Category: motivasi pendidikan
-
Motivasi : Torehlah Prestasi Saat Kuliah dan Liriklah Organisasi
Motivasi : Torehlah Prestasi Saat Kuliah dan Liriklah Organisasi – Menjadi seorang mahasiswa merupakan dambaan sebagian besar orang, dengan menempuh pendidikan dibangku kuliah sebagain orang percaya akan mendapat pengetahuan dan skill lebih, selain ijazah yang akan memudahkan mendapat pekerjaan dimasa depannya. Tidak hanya itu dari bangku kuliah diharapkan menjadi seorang ahli dibidang yang sedang ditekuni, mendapat banyak link dan kawan yang akan memperluas jaringan kita untuk berbisnis atau bersosialisasi.Namun ada satu hal yang tidak kalah penting yang diharapkan saat kuliah yaitu pembentukan pola pikir yang lebih bijaksana. Seseorang yang sedang atau telah mengenyam pendidikan kuliah diharapkan akan mempunyai mindset atau pola pikir yang lebih bijaksana, tidak terpengaruh dengan isu-isu yan tengah beredar namun bersikap dengan bijaksana. Bijaksana ini lebih memiliki penalaran yang jauh. Bukan kita merasa tenang dengan kondisi yang ada namun harus bijaksana saja dalam bertindak. Kita harus memilah tindakan yang tepat dengan adanya persoalan yang sedang marak terjadi dan membutuhkan penyelesaian segera.Di Negara Indonesia kita sangat dibebaskan berpendapat dan mengkritik suatu hal karna bentuk negara kita adalah negara demokrasi. Suara dan kritikan kita terhadap pemerintah atau jajarannya sangat diperlukan. Namun kita tidak akan merusak, mengamuk dengan anarkis yang terlalu. Kita bisa demo atau penyampaian pendapat namun secara sehat. Tidak sampai merusak fasilitas umum, menganiaya orang atau merugikan orang dan diri sendiri. Selain pola pikir yang bijaksana tingkah laku kita juga harus sangat hati-hati.Misalnya peduli terhadap sesama, ikut andil dalam pembangunan pendidikan, lingkungan dan kesehatan. Tidak semua orang bisa jadi pemimpin dalam negara ini namun alangkah baiknya kita bekerja sesuai porsi dan passion masing-masing. jadilah pemimpin atau orang yang dipimpin dengan baik “Tempat kita ya ditempati, dan Kerjaan kita ya dikerjakan”.Selain itu kita harusnya lebih peka terhadap peraturan hukum di Indonesia karna Negara kita adalah negara hukum. Dengan seperti itu kita juga tidak boleh menempatkan diri pada high class dan tidak mau bersosialsi dengan orang dari berbagai kasta. Kita dianjurkan lebih cerdas dalam menempatkan diri. Kita harus bisa bergaul dengan siapa saja dengan perbedaan bahan bicaraan dan gaya sehari-hari.Ketika kita sedang bersama orang awam kita tidak membicaran masalah yang tinggi, namun ketika kita dihadapkan dengan orang yang ahli dibidang suatu hal kita juga harus menyeimbangkan dengan pembicaraan lawan. Hal tersebut tidak secara mutlak di paksakan dengan keadaan namun kita sebaiknya lebih enjoy dalam menjalankan. Pada saat kita membina rumah tanggapun diharapkan akan lebih bijak menyelesaikan masalah anggota keluarga di dalam rumah sesuai tanggung jawab masing-masing, sehingga masalah kenakalan remaja dalam masyarakat tidak terlalu berat.Nah hal-hal yang akan terbentuk lebih matang ketika kita banyak melakukan kegiatan diluar kampus seperti mengikuti lomba-lomba sesuai passion kita, berorganisasi secukupnya, tentu saja tidak mengabaikan pelajaran kuliah yang menjadi target utama kita sebagai seorang ahli disuatu bidang disiplin. Ketika kita mengikuti lomba-lomba perorangan maupun kelompok kita dipaksa menyisihkan waktu dan tenaga kita dari segudang kegitan rutinitas kampus untuk mempersipakan lomba. Kita akan lebih banyak berinteraksi dengan orang diluar kampus, tahu cara berinteraksi dengan pejabat kampus ketika mengajukan dana dan pengetahuan lebih lainnya.Ketika kita mengekuti organisasi kita akan dituntut ekstra untuk menyeiapakan waktu, tenaga dan biaya lebih. Kita bekerja dengan tidak dibayar namun hal itu yang menjadi pelajaran awal kita menjadi mandiri, menyikapi orang-orang yang berbeda karakter dengan kita. Selain itu bisa menyalurkan bakat-bakat dan hobi kita mengingat banyak sekali UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang menawarkan berbagai kegiatan.Waktu 4 tahun kuliah itu sangat sebentar untuk mengear semua yang kita inginkan. Kita harus bijak dan cerdas dalam menjalani kehidupan saat didunia kampus. Kita tidak harus memasakan diri melakukannnya enjoy saja, namun disini kita butuh yang namnya keluar dari zona nyaman. Namun persepsi ini tidaklah mutlak karena orang yang tidak mengenyam bangku kuliah pun bisa menjadi dewasa dengan baik dengan dukungan orang-orang sekitar dan lingkungan sekitar. Tetaplah semangat kawan-kawan dalam menjalankan aktivitas kebaikan apapun itu karna semua akan ada nilainya. -
6 Keterampilan Abad 21 yang Harus di Miliki
6 Keterampilan abad 21 yang Harus di Miliki – Abad 21 atau dikenal dengan abad pengetahuan mengharuskan seseorang untuk memiliki keterampilan. Keterampilan menjadi suatu bekal yang bermanfaat untuk menunjang kesuksesan pada setiap individu. Abad 21 didukung dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi, perubahan demograsi, globalisasi dan lingkungan. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi individu yang kurang memiliki keterampilan akan tengelam oleh zaman. Mengatasi hal itu, dalam dunia pendidikan adanya keterkaitan antara peserta didik, guru dan kurikulum untuk mewujudkan keterampilan pada peserta didik.Keterampilan yang dikuasai bagi peserta didik dalam abad 21 yaitu:
a. Keterampilan Berfikir Kritis & Kreatif
Di abad ini harus memiliki pemikiran yang kritis, untuk menggali pengetahuan dan memberikan alasan yang logis untuk sebuah pertanyaan. Berfikir kritis dan kreatif termasuk dalam kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher other thinking). Berfikir menggunakan keterampilan berpikir secara efektif untuk membantu seseorang membuat sesuatu, mengevaluasi, dan mengaplikasikan keputusan sesuai dengan apa yang dipercaya atau dilakukan.b. Keterampilan Pemecahan Masalah
Keterampilan pemecahan masalah merupakan keterampilan proses yang kompleks yang memerlukan kreativitas peserta didik untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga dapat menemukan jawaban sekaligus menemukan solusi terhadap permasalahan yang ada.c. Keterampilan Berkomunikasi
Komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam kegitan sehari-hari saja namun dalam berinteraksi disuatu forum atau kelas juga membutuhkan komunikasi. Keterampilan komunikasi hendaknya dikuasai dengan baik, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi yang baik, akan memudahkan orang lain mengerti apa yang disampaikan oleh penyampai pesan.d. Keterampilan Berkolaboratif
Kolaboratif atau bekerjasama merupakan kegiatan berkelompok untuk menghasilkan sesuatu yang diambil dari keputusan bersama. Kolaboratif memerlukan kepekaan sesamanya, karena dalam kolaboratif menyatukan sifat, prinsip dan pendapat yang berbeda sehingga setiap anggotanya harus mampu mengenali sifat masing-masing anggota dan saling menghargai.e. Keterampilan Kecakapan Hidup dan Karir
Keterampilan kecakapan hidup dan karir meliputi (a) fleksibilitas dan adaptabilitas (Flexibility and Adaptability)yaitu siswa mampu mengadaptasi perubahan dan fleksibel dalam belajar dan berkegiatan dalam kelompok , (b) inisiatif dan mengatur diri sendiri (Initiative and Self- Direction) yaitu siswa mampu mengelola tujuan dan waktu, bekerja secara independen dan menjadi siswa yang dapat mengatur diri sendiri, (c) interaksi sosial dan budaya (Social and Cross Cultural Interaction) yaitu siswa mampu berinteraksi dan bekerja secara efektif dengan kelompok yang beragam, (d) produktivitas danakuntabilitas (productivity and Accountability) yaitu siswa mampu mengelola proyek dan menghasilkan produk dan (e) kepemimpinan dan tanggungjawab (Leadership and Responsibility)yaitu siswa mampu memimpin teman-temannya dan bertanggungjawab kepada masyarakat luas.f. Keterampilan Belajar dan Inovasi
Keterampilan Belajar dan Inovasi menjadikan seseorang untuk menjadi pembelajar seumur hidup (long life leaner). Belajar menghasilkan banyak pengetahuan, dari pengetahuan muncullah berbagai inovasi yang diciptakan. Inovasi yang baru akan menjadi daya tarik sendiri bagi peminatnya. Dunia pendidikan mengharuskan peserta didiknya untuk mampu berinovasi, agar mampu menciptakan lapangan kerja sendiri nantinya.g. Keterampilan Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Semakin pesatnya perkembangan teknologi abad 21 mengharuskan seseorang untuk menguasai teknologi, dalam dunia pendidikan teknologi memiliki tempat tersendiri. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi suatu media dalam proses pembelajaran guna menunjang tercapainya dari tujuan pembelajaran yang telah dibuat. Adanya teknologi komunikasi dan informasi membantu peserta didik dan guru untuk mengetahui perkembangan dan mendapatkan informasi dari belahan dunia. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya pemberi informasi pada peserta didik. Peserta didik dapat menjadikan teknologi komunikasi dan informasi untuk menambah wawasan. TIK juga mampu sebagai perantara untuk menjalin kerjasama dengan sekolah lain diluar negeri. -
API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI
API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI – Pengaruh perjuangan Ulama melahirkan Proklamasi, 17 Agoestoes 1945, Djoemat Legi, 9 Ramadhan 1346. Proklamasi bertepatan dengan Puluhan Pertama Ramadhan sebagai Puluhan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Sebelum Proklamator Ir. Soekarno membacakan proklamasinya, ia meminta restu dari beberapa Ulama terkemuka di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.Demikian pula ideologi Pantjasila dan konstitusi Oendang-Oendang Dasar 1945, perumus pertamanya sesudah Proklamasi 17 Agoestoes 1945, Djoemat Legi, 9 Ramadhan 1364 H adalah Ulama: Wachid Hasjim dari Nahdlatoel Oelama, Ki Bagoes Hadikoesoemo dan Mr. Kasman Singodimedjo – keduanya dari Persjarikatan Moehammadiyah bersama pemimpin islam lainnya, yaitu Mohammad Teoekoe Hasan dari Aceh. Hasil perumusannya dilaporkan kepada Drs. Moh. Hatta. Kemudian diserahkan untuk disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agoestoes 1945, Sabtoe Pahing, 10 Ramadhan 1945.Mungkinkah bangsa Indonesia memiliki Sang Saka Merah Putih, jika Ulama tidak membudayakan warna Merah Putih yang berasal dari Bendera Rasulullah saw? Dihidupkan ditengah masyarakat melalui simbol-simbol budaya: Sekapur Sirih artinya kapur dan sirih melahirkan warna Merah. Seulas Pinang artinya jika pinang dibelah, pasti berwarna putih. Demikian pula upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih saat pembangunan kerangka atap dibagian suhunan. Merupakan bahasa do’a memohon Syafaat dari Rasulullah saw. Dibudayakan pula dalam upacara saat pemberian nama bayi atau Tahun Baru Islam dengan membuat bubur merah putih.Bangsa dan negara Indonesia, tidak hanya memiliki bahasa dan bendera, tetapi juga berkat perjuangan Ulama menjadikan Indonesia memiliki Tentara Nasional Indonesia – TNI – pada 5 oktober 1945, Djoemat Kliwon, 24 Sjawwal 1364. Ada sementara pimpinan nasional saat itu, menolak negara dan bangsa Indonesia punya TNI, mereka ingin negara tanpa tentara. Cukup hanya dengan polisi semata. Mengapa demikian? Karena TNI dibangun dari mantan Tentara Pembela Tanah Air – Peta. Sedangkan 68 Batalyon – Daidan, mayoritas Daidncho – Komandan Batalyon Tentara Peta adalah Ulama. Keinginan penentang pembentukan Tentara Keamanan Rakjat – TKR atau TNI di atas oleh Letnan Djenderal Oerip Soemohardjo dijawab “aneh soeatoe negara zonder tentara.” Konsolidasi selanjutnya, Soedirman mantan Daidancho – Dan Yon Tentara Peta Purwokerto dan guru Moehammadiyah, diangkat menjadi Panglima Besar.Selain itu, jawaban Ulama, terhadap Makloemat X 3 November 1945 dalam waktu relatif singakat hanya empat hari sesudahnya, lahirlah Partai Islam Indonesia Masyumi, 7 November 1945, Rabo Pon, 1 Dzulhidjah 1364. Selain sebagai parpol tercepat lahirnya, terbesar jumlah anggotanya, juga berani mengeluarkan pernyataan: 60 Miljoen Moeslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah. Perang di djalan Allah oentoek menentang tiap-tiap pendjadjahan. Pernyataan demikian ini