Blog
-
10 Tips dan Trik Sukses dalam Menempuh Skripsi
10 Tips dan Trik Sukses dalam Menempuh Skripsi – Menjadi mahasiswa merupakan suatu anugerah bagi seseorang karena tidak setiap orang mampu mengenyam bangku perkuliahan. Mahalnya UKT yang harus ditanggung dan susahnya tes masuk perguruan tinggi merupakan alasan untuk tidak melanjutkan ke jenjang ini. Selain itu, tuntutan ekonomi membuat seseorang menjatuhkan pilihan mereka untuk bekerja dibandingkan menempuh perkuliahan. Namun, juga tidak sedikit kasus dimana seorang anak dari keluarga miskin mampu menyelesaikan pendidikannya di universitas dengan nilai camlaude. Jika diperhitungkan, memang sangat banyak yang mengincar jenjang perkuliahan ini.Berdasarkan rating peminat yang membludak, dibuka beberapa jalur untuk menembus dunia perkuliahan, seperti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SPAN PT KIN, dan juga jalur mandiri. Telah menjadi isu umum jika setiap tahun siswa kelas 12 SMA berlomba mengisi berkas untuk mengikuti rentetan acara seleksi tersebut. Bagi siswa berprestasi yang ingin melanjutkan kuliah namun tidak mampu, pemerintah menyediakan progam beasiswa bidikmisi dengan berbagai macam persyaratan dan proses panjang yang harus diurus. Sedemikian rumit prosesnya dikarenakan bidikmisi merupakan beasiswa penuh ditambah uang living cost setiap bulan untuk penerimanya.Disamping alur masuk yang cukup menegangkan tersebut, skripsi merupakan tahapan akhir yang menjadi momok bagi mahasiswa. Tahapan ini merupakan proses mengerjakan tugas akhir untuk meruntuhkan gelar mahasiswa yang pada awalnya diperjuangkan. Mahasiswa akan bekerja ekstra dan bahkan menjadi jarang tidur nyenyak untuk lulus dari universitas dan terjun ke dunia masyarakat. Tapi tak perlu bersedu sedan, karena skripsi adalah tugas yang harus dikerjakan, buka dijadikan beban pikiran.Tahap yang paling awal untuk menjalankan suatu pekerjaan adalah merencanakan segala sesuatunya dengan matang. Terlebih lagi jika kita memiliki kalender pribadi. Menyusun kalender pribadi sebisa mungkin ditargetkan maju, jangan dipaskan dengan keinginan sebenarnya. Misalnya kita mau mulai penelitian tanggal 12 Desember, maka dikalender pribadi dapat ditulis memulai penelitian pada 25 Nopember. Dengan begitu, kita dapat mengantisipasi waktu mundurnya tanpa melebihi target yaitu 12 desember.Faktor utama penyebab memanjangnya proses skripsi adalah malas, mager (malas gerak) dan semua yang berhubungan dengan malas. Apalagi biasanya disemester akhir sudah jarang ada kuliah dan tugasnya hanya didominasi oleh 6 SKS yaitu skripsi. Kondisi waktu yang sangat luang inilah yang menyebabkan mahasiswa tingkat akhir menjadi sering berada dikamar, hingga akhirnya molor seharian menjadi akibat dari sebab luangnya waktu. Untuk menghindari kemalesan yang hakiki, kita dapat pergi ke ruang baca untuk sekadar membaca-baca skripsi kakak tingkat, pergi ke wifi zone untuk mencari topik skripsi yang menarik, atau ke perpustakaan untuk meminjam buku penguat ide skripsi. Selanjutnya kita dapat menyusun proposal skripsi yang akan diajukan kepada dosen pembimbing.Dewasa ini, medsos (media sosial) menjadi polemik yang membuat candu para penggunanya. Bahkan ada istilah sehari tanpa internet, bagaikan mati saja. Seolah medsos merupakan nyawa. Siapa yang online berarti dia hidup, dan siapa yang offline berarti mati. Sangat miris jika hanya diisi sepanjang hari untuk mengepo-in status orang lain, tebar komentar kesana-kemari, upload foto agar mendapat like dan begitu seterusnya. Aktivitas ini tentu menganggu fokus kita dalam mengerjakan skripsi. Untuk itu, perlu adanya jadwal untuk memegang gadget dan jadwal kita harus fokus. Lebih baik lagi jika kita memberi waktu memegang gadget 2 jam perhari.Berdasarkan pengakuan dari mahasiswa yang kuliahnya molor atau yang telah lulus, game merupakan faktor utama memanjangnya waktu mengerjakan skripsi. Gamers seperti terpacu untuk menuju ke level-level selanjutnya hingga sebagian besar waktunya terkuras untuk menuruti ambisi naik level games. Bahkan gamers sering lupa makan, susah tidur apalagi memegang tugas skripsi. Alhasil, skripsi terbengkelai dan waktunya menjadi terulur. Games dapat saja dilakukan, asalkan untuk mengusir jenuh barang 15 menit saja, tapi bukan games yang sepanjang hari.Mulai memusatkan ide adalah awal yang cukup bagus dalam memulai suatu penelitian. Kita dapat mencari isu-isu menarik untuk dijadikan bahan penelitian yang disesuaikan dengan bidang yang menjadi minat kita. Selanjutnya kita dapat memperkaya referensi ke ruang baca dan juga perpustakaan kampus. Dari referensi tersebut kita juga dapat melihat cara penulisan skripsi, sumber yang digunakan serta metode penelitian yang digunakan.Membentuk kelompok juga merupakan hal yang penting. Kelompok ini dapat dibentuk untuk saling membantu satu sama lain, saling mengingatkan jika yang lain lalai, saling menyemangati jika yang lain mulai patah dan saling bekerjasama menuju hari wisuda. Grup ini berisi kumpulan beberapa teman yang memiliki visi, misi, nasib dan tekad yang sama.Hubungan yang baik dan komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing sangat penting untuk menunjang keberlangsungan pengerjaan skripsi. Dengan adanya korelasi yang baik, maka kenyamanan akan terbentuk dan kita dapat menceritakan keluh kesah kepada dosen pembimbing skripsi. Terlebih lagi dosen pembimbing selalu mempunyai solusi untuk keluhan kita. Jangan patah semangat ketika dosen susah ditemui, kita juga harus memahami kalau kesibukan dosen bukan hanya tentang kita. So, harus menambah jam terbang kita.Stress dalam pengerjaan skripsi sudah menjadi hal yang biasa. Alumnus bilang “rasakan nangis-nangisnya skripsi”, mungkin saja itu akan terjadi. Tapi jangan sampai stress yang berlebihan. Terlebih lagi merasa bahwa yang paling sulit adalah posisi kita. Jangan begitu, semua merasakan beban ini kok, bukan kamu saja. Jadi, life must goes on.Bagi kalian yang kuliah di universitas jauh dari rumah dan memakai fasilitas indekos, pilihah indekos yang nyaman. Nyaman tersebut dari kategori tempatnya, suasananya dan orang-orang didalamnya. Cari tempat kos yang didalamnya kamu dapat fokus mengerjakan skripsi, yang penghuninya tidak banyak cingcong (banyak bicara), dan suasananya tidak berisik.Usaha tanpa doa adalah hal yang sombong. Doa adalah mantra ajaib dalam mendukung terlaksananya usaha kita. Selain berdoa lewat lisan sendiri, adakalanya kita harus selalu meminta doa kepada orantua. Sempatkan untuk pulang, katakan kepadanya bahwa kita akan bertempur melawan tugas akhir yang cukup berat, lalu meminta doalah kepada orangtua.Nah, selamat mencoba 10 Tips dan Trik Sukses dalam Menempuh Skripsi . Masa depan telah menanti. -
Inilah Nasihat Bijak dari Ibu Kartini Untuk Perempuan
Inilah Nasihat Bijak dari Ibu Kartini Untuk Perempuan – Pendidikan dan Kartini mempunyai korelasi yang kuat karena Kartini awalnya memperjuangkan apa yang namanya hak perempuan untuk memperoleh pendidikan sebagaimana halnya kaum pria. Pahlawan emansipasi wanita Indonesia ini memang harum namanya. Sampai hari ini kita masih mengingat betul inspirasi dan jasa-jasanya terhadap kebangkitan hak wanita untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan kaum pria. Meski makna emansipasi sering kali dimaknai kebablasan menjadi ingin setara bahkan melebihi kaum pria. Padahal sesungguhnya wanita dan pria diciptakan untuk saling melengkapi bukan untuk saling bersaing atau menggantikan. Hak memperoleh pendidikan sama dengan pria bukanlah berarti mengingkari kodrat sebagai seorang wanita. Bukan untuk menggantikan pria tetapi wanita dan pria adalah setara tetapi untuk saling melengkapi bukan berkompetisi.Dari Kartini untuk kaum perempuan
Saat ini banyak bentuk tuntutan dan pembiasaan sikap atau cara berpikir yang disuarakan sebagian kaum wanita yang mengatasnamakan pembela emansipasi, yang justru kebablasan dan sejatinya malah merendahkan kedudukan wanita itu sendiri. Mereka berteriak bahwa wanita bebas berpakaian ketat, rok mini atau tampak paha dan dada. Mereka mengatakan itu hak wanita dan bersembunyi di balik dalih seni. Atau pula mereka menyatakan wanita bebas keluar malam, nongkrong di diskotik, merokok dan minum-minum layaknya pria. Atau mereka mengiyakan dan memaklumi wanita-wanita yang meninggalkan kodratnya sebagai seorang ibu demi mengejar gaji dan prestise.Sesungguhnya, Kartini tidak menginginkan wanita keluar rumah dan menelantarkan buah hatinya. Kartini tidak menginginkan wanita membanting tulang mandi keringat untuk menggantikan suami mencari nafkah. Kartini tidak pula menginginkan wanita menganggap pria sebagai ancaman dan makhluk yang harus ditandingi atau ditaklukkan. Yang beliau inginkan adalah wanita berhak sekolah dan belajar untuk menjadi istri yang baik, ibu yang baik dan tiang negara yang utama.Sebagai perempuan yang berasal dari kalangan kaum ningrat, Kartini bersyukur bisa memperoleh pendidikan sehingga ia bisa menjalin korespondensi dengan sahabat-sahabat Belandanya. Meski tubuhnya berada di dalam tembok keputren, tetapi jiwanya melanglang buana karena pendidikan yang diperolehnya menjadikan ia mampu berkelana dalam perjalanan pemikiran yang tanpa batas. Menuangkan ide-ide, keinginan untuk memperjuangkan hak perempuan agar memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan seperti kaum pria, berpikir kritis, sekaligus upaya mencari solusi atas semua kegelisahan jiwanya.Sebenarnya Kartini tak sendiri, kita mengenal Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, dan banyak lagi tokoh-tokoh wanita di masa lalu yang concern terhadap pendidikan, khususnya untuk kaum wanita. Mereka sudah berpikir maju, jauh melampaui cara berpikir perempuan pada zamannya. Mereka berjuang melawan tradisi yang sudah berurat akar. Menentang apa yang dianggap tabu, tentang hak wanita untuk pintar menulis, membaca dan berketerampilan lainnya, yang bukan hanya berkutat antara sumur, kasur dan dapur. Bukan untuk dirinya sendiri saja, tetapi untuk seluruh kaum perempuan, saat itu hingga sekarang.Pendidikan dan kaum perempuan masa kini
Kini, apa yang mereka perjuangkan sudah dinikmati oleh sebagian dari kaum wanita. Perempuan Indonesia bebas bersekolah ke mana saja yang mereka suka. Sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Bebas berkarya, menyuarakan pendapat, memiliki pekerjaan dan karir seperti halnya pria.Meskipun begitu, di era digital yang (seharusnya) sudah serba mapan, kita tetap masih mendengar pendidikan yang telah lama dicita-citakan Kartini untuk kaum perempuan masih juga belum bisa dinikmati semua perempuan. Banyak Kartini-Kartini di Indonesia, mulai dari pahlawan devisa Indonesia hingga para petani dan nelayan, masih memperjuangkan kebutuhan dasar mereka: sandang, pangan, dan papan.Pendidikan untuk perempuan hingga kejuruan seperti yang dicita-citakan RA Kartini belum bisa sepenuhnya dilaksanakan hingga pelosok negeri. Para perempuan negeri ini masih saja terjebak kemiskinan struktural yang dicirikan dengan pendidikan rendah dan miskin. Maka, suara Kartini seabad lebih yang lalu, ternyata masih relevan hingga kini untuk mengingatkan para penguasa untuk lebih memperhatikan pendidikan bagi kaum perempuan. -
Apa Itu Bioentrepreneurship?Berperankan Untuk Masa Depan?
