Category: Pendidikan
-
Metode Pendidikan Qur’ani : 4 Pilihan Teknik Menghafal Alquran
Metode Pendidikan Qur’ani : 4 Pilihan Teknik Menghafal Alquran – Dewasa ini, orang lebih tertarik dengan sebuah pendidikan yang berbasis Qur’ani. Para orangtua berbondong-bondong memasukkan anaknya ke sebuah pesantren yang di dalamnya terdapat sebuah program al-Qur’an. Program tersebut berupa Menghafal al-Qur’an, Tahsin al-Qur’an, Membaca al-Qur’an dan lain-lain yang berkaitan dengan al-Qur’an.Menghafal al-Qur’an merupakan salah satu program yang banyak digemari oleh kalangan masyarakat masa kini khususnya para orangtua. Alasan umum, orangtua memasukkan anaknya ke pondok pesantren adalah adanya sebuah kekhawatiran akan masa depan anaknya dengan segala bentuk perkembangan yang terjadi pada masa modern ini.Di samping itu, menurut pemaparan seorang ibu bahwa orangtua berusaha memasukkan anaknya ke sebuah pondok yang di dalamnya ada program menghafal al-Qur’an adalah mereka yakin ketika anaknya menghafal al-Qur’an, maka mereka mendapatkan sebuah kebahagiaan untuk keluarganya dan menginginkan anak yang hafal al-Qur’an.Proses menghafal al-Qur’an pun tidak lepas dari beberapa metode yang ditawarkan dan tidak dipungkiri bahwa metode merupakan salah satu hal yang dapat membantu seseorang untuk menghafal al-Qur’an. Uniknya, setiap orang mempunyai metode tersendiri yang membantunya untuk menghafal al-Qur’an.Metode ini digunakan untuk para penghafal al-Qur’an pada zaman dahulu. Namun hingga sekarang pun metode ini masih digunakan di beberapa negara salah satunya negara Maroko. Di Maroko, santri-santri penghafal al-Qur’an haus menuliskan semua ayat al-Qur’an yang akan dihafalnya.Ayat-ayat tersebut ditulis di atas papan, setelah itu ayat yang ditulis tersebut diteliti oleh sang guru dan dicek. Apabila terdapat kesalahan, kesalahan tersebut kemudian dibenarkan. Ayat-ayat yang sudah dibenarkan tersebut kemudian dibaca oleh santri secara berulang-ulang dengan badan yang dihadapkan ke papan sampai hafal. Tahap akhirnya kemudian dianjurkan dengan membaca ayat-ayat yang telah dihafal tersebut ke depan guru tanpa melihat tulisan.Metode ini dianggap istimewa, karena melatih santri untuk teliti dan menambah tingkat ketelitian, kesabaran dan kefokusan santri.Metode ini kerap dipakai oleh orang-orang yang mempunyai kekurangan dalam hal penglihatan atau anak kecil yang belum lancar membaca al-Qur’an. Metode ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, bisa langsung mendengarkan dari guru atau kaset.sima’i atrinya mendengar. Yang dimaksud metode ini ialah mendengarkan suatu bacaan al-Qur’an untuk dihafalkannya.Metode ini sangat efektif bagi para penghafal yang memilliki daya ingat ekstra, terutama bagi para penghafal tunanetra atau anak-anak yang masih dibawah umur yang belum mengenal bacaan dan tulisan al-Qur’an.Metode ini membutuhkan kesabaran dan sangat melelahkan serta menguras energi. Tetapi meskipun begitu, metode ini jika dilakukan secara benar akan menghasilkan hafalan yang sangat mantap.Metode berantai (tawalsul) yaitu menghafal satu halaman al-Qur’an dengan cara menghafal satu ayat sampai hafal dengan lancar, kemudian pindah ke ayat kedua sampai benar-benar lancar, setelah itu, menggabungkan ayat 1 dan ayat 2 tanpa melihat mushaf. Jangan berpindah ke ayat selanjutnya kecuali ayat sebelumnya lancar, begitu juga seterusnya ayat ketiga sampai satu halaman, kemudian gabungkan dari ayat pertama sampai terakhir.Metode jam’i yaitu menghafal satu halaman al-Qur’an dengan cara satu ayat sampai lancar, kemudian berpindah ke ayat kedua, setelah ayat kedua lancar berpindah ke ayat ketiga, begitu juga seterusnya sampai satu halaman. Kemudian setelah dapat menghafal satu halaman, menggabungkan hafalan dari ayat pertama sampai terakhir tanpa melihat mushaf.Metode-metode yang dipaparkan merupakan sebagain kecil dari metode menghafal al-Qur’an. setiap orang dapat menggunakan metode apapun yang sesuai dengan keinginannya dan kenyamannya. Karena menghafal al-Qur’an dapat dilakukan ketika seseorang merasa menikmati dengan metode yang digunakannya dan ia pun tidak merasa terbebani.Semoga bermanfaat! -
5 Rahasia Filosopi Layang-layang Dalam Pendidikan
5 Rahasia Tersembunyi Filosopi Layang-layang – Layang-layang dalah suatu permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak ketika musim panen tiba. Namun sekarang ini tidak hanya anak-anak yang memainkan layang-layang tetapi orang dewasapun juga memainkan layang-layang. Layang-layang pada zaman dulu hanya dimainkan oleh anak-anak di desa, namun seiring berkembangnya zaman layang-layang kini menjadi suatu ajang perlombaan yang dapat diperhitungkan. Namun tahukah rahasia dibalik sebuah layang-layang tersebut ?.Layang-layang yang memiliki bentuk sederhana sampai yang rumit sekalipun memiliki makna besar yang dibawanya. Layang-layang tidak hanya sekedar sebuah permainan untuk hiburan namun juga sebagai media dalam pembelajaran. Layang-layang sebagai media pembelajaran memiliki arti yang penting sebagai penyampai pesan dari seorang guru pada peserta didiknya. Siapa yang menyangka bila dengan sebuah layang-layang mampu membantu peserta didik dalam memahami banyak mata pelajaran seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, seni, IPS, PKn, IPA dan Olahraga. Tanpa disadari melalui sebuah permainan kecil banyak hal yang mampu dipelajari. Berikut uraian layang-layang sebagai media pembelajaran:1. Layang-layang dalam pembelajaran matematika membantu peserta didik dalam belajar mengukur panjang, karena layang-layang tidak akan bisa terbang dengan sempurna bila tidak seimbang antara kerangka sisi kiri dan kanannya. Peserta didik harus mengukur terlebih dahulu panjang kerangka layang-layang antara sebelah kiri dan kanannya telah seimbang ataukah belum agar layang-layang mampu terbang dengan baik. Memperkenalkan pada peserta didik bahwa layang-layang adalah salah satu contoh dari bangun datar.2 Layang-layang sebagai media dalam pembelajaran bahasa Indonesia, peserta didik mendeskripsikan bagaimana cara membuat layang-layang mulai dari bahan apa saja yang digunakan sampai proses pembuatannya sehingga jadilah layang-layang. Selain mendiskripsikan, peserta didik dapat belajar puisi melalui layang-layang. Sedangkan pembelajaran bahasa Inggris peserta didik dapat belajar mengeai bahasa inggrisnya layang-layang, menyebutkan bahan-bahan untuk membuat layang-layang dalam bahasa inggris dan juga dapat berpuisi dengan bahasa Inggris.3. Layang-layang adalah sebuah seni, di mana dalam pembuatan layang-layang memerlukan kreatifitas seorang pembuatnya. Selain menghasilkan suatu karya yang indah membuat layang-layang juga mengasah kreatifitas dan daya imajinasi peserta didik. Semakin tinggi daya imajinasi peserta didik maka kreatifitasnya juga tinggi dan menghasilkan suatu karya yang indah. Layang-layang juga dapat dijadikan sebagai sebuah lagu, yang telah kita ketahui tentang lagu yang berjudul “Layang-Layang”.4. Media pembelajaran IPS dan Pkn, melalui bungkus layang-layang dapat digambar berbagai bentuk misalnya gambar pulau, gambar lambang koperasi atau lambang negari kita. Melalui gambar-gambar tersebut peserta didik didik secara tidak langsung akan belajar banyak hal, tidak hanya pelajaran IPS namun juga Pkn. Selain itu, dengan mengunjungi museum layang-layang peserta didik akan belajar banyak mengenai berbagai macam bentuk layang-layang dari berbagai daerah, sejarah layang-layang, dan beraneka ciri khas dari masing-masing layang-layang.5. LLayang-layang media pembelajaran untuk IPA dan Olahraga, dengan bermain layang-layang akan menggerakkan semua anggota tubuh. Sebagai contoh pada saat menarik layang-layang maka kekuatan tangan dan kaki sangat diperlukan. Melalui kegiatan tersebut peserta didik dapat belajar mengenai fungsi otot dan gerak. Ketika badan berkeringat dalam mengejar layang-layang otomatis akan berlari yang dapat dikategorikan dalam kegiatan olahraga.Layang-layang adalah sebuah permainan zaman dulu yang semakin hari semakin berkembang. Tanpa disadari bahwa layang-layang memiliki kedudukan yang penting dalam pembelajaran yaitu sebagai media dalam proses pembelajaran. Sesuatu hal yang kecil dan sepele bukan berarti tidak memiliki makna, namun bisa jadi sesuatu yang kecil adalah permata yang tenggelam. -