lahir karena Ulama dan Santri merasa berkewajiban melanjutkan para Ulama terdahulu, membebaskan Nusantara Indonesia dari segala bentuk penjajahan.Kemudian karena perjuangan Perdana Menteri Mohammad Natsir sebagai intelektual, Ulama, dan politikus dari Partai Islam Indonesia Masyumi, Persatoean Islam – Persis, Jong Islamieten Bon – JIB, Partai Islam Indonesia – PII, melalui Mosi Integral, berdirilah Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI – pada 17 Agustus 1950, Kamis Pahing, 2 Dzulhidjah 1369, sebagai jawaban terhadap gerakan separatis: Angkatan Perang Ratu Adil – APRA pimpinan Westerling di Bandung, Pemberontakan KNIL Andi Aziz di Makasar, dan Republik Maluku Selatan Soumokil di Ambon, yang didalangi oleh Van Mook. Sekaligus sebagai jawaban terhadap Proklamasi Negara Islam Indonesia, 7 Agustus 1949, oleh S.M. Kartosoewirjo. Dengan demikian berakhir pula Republik Indonesia Serikat – RIS – hanya berlangsung dari 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 M atau 6 Rabiul Awwal 1369 – 2 Dzulhidjah 1369 H. Berkat perjuangan Ulama maka Republik Indonesia Serikat – RIS diubah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI.Dari fakta sejarah, terbaca betapa besarnya peran kepemimpinan Ulama dan Santri dalam perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Diikuti pula dengan perjuangan Ulama dan Santri mempertahankannya serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, tepatlah kesimpulan E.F.E Douwes Dekker Danoedirdjo Setiaboedhi dari Indische Partij:Jika tidak karena sikap dan semangat perjuangan para Ulama, sudah lama patriotisme di kalangan bangsa kita mengalami kemusnahan*Disadur dari buku API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ditulis oleh Ahmad Mansur Suryanegara. Beliau lebih dikenal sebagai seorang Sejarawan Muslim. -
Kiat-Kiat Tempa Mental Untuk Hadapi Dunia
Kiat-Kiat Tempa Mental Untuk Hadapi Dunia – Istilah dunia ini keras bisa dikatakan bukan hanya sekedar istilah. Namun seruan bagi semua penduduk khususnya para penerus bangsa agar menyiapkan diri menghadapi kerasnya dunia. Setiap bayi yang lahir ke dunia pasti menggenggam tangannya. Itulah simbol bahwa dia harus kuat menghadapi kerasnya hidup, kerasnya dunia. Dunia ini keras bung, jangan hanya bermimpi tapi bangunlah mimpi. Tak ada manusia yang tak berpayah-payah lalu sukses. Semua berjuang, semua berproses. Lalu apa yang dibutuhkan dalam perjuangan itu?Pendidikan Indonesia mengenal adanya MOS (Masa Orientasi Siswa), dimana kegiatan tersebut tak hanya tentang pengenalan tapi juga bullying. Bullying bisa meningkatkan percaya diri, pun bisa menjatuhkan. Maka, persiapan mental menghadapi hal tersebut sangatlah dibutuhkan terlebih bagi generasi penerus bangsa.Bagaimana bullying bisa meningkatkan percaya diri? Mudah saja bagi mereka yang mentalnya sekuat baja bahkan sekuat tembok raksasa cina maka bullying tak ada apa-apanya. Semakin sering di bully semakin dia kuat menghadapi kerasnya hidup. Namun kau tau kawan, tak banyak orang terlahir seperti itu. Kebanyakan adalah jatuh. Jatuh ketika dibully. Bahkan benar-benar merasa hidup sudah tak ada gunanya. Generasi penerus bangsa seperti itulah yang harus mendapatkan perhatian lebih.Kondisi mental yang lemah adalah hal yang harus diperhatikan baik oleh lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Seorang anak putra bangsa harus dilatih atau ditempa mentalnya sejak kecil. Agar dia kelak memiliki mental sekuat baja. Bagaimana kiat-kiat menempa mental putra bangsa? Berikut tipsnya:1. Ikutkan anak-anak pada kompetisi atau lomba sesuai bakat dan minatnya. Hal tersebut bertujuan agar anak bisa tampil berani dan percaya diri. Tampil di depan khalayak adalah salah satu cara menempa mental anak.2. Bimbing anak untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Kenalkan pada anak bahwa dunianya bukan hanya di rumah atau sekolah tapi juga masyarakat luas. Dengan begitu, anak akan berkenalan dengan berbagai macam karakter manusia.3. Ajari anak untuk selalu mengungkapkan perasaannya tanpa menyembunyikan sesuatu hal terutama kepada orangtua. Itu melatih anak agar berani mengungkapkan perasaannya agar tidak menyalurkannya ke jalan yang salah seperti narkoba ketika stress melanda dirinya. Bercerita atau berkeluh kesah pada orang lain (orangtua) akan meringankan bebannya sehingga mentalnya juga akan stabil.4. Ajari anak etika, sopan santun dan rasa empati agar anak tak terseret dalam kelompok suka membully orang lain.5. Libatkan anak dalam memecahkan masalah yang ada di dalam rumah, ajak anak untuk mengemukakan pendapatnya. Ajari anak cara berpendapat yang baik. Agar kelak anak tidak takut atau malu untuk mengemukakan pendapatnya ketika sudah bermasyarakat. Sesuatu hal yang besar pastilah dimulai dari sesuatu yang kecil.Hidup di dunia memang sementara, tapi bukan berarti hanya berpangku tangan. Kehidupan yang keras menuntut mental sekeras baja. Dunia yang penuh dramatikal menuntut mental yang kuat dengan segala lika-likunya. Banyak orang mundur bahkan stress karena lemahnya mental. Semua hal tak ada yang instan, semua butuh proses.Roti yang enak dimakan saja harus melalui proses yang panjang. Apalagi manusia yang hidupnya tak sekejap roti yang dimakan lalu hilang. Mental sangat diperlukan. Jika bukan kita yang menyiapkan generasi penerus bangsa yang bermental baja maka siapa lagi. Semoga tips tersebut bermanfaat agar kelak lahirlah putra bangsa yang siap menghadapi tantangan hidup sekeras apapun itu. -
Satu Kata Berjuta Makna Untuk Tumbuh Kembangku “ATTENTION”
