Tag: tips belajar

  • 5 Tips “Bertahan” Buat Kamu Yang Merasa Salah Jurusan

    5 Tips “Bertahan” Buat Kamu Yang Merasa Salah Jurusan

    Pembahasan kali ini tentang 5 Tips “Bertahan” Buat Kamu Yang Merasa Salah Jurusan. Mengapa bahasan ini menarik? Karena mengutip pernyataan dari ahli Educational Psyhcologhist dari Integrity Development Flexibility (IDF) Irene Guntur, menyebutkan bahwa sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan. Banyak faktor penyebab mahasiswa salah jurusan di antaranya yang paling banyak yakni karena ikut-ikutan teman dan alasan orangtua. Dua faktor ini tentu sangat memengaruhi dalam pengambilan keputusan. Sehingga pada akhirnya menyebabkan kita “tersesat” di tengah perkuliahan. Tenang, rileks dulu tidak usah khawatir. Jika kamu sedang pada fase ini tentu sangat tepat menyimak ulasan di bawah ini. Karena 5 Tips “Bertahan” ini bakalan membuat kamu benar-benar survive dan goalnya nyaman dengan ketersesatan ini. Check ulasan selengkapnya mengenai 5 Tips “Bertahan” Buat Kamu Yang Merasa Salah Jurusan di bawah ini:

    Carilah Teman Sefrekuensi yang Membuat Betah Belajar

    Merasa salah jurusan di pertengah perkuliahan memang sangat berat. Ibaratnya mau berhenti nanggung, lanjut gak paham materinya. Tenang sob, semua masalahmu bakalan berkurang dengan bersosial. Carilah teman yang dapat membuatmu paham dengan materi perkuliahan. Karena yang kamu butuhkan adalah sosok “penerjemah” materi-materi perkuliahan di kelas. Jangan sungkan untuk bertanya materi yang belum kamu pahami. Dan jangan hanya sekadar bertanya, tetapi diskusikan materinya. Karena dengan berdiskusi dapat memberikan dari materi yang sudah diberikan dosen secara utuh berdasarkan sudut pandang yang mudah dipahami.

    Baca juga: Perkuat Semangat Belajar dengan Tekad!

    Jangan Insecure, Salah Jurusan Bukan Berarti Kegagalan Masa Depan

    Bagi kamu yang merasa salah jurusan, jangan insecure. Karena merasa insecure tidak dapat membalikkan waktu dan tidak dapat membuatmu “bertahan” pada zona ini. Salah jurusan bukanlah sesuatu yang menakutkan, apabila kamu dapat melihat dari segala sudut pandang. Walaupun mungkin itu bukan bidang yang kamu minati. Tetapi kalau jurusan tersebut adalah jurusan yang memiliki prospek yang dapat bermanfaat bagi orang banyak, kamu akan lebih merasa bangga dan menyukainya. Langkah awal yang dapat kamu lakukan adalah mencoba untuk mulai menyukainya. Karena semakin kamu menentang dan memberontak, kamu akan merasa bosan. Dan akhirnya dapat membuat kamu malah tidak bisa fokus belajar dan pasti banyak menggerutu terus menerus. Bayangkan saja, apabila kamu buru-buru pindah jurusan dan masih merasakan hal yang sama, kamu malah kehilangan banyak hal. Seperti biaya, waktu, dan tenaga.

    Baca juga: Tips dan Trik Lolos Beasiswa LPDP!

    Ubah Mindset

    Pola pikir sangat memengaruhi setiap tindakan. Ubah mindset-mu bahwa di jurusanmu yang sekarang pasti terdapat prospek ke depannya. Lihat dari segala sisi, jangan hanya kepada kekuranganmu saja. Tetapi lihat peluang di masa depan. Percayalah, di jurusanmu saat ini terdapat prospek yang menjanjikan di masa depa, cuman kamu yang belum bisa menemukannya. Gali sisi positif jurusanmu saat ini, jangan hanya terjebak ke dalam ketidakmampuan. Apabila kamu sudah di pertengahan perkuliahan atau bahkan sudah di akhir semester, cobalah untuk melihat ke belakang sebentar. Sudah banyak yang kamu lalui, dan sudah banyak yang kamu korbankan untuk bertahan sampai detik ini.

    Baca juga: Fun Learning: Metode Belajar yang Menyenangkan!

    Ikuti Ormawa atau Komunitas yang Sesuai Passion dan Hobi

    Organisasi Mahasiswa (Ormawa) merupakan wadah mahasiswa untuk pengembangan diri. Dengan mengikuti Ormawa yang sesuai minat bakatmu tentu akan sangat membantumu untuk tetap betah di kampus. Apabila kamu memang memiliki ketertarikan yang tinggi pada bidang kepenulisan, ikuti Ormawa kejurnalistikan atau keilmiahan. Kemudian apabila kamu lebih tertarik pada dunia seni, ikuti Ormawa teater, tari, drama, lukis, dan lain sebagainya. Misalnya kamu tertarik pada dunia olahraga, biasanya ada Ormawa di bidang olahraga seperti tenis meja, bulutangkis, sepak bola, dan masih banyak lagi.

    Baca juga: Kenali Terapi Menulis Writing Therapy dan Writepreneur!

    Namun apabila di kampusmu tidak ada Ormawa yang menarik perhatianmu. Masih banyak komunitas-komunitas di luar perkuliahan yang dapat kamu cari sesuai minatmu. Seperti komunitas ulas film, komunitas blogger, komunitas baca, komunitas fotografi dan video, dan sebagainya. Yakinlah, Ormawa dan komunitas yang produktif itu akan memperdalam soft-skill-mu. Sehingga passion-mu yang terpendam bisa tersalurkan melalui Ormawa dan komunitas ini. Sehingga dengan begitu pikiran salah jurusan tidak akan selalu menghantuimu setiap saat. Dan tidak kalah pentingya, temukan pertemanan dan aktivitas lain yang bisa menunjang perkuliahanmu.