Apa Itu Bioentrepreneurship?Berperankan Untuk Masa Depan? – Pengenalan dunia enterpreuner (bisnis) kepada generasi penerus merupakan salah satu cara untuk membentuk mentalnya dimasa depan. Pendidikan ini bisa dimulai dari dalam rumah dan sangat dianjurkan untuk setiap orang tua. Pendidikan enterpreuner bukan untuk membebani atau memperkerjakan anak kita, namun membentuk keterampilan dan kemandirian anak sejak dini. Wirasusahawan muda menjadi salah satu pencapain yang diinginkan setiap insan manusia.Moral Value yang bisa didapatkan sangatlah banyak yaitu bagaimana anak belajar untuk menghargai hasil pendapatan sendiri dan tidak menggunakan uang jajan sekehendak hati, kebiasaan boros bisa diatasi dengan melatih sejak dini, namun tidak terlalu menjadikan anak perhitungan atau pelit dalam mengelola uang hanya untuk memberikan mindset yang baik dalam pengelolaan uang. Selain itu yaitu mengajarkan anak untuk berbagi kepada sesama dan tidak meremehkan pekerjaan orang lain karena setiap pekerjaan ada energi yang dikeluarkan. Membentuk karakter yang tidak mudah menyerah dan tidak manja. Membentuk karakter anak supaya tidak malu untuk berkreasi dan berinovasi sehingga bisa bersaing di pasaran internasional.Prediksi bisnis yang ada dimasa depan yaitu bisnis yang berkualitas, ramah lingkungan, sehat dan berstandar. Bisnis ini dikenal dengan istilah Sustainable Business. Mislanya bisnis dalam kuliner. Bisnis kuliner masa depan tidak hanya memikirkan masalah taste atau cita rasa yang enak, namun juga akan mempertimbangkan khasiat dari produksnya. Jika kita amati saat ini banyak sekali kuliner yang mendunia karena memiliki standar atau baku mutu yang baik. Misalanya makanan cepat saji (junk food). Semua pengerjaan diperusahaan itu telah terstandar dengan teknologi canggih sehingga dimanapun kita makan dengan satu merek yang sama makan akan sama rasa, aroma dan bentuknya. Namun sayangnya kebanyakan junk food hanya mementingkan cita rasa namun tidak untuk health. Masyarakat global saat ini cenderung memilih makanan junk food (makanan cepat saji) dengan rasa yang enak saja namun kurang melihat dalam hal kesehatan.Sebagai salah satu warga negara Indonesia dengan kekayaan laut, pertanian, peternakan, pegunungan, pertambangan, perhutanan dan sumberdaya alam yang lain kita harus melihat peluang itu. Hal-hal biasa yang kita temukan setiap hari bisa jadi hal yang luar biasa ketika sudah terstandar dan ada baku mutunya. Kita bisa memulai dengan berwirausaha hal-hal yang dapat menyehatkan namun telah terstandarisasi dengan teknologi sehingga semua akan manjadi bermutu. Banyak sekali referensi olahan makanan yang bisa kita angkat nilainya misalnya makanan tradisonal dari daerah masing-masing. Berilah semangat secara moral dan material kepada generasi penerus kita saat berenterpreunership dalam sekala besar atau kecil. -
Apakah Penting Belajar Muatan Lokal bagi Siswa?
Apakah Penting Belajar Muatan Lokal bagi Siswa? – Sejenak kita tahu bahwa jika di sekolah terdiri dari banyak mata pelajaran tentunya yang paling dominan yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dll. Bisa dikatakan kedua mata pelajaran tersebut dapat kita jumpai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun demikian, selain mata pelajaran itu ada salah satu mata pelajaran yang unik yaitu Muatan Lokal. Muatan Lokal biasanya dimasukan ke dalam kurikulum namun hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).Penulis sendiri pernah mendapatkan mata pelajaran muatan lokal saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), dimana saat itu materinya hanya membuat telor asin saja karena penulis sendiri berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Seperti yang kita ketahui bahwa Kabupaten Brebes merupakan sentra telor asin di Indonesia. Selain disebut sebagai Kota Bawang Merah, Brebes juga dikenal sebagai Kota Telur Asin. Hal ini dilakukan bertujuan agar para siswa tahu bahwa tentang seuatu yang ada di daerahnya dan menjadi ciri khas daerah tersebut tentunya para siswa bisa melestarikannya.Mata pelajaran Muatan Lokal memang terkadang tidak terlalu diutamakan tidak seperti Matematika, terbukti penulis juga saat duduk di bangku sekolah dasar hanya mendapat jatah 1jam pelajaran saja dalam seminggu. Padahal jika kita telaah secara cermat banyak sekali manfaat untuk para siswanya sendiri terutama pengenalan daerahnya masing-masing. Bisa dikatakan bahwa Muatan Lokal merupakan Pelajaran Wawasan Kebangsaan dalam lingkup sederhana karena hanya meliputi daerah tertentu. Jika ada adagium “Kenali Dirimu Sebelum Mengenal Orang Lain”, maka disitulah peran dari mata pelajaran Muatan Lokal.Muatan Lokal sangatlah penting bagi para siswa, tentunya dapat memberikan gambaran tentang daerahnya masing-masing. Hal ini sebagai bekal di masa mendatang jika mereka sudah tidak berdomisili di daerah kelahirannya. Mengapa demikian? Karena mereka dapat mengenalkan dan menceritakan tentang daerahnya sendiri, apalagi jika daerah tersebut memiliki potensi wisata yang cukup baik tentunya akan menarik minat tersendiri bagi teman dekatnya untuk berkunjung ke daerahnya bahkan jika berteman akrab dengan para investor tentunya dapat memaksimalkan potensi yang ada di daerahnya.Selain itu, siswa dipacu untuk melestarikan budaya dan kebiasaan-kebiasaan setempat. Setiap daerah di Indonesia memiliki kebiasaan dan adat-istiadat yang berbeda-beda baik dalam kesenian, makanan, gaya hidup, bahasa, logat berbicara, dll. Bahkan satu kabupaten pun sangat beragam, maka disinilah peran dari muatan lokal tersebut. Seperti contoh di Kabupaten Brebes sendiri ada dari 17 Kecamatan yang ada masing-masing memiliki kerajinan tangan tersendiri misalnya Kecamatan Bantarkawung pengahsil Rinjing, Kecamatan Bumiayu penghasil Rebana, Kecamatan Salem penghasil Batik, dsb. Disinilah salah satu pentingnya muatan lokal, dengan adanya muatan lokal siswa dipacu harus mengetahui segala yang ada disekitar daerahnya. Misalnya saja kerajinan dari masing-masing kecamatan di Brebes sebagaimana yang telah disebutkan diatas, setidaknya para siswa di kecamatan tersebut tahu mengenai tata cara pembuatan, bahan-bahan pembuatannya, jika mereka mampu membuat kerajinan tersebut itu tentunya sangat baik karena ada generasi yang melanjutkannya.Tidak hanya mengenai kerajinan tangan saja, dalam mata pelajaran muatan lokal diharuskan memuat beberapa aspek mulai dari sejarah daerah masing-masing, kebiasaan masyarakat setempat, makanan khas, dll. Untuk implementasinya cukup sederhana, misalnya saja dibangku Sekolah Dasar (SD), tentunya hanya diberikan pengenalan mengenai desa baik cerita asal usul desa ataupun lainnya, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) megenai Kecamatan maupun Kabupatennya, segala apa yang ada di Kecamatan maupun Kabupaten bisa dijelaskan di (SMP) karena mayoritas muatan lokal hanya ada sampai jenjang Sekolah Menengah Pertama.Wawasan Kebangsaan memanglah sangat penting tentunya setiap warga negara selalu diberikan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan agar mereka tetap mencintai dan melestarikan segala yang ada pada bangsanya sendiri. Tentunya muatan lokal merupakan bentuk implementasi dari wawasan kebangsaan secara sederhana karena hanya mencakup daerah tertentu saja di Indonesia. Meskipun banyak orang belum menyadarinya bahwa muatan lokal memiliki peranan penting, setidaknya pengenalan kedaerahan haruslah selalu dilakukan agar setiap orang tahu identitas daerahnya sendiri. -
Apa Arti Pendidikan Bagimu ? (Part 1 Dariku untukmu)
