Category: Pendidikan
-
Gimana Ya, Plus Minus Belajar di Australia?
Gimana Ya, Plus Minus Belajar di Australia? – Pernah bermimpi kuliah di Negeri Kangguru? Pendidikan di Australia menjadi sorotan dunia, karena memiliki sistem pendidikan yang berkualitas. Tentu saja, hal ini menarik minat pelajar di seluruh pelosok negeri. Dari 150 Universitas terbaik dunia, ada 8 Universitas di Australia yang masuk dalam kategori 150 Universitas terbaik dunia. Tentunya, pengalaman kuliah di luar negeri mempunyai tantangan, namun semua itu dapat menjadi bahan bakar semangat dan kekuatan untuk melewati prosesnya.1. Belajar di Australia sudah berkelas Internasional, beberapa Universitas di Australia memiliki standar CRICOS atau kualifikasi Internasional, yang lulusannya nanti akan diakui banyak Negara ketika melanjutkan pendidikan maupun bekerja.2. Tersedianya fasilitas riset yang memadai, perkembangan ilmu pengetahuan, salah satunya karena fasilitas yang menunjang, terutama dalam bidang science.3. Mendapatkan pengalaman bekerja part time, setiap pelajar dapat merasakan bekerja part time selama 40 jam per minggu dan tidak terbatas apabila masa libur. Penghasilan yang didapatkan berkisar AUD 15 – AUD 25.4. Mendapatkan link Internasional, karena pelajar yang terdiri dari beberapa Negara, maka pergaulan dengan berbagai Negara di dunia bisa meningkatkan kualitas diri.5. Lulusan Universitas di Australia diberikan kesempatan untuk bekerja, bagi sarjana S1/S2/S3, dapat tinggal dan bekerja selama beberapa tahun. Ini merupakan kesempatan untuk memperoleh ilmu dan bisnis yang ditekuni.Berikut beberapa kekurangan belajar di Australia:1. Harus siap jauh dari keluarga2. Iklim yang berbeda dengan Indonesia3. Biaya hidup yang cukup tinggiItulah beberapa plus minus belajar di Australia, semoga teman-teman yang punya mimpi kuliah disana, bisa percaya pada mimpi dan mampu mewujudkannya. -
Untuk Apa Sekolah Tinggi -Tinggi?
“Untuk apa sekolah tinggi-tinggi? Toh nantinya juga jadi karyawan atau karyawati”, pernahkah pertanyaan itu singgah ditelinga kita? pasti pernah, bukan? Terutama untuk mereka mahasiswa yang kadangkala dipandang tak berarti dikalangan masyarakat. Di zaman millennial ini, uang telah didewakan dibanding ilmu pengetahuan. Barang siapa yang memiliki harta berlimpah, maka ia akan disanjung-sanjung.Tulisan ini hanya berupa opini. Saya menulisnya berdasarkan dengan apa yang saya alami. Jadi sebelum semakin jauh pembahasannya, saya ucapkan minta maaf terlebih dahulu pada kalian para pembca setia shalaazz. Tidak ada maksud untuk menyinggung kalian.HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PEKERJAANOrang yang tidak pernah mengenyam dunia pendidikan pun bisa bekerja tanpa ijazah. Si A misalnya, dia tidak kuliah tapi jadi pengusaha kaya raya, tapi itu Si B kuliah kedokteran tapi sampai sekarang masih mengaggur juga. Sebenarnya ini persepsi yang salah. Otak kita terlalu sering disetting mendikte sesuatu dengan uang atau materi.Padahal antara pendidikan dan pekerjaan tidak saling berhubungan. Pendidikan hanyalah sebagai penunjang suatu pekerjaan. Bila disekitar kita banyak mahasiswa yang menganggur, bukan pendidikannya yang keliru! Melainkan terdapat pada mahasiswa itu sendiri. Mungkin si mahasiswa tidak berminat dengan suatu bidang pekerjaan yang ditawarkan.Ketahuilah! Pendidikan tidak mengajarkan kita untuk mencari uang yang baik dan benar. Melainkan bagaimana kita berkontribusi untuk diri sendiri serta lingkungan berbangsa dan bernegara.TUJUAN KULIAH (SEKOLAH TINGGI)Menurut saya, kuliah (sekolah di perguruan tinggi) bertujuan untuk menjadikan masyarakat, orang-orang yang lemah menjadi lebih kuat, mengurangi pengagguran dengan menyediakan lapangan kerja untuk orang lain sesuai dengan kreativitas yang telah didapat selama di perguruan tinggi.
Selain itu, kita bisa memberantas kebodohan dan menghasilkan anak bangsa yang berkualitas. Sayapernah mendengar kutipan kata, “jangan Tanya apa yang negaramu beri padamu! Tapi tanyakan pada dirimu sendiri apa yang telah kamu beri untuk negaramu!”Kutipan itu cukup menampar keras saya dan menanam benih tekad kuat dalam diri saya untuk memeberikan apa yang akan saya beri utnuk bangsa dan Negara. Tentu saja saya tidak ingin jadi ikan mati yang hanya mengikuti arus kehidupan. Kadangkala saya harus berenang melawan arus dengan tangguh.Dear kalian anak bangsa, jadikan dirimu tangguh dan belajarlah dengan sungguh-sungguh. Salam pendidikanJ -
Bagaimana Pendidikan di Era Milenial?
Bagaimana Pendidikan di Era Milenial? – Apa sih pendapat kalian tentang pendidikan masa kini? Pendidikan yang sudah berbeda sistemnya dengan pendidikan jaman old. Pendidikan jaman now, lebih canggih dan lebih modern sistemnya. Kebayang ga kalo ga ada pendidikan dijaman millennials ini?Duh, gila yah mungkin dunia ini tanpa ada pendidikan. Akhlak dan Moral mungkin sudah tak karuan. Tak ada lagi namanya sikap-menyikap, tolenrasi, atau bahkan bermusyawah dan mengemukakan pendapat yang berbeda. Nah, apa bedanya dong dengan jaman sekarang?Pendidikan jaman sekarang atau mereka menyebutnya jaman now, yang saya katakana tadi, kini di era globalisasi tidak bisa dipungkiri bahwa seiring perkembangnya teknologi yang berbasis digital application, sitem interaksi di masyarakat mulai tergerus.Nah, teknlogi yang pesat inilah yang membawa masyarakatmempermudah untuk melakukan aktivitasnya. ini, menawarkan banyak sekali kemudahan untuk masyarakat. Salah satunya seperti berkomunikasi, hal ini sangat menunjang dalam dunia pendidikan. Dimana penerapan teknologi komunikasi dan informasi di dunia pendidikan menjadi salah satu hal yang sangat diwajibkan. Pasalnya, kini setiap sekolah, khusunya di Indonesia mauupun luar negeri menerapkan sistemnya menggunakan teknologi sebagai penunjang kegiatannya.Di era ini yang berbasis digital application dalam dunia pendidikan. Nah, hal inilah yang membantu jalannya proses pembelajaran dan selain itu juga bisa meningkatakan hasil kinerja. Maka, semakin sering penggunaan teknologi khususnya dalam pendidikan dapat merubah model pembelajarannya. Karena hal ini lebih efektif dan efesien tentunya. Atau bisa dikatakan sangat mudah dan simple, apalagi anak jaman now itu penggennya semua serba mudah, tak perlu harus diribetkan. Kenapa harus ribet kalo selagi masih ada yang mudah, bukan? Nah, inilah yang nanti lambat laun masyarakat lebih memilih system pembelajaran online ini daripada yang konvesional, harus tatap muka dulu.Perkembangan teknologi juga semakin pesat, dimana,dinamika teknologi kini menjadiakselerasi yang luar biasa.Model pembelajaran yang diberikan dalam teknologi, dijaman millennials ini cukup efektif. Pendidikan jarak jauh antara murid dan guru yang berada tidak adalam satu tempat atau hubungan jarak jauh. Dan teknologi inilah yang memberikan banyak pilihan pembelajarannya lainnya yang bisa dinikmati olehkhalayak umum tentunya dengan sangat mudah sekali.Nah, sekarang kita, kalian pasti sedang merasakan kan kemudahan belajar hanya dengan mengakses aolikasi digital seperti e-journal, e-library, dan lainnya.Di Indonesia, sistem pendidikan konvensional masih banyak dilakukan dalam civitas akademi. Khususnya daerah yang masih di tergolongkan dalam pedesaan. Di Perancis, juga telah menggunakan layanan pendidikan online yang menjadi bukti pergeseran rah dunia pendidikan. Apalagi, jaman now yang menuntut perubahan besar dalam dunia pendidikan. Dimana , pendidikan dijadikan patokan dalam sebuah bermasyarakat, sehingga pendidikan yang bermutulah yang memliki kualitas yang bagus dan berpengetahuan yang luas untuk mentransfer ilmu.Generasi Milenial , generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980 hingga tahun 2000 atau Gen-Y. disebut generasi milenial karena generasi yang hidup di pergantian milenium, ini bersamaan dengan hadirnya teknologi di segala sendi kehidupan. Yang menjadi kebutuhan dasar di JAMAN INI.Jadi, di era ini siswa khususnya lebih utama banyak menggunakkan handphonenya daripada buku. kenapa? mungkin banyak dari mereka menyalahkan bentuk fisik dari sebuah buku, yang dimana susah dibawa karena terlalu tebal atau besar. Nah , karena teknologi ini lah yang mereka suka, lebih efektif dan di permudah dalam segalanya. -
Pendidikan islam di Indonesia dari Masa ke Masa
Pendidikan islam di Indonesia dari Masa ke Masa – Di masa lalu kerajaan Islam merupakan salah satu dari periodesasi perjalanan pendidikan sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Hal ini karena lahirnya kerajaan islam yang disertai berbagai kebijakan dari penguasaannya. Saat itu sangat mewarnai sejarah Islam di Indonesia. Pada masa lampau, agama Islam pernah dijadikan sebagai agama resmi Negara atau kerajaan.