Satu Kata Berjuta Makna Untuk Tumbuh Kembangku “ATTENTION” – Sobat Shalaazz pasti tahu tentang “PERHATIAN”. Namun tahukah kalian arti perhatian yang sebenarnya untuk tumbuh kembang anak ? terutama anak pada masa emas atau yang dikenal dengan golden age ?Perhatian tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja, namun jauh dari itu ada yang membutuhkan perhatian lebih yaitu “anak”. Mengapa anak ? karena anak adalah masa penentu akan jadi apa, mau jadi apa, dan mengapa aku jadi. Dimanakah perhatian tersebut bisa didapatkan seorang anak ? jawabnya adalah orang tua bila dirumah dan guru bila disekolah.Kedua peran tersebut sangat dibutuhkan oleh anak, maka dalam pendidikan peran orang tua dan guru menjadi penentu keberhasilan seorang anak selain lingkungan mereka. Perhatian sekecil apapun sangat berarti bagi anak. Sebagai contoh ketika anak pulang dari sekolah ditanya “tadi belajar apa di sekolah?” atau “sama buguru diajarai apa disekolah” itu sudah membuat anak merasa bahwa dia diperhatikan. Apalagi untuk anak di masa keemasan hal itu akan selalu diingat oleh anak hingga mereka dewasa.Berikut beberapa manfaat perhatian pada usia keemasan anak :
a. menumbuhkan rasa percaya diri terhadap anak,b. menumbuhkan semangat belajar,c. menumbuhkan sikap yang baik pada anak,d. menjadikan anak sebagai orang yang penyayang,e. memiliki jiwa tanggung jawabf. berani menyampaikan pendapatMemiliki manfaat berarti perhatian memiliki kekurangan, seperti:
a. menjadikan anak manjab. segala keinginannya harus terpenuhic. tidak segan untuk menindas temannyad. berani kepada orang yang lebih tuaKekurangan tersebut tidak akan terjadi bila orang tua memberikan perhatian yang benar, dalam artian tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan. Perhatian yang benar dapat diwujudkan dengan melatih anak untuk selalu berbagi dan melihat kehidupan sosial disekitarnya, sehingga anak akan lebih bersyukur dan menghindarkan dari kekurangan-kekurangan yang telah disebutkan.Selain perhatian orang tua, anak memerlukan perhatian dari guru ketika di sekolah. Anak pada kelas rendah utamanya mereka selalu ingin diperhatikan dan didengar. Guru berperan sebagai panutan, sahabat dan pendengar yang baik untuk mewujudkan perhatian yang diingankan oleh anak. Namun, guru juga memiliki batasan atau sikap untuk tidak pilih kasih antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya.Beberapa manfaat perhatian guru untuk peserta didiknya:
a. peserta didik berani menyampaikan pendapatnyab. lebih terbuka dengan permasalahan yang dihadapi, sehingga guru dapat memberikan solusic. peserta didik dapat berfikir kritisd. menjadi lebih bertanggung jawabe. mampu menghargai orang lainf. peserta didik lebih terampil dalam mengasah skill yang dimilikiCiri-ciri anak yang butuh perhatian guru ketika di sekolah diantaranya:
Ramai ketika dalam pembelaranJail dengan temannyaBertindak sesukanyaBiasanya membuat onarDari beberapa ciri di atas sebagian ada yang berkata bahwa anak tersebut tergolong “nakal”, namun bila ditinjau dari segi psikologi tidak ada anak nakal yang ada hiperaktive. Hiperaktive adalah kata lain dari anak yang memiliki aktivitas lebih dibandingkan dengan teman sebaya yang lain. Anak hiperaktive memiliki kelebihan dalam banyak hal yang mengharuskan untuk kegiatan fisik.Begitu pula dengan mereka yang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan teman-temannya juga memiliki kelebihan tersebut, tinggal bagaimana seoarang guru memberikan perhatian dan mengarahkan peserta didiknya. Ditegaskan bahwa peran guru untuk membentuk karakter peserta didiknya ketika di sekolah utamanya bagi anak yang membutuhkan perhatian sangatlah penting. Perlu diperhatikan bahwa mengarahkan peserta didik yang disebutkan dalam ciri-ciri tersebut tidak diperkenankan dengan cara yang kasar ataupun dengan kekerasan fisik.Kekerasan fisik tidak akan merubah apapun pada peserta didik namun yang terjadi akan menjadikan turunnya mental anak. Ketika mental anak turun, maka akan mempengaruhi masa depannya dan juga akan menjadikan trauma tersendiri bagai anak. -
Tips Menjadi Mahasiswa yang Luar Biasa, Sayang Kalau tidak Ditiru!
Tips Menjadi Mahasiswa yang Luar Biasa, Sayang Kalau tidak Ditiru! – Menjadi kreatif itu datangnya dari diri kita sendiri. Entah kita ingin mengeluarkan bakat yang luar biasa dalam diri kita atau kita hanya bermenung diri dan menguburnya dalam-dalam ke titik gelap hati kita.Itulah sebuah pelajaran berharga yang dapat saya ambil semenjak duduk dibangku perkuliahan Universitas Andalas tercinta. Mahasiswa kupu-kupu istilahnya, yang hanya berkutat dimeja pelajaran dan gedung kuliah. Gak ada bakat yang tertumpahkan, hanya tersembunyi meringkuk ketakutan.Lebih dari setengah mahasiswa yang ada di Universitas Andalas tidak mengeluarkan bakat profesional yang ada didalam dirinya. Malah memilih menghabiskan waktu untuk tidur sehabis menyelesaikan penungasan yang diembankan kepada mereka.Yap, sayang sekali bukan. Waktu terbuang sia-sia, diiringi dengan semakin menuanya usia kita yang terbuang percuma. Gak ada salahnya kan, jika kita melakukan hal-hal bermanfaat didunia perkuliahan, yang dapat meningkatkan softskill kita dan memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.Saya menyebutnya MAHASISWA KURA-KURA, yang selalu cepat tanggap dalam menyelesaikan sebuah persoalan, yang selalu menggunakan critical thinkingnya dalam melakukan segala hal. Jangan tanya soal jenuh, kami semua juga merasakannya. Mengerjakan tugas yang dikejar dead line serta mempersiapkan diri untuk dapat presentasi maksimal dihadapan teman-teman esok harinya.Mahasiswa yang selalu kuliah rapat-kuliah rapat, kalimat yang cukup menarik untuk bisa dijadikan singkatan mahasiswa kura-kura.Apa istimewanya?Banyak keistimewaan yang didapatkan, disana berjibun pengalaman menarik terkumpul, disana juga merupakan base campnya orang-orang luar biasa, yang selalu berbagi pengalamannya dan saling bekerja sama.Apakah masih ada waktu buat teman-teman?Tentu!! Masih panjang waktu kita. Mari sadarkan diri kita semua. Mari kita bangkit untuk menjadi generasi terbaik di sepanjang masa. -
Trik Jitu Hanya 90 Menit Ini Dijamin Berprestisai Di Sekolah
Trik Jitu Hanya 90 Menit Ini Dijamin Berprestisai Di Sekolah – Hai para sahabat Pena Millennials….Kali ini penulis akan membahas mengenai trik belajar khususnya bagi para siswa-siswa yang masih duduk dibangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Memang setiap orang berbeda cara belajarnya, namun kali ini penulis akan memberikan tips dan trik belajar berdasarkan pengalaman penulis sendiri. Hehe…90 menit…..? Bisa berprestasi…? Apa itu maksudnya?