Apa Arti Pendidikan Bagimu ? (Part 1 Dariku untukmu) – Assalamulaikum wr.wb . . Kali ini saya ingin berpendapat tentang arti pendidikan bagi diri saya sendiri. Menurut saya pendidikan itu penting, bahkan amat penting karena pendidikan itu bisa mengubah karakter kita jika kita menempatkan pendidikan itu pada proporsi yang tepat. Tepat di sini tidak berlebihan dan tidak setengah setengah. Sebelumnya ijinkan saya bercerita tentang pendidikan saya yang sempat menyesal karena tidak masuk perguruan tinggi negeri.Kenapa saya menyesal, rasanya begitu iri melihat teman-teman saya duduk di bangku perkuliahan tinggi negeri dan dengan bangga mereka memamerkannya di media sosial. Itu membuat saya merasa kecewa kok saya gak bisa masuk negeri ya padahal saya sudah berusaha belajar, mengikuti tes perguruan tinggi negeri dari mulai snmptn, umptn, sbmptn, dan spanptkin. Sebenarnya saya tak ingin berkuliah di perguruan tinggi swasta, apalagi dengan jurusan yang saya pikir bukan saya banget. Tapi, sekarang sadar semua orang mempunyai kesulitannya masing-masing. Saya yakin tuhan pun tak akan membebani sesuatu di luar kemampuannya.Saya sudah menyesal karena gagal masuk perguruan tinggi negeri apakah saya harus kembali menyesal karena menyianyiakan waktu 1 tahun saya berkuliah di swasta. Rasanya itu pukulan telak, seharusnya saya merasa bersyukur karena saya masih bisa bersekolah. Di luaran sana saya yakin banyak sekali yang posisinya lebih sulit dari saya. Maka dari itu mulai dari sekarang saya harus serius dalam pendidikan.Apalagi pendidikan itu merupakan sebuah tiang penyangga bagi saya. Dimana jika sebuah tiang tak ada maka rumahpun tak akan jadi. Saya teringat akan sosok yang selalu mengisnpirasi saya ketika belajar dan sosok yang selalu membuat saya semangat dalam hal pendidikan. Di akhir hayatnya sosok itu masih peduli akan pendidikan saya, lalu apakah saya akan menyerah begitu saja, tentu tidak.Setelah saya bersekolah kurang lebih 12 tahun apakah saya harus berhenti memperjuangkan pendidikan yang selama ini selalu saya junjung tinggi karena perannya yang begitu besar bagi diri saya. Sekolah bukan hanya mengajarkan saya tentang ilmu akademis yang bisa di apresiasi dengan nilai, tapi bagaimana sikap kita untuk hadapi hari esok dengan ilmu yang kita punya.Pendidikan mengajarkan saya banyak hal, untuk itu berbalas budi dengan menekuninya saja itu merupakan sebuah apresiasi yang besar menurut saya. Apagi jika ilmu yang saya punya dari hasil pendidikan itu bisa di sampaikan kepada orang lain. Pendidikan bukan hanya tentang sekolah tapi juga tentang mereka yang selalu haus akan ilmu, mereka yang selalu memanfaatkan waktunya untuk mencari ilmu dan melakukan hal baik.Perguruan tinggi hanyalah perantara bukan penentu, tapi diri kita sendirilah yang akan membawa diri ini kemana tujuannya. Tak ada yang salah dengan swasta selama kita mampu untuk bersaing dengan negeri bukan hanya berkecil hati hanya lulusan swasta. Untukmu yang bernasib sama sepertiku, tenanglah selama kita mau berusaha untuk tetap maju pasti akan ada jalannya.Untukmu ingatlah kamu tak sendiri selalu ada cahaya terang tuk keluar dari gelapnya gua yang kau tempati. Jadikanlah pendidikan itu sebaik-baiknya ilmu yang bisa menjadikannya cahaya keluar dari jurang yang terjal. Buktikanlah dengan kemampuan kita. Kembali teringat sosok inspirasi saya yang kedua, seseorang yang sudah membela negeri ini habis-habisan, orang yang tak pernah lelah belajar, dan orang yang selalu haus akan ilmu. Sosok itulah yang membuatku yakin selalu ada jalan untuk menuju roma.Siapapun tokoh inspirasi kalian yakinkah kita bisa seperti mereka selama kita berkeinginan untuk mewujudkannya. Terakhir bagi saya pendidikan bukan hanya sekadar lulus lalu bebas, gelar sarjana itu sangat amat berat buatku apalagi jika kita berkuliah hanya untuk mendapat ijazah saja. Percuma, waktu kita terbuang sia-sia, uang kita terbuang sia-sia dan ilmu yang kita punya juga terbilang sia-sia. Pendidikan itu bukan hanya sekadar gelar dan lulus. Tapi, sebuah pemahaman dan penerapan akan ilmu yang telah kita dapat. Untuk apa gelar jika kita tak paham dan tak kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.Wasalamualikum.wr.wb -
Metode Pendidikan Qur’ani : 4 Pilihan Teknik Menghafal Alquran
Metode Pendidikan Qur’ani : 4 Pilihan Teknik Menghafal Alquran – Dewasa ini, orang lebih tertarik dengan sebuah pendidikan yang berbasis Qur’ani. Para orangtua berbondong-bondong memasukkan anaknya ke sebuah pesantren yang di dalamnya terdapat sebuah program al-Qur’an. Program tersebut berupa Menghafal al-Qur’an, Tahsin al-Qur’an, Membaca al-Qur’an dan lain-lain yang berkaitan dengan al-Qur’an.Menghafal al-Qur’an merupakan salah satu program yang banyak digemari oleh kalangan masyarakat masa kini khususnya para orangtua. Alasan umum, orangtua memasukkan anaknya ke pondok pesantren adalah adanya sebuah kekhawatiran akan masa depan anaknya dengan segala bentuk perkembangan yang terjadi pada masa modern ini.Di samping itu, menurut pemaparan seorang ibu bahwa orangtua berusaha memasukkan anaknya ke sebuah pondok yang di dalamnya ada program menghafal al-Qur’an adalah mereka yakin ketika anaknya menghafal al-Qur’an, maka mereka mendapatkan sebuah kebahagiaan untuk keluarganya dan menginginkan anak yang hafal al-Qur’an.Proses menghafal al-Qur’an pun tidak lepas dari beberapa metode yang ditawarkan dan tidak dipungkiri bahwa metode merupakan salah satu hal yang dapat membantu seseorang untuk menghafal al-Qur’an. Uniknya, setiap orang mempunyai metode tersendiri yang membantunya untuk menghafal al-Qur’an.Berikut beberapa metode menghafal al-Qur’an yang penulis dapatkan:
1. Menuliskan hafalan
Metode ini digunakan untuk para penghafal al-Qur’an pada zaman dahulu. Namun hingga sekarang pun metode ini masih digunakan di beberapa negara salah satunya negara Maroko. Di Maroko, santri-santri penghafal al-Qur’an haus menuliskan semua ayat al-Qur’an yang akan dihafalnya.Ayat-ayat tersebut ditulis di atas papan, setelah itu ayat yang ditulis tersebut diteliti oleh sang guru dan dicek. Apabila terdapat kesalahan, kesalahan tersebut kemudian dibenarkan. Ayat-ayat yang sudah dibenarkan tersebut kemudian dibaca oleh santri secara berulang-ulang dengan badan yang dihadapkan ke papan sampai hafal. Tahap akhirnya kemudian dianjurkan dengan membaca ayat-ayat yang telah dihafal tersebut ke depan guru tanpa melihat tulisan.Metode ini dianggap istimewa, karena melatih santri untuk teliti dan menambah tingkat ketelitian, kesabaran dan kefokusan santri.2. Metode Tasmi’ atau Sima’i
Metode ini kerap dipakai oleh orang-orang yang mempunyai kekurangan dalam hal penglihatan atau anak kecil yang belum lancar membaca al-Qur’an. Metode ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, bisa langsung mendengarkan dari guru atau kaset.sima’i atrinya mendengar. Yang dimaksud metode ini ialah mendengarkan suatu bacaan al-Qur’an untuk dihafalkannya.Metode ini sangat efektif bagi para penghafal yang memilliki daya ingat ekstra, terutama bagi para penghafal tunanetra atau anak-anak yang masih dibawah umur yang belum mengenal bacaan dan tulisan al-Qur’an.3. Metode berantai
Metode ini membutuhkan kesabaran dan sangat melelahkan serta menguras energi. Tetapi meskipun begitu, metode ini jika dilakukan secara benar akan menghasilkan hafalan yang sangat mantap.Metode berantai (tawalsul) yaitu menghafal satu halaman al-Qur’an dengan cara menghafal satu ayat sampai hafal dengan lancar, kemudian pindah ke ayat kedua sampai benar-benar lancar, setelah itu, menggabungkan ayat 1 dan ayat 2 tanpa melihat mushaf. Jangan berpindah ke ayat selanjutnya kecuali ayat sebelumnya lancar, begitu juga seterusnya ayat ketiga sampai satu halaman, kemudian gabungkan dari ayat pertama sampai terakhir.4. Metode Jam’i (penggabungan)
Metode jam’i yaitu menghafal satu halaman al-Qur’an dengan cara satu ayat sampai lancar, kemudian berpindah ke ayat kedua, setelah ayat kedua lancar berpindah ke ayat ketiga, begitu juga seterusnya sampai satu halaman. Kemudian setelah dapat menghafal satu halaman, menggabungkan hafalan dari ayat pertama sampai terakhir tanpa melihat mushaf.Metode-metode yang dipaparkan merupakan sebagain kecil dari metode menghafal al-Qur’an. setiap orang dapat menggunakan metode apapun yang sesuai dengan keinginannya dan kenyamannya. Karena menghafal al-Qur’an dapat dilakukan ketika seseorang merasa menikmati dengan metode yang digunakannya dan ia pun tidak merasa terbebani.Semoga bermanfaat! -
Apa Itu Pendidikan Prenatal? Beserta Penjelasannya
Apa Itu Pendidikan Prenatal?Apa yang di maksud dengan Pendidikan Prenatal? – Pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan manusia sepanjang hidupnya. Pendidikan tak hanya sebatas pendidikan formal, namun terdapat juga pendidikan informal dan non-formal. Dalam UU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu formal, non-formal dan informal. Pendidikan formal mencakup pendidikan anak di lingkungan sekolah.
