Category: motivasi
-
Pramoedya Sastrawan Indonesia Peraih Nobel Sastra Dunia
Pramoedya Sastrawan Indonesia Peraih Nobel Sastra Dunia – “Kita bersatu dan juga melawan, bahkan menyerang. Kalau ada persatuan, semua bisa kita kerjakan, jangankan rumah, gunung dan laut bisa kita pindahkan.” (Pramoedya Ananta Toer)Adakah yang mengenal sosok Pramoedya Ananta Toer? Seorang sastrawan yang mendapatkan penghargaan Nobel sastra dunia namun penghargaan itu tidak pernah sampai ditangannya. Disebabkan beliau tergabung dalam organisasi Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat) yang berada di bawah lindungan PKI (Partai Komunis Indonesia). sehingga banyak sastrawan lainnya di Indonesia yang tidak menyetujui Pram mendapatkan penghargaan tersebut.Pramoedya Ananta Toer lahir pada 6 Februari 1925 di Kampung Jetis, Blora , Jawa Tengah dari pasangan suami istri bernama Mastoer dan Oemi Saidah. Pram memulai pendidikan formalnya di SD Blora, Radio Volkschool Surabaya pada 1940-1941. Kemudian melanjutkan ke Taman Dewasa/Taman Siswa pada 1942-1943. Lantas ke Kelas dan Seminar Perekonomian dan Sosiologi oleh Drs. Mohammad Hatta, Maruto Nitimihardjo dan sekolah Stenografi 1944-1945 dan pernah ke Sekolah Tinggi Islam Jakarta, pada 1945.Ketika usianya menginjak 17 tahun, ibunya meninggal dunia. Sehingga dengan terpaksa Pram harus menafkahi adiknya yang berjumlah 7 orang. Meski begitu, Pram adalah sosok yang tangguh. Dia bekerja sambil berkarya ditambah lagi keadaan memaksanya harus keluar masuk penjara karena ketidak mengertian pihak pemerintah terhadap dirinya.Semenjak Pram mulai bergabung dengan sayap kiri Lekra, dia menjadi buronan Pemerintahan Orde Baru. Meski dia dipenjara tidak hanya pada masa Orde Baru, namun di masa inilah Pram dipenjara dengan begitu sadis.Pernah dipenjara di pulau Buru, dilarang menulis, diberlakukan undang-undang larangan peredaran buku-bukunya. Bahkan setelah bebas pun, Pram masih harus menjalani tahanan rumah dan undang-undang itu tidak dicabut.Akan tetapi meski di negeri sendiri Pram ditindas, dikucilkan, dibuang, di luar negeri Pram adalah sosok terhormat. Karyanya beberapa kali diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Bahkan dia juga menerima penghargaan Nobel sastra dari luar negeri.Pram adalah lambing perjuangan yang tidak boleh dilupakan. Melalui tulisan-tulisannya, Indonesia dipandang hebat dimata dunia karena memiliki sosok Pram. Sebenarnya masih banyak yang harus dibahas mengenai sosok Pram. Tapi bila dijelaskan secara rinci, maka akan jadi beberapa buku mengenai Pram.Tulisan ini hanya pengantar untuk mengenal sosok sastrawan bernama Pramoedya Ananta Toer. Setelah itu, kawan-kawan sendirilah yang harus membaca buku biografi dan karya-karyanya agar lebih dekat dengan Pram. Jangan lupakan sejarah kawan! Indonesia terlahir dari darah pahlawan. Salam pendidikan!“Aku benar-benar telah jadi broodschrijver, seorang yang menulis untuk sesuap nasi… mesin tulis, modal kerjaku, rasa-rasanya minta ampun…”- Pramoedya Ananta ToerSumber:Rifai, Muhammad. 2010. Biografi singkat 1925-2006 Pramoedya Ananta Toer. Yoyakarta. Garasi House of Books -
Menanamkan Pendidikan Anti Korupsi Pada Anak
Menanamkan Pendidikan Anti Korupsi Pada Anak – Tepat pada tanggal 9 Desember 2018 kemarin, seluruh warga dunia bersepakat untuk merayakan hari anti korupsi sedunia, euphoria perayaan tersebut sepertinya juga terasa di Indonesia, hal ini diperlihatkan oleh berbagai media di Indonesia yang menjadikan pembahasan mengenai korupsi sebagai isu utama medianya. Yang tujuannya sudah pasti untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya korupsi, sebab ada istilah yang mengatakan bahwa korupsi merupakan Extra ordinary crimeI, oleh karenanya masalah korupsi ini harus menjadi perhatian utama bagi kita terutama pemerintah Indonesia.Berbagai kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, mulai dari dalam skala kecil hingga dalam skala besar. yang Bahkan dampaknya bisa merugikan seluruh rakyat Indonesia. Seperti kasus korupsi yang menimpa berbagai kepala daerah pada tahun 2018 ini, termasuk diantaranya Gubernur Aceh dan Bupati Pakpak Barat, semua orang tak menduga, tiba-tiba mereka terkena OTT oleh KPK. Dan masih banyak lagi kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. oleh karenanya Banyaknya kasus korupsi di Indonesia juga menjadi penguatan bagi pemerintah untuk segera memeranginyaAda pepatah lama yang mengatakan “Lebih baik mencegah daripada mengobati”, rasanya hal tersebut sangat tepat untuk diterapkan dalam menyelesaikan kasus korupsi ini. berbagai upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah, termasuk dengan mendirikan lembaga khusus untuk memberantas korupsi yakni Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK).Lembaga yang lahir sejak masa Megawati ini memang terlihat begitu gencar melakukan pemberantasan korupsi, karena lembaga tersebut berbagai elit politik berhasil dijebloskan ke penjara sebagai pelaku korupsi. Meskipun pada tahun kehadirannya hampir saja hendak dihilangkan, namun sampai saat ini KPK masih saja eksis dalam menjalankan misinya untuk membarantas korupsi di Indonesia.Hanya saja untuk memberantas korupsi hingga keakarnya, kita tentu tidak bisa hanya berharap kepada lembaga KPK saja, perlu ada upaya pencegahan yang dilakukan sejak dini, sehingga jiwa masyarakat Indonesia nantinya akan terbebas dari karakter koruptif. Pencegahan tersebut dapat dimulai dengan pembiasan diri melakukan berbagai karakter non koruptif, seperti jujur, tanggung jawab, disiplin, dan beberapa karakter lainnnya. Kegiatan pembiasan tersebut kita kenal sebagai pendidikan anti korupsi.Pendidikan anti korupsi merupakan serangkaian kegiatan pendidikan yang bertujuan untuk mendidik generasi emas Indonesia agar terhindar dari perbuatan