Maksud dari 90 menit itu yaitu waktu lamanya belajar setiap harinya, padahal pelajaran di sekolah begitu banyak jadi rasanya tidak mungkin hanya dengan waktu 90menit belajar di rumah setiap harinya bisa berprestasi di sekolah. Tapi buktinya penulis bisa menuntaskan semua pelajaran-pelajaran di sekolah dengan baik.Apa iya…? Manjada wajadda (Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti ia dapatkan). Mari kita bahas mengenai waktu 90 menit.90 menit merupakan proses belajar untuk siswa di rumah, khususnya bagi siswa yang sangat sibuk berorganisasi. Proses belajar tersebut dilakukan di malam hari dari pukul 19.30 s.d pukul 21.00 yang dapat dilakukan setiap hari kecuali malam minggu karena waktu tersebut dipakai untuk istirahat.30 menit awal 19.30-20.00
Digunakan untuk mengulas kembali pelajaran-pelajaran yang diajarkan tadi siang di sekolah. Adapun proses tersebut hanya sekedar mengingat dan mendata mengenai tugas-tugas apa saja selama belajar tadi siang. Dengan pencatatan data tersebut akan ketahuan mana tugas yang didahulukan dulu. Selain itu dalam proses 30menit pertama siswa hanya perlu memahami hal-hal yang penting saja yang sekiranya menjadi pokok pembahasan disiang hari. Dalam 30 menit pertama biasanya penulis melakukan latihan-latihan soal mengenai topik pembahasan yang dibahas tadi siang di sekolah atau mengerjakan PR yang diberikan oleh guru. Bisa dikatakan proses belajar 30menit pertama merupakan proses pemanasan.30 menit kedua 20.00-20.30,
Ini merupakan titik proses belajar yang sesungguhnya karena siswa harus serius dan fokus pada pelajaran yang sedang dipelajari tentunya mata pelajaran yang dipelajari merupakan mata pelajaran yang akan diajarkan keesokan harinya agar kita tidak kaget saat guru menerangkan keesokan harinya. Dalam proses ini penulis biasanya hanya membaca buku, bagi penulis 30menit membaca dirasa sudah cukup. Dalam membaca, penulis juga sering memberikan tanda-tanda berupa coretan jika sekiranya bagian tersebut sering muncul dalam ulangan atau sering dibahas sama guru.30 menit ketiga 20.30-21.00,
Proses ini bisa dikatakan pendinginan karena pada proses ini biasanya penulis melakukan latihan-latihan soal setelah membaca. Tentunya soal-soal tersebut berkaitan dengan materi yang penulis baca di 30menit kedua. Karena dengan latihan tersebut jarang kita sadara kita akan belajar dua kali. Mengapa demikian, saat kita latihan soal kemudian kita mengalami kesulitan, tentunya kita akan kembali melihat materi-materi yang barusan kita baca di 30 menit kedua. Sehingga akan menambah daya ingat kita terhadap materi tersebut.Selama proses belajar tersebut jangan sekali-sekali menyalakan handphone agar siswa fokus pada belajar. 90 menit adalah sangat singkat, diusahakan jangan nyalakan handphone dulu selama proses belajar. Agar kita bisa belajar secara maksimal. 90 menit belajar bisa dikatakan alurnya menulis-membaca-menulis.Banyak cara yang dilakukan setiap siswa dalam belajar karena setiap orang berbeda-beda dalam proses belajar, ada yang mudah paham dengan cara membaca, ada yang mudah paham dengan cara mendengar. Semuanya tergantung pada kemampuan siswanya, asalkan siswanya menyadari bahwa kemampuan belajarnya seperti ini ataupun seperti itu. 90 menit belajar merupakan sebuah tips/trik berdasarkan pengalaman penulis. Karena selama menajdi siswa penulis hanya belajar 90menit namun bisa berprestasi di sekolah dan biasa masuk 3 besar di sekolah. Apapun caranya, penulis berharap para siswa janganlah mudah putus asa dalam belajar, teruslah belajar agar mendapat prestasi yang membanggakan terutama kedua orang tua. -
Character Building (Pendidikan Karakter) Sejak Dini Sebagai Pondasi Jangka Panjang
Character Building (Pendidikan Karakter) Sejak Dini Sebagai Pondasi Jangka Panjang – Peran pendidikan dalam lini kehidupan berbangsa dan bernegara sudah menjadi jantung yang tidak bisa dilepaskan dan terus memompa semangat hingga ke seluruh penjuru hingga menghasilkan generasi yang bermutu. Sejak manusia dilahirkan ke bumi ia akan mendapatkan pendidikan secara langsung oleh kedua orang tua dan orang – orang disekitarnya. Meskipun kadang mereka tidak menyadari hal tersebut. Pada berbagai fase anak akan terus meniru dan mengimitasi berbagai tindakan yang dilihatnya. Salah satu pendidikan yang harus dipelajari anak sejak dini adalah pendidikan karakter (adab).Pendidikan karakter sejak dini akan membentuk kepribadian yang akan melekat pada seseorang sebagai dorongan untuk bertindak, bersikap, berucap dan merespon sesuatu hal. Maka dari itu fungsi pendidikan karakter untuk membentuk dan menanamkan sifat atau karakter positif yang didapatkan dari pengalaman menghadapi dan kemampuan memecahkan berbagai masalah, kesulitan, dan menanamkan nilai yang dapat membentuk sebuah nilai kepribadian harus terus ditanamkan serta diingatkan. Di lembaga pendidikan saat ini banyak peserta didik yang sekadar mengutamakan angka sebagai nilai. Bukan adab sebagai nilai.Banyak anak didik yang mampu mendapatkan nilai ujian sempurna tapi sayangnya tidak mampu untuk senantiasa rendah diri dan mengucapkan terimakasih. Banyak anak yang lulus dengan prestasi gemilang, tapi sayang anak tidak tampil periang. Tampak sederhana, bukan? Hal – hal yang dianggap tidak masalah ini nyatanya akan sangat terasa ketika anak semakin tumbuh dan berkembang serta menduduki tahap kehidupan dimasa yang akan datang.Contoh nyatanya