Author: shalaazz

  • Ini Alasannya Dunia Pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara

    Ini Alasannya Dunia Pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara


    Ini Alasannya Dunia Pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara – Kita semua atau mungkin sebagian sepakat dengan kalimat ini “Peradaban dapat dijemput melalui pendidikan”. Karena kita sadar bahwa pendidikan adalah wadah yang didalamnya manusia dimanusiakan. Berkaca pada kalimat terakhir di kalimat sebelumnya yaitu “ Memanusiakan manusia” maka akan timbul beberapa pertanyaan, seperti kenapa memanusiakan manusia? Apakah manusia belum manusia sejak ia dilahirkan? Jawabannya sederhana, silahkan bertanya pada hakikat pendidikan. 

    Loh kenapa kepada pendidikan? Apakah pendidikan memiliki jawaban terhadap pertanyaan itu. Jawabanya Iya, karena kita meyakini bahwa pendidikan adalah gerbang yang mengantarkan manusia kepada sesutau yang kita sebut dengan“ manusia”. Jika kita melihat definisi pendidikan secara etimologi yang berasal dari bahasa Latin yaitu ducare memiliki arti menuntun, mengarahkan, atau memimpin, dan awalan huruf e memilki arti keluar, nah jika digabungkan maka berarti menuntun keluar. Sederhananya pendidikan berarti sesuatu yang menuntun manusia untuk keluar dari sesuatu menuju sesuatu, misal dari sesuatu yang tidak diketahui menjadi tahu, dan lain-lain. Baik, secara ringkas mungkin kita tahu apa itu pendidikan melalui etimologi pendidikan. 
    Namun pertanyaan yang timbul selanjutnya ialah, apa kaitannya dengan “memanusiakan manusia”. Kita bisa kembali pada tujuan pendidikan itu sendiri yang termaktub pada UU No 20 Tahun 2003 pada pasal 3 bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia , sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun apakah pendidikan dinegeri ini sudah sampai pada tahap diatas?. Kita sedang berjuang menuju tujuan itu, dengan segenap yang dimilki oleh bangsa ini. Berjuang diatas gentingnya kepentingan pemerintah yang mengaburkan tujuan tersebut. 
    Sedikit sensitif mungkin jika dikaitkan dengan kepentingan pemerintah, dan apa kaitannya dengan itu semua. Ketika kita mengamati kondisi pendidikan dengan rasional, maka akan kita temukan kondisi pendidikan yang seakan terseret-seret tanpa identias diatas pergantian periodisasi pemerintahan. Perubahan sistem, kurikulum, teknis, konsep maupun dasar kerap terjadi beriringan dengan pergantian periodesasi pemerintah dinegeri ini. Lalu kemana identitas pendikan yang sebenarnya, pendidikan yang harusnya mampu berdiri tegak diatas gelombang kepenntingan, berdiri tegak tanpa harus tergadaikan identitasnya, pendidikan yang mandiri dan mampu berjalan diatas rel kemanusian. lupakan sejarah yang terus berjalan dinegeri ini, mari kita lebih dalam meyelami eksekusi dunia pendidikan kita. 
    Sudahkah pendidikan kita memasuki lorong hak anak bangsa?, apakah pendidikan kita sudah berdasarkan potensi (kodrat) anak bangsa ini? [ K.H. Dewantara : “anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kondratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu”] atau hanya memaksakan kehendak dengan dalih anak-anak akan sukses jika dibekali dengan multi disiplin ilmu. Jika kita lihat kata-kata yang disampaikan oleh bapak pendidik bahwa tugas pendidik adalah merawat bukan memaksa/mencekokin semua materi ilmu yang tidak berdasar pada kodrat anak itu sendiri. 
    Tapi apakah tulisan ini akan sampai dan diterima oleh praktisi pendidikan Negeri ini?, tidak peduli diterima atau tidak. Terpenting adalah, kita para pemuda aktivis pendidikan yang tahu peliknya pendidikan negeri ini. Jadi, mari bergerak diatas komando K.H. Dewantara
  • Apakah Salah Pola Asuh Pada Pendidikan Karakter Bangsa ini?

    Apakah Salah Pola Asuh Pada Pendidikan Karakter Bangsa ini?

    Apakah Salah Pola Asuh Pada Pendidikan Karakter Bangsa ini? – Apa itu pendidikan karakter? Ya, pada era milenial ini tentu tidak asing lagi dengan sebuah pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan wujud keselarasan antara ilmu dengan pembentukan karakter anak-anak bangsa. Yang mempengaruhi pola pikir setiap individu. Bagaimana dengan nasib mereka yang berpendidikan tinggi namun tak mempunyai karakter? Pendidikan karakter ini begitu penting di masa yang akan datang. Mengoptimalkan nilai-nilai budi pekerti yang hampir hilang.
    Membiasakan dengan kebiasaan yang baik adalah cara untuk membentuk karakter sejak dini. Melatih otak bekerja untuk tidak hanya menuntut ilmu saja tetapi punya kebiasaan baik yang bisa dicontoh. Pendidikan karakter tidak cepat kilat mengubah pola pikir anak anak bangsa sekarang. Butuh tahap-tahap pendekatan agar mampu mengubah pola pikir mereka yang masih kurang memperhatikan masa depannya. Perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi salah satu yang menjadi penyebab kebanyakan dari mereka masa bodoh dengan masa depan. 
    Tontonan yang tidak memberi efek baik perlu ditindak lanjuti. Karena masa depan mereka ditentukan oleh apa yang mereka lakukan saat ini. Bukan ditentukan oleh guru. Guru hanya sebagai pembimbing yang membimbing mereka kemana arah masa depan mereka diwujudkan. Kesadaran diri sendiri juga berpengaruh besar terhadap pembentukan pendidikan karakter anak bangsa. Sebab dari keinginan dan harapan mereka sendiri lah yang bisa mengubah pola pikir yang lebih baik. Sebuah pendidikan karakter harus benar-benar nyata mampu diwujudkan. Orang tua berperan penting dalam mengarahkan dan memberi bimbingan. Anak bangsa merupakan cikal bakal maju atau tidaknya negara ini. 
    Pola asuh dan ilmu yang diberikan dengan cara yang benar. Pasti akan membuahkan hasil. Harus mawas diri terhadap pergaulan pada era sekarang. Dan ketika mereka telah dibekali pendidikan karakter. Cepat atau lambat pola pikir mereka akan mulai terbentuk. Mulai sadar apa yang harus dikerjakan dan apa yang perlu ditinggalkan. Sebuah kebanggaan bisa menerapkan pendidikan karakter itu sendiru diruang lingkup keluarga , diri sendiri , bahkan masyarakat luas. 
  • Fakta Menarik Cewek Elektro SMKN 3 Kendal

    Fakta Menarik Cewek Elektro SMAN 3 Kendal

    Fakta Menarik Cewek Elektro SMKN 3 Kendal  –   Jika mendengar kata Elektro,hal yang pasti terbayang adalah alat-alat elektronik,Teknisi, lampu dan hal-hal lain yang berhubungan dengan listrik.Tapi sebenarnya apa itu Teknik Elektro? 

    Pada dasarnya, Teknik Elektro adalah Ilmu Teknik yang mempelajari tentang dunia kelistrikan yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Ahli di bidang Elektronika disebut dengan Electrical engineer.Ilmu Teknik Elektro sendiri dibagi menjadi dua:

    1. Arus kuat : Ilmu yang mempelajari tentang tenaga listrik bertenaga tinggi.
    2. Arus lemah : Ilmu yang mempelajari tentang tenaga listrik bertegangan rendah.

      Jika dikaitkan dengan jurusan di sekolah atau perguruan tinggi, maka Elektro adalah jurusan yang kebanyakan peminat nya adalah kaum laki-laki.Tapi siapa sangka perempuan juga bisa mahir Elektro.
      Di SMKN 3 Kendal, salah satu SMK jurusan teknik favorit di Kendal yang salah satu jurusan nya adalah Teknik Elektronika Industri, peminat nya bukan hanya dari kaum laki-laki, melainkan juga kaum perempuan.

      Hebat bukan ? walaupun siswa perempuan nya masih tergolong sedikit, tapi ini justru membuka kesempatan kerja yang cukup luas bagi mereka.
    Serunya belajar Teknik Elektronika di SMKN 3 Kendal
      Dunia Elektronika sebenarnya sangat seru dan menarik,tidak serumit kelihatan nya jika kita bersungguh sungguh dalam mempelajari nya.Bagaimana tidak? hampir semua alat yang kita gunakan sehari-hari adalah berupa mesin atau robot yang tidak akan lepas dari kelistrikan.Tidak dapat dipungkiri,bahwa penggunaan mesin atau robot sebagai pengganti pekerjaan manusia terlihat lebih efektif dan efisien.Hal ini tentu akan jadi lebih menyenangkan jika kita bisa menciptakan mesin-mesin dan robot-robot itu sendiri tanpa harus membeli dengan harga yang mungkin 2x lebih mahal ketimbang membuat sendiri.

      Di SMKN 3 Kendal, siswa jurusan Teknik Elektronika Industri dituntut untuk bisa berkreasi dalam membuat sebuah alat elektronik.Mulai dari perencanaan sampai perancangan nya.Dan secara tidak langsung, siswa juga dituntut untuk bisa menghafal komponen-komponen Elektronika yang dibutuhkan.

      Seru bukan? 
     Apalagi jika praktek membuat  robot,maka kita bisa berkreasi sebebas mungkin dalam perancangan model robot nya.Kita bisa membuat robot berkaki, robot beroda, flying robot, underwater robot, robot Humanoid,dll.Kita bisa mengontrol nya secara manual menggunakan saklar atau remote control,bisa juga lewat program contohnya Arduino.

    Bekal ilmu Elektronika ini sangat bermanfaat saat nanti lulus dari SMK.Bagi para penghobi Elektronika sekaligus berjiwa wirausaha maka tidak ada salahnya jika kita memanfaatkan lampu-lampu LED untuk merancang nya menjadi lampu hias berbagai design lalu menjualnya.Untuk tingkata lebih tinggi,kita bisa merancang sebuah aplikasi sensor, aplikasi aktuator dan aplikasi PLC untuk meraup keuntungan yang lebih besar.
    Bagaimana ? masih menganggap belajar Teknik Elektronika itu sulit? yang ada belajar Teknik Elektronika itu sangat seru.Baik untuk laki-laki maupun perempuan,semua bisa jadi Teknisi.
      Sekian dan terima kasih.
  • Model Pembelajaran Berbasis Sentra Pendidikan Anak Usia Dini

    Model Pembelajaran Berbasis Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
    Model Pembelajaran Berbasis Sentra Pendidikan Anak Usia Dini – Pendidikan anak usia dini atau yang biasa disebut dengan PAUD merupakan pendidikan dasar yang sangat penting bagi anak namun sering dikesampingkan. Keberadaan pendidikan anak usia dini memiliki kedudukan yang sangat vital dimana anak dapat mengeksplorasi minat, bakat serta kemampuan di bidang akademik maupun non-akademik. Dengan keberadaan pendidikan di tingkat ini, anak menjadi lebih terarah untuk siap diluncurkan ke pendidikan jenjang sekolah dasar. Setiap anak memiliki karakteristik dan watak masing-masing, tidak dapat begitu saja dilepaskan kedunia sekolah tanpa mengetahui dirinya seperti apa dan berpotensi dibidang apa.
    Keberadaan play grup, TK (Tanaman Kanak-kanak), KB (Kelompok Bermain), RA, TPA (Tempat Penitipan Anak), dan lain-lain sebagai lembaga pendidikan anak usia dini menjadi suatu hal yang tepat untuk memfokuskan anak terhadap potensi yang dimilikinya. Menjamurnya keberadaan lembaga tersebut di masyarakat diikuti oleh meningkatnya kesadaran orangtua terhadap pentingnya pendidikan usia dini untuk anak. Dalam lembaga tersebut anak dapat belajar sambil bermain, mulai belajar bernyanyi, menggerakan tangan untuk menulis dan mewarnai, hingga akhirnya anak-anak berlajar tentang berinteraksi dengan orang lain.
    Pembelajaran di lembaga PAUD umumnya masih menggunakan metode pembelajaran klasik. Hingga kini mulai diperkenalkan model pembelajaran berbasis sentra untuk memfokuskan anak pada minat, potensi serta kekuatannya terhadap bidang yang disukai. Model pembelajaran ini didasarkan pada kemampuan dan potensi setiap anak yang berbeda dan tidak mungkin disama-ratakan dalam satu kelas. Ada anak yang berpotensi di bidang alam, seni, agama dan lain-lain. Pembelajaran dengan mewajibkan anak untuk mengikuti suatu pelajaran yang telah ditentukan dirasa kurang efektif, karena anak yang tidak berminat akan mogok dan akhirnya menyebabkan anak tertinggal dengan temannya yang berbakat dibidang itu, sehingga akhirnya anak menjadi malas belajar. Dengan alasan yang demikian, maka para ahli melalui penelitian yang panjang mulai memperkenalkan model pembelajaran berbasis sentra.
    Model pembelajaran berbasis sentra merupakan pembelajaran dengan membebaskan anak memilih kelas manapun yang mereka inginkan setiap harinya. Model ini terdiri dari beberapa kelas, yaitu kelas sentra alam, sentra kreativitas (seni), sentra balok, sentra MTA, sentra bermain peran, sentra persiapan, dan juga sentra memasak. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai kelas berbasis sentra yang disediakan:

    1.    Sentra alam

    Sentra alam merupakan nuansa pembelajaran yang difokuskan pada kegiatan bermain menggunakan media yang berasal dari alam. Contohnya: menanam biji kacang hijau, mewarnai dengan menggunakan bahan alam seperti kunyit, menghitung jumlah gambar burung dan menyebutkan habitatnya, menghitung jumlah kura-kura, menyebutkan habitatnya dan lain sebagainya. Anak yang menyukai hal-hal yang berbau alam dapat memilih kelas ini dalam satu hari dan bahkan hari-hari selanjutnya.