korupsi. Berbagai program telah dilakukan pemerintah sebagai wujud pendidikan anti korupsi, seperti yang telah dilakukan di beberpa perguruan tinggi di Indonesia. dengan mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi kedalam setiap mata kuliah harapannya dapat melahirkan generasi intelektual yang jauh dari tindak korupsi. Sehingga mereka para mahasiswa yang nantinya akan menjadi penggerak diberbagai sendi kehidpuan bernegara menjadikan korupsi sebagai musuh bersamanya, sehingga menjadikan Negara bersih dari korupsi.Kurikulum 2019 mendatang seharusnya dapat diisi dengan beberapa nilai-nilai sebgai upaya pencegahan korupsi. Wakil ketua KPK, Thony Saut Situmorang, mengatakan perlu menanamkan Sembilan nilai dalam pendidikan pencegahan perilaku korupsi yang disosialisasikan nantinya dalam kurikulum 2019. Menurutnya Sembilan nilai itu terdiri dari jujur, peduli, tanggun jawab, sederhana, adil, mandiri, disiplin, berani, serta kerja keras.Langkah tersebut sepertinya bukanlah main-main atau hanya sebagai pemanas situasi belaka. Namun sepertnya memang serius untuk diperjuangkah, terlihat dari hasil nota Kesepahaman (MoU) antara KPK dengan Empat kementrian yang terdiri dari Kementrian Perdagangan dan Industri, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tingggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementrian Agama. Mereka telah bersepakat agar pendidikan anti korupsi akan masuk kurikulum 2019 di semua jenjang pendidikan.Adapun isi MoU antara KP dengan empat kementrian tersebut adalah :1). Menyusun kebijakan yang mewajibkan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi di kurikulum setiap jenjang pendidikan dengan selambat-lambatnya juni 2019,2). Menyusun dan mendistribusikan materi pendidikan karakter dan budaya antikorupsi di setiap jenjang pendidikan,3). Melakukan pendampingan pelaksanaan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi bagi satuan pendidikan,4). Menyiapkan sumber daya manusia, anggaran dan sumber daya lainnya serta satuan khusus yang memadai dalam realisasi rencana aksi pendidikan karakter dan budaya antikorupsi,5). Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi dan penerapan tata kelola pendidikan yang bersih dan baik,6). Melakukan publikasi terhadap kepatuhan implementasi pendidikan karakter dan budaya antikorupsi serta penerapan tata kelola pendidikan yang baik dan bersih di setiap jenjang,7). Mendorong keterbukaan informasi publik dengan menerapkan transparansi data yang dapat diakses masyarakat melalui portal-portal informasi antara lain melalui platform JAGA-KPK.Terlihat jelas usaha yang dilakukan pemerintah dalam mencegah korupsi di Indonesia, seharusnya hal ini didukung oleh seluruh keluarga di Indonesia, sehingga pendidikan anti korupsi tidak hanya diterapkan di lembaga pendidikan saja, namun di lingkungan keluarga juga, sehingga akan lahir generasi yang jujur dan bersih dari tindak korupsi. untuk itu di momen perayaan korupsi Internasional ini, mari kita semua berharap agar suatu saat nanti Indonesia akan menjadi Negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia. Oleh karenanya menjadi tanggungjawab kita semua untuk segera mewujudkan harapan tersebut.Karya : Muhammad Iqbal -
Kuliah di Luar Negeri: Punya motivasi kuat atau Sekadar Tren?
Kuliah di Luar Negeri: Punya motivasi kuat atau Sekedar Tren? – Dulu kalau ada orang yang berencana melanjutkan kuliah di luar negeri, akses informasi mengenai negara tujuan, universitas, hingga beasiswa belum sebanyak sekarang yang bisa kita lihat di sosial media. Bisa dibilang kuliah di luar negeri itu hanyalah untuk orang orang yang punya uang saja. Sedangkan di zaman sekarang banyak orang yang bisa bersekolah di luar negeri. Lembaga-lembaga Negeri maupun swasta memberikan beasiswa yang banyak dan sudah bervariasi, Semakin banyak pula teman, saudara bahkan keluarga yang tahu mengenai informasi beasiswa di luar negeri.Tapi sebenarnya, Kuliah di luar negeri itu hanya sekedar tren atau memang punya motivasi yang kuat?Kebanyakan orang yang ingin belajar diluar malah hanya ingin agar terlihat keren dihadapan teman teman nya, malah ada yang blak blakan bahwa dia ingin kuliah ke luar negeri karena ingin menunjukkan pada orang lain bahwa dia cukup pintar. Seriously? Pertanyaannya, apakah keinginan seperti itu cukup untuk mereka sebagai bekal mereka diluar negeri?Perlu Motivasi yang Kuat, tentu saja.
disamping itu juga ada yang serius kuliah di luar negeri dengan segala perencanaan yang matang. Ada? banyak malah. perencanaan yang matang merupakan sesuatu yang perlu direnungkan secara serius.Bagaimana tidak? untuk awalannya saja, untuk melamar ke sebuah universitas di luar negeri biasanya motivation letter akan selalu ditanyakan. Jawabannya akan menentukan apakah kita layak untuk kuliah di sana atau tidak, dan jawaban “jalan-jalan” rasa rasanya kurang tepat, kecuali mereka memang mau melamar di jurusan traveling, hospitality ataupun sejenisnya.Soal bagaimana menuliskan motivasi itu dalam bahasa yang menarik jelas sebuah poin yang amat teramat penting. Bagi saya sendiri sebuah motivasi tidak pernah ada yang “salah”, karena sifatnya personal. Tapi jika itu hanya karena untuk mengikuti tren dan teman teman teman?Coba kita tanya jawab hati
Bagaimana jika kemampuan bahasa asing kita masih jauh dari yang universitas tersebut persyaratkan? Bagaimana jika kita tidak lolos seleksi pada penerimaan mahasiswa baru di kampus yang kita idam idamkan? Bagaimana jika proses pengurusan visa nya tidak semudah yang kita bayangkan? Bagaimana jika kita tak punya teman sehati untuk berkeluh kesah? Bagaimana jika materi kuliahnya berat dan kita tidak sanggup? Bagaimana jika kita susah untuk lulus?Apakah motivasi yang kita punya cukup kuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas?