    Mulai Berdamai dengan Keadaan

    Tips terakhir ini mungkin terdengar gampang, namun ini bisa menjadi “mantra” agar kamu bertahan dan menerima semuanya dengan lapang dada. Berdamai bukan berarti menyerah, loh. Lihatlah ke belakang sejenak, kamu sudah melewati banyak hal dalam perkuliahan. Teman diskusi, dosen favorit, Ormawa atau komunitas yang membuatmu terus berprogres, dan masih banyak lagi positif vibes lainnya yang dapat membuatmu sedikit lebih nyaman. Apabila kamu ingin pindah jurusan, pikirkan lagi. Karena untuk memulai dari awal pasti membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran yang ekstra. Jadi mulai sekarang tetaplah bertahan, cobalah berdamai dengan keadaan.

    Itulah tadi 5 Tips “Bertahan” untuk kamu yang merasa salah jurusan. Semoga dapat memberikan motivasi untuk selalu semangat dalam menjalani masa-masa yang berat dalam perkuliahanmu. Jika ada tips “bertahan” ala kamu, bisa komen di kolom komentar di bawah ini. Demikianlah bahasan kali ini, nantikan pembahan-pembahasan seputar dunia perkuliahan yang menarik. Eits, kalau kalian ada saran topik pembahasan selanjutnya, boleh tulis di kolom komentar juga ya. Tetap semangat, Shalaazzer!

  • 5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial

    5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial

    5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial – Pendidik adalah anggota masyarakat yang mengabdi diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan juga sebagai tenaga yang bertugas merencanakan dan melaksanakan admnistrasi, pengelolahan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan (UU No.20 tahun 2003 pasal 1. BAB 1.

    Pendidik profesional yang berarti kemampuan guru dalam melaksanakan tugas-tugas pokok seorang pendidikan dan pengajar.

    Tugas-tugas pokok tersebut tertuang dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005 disebutkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama  mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevalusi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah. Apalagi diera milenial sekarang pendidik juga harus lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran.

    Pengelolahan pembelajaran juga tak bisa dilakukan secara sembarangan. Pengelolahan tersebut perlu dilakukan sesuai dengan aturan agar ada keterkaitan dengan peraturan perundang-undangan tersebut. Menjadi pendidik yang kreatif tidaklah mudah, pendidik harus mengikuti berbagai kegiatan seminar terkait pembelajaranyang diharapkan dari kegiatan tersebut pendidik dapat mengembangkan ide-ide baru.  

    Sedangkan pendidik kreatif adalah pendidik yang dapat mengembangkan dan membuat ide-ide baru serta gagasan-gasan baru untuk memajukan pendidikan. Sebagai pendidik juga perlu memperhatikan dan memahami kebutuhan generasi milenial agar dalam pemberian pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik.

    Berikut 5 cara yang dapat diterapkan sebagai guru kreatif untuk generasi milenial:  

    1. Membuat inovasi media pembelajaran untuk kegiatan belajar mengajar. Media tersebut akan diterapkan setiap pembelajaran berlangsung.
    2. Menggunakan model pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa.
    3. Menyisipkan ice breaking disela-sela pembelajaran. Hal tersebut dilakukan agar siswa tidak mudah jenuh dan menumbuhakan semangat siswa kemabali.
    4. Menyajikan materi secara menarik, penyajian materi dapat menggunakan media interaktif berupa media audiovisual atau visual.
    5. Menngunakan taktik atau cara menarik perhatian siswa dengan strategi pembelajaran yang menarik.

    5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial. Namun perlu diperhatikan pula dalam penyusunannya sehingga dapat diaplikasikan dengan baik.     

  • Cara Membagi Tugas, Break Down You’re Task

    Cara Membagi Tugas, Break Down You’re Task

    Tugas menjadi salah satu kewajiban yang harus diselesaikan oleh setiap individu. Entah itu tugas dalam dunia pendidikan, pekerjaan, bisnis, bahkan sampai dunia rumah tangga. Tugas datang dengan berbagai cara. Ada yang datang secara berkala, ada juga yang datang di saat waktu tertentu saja.  Akan tetapi, tugas yang datang secara bertubi-tubi seringkali membuat kita bingung, cemas, panik bahkan tak sedikit diantara kita mengalami stress dan depresi. Nah…. bagi kamu yang sering merasakan hal demikian, dan masih merasa bingung ketika harus mengelola dan mengendalikan tugas-tugasmu. Ada beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan, agar kamu bisa break down tugas-tugasmu.

    Apa sih tips nya? Yuk, langsung saja simak penjelasan berikut !

    1. Lakukan brainstroming

    Tugas yang tercecer dimana-mana, sering kali membuat kamu merasa kesulitan dan bingung ketika harus memulainya dari mana. Ketika semua tugas menumpuk dan bercampur aduk dengan tugas-tugas lainnya, kamu akan merasa kewalahan untuk mengerjakan tugas-tugas berikut. Agar kamu dapat mengendalikan semua tugas-tugas mu, kamu harus menulis semua agenda dan tugas yang harus dikerjakan. Semua agenda tersebut bisa kamu tulis di dalam buku, catatan, memo, bahkan catatan yang terdapat di aplikasi handphone.

    2. Breakdown tugas

    Nah, setelah semua tugas kamu tulis di dalam satu catatan besar. Kamu dapat mengelompokkan semua tugas ke dalam kelompok-kelompok kecil. Kemudian, memilah tugas-tugas tersebut dari yang paling kompleks hingga paling detail. Misalnya kamu mendapat tugas kuliah untuk menulis resume dan mengerjakan latihan soal. Kamu dapat mengelompokkan kedua tugas tersebut, dalam satu kelompok. Karena keduanya memiliki karakter yang masuk kedalam satu bidang yang sama. Break down tugas ini bisa membantu mu mengukur dan mengelola tugas-tugas yang harus dikerjakan.

    Baca juga: Perhatikan Hal Berikut, 4 Tips Belajar Efektif

    3. Priority scale

    Langkah selanjutnya adalah membuat skala prioritas dari masing-masing tugas yang telah dikelompokan. Skala prioritas ini sangat penting dilakukan untuk mengatur tugas-tugas yang harus dikerjakan berdasarkan tingkat urgensinya. Misalnya kamu membagi tugas-tugas mu ke dalam 4 skala. Pertama, kamu membuat skala penting dan genting. Kedua, membuat skala penting namun tak genting. Kemudian, kamu membuat skala tak penting namun genting. Terakhir kamu membuat skala yang tak terlalu penting, namun juga tak terlalu genting. Nah.. dengan adanya skala prioritas ini kamu dapat memilah tugas-tugas mana yang harus kamu kerjakan terlebih dahulu. Dan tugas-tugas mana yang tak mesti dilakukan dengan segera. Skala prioritas ini dapat membantumu mengendalikan tugas-tugasmu, sesuai dengan target dan waktu yang diharapkan.

