Category: motivasi pendidikan

  • Semangat Berkarya Tanpa Kenal Gender-Motivasi Berkarya

    [MOTIVASI]-Semangat Berkarya Tanpa Kenal Gender

    [MOTIVASI]-Semangat Berkarya Tanpa Kenal Gender  – Terkadang diri pribadi membutuhkan niat yang kuat untuk mencapai impian masa depannya. Terkadang diri pribadi begitu nervous berada di depan banyak orang dan hati semakin berdebar-debar. Namun, hal itulah yang menjadi tantangan untuk maju terus pantang mundur. Lalu, bagaimanakah caranya agar teman-teman semangat berkarya? Dan hal-hal tersebut dapat dihilangkan? Simak jawabannya di bawah ini ya!

    Motivasi Berkarya:

    1. Tunjukkanlah yang terbaik mengenai dirimu.

    Esensi teman-teman untuk tampil karena apa? Tanyakan pada hati. Mampukkah melebihi apa yang ditampilkan teman-teman. Kuatkan dan tekadkan hatimu kalau dirimu bisa melakukannya. Tentunya, niat ini tidak bisa tanpa support orang-orang yang disekelilingmu. Baca juga: Menyulut Sikap Percaya Diri Pada Remaja

    2. Semangat berkarya tanpa mengenal batas

    walaupun dalam keadaan terbatas. Bukankah kesetaraan gender sudah dipublikasikan agar bisa bersaing di dunia yang semakin mengglobal saat ini? Bukankah teman-teman berhak mendapatkan akses dan kesempatan yang setara dalam masyarakat?

    3. Motivasi dari Buku ON Jamil Azzaini

    Menurut Bukunya Jamil Azzaini dalam judul ON dijelaskan kalau kita harus memiliki 4 ON untuk semangat berkarya dan hal-hal yang tidak diinginkan agar tidak terjadi. Yaitu pertama, tentukanlah vision teman-teman. Tuliskan dalam selembar kertas sampai 100 target. Lalu tempelkan di tempat yang bisa dilihat.

    Agar ketika semangat memudar kembali berkobar-kobar berkarya. Kedua, lakukanlah action untuk mewujudkan vision itu. Tempatkan sesuai dengan prioritasnya. Ketiga, gunakanlah sesuai dengan passion teman-teman agar melakukan apapun dengan kebahagiaan tanpa paksaan. Keempat, collaboraton bersama orang-orang yang dapat mewujudkan ketiga hal tadi. Agar teman-teman ikut ketularan dengan kesuksesan tersebut.

    Bersabar dan Nikmati Prosesnya. Motivasi Berkarya.

    Namun, ketika teman-teman sudah mewujudkan hal itu bersabarlah dan nikmati prosesnya. Jangan mau yang ditawarkan dengan instan-instan. Ibaratnya pohon kelapa untuk mendapatkan saripatinya saja membutuhkan banyak tahap panjang. Begitu pula kehidupan untuk menjadikan orang hebat teman-teman harus mengalami proses jatuh-bangun. Untuk hidup yang lebih bermartabat diperlukan rasa sakit, tak nyaman, hinaan, dan derita tanpa diundang.

    Sebagai manusia yang dikaruniai akal dan banyak kesempurnaan. Alangkah indahnya ketika sendi-sendi ini digerakkan bukan untuk stagnan. Berani melakukan perjalanan serta tidak puas dengan apa yang kita miliki. Karena kebaikan dalam berkarya tak ada batasannya dan menjaga wawasan yang baru. Teruslah berusaha untuk bangkit karena berani gagal itu baik. Kegagalanlah yang akan membawamu ke gerbang kesuksesan.
  • Sebenarnya Apa Tujuan Belajar? Simak Ulasan Lengkapnya

    Sebenarnya Apa Tujuan Belajar?

    Sebenarnya Apa Tujuan Belajar? – Belajar. Pasti setiap orang pernah melakukan yang namanya “Belajar”. Belajar mengaji, belajar bahasa, belajar matematika, dan belajar-belajar pengetahuan lainnya yang ada di dunia ini. Belajar memiliki definisi yang beragam. Tapi satu. iIntinya, belajar adalah suatu kegiatan memperkaya pengetahuan diri sendiri, yang nantinya dapat digunakan untuk kebaikan sesama maupun diri sendiri. Sedangkan menurut KBBI sendiri, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

    Baca juga: 4 Tips Belajar Efektif

    Perlunya Strategi yang Edektif dalam Belajar

    Belajar tidak terpaku harus dilakukan di sekolah atau tempat-tempat lembaga pendidikan sejenis lainnya. Belajar bisa dilakukan di taman, perpustakaan, atau di rumah sekalipun. Karena hakikatnya, belajar bukanlah perihal tempat duduk dimana kita berada, tapi belajar adalah perihal ilmu yang kita pelajari, dan bagaimana kita menyiapkan strategi atau persiapan agar dapat membuat ilmu itu berguna dan bermanfaat.
    Waktu belajar juga tidak harus terpaku sekian jam, sekian menit, atau sekian detik. Belajar dapat dilakukan kapanpun saat kita mau. Tetapi, lebih baik selagi ada waktu teruslah untuk belajar. Karena dengan belajar kita tidak akan merugi, dan dengan belajar kita memiliki bekal untuk berbagi.
    Umur, sejatinya tidak menghalangi seseorang untuk terus belajar. Ada seorang nenek di Jepang, bernama Masako Wakamiya berusia 82 tahun yang mempelajari ilmu koding. Mengapa ia mempelajari itu? Itu semua berawal dari permintaan nenek yang pensiun sebagai pegawai bank ini, yang meminta beberapa developer untuk dibuatkan game untuk para manula. Karena tidak ada yang tertarik untuk memenuhi permintaannya, lalu nenek Wakamiya mengambil keputusan untuk membuat sendiri game tersebut. Sebuah keputusan yang terlihat seperti tidak mungkin bisa dilakukan oleh seorang nenek berusia 82 tahun. Tapi kenyataannya, tidak seperti yang diperkirakan.

    Alasan Kuat Mengapa Kalian Harus Belajar

    Namun, hal yang masih menjadi tanda tanya sekarang adalah, mengapa kita harus belajar? Dan apakah belajar itu dapat berguna untuk kehidupan kita? Sebetulnya, semua pertanyaan tersebut dapat terjawab ketika kita mau untuk mencoba memulai belajar. Mungkin sebelumnya terpaksa. Tapi dari keterpaksaan itulah, nantinya akan timbul rasa “candu”, yang kemudian akan menjadi suatu kebiasaan yang sulit untuk dilepas. Tujuan belajar intinya adalah supaya kita mengenal ilmu, supaya kita bisa untuk melakukan, dan menciptakan sesuatu. Yang dimana dari melakukan dan menciptakan sesuatu inilah, nantinya bisa berguna untuk menjadi ladang kebaikan untuk diri kita pribadi maupun orang lain. Berguna atau tidak untuk kehidupan kita? Tentunya berguna sekali.
    Seperti misalnya ilmu matematika. Tanpa perhitungan matematika, mungkin pakaian yang kita pakai saat ini tidak akan jelas ukurannya. Begitu pula dengan rumah. Tanpa perhitungan yang benar, rumahpun bisa berbentuk tak teratur dan tentunya tak enak untuk dipandang. Selain itu, ada juga ilmu agama. Agama berperan penting sekali dalam kehidupan kita. Bagaimana tidak? Dunia pada hakikatnya adalah tempat kita mengumpulkan bekal untuk kembali ke kampung akhirat nanti. Tanpa ilmu agama, hidup kita bisa saja sia-sia karena tak memiliki pedoman yang jelas. Jadi, yakin masih enggan untuk belajar?
  • Kenapa Kita Harus Belajar? Ini Dia Alasannya

    Kenapa Kita Harus Belajar? Ini Dia Alasannya

    Kenapa  Kita Harus Belajar? Ini Dia Alasannya – Halo sobat Shalaazz, Belajar menurut KBBI adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, belajar sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menambah wawasan, seperti membaca, menulis, bahkan jalan-jalan juga merupakan belajar dalam bentuk eksplorasi.  

    Belajar juga merupakan suatu proses untuk menjadi lebih baik, banyak yang didapat dengan belajar contoh yang ada disekeliling kita adalah “Berubah” kenapa berubah? Ya, karena setelah kita belajar kita mampu berubah dari yang awalnya tidak bisa menjadi bisa.  

    Belajar bukan hanya mengenai buku dan sekolah, belajar juga mengenai apa yang seharusnya dilakukan setelah adanya kesalahan. Musuh dari belajar adalah “Malas”. Ada banyak cara mengatasi rasa malas, berikut 3 cara mengatasi rasa malas.  

    Cara Mengatasi Rasa Malas

    1. Membuat target dan solusi.

    Jika sobat Shalaazz memiliki target yang jelas niscaya tidak akan punya rasa malas. Contoh: target saya tahun ini: “Lolos SBMPTN” nah solusinya bagaimana saya harus rajin mengerjakan soal-soal yang akan keluar nanti, dan mencari informasi dari sumber-sumber yang mengenai SBMPTN.  