Ini Alasannya Dunia Pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara
Ini Alasannya Dunia Pendidikan harus minta maaf pada K.H. Dewantara – Kita semua atau mungkin sebagian sepakat dengan kalimat ini “Peradaban dapat dijemput melalui pendidikan”. Karena kita sadar bahwa pendidikan adalah wadah yang didalamnya manusia dimanusiakan. Berkaca pada kalimat terakhir di kalimat sebelumnya yaitu “ Memanusiakan manusia” maka akan timbul beberapa pertanyaan, seperti kenapa memanusiakan manusia? Apakah manusia belum manusia sejak ia dilahirkan? Jawabannya sederhana, silahkan bertanya pada hakikat pendidikan.Loh kenapa kepada pendidikan? Apakah pendidikan memiliki jawaban terhadap pertanyaan itu. Jawabanya Iya, karena kita meyakini bahwa pendidikan adalah gerbang yang mengantarkan manusia kepada sesutau yang kita sebut dengan“ manusia”. Jika kita melihat definisi pendidikan secara etimologi yang berasal dari bahasa Latin yaitu ducare memiliki arti menuntun, mengarahkan, atau memimpin, dan awalan huruf e memilki arti keluar, nah jika digabungkan maka berarti menuntun keluar. Sederhananya pendidikan berarti sesuatu yang menuntun manusia untuk keluar dari sesuatu menuju sesuatu, misal dari sesuatu yang tidak diketahui menjadi tahu, dan lain-lain. Baik, secara ringkas mungkin kita tahu apa itu pendidikan melalui etimologi pendidikan.Namun pertanyaan yang timbul selanjutnya ialah, apa kaitannya dengan “memanusiakan manusia”. Kita bisa kembali pada tujuan pendidikan itu sendiri yang termaktub pada UU No 20 Tahun 2003 pada pasal 3 bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia , sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun apakah pendidikan dinegeri ini sudah sampai pada tahap diatas?. Kita sedang berjuang menuju tujuan itu, dengan segenap yang dimilki oleh bangsa ini. Berjuang diatas gentingnya kepentingan pemerintah yang mengaburkan tujuan tersebut.Sedikit sensitif mungkin jika dikaitkan dengan kepentingan pemerintah, dan apa kaitannya dengan itu semua. Ketika kita mengamati kondisi pendidikan dengan rasional, maka akan kita temukan kondisi pendidikan yang seakan terseret-seret tanpa identias diatas pergantian periodisasi pemerintahan. Perubahan sistem, kurikulum, teknis, konsep maupun dasar kerap terjadi beriringan dengan pergantian periodesasi pemerintah dinegeri ini. Lalu kemana identitas pendikan yang sebenarnya, pendidikan yang harusnya mampu berdiri tegak diatas gelombang kepenntingan, berdiri tegak tanpa harus tergadaikan identitasnya, pendidikan yang mandiri dan mampu berjalan diatas rel kemanusian. lupakan sejarah yang terus berjalan dinegeri ini, mari kita lebih dalam meyelami eksekusi dunia pendidikan kita.Sudahkah pendidikan kita memasuki lorong hak anak bangsa?, apakah pendidikan kita sudah berdasarkan potensi (kodrat) anak bangsa ini? [ K.H. Dewantara : “anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kondratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu”] atau hanya memaksakan kehendak dengan dalih anak-anak akan sukses jika dibekali dengan multi disiplin ilmu. Jika kita lihat kata-kata yang disampaikan oleh bapak pendidik bahwa tugas pendidik adalah merawat bukan memaksa/mencekokin semua materi ilmu yang tidak berdasar pada kodrat anak itu sendiri.Tapi apakah tulisan ini akan sampai dan diterima oleh praktisi pendidikan Negeri ini?, tidak peduli diterima atau tidak. Terpenting adalah, kita para pemuda aktivis pendidikan yang tahu peliknya pendidikan negeri ini. Jadi, mari bergerak diatas komando K.H. Dewantara -
Begini Tips Menjadi Mahasiswa Harapan Bangsa
Mahasiswa adalah jenjang tertinggi dalam dunia pendidikan. Ia dituntut menjadi orang yang serba bisa. Mahasiswa lebih dikenal dengan istilah agent of change, kenapa? Karena jiwa mahasiswa adalah jiwa yang masih muda, jiwa yang masih berapi-api untuk mengeluarkan pendapat dan jiwa yang fresh dalam menganalisis berbagai argumen yang berseliweran di dunia masa kini. Tidak heran jika banyak mahasiswa yang melakukan aksi demo sebagai bentuk pengekspresian hasratnya akan suatu hal.
Meskipun mahasiswa yang turun melakukan aksi mempunyai kepentingan yang berbeda. Namun mereka melakukan aksi sebagai bentuk protes ketidaknyamanan akan suatu sistem.Apakah sebagai mahasiswa bagus untuk melakukan aksi demo tersebut? sebagian orang akan menyebutnya bagus karena mahasiswa adalah penyambung lidah antara rakyat dan pemerintah. Akan tetapi ada cara hal mudah yang dapat dilakukan namun tidak sedikit mahasiswa sulit untuk melakukannya.
Cara tersebut adalah dengan menulis. Mahasiswa sebagai pelajar yang mempunyai pemikiran yang fresh dapat mengemukakan setiap bentuk ketidak setujuan dengan masyarakat lewat tulisannya. Membuat tulisan-tulisan yang berbobot yang menyinggung setiap tindakan pemerintah bukan hanya dibaca oleh kalangan tertentu melainkan melatih diri untuk terbiasa berfikir kritis dan mencurahkannya lewat tulisan.Dalam dunia pendidikan, mahasiswa bebas mengemukakan argumennya sesuai dengan wawasan ilmu yang dia dapatkan. Sebagai mahasiswa, mereka dituntut belajar bukan hanya dalam ruang lingkup kelas melainkan mereka dituntut untuk mencari ilmu dari luar bangku kuliah. Mahasiswa adalah harapan bangsa, banyak harapan-harapan yang dilimpahkan kepada mahasiswa. Mahasiswa harus kuat dan tegas akan segala hal yang menimpa dirinya. Berusaha bersikap fokus dan teliti dalam menghadapi suatu permasalahan. Karena mahasiswa adalah penerus bangsa untuk kemakmuran negara. -
Fakta Menarik Cewek Elektro SMKN 3 Kendal
Fakta Menarik Cewek Elektro SMKN 3 Kendal – Jika mendengar kata Elektro,hal yang pasti terbayang adalah alat-alat elektronik,Teknisi, lampu dan hal-hal lain yang berhubungan dengan listrik.Tapi sebenarnya apa itu Teknik Elektro?Pada dasarnya, Teknik Elektro adalah Ilmu Teknik yang mempelajari tentang dunia kelistrikan yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Ahli di bidang Elektronika disebut dengan Electrical engineer.Ilmu Teknik Elektro sendiri dibagi menjadi dua:1. Arus kuat : Ilmu yang mempelajari tentang tenaga listrik bertenaga tinggi.2. Arus lemah : Ilmu yang mempelajari tentang tenaga listrik bertegangan rendah.Jika dikaitkan dengan jurusan di sekolah atau perguruan tinggi, maka Elektro adalah jurusan yang kebanyakan peminat nya adalah kaum laki-laki.Tapi siapa sangka perempuan juga bisa mahir Elektro.Di SMKN 3 Kendal, salah satu SMK jurusan teknik favorit di Kendal yang salah satu jurusan nya adalah Teknik Elektronika Industri, peminat nya bukan hanya dari kaum laki-laki, melainkan juga kaum perempuan.Hebat bukan ? walaupun siswa perempuan nya masih tergolong sedikit, tapi ini justru membuka kesempatan kerja yang cukup luas bagi mereka.Serunya belajar Teknik Elektronika