    2.    Sentra kreativitas (seni)

    Sentra kreativitas (seni) merupakan ruang lingkup pembelajaran yang dibagi menjadi seni tari, seni musik, seni kriya atau seni pahat. Penyediaan seni ini didasarkan pada kemampuan penyelenggara pendidikan anak usia dini. Disarankan terdapat  minimal dua seni yang diajarkan, yaitu seni musik dan seni kria. Seni musik meliputi bernyanyi dan memainkan marching band ataupun drum band.  Sedangkan seni kriya dapat berupa menganyam, mengambar, membuat bunga dari kertas.

    3.    Sentra balok

    Sentra balok memfasilitasi anak dalam mengetahui lebih dalam mengenai bentuk, ukuran, keterkaitan bentuk, ketelitian serta kreativitas. Bermain sentra balok ini misalnya bermain lego, puzzle, dan juga menyusun sebuah bangunan.

    4.    Sentra IMTAQ

    Sentra IMTAQ difokuskan untuk mengenalkan kehidupan beragama kepada anak sesuai dengan agama yang dianutnya. Misalnya dengan mengenalkan doa-doa, etika, tata cara beribadah, atribut agama, tempat beribadah dan juga sikap saling menghormati antar agama.

    5.    Sentra bermain peran

    Sentra bermain peran dibagi kedalam dua sub kelas, yaitu sentra berman peran mikro dan sentra bermain peran makro. Sentra bermain peran mikro mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, sosial-emosional, menyambungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru yang didapatkan dengan menggunakan alat main peran berskala kecil. Alat bermain peran mikro terebut misalnya: miniature mainan, mainan mini alat kedokteran, mainan mini alat transportasi dan lain sebagainya. 
    Sedangkan sentra bermain peran makro lebih berpusat untuk mengembangkan kemampuan mengenal lingkungan sosial, mengembangkan kemampuan bahasa serta kematangan emosi dengan menggunakan alat main yang sesuai dengan ukuran yang sebenarnya. Alat bermain peran makro tersebut misalnya: mainan untuk dokter-dokteran, mainan untuk pasar-pasaran, mainan untuk rumah-rumahan dan lain sebagainya.

    6.    Sentra persiapan

    Sentra persiapan lebih menekankan pada pengenalan awal terhadap akademik anak. Kegiatan ini meliputi pengenalan buku, alat tulis, dan lain sebagainya. Frekuensi kelas ini didominasi oleh anak yang segera masuk ke jenjang sekolah dasar. Hal itu disebabkan pada sentra ini diisi kegiatan yang diperkaya jenis permainannya.

    7.    Sentra memasak

    Sentra memasak ini diisi dengan kegiatan bagi anak untuk mengenal bahan makanan dan proses pembuatan makanan yang menyenagkan. Disentra memasak anak belajar konsep matematika, sains, alam dan sosial sehingga menunjang perkembangan sosial-emosional , bahasa, motorik dan kognitif.
    Model-model pendidikan berbasis sentra diatas sangat penting untuk menunjang eksplorasi kemampuan anak. Diharapkan anak dengan karakteristik dan potensi yang berbeda dapat mematangkan potensi masing-masing tanpa ada yang merasa tertinggal karena merasakan kesulitan. Dengan adanya metode ini, diharapkan pula anak siap untuk dilepas kejenjang sekolah dasar (Ind).
  • Polemik Antara pendidikan dan pernikahan

    Polemik Antara pendidikan dan pernikahan
    Polemik Antara pendidikan dan pernikahan
    Polemik Antara pendidikan dan pernikahan – Membahas tentang pendidikan dan pernikahan, dua kata ini adalah suatu yang sangat penting dan harus dilakukan, kenapa? dua kata ini memiliki esensi yang sangat berharga. Pendidikan, berbicara tentang pendidikan tentu semua orang percaya tau pentingnya pendidikan, pendidikan bisa membuat orang menjadi ilmuan, dengan pendidikan orang akan mengetahui yang sebelumnya belum tau menjadi tau, namun mungkin  hanya sebagian kecil yang hanya menganggap kata yang satu ini adalah suatu yang tak berharga atau tak mungkin dilakukan. 
    Terkait dengan  kata dari sebuah pernikahan , pernikahan adalah sebuah keharusan bahkan kewajiban seluruh manusia yang hidup dimuka bumi ini, semua orang akan mengalami yang namanya pernikahan, semua orang menginginkan pernikahan, tetapi sekarang masalahnya manakah yang paling utama antara pendidikan atau pernikahan? semua orang memiliki pilihan masing-masing asalkan semua itu baik dan menjadikan orang itu menjadi lebih baik lagi, sebagian orang memilih menikah dulu baru melanjutkan pendidikan, dan ada juga sebagaian orang memilih pendidikan dulu baru menikah. 
    Semua itu yang kita pilih itu tidak ada yang salah, hanya saja yang salah adalah, ketika kita menikah kita tidak memiliki unsur pendidikan sedikitpun, ketika menikah tidak memiliki ilmu tentang pernikahan atau semacamnya, itulah yang salah, kebanyakan sekarang anak muda atau bahkan orang dewasa hanya sekedar menikah, hanya sekedar melamar, yang penting halal dalam berhubungan namun tak pernah memikirkan dampak pernikahan, tanpa mengetahui seluk beluk dari sebuah pernikahan, tanpa tau apa yang harus dikerjakan tau dilakukan ketika menikah, dan disinilah dibutuhkan yang namanya pendidikan , disinilah dibutuhkan yang namanya belajar, disinalah dibutuhkan yang namanya ilmu.
    Oleh sebab itu pendidikan disini sangatlah dibutuhkan, sekolah dan belajar juga sangat berati dan harus dilakukan sebelum menikah, jangan hanya menganggap pendidikan itu suatu yang kuno, suatu yang tak penting, mau jadi apapun kita asalkan sudah mencoba, asalakan sudah mencoba, semua itu kita memiliki takdir yang berbeda-beda, kita semua memiliki nasib yang berbeda-beda yang telah ditentukan, yang kita lakukan hanyalah memperlajari dan terus mencoba berapun kegagalan, berapapun tantangan dan hambatan itu, selanjutnya mengenai pendidikan dulu baru menikah, ini pilihan yang sangat bijaksana, tetapi sebagian orang membenci ketika mendengar sebuah kata tentang kata “pernikahan” .

    Mereka seolah  tak memperdulikan tentang namanya sebuah pernikahan, bahkan sangat membencinya, mereka lebih indah sendiri katanya, namun dia tak tau ada yang lebih indah dari kesendirian itu, itu adalah suatu yang salah bahkan sangat salah, kita semua diciptakan untuk hidup berpasang-pasangan, untuk hidup berdampingan, untuk menjalani kehidupan yang kejam ini menjadi kehidupan  yang  lebih indah dan berseri,  yang dulu hidup didunia pana menjadi kehidupan yang penuh dengan canda dan tawa,  bersama pasangan hidup. 

    Jangan menjadi manusia yang egois ketika sudah memiliki pendidikan yang tinggi kita melupakan arti dari sebuah pernikahan, hakikat dari sebuah penikahan. jangan lupakan bahwa kita hidup dari ibu dan bapak kita yang sudah menikah, jadi ketika kita sudah  memikili pendidikan yang selayaknya kita harus  menikah, kemudian kita akan menjadi manusia yang paling beruntung. ingatlah satu hal kita lahir dari ibu dan bapak yang berpasangan, jadi tak harusnya membenci pernikahan, jangan sekali-kali  menunda pernikahan, ketika sudah mampu lahir dan bathin maka menikahlah, jemput pasangan atau jemput pasangan itu, dan janganlah menikah hanya sekedar kata menikah sebelum mengetahui tau memhami arti dari sebuah pernikahan karna menikah bukanlah suatu yang main-main dan bukan untuk mempermainkan.
  • Tahukah Sahabat, Inilah Pentingnya Pendidikan untuk Anak Usia Dini!

       
    Tahukah Sahabat, Inilah Pentingnya Pendidikan untuk Anak Usia Dini!

    Tahukah Sahabat, Inilah Pentingnya Pendidikan untuk Anak Usia Dini! – Pendidikan memiliki peran penting bahkan teramat sangat penting untuk manusia, sebab dengan pendidikanlah yang akan mengantarkan manusia menuju manusia yang lebih baik hingga menjadi manusia terbaik. Bahkan dengan pendidikan juga yang nantinya membawa manusia unruk menciptakan prestasi demi prestasi yang gemilang, dengan pendidikan yang nantinya akan membuat manusia untuk berinovasi dalam menciptakan hal-hal baru dan terbaik demi kehidupan yang lebih berwarna. Lantas bagaimana dengan pendidikan anak usia dini?
    Tentu, teramat sangatlah penting pendidikan untuk anak-kita. Anak dimana usia belia, usia yang hanya terdapat sekali seumur hidup dan teramat sangat penting dalam mendukung keberlangsungan hiup setelahnya. Ya, itulah yang dinamakan masa Golden Age (Usia Keemasan). Diusia keemasan anak-anak kita akan sangat penting untuk kehidupan diusia selanjutnya. Mari kita renungkan betapa banyak anak-anak yang diusia muda sudah pandai berprestasi, berkarir dan bakat yang begitu spektakuler kita temui. Dilain sisi ada juga anak yang dengan usia yang bahkan sudah hampir dewasa namun tetap biasa-biasa saja, hidup tanpa cita-cita. Hidup dalam balutan kepasrahan. Semua itu bisa kita ikhtiarkan melalui pendidikan di usia dini.
    Pembaca yang berbahagia, usia anak memanglah usia untuk bermain, usia untuk senang-senang, usia untuk berwarna dalam dunianya. Namun, dengan dunianya untuk bermain bukan berarti membuat kita sebagai orang tua ataupun pendidik PAUD membiarkan mereka hanya asyik dalam dunia mereka tanpa kita bimbing langkah apa yang bisa mereka lakukan untuk menjadi anak-anak yang hebat kedepannya.
    Diusia yang sangat belia tersebut, dapat kita torehkan karya untuk anak-anak kita dengan stimulus yang konsisten, terus kita asah bakat anak-anak kita. Kita lihat apa yang mereka nikmati, kita lihat apa yang mereka sukai dengan dunianya, dan kita bawa bakat itu menjadi lebih bermakna. Misal jika anak kita menyukai dunia musik, coba kita ajak mereka bermain dengan musik, kita kenalkan dengan dunia musik melalui permainan. Dengan begitu mereka akan merasa senang, akan asyik dengan pelajaran yang diterima, bukan menganggapnya sebabi beban.
    Intinya, kita ajak anak-anak kita untuk senang dalam belajar, karena dunia mereka adalah dunia imajinasi, bukan dunia analisa. Dunia mereka lebih cenderung meniru apa yang didengar, apa yang dilihat dan apa yang dicontohkan. Untuk itu, marilah kita untuk mendukung pendidikan untuk anak-anak kita. 
  • Mengajar Dengan Cinta Oleh Muhammad Iqbal