Motivasi tentunya bisa mempengaruhi usaha dan perjalanan kita ke sana. Jika tak siap dengan segala kesusahan studi di luar negeri, bisa jadi ada pilihan lain: cari mentor atau ikut pelatihan. Pengalaman itu mahal, dan pengalaman melanjutkan studi di luar negeri juga adalah kesempatan untuk mengenal banyak hal. Banyak kesempatan yang kini ditawarkan untuk itu. Banyak pula saingan yang ada di seluruh dunia. Kata pepatah, “Tidak ada yang gratis didunia ini” Untuk mendapatkan sesuatu, perlu sesuatu juga: perjuangan, ikhtiar serta dukungan. Studi di luar negeri memang menyenangkan, pasti ada usaha keras dan momen-momen “berdarah” di balik layar.Selamat berjuang! ♡Gagal itu urusan nanti, yang terpenting kita pernah berusaha untuk mencoba ♡bakat memiliki 3 dimensi psikologi yakni dimensi perseptual, dimensi psikomotor dan juga dimensi intelektual. Bakat mempengaruhi cita-cita dan pengenalan diri sendiri.#psikologi #penamillennials #pendidikan #shalaazz— Pena Millennials | Shalaazz (@penamillennials) January 20, 2020
-
Budayakanlah Mengetahui Isi Materi, Sebelum Menimba Ilmu
Budayakanlah Mengetahui Isi Materi, Sebelum Menimba Ilmu – Menghadiri suatu tempat yang memberikan ilmu merupakah hal yang menyenangkan. Terlebih lagi jika kita tertarik dengan materi yang akan dipaparkan. Namun sebagian dari kita acap kali masuk suatu kelas tanpa mengetahui materi apa yang akan didapatkan.Hal ini banyak terjadi dikalangan pelajar dan mahasiswa. Ketika awal ajaran baru kita masih semangat dalam mengetahui materi apa yang akan diberiakan hari itu dan sempat juga belajar seblumnya dan akan berbeda setelah pertengahan tahun.Banyak faktor yang menjadikan kita tidak rajin lagi, salah satuya tugas dan kegiatan yang sudah menumpuk. Sering kali kita berangkat sekolah dan kuliah tanpa mengetahui akan belajar apa. Hal tersebut berbeda ketika kita presentasi, setidaknya kita harus menyiapkan materi untuk di share kepada audience.Namun ketika tidak presentasi maka kita susah untuk ingin melihat materi apa yang akan kita pelajari dikelas. Padahal dasar materi sebelum mendapatkan materi akan mudah dipahami dan lebih menarik untuk kita pelajari.Budaya masuk kelas tanpa mengetahui materi apa yang akan didapatkan menjadi kebiasaan yang tidak perlu diteruskan. Ketika kita membiasaakan diri dari kecil dan mempengaruhi orang sekitar maka akan meningkatkan kualitas pendidikan diInonesia. Hal itu akan terwujud karena sabuah PAKSAAN, suatu kebaikan harus dipaksa terlebih dahulu. Paksaan dalam hal kebaikan sudah banyak diterapkan di negara-negara maju. Paksaan untuk disiplin waktu, paksaan untuk mematuhi aturan tertulis ataupun tidaktertulis.Paksaan dalam dunia pendiidikanpun juga dibutuhkan. Sebagai contoh ketika yang akan ngajar guru atau dosennya lumayan galak kita mau belajar materi karna kita takut tidak bisa menjawab ketika ditanya. Ketika ada kuis maka secara otomatis kita akan belajar sebelumnya.
Oleh sebab itu ketika kita dipaksa suatu keadaan, kita akan melakukan suatu hal meski itu terpaksa atau tidak. Catatan lain menyatakan suatu hal yang terpaksa tidak akan sampai ke hati ilmunya. Namun ketika kita dalam keadaan santai kita tidak akan melakukan hal-hal hebat yang luar biasa. Salam semangat buat kita semua, selamat berkarya dan semangat berkontribusi untuk negara.
-
Sulit Menemukan Minat Belajar? Ini 6 Cara Mengetahuinya !