    4. Membuat to do list

    Banyak nya agenda/tugas yang harus dikerjakan, terkadang membuat kita memikirkan banyak hal. Tak sedikit diantara kita merasa bingung, terhadap apa yang harus kita lakukan. Meskipun kamu sudah mencoba melakukan 3 hal diatas, namun kamu masih merasakan hal demikin… Nah, setelah kita berusaha mengelola dan mengendalikan tugas-tugas tersebut, kamu juga perlu membuat to do12 Sekolah Pilot Terbaik di Indonesia, Beserta Persyaratannya list dalam catatan kecil, buku, atau aplikasi handphone. To do list merupakan sebuah catatan yang dibuat untuk mengatur dan menyusun agendamu, baik perhari maupun perminggu. To do list inidapat membantumu mengatur diri sendiri untuk melakukan sesuatu sesuai target dan harapan.

    Baca Juga: Lakukan 4 Tips In menghilangkan Demam Panggung

    5. My superheroes time

    Setelah membuat agenda yang telah tersusun sedemikian rupa, kamu juga harus mengetahui karakter dirimu sendiri dalam mengerjakan tugas. Apakah kamu termasuk tipe orang yang senang mengerjakan tugas di malam hari (night owl)? ataukah kamu termasuk tipe orang yang senang mengerjakan tugas di pagi hari (early bird)? Nah, setelah mengetahui karakter dirimu sendiri. Kerjakanlah tugas secara maksimal di waktu-waktu tersebut. Karena di waktu-waktu tersebut, energi dan minat dirimu untuk melakukan sesuatu sangatlah besar. Sehingga, akan memudahkanmu dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas.

  • Perhatikan Hal Berikut,  4 Tips Belajar Efektif

    Perhatikan Hal Berikut, 4 Tips Belajar Efektif

    Perhatikan Hal Berikut, 4 Tips Belajar Efektif – Belajar efektif adalah cara untuk meraih tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan kompetensi dasar dari materi yang telah diajarkan. Singkat cerita belajar efektif adalah memahami sesuatu atau materi dengan mudah dan cepat menggunakan cara-cara yang paling efisien dan efektif.

    Nah bagaimana agar belajar menjadi lebih efektif? Sobat Shalaazz yuk, simak 4 cara belajar yang efektif dibawah ini:

    Belajar di pagi hari

    Belajar dipagi hari lebih baik dari pada malam hari. Karena di malah hari kamu pasti sudah tidak fokus karena kegiatan yang dilakukan di siang hari, kamu juga mungkin lelah dan mengantuk. Sedangkan menurut para ahli belajar di pagi hari membuat otak lebih mudah untuk merespon, meningkatkan daya ingat otak, dan pelajaran juga akan mudah diingat.

    Jangan rebahan

    Banyak dari kita yang memilih rebahan sambil belajar. Belajar sambil rebahan bisa saja membuat badanmu pegal, susah menghafal materi, dan bukannya berkonsentrasi kamu malah justru bisa tertidur.

    Belajar singkat

    Setiap orang pasti punya teknik belajar tersendiri. Coba kamu membuat penelitian sendiri. Apa kamu lebih cepat menghafal seperti ini atau seperti itu. Sebenarnya belajar efektif adalah belajar singkat. Saking banyaknya kamu menghafal otak kamu justru semakin sulit untuk mengingat. Masa iya kamu harus begadang, Alhasil ingatan kamu jadi lemah karena kurang tidur dan dicekoki hafalan yang banyak. Bisa saja sekarang kamu belajar, besoknya sudah lupa. Untuk menghindari hal tersebut kamu harus memahami jangan cuma menghafal. kamu bisa saja mencari informasi utama yang disajikan agar tidak perlu menghafal semua kalimat yang disajikan.

    Sukai mata pelajarannya

    Terkadang kalau kita suka guru nya, pelajaran nya juga pasti akan disukai ya? Beda lagi kalau guru nya saja sudah tidak disuka, belajar nya pun malas, tidak semangat. Sekarang coba tanamkan
    “Saya harus bisa menguasainya.”
    Karena tidak menyukai suatu pelajaran hanya akan membuat kita merasa terpaksa belajar dan hasil nya pun tidak akan optimal.


    Sekian sobat shalaazz, semoga bermanfaat!

  • Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah

    Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah

    Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah  – Halo sobat Shalaazz, apa yang kalian lakukan ketika rasa penat dan bosan menyerang pada saat mata kuliah sedang berlangsung? Jika kalian bingung dan belum tahu mau melakukan apa untuk menghilangkan rasa penat dan bosan, yuk simak uraian di bawah ini!
    Dalam kamus besar bahasa indonesia, belajar adalah suatu aktifitas usaha untuk mendapatkan ilmu dan kepandaian. Belajar juga bisa disebut kegiatan yang menguras otak. Karena ada sebuah aktifitas identifikasi, analisis didalamnya yang membuat otak lebih banyak bekerja. Apalagi jika dihadapkan pada materi-materi kuliah yang cukup berat seperti Filsafat dan semacamnya.
    Bukannya fokus memperhatikan dosen melainkan rasa kantuk hadir tanpa diundang. Ditambah jika dosen menjelaskan mata kuliah monoton, hanya menulis di papan tulis dan menayangkan power point yang penuh dengan tulisan. Otak terasa penuh dan ingin pecah. Iya kan? Pastinya karena waktu fokus manusia hanya bertahan 30 menit, selebihnya hanya merasa bosan. Sehingga dibutuhkan beberapa hal atau kegiatan untuk merefresh kembali otak yang sudah terserang rasa penat dan bosan.

    Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa penat dan bosan ketika mata kuliah berlangsung, sebagai berikut:

    1. Membawa pulpen yang beragam warna.

    Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah Berlangsung?Begini Mengatasinya
    Pulpen adalah media untuk menulis. Ketika rasa kantuk menyerang, kita bisa menggunakan pulpen beragam tersebut untuk membuat tulisan kita lebih berwarna. Rasa kantuk pun akan hilang seketika karena mata kita melihat beragam warna-warna yang membangkitkan semangat. Terkhusus untuk para pecinta seni, hal ini bisa dilakukan karena dapat melatih otak kanannya untuk mencari inspirasi yang menarik ketika mata kuliah berlangsung dan menikmati apa yang disampaikan oleh dosen terkait mata kuliah tersebut.

