Blog

  • Sistem Pendidikan di jerman

    Sistem Pendidikan di jerman – Jerman mempunyai reputasi sangat baik di dunia karena mutu lembaga riset dan pendidikan tingginya. Hal itu dilambangkan oleh peringkat tiga antara negara asal penerima Hadiah Nobel; ada lebih dari 80 warga Jerman yang telah menerima

    Penghargaan tersebut. Di era globalisasi ini, posisi Jerman sebagai negara yang memiliki tradisi kuat di bidang penelitian dan pengembangan sangat strategis dalam persaingan internasional untuk mendapatkan cendekiawan unggul. Terdapat tiga penggerak besar dalam dunia ilmu: jaringan padat dari sekitar 400 perguruan tinggi, empat institusi penelitian ekstrauniversiter yang memiliki reputasi internasional, serta lembaga riset ternama dari perusahaan industri. Prestasi besar di bidang riset itu merupakan dasar untuk fakta bahwa Jerman menjadi pengekspor utama barang teknologi canggih dengan pangsa pasar sebesar 12 persen dari volume perdagangan dunia di sektor itu, serta untuk fakta bahwa Jerman termasuk kelompok negara “pelopor inovasi” di Uni Eropa

    (UE). Jerman juga termasuk sekelompok kecil negara di dunia dengan investasi terbesar untuk riset dan pengembangan, yaitu lebih dari 2,5 persen dari produk domestik bruto.


  • Sistem Pendidikan di Korea Selatan Menarik

    Sistem Pendidikan di Korea Selatan Menarik

    Sistem Pendidikan di Korea Selatan Menarik – Tahukah sobat Shalaazz? Negara Korea Selatan terkenal dengan gingsengnya dan juga drama Korea yang membuat air mata mengalir dan sekaligus membuat penontonya baper. Selain itu Korea juga kaya dengan kultur budaya dan juga sistem pendidikanya di Korea sangat bagus.

    Kenapa sistem pendidikan di Korea Selatan sangat bagus?  Iya karena di negeri gingseng tersebut sangat andil dalam hal berbau pendidikan. pemerintah Korea Selatan juga sangat mengedepankan dalam hal pendidikan.

    Salah satu tujuan pendidikan di Korea Kelatan yaitu untuk menanamkan pada setiap orang rasa Identitas Nasional dan penghargaan terhadap kedaulatan Nasional; (menyempurnakan kepribadian setiap warga Negara, mengemban cita-cita persaudaraan yang universal mengembangkan kemampuan untuk hidup mandiri dan berbuat untuk Negara yang demokratis dan kemakmuran seluruh umat manusia; dan menanamkan sifat patriotisme.        

    Mari kita gali lebih dalam bagaimana Sistem Pendidikan di Korea Selatan.

    Struktur dan jenis Pendidikan di Korea Selatan 

    Secara umum sistem pendidikan di Korea Selatan terdiri dari empat jenjang yaitu :   

    1. Sekolah dasar(SD) 
    2. Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP), 
    3. SLTA/ SMA
    4. Dan pendidikan tinggi. 

    Keempat jenjang pendidikan ini sejalan dengan “grade” 1 – 6 (SD), grade 7 – 9 (SLTP), 10 -12 (SLTA), dan grade 13 – 16 (pendidikan tinggi/program S1) serta program pasca sarjana (S2/S3).

    Berikut visualisasi grade pendidikan yang dimaksud. Sekolah dasar merupakan pendidikan wajib selama 6 tahun bagi anak usia 6 sampai 12 tahun, dengan jumlah Angka Partisipasi Murni (APM) SD mencapai 99,8%, putus sekolah SD 0%. SMP merupakan kelanjutan SD bagi anak usia 12-15 tahun, selama 3 tahun pendidikan, yang kemudian melanjutkan ke SLTA pada grade 15-18, dengan dua pilihan yaitu: umum dan sekolah kejuruan.

    Sekolah kejuruan meliputi pertanian, perdagangan, perikanan dan teknik. Selain itu ada sekolah komperhensif yang merupakan gabungan antara sekolah umum dan sekolah kejuruan yang merupakan bekal untuk melanjutkan ke akademik (yunior college) atau universitas (senior college) yang kemudian dapat melanjutkan ke program pasca sarjana (graduate school) gelar master/dokter.

    Manajemen Pendidikan Korea Selatan 

    Kekuasaan dan kewenangan dilimpahkan kepada menteri pendidikan. Di daerah terdapat dewan pendidikan (board of education). Pada setiap propinsi dan daerah khusus (Seoul dan Busan), masing-masing dewan pendidikan terdiri dari tujuh orang anggota, yang mana lima orang dipilih oleh daerah otonom dan dua orang lainnya merupakan jabatan „ex officio‟ yang dipegang oleh walikota daerah khusus atau gubernur propinsi dan super intendent, Dewan pendidikan diketuai oleh walikota atau gubernur.

    1) Anggaran pendidikan

    Anggaran pendidikan Korea Selatan berasal dari anggaran Negara, dengan total anggaran 18,9% dari Anggaran Negara. Pada tahun 1995 ada kebijakan wajib belajar 9 tahun, sehingga porsi anggaran terbesar diperuntukan untuk ini, adapun sumber biaya pendidikan, bersumber dari GNP untuk pendidikan, pajak pendidikan, keuangan pendidikan daerah, dunia industri khusus bagi pendidikan kejuruan.


    2) Guru/Personalia

    Terdapat dua jenis pendidikan guru, yaitu tingkat akademik (grade 13-14) untuk guru SD, dan pendidikan guru empat tahun untuk guru sekolah menengah. Dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah untuk pendidikan guru negeri.

    Kemudian guru mendapat sertifikat yaitu : sertifikat guru pra sekolah, guru SD, dan guru sekolah menengah, sertifikat ini diberikan oleh kepala sekolah dengan kategori guru magang, guru biasa dua (yang telah diselesaikan on-job training) dan lisensi bagi guru magang dikeluarkan bagi mereka yang telah lulus ujian kualifikasi lulusan program empat tahun dalam bidang engineering, perikanan, perdagangan, dan pertanian.

    Sedangkan untuk menjadi dosen yunior college (D2), harus berkualifikasi master (S2) dengan pengalaman dua tahun dan untuk menjadi dosen di senior college harus berkualifikasi doktor (S3).

    3) Kurikulum

    Reformasi kurikulum pendidikan di korea, dilaksanakan sejak tahun 1970-an dengan mengkoordinasikan pembelajaran teknik dalam kelas dan pemanfaatan teknologi, adapun yang dikerjakan oleh guru, meliputi lima langkah yaitu

    (1) perencanaan pengajaran, (2) Diagnosis murid (3) membimbing siswa belajar dengan berbagai program, (4) test dan menilai hasil belajar. Di sekolah tingkat menengah tidak diadakan saringan masuk, hal ini dikarenakan adanya kebijakan “equal accessibility” ke sekolah menengah di daerahnya.

    Isu-isu Pendidikan Korea Selatan Diantaranya adalah:

    1) meningkatkan investasi pendidikan,
    2) memperkecil jurang pemisah antara penduduk kota dan desa,
    3) memberikan perhatian besar terhadap pendidikan sosial dan moral

  • Struktur dan Jenis Pendidikan di Australia


    Struktur dan Jenis Pendidikan di Australia – Pendidikan di Australia Part2

    1) Pendidikan Dasar (primary school)

    Pendidikan prasekolah lebih bervariasi pengadministrasian, pendanaan serta kurikulumnya dibandingkan sektor pendidikan lainnya karena banyak dikelola oleh badan-badan swasta, dan keterlibatan pemerintah juga berbeda-beda terhadap lembaga ini. Pada umumnya, makin dekat umur anak ke batas umur masuk sekolah makin besar pula kemungkinan anak masuk prasekolah (Taman Kanak-kanak); kehadiran anak di sekolah dijadwalkan penuh, dan sekolah diselenggarakan dalam lingkungan sekolah dasar atau dalam lingkungan lembaga lain sesuai dengan bantuan yang diterimanya dari pemerintah.
    Hampir semua anak yang berusia lima tahun masuk pendidikan Tamankanak yang dilaksanakan secara penuh. Bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun program prasekolah ini dilaksanakan tidak secara intensif dan sebagian besar diselenggarakan atas dasar sukarela badan-badan swasta.
    Jenjang pendidikan sebelum sekolah dasar di Indonesia dan Australia Barat samasama dikenal dengan pendidikan prasekolah (kindergarten). Pendidikan prasekolah (TK) di Indonesia kebanyakan merupakan lembaga yang berdiri sendiri dengan gedung yang terpisah dari gedung sekolah dasar. Sedang kindergarten di Australia kebanyakan menyatu dalam satu kompleks dengan Primary School, meski lokasinya agak terpisah sedikit dari sekolah dasar tersebut. Kelulusan Taman Kanak-kanak tidak menjadi persyaratan untuk masuk Sekolah Dasar.
    Meskipun TK tidak menjadi persyaratan untuk masuk sekolah dasar, namun kebanyakan siswa sekolah dasar di Australia kebanyakan merupakan tamatan taman kanak-kanak. Selain itu, sebelum masuk TK, ada anak-anak di bawah lima tahun dapat dimasukkan ke lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Waktu yang diperlukan untuk menyelesikan pendidikan dasar adalah 6–7 tahun. Pada umumnya siswa memasuki pendidikan dasar pada umur 6 atau 7 tahun.

    Berbeda dengan di Indonesia dimana siswa diharuskan menempuh ulangan-ulangan dan ulangan umum untuk dapat naik ke kelas berikutnya, siswa di sekolah dasar di Australia tidak mengenal ulangan. Mereka secara otomatis naik ke kelas berikutnya sejalan dengan pergantian tahun. Tahun pertama di sekolah dasar Australia disebut Year 1 dan seterusnya hingga Year 6. Ada Negara Bagian Australia yang menetapkan lama pendidikan dasar adalah 6 tahun (New South Wales (NSW), Victoria (Vic), Tasmania (Tas), dan Australian Capital Territory (ACT). Tetapi ada juga yang menetapkan lama pendidikan dasarnya adalah 7 tahun (South Australia (SA), Northern Territory (NT), Queensland (Qld), dan Western Australia (WA) (Magabook 2000).