Sulit Menemukan Minat Belajar? – Minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi usaha yang dilakukan seseorang. Minat yang kuat akan menimbulkan usaha yang gigih serius dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan. Jika hal ini dimiliki oleh seorang siswa, ia akan cepat memahami dan mengingat pelajaran. Minat belajar mungkin akan hilang jika Anda merasa terbebani oleh banyaknya pekerjaan rumah, tidak menyukai mata pelajaran tertentu, atau pelajaran di kelas terasa membosankan. Berikut tips yang bisa Anda coba:1. Tentukan mata pelajaran yang Anda sukai
Agar lebih menyenangi pembelajaran mulailah dengan menentukan mata pelajaran yang paling Anda sukai. Menemukan subjek yang menimbulkan ketertarikan akan meningkatkan keberhasilan belajar.2. Mengubah pandangan tentang subjek yang kurang Anda sukai
Anda tetap bisa menyenangi pelajaran yang kurang menarik dengan mengubah cara pandang. Salah satunya dengan memahami manfaat dan mengapa Anda perlu mempelajarinya.3. Temukan hubungan antara belajar dengan keseharian Anda
Dalam beberapa kesempatan Anda mungkin saja kehilangan minat belajar ketika menyadari sepertinya subjek tertentu tidak dibutuhkan atau tidak ada hubungannya dengan kehidupan luar sekolah. Misalnya memahami pengetahuan kimia dasar membuat Anda lebih mahir memasak. Atau matematika yang terkait dengan keseharian Anda, contohnya menentukan banyak cat yang dibutuhkan untuk mengecat dinding rumah.4. Jangan bersaing secara berlebihan
Persaingan sehat akan terasa sangat menyenangkan dan meningkatkan minat belajar. Sebaliknya, persaingan yang berlebihan hanya menimbulkan kekhwatiran sehingga Anda kesulitan belajar. Berfokuslah memperbaiki diri dan mencapai tujuan yang sudah Anda tentukan. Contohnya jika ingin mendapatkan nilai ujian tertentu, belajarlah sebaik mungkin dan jangan khawatir siapa yang akan meraih nilai lebih tinggi.5. Mempersiapkan pertanyaan sebelum kelas dimulai
Mempelajari materi sebelum pembahasan dan menanyakan materi yang tidak dimengerti membantu Anda untuk mengajukan jawaban atas persoalan di akhir kelas6. Menceritakan kejadian-kejadian di sekolah kepada orang tua atau orang-orang terdekat
Anda akan lebih suka belajar jika mendapatkan dukungan dari orang-orang yang peduli kepada Anda dan mengharapkan keberhasilan Anda di sekolah. Menceritakan pelajaran dan kegiatan di sekolah membuat Anda selalu berpikir positif.Hal tadi diharapkan dapat memicu semangat dan minat belajar siswa dalam belajar serta mengejar mimpi dan cita-cita. Kalian adalah generasi emas, jadilah penerus berkualitas. Selamat mencoba -
Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan
“Suatu saat nanti aku ingin menjadi seorang guru yang mampu menginspirasi murid-muridku“ jawab seorang anak muda ketika ditanya oleh gurunya hendak jadi apa ketika ia besar nanti. Jawaban tersebut sungguh merupakan jawaban yang sangat mulia dan seharusnya dimiliki oleh setiap tenaga pendidik di Negara manapun termasuk Indonesia. Sebab dengan begitu, setiap tenaga pendidik akan menjalankan perannya dengan kesungguhan bukan karena keterpaksaan tuntutan pekerjaan.Pentingnya hal tersebut dimiliki juga akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan, yang mana kualitas pendidikan inilah yang menjadi faktor utama dalam mewujudkan pembangunan bangsa. Melalui pendidikan, Negara mampu melahirkan generasi pemimpin yang berkarakter, berintelektual, dan mampu membawa Negara mewujudkan tujuannya.Pada pasal 1 ayat 6 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioal (SPN) menjelaskan bahwa Pendidik merupakan tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar widyaiswara, tutor, instrukur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususan serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Dari pengertian tersebut menunjukkan bahwa pendidik bukanlah pekerjaan sembaran, dibutuhkan kualifikasi dan orang-orang yang berkualitas untuk menjalankan peran sebagai seorang pendidik.Saat ini jika kita melihat kualitas pendidik, terutama guru di Indonesia, maka kita belum bisa duduk tenang melihatnya, terutama jika melihat guru di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sungguh membuat kita haru. Dan ini tidak hanya berbicara kualitas saja, namun kuantitas juga, dimana ketersediaan guru ternyata juga masih sangat minim di Indonesia terutama di daerah 3T.Kami berharap pemerintah mampu menjadi reaktor aktif untuk mempersiapkan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidik di Indonesia, hal ini sepertinya sudah terlihat dengan program pengembangan pendidik yang telah dilakukan seperti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menurut UU No. 20 tentang SPN pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjan yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Dengan demikikin PPG ini merupakan pendidikan tinggi dalam rangka mempersiapkan calon guru agar memiliki keahlian sebagai guru yang professional.Tujuan umum PPG adalah menghasilkan calon guru yang memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Dari upaya tersebut sebenarnya pemerintah sudah memiliki itikad baik untuk terus meningkatkan kualitas pendidik di Indonesia.Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kualitas sebagai seorang pendidik juga dapat dimulai dari pribadi sendiri, langkah pertama bisa dimulai dengan memahami karkter yang harus dimiliki oleh setiap pendidik sesuai dengan standar kompetensi pendidik yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Langkah selanjutnya bisa dengan membaca buku dan mengikuti berbagai pelatihan yang mampu meningkatkan keahlian sebagai seorang pendidik. Dan yang tak kalah pentingnya lagi adalah Seorang pendidik juga harus bisa meningkatkan kemampuannya dalam menguasai teknologi sebab kemampuan ini sangat dibutuhkan pada era revolusi Industri 4.0 saat ini.Sudah seharusnya semangat perubahan ini menjadi semangat bersama bagi semua pendidik di Indonesia. Kedepan kita berharap tidak adalagi kasus-kasus yang berkaitan dengan tenaga pendidik, sebab itu hanya menjadi negative campaign pendidikan Indonesia kepada seluruh negara di dunia. Melalui langkah ini kita berharap pendidikan Indonesia mampu membentuk kreativitas, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta kemampuan pemecahan masalah bagi generasi pemimpin bangsa kelak.Ditulis oleh : Muhammad Iqbal, Guru SMP IT Al Kahfi -