    2. Membawa air minum.

    Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah Berlangsung?Begini Mengatasinya
    Ketika rasa kantuk menyerang tidak sedikit orang membawa air minum ke dalam kelas. Ada yang digunakan untuk minum dan ada yang digunakan untuk dicipratkan ke wajah agar membuat lebih fresh. Hal ini sering digunakan oleh para mahasiswa yang mempunyai hobi membawa botol air minum ke dalam kelas.

    3. Menjaili teman yang berdekatan.

    Cara Lepas Penat Dan Bosan Ketika Mata Kuliah Berlangsung?Begini Mengatasinya
    Ada sebagian mahasiswa yang melakukan hal-hal konyol untuk menghilangkan rasa kantuk seperti menjaili teman yang berada teman di sampingnya. Alasannya untuk membuat mata tak fokus pada satu hal yang membuat kantuk. Karena ketika interaksi antar manusia berlangsung, maka pikiran tidak akan tidur dan bosan. Namun hal ini sebagian besar tidak membawa dampak positif kepada seseorang yang melakukannya. Hal ini cukup berdampak negatif, karena akan membuat pikiran tidak fokus terhadap mata kuliah yang sedang berlangsung.
    Gimana sobat Shalaazz? Banyak sekali kan hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa kantuk dan bosan ketika mata kuliah berlangsung. Kalian boleh mencoba salah satunya agar ketika mata kuliah berlangsung, setiap materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik. Terima kasih.
  • 10 Kesalahan Umum Dalam Belajar yang Dilakukan Orang

    10 Kesalahan Umum Dalam Belajar yang Dilakukan Orang

    Stop! Jangan Lakukan 10 Kesalahan Umum ini Dalam Belajar
     
     
    10 Kesalahan Umum Dalam Belajar yang Dilakukan Orang – Balajar adalah salah satu kewajiban bagi pelajar. Dengan belajar, tentunya akan menghasilkan nilai yang bagus dan terbaik. Namun seringkali ada beberapa pelajar yang masih melakukan kesalahan-kesalan dalam belajar. Berikut 10 kesalahan-kesalahan dalam belajar.

    1. Meremehkan waktu belajar

    Waktu merupakan hal yang penting bagi pelajar. Karena ada waktu-waktu tertentu yang utama untuk belajar. Tapi kalau waktu belajar diremehkan? Sobat Shalaazz stop untuk meremehkan waktu belajar. Karena tidak akan ada keberkahan dalam belajar jika kamu meremehkannya.

    2. Kesalahan Umum Dalam Belajar di Tempat Tidur

    Kesalahan umu yang dilakukan pelajar. Ayo ngaku. Belajar ditemat tidur bukan mendapatkan kepahaman dalam belajar, tapi malah ketiduran. Cobalah belajar dengan sambil duduk itu akan membuatmu fokus.

    3. Malu Bertanya.

    Kesalahan yang umum saat belajara adalah malu bertanya jika tidak paham. Kesalahan ini membuat kita tidak akan pernah maju. Jika tidak tahu segerlah bertanya. Jangan takut dan jangan malu bertanya meskipun pertanyaanmu akan ditertawakan oleh orang lain.

    4. Sambil bermain medsos

    Ada yang seperti ini? Belajar sambil bermain medsos adalah kesalahan besar. Agar belajar lebih fokus, pastikan jangan main medsos sulu.

    5. Merasa terpaksa saat belajar

    Ya, tidak semua pelajar menyukai mata pelajaran. Salah satunya pelajaran matematika yang tidak suka. Kamu merasa terpaksa? Don’t it. Meskipun kamu tidak suka mata pelajaran matematika, tapi matematika juga salah satu mata pelajaran yang penting untuk keniakna kelas dan kelulusanmu. mMaka belajarlah dengan ikhlas tidak terpaksa.

    6. Merasa sudah bisa, tidak mengulang belajar

    Merasa sudah bisa dan tidak perlu belajar lagi. Kesalahan seperti ini harus dihindari ya sobat. Teruslah belajar dan pahami lagi apa yang sudah sudah bisa. Seperti yang kita ketahui bahwa metode hafalan mudah lupa, maka dengan mengikatanya dengans sering-sering belajar. Sepintar apapun kamu teaplah belajar dan mengulangnya.
    7. Tidak mencakup semua materi

    8. Hanya mengandalkan catatan dari guru.

    Sobat Shalaazz, dalam belajar jangan hanya berpangku pada catatan dari guru saja. Apalagi di zaman sekarang tekonologi serba canggih dan informasi banyak didapatkan pula. Mulailah memanfaatkan teknologi untuk menambah kepahamanmu dalam belajar.

    9. Selalu menunda-nunda tugas

    Salah satu penyakit pelajar yang suka menunda-nunda belajar. Misalnya seminggu lagi mau ujian bilangnya ‘Ah nanti saja belajarnya.” Itu harus dihindari sobat, Kerana menunda-nunda belajar akan menyusahkanmu. Lebih baik dipersiapkan matang-matang untuk tugas kerjakan tugasnya.

    10. Tidak belajar sama sekali

    Ini adalah kesalahan terbesar yang dilakukan oleh pelajar. Tidak belajar sama sekali adalah jalan yang salah. Jika sobat Shalaazz tidak belajar sama sekali secara terus menerus maka dipastikan tidak mendapat nilai bagu bahkan akan di DO. Jadi jangan sampai tidak belajar ya.
    Bagaimana sobat Shalaazz? siap menghindari kesalahan dalam belajar? Semangat ya.
  • Sebenarnya Apa Tujuan Belajar? Simak Ulasan Lengkapnya

    Sebenarnya Apa Tujuan Belajar?