di SMKN 3 KendalDunia Elektronika sebenarnya sangat seru dan menarik,tidak serumit kelihatan nya jika kita bersungguh sungguh dalam mempelajari nya.Bagaimana tidak? hampir semua alat yang kita gunakan sehari-hari adalah berupa mesin atau robot yang tidak akan lepas dari kelistrikan.Tidak dapat dipungkiri,bahwa penggunaan mesin atau robot sebagai pengganti pekerjaan manusia terlihat lebih efektif dan efisien.Hal ini tentu akan jadi lebih menyenangkan jika kita bisa menciptakan mesin-mesin dan robot-robot itu sendiri tanpa harus membeli dengan harga yang mungkin 2x lebih mahal ketimbang membuat sendiri.Di SMKN 3 Kendal, siswa jurusan Teknik Elektronika Industri dituntut untuk bisa berkreasi dalam membuat sebuah alat elektronik.Mulai dari perencanaan sampai perancangan nya.Dan secara tidak langsung, siswa juga dituntut untuk bisa menghafal komponen-komponen Elektronika yang dibutuhkan.Seru bukan?Apalagi jika praktek membuat robot,maka kita bisa berkreasi sebebas mungkin dalam perancangan model robot nya.Kita bisa membuat robot berkaki, robot beroda, flying robot, underwater robot, robot Humanoid,dll.Kita bisa mengontrol nya secara manual menggunakan saklar atau remote control,bisa juga lewat program contohnya Arduino.Bekal ilmu Elektronika ini sangat bermanfaat saat nanti lulus dari SMK.Bagi para penghobi Elektronika sekaligus berjiwa wirausaha maka tidak ada salahnya jika kita memanfaatkan lampu-lampu LED untuk merancang nya menjadi lampu hias berbagai design lalu menjualnya.Untuk tingkata lebih tinggi,kita bisa merancang sebuah aplikasi sensor, aplikasi aktuator dan aplikasi PLC untuk meraup keuntungan yang lebih besar.Bagaimana ? masih menganggap belajar Teknik Elektronika itu sulit? yang ada belajar Teknik Elektronika itu sangat seru.Baik untuk laki-laki maupun perempuan,semua bisa jadi Teknisi.Sekian dan terima kasih. -
Gagasan Pendidikan Cocok Untuk Indonesia TERBARU
Gagasan Pendidikan Cocok Untuk Indonesia TERBARU – Sejarah mengatakan kalau Pendidikan di Indonesia ialah Pendidikan yang kebanyakan dibawa oleh para penjajah yang membawa sekat antara rakyat atas dan bawah. Dilihat dari segi kenyataan di lapangan Indonesia belum mampu menciptakan Pendidikan yang sesuai dengan negara-negara maju ataupun undang-undang dasar 1945. Dikarenakan Pendidikan sekarang sudah jauh dari nilai-nilai kepribadian Pancasila. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan bagaimana Pendidikan yang seharusnya diterapkan di Indonesia saat ini? Ada dua hal yang dibahas dalam artikel ini, yaitu: Pendidikan pesantren dan Pendidikan militer.Pertama, Pendidikan pesantren menurut Mastuhu adalah lembaga pendidikan tradisional Islam yang mempelajari, memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Keberadaan pondok pesantren ditengah-tengah masyarakat mempunyai peran dan fungsi sebagai tempat pengenalan dan pemahaman agama Islam sekaligus sebagai pusat penyebaran agama Islam.Pondok pesantren pada bentuk aslinya menggunakan sistem pendidikan non klasikal, dimana dalam penyampaian pelajaran menggunakan dua sistem pengajaran, yaitu sistem sorogan, yang sering disebut sistem individual, dan sistem bandongan atau wetonan yang sering disebut kolektif. Sistem Pendidikan ini membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan yang sangat kokoh. Agar, tidak melarikan diri ketika sudah di tengah-tengah pelajaran maupun ujian berikutnya.Kedua, Pendidikan yang berdasarkan keprajuritan merupakan dasar pendidikan untuk membentuk pola pikir, sikap, dan pola tindak sebagai seorang prajurit yang selalu di garis terdepan dalam membela bangsa. Pendidikan militer dikenal dengan pelatihan fisik yang keras dan berdisiplin tinggi, namum pembinaan fisik ini tidak identik dengan kekerasan. Pendidikan yang membawa diri agar bisa berjiwa korsa dimanapun berada serta menjadi prajurit yang gagah perkasa dalam segi fisik.Kedua Pendidikan ini sebenarnya saling mengisi. Dikarenakan Indonesia membutuhkan orang-orang yang berjiwa religius dengan fisik ala kadar militer. Fisik tanpa ruhiyah yang kuat akan terbuang percuma. Begitupula dengan nilai religious tinggi juga akan percuma tanpa didasari dengan fisik yang kuat. Karena orang yang kuat lebih dicintai oleh Allah. Menjadikan diriuntuk tidak mendzalimi diri sendiri maupun orang lain serta bukan juga membatasi diri sebelum mencoba melakukannya untuk menjadi pribadi yang tangguh.Sekolah bukan hanya Pendidikan akademik semata yang hanya menggunakan nilai ijazah sebagai kebanggaan tetapi dimana kita menuju keharibaannya allah yang senantiasa berpendidikan dengan tidak menyimpang dari ajaran yang telah digariskan oleh Allah SWT.Pendidikan yang seharusnya ialah Pendidikan yang mampu membentuk karakter baik, aktif, dan kuat. Bukan hanya itu saja, Pendidikan yang sebenarnya ialah Pendidikan yang mendidik kita bagaimana cara kita berorganisasi, berlatih dalam kegiatan apapun yang sifatnya baik secara fisik maupun tidak, serta menjadikan Pendidikan sebagai wadah dalam berkomunitas yang menunjukkan kesaudaraan yang sangat kuat karena ukhuwah itu sudah terjalin dengan berjiwa korsa.Pendidikan bukan hanya seperti sekarang yang hanya berdiam dan bertanya semata. Melainkan Pendidikan harusnya dapat menanamkan nilai-nilai seperti kedisiplinan, beberapa pantangan yang menjadikan waktu sia-sia, serta kepribadian muslim yang harusnya diterapkan kepada siswa agar mereka belajar untuk mendapatkan pengalaman yang mengajarkan hikmah yang luar biasa.Jadi, Pendidikan yang harusnya diterapkan di Indonesia ialah Pendidikan militer yang berbasis nilai-nilai keagamaan yang diterapkan dalam perilaku sehari-hari. Anggap saja seperti Pendidikan yang diajarkan oleh Daarut Tauhid yang ada di Bandung. -
Beasiswa Mahaghora Beserta Biaya Kuliah Bagi Studi S1 da D3
Beasiswa Mahaghora Beserta Biaya Kuliah Bagi Studi S1 da D3 – Hallo sahabat Shalaazz, bagaimana kabarnya?
saya ada sedikit informasi, mengenai beasiswa untuk lulusan SMA/Sederajat.Kabar gembira bagi mereka yang memiliki niat kuat untuk melanjutkan kuliah D3 atau S1 namun terkendala keterbatasan finansial, Beasiswa Mahaghora kembali membuka pendaftaran Batch 2 untuk tahun 2018. Beasiswa ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial grup perusahaan Mahaghora yang berpusat di SurabayaBeasiswa ini menanggung biaya kuliah (pendaftaran dan uang kuliah) tetapi tidak mencakup biaya buku, praktikum,seminar, dan sebagainya. Selain biaya kuliah sampai lulus, para penerima beasiswa juga akan diberikan soft skill dan pengembangan diri sehingga setelah lulus, mereka tidak saja memiliki kompetensi akademis, namun juga karakter kuat untuk menghadapi kompetisi dunia kerja atau usaha.Ketentuan Umum:
- Khusus untuk pelajar SMA sederajat kelas 12 (akan lulus tahun 2019) atau yang telah lulus tahun 2017 dan 2018
- Dari keluarga tidak mampu (dengan surat keterangan Kelurahan dan Kartu Keluarga)
- Khusus bagi yang hendak kuliah di perguruan tinggi di Surabaya sesuai minatnya
- Pelamar boleh berasal dari seluruh Indonesia
- Memiliki prestasi akademis yang bagus dan aktif berorganisasi/sosial
Prosedur dan Batas Akhir Pendaftaran:
Pendaftaran dilakukan melalui online dengan login atau membuat akun terlebih dahulu di Laman Pendaftaran, selanjutnya ikuti saja petunjuknya dengan seksama. Pendaftaran ditutup tanggal 13 Oktober 2018.Penjelasan lebih rinci mengenai beasiswa ini bisa dibaca di situs resmi Beasiswa Mahagho
sumber : Infobeasiswa
Salam Hangat.
Dinda Eggi Shalaazz -
Nasib Guru Honorer di Indonesia, Memprihatinkan!
