Blog

  • Info Beasiswa : 5 Beasiswa S1 Luar Negeri yang Menggiurkan

         

      Info Beasiswa : 5 Beasiswa S1 Luar Negeri yang Menggiurkan –   Kuliah di luar negeri tentu saja menjadi impian bagi banyak lulusan sekolah menengah atas atau sederajatnya. Akan tetapi biasanya ketakutan dan kekhawatiran terhadap besarnya biaya selama menempuh pendidikan menjadi momok dan alasan seseorang berhenti mewujudkan mimpinya. Di era yang semakin baik hati ini sebenarnya ada banyak sekali bantuan dari berbagai instansi maupun perusahaan yang menawarkan bantuan bagi pegiat ilmu di seluruh belahan negeri. Ada 5 beasiswa yang harus banget kamu baca bagi pejuang beasiswa, apa saja itu? Yuk cek infonya dan persiapkan dirimu selanjutnya

    1.  Beasiswa ABP Shizouka di Jepang

    Beasiswa ABP atau Asia Bridge Program merupakan jenis beasiswa yang diberikan oleh perusahaan global yang berasal dari Shizouka. Program ini merupakan program kolaborasi industri-akademi bagi siswa India, Indonesia, Thailand dan Vietnam. ABP memberikan beasiswa ini dengan harapan dapat mendidik siswa menjadi pemimpin global masa depan di bidang industri dan masyarakat dengan kurikulum yang menekankan pada pendidikan antar disiplin yang seimbang dengan fokus pada keahlian teknis, kepiawaian dalam praktik bisnis, berpikir ilmiah dan keterampilan interpersonal. Kedepannya perusahaan shizouka dapat menjadikan lulusannya sebagai penghubung perusahaan dengan negara asal mereka.
    Program ABP Shizouka ini memberikan fasilitas bebas biaya kuliah dan beasiswa ABP, proses seleksi dilaksanakan di negara asal dan akan diberikan bantuan karir di Perusahaan Jepang. Meskipun ABP tidak memberikan fasilitas gratis asrama untuk hunian, tetapi Universitas Shizouka sendiri telah menyediakan asrama internasional dengan harga yang terjangkau yaitu 20.000 yen jepang dengan wifi akses berkecepatan tinggi. Bagi yang berminat bekerja di perusahaan negara maju tentu ini menjadi tawaran penting yang harus dicoba ya sahabat Shalaazz. Mengingat biaya hidup di negara tetangga yang pasti akan sangat menguras dompet.
    Tahun 2018 bulan Oktober ini sedang berlangsung pendaftaran. Untuk informasi lebih lanjut, sahabat shalaazz dapat mengakses web berikut : http://www.abp.icsu.shizuoka.ac.jp

    2.Beasiswa S1 Orange Tulip (OTS) Belanda

    Beasiswa Orange Tulip adalah beasiswa yang mendanai kuliah sebanyak 30 – 100% dari total biaya kuliah atau hanya akan menanggung biaya hidup tanpa potongan biaya studi. Sayangnya tidak semua institusi pendidikan Belanda memberikan beasiswa OTS pada mahasiswanya, hanya institusi yang masuk dalam daftar saja. Tahun 2018 ada 6 institusi pendidikan Belanda yang akan memberikan beasiswa ini yaitu Breda University of Applied Sciences, HAN University of Applied Sciences, Saxion University of Applied Sciences, The Hague University of Applied Sciences, Wittenborg University of Applied Sciences dan Zuyd University of Applied Sciences.
    Program untuk tahun 2018 telah ditutup dan sedang dipersiapkan pengumuman untuk tahun 2019/2020. So stay tuned ya. Pengumuman kemungkinan besar akan dipublikasi pada akhir Oktober 2018 untuk tahun akademik 2019/2020
    Informasi lebih detail anda dapat akses web berikut : http://www.nesoindonesia.or.id

    3. Beasiswa Jardine untuk S1 Oxford dan Cambridge

    Beasiswa ini merupaka beasiswa penuh yang diberikan oleh Jardhine Matheson group yang artinya mulai dari biaya hidup sampai ke keperluan kuliah dan biaya studi akan ditanggung oleh Jardine Foundation. Untuk proses pendaftran harus dimulai dari pendaftaran pemohon ke universitas atau bidang studi yang dipilih sesuai dengan minat melalui UCAS (https://www.ucas.com/). Proses seleksi setelah dinyatakan lolos permohonan akan dilakukan dengan berbagai tahapan diantaranya wawancara sebanyak 2 tahap. Jika tidak ada mendapatkan undangan, itu artinya anda belum lolos seleksi awal.
    Kriteria penilaian dalam seleksi beasiswa ini terdiri atas penilaian terhadap kualitas keperibadian masing – masing pemohon serta karakternya dalam menunjukkan jiwa dan kemampuan kepemimpinan, prestasi dalam berbagai bidang ekstrakurikuler, keterlibatan dalam kegiatan masyarakat, kemampuan berkomitmen tinggi dalam menjalankan kewajiban publik atau komunitas.
    Informasi lebih lengkap dapat anda akses melalui laman resmi berikut : http://www.jardines.com/community/jardinefoundation/applications.html
    Selamat berjuang semoga beruntung.

    4. KAIST International Student Scholarship dari Korea Advanced Institute of Science and Technology

    Pecinta Korea, ayo merapat! Ini akan menjadi beasiswa yang tepat bagi anda yang bermimpi bisa menyambangi negeri Gingseng untuk menuntut ilmu disana. KAIST International Student Scholarship merupakan beasiswa penuh yang diberikan oleh institusi pendidikan peyedia beasiswa Korea Advanced Institute of Science and Technology kepada calon penerima beasiswa dari internasional.
    Sebagai sebuah beasiswa penuh, cakupan pembiayaan beasiswa ini termasuk biaya kuliah penuh selama studi S1 di KAIST dalam rentang waktu normal yaitu 8 semester. Beasiswa akan tetap diberikan jika penerima beasiswa ini bisa mempertahankan prestasi atau nilai selama studi S1 di KAIST. Selain pembiayaan kuliah tersebut ada juga tunjangan hidup sebesar USD 200 sampai USD 300 setiap bulannya. Masih ditambah lagi jaminan biaya asuransi kesehatan nasional selama menjadi mahasiswa internasional di Korea, namun perlu juga dipahami bahwa beasiswa ini tidak menanggung biaya akomodasi tempat tinggal di asrama yang jumlahnya adalah sekitar USD 100 dan juga biaya transportasi untuk ke Korea ataupun pulang. Tentu bukan masalah untuk menanggung sedikit biaya, bukan ?

     KAIST sendiri terbagi ke dalam beberapa fakultas yaitu :

    • College of Natural Sciences
    • College of Life Sciences and Bio Engineering
    • College of Engineering
    • College of Liberal Arts and Convergence Science
    • College of Business

    Salah satu syarat untuk mengikuti beasiswa ini adalah sertifikat kemampuan menggunakan bahasa Inggris yaitu TOEFL iBT 83, TOEFL PBT 560, IELTS 6.5, atau TOEIC 720.

    anduan lebih lengkap dapat and abaca melalui web berikut :
    http://admission.kaist.ac.kr/international/wp-content/uploads/2016/05/2017-ADMISSION-GUIDEFOR-INTERNATIONAL-UNDERGRADUATE-STUDENTS.pdf

    5. La Trobe Academic Excellence Scholarships dari La TrobeUniversity Australia

    Beasiswa ini merupakan beasiswa yang menawarkan bantuan pembiayaan untuk studi S1 dan S1 di La Trobe University Australia. Pembiayaan yang ditanggung oleh beasiswa ini mencapai $10,000 hingga $20,000 untuk uang kuliah sesuai bidang studi yang diambil. Pembiayaan dari beasiswa ini hanya tersedia hingga 12 bulan atau 2 semester, selebihnya anda harus menanggung biaya sendiri. Akan tetapi, beasiswa ini sudah sangat membantu pengeluaran anda dimasa adaptasi perkuliahan negari orang. Beasiswa ini diberikan pada setiap semesternya dengan nilai rata-rata minimal adalah C untuk bisa tetap mendapatkan beasiswa ini di semester kedua.
    Hal yang paling menguntungkan untuk bisa kuliah disini adalah persyaratan yang tidak rumit tetapi tetap wajib untuk anda setorkan. Apa saja ? Check it dot :
    • Bukan warganegara Australia atau Selandia Baru
    • Mendaftar pada program S1 atau S2 di la Trobe University
    • Mendapatkan nilai 85% atau setara pada jenjang studi sebelumnya
    • Memenuhi persyaratan akademis dan bahasa untuk masuk menjadi mahasiswa di La Trobe University
    Dengan persyaratan yang lebih sederhana tentu menjadi hal bijak bagi pejuang beasiswa untuk bersungguh – sungguh memahami poin – poin penting persyaratan tanpa menganggapnya sepele. Yuk persiapkan dari sekarang dan cek web berikut untuk informasi lebih lengkap : http://www.latrobe.edu.au/
    Dari kelima beasiswa di atas, adakah yang anda tertarik untuk memperjuangkannya? Selamat mencoba, semoga berhasil. Tidak ada usaha yang sia – sia dan tidak ada yang tau tentang apa yang terjadi besok kecuali anda telah melaluinya.
  • Sistem Pendidikan yang di terapkan di Indonesia