    Mengajar dengan cinta

    Mengajar Dengan Cinta  Oleh Muhammad Iqbal – Di bawah terik matahari kami tengah asyik menikmati proses pembelajaran hari ini, seakan tak ingin berhenti, semua siswa dengan serius mendengarkan pemaparanku. Aku begitu senang melihat mereka, serasa tak ingin berpisah dan ingin terus bercerita membagikan ilmuku untuk mereka, yang sesekali kelas ini diwarnai dengan canda dan tawa antara kami, hitung-hitung sebagai penghibur sementara ketika mulai jenuh. 
    Begitulah mengajar, banyak sensasi yang bisa kita risakan, yang terkadang kita bisa merasa bosan, kesal, senang, semangat, dan berbagai sensasi lainnya. Semua itu tergantung pribadi masing-masing dalam menyikapinya. Maka jangan heran jika di sekolah ada guru yang sangat disenangi siswa, ada yang ditakuti siswa, dan ada yang disegani siswa. Dari Kketiga pilihan tersebut tentu kita menginginkan pilihan pertama bukan? Yaitu ingin disenangi oleh seluruh siswa kita. 
    Tak mudah memang menjadi guru yang disenangi siswa, kita harus sabar menghadapi berbagai tingkah laku siswa, mulai dari yang baik, sampai yang nakal, semua itu harus kita hadapi dengan tidak pilih kasih, sebab kasih sayang guru kepada siswanya tidak dilihat dari kemampuannya, meskipun ia tidak memiliki kemampuan apapun untuk diunggulkan, namun seorang guru harus bersikap sama, memberikan perhatiannya dengan kadar yang sama. 
    Begitu juga ketika mengajarkan siswa, seorang guru harus mampu menguasai konsep mengajar dengan penuh cinta. Sebab jika tidak, materi yang disampaikan hanya sekedar pelengkap saja, padahal materi itulah yang harus dikuasai, namun tidak bisa dikuasai oleh siswa, jika guru mengajar dengan keadaan terpaksa bukan karena cinta. 
    Hanya orang-orang pilihan yang bisa melakukannya, baginya mengajar bukan lagi sebuah keterpaksaan, melainkan sebuah kewajiban yang harus ditunaikan dalam rangka mewujudkan pendidikan bangsa. Menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk menyiapkan strategi pembelajaran yang menarik bagi mereka, terutama karakter cinta, sehingga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dan bisa menghasilkan ide dewasa. 
    Penuh rasa, makna, dan cinta itulah berbagai karatker yang akan dialami. Hal serupa dialami oleh mereka yang tengah asyik mengabdikan dirinya sebagai guru di sekolah terpencil. Bisa kita lihat betapa sabarnya mereka, meskipun dibawah pohon rindang, mereka tak peduli, mereka tetap saja menikmati waktu bersama siswa, semuanya dilakukan karena cinta, sebab cintalah yang buatku seperti ini, mengajar ilmu dengan sepenuh hati.

    Penulis Muhammad Iqbal

  • Tilik Kesuksesan Pendidikan Zaman “Doeloe”

    Tilik Kesuksesan Pendidikan Zaman "Doeloe"
      TILIK PENDIDIKAN JAMAN “DOELOE”Pendidikan jaman sekarang jika dibedakan dengan pendidikan pada jaman dahulu memang sudah sangat jauh berbeda.Mulai dari media pembelajaran,alat tulis yang digunakan, tempat yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan lain sebagainya.Jika kita lihat media yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar pada waktu itu masih banyak menggunakan papan tulis dilengkapi kapur sebagai alat tulisnya.Tidak jarang juga beberapa siswa yang masih menggunakan batu tulis sebagai pengganti buku tulis.

      Dahulu, beberapa murid hanya memakai sandal atau bahkan bertelanjang kaki untuk pergi ke sekolah.Mereka pun biasanya hanya menggunakan satu buku sebagai buku catatan beragam materi pelajaran yang diwadahi dalam kantong plastik atau dimasukkan pada saku celana.Keadaan Sekolah mereka pada waktu itu masih sangat sederhana dengan penerangan seadanya dan fasilitas yang sangat terbatas.

      Bisa kita lihat contohnya ada dalam Film yang berjudul “Laskar Pelangi” yang disutradarai oleh Riri Riza yang sempat booming pada tahun 2009.Film ini menggambarkan tentang kesederhanaan pendidikan di sebuah daerah di Belitung yang pada saat itu fasilitas nya masih jauh di atas kata layak.Walaupun demikian, para murid tetap semangat dalam bersekolah guna mewujudkan impian mulia mereka.

      Hal ini jika dibandingkan dengan pendidikan jaman sekarang, tentunya jauh sangat berbeda.Bagaimana tidak ? siswa jaman sekarang sudah sangat dimanjakan dengan berbagai fasilitas modern baik dari sekolah maupun fasilitas pribadi.Berangkat sekolah jadi dimudahkan dengan adanya motor pribadi,mobil pribadi, ataupun kendaraan umum.Sesampainya di sekolah, mereka kembali di manjakan dengan Gedung Sekolah yang megah beserta fasilitas-fasilitas memadai di dalamnya seperti AC dan Komputer.Media pembelajaran lebih sering menggunakan LCD Proyektor sebagai pengganti dari white board.Terkadang, para siswa hanya tinggal menggunakan fasilitas berupa internet untuk mengunduh materi pembelajaran dan menyimpannya pada ponsel mereka masing-masing tanpa harus menulis ulang pada buku.

      Alangkah disayangkan karena generasi muda jaman sekarang tidak terlalu memikirkan tentang pentingnya pendidikan, sehingga mereka cenderung bosan jika berada di sekolah.Membolos saat jam pelajaran, tidak berangkat sekolah tanpa keterangan yang jelas,tawuran, membangkang kepada Guru sudah menjadi hal yang lazim terjadi di kalangan pelajar.

      Sebagai pelajar yang baik, sudah seharusnya kita banyak belajar dari kegigihan dan ketekunan para pelajar terdahulu yang sangat berjuang demi memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan yang layak.Oleh karena itu mari kita manfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya agar kita menjadi generasi yang cerdas dan berprestasi.Karena Bangsa ini tergantung pada para Generasi muda nya.
  • Ekonomi dan Pendidikan, 2 Dimensi Yang Berbenturan, Betulkah?

    Ekonomi dan Pendidikan, 2 Dimensi Yang Berbenturan


    Ekonomi dan Pendidikan, 2 Dimensi Yang Berbenturan – Madura merupakan sebuah pulau besar yang terletak bersebelahan dengan Pulau Jawa. Keberadaan Pulau Madura berbatasan langsung dengan Pulau Jawa melalui kota Bangkalan (Ujung Barat Pulau Madura) dan Pelabuhan Perak Surabaya yang dibatasi oleh lautan. Madura dibagi menjadi empat Kabupaten yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Sebagai sebuah wilayah kepulauan, Madura dikelilingi oleh daerah perlautan yang membentang kesegala penjuru. Keberadaan jembatan Suramadu semakin membuat Pulau ini mudah berinteraksi baik secara ekonomi maupun sosial dengan masyarakat di Pulau Jawa.
    Memiliki sumber daya alam melimpah disektor laut dan pertanian, penduduk Pulau Madura mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani, nelayan, petani garam, peternak dan sebagaian merantau ke luar pulau sampai menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di negera tetangga. Minimnya tingkat pendidikan merupakan masalah yang krusial di Pulau ini. Pendidikan tertinggi yang dicapai penduduknya mayoritas hanya terbatas di SD, SMP, maupun SMA dan hanya sedikit yang mampu melanjutkan di Perguruan Tinggi. Minimnya tingkat pendidikan tersebut disebabkan oleh keterbatasan segi ekonomi dan juga minat pemuda untuk melanjutkan pendidikan.
    Pemandangan pengemis cilik di Pelabuhan Kamal, Bangkalan, Madura, menjadi titik pandang terhadap minimnya pendidikan. Pengemis cilik itu didominasi oleh anak dengan kisaran umur 2 sampai 10 tahun. Bahkan, sempat terlihat anak berumur 7 tahun-an yang menggendong adiknya yang masih berumur 2 tahun. Sangat miris, mereka meminta-minta disepanjang jalan pelabuhan hingga masuk kedalam kapal. Setelah ditelusuri lebih lanjut, mereka meminta-minta karena unsur paksaan dari orangtuanya. Mereka bukan hanya berasal dari daerah setempat, tetapi juga berasal dari Kabupaten Sampang dan Pamekasan.
    Jam kerja mereka dimulai sejak pagi hari sampai menjelang petang. Ketika disinggung tentang sekolah, sebagian besar dari mereka menjawab kalau mereka tidak bersekolah. Meskipun ada sedikit dari mereka yang masih berkesempatan untuk sekolah. Dengan kondisi yang demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar dari mereka juga belum dapat membaca dan menulis. Yang mereka tahu adalah meminta uang kepada penumpang kapal dengan cara merengek-rengek mengenakan pakaian lusuh dan tas kecil slepang yang membuat siapapun merasa iba.
    Ekonomi dan Pendidikan, 2 Dimensi Yang Berbenturan
    Gardu pendidikan pertama adalah keluarga, khususnya orangtua. Pendidikan sendiri memegang peranan yang sangat penting untuk masa depan anak. Sudah sepantasnya memberi kesempatan kepada anak untuk mengenal angka, mengeja huruf, meningkatkan kecerdasan dan mengembangkan kemampuan. Sangat disayangkan, jika anak kemudian dirampas haknya untuk mengenyam pendidikan dan diganti dengan kegiatan bekerja bukan pada waktunya. Terlebih lagi dengan pekerjaan meminta-minta. Untuk orangtua, jika ekonomi menjadi pembatas, jangan jadikan anak-anak sebagai pekerja, tapi bekerjalah lebih keras agar anak-anak kalian tidak bekerja sekeras dirimu dimasa ini. Melihat anak-anak lebih maju dari orangtuanya, pasti menjadi sesuatu yang sangat membanggakan (Ind).
  • Penanaman Kecintaan Pada Seni dan Budaya Melalui Dunia Pendidikan