Banyak sekali kampus di Indonesia ini yang memfokuskan dirinya di bidang pendidikan. Namun, sayang sekali pendidik atau yang biasa disebut guru, bahkan tak mendapat pelayanan yang layak dari negara. Sebut saja guru honorer, guru yang belum sertifikasi atau masih baru mengajar. Guru honorer yang biasanya masih tergolong baru akan mendapatkan jam mengajar yang lumayan banyak. Apalagi jika mendekati kegiatan akreditasi. Guru bekerja mulai pagi sampai siang, kadang sampai sore tergantung tingkat pendidikan apa yang digelutinya.Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Seyogyanya seorang guru diberikan penghargaan yang layak atas kinerjanya. Mendidik satu orang peserta didik saja tidak mudah apalagi mendidik puluhan bahkan ratusan peserta didik. Ditambah lagi harus rela dengan honor yang tidak mencapai standart. Terkadang lebih tinggi honor OB (office boy) yang bekerja di kantor daripada seorang guru yang tugasnya mencerdaskan generasi bangsa. Di negara maju, guru sangatlah makmur dengan berbagai layanan yang disediakan negara.Di zaman yang serba canggih ini, bahkan guru terkadang masih mendapat perlakuan yang kurang beretika dari wali murid. Contohnya saja, ketika seorang murid tidak bisa mengerjakan soal atau mendapat nilai yang kurang baik maka orangtua atau wali murid dengan semena-mena menyalahkan guru. Padahal jatah pertemuan guru dengan muridnya lebih minim daripada orangtua murid itu sendiri. Sudah seharusnya negara memikirkan nasib guru terlebih guru honorer.Dimana arti, dimana makna bahwa guru adalah pahlawan negara. Jika yang terjadi malah sebaliknya. Ketika tak ada yang bisa dibanggakan dari pekerjaan menjadi guru maka yang dibutuhkan adalah nurani. Guru bukanlah pekerjaan, guru adalah ladang amal. Karena menjadi guru tidak hanya mengajar namun mendidik karakter anak, mengarahkan perilaku anak menjadi lebih baik lagi dan juga menyalurkan ilmu dengan kasih sayang tanpa adanya kekerasan.Indonesia memang masih terbilang negara berkembang, namun jika menteri pendidikan mau menengok sebentar saja, bagaimana kehidupan guru honorer maka sesaat saja makmurlah mereka. Tak hanya menteri pendidikan, namun juga orang nomor satu negeri ini. Jangan hanya berkuasa namun tak kuasa, jangan hanya menjadi namun tak terjadi. Tak terjadi apa yang pernah disosialisasikan saat belum menjadi. Lihatlah kami, kami guru honorer yang bahkan tak ada daya menuntut gaji dan sertifikasi. -
Motivasi : Setelah Tamat Sekolah, aku mau kemana?
Dari sebagian Murid di indonesia, yap. Hanya sebagian yang berpikir bahwa setelah tamat aku mau lanjut apa?Orang tua senang, jikalau anak mereka berpikir seperti itu. Kenapa? Berarti anaknya masih berpikir kedepan gimana prospek dirinya. Dari kecil, kita pengen jadi ini. Pengen jadi itu, bahkan pengen jadi yang terbaik dari semua yang kita inginkan.Apalagi anak SMA, yang sebentar lagi UN, dan tamat dari sekolahnya. Dari mereka semua mempunyai jalannya masing masing mau kemana dan harus apa?Berkeinginan dan punya tekad yang kuat adalah hal yang terbaik jika seseorang memiliki dua hal tersebut. Terlebih lagi mempunyai wawasan yang mampu mereka aplikasikan. Dalam artian, ilmunya tak cuma dipendam, tapi diberikan pada yang lainnya.Orang tua senang, jika mengetahui anaknya yang ingin melanjutkan ke sekolah yang jenjangnya lebih tinggi daripada sebelumnya.Mungkin sebagian dari mereka ada yang tak mampu dalam bidang MATERIAL.Tidak, material tak menjadi penghalang buat kamu untuk menempuh pendidikanmu, fisikmu juga tak menghalang buat kamu berkarya, dan siapapun kamu itu tak menjadi penghalang buat kamu mengejar cita cita yang kamu inginkan.Asal kita punya tekad yang besar, mempunyai semangat yang luar biasa. Insyaallah, Allah memberikan apa yang kamu butuhkan dan bukan apa yang kamu inginkan.Bicara tentang sekolah, apalagi anak SMA yang sudah mau tamat dari sekolah,pastinya punya pemikiran .”Setelah tamat ini,mau kemana aku?” Nah begitulah kalimat kecil yang mungkin sering di katakan anak SMA. Bertekad kuat demi masa depan yang cerah, atau mungkin sebagian ada yang berpikir “Setelah tamat sekolah ini, mending aku kerja. Daripada kuliah. Ngabisin uang orangtua. Kan siasia” . Bicara tentang perguruan, Nah, inilah salah satu sasaran anak SMA yang setelah tamat ingin menlajutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Mulai dari berkeinginan untuk mengejar cita-cita, dan itu kuliah. Dan terakhir bagaimana nanti rasanya menjadi Mahasiswa Baru yang baik,aktif,serta kreatif?. Nah, disini saya adalah Mahasiswa baru. Saya sudah dapatkan point, bagaimana menjadi Mahasiswa Baru yang baik. Catat pointnya!1. DISIPLINHal ini memang harus kita lakukan, apalagi buat kamu yang ingin menjadi mahasiswa terbaik dikelas.2. RAMAHNah, ini point penting dalam pergaulan. Kalo ga ramah, gimana mau dapat temen?3.RESPECT4. PERCAYA DIRIkamu harus percaya diri, yakini dirimu bahwa kamu bisa.5.DATANG TEPAT WAKTU.Jangan telat yah, waktumu bisa merubah masa depanmu. Semenit saja kamu telat, itu sudah bisa mengurangi wawasanmu. Ilmumu.Nah, itulah lima point yang mungkin berfaedah, jangan lupa share ya! “! -
Model Pembelajaran Berbasis Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Model Pembelajaran Berbasis Sentra Pendidikan Anak Usia Dini – Pendidikan anak usia dini atau yang biasa disebut dengan PAUD merupakan pendidikan dasar yang sangat penting bagi anak namun sering dikesampingkan. Keberadaan pendidikan anak usia dini memiliki kedudukan yang sangat vital dimana anak dapat mengeksplorasi minat, bakat serta kemampuan di bidang akademik maupun non-akademik. Dengan keberadaan pendidikan di tingkat ini, anak menjadi lebih terarah untuk siap diluncurkan ke pendidikan jenjang sekolah dasar. Setiap anak memiliki karakteristik dan watak masing-masing, tidak dapat begitu saja dilepaskan kedunia sekolah tanpa mengetahui dirinya seperti apa dan berpotensi dibidang apa.Keberadaan play grup, TK (Tanaman Kanak-kanak), KB (Kelompok Bermain), RA, TPA (Tempat Penitipan Anak), dan lain-lain sebagai lembaga pendidikan anak usia dini menjadi suatu hal yang tepat untuk memfokuskan anak terhadap potensi yang dimilikinya. Menjamurnya keberadaan lembaga tersebut di masyarakat diikuti oleh meningkatnya kesadaran orangtua terhadap pentingnya pendidikan usia dini untuk anak. Dalam lembaga tersebut anak dapat belajar sambil bermain, mulai belajar bernyanyi, menggerakan tangan untuk menulis dan mewarnai, hingga akhirnya anak-anak berlajar tentang berinteraksi dengan orang lain.Pembelajaran di lembaga PAUD umumnya masih menggunakan metode pembelajaran klasik. Hingga kini mulai diperkenalkan model pembelajaran berbasis sentra untuk memfokuskan anak pada minat, potensi serta kekuatannya terhadap bidang yang disukai. Model pembelajaran ini didasarkan pada kemampuan dan potensi setiap anak yang berbeda dan tidak mungkin disama-ratakan dalam satu kelas. Ada anak yang berpotensi di bidang alam, seni, agama dan lain-lain. Pembelajaran dengan mewajibkan anak untuk mengikuti suatu pelajaran yang telah ditentukan dirasa kurang efektif, karena anak yang tidak berminat akan mogok dan akhirnya menyebabkan anak tertinggal dengan temannya yang berbakat dibidang itu, sehingga akhirnya anak menjadi malas belajar. Dengan alasan yang demikian, maka para ahli melalui penelitian yang panjang mulai memperkenalkan model pembelajaran berbasis sentra.Model pembelajaran berbasis sentra merupakan pembelajaran dengan membebaskan anak memilih kelas manapun yang mereka inginkan setiap harinya. Model ini terdiri dari beberapa kelas, yaitu kelas sentra alam, sentra kreativitas (seni), sentra balok, sentra MTA, sentra bermain peran, sentra persiapan, dan juga sentra memasak. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai kelas berbasis sentra yang disediakan:1. Sentra alam