Perjalanan sejarah pendidikan Islam di Indonesia tidak bisa mengesampingkan keadaan Islam pada masa kerajaan Islam ini. Pendidikan Islam telah menjadi tolak ukur bagaimana Islam dan umatnya telah memainkan peranannya dalam berbagai aspek sosial, politik, maupun budaya. Oleh karena itu, untuk melacak sejarah Pendidikan Islam di Indonesia dengan periodesasinya, baik dalam pemikiran, isi maupun pertumbuhan organisasi dan kelembagaannya. Tidak mungkin dilepaskan dari fase-fase yang dilaluinyaBerkembangnya kerajaan Islam sebagai pusat-pusat kekuasaan Islam di Indonesia ini jelas sangat berpengaruh sekali dalam proses islamisasi/ pendidikan Islam di Indonesia, yaitu sebagai suatu wadah/ lembaga yang dapat mempermudah penyebaran Islam di Indonesia. Ketika kekuasaan politik Islam semakin kokoh dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam, pendidikan semakin memperoleh perhatian, karena kekuatan politik digabungkan dengan semangat para mubaligh (pengajar agama pada saat itu) untuk mengajarkan Islam merupakan dua sayap kembar yang mempercepat tersebarnya Islam ke berbagai wilayah di Indonesia. Makalah ini akan membahas tentang pendidikan zaman kerajaan Islam di Indonesia.Dilihat dari segi wilayahnya, kerajaan Islam di indonesia ada yang berdiri di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi. Masing-masing kerajaan Islam tersebut disamping memiliki keunggulan juga memiliki kesamaan dalam menggunakan pendidikan dalam arti yang luas untuk menyiarkan ajararan Islam. Sejarah mencatat tentang adanya saluran yang digunakan dalam menyalurkan agama Islam salah satunya adalah pendidikanMelalui pendidikan termasuk yang paling efektif, terprogram dan berlanjut sampai sekarang. Pesantren atau lembaga pendidikan lainnya yang didirikan oleh ulama-ulama merupakan salah satu saluran terjadinya proses Islamisasi. Contohnya seperti pesantren yang didirikan oleh raden Rahmat (sunan Ampel) dan pesantren yang didirikan oleh sunan Giri di Jawa. Di Aceh terdapat Meunasah, Dayah, Rangkang yang digunakan sebagai tempat menyalurkan agama Islam. -
Kiat-Kiat Tempa Mental Untuk Hadapi Dunia
Kiat-Kiat Tempa Mental Untuk Hadapi Dunia – Istilah dunia ini keras bisa dikatakan bukan hanya sekedar istilah. Namun seruan bagi semua penduduk khususnya para penerus bangsa agar menyiapkan diri menghadapi kerasnya dunia. Setiap bayi yang lahir ke dunia pasti menggenggam tangannya. Itulah simbol bahwa dia harus kuat menghadapi kerasnya hidup, kerasnya dunia. Dunia ini keras bung, jangan hanya bermimpi tapi bangunlah mimpi. Tak ada manusia yang tak berpayah-payah lalu sukses. Semua berjuang, semua berproses. Lalu apa yang dibutuhkan dalam perjuangan itu?Pendidikan Indonesia mengenal adanya MOS (Masa Orientasi Siswa), dimana kegiatan tersebut tak hanya tentang pengenalan tapi juga bullying. Bullying bisa meningkatkan percaya diri, pun bisa menjatuhkan. Maka, persiapan mental menghadapi hal tersebut sangatlah dibutuhkan terlebih bagi generasi penerus bangsa.Bagaimana bullying bisa meningkatkan percaya diri? Mudah saja bagi mereka yang mentalnya sekuat baja bahkan sekuat tembok raksasa cina maka bullying tak ada apa-apanya. Semakin sering di bully semakin dia kuat menghadapi kerasnya hidup. Namun kau tau kawan, tak banyak orang terlahir seperti itu. Kebanyakan adalah jatuh. Jatuh ketika dibully. Bahkan benar-benar merasa hidup sudah tak ada gunanya. Generasi penerus bangsa seperti itulah yang harus mendapatkan perhatian lebih.Kondisi mental yang lemah adalah hal yang harus diperhatikan baik oleh lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Seorang anak putra bangsa harus dilatih atau ditempa mentalnya sejak kecil. Agar dia kelak memiliki mental sekuat baja. Bagaimana kiat-kiat menempa mental putra bangsa? Berikut tipsnya:1. Ikutkan anak-anak pada kompetisi atau lomba sesuai bakat dan minatnya. Hal tersebut bertujuan agar anak bisa tampil berani dan percaya diri. Tampil di depan khalayak adalah salah satu cara menempa mental anak.2. Bimbing anak untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Kenalkan pada anak bahwa dunianya bukan hanya di rumah atau sekolah tapi juga masyarakat luas. Dengan begitu, anak akan berkenalan dengan berbagai macam karakter manusia.3. Ajari anak untuk selalu mengungkapkan perasaannya tanpa menyembunyikan sesuatu hal terutama kepada orangtua. Itu melatih anak agar berani mengungkapkan perasaannya agar tidak menyalurkannya ke jalan yang salah seperti narkoba ketika stress melanda dirinya. Bercerita atau berkeluh kesah pada orang lain (orangtua) akan meringankan bebannya sehingga mentalnya juga akan stabil.4. Ajari anak etika, sopan santun dan rasa empati agar anak tak terseret dalam kelompok suka membully orang lain.5. Libatkan anak dalam memecahkan masalah yang ada di dalam rumah, ajak anak untuk mengemukakan pendapatnya. Ajari anak cara berpendapat yang baik. Agar kelak anak tidak takut atau malu untuk mengemukakan pendapatnya ketika sudah bermasyarakat. Sesuatu hal yang besar pastilah dimulai dari sesuatu yang kecil.Hidup di dunia memang sementara, tapi bukan berarti hanya berpangku tangan. Kehidupan yang keras menuntut mental sekeras baja. Dunia yang penuh dramatikal menuntut mental yang kuat dengan segala lika-likunya. Banyak orang mundur bahkan stress karena lemahnya mental. Semua hal tak ada yang instan, semua butuh proses.Roti yang enak dimakan saja harus melalui proses yang panjang. Apalagi manusia yang hidupnya tak sekejap roti yang dimakan lalu hilang. Mental sangat diperlukan. Jika bukan kita yang menyiapkan generasi penerus bangsa yang bermental baja maka siapa lagi. Semoga tips tersebut bermanfaat agar kelak lahirlah putra bangsa yang siap menghadapi tantangan hidup sekeras apapun itu. -
Satu Kata Berjuta Makna Untuk Tumbuh Kembangku “ATTENTION”
Satu Kata Berjuta Makna Untuk Tumbuh Kembangku “ATTENTION” – Sobat Shalaazz pasti tahu tentang “PERHATIAN”. Namun tahukah kalian arti perhatian yang sebenarnya untuk tumbuh kembang anak ? terutama anak pada masa emas atau yang dikenal dengan golden age ?Perhatian tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja, namun jauh dari itu ada yang membutuhkan perhatian lebih yaitu “anak”. Mengapa anak ? karena anak adalah masa penentu akan jadi apa, mau jadi apa, dan mengapa aku jadi. Dimanakah perhatian tersebut bisa didapatkan seorang anak ? jawabnya adalah orang tua bila dirumah dan guru bila disekolah.Kedua peran tersebut sangat dibutuhkan oleh anak, maka dalam pendidikan peran orang tua dan guru menjadi penentu keberhasilan seorang anak selain lingkungan mereka. Perhatian sekecil apapun sangat berarti bagi anak. Sebagai contoh ketika anak pulang dari sekolah ditanya “tadi belajar apa di sekolah?” atau “sama buguru diajarai apa disekolah” itu sudah membuat anak merasa bahwa dia diperhatikan. Apalagi untuk anak di masa keemasan hal itu akan selalu diingat oleh anak hingga mereka dewasa.Berikut beberapa manfaat perhatian pada usia keemasan anak :
a. menumbuhkan rasa percaya diri terhadap anak,b. menumbuhkan semangat belajar,c. menumbuhkan sikap yang baik pada anak,d. menjadikan anak sebagai orang yang penyayang,e. memiliki jiwa tanggung jawabf. berani menyampaikan pendapatMemiliki manfaat berarti perhatian memiliki kekurangan, seperti:
a. menjadikan anak manjab. segala keinginannya harus terpenuhic. tidak segan untuk menindas temannyad. berani kepada orang yang lebih tuaKekurangan tersebut tidak akan terjadi bila orang tua memberikan perhatian yang benar, dalam artian tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan. Perhatian yang benar dapat diwujudkan dengan melatih anak untuk selalu berbagi dan melihat kehidupan sosial disekitarnya, sehingga anak akan lebih bersyukur dan menghindarkan dari kekurangan-kekurangan yang telah disebutkan.Selain perhatian orang tua, anak memerlukan perhatian dari guru ketika di sekolah. Anak pada kelas rendah utamanya mereka selalu ingin diperhatikan dan didengar. Guru berperan sebagai panutan, sahabat dan pendengar yang baik untuk mewujudkan perhatian yang diingankan oleh anak. Namun, guru juga memiliki batasan atau sikap untuk tidak pilih kasih antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya.Beberapa manfaat perhatian guru untuk peserta didiknya:
a. peserta didik berani menyampaikan pendapatnyab. lebih terbuka dengan permasalahan yang dihadapi, sehingga guru dapat memberikan solusic. peserta didik dapat berfikir kritisd. menjadi lebih bertanggung jawabe. mampu menghargai orang lainf. peserta didik lebih terampil dalam mengasah skill yang dimilikiCiri-ciri anak yang butuh perhatian guru ketika di sekolah diantaranya:
Ramai ketika dalam pembelaranJail dengan temannyaBertindak sesukanyaBiasanya membuat onarDari beberapa ciri di atas sebagian ada yang berkata bahwa anak tersebut tergolong “nakal”, namun bila ditinjau dari segi psikologi tidak ada anak nakal yang ada hiperaktive. Hiperaktive adalah kata lain dari anak yang memiliki aktivitas lebih dibandingkan dengan teman sebaya yang lain. Anak hiperaktive memiliki kelebihan dalam banyak hal yang mengharuskan untuk kegiatan fisik.Begitu pula dengan mereka yang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan teman-temannya juga memiliki kelebihan tersebut, tinggal bagaimana seoarang guru memberikan perhatian dan mengarahkan peserta didiknya. Ditegaskan bahwa peran guru untuk membentuk karakter peserta didiknya ketika di sekolah utamanya bagi anak yang membutuhkan perhatian sangatlah penting. Perlu diperhatikan bahwa mengarahkan peserta didik yang disebutkan dalam ciri-ciri tersebut tidak diperkenankan dengan cara yang kasar ataupun dengan kekerasan fisik.Kekerasan fisik tidak akan merubah apapun pada peserta didik namun yang terjadi akan menjadikan turunnya mental anak. Ketika mental anak turun, maka akan mempengaruhi masa depannya dan juga akan menjadikan trauma tersendiri bagai anak. -
30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik
30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik – Anak itu bagaikan lembar kertas putih kosong yang akan ditulis oleh penulisnya. Tergantung tulisan atau warna tinta apa yang akan digunakan penulis. Begitu pula anak yang baru lahir secara fitrah akan diwarnai oleh orang tuanya, entah warna indah atau sebaliknya. Jadi, kewajiban orang tua memang harus mendidik yang terbaik untuk generasinya, agar tidak memikulkan dosa akibat dari perbuatan buruk anaknya sendiri. Ingatlah pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”.Oleh karena itu, perlu diketahui kiat-kiat mendidik anak yang baik sebagai berikut:
1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan yang lebih tua. Kemudian cegahlah ia memandangi makanan orang yang sedang makan.2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan.3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan.4. Ditanamkan pada dirinya untuk mendahulukan orang lain makan, serta makan dengan makanan yang sederhana.5. Sangat disukai jika ia memakain pakaian warna putih bukan warna-warni, apalagi sutera. Dijelaskan bahwa kain sutera hanya untuk kaum wanita saja.6. Jangan biasakan anak laki-laki memakai pakaian sutera dan membiarkan menggunakan pakaian panjang yang melebihi mata kaki.7. Selayaknya anak dijaga agar tidak bergaul dengan anak-anak yang hidupnya bermegah-megahan dan bersikap angkuh.8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca Al-Qur’an dan buku-buku terutama di perpustakaan.9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair gombal cinta karena hal itu hanya akan merasuki hati dan jiwa.10. Biasakan menulis indah dan menghafal syair-syair tentang akhlak mulia.11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji jangan segan untuk memberikan pujian dan hadiah yang membuat kebahagian. Tapi apabila anak melakukan kesalahan jangan disebarkan pada orang lain dan sambil dinasehati bahwa yang dilakukannya itu tidak baik.12. Jika ia sering mengulangi perbuatan buruk itu, maka dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya.13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam berkomunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau berkata kasar kecuali pada saat tertentu.14. Hendaknya dicegah dari tidur siang yang lama karena membuat rasa malas, sebaiknya segerakan waktu tidur malam. Jangan paksakan malam hari masih melakukan aktivitas.15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena membuat ia terlena dan hanyut dalam kenikmatan.16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, kecuali saat beramal agar tidak menimbulkan riya’.17. Biasakan anak agar melakukan olahraga pada pagi hari agar tidak malas. Jika anak memiliki kemampuan menunggang kuda, memanah dan berenang, biarkan saja agar melakukan aktivitas tersebut.18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan membanggakan diri.19. Melarangnya dari membanggakan apa yang dimiliki orang tuanya. Biasakan ia bersikap tawaddu’, lemah lembut dan menghormati teman.20. Tumbuhkan pada anak (terutama pada anak laki-laki) untuk tidak mencintai emas.21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik orang lain karena itu perbuatan mulia. Ajarkan ia untuk sering memberi karena itu perbuatan terpuji.22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tempat majlis, membuang ingus, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.23. Ajari ia duduk di lantai sesuai dengan cara duduk yang dicontohkan oleh SAW.24. Mencegah dari banyak bicara, kecuali yang bermanfaat dan dzikir.25. Cegahlah anak dari perbuatan sumpah, sekalipun itu benar.26. Dia juga harus dihindarkan dari perkataan keji dan sia-sia.27. Anjurkan ia memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit.28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan.29. Jika anak sudah berumur 7 tahun diperintahkan untuk wajib sholat dan tidak meninggalkan wudhu sebelumnya.30. Hindari anak-anak bermain di dekat orang yang lebih tua agar tidak mengganggunya dan sebagai bentuk menghormati.Sumber: Mathwiyat Darul Qosim “tsalasun wasilah li ta’dib al abna” asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin Rahimahullah.Diterjemahkan Oleh: Ubaidillah Masyhadi -
Guru Sebagai Ujung Tombak Pendidikan
Guru Sebagai Ujung Tombak Pendidikan– Tak ada habisnya bicara tentang pendidikan. Berbagai polemik muncul tatkala disinggung soal pendidikan. Guru, menjadi salah satunya. Sebagai seorang pendidik yang katanya “digugu dan ditiru” guru menjadi salah satu unsur penting dalam dunia pendidikan. Karena tanpa hadirnya seorang guru, tidak akan mungkin tercipta orang – orang hebat di dunia ini. Bisa kita bayangkan betapa luar biasanya jasa seorang guru, dengan kesabarannya Ia dapat melahirkan generasi – generasi bangsa yang luar biasa.Namun permasalahan cukup serius terjadi dalam dunia pendidikan kita, salah satunya mengenai wilayah pembagian tugas guru yang tidak merata. Sebagian besar guru tentu akan lebih memilih untuk bertugas di wilayah perkotaan dibandingkan tugas di wilayah pedalaman. Jika pun bersedia ditugaskan di wilayah pedalaman, Ia pasti akan memilih wilayah dengan fasilitas yang cukup memadai. Tentu masalah ini akan menjadi masalah yang sangat serius, terutama jika terjadi di negara seperti Indonesia yang memang memiliki wilayah yang sangat luas. Dengan tidak meratanya pembagian tugas guru, maka itu akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang ada di wilayah perkotaan dan pedesaan.Dilansir dari beberapa media online seperti berita satu, dan tempo maka diperoleh data yang bersumber dari Nations Development Program (UNDP) tahun 2011 bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada pada urutan 124 dari 187 negara. Menurut Subandi selaku direktur Pendidikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indeks tingkat penididikan tinggi Indoneasia dinilai masih rendah dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia, yaitu hanya sekitar 14,6 persen.Berbicara tentang rendahnya tingkat kualitas pendidikan di Indonesia, sudah jelas itu ada hubungannya dengan kompetensi , profesionallitas, dan pemerataan pembagian wilayah tugas guru. Mengapa demikian? Karena guru merupakan ujung tombak yang menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan. Itu berarti, bahwa kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas pembelajaran yang guru sajikan di ruang kelas.Dewasa ini pemerintah memang sudah bergerak lebih maju untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu solusinya adalah dengan memberikan insentif khusus bagi para guru yang bersedia ditugaskan di wilayah pedalaman. Namun, itu pun tetap harus diimbangi dengan berbagai peraturan agar guru tersebut benar – benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Semoga seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia juga turut meningkat menjadi lebih baik lagi. -
Potret dan Kondisi Pendidikan Terpencil di Indonesia
Potret dan Kondisi Pendidikan Terpencil di Indonesia – Sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 45 pasal 31: (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