    Baca Juga: Perkuat Semangat Belajar dengan Tekad! | Motivation

    2. Punisshment dan perjanjian.

    Harus mempunyai yang namanya punishment atau hukuman dan disertakan perjanjian. Manusia itu akan bergerak karena takut hukuman yang sudah dilandasi dengan perjanjian. Contohnya siswi di sekolah akan menaati gurunya jika tidak mereka akan mendapatkan hukuman.  

    3. Reward

    Siapa yang tidak mengetahui reward, semua manusia paling menyukai reward dan ini bisa menjadi bahan acuan kita untuk bisa action sesuai target. Dilain 3 hal tersebut yang terpenting dalam mengatasi rasa malas harus ada niat dan iktikad mau berubah.   Selain itu diperlukannya dukungan orang tua atau orang sekitar untuk membantu mengurangi rasa malas dan berubah menjadi lebih baik.

    Banyak yang mengira menjadi lebih baik itu mudah dengan mengubah hari ini agar tak seperti hari kemarin.   Tetapi lain halnya untuk mereka yang memiliki rasa malas.   Jadi, mari tumbuhkan rasa semangatmu karena dunia ini butuh mereka yang bersemangat bukan mereka yang pemalas.   Itulah beberapa alasan kenapa harus belajar. Ayo belajar dan rubah hidupmu!  

  • 4 Cara Cepat Melatih Kemampuan Tes Bakat Skolastik

    4 Cara Cepat Melatih Kemampuan Tes Bakat Skolastik
    4 Cara Cepat Melatih Kemampuan Tes Bakat Skolastik
    4 Cara Cepat Melatih Kemampuan Tes Bakat Skolastik – Tahukah sobat shalaazz? Tes potensi skolastik merupakan salah satu materi tes yang akan di ujikan saat SBMPTN 2019 nanti. Penasaran bagaimana cara melatihnya? Yuk, di baca sampai habis.

    1. Kembangkan Kemampuan Kamu Dalam Membaca

    Nah, untuk mengembangkan kemampuan ini bisa kamu lakukan dengan banyak membaca. Bacaan yang bisa kamu pilih bisa berupa artikel di koran atau di majalah, lalu kamu bisa membuat rangkumannya. Atau bisa juga dengan membaca artikel-artikel menarik lalu memilih mendiskusikannya dengan teman-teman kamu.

    2. Latih Kemampuan Berhitung Kamu

    Tentu saja, kamu bisa melatih kemampuan berhitung dengan membaca dan menganalisis grafik atau tabel angka dan juga mengerjakan teka-teki matematika. Pasti mengasyikkan.

    3. Melatih Kemampuan Inductive Reasoning  ( Penalaran Induktif )

    Inductive Reasoning merupakan kemampuan menangkap pola dari berbagai informasi yang acak. Cara melatihnya, kamu bisa mulai sering mengerjakan teka-teki silang atau membuat kesimpulan dari data rapot kamu.

    4. Melatih Kemampuan Deductive Reasoning ( Penalaran Deduktif )

    Deductive Reasoning merupakan bernalar yang logis dengan menggunakan fakta untuk memecahkan masalah. Kemampuan ini bisa kamu latih dengan banyak bermain puzzle dan mengamati hal di sekitar kamu secara mendetail.
    Bagi kamu pejuang SBMPTN, update terus kabar terbaru dan jangan lupa berdo’a. Optimalkan waktu sebaik mungkin untuk membahas soal-soal tahun kemarin. Kamu pasti bisa!
    Itulah 4 Cara Cepat Melatih Kemampuan Tes Bakat Skolastik yang wajib kamu tahu. Pantengin Shalaazz terus ya sobat, sampai ketemu di artikel selanjutnya.
  • Waktu Menjadi Aset Berharga Dalam Kehidupan

    Waktu Menjadi Aset Berharga Dalam Kehidupan



    Waktu Menjadi Aset Berharga Dalam Kehidupan – Menurut orang jepang waktu adalah uang . Bisa dikatakan itu sebuah semboyan lama yang sangat dikenal sepanjang masa. Memang benar adanya waktu menjadi sesuatu berharga dalam setiap aktivitas yang kita jalani. Karena begitu pentingnya waktu, lebih baik anda membuat suatu deadline dalam pekerjaan anda, agar pekerjaan tersebut dapat selesai tepat waktu dan memuaskan. Sobat, tentunya Anda akan memahami bahwa aset yang paling berharga adalah waktu Anda.Jadi Buatlah hidup Anda lebih bermakna dengan memanfaatkan waktu secara optimal.

    Memaksimalkan waktu secara optimal bermakna bahwa Anda mampu meraih tujuan bernilai tinggi secara cepat dan tepat serta efisien. Anda harus tahu bahwa aset yang paling berharga adalah waktu, jangan sia-siakan waktu untuk hal yang tidak berguna atau untuk produktivitas yang rendah, karena itu hanya membuang waktu yang berharga anda saja. 

    Gunakan waktu secara optimal agar anda mendapatkan produktivitas yang tinggi sehingga akan meningkatkan kualitas hidup anda sendiri. Hal yang paling tak mungkin anda raih kembali adalah waktu yang telah terlewati.
    Entah mengapa sebabnya  banyak orang-orang yang membuang waktu mereka di masa muda hanya untuk bersenang-senang tanpa memikirkan risiko yang akan di tanggung mereka sendiri nantinya. Bisa dikatakan waktu mereka dibuang untuk sesuatu hal yang tidak berguna. 

    Alangkah baiknya, seseorang bisa  memaksimalkan waktu yang baik dari sekarang hingga akhirnya kita mengerti sendiri bahwa waktu itu sangat berharga.  Setiap orang pasti menginginkan kesuksesan. Kesuksesan itu tak segampang yang dipikirkan. Inti dari sebuah kesuksesan hanyalah jangan menjadi orang yang terus hanya mengeluh dalam hidup nya, coba lah jadi yang terbaik dengan belajar dari orang-orang yang terbaik maka hidup akan lebih berarti.

    Manusia diciptakan sebagai makhluk yang memiliki kemampuan lebih dibanding makhluk lainnya. Ditambah manusia diciptakan dengan di beri indera lengkap ketika lahir. Oleh sebab itu, manusia seharusnya bisa memanfaatkan waktu yang diberikan oleh Tuhan dengan optimal. 

    Kita harus menyadarinya bahwa Tuhan hanya memberikan waktu yang sedikit untuk kita, maka kita harusnya dapat menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Raihlah impian mu selagi masih bisa terwujud dan menikmati kebersamaan selagi masih ada. Tiap manusia pasti sering ada perasaan menyesal dan menyesal itu hanya karena masalah waktu saja.

    Penyesalan akan datang dibelakang saat manusia mulai menyadari bahwa tidak mampu memanfaatkan waktu dengan hal yang berguna. Penyesalan yang akan membuat Anda kecewa dan hanya meratapi nasib saja. Untuk menghindari penyesalan tersebut, Anda harus bisa membuat perencanaan dalam menjalani kehidupan. 

    Perencanaan dengan pemikiran yang matang untuk menuju perubahan yang lebih baik. Seseorang bisa berubah ke arah yang lebih baik dengan cara bisa memanfaatkan waktu secara efisien.
  • Yuk Jadi Penulis yang Bermanfaat Bagi Pendidikan

    Yuk Jadi Penulis yang Bermanfaat Bagi Pendidikan
    Yuk jadi penulis yang bermanfaat bagi pendidikan – Menurut Wikipedia, penulis adalah sebutan bagi orang yang melakukan pekerjaan menulis atau menciptakan suatu karya tulis.
    Penulis itu melakukan kegiatan menulis yang nantinya akan menghasilkan sebuah tulisan. Penulis dapat melakukan berbagai hal yang dapat menunjang mutu dan kualitas tulisannya.  Seperti riset, tanya jawab dengan orang lain , membaca referensi, bahkan mengagumi penulis lain dari berbagai macam karyanya. Dan di zaman sekarang ini banyak dari penulis termotivasi dari penulis handal lainnya. Maka bisa dikatakan penulis adalah seseorang yang berkarya dengan hati yang ikhlas, demi sebuah ilmu untuk semua orang.
    Karya penulis bisa berupa  seperti; makalah, artikel, opini, sastra atau fiksi (termasuk prosa, novel, cerpen, puisi). Sedangkam melalui media yaitu;
    1. media cetak:buku, majalah, koran, tabloid dan sebagainya
    2. media on-line/internet: (website, blog, media jejaring sosial: facebook, twitter, dan sebagainya
    Mengulas dunia literasi yang sangat erat kaitannya dengan membaca dan menulis. Literasi membuka wawasan setiap orang. Tanpa perlu uang yang banyak, kita bisa berkeliling dunia dengan satu cara yaitu membaca. bacaan yang kita baca itu tumbuh karena penulis. Tak perlu mencari orang yang bisa diajak ngobrol, dengan menulis kita bisa tuangkan ide luar biasa sesuka hati.
    Membaca memang dapat dilakukan oleh hampir seluruh orang yang ada di dunia. Tapi untuk menulis?  Beberapa orang mengatakan, menulis bisa jadi bakat, kebiasaan, pekerjaan, dan lainnya. Maka dari itu, kita sebagai generasi muda harus mulai berpartisipasi dalam bidang pendidikan.
    Karena mungkin sebagian kita bukan orang dengan kekayaan melimpah yang bisa berbagi untuk misi pendidikan, bagaiana kalau kita mulai berpartisipasi dengan cara yang lebih mudah. Caranya? Menulis lah! Karena jika tulisan kita bisa dibaca beberapa orang saja. Bukankah sama halnya dengan berbagi ilmu? Dan tandanya tanpa kita sadari kita telah menjadi orang yang bermanfaat.
    Yang tadinya tidak tahu mengenai apa apa  menjadi tahu. Mulai sekarang yuk jadi penulis yang bermanfaat bagi dunia pendidikan!
  • Motivasi : Mengantarkan Menjadi Manusia Beradab