sudah terbukti dengan tingginya angka korupsi di Indonesia. Berdasarkan catatan ICW, pada tahun 2017 sudah ada 576 kasus korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 6,5 triliun dan kasus suap senilai Rp 211 miliar, serta jumlah tersangka mencapai 1.298 orang. Hal ini menunjukkan bahwa adab seseorang terhadap bangsanya sendiri sangat kecil, padahal kebanyakan dari mereka yang korupsi memiliki gelar akademik sarjana, magister, doktor, bahkan sampai professor. Malu? Harusnya Iya. Contoh lainnya yang lebih sederhana seperti terjadinya kasus pembunuhan, tawuran antar pelajar, perusakan fasilitas umum hingga kasus amoral lainnya.Berdasarkan kasus diatas, bukan hanya lembaga pendidikan yang kurang ketat dan kritis dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga peran keluarga dan orang – orang disekitarnya. Seorang penganut angka sebagai nilai dapat terbentuk karena lingkungan menghargai dirinya dari seberapa tingginya angka yang dia dapatkan, bukan dari bagaimana proses ia berjuang mendapatkan angka tersebut. Seseorang cenderung merasa kalah dan tidak berharga ketika mendapatkan angka ujian di bawah rata – rata.Jika sistem ini terus berlanjut maka bukan tidak mungkin akan terjadi dua hal berikut secara berkepanjangan, yaitu peserta didik hanya unggul pada sisi pengetahuan namun tidak membentuk watak dan kepribadian peserta didik sebab proses pendidikan hanya menitiikberatkan pada penyampaian informasi dan peserta didik tidak mengalami perkembangan apapun baik dari sisi pengetahuan dan kepribadian sebab proses pengajaran tidak memperhatikan faktor-faktor karakteristik peserta didik Permasalahan yang tampaknya sederhana ini perlu diperbaiki dan direnovasi dengan baik. Sebab sistem ini akan menjadi pondasi diri anak bangsa yang akan terus memajukan kualitas bangsa. Salah satu cara untuk memperbaikinya adalah dengan di terapkannya pendidikan karakter kepada setiap individu perserta didik secara dini.Pendidikan karakter menurut Dr. Ratna Megawangi adalah pendidikan untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti , yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang, yaitu tingkah laku yang baik, jujur bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras dan sebagainya. Pendidikan karakter ini tidak tentang proses menghafal materi untuk ujian, bukan pula tentang jurus jitu menjawab pertanyaan, melainkan pendidikan dengan pola pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, bertindak jujur, malu berbuat curang, sopan terhadap orang yang lebih tua, mampu menghargai pendapat, mampu mengelola ego, hormat terhadap pemberi ilmu, menerapkan etika dan sopan santun dimanapun serta terhadap siapapun.Hal yang disebut sebagai Character Building ini tidak akan didapatkan bagi pecinta ilmu instan dan akan dirasakan bagi yang senantiasa bersikap rendah hati terhadap nikmatnya proses dan lezatnya ilmu. Karakter sebagai pondasi utama ini juga tidak akan pernah terbentuk jika pelaksanaanya berdiri sendiri. Dia membutuhkan sistem yang saling menyambut dan merangkai hingga terbentuk seorang individu berkarakter. Maksudnya ‘sistem’ dalam konteks ini adalah perlunya orang tua yang terus memberikan contoh berupa tindakan nyata dalam kehidupan sehari – hari anak dan pengubahan mindset orang yang terlibat dalam kehidupannya untuk bersikap benar.Tindakan yang dapat diterapkan untuk membentuk karakter baik bagi anak diantaranya adalah penguatan ilmu agama dan adab bagi anak, pembiasaan sopan santun, saling menghormati dan menyayangi sejak dini, menghargai sekecil apapun usaha dan hasil yang diperolehnya serta memperkenalkan berbagai pepatah positif yang kelak akan dibutuhkannya dalam kehidupan, contohnya pepatah berikut jadilah seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk, sabarlah seperti tanah meskipun letaknya di bawah dan terus terinjak tapi ia mampu menumbuhkan berbagai tanaman. Semoga bermanfaat dan tidak lelah untuk terus belajar, sebab sesungguhnya seorang anak kelak akan menjadi guru bagi anak – anak generasi yang akan datang. -
Guru Sebagai Ujung Tombak Pendidikan
Guru Sebagai Ujung Tombak Pendidikan– Tak ada habisnya bicara tentang pendidikan. Berbagai polemik muncul tatkala disinggung soal pendidikan. Guru, menjadi salah satunya. Sebagai seorang pendidik yang katanya “digugu dan ditiru” guru menjadi salah satu unsur penting dalam dunia pendidikan. Karena tanpa hadirnya seorang guru, tidak akan mungkin tercipta orang – orang hebat di dunia ini. Bisa kita bayangkan betapa luar biasanya jasa seorang guru, dengan kesabarannya Ia dapat melahirkan generasi – generasi bangsa yang luar biasa.Namun permasalahan cukup serius terjadi dalam dunia pendidikan kita, salah satunya mengenai wilayah pembagian tugas guru yang tidak merata. Sebagian besar guru tentu akan lebih memilih untuk bertugas di wilayah perkotaan dibandingkan tugas di wilayah pedalaman. Jika pun bersedia ditugaskan di wilayah pedalaman, Ia pasti akan memilih wilayah dengan fasilitas yang cukup memadai. Tentu masalah ini akan menjadi masalah yang sangat serius, terutama jika terjadi di negara seperti Indonesia yang memang memiliki wilayah yang sangat luas. Dengan tidak meratanya pembagian tugas guru, maka itu akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang ada di wilayah perkotaan dan pedesaan.Dilansir dari beberapa media online seperti berita satu, dan tempo maka diperoleh data yang