    Penanaman Kecintaan Pada Seni dan Budaya Melalui Dunia Pendidikan
                Seperti halnya kecintaan pada Bangsa dan Negera, kecintaan pada Seni dan Budaya tidak bisa serta merta tumbuh pada diri seseorang. Seorang anak yang tidak bersentuhan langsung terhadap seni, maupun tidak diperkenalkan sejak dini mengenai seni dan kebudayaan, biasanya tumbuh menjadi anak yang kurang peka terhadap estetika (keindahan) maupun budaya yang ada disekitarnya.
                Saat menjadi guru saya banyak melihat hal yang demikian. Seni dan budaya tanpa kita sadari sebenanrnya adalah sebuah hal yang melebur di dalam diri kita, di dalam masyarakat kita dan dalam semua kegiatan yang kita lakukan sehari-hari. Hanya saja kita tidak peka terhadap hal tersebut, sehingga hal tersebut acapkali terlihat biasa saja, bahkan tidak berpengaruh apa-apa pada diri mereka.
                Hal inilah yang terkadang memberikan sedikit kesulitan dalam pembelajaran seni budaya di sekolaha. Karena bagi mereka seni adalah sebuah maha karya dan budaya adalah seseuatu mengenai tradisi turun menurun yang sifatnya tua dan menjadi mlik kita sejak dahulu. Pengenalan seni dan budaya sangat melekat erat. Sejak di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) tentu kita sudah berusaha mendekatkan anak-anak pada seni dan kebudayaan kita. Contoh paling sederhana adalah ketika kita menyanyikan lagu kebangsaan di depan kelas. Menyenyi adalah bagian dari seni dan lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah bagian dari kebudayaan yang kita miliki. Sampai pada hal yang paling kompleks saat anak-anak diajarkan tampil untuk berani tampil untuk membawakan sebuah tarian bersama atau drama-drama sederhana di atas panggung saat malam perpisahan.
    Pada dasarnya penerapan seni sejak TK dan SD menekankan pada keberanian untuk tampil dan pengembangan diri. Saya jarang sekali menemukan seorang guru yang mungkin dalam bentuk sederhana menjelaskan apa itu batik sambil mencontohkan seragam almamater yang mereka pakai hari itu, atau seorang wali kelas di SD yang menceritakan perihal sejarah munculnya budaya Tari Singo Ulung sebagai bentuk kearifan lokal yang ada di Kabupaten kami, Bondowoso, di jenjang Sekolah Dasar (SD).
                Hal semacam ini saya pikir telah membuat jarak yang cukup jauh, sehingga pada akhirnya di jejang SMP dan SMA para guru seni perlu membuat lompatan yang besar, untuk memperkenalkan sei dan budaya yang ada di daearah, sampai mereka benar-benar paham apa itu budaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh daerah kami. Kebanyakan anak-anak yang tidak bersentuhan langsung dengan seni dan kebudayaan di lingkungannya, mengetahui seni hanya dengan mendengar dan membaca sekilas pada buku teks tanpa mendalaminya.
                Begitu masuk di jenjang SMA, saya banyak menemukan bahwa anak-anak tidak bisa menyebutkan lebih dari 3 kebudayaan yang daerah kami miliki, tarian apa yang kami miliki, kearifan lokal apa yang berkembang dalam masyarakat kami dan tradisi apa yang kami miliki. Semua pertanyaan itu seperti sangat mudah dijawab dan diketahui semua orang, tetapi tidak bagi mereka. Hal ini terjadi, karena pengenalan seni dan budaya tidak dilakukan sejak dini. Mulai lunturnya berbagai tradisi dan budaya yang ada di masyarakat, juga membuat mereka semakin jauh dari budaya yang seharusya wajib mereka warisi.
                Di daerah saya, Kabupaten Bondowoso, saya mulai melihat pertunjukan Tarian Singo Ulung dan Ojung menjadi hal yang hampir langka. Selain saat hari-hari besar dan event-event daerah maupun budaya, tarian ini tidak mentradisi dilingkungan tempat tinggal kami, yang dulunya dari Buyut saya pernah bercerita, bahwa pertunjukan Ludruk, Leong, Tarian Singo Ulung, Wayang Golek maupun Ojung adalah hiburan yang merakyat, dimana hampir tiap bulan nikah, peringatan 1 Muharram, Maulid Nabi Muhammad dan Hari Kemerdekaan, semua orang berkumpul untuk menyaksikannya di kantor desa atau rumah-rumah yang memiliki hajat. 
    Hal ini jelas membawa pengaruh besar pada rasa cinta dan memiliki akan seni maupun budaya yang ada tumbuh di lingkungan mereka. Sehingga secara tidak langsung, mereka telah mengenal dan memplajari seni dan budaya dalam bentuk hiburan rakyat sejak dini, dari lingkungan mereka sendiri tanpa perlu materi di dalam kelas. Seharusnya materi mengenai Seni dana Kebudayaan local di kelas adalah bagian dari penguatan pemahaman mereka. Bukan pengetahuan baru.
    (https://dolandolen.com/6-seni-kebudayaan-unik-milik-bondowoso-yang-wajib-dolaners-ketahui-dan-pelajari/)

    Beberapa kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Bondowoso

                Pengalaman estetis adalah cara termudah dan paling mudah membekas di hati tiap anak dalam hal mengingat. Saat mereka terlibat langsung di dalam kebudayaan dan kultur itu sendiri, maka mereka tidak perlu lagi menghafal. Mereka hanya perlu mengingat, bahwa apa yang mereka lihat adalah kebudayaan yang mereka miliki, sehingga rasa ingin mempertahankan, kepedulian dan rasa melindungi menjadi lebih kuat.
                Perkembangan zaman dan pola mendidik dan memperkenalkan seni dan budaya dalam dunia pendidikan memang sudah banyak berubah, dan sebagai guru pun saya tidak serta merta meyalahkan keadaan ini, karena saya pun hidup dalam lingkungan tersebut. Sehingga segala kesulita tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kami para guru seni budaya.
                Salah satu cara yang biasanya saya lakukan dalam proses pengenalan seni dan budaya kepada mereka adalah dengan cara melakukan berbagai obeservasi, baik itu pada sebuah badan usaha seperti batik dan kerajinan kuningan khas Kabupaten kami, pada acara kebudayaan, maupun pada narasumber tertentu di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan cara itu mereka bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai budaya apa yang dulu berkebangan dan tumbuh di sekitar mereka. Medengar dan turun langsung ke lapangan bagi saya adalah cara paling ampuh kedua untuk membuat mereka memahami tentang seni dan kebudayaan, dari pada mendengar penjelasan materi di dalam kelas.
                Jika kami memiliki watu senggang atau jam pelajaran yang lebih, maka biasanya saya meminta mereka untuk membaca sebuah buku yang nantinya akan kami bahas bersama di kelas, sehigga anak yang telah membaca bisa bercerita tetang apa yang dia tahu pada teman yang lainnya.dengan begitu, kami memiliki bahan diskusi mengnai kebudayaan. 
    Selain itu menonton VCD mengeai tari-tarian daerah, Ludruk, teater dan kesenian lain juga dapat membantu kami untuk bisa mengapresiasi budaya tersebut dengan cara yang paling mudah dan murah. Meskipun dirasa sedikit berat, saya begitu ingin meyampaikan dan mengajarkan kepada para siswa siswi saya, bahwa seni dan budaya adalah cakupan yang sangat luas. Pembelajaran seni, buka hanya tentang ‘kamu harus bisa menggambar’, tetapi jauh lebih dari itu, kami para guru harus menumbuhkan rasa cinta pada tiap seni dan budaya yang kami miliki dengan tetap mempertahankan tradisi dan kearifan lokal ditengah perkembangan zaman. 
    Dengan begitu, kami semua akan memiliki rasa bertanggung jawab yang sama besar, rasa memiliki yang sama besar, juga rasa ingin menjaga dan melestarikan yang sama besar. Saat itu terjadi, bukan hal mustahil untuk melestarikan budaya hingga bisa kita perkenalkan pada dunia Internasional melalui pembelajran seni dan budaya di sekolah.
  • 10 Cara Sederhana untuk Melatih Kecerdasan Emosional

      10 Cara Sederhana untuk Melatih Kecerdasan Emosional

    Apa itu EQ dan Bagaimana Cara Mengembangkannya ?

        10 Cara Sederhana untuk Melatih Kecerdasan Emosional – Istilah EQ sering  dikaitkan dengan kecedasan emosional atau emotional quotient mungkin masih terdengar asing bagi kita selain IQ , padahal EQ juga penting dalam hidup kita untuk mengatur emosi dan bersosialisasi . IQ memang penting dalam kecerdasan intelektual dan masuk perguruan tinggi tetapi jika seseorang tidak dapat mengatur emosi atau tidak mengendalikan diri untuk apa yang harus dilakukan selanjutnya maka seseorang  akan mengalami stress.
    Seperti contoh, ada seseorang yang pandai dalam akademis namun ia tak pernah ikut organisasi dan ada satu orang biasa-biasa saja, nilai akademisnya rata-rata namun dia aktif berorganisasi dan selalu punya hubungan yang baik bagi orang sekitarnya, jika salah satu diberi tugas yang menumpuk maka orang akademisnya rata-rata inilah yang bisa mengatasi tugas menumpuk tersebut tanpa stress karena ia mempunyai banyak bantuan dari temannya-temannya namun perlu digaris bawahi bahwa anak yang aktif berorganisasi tadi bukan menngantungkan temannya namun dalam konteks diskusi yang santai dan menyenangkan untuk menyelesaikan tugas tersebut sembari dia berpikir juga maka orang yang aktif organisasi ini pasti akan menjelma menjadi orang pandai yang enjoy jika dibandingkan orang pandai yang tak pernah ikut organisasi tadi yang akan mengalami stress karena tak bisa mengendalikan emosinya saat tugas menumpuk. Berikut cara mengembangkan EQ atau kecerdasan emosional :

    1. Mengenali Emosi yang Dirasakan

        Mengenali emosi diri sendiri itu penting karena dengan demikian anda bisa mengetahui bagaimana perasaaan anda yang sesungguhnya dan karakter diri sendiri itu seperti apa dan bagaimana sebaiknya menyikapinya. Mengidentifikasi apa yang sesungguhnya anda rasakan membantu menangkap pesan yang dikirimkan oleh diri sendiri dan mengetahui apa yang anda rasakan pada saat-saat tertentu.

    2. Mengamati Perubahan Emosi

       Jika anda merasa sering mengalami perasaan yang naik turun seperti gelombang tak berarah, maka hal itu gunakanlah untuk mengamati diri sendiri. Setiap perubahan emosi suasana hati dan perilaku diri sendiri dapat diamati untuk belajar mengatasi berbagai masalah yang timbul. Anda juga dapat mudah faktor apa yang membuat anda merasakan hal tersebut.

    3. Mengelola Emosi

       Pada dasarnya , emosi adalah cara bagi manusia  untuk melakukan tindakan yang akan mengatasi  penyebab dari kemunculan perasaaan tertentu . Kemampuan seseorang untuk mengelola emosi diri sendiri dapat memberian kelebihan bagi seseorang yaitu kebijaksanaan. Contoh ada seorang anak remaja SMP yang lemah dalam semua mata pelajaran sehingga dia diolok-olok oleh teman-temannya namun dia tidak membalas secara berlebihan kepada teman-temannya tesebut oleh karena kecerdasan emosionalnya tetapi ia membuktikan ia bisa masuk tim sepakbola Indonesia serta ia pula rajin membantu orang tua dan berdoa sehingga membuat teman-temannya tadi sangat kagum terhadapnya. Ia menjadi orang yang memiliki pengendalian diri yang sangat baik sehingga dapat mengendalikan situasi di sekitarnya dengan lancar, karena ia mengendalikan emosinya dan bukannya emosi yang mengendalikan dirinya.

    4. Mengekspresikan Emosi

       Cara selanjutnya adalah mengekspresikan emosi . Ketika kita mampu mengelola dan mengendalikan emosi secara matang, maka kita akan merasakan mudah untuk mengontrol ekspresi itu sendiri . Kita akan mampu menahan diri untuk tidak bertindak berdasarkan dorongan emosi negatif dan memberi respon yang tepat untuk berbagai situasi sehingga menjadi cara meningkatkan kepercayaan diri yang baik. Kita dengan mudah akan mengendalikan emosi yang dapat merugikan diri sendiri.

    5. Memotivasi Diri Sendiri

       Pengendalian emosi juga berhubungan dengan kebiasaan berpikir positif. Dengan pikiran yang positif , anda dapat selalu menanamkan pikiran yang positif pula dan tidak mudah merasa pesimis akan suatu hal, atau bahkan merasa kehilangan semangat. Pikiran yang positif mengenai diri sendiri sangat berguna untuk memberi motivasi dan cara membahagiakan diri sendiri ketika kondisi mental sedang menurun.

    6. Mengenali Emosi Orang Lain

       Anda juga akan mudah mengenali emosi orang lain dan mengenali 4 karakter manusia apabila telah terbiasa mengidentifikasi emosi diri sendiri. Kemampuan untuk mengenali emosi yang dirasakan orang lain akan membuat diri menjadi lebih peka sehingga menjadi cepat tanggap terhadap situasi yang ada. Mengenali emosi dapat dilihat dari bahasa tubuh, yaitu gerakan tangan, intonasi suara sorot mata dan ekspresi wajah dan gerakan tubuh lainnya. Dasar dalam hubungan interpersonal adalah kemampuan untuk mengenali emosi yang dirasakan orang lain.

    7. Mengelola Emosi Orang Lain

       Karena Manusia adalah makhluk yang paling emosional, maka semua hubungan yang dibangun pribadi antar pribadi merupakan hubungan yang berdasarkan emosi. Hal ini berkaitan dengan kemampuan kita mengelola emosi orang lain, artinya kita juga harus dapat mengetahui apa yang akan dirasakan seseorang dalam situasi tertentu, dan juga mengambil tibdakan tersebut.

    8. Membuka Pikiran

      Salah satu untuk mencapai kesuksesan emosi adalah jika anda dapat berpikiran terbuka terhadap berbagai kritik dan saran yang datang. Orang yang menolak pendapat orang lain dan hanya mau memegang pendapatnya sendiri adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosi yang rendah, karena tidak mau memperbaiki kekurangan dirinya. Padahal, menerima kritik maupun saran dari orang lain sangat berguna untuk mengembangkan diri sendiri.