Sentra alam merupakan nuansa pembelajaran yang difokuskan pada kegiatan bermain menggunakan media yang berasal dari alam. Contohnya: menanam biji kacang hijau, mewarnai dengan menggunakan bahan alam seperti kunyit, menghitung jumlah gambar burung dan menyebutkan habitatnya, menghitung jumlah kura-kura, menyebutkan habitatnya dan lain sebagainya. Anak yang menyukai hal-hal yang berbau alam dapat memilih kelas ini dalam satu hari dan bahkan hari-hari selanjutnya.2. Sentra kreativitas (seni)
Sentra kreativitas (seni) merupakan ruang lingkup pembelajaran yang dibagi menjadi seni tari, seni musik, seni kriya atau seni pahat. Penyediaan seni ini didasarkan pada kemampuan penyelenggara pendidikan anak usia dini. Disarankan terdapat minimal dua seni yang diajarkan, yaitu seni musik dan seni kria. Seni musik meliputi bernyanyi dan memainkan marching band ataupun drum band. Sedangkan seni kriya dapat berupa menganyam, mengambar, membuat bunga dari kertas.3. Sentra balok
Sentra balok memfasilitasi anak dalam mengetahui lebih dalam mengenai bentuk, ukuran, keterkaitan bentuk, ketelitian serta kreativitas. Bermain sentra balok ini misalnya bermain lego, puzzle, dan juga menyusun sebuah bangunan.4. Sentra IMTAQ
Sentra IMTAQ difokuskan untuk mengenalkan kehidupan beragama kepada anak sesuai dengan agama yang dianutnya. Misalnya dengan mengenalkan doa-doa, etika, tata cara beribadah, atribut agama, tempat beribadah dan juga sikap saling menghormati antar agama.5. Sentra bermain peran
Sentra bermain peran dibagi kedalam dua sub kelas, yaitu sentra berman peran mikro dan sentra bermain peran makro. Sentra bermain peran mikro mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, sosial-emosional, menyambungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru yang didapatkan dengan menggunakan alat main peran berskala kecil. Alat bermain peran mikro terebut misalnya: miniature mainan, mainan mini alat kedokteran, mainan mini alat transportasi dan lain sebagainya.Sedangkan sentra bermain peran makro lebih berpusat untuk mengembangkan kemampuan mengenal lingkungan sosial, mengembangkan kemampuan bahasa serta kematangan emosi dengan menggunakan alat main yang sesuai dengan ukuran yang sebenarnya. Alat bermain peran makro tersebut misalnya: mainan untuk dokter-dokteran, mainan untuk pasar-pasaran, mainan untuk rumah-rumahan dan lain sebagainya.6. Sentra persiapan
Sentra persiapan lebih menekankan pada pengenalan awal terhadap akademik anak. Kegiatan ini meliputi pengenalan buku, alat tulis, dan lain sebagainya. Frekuensi kelas ini didominasi oleh anak yang segera masuk ke jenjang sekolah dasar. Hal itu disebabkan pada sentra ini diisi kegiatan yang diperkaya jenis permainannya.7. Sentra memasak
Sentra memasak ini diisi dengan kegiatan bagi anak untuk mengenal bahan makanan dan proses pembuatan makanan yang menyenagkan. Disentra memasak anak belajar konsep matematika, sains, alam dan sosial sehingga menunjang perkembangan sosial-emosional , bahasa, motorik dan kognitif.Model-model pendidikan berbasis sentra diatas sangat penting untuk menunjang eksplorasi kemampuan anak. Diharapkan anak dengan karakteristik dan potensi yang berbeda dapat mematangkan potensi masing-masing tanpa ada yang merasa tertinggal karena merasakan kesulitan. Dengan adanya metode ini, diharapkan pula anak siap untuk dilepas kejenjang sekolah dasar (Ind). -
EKSISTENSI UNIVERSITAS AL-AZHAR CAIRO DENGAN METODE KLASIKNYA
EKSISTENSI UNIVERSITAS AL-AZHAR CAIRO DENGAN METODE KLASIKNYA – Dewasa ini, kemajuan teknologi menghasilkan kecanggihan yang membuat peradaban manusia semakin berkembang, berbagai Universitas di dunia berlomba-lomba melengkapi berbagai fasilitas teknologi maupun sistem administrasi secara online. Disamping untuk memudahkan pembelajaran, juga membuat Universitas tersebut lebih bergengsi dimata masyarakat. Tetapi nyatanya, Universitas Al-Azhar Cairo masih menggunakan metode klasik yang justru membuat Universitas Al-Azhar tetap eksis dengan “kesederhanaannya”, Universitas Al-Azhar yang dinobatkan sebagai Kampus Islam tertua di Dunia mempunyai metode klasik,”sederhana” yang membuat para pecinta tanah Cairo berminat untuk belajar di kampus tertua tersebut.Setiap tahun, umumnya Universitas – universitas di Timur Tengah mengadakan seleksi setiap tahunnya, salah satunya Universitas Al-Azhar Cairo, ada seleksi untuk beasiswa full dan ada juga seleksi penerimaan Mahasiswa baru. Di Indonesia sendiri, seleksi beasiswa maupun penerimaan Mahasiswa baru dibawah naungan Kementerian Agama diadakan di Perguruan Tinggi Negeri Islam di Indonesia. Jika di Universitas lain menerapkan sistem modern dan canggih, maka di UniversitasAl-Azhar Cairo tetap mempertahankan keklasikan dan “kesederhanaannya”.Al-Azhar menerapkan jenjang kuliah empat tahun, tidak adanya absensi di semua tingkat kuliah, tujuan dari sistem tersebut bukan semata-mata membebaskan Mahasiswanya, melainkan mendidik Mahasiswa bahwa kuliah di Al-Azhar ini untuk mencari ilmu bukan dicari, untuk menunggu bukan ditunggu dan untuk mengambil bukan diambil. Keikhlasan dalam menuntut ilmu sangat terasa di atmosfer Kampus, karena demikian adanya sistem yang berlaku di Kampus AL-azhar. Al-Azhar mendidik Mahasiswanya untuk mencari ilmu disetiap sudut Negeri. Karena AL-Azhar sesungguhnya adalah sebuah Masjid yang berada tempat halaqah-halaqah ilmu, disana diajarkan berbagai macam ilmu, termasuk ilmu tsurat (klasik).Hal menarik dari sistem Pendidikan di Al-Azhar diantaranya:
- Sistem sanad (riwayat), dimana seorang murid mengambil ilmu langsung dari gurunya dengan bertatap muka, kemudian dilain waktu akan diuji seberapa menguasainya si murid menyerap ilmu yang telah diberikan guru.
- Sistem administrasi yang masih manual dengan menggunakan tulisan tangan, yang membuat para Mahasiswa harus mengantri panjang untuk absensi kelas, bahkan ada yang harus menunggu berhari-hari untuk menyelesaikan administrasi kuliah. Bahkan, ada Mahasiswa yang beranggapan bahwa hal tersebut sebagai pembelajaran untuk sabar dalam segala hal.
- Ruang kuliah khususnya meja dan bangku masih menggunakan meja dan bangku panjang yang diisi lima sampai tujuh orang. Sedangkan di Universitas lain, Mahasiswa duduk sendiri-sendiri. Bukannya Al-Azhar tidak mampu untuk membeli, justru inilah yang dapat diterapkan oleh Mahasiswa untuk belajar sederhana.
- Di ruang kuliah, para Mahasiswa bebas bertanya tentnag pelajaran-pelajaran yang mereka tidak pahami. Bahkan duktur (dosen) tidak akanmembahas materi selanjutnya sebelum para Mahasiswa memahami pelajaran yang dibahas pada saat itu. Bahkan, Mahasiswa dari luar negeri Arab belum tentu 100 persen memahami pelajaranyang dibahas.
- Al-Azhar menggunakan sistem paket, jadi nilai mata Kuliah yang diujikan ketika semester ganjil dan genap disatukan.