bersumber dari Nations Development Program (UNDP) tahun 2011 bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada pada urutan 124 dari 187 negara. Menurut Subandi selaku direktur Pendidikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indeks tingkat penididikan tinggi Indoneasia dinilai masih rendah dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia, yaitu hanya sekitar 14,6 persen.Berbicara tentang rendahnya tingkat kualitas pendidikan di Indonesia, sudah jelas itu ada hubungannya dengan kompetensi , profesionallitas, dan pemerataan pembagian wilayah tugas guru. Mengapa demikian? Karena guru merupakan ujung tombak yang menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan. Itu berarti, bahwa kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas pembelajaran yang guru sajikan di ruang kelas.Dewasa ini pemerintah memang sudah bergerak lebih maju untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu solusinya adalah dengan memberikan insentif khusus bagi para guru yang bersedia ditugaskan di wilayah pedalaman. Namun, itu pun tetap harus diimbangi dengan berbagai peraturan agar guru tersebut benar – benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Semoga seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia juga turut meningkat menjadi lebih baik lagi. -
Hal-hal yang perlu di Siapkan dan di Perhatikan Saat Wawancara
“Biasakan bertanya singkat agar daya tangkap pendengar baik” (Andreas Harsono)Biasakan bertanya tidak lebih dari 16 kata. Ituah kenapa Andreas mengatakan bertanyalah yang singkat gunanya agar si pendengan menangkap pertanyaan kita dengan baik. Nah, jangan lupa juga kita bertanya gunakan 5W+1H.Nah, di REPORTASE. Kegiatan meliputi mengumpulkan fakta-fakta tentang berbagai unsur berita dari berbagai sumber. Kemudian menuliskannya dalan berita-berita.Jangan lupa juga, jika kita menuliskan sesuatu jangan lupa kasih kutipan, kenapa? Maknanya agar tulisan kita menjadi hidup.Tulisan = ‘Kutipan’ (Hidup)Ada beberapa model wawancara :1)Langsung : Bertatap muka (Face to face)
2.Tidak langsung = Melalui telpon, chatting, dan email.Ada juga berberapa teknik wawancara agar sukses, yaitu:1)Be prepare
(Mulai membaca buku sampai data penting lainnya).2)Be Observant
(Cari tempat senyaman mungkin)3)Be Ontime
(Tepat waktu)4)On the record
(Rekam)Point ke empat, inilah yang paling penting diantara point point lainnya. Why? Jika kita kurang ngerti ketika wawancara, yang kita tulis. Rekaman adalah solusi dimana ini bisa menjadi pemerbaik membuat sebuah berita.On The Record, terbagi menjadi dua, ada:*Of the Record.
(Ketika kita sudah mewawancarai seseorang, dan yg diwawancarai tak memberi kita untuk membuat suatu berita. Nah kenapa sebelum mewawancarai sesorang kita harus lebih banyak bertanya)*Background
(Berita boleh disampaikan dan tidak ditulis penyampaian nya)5)Be Polite
(Sopan dan ciptakan kenyamanan)
*Pertanyaan tak bersifat “interrogatif” atau terkesan memojokkan.6)Feedback
(Be a good listener)7)Jangan Tatap Matanya.Nah ada catatan nih.❣Cek dan Ricek, catat ,jangan mengandalkan recorder(Langsung Review) Jangan lupa catat Nama,Dan nomor kontaknya❣*Jaga jarak untuk interview*Berikan kenyamanan (sebatas lengan)*Intensitas Suara*Jangan Grogi*Biasakan bertemu dengan orang baru.*Jangan Menyatakan Opini.Itulah trik and trik cara agar wawancara kita sukses. Trimsssss -
Kumpulan Kata-Kata Mutiara tentang Korban Bencana Alam Bikin Terenyuh
“Indonesia berduka saat musibah melanda. Banyak yang terluka, namun manusia harus menerka. Apakah ini tanda Tuhan sedang murka?” (Pipit, 2018).
“Bencana alam terjadi ada alasan secara ilmiah, namun sikap dan sifat manusia banyak tidak ilmiah” (Pipit, 2018).“Kota yang tertimpa bencana alam adalah kota pilihan Tuhan untuk dijadikan kota ujian. Apabila lulus maka akan merasakan sendiri manisnya hikmah terbaik” (Pipit, 2018).“Bencana Alam adalah pertanda dunia tidak kekal namun fanah, maka perbanyak ibadah” (Pipit, 2018).“Jangan menghakimi kota dan korban bencana alam, lebih baik terapi alami untuk menghilangkan trauma mendalam” (Pipit, 2018).“Banyak kejadian kuasa Tuhan yang diperlihatkan, misal tempat ibadah yang selamat dari bencana alam. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan ?” (Pipit, 2018).
“Korban bencana alam punya hak yang sama, dibantu saudara lain saling bahu membahu” (Pipit, 2018).
“Korban bencana alam berhak memperoleh pendidikan yang layak” (Pipit, 2018).
Saat ini Indonesia berduka setelah kejadian gempa di Lombok, ditambah lagi Tsunami dan Gempa yang terjadi beberapa hari yang lalu di Donggala Palu, Sulawesi Tengah. Apakah teman-teman tahu bahwa ada PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ?.
Iya. UNTAD (Universitas Tandulako) adalah salah satu universitas kebanggaan masyarakat Sulawesi. Bangunannya kini hancur tak berkeping. Tidak terdapat lagi tempat untuk mahasiswa belajar. Lalu, apa yang harus kita bantu ?.
Perlu diketahui bahwa Ketua Rektor Indonesia yang diketuai oleh Rektor ITB (Institut Teknologi Bandung) telah sepakat dengan 38 universitas lainnya di seluruh Indonesia untuk menampung mahasiswa korban bencana alam di Palu untuk belajar sementara di universitas lain tersebut. Bahkan jika tidak mampu membayar tempat tinggal dan UKT, maka akan digratiskan asalkan mereka masih bisa belajar selama proses pembangunan UNTAD.
Siapa universitas yang akan jadi pengungsian mahasiswa UNTAD ?.