    9. Introspeksi

      Jika anda memiliki pikiran yang terbuka maka hal itu akan memepermudah anda melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Ketika mengetahui pendapat orang lain tentang diri sendiri, maka kita juga dapat mengevaluasi diri apakah hal tersebut memang benar atau tidak. Lalu hal itu akan menjadi titik awal untuk mulai memperbaiki kekurangan diri sendiri dan cara mengubah diri menjadi lebih tertata emosinya dan cara menghilangkan kebiasaan buruk.

    10. Menulis Jurnal Sehari-Hari

       Bagian terakhir adalah menulis buah pikiran sendiri pada jurnal merupakan salah satu cara untuk mengenali emosi diri. Anda dapat mencatat segala yang dialami serta apa yang dirasakan sehari-hari, kemudian membacanya ulang ketika dibutuhkan. Melalui jurnal tersebut anda akan belajar untuk mengenali diri sendiri dan juga mengingat interaksi anda dengan orang lain. Hal ini sangat baik sebagai latihan untuk melihat perasaan orang lain, sebab akibat, dan cara untuk menghadapi orang lain.
  • Bingung Perbedaan IELTS dan TOEFL? Ini Penjelasannya LENGKAP

    Bingung Perbedaan IELTS dan TOEFL? Ini Penjelasannya LENGKAP
    Perbedaan IELTS dan TOEFL

    Bingung Perbedaan IELTS dan TOEFL? Ini Penjelasannya LENGKAP– Kamu mau kuliah ke luar negeri ?Bisa, tapi baca artikel ini dulu ya. Mungkin sebagian orang kuliah di luar negeri merupakan salah satu option yang paling interest  dan di gandrungi para pelajar khususnya. Namun semua butuh proses, salah satunya tes kemampuan bahasa inggris yang dikenal sebagai IELTS dan TOEFL. 

    Tes IELTS dan TOEFL sangat berguna untuk melanjutkan studi Pascasarjana atau Master, baik dalam negeri ataupun universitas di luar negeri, persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya ialah tes kemampuan bahasa Inggris. Tes tersebut bisa berupa TOEFL atau IELTS. Hal ini bertujuan agar mahasiswa nantinya mampu berkomukasi dengan baik secara lisan maupun tulisan.

    Mungkin masih ada juga yang masih bingung, apa sih bedanya TOEFL dan IELTS? Nah, mari kita simak.
    1. TOEFL

      TOEFL merupakan salah satu tes ujian kemampuan berbahasa Inggris dengan aksen Amerika. Ujian biasanya diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh di dunia. Biasanya tes TOEFL diminta oleh universitas di Amerika Serikat dan Kanada.
      Semua jawaban pada tes TOEFL ini menggunakan Internet Based Test, untuk tesnya sekitar 4 jam yang terdiri dari 4 section, yakni reading section, speaking section, writing section dan listening section. Dari semua section memiliki total nilai 120.
    2. IELTS

      IELTS adalah tes kemampuan bahasa Inggris dengan logat Inggris Britania atau logat British. Pada umumnya, IETLS digunakan pada universitas di negara Australia dan Selandia Baru. Adapun durasi tesnya sekitar 2 jam 45 menit.
      Berbeda dengan TOEFL, dalam tes IELTS semua jawaban ditulis tangan. Section nya sama seperti TOEFL yakni 4 section, yaitu, reading, writing, speaking dan listening. Serta pada akhir tes akan ada skala dari 0-9.
    Jadi gimana temen-temen? udah tau bedanya kan? Jadi mau lanjut S2 dimana?
    Semoga bermanfaat.
  • Tips dan Trik lolos Beasiswa LPDP

    Tips dan Trik lolos Beasiswa LPDP


    Tips dan Trik lolos Beasiswa LPDP – Siapa yang tidak tahu Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)?. Beasiswa yang sedang banyak digandrungi oleh para pejuang beasiswa beberapa tahun terakhir ini. Pasalnya, beasiswa LPDP ini menyediakan fasilitas pendidikan yang sangat mumpuni. Bagaimana tidak, selain mendapatkan biaya kuliah, mahasiswa penerima beasiswa juga mendapatkan biaya hidup selama studi serta biaya untuk penelitian. Waah, menggiurkan bukan?. Beberapa contoh public figure yang mendapatkan beasiswa ini adalah Maudy Ayunda, Gita gutawa dan Tasya Kamila. Wah patut dicontoh ini yaa teman. Selain sebagai public figure yang cantik, tidak hanya berprestasi di dunia maya namun juga berprestasi dalam bidang pendidikan.

    Tetapi, semua hal yang bagus pasti tidak akan diberikan cuma-cuma kepada orang yang sembarangan. hehehe… Artinya, ada syarat dan ketentuan yang pasti harus dipenuhi oleh para calon mahasiswa penerima beasiswa LPDP tersebut. Dan pastinya ada tahap seleksi yang sangat ketat untuk memfilter calon-calon penerima beasiswa tersebut. Nah, oleh karena itu ada tips dan trik bagaimana agar calon penerima beasiswa bisa lolos seleksi.Berikut ini akan dijelaskan tips dan trik agar LOLOS seleksi penerimaan beasiswa LPDP menurut para Awardee:

    1. Tekad yang Kuat

    Yang paling utama adalah tekad yang kuat. Karena itu yang mendorong semua usaha yang akan kita lakukan. Saya lebih cenderung menyebutnya investasi bukan pengorbanan. Karena ada hal yang harus kita bayar untuk mewujudkan mimpi dan dita-cita.

    “Catat, bahwa sukses tidak akan diraih dalam waktu semalam” ~ Kurniasari Aisyiah (Awardee LPDP di Aix-Marseiile Universite, France).

    Ya, tekad yang kuat merupakan langkah awal yang akan membawa kita untuk mendaki impian demi impian kita untuk kita raih dan kita wujudkan. Oleh karena itu, mari kita kuatkan tekad kita, tangguhkan tekad kita, dan kobarkan tekad kita untuk mulai mendaki impian demi impian kita.

    2. Penuhi Persyaratan Seleksi Administratif

    Untuk bisa lolos ditahap ini berarti membahas tentang dokumen. Pastikan semua dokumen terkirim. saran dari saya, untuk memulai dari sekarang membuat akun dan penuhi semua persyaratannya. Bisa langsung upload atau ditunggu sampai semuanya lengkap juga tidak mengapa. Tapi lebih cepat lebih baik. Jangan menunggu deadline, karena biasanya error hasilnya. Saya butuh 2-3 minggu untuk melengkapi semua berkas.Karena surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba itu butuh waktu, tergantung dari Rumah Sakitnya. Pengurusan SKCK, dipeuntukan bagi mahasiswa yang mau ke luar negeri (US terutama) ngurusnya bukan lewat Polres, tapi Polda. Sedangkan untuk membuat essay banyak sekali contoh-contoh yang beredar di Google. Baca juga: Tips Agar Lebih Produktif Setiap Hari Bagi Semua Generasi!Tapi kalau saya simple saja. Kata-katanya cukup sederhana, tapi isinya perlu dipikirkan. Jangan sampai pemilihan katanya bagus tapi pemaparan isinya tidak jelas. Yang pasti buat essay on going proses. Artinya harus selalu dibuka dan selau dirubah ketika ada ide. Bagi yang mau ke luar negeri, tentunya essay menggunakan bahasa inggris. Masih bingung dengan  membuat essay bahasa inggris, Mintalah bantuan kepada teman atau dosen yang menguasai bahasa inggris dengan baik dari segi grammaranya untuk mengeceknya terlebih dahulu” ~ Ahmad Choirul Anwar (Awardee LPDP di Ohio State University). Nah, ini point penting ya teman untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan nantinya. Lebih baik jauh-jauh hari yaa dipersiapkan, biar nggak ada yang terlewat hehe..

    3. Tentukan Pilihan Jurusan

    Baiknya linear. Tapi gak apa kalau mau lintas jurusan selama kita bisa menjelaskannya dengan baik di essay study plan. Kuatkan aja alasannya kenapa mau ambil jurusan tersebut, bisa karena passion, dan sebagainya” ~ Ahmad Ma`ruf (Awardee LPDP di ITB). Bagi temen-temen yang mau mendaftar beasiswa, fikirkan mulai sekarang juga yaa perihal program studi yang mau diambil. Penting banget ini, jangan sampai salah ambil jurusan yaa hehe… Baca juga: 5 Tips “Bertahan” Buat Kamu yang Merasa Salah Jurusan!

    4. Tentukan Universitas Tujuanmu

    Untuk pemilihan kampus, saya lebih memperhatikan apakah kampus itu menyediakan disiplin ilmu yang saya inginkan . Teliti dulu sebelum menggaet Universitasnya. Apakah mata kuliah yang disediakan cukup membantu rencana aplikasi ilmu kita kedepan” ~ Ika Merdeka (Awardee LPDP di Lancaster University, UK)
    Ini nih temen-temen kalau kata kak Ika suatu kampus harus menyediakan disiplin ilmu yang diinginkan yaa.. Jangan sampai ketika tes interview ditanya tentang universitas tujuan dan temen-temen milih salah satu univ di Korea Selatan, eh ternyata ketika ditanya alasannya apa malah jawabnya mau ketemu sama fans artis korea.. hehehe jangan sampai kaya gitu yaa teman. 🙂

    5. Tingkatan TOEFL dan IELTS

    “Biasanya untuk tes IELTS banyak yang jeblok di bagian writing.  karena kita kurang biasa menulis. Jadi, mulai dari sekarang perbanyak aja untuk menulis itulah caranya” ~ Arsyan Hilman (Awardee LPDP di Aberdeen University, UK).
    Perlu diketahui bahwa setiap Universitas memiliki score TOEFL dan IELTS yang berbeda. Oleh karena itu, perbanyak latihan soal yaa teman. Karena saya yakin bahwa “habits is power”, suatu kebiasaan akan menjadi kekuatan. Baca juga: Persiapan TOEFL Siapa Takut? Intip Kisi-kisinya!

    6. Persiapkan Sertifikat Bahasa dan LoA

    Ini adalah optimal dokumen. Tidak dicantumkan tidak ada larangan. Namun kesempatan diterima akan lebih besar. Ikutilah pelatihan/les bahasa dan tes setelahnya. LoA kalau di Jepang didapatkan setelah intensive berkomunikasi dengan sensei melalui email dengan mengirimakan CV, sertifikat bahasa, dan surat rekomendasi. LoA yang saya gunakan untuk mendaftar LPDP” ~ Indrawan Cahyo Adilaksono (Awardee LPDP di Kyoto University, Jepang).

    7. Kontribusi Untuk Bangsa

    Kalau tips dan trik dari saya, kontribusi untuk masyarakat diperkuat. Kontribusi dari bidang apa saja dan memberi manfaat kepada masyarakat. Pada saat diterima menjadi keluarga besar LPDP nantinya, semua penerima beasiswa harus berikrar untuk selalu berkontribusi kepada masyarakat dibidangnya masing-masing” ~ Imam Arifaillah (Awardee LPDP di UGM)
    Nah, untuk temen-temen kira-kira sudah berkontribusi belum untuk negeri?. Jangan sampai banyak menuntut, tapi malah sedikit tindakan untuk negeri.

    8. Siapkan Visi dan Misi 

    Visi dan misi LPDP yaitu mempersiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi untuk bangsa.

    “Kalau cari orang pintar itu banyak. Pada saat kita dihadapkan pada 1000 orang pintar, tidak cukup kemudian kita merebut satu orang yang berkarakter, berintegritas, serta jujur melayani bangsa. Knowladge itu gampang, tapi attitude itu yang sulit dicari…..Kejujuran, semangat kontribusi, semangat membantu masyarakat yang menjadi prioritas interviewer” ~ Eko Prasetyo (Direktur Utama LPDP).