Pendidikan non-formal dapat diperoleh di tempat bimbingan belajar. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan keluarga dan masyarakat. Dari berbagai macam jalur pendidikan tersebut, terdapat pendidikan yang sangat penting bagi seorang anak yaitu pendidikan prenatal. Pre berarti sebelum dan natal yang bermakna kelahiran seseorang (KBBI). Jadi, pendidikan prenatal adalah pendidikan seseorang sebelum lahir.Pendidikan prenatal ini adalah hubungan antara seorang ibu dan janin yang dikandungnya. Seperti apa yang telah saya tulis pada artikel sebelumnya (baca: Pentingnya Pendidikan Bagi Kaum Hawa), bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Nah, madrasah pertama itu dimulai ketika seorang wanita telah hamil.
Pendidikan prenatal mengharuskan seorang ibu dapat mengajak “bicara” calon anak dalam kandungannya. Dalam agama Islam, seorang wanita yang sedang hamil haruslah mengajak “bicara” anak dalam kandungannya, salah satunya dengan membaca Alquran atau bersholawat serta memperdengarkan hal-hal yang baik. Hal tersebut dapat berdampak positif bagi tumbuh kembang anak dalam kandungan.Dalam suatu majelis, saya pernah mendengarkan ceramah salah satu ustadz di Kabupaten Malang, bahwasannya pendidikan prenatal berhubungan dengan keinginan seorang wanita yang sedang hamil atau biasa disebut ‘ngidam’. Sangatlah lumrah jika seorang wanita mengalami fase ngidam dalam masa kehamilannya.
Namun beliau sang ustadz mengatakan bahwa setiap ngidam tidaklah harus dipenuhi karena hal tersebut berhubungan dengan pendidikan prenatal sang calon anak. Jika seorang ibu yang sedang hamil bisa menahan keinginannya atau ngidamnya, maka hal tersebut juga berdampak pada calon anak yang dikandungnya. Dengan kata lain, sang calon anak ketika sudah lahir dan mengalami masa tumbuh kembang dapat menahan keinginannya juga. Hal tersebut selaras dengan pentingnya pendidikan prenatal.Hal-hal yang didengarkan anak ketika masih dalam kandungan juga mempengaruhi watak dan karakter anak ketika sudah lahir. Maka dari itu, perdengarkan hal yang baik, berkatalah sesuatu yang baik, dan inginilah sesuatu yang baik hai calon ibu saat sedang mengandung sang buah hati.DAFTAR RUJUKANUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Dari http:// http://www.polsri.ac.id/panduan/01.%20umum/03.%20Undang-Undang%20Republik%20Indonesia%20Nomor%2020%20Tahun%202003%20Tanggal%208%20Juli%202003%20Tentang%20Sistem%20Pendidikan%20Nasional.PDF, diakses 12 September 2017. -
5 Rahasia Filosopi Layang-layang Dalam Pendidikan
5 Rahasia Tersembunyi Filosopi Layang-layang – Layang-layang dalah suatu permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak ketika musim panen tiba. Namun sekarang ini tidak hanya anak-anak yang memainkan layang-layang tetapi orang dewasapun juga memainkan layang-layang. Layang-layang pada zaman dulu hanya dimainkan oleh anak-anak di desa, namun seiring berkembangnya zaman layang-layang kini menjadi suatu ajang perlombaan yang dapat diperhitungkan. Namun tahukah rahasia dibalik sebuah layang-layang tersebut ?.Layang-layang yang memiliki bentuk sederhana sampai yang rumit sekalipun memiliki makna besar yang dibawanya. Layang-layang tidak hanya sekedar sebuah permainan untuk hiburan namun juga sebagai media dalam pembelajaran. Layang-layang sebagai media pembelajaran memiliki arti yang penting sebagai penyampai pesan dari seorang guru pada peserta didiknya. Siapa yang menyangka bila dengan sebuah layang-layang mampu membantu peserta didik dalam memahami banyak mata pelajaran seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, seni, IPS, PKn, IPA dan Olahraga. Tanpa disadari melalui sebuah permainan kecil banyak hal yang mampu dipelajari. Berikut uraian layang-layang sebagai media pembelajaran:1. Layang-layang dalam pembelajaran matematika membantu peserta didik dalam belajar mengukur panjang, karena layang-layang tidak akan bisa terbang dengan sempurna bila tidak seimbang antara kerangka sisi kiri dan kanannya. Peserta didik harus mengukur terlebih dahulu panjang kerangka layang-layang antara sebelah kiri dan kanannya telah seimbang ataukah belum agar layang-layang mampu terbang dengan baik. Memperkenalkan pada peserta didik bahwa layang-layang adalah salah satu contoh dari bangun datar.2 Layang-layang sebagai media dalam pembelajaran bahasa Indonesia, peserta didik mendeskripsikan bagaimana cara membuat layang-layang mulai dari bahan apa saja yang digunakan sampai proses pembuatannya sehingga jadilah layang-layang. Selain mendiskripsikan, peserta didik dapat belajar puisi melalui layang-layang. Sedangkan pembelajaran bahasa Inggris peserta didik dapat belajar mengeai bahasa inggrisnya layang-layang, menyebutkan bahan-bahan untuk membuat layang-layang dalam bahasa inggris dan juga dapat berpuisi dengan bahasa Inggris.3. Layang-layang adalah sebuah seni, di mana dalam pembuatan layang-layang memerlukan kreatifitas seorang pembuatnya. Selain menghasilkan suatu karya yang indah membuat layang-layang juga mengasah kreatifitas dan daya imajinasi peserta didik. Semakin tinggi daya imajinasi peserta didik maka kreatifitasnya juga tinggi dan menghasilkan suatu karya yang indah. Layang-layang juga dapat dijadikan sebagai sebuah lagu, yang telah kita ketahui tentang lagu yang berjudul “Layang-Layang”.4. Media pembelajaran IPS dan Pkn, melalui bungkus layang-layang dapat digambar berbagai bentuk misalnya gambar pulau, gambar lambang koperasi atau lambang negari kita. Melalui gambar-gambar tersebut peserta didik didik secara tidak langsung akan belajar banyak hal, tidak hanya pelajaran IPS namun juga Pkn. Selain itu, dengan mengunjungi museum layang-layang peserta didik akan belajar banyak mengenai berbagai macam bentuk layang-layang dari berbagai daerah, sejarah layang-layang, dan beraneka ciri khas dari masing-masing layang-layang.5. LLayang-layang media pembelajaran untuk IPA dan Olahraga, dengan bermain layang-layang akan menggerakkan semua anggota tubuh. Sebagai contoh pada saat menarik layang-layang maka kekuatan tangan dan kaki sangat diperlukan. Melalui kegiatan tersebut peserta didik dapat belajar mengenai fungsi otot dan gerak. Ketika badan berkeringat dalam mengejar layang-layang otomatis akan berlari yang dapat dikategorikan dalam kegiatan olahraga.Layang-layang adalah sebuah permainan zaman dulu yang semakin hari semakin berkembang. Tanpa disadari bahwa layang-layang memiliki kedudukan yang penting dalam pembelajaran yaitu sebagai media dalam proses pembelajaran. Sesuatu hal yang kecil dan sepele bukan berarti tidak memiliki makna, namun bisa jadi sesuatu yang kecil adalah permata yang tenggelam. -
Ini Alasannya Dunia Pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara
Ini Alasannya Dunia Pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara – Kita semua atau mungkin sebagian sepakat dengan kalimat ini “Peradaban dapat dijemput melalui pendidikan”. Karena kita sadar bahwa pendidikan adalah wadah yang didalamnya manusia dimanusiakan. Berkaca pada kalimat terakhir di kalimat sebelumnya yaitu “ Memanusiakan manusia” maka akan timbul beberapa pertanyaan, seperti kenapa memanusiakan manusia? Apakah manusia belum manusia sejak ia dilahirkan? Jawabannya sederhana, silahkan bertanya pada hakikat pendidikan.Loh kenapa kepada pendidikan? Apakah pendidikan memiliki jawaban terhadap pertanyaan itu. Jawabanya Iya, karena kita meyakini bahwa pendidikan adalah gerbang yang mengantarkan manusia kepada sesutau yang kita sebut dengan“ manusia”. Jika kita melihat definisi pendidikan secara etimologi yang berasal dari bahasa Latin yaitu ducare memiliki arti menuntun, mengarahkan, atau memimpin, dan awalan huruf e memilki arti keluar, nah jika digabungkan maka berarti menuntun keluar. Sederhananya pendidikan berarti sesuatu yang menuntun manusia untuk keluar dari sesuatu menuju sesuatu, misal dari sesuatu yang tidak diketahui menjadi tahu, dan lain-lain. Baik, secara ringkas mungkin kita tahu apa itu pendidikan melalui etimologi pendidikan.Namun pertanyaan yang timbul selanjutnya ialah, apa kaitannya dengan “memanusiakan manusia”. Kita bisa kembali pada tujuan pendidikan itu sendiri yang termaktub pada UU No 20 Tahun 2003 pada pasal 3 bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia , sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun apakah pendidikan dinegeri ini sudah sampai pada tahap diatas?. Kita sedang berjuang menuju tujuan itu, dengan segenap yang dimilki oleh bangsa ini. Berjuang diatas gentingnya kepentingan pemerintah yang mengaburkan tujuan tersebut.Sedikit sensitif mungkin jika dikaitkan dengan kepentingan pemerintah, dan apa kaitannya dengan itu semua. Ketika kita mengamati kondisi pendidikan dengan rasional, maka akan kita temukan kondisi pendidikan yang seakan terseret-seret tanpa identias diatas pergantian periodisasi pemerintahan. Perubahan sistem, kurikulum, teknis, konsep maupun dasar kerap terjadi beriringan dengan pergantian periodesasi pemerintah dinegeri ini. Lalu kemana identitas pendikan yang sebenarnya, pendidikan yang harusnya mampu berdiri tegak diatas gelombang kepenntingan, berdiri tegak tanpa harus tergadaikan identitasnya, pendidikan yang mandiri dan mampu berjalan diatas rel kemanusian. lupakan sejarah yang terus berjalan dinegeri ini, mari kita lebih dalam meyelami eksekusi dunia pendidikan kita.Sudahkah pendidikan kita memasuki lorong hak anak bangsa?, apakah pendidikan kita sudah berdasarkan potensi (kodrat) anak bangsa ini? [ K.H. Dewantara : “anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kondratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu”] atau hanya memaksakan kehendak dengan dalih anak-anak akan sukses jika dibekali dengan multi disiplin ilmu. Jika kita lihat kata-kata yang disampaikan oleh bapak pendidik bahwa tugas pendidik adalah merawat bukan memaksa/mencekokin semua materi ilmu yang tidak berdasar pada kodrat anak itu sendiri.Tapi apakah tulisan ini akan sampai dan diterima oleh praktisi pendidikan Negeri ini?, tidak peduli diterima atau tidak. Terpenting adalah, kita para pemuda aktivis pendidikan yang tahu peliknya pendidikan negeri ini. Jadi, mari bergerak diatas komando K.H. Dewantara -
Apakah Salah Pola Asuh Pada Pendidikan Karakter Bangsa ini?
