Kemerdekaan Sekali Merdeka Tetap Merdeka Essay – Merdeka!! Kata itu tentu sangat ditunggu para pejuang Negara untuk segera diserukan. Kata merdeka sangat berarti bagi bangsa Indonesia, kebebasan dari belenggu penjajahan menjadi hal yang paling diimpikan bangsa Indonesia. Dan seruan merdeka akhirnya terdengar menggelegar dari bibir para pejuang menggemparkan seluruh tanah Indonesia, hari yang dinanti tiba dan jatuh pada tanggal 17 agustus 1945.

74 Tahun Indonesia Merdeka, Apakah benar sudah merdeka?

Sedikit mengingat momen masa lalu dimana proklamasi akhirnya diumumkan, pengibaran bendera sang saka merah putih yang diiringi lagu kabangsaan Indonesia raya. Akhirnya semua perjuangan mengusir penjajah terbayar dihari itu. Dan sekarang pada tahun 2019, Indonesia telah berumur 74 tahun. Hal itu membuktikkan kita sudah cukup lama terbebas dari belenggu penjajahan.

Tapi, meski bangsa Indonesia sudah menyatakan kemerdekaannya, bukan berarti kita sudah terlepas dari berbagai ancaman. Bahkan selepas kemerdekaan bangsa Indonesia kembali dihadapkan dengan kedatangan Belanda yang jauh lebih lebih meresahkan disbanding saat-saat sebelum kemerdekaan.
Lantas, apakah anak milenial merupakan generasi yang beruntung karena hidup di zaman dimana tak ada lagi yang namanya peperangan dan kehidupan sudah serba canggih? Jawabannya tidak, bahkan anak milenial sedang diserbu ancaman yang jauh lebih berbahaya dari peperangan.

Baca Juga: Indonesia Maju Tanah Air Bersahaja Essay

Bagaimana kondisi generasi penerus bangsa?

Generasi kita berada di ujung tanduk, berada dalam garis merah. Negeri kita sedang dijajah secara tak langsung, dengan sebuah tak-tik pelan-pelan namun mematikan yakni dengan merusak akal pikiran generasi muda selaku generasi penerus bangsa. Pernah mendengar kalimat ini, ‘perjuangan ku lebih mudah karena mengusir penjajah.

Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.’ Ya kalimat bijak itu dikemukakan oleh presiden pertama kita Ir. Soekarno. Hal itu kini terbukti benar, generasi muda yang telah rusak moralnya akan menjadi masalah besar bagi kemajuan negeri. Para generasi muda yang seharusnya menjadi pilar tegaknya negeri malah hancur disebabkan oleh pengaruh negative globalisasi.

Kita selaku generasi penerus bangsa harusnya menjadi warga Negara yang bijak dengan melakukan saring terhadap pengaruh globalisasi yakni hanya menerima hal yang positif sedang hal yang negative kita buang. Kita harus senantiasa mengingat jasa para pahlawan yang telah berjuang mengusir penjajah demi kebebasan anak cucunya, dan perjuangan itu hanya akan sia-sia jika negeri ini hancur dan dikuasai oleh orang luar.

Baca Juga: Opini: Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan

Bangkitlah negeriku, sekali merdeka tetap merdeka, tak ada yang berhak mengganggu gugat kedaulatan negeri kita ini. Karena kita adalah Indonesia perbedaan tidak akan menjadi ancaman namun perbedaan akan menjadi kekayaan negeri, dan dampak globalisasi tak akan pernah merusak moral bangsa karena kami bangsa Indonesia berpegang teguh pada Pancasila.
Isilah kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat untuk Negara, tidak dengan menjatuhkan nama baik negeri dengan mengikuti tren-tren yang bukannya mengharumkan nama bangsa malah merusaknya.

MERDEKA
MERDEKA
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA…
BANGKITLAH PEMUDA NEGERIKU…
HARUMKAN NAMA BANGSAMU…
INDONESIA MERDEKA…

Penulis: A.AULIA RAHMAN – SMA NEGERI 6 PINRANG

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like