    9. Percaya Diri

    Menurut saya untuk mendapatkan beasiswa LPDP kita tidak bersaing dengan siapapun karena tidak ada sistem kuota dalam penerimaannya. Tapi kita bersaing dengan diri sendiri. Tanyakan pada diri apakah kita telah memenuhi kualifikasi yang dicari LPDP atau tidak. Jika jawabannya Ya, maka percayalah kamu akan mendapatkannya” ~ Harry Marareza (Awardee LPDP di UGM).
    Beranilah untuk melangkah dengan kepercayaan diri yang tinggi, yakinkan pada diri bahwa pasti kita bisa. Be self confidence teman 🙂

    10. Berdo’a

    Menyiapkan IELTS menurut saya menjadi perjuangan yang berdarah-darah bagi saya. Saya tes sampai empat kali dalam kurun waktu dua tahun karena nyambil kerja. Saat apply LPDP modal IELTS  dan Conditional LoA . Alhamdulillah keterima . Tapi kampus belum memenuhi. Jadi Saya memutuskan Resign dan fokus mengejar score writing. Dan Alhamdulillah saya lolos. Kalau gak, saya bakal hidub tanpa gaji, padahal saya sudah punya keluarga yang harus di nafkahi. Saat itu Kekuatan doalah yang bekerja” ~ Nalendra Pradono (Awardee LPDP di Monash University, Australia).
    Jangan pernah lupa ya teman, karena kekuatan do’alah yang tidak akan tertandingi oleh apapun. Terutama do’a dan restu dari kedua orang tua. Dalam hal ini ada 3 hal penting yang harus selaras yaitu niat, doa’ dan ikhtiar sebagai penengah.
    Nah, itulah beberapa tips dan trik dari para awardee untuk mempersiapkan sebaik mungkin agar bisa lolos selesksi beasiswa LPDP.  Memang, pasti ada banyak halangan, tantangan, dan rintangan untuk mendapatkannya. Namun, jangan sampai patah semangat yaa teman.  Selamat berjuang 🙂
  • Pengembangan Diri : Mengenal Lebih dekat PBAK Mahasiswa

    Pengembangan Diri  Mengenal Lebih dekat PBAK Mahasiswa

    Pengembangan Diri : Mengenal Lebih dekat PBAK Mahasiswa – Kemarin, aku PBAK. Untuk pertama kalinya. Untuk menyambungkan pendidikan yang lebih tinggi di sekolah Menengah. Dulu, memang aku anak SMA yang menyebalkan. Dianggap orang remeh karena gatau matematika. Jujur, aku adalah salah satu yang lumayan gasuka Matematika. Tapi, ini adalah hal yang umum. Semua pendidikan juga punya mata pelajarannya masing-masing. Semua kampus, punya mata kuliahnya masing masing.
    Banyak yang ku dapat ketika PBAK kemarin . Apa itu PBAK? PBAK adalah Pengenalan Budaya dan Akademik kemahasiswaan. Dosen ku menyampaikan banyak hal. Terutama tentang, Apa itu pendidikan yang sebenarnya?
    Semua siswa punya karakternya Masing-masing. Semua guru, bahkan dosen juga punya kriterianya masing-masing.
    Sering kali, kita sebagai Mahasiswa dianggap tak berdaya disini. Katanya… Kerja kita cuma datang, duduk, dengar ceramah, dengar tugas, ngerjain, selesai semua itu pulang. Salah! Aku menganggap semua itu adalah salah.
    Ketika aku PBAK, bukan hanya ilmu yang ku dapat, masih saja hari pertama PBAK aku sudah menyimpulkan bagaimana kegiatan Mahasiswa disana. Banyak orang menganggap, kuliah seperti di televisi itu. Ternyata salah lagi, lagi lagi, banyak orang yang berpikir salah tentang kependidikan kemahasiswaan disini.
    Aku bukan hanya banyak mendapatkan teman baru, bersosialisasi dengan hal yang baru, bertukar pikiran, bertukar pendapat. Tapi, aku juga mendapatkan apa arti kepentingan bersama meraih ilmu dengan IPK tertinggi. Seharusnya kalian bangga dengan gelar MAHA, kalian bukan lagi SISWA tetapi sudah MAHASISWA. Aku bangga… Siapa tidak bangga?
    Berikut ada beberapa point yang aku dapatkan ketika aku PBAK kemarin. Kegagalan yang sering Mahasiswa lakukan di masa kuliah. Apa saja itu? Catat point ini!
    1.salah orientasi(kebebasan tanggung jawab) .
    2. Salah jurusan. (Melahirkan kegagalan) .
    Jadi, kamu jangan sampai malah salah jurusan. Ingat, masih ada waktu buat maba yang baru masuk. Bisabisa kamu gagal. Tapi jangan berpikir gitu juga yah, mungkin saja Allah mentakdirkan kamu dijurusan yang tidak kamu inginkan. Bisa jadi, sesuatu yang amat kamu benci malah menjadi yang baik untukmu. Begitupun sebaliknya. So, harus tetap percaya yah!!
    3. ‎Kuliah bukan keinginan kita, but keinginan orangtua. (Sesuatu yg dipaksakan pasti ujungnya gaena, ada sesuatu yg dipaksa tapi mengenakan.’ibadah’)
    Nah, kalo di point ini. Kamu ambil hikmahnya saja yah, negatif nya kamu buang!
    4. ‎kita berpikir, bahwa tak ada pekerjaan dimasa depan. (Berpikirlah kita mau jd apa,  bukan aku jadi apa?)
    Berpikir, adalah hal yang utama sebelum berbicara. Pikirkan kedepan mau jadi apa kita?
    5. ‎Uang. (Ada dan tidak ada, bisa gagal. ) (Orang gagal adalah orang yg bisa menghasilkan uang sendiri)
    Jadi pengusaha yuk!
    6. ‎Orang yg sibuk berorganisasi. (Aplikasi teori harus ada wadahnya)=organisasi.
    Jadi nanti harus ngikuti organisasi, “jangan larut karena organisasi “
    Nah salah satunya berorganisasi. Kenapa? Selain menambah ilmu pengetahuan, wawasan. Kita disini bisa lebih spesifik lagi. Lebih luas lagi. So, organisasi adalah hal yang terpenting disini. Karna aktifnya jadi Mahasiswa bukan cuma dikelas, tapi diluar kelas.
    Enam point diatas, saya dapat dari PBAK. Gimana? Ngerti? Ngerti ngertiin aja deh ya. :’)
  • MASA DEPAN BANGSA DALAM GENGGAMAN PEMUDA

    MASA DEPAN BANGSA DALAM GENGGAMAN  PEMUDA



    MASA DEPAN BANGSA DALAM GENGGAMAN  PEMUDA -Masa muda merupakan masa yang mana gairah dan semangat juang para pemuda berkobar bagaikan api yang bergejolak. Karena pada masa ini masa dimana akal telah mampu menguraikan sebuah makna dan sikap kritis yang tinggi, mereka cenderung menggunakan logika dalam berpikir dan menganalisa sebuah problem yang sedang dihadapi. Masa disaat pola berfikir yang berkembang pesat dari masa sebelumnya. Maka dari itu pemuda disebut dengan agent of change (Pelopor perubahan) sebuah bangsa dan negara. Mengapa demikian? Sebab maju dan berkembangnya sebuah negara berada dalam genggaman pemuda.

    Jika pemuda tersebut cerdas, jenius dan tanggap tidak menutup kemungkinan bangsa dan negara tersebut akan mengalami perkembangan kemajuan yang pesat. Kita lihat saja negara China yang merupakan bekas jajahan negara Eropa. Negara China tak semaju saat ini, dulu negara china hanyalah negara berkembang. Namun pasca terjadinya revolusi di china kita bisa melihat bagaimana perkembangan negara China.

    Apa yang membuat negara China bisa berkembang sepesat itu? jauh hari sebelum terjadinya revolusi besar-besaran di China mereka telah mempersiapkan bepuluh-puluh juta generasi muda yang jenius dengan cara mendidik anak-anak muda menjadi anak yang berbakat dan memiliki nilai juang tinggi, setelah itu mereka mengganti seluruh jajaran pengurus kenegaraan dengan anak-anak muda yang telah mereka persiapkan jauh-jauh hari sebelum revolusi china.

    Lalu bagaimana dengan seorang pemimpin itu? Sebelum mengkaji mengenai seorang pemimpin kita tengok sejenak dalam sejarah berabad-abad silam. Sosok pemimpin yang ideal sebagai panutan dan imam seluruh umat islam dipenjuru dunia. Siapakah beliau? Ya, tentunya Nabi Muhammad SAW. Yang merupakan sosok Nabi & Rasul sekaligus pemimpin dan imam serta suri tauladan bagi seluruh alam. Sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi seorang Rasul beliau terkenal dengan akhlaqnya yang agung.

    Ramah dan santun kepada semua orang tanpa pilih kasih, kejujuran beliau dalam berdagang dan sifat amanah beliau yang sanggup mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Ketika beliau diangkat menjadi seorang Rasul kesabaran dan ketabahan beliau diuji dengan hinaan, celaan dan perlawanan dari kaum Quraisy.

    Namun semangat beliau tidak luntur dengan semua itu, justru dengan ujian demi ujian yang datang silih berganti membuat beliau semakin semangat dalam mendakwahkan agama islam. Belaiu adalah sosok pemimpin yang adil dan tegas. Dalam memimpin umat beliau tak pernah membedakan antara satu dengan yang lainnya, beliau sangat bijak dalam mengambil keputusan.

    Masih ingatkah Anda dengan Muhammad Al-Fatih? Pemimpin muda islam yang sanggup menaklukkan konstantinopel. Diusia yang belia beliau telah memimpin pasukan di medan perang dan menjadi panglima perang. Dengan ketangguhan dan keberanian serta kecerdasan beliau itulah yang mampu menaklukkan kota Konstantinopel. Beliau mampu menembus benteng pertahanan Raja Konstatin yang mana pada saat itu tak ada satupun pasukan yang sanggup menembus benteng pertahanan Raja Konstatin .
    Lalu siapakah sosok pemimpin itu? Pemimpin adalah seseorang yang mampu memimpin, menjaga dan memelihara umat dalam sagala hal terutama dalam kesejahteraan umat/rakyatnya. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mampu membawa rakyatnya menuju kemerdekaan dan lahir dan batin. Kemerdekaan secara lahir yaitu merdeka dari para penjajah, merdeka dalam menentukan nasib masa depannya dan mampu bersaing didunia dalam segi ekonomi, politik, intelektual, seni dan kreatifitas masing-masing. Merdeka dalam menyampaikn aspirasi rakyat dibidang politik demi kemajuan bangsa dan negara.

    Sedangkan kemerdekaan secara batin yaitu merdeka dari penjajah yang tak nampak secara fisik mulai dari pemikiran, ide ataupun siasat yang bertujuan untuk menjatuhkan suatu bangsa dan negara tersebut. Misalnya saja, jika kita lihat kondisi bangsa dan negara kita saat ini, sebenarnya kita belumlah merdeka. Karena kemerdekaan sesungguhnya adalah saat kita mampu menikmati seluruh aset dan fasilitas yang ada dinegeri kita tercinta ini, namun pada kenyataan yang masyarakat hadapi saat ini mereka hanya dapat menikmati sebagian kecil dari kekayaan alam di Nusantara. Indonesia adalah negara yang kaya akan alam dan bahan mentah.

    Namun kebanyakan barang-barang yang kita nikmati adalah barang hasil impor negara lain, yang yang lebih miris lagi adalah Indonesia mengimpor makanan pokok rakyat Indonesia seperti padi, beras dan gandum. Lalu yang menjadi pertanyaan besarnya adalah kemanakah hasil panen rakyat Indonesia tersebut, padahal negara Indonesia adalah negara agraris, yang mana untuk makanan pokok kebanyakan dari rakyat Indonesia menanam sendiri. Bila kita telaah mengenai negara kita sebenarnya negara ini belumlah merdeka seutuhnya. Kita lihat saja banyak orang pribumi yang lebih miskin dan belum bisa menikmati kekayaan Indonesia seutuhnya, malah mayoritas yang lebih unggul dalam segi ekonominya adalah orang asing yang tinggal dan menetap di Indonesia.

    Saat ini problem yang sedang dihadapi penerus bangsa Indonesia adalah adanya media sosial yang semakin hari semakin tak terkendali. Banyak adegan-adegan pornografi yang sengaja dipasang untuk merusak akal, akhlaq dan moral pemuda, hingga banyak kasus-kasus pelecehan seksual yang kian marak akhir-akhir ini. Serta banyaknya narkoba yang beredar dinegara Indonesia.