Makna dari Pasal 31 UUD 1945 tersebut adalah setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan tanpa kecuali. Pada kenyataannya, dengan kondisi negara Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau, mulai Sabang sampai Merauke, kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi pula daya kreatifitas pemuda Indonesia dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa. Namun di Indonesia, untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan standar nasional saja masih sangat sulit.Ada beberapa faktor yang menyebabkan mirisnya kondisi pendidikan di Indonesia, yaitu kurangnya kesadaran bagi masyarakat di daerah pedalaman akan hal pendidikan. Masih banyak sekolah ataupun sistem pendidikan di daerah-daerah pedalaman Indonesia yang belum dilhat oleh pemerintah. Seakan-akan Pemerintah hanya memfokuskan pendidikan di kota-kota besar di Indonesia.Sungguh miris jika kita semua mengetahui bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia ini khusunya di daerah pedalaman yang jauh dari ibu kota. Jika kita lihat di berbagai media online ataupun televisi yang memberitakan tentang kondisi pendidikan atau keadaan sekolah yang tak layak pakai, bangunan yang sudah mulai tua ataupun sudah hancur, dan masih banyak lagi. Sekolah yang tak layak pakai akan sangat membahayakan murid ataupun guru yang berada didalam gedung itu. Membuat siswa ataupun guru merasa tidak nyaman untuk melakukan proses pembelajaran.Ada banyak anak-anak Indonesia di pedalaman sana yang sangat ingin mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka rela harus berjalan berkilo-kilo meter bahkan ada yang menyebrang dengan perahu ataupun melewati jembatan yang sudah mau hancur hanya untuk bisa belajar. Sungguh sangat bangga dengan anak-anak di pedalaman Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah belum dapat pemerataan Pendidikan di daerah terpencil karena mereka memprioritaskan akses ke sekolah, dengan ini semua murid dan warga setempat merasa nyaman dengan akses-akses tersebut.Namun saat banyak anak-anak yang ingin belajar sekolah kekurangan tenaga kerja pendidik yang mau untuk mengajar di daerah pedalaman. Ada sebagian yang menganggap bahwa mengajar disana gajinya kecil, jauh dari ibu kota. Memang itu semua kembali lagi kepada guru-guru yang dengan sukarela mengajar anak-anak di pedalaman. Perbedaan yang dimiliki masyarakat bangsa Indoensia itu di suatu pihak menjadi kebanggaan, tetapi di lain pihak menjadi penghambat dalam menjalankan roda pembangunan bangsa, khususnya pembangunan di dunia pendidikan. Berbagai masalah yang menghambat proses pendidikan di suatu daerah terpencil masih sering muncul. Masih kurangnya sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana ini meliputi gedung sekolah beserta isinya, peralatan-peralatan sekolah yang menunjang proses belajar mengajar di suatu sekolah, atau lembaga tempat belajar, dan kualitas tenaga didik.Selain itu terdapat beberapa masalah lainnya yaitu, distribusi tidak seimban dan insentif rendah. Permasalahan lainnya adalah angka putus sekolah juga masih relatif tinggi. Serta pola pembelajaran anak yang masih konvensional, sebab guru hanya menerangkan secara ceramah tanpa ada inovasi atau modifikasi sistem pembelajaran. Sehingga tidak ada fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang kemajuan proses belajar mengajar yang mereka lakukan, dan juga tenaga didik yang mengajar dengan ilmu yang seadanya.Kondisi tersebut menjadi kondisi yang lumrah di daerah terpencil tapi di satu sisi menjadi hal yang tabu di perkotaan. Tak banyak yang mengetahui atau peduli dengan nasib pendidikan anak-anak di daerah perbatasan. Banyak anak diperbatasan Nusantara yang bernasib malang karena tak dapat memperoleh pendidikan yang bermutu. Semua kondisi dan masalah ril yang ada di daerah terpencil menjadi masalah bersama yang menggugah rasa nasionalisme kita untuk mengatasinya. Dalam perpektif ini rasa nasionalisme yang kita bangun terbentuk melalui kesadaran universal dari seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memberi prioritas bagi percepatan pelayanan pendidikan dan peningkat mutu pendidikan di daerah terpencil tersebut. Kita tidak lagi memikul senjata untuk menentang segala bentuk kolonialisme dari luar tetapi kita membangun semangat nasionalisme untuk merasakan dan mengambil sikap kongkret dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak bangsa ini, terutama anak-anak bangsa yang terhimpit dan terlantar di balik deratan bukit dan lembah atau yang berada di daerah yang terisolir dan tertinggal.Selain masalah sarana prasarana dan minat orang tua yang kurang, kualitas tenaga pengajarnya pun juga masih dipertanyakan. Mereka memiliki kualifikasi dibawah standar, guru-guru yang kurang kompeten, serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang ditempuh, penerapan kurikulum di sekolah belum sesuai dengan mekanisme dan proses yang standarkan. Kebanyakan para guru lebih tertarik mengajar di daerah perkotaan karena lebih nyaman dan alasan yang lainnya.Hal ini menyebabkan kualitas guru yang mengajar di daerah terpencil pun juga pas-pasan, berbeda dengan yang ada di perkotaan. Selain itu ada sebagian tenaga guru yang enggan untuk ditempatkan di daerah sangat terpencil padahal saat pengajuan lamaran jadi Pegawai Negeri yang bersangkutan bersedia ditempatkan di mana saja yang dikuatkan dengan surat penyataan. Namun pada kenyataannya mereka banyak yang tidak bersedia dengan berbagai alasan. Untuk itu pemerintah perlu memberikan ketegasan kepada para tenaga pengajar ini. Bagaimanapun generasi kita di daerah terpencil juga membutuhkan pendidikan yang layak.Selain penerapan sanksi para guru juga harus diberikan insentif agar ketika ditempatkan di daerah terpencil, semangatnya tetap terjaga. Insentif itu bisa berupa pemberian tunjangan makan di luar gaji bersihnya. Karena selama ini gaji untuk guru-guru honorer juga masih pas-pasan, ibaratnya sekali gajian habis untuk membayar kontrakan/kos dan biaya makan sehingga hanya sedikit yang bisa dimasukkan tabungan. Sehingga intensif ini sebanding dengan kerja keras para guru untuk hidup mengajar di daerah terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemewahan kota. Mengandalkan guru honorer saja tidak cukup, tenaga akademisi juga dibutuhkan untuk pemerataan peduli aksara ini. -
A week in village ; Program Kontribusi Generasi Untuk Masyarakat Madani
A week in village ; Program Kontrribusi Generasi Untuk Masyarakat Madani – Hai sahabat pejuang pendidikan kali ini kita kan membahas kontribusi dalam dunia pendidikan, atau enaknya mungkin kita sebut “terdidik untuk berkontributif”. Seperti ditulisan sebelumnya yang berjudul “ Dunia pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara” disebutkan bahwa pendidikan itu harus mampu menjadi wadah yang memanusiakan manusia. Nah kali ini kita akan membahas sejauh mana kita menjadi manusia dilihat dari kontributif kita terhadap masyarakat yang buta aksara. Kita awali dengan sebuah pertanyaan singkat yang pernah singgah dikepala saya, yaitu Kenapa sekolah harus dibangun disebuah daerah tertentu?.Kala itu saya bingung menjawabanya. Seiring berjalannya waktu akhirnya saya temukan jawabannya, tidak lain tidak bukan ialah tentang kontributif. Ya, tentang sebuah kontribusi, karena saat ini tidak banyak orang yang memiliki tingkat kepekaan sehingga mau bergerak melakukan perubahan, walaupun itu perubahan sederhana. Nah kira-kira apa yang sudah terfikir oleh anda tentang sebuah kontributif dalam dunia pendidikan, apakah hanya buang sampah pada tempatnya yang sampai hari ini ibarat sebuah narasi panjang yang tak berujung, atau tentang belajar rajin agar dapat banyak prestasi dan nantinya bisa jadi orang sukses dan bantu masyarakat?.Silahkan jawab dengan mata hati dan kejernihan akal yang kita miliki. Tulisan kali ini akan mengajak kita berfikir bersama untuk mencari ide bersama dan mau merealisasikan dalam konteks sederhana. Baik hari ini saya akan berbagi kepada anda yang membaca, yaitu “ a week in village ” sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan selama satu minggu didesa terdekat dari lokasi sekolah.Hal ini bertujuan untuk menghadirkan bagaimana keterlibatan dan kondisi real masyarakat yang terjadi, sehingga kita mampu merasakan secara langsung dan mengaplikasikan ilmu yang dimiliki seorang siswa secara langsung. Program ini diadakan bagi ssiwa jenjang SMA, hal ini dikarenakan siswa SMA dinilai sudah memiliki tanggungjawab yang baik dan memilki tingkat kecakapan yang mumpuni. Program ini bersifat terbimbing yang senantiasa di bimbing oleh pihak sekolah agar berjalan dengan baik.Para siswa akan tinggal disebuah daerah yang bersama warga dan mengikuti alur kehidupan yang dilakukan keluarga angkat. Dan harus terlibat dalam setiap kegiatan kemasyrakatan yang ada. Hal ini tentunya membuat para siswa lebih siap berkontributif sehingga tentunya akan berdampak pada dunia kampus mereka nantinya.Dan pada akhirnya akan lahir siswa/i yang tidak apatis dan pro aktif dalam kegiatan kampus pada masanya. Sehingga gelar agent of change yang disematkan pada diri mahasiswa buka sekedar indentitas fornalitas saja, melainkan lahir dari pribadi masing-masing. Jadi, bagaimana para penjuang pendidikan siapkah kita berinovasi dalam pendidikan dan menjadikan sekolah sebagai wadah yang mealhirkan manusia yang dimanusiakan. -
Yakin Dan Mulai Kembangkan Potensimu dari Sekarang
Yakin Dan Mulai Kembangkan Potensimu Mulai dari Sekarang – Masa muda adalah masa untuk berjuang meraih mimpi. Masa muda juga merupakan penentu masa depan. Jika kita berusaha menjadi yang terbaik di masa muda, niscaya usaha tidak akan pernah membohongi hasil. Seperti ada sebuah pepatah yang mengajarkan kita bahwa apa yang kita tanam, itu yang kita tuai. Ketika kita berusaha untuk mengembangkan potensi kita yang membentuk masa depan kita menjadi baik, kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan dan sebaliknya, jika kita hanya bermalas – malasan dan mengimpikan keberhasilan tanpa usaha, maka hasil yang akan kita dapatkan sungguh mengecewakan. Kaum muda sepantasnya memanfaatkan waktu dan energinya untuk melakukan kegiatan – kegiatan yang positif dalam rangka mengembangkan potensi yang dimiliki. Tunggu apalagi, mulailah dari saat ini. Waktu terus berjalan. Jangan sampai terlambat untuk berusaha.Dilansir oleh sebuah akun instagram bernama ajari.ku, ada tiga tips untuk mengembangkan potensi diri.1. Kenali dirimu secara mendalam