7 Tips dan Trik Ampuh Hadapi Ujian Agar Ujiannya Lancar
7 Tips dan Trik Ampuh Hadapi Ujian Agar Ujiannya Lancar – Ujian seringkali menjadi momok yang paling menakutkan bagi para siswa di sekolah ataupun mahasiswa di perguruan tinggi. Kenapa sih kita takut ujian padahalkan ujian itu bukan sesuatu yang di takutkan. Wajar sih ujian itu yang akan menentukan nasib kita akan di bawa kemana. Untuk SD, SMP, SMA saya akan memberikan 7 tips dan trik ampuh menghadapi ujian nasional, sekolah/ semester. Tips dan trik ini bisa juga dipakai oleh kaula muda yang masih sering lupa sama pelajaran atau yang masih sering menggunakan sistem kebut semalam. Oke langsung saja tips dan trik menghadapi ujian.1. Berdoa dan meminta doa kepada kedua orang tua atau kerabat dekat
Doa merupakan sumber kekuatan utama agar di beri kemudahan dan kelancaran pada saat kita akan melaksanakan sebuah ujian. Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dengan berdoa yaitu, doa itu mampu menenangkan diri kita yang sedang cemas tak karuan, mampu meningkatkan kecerdasan, dan mampu membantu kita menghadapi sulitnya ujian hidup. Selain itu sebelum di mulainya ujian kita harus meminta doa terlebih dahulu kepada kedua orang tua kita. Ada pepatah mengatakan doa paling mujarab adalah doa orang tua, dan ridho Allah itu tergantung dari ridho orang tua. Maka dari itu doa dari orang tua sangatlah penting demi di berikannya kelancaran pada kita saat akan melakukan ujian. Doa dan dukungan kerabat pun akan menjadikan kita lebih semangat dalam menghadapi ujian.2. Pahami materi
Terkadang kita itu selalu mendengarkan apa yang guru atau dosen ucapkan tapi pada saat guru atau dosen tersebut keluar ruangan atau meninggalkan kelas apa yang tadi di ucapkan oleh guru itu hilang entah kemana ibarat kata masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Maka dari itu kita harus bisa menyalin apa yang guru atau dosen ucapkan sebagai salah satu metode pembelajaran. Dengan kita menyalin apa yang telah guru sampaikan di depan kelas daya serap otak kita akan semakin tajam dan kemampuan otak kita dalam hal mengingat akan semakin berkembang, ini artinya kita akan semakin mudah menghafal dan akan kembali membuka catatan ketika kita lupa.3. Siapkan catatan kecil
Setelah menyalin apa yang di ucapkan kita harus bisa membuat point-point penting atau kata kunci dalam sebuah catatan kecil sebagai metode pembelajaran yang kedua. Agar terkesan menarik dan tidak bosan saat belajar atau membacanya kita bisa menggunakan bolpoin warna atau menghiasnya sesuai selera. Dengan begitu semangat belajar kita akan semakin meningkat dan hal ini akan membantu kita untuk lebih mudah mengingat sesuatu.4. Latihan soal-soal
Setelah kita bisa memahami suatu materi kita harus mengujinya dengan mengisi latihan atau soal-soal yang biasanya di berikan oleh guru ataupun yang kita dapatkan baik dari buku atau internet. Boleh juga dengan meminta bantuan teman atau keluarga untuk mengadakan kuis tanya jawab agar lebih mudah dalam hal mengingat materi-materi yang telah di pelajari.5 Belajar di tempat yang nyaman
Jika biasanya kita belajar di dalam sebuah ruangan, cobalah untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan disekitar kita, misalnya taman atau sebuah cafe tempat nongkrong sebagai objek tempat belajar. Dengan begitu belajar akan semakin rileks dan tidak jenuh, taman yang banyak pepohonan akan membuat kita lebih relaks dan juga cafe Dengan suasana yang nyaman akan membuat kita betah belajar berlama-lama di sana.6 . Menjaga pola makan dan istirahat yang cukup
Seringkali kita mengabaikan 2 hal ini terkadang karena terlalu asyik belajar kita sampai lupa waktu makan ataupun mengabaikan waktu istirahat yang terbilang cukup penting. Tubuh itu perlu asupan energi yang cukup agar otak kita bisa bekerja dengan baik, dan tubuh juga perlu waktu istirahat agar fisik kita fresh pada saat ujian dan tidak mudah cepat lelah. Hindari makan makanan yang bisa menyebabkan sakit perut atau yang bisa menghambat konsentrasi kita pada saat ujian. Istirahat lah yang cukup pada saat akan menjelang ujian dan jangan biarkan otak kita terus belajar pada saat ujian itu akan berlangsung. Biasakan tidur jam 8-9 malam lalu bangun jam 3 pagi agar otak kita bisa fresh. Kita bisa memanfaatkan waktu belajar jam 3 pagi karena otak kita akan mencerna dengan baik pada saat jam 3 pagi kesana.7. Percaya diri dan jangan terlalu stres
Kadangkala kita selalu tidak percaya diri, banyak sekali kemungkinan- kemungkinan yang sebenarnya gak akan terjadi tapi otak kita malah memikirkan hal yang tidak-tidak. Maka dari itu kita haruslah percaya diri, percaya akan kemampuan diri sendiri dan tidak merendahkan diri sendiri. Jika hal itu terus terjadi maka stres pun tidak akan pernah terjadi. Hilangkan pikiran pikiran negatif itu dari otak kita dan tanamkan lah pikiran positif. Toh kita sudah berusaha semaksimal mungkin jadi tak perlu risau akan nanti hadapi saja sekarang, jangan sampai hal itu membuat kita stres hingga akhirnya tak bisa mengerjakan soal pada saat ujian.Itulah tips dan trik ampuh pada saat akan menghadapi ujian, semoga bermanfaat dan selamat mencoba. -