    Motivasi : Mengantarkan Menjadi Manusia Beradab
    Motivasi : Mengantarkan Menjadi Manusia Beradab – Peristiwa dimana mengingat masa lalu yang dijadikan pelajaran. Peristiwa yang menjadi bagian terpenting bagi generasi muda. Tetapi, terkadang mudah untuk dilupakan. Ada saatnya sejarah membutuhkan sebuah waktu untuk berevolusi maupun hibernasi. Lihat konteks sejarah yang ada di Indonesia.
    Pengelabuan dalam catatan sejarah membuat seseorang tidak terkoordinir jelas. Wacana fikih dan wacana keagamaan harusnya lebih bersifat pragmatis yang mana pendidikan ditingkatkan dalam tingkat masyarakat yang awam dan mendorong ke arah perilaku yang benar. Untuk mengajarkan ke sekolah-sekolah yang standar dan memberikan keputusan akan nasihat dalam topik-topik masalah yang dihadapi.
    Ketokohan akan pendidikan dilihat dari keluasan hubungannya. Dengan siapa saja berhubungan dan berinteraksi menunjukkan dimana posisinya berada. Sementara pada umumnya orang beranggapan yang menjadi pelopor perubahan ialah politik. Padahal “tokoh” dan “pelopor” bisa menjadi bagian dari pendidikan yang berwawasan sejarah.
    Menjadikan sejarah sebagai gerbang awal kependidikan. Konteks pendidikan pesantren di Indonesia. Dunia pesantren yang dulu menghilang karena pembungkaman catatan sejarah yang menghilangkan jejak dari pesantren. Sekarang, pesantren kembali hadir di tengah-tengah generasi milenial. Bila sebelumnya pesantren hanya mengajarkan Bahasa Arab,Kitab-kitab kuning,dan pelajaran yang dianggap tabu, antara lain: baca tulis huruf latin, pidato, berorganisasi. 
    Kini, pesantren menarik perhatian dikala ada penguatan tauhid dengan segala tadabbur alamnya, pengetahuan umum yang melebihi universitas, keseruan-keseruan lainnya tidak akan didapat tanpa adanya sebuah kedisplinan, pengembangan diri, kejungjungan akan adanya moral yang lebih baik. Semua itulah yang memelopori adanya integrasi ilmu pengetahuan. Orang tersebut ialah Hasyim Asy’ari sang pembaharu pesantren.
    Pendidikan mencari keberkahan bukan kecerdasan semata yang ditanamkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 saja melainkan menanamkan keindahan nilai-nilai islam dalam kesehariannya. Bukankah ilmu yang baik itu ialah yang mengantarkan menuju salamnya Allah SWT baik dunia maupun akhirat? Bukankah ilmu pendidikan itu lahir dari adanya sebuah adab untuk mentaati orang-orang yang berilmu? Percuma hanya transfer ilmu kalau dunia tidak mengajarkan menjadi manusia beradab.
  • 10 Tips JItu Melatih Fokus Saat Belajar Sendirian

    10 Tips Jitu Melatih Fokus Saat Belajar Sendirian – Gagal fokus saat belajar karena mikirin doi? Kayanya kamu butuh air putih nih, hehe. Banyak pelajar yang mengeluhkan masalah fokus saat belajar. Mungkin kamu bagian dari mereka? Boleh nih coba tips berikut:

    1. Memulai pembelajaran dengan berdo’a.

    Paling penting nih sob. Jangan lupa berdo’a, agar kamu diberikan kemudahan dalam memahami materi.

    2. Merapikan meja belajar

    merapikan meja belajar
    Kamu pasti suka dong dengan keindahan? Nah, kebersihan dan kerapian meja belajar menjadi hal wajib nih untuk memacu mood belajar kamu. Kamu tentu jenuh bukan belajar dengan kondisi meja yang berantakan?
    Usahakan untuk tidak belajar ditempat tidur ya sob. Jika kamu menganggap belajar ditempat tidur akan lebih santai, emang sih. Tapi, saking santai nya jadi ketiduran.
    Pastikan kamu merasa senyaman mungkin dengan suasana belajar kamu ya.

    3. Menjauhkan benda pengganggu, gadget termasuk ya.

    jauhkan gedget
    Siapa nih yang suka ngecek notifikasi setiap menit? Kenapa ya kita suka candu sama gadget sampai kadang lupa waktu? Biasanya hal mendasar yang menjadi alasan kamu menggunakan gadget saat belajar untuk memanfaatkan internet sebagai ladang informasi bukan? Namun, faktanya kamu justru nyasar ke sosial media dan stay di sana. Pernah gak? Kalau pernah, kayanya sekarang kamu harus ubah deh kebiasaan itu. Kamu bisa me-nonaktifkan handphone saat pembelajaran akan kamu mulai.

    4. Mengkondisikan perut. Tidak dalam keadaan lapar maupun terlalu kenyang.

    lapar
    Kalau cacing di perut pada demo, apa iya kamu bisa fokus? Makan dulu deh sob, tapi jangan sampai terlampau kekenyangan ya.

    5. Istrihat cukup

    Jangan sampai di jamnya belajar kamu ngantuk ya sob. Don’t  forget siapin waktu tersendiri untuk istirahat.

    6. Memilih waktu yang cocok, yang kamu banget.

    waktu
    Sebagian orang akan senang belajar di malam hari, sebagian lagi memilih di pagi hari. Gak salah kok belajar pagi atau malam. Yang salah itu kalau gak belajar, hehe.

    7. Beri batasan waktu belajar

    10 Tips JItu Melatih Fokus Saat Belajar Sendirian
    Hal ini akan membuat kamu lebih tertib. Kamu jadi punya target dalam belajar. Bisa atur sesuai selera nih.

    8. Mempelajari hal yang mudah

    Mempelajari hal yang mudah
    Saat memulai pembelajaran, jangan hancurkan mood belajar dengan membuka materi yang sulit -dan memungkinkan kamu stres- duluan. Kaya kata Kotak, pelan-pelan saja.

    9. Berinovasi dengan metode belajar

    10 Tips JItu Melatih Fokus Saat Belajar Sendirian
    Kamu bisa coba memahami materi lewat gambar, video ataupun film, audio, cerita atau semacamnya agar kamu tidak jenuh dengan cara belajar yang itu itu saja. Hal ini diyakini mampu memacu semangat belajar kamu.

    10. Menuliskan pencapaian

    pencapaian
    Boleh di catat, dimana saja. Mampu tidaknya kamu berkonsentrasi, mampu tidaknya kamu dalam memahami materi, memenuhi target kah kamu? Ya, boleh di coba. Untuk merangsang kamu mengevaluasi pembelajaran kedepannya.
    Sekian dulu sob tips kali ini. Makan permen sampai ke pelosok, eh sakit gigi. Sampai jumpa besok, tips selanjutnya bakal balik lagi.
  • Renungan Bahwa Motivator terbaik adalah dirimu sendiri

    Renungan Bahwa Motivator terbaik adalah dirimu sendiri



    Renungan Bahwa Motivator terbaik adalah dirimu sendiri – Halo Orang-orang sukses! Motivasi adalah sebuah dorongan semangat atau perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Artinya, dalam hidup ini kita akan selalu membutuhkan motivasi untuk melakukan berbagai hal dalam mencapai tujuan-tujuan kita.
    Motivasi terbagi bermacam-macam bentuknya, ada orang yang semangat dan termotivasi karena uang, ada juga karena pujian, ada juga yang memang ingin berbagi manfaat dan kebaikan. Bisa juga orang termotivasi karena ingin mengikuti langkah pencapaian seseorang yang dia sukai misalnya ingin seperti Mark Zuckerberg.
    Biasanya, orang yang selalu termotivasi akan terus menerus berusaha melangkah bahkan berlari untuk mengejar cita-citanya. Sayangnya ternyata motivasi terkadang tidak hadir dalam diri kita. Akhirnya timbulah hal-hal negatif pada kehidupan sehari-hari, seperti rasa malas, sedih, takut, merasa tidak sanggup dan berbagai hal negatif lainnya. Sehingga kita membutuhkan Motivator dalam hidup kita.
    Selama ini kita mengenal berbagai motivator yang bisa menimbulkan semangat motivasi dalam diri dengan berbagai semiar dan trainingnya. Pertanyaannya berapa lama motivasinya akan timbul dalam diri kita? Apakah selamanya? Hanya sesaat bukan. Nah, lalu siapakah Motivator terbaik yang akan selalu bisa memotivasi kita setiap saat?
    Kalau sedang galau, misalnya karena cinta, biasanya apa yang dilakukan? Tanpa sadar, biasanya kita akan mencari motivasi dari berbagai motivator disekeliling kita. Ada yang curhat dengan teman dan berharap mendapatkan solusi, ada juga yang curhat di twitter dengan berharap ada yang memperhatikan. Ketika kita bertemu dengan teman kita, kemudian curhat menceritakan perasaan galau dan gundah gulana kita kepadanya. Kemudian teman kita biasanya akan tiba-tiba bijaksana dan berkata, “Sudahlah, gue yakin lo pantes dapetin yang lebih baik”. Kemudian tiba-tiba timbul motivasi dan semangat untuk move on.
    Ketika selesai curhat, biasanya ada perasaan lega. Tapi tentunya, teman kita tidak bisa selamanya hadir disamping kita. Ketika dia pulang atau berpisah dengan kita. Apakah motivasi itu tetap hidup? Ternyata mulai meredup dan menghilang, akhirnya galau lagi. Karena ingin mendapat perasaan lega lagi, biasanya curhat berlanjut di telpon. Selesai telponan, perasaan kembali lega. Satu menit dua menit, sepuluh menit, perasaan galau kembali muncul. Akhirnya berbagai cara kita lakukan untuk mendapat motivasi dari teman kita itu dan tetap tidak membuat hati kita benar-benar tenang. Justru malah membuat kita addicted untuk terus curhat melebar kemana-mana, tapi tidak benar-benar memberikan solusi.
    Maka, kalau kita hanya mengandalkan motivasi dari luar, sedangkan diri kita masih galau itu hanya akan mampu memotivasi kita beberapa saat saja. Namun jika motivasi itu benar-benar kita munculkan dari dalam diri sendiri. Maka kapanpun kita sedih, galau, gundah, kita bisa memotivasi diri kita kapanpun kita mau. Karena Motivator Terbaik adalah Diri Kita Sendiri.
  • Siapa Pahlawan Pendidikan Perempuan Indonesia?

