Category: Pendidikan
-
Apa itu Pendidikan Karakter ?
Apa itu Pendidikan Karakter ?Sebagai manusia tentu harus mempunyai karakter yang baik apalagi jika kita merupakan seorang siswa yang diajarkan tentang pendidikan karakter. Berbagai upaya pemerintah lakukan untuk menerapkan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Peraturan perundang-undangan pun di aturnya untuk menguatkan kita akan pentingnya pendidikan karakter. Lantas apakah pendidikan karaker itu ?.Menurut wikipedia, pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Dimana tindakan ini harus dilakukan oleh berbagai pihak, baik pihak sekolah sebagai pendidik maupun orang tua sebagai keluarga. Tapi, tak lupa diri kita sendiri harus mempunyai keinginan yang kuat untuk mewujudkan tindakan tersebut.Tujuan pendidikan karater ini adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Lebih baik disini bukan hanya dari faktor akademis saja, tetapi dari segi sifat, perilaku moral, dan juga ahlak. Seperti menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, yakni :“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.Berdasarkan dua pengertian diatas, berikut ini berbagai pengertian Pendidikan Karakter menurut para ahli, diantaranya :Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara.Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).Menurut kamus psikologi, karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).Berdasarkan pengertian-pengertian di atas kita bisa mempunyai kesimpulan tentang pengertian pendidikan karakter. Singkatnya pendidikan karakter itu sebuah tindakan memperbaiki diri, mengubah pola pikir, melatih karakter atau watak seseorang agar menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik dari generasi sebelumnya.Jelas sudah bahwa tujuan pendidikan karakter memang untuk memperbaiki diri, baik dari segi perilaku kita terhadap lingkungan sekitar, sekolah maupun dalam masyarakat luas. Pendidikan karakter bisa jadi secara turun-temurun ataupun dilatih sejak dini. -
Tilik Kesuksesan Pendidikan Zaman “Doeloe”
TILIK PENDIDIKAN JAMAN “DOELOE” –Pendidikan jaman sekarang jika dibedakan dengan pendidikan pada jaman dahulu memang sudah sangat jauh berbeda.Mulai dari media pembelajaran,alat tulis yang digunakan, tempat yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan lain sebagainya.Jika kita lihat media yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar pada waktu itu masih banyak menggunakan papan tulis dilengkapi kapur sebagai alat tulisnya.Tidak jarang juga beberapa siswa yang masih menggunakan batu tulis sebagai pengganti buku tulis.Dahulu, beberapa murid hanya memakai sandal atau bahkan bertelanjang kaki untuk pergi ke sekolah.Mereka pun biasanya hanya menggunakan satu buku sebagai buku catatan beragam materi pelajaran yang diwadahi dalam kantong plastik atau dimasukkan pada saku celana.Keadaan Sekolah mereka pada waktu itu masih sangat sederhana dengan penerangan seadanya dan fasilitas yang sangat terbatas.Bisa kita lihat contohnya ada dalam Film yang berjudul “Laskar Pelangi” yang disutradarai oleh Riri Riza yang sempat booming pada tahun 2009.Film ini menggambarkan tentang kesederhanaan pendidikan di sebuah daerah di Belitung yang pada saat itu fasilitas nya masih jauh di atas kata layak.Walaupun demikian, para murid tetap semangat dalam bersekolah guna mewujudkan impian mulia mereka.Hal ini jika dibandingkan dengan pendidikan jaman sekarang, tentunya jauh sangat berbeda.Bagaimana tidak ? siswa jaman sekarang sudah sangat dimanjakan dengan berbagai fasilitas modern baik dari sekolah maupun fasilitas pribadi.Berangkat sekolah jadi dimudahkan dengan adanya motor pribadi,mobil pribadi, ataupun kendaraan umum.Sesampainya di sekolah, mereka kembali di manjakan dengan Gedung Sekolah yang megah beserta fasilitas-fasilitas memadai di dalamnya seperti AC dan Komputer.Media pembelajaran lebih sering menggunakan LCD Proyektor sebagai pengganti dari white board.Terkadang, para siswa hanya tinggal menggunakan fasilitas berupa internet untuk mengunduh materi pembelajaran dan menyimpannya pada ponsel mereka masing-masing tanpa harus menulis ulang pada buku.Alangkah disayangkan karena generasi muda jaman sekarang tidak terlalu memikirkan tentang pentingnya pendidikan, sehingga mereka cenderung bosan jika berada di sekolah.Membolos saat jam pelajaran, tidak berangkat sekolah tanpa keterangan yang jelas,tawuran, membangkang kepada Guru sudah menjadi hal yang lazim terjadi di kalangan pelajar.Sebagai pelajar yang baik, sudah seharusnya kita banyak belajar dari kegigihan dan ketekunan para pelajar terdahulu yang sangat berjuang demi memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan yang layak.Oleh karena itu mari kita manfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya agar kita menjadi generasi yang cerdas dan berprestasi.Karena Bangsa ini tergantung pada para Generasi muda nya. -
Ekonomi dan Pendidikan, 2 Dimensi Yang Berbenturan, Betulkah?
Ekonomi dan Pendidikan, 2 Dimensi Yang Berbenturan – Madura merupakan sebuah pulau besar yang terletak bersebelahan dengan Pulau Jawa. Keberadaan Pulau Madura berbatasan langsung dengan Pulau Jawa melalui kota Bangkalan (Ujung Barat Pulau Madura) dan Pelabuhan Perak Surabaya yang dibatasi oleh lautan. Madura dibagi menjadi empat Kabupaten yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Sebagai sebuah wilayah kepulauan, Madura dikelilingi oleh daerah perlautan yang membentang kesegala penjuru. Keberadaan jembatan Suramadu semakin membuat Pulau ini mudah berinteraksi baik secara ekonomi maupun sosial dengan masyarakat di Pulau Jawa.Memiliki sumber daya alam melimpah disektor laut dan pertanian, penduduk Pulau Madura mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani, nelayan, petani garam, peternak dan sebagaian merantau ke luar pulau sampai menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di negera tetangga. Minimnya tingkat pendidikan merupakan masalah yang krusial di Pulau ini. Pendidikan tertinggi yang dicapai penduduknya mayoritas hanya terbatas di SD, SMP, maupun SMA dan hanya sedikit yang mampu melanjutkan di Perguruan Tinggi. Minimnya tingkat pendidikan tersebut disebabkan oleh keterbatasan segi ekonomi dan juga minat pemuda untuk melanjutkan pendidikan.Pemandangan pengemis cilik di Pelabuhan Kamal, Bangkalan, Madura, menjadi titik pandang terhadap minimnya pendidikan. Pengemis cilik itu didominasi oleh anak dengan kisaran umur 2 sampai 10 tahun. Bahkan, sempat terlihat anak berumur 7 tahun-an yang menggendong adiknya yang masih berumur 2 tahun. Sangat miris, mereka meminta-minta disepanjang jalan pelabuhan hingga masuk kedalam kapal. Setelah ditelusuri lebih lanjut, mereka meminta-minta karena unsur paksaan dari orangtuanya. Mereka bukan hanya berasal dari daerah setempat, tetapi juga berasal dari Kabupaten Sampang dan Pamekasan.Jam kerja mereka dimulai sejak pagi hari sampai menjelang petang. Ketika disinggung tentang sekolah, sebagian besar dari mereka menjawab kalau mereka tidak bersekolah. Meskipun ada sedikit dari mereka yang masih berkesempatan untuk sekolah. Dengan kondisi yang demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar dari mereka juga belum dapat membaca dan menulis. Yang mereka tahu adalah meminta uang kepada penumpang kapal dengan cara merengek-rengek mengenakan pakaian lusuh dan tas kecil slepang yang membuat siapapun merasa iba.Gardu pendidikan pertama adalah keluarga, khususnya orangtua. Pendidikan sendiri memegang peranan yang sangat penting untuk masa depan anak. Sudah sepantasnya memberi kesempatan kepada anak untuk mengenal angka, mengeja huruf, meningkatkan kecerdasan dan mengembangkan kemampuan. Sangat disayangkan, jika anak kemudian dirampas haknya untuk mengenyam pendidikan dan diganti dengan kegiatan bekerja bukan pada waktunya. Terlebih lagi dengan pekerjaan meminta-minta. Untuk orangtua, jika ekonomi menjadi pembatas, jangan jadikan anak-anak sebagai pekerja, tapi bekerjalah lebih keras agar anak-anak kalian tidak bekerja sekeras dirimu dimasa ini. Melihat anak-anak lebih maju dari orangtuanya, pasti menjadi sesuatu yang sangat membanggakan (Ind). -
Peran Pemuda Sebagai Volunteer Bidang Pendidikan
Peran Pemuda Sebagai Volunteer Bidang Pendidikan – Pemuda adalah sosok harapan bangsa untuk mewujudkan cita-cita suatu negara. Saat ini banyak sekali pemuda di Indonesia, apalagi di era 2030 akan memasuki bonus demografi. Pemuda yang berumur produktif dengan jumlah lebih banyak akan menanggung masyarakat tidak produktif. Bahkan Bapak Proklamator RI (Republik Indonesia) juga menyampaikan “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, maka kuguncangkan dunia”.Begitu pentingnya peran pemuda hanya dengan satu orang, apalagi semua pemuda di seluruh pelosok Indonesia dengan jiwa semangat yang membara akan mengubah dunia lebih baik. Berdasarkaan data sensus BPS (2010), penduduk umur 16-30 yang termasuk pemuda berjumlah 62 juta. Jumlah yang begitu besar menjadi aset bangsa, terutama di bidang pendidikan.