Kegiatan Mahasiswa Harus Didukung Dalam Hal Positif
Kegiatan Mahasiswa Harus Didukung Dalam Hal Positif – Pendidikan dalam kampus tak seperti indahnya dalam media massa. Ketika atasan memerintah agar bisa berprestasi, lulus cepat dan IPK yang cumlaude sangat diidealkan oleh pemimpin kepada bawahan. Nyatanya, dana usaha yang dibuat oleh mahasiswa tidak boleh dijualkan. Semuanya diusir dan disingkirkan di dunia kampus. Entah apa yang di fikirannya.Jika hanya boleh kafe yang berjualan mengapa tidak mahasiswa dibolehkan pula? bukankah ini diskrimanasi. terlalu banyak uang yang harus dikelauarkan sedangkan dalam kegiatan saja cuman dikasih sedikit. Giliran sekarang, mahasiswa ingin mandiri membuat usaha sendiri diusir dari peradaban. Heran dunia ini. Persuratan dalam kegiatan saja seringkali dipersulit dan uang untuk kegiatannya selalu ada di akhir.Logikanya kalau membuat kegiatan walaupun dibiayai oleh atasan sekalipun akan cepat habisnya. kebanyakan mereka berwirausaha pada ujungnya. Seringkali juga dalam kegiatan yang bukan islami cepat dan tanggap oleh atasannya. Dalam hal positif seperti kegiatan islami selalu saja dipermasalahkan. Heran ada apakah gerangan di balik semua ini? Siapa yang merasa tereliminasi dan didiskrimanasi sekarang ini?Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain akan dimudahkan pula urusannya. Namun, mereka tidak berpacu seperti apa yang ditulis diatas. Semakin lama semakin dipersulit semakin pula mental mahasiswa teruji.Terkait kerjasama dalam dunia pendidikan seringkali tidak kompak. salah satunya ialah saling mengandalkan satu sama lain. kenapa tidak bersamaan? kenapa selalu ada rasa mengeluh dalam perbuatannya? tidak mungkinlah?Darimana semua inilah?sudah capai ah dalam hal ini dan itu?Sombonglah?merasa paling pintar di dunia ini padahal selalu ada yang lebih pintar lagi kalau fikiran tak pernah diubah. beginikah pendidikan? -
Tips-Tips Menjadi Generasi Millenial Harapan Bangsa
Tips-Tips Menjadi Generasi Millenial Harapan Bangsa– Hai sahabat shalaazz, semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Kali ini saya akan bahas tentang generasi millennial. Sudah tidak asing dengan sebutan itu kan ?. Iya, kalian generasi yang lahir tahun 90-an sampai 2000 termasuk dalam generasi ini. 20-30 tahun lagi akan menggantikan posisi pemimpin di negeri ini. Oleh karena itu, perlu aksi nyata dari generasi millennial untuk mewujudkan pemimpin harapan bangsa. Berikut tips-tips atau langkah untuk menjadi generasi millennial harapan bangsa:
1. Haus Ilmu
Setinggi apapun ilmu yang kita pelajari, ingatlah bahwa di atas langit masih ada langit. Begitu juga dengan ilmu, semakin haus akan ilmu pengetahuan teknologi dan ilmu agama maka akan menjadikan kita semakin banyak pengetahuan.2. Bekerja Keras
Ingatlah bahwa orang-orang sukses di dunia ini tidak diperoleh secara instan, semuanya butuh proses. Ada ilmuwan yang dikeluarkan dari sekolah, bos yang dipecat dari pekerjaan dan profesor yang jarang tidur. Selama punya niat yang baik, segala proses maka mestakung (semesta alam mendukung).3. Rajin membaca
Membaca tidak harus dari buku saja, bisa menyesuaikan dengan zaman sekarang. Generasi millennial biasanya suka berteman dengan teknologi, misal hp. Jika kalian merasa bosan baca buku, bisa akses berita online agar tidak kudet (kurang update). Dari situlah akan tau permasalahan bangsa dan negara. Lalu, dilanjutkan mencari solusi dengan berbagai referensi yang informatif dan valid. Jangan mudah percaya berita hoax sebelum ditelusuri kebenarannya.4. Rajin menulis
Kalau rajin membaca akan membantu proses menulis lebih mudah karena banyak referensi yang didapat. Biarkan mulut bungkam, asal pena tertulis tajam. Karya yang kita tulis akan menjadi ladang jariyah karena menebar inspirasi penuh manfaat.5. Rajin mengikuti kegiatan positif
Apapun basic yang kita punya, tapi harus rajin mengikuti kegiatan pisitif. Misal training kepenulisan, leadership, conference. Mengikuti organisasi atau komunitas sosial sebagai bentuk latihan berkontribusi dimulai dari lingkungan sekitar.6. Kreatif dan Inovatif
Manusia sebagai wujud ciptaan Tuhan yang paling sempurna, diberi akal seharusnya bisa berkreasi dan menghasilkan inovasi. Terutama generasi millennials yang hidup di era teknologi serba modern, lebih mudah untuk berkreasi. Misal menjadi youtuber, vlogger yang kontennya positif. Bahkan menghasilkan inovasi pangan tradisional menjadi modern agar mendapat nilai ekonomis lebih tinggi.7. Tidak takut bersaing
Jangan pernah merasa minder dengan asal dan latar belakang. Kita semua sama hidup butuh makan, jadi tidak ada yang bisa hidup mandiri tanpa bantuan orang lain. Apalagi di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) saat ini lebih banyak bersaing dengan warga yang bukan satu negara. Selama kita memiliki percaya diri yang tinggi, maka produk made in Indonesia tidak akan kalah dengan buatan negara lain.8. Bergaullah dengan semua kalangan
Tua, muda, pelajar, mahasiswa dan lainnya memiliki latar belakang berbeda. Pemikiran akan semakin luas jika pergaulan semakin luas, namun ingat harus memfilter perbuatan buruk yang tidak boleh ditiru.9. Multidisiplin
Menghadapi era industri 4.0 yang semuanya serba canggih, tidak mungkin hanya mengandalkan satu disiplin ilmu. Kemampuan lain harus dikuasai agar tidak kalah bersaing dalam bidang apapun.10. Taat beragama
Jika 9 tips diatas dikerjakan, maka langkah untuk menguatkan diri dengan cara taat beragama. InsyaAllah saat nanti jadi pemimpin akan terhindar dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) karena menaati perintah Tuhan.Semoga bermanfaat. Salam Pemimpin untuk 20-30 tahun mendatang. Kita akan berkolaborasi mewujudkan harapan bangsa Indonesia. -