    Sistem Pendidikan yang di terapkan di Indonesia

    Sistem Pendidikan yang di terapkan di Indonesia – Pendidikan di Indonesia saat ini sungguh mengkhawatirkan, dan sangat di sayangkan sekali karena anggaran untuk pendidikan cukup besar tapi melihat pendidikan di Indonesia belum ada kemajuan yang signifikan. Membahas tentang pendidikan memang sedikit rumit karena permasalahan bukan hanya karena satu faktor saja. Semua itu bisa terjadi karena beberapa faktor, bisa dari sumber daya manusianya atau sistem pendidikan di Indonesia sendiri yang belum bisa berjalan dengan baik. Tapi marilah kita bangun pendidikan di negara kita ini untuk mewujudkan generasi emas 2045.
    Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Dimana formal merupakan pendidikan pada umumnya, nonformal merupakan pendidikan yang bisa di katakan tidak wajib seperti formal tapi tidak salah juga mengikuti pendidikan non formal seperti PAUD, TPA, dan sebagainya. Yang terakhir ada pendidikan informal  yang dimana pendidikan ini dilakukan secara mandiri baik di bantu dengan keluarga, lingkungan ataupun kegiatan belajar mandiri lainnya.
    Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi. Pendidikan anak usia dini atau PAUD yang merupakan sebagai sarana awal terciptanya sebuah karakteristik seorang anak dan pengenalan dunia pendidikan kepada anak agar nantinya sang anak tidak terlalu syok pada saat belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan dasar yang merupakan modal awal generasi penerus bangsa harus benar-benar mengedepankan mutu dan kualitas pendidikan agar sang anak mampu menghadapi berbagai hambatan dan rintangan masa depan. Diharapkan waktu selama 6 tahun itu bisa di manfaatkan dengan baik dan benar agar tidak menyesal di kemudian hari.
    Ada lagi pendidikan menengah, yang terbagi lagi menjadi 2 bagian yaitu menengah pertama dan menengah atas. Pada masa remaja inilah orang-orang mulai mencari jati dirinya sendiri. Di sini kita di hadapkan pada kondisi dan situasi yang amat labil, peralihan sifat, dan juga pemikiran yang cenderung sensitif sehingga perlunya kerjasama dengan berbagai pihak seperti keluarga dan pihak sekolah itu sendiri. Di sinilah mulai datangnya para generasi muda yang akan mendobrak terhadap kemajuan suatu negara. Pendidikan bukan lagi sebagai sarana tapi juga alat demi majunya masa depan anak bangsa serta masa depan bangsa yang entah akan di bawa kemana.
    Yang terakhir ada pendidikan tinggi, dimaksudkan untuk bisa berfikir kritis, menelaah setiap kejadian yang ada di sekitar, dan memecahkan suatu masalah dengan rasional.
    Indonesia menganut beberapa sistem untuk mewujudkan meningkatnya mutu kualitas pendidikan di Indonesia. Ada, Sistem Pendidikan Indonesia yang berorientasi pada nilai. Sistem pendidikan ini telah diterapkan sejak sekolah dasar. Nilai menjadi acuan dan patok utama dalam dunia pendidikan di Indonesia. Nilai menjadi sebuah akhir final akan kemampuan yang telah diajarkan yang diuji melalui sebuah ujian. Ada pula, sistem pendidikan terbuka yang menuntut peserta Didik untuk bersaing dengan temannya dalam hal positif, berfikir kreatif dan juga inovatif. 
    Yang ketiga ada sistem pendidikan yang beragam, dimana di Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa dan ras yang berbeda beda. Dengan pengaturan waktu yang fleksibel tapi tetap efisien. Yang terakhir ada sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan zaman, dimana sekarang ini pendidikan kita berpacu pada kurikulum 2013 yang lebih mengedepankan nilai moral, agama serta rasa percaya dirinya.
    Itulah sistem pendidikan yang ada di Indonesia, terlepas dari semua sistem yang sudah berjalan dengan baik atau tidak. Tapi, pemerintah sudah mengupayakan meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Meski memang kualitas tersebut masih jauh di bawah standar. 
  • 8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek

    8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek

    8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek – Halo sobat Shalaazz, Indonesia dan Jepang memiliki persamaan yang terletak di Benua Asia. Namun, perbedaannya adalah perkembangannya baik dari segi ekonomi maupun pendidikan. Indonesia meski penduduknya lebih banyak daripada Jepang, tapi masih baru menjadi negara berkembang.

    Berbeda halnya dengan Jepang yang sudah termasuk negara maju. Ingin tau salah satu alasannya ? Baiklah, saya akan bahas dari segi pendidikannya.        

    Keunggulan sistem Pendidikan di Jepang

    Jepang terkenal dengan orang yang pekerja keras, disiplin dan antre. Semua karakter baik itu terbentuk dari sistem pendidikannya di sekolah.

    Makin penasaran dengan keunggulan pendidikan di Jepang yang berbeda dengan Indonesia. Apalagi banyak sekali saat ini siswa/mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Negeri Sakura. Berikut 8 keunggulan pendidikan Jepang yang bisa diterapkan di Indonesia yaitu:

    1. Pendidikan tentang etika dan moral lebih diutamakan di Jepang daripada ilmu pengetahuan. Sebenarnya kunci utama kesuksesan seseorang terlihat dari faktor etikanya yang baik, maka nanti akan mengikuti penerapan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi) secara baik pula.

    2. Kampus dan sekolah memulai tahun ajaran baru pada musim semi, saat mekarnya bunga sakura. Hal ini yang membuat siswa dan mahasiswa senang mengikuti pembelajaran. Memang harus ditanam rasa suka dan senang pada saat belajar agar tidak jenuh dalam menerima pelajaran.

    3. Tidak ada Office Boy, siswa sendiri yang mengerjakan kebersihan kelas dan sekolah. Hal ini untuk melatih siswa dalam bekerja sama, bertanggung jawab dan menjadi pekerja keras.

    Baca juga: Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    4. Tingkat kehadiran siswa di sekolah Jepang adalah 99%, jadi mahasiswa yang tidak hadir hanya 1%. Berbeda dengan di Indonesia, masih banyak budaya TA (Titip Absen) hanya alasan yang tidak baik, misal terlambat karena bangun kesiangan, menonton konser dan lainnya.

    5. Pendidikan tentang seni sangat diterapkan pada siswa Jepang, agar mereka mencintai budaya tradisional negara sendiri. Hal ini patut dicontoh oleh Indonesia agar generasinya tidak mudah mengikuti arus globalisasi dan life style western (gaya hidup barat).

    6. Sangat jarang siswa yang tidak naik kelas. Hal tersebut dikarenakan siswa sangat antusias melakukan kegiatan positif seperti ekstrakurikuler, workshop saat liburan dan les private. Berbeda dengan siswa Indonesia yang lebih banyak  memilih liburan ke tempat hiburan daripada mengembangkan diri.

    7. Menciptakan kenyamanan dan kedekatan antara siswa dengan guru melalui makan bersama di kelas saat jam istirahat. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menghilangkan sekat antara siswa dan guru, maka seperti orang tua dan anak bahkan sahabat.

    8. Tidak terdapat kesenjangan sosial antara siswa kaya dan siswa miskin.

    Semuanya sama dengan menggunakan seragam pelaut.  Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan teladan untuk pendidikan Indonesia agar lebih baik ke depannya.  

  • Bagaimana Pendidikan di Era Milenial?

    Bagaimana Pendidikan di Era Milenial?
    Bagaimana Pendidikan di Era Milenial? – Apa sih pendapat kalian tentang pendidikan masa kini? Pendidikan yang sudah berbeda sistemnya dengan pendidikan jaman old. Pendidikan jaman now, lebih canggih dan  lebih modern sistemnya. Kebayang ga kalo ga ada pendidikan dijaman millennials ini?
    Duh, gila yah mungkin dunia ini tanpa ada pendidikan. Akhlak dan Moral mungkin sudah tak karuan. Tak ada lagi namanya sikap-menyikap, tolenrasi, atau bahkan bermusyawah dan mengemukakan pendapat yang berbeda. Nah, apa bedanya dong dengan jaman sekarang?
    Pendidikan jaman sekarang atau mereka menyebutnya jaman now, yang saya katakana tadi, kini di era globalisasi tidak bisa dipungkiri bahwa seiring perkembangnya teknologi yang berbasis digital application, sitem interaksi di masyarakat mulai tergerus.
    Nah, teknlogi yang pesat inilah yang membawa masyarakatmempermudah untuk melakukan aktivitasnya. ini, menawarkan banyak sekali kemudahan untuk masyarakat. Salah satunya seperti berkomunikasi, hal ini sangat menunjang dalam dunia pendidikan. Dimana penerapan teknologi komunikasi dan informasi di dunia pendidikan menjadi salah satu hal yang sangat diwajibkan. Pasalnya, kini setiap sekolah, khusunya di Indonesia mauupun luar negeri menerapkan sistemnya menggunakan teknologi sebagai penunjang kegiatannya.
    Di era ini yang berbasis digital application dalam dunia pendidikan. Nah, hal inilah yang membantu jalannya proses pembelajaran dan selain itu juga bisa meningkatakan hasil kinerja. Maka, semakin sering penggunaan teknologi khususnya dalam pendidikan dapat merubah model pembelajarannya. Karena hal ini lebih efektif dan efesien tentunya. Atau bisa dikatakan sangat mudah dan simple, apalagi anak jaman now itu penggennya semua serba mudah, tak perlu harus diribetkan. Kenapa harus ribet kalo selagi masih ada yang mudah,  bukan? Nah, inilah yang nanti lambat laun masyarakat lebih memilih system pembelajaran online ini daripada yang konvesional, harus tatap muka dulu.
    Perkembangan teknologi juga semakin pesat, dimana,dinamika teknologi kini menjadiakselerasi yang luar biasa.
    Model pembelajaran yang diberikan dalam teknologi, dijaman millennials ini cukup efektif. Pendidikan jarak jauh antara murid dan guru yang berada tidak adalam satu tempat atau hubungan jarak jauh. Dan teknologi inilah yang memberikan banyak pilihan pembelajarannya lainnya yang bisa dinikmati olehkhalayak umum tentunya dengan sangat mudah sekali.Nah, sekarang kita, kalian pasti sedang merasakan kan kemudahan belajar hanya dengan mengakses aolikasi digital seperti e-journal, e-library, dan lainnya.
    Di Indonesia, sistem pendidikan konvensional masih banyak dilakukan dalam civitas akademi. Khususnya daerah yang masih di tergolongkan dalam pedesaan. Di Perancis, juga telah menggunakan layanan pendidikan online yang menjadi bukti pergeseran rah dunia pendidikan. Apalagi, jaman now yang menuntut perubahan besar dalam dunia pendidikan. Dimana , pendidikan dijadikan patokan dalam sebuah bermasyarakat, sehingga pendidikan yang bermutulah yang memliki kualitas yang bagus dan berpengetahuan yang luas untuk mentransfer ilmu.
    Generasi Milenial , generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980 hingga tahun 2000 atau Gen-Y. disebut generasi milenial karena generasi yang hidup di pergantian milenium, ini bersamaan dengan hadirnya teknologi di segala sendi kehidupan. Yang menjadi kebutuhan dasar di JAMAN INI.
    Jadi, di era ini siswa khususnya lebih utama banyak menggunakkan handphonenya daripada buku. kenapa? mungkin banyak dari mereka menyalahkan bentuk fisik dari sebuah buku, yang dimana susah dibawa karena terlalu tebal atau besar. Nah , karena teknologi ini lah yang mereka suka, lebih efektif dan di permudah dalam segalanya.
  • Pendidikan islam di Indonesia dari Masa ke Masa

    Pendidikan islam di Indonesia dari Masa ke Masa

    Pendidikan islam di Indonesia dari Masa ke Masa – Di masa lalu kerajaan Islam merupakan salah satu dari periodesasi perjalanan pendidikan sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Hal ini karena lahirnya kerajaan islam yang disertai berbagai kebijakan dari penguasaannya. Saat itu sangat mewarnai sejarah Islam di Indonesia. Pada masa lampau, agama Islam pernah dijadikan sebagai agama resmi Negara atau kerajaan.