Sibuklah kita untuk mengenali diri kita sendiri. Jangan biarkan kita untuk membandingkan diri kita dengan potensi yang dimiliki oranglain sehingga kita merasa minder untuk melangkah. Semua orang unik. Semua orang memiliki potensi masing – masing yang dibutuhkan oleh sesama manusia, bangsa, dan negara. Jadilah diri sendiri.2. Miliki tujuan yang jelas
Tujuan yang jelas dapat memudahkan kita ke tahap selanjutnya yaitu berani untuk melangkah. Jika tujuan tidak jelas maka yang akan terjadi adalah kita akan bosan berputar – putar sehingga melakukan hal – hal yang tidak produktif. Daftarkan dahulu apa – apa saja yang menjadi tujuanmu secara jelas sebelum melangkah.3. Berani untuk melangkah
Tujuan tanpa action sama seperti mimpi di siang bolong. Tujuan tanpa keberanian untuk melangkah akan membuat kita tidak berkembang. Jangan sibuk memikirkan pendapat orang dengan langkah – langkah yang kita ambil. Karena selama kita hidup pasti ada banyak komentar orang tentang hidup kita.Jangan menyerah dan merasa minder dengan apa yang kita miliki hari ini karena selama masih ada kesempatan untuk mengembangkannya, maka seharusnya kita manfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan masa depan yang cerah. -
Kenali Lebih Dekat Dengan Pendidikan Berbasis Home Schooling
Kenali Lebih Dekat Dengan Pendidikan Berbasis Home SchoolingHallo Sobat Shalaazz!Mungkin anda pernah mendengar atau bahkan menjadi pelaku yang mengucapkan kata ‘Horeee!’ saat guru memberikan kabar bahwa sekolah akan diliburkan atau dipulangkan lebih awal karena ada agenda rapat atau hal yang lainnya. Hal ini seperti menunjukkan bahwa sistem pendidikan menjadi tempat yang menyita waktu peserta didik dan membosankan. Apakah ini salah? Jawabnya tergantung dari sudut mana anda memandang. Adanya sudut pandang yang berbeda, menyebabkan munculnya alternatif lain dalam mendidik generasi bangsa, salah satunya yaitu Home Schooling.Di Indonesia home schooling sudah mulai dikenal sejak pasca merdeka. Saat Era 70-an ada beberapa tokoh yang sudah menerapkan pendidikan home schooling pada anak – anaknya, seperti Said Kelana seorang pemusik yang tidak menyekolahkan anaknya pada pendidikan umum. Ia hanya mengajarkan tentang musik di rumah. Seiring perkembangan zaman, home schooling sudah sangat ramah ditelinga masyarakat.Home schooling sendiri dapat diartikan dalam Bahasa Indonesia sebagai “sekolah rumah”, bersekolah atau belajar di rumah. Secara hakikat home schooling merupakan sebuah sekolah alternatif yang mencoba menempatkan anak sebagai subjek belajar dengan pendekatan pendidikan secara at home. Di negara maju, istilah home schooling dikenal dengan sebutan home education, home based learning atau sekolah mandiri yang dilaksanakan secara individu maupun berkelompok, dan istilah umumnya adalah fenomena belajar tidak di sekolah formal.Lalu bagaimana pendidikan berbasis home schooling tersebut? Pendidikan berbasis home schooling merupakan pendekatan pendidikan secara at home yaitu suatu pendidikan melalui pendekatan kekeluargaan yang memungkinkan anak belajar dengan nyaman sesuai dengan keinginan dan gaya belajar masing-masing, kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Dengan pendekatan ini diharapkan anak bisa tumbuh kembang secara lebih wajar dan optimal tanpa terkekang potensinya. Kesempatan inilah yang digunakan oleh orang tua untuk selalu bisa memantau, membimbing dan mendidik anak – anaknya, bukan sekedar memberikan guru pengajar di rumah.Ada beberapa asumsi yang keliru terkait dengan home schooling, seperti menghambat kemampuan sosial anak. Anak – anak dengan pendidikan home schooling diasumsikan kurang dapat bergaul karena tidak terbiasa berinteraksi dengan banyak orang, padahal justru pendidikan berbasis home schooling diprogram dengan sistem belajar dan praktek secara khusus agar dapat bermasyarakat secara baik dan benar. Keterlibatan kedua orang tualah yang sangat berperan aktif. Inilah yang menjadi tantangan terberat dalam mendidik anaknya dengan metode home schooling. Pada dasarnya, pendidikan yang sebenarnya, peletakan dan pembangunan tata-nilai, pada dasarnya memang berpusat di rumahDari definisi dan berbagai pandangan terkait home schooling diatas, tentu sangat jelas perbedaannya dengan sistem pendidikan formal. Pada pendidikan formal mulai dari sistem, fasilitas hingga biaya pendidikan diatur oleh pihak sekolah, guru dan istansi terkait. Sedangkan home schooling akan diatur dengan menyesuaikan segala potensi, kebutuhan dan kemampuan keluarga yang sangat menguntungkan bagi anak. Akan tetapi sistem pendidikan home schooling juga tetap saja memiliki kekurangannya tersendiri, seperti jika kedua orang tua tidak bersungguh – sungguh dalam menata informasi akademis bagi anaknya, tentu akan menghambat program pendidikannya. Itulah sebabnya orang tua akan sangat berperan aktif dalam membentuk program, jangan sampai orang tua tidak melakukan update dan upgrade informasi.Untuk meminimalisir kekurangan tersebut, orang tua dapat memanggil tutor atau bergabung dengan komunitas home schooling sehingga program pembelajaran lebih dapat tertata tanpa mengurangi perhatian secara individu. Biasanya akan ada modul bagi setiap peserta yang mengikuti program home schooling. Selain itu model pembelajaran interaktif juga diterapkan dalam pendidikan berbasis home schooling ini sehingga target kurikulum tidak terabaikan. Pada akhirnya peserta home schooling akan tetap mampu mengikuti ujian kesetaraan yang berijazah dan diakui oleh pemerintah setara dengan pendidikan umum.Di Indonesia, telah disediakan home schooling paket A, B dan C yang setara dengan sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Meskipun sistem berpaket, peserta didik tetap memiliki kebebasan untuk menentukan pelajaran yang dibutuhkannya tapi tetap mengikuti atau mencapai kurikulum yang ditargetkan. Jika target pendidikan telah tercapai maka peserta home schooling juga akan mengikuti ujian yang berfungsi sebagai penyetaraan kemampuan. Yang terpenting dalam pendidikan berbasis home schooling ini adalah konsep multientri dan multiexit yang telah disesuaikannya dengan prinsip pendidikan nasional. Jadi peserta didik yang secara umum sudah menguasai pendidikan di tingkat bawah saat pindah ke program home schooling tidak wajib melanjutkan dikelas yang sama, ia bisa langsung ke tingkat yang dibutuhkannya. Saat ini home schooling telah memiliki legalitas dan dijamin oleh pemerintah.Jadi tidak perlu lagi khawatir jika ingin memberikan program yang sesuai dengan potensi anak secara khusus dan personal tanpa harus kehilangan predikatnya sebagai seorang pelajar, tapi yang terpenting dalam semua sistem pendidikan bukan predikat dan pengakuan dari orang lain yang harus diutamakan, melainkan ilmu itu sendiri agar benar – benar dapat bermanfaat dan menyelamatkan dirinya untuk menghadapi serta menemukan solusi berbagai permasalahan dimasa yang akan datang. -
Amazing, Pendidikan Tradisional China Ternyata Seperti Ini
Amazing, Pendidikan Tradisional China Ternyata Seperti Ini – MENGENALPENDIDIKAN TRADISIONAL CHINA KUNO-Apa kabar kawan shalaazz? Lama tak berjumpa dengan pembaca rasanya rindu semakin membuncah. Kali ini paus kembali menulis untuk kalian. Menyajikan tentang pendidikan tradisional China Kuno. Bagaimana sih sejarah pendidikan di China? Dan bagaimana perkembangannya samapai di-era modern? Baik mari kita simak!Pada era dinasti-dinasti yang disebut era China kuno, pendidikan China merupakan pendidikan diskriminatif dan mewarisi sistem politik maupun social yang memberikan kekuasaan besar kepada golongan bangsawan sehingga cenderung mengagung-agungkan japatan atau pangkat dibanding prestasi atau disebut juga feodalisme. Di era ini, wanita hanya diperbolehkan mengikuti pelajaran didalam rumah, terutama kaum bangsawan.Pada abad ke-17, suatu golongan dikelas literati atau kesusastraan telah membawa kemajuan semua kecerdasan. Gololongan ini sangatlah dihormati dari semua kalangan. Terutama kalangan bangsawan yang menawarkan jasa kepada mereka.Kemudian pada era Dinasti Tang, diaturlah posisi dan didirikan universitas atau akademi yang disebut Han lin yuan untuk pendidikan golongan literasi. Hingga pada akhirnya didirikanlah sekolah-sekolah disetiap perkampungan. Sebagai control social dan feodalisme.Pendidikan feodalisme berarkhir ketika Qin Shi Huang dinobatkan sebagai raja pertama di-era kekaisaran pertama China Kuno yang disebut juga Dinati Qin. Banyak penghargaan-penghargaan budaya yang dilakukan oleh raja-raja di-era ini. Misalnya, Kaisar Kangxi memerintahkan diciptakannya kamus bahasa China terlengkap. Penyusunan sebuah catalog tentang karya-karya kebudayaan China oleh Kaisar Qianlong. Selain itu, penggunaan bahasa Manchu sebagai bahasa yang setara dengan bahasa China.Pada abad ke-19, Diansti Qin mulai merosot. Gejolak sosial mulai terjadi dan era modernisasi oleh bangsa barat mulai melirik China sebagai komuditi pangsa industry. Kadang-kadang juga perekonomian tidak terkendali. Hingga pada akhirnya,Dinasti Qin jatuh pada 206 SM.Setelah itu, Dinati Han yang didirikan oleh Liu Bang memberikan pengaruh besar terhadap kemajuan pendidikan China menuju modernisasi. Pergolakan revolusi antara China dan bangsa barat mepengaruhi interaksi masyakat kaum menengah China. Hingga seiring berjalannya waktu, China melangkah pada kemajuan pendidikan diera modernisasi sampai saat ini.Bisa kita amati sekarang, Negara China telah memimpin perekonomian dunia. Prosuk-produk bertuliskan “made in China” bertebaran di dunia, termasuk Indonesia. Meski begitu, kita seharusnya lebih mencintai produk dalam negeri dan meningkatkan kualitasnya. Termasuk kualitas bangsanyaJ jangan malas belajar ya kawan-kawan! Masa depan negeri berada di genggaman kita. Salam hangat dari pausJDaftar Pustaka:Soyomukti, Nurani. 2017. Teori-Teori Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzzmedia -
Inilah Definisi Mahasiswa yang Belum Orang Ketahui
Inilah Definisi Mahasiswa yang Belum Orang Ketahui – Aku seorang mahasiswa katanya? Tapi apakah pernah kita memaknai arti dari kata “Mahasiswa”, dengan gampangnya kita menyebut bahwa kita adalah seorang mahasiswa. Aku mahasiswa disini dan aku punya hak menjadi seorang mahasiswa? Tapi apakah pernah kalian menyadari kalian hanya meminta hak tanpa melakukan kewajiban kalian sebagai seorang mahasiswa. Menjadi seorang mahasiswa cerdas dikit, jangan menjadi mahasiswa bodoh, Camkan itu! Jangan menjadi mahasiswa yang sok tau, sok mengkritisi! Pahami dulu apa tugas dan kewajiban menjadi seorang mahasiswa.Gelar yang kita pegang dari kata” maha” setelah “siswa “itu menunjukkan bahwa kalian bukan lagi hanya sekedar siswa, kalian memiliki tingkat ysng lebih tinggi, tingkat yang sangat tinggi, jadi kelakuan kalian jangan samakan ketika kalian menjadi seorang siswa. Mahasiwa sejati adalah mahasiswa yang berpenampilan rapi, bukan datang asal datang, bukan berpakaian semaunya, mahasiswa yang bertututur kata lembut, sopan, dan halus, bukan perkataan kasar, menjijikkan, mahasiswa yang datang tepat waktu, mengerjakan tugas yang diberikan tugas oleh dosen, mahasiswa yang berprestasi , mahasiwa yang aktif, dan tentunya melakukan tri dharma perguruan tinggi, apa itu tri dharma perguruan tinggi?- Penelitian
- Pengabdian
- Pendidikan
Berbicara lagi masalah mahasiswa, berbagai macam jenis mahasiswa, berbagai macam karakter mahasiswa, bukan di satu kampus di semua kampus yang ada di seluruh dunia ini, memiliki berbagai macam kelakuan mahasiswa. Ada mahasiswa kupu-kupu( mahasiswa yang hanya datang setelah itu pulang), ada mahasiswa pendemo( mahasiswa yang tidak memiliki kerjaan, yang hanya aturan ditambah mau demo) , ada mahasiswa yang organisatoris ( datang hanya untuk berorganisasi tanpa mendapatkan pelajaran di kampusnya). ada mahasiswa yang kerjaannya hanya untuk pacaran ( mencari wanita atau pria yang ganteng ), dan masih banyak lagi tipe mahasiswa yang ada diseluruh kampus didunia ini. Dengan adanya tipe atau jenis mahasiswa seperti ini, siapakah yang salah? Dosenkah? Rektorkah? Satpamkah? Pemerintahkah? Orangtuakah? Atau mahasiswa itu sendiri? menurutmu siapa?Jadi mahasiswa harus memiliki inovasi-inovasi yang baru, agar bangsa , Negara, bahkan kampus bangga memiliki mahasiswa seperti kita? Karena kampus mengharapakan kita sebagai mahasiswa untuk memajukan kampus tersebut, sebaik-baik apapun kampus itu jika mahasiswanya ugal-ugalan itu merupakan suatu hal yang percuma, sia-sia, tidak bermanfaat. Mahasiwa harus mampu berpikir kreatif, berpikir inovatif, agar kita bisa mengaharumkan nama baik diri kita sendiri, orang tua, lebih-lebih kampus kita.Kita dikuliahkan oleh orang tua melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi berarti kita sudah diamanahkan agar kita menjadi manusia yang lebih baik lagi, agar kehidupan kita nantinya lebih indah lagi, bukan malah datang hanya untuk menghamburkan uang orang tua yang sangat capek mencarikan buat kita, setidaknya apabila kita tak mampu mendapatakan beasiswa dikampus, jangan sampai kita menambah beban orang tua dirumah yang sudah bersusah payah untuk membiayai kita kuliah, oleh sebab itu buanglah hal-hal penghalang yang membuat kita menjadi mahasiswa yang berprestasi dan intelegensi dan wisuda tepat waktu.Jadilah mahasiswa yang teladan! Jangan terlalu sibuk dengan urusan yang tak perlu, tugas kita hanyalah belajar, mencari ilmu, bukan pembikin onar, bukan ppembuat masalah, jadilah mahasiswa yang pintar , santun, dan hebat. Kita adalah contoh untuk anak-anak kita nantinya, baik anak didik kita, ataupun anak kandung kita. -
Beginilah Gambaran Mutu Pendidikan Saat Ini , Masihkah Sementara?
Beginilah Gambaran Mutu Pendidikan Saat Ini , Masihkah Sementera? – Ketika berada di medan perjuangan yang Namanya Pendidikan. Akan terasa sebab dan akibatnya bila berada di posisi yang pelajar. Namanya kelelahan itu akan terasa sekali. Hingga, sikap mengeluh terlontarkan begitu saja. Itulah arti dari menimba ilmu di dunia Pendidikan. Namun, efektifkah Pendidikan sekarang ini hingga terasa dalam pribadi maupun masyarakat?Pendidikan yang diemban hingga perkuliahan belum terasa adanya perubahan. Mengapa? karena yang miskin masih banyak yang kaya juga tetap yang itu-itu saja. Rasa tolong-menolong yang kurang dan rasa iba sudah punah dibawa zaman. Walaupun banyak beasiswa untuk kalangan tidak mampu. Namun, tetap saja orang-orang yang diberi beasiswa mencari pekerjaan untuk keperluan sehari-harinya. Karena, kebutuhan tidak sesuai dengan yang ada.Jika beasiswa mampu memenuhi kebutuhan pun masih ada masalah di kalangan yang diberikan beasiswa. Sebagian orang menghamburkannya dan sebagian orang lagi ada yang menabungnya. Tergantung kondisi fakultas ada yang hedonisme dan ada juga yang tidak. Seringkali kejadian ini terus-menerus terjadi dan pada akhirnya modal dan mental itu dibatasi hingga tidak ingin melakukan apa yang terbaik.Bertahun-tahun lamanya diemban Pendidikan itu. namun, banyak sekali orang lupa materi yang diajarkan oleh gurunya. Mengapa? karena tidak ada proses pengulangan yang ditangkap cepat, saat mencari ilmu adabnya terlupakan, dan ketika beribadah disuruh singkat atau nanti saja. Saat memiliki pekerjaan lupa akan ilmu-ilmu lainnya dan pengabdiannya.Padahal, Pendidikan tidak akan pernah berakhir hingga kapanpun dan dimanapun berada. Mengapa? karena setiap tempat adalah kelas, setiap orang adalah guru, dan setiap kejadian adalah pelajaran. Itulah Pendidikan yang harus dibawa dari generasi ke generasi. Sehingga tidak ada yang namanya direndahkan maupun ditinggikan.Pendidikan mental yang harus diuji. Setiap materi yang didapatkan harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, Daarut Tauhid yang sabtunya diisi materi dan minggunya diujikan yang mana materi itu diisi dengan keyakinan tinggi kepada Allah hingga menurunkan ego sejatuh-jatuhnya yang ada di dalam diri insan. Lalu, santri diuji dengan pengalaman yang tidak pernah terpikirkan ataupun dilakukan sebelumnya. Itulah gambaran Pendidikan yang ada di zaman milenial ini. -
10 Tips dan Trik Sukses dalam Menempuh Skripsi
10 Tips dan Trik Sukses dalam Menempuh Skripsi – Menjadi mahasiswa merupakan suatu anugerah bagi seseorang karena tidak setiap orang mampu mengenyam bangku perkuliahan. Mahalnya UKT yang harus ditanggung dan susahnya tes masuk perguruan tinggi merupakan alasan untuk tidak melanjutkan ke jenjang ini. Selain itu, tuntutan ekonomi membuat seseorang menjatuhkan pilihan mereka untuk bekerja dibandingkan menempuh perkuliahan. Namun, juga tidak sedikit kasus dimana seorang anak dari keluarga miskin mampu menyelesaikan pendidikannya di universitas dengan nilai camlaude. Jika diperhitungkan, memang sangat banyak yang mengincar jenjang perkuliahan ini.Berdasarkan rating peminat yang membludak, dibuka beberapa jalur untuk menembus dunia perkuliahan, seperti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SPAN PT KIN, dan juga jalur mandiri. Telah menjadi isu umum jika setiap tahun siswa kelas 12 SMA berlomba mengisi berkas untuk mengikuti rentetan acara seleksi tersebut. Bagi siswa berprestasi yang ingin melanjutkan kuliah namun tidak mampu, pemerintah menyediakan progam beasiswa bidikmisi dengan berbagai macam persyaratan dan proses panjang yang harus diurus. Sedemikian rumit prosesnya dikarenakan bidikmisi merupakan beasiswa penuh ditambah uang living cost setiap bulan untuk penerimanya.Disamping alur masuk yang cukup menegangkan tersebut, skripsi merupakan tahapan akhir yang menjadi momok bagi mahasiswa. Tahapan ini merupakan proses mengerjakan tugas akhir untuk meruntuhkan gelar mahasiswa yang pada awalnya diperjuangkan. Mahasiswa akan bekerja ekstra dan bahkan menjadi jarang tidur nyenyak untuk lulus dari universitas dan terjun ke dunia masyarakat. Tapi tak perlu bersedu sedan, karena skripsi adalah tugas yang harus dikerjakan, buka dijadikan beban pikiran.Untuk enjoy menghadapi skripsi, berikut 10 tips dan trik Sukses Skripsi untuk kalian:
1. Menyusun kalender pribadi
Tahap yang paling awal untuk menjalankan suatu pekerjaan adalah merencanakan segala sesuatunya dengan matang. Terlebih lagi jika kita memiliki kalender pribadi. Menyusun kalender pribadi sebisa mungkin ditargetkan maju, jangan dipaskan dengan keinginan sebenarnya. Misalnya kita mau mulai penelitian tanggal 12 Desember, maka dikalender pribadi dapat ditulis memulai penelitian pada 25 Nopember. Dengan begitu, kita dapat mengantisipasi waktu mundurnya tanpa melebihi target yaitu 12 desember.2. Hindari sifat malas dan menunda pekerjaan