Motivasi : Torehlah Prestasi Saat Kuliah dan Liriklah Organisasi
Motivasi : Torehlah Prestasi Saat Kuliah dan Liriklah Organisasi – Menjadi seorang mahasiswa merupakan dambaan sebagian besar orang, dengan menempuh pendidikan dibangku kuliah sebagain orang percaya akan mendapat pengetahuan dan skill lebih, selain ijazah yang akan memudahkan mendapat pekerjaan dimasa depannya. Tidak hanya itu dari bangku kuliah diharapkan menjadi seorang ahli dibidang yang sedang ditekuni, mendapat banyak link dan kawan yang akan memperluas jaringan kita untuk berbisnis atau bersosialisasi.Namun ada satu hal yang tidak kalah penting yang diharapkan saat kuliah yaitu pembentukan pola pikir yang lebih bijaksana. Seseorang yang sedang atau telah mengenyam pendidikan kuliah diharapkan akan mempunyai mindset atau pola pikir yang lebih bijaksana, tidak terpengaruh dengan isu-isu yan tengah beredar namun bersikap dengan bijaksana. Bijaksana ini lebih memiliki penalaran yang jauh. Bukan kita merasa tenang dengan kondisi yang ada namun harus bijaksana saja dalam bertindak. Kita harus memilah tindakan yang tepat dengan adanya persoalan yang sedang marak terjadi dan membutuhkan penyelesaian segera.Di Negara Indonesia kita sangat dibebaskan berpendapat dan mengkritik suatu hal karna bentuk negara kita adalah negara demokrasi. Suara dan kritikan kita terhadap pemerintah atau jajarannya sangat diperlukan. Namun kita tidak akan merusak, mengamuk dengan anarkis yang terlalu. Kita bisa demo atau penyampaian pendapat namun secara sehat. Tidak sampai merusak fasilitas umum, menganiaya orang atau merugikan orang dan diri sendiri. Selain pola pikir yang bijaksana tingkah laku kita juga harus sangat hati-hati.Misalnya peduli terhadap sesama, ikut andil dalam pembangunan pendidikan, lingkungan dan kesehatan. Tidak semua orang bisa jadi pemimpin dalam negara ini namun alangkah baiknya kita bekerja sesuai porsi dan passion masing-masing. jadilah pemimpin atau orang yang dipimpin dengan baik “Tempat kita ya ditempati, dan Kerjaan kita ya dikerjakan”.Selain itu kita harusnya lebih peka terhadap peraturan hukum di Indonesia karna Negara kita adalah negara hukum. Dengan seperti itu kita juga tidak boleh menempatkan diri pada high class dan tidak mau bersosialsi dengan orang dari berbagai kasta. Kita dianjurkan lebih cerdas dalam menempatkan diri. Kita harus bisa bergaul dengan siapa saja dengan perbedaan bahan bicaraan dan gaya sehari-hari.Ketika kita sedang bersama orang awam kita tidak membicaran masalah yang tinggi, namun ketika kita dihadapkan dengan orang yang ahli dibidang suatu hal kita juga harus menyeimbangkan dengan pembicaraan lawan. Hal tersebut tidak secara mutlak di paksakan dengan keadaan namun kita sebaiknya lebih enjoy dalam menjalankan. Pada saat kita membina rumah tanggapun diharapkan akan lebih bijak menyelesaikan masalah anggota keluarga di dalam rumah sesuai tanggung jawab masing-masing, sehingga masalah kenakalan remaja dalam masyarakat tidak terlalu berat.Nah hal-hal yang akan terbentuk lebih matang ketika kita banyak melakukan kegiatan diluar kampus seperti mengikuti lomba-lomba sesuai passion kita, berorganisasi secukupnya, tentu saja tidak mengabaikan pelajaran kuliah yang menjadi target utama kita sebagai seorang ahli disuatu bidang disiplin. Ketika kita mengikuti lomba-lomba perorangan maupun kelompok kita dipaksa menyisihkan waktu dan tenaga kita dari segudang kegitan rutinitas kampus untuk mempersipakan lomba. Kita akan lebih banyak berinteraksi dengan orang diluar kampus, tahu cara berinteraksi dengan pejabat kampus ketika mengajukan dana dan pengetahuan lebih lainnya.Ketika kita mengekuti organisasi kita akan dituntut ekstra untuk menyeiapakan waktu, tenaga dan biaya lebih. Kita bekerja dengan tidak dibayar namun hal itu yang menjadi pelajaran awal kita menjadi mandiri, menyikapi orang-orang yang berbeda karakter dengan kita. Selain itu bisa menyalurkan bakat-bakat dan hobi kita mengingat banyak sekali UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang menawarkan berbagai kegiatan.Waktu 4 tahun kuliah itu sangat sebentar untuk mengear semua yang kita inginkan. Kita harus bijak dan cerdas dalam menjalani kehidupan saat didunia kampus. Kita tidak harus memasakan diri melakukannnya enjoy saja, namun disini kita butuh yang namnya keluar dari zona nyaman. Namun persepsi ini tidaklah mutlak karena orang yang tidak mengenyam bangku kuliah pun bisa menjadi dewasa dengan baik dengan dukungan orang-orang sekitar dan lingkungan sekitar. Tetaplah semangat kawan-kawan dalam menjalankan aktivitas kebaikan apapun itu karna semua akan ada nilainya. -
6 Keterampilan Abad 21 yang Harus di Miliki
6 Keterampilan abad 21 yang Harus di Miliki – Abad 21 atau dikenal dengan abad pengetahuan mengharuskan seseorang untuk memiliki keterampilan. Keterampilan menjadi suatu bekal yang bermanfaat untuk menunjang kesuksesan pada setiap individu. Abad 21 didukung dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi, perubahan demograsi, globalisasi dan lingkungan. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi individu yang kurang memiliki keterampilan akan tengelam oleh zaman. Mengatasi hal itu, dalam dunia pendidikan adanya keterkaitan antara peserta didik, guru dan kurikulum untuk mewujudkan keterampilan pada peserta didik.Keterampilan yang dikuasai bagi peserta didik dalam abad 21 yaitu:
a. Keterampilan Berfikir Kritis & Kreatif
Di abad ini harus memiliki pemikiran yang kritis, untuk menggali pengetahuan dan memberikan alasan yang logis untuk sebuah pertanyaan. Berfikir kritis dan kreatif termasuk dalam kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher other thinking). Berfikir menggunakan keterampilan berpikir secara efektif untuk membantu seseorang membuat sesuatu, mengevaluasi, dan mengaplikasikan keputusan sesuai dengan apa yang dipercaya atau dilakukan.b. Keterampilan Pemecahan Masalah