Pendidikan adalah pintu gerbang menuju cita-cita Indonesia yang tertuang di dalam pembukaan UUD (Undang-Undang Dasar) 1945. Upaya pencerdasan bangsa melalui peningkatan kualitas adalah pemerataan pendidikan. Setiap bangsa Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak baik formal maupun non formal. Jika kita melihat kondisi pendidikan Indonesia saat ini perlu ditingkatkan kualitasnya. Hal tersebut bisa teratasi melalui peran seorang pemuda yang terjun langsung di bidang pendidikan. Mahasiswa yang biasa disebut agent of change (agen perubahan) dapat mengaplikasikan sebutan itu bukan sekedar fiksi melainkan fakta.Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijunjung oleh akademisi adalah mengajar, penelitian dan pengabdian. Salah satu peran mahasiswa yaitu pengabdian, biasanya dilaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) pada tingkat akhir. Akan tetapi, bentuk pengabdian ini seharusnya tidak berhenti hanya saat KKN. Jiwa kepedulian dan nasionalisme yang tinggi harus terpatri dalam sanubari mahasiswa. Mencoba melihat permasalahan bidang pendidikan di lingkungan sekitar, masih banyak anak putus sekolah, kekurangan tenaga pengajar dan fasilitas tempat belajar yang tidak layak. Memang pemerintah sudah memberikan beasiswa pendidikan, tetapi masih ada masyarakat Indonesia yang kurang mendapat informasi.Dimulai dari hal kecil saja, mahasiswa sebagai calon sarjana yang akan menjadi calon pemimpin bangsa harus membuka pikiran untuk membantu mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia. Satu orang mahasiswa berinisiatif mengajak temannya bahkan pemuda lainnya yang hanya lulusan SMA sederajat untuk membentuk suatu komunitas pejuang pendidikan. Jika yang berjuang banyak akan semakin menguatkan visi tercapai. Peran sederhana dari seorang pemuda yang berdampak besar bagi pendidikan Indonesia adalah menjadi volunteer (relawan). Memang menjadi relawan tidak digaji karena melakukannya dengan ikhlas tanpa pamrih. Pemuda harus meyakini bahwa menjadi volunteer adalah pekerjaan mulia yang akan bernilai pahala tidak terhingga dari Tuhan. Saat ini banyak dijumpai sebuah komunitas yang terdiri dari volunteer pendidikan.
Hati saya sendiri tergugah saat pulang dari”Asia Pasific Future Leader Conference 2017″ yang diselenggarakan di Kuala Lumpur. Disana saya bertemu dengan para pemuda dari Asia Pasifik. Mereka mempresentasikan hal-hal yang sudah dilakukan untuk mewujudkan SDG’s (Suistanable Development Goals) yang ada 17. Lalu, saya merasa belum berkontribusi untuk Negeri selama menempuh pendidikan Perguruan Tinggi melalui beasiswa. Setelah kembali ke Indonesia, timbul niat saya untuk mewujudkan SDG’s yang ke-4 tentang kualitas pendidikan. Saya merasa anak-anak yang tinggal di Panti tidak mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan temannya karena masalah biaya sehingga tidak bisa kursus. Lalu, timbul ide untuk membuat komunitas Laskar Panti yang diikuti volunteer dari mahasiswa berbagai jurusan dan angkatan.Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah bimbingan belajar gratis untuk adik-adik yang tinggal di salah satu Panti Purwokerto. Selain itu, terdapat pelatihan sesuai bakat dan minat dan berbagi ilmu sesuai bidang tiap volunteer. Biasanya mengajarkan ilmu pertanian melalui hidroponik, menanam di hidrogel dan lainnya. Jadi, adik-adik di Panti dapat merasakan tambahan belajar di luar sekolah secara gratis dan pengetahuan di bidang lain.
Komunitas di bidang sosial maupun pendidikan sudah banyak dijumpai di Purwokerto. Sebelum adanya Laskar Panti, sudah berdiri Sahabat Panti, Bhinneka Ceria, Kelas Inspirasi dan lainnya. Beberapa bulan yang lalu terdapat komunitas baru lagi yang terdapat bidang pendidikan yaitu “Inspirator Indonesia Chapter Barlingmascakeb”. Salah satu kontribusi sederhananya adalah menjadi volunteer pengajar di salah satu TPQ Perumahan Purwokerto yang kekurangan tenaga pengajar. Buat seluruh pemuda, janganlah berdiam diri menghadapi permasalah pendidikan di lingkungan sekitar karena kunci terwujudnya Indonesia yang makmur dan sejahtera.Bertindak dan berkontribusi semampunya karena hancur atau tidaknya suatu negara berada di tangan para pemuda. Jangan hanya mengkritisi tetapi beraksi yang pasti sebelum mati.Salam Menginspirasi dan Mengabdi Tuk Negeri. -
Penanaman Kecintaan Pada Seni dan Budaya Melalui Dunia Pendidikan
Seperti halnya kecintaan pada Bangsa dan Negera, kecintaan pada Seni dan Budaya tidak bisa serta merta tumbuh pada diri seseorang. Seorang anak yang tidak bersentuhan langsung terhadap seni, maupun tidak diperkenalkan sejak dini mengenai seni dan kebudayaan, biasanya tumbuh menjadi anak yang kurang peka terhadap estetika (keindahan) maupun budaya yang ada disekitarnya.Saat menjadi guru saya banyak melihat hal yang demikian. Seni dan budaya tanpa kita sadari sebenanrnya adalah sebuah hal yang melebur di dalam diri kita, di dalam masyarakat kita dan dalam semua kegiatan yang kita lakukan sehari-hari. Hanya saja kita tidak peka terhadap hal tersebut, sehingga hal tersebut acapkali terlihat biasa saja, bahkan tidak berpengaruh apa-apa pada diri mereka.Hal inilah yang terkadang memberikan sedikit kesulitan dalam pembelajaran seni budaya di sekolaha. Karena bagi mereka seni adalah sebuah maha karya dan budaya adalah seseuatu mengenai tradisi turun menurun yang sifatnya tua dan menjadi mlik kita sejak dahulu. Pengenalan seni dan budaya sangat melekat erat. Sejak di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) tentu kita sudah berusaha mendekatkan anak-anak pada seni dan kebudayaan kita. Contoh paling sederhana adalah ketika kita menyanyikan lagu kebangsaan di depan kelas. Menyenyi adalah bagian dari seni dan lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah bagian dari kebudayaan yang kita miliki. Sampai pada hal yang paling kompleks saat anak-anak diajarkan tampil untuk berani tampil untuk membawakan sebuah tarian bersama atau drama-drama sederhana di atas panggung saat malam perpisahan.Pada dasarnya penerapan seni sejak TK dan SD menekankan pada keberanian untuk tampil dan pengembangan diri. Saya jarang sekali menemukan seorang guru yang mungkin dalam bentuk sederhana menjelaskan apa itu batik sambil mencontohkan seragam almamater yang mereka pakai hari itu, atau seorang wali kelas di SD yang menceritakan perihal sejarah munculnya budaya Tari Singo Ulung sebagai bentuk kearifan lokal yang ada di Kabupaten kami, Bondowoso, di jenjang Sekolah Dasar (SD).Hal semacam ini saya pikir telah membuat jarak yang cukup jauh, sehingga pada akhirnya di jejang SMP dan SMA para guru seni perlu membuat lompatan yang besar, untuk memperkenalkan sei dan budaya yang ada di daearah, sampai mereka benar-benar paham apa itu budaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh daerah kami. Kebanyakan anak-anak yang tidak bersentuhan langsung dengan seni dan kebudayaan di lingkungannya, mengetahui seni hanya dengan mendengar dan membaca sekilas pada buku teks tanpa mendalaminya.Begitu masuk di jenjang SMA, saya banyak menemukan bahwa anak-anak tidak bisa menyebutkan lebih dari 3 kebudayaan yang daerah kami miliki, tarian apa yang kami miliki, kearifan lokal apa yang berkembang dalam masyarakat kami dan tradisi apa yang kami miliki. Semua pertanyaan itu seperti sangat mudah dijawab dan diketahui semua orang, tetapi tidak bagi mereka. Hal ini terjadi, karena pengenalan seni dan budaya tidak dilakukan sejak dini. Mulai lunturnya berbagai tradisi dan budaya yang ada di masyarakat, juga membuat mereka semakin jauh dari budaya yang seharusya wajib mereka warisi.Di daerah saya, Kabupaten Bondowoso, saya mulai melihat pertunjukan Tarian Singo Ulung dan Ojung menjadi hal yang hampir langka. Selain saat hari-hari besar dan event-event daerah maupun budaya, tarian ini tidak mentradisi dilingkungan tempat tinggal kami, yang dulunya dari Buyut saya pernah bercerita, bahwa pertunjukan Ludruk, Leong, Tarian Singo Ulung, Wayang Golek maupun Ojung adalah hiburan yang merakyat, dimana hampir tiap bulan nikah, peringatan 1 Muharram, Maulid Nabi Muhammad dan Hari Kemerdekaan, semua orang berkumpul untuk menyaksikannya di kantor desa atau rumah-rumah yang memiliki hajat.Hal ini jelas membawa pengaruh besar pada rasa cinta dan memiliki akan seni maupun budaya yang ada tumbuh di lingkungan mereka. Sehingga secara tidak langsung, mereka telah mengenal dan memplajari seni dan budaya dalam bentuk hiburan rakyat sejak dini, dari lingkungan mereka sendiri tanpa perlu materi di dalam kelas. Seharusnya materi mengenai Seni dana Kebudayaan local di kelas adalah bagian dari penguatan pemahaman mereka. Bukan pengetahuan baru.