    2) Pendidikan Menengah (secondary schools/high schools) 

    Pendidikan menengah atau dikenal sebagai Secondary Education di Australia memerlukan waktu antara 5 sampai 6 tahun. Tahun pertama di pendidikan menengah disebut 7 tahun dan seterusnya hingga 11 tahun. Jenjang pendidikan menengah berakhir pada usia 11 tahun. Untuk negara bagian yang menerapkan pendidikan dasarnya selama 7 tahun, maka pendidikan menengahnya memerlukan waktu selama 5 tahun saja (yaitu di negara bagian SA, NT, Qld, dan WA).

    3) Pendidikan Tinggi (universities dan atau TAFE Colleges) 

    Setelah tahun ke 11 ini, siswa dapat memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang ia ingin tempuh. Jika seorang siswa berminat dalam bidang-bidang ilmu yang aplikatif, maka ia dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang khusus disiapkan untuk itu. Lembaga pendidikan ini dikenal sebagai Vocational Education and Training (VET)atau Colleges for Technical and Further Education (TAFE). Lulusan dari TAFE pada umumnya akan menjadi tenaga teknisi. Jika siswa tersebut berminat ke bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat teoritis. maka ia akan memasuki perguruan tinggi (universitas).
    Untuk dapat memasuki universitas, seorang siswa Australia harus menempuh 12 tahun yang dikenal juga sebagai Matriculation Year. Dalam tahun terakhir dari pendidikan menengah ini, para siswa digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian negara dengan nilai yang memuaskan. Makin tinggi nilai yang diperoleh, makin mudah siswa tersebut memilih
    Pendidikan tinggi (universitas) di Australia dapat di bagi menjadi dua jenjang, yakni jenjang sarjana (dikenal sebagai undergraduate level) dan jenjang pascasarjana (dikenal sebagai postgraduate level untuk memperoleh gelar Masters atau PhD). Jenjang sarjana dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan memperoleh gelar Bachelor, yakni Bachelor of Arts (BA) atau Bachelor of Science (Bsc) tergantung pada bidang ilmu yang ditempuh oleh mahasiswa/i tersebut.
  • Sistem Pendidikan di Australia

    Sistem Pendidikan di Australia – Peringkat sistem pendidikan Australia menurut The Programme for International Student Assessment (PISA) untuk tahun 2006 adalah pada skala dunia 6 untuk Membaca, 8 untuk Sains dan 13 untuk Matematika. Education Index yang diterbitkan bersama dengan badan PBB Human Development Index pada tahun 2008.

    Berdasarkan data dari tahun 2006 tersebut, daftar Australia sebagai 0,993 di antara yang tertinggi di dunia. Ranking Australia berdekatan dengan negara-negara ranking teratas yaitu Denmark, Finlandia dan Selandia Baru. Pendidikan di Australia merupakan tanggung jawab negara bagian dan teritori. Setiap negara bagian atau wilayah pemerintah menyediakan dana dan mengatur sekolah negeri dan swasta dalam area otonominya, pemerintah federal membiayai universitas, namun mereka menetapkan kurikulum mereka sendiri. Secara umum, pendidikan di Australia mengikuti model tiga-lapis yang meliputi:

    a. pendidikan dasar (primary schools) 
    b. pendidikan menengah (secondary schools/high schools) 
    c. pendidikan tinggi (universities dan atau TAFE Colleges)
    Tujuan umum berbagai sektor pendidikan Australia digariskan dalam undang-undang yang membentuk departemen pendidikan negara bagian, universitas, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya.

    Tujuan umum ini biasanya dilengkapi dengan tujuan-tujuan yang lebih oleh badan-badan yang relevan. Tujuan pendidikan ini mengisyaratkan perlunya pengembangan antara pelayanan kebutuhan individu dan kebutuhan masyarakat melalui sistem pendidikan. Pada level sekolah, tekanan adalah pada pengembangan potensi murid sebaik mungkin.

    Pada tingkat pendidikan tinggi, tekanan yang lebih besar diarahkan pada pencapaian kebutuhan pendidikan untuk kepentingan ekonomi serta masyarakat secara umum. Untuk mencapai tujuan umum ini, berbagai sektor pendidikan tinggi harus mempunyai fokus program yang berbeda-beda. Misalnya, universitas lebih mengutamakan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan sektor pendidikan teknik dan pendidikan lanjutan lainnya lebih memusatkan perhatian pada pendidikan kejuruan.

    Pada dasarnya, pemerintah federal Australia tidak campur tangan langsung tentang tujuan pendidikan kecuali hanya melalui tujuan umum yang dinyatakan dalam undangundang, tetapi pemerintah federal menyediakan hampir seluruh dana pendidikan, dan memberikan arah pendidikan. 

  • Sistem Pendidikan di Amerika

    Sistem Pendidikan di Amerika

    Sistem Pendidikan di Amerika

    Pengantar
    Sekolah dasar dan menengah adalah wajib bagi seluruh siswa di Amerika Serikat, akan tetap jenjang usia siswa berbeda-beda di setiap Negara bagian. Siswa di Amerika Serikat memulai pendidikanya dari jenjang Kindergarten (usia 5 sampai 6 tahun) hingga menyelesaikan pendidikan menegah pada kelas 12 (usia 18 tahun).  Terdapat 14.000 sekolah di Amerika Serikat dan setiap tahunya pemerintah Amerika Serikat mengalokasikan dana pendidikan sebesar $500 triliun untuk digunakan keperluan sekolah dasar dan menengah.


    Baca juga : Sistem Pendidikan di Singapore

    Pendidikan dasar
    Pendidikan dasar di Amerika Serikat berjenjang dari Kindergarten hingga Fithh grade (Kelas 5), tetapi terkadang juga berjenjang hingga Fourth grade (kelas 4), Sixth grade (kelas 6) atau eighth grade (kelas 8) tergantung sisitem kurikulum pada school district tersebut. Kurikulum pembelajaran dipilih oleh school district mengacu pada standar pembelajaran di Negara bagian tersebut. Standar pembelajaran adalah tujuan yang harus dicapai oleh School district yang harus mengacu pada AYP (Adequate yearly program).
    Suasana pembelajaran pada sekolah dasar di Amerika Serikat berbeda dengan pembelajaran pada sekolah di Indonesia. Satu kelas terdiri dari dua puluh higga tiga puluh siswa. Guru Sekolah dasar di Amerika Serikat dibekali pendidikan lanjutan mengenai perkembangan congnitive and psychological development. Guru-guru di Amerika Serikat telah menyelesaikan pendidikan lanjutan Sarjana dan atau Pasca Sarjana (Bachelors and/or Masters degree) dalam bidang Early Childhood and Elementary Education.
    Pendidikan Menengah
    Jenjang pendidikan menengah di Amerika Serikat dibagi menjadi dua tahap (middle school/ junior high) mulai pada jenjang sixth, seventh, eighth and ninth grade (kelas 6, 7, 8, 9). Jenjang pendidikan pada middle school/ junior high (grade/kelas)  di tentukan oleh faktor demografi seperti jumlah usia siswa sekolah menegah. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan populasi siswa sekolah yang stabil.  Pada jenjang ini, siswa diberikan kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang dikehendaki dan menggunakan system kelas berpindah (moving class).
    Senior High(kelas 9,10,11,12)  adalah jenjang lanjutan setelah middle school/ junior high, biasanya Jenjang ini dimulai dari ninth grade (freshman), tenth grade(sophomores), eleventh grade(Juniors), twelfth grade(seniors). Perlu diketahui bahwa jenjang middle school/Junior high dan Senior high berbeda-beda di setiap Negara bagian, mengacu pada demografi usia siswa di Negara bagian tersebut.
    Pendidikan menengah memiliki struktur kurikulum yang berbeda dengan di Indonesia. Pada jenjang ini, siswa diwajibkan mengabil sejumalah mata pelajaran wajib (mandatory subjects) dan memilihi mata pelajaran pilihan (electives).
    Mata pelajaran wajib (mandatory subjects) meiliputi :
    • Science (Ilmu pengetahuan alam) meliputi Biologi, Kimia dan Fisika
    • Mathematics (Matematika) meliputi aljabar, geometri, pre-calculus dan statistika
    • English (pelajaran bahasa inggris) meliputi sastra, humaniora, mengarang dan verbal(praktek)
    • Physical education (Olahraga)
    Mata pelajaran pilihan (electives) meliputi:
    • Atletics  meliputi cross country, football, basketball, track and field, swimming, tennis, gymnastics, waterpolo, soccer, softball, wrestling, cheerleading, volleyball, lacrosse, ice hockey, fieldhockey, crew, boxing, skiing/snowboarding, golf, mountain biking, marching band
    • Career and Technical Education meliputi agriculture/agriscience, Business/Marketing, Family and Consumer Science, Health occipations
    • Computer word processing meliputi programing and design
    • Foreign langguages meliputi bahasa Spanyol dan Perancis (umum) Bahasa Cina, Latin, Yunani, Jerman, itali dan Jepang (tidak umum)
    • Performing Arts/Visual Arts meliputi, paduan suara, band, orchestra, drama, seni rupa, fotografi, ceramics dan dance
    • Publishing meliputi Journalisme/ Koran siswa, buku tahunan dan majalah siswa
    Skema Pendidikan Dasar, Menengah dan Lanjutan di Amerika Serikat




    http://education.embassyofindonesia.org/sistem-pendidikan-di-amerika-serikat/

  • Hebatnya Sistem Pendidikan di Singapore

    Hebatnya Sistem Pendidikan di Singapore

    Sistem Pendidikan di Singapore

     

    Sistem pendidikan Singapore – Pendidikan adalah salah satu faktor penentu kemajuan suatu negara. Pendidikan yang baik akan menghasilkan bangsa yang baik pula. Singapura termasuk negara yang fokus pada sektor pendidikan untuk memajukan negaranya. Pendidikan di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School sampai jenjang University. Sebagai negara terbaik di ASEAN dalam bidang pendidikan, banyak faktor penyebab kesuksesan sistem pendidikan Singapura. Faktor tersebut adalah fasilitas yang memadai, faktor biaya, dan faktor pendidik.