    Sebenarnya Apa Tujuan Belajar? – Belajar. Pasti setiap orang pernah melakukan yang namanya “Belajar”. Belajar mengaji, belajar bahasa, belajar matematika, dan belajar-belajar pengetahuan lainnya yang ada di dunia ini. Belajar memiliki definisi yang beragam. Tapi satu. iIntinya, belajar adalah suatu kegiatan memperkaya pengetahuan diri sendiri, yang nantinya dapat digunakan untuk kebaikan sesama maupun diri sendiri. Sedangkan menurut KBBI sendiri, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

    Baca juga: 4 Tips Belajar Efektif

    Perlunya Strategi yang Edektif dalam Belajar

    Belajar tidak terpaku harus dilakukan di sekolah atau tempat-tempat lembaga pendidikan sejenis lainnya. Belajar bisa dilakukan di taman, perpustakaan, atau di rumah sekalipun. Karena hakikatnya, belajar bukanlah perihal tempat duduk dimana kita berada, tapi belajar adalah perihal ilmu yang kita pelajari, dan bagaimana kita menyiapkan strategi atau persiapan agar dapat membuat ilmu itu berguna dan bermanfaat.
    Waktu belajar juga tidak harus terpaku sekian jam, sekian menit, atau sekian detik. Belajar dapat dilakukan kapanpun saat kita mau. Tetapi, lebih baik selagi ada waktu teruslah untuk belajar. Karena dengan belajar kita tidak akan merugi, dan dengan belajar kita memiliki bekal untuk berbagi.
    Umur, sejatinya tidak menghalangi seseorang untuk terus belajar. Ada seorang nenek di Jepang, bernama Masako Wakamiya berusia 82 tahun yang mempelajari ilmu koding. Mengapa ia mempelajari itu? Itu semua berawal dari permintaan nenek yang pensiun sebagai pegawai bank ini, yang meminta beberapa developer untuk dibuatkan game untuk para manula. Karena tidak ada yang tertarik untuk memenuhi permintaannya, lalu nenek Wakamiya mengambil keputusan untuk membuat sendiri game tersebut. Sebuah keputusan yang terlihat seperti tidak mungkin bisa dilakukan oleh seorang nenek berusia 82 tahun. Tapi kenyataannya, tidak seperti yang diperkirakan.

    Alasan Kuat Mengapa Kalian Harus Belajar

    Namun, hal yang masih menjadi tanda tanya sekarang adalah, mengapa kita harus belajar? Dan apakah belajar itu dapat berguna untuk kehidupan kita? Sebetulnya, semua pertanyaan tersebut dapat terjawab ketika kita mau untuk mencoba memulai belajar. Mungkin sebelumnya terpaksa. Tapi dari keterpaksaan itulah, nantinya akan timbul rasa “candu”, yang kemudian akan menjadi suatu kebiasaan yang sulit untuk dilepas. Tujuan belajar intinya adalah supaya kita mengenal ilmu, supaya kita bisa untuk melakukan, dan menciptakan sesuatu. Yang dimana dari melakukan dan menciptakan sesuatu inilah, nantinya bisa berguna untuk menjadi ladang kebaikan untuk diri kita pribadi maupun orang lain. Berguna atau tidak untuk kehidupan kita? Tentunya berguna sekali.
    Seperti misalnya ilmu matematika. Tanpa perhitungan matematika, mungkin pakaian yang kita pakai saat ini tidak akan jelas ukurannya. Begitu pula dengan rumah. Tanpa perhitungan yang benar, rumahpun bisa berbentuk tak teratur dan tentunya tak enak untuk dipandang. Selain itu, ada juga ilmu agama. Agama berperan penting sekali dalam kehidupan kita. Bagaimana tidak? Dunia pada hakikatnya adalah tempat kita mengumpulkan bekal untuk kembali ke kampung akhirat nanti. Tanpa ilmu agama, hidup kita bisa saja sia-sia karena tak memiliki pedoman yang jelas. Jadi, yakin masih enggan untuk belajar?
  • Apakah Belajar Kelompok Lebih Efektif?

    Apakah  Belajar Kelompok Lebih Efektif?
    Sumber: Yavyo.com
    Apakah Belajar Kelompok Lebih Efektif?  – Pelajaran yang harus dikuasai siswa/i  cukup sulit. Di rumah diharapkan terbentuk sistem kelompok belajar. Antara siswa/i bisa saling mengisi, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.
    Guru mengajar di kelas waktunya sangat terbatas. Siswa/i harus aktif sendiri di luar kelas belajar sendiri-sendiri. Baca juga: Fun Learning, Metode Belajar yang Menyenangkan
    Kelompok belajar yang ideal terdiri dari 3-5 siswa/i. Tempat belajar bisa digilir di rumah masing-masing orang tua siswa/i. Programnya adalah diskusi tiap-tiap pelajaran. Siswa/i bisa saling menanyakan apa yang dibahas tiap pelajaran sesuai dengan kemampuan individual. Baca juga: Susah Fokus Belajar? Yuk, Cari Tau Tentang Teknik Pomodoro!
    Dengan cara ini belajar bisa lebih efektif. Bahan pelajaran dengan mudah bisa diserap. Keterangan guru di kelas bagus untuk diingat-ingat kembali sewaktu belajar di rumah.
    Dengan belajar berkelompok dapat memupuk kebersamaan dan mengurangi rasa mementingkan diri sendiri antar siswa/i.
    Kemudian dapat meningkatkan semangat belajar agar lebih solid antar sesama. Orang tua bisa mengikuti kemajuan yang dicapai masing-masing anak. Baca juga: Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Otak Kanan dan Kiri
    Tidak ada lagi rasa frustrasi karena pelajaran terlalu sukar. Mestinya digalakkan oleh semua guru yang bertugas di kelas karena menyadari segala kekurangan yang ada.
    Penulis: I Wayan Budiartawan
    Editor: Andrian Kukuh Pambudi
  • 7 Cara Menghilangkan Rasa Malas Secara Total Bagi Pelajar

    7 Cara Menghilangkan Rasa Malas Secara Total Bagi Pelajar

     7 Cara Menghilangkan Rasa Malas Secara Total Bagi Pelajar – Hola sobat Shalaazz! Dilema masa remaja sering kali membuat kita murung dan merenung akan masa depan kita. Berbagai macam hambatan untuk mencapai cita sering kali membuat kita putus semangat dan malas untuk menggapainya. Siapa disini sobat Shalaazz yang tak pernah malas? Tentu setiap orang pasti pernah merasakannya ya.
     