(https://dolandolen.com/6-seni-kebudayaan-unik-milik-bondowoso-yang-wajib-dolaners-ketahui-dan-pelajari/) Beberapa kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Bondowoso
Pengalaman estetis adalah cara termudah dan paling mudah membekas di hati tiap anak dalam hal mengingat. Saat mereka terlibat langsung di dalam kebudayaan dan kultur itu sendiri, maka mereka tidak perlu lagi menghafal. Mereka hanya perlu mengingat, bahwa apa yang mereka lihat adalah kebudayaan yang mereka miliki, sehingga rasa ingin mempertahankan, kepedulian dan rasa melindungi menjadi lebih kuat.Perkembangan zaman dan pola mendidik dan memperkenalkan seni dan budaya dalam dunia pendidikan memang sudah banyak berubah, dan sebagai guru pun saya tidak serta merta meyalahkan keadaan ini, karena saya pun hidup dalam lingkungan tersebut. Sehingga segala kesulita tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kami para guru seni budaya.Salah satu cara yang biasanya saya lakukan dalam proses pengenalan seni dan budaya kepada mereka adalah dengan cara melakukan berbagai obeservasi, baik itu pada sebuah badan usaha seperti batik dan kerajinan kuningan khas Kabupaten kami, pada acara kebudayaan, maupun pada narasumber tertentu di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan cara itu mereka bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai budaya apa yang dulu berkebangan dan tumbuh di sekitar mereka. Medengar dan turun langsung ke lapangan bagi saya adalah cara paling ampuh kedua untuk membuat mereka memahami tentang seni dan kebudayaan, dari pada mendengar penjelasan materi di dalam kelas.Jika kami memiliki watu senggang atau jam pelajaran yang lebih, maka biasanya saya meminta mereka untuk membaca sebuah buku yang nantinya akan kami bahas bersama di kelas, sehigga anak yang telah membaca bisa bercerita tetang apa yang dia tahu pada teman yang lainnya.dengan begitu, kami memiliki bahan diskusi mengnai kebudayaan.Selain itu menonton VCD mengeai tari-tarian daerah, Ludruk, teater dan kesenian lain juga dapat membantu kami untuk bisa mengapresiasi budaya tersebut dengan cara yang paling mudah dan murah. Meskipun dirasa sedikit berat, saya begitu ingin meyampaikan dan mengajarkan kepada para siswa siswi saya, bahwa seni dan budaya adalah cakupan yang sangat luas. Pembelajaran seni, buka hanya tentang ‘kamu harus bisa menggambar’, tetapi jauh lebih dari itu, kami para guru harus menumbuhkan rasa cinta pada tiap seni dan budaya yang kami miliki dengan tetap mempertahankan tradisi dan kearifan lokal ditengah perkembangan zaman.Dengan begitu, kami semua akan memiliki rasa bertanggung jawab yang sama besar, rasa memiliki yang sama besar, juga rasa ingin menjaga dan melestarikan yang sama besar. Saat itu terjadi, bukan hal mustahil untuk melestarikan budaya hingga bisa kita perkenalkan pada dunia Internasional melalui pembelajran seni dan budaya di sekolah. -
Pentingnya Pendidikan Bagi Kaum Hawa, Wajib Tahu!
Pentingnya Pendidikan Bagi Kaum Hawa, Wajib Tahu! – Dikenal istilah ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Tentu istilah tersebut merujuk pada pentingnya pendidikan bagi kaum hawa. Pendidikan yang dimaksud disini bukan hanya pendidikan di sekolah saja, namun pendidikan agama juga harus dikuasai oleh kaum hawa. Seperti menguasai bacaan Alquran. Agar kelak anak-anaknya mendapatkan pembelajaran pertama mengenai Alquran dari dirinya. Banyak sekali orangtua yang hanya mengedepankan pendidikan sekolah namun tidak dengan pendidikan agama. Padahal pendidikan agama juga sangat diperlukan bagi kehidupan, lebih-lebih jika sudah terjun dalam masyarakat.Seperti halnya ketika bulan Ramadhan, kemampuan membaca Alquran sangatlah diperlukan, tidak hanya bagi kaum Hawa tapi juga kaum Adam. Akan selalu ada tadarrus Alquran yang dilaksanakan di setiap masjid ataupun musholla. Seorang perempuan, terlebih ketika telah menjadi ibu haruslah menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Saat seorang ibu menyuruh anaknya belajar agama atau mengaji maka seorang ibu haruslah bisa mengaji atau setidaknya menguasai ilmu agama meski sedikit.Mindset masyarakat kebanyakan adalah setinggi apapun pendidikan seorang wanita, akhirnya jua dia akan berkecimpung dalam dunia perdapuran. Hal seperti itu memang benar, namun seorang ibu bukan hanya koki bagi anak dan suaminya. Namun seorang ibu haruslah menguasai berbagai macam ilmu, seperti kedokteran untuk menangani anggota keluarganya yang sakit. Seperti guru untuk mengajari anaknya ketika mendapatkan PR dari guru sekolahnya. Kaum hawa pun harus terampil dan kreatif ketika anaknya mendapatkan tugas keterampilan dari sekolahnya.Jadi, berpikirlah ke depan ketika kalian kaum hawa mulai merasakan malas belajar. Karena di tangan kalianlah generasi bangsa ini akan diarahkan kemana. -
10 Cara Sederhana untuk Melatih Kecerdasan Emosional
Apa itu EQ dan Bagaimana Cara Mengembangkannya ?
10 Cara Sederhana untuk Melatih Kecerdasan Emosional – Istilah EQ sering dikaitkan dengan kecedasan emosional atau emotional quotient mungkin masih terdengar asing bagi kita selain IQ , padahal EQ juga penting dalam hidup kita untuk mengatur emosi dan bersosialisasi . IQ memang penting dalam kecerdasan intelektual dan masuk perguruan tinggi tetapi jika seseorang tidak dapat mengatur emosi atau tidak mengendalikan diri untuk apa yang harus dilakukan selanjutnya maka seseorang akan mengalami stress.Seperti contoh, ada seseorang yang pandai dalam akademis namun ia tak pernah ikut organisasi dan ada satu orang biasa-biasa saja, nilai akademisnya rata-rata namun dia aktif berorganisasi dan selalu punya hubungan yang baik bagi orang sekitarnya, jika salah satu diberi tugas yang menumpuk maka orang akademisnya rata-rata inilah yang bisa mengatasi tugas menumpuk tersebut tanpa stress karena ia mempunyai banyak bantuan dari temannya-temannya namun perlu digaris bawahi bahwa anak yang aktif berorganisasi tadi bukan menngantungkan temannya namun dalam konteks diskusi yang santai dan menyenangkan untuk menyelesaikan tugas tersebut sembari dia berpikir juga maka orang yang aktif organisasi ini pasti akan menjelma menjadi orang pandai yang enjoy jika dibandingkan orang pandai yang tak pernah ikut organisasi tadi yang akan mengalami stress karena tak bisa mengendalikan emosinya saat tugas menumpuk. Berikut cara mengembangkan EQ atau kecerdasan emosional :1. Mengenali Emosi yang Dirasakan
Mengenali emosi diri sendiri itu penting karena dengan demikian anda bisa mengetahui bagaimana perasaaan anda yang sesungguhnya dan karakter diri sendiri itu seperti apa dan bagaimana sebaiknya menyikapinya. Mengidentifikasi apa yang sesungguhnya anda rasakan membantu menangkap pesan yang dikirimkan oleh diri sendiri dan mengetahui apa yang anda rasakan pada saat-saat tertentu.2. Mengamati Perubahan Emosi
Jika anda merasa sering mengalami perasaan yang naik turun seperti gelombang tak berarah, maka hal itu gunakanlah untuk mengamati diri sendiri. Setiap perubahan emosi suasana hati dan perilaku diri sendiri dapat diamati untuk belajar mengatasi berbagai masalah yang timbul. Anda juga dapat mudah faktor apa yang membuat anda merasakan hal tersebut.3. Mengelola Emosi
Pada dasarnya , emosi adalah cara bagi manusia untuk melakukan tindakan yang akan mengatasi penyebab dari kemunculan perasaaan tertentu . Kemampuan seseorang untuk mengelola emosi diri sendiri dapat memberian kelebihan bagi seseorang yaitu kebijaksanaan. Contoh ada seorang anak remaja SMP yang lemah dalam semua mata pelajaran sehingga dia diolok-olok oleh teman-temannya namun dia tidak membalas secara berlebihan kepada teman-temannya tesebut oleh karena kecerdasan emosionalnya tetapi ia membuktikan ia bisa masuk tim sepakbola Indonesia serta ia pula rajin membantu orang tua dan berdoa sehingga membuat teman-temannya tadi sangat kagum terhadapnya. Ia menjadi orang yang memiliki pengendalian diri yang sangat baik sehingga dapat mengendalikan situasi di sekitarnya dengan lancar, karena ia mengendalikan emosinya dan bukannya emosi yang mengendalikan dirinya.4. Mengekspresikan Emosi
Cara selanjutnya adalah mengekspresikan emosi . Ketika kita mampu mengelola dan mengendalikan emosi secara matang, maka kita akan merasakan mudah untuk mengontrol ekspresi itu sendiri . Kita akan mampu menahan diri untuk tidak bertindak berdasarkan dorongan emosi negatif dan memberi respon yang tepat untuk berbagai situasi sehingga menjadi cara meningkatkan kepercayaan diri yang baik. Kita dengan mudah akan mengendalikan emosi yang dapat merugikan diri sendiri.5. Memotivasi Diri Sendiri