Faktor utama penyebab memanjangnya proses skripsi adalah malas, mager (malas gerak) dan semua yang berhubungan dengan malas. Apalagi biasanya disemester akhir sudah jarang ada kuliah dan tugasnya hanya didominasi oleh 6 SKS yaitu skripsi. Kondisi waktu yang sangat luang inilah yang menyebabkan mahasiswa tingkat akhir menjadi sering berada dikamar, hingga akhirnya molor seharian menjadi akibat dari sebab luangnya waktu. Untuk menghindari kemalesan yang hakiki, kita dapat pergi ke ruang baca untuk sekadar membaca-baca skripsi kakak tingkat, pergi ke wifi zone untuk mencari topik skripsi yang menarik, atau ke perpustakaan untuk meminjam buku penguat ide skripsi. Selanjutnya kita dapat menyusun proposal skripsi yang akan diajukan kepada dosen pembimbing.3. Hindari media sosial sepanjang hari
Dewasa ini, medsos (media sosial) menjadi polemik yang membuat candu para penggunanya. Bahkan ada istilah sehari tanpa internet, bagaikan mati saja. Seolah medsos merupakan nyawa. Siapa yang online berarti dia hidup, dan siapa yang offline berarti mati. Sangat miris jika hanya diisi sepanjang hari untuk mengepo-in status orang lain, tebar komentar kesana-kemari, upload foto agar mendapat like dan begitu seterusnya. Aktivitas ini tentu menganggu fokus kita dalam mengerjakan skripsi. Untuk itu, perlu adanya jadwal untuk memegang gadget dan jadwal kita harus fokus. Lebih baik lagi jika kita memberi waktu memegang gadget 2 jam perhari.4. Berhenti bermain game
Berdasarkan pengakuan dari mahasiswa yang kuliahnya molor atau yang telah lulus, game merupakan faktor utama memanjangnya waktu mengerjakan skripsi. Gamers seperti terpacu untuk menuju ke level-level selanjutnya hingga sebagian besar waktunya terkuras untuk menuruti ambisi naik level games. Bahkan gamers sering lupa makan, susah tidur apalagi memegang tugas skripsi. Alhasil, skripsi terbengkelai dan waktunya menjadi terulur. Games dapat saja dilakukan, asalkan untuk mengusir jenuh barang 15 menit saja, tapi bukan games yang sepanjang hari.5. Memperbanyak referensi
Mulai memusatkan ide adalah awal yang cukup bagus dalam memulai suatu penelitian. Kita dapat mencari isu-isu menarik untuk dijadikan bahan penelitian yang disesuaikan dengan bidang yang menjadi minat kita. Selanjutnya kita dapat memperkaya referensi ke ruang baca dan juga perpustakaan kampus. Dari referensi tersebut kita juga dapat melihat cara penulisan skripsi, sumber yang digunakan serta metode penelitian yang digunakan.6. Membentuk grup skripsi
Membentuk kelompok juga merupakan hal yang penting. Kelompok ini dapat dibentuk untuk saling membantu satu sama lain, saling mengingatkan jika yang lain lalai, saling menyemangati jika yang lain mulai patah dan saling bekerjasama menuju hari wisuda. Grup ini berisi kumpulan beberapa teman yang memiliki visi, misi, nasib dan tekad yang sama.7. Diskusi dengan dosen pembimbing
Hubungan yang baik dan komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing sangat penting untuk menunjang keberlangsungan pengerjaan skripsi. Dengan adanya korelasi yang baik, maka kenyamanan akan terbentuk dan kita dapat menceritakan keluh kesah kepada dosen pembimbing skripsi. Terlebih lagi dosen pembimbing selalu mempunyai solusi untuk keluhan kita. Jangan patah semangat ketika dosen susah ditemui, kita juga harus memahami kalau kesibukan dosen bukan hanya tentang kita. So, harus menambah jam terbang kita.8. Hindari stress berlebihan
Stress dalam pengerjaan skripsi sudah menjadi hal yang biasa. Alumnus bilang “rasakan nangis-nangisnya skripsi”, mungkin saja itu akan terjadi. Tapi jangan sampai stress yang berlebihan. Terlebih lagi merasa bahwa yang paling sulit adalah posisi kita. Jangan begitu, semua merasakan beban ini kok, bukan kamu saja. Jadi, life must goes on.9. Mencari tempat indekos yang nyaman
Bagi kalian yang kuliah di universitas jauh dari rumah dan memakai fasilitas indekos, pilihah indekos yang nyaman. Nyaman tersebut dari kategori tempatnya, suasananya dan orang-orang didalamnya. Cari tempat kos yang didalamnya kamu dapat fokus mengerjakan skripsi, yang penghuninya tidak banyak cingcong (banyak bicara), dan suasananya tidak berisik.10. Berdoa dan meminta doa orangtua
Usaha tanpa doa adalah hal yang sombong. Doa adalah mantra ajaib dalam mendukung terlaksananya usaha kita. Selain berdoa lewat lisan sendiri, adakalanya kita harus selalu meminta doa kepada orantua. Sempatkan untuk pulang, katakan kepadanya bahwa kita akan bertempur melawan tugas akhir yang cukup berat, lalu meminta doalah kepada orangtua.Nah, selamat mencoba 10 Tips dan Trik Sukses dalam Menempuh Skripsi . Masa depan telah menanti. -
Inilah Nasihat Bijak dari Ibu Kartini Untuk Perempuan
Inilah Nasihat Bijak dari Ibu Kartini Untuk Perempuan – Pendidikan dan Kartini mempunyai korelasi yang kuat karena Kartini awalnya memperjuangkan apa yang namanya hak perempuan untuk memperoleh pendidikan sebagaimana halnya kaum pria. Pahlawan emansipasi wanita Indonesia ini memang harum namanya. Sampai hari ini kita masih mengingat betul inspirasi dan jasa-jasanya terhadap kebangkitan hak wanita untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan kaum pria. Meski makna emansipasi sering kali dimaknai kebablasan menjadi ingin setara bahkan melebihi kaum pria. Padahal sesungguhnya wanita dan pria diciptakan untuk saling melengkapi bukan untuk saling bersaing atau menggantikan. Hak memperoleh pendidikan sama dengan pria bukanlah berarti mengingkari kodrat sebagai seorang wanita. Bukan untuk menggantikan pria tetapi wanita dan pria adalah setara tetapi untuk saling melengkapi bukan berkompetisi.Dari Kartini untuk kaum perempuan
Saat ini banyak bentuk tuntutan dan pembiasaan sikap atau cara berpikir yang disuarakan sebagian kaum wanita yang mengatasnamakan pembela emansipasi, yang justru kebablasan dan sejatinya malah merendahkan kedudukan wanita itu sendiri. Mereka berteriak bahwa wanita bebas berpakaian ketat, rok mini atau tampak paha dan dada. Mereka mengatakan itu hak wanita dan bersembunyi di balik dalih seni. Atau pula mereka menyatakan wanita bebas keluar malam, nongkrong di diskotik, merokok dan minum-minum layaknya pria. Atau mereka mengiyakan dan memaklumi wanita-wanita yang meninggalkan kodratnya sebagai seorang ibu demi mengejar gaji dan prestise.Sesungguhnya, Kartini tidak menginginkan wanita keluar rumah dan menelantarkan buah hatinya. Kartini tidak menginginkan wanita membanting tulang mandi keringat untuk menggantikan suami mencari nafkah. Kartini tidak pula menginginkan wanita menganggap pria sebagai ancaman dan makhluk yang harus ditandingi atau ditaklukkan. Yang beliau inginkan adalah wanita berhak sekolah dan belajar untuk menjadi istri yang baik, ibu yang baik dan tiang negara yang utama.Sebagai perempuan yang berasal dari kalangan kaum ningrat, Kartini bersyukur bisa memperoleh pendidikan sehingga ia bisa menjalin korespondensi dengan sahabat-sahabat Belandanya. Meski tubuhnya berada di dalam tembok keputren, tetapi jiwanya melanglang buana karena pendidikan yang diperolehnya menjadikan ia mampu berkelana dalam perjalanan pemikiran yang tanpa batas. Menuangkan ide-ide, keinginan untuk memperjuangkan hak perempuan agar memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan seperti kaum pria, berpikir kritis, sekaligus upaya mencari solusi atas semua kegelisahan jiwanya.Sebenarnya Kartini tak sendiri, kita mengenal Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, dan banyak lagi tokoh-tokoh wanita di masa lalu yang concern terhadap pendidikan, khususnya untuk kaum wanita. Mereka sudah berpikir maju, jauh melampaui cara berpikir perempuan pada zamannya. Mereka berjuang melawan tradisi yang sudah berurat akar. Menentang apa yang dianggap tabu, tentang hak wanita untuk pintar menulis, membaca dan berketerampilan lainnya, yang bukan hanya berkutat antara sumur, kasur dan dapur. Bukan untuk dirinya sendiri saja, tetapi untuk seluruh kaum perempuan, saat itu hingga sekarang.Pendidikan dan kaum perempuan masa kini
Kini, apa yang mereka perjuangkan sudah dinikmati oleh sebagian dari kaum wanita. Perempuan Indonesia bebas bersekolah ke mana saja yang mereka suka. Sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Bebas berkarya, menyuarakan pendapat, memiliki pekerjaan dan karir seperti halnya pria.Meskipun begitu, di era digital yang (seharusnya) sudah serba mapan, kita tetap masih mendengar pendidikan yang telah lama dicita-citakan Kartini untuk kaum perempuan masih juga belum bisa dinikmati semua perempuan. Banyak Kartini-Kartini di Indonesia, mulai dari pahlawan devisa Indonesia hingga para petani dan nelayan, masih memperjuangkan kebutuhan dasar mereka: sandang, pangan, dan papan.Pendidikan untuk perempuan hingga kejuruan seperti yang dicita-citakan RA Kartini belum bisa sepenuhnya dilaksanakan hingga pelosok negeri. Para perempuan negeri ini masih saja terjebak kemiskinan struktural yang dicirikan dengan pendidikan rendah dan miskin. Maka, suara Kartini seabad lebih yang lalu, ternyata masih relevan hingga kini untuk mengingatkan para penguasa untuk lebih memperhatikan pendidikan bagi kaum perempuan. -
Apa Itu Bioentrepreneurship?Berperankan Untuk Masa Depan?
