan salah satu inti ajaran agama Sikh adalah kepercayaan terhadap ajaran sepuluh guru Sikh. Hanya ada sepuluh guru dalam agama Sikh.
Guru pertama, Guru Nanak Dev adalah pendiri agama ini. Orang India, Cina, Mesir, dan Israel menerima pengajaran dari guru yang merupakan seorang imam atau nabi. Oleh sebab itu, seorang guru sangat dihormati dan terkenal di masyarakat serta menganggap guru sebagai pembimbing untuk mendapat keselamatan dan dihormati bahkan lebih dari orang tua mereka.
Pada masa ini guru berasal dari kasta Brahmana. Mereka mengajarkan segala hal yang berhubungan dengan agama dan kitab suci. Mereka mengajarkan filsafat, sastra, hukum, bela diri, dan lain sebagainya. Guru mendapatkan posisi yang terhormat di masyarakat. Mereka statusnya lebih tinggi dari para raja dan bangsawan.
Lebih tinggi pula dari para pengusaha. Kasta para guru ini memang lebih mulia dibandingkan kasta Ksatria dan kasta Waisya. Setelah agama Islam masuk di Indonesia orang belajar di Pesantren supaya dapat membaca Al-qur’an dan melakukan Shalat dengan benar. Ulama’ yang mengajar di Pesantren juga dinamakan guru.
Para siswa biasanya tinggal di rumah ulama’ tersebut dan membantu bercocok tanam untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Pada masa itu, guru mengajarkan ilmu pengetahuannya di tempat-tempat tertentu. Sudah dikenal pula lembaga-lembaga pendidikan. Sebagian besar lembaga pendidikan tersebut di berasrama.
Ini adalah cikal bakal boarding school yang ada sekarang. Menurut keterangan I Tsing, seorang pelajar yang sempat belajar di kerajaan Sriwijaya, pendidikan di Nusantara sudah cukup maju. Bahkan, sistem pendidikan di kepulauan Nusantara dijadikan rujukan oleh negara kerajaan lainnya. Beberapa mahaguru pada saat itu dikenal dalam dunia pendidikan internasional. I Tsing menyebut Satyakirti, Dharmapala dan Djnanabhadra.
Guru Zaman Kesultanan Islam Agama Islam masuk ke Indonesia dengan berbagai macam saluran. Salah satunya adalah lewat jalur pendidikan dan dakwah. Di jalur pendidikan inilah para ulama mencetak para guru lewat serangkaian pendidikan di pesantren.
Selain, pesantren ada lembaga pendidikan lain, yaitu mengaji di surau atau di langgar. Ilmu pengetahuan yang dipelajari di pesantren meliputi filsafat, tasawuf, bahasa, fikih, akhlak, aljabar, ilmu falak, dan lain sebagainya. Sedangkan, di surau biasanya hanya mempelajari bahasa, tajwid, fikih, dan akhlak.
Baca juga: Bagaimanakah Menjadi Seorang Guru di Era Millenial?
Pada masa kesultanan ini juga sudah dikenal guru dengan spesialisasinya. Ada guru fikih, Hadits, tasawuf, dan lain sebagainya. Model pendidikan pesantren ini juga menggunakan sistem sekolah berasrama dan juga menjadi cikal bakal boarding school saat ini. Guru Zaman Penjajahan Eropa Pendidikan tradisional di kepulauan Nusantara terus berjalan, meski banyak raja-raja di Nusantara yang ditundukkan oleh Verenigde Oost Indische Compaqnie alias (VOC).
Pemerintah kolonial baru peduli nasib pendidikan kaum bumiputra setelah diberlakukannya Politik Etika atau Politik Balas Budi. Kepedulian itu juga lebih dilandasi oleh kebutuhan Pemerintah Hindia-Belanda akan tenaga-tenaga profesional, seperti dokter, insinyur dan advokat. Jadi, bukan murni niat yang lurus untuk menyejahterakan kaum pribumi. Kebutuhan mendidik kaum profesional ini muncul setelah Pemerintah mengalkulasi alangkah mahalnya mendatangkan dokter, insinyur dan advokat dari Eropa.