Pengendalian emosi juga berhubungan dengan kebiasaan berpikir positif. Dengan pikiran yang positif , anda dapat selalu menanamkan pikiran yang positif pula dan tidak mudah merasa pesimis akan suatu hal, atau bahkan merasa kehilangan semangat. Pikiran yang positif mengenai diri sendiri sangat berguna untuk memberi motivasi dan cara membahagiakan diri sendiri ketika kondisi mental sedang menurun.6. Mengenali Emosi Orang Lain
Anda juga akan mudah mengenali emosi orang lain dan mengenali 4 karakter manusia apabila telah terbiasa mengidentifikasi emosi diri sendiri. Kemampuan untuk mengenali emosi yang dirasakan orang lain akan membuat diri menjadi lebih peka sehingga menjadi cepat tanggap terhadap situasi yang ada. Mengenali emosi dapat dilihat dari bahasa tubuh, yaitu gerakan tangan, intonasi suara sorot mata dan ekspresi wajah dan gerakan tubuh lainnya. Dasar dalam hubungan interpersonal adalah kemampuan untuk mengenali emosi yang dirasakan orang lain.7. Mengelola Emosi Orang Lain
Karena Manusia adalah makhluk yang paling emosional, maka semua hubungan yang dibangun pribadi antar pribadi merupakan hubungan yang berdasarkan emosi. Hal ini berkaitan dengan kemampuan kita mengelola emosi orang lain, artinya kita juga harus dapat mengetahui apa yang akan dirasakan seseorang dalam situasi tertentu, dan juga mengambil tibdakan tersebut.8. Membuka Pikiran
Salah satu untuk mencapai kesuksesan emosi adalah jika anda dapat berpikiran terbuka terhadap berbagai kritik dan saran yang datang. Orang yang menolak pendapat orang lain dan hanya mau memegang pendapatnya sendiri adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosi yang rendah, karena tidak mau memperbaiki kekurangan dirinya. Padahal, menerima kritik maupun saran dari orang lain sangat berguna untuk mengembangkan diri sendiri.9. Introspeksi
Jika anda memiliki pikiran yang terbuka maka hal itu akan memepermudah anda melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Ketika mengetahui pendapat orang lain tentang diri sendiri, maka kita juga dapat mengevaluasi diri apakah hal tersebut memang benar atau tidak. Lalu hal itu akan menjadi titik awal untuk mulai memperbaiki kekurangan diri sendiri dan cara mengubah diri menjadi lebih tertata emosinya dan cara menghilangkan kebiasaan buruk.10. Menulis Jurnal Sehari-Hari
Bagian terakhir adalah menulis buah pikiran sendiri pada jurnal merupakan salah satu cara untuk mengenali emosi diri. Anda dapat mencatat segala yang dialami serta apa yang dirasakan sehari-hari, kemudian membacanya ulang ketika dibutuhkan. Melalui jurnal tersebut anda akan belajar untuk mengenali diri sendiri dan juga mengingat interaksi anda dengan orang lain. Hal ini sangat baik sebagai latihan untuk melihat perasaan orang lain, sebab akibat, dan cara untuk menghadapi orang lain. -
Metode Saintifik versus Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Sumber Gambar: www.americanboard.org/blog/starting-teaching-job-mid-year/ Pengantar
Ketika mendengar kalimat pahlawan tanpa tanda jasa, maka yang terlintas dalam benak kita adalah sosok guru. Dikutip dari Wikipedia, guru berasal dari bahasa Sanskerta adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk kepada pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Jadi apakah hubungan antara pendekatan saintifik dengan pahlawan tanpa tanda jasa?Metode Saintifik
Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dicanangkan pemerintah untuk menggantikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dimana dalam kurikulum ini diwajibkan untuk menggunakan metode saintifik pada pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah. Lalu apakah metode saintifik itu? Metode saintifik adalah metode pembelajaran yang harus memenuhi kriteria ilmiah. Kriteria ilmiah yang dimaksud terdapat pada Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV terdiri atas:1. Mengamati2. Menanya3. Eksperimen4. Mengasosiasikan5. Mengkomunikasikan6. MenciptaMetode saintifik dipercaya dapat menjadikan perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik lebih optimal.Pahlawan tanpa Tanda Jasa
Pahlawan tanpa tanda jasa adalah orang yang berani dan rela berkorban dalam membela kebenaran tanpa mengharapkan keuntungan pribadi.Benar sekali jika makna pahlawan tanpa tanda jasa di berikan kepada guru dimana sangat banyak sekali pengorbanan yang diberikan guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, hal ini kembali menjadi perhatian kita ketika makna tersebut disalah artikan.Penyalahartian makna tersebut bisa kita lihat ketika minimnya upah guru di negara ini. Ketika membicarakan keuntungan maka yang terlintas adalah uang. Sementara pengertian pahlawan tanpa tanda jasa tidak mencari keuntungan, mari kita berpikir secara logika. Sebagian besar guru memiliki keluarga. Minimnya upah guru di negeri ini, kurang mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga terlepas dari guru berstatus pegawai negeri sipil yang mendapatkan sertifikasi.Hubungan antara Metode Saintifik dengan GuruTuntutan pemerintah untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan tidak selaras dengan nasib guru di negara ini yang masih perlu diperhatikan. Ketika guru dituntut untuk kreatif dan inovatif, metode saintifik memerlukan biaya dalam penerapannya. Terutama ketika sampai ke poin ke enam mencipta, maka butuh ekstra pemikiran keras dalam mewujudkannya. Sementara guru juga memiliki keluarga dan fasilitas sekolah kurang memadai dalam penerapan metode saintifik yang diwajibkan menerapkannya dalam kurikulum 2013, maka guru mau tidak mau harus mengeluarkan uang yang terbilang cukup banyak dalam menerapkan metode saintifik terlepas dari gaji sertifikasi yang didapatkan dari pelatihan yang disediakan pemerintah dimana tidak semua guru mendapatkan kesempatan tersebut. Sehingga, penulis berharap pemerintah secara detail meneliti terlebih dahulu sebuah kurikulum sebelum diterapkan di lingkungan sekolah. -
Dunia Pesantren, Penjaga Adab Bangsa
Dunia pesantren, penjaga adab bangsa -Bagi kebanyakan orang, pendidikan di pesantren tidak terlalu diminati. Dikarenakan pendidikan tradisional di pesantren tergeser oleh lembaga pendidikan modern, hingga lulusannya diremehkan dan dianggap tidak mengikuti kemajuan zaman. Selain itu, sulitnya mendapat pekerjaan semakin membuat masyarakat tidak berminat.Padahal, dunia pendidikan di pesantren sangat berperan penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sistem pendidikan yang religius mengajarkan untuk menjalani hidup sesuai dengan ajaran agama. Terlebih lagi dalam menjaga adab-adab atau budi pekerti yang baik untuk hidup ditengah-tengah masyarakat.Di pesantren, kita diwajibkan untuk bermukim atau tinggal di asrama, kegiatannya pun lebih padat dibandingkan dengan sekolah formal modern. Antara lain, mengaji, mengkaji kitab, hafalan, dan kegiatan sekolah seperti biasa. Lembaga pendidikannya memiliki keistimewaan tersendiri yang dijaga secara turun-temurun.Suatu hari, saya pernah berkunjung disebuah pesantren didaerah saya. Yang saya kagumi ialah santri-santri yang menjaga adab didepan guru maupun orang lain, dan tentu saja jarang saya dapatkan dilingkungan sekolah saya dulu atau bahkan sekolah modern seperti sekarang. Tutur bahasanya yang halus dan lemah lembut, membuat saya sendiri malu.Selain itu, hangatnya hidup dalam kebersamaan bersama teman-teman yang tidak akan didapatkan didunia luar dengan mereka yang sibuk dengan gadged dan gaya hidup individualisme. Keistimewaan inilah yang patut dijaga dan dipertahankan diera globalisasi seperti sekarang. Sebagai penyeimbang dan pengawal moral bangsa yang semakin memburuk.Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, seharusnya pemerintah semakin mendukung dan menyediakan sarana dan prasana di lingkungan pesantren, agar pesantren tetap berdiri dan tidak tergusur oleh pendidikan di zaman modern. Serta untuk dunia industri yang menyediakan lapangan pekerjaan, harusnya tak perlu khawatir dengan alumni pesantren. Mereka telah mendapatkan bekal khusus dilingkungannya. Terlebih tentang akhlaq.Oleh karena itu, pendidikan di pesantren tidak bisa dipandang sebelah mata atau bahkan diremehkan. Negeri ini membutuhkan generasi yang mampu menjaga moralitas bangsanya bukan hanya sekedar kepandaian dan materi saja, melainkan adab-adab dan budi pekerti. Semoga pesantren di Indonesia tetap kokoh tidak tergusur oleh modernisasi. -
MENENGOK SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK FINLANDIA, INDONESIA KAPAN?