    Baca juga : Sistem Pendidikan di Jerman

    Pendidikan dapat dipandang sebagai proses membantu peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam seluruh aspek kepribadiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki dan sistem nilai yang berlaku di lingkungan sosial-budaya dimana dia hidup. (http://www.gexcess.com).
     
    https://www.moe.gov.sg
     
    Singapura merupakan salah satu negara maju di ASEAN. Begitu pula dengan pendidikan yang diterapkan di Singapura juga memiliki sistem yang maju. Dibandingkan dengan Indonesia, yang tergolong negara berkembang, sistem pendidikan di Indonesia kurang maju. Sehingga, Indonesia sebaiknya mempelajari sistem pendidikan Singapura untuk diterapkan di Indonesia supaya sistem pendidikan Indonesia mengalami kemajuan.

    Sistem pendidikan Singapura bertujuan untuk menyediakan pengetahuan dasar dan agama bagi murid – murid. Untuk menyatukan keberagaman karasteristik perbedaan ras dan budaya di Singapura, keberagaman bahasa, setiap siswa belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa keseharian. Siswa juga belajar Bahasa Ibu mereka (China, Malaysia dan Tamil/ Thailand) untuk membantu mereka mempertahankan identitas, budaya, warisan, dan nilai-nilai bangsa.

    Pendidikan formal di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School atau setara dengan Taman Kanak-Kanak (TK) di Indonesia. Setelah lulus Kindergarten School, siswa melanjutkan ke jenjang Primary School atau setara dengan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia selama enam tahun. 

    Untuk menuju ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, siswa – siswa harus mengikuti Primary School Leaving Examination(PSLE). Kemudian pendidikan dilanjutkan ke jenjang Secondary School selama empat atau lima tahun.
    Secondary School dibagi menjadi empat jalur. Special/ Express Course, Normal (Academic) Course, Normal (Technical) Course, dan Integrated Programme (IP) Course. Special/ Express Course adalah empat tahun pendidikan yang diakhiri dengan Singapore Cambridge General Certificate of Education (GCE) ‘O’ Level Examination. Di jalur ini, siswa mempelajari Bahasa Inggris dan Bahasa Ibu, Matematika, Sains dan Budaya (Sosial). Sekolah diizinkan untuk menawarkan Applied Grade Subject (AGS) sebagai tambahan atau pengganti kurikulum untuk menawarkan berbagai pilihan kepada siswa. 
    Baca juga: Singapura, Negeri Kota Singa dengan Sistem Pendidikan Terbaik

    AGS secara umum mengajak murid untuk berlatih atau berorientasi pada pendidikan seperti politeknik. Normal (Academic) Course adalah empat tahun pendidikan untuk menuju GCE ‘N’ Level Examinations. Siswa terpilih boleh mengikuti dua pelajaran ‘O’ Levels atau mengikuti ‘N’ Levels di Secondary 4.
    Kemudian diadakan satu tahun tambahan untuk mempersiapkan ‘O’ Levels di Secondary 5. Siswa mempelajari hal yang sama dengan Special/ Express Course. Normal (Technical) Course adalah lima tahun pendidikan yang diakhiri dengan GCE ‘N’ Level Examination. Di jalur ini, para siswa belajar Bahasa Inggris, Bahasa Ibu, Matematika, dan mata pelajaran praktik maupun teknik. Sejak 2005, sekolah juga menawarkan modul pilihan diantaranya yaitu mata pelajaran Keperawatan, Rumah Sakit, Animasi Digital, dan Teknik Mesin untuk meningkatkan pemahaman berorientasi praktek dan pengalaman. 

    Perubahan kurikulum normal (technical) course yang menitikberatkan pada pemahaman/pembelajaran uang berorientasi praktek telah diimplementasikan pada seluruh sekolah sejak 2007. Pengajaran juga terfokus pada kerja kelompok, presentasi, aktifitas menulis dan kreatifitas. Integrated Programme (IP) Course didesain untuk para siswa yang pasti akan menempuh tingkat universitas. 

    IP merupakan gabungan dari Seconday School dan Junior College sekaligus tanpa ujian nasional di pertengahan IP (GCE ‘O’ Level). Menjelang GCE ‘O’ Level Examinations, waktu yang seharusnya digunakan untuk mempersiapkan siswa menuju GCE ‘O’ Level Examinations dialihkan untuk memperluas pengalaman mereka. Sekolah pilihan juga menawarkan kurikulum alternatif dan berkualitas seperti, international baccallaureate. Setelah melewati GCE ‘O’ Level, pendidikan dilanjutkan ke jenjang Junior Colleges, yaitu jenjang persiapan untuk menghadapi GCE ‘A’ Level untuk menuju University selama 2 tahun. Setelah melewati GCE ‘A’ Level, pendidikan dilanjutkan ke jenjang terakhir, yaitu jenjang University.
  • Sistem pendidikan di Malaysia

    Sistem pendidikan di Malaysia

    Anak-anak Malaysia
              ‘

     Pendidikan di Malaysia adalah satu usaha yang berterusan bagi meningkatkan pencapaian akademik pelajar berteraskan konsep keseimbangan dari segi jasmani, emosi, rohani, dan intelek (JERI). Pendidikan merupakan suatu proses yang berterusan bagi mengembangkan potensi individu ke arah kecemerlangan akademik serta mempunyai kepelbagaian kemahiran secara menyeluruh dan bersepadu selaras dengan hasrat kerajaan bagi melahirkan generasi yang berketerampilan dan berdaya saing di peringkat global. Ianya juga selaras dengan matlamat negara bagi melahirkan generasi yang cemerlang, gemilang dan terbilang di mata dunia. Perkembangan negara melangkah ke fasa baru pembangunan adalah untuk merealisasikan aspirasi bagi menjadikan Malaysia sebuah negara maju tahun 2020.            

    Baca Juga: Sistem Pendidikan di Jerman

    Berpandukan Misi Nasional iaitu merupakan dasar dan rangka kerja perlaksanaan yang bertujuan meningkatkan prestasi dan impak daripada gabungan usaha pembangunan negara. Rancangan Malaysia Kesembilan (RMK9) merupakan rencana terperinci lima tahun pertama Misi Nasional yang menggariskan dasar dan program utama ke arah mencapai teras dan objektif misi tersebut. Perkembangan pendidikan negara telah membawa kepada pertumbuhan, daya saing dan kedinamikan bidang pendidikan negara. Berdasarkan Misi Nasional dan kesedaran betapa pentingnya usaha bersama dalam memastikan pencapaian misi tersebut yang selaras dengan tema RMK9 iaitu “Bersama Ke Arah Cemerlang, Gemilang dan Terbilang”. Misi Nasional ini mempunyai cabaran yang mendalam dalam merealisasikan matlamat teras-teras yang telah ditetapkan.

           Pendidikan di Malaysia menitik beratkan usaha berterusan bagimeningkatkan mutu pendidikan negara yang mampu bersaing di peringkat global. berbagai dasar dan sistem dibentuk bagi meningkatkan mutu pendidikan negara. Usaha-usaha berterusan dilaksanakan bagi memperkembangkan potensi individu secara menyeluruh dan perpaduan untuk mewujudkan insan yang seimbang dan harmonis dari segi jasmani, emosi, rohani dan intelik (JERI). Perlaksanaan usaha-usaha ini memerlukan perpaduan dan perlaksanaan yang seragam dari semua pihak. Usaha-usaha seperti ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan. Usaha dalam meningkatkan mutu pendidikan negara memerlukan perancangan yang strategi, serta dasar perlaksanaan yang disusun dan diperkemaskan mengikut kesesuaian dalam bidang pendidikan terutamanya dalam pelarasan perlaksanaan pengajaran dan pembelajaran.

  • Sistem pendidikan DI New Zealand

     
     

     

     
     

    Sistem pendidikan New Zealand – Halo sobat Shalaazz, New Zealand merupakan negara modern dengan warisan budaya yang kaya. Negara yang dari segi ukuran dan bentuknya sama dengan Inggris Raya dan Jepang, New Zealand merupakan sebuah negara demokrasi yang berbahasa Inggris dengan jumlah penduduk sekitar 4.3 juta jiwa.

    New Zealand terdiri dari dua pulau utama yang terletak di wilayah Pasifik Selatan, sekitar 13 jam perjalanan udara dari Jakarta ke Auckland via Singapura (dengan Singapore Airlines) atau 16 jam via Kuala Lumpur dengan Maskapaimaskapai penerbangan Malaysia Airlines, Garuda Indonesia dan Cathay Pacific Airways.

    Di mata dunia internasional, negara ini dikenal dengan pemandangan alamnya yang cantik. Kota-kotanya bersih, terbuka dan terasa hidup, seperti kota Auckland yang memiliki banyak pengaruh budaya. New Zealand terkenal dengan keramah-tamahan penduduknya yang memiliki minat terhadap budaya-budaya lain. Masa pendidikan sekolahdi sini sering merupakan masa dimulainya persahabatan seumur hidup.

    New Zealand kaya dengan berbagai budaya –seperti budaya Eropa, Maori, Asia dan Pasifik. New Zealand telah memberikan sumbangan yang penting terhadap dunia ilmu dan pengetahuan,seni, kedokteran, konservasi alam, makanan,anggur, olah raga dan mode. Di samping sambutan yang hangat, anda akan menemukan bahwa negara ini merupakan tempat.