Pendidikan pada masa Politik Etis dilakukan secara modern dan bergaya Eropa. Sekolah guru juga dibentuk untuk melahirkan guru-guru yang mampu mengawal sistem pendidikan kolonial. Ada HIK (Holandse Indische Kweekschool, atau sekolah guru bantu yang ada di semua Kabupaten) dan HKS (Hoogere Kweek School, atau sekolah guru atas yang ada di Jakarta, Medan, Bandung, dan Semarang.
Sedangkan, Europese Kweek School (EKS, sebangsa Sekolah Guru Atas dengan dasar bahasa Belanda dengan maksud memberi ijazah untuk mengajar di sekolah Belanda, yang berbeda dengan HKS) yang hanya diperuntukkan bagi orang Belanda atau pribumi yang mahir sekali berbahasa Belanda ataupun orang Arab dan Tionghoa yang juga mahir sekali berbahasa Belanda, dan hanya ada satu di Surabaya.
Pada waktu itu, di EKS biasanya satu kelas ada dua puluh delapan orang, maka terdiri 20 orang Belanda, enam orang Arab dan Tionghoa, dan enam orang pribumi. Selain itu juga dikenal HCK atau Hollandsche Chineesche Kweekschool khusus untuk yang keturunan Tionghoa.
Sistem pendidikan kolonial ini mulai mendapat lawan setelah kaum pergerakan nasional membangun sekolah-sekolah yang bernafaskan nasionalisme Indonesia.
Baca juga: Hari Guru: Pidato Lengkap Nadiem Makarim Kemendikbud
Di antaranya adalah sekolah-sekolah Serikat Islam, sekolah-sekolah Muhammadiyah dan sekolah-sekolah kaum pergerakan lainnya. Begitu massif dan berpengaruhnya sekolah-sekolah ini membuat pemerintah kolonial berusaha ‘menertibkannya’. Akhirnya, pemerintah menerbitkan Ordonansi Sekolah Liar (Wilde Scholen Ordinantie).
Guru-guru harus mendapatkan sertifikasi dari pemerintah kolonial. Ini berarti ancaman bagi guru dari sekolah-sekolah milik kaum pergerakan nasional. Penerbitan ordonansi ini ditolak oleh kaum pergerakan nasional.
Seluruh elemen pendidikan, persatuan pelajar hingga partai-partai politik nasionalis menentangnya. Kesatuan gerakan dan kuatnya isu pada masa itu berhasil mendobrak sistem kolonial sehingga pemerintah menarik kembali ordonansi yang telah diterbitkan. Sebuah kemenangan dalam sejarah pendidikan bahkan pergerakan pada masa itu.
Kesadaran untuk bersatu inilah yang mengilhami berdirinya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.
Para pedagang Portugis dan Belanda yang datang di Indonesia umumnya beragama Kristen, selain berdagang mereka juga menyebarkan agama itu. Mempelajari agama Kristen, membaca dan menulis huruf latin.
Para pendeta yang mengajarkan agama Kristen itu juga disebut guru. Untuk kepentingan penjajahannya Belanda memerlukan pegawai yang pandai menulis dan membaca huruf latin. Karena itu, mereka mendirikan sekolah dan mengajarkan ilmu pengetahuan yang tidak berkaitan dengan agama. Inilah awal mula sistem Pendidikan modern di Indonesia.
Pada zaman kemerdekaan Indonesia rakyat memperjuangkan pertahanan kemerdekaannya. Kaum guru Indonesia bertekad turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang diwujudkan dalam salah satu tujuan kelahiran PGRI yaitu : turut aktif mempersatukan kemerdekaan RI. Lahirnya guru berawal dari lahirnya PGRI.
Baca juga: 5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial
Dimana tepat 100 hari setelah proklamasi Kemerdekaan tepatnya pada tanggal 25 November 1945, PGRI dilahirkan. Setelah PGRI dilahirkan pada tanggal 23 s/d 25 November 1945 ke-1 di Surakarta, di gedung Somaharsana (pasar pon), Van De venter school (sekarang SMP N 3 Surakarta).
Pada saat itu kongres mendapat sambutan mitraliur Belanda dan serangan kapal terbang yang mengadakan operasi militer dengan sasaran gedung RRI Surakarta.