    Rasa malas sering kali menghalangi produktivitas aktivitas kita. Tak jarang, kita pun sulit sekali menjauhkan diri dari rasa malas ini. Rasa nyaman berada di zona aman menjadi salah satu penyebab kita malas.
    Ibarat api ia harus dipadamkan dengan air, dengan pemikiran yang matang juga niat yang kuat. Jangan bingung, jangan risau. Karena kali ini kita akan membahas 7 cara menghilangkan rasa malas secara total bagi pelajar, yuk baca! ^-^
     
     
     

    1. Kalau diam terus, kapan suksesnya?

     
     
    Seseorang yang kelaparan apakah bisa merasakan kenyang saat dia hanya berdiam diri? Tentu tidak bukan? Ia harus mencari makanan untuk dapat mengenyangkan perutnya. Ia tak bisa hanya berdiam diri di tempat setiap waktu, sambil berharap laparnya akan hilang. Begitu pula dengan sukses. Seseorang yang ingin sukses, harus bisa menggerakkan kakinya keluar dari masa berdiam diri. 
     
    Begitu pula saat menghadapi masalah. Masalah tak akan terselesaikan, jika kita hanya berdiam diri , berbanyak mengeluh dan banyak berandai. Saat menghadapi masalah pikirkan “Bagaimana”, bukan “Mengapa”. Pikirkan “Bagaimana saya bisa keluar dari masalah ini?”, bukan “Mengapa ini bisa terjadi?” .
     

    2. Lakukan saat ini juga, atau kau akan menyesal !

     
     
    Buah dari malas adalah segala tugas kita menjadi tertunda. Sampai-sampai menggunung hingga puncak. Menunda pekerjaan bukanlah perkara yang baik, perlahan tapi pasti ia membuat pribadi kita menjadi seseorang yang tidak disiplin.
    Penyesalan hanya datang di akhir. Oleh karena itu, “Lakukan saat ini juga, atau kau akan menyesal”. Selagi sempat mengapa tak kau coba untuk menggapainya? . Sebelum kau ditinggal waktu, mengapa tak kau coba untuk memanfaatkannya?
     
     

    3. Hidupmu tergantung dirimu, bukan orang lain

     
     
    Seperti apa dirimu sekarang, menjadi penentu kehidupanmu kelak. Kamu tidak akan bisa menjadi sukses hanya dengan memejamkan mata. Semua butuh proses. Masa mudamu menjadi ajang pengumpulan bekal untuk kehidupanmu nanti.
    Kamu yang malas tentu sulit untuk dapat mencium harumnya bunga. “Aku sih tenang saja, si dia pasti bisa membantuku.” Hei sob! Orang lain pun punya kehidupannya masing-masing.
    Orang lain hanya menjadi faktor pendukung dalam hidupmu. Bagaimana nasib kehidupanmu? Sepenuhnya tergantung pada dirimu sendiri.
     
     

    4. Teman-temanmu sudah di langit, kamu yakin mau di tanah saja?

     
     Teman-temanmu sudah di langit, kamu yakin mau di tanah saja?
     
     
    Ketika temanmu sudah mencapai puncak, apa kamu yakin mau di tanah saja? “Iya ah, aku mau di tanah saja. Aku takut ketinggian, hehe.” Yehh dia malah bercanda -_- .
    Ketika melihat temanmu sudah mencapai puncak, apa kamu yakin tidak ingin seperti dia? Perjalanan mencapai puncak memang melelahkan, tapi ingatlah ada sesuatu yang manis yang akan kau dapatkan nanti.


    5. Kuatkan niatmu, bukan mindermu!

    Kuatkan niatmu, bukan mindermu!
     
     
    Pertama kali melangkahkan kaki mencoba hal baru, pasti terasa ragu, minder, tak percaya diri. Tapi itulah proses. Kita hanya sedang berada dalam masa adaptasi situasi baru.
    Nikmati saja, fokuskan dirimu pada targetmu. Kuatkan niatmu, bukan mindermu. Ketika kamu minder melihat temanmu yang begitu bersinar, jadikan ia sebagai motivatormu untuk selalu melangkah maju. Bukan malah melemah melihat dirinya.
    Cobalah bercengkerama dengannya, barangkali kamu mendapatkan trik khusus darinya. Dirimu juga layak menjadi mutiara, bukan hanya sekadar menjadi buih di laut yang dipandang sebelah mata.
     

    6. Mimpimu sudah menanti, kau yakin ingin tidur selamanya?

    Mimpimu sudah menanti, kau yakin ingin tidur selamanya?
     
     
     
    Mimpi akan tetap menjadi mimpi kalau kamu tak berusaha untuk membangunnya. Bangkit dari tidurmu, menjadi langkah awal proyek membangun mimpi.
    Langkah selanjutnya, buatlah rancangan bagaimana mimpimu akan kau bentuk satu per satu. Memang melelahkan, tapi apa kau tega membiarkan mimpimu tetap terkurung dalam ruang mimpi?

    7. Bukan hasil yang salah, tapi usahamu yang kurang

     
     
    Jangan pernah salahkan hasil. Periksa kembali bagaimana perjalanan prosesmu. Usaha tidak akan menghianati hasil, begitulah kata pepatah. Pepatah ini memang benar nyatanya. Hasil yang mengecewakan bukanlah buah dari usaha yang besar.
    Cobalah periksa kembali usahamu, barangkali ada yang kurang atau terlewat. Semangat pantang menyerah jangan lupa turut sertakan. Ibadah jangan pernah dilewatkan. Karena percuma kalau usaha kerasmu, tak disertai dengan ibadah juga doa kepada tuhanmu.
     
     
     
    Sekian 7 Cara Menghilangkan Rasa Malas Secara Total Bagi Pelajar. Semoga bermanfaat ya ^-^. Terima kasih telah membaca.
     
  • Mencatat Seasyik Membuat Lukisan, Bagaimana Bisa?

    Mencatat Seasyik Membuat Lukisan, Bagaimana Bisa?

    Mencatat Seasyik Membuat Lukisan, Bagaimana Bisa? Halo sobat Shalaazz– Tidak semua hal bisa diingat oleh daya ingat manusia, untuk itulah mereka mencatat setiap kejadian atau pertemuan dalam sebuah buku kecil atau notes. Melalui catatan, mereka menemukan jalan untuk meraih kesuksesan.

    Selain kunci sukses, ada banyak manfaat yang diperoleh salah satunya, mempertajam daya ingat, dapat menstimulasi otak dengan baik, tepat waktu, teratur, dan dapat meraih sukses.  