    Di mana keamanan dan keselamatan mendapatkan penghargaan. New Zealand menempati ranking ke 2 dalam Indeks Perdamaian Dunia sebagai salahsatu negara yang paling damai di bumi. yang damai, toleran dan stabil secara politik serta memiliki standar hidup yang tinggi, sehingga merupakan tempat yang ideal untuk belajar dann Kualifikasi-kualifikasi pendidikan dari New Zealand dihargai dan diakui secara internasional dan Tinggal dan belajar di New Zealand menawarkan nilai ekonomi yang tinggi dengan biaya sekolah dan biaya hidup yang lebih murah dibandingkan dengan di negaranegara berbahasa Inggris lainnya serta peluang bekerja setelah tamat sekolah.             

    Sistem pendidikan New Zealand berdasarkan pada sistem yang berlaku di Inggris yang telah terkenal mutunya. new Zealand menawarkan fasilitas-fasilitas, sumber daya dan staf pengajar berkelas dunia. Kualifikasi-kualifikasi pendidikan di sana dihargai dan berlaku di seluruh dunia.

    Universitas-universitas New Zealand memiliki prestasi sangat tinggi di tingkat dunia. Banyak yang masuk dalam ranking-ranking perguruan tinggi internasional seperti dalam Times Higher Education Supplement Top 500 dan Shanghai Jiao Tong Top 500. Di New Zealand, siswa-siswa mendapatkan lingkungan belajar yang sangat mendukung. Dengan kelas-kelas yang memiliki perbandingan.

    Sumber :                                   Sistem Pendidikan di Newzealand

  • 7 Sistem Pendidikan terbaik didunia Terbaru

    7 Sistem Pendidikan terbaik didunia Terbaru

    7 Sistem Pendidikan terbaik didunia

    Sistem pendidikan merupakan salah satu hal penting bagi sebuah Negara. Setiap Negara sudah sepatutnya memperhatikan sistem pendidikan bagi anak-anak dan remajanya. Semua Negara di dunia ini berlomba-lomba meraih penghargaan sistem pendidikan terbaik di dunia.
    Berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan sistem pendidikan yang baik untuk setiap warganya. Tak terkecuali Indonesia, setiap tahun pemerintah negeri ini memperbaiki sistem pendidikan ke arah yang lebih baik dan lebih modern. Hal ini dilakukan agar sistem pendidikan di Indonesia tak ketinggalan dengan Negara-negara lain.
    Beberapa faktor pendukung sistem pendidikan pun harus diperhatikan, seperti pendanaan sistem pendidikan, kualitas pengajar, sarana dan prasaran pendidikan itu sendiri.

    7 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia!

    Berbagai lembaga telah melakukan survey mengenai sistem pendidikan terbaik di dunia. Selain itu, mereka juga telah merilis daftar Negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik. Dalam daftar tersebut setidaknya ada lima Negara Asia yang memiliki sistem pendidikan paling baik.
    Lantas Negara apa saja yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia? Berikut ini adalah daftar Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia;
    1. Finlandia
    Sistem-Pendidikan-di-Finlandia
    Sistem Pendidikan di Finlandia | Foto: carapedia(dot)com
    Negara pertama yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia adalah Finlandia. Dari tahun ke tahun sistem pendidikan di Finlandia selalu menduduki perinkat teratas. Bahkan sebuah survey global mengatakan, Finlandia disebut sebagai Negara dengan kualitas hidup nomor wahid di dunia.
    Pemerintah Negara Finlandia memang memberikan andil besar dalam hal ini. Pemerintah Negara ini ikut terjun langsung dalam mengawasi sistem pendidikannya. Finlandia memiliki keunggulan dalam melaksanakan sistem pendidikannya.
    Sekolah-di-Finlandia
    Foto: luqmanhamzah(dot)wordpress(dot)com
    Salah Satu Sekolah di Finlandia |
    Sedikitnya ada 5 hal yang menjadikan Finlandia sebagai Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia peringkat pertama. Diantaranya, pilihan sekolah di Finlandia hanya sedikit dan semuanya dikelola oleh pemerintah, tidak ada tugas rumah, tidak ada ujian nasional, kurikulum pendidikan yang fleksibel, dan guru dengan kualitas terbaik.
    Semua itu diterapkan pemerintah Finlandia. Meskipun hanya memiliki sekolah sedikit, tapi Finlandia membuktikan bahwa mereka mampu memiliki sistem yang terbaik. Sekolah yang sedikit serta guru dengan kualitas terbaik adalah kuncinya.
    2. Korea Selatan
    Sistem-Pendidikan-di-Korea-Selatan
    Foto: comeontoyourdream(dot)blogspot(dot)com
    Sistem Pendidikan di Korea Selatan |
    Sama seperti di Indonesia dan Negara-negara lain, Korea Selatan juga menerapkan sistem pendidikan dalam beberapa jenjang, yaitu pendidikan primer, pendidikan sekunder, dan pendidikan tinggi. Sistem Pendidikan di Korea Selatan adalah 6-3-3-4, yang terdiri dari 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA dan 4 tahun perguruan tinggi.
    Untuk jenjang pendidikan primer dari SD hingga SMP semua biaya sekolah ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan untuk jenjang pendidikan tingkat SMA dikenakan biaya, tapi hanya setengahnya karena setengahnya lagi ditanggung pemerintah.
    Sekolah-di-Korsel
    Salah Satu Sekolah di korea Selatan | Foto:
    serambimata(dot)wordpress(dot)com
    Sistem pendiaikan dari jenjang pendidikan pra sekolah hingga perguruan tinggi terbagi menjadi dua semester pertahunnya. Libur yang diberikan setiap sekolah pun tergolong lama. Sekolah di Korea Selatan akan diliburkan pada musim panas, liburan musim dingin dan musim semi.
    Para siswa di Korea Selatan juga dididik dengan keras dan cermat. Dimulai dari usia 3 tahun anak-anak di Korea Selatan sudah diperbolehkan masuk sekolah. Dukungan pemerintah dibidang pendidikan juga sangat tinggi. Hal inilah yang menjadikan sistem pendidikan di Korea Selatan salah satu yang terbaik di dunia.
    3. Hongkong
    Sistem-Pendidikan-di-Hongkong
    Sistem Pendidikan di Hongkong | Foto: idbite(dot)com
    Salah satu Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia adalah Hongkong. Sistem pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah Hongkong adalah kompetitif dan mengedepankan kualitas pengajar. Selain itu, sistem pendidikannya pun mengadopsi struktur pendidikan Inggris.
    Pendidikan di Hongkong juga lebih mengutamakan pengetahuan, kehlian praktik, serta kemampuan interpersonal. Penerapan praktik kerja nyata ini bertujuan melatih para siswa di Hongkong akan terbiasa hingga nanti ke jenjang pekerjaan.
    Anak-anak di Hongkong mulai diperbolehkan bersekolah ketika mereka menginjak umur 3 tahun. Sekolah di Hongkong di mulai dari TK, kemudian dilanjutkan ke sekolah dasar selama enam tahun. Setelah sekolah dasar selesai, lalu dilakukan pemeriksaan intens terhadap semua siswa. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan sekolah menengah bagi setiap siswa.
    Sekolah-di-Hongkong
    Sekolah di Hongkong | foto: vevnews(dot)blogspot(dot)com
    Sekolah menengah di Hongkong memang terbagi menjadi dua tingkat, yaitu Junior dan Senior. Sekolah-sekolah menengah tersebut juga dibagi lagi menjadi tiga kelompok. Pengelompokan ini bertujuan untuk menentukan peringkat dalam urutan Prestise Akademik.
    Kelompok nomor 1 tentu kelompok yang paling bergengsi. Semakin baik peringkat siswa tersebut dari sekolah, maka semakin besar pula kesempatannya untuk masuk ke Universitas bergengsi.
    Pengelompokan sekolah menengah ini adalah kunci dalam meraih sistem pendidikan terbaik di dunia yang diterapkan Hongkong dari dulu hingga saat ini.
    Sama seperti di Indonesia, sistem pendidikan di Hongkong juga menerapkan ujian di akhir periode sekolah. Terdiri dari dua ujian yang harus dilalui masing-masing siswa, yaitu Ujian pendidikan Hongkong (HKCEE) dan Pemeriksaan Tingkat Lanjutan Hongkong (HKALE).
    4. Jepang
    Sistem-Pendidikan-di-Jepang
    Sistem pendidikan di Jepang | Foto: akenoyuki(dot)wordpress(dot)com
    Kualitas sistem pendidikan di Jepang memang sudah tak diragukan lagi. keberhasilan Jepang membentuk sumber sumber daya manusia yang berkualitas memang patut diacungi jempol. Salah satu hal yang berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang super canggih adalah sistem kurikulum di Negari Sakura.
    Bukan hanya di Indonesia saja yang mengalami perubahan kurikulum, Negara sekaliber Jepang pun sering melakukan perubahan kurikulum. Perubahan tersebut tentu berdampak pada permintaan kualifikasi dan komepetensi yang semakin tinggi.
    sekolah-di-jepang
    Salah Satu Sekolah di Jepang | Foto: munadiakrom(dot)wordpress(dot)com
    Tingkat pendidikan di Jepang sebenarnya hampir sama seperti di Indonesia. Pendidikan SD 6 tahun, SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun. Sistem pendidikan di Jepang mengacu pada sistem pendidikan Amerika.
    Sama seperti di Finlandia, di Jepang juga tidak mengenal ujian kenaikan kelas. Sistemnya yaitu setiap siswa yang telah menyelesaikan proses belajar di kelas satu otomatis akan langsung naik ke kelas dua, demikian seterusnya.
    Ujian akhir sekolah pun tidak ada, jadi bagi siswa yang telah berhasil menyelesaikan SD langsung bisa mendaftar ke SMP. Nah, untuk siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA harus mengikuti ujian masuk. Namun ujiannya pun bersifat standar.
    Seperti yang telah diketahui, kurikulum di Jepang memang kerap mengalami perubahan. Tapi loyalitas pengajar seta tingginya sikap kedisiplinan siswa yang membuat Jepang memiliki sistem pendidikan terbaik didunia.
    5. Singapura
    Sistem-Pendidikan-di-Singapura
    Sistem Pendidikan di Singapura | Foto: ikelas(dot)com
    Negara yang terkenal dengan patung merlionnya ini memang menjadi sasaran empuk orang Indonesia untuk menempuh pendidikannya di Negara tetangga ini. Sistem pendidikan di Singapura juga tak kalah dengan Finlandia. Terbukti dengan banyaknya orang sukses lulusan Negeri Singa ini.
    Sekolah-di-Singapura
    Salah Satu Sekolah di Singapura | Foto: fareast(dot)com(dot)sg
    Kualitas pengajar dan infrastruktur yang memadai membuat Singapura menjadi salah satu Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
    Untuk tingkat pendidikan pra-sekolah dan sekolah dasar sebetulnya hampir sama seperti yang diterapkan di Indonesia. Waktu belajarnya pun tergolong mirip.
    Sedangkan untuk tingkat menengah, kurkulum sistem pendidikannya sedikit berbeda. Untuk tingkat menengah ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu GCE N (Normal) dan GCE O (Ordinary). Kelompok GCE O sendiri terdiri dari siswa-siswa berprestasi.
    Jenjang pendidikan sekolah menengah di Singapura dilaksanakan selama 4 tahun. Jika siswa dari kelompok GCE N ingin mendapatkan sertifikat GCE O maka harus melakukan ujian di tahun ke lima. Itu tandanya waktu belajarnya ditambah satu tahun.
    Singapura sendiri memiliki sistem pendidikan yang mendarah daging. Para siswa dituntut harus mengajukan pertanyaan dan mencari jawabannya dengan cara memecahkannya secara bersama-sama. Hal inilah yang membuat Singapura menjadi salah satu Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
    6. Belanda
    Sistem-Pendidikan-Belanda
    Sistem pendidikan di Belanda | Foto: sulitabatigol(dot)wordpress(dot)com
    Negara kincir angin ini terkenal dengan sistem pendidikan yang cukup tinggi dan lingkungan studi internasional. Standar kualitas pendidikan di Belanda ini terapkan oleh Hukum lho. Menurut hukum yang berlakum, setiap program studi harus diakreditas oleh Pemerintah.
    Sistem pendidikan di Belanda juga terkenal sangat unik dan berbeda dengan Negara lain. Di Belanda penjurursan akademik sudah dimulai sejak pendidikan sekolah dasar. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan akademis masing-masing siswa.
    Para siswa di Belanda diperbolehkan mengikuti sistem pendidikan yang beradasar pada kurikulum Negara lain. Kurikulum tersebut harus dikembangkan ke dalam kurikulum khusus, yakni International Baccalaureate (IB).
    Semua program pendidikan itu diakui secara internasional. Siswa yang mengikuti kurikulum IB juga mendapat kesempatan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Negara mana pun.
    7. Kanada
    Sistem-Pendidikan-di-Kanada
    Sistem Pendidikan di kanada | Foto: sulitabatigol(dot)wordpress(dot)com
    Kanada juga termasuk ke dalam daftar Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Negara ini menerapkan sistem pendidikan yang mencakup sekolah privat dan sekolah swasta. Sistem tersebut termasuk perguruan tinggi, institute kejuruan, sekolah menengah, sekolah bahasa, dan universitas.
    Sekolah-di-Kanada
    Salah Satu Perguruan Tinggi di Kanada |Foto: kyubung13(dot)wordpress(dot)com
    Sama seperti Negara lainnya, tingkat pendidikan di kanada juga terbagi menjadi tiga, yaitu pendidkan tingkat dasar, tingkat menengah dan perguruan tinggi.
    Di Kanada tidak ada peringkat resmi untuk institusi pendidikan tertentu. Namun, kita akan menemukan berbagai sekolah berkualitas diseluruh pelosok Kanada. Terlepas dari itu, pengajar dan siswanya yang bertanggung jawab mampu mengukuhkan Negara ini sebagai salah satu Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
    Itulah 7 negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Tak heran jika Negara-negara tersebut mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Apakah Anda ingin melanjutkan studi di salah satu Negara d atas?
  • Sistem Pendidikan India