    Perjalanan sejarah pendidikan Islam di Indonesia tidak bisa mengesampingkan keadaan Islam pada masa kerajaan Islam ini. Pendidikan Islam telah menjadi tolak ukur bagaimana Islam dan umatnya telah memainkan peranannya dalam berbagai aspek sosial, politik, maupun budaya. Oleh karena itu, untuk melacak sejarah Pendidikan Islam di Indonesia dengan periodesasinya, baik dalam pemikiran, isi maupun pertumbuhan organisasi dan kelembagaannya. Tidak mungkin dilepaskan dari fase-fase yang dilaluinya
    Berkembangnya kerajaan Islam sebagai pusat-pusat kekuasaan Islam di Indonesia ini jelas sangat berpengaruh sekali dalam proses islamisasi/ pendidikan Islam di Indonesia, yaitu sebagai suatu wadah/ lembaga yang dapat mempermudah penyebaran Islam di Indonesia. Ketika kekuasaan politik Islam semakin kokoh dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam, pendidikan semakin memperoleh perhatian, karena kekuatan politik digabungkan dengan semangat para mubaligh (pengajar agama pada saat itu) untuk mengajarkan Islam merupakan dua sayap kembar yang mempercepat tersebarnya Islam ke berbagai wilayah di Indonesia. Makalah ini akan membahas tentang pendidikan zaman kerajaan Islam di Indonesia.
    Dilihat dari segi wilayahnya, kerajaan Islam di indonesia ada yang berdiri di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi. Masing-masing kerajaan Islam tersebut disamping memiliki keunggulan juga memiliki kesamaan dalam menggunakan pendidikan dalam arti yang luas untuk menyiarkan ajararan Islam. Sejarah mencatat tentang adanya saluran yang digunakan dalam menyalurkan agama Islam salah satunya adalah pendidikan
    Melalui pendidikan termasuk yang paling efektif, terprogram dan berlanjut sampai sekarang. Pesantren atau lembaga pendidikan lainnya yang didirikan oleh ulama-ulama merupakan salah satu saluran terjadinya proses Islamisasi. Contohnya seperti pesantren yang didirikan oleh raden Rahmat (sunan Ampel) dan pesantren yang didirikan oleh sunan Giri di Jawa. Di Aceh terdapat Meunasah, Dayah, Rangkang yang digunakan sebagai tempat menyalurkan agama Islam.
  • Kiat-Kiat Tempa Mental Untuk Hadapi Dunia ‎

    Kiat-Kiat Tempa Mental Untuk Hadapi Dunia ‎

    Kiat-Kiat Tempa Mental Untuk Hadapi Dunia ‎ – Istilah dunia ini keras bisa dikatakan bukan hanya sekedar istilah. Namun seruan bagi semua penduduk khususnya para penerus bangsa agar menyiapkan diri menghadapi kerasnya dunia. Setiap bayi yang lahir ke dunia pasti menggenggam tangannya. Itulah simbol bahwa dia harus kuat menghadapi kerasnya hidup, kerasnya dunia. Dunia ini keras bung, jangan hanya bermimpi tapi bangunlah mimpi. Tak ada manusia yang tak berpayah-payah lalu sukses. Semua berjuang, semua berproses. Lalu apa yang dibutuhkan dalam perjuangan itu?
    Pendidikan Indonesia mengenal adanya MOS (Masa Orientasi Siswa), dimana kegiatan tersebut tak hanya tentang pengenalan tapi juga bullying. Bullying bisa meningkatkan percaya diri, pun bisa menjatuhkan. Maka, persiapan mental menghadapi hal tersebut sangatlah dibutuhkan terlebih bagi generasi penerus bangsa. 
    Bagaimana bullying bisa meningkatkan percaya diri? Mudah saja bagi mereka yang mentalnya sekuat baja bahkan sekuat tembok raksasa cina maka bullying tak ada apa-apanya. Semakin sering di bully semakin dia kuat menghadapi kerasnya hidup. Namun kau tau kawan, tak banyak orang terlahir seperti itu. Kebanyakan adalah jatuh. Jatuh ketika dibully. Bahkan benar-benar merasa hidup sudah tak ada gunanya. Generasi penerus bangsa seperti itulah yang harus mendapatkan perhatian lebih.
    Kondisi mental yang lemah adalah hal yang harus diperhatikan baik oleh lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Seorang anak putra bangsa harus dilatih atau ditempa mentalnya sejak kecil. Agar dia kelak memiliki mental sekuat baja. Bagaimana kiat-kiat menempa mental putra bangsa? Berikut tipsnya:
    1.    Ikutkan anak-anak pada kompetisi atau lomba sesuai bakat dan minatnya. Hal tersebut bertujuan agar anak bisa tampil berani dan percaya diri. Tampil di depan khalayak adalah salah satu cara menempa mental anak.
    2.    Bimbing anak untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Kenalkan pada anak bahwa dunianya bukan hanya di rumah atau sekolah tapi juga masyarakat luas. Dengan begitu, anak akan berkenalan dengan berbagai macam karakter manusia.
    3.    Ajari anak untuk selalu mengungkapkan perasaannya tanpa menyembunyikan sesuatu hal terutama kepada orangtua. Itu melatih anak agar berani mengungkapkan perasaannya agar tidak menyalurkannya ke jalan yang salah seperti narkoba ketika stress melanda dirinya. Bercerita atau berkeluh kesah pada orang lain (orangtua) akan meringankan bebannya sehingga mentalnya juga akan stabil.
    4.    Ajari anak etika, sopan santun dan rasa empati agar anak tak terseret dalam kelompok suka membully orang lain.
    5.    Libatkan anak dalam memecahkan masalah yang ada di dalam rumah, ajak anak untuk mengemukakan pendapatnya. Ajari anak cara berpendapat yang baik. Agar kelak anak tidak takut atau malu untuk mengemukakan pendapatnya ketika sudah bermasyarakat. Sesuatu hal yang besar pastilah dimulai dari sesuatu yang kecil.
    Hidup di dunia memang sementara, tapi bukan berarti hanya berpangku tangan. Kehidupan yang keras menuntut mental sekeras baja. Dunia yang penuh dramatikal menuntut mental yang kuat dengan segala lika-likunya. Banyak orang mundur bahkan stress karena lemahnya mental. Semua hal tak ada yang instan, semua butuh proses. 
    Roti yang enak dimakan saja harus melalui proses yang panjang. Apalagi manusia yang hidupnya tak sekejap roti yang dimakan lalu hilang. Mental sangat diperlukan. Jika bukan kita yang menyiapkan generasi penerus bangsa yang bermental baja maka siapa lagi. Semoga tips tersebut bermanfaat agar kelak lahirlah putra bangsa yang siap menghadapi tantangan hidup sekeras apapun itu.
  • Satu Kata Berjuta Makna Untuk Tumbuh Kembangku “ATTENTION”

    Satu Kata Berjuta Makna Untuk Tumbuh Kembangku “ATTENTION”
    Satu Kata Berjuta Makna Untuk Tumbuh Kembangku “ATTENTION” – Sobat Shalaazz pasti tahu tentang “PERHATIAN”. Namun tahukah kalian arti perhatian yang sebenarnya untuk tumbuh kembang anak ? terutama anak pada masa emas atau yang dikenal dengan golden age ?
    Perhatian tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja, namun jauh dari itu ada yang membutuhkan perhatian lebih yaitu “anak”. Mengapa anak ? karena anak adalah masa penentu akan jadi apa, mau jadi apa, dan mengapa aku jadi. Dimanakah perhatian tersebut bisa didapatkan seorang anak ? jawabnya adalah orang tua bila dirumah dan guru bila disekolah. 
    Kedua peran tersebut sangat dibutuhkan oleh anak, maka dalam pendidikan peran orang tua dan guru menjadi penentu keberhasilan seorang anak selain lingkungan mereka. Perhatian sekecil apapun sangat berarti bagi anak. Sebagai contoh ketika anak pulang dari sekolah ditanya “tadi belajar apa di sekolah?” atau “sama buguru diajarai apa disekolah” itu sudah membuat anak merasa bahwa dia diperhatikan. Apalagi untuk anak di masa keemasan hal itu akan selalu diingat oleh anak hingga mereka dewasa.