MENENGOK SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK FINLANDIA, INDONESIA KAPAN? – Berbicara tentang pendidikan memang gak ada matinya, kenapa? Karena setiap warga Negara diwajibkan untuk mengenyam pendidikan, dimulai dari usia dini sampai menjelang tua. Bahkan, pepatah islam mengatakan, Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat, pepatah lain mengatakan, kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Bagaimana kalau kita mengadopsi pepatah tersebut, dengan sedikit ubahan menjadi, kejarlah ilmu sampai ke Negeri Finlandia.Tak bisa dipungkiri, Finlandia menjadi sorotan dunia pendidikan saat ini, karena sistem pendidikan di Finlandia turut serta memajukan dan memperbaiki sistem di dunia pendidikan. Memang, setiap Negara mempunyai sistem unggulan masing-masing, misalnya di Indonesia, mempunyai sistem pendidikan yang berbanding terbalik dengan Negara Finlandia. Bisa kita lihat, hasilnya pun berbeda. Tingkat keberhasilan sistem pendidikan di Finlandia menjadi sorotan dunia saat ini. Langsung saja, yuk kita tengok perbedaan sistem pendidikan di Finlandia yang menjadi daya tarik tersendiri untuk bisa mengenyam pendidikan di Negara tersebut.Berikut 23 Inovasi yang seharusnya bisa diterapkan jugadi Indonesia, diantaranya:1. Anak-anak Finlandia wajib berusia 7 tahun ketika daftar ke SekolahDasar– Sedangkan di Indonesia, anak berusia 5 tahun sudah bisa masuk kelas, disini kita melihat perbedaan usia dapat membedakan pula pola pikir anak, daya tangkap menyerap materi pelajaran, bahkan keefektifan di kelas.2. Guru guru Finlandia menilai anak didik bukan dari ujian dan PR atau PekerjaanRumah, melainkan punyai sistem lain untuk menilai.– Bisa dibayangkan, di Indonesia, anak didik dibebankan tugas untuk dikerjakan di rumah, bahkan hampir setiap hari, ditambah sistem Full Day School yang membuat anak didik merasa jenuh sekolah, belajar disiang hari yang sangat letih dan ngantuk.3. Finlandia tidak menilai anak didik berdasarkan 6 tahun pertama bersekolahBerbeda dengan di Indonesia, anak didik Sekolah Dasar pun sudah diberikan nilai dan setiap akhir semester diberi ujian dan hasil akhir belajar biasanya diumumkan siapa saja yang mendapat peringkat kelas.4. Di Finlandia hanya ada satu tes standar wajib ketika anak didik berusia 16 tahun.5. Semua anak, pintar atau tidak, berada di ruang kelas yang sama.– Di Indonesia, menerapkan sistem akselerasi, kelas unggulan, kelas internasional, bahkan sekolah favorit. Kelas atau sekolah tertentu seakan-akan menjadi jurang pemisah antar anak didik yang sama-sama nota bene harus mendapatkan pendidikan.6. Sebanyak 30 persen anak didik mendapatkan beasiswa 9 tahun sekolah.– Memang, di Indonesia diterapkan dengan WAJAR (Wajib Belajar) 9 tahun, setiap sekolah memang mendapatkan bantuan dana pendidikan, tetapi penyebarannya kurang maksimal, karena fakta dilapangan, masih ada saja anak didik yang putus sekolah maupun yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dikarenakan tidak ada biaya.7. 66 persen anak diFinlandia mengenyam Perguruan Tinggi– Di Indonesia, pendidikan masih dianggap mahal, dan masih besarnya angka kemiskinan dan pengangguran sehingga berdampak pada tingkat pendidikan seseorang.8. Tidak adanya diskriminasi antara anak didik yang pintar dan kurang pintar– Di Indonesia, ada saja sekolah yang menerapkan kelas unggulan yakni kelas khusus anak didik yang mempunyai nilai tinggi dan kelas bukan unggulan alias anak didik yang mempunyai IQ biasa saja.9. Kelas Sains di Finlandia hanya diisi 16 orang, sehingga mereka dapat praktik dan melakukan penelitian secara fokus.– Di Indonesia, kelas laboratorium Sains dapat diisi sekitar 40 orang lebih. Kelas praktik dengan jumlah anak didik yang banyak sangat tidak efektif karena akan menimbulkan tidak efektif dan tidak kondusif.10. 93 persen orang Finlandia adalah lulusanSekolah Tinggi– Disamping mahalnya pendidikan di Indonesia, tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan masih menjadi bumerang.11. Lebih dari 43 % siswa SMA Finlandia memilih Sekolah Kejuruan.– Di Indonesia saat ini, Sekolah Menengah Kejuruan sudah mulai banyak, namun minat anak didik belum menyadari bahwa sebetulnya SMK lebih punya peluang yang lebih besar. Mengingat peluang kerja yang semakin banyak, industri semakin menjamur, otomatis membutuhkan SDM yang mumpuni, salah satunya dengan bersekolah di SMK, yang akan menjawab pencarian SDM bagi perusahaan-perusahaan tertentu.12. Siswa sekolah dasar memiliki waktu istirahat hanya 75 menit sehari– Di Indonesia sendiri, anak didik hanya diberikan waktu istirahat sebanyak 30-40 menit, bahkan di Negara tertentu, ada yang mewajibkan anak didiknya untuk tidur siang serentak di kelas, agar ketika bangun, tubuh dan otak menjadi fresh dan siap menerima pelajaran selanjutnya.13. Guru hanya menghabiskan 4 jam di kelas. Bukan hanya itu, 2 jam seminggu guru memperoleh pendidikan pengembangan Profesi.– Di Indonesia, guru-guru full mengajar sesuai jam pelajaran, dalam waktu seminggu tidak memperoleh pendidikan pengembangan Profesi.14. Di Finlandia, jumlah guru dan murid.– Sedangkan di Indonesia, jumlah murid lebih banyak dibandingkan dengan jumlah guru. Bahkan 1 orang guru bisa mengajar beberapa kelas dengan jumlah murid yang banyak.15. Biaya Sekolah 100 persen didanai Negara.– Di indonesia, hanya orang-orang tertentu yang mengikuti beasiswa yang dapat didanai sepenuhnya oleh Negara.16. Di Finlandia, semua guru harus bergelar Master dan sepenuhnya disubsidi oleh Pemerintah.– Masih banyak guru-guru di Indonesia yang belum menyelesaikan sarjana, karena faktor ekonomi dan keterbatasan informasi khususnya di Daerah pelosok.17. Kurikulum Nasional hanya sebagai pedoman, sisanya fleksibel.18. 9 hingga 10 persen guru dipilih dari 10 Perguruan Tinggi ternama dan merupakan lulusan terbaik di Universitas mereka.19. Pada 2010, sebanyak 6.600 orang bersaing merebut 660 kursi pelatihan guru SD.20. Gaji awal rata-rata untuk guru di Finlandia 29 ribu dolar AS pada tahun 2008.21. Guru mendapatkan gaji yang layak di Finladia– Di Indonesia sendiri, banyak guru honorer yang mengeluhkan gaji yang tidak seberapa, bahkan dinilai tidak cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari.22. Guru sama prestisiusnya dengan Dokter dan Pengacara.23. Dalam perhitungan Standar Internasional pada 2001, anak-anak Finlandia tertarik dengan ilmu pengetahuan, suka membaca, dan suka Matematik.– Di Indonesia, tingkat minat membaca masyarakat masih sangat rendah. Apalagi daya tarik dalam ilmu pengetahuan dan matematik. -
Pengembangan Diri : Mengenal Lebih dekat PBAK Mahasiswa
Pengembangan Diri : Mengenal Lebih dekat PBAK Mahasiswa – Kemarin, aku PBAK. Untuk pertama kalinya. Untuk menyambungkan pendidikan yang lebih tinggi di sekolah Menengah. Dulu, memang aku anak SMA yang menyebalkan. Dianggap orang remeh karena gatau matematika. Jujur, aku adalah salah satu yang lumayan gasuka Matematika. Tapi, ini adalah hal yang umum. Semua pendidikan juga punya mata pelajarannya masing-masing. Semua kampus, punya mata kuliahnya masing masing.Banyak yang ku dapat ketika PBAK kemarin . Apa itu PBAK? PBAK adalah Pengenalan Budaya dan Akademik kemahasiswaan. Dosen ku menyampaikan banyak hal. Terutama tentang, Apa itu pendidikan yang sebenarnya?Semua siswa punya karakternya Masing-masing. Semua guru, bahkan dosen juga punya kriterianya masing-masing.Sering kali, kita sebagai Mahasiswa dianggap tak berdaya disini. Katanya… Kerja kita cuma datang, duduk, dengar ceramah, dengar tugas, ngerjain, selesai semua itu pulang. Salah! Aku menganggap semua itu adalah salah.Ketika aku PBAK, bukan hanya ilmu yang ku dapat, masih saja hari pertama PBAK aku sudah menyimpulkan bagaimana kegiatan Mahasiswa disana. Banyak orang menganggap, kuliah seperti di televisi itu. Ternyata salah lagi, lagi lagi, banyak orang yang berpikir salah tentang kependidikan kemahasiswaan disini.Aku bukan hanya banyak mendapatkan teman baru, bersosialisasi dengan hal yang baru, bertukar pikiran, bertukar pendapat. Tapi, aku juga mendapatkan apa arti kepentingan bersama meraih ilmu dengan IPK tertinggi. Seharusnya kalian bangga dengan gelar MAHA, kalian bukan lagi SISWA tetapi sudah MAHASISWA. Aku bangga… Siapa tidak bangga?Berikut ada beberapa point yang aku dapatkan ketika aku PBAK kemarin. Kegagalan yang sering Mahasiswa lakukan di masa kuliah. Apa saja itu? Catat point ini!1.salah orientasi(kebebasan tanggung jawab) .2. Salah jurusan. (Melahirkan kegagalan) .Jadi, kamu jangan sampai malah salah jurusan. Ingat, masih ada waktu buat maba yang baru masuk. Bisabisa kamu gagal. Tapi jangan berpikir gitu juga yah, mungkin saja Allah mentakdirkan kamu dijurusan yang tidak kamu inginkan. Bisa jadi, sesuatu yang amat kamu benci malah menjadi yang baik untukmu. Begitupun sebaliknya. So, harus tetap percaya yah!!3. Kuliah bukan keinginan kita, but keinginan orangtua. (Sesuatu yg dipaksakan pasti ujungnya gaena, ada sesuatu yg dipaksa tapi mengenakan.’ibadah’)Nah, kalo di point ini. Kamu ambil hikmahnya saja yah, negatif nya kamu buang!4. kita berpikir, bahwa tak ada pekerjaan dimasa depan. (Berpikirlah kita mau jd apa, bukan aku jadi apa?)Berpikir, adalah hal yang utama sebelum berbicara. Pikirkan kedepan mau jadi apa kita?5. Uang. (Ada dan tidak ada, bisa gagal. ) (Orang gagal adalah orang yg bisa menghasilkan uang sendiri)Jadi pengusaha yuk!6. Orang yg sibuk berorganisasi. (Aplikasi teori harus ada wadahnya)=organisasi.Jadi nanti harus ngikuti organisasi, “jangan larut karena organisasi “Nah salah satunya berorganisasi. Kenapa? Selain menambah ilmu pengetahuan, wawasan. Kita disini bisa lebih spesifik lagi. Lebih luas lagi. So, organisasi adalah hal yang terpenting disini. Karna aktifnya jadi Mahasiswa bukan cuma dikelas, tapi diluar kelas.Enam point diatas, saya dapat dari PBAK. Gimana? Ngerti? Ngerti ngertiin aja deh ya. :’) -
MASA DEPAN BANGSA DALAM GENGGAMAN PEMUDA
MASA DEPAN BANGSA DALAM GENGGAMAN PEMUDA -Masa muda merupakan masa yang mana gairah dan semangat juang para pemuda berkobar bagaikan api yang bergejolak. Karena pada masa ini masa dimana akal telah mampu menguraikan sebuah makna dan sikap kritis yang tinggi, mereka cenderung menggunakan logika dalam berpikir dan menganalisa sebuah problem yang sedang dihadapi. Masa disaat pola berfikir yang berkembang pesat dari masa sebelumnya. Maka dari itu pemuda disebut dengan agent of change (Pelopor perubahan) sebuah bangsa dan negara. Mengapa demikian? Sebab maju dan berkembangnya sebuah negara berada dalam genggaman pemuda.Jika pemuda tersebut cerdas, jenius dan tanggap tidak menutup kemungkinan bangsa dan negara tersebut akan mengalami perkembangan kemajuan yang pesat. Kita lihat saja negara China yang merupakan bekas jajahan negara Eropa. Negara China tak semaju saat ini, dulu negara china hanyalah negara berkembang. Namun pasca terjadinya revolusi di china kita bisa melihat bagaimana perkembangan negara China.