Apa Itu Bioentrepreneurship?Berperankan Untuk Masa Depan? – Pengenalan dunia enterpreuner (bisnis) kepada generasi penerus merupakan salah satu cara untuk membentuk mentalnya dimasa depan. Pendidikan ini bisa dimulai dari dalam rumah dan sangat dianjurkan untuk setiap orang tua. Pendidikan enterpreuner bukan untuk membebani atau memperkerjakan anak kita, namun membentuk keterampilan dan kemandirian anak sejak dini. Wirasusahawan muda menjadi salah satu pencapain yang diinginkan setiap insan manusia.Moral Value yang bisa didapatkan sangatlah banyak yaitu bagaimana anak belajar untuk menghargai hasil pendapatan sendiri dan tidak menggunakan uang jajan sekehendak hati, kebiasaan boros bisa diatasi dengan melatih sejak dini, namun tidak terlalu menjadikan anak perhitungan atau pelit dalam mengelola uang hanya untuk memberikan mindset yang baik dalam pengelolaan uang. Selain itu yaitu mengajarkan anak untuk berbagi kepada sesama dan tidak meremehkan pekerjaan orang lain karena setiap pekerjaan ada energi yang dikeluarkan. Membentuk karakter yang tidak mudah menyerah dan tidak manja. Membentuk karakter anak supaya tidak malu untuk berkreasi dan berinovasi sehingga bisa bersaing di pasaran internasional.Prediksi bisnis yang ada dimasa depan yaitu bisnis yang berkualitas, ramah lingkungan, sehat dan berstandar. Bisnis ini dikenal dengan istilah Sustainable Business. Mislanya bisnis dalam kuliner. Bisnis kuliner masa depan tidak hanya memikirkan masalah taste atau cita rasa yang enak, namun juga akan mempertimbangkan khasiat dari produksnya. Jika kita amati saat ini banyak sekali kuliner yang mendunia karena memiliki standar atau baku mutu yang baik. Misalanya makanan cepat saji (junk food). Semua pengerjaan diperusahaan itu telah terstandar dengan teknologi canggih sehingga dimanapun kita makan dengan satu merek yang sama makan akan sama rasa, aroma dan bentuknya. Namun sayangnya kebanyakan junk food hanya mementingkan cita rasa namun tidak untuk health. Masyarakat global saat ini cenderung memilih makanan junk food (makanan cepat saji) dengan rasa yang enak saja namun kurang melihat dalam hal kesehatan.Sebagai salah satu warga negara Indonesia dengan kekayaan laut, pertanian, peternakan, pegunungan, pertambangan, perhutanan dan sumberdaya alam yang lain kita harus melihat peluang itu. Hal-hal biasa yang kita temukan setiap hari bisa jadi hal yang luar biasa ketika sudah terstandar dan ada baku mutunya. Kita bisa memulai dengan berwirausaha hal-hal yang dapat menyehatkan namun telah terstandarisasi dengan teknologi sehingga semua akan manjadi bermutu. Banyak sekali referensi olahan makanan yang bisa kita angkat nilainya misalnya makanan tradisonal dari daerah masing-masing. Berilah semangat secara moral dan material kepada generasi penerus kita saat berenterpreunership dalam sekala besar atau kecil. -
Apakah Penting Belajar Muatan Lokal bagi Siswa?
Apakah Penting Belajar Muatan Lokal bagi Siswa? – Sejenak kita tahu bahwa jika di sekolah terdiri dari banyak mata pelajaran tentunya yang paling dominan yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dll. Bisa dikatakan kedua mata pelajaran tersebut dapat kita jumpai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun demikian, selain mata pelajaran itu ada salah satu mata pelajaran yang unik yaitu Muatan Lokal. Muatan Lokal biasanya dimasukan ke dalam kurikulum namun hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).Penulis sendiri pernah mendapatkan mata pelajaran muatan lokal saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), dimana saat itu materinya hanya membuat telor asin saja karena penulis sendiri berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Seperti yang kita ketahui bahwa Kabupaten Brebes merupakan sentra telor asin di Indonesia. Selain disebut sebagai Kota Bawang Merah, Brebes juga dikenal sebagai Kota Telur Asin. Hal ini dilakukan bertujuan agar para siswa tahu bahwa tentang seuatu yang ada di daerahnya dan menjadi ciri khas daerah tersebut tentunya para siswa bisa melestarikannya.Mata pelajaran Muatan Lokal memang terkadang tidak terlalu diutamakan tidak seperti Matematika, terbukti penulis juga saat duduk di bangku sekolah dasar hanya mendapat jatah 1jam pelajaran saja dalam seminggu. Padahal jika kita telaah secara cermat banyak sekali manfaat untuk para siswanya sendiri terutama pengenalan daerahnya masing-masing. Bisa dikatakan bahwa Muatan Lokal merupakan Pelajaran Wawasan Kebangsaan dalam lingkup sederhana karena hanya meliputi daerah tertentu. Jika ada adagium “Kenali Dirimu Sebelum Mengenal Orang Lain”, maka disitulah peran dari mata pelajaran Muatan Lokal.Muatan Lokal sangatlah penting bagi para siswa, tentunya dapat memberikan gambaran tentang daerahnya masing-masing. Hal ini sebagai bekal di masa mendatang jika mereka sudah tidak berdomisili di daerah kelahirannya. Mengapa demikian? Karena mereka dapat mengenalkan dan menceritakan tentang daerahnya sendiri, apalagi jika daerah tersebut memiliki potensi wisata yang cukup baik tentunya akan menarik minat tersendiri bagi teman dekatnya untuk berkunjung ke daerahnya bahkan jika berteman akrab dengan para investor tentunya dapat memaksimalkan potensi yang ada di daerahnya.Selain itu, siswa dipacu untuk melestarikan budaya dan kebiasaan-kebiasaan setempat. Setiap daerah di Indonesia memiliki kebiasaan dan adat-istiadat yang berbeda-beda baik dalam kesenian, makanan, gaya hidup, bahasa, logat berbicara, dll. Bahkan satu kabupaten pun sangat beragam, maka disinilah peran dari muatan lokal tersebut. Seperti contoh di Kabupaten Brebes sendiri ada dari 17 Kecamatan yang ada masing-masing memiliki kerajinan tangan tersendiri misalnya Kecamatan Bantarkawung pengahsil Rinjing, Kecamatan Bumiayu penghasil Rebana, Kecamatan Salem penghasil Batik, dsb. Disinilah salah satu pentingnya muatan lokal, dengan adanya muatan lokal siswa dipacu harus mengetahui segala yang ada disekitar daerahnya. Misalnya saja kerajinan dari masing-masing kecamatan di Brebes sebagaimana yang telah disebutkan diatas, setidaknya para siswa di kecamatan tersebut tahu mengenai tata cara pembuatan, bahan-bahan pembuatannya, jika mereka mampu membuat kerajinan tersebut itu tentunya sangat baik karena ada generasi yang melanjutkannya.Tidak hanya mengenai kerajinan tangan saja, dalam mata pelajaran muatan lokal diharuskan memuat beberapa aspek mulai dari sejarah daerah masing-masing, kebiasaan masyarakat setempat, makanan khas, dll. Untuk implementasinya cukup sederhana, misalnya saja dibangku Sekolah Dasar (SD), tentunya hanya diberikan pengenalan mengenai desa baik cerita asal usul desa ataupun lainnya, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) megenai Kecamatan maupun Kabupatennya, segala apa yang ada di Kecamatan maupun Kabupaten bisa dijelaskan di (SMP) karena mayoritas muatan lokal hanya ada sampai jenjang Sekolah Menengah Pertama.Wawasan Kebangsaan memanglah sangat penting tentunya setiap warga negara selalu diberikan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan agar mereka tetap mencintai dan melestarikan segala yang ada pada bangsanya sendiri. Tentunya muatan lokal merupakan bentuk implementasi dari wawasan kebangsaan secara sederhana karena hanya mencakup daerah tertentu saja di Indonesia. Meskipun banyak orang belum menyadarinya bahwa muatan lokal memiliki peranan penting, setidaknya pengenalan kedaerahan haruslah selalu dilakukan agar setiap orang tahu identitas daerahnya sendiri.



