    Berikut beberapa manfaat perhatian pada usia keemasan anak :

    a.       menumbuhkan rasa percaya diri terhadap anak,
    b.      menumbuhkan semangat belajar,
    c.       menumbuhkan sikap yang baik pada anak,
    d.      menjadikan anak sebagai orang yang penyayang,
    e.       memiliki jiwa tanggung jawab
    f.       berani menyampaikan pendapat

    Memiliki manfaat berarti perhatian memiliki kekurangan, seperti:

    a.       menjadikan anak manja
    b.      segala keinginannya harus terpenuhi
    c.       tidak segan untuk menindas temannya
    d.      berani kepada orang yang lebih tua
    Kekurangan tersebut tidak akan terjadi bila orang tua memberikan perhatian yang benar, dalam artian tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan. Perhatian yang benar dapat diwujudkan dengan melatih anak untuk selalu berbagi dan melihat kehidupan sosial disekitarnya, sehingga anak akan lebih bersyukur dan menghindarkan dari kekurangan-kekurangan yang telah disebutkan.
    Selain perhatian orang tua, anak memerlukan perhatian dari guru ketika di sekolah. Anak pada kelas rendah utamanya mereka selalu ingin diperhatikan dan didengar. Guru berperan sebagai panutan, sahabat dan pendengar yang baik untuk mewujudkan perhatian yang diingankan oleh anak. Namun, guru juga memiliki batasan atau sikap untuk tidak pilih kasih antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya.

    Beberapa manfaat perhatian guru untuk peserta didiknya:

    a.       peserta didik berani menyampaikan pendapatnya
    b.      lebih terbuka dengan permasalahan yang dihadapi, sehingga guru dapat memberikan solusi
    c.       peserta didik dapat berfikir kritis
    d.      menjadi lebih bertanggung jawab
    e.       mampu menghargai orang lain
    f.       peserta didik lebih terampil dalam mengasah skill yang dimiliki

    Ciri-ciri anak yang butuh perhatian guru ketika di sekolah diantaranya:

    Ramai ketika dalam pembelaran
    Jail dengan temannya
    Bertindak sesukanya
    Biasanya membuat onar
    Dari beberapa ciri di atas sebagian ada yang berkata bahwa anak tersebut tergolong “nakal”, namun bila ditinjau dari segi psikologi tidak ada anak nakal yang ada hiperaktive. Hiperaktive adalah kata lain dari anak yang memiliki aktivitas lebih dibandingkan dengan teman sebaya yang lain. Anak hiperaktive memiliki kelebihan dalam banyak hal yang mengharuskan untuk kegiatan fisik. 
    Begitu pula dengan mereka yang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan teman-temannya juga memiliki kelebihan tersebut, tinggal bagaimana seoarang guru memberikan perhatian dan mengarahkan peserta didiknya. Ditegaskan bahwa peran guru untuk membentuk karakter peserta didiknya ketika di sekolah utamanya bagi anak yang membutuhkan perhatian sangatlah penting. Perlu diperhatikan bahwa mengarahkan peserta didik yang disebutkan dalam ciri-ciri tersebut tidak diperkenankan dengan cara yang kasar ataupun dengan kekerasan fisik. 
    Kekerasan fisik tidak akan merubah apapun pada peserta didik namun yang terjadi akan menjadikan turunnya mental anak. Ketika mental anak turun, maka akan mempengaruhi masa depannya dan juga akan menjadikan trauma tersendiri bagai anak.
  • Tips Menjadi Mahasiswa yang Luar Biasa, Sayang Kalau tidak Ditiru!

    Tips Menjadi Mahasiswa yang Luar Biasa, Sayang Kalau tidak Ditiru!
    Tips Menjadi Mahasiswa yang Luar Biasa, Sayang Kalau tidak Ditiru! – Menjadi kreatif itu datangnya dari diri kita sendiri. Entah kita ingin mengeluarkan bakat yang luar biasa dalam diri kita atau kita hanya bermenung diri dan menguburnya dalam-dalam ke titik gelap hati kita.
    Itulah sebuah pelajaran berharga yang dapat saya ambil semenjak duduk dibangku perkuliahan Universitas Andalas tercinta. Mahasiswa kupu-kupu istilahnya, yang hanya berkutat dimeja pelajaran dan gedung kuliah. Gak ada bakat yang tertumpahkan, hanya tersembunyi meringkuk ketakutan.
    Lebih dari setengah mahasiswa yang ada di Universitas Andalas tidak mengeluarkan bakat profesional yang ada didalam dirinya. Malah memilih menghabiskan waktu untuk tidur sehabis menyelesaikan penungasan yang diembankan kepada mereka.
    Yap, sayang sekali bukan. Waktu terbuang sia-sia, diiringi dengan semakin menuanya usia kita yang terbuang percuma. Gak ada salahnya kan, jika kita melakukan hal-hal bermanfaat didunia perkuliahan, yang dapat meningkatkan softskill kita dan memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.
    Saya menyebutnya MAHASISWA KURA-KURA, yang selalu cepat tanggap dalam menyelesaikan sebuah persoalan, yang selalu menggunakan critical thinkingnya dalam melakukan segala hal. Jangan tanya soal jenuh, kami semua juga merasakannya. Mengerjakan tugas yang dikejar dead line serta mempersiapkan diri untuk dapat presentasi maksimal dihadapan teman-teman esok harinya.
    Mahasiswa yang selalu kuliah rapat-kuliah rapat, kalimat yang cukup menarik untuk bisa  dijadikan singkatan mahasiswa kura-kura.
     Apa istimewanya?
    Banyak keistimewaan yang didapatkan, disana berjibun pengalaman menarik terkumpul, disana juga merupakan base campnya orang-orang luar biasa, yang selalu berbagi pengalamannya dan saling bekerja sama.
    Apakah masih ada waktu buat teman-teman?
    Tentu!! Masih panjang waktu kita. Mari sadarkan diri kita semua. Mari kita bangkit untuk menjadi generasi terbaik di sepanjang masa.
  • 30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik


    30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik – Anak itu bagaikan lembar kertas putih  kosong yang akan ditulis oleh penulisnya. Tergantung tulisan atau warna tinta apa yang akan digunakan penulis. Begitu pula anak yang baru lahir secara fitrah akan diwarnai oleh orang tuanya, entah warna indah atau sebaliknya. Jadi, kewajiban orang tua memang harus mendidik yang terbaik untuk generasinya,  agar tidak memikulkan dosa akibat dari perbuatan buruk anaknya sendiri. Ingatlah pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. 

    Oleh karena itu, perlu diketahui kiat-kiat mendidik anak yang baik sebagai berikut:

    1.  Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan yang lebih tua. Kemudian cegahlah ia memandangi makanan orang yang sedang makan.
    2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan.
    3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan.
    4. Ditanamkan pada dirinya untuk mendahulukan orang lain makan, serta makan dengan makanan yang sederhana.
    5. Sangat disukai jika ia memakain pakaian warna putih bukan warna-warni, apalagi sutera. Dijelaskan bahwa kain sutera hanya untuk kaum wanita saja.
    6. Jangan biasakan anak laki-laki memakai pakaian sutera dan membiarkan menggunakan pakaian panjang yang melebihi mata kaki.
    7. Selayaknya anak dijaga agar tidak bergaul dengan anak-anak yang hidupnya bermegah-megahan dan bersikap angkuh.
    8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca Al-Qur’an dan buku-buku terutama di perpustakaan.
    9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair gombal cinta karena hal itu hanya akan merasuki hati dan jiwa.
    10. Biasakan menulis indah dan menghafal syair-syair tentang akhlak mulia.
    11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji jangan segan untuk memberikan pujian dan hadiah yang membuat kebahagian. Tapi apabila anak melakukan kesalahan jangan disebarkan pada orang lain dan sambil dinasehati bahwa yang dilakukannya itu tidak baik.
    12. Jika ia sering mengulangi perbuatan buruk itu, maka dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya.

    30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik

    13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam berkomunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau berkata kasar kecuali pada saat tertentu.
    14. Hendaknya dicegah dari tidur siang yang lama karena membuat rasa malas, sebaiknya segerakan waktu tidur malam. Jangan paksakan malam hari masih melakukan aktivitas.
    15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena membuat ia terlena dan hanyut dalam kenikmatan.
    16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, kecuali saat beramal agar tidak menimbulkan riya’.
    17. Biasakan anak agar melakukan olahraga pada pagi hari agar tidak malas. Jika anak memiliki kemampuan menunggang kuda, memanah dan berenang, biarkan saja agar melakukan aktivitas tersebut.
    18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan membanggakan diri.
    19. Melarangnya dari membanggakan apa yang dimiliki orang tuanya. Biasakan ia bersikap tawaddu’, lemah lembut dan menghormati teman.
    20. Tumbuhkan pada anak (terutama pada anak laki-laki) untuk tidak mencintai emas.
    21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik orang lain karena itu perbuatan mulia. Ajarkan ia untuk sering memberi karena itu perbuatan terpuji.
    22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tempat majlis, membuang ingus, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.
    23. Ajari ia duduk di lantai sesuai dengan cara duduk yang dicontohkan oleh  SAW.
    24. Mencegah dari banyak bicara, kecuali yang bermanfaat dan dzikir.
    25. Cegahlah anak dari perbuatan sumpah, sekalipun itu benar.
    26. Dia juga harus dihindarkan dari perkataan keji dan sia-sia.
    27. Anjurkan ia memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit.
    28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan.
    29. Jika anak sudah berumur 7 tahun diperintahkan untuk wajib sholat dan tidak meninggalkan wudhu sebelumnya.
    30. Hindari anak-anak bermain di dekat orang yang lebih tua agar tidak mengganggunya dan sebagai bentuk menghormati.
    Sumber: Mathwiyat Darul Qosim “tsalasun wasilah li ta’dib al abna” asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin Rahimahullah. 
    Diterjemahkan Oleh: Ubaidillah Masyhadi
  • STOP Bullying Dalam Pendidikan di Indonesia