Apa yang membuat negara China bisa berkembang sepesat itu? jauh hari sebelum terjadinya revolusi besar-besaran di China mereka telah mempersiapkan bepuluh-puluh juta generasi muda yang jenius dengan cara mendidik anak-anak muda menjadi anak yang berbakat dan memiliki nilai juang tinggi, setelah itu mereka mengganti seluruh jajaran pengurus kenegaraan dengan anak-anak muda yang telah mereka persiapkan jauh-jauh hari sebelum revolusi china.
Lalu bagaimana dengan seorang pemimpin itu? Sebelum mengkaji mengenai seorang pemimpin kita tengok sejenak dalam sejarah berabad-abad silam. Sosok pemimpin yang ideal sebagai panutan dan imam seluruh umat islam dipenjuru dunia. Siapakah beliau? Ya, tentunya Nabi Muhammad SAW. Yang merupakan sosok Nabi & Rasul sekaligus pemimpin dan imam serta suri tauladan bagi seluruh alam. Sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi seorang Rasul beliau terkenal dengan akhlaqnya yang agung.Ramah dan santun kepada semua orang tanpa pilih kasih, kejujuran beliau dalam berdagang dan sifat amanah beliau yang sanggup mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Ketika beliau diangkat menjadi seorang Rasul kesabaran dan ketabahan beliau diuji dengan hinaan, celaan dan perlawanan dari kaum Quraisy.
Namun semangat beliau tidak luntur dengan semua itu, justru dengan ujian demi ujian yang datang silih berganti membuat beliau semakin semangat dalam mendakwahkan agama islam. Belaiu adalah sosok pemimpin yang adil dan tegas. Dalam memimpin umat beliau tak pernah membedakan antara satu dengan yang lainnya, beliau sangat bijak dalam mengambil keputusan.
Masih ingatkah Anda dengan Muhammad Al-Fatih? Pemimpin muda islam yang sanggup menaklukkan konstantinopel. Diusia yang belia beliau telah memimpin pasukan di medan perang dan menjadi panglima perang. Dengan ketangguhan dan keberanian serta kecerdasan beliau itulah yang mampu menaklukkan kota Konstantinopel. Beliau mampu menembus benteng pertahanan Raja Konstatin yang mana pada saat itu tak ada satupun pasukan yang sanggup menembus benteng pertahanan Raja Konstatin .Lalu siapakah sosok pemimpin itu? Pemimpin adalah seseorang yang mampu memimpin, menjaga dan memelihara umat dalam sagala hal terutama dalam kesejahteraan umat/rakyatnya. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mampu membawa rakyatnya menuju kemerdekaan dan lahir dan batin. Kemerdekaan secara lahir yaitu merdeka dari para penjajah, merdeka dalam menentukan nasib masa depannya dan mampu bersaing didunia dalam segi ekonomi, politik, intelektual, seni dan kreatifitas masing-masing. Merdeka dalam menyampaikn aspirasi rakyat dibidang politik demi kemajuan bangsa dan negara.Sedangkan kemerdekaan secara batin yaitu merdeka dari penjajah yang tak nampak secara fisik mulai dari pemikiran, ide ataupun siasat yang bertujuan untuk menjatuhkan suatu bangsa dan negara tersebut. Misalnya saja, jika kita lihat kondisi bangsa dan negara kita saat ini, sebenarnya kita belumlah merdeka. Karena kemerdekaan sesungguhnya adalah saat kita mampu menikmati seluruh aset dan fasilitas yang ada dinegeri kita tercinta ini, namun pada kenyataan yang masyarakat hadapi saat ini mereka hanya dapat menikmati sebagian kecil dari kekayaan alam di Nusantara. Indonesia adalah negara yang kaya akan alam dan bahan mentah.
Namun kebanyakan barang-barang yang kita nikmati adalah barang hasil impor negara lain, yang yang lebih miris lagi adalah Indonesia mengimpor makanan pokok rakyat Indonesia seperti padi, beras dan gandum. Lalu yang menjadi pertanyaan besarnya adalah kemanakah hasil panen rakyat Indonesia tersebut, padahal negara Indonesia adalah negara agraris, yang mana untuk makanan pokok kebanyakan dari rakyat Indonesia menanam sendiri. Bila kita telaah mengenai negara kita sebenarnya negara ini belumlah merdeka seutuhnya. Kita lihat saja banyak orang pribumi yang lebih miskin dan belum bisa menikmati kekayaan Indonesia seutuhnya, malah mayoritas yang lebih unggul dalam segi ekonominya adalah orang asing yang tinggal dan menetap di Indonesia.
Saat ini problem yang sedang dihadapi penerus bangsa Indonesia adalah adanya media sosial yang semakin hari semakin tak terkendali. Banyak adegan-adegan pornografi yang sengaja dipasang untuk merusak akal, akhlaq dan moral pemuda, hingga banyak kasus-kasus pelecehan seksual yang kian marak akhir-akhir ini. Serta banyaknya narkoba yang beredar dinegara Indonesia.Dua masalah itu dari dulu hingga kini masih menjadi PR besar bagi pemimpin negeri ini. Selain itu masalah terbesar pemimpin negeri ini adalah maraknya kasus Korupsi yang kian menjadi. Para pejabat dan wakil rakyat yang sudah dipercaya oleh jutaan rakyat Indonesia malah merusak kepercayaan tersebut dengan cara memakan uang rakyat yang jutaan bahkn triliyunan. Bagaimana suatu bangsa tersebut akan maju bila pemimpin bangsanya seperti itu? Tentunya akan sangat mustahil suatu negara akan maju bila pemimpinnya tidak mencohtohkan prilaku yang baik untuk rakyatnya, dan tidak bisa mengemban amanah rakyat dengan sebaik-biknya.
Nah disitulah peran pemuda masuk. Karena pemuda adalah generasi penerus bangsa yang mana suatu saat pemuda akan terjun dan turut andil dalam kepemimpinan bangsa dan negara. Seorang pemuda tersebut akan menggantikan orang-orang yang saat ini duduk mengurusi triliyunan nasib rakyat. Oleh sebab itu nasib suatu bangsa, maju mundurnya suatu negara berada dalam genggaman pemudanya. Pemuda yang kelak akan menggantikan pemimpin saat ini. Suatu negara akan berkembang sangat baik jika negara tersebut menyiapkan generasi terbaik pula mulai ketika berusia dini dan anak-anak agar kelak saat ia tumbuh dewasa ia akan menjadi generasi yang membanggakan, generasi yang dapat mengharumkan nama baik bangsa dan negara tersebut.Pemuda yang baik adalah pemuda yang senantiasa memikirkan masa depan negeri tercintanya. Bagaimana kelak negeri ini akan dipimpin, mampukah pemimpin negeri ini menyelesaikan problem turun temurun dari dulu hingga kini yakni KKN dan siapakah yang akan memimpin negeri ini? Sebagai seorang pemuda seharusnya memikirkan nasib negara tercintanya agar negara tersebut dapat maju dan menjadi negara yang makmur, damai dan sejahtera. Seorang pemuda haruslah mempunyai harapan dan cita-cita untuk negeri tercintanya. Sebuah harapan untuk dapat berjalan maju dan harapan demi harapan itulah yang nantnya akan mengantarkan para pemuda Indonesia menuju gerbang kesuksesan dalam merubah nasib bangsa dan negaranya. Karena dengan adanya harapan tersebut yang akan mendobrak semangat para pemuda untuk berjuang lebih keras dan giat dalam mewujudkan impian dan cita-citanya menjadi lebih baik, baik dalam segi keilmuwan, ekonomi maupun dalam segi intelektual dan keproffesionalan dalam bekerja, semua itu akan mendukung kemajuan suatu bangsa dan negara.