Bagi mereka yang membawa lebih dari dua mata kuliah, akan mengulang selama setahun di kelas yang sama dengan mata kuliah yang ia bawa. Sedangkan mereka yang membawa satu atau dua mata kuliah, ia tetap naik kelas dan hanya diuji ulang mata pelajaran tersebut tanpa mengulang satu tahun di kelas yang sama.Di sinilah terlihat ketatnya sistem ujian dan penilaian di Al-Azhar. Hal ini tidak lain kaena Al-Azhar ingin mengajarkan kepada para Mahasiswanya sebuah kesungguhan dalam belajar dan mencari ilmu. Inilah keunikan kuliahdi Universitas Al-Azhar yang tetap eksis dengan sistem dan metode klasiknya. -
5 Rahasia Manfaat Membaca Buku=Mengenal Dunia
5 Rahasia Manfaat Membaca Buku=Mengenal Dunia – Bagaimana hubungan kita dengan buku di era sekarang? Ketika gadged telah menyediakan segalanya. Kapan terakhir kali kita membaca buku? Atau mungkin kebiasaan membaca buku telah terganti dengan membaca facebook, twitter, instagram, dan media social lainnya. Padahal buku berperan penting untuk menambah wawasan.Seperti kutipan yang sering kita dengar dan tak lagi asing ditelinga tentang“buku adalah jendela dunia”Kutipan itu tidak akan berarti dan hanya akan menguap percuma bila kita tidak membaca. Darimana jendelanya apabila buku sama sekali tidak dibaca. Tidak harus lama, cukup luangkan waktu 15 menit perhari sebagai asupan nutrisi ilmu dalam keseharian.Banyak manfaat yang didapat saat membaca buku, antara lain:
1. Menambah wawasan
Dengan membaca buku, sudah pasti wawasan kita bertambah. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula yang diketahui. Karena buku adalah sumber ilmu. Seperti mata air jernih dihulu sungai. Dengan membaca, kita telah membuka tirai jendela jendela selebar-lebarnya.2. Meningkatkan kecerdasan
Manfaat ini hubungannya erat sekali dengan yang pertama. Kecerdasan otak tidak. akan didapat bila tidak dilatih. Pisaupun bila dibiarkan begitu saja tanpa dipakai, tetap akan tumpul dan bahkan berkarat. Begitu pula dengan otak, yang dibiarkan tanpa dilatih. Dan membaca buku adalah latihan paling sederhana.3. Menambah kosakata
Buku terdiri dari kumpulan kata yang disusun semenarik mungkin yang menjadi magnet bagi pembaca-pembacanya. Bila kita banyak membaca buku, ucapan akan tertata rapi, terlihat berkharisma dan mengenal sopan santun. Bandingkan saja orang yang gemar membaca buku dan tidak, kita akan tahu perbedaannya dari caranya berkunikasi dengan lawannya. Orang yang gemar membaca buku, paham cara berkomunikasi yang baik dengan lawannya.4. Menghilangkan stress
Menurut penelitian membaca buku dapat membantu kita menyegarkan otak setelah lelah dengan aktvititas yang cukup menguras tenaga. Biasanya, buku-buku fiksi sangat membantu dalam hal ini. Karena buku fiksi, menggunakan bahasa bebas dan tidak baku dan tentu saja lebih menarik dengan buku-buku lainnya.5. Keterampilan menulis
Membaca karya yang diterbitkan, sangat berpengaruh pada seseorang. Selain membaca buku, kita juga bisa melatih diri sendiri untuk menulis. Sebagai sumber inspirasi dari tulisan-tulisan. Jangan dikira penulis-penulis yang telah menerbitkan karya-karyanya tidak membaca, justru penulis diuharuskan untuk membaca karya-karya orang lain pula. Sebagai inspirasi dan menjadi tolok ukur kemampuan kita dalam menulis.Mulai saat ini jadikanlah buku sebagai kawan akrab. Jangan memusuhinya, karena dengan membaca kita bisa membuka jendela dunia selebar-lebarnya. Mari membaca buku:) -
Tinjauan Yuridis Sistem Pendidikan Nasional
Indonesia adalah negara hukum sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 1 ayat 3 UUD 1945 jadi segala aspek kehidupan berdasarkan aturan-aturan hukum yang ada dan berlaku di Indonesia termasuk dalam urusan pendidikan di Indonesia. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Hal ini diatur dalam BAB VIII Pasal 31 dan 32 UUD 1945.Namun kali ini penulis akan membahas menganai tinjauan yuridis sistem pendidikan di Indonesia. Sistem Pendidikan di Indonesia (Sisdiknas) diatur dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bisa dikatakan bahwa UU ini merupakan amanat dan penjabaran dari UUD 1945 sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Namun demikian, penulis hanya akan membahawa mengenai pengertian, tujuan, fungsi, prinsip, dan hak dan kewajibannya saja karena jika dalam UU ini mengatur sangat banyak maka dari itu penulis membatasinya.Dalam UU ini telah menjelaskan tentang pengertian pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu upaya kesadaran yang terencana guna mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (Pasal 1 angka 1 UU No. 20 Tahun 2003).Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional (Pasal 1 angka 3 UU No. 20 Tahun 2003).Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman & bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Pasal 3 UU No. 23 Tahun 2003.Prinsip penyelenggaraan pendidikan meliputi:
- Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
- Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna
- Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
- Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
- Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.
- Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. (Pasal 4 UU No. 23 Tahun 2003)
Dalam aturan ini juga mengatur hak dan kewajiban dalam menjalankan suatu pendidikan di Indonesia, adapun yang memiliki hak dan kewajiban yaitu warga negara, orang tua, masyarakat dan pemerintah.Hak dan Kewajiban Warga Negara diatur dalam Pasal 5 dan 6 UU tersebut. Adapun Hak warga negara :(1) Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.(2) Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.(3) Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus.(4) Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus.(5) Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. (Pasal 5 UU No. 20 Tahun 2003)Kewajiban warga negara diatur dalam Pasal 6 UU tersebut, adapun kewajibannya yaitu:(1) Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.(2) Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan.Peranan orang tua sangatlah penting dalam dunia pendidikan karena orang tua merupakan pintu awal anak mengenal pendidikan. Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya. Orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya. Sedangkan masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan. Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.Pemerintah yang dimaksud dalam aturan ini yaitu pemerintah dan pemerintah daerah. Pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban :(1) Memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.(2) Menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahunAturan mengenai sistem pendidikan di Indonesia cukup jelas namun impelmentasinya tergantung pada semua elemen masyarakat baik itu orang tua, masyarakat atau pemerintah jika kesemuanya saling bekerjasama dengan baik maka akan menciptakan pendidikan yang kondusif yang berujung pada suksesnya program pendidikan di Indonesia dengan dibuktikan prestasi-prestasi yang diukir oleh peserta didik dan tentunya semua lulusannya memiliki karir yang bagus dan bisa memajukan bangsa dan negara Indonesia.Sumber :ü UUD 1945ü UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional -
Polemik Antara pendidikan dan pernikahan

Polemik Antara pendidikan dan pernikahan Polemik Antara pendidikan dan pernikahan – Membahas tentang pendidikan dan pernikahan, dua kata ini adalah suatu yang sangat penting dan harus dilakukan, kenapa? dua kata ini memiliki esensi yang sangat berharga. Pendidikan, berbicara tentang pendidikan tentu semua orang percaya tau pentingnya pendidikan, pendidikan bisa membuat orang menjadi ilmuan, dengan pendidikan orang akan mengetahui yang sebelumnya belum tau menjadi tau, namun mungkin hanya sebagian kecil yang hanya menganggap kata yang satu ini adalah suatu yang tak berharga atau tak mungkin dilakukan.Terkait dengan kata dari sebuah pernikahan , pernikahan adalah sebuah keharusan bahkan kewajiban seluruh manusia yang hidup dimuka bumi ini, semua orang akan mengalami yang namanya pernikahan, semua orang menginginkan pernikahan, tetapi sekarang masalahnya manakah yang paling utama antara pendidikan atau pernikahan? semua orang memiliki pilihan masing-masing asalkan semua itu baik dan menjadikan orang itu menjadi lebih baik lagi, sebagian orang memilih menikah dulu baru melanjutkan pendidikan, dan ada juga sebagaian orang memilih pendidikan dulu baru menikah.Semua itu yang kita pilih itu tidak ada yang salah, hanya saja yang salah adalah, ketika kita menikah kita tidak memiliki unsur pendidikan sedikitpun, ketika menikah tidak memiliki ilmu tentang pernikahan atau semacamnya, itulah yang salah, kebanyakan sekarang anak muda atau bahkan orang dewasa hanya sekedar menikah, hanya sekedar melamar, yang penting halal dalam berhubungan namun tak pernah memikirkan dampak pernikahan, tanpa mengetahui seluk beluk dari sebuah pernikahan, tanpa tau apa yang harus dikerjakan tau dilakukan ketika menikah, dan disinilah dibutuhkan yang namanya pendidikan , disinilah dibutuhkan yang namanya belajar, disinalah dibutuhkan yang namanya ilmu.Oleh sebab itu pendidikan disini sangatlah dibutuhkan, sekolah dan belajar juga sangat berati dan harus dilakukan sebelum menikah, jangan hanya menganggap pendidikan itu suatu yang kuno, suatu yang tak penting, mau jadi apapun kita asalkan sudah mencoba, asalakan sudah mencoba, semua itu kita memiliki takdir yang berbeda-beda, kita semua memiliki nasib yang berbeda-beda yang telah ditentukan, yang kita lakukan hanyalah memperlajari dan terus mencoba berapun kegagalan, berapapun tantangan dan hambatan itu, selanjutnya mengenai pendidikan dulu baru menikah, ini pilihan yang sangat bijaksana, tetapi sebagian orang membenci ketika mendengar sebuah kata tentang kata “pernikahan” .Mereka seolah tak memperdulikan tentang namanya sebuah pernikahan, bahkan sangat membencinya, mereka lebih indah sendiri katanya, namun dia tak tau ada yang lebih indah dari kesendirian itu, itu adalah suatu yang salah bahkan sangat salah, kita semua diciptakan untuk hidup berpasang-pasangan, untuk hidup berdampingan, untuk menjalani kehidupan yang kejam ini menjadi kehidupan yang lebih indah dan berseri, yang dulu hidup didunia pana menjadi kehidupan yang penuh dengan canda dan tawa, bersama pasangan hidup.