    Catharine M. Cox, seorang penulis buku pernah mempelajari kebiasaan tiga ratus orang jenius, antara lain Einstein, Isaac Newton, dan Thomas Jefferson. Ketiganya adalah penulis jurnal atau orang yang rajin menulis di buku catatan.

    Thomas Edison juga menulis tiga juta halaman catatan, surat, dan pemikiran pribadinya dalam ratusan jurnal pribadi di sepanjang hidupnya. Maka dari itu, hal ini menjadi pembuktian kalau rajin menulis catatan akan memudahkan kita meraih kesuksesan.  

    Sebagian dari kita kadang merasa bahwa mencatat kadang menjadi hal yang membosankan dalam kegiatan belajar. Biasanya karena banyak materi pelajaran yang tidak termuat di buku dan melulu dituliskan dengan tinta hitam. Belum lagi ketika catatan-catatan tersebut harus dibuka dan dipelajari berulang kali.

    Baca juga: Membongkar Rahasia Tips Orang Sukses Dalam Karir

    Rasanya kegiatan catat-mencatat perlu sedikit dikreasi agar menjadi lebih menyenangkan.   Tulislah format catatan terlebih dulu. Buatlah catatan sementara di lain kertas sebelum menuangkan catatan di buku yang telah dikhususkan. Siapkan pena atau spidol berbagai warna. Salinlah catatan sementara di atas buku dengan pena atau spidol dengan macam-macam warna. Berkreasilah dengan warna yang kamu suka.  

    Tulislah poin-poin penting dari catatan dengan warna khusus sesuai selera. Kalau ditulis dengan warna khusus, menemukan dan mengingat poin penting dari catatan akan lebih gampang.

    Tambahkan gambar-gambar atau simbol sederhana yang bisa kamu buat. Gambar atau simbol hanya digunakan sebagai hiasan. Tetapi, untuk mata pelajaran tertentu seperti geografi dan biologi, tentu ada skema-skema yang akan lebih asyik bila digambar dengan warna selain hitam.  

    Melalui langkah-langkah di atas, dapat mengatasi rasa bosan dengan bantuan warna atau visual, kegiatan belajar menjadi lebih mudah dilakukan. Menjadikan kita mudah untuk me review catatan secara otomatis.    

  • Tips dan Trik lolos Beasiswa LPDP

    Tips dan Trik lolos Beasiswa LPDP


    Tips dan Trik lolos Beasiswa LPDP – Siapa yang tidak tahu Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)?. Beasiswa yang sedang banyak digandrungi oleh para pejuang beasiswa beberapa tahun terakhir ini. Pasalnya, beasiswa LPDP ini menyediakan fasilitas pendidikan yang sangat mumpuni. Bagaimana tidak, selain mendapatkan biaya kuliah, mahasiswa penerima beasiswa juga mendapatkan biaya hidup selama studi serta biaya untuk penelitian. Waah, menggiurkan bukan?. Beberapa contoh public figure yang mendapatkan beasiswa ini adalah Maudy Ayunda, Gita gutawa dan Tasya Kamila. Wah patut dicontoh ini yaa teman. Selain sebagai public figure yang cantik, tidak hanya berprestasi di dunia maya namun juga berprestasi dalam bidang pendidikan.

    Tetapi, semua hal yang bagus pasti tidak akan diberikan cuma-cuma kepada orang yang sembarangan. hehehe… Artinya, ada syarat dan ketentuan yang pasti harus dipenuhi oleh para calon mahasiswa penerima beasiswa LPDP tersebut. Dan pastinya ada tahap seleksi yang sangat ketat untuk memfilter calon-calon penerima beasiswa tersebut. Nah, oleh karena itu ada tips dan trik bagaimana agar calon penerima beasiswa bisa lolos seleksi.Berikut ini akan dijelaskan tips dan trik agar LOLOS seleksi penerimaan beasiswa LPDP menurut para Awardee:

    1. Tekad yang Kuat

    Yang paling utama adalah tekad yang kuat. Karena itu yang mendorong semua usaha yang akan kita lakukan. Saya lebih cenderung menyebutnya investasi bukan pengorbanan. Karena ada hal yang harus kita bayar untuk mewujudkan mimpi dan dita-cita.

    “Catat, bahwa sukses tidak akan diraih dalam waktu semalam” ~ Kurniasari Aisyiah (Awardee LPDP di Aix-Marseiile Universite, France).

    Ya, tekad yang kuat merupakan langkah awal yang akan membawa kita untuk mendaki impian demi impian kita untuk kita raih dan kita wujudkan. Oleh karena itu, mari kita kuatkan tekad kita, tangguhkan tekad kita, dan kobarkan tekad kita untuk mulai mendaki impian demi impian kita.

    2. Penuhi Persyaratan Seleksi Administratif

    Untuk bisa lolos ditahap ini berarti membahas tentang dokumen. Pastikan semua dokumen terkirim. saran dari saya, untuk memulai dari sekarang membuat akun dan penuhi semua persyaratannya. Bisa langsung upload atau ditunggu sampai semuanya lengkap juga tidak mengapa. Tapi lebih cepat lebih baik. Jangan menunggu deadline, karena biasanya error hasilnya. Saya butuh 2-3 minggu untuk melengkapi semua berkas.Karena surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba itu butuh waktu, tergantung dari Rumah Sakitnya. Pengurusan SKCK, dipeuntukan bagi mahasiswa yang mau ke luar negeri (US terutama) ngurusnya bukan lewat Polres, tapi Polda. Sedangkan untuk membuat essay banyak sekali contoh-contoh yang beredar di Google. Baca juga: Tips Agar Lebih Produktif Setiap Hari Bagi Semua Generasi!Tapi kalau saya simple saja. Kata-katanya cukup sederhana, tapi isinya perlu dipikirkan. Jangan sampai pemilihan katanya bagus tapi pemaparan isinya tidak jelas. Yang pasti buat essay on going proses. Artinya harus selalu dibuka dan selau dirubah ketika ada ide. Bagi yang mau ke luar negeri, tentunya essay menggunakan bahasa inggris. Masih bingung dengan  membuat essay bahasa inggris, Mintalah bantuan kepada teman atau dosen yang menguasai bahasa inggris dengan baik dari segi grammaranya untuk mengeceknya terlebih dahulu” ~ Ahmad Choirul Anwar (Awardee LPDP di Ohio State University). Nah, ini point penting ya teman untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan nantinya. Lebih baik jauh-jauh hari yaa dipersiapkan, biar nggak ada yang terlewat hehe..