Duhai pemuda-pemudi bangsa Indonesia bersatulah kalian dalam kesatuan NKRI, berjuanglah kalian hingga titik darah penghabisan untuk meraih kesuksesan, kobarkan api semangatmu dalam mewujudkan impian. Duhai pemuda persiapkan dirimu untuk menjadi penerus yang terbaik yang mampu membawa negeri ini menuju gerbang keberhasilan. Jadilah generasi yang mempunyai nilai jual tinggi.Duhai pemuda siapkan dirimu untuk dapat mengolah seluruh Sumber Daya alam negeri ini agar kita terbebas dari tangan keserakahan dan politik yang menyakitkan. Persiapkan dirimu untuk menjadi pemimpin negeri ini yang adil, amanah, bertanggung jawab, cerdas, ulet dan memiliki akhlaq dan moral yang tinggi. Takukkan musuh yang akan menghancurkan negeri ini pemuda. Karena engkau adalah pemimpin negeri ini, kau adalah tongkat estafet bangsa dan negara ini.
Keberadaan negaramu berada dalam genggamanmu, kaulah yang menentukan masa depan rakyatmu, kehancuran negrimu berada dalam pundakmu. Jadilah genersi penerus yang membanggakan, generasi yang mampu mengharumkan nama bangsa dan negara dengan prestasi-prestasimu. Jadilah pemimpin bangsa yang baik dan menjadi teladan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ingatlah pemuda nasib suatu bangsa berada dalam genggamanmu.
-
TAMAN MANTRA Mengurangi Resiko Penggunaan Gadget pada Anak
Setiap orang juga tahu bahwa taman merupakan sebuah tempat yang memberikan suatu fasilitas baik tempat bermain, berolahraga, mengobrol maupun yang lainnya. Taman memiliki keindahan tersendiri sehingga banyak orang yang suka mengunjungi taman karena tempat tersebut dapat dikunjungi berbagai kalangan. Ada kesan tersendiri bagi orang yang mengunjunginya.TAMAN MANTRA Mengurangi Resiko Penggunaan Gadget pada Anak – Kali ini penulis akan membahas Taman Mantra, apa itu Taman Mantra? Mungkin sejenak kita akan berpikir Taman yang isinya banyak mantra misalnya Sim Salabim Abrakadabra. Hehehee….. Namun Taman Mantra yang dimaksud adalah Taman Permainan Tradisional Anak-Anak disingkat menjadi Taman Mantra.Mengapa harus Mantra? Hal ini karena penulis ingin membahas sebuah konsep pendidikan yang digagas secara nonformal melalui permainan yang ditempatkan pada sebuah taman. Kata Mantra menggambarkan suatu hal yang bisa dikatakan fiksi atau khayalan dimana hal tersebut sangat disukai anak-anak seperti contohnya dalam kartun Doraemon banyak hal-hal yang bersifat fiksi yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri untuk anak-anak.Tujuan utama konsep ini yaitu menekan tingginya tingkat penggunaan gadget pada anak-anak. Di era milenial ini memang setiap orang dimanjakan dengan teknologi-teknologi saat ini, termasuk anak-anak yang dimanjakan oleh gadget, banyak aplikasi yang menarik dalam gadget tersebut sehingga membuat anak-anak enggan bermain di luar dan mereka hanya menghabiskan waktunya hanya dengan gadget.Padahal dampak buruknya sangat banyak. Dilihat dari aspek sosial akan memunculkan sifat apatis atau berkurangnya jiwa sosial karena mereka tidak turun langsung ke masyarakat yang belum tahu karakter masyarakat setempat sehingga selain apatis muncul sifat individualis yang berujung pada egois. Dilihat dari sisi kesehatan, jelas sekali kesehatan mata menjadi suatu hal yang paling utama karena anak yang bermain gadget akan menatap layar gadget secara langsung dan jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan mengalami penyakit mata.Dari dua aspek tersebut jika dibiarkan saja akan berdamapak buruk bagi masa depan anak-anak. Tentunya inovasi-inovasi harus selalu digerakan demi menyelamatkan anak-anak dari fenomena tersebut. Salah satu gagasan yang diajukan dalam hal ini yaitu sebuah Taman Permainan TradisionalMengapa harus permainan tradisional? Hal ini karena selain menjaga kebudayaan asli Indonesia namun dalam permainan tradisional mengandung nilai-nilai yang sangat luhur yang jarang kita sadari. Misalnya saja permainan Boi, permainan Boi banyak ditemukan di daerah Sunda ataupun Jawa. Boi merupakan sebuah permainan yang tersusun dari dua tim yang saling berlawanan dimana permainan tersebut bertujuan untuk mencari skor tertinggi dengan cara menyusun tumpukan genting dari salah satu pihak yang sedang kebagian menyusun tumpukan genting. Jika sudah tersusun semua tanpa ada halangan hingga ada yang berteriak “Boiiiii” maka pihak itulah yang mendapat satu point.Nilai positif yang terkandung dalam permainan Boi untuk itu sangat banyak seperti kekompakan karena kekompakan adalah kunci utama untuk memenangkan permainan tersebut, kreatif karena setiap dipacu harus mampu menyusun strategi, dll. Hal ini sangat bagus untuk pembentukan karakter pada setiap anak. Selain itu dalam permainan Boi setiap anak akan berlari-lari baik ada yang mengejar maupun dikejar tentunya secara tidak langsung kondisi tubuh anak akan sehat karena tubuhnya aktif bergerak terus.Dalam mengimplementasikan gagasan tersebut sangat sederhana, setiap desa bahkan blok setidaknya punya tempat khusus sebagai wahana berkumpul anak-anak lalu tempat tersebut dinamai dengan Taman Mantra. Kegiatan tersebut jelas harus dibawah pengawasan orang tua, namun yang memandu permainan tersebut bisa para remaja atau pemuda-pemuda setempat. Misalnya remaja yang sudah bersekolah SMP maupun SMA. Mengapa demikian, karena anak sekolah di Indonesia mayoritas mengkuti ekstrakurikuler pramuka. Dalam pramuka pastinya ada sebuah permainan yang nantinya ilmu yang diterima para remaja atau pemuda tersebut bisa ditularkan ke anak-anak meskipun hanya sedikit setidaknya merupakan sebuah pengabdian secara sederhana bagi para remaja ataupun pemuda tersebut.Upaya tersebut bisa dilakukan seminggu sekali atau setiap hari, jika dilakukan setiap hari maka sore hari adalah waktu yang sangat cocok, setidaknya kegiatan tersebut disusun secara rapi dan bisa dijadikan program RT maupun RW setempat. Tentunya program ini agar dapat perlindungan secara langsung dari pihak berwenang.Anak merupakan generasi emas untuk masa depan bangsa dan negara tentunya pertumbuhan dan perkembangannya harus diperhatikan, kemajuan teknologi yang pesat namun belum bisa tersaring dengan baik akan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat tentunya pada anak. Maka dari itu marilah kita bersama-sama ikut andil dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Indonesia.Terimakasih…… -
Motivasi Bagi Pemuda Indonesia untuk 100 Tahun Kedepan
Motivasi Bagi Pemuda Indonesia untuk 100 Tahun Kedepan – Apakah Indonesia akan tetap berdiri dengan stabil 100 tahun kedepan? Siapa yang akan memberikan jaminan Indonesia masih tetap stabil dan berkembang untuk 100 tahun kedepan? Kunci utamanya terletak pada setiap penduduk Indonesia yang harus menumbuhkan perilaku bermoral dan cinta pada tanah air. Salah satu cara memprediksi tetap berdirinya suatu negara untuk 100 tahun kedepan yaitu dengan mengamati pemuda saat ini yang berumur kisaran 10-25 tahun, dimana pada saat itu sebagian besar kita sudah tidak bisa berkontribusi secara langsung terhadap negara pada masa itu.Pemuda adalah salah satu tonggak berdirinya atau hancurnya suatu negera kedepannya, bukan kita lihat pada saat ini, yang mayoritas kita hidup dalam keadaan aman, nyaman, dipimpin oleh orang-orang hebat, meskipun belum sejahtera seutuhnya. Menurut pendapat saya kita sebagai penduduk yang cerdas harus menerima terlebih dahulu apa yang ada didepan kita. Lihatlah negara yang sedang berperang atau negara yang kekurangan bahan pangan. Hal tersebut menjadi perbandingan awal sebelum kita melihat negara-negara maju.Pendidikan lingkungan akan mengukir suatu kertas putih polos yang nantinya akan menjadi karya hebat disuatu tempat. Para tokoh negara yang saat ini sedang memimpin kita adalah buah tangan dari nenek moyang 100 tahun lalu. Bagaimana mereka mendidik diri sendiri, keturunan dan lingkungan mereka sehingga, sekarang bisa menjadi generasi penerus yang baik seperti tokoh-tokoh, penguasa dan orang yang berpengaruh di dalam negara. Bukan hal mudah untuk membentuk karakter manusia hebat dan bermoral jika tidak dilatarbelakangi dengan pendidikan, tempaan, dan lingkungan yang mendukung. Nenek moyang kita sungguh sangat tangguh ketika kita lihat dari peninggalan sejarah mereka seperti masjid yang megah, candi, budaya, dan bangunan megah lainnya. Kerja keras, kerja cerdas, optimis dan taat pada agamanya menjadi salah satu prinsip hidup yang sangat membanggakan dan harus dilestarikan.Salah satu hasil penelitian sains menyatakan jika kebiasaan, gaya hidup dan pola makan akan membentuk karakteristik gen dalam tubuh kita. Kebiasaan itu pasti akan diturunkan pada keturunan kita sedikit atau banyak. Setelah gen itu tertanam pada suatu individu baru maka lingkunganlah yang akan mengisi masa depannya. Lingkungan yang baik akan membentuk individu yang baik. Sehingga keturunan kita kebawah akan menjadi baik.Sadarlah untuk para wanita, jadilah orang yang baik karena mitokondria seorang manusia hanya diperoleh dari seorang ibu bukan dari seorang ayah. Kita tahu, fungsi utama mitokondria yaitu untuk membentuk energi didalam tubuh. Ketika catatan gen kita kurang baik kita harus terus berusaha memperbaiakinya untuk bisa mencapai masa depan yang jauh lebih baik dengan dorongan lingkungan yang baik.