Jangan menjadi manusia yang egois ketika sudah memiliki pendidikan yang tinggi kita melupakan arti dari sebuah pernikahan, hakikat dari sebuah penikahan. jangan lupakan bahwa kita hidup dari ibu dan bapak kita yang sudah menikah, jadi ketika kita sudah memikili pendidikan yang selayaknya kita harus menikah, kemudian kita akan menjadi manusia yang paling beruntung. ingatlah satu hal kita lahir dari ibu dan bapak yang berpasangan, jadi tak harusnya membenci pernikahan, jangan sekali-kali menunda pernikahan, ketika sudah mampu lahir dan bathin maka menikahlah, jemput pasangan atau jemput pasangan itu, dan janganlah menikah hanya sekedar kata menikah sebelum mengetahui tau memhami arti dari sebuah pernikahan karna menikah bukanlah suatu yang main-main dan bukan untuk mempermainkan. -
Tujuan Pendidikan Adalah untuk Saling Mengasihi
Tujuan Pendidikan Adalah untuk Saling Mengasihi- Sering kali, jika ditanya mengapa kita butuh untuk bersekolah setinggi mungkin, maka sangat beragam jawaban untuk menjawab pertanyaan tersebut seperti untuk mendapatkan pekerjaan, untuk mendapatkan pengakuan di lingkungan masyarakat, bahkan untuk mendapatkan jodoh yang sepantasnya. Apakah alasan tersebut salah? Jawabannya adalah tidak salah. Kita tidak perlu munafik untuk menyanggah jawaban – jawaban tersebut.Penulis ingin mengajak pembaca untuk berpikir di sisi yang berbeda tentang tujuan pendidikan yaitu untuk saling mengasihi. Para guru dan orangtua terlalu sibuk menanamkan bahwa pendidikan untuk mendapatkan masa depan lebih baik. Padahal tanpa menanamkan kasih, pendidikan itu sia-sia bahkan menjadi boomerang bagi semua manusia.Penulis memberikan gambaran sebagaiberikut.Ketika seorang manusia telah menyelesaikan jenjang pendidikannya yang tidak ditanamkan untuk saling mengasihi sesama umat manusia, maka manusia itu akan bertumbuh menjadi seorang yang egois. Dunia pekerjaan sebagai ajang persaingan jabatan dengan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkannya sekalipun harus menyakiti sesama rekan kerjanya bahkan masyarakat. Korupsi, kolusi, dan nepotisme sangat marak terjadi sebagai ajang pemuasan nafsu belaka tanpa memperhatikan dampak pemerosotan kualitas negara. Negara menjadi budak untuk kepuasan nafsu pribadi setiap orang yang dapat kita rasakan saat ini yaitu banyaknya tuntutan kepada pemerintah untuk sempurna dalam memanjakan setiap masyarakat.Sementara, ketika manusia diajarkan untuk saling mengasihi maka yang terjadi adalah manusia akan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga, negara, dan yang terpenting kepada Tuhan. Maka setiap manusia akan berusaha untuk berjuang memperbaiki kecerdasan intelektual, moral, karakter, dan spiritual untuk mempersembahkan yang terbaik dalam hidupnya. Tidak ada tuntutan pemuasan nafsu pribadi karena hal itu akan menjatuhkan harga diri manusia yang paham akan kasih. Sehingga, negara menjadi maju dan makmur.Pendidikan yang bertujuan untuk saling mengasihi bisa ditanamkan dengan cara menyadarkan umat manusia sejak dini bahwa Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita maka kita sepatutnya mengasihi sesama manusia untuk kemuliaan nama Tuhan. Ajarkan bagaimana pendidikan sebagai sarana untuk saling tolong – menolong sesama umat manusia tanpa pandang bulu, bersaing dengan kualitas hidup bukan dengan kuantitas manusia, mendukung secara objektif setiap manusia apapun jabatannya untuk mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat dan negara, dan filosofi tentang apa yang bisa kita perbuat untuk negara bukan apa yang bisa diperbuat negara untuk kita, masyarakat.Hal-hal tersebut jika berhasil ditanamkan, niscaya akan menghasilkan sumber daya manusia yang maju dan negarapun menjadi maju dan sejahtera.
Harapan penulis semoga kita bersama-sama untuk menanamkan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mengasihi sesama manusia tanpa pandang bulu untuk kebaikan kita bersama dan kemuliaan nama Tuhan. -
IBU ADALAH PENDIDIKAN PERTAMA BAGI ANAK
Berikut ulasan mengenai orang tua pencetak anak.IBU ADALAH PENDIDIKAN PERTAMA DAN UTAMA BAGI ANAKOrang tua adalah tempat pertama bagi seorang anak mengenal yang dinamakan pendidikan. Orang tua adalah tempat pembentukan karakter, tempat anak pertama kali mengenal dunia luar, tempat menggali semua informasi untuk pertama kalinya, tempat untuk berlatih berbicara, tempat mengenal sesuatu dan banyak lagi yang didapat anak melalui orang tua. Sadar atau tidak, bahwa orang tua adalah tokoh utama dan tiruan untuk anak. Tidak jarang bahwa anak sering mengalami permasalahan dan juga trauma yang disebabkan dari keluarga. Disatu sisi bukan berarti lingkungan sekolah dan lingkungan bermain tidak mempengaruhi, namun pengaruh terbesarnya ada pada lingkungan rumah. Anak dibentuk dari mulai masih dalam kandungan sang ibu sampai lahir, orang tua sudah memiliki perencanaan untuk anak.Peran kedua orang tua sangat penting bagi pendidikan anak, namun seorang ibu memiliki peran penting untuk anak. Ibu adalah guru pertama bagi anak, menjadi sosok yang akan selalu diidolakan oleh anak. Mau menjadi apa seorang anak ditentukan bagaimana seorang ibu membentuknya. Mulai dari mengajari membaca dengan ibu, mendengarkan cerita dengan ibu, mengambil keputusan dengan ibu semanya ibu. Olah sebab itu, untuk menjadi seorang ibu membutuhkan bekal yang kuat untuk menjadikan anak sebagai seorang yang diinginkan. Walau kita sadari bahwa seorang ayah juga memiliki andil dalam pertumbuhan anak. Lalu bagaimana jadinya jikalau orangtua tidak memiliki rasa tanggung jawab dengan seorang anak ?, apakah mereka tidak menyesal pada kemudian hari ?, karena sesungguhnya semakin anak tumbuh besar maka semakin sedikit waktu bersama dengan anak. Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut maka orang tua perlu bekerja sama dengan baik dalam membentuk anak. Melalui kegitan di bawah ini akan membantu orang tua mendidik anak dan juga merekatkan kebersamaan antara orang tua dan anak.Tumbuhkankan Creativity (Kreativitas) pada anak, bagaimna caranya ?. Menyempatkan waktu luang untuk bersama anak. Salah satu contohnya bermain bersama antara orang tua dan anak. Bermain bukan sekadar bermain, namun bermain menggunakan permainan yang bisa mengasah pemikiran dan kreativitas anak. Mainan tersebut contohnya adalah lego, siapa yang tidak mengenal lego ? pasti semua tahu dan pernah bermain lego. Namun apakah terfikirkan bahwa mainan tersebut mampu menumbuhkan kreativitas anak ?, tanpa disangka lego adalah permainan sederhana untuk anak yang secara tidak langsung memberikan dampak positif untuk anak. Dampak positif tersebut yaitu melatih kreativitas anak untuk mencipta berbagai bentuk dari sebuah mainan lego. Kreativitas menjadi bekal untuk pengembangan diri anak yang didampingi oleh orang tua.Critical Thinking (Berpikir Kritis), melatih anak untuk menanggapi sesuatu hal tidak hanya dari satu sudut pandang saja, melainkan dari berbagai sudut pandang. Salah satu contohnya adalah ketika orang tua menemani anak untuk belajar. Dimulai dari hal kecil yaitu ketika mewarnai suatu gambar anak akan berfikir warna apa yang cocok untuk gambar tersebut. Memulai dari memilih warna anak sudah berfikir, ditambah dengan peran orang tua untuk membantu anak mengkritisi gambar tersebut atau mendiskripsikan gambar tersebut dengan berbagai pendapat. Melalui hal sederhana tersebut anak sudah belajar Critical Thinking dan tanpa terasa terjalinlah kebersamaan antar anak dan orang tua.Communication (Komunikasi), bagi kebanyakan orang