    STOP Bullying Dalam Pendidikan di Indonesia

    Dunia pendidikan merupakan tempat para penunutut ilmu banyak menghabiskan waktu untuk belajar. Bukan hanya sekedar mencari ilmu tetapi tetapi para penuntut juga mulai melakukan interaksi atau bersosialilsasi dengan sekawanya.Salah satu metode terbaru dalam bersosialisasi pada saat ini yaitu dengan menimulkan keonaran dan memeberikan rasa tidak nyaman terhadap orang di sekelilingnya, hal ini biasa disebut dengan istilah bulliying. Istilah bulliying dikenal sejak tahun1970 sekarang jejak bulliying sudah mulai lahir dalam dunia pendidikan di indonesi. Jejak bulliying di kalangan pelajar sudah tercipta sejak  bendera orang- orang lemah terpasang di gedung para penuntut  ilmu.Bulliying adalah tindak kekerasan baiksecara mental maupun fisik yang di lakukan sisiwa yang satu terhadap yg lainnya sehiingga dapat merugikan salah satunya dan terbilang sering dilakukan  ( Jonsudiyono, 2012 ).
    Tindakan bulliying di ranah pendidikan tidak seharusnya dianggap hal biasa oleh para orang tua dan guru. Dilihat dari pandangan nyata dalam kehidupan sehari – hari bulliying sudah di jadiakan salah satu tren anak sekarang. Membully  menjadi sutau kesukaan. Melakukan  bulliying terhadap sesama tanpa memikirkan apa dampak dari yang dilakukan, seolah   Hal ini mencerminkan kurangnya kepedulian dan nadil para orang tua dan guru dalam menangani masalah bulliying yang sudah mulai merusak anak muda zaman sekarang. Adapun dampak bulliying pada pendidikan karakter dan motivasi belajar siswa, salah satu kutipan mengenai dampak bulliying secara verbal bisa digambarkan sebagai berikut,”sticks and stones may break  your bones but mean words can tear holes inyour spirit”(anonymous). 
    dan artinya merupakan” tongkat dan batu dapat mematahkan tulangmu,tetapi ucapan yang jahat dapat menghancurkan semangatmu”. Dan dampak bagi sang pembully yaitu kecanduan untuk melakukan berbagai keonarandan slalu berkeinginan untuk merugikan orang lain dan dapat berlanjut samapi usia selanjutnya. Pernyataan ini senada denganperkataan Regisd MuchdyFaudy yang mewakili empat rekannya ”bulliying mempuyai dampak yangnluas pada kehidupan banyak anak dan tercermin dalam kehidupan ketika anak – anak menjadi dewasa “. 
    Tanpakita sadari dengan adanya bulliying  maka lambat laun dunia pendidikan akan memunculkan tingkatan sosial di kalangan pelajar yang populer dengan istilah geng. Hal ini dapat menciptakan kerugian secara universal bagi lingkungan sekolah seakligus wujud dari bayangan awal dari tindakan bulliying itu sendiri.

    Bulliying merupakan tindakan yang di wariskan oleh para terdahulu maka solusi yang tercipta yaitu :

    • Meningkatkan pendidikan agama
    • Meningkatkan pendidikan karakter dan pemahaman mengenai bulliying
    • Meningkatkan hukaman di sekoalah
    • Membuat kultur sekolah yang lebih baik dan pelatihan bersosialisasi
    • Adanya pelatihan dan bimbingan mengenai bulliying bagi para guru, siswa . dan seluruh warga sekolah
    • Mengadakan kegiatan sekolah atau program sekolah misalnya “ tolerance day ‘ untuk  menjaga kultur sekolah yang baik
    • Pemerintah juga bisa meningkatkan kesadaran akan bahaya bulliying dengan mengadakan” bulliying awareness week “. ( Rachmijati, 2015 )

    Pada kenyataannya tindakan bulliying memiliki solusi yang dapat di galakkan oleh masyarakt di lingkungan sekolah. Salah satu implementasinya yaitu dengn menyorakkan anti bulliying di berbagai tempat para penuntut ilmu. Maka lambat laun jejak bulliying akan menghilang dalam dunia pendidikan dan tidak akan melahirkan jejak – jejak bulliying selanjutnya. Mari jangan membully !
                                                       
    Sumber Referensi :
    Jonsudiyono. Pengertian Bulliying. Retreved from https://www. Jonsudiyon. blogspot. co. Id/Pengertian Bulliying.html/
    Rachmijati, cyinantia,” Bulliying Dalam Dunia Pendidikan’. ( 2015 ). Cetak
    Aksani, T. Bayu. Bulliying dan Solusinya. Retreved from https;//bayutryaksanibk4f113500085. Wardpress.com/2015/07/02/artikel- bulliying/
  • Trik Jitu Hanya 90 Menit Ini Dijamin Berprestisai Di Sekolah

    Trik Jitu Hanya 90 Menit Ini Dijamin Berprestisai Di Sekolah
    Trik Jitu Hanya 90 Menit Ini Dijamin Berprestisai Di Sekolah – Hai para sahabat Pena Millennials….Kali ini penulis akan membahas mengenai trik belajar khususnya bagi para siswa-siswa yang masih duduk dibangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Memang setiap orang berbeda cara belajarnya, namun kali ini penulis akan memberikan tips dan trik belajar berdasarkan pengalaman penulis sendiri. Hehe…

    90 menit…..? Bisa berprestasi…? Apa itu maksudnya?

    Maksud dari 90 menit itu yaitu waktu lamanya belajar setiap harinya, padahal pelajaran di sekolah begitu banyak jadi rasanya tidak mungkin hanya dengan waktu 90menit belajar di rumah setiap harinya bisa berprestasi di sekolah. Tapi buktinya penulis bisa menuntaskan semua pelajaran-pelajaran di sekolah dengan baik.
    Apa iya…? Manjada wajadda (Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti ia dapatkan). Mari kita bahas mengenai waktu 90 menit.
    90 menit merupakan proses belajar untuk siswa di rumah, khususnya bagi siswa yang sangat sibuk berorganisasi. Proses belajar tersebut dilakukan di malam hari dari pukul 19.30 s.d pukul 21.00 yang dapat dilakukan setiap hari kecuali malam minggu karena waktu tersebut dipakai untuk istirahat.

    30 menit awal 19.30-20.00

    Digunakan untuk mengulas kembali pelajaran-pelajaran yang diajarkan tadi siang di sekolah. Adapun proses tersebut hanya sekedar mengingat dan mendata mengenai tugas-tugas apa saja selama belajar tadi siang. Dengan pencatatan data tersebut akan ketahuan mana tugas yang didahulukan dulu. Selain itu dalam proses 30menit pertama siswa hanya perlu memahami hal-hal yang penting saja yang sekiranya menjadi pokok pembahasan disiang hari. Dalam 30 menit pertama biasanya penulis melakukan latihan-latihan soal mengenai topik pembahasan yang dibahas tadi siang di sekolah atau mengerjakan PR yang diberikan oleh guru. Bisa dikatakan proses belajar 30menit pertama merupakan proses pemanasan.

    30 menit kedua 20.00-20.30, 

    Ini merupakan titik proses belajar yang sesungguhnya karena siswa harus serius dan fokus pada pelajaran yang sedang dipelajari  tentunya mata pelajaran yang dipelajari merupakan mata pelajaran yang akan diajarkan keesokan harinya agar kita tidak kaget saat guru menerangkan keesokan harinya. Dalam proses ini penulis biasanya hanya membaca buku, bagi penulis 30menit membaca dirasa sudah cukup. Dalam membaca, penulis juga sering memberikan tanda-tanda berupa coretan jika sekiranya bagian tersebut sering muncul dalam ulangan atau sering dibahas sama guru.

    30 menit ketiga 20.30-21.00, 

    Proses ini bisa dikatakan pendinginan karena pada proses ini biasanya penulis melakukan latihan-latihan soal setelah membaca. Tentunya soal-soal tersebut berkaitan dengan materi yang penulis baca di 30menit kedua. Karena dengan latihan tersebut jarang kita sadara kita akan belajar dua kali. Mengapa demikian, saat kita latihan soal kemudian kita mengalami kesulitan, tentunya kita akan kembali melihat materi-materi yang barusan kita baca di 30 menit kedua. Sehingga akan menambah daya ingat kita terhadap materi tersebut.
    Selama proses belajar tersebut jangan sekali-sekali menyalakan handphone agar siswa fokus pada belajar. 90 menit adalah sangat singkat, diusahakan jangan nyalakan handphone dulu selama proses belajar. Agar kita bisa belajar secara maksimal. 90 menit belajar bisa dikatakan alurnya menulis-membaca-menulis.
    Banyak cara yang dilakukan setiap siswa dalam belajar karena setiap orang berbeda-beda dalam proses belajar, ada yang mudah paham dengan cara membaca, ada yang mudah paham dengan cara mendengar. Semuanya tergantung pada kemampuan siswanya, asalkan siswanya menyadari bahwa kemampuan belajarnya seperti ini ataupun seperti itu. 90 menit belajar merupakan sebuah tips/trik berdasarkan pengalaman penulis. Karena selama menajdi siswa penulis hanya belajar 90menit namun bisa berprestasi di sekolah dan biasa masuk 3 besar di sekolah. Apapun caranya, penulis berharap para siswa janganlah mudah putus asa dalam belajar, teruslah belajar agar mendapat prestasi yang membanggakan terutama kedua orang tua.
  • Character Building (Pendidikan Karakter) Sejak Dini Sebagai Pondasi Jangka Panjang

    Character Buliding (Pendidikan Karakter) Sejak Dini Sebagai Pondasi Jangka Panjang