    3. Tentukan Pilihan Jurusan

    Baiknya linear. Tapi gak apa kalau mau lintas jurusan selama kita bisa menjelaskannya dengan baik di essay study plan. Kuatkan aja alasannya kenapa mau ambil jurusan tersebut, bisa karena passion, dan sebagainya” ~ Ahmad Ma`ruf (Awardee LPDP di ITB). Bagi temen-temen yang mau mendaftar beasiswa, fikirkan mulai sekarang juga yaa perihal program studi yang mau diambil. Penting banget ini, jangan sampai salah ambil jurusan yaa hehe… Baca juga: 5 Tips “Bertahan” Buat Kamu yang Merasa Salah Jurusan!

    4. Tentukan Universitas Tujuanmu

    Untuk pemilihan kampus, saya lebih memperhatikan apakah kampus itu menyediakan disiplin ilmu yang saya inginkan . Teliti dulu sebelum menggaet Universitasnya. Apakah mata kuliah yang disediakan cukup membantu rencana aplikasi ilmu kita kedepan” ~ Ika Merdeka (Awardee LPDP di Lancaster University, UK)
    Ini nih temen-temen kalau kata kak Ika suatu kampus harus menyediakan disiplin ilmu yang diinginkan yaa.. Jangan sampai ketika tes interview ditanya tentang universitas tujuan dan temen-temen milih salah satu univ di Korea Selatan, eh ternyata ketika ditanya alasannya apa malah jawabnya mau ketemu sama fans artis korea.. hehehe jangan sampai kaya gitu yaa teman. 🙂

    5. Tingkatan TOEFL dan IELTS

    “Biasanya untuk tes IELTS banyak yang jeblok di bagian writing.  karena kita kurang biasa menulis. Jadi, mulai dari sekarang perbanyak aja untuk menulis itulah caranya” ~ Arsyan Hilman (Awardee LPDP di Aberdeen University, UK).
    Perlu diketahui bahwa setiap Universitas memiliki score TOEFL dan IELTS yang berbeda. Oleh karena itu, perbanyak latihan soal yaa teman. Karena saya yakin bahwa “habits is power”, suatu kebiasaan akan menjadi kekuatan. Baca juga: Persiapan TOEFL Siapa Takut? Intip Kisi-kisinya!

    6. Persiapkan Sertifikat Bahasa dan LoA

    Ini adalah optimal dokumen. Tidak dicantumkan tidak ada larangan. Namun kesempatan diterima akan lebih besar. Ikutilah pelatihan/les bahasa dan tes setelahnya. LoA kalau di Jepang didapatkan setelah intensive berkomunikasi dengan sensei melalui email dengan mengirimakan CV, sertifikat bahasa, dan surat rekomendasi. LoA yang saya gunakan untuk mendaftar LPDP” ~ Indrawan Cahyo Adilaksono (Awardee LPDP di Kyoto University, Jepang).

    7. Kontribusi Untuk Bangsa

    Kalau tips dan trik dari saya, kontribusi untuk masyarakat diperkuat. Kontribusi dari bidang apa saja dan memberi manfaat kepada masyarakat. Pada saat diterima menjadi keluarga besar LPDP nantinya, semua penerima beasiswa harus berikrar untuk selalu berkontribusi kepada masyarakat dibidangnya masing-masing” ~ Imam Arifaillah (Awardee LPDP di UGM)
    Nah, untuk temen-temen kira-kira sudah berkontribusi belum untuk negeri?. Jangan sampai banyak menuntut, tapi malah sedikit tindakan untuk negeri.

    8. Siapkan Visi dan Misi 

    Visi dan misi LPDP yaitu mempersiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi untuk bangsa.

    “Kalau cari orang pintar itu banyak. Pada saat kita dihadapkan pada 1000 orang pintar, tidak cukup kemudian kita merebut satu orang yang berkarakter, berintegritas, serta jujur melayani bangsa. Knowladge itu gampang, tapi attitude itu yang sulit dicari…..Kejujuran, semangat kontribusi, semangat membantu masyarakat yang menjadi prioritas interviewer” ~ Eko Prasetyo (Direktur Utama LPDP).

    9. Percaya Diri

    Menurut saya untuk mendapatkan beasiswa LPDP kita tidak bersaing dengan siapapun karena tidak ada sistem kuota dalam penerimaannya. Tapi kita bersaing dengan diri sendiri. Tanyakan pada diri apakah kita telah memenuhi kualifikasi yang dicari LPDP atau tidak. Jika jawabannya Ya, maka percayalah kamu akan mendapatkannya” ~ Harry Marareza (Awardee LPDP di UGM).
    Beranilah untuk melangkah dengan kepercayaan diri yang tinggi, yakinkan pada diri bahwa pasti kita bisa. Be self confidence teman 🙂

    10. Berdo’a

    Menyiapkan IELTS menurut saya menjadi perjuangan yang berdarah-darah bagi saya. Saya tes sampai empat kali dalam kurun waktu dua tahun karena nyambil kerja. Saat apply LPDP modal IELTS  dan Conditional LoA . Alhamdulillah keterima . Tapi kampus belum memenuhi. Jadi Saya memutuskan Resign dan fokus mengejar score writing. Dan Alhamdulillah saya lolos. Kalau gak, saya bakal hidub tanpa gaji, padahal saya sudah punya keluarga yang harus di nafkahi. Saat itu Kekuatan doalah yang bekerja” ~ Nalendra Pradono (Awardee LPDP di Monash University, Australia).
    Jangan pernah lupa ya teman, karena kekuatan do’alah yang tidak akan tertandingi oleh apapun. Terutama do’a dan restu dari kedua orang tua. Dalam hal ini ada 3 hal penting yang harus selaras yaitu niat, doa’ dan ikhtiar sebagai penengah.
    Nah, itulah beberapa tips dan trik dari para awardee untuk mempersiapkan sebaik mungkin agar bisa lolos selesksi beasiswa LPDP.  Memang, pasti ada banyak halangan, tantangan, dan rintangan untuk mendapatkannya. Namun, jangan sampai patah semangat yaa teman.  Selamat berjuang 🙂