    Siapa Pahlawan Pendidikan Perempuan Indonesia?
    Siapa Pahlawan Pendidikan Perempuan Indonesia? – Desember adalah bulan bersejarah bagi kaum perempuan. Mengapa ? karena ada satu tanggal istimewa di bulan Desember yaitu tanggal 22 Desember yang dikenal sebagai hari ibu. Bicara mengenai hari ibu kali ini akan membahas tentang ibu bagi pendidikan Indonesia. Selama ini kita semua mengenal R.A. Kartini sebagai pahlawan pendidikan di Indonesia, namun perlu sobat ketahui bahwa pahlawan pendidikan perempuan Indonesia tidak hanya beliau masih banyak yang lainnya yang perlu diketahui. Kesempatan kali ini akan dibahas mengenai salah satu tokoh pahlawan nasional Indonesia yang sama – sama berjuang dalam pendidikan yaitu Dewi Sartika.
    Dewi Sartika merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang bergerak dalam bidang pendidikan. Dewi Sartika lahir di Tasikmalaya 4 Desember 1884, dari pasangan Raden Somanagara dan Nyi Raden Raja Permas. Dewi Sartika kecil sudah nampak bakat untuk menjadi seorang guru. Ketika ayahnya meninggal Dewi Sartika diasuh oleh pamannya. Selama bersama pamannya, ia belajar pendidikan sunda. Tahun 1989, Dewi Sartika pindah dari Cicalengka ke Bandung.
    Dewi Sartika memulai menularkan ilmunya pada usia 18 tahun. Ia mendirikan sekolah pada tahun 1904 yang diberi nama Saloka Isteri atau Saloka Perempuan, seiring pberjalannya waktu dan semakin berkembangnya sekolah tersebut, kemudian diubah namanya menjadi Saloka Keutamaan Isteri. Sekolah tersebut mengajarkan berhitung, membaca, menulis, menjahit, merenda, menyulam, memasak dan pelajaran agama bagi perempuan. 
    Dewi Sartika juga memahami wawasan dunia barat yang dipelajarinya dari Nyonya Asisten Residen Belanda.  Sering pula ia membagi ilmunya kepada teman-temannya dan muridnya mengenai bahasa asing yaitu bahasa belanda dan kebudayaannya. Mulanya sekolah tersebut hanya terdiri dari 2 kelas dengan murid berjumlah 20. Semakin lama sekolah tersebut berdiri, mendapat respon positif dari masyarakan dan juga pemerintahan sehingga semakin hari muridnya semakin bertambah.
    Sekolah itu berdiri didasari oleh rasa prihatin Dewi Sartika melihat teman-teman seusianya dan anak di lingkungan tempatnya tinggal belum berkesempatan untuk mengeyam pendidikan. Adanya sekolah tersebut diharapkan anak – anak  dapat mengenyam pendidikan dengan layak dan memiliki pola fikir yang maju.
    Sumber :
    1.       https://www.biografiku.com/biografi-dewi-sartika/
    https://www.vebma.com/sejarah/7-pahlawan-nasional-yang-punya-jasa-dalam-pendidikan-di-indonesia/12363
  • Pramoedya Sastrawan Indonesia Peraih Nobel Sastra Dunia

    Pramoedya Sastrawan Indonesia Peraih Nobel Sastra Dunia

    Pramoedya Sastrawan Indonesia Peraih Nobel Sastra Dunia – “Kita bersatu dan juga melawan, bahkan menyerang. Kalau ada persatuan, semua bisa kita kerjakan, jangankan rumah, gunung dan laut bisa kita pindahkan.” (Pramoedya Ananta Toer)
    Adakah yang mengenal sosok Pramoedya Ananta Toer? Seorang sastrawan yang mendapatkan penghargaan Nobel sastra dunia namun penghargaan itu tidak pernah sampai ditangannya. Disebabkan beliau tergabung dalam organisasi Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat) yang berada di bawah lindungan PKI (Partai Komunis Indonesia). sehingga banyak sastrawan lainnya di Indonesia yang tidak menyetujui Pram mendapatkan penghargaan tersebut.
    Pramoedya Ananta Toer lahir pada 6 Februari 1925 di Kampung Jetis, Blora , Jawa Tengah dari pasangan suami istri bernama Mastoer dan Oemi Saidah. Pram memulai pendidikan formalnya di SD Blora, Radio Volkschool Surabaya pada 1940-1941. Kemudian melanjutkan ke Taman Dewasa/Taman Siswa pada 1942-1943. Lantas ke Kelas dan Seminar Perekonomian dan Sosiologi oleh Drs. Mohammad Hatta, Maruto Nitimihardjo dan sekolah Stenografi 1944-1945 dan pernah ke Sekolah Tinggi Islam Jakarta, pada 1945.
    Ketika usianya menginjak 17 tahun, ibunya meninggal dunia. Sehingga dengan terpaksa Pram harus menafkahi adiknya yang berjumlah 7 orang. Meski begitu, Pram adalah sosok yang tangguh. Dia bekerja sambil berkarya ditambah lagi keadaan memaksanya harus keluar masuk penjara karena ketidak mengertian pihak pemerintah terhadap dirinya.
    Semenjak Pram mulai bergabung dengan sayap kiri Lekra, dia menjadi buronan Pemerintahan Orde Baru. Meski dia dipenjara tidak hanya pada masa Orde Baru, namun di masa inilah Pram dipenjara dengan begitu sadis.
    Pernah dipenjara di pulau Buru, dilarang menulis, diberlakukan undang-undang larangan peredaran buku-bukunya. Bahkan setelah bebas pun, Pram masih harus menjalani tahanan rumah dan undang-undang itu tidak dicabut.
    Akan tetapi meski di negeri sendiri Pram ditindas, dikucilkan, dibuang, di luar negeri Pram adalah sosok terhormat. Karyanya beberapa kali diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Bahkan dia juga menerima penghargaan Nobel sastra dari luar negeri.
    Pram adalah lambing perjuangan yang tidak boleh dilupakan. Melalui tulisan-tulisannya, Indonesia dipandang hebat dimata dunia karena memiliki sosok Pram. Sebenarnya masih banyak yang harus dibahas mengenai sosok Pram. Tapi bila dijelaskan secara rinci, maka akan jadi beberapa buku mengenai Pram.
    Tulisan ini hanya pengantar untuk mengenal sosok sastrawan bernama Pramoedya Ananta Toer. Setelah itu, kawan-kawan sendirilah yang harus membaca buku biografi dan karya-karyanya agar lebih dekat dengan Pram. Jangan lupakan sejarah kawan! Indonesia terlahir dari darah pahlawan. Salam pendidikan!
    “Aku benar-benar telah jadi broodschrijver, seorang yang menulis untuk sesuap nasi… mesin tulis, modal kerjaku, rasa-rasanya minta ampun…”- Pramoedya Ananta Toer
    Sumber:
    Rifai, Muhammad. 2010. Biografi singkat 1925-2006 Pramoedya Ananta Toer. Yoyakarta. Garasi House of Books
  • Mengubah Pola Pikir Pelajar Generasi Millennial “Pemburu” Nilai Ujian