Apakah Salah Pola Asuh Pada Pendidikan Karakter Bangsa ini? – Apa itu pendidikan karakter? Ya, pada era milenial ini tentu tidak asing lagi dengan sebuah pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan wujud keselarasan antara ilmu dengan pembentukan karakter anak-anak bangsa. Yang mempengaruhi pola pikir setiap individu. Bagaimana dengan nasib mereka yang berpendidikan tinggi namun tak mempunyai karakter? Pendidikan karakter ini begitu penting di masa yang akan datang. Mengoptimalkan nilai-nilai budi pekerti yang hampir hilang.Membiasakan dengan kebiasaan yang baik adalah cara untuk membentuk karakter sejak dini. Melatih otak bekerja untuk tidak hanya menuntut ilmu saja tetapi punya kebiasaan baik yang bisa dicontoh. Pendidikan karakter tidak cepat kilat mengubah pola pikir anak anak bangsa sekarang. Butuh tahap-tahap pendekatan agar mampu mengubah pola pikir mereka yang masih kurang memperhatikan masa depannya. Perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi salah satu yang menjadi penyebab kebanyakan dari mereka masa bodoh dengan masa depan.Tontonan yang tidak memberi efek baik perlu ditindak lanjuti. Karena masa depan mereka ditentukan oleh apa yang mereka lakukan saat ini. Bukan ditentukan oleh guru. Guru hanya sebagai pembimbing yang membimbing mereka kemana arah masa depan mereka diwujudkan. Kesadaran diri sendiri juga berpengaruh besar terhadap pembentukan pendidikan karakter anak bangsa. Sebab dari keinginan dan harapan mereka sendiri lah yang bisa mengubah pola pikir yang lebih baik. Sebuah pendidikan karakter harus benar-benar nyata mampu diwujudkan. Orang tua berperan penting dalam mengarahkan dan memberi bimbingan. Anak bangsa merupakan cikal bakal maju atau tidaknya negara ini.Pola asuh dan ilmu yang diberikan dengan cara yang benar. Pasti akan membuahkan hasil. Harus mawas diri terhadap pergaulan pada era sekarang. Dan ketika mereka telah dibekali pendidikan karakter. Cepat atau lambat pola pikir mereka akan mulai terbentuk. Mulai sadar apa yang harus dikerjakan dan apa yang perlu ditinggalkan. Sebuah kebanggaan bisa menerapkan pendidikan karakter itu sendiru diruang lingkup keluarga , diri sendiri , bahkan masyarakat luas. -
Apakah Tugas Sekolah Penting Untuk Masa Depan?
Apakah Tugas Sekolah Penting Untuk Masa Depan? – Kali ini, mari kita membahas fenomena realistis siswa siswi di Indonesia yang abai dengan tugas sekolahnya. Mereka seolah-olah tidak peduli dengan tugas yang diberikan guru, mengentengkannya dan memilih mencontek pekerjaan teman.Kurangnya kesadaran bahwa sekolah merupakan jembatan masa depan, sehingga acuh pada pendidikan. Padahal salah satu alasan dan harapan orang tua menyekolahkan putra-putrinya yaitu menginginkan masa depan mereka benderang. Selain itu, siswa adalah tunas-tunas bangsa yang sebagai pewaris negeri yang diharapkan dapat memajukan integritas bangsa.Lantas bagaimana apabila fenomena itu berkelanjutan yang justru menjadi penyakit menular dan mematikan? Entah apa yang terjadi dengan bangsa dan Negara ini? Yang sejak berabad-abad lalu dipertahankan dengan susah payah oleh pejuang dan harus berakhir dalam genggaman generasinya sendiri. Miris bukan?Jadi apa sajakah fenomena-fenomena itu? Let’s startMALASPenyakit ini tidak hanya diidap oleh anak sekolahan saja, akan tetapi semua orang, bahkan saya pun begitu. Ehehe… hanya saja semua bergantung bagaimana kita menyembuhkan penyakit tersebut. Perlu disadari, tugas sekolah sebenarnya adalah elemen penting menuju masa depan. Karena dengan guru memberikan latihan soal, kita akan melatih otak kita bekerja lebih serius. Ibarat pisau, semakin sering diasah maka semakin tajam. Jadi, rasa malas ini perlu dilenyapkan, semangatlah dalam menuntut ilmu.PUTUS ASA SEBELUM USAHATak jarang kita temui bila mendapat tugas yang teramat sulit, misalnya matematika. Haha.. sudah lumrah, bukan? Matematika adalah pelajaran terhoror sepanjang sejarah. Tapi bukan berarti kita putus asa memusuhi pelajarannya apalagi memusuhi guru pengajarnya, jangan ya kawan! Ada baiknya kita coba kerjakan dulu tugas tersebut sesuai dengan yang diajarkan guru. Nah, apalagi saat ini zaman sudah maju, kita bisa cari referensi di internet. Jadi jangan putus asa! Kerjakan tugas dengan nikmat.
MENGELUHHal yang satu ini memang sulit terlepas dari sifat manusia. Kurang bersyukur sehingga cepat mengeluh. Salah satunya dikalangan anak sekolah. Apa yang dikeluhkan? Tugas? Padatnya jam pelajaran? Hem.. bukankah sekolah memang seperti itu? Identik dengan tugas-tugas yang katanya, “membebankan”. Padahal bila kita tanya pada mereka yang tidak bisa sekolah, mereka akan rindu dengan tugas-tugas, ingin sibuk sama halnya dengan anak-anak lain yang sekolah. Dalam hal ini, harusnya kita lebih banyak bersyukur agar tidak terlalu sering mengeluh.Tugas sekolah merupakan elemen penting pembelajaran. Yang berguna untuk melatih otak kita agar terasah sehingga menambah kecerdasan. Bersungguh-sungguhlah menuntut ilmuJkarena diluar sana banyak dari mereka yang menginginkan ada di posisi kita yang sibuk dengan tugas sekolah. Jangan menyerah! -
Aku Bangga Menjadi Petani Muda, Kenapa Tidak?
Aku Bangga Menjadi Petani Muda, Kenapa Tidak? – Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Begitu banyak sumber daya alam yang melimpah. Terdapat dalam lirik lagu bahwa “Tanah Kita Tanah Surga”, artinya tiap tanaman yang ditanam di tanah akan tumbuh subur. Air melimpah ruah untuk kebutuhan hidup sehari-hari maupun irigasi pertanian. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan ?. Manusia harus bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki Indonesia sebaik mungkin, hal itu sama saja mensyukuri karunia yang Tuhan berikan.Beberapa hari yang lalu, tepatnya 24 September 2018 diperingati sebagai “Hari Tani Nasional”. Sungguh menandakan bahwa petani adalah pekerjaan mulia yang dapat meningkatkan harkat dan martabat. Namun, ironisnya pemuda zaman sekarang anti menjadi petani. Mayoritas banyak yang lebih memilih kuliah di Fakultas Kedokteran, padahal semua profesi butuh pangan. Lalu, kalau tidak ada petani maka tidak ada pejuang pangan di negeri ini.Faktor-faktor yang menjadikan profesi petani dipandang remeh antara lain:
a. mindset yang salah sejak dini, selalu beranggapan bahwa menjadi petani itu pekerjaan orang miskin dan kotor-kotoran,b. orang tua yang berprofesi sebagai petani malah menyuruh anaknya tidak mengikuti jejaknya, nasibnya harus lebih baik. Jadi tidak diizinkan mendaftar ke Fakultas Pertanian,c. banyak terjadi urbanisasi sehingga timbul aging labor (penuaan pekerja), artinya lebih banyak pekerja tua di desa yang berprofesi petani daripada pemuda yang lebih banyak pilih pindah kerja ke kota,
d. kurangnya ilmu pengetahuan dan teknologi tentang bertani modern.