    Sistem Pendidikan India

     
                    India memilki luas daerah 3.287.263 km persegi, india merupakan Negara Negara ketujuh terluas di dunia, serta pendapatan kedua setelah Cina. Mayoritas penduduk india beragama Hindu yaitu sebesar 83%, dan agama terbanyak kedua di India yaitu Islam sebesar 12%, dan selabihnya beragama Kristen, Siktis dan lainnya. Kondisi ekonomi di India bertumpu pada sector peternakan mencapai 34% dari pendapatan negara, sedangkan pertanian 69% mampu menyerap tanaga kerja yang ada. Industry perfilm-an India tergolong  besar yang banyak merekrut tenaga kerja, contohnya Bollywood dengan alur dan model cerita dalam film dengan taran dan nyanyiannya, selain membuat peluang pekerjaan juga melestarikan seni dan budaya India itu sendiri.  
           
                  India adalah Negara Asia Selatan yang memiliki kemegahan budaya di Dunia yang menyaingi Cina dalam kesusastraan, seni dan arsitektur, yang menciptakan rasa nasionalis masyarakat India karna adanya hasil-hasil kebudayaan India yang dipelajari dan di dialih bahasakan oleh sarjana asing kedalam bahasa asing pula. Adapun pendapatan perkapita India adalah US$ 200 per tahun. Kesenjangan social cukup menjolok dalam hal ekonomi dan kesehatan. Karena selama 150 tahun India dibawah jajahan Inggris, dan baru merdeka pada tahun 1947.

               Para pendidik di India harus memiliki hubungan dengan pendidikan dan modernisasi, ilmu-ilmu social serta perilaku yang digunakan belum efektif. Jawaharlal Nehru menyatakan bahwa seluruh dasar pendidikan harus diubah secara revolusioner (perubahan yang cepat).

    1.      Tujuan Pendidikan

    a.      Untuk memberantas buta huruf
    b.      Untuk meningkatkan mobilitas dan integrasi social
    c.      Untuk memajukan dan mengembangkan ilmu dan teknologi
     
    2. Kondisi Pendidikan di India 

    Di India terdapat beberapa universitas yang terkenal, di antaranya BITS, ISB,IITs, NITs, IISc, IIMs, dan AIIMS. Namun masyarakat India harus menghadapi tantangan dalam pemenuhan pendidikan dasar agar mencapai 100% angka melek huruf, serta menjaga anak-anak yang orang tuanya kurang mampu untuk bersekolah, serta meningkatkan pendidikan di daerah pedalaman yang menjadi kendala terbesar untuk mencapai target yang telah di rancang.[2]

    3.       Kebijakan Pendidikan di India   
             
     India memili komitmen untuk menyebarluaskan pengetahuan dan kebebasan berfikir di kalangan penduduk yang direfleksikan pada kebijakan dalam undang-undangnya, yaitu pasal 45 dinyatakan bahwa Negara berupaya menyediakan pendidikan secara gratis selama 10 tahun, dan bagi anak-anak hingga mereka berusia 14 tahun. Sedangkan pasal 29 ayat 1 menyatakan bahwa warga Negara yang memiliki ragam Bahasa dan tulisan mendapatkan perlakuan khusus dalam bidang ekonomi Sejak 1976, pemerintah pusat telah menetapkan untuk bertanggung jawab dalam pembiayaan serta mengatur pendidikan dasar hingga menengah, dan mengadakan koordinasi dengan dengan program pendidikan tinggi. Pemerintah juga memberikan kesempatan yang sama dalam pendidikan umum.

    4.       Sistem Pendidikan di India    
            
    Pendidikan di India saat ini menggunakan pola dan substansi yang di adobsi dari Negara barat, dimana pertama kali di perkenalkan oleh Negara Inggris pada abad ke-19. Komisi pendidikan India telah menetapkan kebijakan sistem pendidikan 10-2-3 untuk usia sekolah. Tingkat awal 10 tahun terbagi dalam 3 jenjang, yaitu primari(5 tahun), upper primary (3 tahun), dan secondary (2 tahun). Struktur pendidikan sekolah yang seragam tersebut telah di adobsi oleh seluruh Negara bagian dan teritori India. Walaupun demikian, dilingkungan dan teritori India masih dijumpai sejumlah kelas yang menyelenggarakan pendidikan dasar (primary), menengah (upper primary), dan (high and higher secondary school). Pendidikan jurusan, baik teknik maupun bisnis menetapkan pola pendidikan Ghandi, yaitu pembentukan manusia yang berkepribadian utuh, kreatif dan produktif. Pada tahun 1960-1992 kemajuan minat siswa pada sekolah kejuruan sangat kecil hanya mencapai 6%. Baru pada 1995 terjadi lonjakn yang signifikan, mencapai 25% dari keseluruhan siswa yang mengikuti pendidikan tinggi mengambil jurusan ini. Mengenai pendidikan Islam, stukturnya dilakukan berjenjang pada tingkat rendah (tahtania) dilakukan selama 3 tahun, (watsania) menengah dilakukan selama 4 tahun, atau tingkat atas (fauqania) dilakukan selama 2 tahun. Kemudian jenjang maulvi selama 2 tahun, , ‘alim selama 2 tahun. Salah satu madrasah yang terkenal sebagai jamiatul banaat yang terletak di Hyderabat, bagian selatan India, memberikan pendidikan khusus untuk perempuan di India dengan materi pembelajaran Bahasa arab, sasrta arab, Al-quran, tafsir, hadist, dan fikih. Disamping itu juga memberikan pendidikan kerumah-tanggaan seperti perawatan anak, menjahit, dan memasak.