    Character Building (Pendidikan Karakter) Sejak Dini Sebagai Pondasi Jangka Panjang – Peran pendidikan dalam lini kehidupan berbangsa dan bernegara sudah menjadi jantung yang tidak bisa dilepaskan dan terus memompa semangat hingga ke seluruh penjuru hingga menghasilkan generasi yang bermutu. Sejak manusia dilahirkan ke bumi ia akan mendapatkan pendidikan secara langsung oleh kedua orang tua dan orang – orang disekitarnya. Meskipun kadang mereka tidak menyadari hal tersebut. Pada berbagai fase anak akan terus meniru dan mengimitasi berbagai tindakan yang dilihatnya. Salah satu pendidikan yang harus dipelajari anak sejak dini adalah pendidikan karakter (adab). 
    Pendidikan karakter sejak dini akan membentuk kepribadian yang akan melekat pada seseorang sebagai dorongan untuk bertindak, bersikap, berucap dan merespon sesuatu hal. Maka dari itu fungsi pendidikan karakter untuk membentuk dan menanamkan sifat atau karakter positif yang didapatkan dari pengalaman menghadapi dan kemampuan memecahkan berbagai masalah, kesulitan, dan menanamkan nilai yang dapat membentuk sebuah nilai kepribadian harus terus ditanamkan serta diingatkan. Di lembaga pendidikan saat ini banyak peserta didik yang sekadar mengutamakan angka sebagai nilai. Bukan adab sebagai nilai. 
    Banyak anak didik yang mampu mendapatkan nilai ujian sempurna tapi sayangnya tidak mampu untuk senantiasa rendah diri dan mengucapkan terimakasih. Banyak anak yang lulus dengan prestasi gemilang, tapi sayang anak tidak tampil periang. Tampak sederhana, bukan? Hal – hal yang dianggap tidak masalah ini nyatanya akan sangat terasa ketika anak semakin tumbuh dan berkembang serta menduduki tahap kehidupan dimasa yang akan datang.
    Contoh nyatanya sudah terbukti dengan tingginya angka korupsi di Indonesia. Berdasarkan catatan ICW, pada tahun 2017 sudah ada 576 kasus korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 6,5 triliun dan kasus suap senilai Rp 211 miliar, serta jumlah tersangka mencapai 1.298 orang. Hal ini menunjukkan bahwa adab seseorang terhadap bangsanya sendiri sangat kecil, padahal kebanyakan dari mereka yang korupsi memiliki gelar akademik sarjana, magister, doktor, bahkan sampai professor. Malu? Harusnya Iya. Contoh lainnya yang lebih sederhana seperti terjadinya kasus pembunuhan, tawuran antar pelajar, perusakan fasilitas umum hingga kasus amoral lainnya. 
    Berdasarkan kasus diatas, bukan hanya lembaga pendidikan yang kurang ketat dan kritis dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga peran keluarga dan orang – orang disekitarnya. Seorang penganut angka sebagai nilai dapat terbentuk karena lingkungan menghargai dirinya dari seberapa tingginya angka yang dia dapatkan, bukan dari bagaimana proses ia berjuang mendapatkan angka tersebut. Seseorang cenderung merasa kalah dan tidak berharga ketika mendapatkan angka ujian di bawah rata – rata. 
    Jika sistem ini terus berlanjut maka bukan tidak mungkin akan terjadi dua hal berikut secara berkepanjangan, yaitu peserta didik hanya unggul pada sisi pengetahuan namun tidak membentuk watak dan kepribadian peserta didik sebab proses pendidikan hanya menitiikberatkan pada penyampaian informasi dan peserta didik tidak mengalami perkembangan apapun baik dari sisi pengetahuan dan kepribadian sebab proses pengajaran tidak memperhatikan faktor-faktor karakteristik peserta didik Permasalahan yang tampaknya sederhana ini perlu diperbaiki dan direnovasi dengan baik. Sebab sistem ini akan menjadi pondasi diri anak bangsa yang akan terus memajukan kualitas bangsa. Salah satu cara untuk memperbaikinya adalah dengan di terapkannya pendidikan karakter kepada setiap individu perserta didik secara dini. 
    Pendidikan karakter menurut Dr. Ratna Megawangi adalah pendidikan untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti , yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang, yaitu tingkah laku yang baik, jujur bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras dan sebagainya. Pendidikan karakter ini tidak tentang proses menghafal materi untuk ujian, bukan pula tentang jurus jitu menjawab pertanyaan, melainkan pendidikan dengan pola pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, bertindak jujur, malu berbuat curang, sopan terhadap orang yang lebih tua, mampu menghargai pendapat, mampu mengelola ego, hormat terhadap pemberi ilmu, menerapkan etika dan sopan santun dimanapun serta terhadap siapapun. 
    Hal yang disebut sebagai Character Building ini tidak akan didapatkan bagi pecinta ilmu instan dan akan dirasakan bagi yang senantiasa bersikap rendah hati terhadap nikmatnya proses dan lezatnya ilmu. Karakter sebagai pondasi utama ini juga tidak akan pernah terbentuk jika pelaksanaanya berdiri sendiri. Dia membutuhkan sistem yang saling menyambut dan merangkai hingga terbentuk seorang individu berkarakter. Maksudnya ‘sistem’ dalam konteks ini adalah perlunya orang tua yang terus memberikan contoh berupa tindakan nyata dalam kehidupan sehari – hari anak dan pengubahan mindset orang yang terlibat dalam kehidupannya untuk bersikap benar. 
    Tindakan yang dapat diterapkan untuk membentuk karakter baik bagi anak diantaranya adalah penguatan ilmu agama dan adab bagi anak, pembiasaan sopan santun, saling menghormati dan menyayangi sejak dini, menghargai sekecil apapun usaha dan hasil yang diperolehnya serta memperkenalkan berbagai pepatah positif yang kelak akan dibutuhkannya dalam kehidupan, contohnya pepatah berikut jadilah seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk, sabarlah seperti tanah meskipun letaknya di bawah dan terus terinjak tapi ia mampu menumbuhkan berbagai tanaman. Semoga bermanfaat dan tidak lelah untuk terus belajar, sebab sesungguhnya seorang anak kelak akan menjadi guru bagi anak – anak generasi yang akan datang.
  • Peran Teknologi Dalam Dunia Pendidikan


    Peran Teknologi Dalam Dunia Pendidikan

    Bagaimana Implementasi Teknologi dalam dunia pendidikan ?
    Sudahkah terealisasi dengan cukup baik?
    Pendidikan dari tahun ketahun tampaknya akan tetap menjadi pusat perhatian baik dari kalangan pemerintah maupun masyarakat sipil.
    Pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang perlu di capai. Entah dari kalangan atas atau bawah maupun dari tua dan muda.

    Pendidikan kini menjadi tolak ukur dari kesuksesan seseorang. Terutama masyarakat awam yang mepresepsikan bahwa pendidikan tinggi akan menjadikan seseorang memiliki masa depan yang cerah. Oke, mungkin pendapat itu bisa kita terima. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak sedikit masyarakat yang mengartikan dari aspek material, bahwa masa depan yang cerah adalah masa dimana seseorang memiliki uang yang banyak, harta yang banyak jabatan yang tinggi dan lain sebagainya. Perlu kita luruskan bahwa kata “cerah” disini adalah   suatu masa depan yang mampu mengalahkan kebodohan dunia yang masih menipu generasi hingga saat ini.
    Buktinya apa? Banyak. Mungkin kita bisa mengambil contoh untuk penggunaan media yang dulu hingga  sekarang menjadi suatu kebutuhan yang bahkan sangat di butuhkan. Namun apa yang terjadi. Lihat!! karena teknologi yang disalahgunakan para generasi muda membuat kita sebagai orang tua merasa khawatir terhadap perilaku dan tingkah laku sang anak yang cenderung mengikut budaya luar. Bukan bermaksud untuk menyalahkan teknologi secara penuh. Tapi implementasi teknologi dalam pendidikan sudah tidak benar-benar di galakkan untuk sepenuhnya di realisasikan dalam pendidikan.
    Seharusnya IPTEK yang popular saat ini harus menjadi wadah yang benar. Wadah dimana para pendidik mampu mengemban informasi-informasi yang ada diluar sana.
    Dengan begitu, apa yang kita dapatkan dari teknologi mampu memberikan pengaruh positif yang lebih terhadap perkembangan otak anak. Mungkin sebagian dari anda sudah cukup awam mendengar kalimat ini.

     Berbicara mengenai teknologi dan pendidikan tentu kita berbicara Bagaimana peran penting suatu teknologi terhadap pendidikan masa kini.
     Perlu kita ketahui bahwa pendidikan zaman modernisasi pada saat ini mampu memberikan suatu dampak yang positif bagi para pengajar terutama para guru, yang merupakan suatu referensi yang berguna bagi sang anak.
     Mungkin kita bisa berkaca dari masa lalu di mana media yang digunakan untuk mencari ilmu yaitu seorang guru. Dimana guru di sini berperan penting dalam proses suatu pengajaran. Namun apabila kita lihat dari segi perkembangan zaman guru mungkin bukan salah satu media yang digunakan sebagai penyampai informasi.

     Salah satu peran penting teknologi dalam pendidikan yaitu pertama, penggunaan media belajar. penggunaan media belajar di sini masih memerankan seorang guru. Walaupun berbicara tentang teknologi, guru tidak bisa ditinggal dalam hal segi apapun. Karena guru lah yang mengenalkan kita pada peran dan fungsi dari suatu teknologi , nah kembali lagi dalam penggunaan media belajar. Dimana penggunaan media ini masih dilakukan oleh guru sebagai pengantar pelajaran yang akan di terapkan melalui alat bantu seperti LCD proyektor.

    Selain itu peran teknologi yang kedua yaitu penggunaan internet sebagai suatu wawasan yang sangat luas  dalam dunia pendidikan.  Penggunaan internet merupakan salah satu dari sekian banyak media yang mampu memberikan suatu wawasan yang cukup luas yang dapat dijangkau para peserta didik tanpa harus mengunjungi suatu tempat yang akan diamati.
     Adanya salah satu teknologi ini mampu memberikan peserta didik mengetahui banyak informasi-informasi,baik yang ada di luar maupun di dalam Negeri.

     Namun perlu kita sadari dan kita telaah kembali bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan perlu direalisasikan secara penuh terhadap pemerintah. karena pendidikan yang berbasis teknologi di sini mampu memacu siswa untuk berkelakuan yang mungkin kita sendiri tidak mampu menjangkau pemikiran dari siswa tersebut.

     Kita perlu mengimplementasikan bahwa peran teknologi dalam pendidikan Harus benar-benar diperhatikan. Dengan begitu kita mampu memberikan suatu dampak yang positif bagi peserta didik yang akan datang.
    Sekian dari artikel saya, semoga bermanfaat 🙂
  • Apa Itu Sekolah Inklusi?

    Apa Itu Sekolah Inklusi?



    Apa Itu Sekolah Inklusi? – Sekolah inklusi jarang sekali terdengar di telinga masyarakat awam. Apakah sekolah inklusi itu?