    Mengubah Pola Pikir Pelajar Generasi Millennial "Pemburu" Nilai Ujian

    Mengubah Pola Pikir Pelajar Generasi Millennial “Pemburu” Nilai Ujian – “Besok saya ujian, tapi saya tidak peduli. Karena selembar kertas tidak akan menentukan nasib saya dimasa yang akan datang” (Thomas Alfa Edison)
    Quotes pada umumnya seperti pisau bermata dua. Dapat memberikan suntikan semangat dalam melakukan kegiatan sehari-hari, salah satunya sebagai motivasi dalam belajar. Dan quotes dapat juga sebagai pemicu “kemalasan” seseorang, seperti halnya malas dalam berusaha dan melakukan sesuatu. Jadi, quotes itu tidak selamanya memicu semangat saja. Tetapi dapat membuat orang bermalas-malasan. Karena quotes ibarat pisau bermata dua yang di mana tergantung pemakainya menggunakan dan memanfaatkannya.
    Masih dalam konteks quotes, pasti kalian sudah tidak asing dengan quotes legend di atas bukan. Yaps, quotes dari bapak penemu bola lampu pijar yaitu Thomas Alfa Edison tersebut banyak tersebar di status-status atau stories para pelajar mendekati ujian-ujian sekolah. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan quotesnya, tetapi salah pada penafsiran dan pemahaman dari rata-rata pelajar.
    Memang tidak menutup kemungkinan terdapat banyak penafsiran dari quotes tersebut. Sebab beda orang berbeda juga penafsiran atau interpretasinya. Tetapi penyimpangan dari pemahaman yang salah membuat tingkat motivasi atau dorongan untuk berusaha juga akan mengalami penurunan. Seperti halnya quotes tersebut, disalahgunakan atau diselewengkan makna sesungguhnya oleh para oknum-oknum pelajar yang malas untuk belajar dalam menghadapi ujian-ujian sekolah. Berikut penjelasan dan pemahamannya :
    Maksud “besok saya ujian, tapi saya tidak peduli” bukan kemudian kita tidak belajar untuk mempersiapkan ujian yang akan datang. Melainkan mempersiapkan kemampuan atau skill jauh-jauh hari sebelum mendekati ujian. Karena selembar kertas tidak akan menentukan nasib di masa yang akan datang memerlukan skill yang menjadi kelebihan dari diri kita di antara pelajar-pelajar yang hanya mengejar nilai tinggi dengan cara yang tidak fair play dalam mengerjakan selembar kertas ujian tersebut. 
    Percaya pada kemampuan diri sendiri lebih utama dan lebih mulia daripada mencotek teman sebelah meja yang hanya menambah dosa karena tidak jujur dalam mengerjakan tiap soalnya. Sebab semua pasti ada pertanggung jawabannya. Baik berupa pertanggung jawaban di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai tinggi bukanlah ukuran intelektual seseorang dan nilai tinggi bukanlah jaminan langsung mendapat pekerjaan. Sebab, untuk mendapatkan suatu pekerjaan di era millenialis ini bukanlah nilai raport, IPK, dll yang berupa angka. 
    Karena angka bisa dimanipulasi dengan mudah di era digital ini. Kenyataannya, banyak pengangguran intelektual (golongan sarjana/yang terpelajar) yang susah melamar pekerjaan. Menurut Kemenristek Dikti, di tahun 2017 sarjana pengangguran mencapai 8,8% dari total 7 juta pengangguran yang ada di Indonesia. Jumlahnya mencapai lebih dari 630 ribu orang. Hal ini karena banyaknya persaingan yang semakin ketat ditandai dengan dibukanya era pasar bebas. Dan rata-rata kualifikasi yang dicari adalah yang mempunyai skill atau keahlian tertentu.
    Jadi, pada kesimpulannya skill atau keahlian itu berlaku jangka panjang, tidak seperti dengan nilai raport yang hanya sementara dan tidak bisa sebagai tolak ukur kemampuan seseorang. Karena walaupun tidak mengenyam bangku sekolah, atau bangku perkuliahan masih dapat mendapat pekerjaan yang layak sesuai dengan skill yang dimiliki. 
    Seperti halnya pengusaha sekaligus sebagai Kementerian Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang tidak mengenyam pendidikan tinggi seperti menteri-menteri lainnya, mampu menjadi menteri yang luar biasa. Karena skill yang mampu beliau pertanggungjawabkan kepada rakyat Indonesia, khususnya para nelayan di pesisir pantai. Pertanyaannya sudahkah kalian mempunyai skill atau keahlian khusus?
    Referensi : kompasiana.com | pikiran-rakyat.com
  • Menanamkan Pendidikan Anti Korupsi Pada Anak

    Menanamkan Pendidikan Anti Korupsi Pada Anak
    Menanamkan Pendidikan Anti Korupsi Pada Anak – Tepat pada tanggal 9 Desember 2018 kemarin, seluruh warga dunia bersepakat untuk merayakan hari anti korupsi sedunia, euphoria perayaan tersebut sepertinya juga terasa di Indonesia, hal ini diperlihatkan oleh berbagai media di Indonesia yang menjadikan pembahasan mengenai korupsi sebagai isu utama medianya. Yang tujuannya sudah pasti untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya korupsi, sebab ada istilah yang mengatakan bahwa korupsi merupakan Extra ordinary crimeI, oleh karenanya masalah korupsi ini harus menjadi perhatian utama bagi kita terutama pemerintah Indonesia.
    Berbagai kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, mulai dari dalam skala kecil hingga dalam skala besar. yang Bahkan dampaknya bisa merugikan seluruh rakyat Indonesia. Seperti kasus korupsi yang menimpa berbagai kepala daerah pada tahun 2018 ini, termasuk diantaranya Gubernur Aceh dan Bupati Pakpak Barat, semua orang tak menduga, tiba-tiba mereka terkena OTT oleh KPK. Dan masih banyak lagi kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. oleh karenanya Banyaknya kasus korupsi di Indonesia juga menjadi penguatan bagi pemerintah untuk segera memeranginya 
    Ada pepatah lama yang mengatakan “Lebih baik mencegah daripada mengobati”, rasanya hal tersebut sangat tepat untuk diterapkan dalam menyelesaikan kasus korupsi ini. berbagai upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah, termasuk dengan mendirikan lembaga khusus untuk memberantas korupsi yakni Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK). 
    Lembaga yang lahir sejak masa Megawati ini memang terlihat begitu gencar melakukan pemberantasan korupsi, karena lembaga tersebut berbagai elit politik berhasil dijebloskan ke penjara sebagai pelaku korupsi. Meskipun pada tahun kehadirannya hampir saja hendak dihilangkan, namun sampai saat ini KPK masih saja eksis dalam menjalankan misinya untuk membarantas korupsi di Indonesia.
    Hanya saja untuk memberantas korupsi hingga keakarnya, kita tentu tidak bisa hanya berharap kepada lembaga KPK saja, perlu ada upaya pencegahan yang dilakukan sejak dini, sehingga jiwa masyarakat Indonesia nantinya akan terbebas dari karakter koruptif. Pencegahan tersebut dapat dimulai dengan pembiasan diri melakukan berbagai karakter non koruptif, seperti jujur, tanggung jawab, disiplin, dan beberapa karakter lainnnya. Kegiatan pembiasan tersebut kita kenal sebagai pendidikan anti korupsi.
    Pendidikan anti korupsi merupakan serangkaian kegiatan pendidikan yang bertujuan untuk mendidik generasi emas Indonesia agar terhindar dari perbuatan korupsi. Berbagai program telah dilakukan pemerintah sebagai wujud pendidikan anti korupsi, seperti yang telah dilakukan di beberpa perguruan tinggi di Indonesia. dengan mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi kedalam setiap mata kuliah harapannya dapat melahirkan generasi intelektual yang jauh dari tindak korupsi. Sehingga mereka para mahasiswa yang nantinya akan menjadi penggerak diberbagai sendi kehidpuan bernegara menjadikan korupsi sebagai musuh bersamanya, sehingga menjadikan Negara bersih dari korupsi.
    Kurikulum 2019 mendatang seharusnya dapat diisi dengan beberapa nilai-nilai sebgai upaya pencegahan korupsi. Wakil ketua KPK, Thony Saut Situmorang, mengatakan perlu menanamkan Sembilan nilai dalam pendidikan pencegahan perilaku korupsi yang disosialisasikan nantinya dalam kurikulum 2019. Menurutnya Sembilan nilai itu terdiri dari jujur, peduli, tanggun jawab, sederhana, adil, mandiri, disiplin, berani, serta kerja keras. 
    Langkah tersebut sepertinya bukanlah main-main atau hanya sebagai pemanas situasi belaka. Namun sepertnya memang serius untuk diperjuangkah, terlihat dari hasil nota Kesepahaman (MoU) antara KPK dengan Empat kementrian yang terdiri dari Kementrian Perdagangan dan Industri, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tingggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementrian Agama. Mereka telah bersepakat agar pendidikan anti korupsi akan masuk kurikulum 2019 di semua jenjang pendidikan.
    Adapun isi MoU antara KP dengan empat kementrian tersebut adalah : 
    1). Menyusun kebijakan yang mewajibkan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi di kurikulum setiap jenjang pendidikan dengan selambat-lambatnya juni 2019, 
    2). Menyusun dan mendistribusikan materi pendidikan karakter dan budaya antikorupsi di setiap jenjang pendidikan, 
    3). Melakukan pendampingan pelaksanaan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi bagi satuan pendidikan, 
    4). Menyiapkan sumber daya manusia, anggaran dan sumber daya lainnya serta satuan khusus yang memadai dalam realisasi rencana aksi pendidikan karakter dan budaya antikorupsi, 
    5). Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi dan penerapan tata kelola pendidikan yang bersih dan baik, 
    6). Melakukan publikasi terhadap kepatuhan implementasi pendidikan karakter dan budaya antikorupsi serta penerapan tata kelola pendidikan yang baik dan bersih di setiap jenjang, 
    7). Mendorong keterbukaan informasi publik dengan menerapkan transparansi data yang dapat diakses masyarakat melalui portal-portal informasi antara lain melalui platform JAGA-KPK.
    Terlihat jelas usaha yang dilakukan pemerintah dalam mencegah korupsi di Indonesia, seharusnya hal ini didukung oleh seluruh keluarga di Indonesia, sehingga pendidikan anti korupsi tidak hanya diterapkan di lembaga pendidikan saja, namun di lingkungan keluarga juga, sehingga akan lahir generasi yang jujur dan bersih dari tindak korupsi. untuk itu di momen perayaan korupsi Internasional ini, mari kita semua berharap agar suatu saat nanti Indonesia akan menjadi Negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia. Oleh karenanya menjadi tanggungjawab kita semua untuk segera mewujudkan harapan tersebut. 
    Karya : Muhammad Iqbal
  • Kuliah di Luar Negeri: Punya motivasi kuat atau Sekadar Tren?