    5.  Manajemen Pendidikan 

    a. Otorita sistem pendidikan ini dingaruhi oleh Mahatma Ghandi yang memiliki gagasan untuk membentuk “kepribadian yang utuh, kreatif dan produktif”. Departemen yang menanggani masalah pendidikan adalah Departemen Pendidikan dan Kesejahteraan (1966). Pemerintah memutusakan bahwa kebijakan pendidikan diambil berdasarkan ketentuan parlemen federal, sedangkan pemerintah hanya bertindak sebagai pelaksana. Ide ini muncul berdasarkan usul dari Depertemen Pengembangan SDM. Pada tahun 1990, India membentuk komite modifikasi kecil yang bekerja selama 2 tahun untuk merevisi program jangka panjang dalam pendidikan 

    b. Pendanaan Sejak tahun 1976, pemerintah pusat telah menetapkan bertanggungjawab atas pembiayaan dan pengaturan standar pendidikan atas sampai menengah dan koordinasi dengan program pendidikan tinggi.

    c. Kurikulum dan Metodologi Pengajaran Struktur dan kurikulum pendidikan di India secara esensial dipengaruhi oleh sistem pendidikan Inggris karena latar belakang penjajahan. Namun setelah merdeka, upaya pendidikan ditekankan pada ekspansi yang cepat dibangdingkan dengan reformasi menyeluruh. Maka konstitusi yang berlaku pada tahun 1950 selanjutnya menegaskan prinsip bahwa pendidikan merupakan penyampaian materi, karena itu berada dibawah kebijakan pemerintah sedangkan tugas menteri pendidikannya adalah membantu pemerintah melalui penyediaan bimbingan dan dana. Pasal dalam konstitusi India menyatakan perlindungan hak bagi lembaga swasta untuk menyelenggarakan pendidikan dan menerima bantuan dari pemeriah serta menyediakan standar tertentu yang harus dipenuhi oleh lembaga tersebut. Sedangkan bidang spesialisasi di jenjang pendidikan tinggi terkait dengan disiplin ilmu tradisional seperti sejarah, sastra inggris dan ilmu politik. Ketika seorang mahasiswa telah memilih jurusan tertentu, ia tidak dapat mengubah spesialisasinya. 

    6. Perkembangan pendidikan di India 

    Kualitas pendidikan di India mampu bersaing di dunia internasional tidak muncul dengan atiba-tiba. Ada beberapa hal yang menjadi faktor pendorong kemajuan dan perkembangan pendidikan di India, di antaranya yaitu: 

    Pertama, universitas-universitas modern di India sudah berdiri sejak 1857 dan mapan. Sebagian kampus yang terkenal di India sudah berdiri sejak masa penjajahan inggris. Dengan usia yang cukup lama tersebut, mereka sudah cukup mempunyai pengalaman dan matang dalam sistem pengelolaan dan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di India. 

    Kedua, pengunaan Bahasa Inggris sebagai Bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga pemerintahan  di India, dengan menggunakan Bahasa Inggris, mahasiswa di India tidak lagi mempunyai masalah untuk mendapatkan berbagai ilmu dari semua perspektif dan pendekatan dengan jumlah referensi yang sangat banyak. Ketiga, dosen India minimal sudah menyelesaikan pendidikan doctor (S-3), bahkan tidak sedikit dari mereka yang menyelesaikan S-2 dan S-3 beberapa kali. 

        Oleh karena itu tidak jarang kita menemukan dosen dengan gelar ganda, seperti Dr.Gurusami,M.,Sc.,M.E.D,.Ph.D. Keempat, India mengembangkan berbagai kampus yang fokus pada satu bidang ilmu tertentu yang kemudian menjadi kekuatan pilar pendidikan di India, yang alumninya berkualitas dan tidak diragukan lagi di dunia Internasional.[3]      
          
           Bahkan karena banyaknya pasar Internasional terhadap alumni India, pemerintah India sudah mulai membangun upaya kerjasama dengan perusahaan-perusahaan asing untuk membangun kampus sendiri di india.
     
           
  • Bagaimana sistem belajar di negeri Tiongkok?

    bagaimana sistem belajar di tongkok? 


    pondasi suatu negara maju adalah pendidikan dan karakter suatu bangsa nya maju dan terarah.. 
    mari kita kutip bagaiman sistem belajar di tiongkok
    1. Tujuan Pendidikan
    Tujuan pendidikan di Cina adalah:
    “Pendidikan harus menjalankan tujuan pembangunan sosialis dan pembangunan sosialis harus tergantung pada pendidikan”.
    Hal ini menunjukkan adanya menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara pendidikan dengan pembangunan ekonomi, serta menegaskan bahwa pembangunan ekonomi ini tergantung pada kemajuan IPTEK serta peningkatan kualitas angkatan kerja.
    2. Karakteristik
    Secara keseluruhan ada 5 karakteristik pendidikan di Cina, yaitu:
    a. Ukuran
    b. Komprehensif
    c. Tidak seimbang
    d. Kompetitif, dan
    e. Tersentralisasi.
    3. Pendekatan Pembelajaran
    Pendekatan pembelajaran di Cina menekankan pada penguasaan materi, konsep, dan penguasaan keterampilan bagi para siswanya. Siswa tidak dituntut untuk terlalu menghafal konsep / materi, namun siswa diajarkan dan diarahkan untuk memahami dan mengalami suatu hal yang sedang dipelajarinya. Dengan pendekatan pembelajaran seperti ini siswa lebih dapat dengan mudah mencerna pelajaran dan pemahaman yang telah didapatnya sehingga dapat terinternalisasi sepenuhnya dalam diri. Selain di dalam kelas, proses belajar mengajar juga dilakukan bervariasi di laboratorium atau di alam bebas. Hal ini dimaksudkan untuk merangsang kemampuan afektif dan psikomotorik siswa.
    4. Jenjang Pendidikan
    Adapun sistem penyelenggaraan atau penjenjangan pendidikan di Cina dapat diurai sebagai berikut : Pendidikan Dasar (Basic Education), Pendidikan Teknik dan Kejuruan (Technical and Vocational Education, TAPE), Pendidikan Tinggi (Higher Education, HE), dan Pendidikan Orang Dewasa (Adult Education).
    Basic Education meliputi Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah dasar (SD), dan Sekolah Menengah (SMP dan SMA). Lama pendidikannya yaitu : prasekolah usia 3 tahun ke atas, Sekolah Dasar selama 5-6 tahun dengan usia masuk SD 6 tahun. Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) selama 3 tahun dan Tingkat Atas (SMA) pun 3 tahun.
    Selain pendidikan formal, di Cina juga berkembang pendidikan non-formal yang berupa Pendidikan Orang Dewasa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang pada gilirannya diharapkan dapat memberi sumbangan dalam pengembangan sosio-ekonomi penduduk. Selain itu, di Cina juga dikembangkan Pendidikan Literasi guna pemberantasan buta huruf. Hingga saat ini sudah tercatat 42,5 juta lebih rakyat Cina telah dapat “melek aksara”.
    5. Struktur Mata Pelajaran dan Beban Belajar
    Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum di Cina adalah kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
    a. Kelompok mata pelajaran Agama dan Moral;
    b. Kelompok mata pelajaran Cina dan MA;
    c. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Matematika;
    d. Kelompok mata pelajaran Sosial dan Politik;
    e. Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
    f. Kelompok mata pelajaran Bahasa Cina dan Bahasa Asing.
    6. Jumlah Mata Pelajaran
    a. SD memiliki 10 mata pelajaran wajib diantaranya adalah mata pelajaran Moral, Matematika, dan Cina atau Bahasa Cina.
    b. SMP memiliki 13 mata pelajaran wajib, diantaranya yaitu mata pelajaran MA, Moral, Cina, Asing, dan Politik.
    c. SMA tidak ada bobot mata pelajaran yang diwajibkan karena mereka mempunyai suatu sistem yang menyesuaikan mata pelajaran dengan keinginan siswa, kebutuhan sosial masyarakat serta kondisi lembaga setempat dengan beberapa mata pelajaran pilihan.
    Untuk kelulusan SMA, Cina memakai sistem Ujian Nasional (UN) dan untuk masuk ke perguruan tinggi menggunakan sistem Ujian Masuk atau Seleksi Masuk.
    7. Satuan Waktu / Pembagian Alokasi Waktu
    a. Jumlah hari sekolah / tahun : 180 – 200
    b. Jumlah menit di sekolah/ tahun : 68.400
    c. Jumlah menit 1 jam pelajaran : 45
    d. Jumlah jam pelajaran / minggu : 36
    e. Jumlah menit jam pelajaran / minggu : 1.620
    f. Pembagian tahun ajaran : 2
    g. Jumlah hari sekolah / minggu : 5
    (Sumber : Diolah dari NIER 1999 dan hasil TIMMS)
    8. Sistem Assesment
    Sistem sekolah di Cina mewajibkan setiap muridnya untuk berlatih olahraga selama paling tidak satu jam sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan lain seperti memasak juga menjadi salah satu bagian penting yang harus dialamai oleh siswa disamping menekuni bidang seni budaya.
    Sekolah Dasar dan Menengah melaksanakan empat macam ujian, yaitu : ujian semester, ujian tahunan, ujian akhir sekolah, dan ujian masuk SMP/ SMA, yaitu: Ujian masuk SMP terbatas pada mata pelajaran Bahasa Cina dan Matematika, sedangkan ujian masuk SMA pelaksanaannya digabungkan dengan ujian akhir SMP. Untuk masuk Perguruan Tinggi, dilakukan Ujian Seleksi Nasional dengan pemisahan antara pilihan ilmu science dan ilmu sosial.
    9. Sistem Penjamin Mutu Program (Lembaga)
    Sistem penjamin mutu program Cina diantaranya :
    a. NOCFL (Cina National Office for Teaching Chinese as a Foreign Language); yaitu lembaga yang menyediakan tempat ujian yang berskala internasional.
    b. CEAIE (Cina Education Association for International Exchange); yaitu lembaga yang menyediakan sekolah unggulan dalam bidang teknologi dan kreativitas.
    c. CSE (Chinese Society of Education); yaitu lembaga eksperimental pendidikan moral pada sekolah – sekolah swasta.
    d. UNESCO; yaitu lembaga yang memelopori hal – hal yang berkaitan dengan riset pendidikan.
    e. APEC; yaitu lembaga yang bertindak sebagai sistem yang efisien.
    f. CNIER (Cina National Institute for Educational Research); yaitu lembaga eksperimental pendidikan kualitas.
    10. Sumber Daya Manusia (SDM)
    Sistem pendidikan Cina lebih terbuka. Guru diklasifikasi berdasarkan kualitas. Siswa bebas mengevaluasi kualitas guru secara objektif. Guru dapat tambahan tunjangan kesejahteraan 10% dari gaji pokok. Ciri khas pendidikan di Beijing adalah adanya klasifikasi guru, mulai dari guru paripurna sampai guru yang tidak qualified.
    Adapun standar untuk menjadi guru di Cina adalah melalui pendidikan dalam jabatan (Inservice Training) yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi dengan biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh negara.
    Cina memang menempatkan guru sebagai prioritas dalam sistem pendidikan. Ini terlihat dari komitmen Pemerintah dengan ungkapan, “Kunci keberhasilan pembangunan nasional terletak pada pendidikan dan kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru”.
    Pendidikan guru di Cina saat ini menekankan pada perubahan pemikiran tentang pendidikan, konsep, materi dan metode pembelajaran, terutama moralitas guru.
  • Uniknya Sistem Pendidikan Di Hong Kong