    Bahkan masih sedikit sekolah dengan sistem pembelajaran ini.
    Inklusi merupakan bentuk dari sistem pembelajaran yang menyatukan antara anak reguler (normal) dengan anak kebutuhan khusus. Anak kebutuhan khusus pun berbagai macam. Namun yang menarik di sini, sekolah inklusi mengajak anak reguler untuk belajar dan bermain bersama dalam satu lingkungan.
    Menurut Jia Song, seorang praktisi pendidikan inklusi dari Nonsang Naedong Elementary School, Korea Selatan, mengatakan pendidikan inklusi adalah metode pendidikan bagi anak kebutuhan khusus yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO). Di Korea, bibit pendidikan inklusi dimulai pada 1998. “Awalnya, sebelum ada kurikulum, anak kebutuhan khusus diikutsertakan dalam kegiatan kesejahteraan pendidikan,” kata Jia di Pupa Center.
    Masih banyak orang tua yang mengkhawatirkan ketika anak mereka satu lingkungan dengan anak kebutuhan khusus. Ketakutan mereka terjadi saat anak mereka  yang reguler (normal) harus berada dalam satu lingkungan sekolah dengan anak kebutuhan khusus. Hal demikian wajar karena itu sikap dasar dari seorang manusia. Namun, alangkah bahagianya jika rasa kekhawatiran itu sedikit demi sedikit dihilangkan. meng
  • Pengaruh Kewenangan Pendidikan Era Milenial

    Pengaruh Kewenangan Pendidikan Era Milenial

    Pengaruh Kewenangan Pendidikan Era Milenial – Pendidikan terpengaruh dengan adanya wewenang dari orang tua. Pendidikan tidak akan pernah lepas dari pengaruh orang lain. Dengan pengaruh itu, akan mengembangkan pola pikir anak. Semakin dewasa anak akan semakin mengatur mana yang harus dipih yang lebih baik.
    Pendidikan dimulai dari lingkup terkecil yaitu rasa kasih sayang. Kasih sayang yang terlihat abstrak ini akan menjadi suatu tindakannya sebagai asisten. Wewenang itu dimulai dari orang tua yang merupakan hak yang dimilikinya untuk mendidik. Tanpa didikan orang tua anak akan terlantar. Walaupun ada pendidikan sekolah. Anak tetap anak. Dia tak akan mulai belajar sendirinya. Apalagi anak itu disekolahkan karena kewenangan orang tuanya.
    Pendidikan menyukai rasa idealitas dan realitas. Dipengaruhi teori dan kenyataan yang ada di dunia ini. Terlalu banyak prasangka-prasangka yang membuat fikiran kita kotor. Banyaknya orang yang berpendidikan juga tidak beretika. Padahal, pendidikan yang dikedepankan itu seharusnya etika. Tanpa adanya etika manusia bukanlah manusia. Mungkin, tepatnya hampir sama dengan binatang.
    Pendidikan seharusnya mengubah semua tindakan itu. Perlukah kesadaran itu dibangun dengan pola-pola kehidupan yang membahana? Ataukah harus pribadi manusia ditegaskan kalau manusia hanya makhluk kecil dan lemah? Namun mengapa pendidikan tiada lain dan tiada bukan seperti tulisan dalam pena.
    Mungkin butuh suatu keterasingan agar pendidikan menjadi pokoknya yang layak. Terlalu banyak fikiran-fikiran barat menjadi perilaku masyarakat zaman now ini. Tidakkah manusia di Indonesia memiliki ciri khasnya? Mengapa manusia di Indonesia begitu malu dengan berbudaya yang sopan. Kemana Indonesia yang berpendidikan ramah itu? yang dulu pernah menjadi suatu pendidikan yang ditiru dan dikejar oleh orang-orang asing? 
    Apakah terlalu lemahkah kepemimpinan ini sehingga banyak umat yang direndahkan? Hanya karena pendidikan bisa saling sikut sama orang lain. Hanya dengan pendidikan atau kesuksesan mengubah derajat seseorang. Terlalu naif sekali kalau alasan pendidikan hanya untuk itu.
    Pendidikan harus dibiasakan untuk menjadi sempurna. Sekalipun manusia banyak kelemahan. Namun, kelemahan itulah yang menyebabkan kelebihan itu muncul dengan sendirinya. Bahkan, pendidikan bisa membuat mereka bangun dari keterpurukannya dan menjadikan kelemahan menjadi sesuatu yang dibanggakan detik-detik ini.
    Pendidikan harus disikapi dengan kebebasan. Kebebasan yang membuat kebaikan dan kebermanfaatan. Bukan kebebasan yang menjatuhkan. Pendidikan juga harus disikapi dengan menyukai tantangan. Agar Indonesia tidak diremehkan begitu saja. Bangkitlah Indonesia dari kini hingga Indonesia bisa maju menjadi yang teratas.
  • Bullying di Sekolah – Masihkah Suka Membully?

    Bullying di Sekolah  - Masihkah Suka Membully?
    Bullying di Sekolah  – Masihkah Suka Membully? – Pernahkah kalian menjumpai kekerasan di sekolah? Baik fisik maupun verbal. Tentu sering, bukan? Lalu apa dampaknya terhadap pelaku dan korban? Buruk sekali. Terutama di kalangan pelajar. Kekerasan antar pelajar dalam suatu lembaga pendidikan sudah menjadi hal yang lumrah dan banyak dijumpai di sekitar kita.
    Apa itu Bullying? Bullying adalah tindakan penindasan, berasal dari kata Bully, artinya  kegiatan yang menyebabkan ancaman, paksaan, intimidasi yang dilakukan seseorang terhadap orang lain dan dapat menimbulkan gangguan psikis terhadap korbannya. Sedangkan definisi Bullying menurut PeKA (Peduli Karakter Anak) adalah penggunaan agresi dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental. Bulliying dapat berupa tindakan fisik, verbal, emosional, dan seksual.

    Contoh Bullying di lingkungan sekolah, antara lain:

    • Menyisihkan teman dari pergaulan
    • Menyebarkan gosip
    • Mempermalukan teman
    • Mengintimidasi dan mengancam
    • Melukai secara fisik
    • Memaksa untuk melakukan suatu hal yang tidak diinginkan korban

    Penyebab mengapa tindakan Bullying banyak terjadi:

    • Pelaku biasanya ingin dianggap kuat dan berkuasa
    • Ingin mencari perhatian karena mereka kurang perhatian dari orang-orang sekitar
    • Pelaku biasanya pernah jadi korban, hingga pada akhirnya balas dendam agar orang lain juga merasakan apa yang dirasakannya

    Nah, sekarang mari kita bahas dampak yang terjadi dari bullying, terutama korban. Dampak-dampaknya antara lain:

    • Depresi bahkan bisa sampai bunuh diri
    • Sakit fisik
    • Malu dan kecewa
    • Minder atau kurang percaya diri
    • Pemalu dan suka menyendiri
    • Merosotnya prestasi akademik
    • Merasa terisolasi dari pergaulan
    • Meninggal dunia

    Pelaku sebenarnya sadar dengan dampak yang terjadi terhadap korbannya. Tapi bukankah itu yang mereka inginkan? Pelaku ingin korban merasa terpuruk, terpojok dan mentalnya lemah hingga pada akhirnya si korban enggan untuk pergi ke sekolah dan akan berpengaruh pada nilai-nilai akademiknya. Bahkan ada yang lebih parah, si korban bisa sampai meininggal dunia. Inilah yang menyebabkan sistem pendidikan di Indonesia semakin memprihatinkan.
    Untuk itu, korban dari bullying itu sendiri yang harus berani melaporkan tindakan bullying tersebut. Baik kepada guru, teman yang dipercaya, orang tua dan keluarga. Kita juga tidak bisa berdiam diri ketika kita diintimidasi, karena di dunia ini tidak ada paling hebat ataupun paling lemah. Kita sama rata. Semua orang berhak mendapat perlakuan baik dari orang lain. Salam pendidikan! Semoga negeri ini terdiri dari generasi pewaris bangsa yang berkualitas(
  • Tidak berpendidikan namun lancar berbahasa inggris

    Tidak berpendidikan namun lancar berbahasa inggris
    Tidak berpendidikan namun lancar berbahasa inggris – Banyak orang menganggap orang yang tak memiliki pendidikan yang menunjang  tak mampu untuk mengikuti zaman yang modern ini atau zaman yang dpenuhi dengan alat elektronik dan bahasa yang sangat asing didengar.  Semua Negara dan semua orang harus menguasai bahasa asing ini, karena bahasa asing ini adalah bahasa pemersatu dunia dan bahasa international.
    Bahasa inggris merupakan bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi dan bahasa internasional pertama  yang digunakan untuk berintraksi dengan orang lain di seluruh dunia.”( wiki pedia, februari 15, 2015). Menurut pengertian diatas menjelaskan bahwa  bahasa inggris adalah bahasa  yang  digunakan oleh seluruh orang di dunia, dan sebagai alat bicara atau berintraksi baik negara maupun antar masyarakat itu sendiri.
    Bahasa asing itu sendiri memiliki pengaruh yang meyaqinkan dan menjanjikan , lebih-lebih di daerah wisatawan, bahasa inggris sangat diperlukan. Namun masalahnya banyak yang belum bisa menguasai bahasa asing tersebut, sebagian orang menganggap itu hal yang sulit untuk pelajari atau dipahami, sehingga jarang untuk diminati.  Tetapi perlunya bahasa inggris pada zaman membuat semua orang bergotong – royong untuk mempelajari bahasa tersebut, baik dengan cara courses, di sekolah formal (SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK , UNIVERSITAS ), dan belajar sendiri , baik dimulai anak kecil sampai dewasa. Itu membuat sangatlah penting dan memiliki kedudukan yang tinggi.
    Bahasa asing sudah banyak dipelajari diberbagai wilayah, maupun desa, terlebih dia daerah Lombok timur bagian selatan tepatnya di desa pare mas, kecamatan jerowaru. Banyak orang atau penduduknya yang sudah menguasai bahasa asing tersebut,. Kenapa ? karena mereka menggunakan bahasa asing sebagai bahasa keseharian mereka, walaupun mereka tak pernah belajar yang secara formal, atau belajar secara khusus, mereka nyatanya lebih pintar dan lancar berbahasa asing atau menggunakan bahasa asing itu sendiri.
      Perkembangan  bahasa inggris di wilayah selatan lombok timur ini begitu cepat, mereka tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk bisa bahasa ingris. Mereka tak perlu belajar atau courses untuk bisa bahasa  inggris , mereka dengan mudah bekomunikasi lansung dengan ahlinya  atau native speakirnya, seperti para tourism. Tiap hari  berdatangan seeratus orang  tourism datang silih berganti ke desa tersebut. Jadi mereka sudah terbiasa menggunakan bahasa inggris .
    Menurut masyrakat disana,  mereka tak pernah merasa kesulitan dalam mengunakan bahasa inggris tersebut, asalkan kita berani berbicara lansung, dengan para tourism  tanpa rasa  takut salah. Mereka mendenga, menggunakan atau mempraktikan bahasa inggris itu, itulah cara terbaik yang mereka lakukan ketika ingin bisa berbicara bahasa ingris, tanpa perlu banyak aturan yang membebani, Itu lebih mempermudah mereka dalam berbicara bahasa  dengan para tourism.
    Mereka seakan sudah sangat nyaman menggunakan bahasa inggris , tak ada lagi kekakuan dalam berbahasa inggris. Bahasa inggris itu sangatlah mudah, asalkan kita mau mencoba dan menggunakannya, karena mau tak mau itu adalah sebuah keharusan untuk kita pahami atau gunakan. 
    Kemanapun kita pasti akan membutuhkan keahlian dalam berbahasa inggris ini, tak perlu takut untuk mempelajrainya, tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk hanya sekedar bisa berkomunikasi dengan para pengguna bahasa inggris, rajin-rajinlah mendengarkan dan praktik lansung berbicara dengan para tourism , itu akan membantu kita untuk bisa bahasa inggris dengan cepat dan lancer, buktinya banyak masyrakat di desa  pare mas yang sudah jago berbahasa inggris tanpa kaku.
  • Mengubah Mindset Tujuan Berpendidikan