Ada ITS, UNAIR, UTM, UB, UNS, ITB dan lainnya. Menurut informasi dari Kompas (2018), kemungkinan ada tambahan universitas lain yang bersedia ditempatkan mahasiswa UNTAD sementara waktu. Mahasiswa akan mengikuti perkuliahan sesuai semesternya dan mata kuliah menyesuaikan dengan SKS masing-masing universitas yang ditempati.Berikut bentuk pengabdian pendidikan Untuk Korban Bencana Alam:
1. Menjadi volunteer pengajar di tempat pengungsian.
2. Menyumbangkan donasi buku, alat tulis, seragam dan alat sekolah lainnya untuk pelajar korban bencana alam.
3. Memotivasi pelajar korban bencana alam untuk tetap semangat menjalani hidup.
4. Mencarikan informasi beasiswa pendidikan dari pemerintah atau donatur beasiswa yang sukarela untuk membantu pelajar melanjutkan pendidikannya.Salam hangat dari saya anak pulau yang bertetangga dengan laut. Saya merasakan deburan ombak hingga air laut yang naik ke atas dan membuat aspal jalan rusak. Tidur malam sepertinya tidak nyenyak, takut terbangun tiba-tiba Tsunami.Alhamdulillah hingga saat ini pulau saya masih diselematkan oleh Tuhan. Kita tidak pernah tau dan tidak bisa memilih kapan dan dimana berada saat bencana tiba, jadi tidak perlu iba. -
A week in village ; Program Kontribusi Generasi Untuk Masyarakat Madani
A week in village ; Program Kontrribusi Generasi Untuk Masyarakat Madani – Hai sahabat pejuang pendidikan kali ini kita kan membahas kontribusi dalam dunia pendidikan, atau enaknya mungkin kita sebut “terdidik untuk berkontributif”. Seperti ditulisan sebelumnya yang berjudul “ Dunia pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara” disebutkan bahwa pendidikan itu harus mampu menjadi wadah yang memanusiakan manusia. Nah kali ini kita akan membahas sejauh mana kita menjadi manusia dilihat dari kontributif kita terhadap masyarakat yang buta aksara. Kita awali dengan sebuah pertanyaan singkat yang pernah singgah dikepala saya, yaitu Kenapa sekolah harus dibangun disebuah daerah tertentu?.Kala itu saya bingung menjawabanya. Seiring berjalannya waktu akhirnya saya temukan jawabannya, tidak lain tidak bukan ialah tentang kontributif. Ya, tentang sebuah kontribusi, karena saat ini tidak banyak orang yang memiliki tingkat kepekaan sehingga mau bergerak melakukan perubahan, walaupun itu perubahan sederhana. Nah kira-kira apa yang sudah terfikir oleh anda tentang sebuah kontributif dalam dunia pendidikan, apakah hanya buang sampah pada tempatnya yang sampai hari ini ibarat sebuah narasi panjang yang tak berujung, atau tentang belajar rajin agar dapat banyak prestasi dan nantinya bisa jadi orang sukses dan bantu masyarakat?.Silahkan jawab dengan mata hati dan kejernihan akal yang kita miliki. Tulisan kali ini akan mengajak kita berfikir bersama untuk mencari ide bersama dan mau merealisasikan dalam konteks sederhana. Baik hari ini saya akan berbagi kepada anda yang membaca, yaitu “ a week in village ” sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan selama satu minggu didesa terdekat dari lokasi sekolah.Hal ini bertujuan untuk menghadirkan bagaimana keterlibatan dan kondisi real masyarakat yang terjadi, sehingga kita mampu merasakan secara langsung dan mengaplikasikan ilmu yang dimiliki seorang siswa secara langsung. Program ini diadakan bagi ssiwa jenjang SMA, hal ini dikarenakan siswa SMA dinilai sudah memiliki tanggungjawab yang baik dan memilki tingkat kecakapan yang mumpuni. Program ini bersifat terbimbing yang senantiasa di bimbing oleh pihak sekolah agar berjalan dengan baik.Para siswa akan tinggal disebuah daerah yang bersama warga dan mengikuti alur kehidupan yang dilakukan keluarga angkat. Dan harus terlibat dalam setiap kegiatan kemasyrakatan yang ada. Hal ini tentunya membuat para siswa lebih siap berkontributif sehingga tentunya akan berdampak pada dunia kampus mereka nantinya.Dan pada akhirnya akan lahir siswa/i yang tidak apatis dan pro aktif dalam kegiatan kampus pada masanya. Sehingga gelar agent of change yang disematkan pada diri mahasiswa buka sekedar indentitas fornalitas saja, melainkan lahir dari pribadi masing-masing. Jadi, bagaimana para penjuang pendidikan siapkah kita berinovasi dalam pendidikan dan menjadikan sekolah sebagai wadah yang mealhirkan manusia yang dimanusiakan. -
Yakin Dan Mulai Kembangkan Potensimu dari Sekarang
Yakin Dan Mulai Kembangkan Potensimu Mulai dari Sekarang – Masa muda adalah masa untuk berjuang meraih mimpi. Masa muda juga merupakan penentu masa depan. Jika kita berusaha menjadi yang terbaik di masa muda, niscaya usaha tidak akan pernah membohongi hasil. Seperti ada sebuah pepatah yang mengajarkan kita bahwa apa yang kita tanam, itu yang kita tuai. Ketika kita berusaha untuk mengembangkan potensi kita yang membentuk masa depan kita menjadi baik, kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan dan sebaliknya, jika kita hanya bermalas – malasan dan mengimpikan keberhasilan tanpa usaha, maka hasil yang akan kita dapatkan sungguh mengecewakan. Kaum muda sepantasnya memanfaatkan waktu dan energinya untuk melakukan kegiatan – kegiatan yang positif dalam rangka mengembangkan potensi yang dimiliki. Tunggu apalagi, mulailah dari saat ini. Waktu terus berjalan. Jangan sampai terlambat untuk berusaha.Dilansir oleh sebuah akun instagram bernama ajari.ku, ada tiga tips untuk mengembangkan potensi diri.1. Kenali dirimu secara mendalam
Sibuklah kita untuk mengenali diri kita sendiri. Jangan biarkan kita untuk membandingkan diri kita dengan potensi yang dimiliki oranglain sehingga kita merasa minder untuk melangkah. Semua orang unik. Semua orang memiliki potensi masing – masing yang dibutuhkan oleh sesama manusia, bangsa, dan negara. Jadilah diri sendiri.2. Miliki tujuan yang jelas
Tujuan yang jelas dapat memudahkan kita ke tahap selanjutnya yaitu berani untuk melangkah. Jika tujuan tidak jelas maka yang akan terjadi adalah kita akan bosan berputar – putar sehingga melakukan hal – hal yang tidak produktif. Daftarkan dahulu apa – apa saja yang menjadi tujuanmu secara jelas sebelum melangkah.3. Berani untuk melangkah
Tujuan tanpa action sama seperti mimpi di siang bolong. Tujuan tanpa keberanian untuk melangkah akan membuat kita tidak berkembang. Jangan sibuk memikirkan pendapat orang dengan langkah – langkah yang kita ambil. Karena selama kita hidup pasti ada banyak komentar orang tentang hidup kita.Jangan menyerah dan merasa minder dengan apa yang kita miliki hari ini karena selama masih ada kesempatan untuk mengembangkannya, maka seharusnya kita manfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan masa depan yang cerah.