Kelahiran PGRI sebagai wadah organisasi guru yang sedang berevolusi Kemerdekaan, merupakan manifestasi akan keinsafan dan rasa tanggung jawab kaum guru Indonesia dalam memenuhi kewajiban akan pengabdiannya serta partisipasinya kepada perjuangan menegakkan dan mengisi kemerdekaan RI.
Guru-guru sadar akan tugasnya bahwa pendidikan adalah sarana utama dalam pembangunan bangsa dan negara, mereka melaksanakan dwifungsi dalam kerjanya, yaitu : digaris belakang mendidik dan mengajar disekolah-sekolah biasa, sekolah peralihan, sekolah pengungsian.
Di samping itu, mereka juga melakukan kerja sama dengan masyarakat mendirikan dapur umum dan mempersiapkan makanan untuk para pejuang di garis depan. Kecuali itu mereka menjadi pemimpin atau komandan barisan tentara : BKR, TKR, TRI/TNI, BARA , API, Hizbullah, Sabilillah, Pesindo, Laskar Rakyat, PMI, dan para pejuang lainnya.
Penulis: Jrux Kuning
-
Untuk Apa Sekolah Tinggi -Tinggi?
“Untuk apa sekolah tinggi-tinggi? Toh nantinya juga jadi karyawan atau karyawati”, pernahkah pertanyaan itu singgah ditelinga kita? pasti pernah, bukan? Terutama untuk mereka mahasiswa yang kadangkala dipandang tak berarti dikalangan masyarakat. Di zaman millennial ini, uang telah didewakan dibanding ilmu pengetahuan. Barang siapa yang memiliki harta berlimpah, maka ia akan disanjung-sanjung.Tulisan ini hanya berupa opini. Saya menulisnya berdasarkan dengan apa yang saya alami. Jadi sebelum semakin jauh pembahasannya, saya ucapkan minta maaf terlebih dahulu pada kalian para pembca setia shalaazz. Tidak ada maksud untuk menyinggung kalian.HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEKERJAANOrang yang tidak pernah mengenyam dunia pendidikan pun bisa bekerja tanpa ijazah. Si A misalnya, dia tidak kuliah tapi jadi pengusaha kaya raya, tapi itu Si B kuliah kedokteran tapi sampai sekarang masih mengaggur juga. Sebenarnya ini persepsi yang salah. Otak kita terlalu sering disetting mendikte sesuatu dengan uang atau materi.Padahal antara pendidikan dan pekerjaan tidak saling berhubungan. Pendidikan hanyalah sebagai penunjang suatu pekerjaan. Bila disekitar kita banyak mahasiswa yang menganggur, bukan pendidikannya yang keliru! Melainkan terdapat pada mahasiswa itu sendiri. Mungkin si mahasiswa tidak berminat dengan suatu bidang pekerjaan yang ditawarkan.Ketahuilah! Pendidikan tidak mengajarkan kita untuk mencari uang yang baik dan benar. Melainkan bagaimana kita berkontribusi untuk diri sendiri serta lingkungan berbangsa dan bernegara.TUJUAN KULIAH (SEKOLAH TINGGI)Menurut saya, kuliah (sekolah di perguruan tinggi) bertujuan untuk menjadikan masyarakat, orang-orang yang lemah menjadi lebih kuat, mengurangi pengagguran dengan menyediakan lapangan kerja untuk orang lain sesuai dengan kreativitas yang telah didapat selama di perguruan tinggi.
Selain itu, kita bisa memberantas kebodohan dan menghasilkan anak bangsa yang berkualitas. Sayapernah mendengar kutipan kata, “jangan Tanya apa yang negaramu beri padamu! Tapi tanyakan pada dirimu sendiri apa yang telah kamu beri untuk negaramu!”Kutipan itu cukup menampar keras saya dan menanam benih tekad kuat dalam diri saya untuk memeberikan apa yang akan saya beri utnuk bangsa dan Negara. Tentu saja saya tidak ingin jadi ikan mati yang hanya mengikuti arus kehidupan. Kadangkala saya harus berenang melawan arus dengan tangguh.Dear kalian anak bangsa, jadikan dirimu tangguh dan belajarlah dengan sungguh-sungguh. Salam pendidikanJ






