    Pendidikan di Hong Kong

    pendidikan di hongkong




    Pendidikan di Hong Kong – Sistem pendidikan Hong Kong didasarkan pada model Inggris, meskipun hari ini media yang pendidikan Cina. 9 tahun pertama wajib meskipun sebagian besar siswa menyelesaikan semua dengan 12 tahun . Bahkan sekolah dasar sangat kompetitif. Selama 6 tahun ini serangkaian pemeriksaan diambil.

    Sistem Sekolah Lokal Di Hong Kong

    Ada tiga jenis utama dari sekolah-sekolah – sekolah pemerintah yang dioperasikan oleh pemerintah; Bantuan sekolah yang sepenuhnya subvented oleh pemerintah tetapi dijalankan oleh sukarela tubuh; dan sekolah-sekolah swasta, beberapa di antaranya menerima bantuan finansial dari pemerintah. Pemerintah dan bantuan sekolah menyampaikan kurikulum yang direkomendasikan oleh pemerintah. Mereka menawarkan gratis pendidikan dasar dan menengah.

    Sekolah Dasar

    Sekolah Dasar dimulai pada usia enam dan ada 6 tahun sekolah di tingkat dasar. Ada tiga modus operasi di sekolah dasar, yaitu AM, PM dan seluruh-hari. Didorong oleh pemerintah, kebanyakan sekolah dasar yang mengadopsi seluruh-hari operasi. Masuk ke satu utama adalah melalui tahap Discretionary tempat (DP) dan tahap alokasi pusat (CA). Pada tahap DP, orang tua dapat mengajukan permohonan untuk masuk ke hanya satu pemerintah atau dibantu SD preferensi mereka, dan penerimaan didasarkan pada kriteria yang ditentukan oleh EDB (pendidikan Departemen Biro). Oleh karena itu, sangat penting pada tahap ini untuk penelitian sekolah dengan manfaat akademis yang kuat dan reputasi yang baik. Pada tahap CA, P1 tempat sentral dialokasikan oleh EDB menurut Zona sekolah, pilihan orang tua sekolah dan nomor acak dialokasikan. Sebagian besar sekolah dasar setempat di Hong Kong adalah Cina media pengajaran dan Kurikulum utama mencakup berbagai pelajaran seperti ilmu sosial, ilmu pengetahuan, Cina, Inggris, matematika, musik, seni dan pendidikan jasmani. Kelas nomor secara tradisional jauh lebih tinggi daripada sekolah internasional. Kelas rata-rata, di sekolah dasar dan menengah bisa memiliki lebih dari 35 siswa dan dapat sebanyak 45.

    Sekolah Menengah Pertama

    Semua siswa yang memenuhi syarat yang belajar di sekolah dasar setempat dialokasikan disubsidi tempat sekunder 1 (S1) melalui partisipasi dalam sistem alokasi tempat sekolah menengah. Sistem ini terdiri dari tahap Discretionary tempat (DP) dan tahap alokasi pusat (CA). Masuk ke sekolah menengah biasanya diberikan oleh sistem alokasi tempat sekolah menengah, yang berdasarkan hasil pemeriksaan siswa sekolah dasar. Pada tahap DP, hanya dua sekolah menengah dapat dipilih dan sekolah dapat menerima siswa sesuai dengan kriteria penerimaan mereka. Tempat S1 dialokasikan sesuai alokasi band setiap siswa, orangtua pilihan sekolah dan nomor acak dialokasikan. Semua siswa menghadiri 6 tahun pendidikan menengah (3 tahun sekolah lanjutan dan 3 tahun sekolah menengah). Pada menyelesaikan sekolah menengah 6, siswa mengambil ujian umum satu – Hong Kong Diploma Pemeriksaan pendidikan sekunder.

    Sekolah Menengah Atas

    Di Hong Kong, ada 20 lembaga pemberian gelar lokal, persaingan untuk tempat untuk gelar sarjana di lembaga-lembaga ini tinggi dan tempat-tempat secara substansial kurang dari jumlah siswa yang benar-benar memenuhi persyaratan masuk untuk umum masuk ke Universitas Ada delapan lembaga didanai UGC(University Grants Committee) yaitu CityU, HKBU, Lingnan Universitas, CUHK, PolyU, Universitas Sains Hong Kong & teknologi (HKUST), HKU dan baru-baru ini di Universitas Pendidikan HK (sebelumnya HK Institut Pendidikan 1994-2016). 12 pemberian gelar perguruan tinggi tidak didanai oleh UGC termasuk Hong Kong Academy untuk seni pertunjukan (HKAPA), OUHK, Hong Kong Shue Yan Universitas (HKSYU), Chu Hai College pendidikan tinggi, Hang Seng manajemen College, Tung Wah College, Caritas Institut Pendidikan tinggi, perguruan tinggi Centennial, teknologi dan pendidikan tinggi Institute of Hong Kong (mereka) dari VTC, Hong Kong Nang Yan College pendidikan tinggi, HKCT Institut Pendidikan tinggi dan perguruan tinggi Kristen Gratia. Di QS World University Rankings 2016-2017, Universitas Hong Kong adalah peringkat di tempat 27, Hong Kong Universitas Sains dan teknologi (HKUST) adalah peringkat di tempat ke-36. Dan peringkat di tempat 44 Chinese University of Hong Kong.

    Sekolah Pribadi Internasional

    Sekolah internasional pribadi adalah permintaan konstan di Hong Kong. Sebagian besar sekolah ini mengikuti IB, kurikulum Inggris atau Amerika, meskipun dengan banyak negara di seluruh dunia, ada sekolah internasional yang mengajarkan kurikulum nasional dalam bahasa ibu mereka – Jerman Swiss internasional sekolah Hong Kong (GSIS) dan Lycée International Français (Perancis International School) hanya dua contoh. Banyak sekolah menerima lamaran segera setelah anak lahir, setelah akta kelahiran dapat diberikan itu. Sekolah-sekolah yang menerima aplikasi awal ini: Discovery Bay International School, Perancis International School, sekolah internasional Jerman Swiss dan Kellett sekolah, Kiang Su & Chekiang. Dalam sebagian besar kasus, tanggal penerimaan penting dalam menentukan tempat anak dalam antrian – ketat kronologis. Namun, tanggal permohonan biasanya adalah bentuk paling lemah prioritas, di belakang perusahaan debentures, saudara, dan warga negara tertentu. Semua sekolah-sekolah lain selain yang telah disebutkan akan menerima aplikasi hanya dalam jangka waktu ditentukan-biasanya satu atau dua tahun sebelum masuk dimaksudkan. Untuk beberapa nama: American School Hong Kong, Canadian International School, sekolah internasional Cina, Yayasan sekolah Inggris, Akademi Hong Kong, Hong Kong International School, ICHK Hong Lok Yuen, Nord Anglia International School dan Harbour sekolah. Sementara sekolah-sekolah menerima aplikasi satu atau dua tahun sebelum masuk, tanggal permohonan bukanlah faktor yang dipertimbangkan. Selama sebagai aplikasi di oleh tenggat waktu, itu akan dianggap. Hal ini penting untuk menyerahkan pendaftaran lengkap ke sekolah tepat waktu dan mengambil catatan Anda pilihan sekolah aplikasi kebijakan. Iuran sekolah bisa sangat tinggi, mencapai HKD215, 000 per tahun (tahun 7-11). Agar anak Anda masuk sekolah, Anda akan perlu untuk membayar biaya untuk aplikasi dan untuk tes masuk, setelah penerimaan tawaran, Anda akan perlu untuk membayar biaya pendaftaran, deposit, (mungkin debenture). Setiap tahun, Anda akan membayar biaya kuliah tahunan, (mungkin pungutan tahunan) dan biaya lain tersembunyi yang mungkin mencakup biaya untuk kegiatan ekstra kurikuler dan sekolah perjalanan. It’s worth dicatat bahwa sementara beberapa biaya mungkin terlihat tinggi, hal-hal lain sering termasuk dalam biaya sekolah, seperti bahan teknologi, buku, dan kelas. Hal ini penting untuk memeriksa dengan sekolah-sekolah calon Anda untuk mengetahui lebih lanjut tentang potensi biaya dan semua biaya tambahan tersembunyi. Biaya tambahan dapat mencakup biaya aplikasi tidak dapat dikembalikan, biaya pemesanan yang bisa hingga setengah dari biaya kuliah tahunan dan tahunan retribusi modal. Ingin mengetahui seluk berpasir biaya sekolah internasional? Lihat video yang disiapkan oleh ITS & Little Asia langkah-langkah:

    Sekolah  Swasta

    Berikut adalah tujuh “independen sekolah swasta” di Hong Kong. Mereka adalah: ESF’s Renaissance College dan penemuan College, independen sekolah dasar Akademi, Akademi Shanghai Victoria, PLK Choi Kai Yau, sekolah Kristen internasional dan Yew Chung International School (sekunder). Sekolah tersebut diberikan tanah di 10 tahun dan hibah untuk membangun sebuah bangunan sekolah. Jika tidak, mereka didanai oleh kuliah dan upaya penggalangan dana lainnya. Hibah hanya berkelanjutan yang mereka terima dari pemerintah adalah penggantian suku. Sebagai akibatnya, sekolah Apakah program-program bantuan keuangan yang diwajibkan untuk mengatur menyisihkan setidaknya 10% dari pendapatan biaya total sekolah untuk beasiswa dan lainnya. Dan, mereka juga berkewajiban untuk memastikan bahwa setidaknya 70% dari populasi siswa penduduk tetap Hong Kong.