    Kuliah di Luar Negeri: Punya motivasi kuat  atau Sekedar Tren?


    Kuliah di Luar Negeri: Punya motivasi kuat  atau Sekedar Tren? – Dulu kalau ada orang yang berencana melanjutkan kuliah  di luar negeri, akses informasi mengenai negara tujuan, universitas, hingga beasiswa belum sebanyak sekarang yang bisa kita lihat di sosial media. Bisa dibilang  kuliah di luar negeri itu hanyalah untuk orang orang yang punya uang saja. Sedangkan di zaman sekarang banyak orang yang bisa bersekolah di luar negeri. Lembaga-lembaga Negeri maupun swasta memberikan beasiswa yang banyak dan sudah bervariasi, Semakin banyak pula teman, saudara bahkan keluarga yang  tahu mengenai informasi beasiswa di luar negeri.
    Tapi sebenarnya, Kuliah di luar negeri itu hanya sekedar  tren atau memang punya motivasi yang kuat?
    Kebanyakan orang yang ingin belajar diluar malah hanya ingin agar terlihat keren dihadapan teman teman nya, malah ada yang blak blakan  bahwa dia ingin kuliah ke luar negeri karena ingin menunjukkan pada orang lain bahwa dia cukup pintar. Seriously? Pertanyaannya, apakah keinginan seperti itu cukup untuk mereka sebagai bekal mereka diluar negeri?

    Perlu Motivasi yang Kuat, tentu saja.

    disamping itu juga ada yang serius kuliah di luar negeri dengan segala perencanaan yang matang. Ada? banyak malah. perencanaan yang matang merupakan sesuatu yang perlu direnungkan secara serius.
    Bagaimana tidak? untuk awalannya  saja, untuk melamar ke sebuah universitas di luar negeri biasanya motivation letter akan selalu ditanyakan. Jawabannya akan menentukan apakah kita layak untuk kuliah di sana atau tidak, dan jawaban “jalan-jalan” rasa rasanya kurang tepat, kecuali mereka memang mau melamar di jurusan traveling, hospitality ataupun sejenisnya.
    Soal bagaimana menuliskan motivasi itu dalam bahasa yang menarik  jelas sebuah poin yang amat teramat penting. Bagi saya sendiri sebuah motivasi tidak pernah ada yang “salah”, karena sifatnya personal. Tapi jika itu hanya karena untuk mengikuti tren dan teman teman teman?

    Coba kita tanya jawab hati 

    Bagaimana jika kemampuan bahasa asing kita masih jauh dari yang universitas tersebut persyaratkan? Bagaimana jika kita tidak lolos seleksi pada  penerimaan mahasiswa baru di kampus yang kita idam idamkan? Bagaimana jika proses pengurusan visa nya tidak semudah yang kita bayangkan?  Bagaimana jika kita tak punya teman sehati untuk berkeluh kesah? Bagaimana jika materi kuliahnya berat dan kita tidak sanggup? Bagaimana jika kita susah untuk lulus?

    Apakah motivasi yang kita punya cukup kuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas?

    Motivasi tentunya bisa mempengaruhi usaha dan perjalanan kita ke sana. Jika tak siap dengan segala kesusahan studi di luar negeri, bisa jadi ada pilihan lain: cari mentor atau ikut pelatihan. Pengalaman itu mahal, dan pengalaman melanjutkan studi di luar negeri juga adalah kesempatan untuk mengenal banyak hal. Banyak kesempatan yang kini ditawarkan untuk itu. Banyak pula saingan yang ada di seluruh dunia. Kata pepatah, “Tidak ada yang gratis didunia ini” Untuk mendapatkan sesuatu, perlu sesuatu juga: perjuangan, ikhtiar serta dukungan. Studi  di luar negeri memang menyenangkan, pasti ada usaha keras dan momen-momen “berdarah” di balik layar.
    Selamat berjuang! ♡
    Gagal itu urusan nanti, yang terpenting kita pernah berusaha untuk mencoba ♡

    bakat memiliki 3 dimensi psikologi yakni dimensi perseptual, dimensi psikomotor dan juga dimensi intelektual. Bakat mempengaruhi cita-cita dan pengenalan diri sendiri.#psikologi #penamillennials #pendidikan #shalaazz

    — Pena Millennials | Shalaazz (@penamillennials) January 20, 2020

  • Budayakanlah Mengetahui Isi Materi, Sebelum Menimba Ilmu

    Budayakanlah Mengetahui Isi Materi, Sebelum Menimba Ilmu

    Budayakanlah Mengetahui Isi Materi, Sebelum Menimba Ilmu – Menghadiri suatu tempat yang memberikan ilmu merupakah hal yang menyenangkan. Terlebih lagi jika kita tertarik dengan materi yang akan dipaparkan. Namun sebagian dari kita  acap kali masuk suatu kelas tanpa mengetahui materi apa yang akan didapatkan. 
    Hal ini banyak terjadi dikalangan pelajar dan mahasiswa. Ketika awal ajaran baru kita masih semangat dalam mengetahui materi apa yang akan diberiakan hari itu dan sempat juga belajar seblumnya dan akan berbeda setelah pertengahan tahun. 
    Banyak faktor yang menjadikan kita tidak rajin lagi, salah satuya tugas dan kegiatan yang sudah menumpuk. Sering kali kita berangkat sekolah dan kuliah tanpa mengetahui akan belajar apa. Hal tersebut berbeda ketika kita presentasi, setidaknya kita harus menyiapkan materi untuk di share kepada audience.
    Namun ketika tidak presentasi maka kita susah untuk ingin melihat materi apa yang akan kita pelajari dikelas. Padahal dasar materi sebelum mendapatkan materi akan mudah dipahami dan lebih menarik untuk kita pelajari.
    Budaya masuk kelas tanpa mengetahui materi apa yang akan didapatkan menjadi kebiasaan yang tidak perlu diteruskan. Ketika kita membiasaakan diri dari kecil dan mempengaruhi orang sekitar maka akan meningkatkan kualitas pendidikan diInonesia. Hal itu akan terwujud karena sabuah PAKSAAN, suatu kebaikan harus dipaksa terlebih dahulu. Paksaan dalam hal kebaikan sudah banyak diterapkan di negara-negara maju. Paksaan untuk disiplin waktu, paksaan untuk mematuhi aturan tertulis ataupun tidaktertulis.

    Paksaan dalam dunia pendiidikanpun juga dibutuhkan. Sebagai contoh ketika yang akan ngajar guru atau dosennya lumayan galak kita mau belajar materi karna kita takut tidak bisa menjawab ketika ditanya. Ketika ada kuis maka secara otomatis kita akan belajar sebelumnya.

    Oleh sebab itu ketika kita dipaksa suatu keadaan, kita akan melakukan suatu hal meski itu terpaksa atau tidak. Catatan lain menyatakan suatu hal yang terpaksa tidak akan sampai ke hati ilmunya. Namun ketika kita dalam keadaan santai kita tidak akan melakukan hal-hal hebat yang luar biasa. Salam semangat buat kita semua, selamat berkarya dan semangat berkontribusi untuk negara.

  • Sulit Menemukan Minat Belajar? Ini 6 Cara Mengetahuinya !

     Sulit Menemukan Minat Belajar?
                      
    Sulit Menemukan Minat Belajar?  – Minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi usaha yang dilakukan seseorang. Minat yang kuat akan menimbulkan usaha yang gigih serius dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan. Jika hal ini dimiliki oleh seorang siswa, ia akan cepat memahami dan mengingat pelajaran. Minat belajar mungkin akan hilang jika Anda merasa terbebani oleh banyaknya pekerjaan rumah, tidak menyukai mata pelajaran tertentu, atau pelajaran di kelas terasa membosankan. Berikut tips yang bisa Anda coba:

    1. Tentukan mata pelajaran yang Anda sukai

    Agar lebih menyenangi pembelajaran mulailah dengan menentukan mata pelajaran yang paling Anda sukai. Menemukan subjek yang menimbulkan ketertarikan akan meningkatkan keberhasilan belajar.