Masih ingat dengan salah satu pernyataan tentang pertanian Indonesia ?.
“Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia pada 2040”, artinya semua pangan tercukupi untuk kebutuhan tanpa harus impor bahkan bisa ekspor ke negara lain di seluruh dunia. Berdasarkan data BPS (2017) di berita Suara Merdeka.com, bahwa pertanian Indonesia dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Menjadi penyumbang devisa tertinggi kedua setelah Pengolahan. Apakah kalian tidak takjub dan banga pada para pejuang pangan ?
Mulai dari akademisi pertanian, praktisi pertanian sampai petani kecil begitu berjasa pada Indonesia. Jadi, salah satu hal untuk menjaga eksistensi pertanian Indonesia adalah menumbuhkan kesadaran pemuda akan pentingnya pertanian. Mengapa demikian ?. Indonesia diprediksi pada 2025 akan memasuki bonus demografi, artinya pemuda yang berumur produktif akan menanggung orang tua yang sudah tidak produktif. Jadi, tidak mungkin selamanya orang tua yang akan bekerja sebagai petani. Butuh generasi muda yang menggantikan.
Cara untuk menumbuhkan jiwa pertanian pada pemuda sebagai berikut:
a. Mahasiswa pertanian membentuk komunitas, misalnya “Pejuang Pangan”. Sasarannya adalah para anak desa baik yang masih sekolah atau bahkan sudah putus sekolah,
b. Lembaga pertanian di masing-masing daerah menugaskan Penyuluh Pertanian untuk pemuda, mengajarkan teknologi bertani modern. Misal hidroponik, aquaponik, mina padi dan lainnya,
c. Pendampingan baik dari dosen pertanian atau instansi lainnya tentang “agopreneurship”, diajarkan mulai dari cara pengolahan, pengemasan sampai pemasarannya.Jika ketiga cara tersebut diterapkan, maka pemuda desa akan merasa betah menekuni profesi tani di tempatnya. Bahkan jika diterapkan di kota, maka pemuda kota tidak gengsi lagi untuk bertani melalui teknologi dan inovasi pertanian. Buktinya sekarang sudah banyak pemuda yang menjadi “agropreneurship”, menjadi pengusaha sukses bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Hal tersebut membawa dampak positif yakni mengurangi angka pengangguran. Perlu ditanam dalam pikiran para pemuda, jika pangan melimpah maka dapat membasmi kelaparan dan kemiskinan di negeri ini. Jadi tindak kriminalisasi di Indonesia akan berkurang karena salah satu faktor penyebabnya yakni kemiskinan dan kelaparan dapat teratasi.
-
Begini Tips Menjadi Mahasiswa Harapan Bangsa
Mahasiswa adalah jenjang tertinggi dalam dunia pendidikan. Ia dituntut menjadi orang yang serba bisa. Mahasiswa lebih dikenal dengan istilah agent of change, kenapa? Karena jiwa mahasiswa adalah jiwa yang masih muda, jiwa yang masih berapi-api untuk mengeluarkan pendapat dan jiwa yang fresh dalam menganalisis berbagai argumen yang berseliweran di dunia masa kini. Tidak heran jika banyak mahasiswa yang melakukan aksi demo sebagai bentuk pengekspresian hasratnya akan suatu hal.
Meskipun mahasiswa yang turun melakukan aksi mempunyai kepentingan yang berbeda. Namun mereka melakukan aksi sebagai bentuk protes ketidaknyamanan akan suatu sistem.Apakah sebagai mahasiswa bagus untuk melakukan aksi demo tersebut? sebagian orang akan menyebutnya bagus karena mahasiswa adalah penyambung lidah antara rakyat dan pemerintah. Akan tetapi ada cara hal mudah yang dapat dilakukan namun tidak sedikit mahasiswa sulit untuk melakukannya.
Cara tersebut adalah dengan menulis. Mahasiswa sebagai pelajar yang mempunyai pemikiran yang fresh dapat mengemukakan setiap bentuk ketidak setujuan dengan masyarakat lewat tulisannya. Membuat tulisan-tulisan yang berbobot yang menyinggung setiap tindakan pemerintah bukan hanya dibaca oleh kalangan tertentu melainkan melatih diri untuk terbiasa berfikir kritis dan mencurahkannya lewat tulisan.Dalam dunia pendidikan, mahasiswa bebas mengemukakan argumennya sesuai dengan wawasan ilmu yang dia dapatkan. Sebagai mahasiswa, mereka dituntut belajar bukan hanya dalam ruang lingkup kelas melainkan mereka dituntut untuk mencari ilmu dari luar bangku kuliah. Mahasiswa adalah harapan bangsa, banyak harapan-harapan yang dilimpahkan kepada mahasiswa. Mahasiswa harus kuat dan tegas akan segala hal yang menimpa dirinya. Berusaha bersikap fokus dan teliti dalam menghadapi suatu permasalahan. Karena mahasiswa adalah penerus bangsa untuk kemakmuran negara. -
Fakta Menarik Cewek Elektro SMKN 3 Kendal
Fakta Menarik Cewek Elektro SMKN 3 Kendal – Jika mendengar kata Elektro,hal yang pasti terbayang adalah alat-alat elektronik,Teknisi, lampu dan hal-hal lain yang berhubungan dengan listrik.Tapi sebenarnya apa itu Teknik Elektro?Pada dasarnya, Teknik Elektro adalah Ilmu Teknik yang mempelajari tentang dunia kelistrikan yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Ahli di bidang Elektronika disebut dengan Electrical engineer.Ilmu Teknik Elektro sendiri dibagi menjadi dua:1. Arus kuat : Ilmu yang mempelajari tentang tenaga listrik bertenaga tinggi.2. Arus lemah : Ilmu yang mempelajari tentang tenaga listrik bertegangan rendah.Jika dikaitkan dengan jurusan di sekolah atau perguruan tinggi, maka Elektro adalah jurusan yang kebanyakan peminat nya adalah kaum laki-laki.Tapi siapa sangka perempuan juga bisa mahir Elektro.Di SMKN 3 Kendal, salah satu SMK jurusan teknik favorit di Kendal yang salah satu jurusan nya adalah Teknik Elektronika Industri, peminat nya bukan hanya dari kaum laki-laki, melainkan juga kaum perempuan.Hebat bukan ? walaupun siswa perempuan nya masih tergolong sedikit, tapi ini justru membuka kesempatan kerja yang cukup luas bagi mereka.Serunya belajar Teknik Elektronika di SMKN 3 KendalDunia Elektronika sebenarnya sangat seru dan menarik,tidak serumit kelihatan nya jika kita bersungguh sungguh dalam mempelajari nya.Bagaimana tidak? hampir semua alat yang kita gunakan sehari-hari adalah berupa mesin atau robot yang tidak akan lepas dari kelistrikan.Tidak dapat dipungkiri,bahwa penggunaan mesin atau robot sebagai pengganti pekerjaan manusia terlihat lebih efektif dan efisien.Hal ini tentu akan jadi lebih menyenangkan jika kita bisa menciptakan mesin-mesin dan robot-robot itu sendiri tanpa harus membeli dengan harga yang mungkin 2x lebih mahal ketimbang membuat sendiri.Di SMKN 3 Kendal, siswa jurusan Teknik Elektronika Industri dituntut untuk bisa berkreasi dalam membuat sebuah alat elektronik.Mulai dari perencanaan sampai perancangan nya.Dan secara tidak langsung, siswa juga dituntut untuk bisa menghafal komponen-komponen Elektronika yang dibutuhkan.Seru bukan?Apalagi jika praktek membuat robot,maka kita bisa berkreasi sebebas mungkin dalam perancangan model robot nya.Kita bisa membuat robot berkaki, robot beroda, flying robot, underwater robot, robot Humanoid,dll.Kita bisa mengontrol nya secara manual menggunakan saklar atau remote control,bisa juga lewat program contohnya Arduino.Bekal ilmu Elektronika ini sangat bermanfaat saat nanti lulus dari SMK.Bagi para penghobi Elektronika sekaligus berjiwa wirausaha maka tidak ada salahnya jika kita memanfaatkan lampu-lampu LED untuk merancang nya menjadi lampu hias berbagai design lalu menjualnya.Untuk tingkata lebih tinggi,kita bisa merancang sebuah aplikasi sensor, aplikasi aktuator dan aplikasi PLC untuk meraup keuntungan yang lebih besar.Bagaimana ? masih menganggap belajar Teknik Elektronika itu sulit? yang ada belajar Teknik Elektronika itu sangat seru.Baik untuk laki-laki maupun perempuan,semua bisa jadi Teknisi.Sekian dan terima kasih. -
Gagasan Pendidikan Cocok Untuk Indonesia TERBARU