Lingkungan rumah yang cenderung agamis akan membentuk karakter anak yang lebih bermoral namun dengan karakter masing-masing setiap orang tentunya, ada anak yang karakternya aktif cenderung nakal, ada pula anak yang pendiam cenderung menjerumuskan. Itulah karakter, itulah perbedaan diantara manusia yang harus kita terima dan disikapi secara cerdas. Masa kanak-kanak merupakan masa emas yang harus kita selamatkan dari berbagai macam kebiasaan buruk yang pada saat ini dan manjadi budaya baru kita. Misalnya seperti tontonan bermesraan orang berpacaran yang sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.Masa-masa emas itu harus kita kokohkan dengan nilai-nilai dan ajaran agama yang kuat. Maka dimanapun dia berada di desa, kota, dalam negeri atau luar negeri dia akan tetap mampu menjunjung tinggi nilai nilai agama yang ada pada dalam dirinya. Pemuda itu akan tetap menjadi berlian meskipun dia harus berada di tempat yang kumuh sekalipun. Bahkan pemuda itu membuat lingkungan kumuh berubah sedikit demi sedikit menjadi istana berlian yang megah. Pemuda yang bermoral akan menguntungkan jika berada diposisi manpun ketika sedang dipimpin atau memimpin. -
Buat Perempuan, Pendidikan itu penting! Bukan main main!
Buat Perempuan, Pendidikan itu Penting! Bukan main-main!– Mungkin hari ini, banyak orang bilang dan berpikir ‘Ngapain sekolah tinggi-tinggi, tapi ujungnya juga jadi ibu rumah tangga? ” ini adalah perkataan yang rendah buat orang yang tak tahu artinya sekolah tinggi dan ini adalah pemikiran yang salah. Tapi menurut orang yang berpikir tinggi dan kreasi Pendidikan adalah nomer satu diantara yang lain. Walaupun banyak wanita yang telah lulus dari jenjang perkuliahan dan mendapatkan title yang panjang dan itu larinya ke dapur. Itu adalah Pemikiran yang sangat, sangat salah besar.Kenapa? Wanita akan menjadi Madrasah pertama untuk anak-anak nya kelak. Wanita disekolah tinggi bukan buat ngejar jodoh, bukan buat dapat gelar, bukan buat ajang pelarian, dan bukan juga buat ajang meminta uang. Tapi, wanita disekolahkan sampai jenjang tinggi itu untuk mendapatkan ilmu yang barokah. Tujuannya untuk apa? Untuk diaplikasikan dikehidupan sehari-hari nya.Maka pendidikan itu penting.Wanita yang berpendidikan dengan wanita yang tak berpendidikan itu sangatlah jauh berbeda. Dari cara pandang, cara berjalan, beradab, berbicara, bahkan dengan cara menyampaikan itu sangat 180° itu berbeda.Kenapa dikatakan berbeda? Ilmu yang ia dapat itu bukan sekedar ilmu. Ilmu yang ia dapatkan pun bukan sembarang ilmu. Ia gunakan, ia aplikasikan dengan orang sekitar. Itulah gunanya ilmu.Pendidikan itu penting, sebagai intinya orang tak akan meremehkan kita, tak akan memandang kita rendah.Kalo ditanya mau jadi apa, gausah bingung. Karena Allah adalah segala penentu jalan menuju kesuksesan. Dan itu semua dari pendidikan.Pendidikan bukan hanya membawamu sukses. Tapi pendidikan membawamu menuju ke ahlian. Semua propesi kamu pegang.Jadi, pendidikan dimata kita, kami, kamu, semuanya itu sangatlah penting. Bukan hanya mengantarkanmu pada kebaikan, tetapi insyaallah pada ke hakikian.Catat! poin penting yang perlu di praktekan yaitu tentang sukses ada tiga:1)Sukses spiritual, semakin dekat dengan Allah. Semakin bersama Allah, dan semakin dekat dan dekat pada Allah.2)Sukses emosional, selalu melakukan silahturahmi. Jangan anggap, kamu sudah berpendidikan, tapi kamu tak memiliki sukses emosional. Apalah kamu, tanpa ada rasa emosional. Pengontrolan diri serta pencapaian diri.3)Sukses Jati diri, sukses akan kemampuan yang kita capai.Jadi, Pendidikan itu penting untuk wanita, salam hangat dari seluruh wanita pencinta pendidikan. 🙂 -
ILMU PARENTING Siapkan generasi yang berkualitas

ILMU PARENTING Siapkan generasi yang berkualitas Dewasa ini, ilmu parenting memang sangat dibutuhkan bagi seorang calon ibu dan calon ayah. Memang, jika dikata usia kita masih sangat muda. Namun, tidak ada salahnya jika kita mempersiapkan sedini mungkin untuk perbanyak ilmu parenting kita guna mendidik calon anak agar menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas tentunya.Nah, jadi aku mau berbagi sedikit tips bagaimana menjadi calon orang tua yang baik bagi generasi penerus kita nanti. Ini beberapa tips yang aku dapat setelah mengikuti kajian beberapa hari kemarin.Beberapa tips cara mendidik anak yang diajarkan oleh nabi kita Ibrahim AS.1. Jangan jauhkan anak dari masjid
Cara pertama mentarbiyah anak adalah mencari, membentuk biah yang shalihah. Representasi biah, lingkungan yang shalihah bagi Nabi Ibrahim Baitullah [rumah Allah], dan kalau kita adalah masjid [rumah Allah]. Maka, kita bertempat tinggal dekat dengan masjid atau anak-anak kita lebih sering ke masjid, mereka mencintai masjid. Bukankah salah satu golongan yang mendapat naungan Allah di saat tidak ada lagi naungan adalah pemuda yang hatinya cenderung kepada masjid.2. Ajarkan anak untuk mendirikan sholat
Cara kedua adalah mentarbiyah anak agar mendirikan shalat. Mendirikan shalat ini merupakan karakter umat Muhammad saw sebagaimana yang uraian di atas. Nabi Ibrahim bahkan lebih khusus di ayat yang ke-40 dari surat Ibrahim berdoa agar anak keturunannya tetap mendirikan shalat. Shalat merupakan salah satu pembeda antara umat Muhammad saw dengan selainnya. Shalat merupakan sesuatu yang sangat penting, mengingat Rasulullah saw memberikan arahan tentang keharusan pembelajaran shalat kepada anak. suruhlah anak shalat pada usia 7 tahun, dan pukullah bila tidak shalat pada usia 10 tahun. Rasulullah saw membolehkan memukul anak di usia 10 tahun kalau dia tidak melakukan shalat dari pertama kali disuruh di usia 7 tahun. Ini artinya ada masa 3 tahun, orang tua untuk mendidik anak-anaknya untuk shalat. Dan waktu yang cukup untuk melakukan pendidikan shalat.3. Ajarkan anak untuk menjaga pergaulan
Cara ketiga adalah mentarbiyah anak agar disenangi banyak orang, seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah saw: “Berinteraksilah dengan manusia dengan akhlaq yang baik.” [HR. Bukhari]. Anak kita diberikan cerita tentang Rasulullah saw, supaya muncul kebanggaan dan kekaguman kepada nabinya, yang pada gilirannya menjadi Rasulullah menjadi teladannya. Kalau anak kita dapat meneladani Rasulullah saw berarti mereka sudah memiliki akhlaq yang baik karena—sebagaimana kita ketahui—Rasulullah memiliki akhlaq yang baik.4. Arahkan anak untuk memiliki life skill
Cara keempat adalah mentarbiyah anak agar dapat menjemput rezki yang Allah telah siapkan bagi setiap orang. Anak ditarbiyah untuk memiliki life skill [keterampilan hidup] dan skill to life [keterampilan untuk hidup]. Rezki yang telah Allah siapkan Setelah itu anak diajarkan untuk bersyukur.5. Ajarkan anak untuk mempertebal iman
Cara kelima adalah mentarbiyah anak dengan mempertebal terus keimanan, sampai harus merasakan kebersamaan dan pengawasan Allah kepada mereka.6. Ajarkan anak untuk saling menghormati
Cara keenam adalah mentarbiyah anak agar tetap memperhatikan orang-orang yang berjasa—sekalipun sekadar doa—dan peduli terhadap orang-orang yang beriman yang ada di sekitarnya baik yang ada sekarang maupun yang telah mendahuluinya.Nah, sebagai calon orang tua yang baik mari kita sama-sama belajar menerapkan ilmu parenting. Siapkan bekal yang cukup dan mumpuni mulai dari sekarang, agar kelak tidak salah dalam mendidik dan mengajarkan kepada anak. Jadikan generasi penerus kita sebagai generasi yang cerdas dan berkualitas, tentunya dimulai dari calon orang tua yang cerdas pula. Semangatt belajar kawan, ayoo perbanyak bekal kita 🙂Sumber : dakwatuna.com


