    2. Mengubah pandangan tentang subjek yang kurang Anda sukai

    Anda tetap bisa menyenangi pelajaran yang kurang menarik dengan mengubah cara pandang. Salah satunya dengan memahami manfaat dan mengapa Anda perlu mempelajarinya.

    3. Temukan hubungan antara belajar dengan keseharian Anda

    Dalam beberapa kesempatan Anda mungkin saja kehilangan minat belajar ketika menyadari sepertinya subjek tertentu tidak dibutuhkan atau tidak ada hubungannya dengan kehidupan luar sekolah. Misalnya memahami pengetahuan kimia dasar membuat Anda lebih mahir memasak. Atau matematika yang terkait dengan keseharian Anda, contohnya menentukan banyak cat yang dibutuhkan untuk mengecat dinding rumah.

    4. Jangan bersaing secara berlebihan

    Persaingan sehat akan terasa sangat menyenangkan dan meningkatkan minat belajar. Sebaliknya, persaingan yang berlebihan hanya menimbulkan kekhwatiran sehingga Anda kesulitan belajar. Berfokuslah memperbaiki diri dan mencapai tujuan yang sudah Anda tentukan. Contohnya jika ingin mendapatkan nilai ujian tertentu, belajarlah sebaik mungkin dan jangan khawatir siapa yang akan meraih nilai lebih tinggi.

    5. Mempersiapkan pertanyaan sebelum kelas dimulai

    Mempelajari materi sebelum pembahasan dan menanyakan materi yang tidak dimengerti membantu Anda untuk mengajukan jawaban atas persoalan di akhir kelas

    6. Menceritakan kejadian-kejadian di sekolah kepada orang tua atau orang-orang terdekat

    Anda akan lebih suka belajar jika mendapatkan dukungan dari orang-orang yang peduli kepada Anda dan mengharapkan keberhasilan Anda di sekolah. Menceritakan pelajaran dan kegiatan di sekolah membuat Anda selalu berpikir positif.
    Hal tadi diharapkan dapat memicu semangat dan minat belajar siswa dalam belajar serta mengejar mimpi dan cita-cita. Kalian adalah generasi emas, jadilah penerus berkualitas. Selamat mencoba 
  • Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    upaya meningkatkan kualitas pendiidkan


    “Suatu saat nanti aku ingin menjadi seorang guru yang mampu menginspirasi murid-muridku“ jawab seorang anak muda ketika ditanya oleh gurunya hendak jadi apa ketika ia besar nanti. Jawaban tersebut sungguh merupakan jawaban yang sangat mulia dan seharusnya dimiliki oleh setiap tenaga pendidik di Negara manapun termasuk Indonesia. Sebab dengan begitu, setiap tenaga pendidik akan menjalankan perannya dengan kesungguhan bukan karena keterpaksaan tuntutan pekerjaan. 
    Pentingnya hal tersebut dimiliki juga akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan, yang mana kualitas pendidikan inilah yang menjadi faktor utama dalam mewujudkan pembangunan bangsa. Melalui pendidikan, Negara mampu melahirkan generasi pemimpin yang berkarakter, berintelektual, dan mampu membawa Negara mewujudkan tujuannya.
    Pada pasal 1 ayat 6 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioal (SPN) menjelaskan bahwa Pendidik merupakan tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar widyaiswara, tutor, instrukur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususan serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Dari pengertian tersebut menunjukkan bahwa pendidik bukanlah pekerjaan sembaran, dibutuhkan kualifikasi dan orang-orang yang berkualitas untuk menjalankan peran sebagai seorang pendidik.
    Saat ini jika kita melihat kualitas pendidik, terutama guru di Indonesia, maka kita belum bisa duduk tenang melihatnya, terutama jika melihat guru di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sungguh membuat kita haru. Dan ini tidak hanya berbicara kualitas saja, namun kuantitas juga, dimana ketersediaan guru ternyata juga masih sangat minim di Indonesia terutama di daerah 3T. 
    Kami berharap pemerintah mampu menjadi reaktor aktif untuk mempersiapkan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidik di Indonesia, hal ini sepertinya sudah terlihat dengan program pengembangan pendidik yang telah dilakukan seperti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menurut UU No. 20 tentang SPN pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjan yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Dengan demikikin PPG ini merupakan pendidikan tinggi dalam rangka mempersiapkan calon guru agar memiliki keahlian sebagai guru yang professional.
    Tujuan umum PPG adalah menghasilkan calon guru yang memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Dari upaya tersebut sebenarnya pemerintah sudah memiliki itikad baik untuk terus meningkatkan kualitas pendidik di Indonesia.
    Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kualitas sebagai seorang pendidik juga dapat dimulai dari pribadi sendiri, langkah pertama bisa dimulai dengan memahami karkter yang harus dimiliki oleh setiap pendidik sesuai dengan standar kompetensi pendidik yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Langkah selanjutnya bisa dengan membaca buku dan mengikuti berbagai pelatihan yang mampu meningkatkan keahlian sebagai seorang pendidik. Dan yang tak kalah pentingnya lagi adalah Seorang pendidik juga harus bisa meningkatkan kemampuannya dalam menguasai teknologi sebab kemampuan ini  sangat dibutuhkan pada era revolusi Industri 4.0 saat ini. 
    Sudah seharusnya semangat perubahan ini menjadi semangat bersama bagi semua pendidik di Indonesia. Kedepan kita berharap tidak adalagi kasus-kasus yang berkaitan dengan tenaga pendidik, sebab itu hanya menjadi negative campaign pendidikan Indonesia kepada seluruh negara di dunia. Melalui langkah ini kita berharap pendidikan Indonesia mampu membentuk kreativitas, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta kemampuan pemecahan masalah bagi generasi pemimpin bangsa kelak.
    Ditulis oleh : Muhammad Iqbal, Guru SMP IT Al Kahfi
  • 7 Tips dan Trik Ampuh Hadapi Ujian Agar Ujiannya Lancar


    7 Tips dan Trik Ampuh Hadapi Ujian  Agar Ujiannya Lancar


    7 Tips dan Trik Ampuh Hadapi Ujian  Agar Ujiannya Lancar – Ujian seringkali menjadi momok yang paling menakutkan bagi para siswa di sekolah ataupun mahasiswa di perguruan tinggi. Kenapa sih kita takut ujian padahalkan ujian itu bukan sesuatu yang di takutkan. Wajar sih ujian itu yang akan menentukan nasib kita akan di bawa kemana. Untuk SD, SMP, SMA saya akan memberikan 7 tips dan trik ampuh menghadapi ujian nasional, sekolah/ semester. Tips dan trik ini bisa juga dipakai oleh kaula muda yang masih sering lupa sama pelajaran atau yang masih sering menggunakan sistem kebut semalam. Oke langsung saja tips dan trik menghadapi ujian.

    1. Berdoa dan meminta doa kepada kedua orang tua atau kerabat dekat

    Doa merupakan sumber kekuatan utama agar di beri kemudahan dan kelancaran pada saat kita akan melaksanakan sebuah ujian. Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dengan berdoa yaitu, doa itu mampu menenangkan diri kita yang sedang cemas tak karuan, mampu meningkatkan kecerdasan, dan mampu membantu kita menghadapi sulitnya ujian hidup. Selain itu sebelum di mulainya ujian kita harus meminta doa terlebih dahulu kepada kedua orang tua kita. Ada pepatah mengatakan doa paling mujarab adalah doa orang tua, dan ridho Allah itu tergantung dari ridho orang tua. Maka dari itu doa dari orang tua sangatlah penting demi di berikannya kelancaran pada kita saat akan melakukan ujian. Doa dan dukungan kerabat pun akan menjadikan kita lebih semangat dalam menghadapi ujian.

    2. Pahami materi

    Terkadang kita itu selalu mendengarkan apa yang guru atau dosen ucapkan tapi pada saat guru atau dosen tersebut keluar ruangan atau meninggalkan kelas apa yang tadi di ucapkan oleh guru itu hilang entah kemana ibarat kata masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Maka dari itu kita harus bisa menyalin apa yang guru atau dosen ucapkan sebagai salah satu metode pembelajaran. Dengan kita menyalin apa yang telah guru sampaikan di depan kelas daya serap otak kita akan semakin tajam dan kemampuan otak kita dalam hal mengingat akan semakin berkembang, ini artinya kita akan semakin mudah menghafal dan akan kembali membuka catatan ketika kita lupa.

    3. Siapkan catatan kecil

    Setelah menyalin apa yang di ucapkan kita harus bisa membuat point-point penting atau kata kunci dalam sebuah catatan kecil sebagai metode pembelajaran yang kedua. Agar terkesan menarik dan tidak bosan saat belajar atau membacanya kita bisa menggunakan bolpoin warna atau menghiasnya sesuai selera. Dengan begitu semangat belajar kita akan semakin meningkat dan hal ini akan membantu kita untuk lebih mudah mengingat sesuatu.

    4. Latihan soal-soal

    Setelah kita bisa memahami suatu materi kita harus mengujinya dengan mengisi latihan atau soal-soal yang biasanya di berikan oleh guru ataupun yang kita dapatkan baik dari buku atau internet. Boleh juga dengan meminta bantuan teman atau keluarga untuk mengadakan kuis tanya jawab agar lebih mudah dalam hal mengingat materi-materi yang telah di pelajari.