Gagasan Pendidikan Cocok Untuk Indonesia TERBARU – Sejarah mengatakan kalau Pendidikan di Indonesia ialah Pendidikan yang kebanyakan dibawa oleh para penjajah yang membawa sekat antara rakyat atas dan bawah. Dilihat dari segi kenyataan di lapangan Indonesia belum mampu menciptakan Pendidikan yang sesuai dengan negara-negara maju ataupun undang-undang dasar 1945. Dikarenakan Pendidikan sekarang sudah jauh dari nilai-nilai kepribadian Pancasila. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan bagaimana Pendidikan yang seharusnya diterapkan di Indonesia saat ini? Ada dua hal yang dibahas dalam artikel ini, yaitu: Pendidikan pesantren dan Pendidikan militer.Pertama, Pendidikan pesantren menurut Mastuhu adalah lembaga pendidikan tradisional Islam yang mempelajari, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Keberadaan pondok pesantren ditengah-tengah masyarakat mempunyai peran dan fungsi sebagai tempat pengenalan dan pemahaman agama Islam sekaligus sebagai pusat penyebaran agama Islam.Pondok pesantren pada bentuk aslinya menggunakan sistem pendidikan non klasikal, dimana dalam penyampaian pelajaran menggunakan dua sistem pengajaran, yaitu sistem sorogan, yang sering disebut sistem individual, dan sistem bandongan atau wetonan yang sering disebut kolektif. Sistem Pendidikan ini membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan yang sangat kokoh. Agar, tidak melarikan diri ketika sudah di tengah-tengah pelajaran maupun ujian berikutnya.Kedua, Pendidikan yang berdasarkan keprajuritan merupakan dasar pendidikan untuk membentuk pola pikir, sikap, dan pola tindak sebagai seorang prajurit yang selalu di garis terdepan dalam membela bangsa. Pendidikan militer dikenal dengan pelatihan fisik yang keras dan berdisiplin tinggi, namum pembinaan fisik ini tidak identik dengan kekerasan. Pendidikan yang membawa diri agar bisa berjiwa korsa dimanapun berada serta menjadi prajurit yang gagah perkasa dalam segi fisik.Kedua Pendidikan ini sebenarnya saling mengisi. Dikarenakan Indonesia membutuhkan orang-orang yang berjiwa religius dengan fisik ala kadar militer. Fisik tanpa ruhiyah yang kuat akan terbuang percuma. Begitupula dengan nilai religious tinggi juga akan percuma tanpa didasari dengan fisik yang kuat. Karena orang yang kuat lebih dicintai oleh Allah. Menjadikan diriuntuk tidak mendzalimi diri sendiri maupun orang lain serta bukan juga membatasi diri sebelum mencoba melakukannya untuk menjadi pribadi yang tangguh.Sekolah bukan hanya Pendidikan akademik semata yang hanya menggunakan nilai ijazah sebagai kebanggaan tetapi dimana kita menuju keharibaannya allah yang senantiasa berpendidikan dengan tidak menyimpang dari ajaran yang telah digariskan oleh Allah SWT.Pendidikan yang seharusnya ialah Pendidikan yang mampu membentuk karakter baik, aktif, dan kuat. Bukan hanya itu saja, Pendidikan yang sebenarnya ialah Pendidikan yang mendidik kita bagaimana cara kita berorganisasi, berlatih dalam kegiatan apapun yang sifatnya baik secara fisik maupun tidak, serta menjadikan Pendidikan sebagai wadah dalam berkomunitas yang menunjukkan kesaudaraan yang sangat kuat karena ukhuwah itu sudah terjalin dengan berjiwa korsa.Pendidikan bukan hanya seperti sekarang yang hanya berdiam dan bertanya semata. Melainkan Pendidikan harusnya dapat menanamkan nilai-nilai seperti kedisiplinan, beberapa pantangan yang menjadikan waktu sia-sia, serta kepribadian muslim yang harusnya diterapkan kepada siswa agar mereka belajar untuk mendapatkan pengalaman yang mengajarkan hikmah yang luar biasa.Jadi, Pendidikan yang harusnya diterapkan di Indonesia ialah Pendidikan militer yang berbasis nilai-nilai keagamaan yang diterapkan dalam perilaku sehari-hari. Anggap saja seperti Pendidikan yang diajarkan oleh Daarut Tauhid yang ada di Bandung. -
Beasiswa Mahaghora Beserta Biaya Kuliah Bagi Studi S1 da D3
Beasiswa Mahaghora Beserta Biaya Kuliah Bagi Studi S1 da D3 – Hallo sahabat Shalaazz, bagaimana kabarnya?
saya ada sedikit informasi, mengenai beasiswa untuk lulusan SMA/Sederajat.Kabar gembira bagi mereka yang memiliki niat kuat untuk melanjutkan kuliah D3 atau S1 namun terkendala keterbatasan finansial, Beasiswa Mahaghora kembali membuka pendaftaran Batch 2 untuk tahun 2018. Beasiswa ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial grup perusahaan Mahaghora yang berpusat di SurabayaBeasiswa ini menanggung biaya kuliah (pendaftaran dan uang kuliah) tetapi tidak mencakup biaya buku, praktikum,seminar, dan sebagainya. Selain biaya kuliah sampai lulus, para penerima beasiswa juga akan diberikan soft skill dan pengembangan diri sehingga setelah lulus, mereka tidak saja memiliki kompetensi akademis, namun juga karakter kuat untuk menghadapi kompetisi dunia kerja atau usaha.Ketentuan Umum:
- Khusus untuk pelajar SMA sederajat kelas 12 (akan lulus tahun 2019) atau yang telah lulus tahun 2017 dan 2018
- Dari keluarga tidak mampu (dengan surat keterangan Kelurahan dan Kartu Keluarga)
- Khusus bagi yang hendak kuliah di perguruan tinggi di Surabaya sesuai minatnya
- Pelamar boleh berasal dari seluruh Indonesia
- Memiliki prestasi akademis yang bagus dan aktif berorganisasi/sosial
Prosedur dan Batas Akhir Pendaftaran:
Pendaftaran dilakukan melalui online dengan login atau membuat akun terlebih dahulu di Laman Pendaftaran, selanjutnya ikuti saja petunjuknya dengan seksama. Pendaftaran ditutup tanggal 13 Oktober 2018.Penjelasan lebih rinci mengenai beasiswa ini bisa dibaca di situs resmi Beasiswa Mahagho
sumber : Infobeasiswa
Salam Hangat.
Dinda Eggi Shalaazz -
Nasib Guru Honorer di Indonesia, Memprihatinkan!
Banyak sekali kampus di Indonesia ini yang memfokuskan dirinya di bidang pendidikan. Namun, sayang sekali pendidik atau yang biasa disebut guru, bahkan tak mendapat pelayanan yang layak dari negara. Sebut saja guru honorer, guru yang belum sertifikasi atau masih baru mengajar. Guru honorer yang biasanya masih tergolong baru akan mendapatkan jam mengajar yang lumayan banyak. Apalagi jika mendekati kegiatan akreditasi. Guru bekerja mulai pagi sampai siang, kadang sampai sore tergantung tingkat pendidikan apa yang digelutinya.Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Seyogyanya seorang guru diberikan penghargaan yang layak atas kinerjanya. Mendidik satu orang peserta didik saja tidak mudah apalagi mendidik puluhan bahkan ratusan peserta didik. Ditambah lagi harus rela dengan honor yang tidak mencapai standart. Terkadang lebih tinggi honor OB (office boy) yang bekerja di kantor daripada seorang guru yang tugasnya mencerdaskan generasi bangsa. Di negara maju, guru sangatlah makmur dengan berbagai layanan yang disediakan negara.Di zaman yang serba canggih ini, bahkan guru terkadang masih mendapat perlakuan yang kurang beretika dari wali murid. Contohnya saja, ketika seorang murid tidak bisa mengerjakan soal atau mendapat nilai yang kurang baik maka orangtua atau wali murid dengan semena-mena menyalahkan guru. Padahal jatah pertemuan guru dengan muridnya lebih minim daripada orangtua murid itu sendiri. Sudah seharusnya negara memikirkan nasib guru terlebih guru honorer.Dimana arti, dimana makna bahwa guru adalah pahlawan negara. Jika yang terjadi malah sebaliknya. Ketika tak ada yang bisa dibanggakan dari pekerjaan menjadi guru maka yang dibutuhkan adalah nurani. Guru bukanlah pekerjaan, guru adalah ladang amal. Karena menjadi guru tidak hanya mengajar namun mendidik karakter anak, mengarahkan perilaku anak menjadi lebih baik lagi dan juga menyalurkan ilmu dengan kasih sayang tanpa adanya kekerasan.Indonesia memang masih terbilang negara berkembang, namun jika menteri pendidikan mau menengok sebentar saja, bagaimana kehidupan guru honorer maka sesaat saja makmurlah mereka. Tak hanya menteri pendidikan, namun juga orang nomor satu negeri ini. Jangan hanya berkuasa namun tak kuasa, jangan hanya menjadi namun tak terjadi. Tak terjadi apa yang pernah disosialisasikan saat belum menjadi. Lihatlah kami, kami guru honorer yang bahkan tak ada daya menuntut gaji dan sertifikasi. -
Motivasi : Setelah Tamat Sekolah, aku mau kemana?