    Mengubah Mindset Tujuan Berpendidikan

    Mengubah Mindset Tujuan Berpendidikan – Tingkat pendidikan dimulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak atau PAUD sampai jenjang Perguruan Tinggi. Jika dihitung dan ditotal adalah lebih kurang 18 tahun jika sampai jenjang perguruan tinggi.
    Saya ingin mengajak para pembaca untuk berfikir sejenak, apa sebenarnya tujuan kita berpendidikan hingga sekian lamanya?
    Jika tujuannya hanyalah untuk menimba ilmu, maka saya yakin hampir semua orang tujuannya adalah sama.
    Sejatinya, masa-masa pendidikan adalah masa-masa untuk menentukan arah mau kemana tujuan kita. Yang perlu diingat bahwa tujuan kita berpendidikan bukanlah untuk mencari pekerjaan yang bagus, bukan juga untuk mencari pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan bidang kita. Namun, tujuan kita berpendidikan adalah untuk mengubah pola pikir kita. Pola pikir dari zaman purba ke pola pikir global. Bagaimana kita bisa merubah pola pikir yang masih sederhana menjadi pola pikir yang luar biasa.
    Setelah usai berpendidikan nanti, bukan permasalahan berapa bagus nilai yang kita dapat, bukan masalah sebaik apa IPK yang kita raih, bukan juga masalah sekeren apa almamater yang kita banggakan. Namun, permasalahannya adalah setelah sekian lama kita menempuh pendidikan, sudahkah pola pikir kita berubah?
    Perubahan pola pikir yang akan menentukan apakah kita akan melanjutkan langkah untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita menjadi manusia di atas rata-rata atau hanya akan berdiam diri di tempat menjadi manusia rata-rata.
  • Fun Learning : Metode Belajar yang Menyenangkan

    Karya : Muhammad Iqbal Guru SMP IT Al Kahfi, Pasbar

    Fun Learning : Metode Belajar yang Menyenangkan

    Fun Learning : Metode Belajar yang Menyenangkan  – Pendidikan merupakan faktor penentu kemajuan suatu bangsa, sebab pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karenanya pendidikan harus menjadi perhatian utama bagi pemerintah saat ini. Pemerintah harus mampu memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakatnya, sehingga nantinya akan lahir masyarakat-masyarakat cerdas yang siap memajukan bangsanya dan menjadikan bangsanya mampu bersaing dengan seluruh negara-negara maju di dunia.
    Indonesia termasuk Negara dengan kualitas pendidikan yang masih cukup rendah, hal ini bisa dilihat dari rendahnya ketersedian sekolah yang tidak sebanding dengan partisipasi siswa yang terus meningkat, sehingga hal ini menyebabkan siswa sulit memperoleh pendidikan yang layak. 
    Selain itu jika dilihat dari performa para siswa secara umum dalam mengikuti ujian PISA (Programme For International Student Assesment) yang dilakukan pada tahun 2015, diperoleh hasil 42 persen siswa Indonesia berusia 15 tahun gagal mencapai standar minimal. Kegagalan itu terjadi di tiga area, yakni : kemampuan membaca, matematika dan ilmu pengetahuan. Berdasarkan berbagai persoalan pendidikan tersebut, maka kualitas Indonesia perlahan harus mulai diperbaiki.   
    Sekolah harus menjadi wadah utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di Indonesia, sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu, sebab selama ini oleh sebagian siswa sekolah dianggap menjadi tempat angker yang paling ia takuti, sebab di dalamnya mereka terus dituntut untuk belajar terus menerus, mengerjakan tugas, hingga tak sedikit juga beberapa dari siswa tersebut yang merasa tertekan bahkan sampai stress hanya karena merasa terlalu banyak beban dari sekolah.
    Pembelajaran menyenangkan atau yang sering dikenal dengan istilah Fun Learning sepertinya dapat menjadi solusi yang tepat bagi pendidikan Indonesia. Menurut The Answer Sheet Fun Learning adalah pembelajaran menyenangkan yang diberikan oleh guru kepada siswanya agar siswa menikmati materi yang dipelajari sehingga mereka mau belajar. Menurutnya  menyenangkan disini bukan berarti hiburan atau ketololan, melainkan kenikmatan dalam belajar. 
    Konsep ini sebenarnya sangat banyak dijumpai dalam pembelajara di Taman Kanak- Kanak (TK), terlihat wajah yang begitu ceria ditampilkan oleh anak-anak TK itu, hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat menikmati proses pembelajaran yang diberikan gurunya. 
    Namun sayang konsep Fun Learning ini jarang digunakan di tingkat Sekolah Dasar (SD) terutama di kelas VI, Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan apalagi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini bisa dilihat dari proses pembelajaran yang dilakukan, dimana sebagian besar guru lebih banyak menggunakan model pembelajaran yang terkesan hanya sekedar menyampaikan materi saja, tanpa melibatkan partisipasi siswanya, sehingga siswa cepat merasa jenuh, dan jika hal ini terus terjadi tentu akan mempengaruhi nilai belajar siswa dan akan memberikan catatan buruk bagi pendidikan Indonesia.
    Untuk itu para pegiat pendidikan di Indonesia harus berupaya agar konsep Fun Learning ini bisa teraplikasikan di seluruh sekolah di Indonesia mulai tingkat SD, SMP, SMA, bahkan sampai perguruan tinggi. Upaya tersebut bisa tercapai jika pemerintah optimal memberikan pelatihan pembelajaran kepada seluruh guru di Indonesia, sekolah harus memiliki fasilitas pembelajaran yang lengkap, dan yang paling  penting adalah guru harus terus berinovasi dalam menciptakan model pembelajaran, dan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan, sehingga siswa belajar bukan karena terpaksa namun karena memang ia menyukainya. 
  • Guru Sebagai Ujung Tombak Pendidikan

    Guru: Ujung Tombak Pendidikan
    Guru Sebagai Ujung Tombak Pendidikan– Tak ada habisnya bicara tentang pendidikan.  Berbagai polemik muncul tatkala disinggung soal pendidikan.  Guru, menjadi salah satunya.  Sebagai seorang pendidik yang katanya “digugu dan ditiru” guru menjadi salah satu unsur penting dalam dunia pendidikan.  Karena tanpa hadirnya seorang guru, tidak akan mungkin tercipta orang – orang hebat di dunia ini.  Bisa kita bayangkan betapa luar biasanya jasa seorang guru, dengan kesabarannya Ia dapat melahirkan generasi – generasi bangsa yang luar biasa. 
    Namun permasalahan cukup serius terjadi dalam dunia pendidikan kita, salah satunya mengenai wilayah pembagian tugas guru yang tidak merata.  Sebagian besar guru tentu akan lebih memilih untuk bertugas di wilayah perkotaan dibandingkan tugas di wilayah pedalaman.  Jika pun bersedia ditugaskan di wilayah pedalaman, Ia pasti akan memilih wilayah dengan fasilitas yang cukup memadai.  Tentu masalah ini akan menjadi  masalah yang sangat serius, terutama jika terjadi di negara seperti Indonesia yang memang memiliki wilayah yang sangat luas.  Dengan tidak meratanya pembagian tugas guru, maka itu akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang ada di wilayah perkotaan dan pedesaan. 
    Dilansir dari beberapa media online seperti berita satu, dan  tempo maka diperoleh data yang bersumber dari Nations Development Program (UNDP) tahun 2011 bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada pada urutan 124 dari 187 negara.  Menurut Subandi selaku direktur Pendidikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indeks tingkat penididikan tinggi Indoneasia dinilai masih rendah dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia, yaitu hanya sekitar 14,6 persen.
                 
    Berbicara tentang rendahnya tingkat kualitas pendidikan di Indonesia, sudah jelas itu ada hubungannya dengan kompetensi , profesionallitas, dan pemerataan pembagian wilayah tugas guru.  Mengapa demikian?  Karena guru merupakan ujung tombak yang menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan.  Itu berarti, bahwa kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas pembelajaran yang guru sajikan di ruang kelas.
                 
    Dewasa ini pemerintah memang sudah bergerak lebih maju untuk mengatasi permasalahan ini.  Salah satu solusinya adalah dengan memberikan insentif khusus bagi para guru yang bersedia ditugaskan di wilayah pedalaman.  Namun, itu pun tetap harus diimbangi dengan berbagai peraturan agar guru tersebut benar – benar melaksanakan tugasnya dengan baik.  Semoga seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia juga turut meningkat menjadi lebih baik lagi.