    Dua masalah itu dari dulu hingga kini masih menjadi PR besar bagi pemimpin negeri ini. Selain itu masalah terbesar pemimpin negeri ini adalah maraknya kasus Korupsi yang kian menjadi. Para pejabat dan wakil rakyat yang sudah dipercaya oleh jutaan rakyat Indonesia malah merusak kepercayaan tersebut dengan cara memakan uang rakyat yang jutaan bahkn triliyunan. Bagaimana suatu bangsa tersebut akan maju bila pemimpin bangsanya seperti itu? Tentunya akan sangat mustahil suatu negara akan maju bila pemimpinnya tidak mencohtohkan prilaku yang baik untuk rakyatnya, dan tidak bisa mengemban amanah rakyat dengan sebaik-biknya.

    Nah disitulah peran pemuda masuk. Karena pemuda adalah generasi penerus bangsa yang mana suatu saat pemuda akan terjun dan turut andil dalam kepemimpinan bangsa dan negara. Seorang pemuda tersebut akan menggantikan orang-orang yang saat ini duduk mengurusi triliyunan nasib rakyat. Oleh sebab itu nasib suatu bangsa, maju mundurnya suatu negara berada dalam genggaman pemudanya. Pemuda yang kelak akan menggantikan pemimpin saat ini. Suatu negara akan berkembang sangat baik jika negara tersebut menyiapkan generasi terbaik pula mulai ketika berusia dini dan anak-anak agar kelak saat ia tumbuh dewasa ia akan menjadi generasi yang membanggakan, generasi yang dapat mengharumkan nama baik bangsa dan negara tersebut.

    Pemuda yang baik adalah pemuda yang senantiasa memikirkan masa depan negeri tercintanya. Bagaimana kelak negeri ini akan dipimpin, mampukah pemimpin negeri ini menyelesaikan problem turun temurun dari dulu hingga kini yakni KKN dan siapakah yang akan memimpin negeri ini? Sebagai seorang pemuda seharusnya memikirkan nasib negara tercintanya agar negara tersebut dapat maju dan menjadi negara yang makmur, damai dan sejahtera. Seorang pemuda haruslah mempunyai harapan dan cita-cita untuk negeri tercintanya. Sebuah harapan untuk dapat berjalan maju dan harapan demi harapan itulah yang nantnya akan mengantarkan para pemuda Indonesia menuju gerbang kesuksesan dalam merubah nasib bangsa dan negaranya. Karena dengan adanya harapan tersebut yang akan mendobrak semangat para pemuda untuk berjuang lebih keras dan giat dalam mewujudkan impian dan cita-citanya menjadi lebih baik, baik dalam segi keilmuwan, ekonomi maupun dalam segi intelektual dan keproffesionalan dalam bekerja, semua itu akan mendukung kemajuan suatu bangsa dan negara.

    Duhai pemuda-pemudi bangsa Indonesia bersatulah kalian dalam kesatuan NKRI, berjuanglah kalian hingga titik darah penghabisan untuk meraih kesuksesan, kobarkan api semangatmu dalam mewujudkan impian. Duhai pemuda persiapkan dirimu untuk menjadi penerus yang terbaik yang mampu membawa negeri ini menuju gerbang keberhasilan. Jadilah generasi yang mempunyai nilai jual tinggi.

    Duhai pemuda siapkan dirimu untuk dapat mengolah seluruh Sumber Daya alam negeri ini agar kita terbebas dari tangan keserakahan dan politik yang menyakitkan. Persiapkan dirimu untuk menjadi pemimpin negeri ini yang adil, amanah, bertanggung jawab, cerdas, ulet dan memiliki akhlaq dan moral yang tinggi. Takukkan musuh yang akan menghancurkan negeri ini pemuda. Karena engkau adalah pemimpin negeri ini, kau adalah tongkat estafet bangsa dan negara ini.

    Keberadaan negaramu berada dalam genggamanmu, kaulah yang menentukan masa depan rakyatmu, kehancuran negrimu berada dalam pundakmu. Jadilah genersi penerus yang membanggakan, generasi yang mampu mengharumkan nama bangsa dan negara dengan prestasi-prestasimu. Jadilah pemimpin bangsa yang baik dan menjadi teladan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ingatlah pemuda nasib suatu bangsa berada dalam genggamanmu.

  • Motivasi Bagi Pemuda Indonesia untuk 100 Tahun Kedepan

    Motivasi Bagi Pemuda Indonesia untuk 100 Tahun Kedepan
    Motivasi Bagi Pemuda Indonesia untuk 100 Tahun Kedepan – Apakah Indonesia akan tetap berdiri dengan stabil 100 tahun kedepan? Siapa yang akan memberikan jaminan Indonesia masih tetap stabil dan berkembang untuk 100 tahun kedepan? Kunci utamanya terletak pada setiap penduduk Indonesia yang harus menumbuhkan perilaku bermoral dan cinta pada tanah air. Salah satu cara memprediksi tetap berdirinya suatu negara untuk 100 tahun kedepan yaitu dengan mengamati pemuda saat ini yang berumur kisaran 10-25 tahun, dimana pada saat itu sebagian besar kita sudah tidak bisa berkontribusi secara langsung terhadap negara pada masa itu.
    Pemuda adalah salah satu tonggak berdirinya atau hancurnya suatu negera kedepannya, bukan kita lihat pada saat ini, yang mayoritas kita hidup dalam keadaan aman, nyaman, dipimpin oleh orang-orang hebat, meskipun belum sejahtera seutuhnya. Menurut pendapat saya kita sebagai penduduk yang cerdas harus menerima terlebih dahulu apa yang ada didepan kita. Lihatlah negara yang sedang berperang atau negara yang kekurangan bahan pangan. Hal tersebut menjadi perbandingan awal sebelum kita melihat negara-negara maju.
    Pendidikan lingkungan akan mengukir suatu kertas putih polos yang nantinya akan menjadi karya hebat disuatu tempat. Para tokoh negara yang saat ini sedang memimpin kita adalah buah tangan dari nenek moyang 100 tahun lalu. Bagaimana mereka mendidik diri sendiri, keturunan dan lingkungan mereka sehingga, sekarang bisa menjadi generasi penerus yang baik seperti tokoh-tokoh, penguasa dan orang yang berpengaruh di dalam negara. Bukan hal mudah untuk membentuk karakter manusia hebat dan bermoral jika tidak dilatarbelakangi dengan pendidikan, tempaan, dan lingkungan yang mendukung. Nenek moyang kita sungguh sangat tangguh ketika kita lihat dari peninggalan sejarah mereka seperti masjid yang megah, candi, budaya,  dan bangunan megah lainnya. Kerja keras, kerja cerdas, optimis dan taat pada agamanya menjadi salah satu prinsip hidup yang sangat membanggakan dan harus dilestarikan.
    Salah satu hasil penelitian sains menyatakan jika kebiasaan, gaya hidup dan pola makan akan membentuk karakteristik gen dalam tubuh kita. Kebiasaan itu pasti akan diturunkan pada keturunan kita sedikit atau banyak. Setelah gen itu tertanam pada suatu individu baru maka lingkunganlah yang akan mengisi masa depannya. Lingkungan yang baik akan membentuk individu yang baik. Sehingga keturunan kita kebawah akan menjadi baik.

    Sadarlah untuk para wanita, jadilah orang yang baik karena mitokondria seorang manusia hanya diperoleh dari seorang ibu bukan dari seorang ayah. Kita tahu, fungsi utama mitokondria yaitu untuk membentuk energi didalam tubuh. Ketika catatan gen kita kurang baik kita harus terus berusaha memperbaiakinya untuk bisa mencapai masa depan yang jauh lebih baik dengan dorongan lingkungan yang baik.

    Lingkungan rumah yang cenderung agamis akan membentuk karakter anak yang lebih bermoral namun dengan karakter masing-masing setiap orang tentunya, ada anak yang karakternya aktif cenderung nakal, ada pula anak yang pendiam cenderung menjerumuskan. Itulah karakter, itulah perbedaan diantara manusia yang harus kita terima dan disikapi secara cerdas. Masa kanak-kanak merupakan masa emas yang harus kita selamatkan dari berbagai macam kebiasaan buruk yang pada saat ini dan manjadi budaya baru kita. Misalnya seperti tontonan bermesraan orang berpacaran yang sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.
    Masa-masa emas itu harus kita kokohkan dengan nilai-nilai dan ajaran agama yang kuat. Maka dimanapun dia berada di desa, kota, dalam negeri atau luar negeri dia akan tetap mampu menjunjung tinggi nilai nilai agama yang ada pada dalam dirinya. Pemuda itu akan tetap menjadi berlian meskipun dia harus berada di tempat yang kumuh sekalipun. Bahkan pemuda itu membuat lingkungan kumuh berubah sedikit demi sedikit menjadi istana berlian yang megah. Pemuda yang bermoral akan menguntungkan jika berada diposisi manpun ketika sedang dipimpin atau memimpin.
  • Buat Perempuan, Pendidikan itu penting! Bukan main main!

    pendidikan itu penting bagi perempuan
    Buat Perempuan,  Pendidikan itu Penting!  Bukan main-main!– Mungkin hari ini, banyak orang bilang dan berpikir ‘Ngapain sekolah tinggi-tinggi, tapi ujungnya juga jadi ibu rumah tangga? ” ini adalah perkataan yang rendah buat orang yang tak tahu artinya sekolah tinggi dan ini adalah pemikiran yang salah. Tapi menurut orang yang berpikir tinggi dan kreasi Pendidikan adalah nomer satu diantara yang lain. Walaupun banyak wanita yang telah lulus dari jenjang perkuliahan dan mendapatkan title yang panjang dan itu larinya ke dapur. Itu adalah Pemikiran yang sangat, sangat salah besar.
    Kenapa? Wanita akan menjadi Madrasah pertama untuk anak-anak nya kelak. Wanita disekolah tinggi bukan buat ngejar jodoh, bukan buat dapat gelar, bukan buat ajang pelarian, dan bukan juga buat ajang meminta uang. Tapi, wanita disekolahkan sampai jenjang tinggi itu untuk mendapatkan ilmu yang barokah. Tujuannya untuk apa? Untuk diaplikasikan dikehidupan sehari-hari nya.Maka pendidikan itu penting.
    Wanita yang berpendidikan dengan wanita yang tak berpendidikan itu sangatlah jauh berbeda. Dari cara pandang, cara berjalan, beradab, berbicara, bahkan dengan cara menyampaikan itu sangat 180° itu berbeda.Kenapa dikatakan berbeda? Ilmu yang ia dapat itu bukan sekedar ilmu. Ilmu yang ia dapatkan pun bukan sembarang ilmu. Ia gunakan, ia aplikasikan dengan orang sekitar. Itulah gunanya ilmu.
    Pendidikan itu penting, sebagai intinya orang tak akan meremehkan kita, tak akan memandang kita rendah.
    Kalo ditanya mau jadi apa, gausah bingung. Karena Allah adalah segala penentu jalan menuju kesuksesan. Dan itu semua dari pendidikan.
    Pendidikan bukan hanya membawamu sukses. Tapi pendidikan membawamu menuju ke ahlian. Semua propesi kamu pegang.
    Jadi, pendidikan dimata kita, kami, kamu, semuanya itu sangatlah penting. Bukan hanya mengantarkanmu pada kebaikan, tetapi insyaallah pada ke hakikian.
    Catat! poin penting yang perlu di praktekan yaitu tentang sukses ada tiga:
    1)Sukses spiritual, semakin dekat dengan Allah. Semakin bersama Allah, dan semakin dekat dan dekat pada Allah. 
    2)Sukses emosional, selalu melakukan silahturahmi. Jangan anggap, kamu sudah berpendidikan, tapi kamu tak memiliki sukses emosional. Apalah kamu, tanpa ada rasa emosional. Pengontrolan diri serta pencapaian diri. 
    3)Sukses Jati diri, sukses akan kemampuan yang kita capai.
    Jadi, Pendidikan itu penting untuk wanita, salam hangat dari seluruh wanita pencinta pendidikan. 🙂
  • OPINI : Mau dibawa kemana “The next Young generation” Indonesia ?

    the next young generations
    OPINI – Kalau ngomongin “Young Generation” jadi pengen nyanyi aja bawaannya. Boleh yaa sedikit lagunya Armada yang “Mau dibawa kemana Young generation ???…” hehehe… Bicara mengenai young generation, saya begitu greget. Pasalnya, begitu banyak sekali fenomena-fenomena yang terjadi saat ini yang sudah intoleransi dimana the next young generation menjadi titik fokus utama. Bagaimana tidak ?. Disaat karakter dan mental building yang seharusnya dipupuk dan dikembangkan, namun tergerus dengan maraknya hal-hal yang unfaedah.
        Sebagai contoh, salah satunya jika kita lihat fenomena yang sering terjadi akhir-akhir ini khususnya di dunia maya, dimana banyak sekali content-content yang unfaedah dan mirisnya para generasi mudalah yang justru memviralkan hal tersebut. Saya tidak habis fikir, kok bisa yaaa ??… Apakah hal ini terjadi karena faktor kegabutan yang seringkali melanda para generasi muda. Sehingga mereka melihat hal-hal yang aneh sebagai hal yang lucu dan patut untuk diviralkan. Sungguh miriisss sekali…
        Salah satu contoh di atas merupakan satu diantara banyaknya virus yang dapat meracuni karakter dan mental building para generasi muda. Lalu, apa dan bagaimana peran kita sebagai generasi muda yang baik agar the next young generation tidak ikut masuk ke dalam jurang yang sama. Saya fikir, ada 3 komponen penting yang harus dirubah. Apa saja itu ??