Dari sebagian Murid di indonesia, yap. Hanya sebagian yang berpikir bahwa setelah tamat aku mau lanjut apa?Orang tua senang, jikalau anak mereka berpikir seperti itu. Kenapa? Berarti anaknya masih berpikir kedepan gimana prospek dirinya. Dari kecil, kita pengen jadi ini. Pengen jadi itu, bahkan pengen jadi yang terbaik dari semua yang kita inginkan.Apalagi anak SMA, yang sebentar lagi UN, dan tamat dari sekolahnya. Dari mereka semua mempunyai jalannya masing masing mau kemana dan harus apa?Berkeinginan dan punya tekad yang kuat adalah hal yang terbaik jika seseorang memiliki dua hal tersebut. Terlebih lagi mempunyai wawasan yang mampu mereka aplikasikan. Dalam artian, ilmunya tak cuma dipendam, tapi diberikan pada yang lainnya.Orang tua senang, jika mengetahui anaknya yang ingin melanjutkan ke sekolah yang jenjangnya lebih tinggi daripada sebelumnya.Mungkin sebagian dari mereka ada yang tak mampu dalam bidang MATERIAL.Tidak, material tak menjadi penghalang buat kamu untuk menempuh pendidikanmu, fisikmu juga tak menghalang buat kamu berkarya, dan siapapun kamu itu tak menjadi penghalang buat kamu mengejar cita cita yang kamu inginkan.Asal kita punya tekad yang besar, mempunyai semangat yang luar biasa. Insyaallah, Allah memberikan apa yang kamu butuhkan dan bukan apa yang kamu inginkan.Bicara tentang sekolah, apalagi anak SMA yang sudah mau tamat dari sekolah,pastinya punya pemikiran .”Setelah tamat ini,mau kemana aku?” Nah begitulah kalimat kecil yang mungkin sering di katakan anak SMA. Bertekad kuat demi masa depan yang cerah, atau mungkin sebagian ada yang berpikir “Setelah tamat sekolah ini, mending aku kerja. Daripada kuliah. Ngabisin uang orangtua. Kan siasia” . Bicara tentang perguruan, Nah, inilah salah satu sasaran anak SMA yang setelah tamat ingin menlajutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Mulai dari berkeinginan untuk mengejar cita-cita, dan itu kuliah. Dan terakhir bagaimana nanti rasanya menjadi Mahasiswa Baru yang baik,aktif,serta kreatif?. Nah, disini saya adalah Mahasiswa baru. Saya sudah dapatkan point, bagaimana menjadi Mahasiswa Baru yang baik. Catat pointnya!1. DISIPLINHal ini memang harus kita lakukan, apalagi buat kamu yang ingin menjadi mahasiswa terbaik dikelas.2. RAMAHNah, ini point penting dalam pergaulan. Kalo ga ramah, gimana mau dapat temen?3.RESPECT4. PERCAYA DIRIkamu harus percaya diri, yakini dirimu bahwa kamu bisa.5.DATANG TEPAT WAKTU.Jangan telat yah, waktumu bisa merubah masa depanmu. Semenit saja kamu telat, itu sudah bisa mengurangi wawasanmu. Ilmumu.Nah, itulah lima point yang mungkin berfaedah, jangan lupa share ya! “! -
Model Pembelajaran Berbasis Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Model Pembelajaran Berbasis Sentra Pendidikan Anak Usia Dini – Pendidikan anak usia dini atau yang biasa disebut dengan PAUD merupakan pendidikan dasar yang sangat penting bagi anak namun sering dikesampingkan. Keberadaan pendidikan anak usia dini memiliki kedudukan yang sangat vital dimana anak dapat mengeksplorasi minat, bakat serta kemampuan di bidang akademik maupun non-akademik. Dengan keberadaan pendidikan di tingkat ini, anak menjadi lebih terarah untuk siap diluncurkan ke pendidikan jenjang sekolah dasar. Setiap anak memiliki karakteristik dan watak masing-masing, tidak dapat begitu saja dilepaskan kedunia sekolah tanpa mengetahui dirinya seperti apa dan berpotensi dibidang apa.Keberadaan play grup, TK (Tanaman Kanak-kanak), KB (Kelompok Bermain), RA, TPA (Tempat Penitipan Anak), dan lain-lain sebagai lembaga pendidikan anak usia dini menjadi suatu hal yang tepat untuk memfokuskan anak terhadap potensi yang dimilikinya. Menjamurnya keberadaan lembaga tersebut di masyarakat diikuti oleh meningkatnya kesadaran orangtua terhadap pentingnya pendidikan usia dini untuk anak. Dalam lembaga tersebut anak dapat belajar sambil bermain, mulai belajar bernyanyi, menggerakan tangan untuk menulis dan mewarnai, hingga akhirnya anak-anak berlajar tentang berinteraksi dengan orang lain.Pembelajaran di lembaga PAUD umumnya masih menggunakan metode pembelajaran klasik. Hingga kini mulai diperkenalkan model pembelajaran berbasis sentra untuk memfokuskan anak pada minat, potensi serta kekuatannya terhadap bidang yang disukai. Model pembelajaran ini didasarkan pada kemampuan dan potensi setiap anak yang berbeda dan tidak mungkin disama-ratakan dalam satu kelas. Ada anak yang berpotensi di bidang alam, seni, agama dan lain-lain. Pembelajaran dengan mewajibkan anak untuk mengikuti suatu pelajaran yang telah ditentukan dirasa kurang efektif, karena anak yang tidak berminat akan mogok dan akhirnya menyebabkan anak tertinggal dengan temannya yang berbakat dibidang itu, sehingga akhirnya anak menjadi malas belajar. Dengan alasan yang demikian, maka para ahli melalui penelitian yang panjang mulai memperkenalkan model pembelajaran berbasis sentra.Model pembelajaran berbasis sentra merupakan pembelajaran dengan membebaskan anak memilih kelas manapun yang mereka inginkan setiap harinya. Model ini terdiri dari beberapa kelas, yaitu kelas sentra alam, sentra kreativitas (seni), sentra balok, sentra MTA, sentra bermain peran, sentra persiapan, dan juga sentra memasak. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai kelas berbasis sentra yang disediakan:1. Sentra alam
Sentra alam merupakan nuansa pembelajaran yang difokuskan pada kegiatan bermain menggunakan media yang berasal dari alam. Contohnya: menanam biji kacang hijau, mewarnai dengan menggunakan bahan alam seperti kunyit, menghitung jumlah gambar burung dan menyebutkan habitatnya, menghitung jumlah kura-kura, menyebutkan habitatnya dan lain sebagainya. Anak yang menyukai hal-hal yang berbau alam dapat memilih kelas ini dalam satu hari dan bahkan hari-hari selanjutnya.2. Sentra kreativitas (seni)
Sentra kreativitas (seni) merupakan ruang lingkup pembelajaran yang dibagi menjadi seni tari, seni musik, seni kriya atau seni pahat. Penyediaan seni ini didasarkan pada kemampuan penyelenggara pendidikan anak usia dini. Disarankan terdapat minimal dua seni yang diajarkan, yaitu seni musik dan seni kria. Seni musik meliputi bernyanyi dan memainkan marching band ataupun drum band. Sedangkan seni kriya dapat berupa menganyam, mengambar, membuat bunga dari kertas.3. Sentra balok
Sentra balok memfasilitasi anak dalam mengetahui lebih dalam mengenai bentuk, ukuran, keterkaitan bentuk, ketelitian serta kreativitas. Bermain sentra balok ini misalnya bermain lego, puzzle, dan juga menyusun sebuah bangunan.4. Sentra IMTAQ
Sentra IMTAQ difokuskan untuk mengenalkan kehidupan beragama kepada anak sesuai dengan agama yang dianutnya. Misalnya dengan mengenalkan doa-doa, etika, tata cara beribadah, atribut agama, tempat beribadah dan juga sikap saling menghormati antar agama.5. Sentra bermain peran
Sentra bermain peran dibagi kedalam dua sub kelas, yaitu sentra berman peran mikro dan sentra bermain peran makro. Sentra bermain peran mikro mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, sosial-emosional, menyambungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru yang didapatkan dengan menggunakan alat main peran berskala kecil. Alat bermain peran mikro terebut misalnya: miniature mainan, mainan mini alat kedokteran, mainan mini alat transportasi dan lain sebagainya.Sedangkan sentra bermain peran makro lebih berpusat untuk mengembangkan kemampuan mengenal lingkungan sosial, mengembangkan kemampuan bahasa serta kematangan emosi dengan menggunakan alat main yang sesuai dengan ukuran yang sebenarnya. Alat bermain peran makro tersebut misalnya: mainan untuk dokter-dokteran, mainan untuk pasar-pasaran, mainan untuk rumah-rumahan dan lain sebagainya.6. Sentra persiapan
Sentra persiapan lebih menekankan pada pengenalan awal terhadap akademik anak. Kegiatan ini meliputi pengenalan buku, alat tulis, dan lain sebagainya. Frekuensi kelas ini didominasi oleh anak yang segera masuk ke jenjang sekolah dasar. Hal itu disebabkan pada sentra ini diisi kegiatan yang diperkaya jenis permainannya.7. Sentra memasak
Sentra memasak ini diisi dengan kegiatan bagi anak untuk mengenal bahan makanan dan proses pembuatan makanan yang menyenagkan. Disentra memasak anak belajar konsep matematika, sains, alam dan sosial sehingga menunjang perkembangan sosial-emosional , bahasa, motorik dan kognitif.Model-model pendidikan berbasis sentra diatas sangat penting untuk menunjang eksplorasi kemampuan anak. Diharapkan anak dengan karakteristik dan potensi yang berbeda dapat mematangkan potensi masing-masing tanpa ada yang merasa tertinggal karena merasakan kesulitan. Dengan adanya metode ini, diharapkan pula anak siap untuk dilepas kejenjang sekolah dasar (Ind). -
Ternyata Begini Kehidupan Pasca Sarjana, Serem gak Yah?
September adalah momen wisuda yang banyak diselenggarakan di berbagai kampus. 3 tahun, 4 tahun bahkan lebih dalam menjalani proses perkuliahan untuk mewujudkan impian memakai toga. Kesenangan memang hanya dirasakan sesaat.Para wisudawan sudah tidak asing dengan statement “Welcome To The Jungle”. Dunia pasca perkuliahan adalah dunia sebenarnya untuk berproses dalam kehidupan.
Ternyata Begini Kehidupan Pasca Sarjana, Serem Gak Ya? – Apapun yang dikerjakan saat pasca sarjana itu pilihan hidup. Kita tidak boleh ikut campur pilihan pribadi apalagi menghakiminya. Banyak sarjana yang jadi pengacara (pengangguran banyak acara). Hal ini bukanlah hina karena masih hidup produktif. Pilih kerja, lanjut studi, nikah, berwirausaha dan lainnya memang harus timbul dari diri sendiri. Bukan paksaan dari orang lain yang justru akan menjadi ancaman pada diri sendiri.Lakukan hal positif bagi pribadi dan lingkungan sekitar. Jika ada istilah kerja di luar jurusan, selagi itu berdampak positif tidak masalah. Saya pribadi beranggapan bahwa para sarjana yang bekerja atau mengabdi sesuai dengan disiplin ilmunya, maka akan lebih bermanfaat. Alasannya karena ilmu yang semakin diaplikasikan akan semakin berkah.Masalah tempat kerja juga tidak perlu dipermasalahkan. Jika memang ingin membangun tempat lahir melalui sarjananya, silahkan merantau jauh untuk menimba ilmu bahkan sampai benua lain tidak masalah. Jika sudah siap nikah secara lahir dan batin, segerakan juga agar ada dua pemikiran untuk merancang misi ke depan demi mewujudkan visi hidup.Apapun pilihan kehidupan pasca sarjana tidak dipermasalahkan, asalkan positif dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Ingat, bahwa gelar adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan.



