    Yayasan Sekolah Bahasa Inggris ( ESF)

    ESF didirikan secara resmi pada tahun 1967 untuk menyediakan pendidikan liberal modern melalui media bahasa Inggris untuk anak-anak berbahasa Inggris. ESF memiliki lima sekolah menengah, sembilan sekolah dasar dan sekolah untuk siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus di Pulau Hong Kong, Kowloon dan New Territories. Dua “semua melalui” pribadi Independent sekolah dan Taman kanak-kanak lima dioperasikan oleh perusahaan afiliasi ESF’s, ESF pendidikan layanan terbatas (ESL), yang juga menawarkan bahasa Inggris kegiatan kelas dan olahraga. ‘ Lebih dari 17.500 siswa saat ini dididik di bawah sistem ESF; dengan 70 persen dari siswa memiliki orangtua yang adalah penduduk tetap Hong Kong. Pendidikan yang ditawarkan oleh ESF didukung oleh kurikulum yang luas dan koheren yang selaras untuk nilai-nilai inti dan untuk International Baccalaureate organisasi (IBO). Tahun 2016, 16 ESF mahasiswa mencapai Skor sempurna 45 poin dalam ujian IB Diploma. Lebih dari 95 persen dari siswa pergi ke universitas terkemuka di seluruh dunia. ESF didirikan secara resmi pada tahun 1967 untuk menyediakan pendidikan liberal modern melalui media bahasa Inggris untuk anak-anak berbahasa Inggris. ESF memiliki lima sekolah menengah, sembilan sekolah dasar dan sekolah untuk siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus di Pulau Hong Kong, Kowloon dan New Territories. Dua “semua melalui” pribadi Independent sekolah dan Taman kanak-kanak lima dioperasikan oleh perusahaan afiliasi ESF’s, ESF pendidikan layanan terbatas (ESL), yang juga menawarkan bahasa Inggris kegiatan kelas dan olahraga. ‘ Lebih dari 17.500 siswa saat ini dididik di bawah sistem ESF; dengan 70 persen dari siswa memiliki orangtua yang adalah penduduk tetap Hong Kong. Pendidikan yang ditawarkan oleh ESF didukung oleh kurikulum yang luas dan koheren yang selaras untuk nilai-nilai inti dan untuk International Baccalaureate organisasi (IBO). Tahun 2016, 16 ESF mahasiswa mencapai Skor sempurna 45 poin dalam ujian IB Diploma. Lebih dari 95 persen dari siswa pergi ke universitas terkemuka di seluruh dunia.
  • Apa sih Pengertian Pendidikan Anak Usia dini (PAUD)?

    Apa sih Pengertian Pendidikan Anak Usia dini (PAUD)?

    Apa sih Pengertian Pendidikan Anak Usia dini (PAUD)? – Halo sobat Shalaazz, Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) secara umum adalah suatu upaya pembinaan yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan kepada anak sejak lahir sampai dengan berusia enam tahun.

    PAUD  bertujuan  untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

    Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada pasal 28 menyebutkan bahwa: (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. (2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. (3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. (4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.

    Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

    Upaya pembinaan dan pendidikan untuk anak usia dini dapat dilakukan melalui sebuah lembaga satuan pendidikan formal dan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan anak usia dini. Satuan pendidikan tersebut adalah:

    1. Taman Kanak-Kanak

    Taman Kanak-Kanak (TK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun.

    2. Kelompok Bermain

    Kelompok Bermain (KB) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dalam bentuk bermain sambil belajar bagi anak usia 2 (dua) sampai 4 (empat) tahun yang memperhatikan aspek kesejahteraan sosial anak.

    3. Taman Penitipan Anak

    Taman Penitipan Anak (TPA) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dalam bentuk bermain sambil belajar bagi anak usia 0 (nol) sampai 6 (enam) tahun dengan prioritas nol sampai empat tahun yang memperhatikan aspek pengasuhan dan kesejahteraan sosial anak.

    4. Satuan PAUD Sejenis

    Satuan PAUD Sejenis (SPS) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan dalam bentuk bermain sambil belajar bagi anak usia 0 (nol) sampai 6 (enam) tahun yang dapat diselenggarakan dalam bentuk program secara mandiri atau terintegrasi dengan berbagai layanan anak usia dini dan lembaga keagamaan yang ada di masyarakat. Bagi lembaga satuan pendidikan nonformal atau satuan PAUD yang menyelenggarakan program pendidikan anak usia dini akan mendapat bantuan dari pemerintah dalam program Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP-PAUD).

    Pemerintah akan membantu menyediakan dana biaya operasional non personalia yaitu biaya bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya penyelenggaraan pendidikan tak langsung. Komponen biaya operasional penyelenggaraan PAUD akan diatur sesuai peraturan yang berlaku.

    sumber :  http://blog.danadidik.com/pengertian-pendidikan-anak-usia-dini/

  • Bagaimana cara menerapkan/implementasi pendidikan berkarakter?

    Bagaimana cara menerapkan/implementasi pendidikan berkarakter?

    Bagaimana cara menerapkan/implementasi pendidikan berkarakter? – Halo sobat Shalaazz, ada 18 nilai dan harus ada implementasi pendidikan karakter tersebut yang dicanangkan oleh Depdiknas atau Departemen Pendidikan Nasional, yaitu keagamaan atau religius, sifat jujur, toleransi, disiplin, mandiri, mampu dan mau bekerja keras, demokratis, kreatif, kritis, komunikatif, memiliki rasa tanggung jawab, peduli terhadap lingkungan alam, peduli terhadap lingkungan sosial, cinta damai, cinta kepada tanah air, memiliki rasa kebangsaan yang tinggi, serta berprestasi dan menghargai prestasi.

    Dalam pendidikan karakter yang dicanangkan oleh kementrian, mata pelajaran adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengembangkan nilai-nilai pribadi anak. Salah satu mata pelajaran yang bisa membantu anak meningkatkan dan mengembangkan daya nalarnya adalah mata pelajaran matematika.

    Komponen Pendukung dan Implementasi Pendidikan Karakter

    Dalam proses implementasi pendidikan karakter, diperlukan beberapa komponen utama sebagai pendukung terwujudnya tujuan, yaitu isi dari kurikulum, kemudian proses dalam pembelajaran dan penilaian, pengolahan dan penanganan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, dan kegiatan di luar pembelajaran formal.

    Implementasi pendidikan karakter pada siswa, khususnya siswa sekolah dasar setiap nilai karakternya berbeda, pada nilai ketuhanan, seorang anak atau siswa dapat mempelajari nilai dan aturan agama yang diyakini. Lalu nilai kejujuran dengan tindakan dan perkataan yang tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Kemudian bertanggung jawab dengan menyelesaikan hal yang telah dimulai tanpa lepas tangan ketika hal yang dilakukan selesai.

    Baca juga: Pembentukan Karakter Anak Melalui Pendidikan Agama Islam

    Anak juga harus disiplin dengan selalu tepat waktu dan sesuai dengan aturan yang telah disepakati secara bersama, bekerja keras dalam menyelesaikan tugasnya yang diberikan oleh guru, yakin terhadap apa yang sudah anak tersebut kerjakan, kemudian anak juga harus memiliki jiwa inovatif dan mandiri dengan berkreasi dan mampu mempromosikan kreasinya.

    Selain itu anak juga harus kritis dan berpikir logis dengan terus bertanya terhadap apa yang sedang dihadapi dan mampu berpikir logis ketika menghadapi masalah. Implementasi pendidikan karakter dengan nilai demokratis adalah anak tersebut dapat membedakan hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Itulah beberapa contoh implementasi dari pendidikan karakter pada anak didik.

  • 18 Nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa

    18 Nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa

    18 Nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa

    Ada 18 nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas.  Mulai tahun ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia harus menyisipkan pendidikan berkarakter tersebut dalam proses pendidikannya.

    18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah:
    1. Religius
    Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
    2. Jujur
    Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
    3. Toleransi
    Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
    4. Disiplin
    Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
    5. Kerja Keras
    Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
    6. Kreatif
    Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
    7. Mandiri
    Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
    8. Demokratis
    Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
    9. Rasa Ingin Tahu
    Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
    10. Semangat Kebangsaan
    Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
    11. Cinta Tanah Air
    Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
    12. Menghargai Prestasi
    Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
    13. Bersahabat/Komunikatif
    Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
    14. Cinta Damai
    Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
    15. Gemar Membaca
    Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
    16. Peduli Lingkungan
    Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
    17. Peduli Sosial
    Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
    18. Tanggung Jawab
    Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.