    1. Self Reminder

        Dalam hal ini kita perlu mengingatkan diri sendiri agar tidak melupakan peran kita sebagai generasi muda penerus bangsa. Dimana, sebagai generasi muda haruslah kita berfikir kreatif dan inovatif untuk memajukan bangsa kita menjadi bangsa yang lebih maju dengan SDM yang mumpuni.

    2. Self Motivation

         Dalam hal ini kita sebagai young generation perlu mempunyai suatu motivasi kuat yang dapat menggugah diri kita agar mau dan mampu untuk berkontribusi bagi bangsa kita. Karena seharusnya, tidaklah perlu kita melihat sudah seberapa besar kontribusi bangsa dan negara terhadap kita. Namun, yang perlu kita tanamkan dalam mindset kita adalah “Sudahkan kita berkontribusi untuk bangsa dan negara kita?.” Itulah PR yang harus segera kita tuntaskan.

    3. Open minded

         Sebagai young genaration haruslah kita mempunyai fikiran yang terbuka. Dalam hal ini, mempunyai mindset yang tinggi untuk memajukan bangsa dan negara. Tidaklah harus dengan suatu hal yang besar dan terlihat, namun mulailah dari hal sederhana yang kemudian mampu membawanya menjadi yang spektakuler.
        Jadi siap yaa untuk menjadi the next young generation yang berkualitas. Jangan suka ikut-ikutan mengikuti arus perkembangan zaman yang semakin dan semakin terperosok jauh ke dalam jurang. Boleh saja mengikuti perkembangan zaman. Siapa bilang tidak boleh ?… Tapi harus pinter-pinter memilih dan memilah. Ambil positifnya, buang negatifnya yaaa… hehehe 🙂 
    SALAM THE NEXT YOUNG GENERATION. 🙂
  • Bagaimana Sistem Pendidikan di Nepal Saat Ini?

    sistem pendidikan di nepal

    Profil Singkat Nepal

    Nepal adalah sebuah negara kecil dari 29 juta orang di seluruh dunia. Terhimpit di antara negara-negara mega Cina dan India, Nepal adalah rumah bagi delapan dari sepuluh pegunungan tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest. Daerah pegunungan negara berbatasan menyajikan tantangan luar biasa untuk pengembangan sosial ekonomi dan membuatnya sulit dan mahal untuk memperluas infrastruktur di Nepal. Pada tahun 2015, Nepal tetap salah satu negara berkembang di Asia dan peringkat 144th dari 188 negara di Indeks Pembangunan Manusia PBB. Menurut Bank Pembangunan Asia, sekitar 25 persen dari populasi yang ada di kurang dari USD $1 per hari di 2010/11.

    Sistem Pendidikan di Nepal Saat Ini

    Sistem Pendidikan di Nepal baru-baru ini telah meningkat dan terus berkembang. Dengan bantuan dari beberapa organisasi internasional, sistem pendidikan yang dibantu. Hal ini penting untuk kemajuan pendidikan dan pengembangan untuk mengurangi tingkat kelangkaan serta untuk mempromosikan perbaikan komunitas.
    Karena kerusakan yang dikenakan pengelolaan administrasi sebelumnya dalam sistem pendidikan mereka, pemerintah Nepal mencoba untuk membatalkan dan membuat proposisi yang unggul untuk pendidikan untuk menjadi lebih baik.
    Sebelum pendidikan modern dimulai di negara, sekolah telah dibatasi dan kelas hanya elit istimewa, sementara sisa orang-orang tinggal terutama buta huruf dan membisikan. Kemudian, ketika era baru diperkenalkan, pendidikan ditawarkan hanya untuk anak-anak kelas atas. Perempuan yang jarang menerima pendidikan.

    Pendidikan dasar 

    Sampai 2016, pendidikan dasar di Nepal berlangsung selama lima tahun – dari kelas 1 sampai kelas 5 (usia lima sampai sembilan). Namun, undang-undang pendidikan baru disahkan pada 2016 diperpanjang pendidikan dasar siklus dan mendirikan suatu sistem baru wajib belajar pendidikan dasar yang dimaksudkan untuk dapat diakses oleh setiap anak di Nepal gratis di sekolah umum.
    Wajib belajar pendidikan dasar sekarang berlangsung delapan tahun (kelas 1-8). Selain itu, anak-anak memiliki opsi untuk mendaftar di umum ‘dini pengembangan pusat’ atau taman kanak-kanak pribadi sebelum memasuki sekolah dasar pada usia lima tahun. Akses ke pendidikan anak usia dini, bagaimanapun, tetap bermasalah di banyak negara dan tingkat partisipasi rendah.

    Pendidikan menengah 

    Sebelum hari reformasi, sistem sekolah menengah dibagi menjadi dua tahun lebih rendah pendidikan menengah (Grade 9 dan 10) dan dua tahun lebih tinggi pendidikan menengah (kelas 11 dan 12), dengan segmen kedua menyimpulkan dengan terpisah ujian nasional.
    Di bawah sistem saat ini, kedua tahapan tersebut telah digabungkan ke dalam siklus bersatu 4 tahun pendidikan menengah. Lama sertifikat meninggalkan sekolah (SLC) ujian nasional yang diselenggarakan pada akhir kelas 10 sekarang akan diselenggarakan di tingkat regional dan telah diubah namanya menjadi “Sekunder pendidikan pemeriksaan” (Lihat). Secara nasional, akan ada hanya satu final Nasional sekolah ujian pada akhir kelas 12. Perubahan ini telah dalam pembuatan untuk beberapa waktu, tetapi akhirnya masuk ke dalam hukum pada tahun 2016 dan saat ini sedang dilaksanakan.

    Teknis dan pendidikan kejuruan dan pelatihan (langkah) 

    Ada berbagai program langkah formal dan informal ditawarkan dalam sistem pendidikan di Nepal. LANGKAH sangat penting untuk pengembangan sumber daya manusia di Nepal, terutama dalam kaitannya dengan negara menjulang “pemuda pengangguran bom waktu.” Pemuda pengangguran meningkat dengan cepat, dan banyak pemuda Nepal memasuki pasar tenaga kerja tanpa keterampilan dipasarkan (atau keluar bermigrasi dari Nepal).
    Oleh karena itu pemerintah secara aktif mempromosikan perluasan sektor langkah. CTEVT, otoritas peraturan untuk langkah, sekarang langsung beroperasi 31 sekolah teknis dan Politeknik dan telah terakreditasi ratusan penyedia langkah swasta afiliasi. Program yang ditawarkan dalam berbagai bidang, mulai dari teknologi laboratorium medis untuk pertanian, keperawatan, seni kuliner, teknologi otomotif, teknologi manajemen atau komputer hotel. Jenis yang paling umum dari program-program yang tersedia.
  • Apa Kabar Kurikulum 2013?

    Apa Kabar Kurikulum 2013

    Sudah beberapa tahun kurikulum 2013 mulai diberlakukan namun belum bisa diterapkan secara keseluruhan di Indonesia. Terlebih lagi dengan banyaknya sekolah-sekolah yang merasa belum sanggup menerapkannya. Lalu apa kabar kurikulum 2013?

    Kurikulum

    Kurikulum menjadi suatu perangkat yang diterapkan demi tercapainya suatu tujuan. Hingga saat ini tercatat sudah 10 kurikulum yang pernah digunakan oleh sistem pendidikan Indonesia. Saya sendiri pernah merasakan bagaimana belajar menggunakan kurikulum 1994 yang memiliki caturwulan, sehingga akan ada evaluasi setiap tiga bulan sekali. Pun, nama-nama yang digunakan dalam buku pelajarannya sangat Indonesia, Budi, Ibu Budi dan Ani. Kurikulum pun tak ingin ketinggalan jaman, sehingga terbitlah kurikulum berbasis kompetensi (KBK) kemudian kurikulum KTSP dan sekarang kurikulum 2013.

    Kendala

    Untuk membahasnya, saya mengambil sudut pandang pendidikan tingkat sekolah dasar. Karena saya kira, anak-anak SD jaman sekarang harus begitu aktif dibandingkan ketika saya SD dulu. Mereka harus berinteraksi di dalam kelas dengan memahami pelajaran yang dipadukan dalam 1 tema. Ketika saya melihat buku paketnya pun saya kaget. Karena dalam satu buku itu sudah mencakup seluruh pelajaran yang ada, baik matematika, IPA, IPS, PKn serta pelajaran kebudayaan dan olahraganya. Apakah anak SD ini sudah mampu?
    Kurikulum ini tak hanya membuat anak SD belajar, namun juga gurunya. Dari beberapa jurnal yang saya baca, mulai dari tahun 2015 hingga sekarang kendala yang dihadapi masih tetap sama. Kendala dari pemerintah, guru, siswa dan orang tua. Apa saja kendala itu? Kita simak satu persatu.

    1.    Kendala dari pemerintah

    Seperti biasa, kendala ini pastilah berasal dari penyaluran buku yang seringnya terlambat.

    2.      Kendala dari guru

    Guru merupakan kunci utama dalam keberhasilan tercapainya pendidikan kita. Kendala dari mereka tentu saja ada. Karena harus selalu mengikuti perubahan kurikulum dan mencoba belajar mengimplementasikannya di dalam kelas. Namun, kurikulum 2013 ternyata menuntut lebih. Guru-guru diharuskan memiliki model pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga mampu mengajak siswa untuk berinteraksi secara aktif di dalam kelas.

    3.      Kendala dari siswa

    Siswa yang kurang bisa berinteraksi secara aktif sehingga seringnya mereka kebingungan. Mereka juga hanya memegang buku siswa tanpa adanya buku penunjang yang lain.

    4.      Kendala dari orangtua

    Orangtua kebanyakan belum memahami kurikulum 2013. Apalagi saat evaluasi yamg mencantumkan huruf A B atau C sehingga tak jarang ada miskomunikasi yang terjadi di antara guru, siswa maupun orangtua siswa.

    Jadi, Apa kabar kurikulum 2013?

    Nah, dari kendala di atas sepertinya kabar kurikulum 2013 belum begitu baik. Belum juga mampu diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Namun kita selalu berharap para guru mampu mengimplementasikan kurikulum 2013 di dalam kelas sehingga siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan sebaik mungkin. Tak lupa juga kepada orangtua untuk selalu membimbing anaknya, paling tidak memberikan buku penunjang untuk pembelajaran, karena buku dengan 1 tema itu tidaklah cukup.
    Semoga sistem pendidikan Indonesia lebih baik, ya. Adik-adik kita layak mendapatkan ilmu dasar yang mantap agar pondasinya kuat ke jenjang selanjutnya.
    Salam pendidikan.
    Sumber:
    Friani, I.F., dkk. 2017. Kendala Guru dalam Menerapkan Model Pembelajaran pada Pembelajaran Tematik Berdasarkan Kurikulum 2013 di SD Negeri 2 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 2(1). FKIP Unsyiah.
    Krissandi, A.D.S., dkk. 2015. Kendala Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Kurikulum 2013. Cakrawala Pendidikan. 3. FKIP Universitas Sanata Darma.
    Saputra, S.Y., dkk. 2017. Pelaksanaan Pembelajaran Tematik sesuai Kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah 03 Wajak. ELSE. 1(1). Universitas Muhammadiyah, Malang.