    5 Belajar di tempat yang nyaman

    Jika biasanya kita belajar di dalam sebuah ruangan, cobalah untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan disekitar kita, misalnya taman atau sebuah cafe tempat nongkrong sebagai objek tempat belajar. Dengan begitu belajar akan semakin rileks dan tidak jenuh, taman yang banyak pepohonan akan membuat kita lebih relaks dan juga cafe Dengan suasana yang nyaman akan membuat kita betah belajar berlama-lama di sana.

    6 . Menjaga pola makan dan istirahat yang cukup

    Seringkali kita mengabaikan 2 hal ini terkadang karena terlalu asyik belajar kita sampai lupa waktu makan ataupun mengabaikan waktu istirahat yang terbilang cukup penting. Tubuh itu perlu asupan energi yang cukup agar otak kita bisa bekerja dengan baik, dan tubuh juga perlu waktu istirahat agar fisik kita fresh pada saat ujian dan tidak mudah cepat lelah. Hindari makan makanan yang bisa menyebabkan sakit perut atau yang bisa menghambat konsentrasi kita pada saat ujian. Istirahat lah yang cukup pada saat akan menjelang ujian dan jangan biarkan otak kita terus belajar pada saat ujian itu akan berlangsung. Biasakan tidur jam 8-9 malam lalu bangun jam 3 pagi agar otak kita bisa fresh. Kita bisa memanfaatkan waktu belajar jam 3 pagi karena otak kita akan mencerna dengan baik pada saat jam 3 pagi kesana.

    7. Percaya diri dan jangan terlalu stres

    Kadangkala kita selalu tidak percaya diri, banyak sekali kemungkinan- kemungkinan yang sebenarnya gak akan terjadi tapi otak kita malah memikirkan hal yang tidak-tidak. Maka dari itu kita haruslah percaya diri, percaya akan kemampuan diri sendiri dan tidak merendahkan  diri sendiri. Jika hal itu terus terjadi maka stres pun tidak akan pernah terjadi. Hilangkan pikiran pikiran negatif itu dari otak kita dan tanamkan lah pikiran positif. Toh kita sudah berusaha semaksimal mungkin jadi tak perlu risau akan nanti hadapi saja sekarang, jangan sampai hal itu membuat kita stres hingga akhirnya tak bisa mengerjakan soal pada saat ujian.
    Itulah tips dan trik ampuh pada saat akan menghadapi ujian, semoga bermanfaat dan selamat mencoba. 
  • Kegiatan Mahasiswa Harus Didukung Dalam Hal Positif

    Kegiatan Mahasiswa Harus Didukung Dalam Hal Positif


    Kegiatan Mahasiswa Harus Didukung Dalam Hal Positif – Pendidikan dalam kampus tak seperti indahnya dalam media massa. Ketika atasan memerintah agar bisa berprestasi, lulus cepat dan IPK yang cumlaude sangat diidealkan oleh pemimpin kepada bawahan. Nyatanya, dana usaha yang dibuat oleh mahasiswa tidak boleh dijualkan. Semuanya diusir dan disingkirkan di dunia kampus. Entah apa yang di fikirannya.
    Jika hanya boleh kafe yang berjualan mengapa tidak mahasiswa dibolehkan pula? bukankah ini diskrimanasi. terlalu banyak uang yang harus dikelauarkan sedangkan dalam kegiatan saja cuman dikasih sedikit. Giliran sekarang, mahasiswa ingin mandiri membuat usaha sendiri diusir dari peradaban. Heran dunia ini. Persuratan dalam kegiatan saja seringkali dipersulit dan uang untuk kegiatannya selalu ada di akhir.
    Logikanya kalau membuat kegiatan walaupun dibiayai oleh atasan sekalipun akan cepat habisnya. kebanyakan mereka berwirausaha pada ujungnya. Seringkali juga dalam kegiatan yang bukan islami cepat dan tanggap oleh atasannya. Dalam hal positif seperti kegiatan islami selalu saja dipermasalahkan. Heran ada apakah gerangan di balik semua ini? Siapa yang merasa tereliminasi dan didiskrimanasi sekarang ini?
    Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain akan dimudahkan pula urusannya. Namun, mereka tidak berpacu seperti apa yang ditulis diatas. Semakin lama semakin dipersulit semakin pula mental mahasiswa teruji.
    Terkait kerjasama dalam dunia pendidikan seringkali tidak kompak. salah satunya ialah saling mengandalkan satu sama lain. kenapa tidak bersamaan? kenapa selalu ada rasa mengeluh dalam perbuatannya? tidak mungkinlah?Darimana semua inilah?sudah capai ah dalam hal ini dan itu?Sombonglah?merasa paling pintar di dunia ini padahal selalu ada yang lebih pintar lagi kalau fikiran tak pernah diubah. beginikah pendidikan?
  • Tips-Tips Menjadi Generasi Millenial Harapan Bangsa

    Tips-Tips Menjadi Generasi Millenial Harapan Bangsa

    Tips-Tips Menjadi Generasi Millenial Harapan Bangsa– Hai sahabat shalaazz, semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Kali ini saya akan bahas tentang generasi millennial. Sudah tidak asing dengan sebutan itu kan ?. Iya, kalian generasi yang lahir tahun 90-an sampai 2000 termasuk dalam generasi ini. 20-30 tahun lagi akan menggantikan posisi pemimpin di negeri ini. Oleh karena itu, perlu aksi nyata dari generasi millennial untuk mewujudkan pemimpin harapan bangsa. Berikut tips-tips atau langkah untuk menjadi generasi millennial harapan bangsa:

    1. Haus Ilmu

    Setinggi apapun ilmu yang kita pelajari, ingatlah bahwa di atas langit masih ada langit. Begitu juga dengan ilmu, semakin haus akan ilmu pengetahuan teknologi dan ilmu agama maka akan menjadikan kita semakin banyak pengetahuan.

    2. Bekerja Keras

    Ingatlah bahwa orang-orang sukses di dunia ini tidak diperoleh secara instan, semuanya butuh proses. Ada ilmuwan yang dikeluarkan dari sekolah, bos yang dipecat dari pekerjaan dan profesor yang jarang tidur. Selama punya niat yang baik, segala proses maka mestakung (semesta alam mendukung).

    3. Rajin membaca

    Membaca tidak harus dari buku saja, bisa menyesuaikan dengan zaman sekarang. Generasi millennial biasanya suka berteman dengan teknologi, misal hp. Jika kalian merasa bosan baca buku, bisa akses berita online agar tidak kudet (kurang update). Dari situlah akan tau permasalahan bangsa dan negara. Lalu, dilanjutkan mencari solusi dengan  berbagai referensi yang informatif dan valid. Jangan mudah percaya berita hoax sebelum ditelusuri kebenarannya. 

    4. Rajin menulis

    Kalau rajin membaca akan membantu proses menulis lebih mudah karena banyak referensi yang didapat. Biarkan mulut bungkam, asal pena tertulis tajam. Karya yang kita tulis akan menjadi ladang jariyah karena menebar inspirasi penuh manfaat.

    5. Rajin mengikuti kegiatan positif

    Apapun basic yang kita punya, tapi harus rajin mengikuti kegiatan pisitif. Misal training kepenulisan, leadership, conference. Mengikuti organisasi atau komunitas sosial sebagai bentuk latihan berkontribusi dimulai dari lingkungan sekitar.

    6. Kreatif dan Inovatif

    Manusia sebagai wujud ciptaan Tuhan yang paling sempurna, diberi akal seharusnya bisa berkreasi dan menghasilkan inovasi. Terutama generasi millennials yang hidup di era teknologi serba modern, lebih mudah untuk berkreasi. Misal menjadi youtuber, vlogger yang kontennya positif. Bahkan menghasilkan inovasi pangan tradisional menjadi modern agar mendapat nilai ekonomis lebih tinggi. 

    7. Tidak takut bersaing

    Jangan pernah merasa minder dengan asal dan latar belakang. Kita semua sama hidup butuh makan, jadi tidak ada yang bisa hidup mandiri tanpa bantuan orang lain. Apalagi di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) saat ini lebih banyak bersaing dengan warga yang bukan satu negara. Selama kita memiliki percaya diri yang tinggi, maka produk made in Indonesia tidak akan kalah dengan buatan negara lain.

    8. Bergaullah dengan semua kalangan

    Tua, muda, pelajar, mahasiswa dan lainnya memiliki latar belakang berbeda. Pemikiran akan semakin luas jika pergaulan semakin luas, namun ingat harus memfilter perbuatan buruk yang tidak boleh ditiru.

    9. Multidisiplin

    Menghadapi era industri 4.0 yang semuanya serba canggih, tidak mungkin hanya mengandalkan satu disiplin ilmu. Kemampuan lain harus dikuasai agar tidak kalah bersaing dalam bidang apapun. 

    10. Taat beragama

    Jika 9 tips diatas dikerjakan, maka langkah untuk menguatkan diri dengan cara taat beragama. InsyaAllah saat nanti jadi pemimpin akan terhindar dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) karena menaati perintah Tuhan.
    Semoga bermanfaat. Salam Pemimpin untuk 20-30 tahun mendatang. Kita akan berkolaborasi mewujudkan harapan bangsa Indonesia.