untuk saat ini komunikasi secara langsung atau tatap muka mulai dianggap sebagai sesuatu hal yang kurang atau bisa juga berpendapat akan mengganggu aktivitas. Namun tanpa disadari komunikasi sesuatu hal yang penting bagi sebuah hubungan, utamanya hubungan antara anak dengan orang tuanya. Komunikasi yang terjalin antara anak dan orang tua sangatlah penting. Melalui komunikasi orang tua akan tahu apa saja yang dirasakan anak, kesulitan yang dihadapi, bagaimana perasaannya, dan yang lainnya. Dari situlah orang tua akan berperan, memberikan ilmunya pada anak, memberi nasihat, memberikan solusi, dan juga dapat mengukur sampai seberapa kedekatan orang tua dan anak serta orang tua yang baik akan mampu memerankan perannya sesuai kebutuhan anak, yaitu menjadi teman curhat, sahabat, kakak atau sebagai orang tua itu sendiri. Dari komunikasi secara tidak langsung membentuk karakter anak yaitu jujur serta melatih sopan santunnya bila dilihat dari segi moral dan etika.Collaboration (Kolaborasi) atau biasa disebut kerjasama. Sejakkecil anak harus diajarkan untuk bekerjasama dengan sesama. Menanamkan pentingnya bekerjasama pada anak mulai sejak kecil, dimulai dari keluarga dan dari yang mudah seperti membersihkan rumah bersama. Sepele, memang. Namun, dibalik itu menyimpan manfaat yang banyak untuk anak. Dalam diri anak akan memiliki jiwa sosial dan tidak menjadi anak yang individualis, mudah bergaul serta mudah menerima orang baru.Satu hal penting yang orang tua hendak ketahui bahwa anak memiliki masa keemasan, dimana setiap kegiatan yang dilakukan dan kejadian yang terjadi pada masa keemasan anak akan selalu diingat anak sampai mereka dewasa bahkan sampai tua. Oleh karena itu, orang tua harus bekerja sama untuk menjadikan masa keemasan anak menjadi waktu yang tepat untuk memberikan nilai-nilai yang baik untuk diingat oleh anak. Menjadikan masa keemasan anak menjadi masa yang produktif untuk membentuk pendidikan anak. Supaya anak menjadi seperti apa yang telah direncanakan. Perlu diingat, rencana bukan dibuat untuk mengekang anak, namun untuk menjadikan patokan kemana anak harus melangkah dan orang tua yang mendampinginya.Jadilah orang tua yang produktif, jadilah ibu yang menjadi teladan anak-anaknya dan bentuklah anak menjadi anak yang teladan seperti ibunya. -
Tahukah Sahabat, Inilah Pentingnya Pendidikan untuk Anak Usia Dini!
Tahukah Sahabat, Inilah Pentingnya Pendidikan untuk Anak Usia Dini! – Pendidikan memiliki peran penting bahkan teramat sangat penting untuk manusia, sebab dengan pendidikanlah yang akan mengantarkan manusia menuju manusia yang lebih baik hingga menjadi manusia terbaik. Bahkan dengan pendidikan juga yang nantinya membawa manusia unruk menciptakan prestasi demi prestasi yang gemilang, dengan pendidikan yang nantinya akan membuat manusia untuk berinovasi dalam menciptakan hal-hal baru dan terbaik demi kehidupan yang lebih berwarna. Lantas bagaimana dengan pendidikan anak usia dini?Tentu, teramat sangatlah penting pendidikan untuk anak-kita. Anak dimana usia belia, usia yang hanya terdapat sekali seumur hidup dan teramat sangat penting dalam mendukung keberlangsungan hiup setelahnya. Ya, itulah yang dinamakan masa Golden Age (Usia Keemasan). Diusia keemasan anak-anak kita akan sangat penting untuk kehidupan diusia selanjutnya. Mari kita renungkan betapa banyak anak-anak yang diusia muda sudah pandai berprestasi, berkarir dan bakat yang begitu spektakuler kita temui. Dilain sisi ada juga anak yang dengan usia yang bahkan sudah hampir dewasa namun tetap biasa-biasa saja, hidup tanpa cita-cita. Hidup dalam balutan kepasrahan. Semua itu bisa kita ikhtiarkan melalui pendidikan di usia dini.Pembaca yang berbahagia, usia anak memanglah usia untuk bermain, usia untuk senang-senang, usia untuk berwarna dalam dunianya. Namun, dengan dunianya untuk bermain bukan berarti membuat kita sebagai orang tua ataupun pendidik PAUD membiarkan mereka hanya asyik dalam dunia mereka tanpa kita bimbing langkah apa yang bisa mereka lakukan untuk menjadi anak-anak yang hebat kedepannya.Diusia yang sangat belia tersebut, dapat kita torehkan karya untuk anak-anak kita dengan stimulus yang konsisten, terus kita asah bakat anak-anak kita. Kita lihat apa yang mereka nikmati, kita lihat apa yang mereka sukai dengan dunianya, dan kita bawa bakat itu menjadi lebih bermakna. Misal jika anak kita menyukai dunia musik, coba kita ajak mereka bermain dengan musik, kita kenalkan dengan dunia musik melalui permainan. Dengan begitu mereka akan merasa senang, akan asyik dengan pelajaran yang diterima, bukan menganggapnya sebabi beban.Intinya, kita ajak anak-anak kita untuk senang dalam belajar, karena dunia mereka adalah dunia imajinasi, bukan dunia analisa. Dunia mereka lebih cenderung meniru apa yang didengar, apa yang dilihat dan apa yang dicontohkan. Untuk itu, marilah kita untuk mendukung pendidikan untuk anak-anak kita. -
Mengajar Dengan Cinta Oleh Muhammad Iqbal
Mengajar Dengan Cinta Oleh Muhammad Iqbal – Di bawah terik matahari kami tengah asyik menikmati proses pembelajaran hari ini, seakan tak ingin berhenti, semua siswa dengan serius mendengarkan pemaparanku. Aku begitu senang melihat mereka, serasa tak ingin berpisah dan ingin terus bercerita membagikan ilmuku untuk mereka, yang sesekali kelas ini diwarnai dengan canda dan tawa antara kami, hitung-hitung sebagai penghibur sementara ketika mulai jenuh.Begitulah mengajar, banyak sensasi yang bisa kita risakan, yang terkadang kita bisa merasa bosan, kesal, senang, semangat, dan berbagai sensasi lainnya. Semua itu tergantung pribadi masing-masing dalam menyikapinya. Maka jangan heran jika di sekolah ada guru yang sangat disenangi siswa, ada yang ditakuti siswa, dan ada yang disegani siswa. Dari Kketiga pilihan tersebut tentu kita menginginkan pilihan pertama bukan? Yaitu ingin disenangi oleh seluruh siswa kita.Tak mudah memang menjadi guru yang disenangi siswa, kita harus sabar menghadapi berbagai tingkah laku siswa, mulai dari yang baik, sampai yang nakal, semua itu harus kita hadapi dengan tidak pilih kasih, sebab kasih sayang guru kepada siswanya tidak dilihat dari kemampuannya, meskipun ia tidak memiliki kemampuan apapun untuk diunggulkan, namun seorang guru harus bersikap sama, memberikan perhatiannya dengan kadar yang sama.Begitu juga ketika mengajarkan siswa, seorang guru harus mampu menguasai konsep mengajar dengan penuh cinta. Sebab jika tidak, materi yang disampaikan hanya sekedar pelengkap saja, padahal materi itulah yang harus dikuasai, namun tidak bisa dikuasai oleh siswa, jika guru mengajar dengan keadaan terpaksa bukan karena cinta.Hanya orang-orang pilihan yang bisa melakukannya, baginya mengajar bukan lagi sebuah keterpaksaan, melainkan sebuah kewajiban yang harus ditunaikan dalam rangka mewujudkan pendidikan bangsa. Menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk menyiapkan strategi pembelajaran yang menarik bagi mereka, terutama karakter cinta, sehingga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dan bisa menghasilkan ide dewasa.Penuh rasa, makna, dan cinta itulah berbagai karatker yang akan dialami. Hal serupa dialami oleh mereka yang tengah asyik mengabdikan dirinya sebagai guru di sekolah terpencil. Bisa kita lihat betapa sabarnya mereka, meskipun dibawah pohon rindang, mereka tak peduli, mereka tetap saja menikmati waktu bersama siswa, semuanya dilakukan karena cinta, sebab cintalah yang buatku seperti ini, mengajar ilmu dengan sepenuh hati.Penulis Muhammad Iqbal


