Keterampilan pemecahan masalah merupakan keterampilan proses yang kompleks yang memerlukan kreativitas peserta didik untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga dapat menemukan jawaban sekaligus menemukan solusi terhadap permasalahan yang ada.c. Keterampilan Berkomunikasi
Komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam kegitan sehari-hari saja namun dalam berinteraksi disuatu forum atau kelas juga membutuhkan komunikasi. Keterampilan komunikasi hendaknya dikuasai dengan baik, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi yang baik, akan memudahkan orang lain mengerti apa yang disampaikan oleh penyampai pesan.d. Keterampilan Berkolaboratif
Kolaboratif atau bekerjasama merupakan kegiatan berkelompok untuk menghasilkan sesuatu yang diambil dari keputusan bersama. Kolaboratif memerlukan kepekaan sesamanya, karena dalam kolaboratif menyatukan sifat, prinsip dan pendapat yang berbeda sehingga setiap anggotanya harus mampu mengenali sifat masing-masing anggota dan saling menghargai.e. Keterampilan Kecakapan Hidup dan Karir
Keterampilan kecakapan hidup dan karir meliputi (a) fleksibilitas dan adaptabilitas (Flexibility and Adaptability)yaitu siswa mampu mengadaptasi perubahan dan fleksibel dalam belajar dan berkegiatan dalam kelompok , (b) inisiatif dan mengatur diri sendiri (Initiative and Self- Direction) yaitu siswa mampu mengelola tujuan dan waktu, bekerja secara independen dan menjadi siswa yang dapat mengatur diri sendiri, (c) interaksi sosial dan budaya (Social and Cross Cultural Interaction) yaitu siswa mampu berinteraksi dan bekerja secara efektif dengan kelompok yang beragam, (d) produktivitas danakuntabilitas (productivity and Accountability) yaitu siswa mampu mengelola proyek dan menghasilkan produk dan (e) kepemimpinan dan tanggungjawab (Leadership and Responsibility)yaitu siswa mampu memimpin teman-temannya dan bertanggungjawab kepada masyarakat luas.f. Keterampilan Belajar dan Inovasi
Keterampilan Belajar dan Inovasi menjadikan seseorang untuk menjadi pembelajar seumur hidup (long life leaner). Belajar menghasilkan banyak pengetahuan, dari pengetahuan muncullah berbagai inovasi yang diciptakan. Inovasi yang baru akan menjadi daya tarik sendiri bagi peminatnya. Dunia pendidikan mengharuskan peserta didiknya untuk mampu berinovasi, agar mampu menciptakan lapangan kerja sendiri nantinya.g. Keterampilan Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Semakin pesatnya perkembangan teknologi abad 21 mengharuskan seseorang untuk menguasai teknologi, dalam dunia pendidikan teknologi memiliki tempat tersendiri. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi suatu media dalam proses pembelajaran guna menunjang tercapainya dari tujuan pembelajaran yang telah dibuat. Adanya teknologi komunikasi dan informasi membantu peserta didik dan guru untuk mengetahui perkembangan dan mendapatkan informasi dari belahan dunia. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya pemberi informasi pada peserta didik. Peserta didik dapat menjadikan teknologi komunikasi dan informasi untuk menambah wawasan. TIK juga mampu sebagai perantara untuk menjalin kerjasama dengan sekolah lain diluar negeri. -
API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI
API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI – Pengaruh perjuangan Ulama melahirkan Proklamasi, 17 Agoestoes 1945, Djoemat Legi, 9 Ramadhan 1346. Proklamasi bertepatan dengan Puluhan Pertama Ramadhan sebagai Puluhan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Sebelum Proklamator Ir. Soekarno membacakan proklamasinya, ia meminta restu dari beberapa Ulama terkemuka di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.Demikian pula ideologi Pantjasila dan konstitusi Oendang-Oendang Dasar 1945, perumus pertamanya sesudah Proklamasi 17 Agoestoes 1945, Djoemat Legi, 9 Ramadhan 1364 H adalah Ulama: Wachid Hasjim dari Nahdlatoel Oelama, Ki Bagoes Hadikoesoemo dan Mr. Kasman Singodimedjo – keduanya dari Persjarikatan Moehammadiyah bersama pemimpin islam lainnya, yaitu Mohammad Teoekoe Hasan dari Aceh. Hasil perumusannya dilaporkan kepada Drs. Moh. Hatta. Kemudian diserahkan untuk disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agoestoes 1945, Sabtoe Pahing, 10 Ramadhan 1945.Mungkinkah bangsa Indonesia memiliki Sang Saka Merah Putih, jika Ulama tidak membudayakan warna Merah Putih yang berasal dari Bendera Rasulullah saw? Dihidupkan ditengah masyarakat melalui simbol-simbol budaya: Sekapur Sirih artinya kapur dan sirih melahirkan warna Merah. Seulas Pinang artinya jika pinang dibelah, pasti berwarna putih. Demikian pula upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih saat pembangunan kerangka atap dibagian suhunan. Merupakan bahasa do’a memohon Syafaat dari Rasulullah saw. Dibudayakan pula dalam upacara saat pemberian nama bayi atau Tahun Baru Islam dengan membuat bubur merah putih.Bangsa dan negara Indonesia, tidak hanya memiliki bahasa dan bendera, tetapi juga berkat perjuangan Ulama menjadikan Indonesia memiliki Tentara Nasional Indonesia – TNI – pada 5 oktober 1945, Djoemat Kliwon, 24 Sjawwal 1364. Ada sementara pimpinan nasional saat itu, menolak negara dan bangsa Indonesia punya TNI, mereka ingin negara tanpa tentara. Cukup hanya dengan polisi semata. Mengapa demikian? Karena TNI dibangun dari mantan Tentara Pembela Tanah Air – Peta. Sedangkan 68 Batalyon – Daidan, mayoritas Daidncho – Komandan Batalyon Tentara Peta adalah Ulama. Keinginan penentang pembentukan Tentara Keamanan Rakjat – TKR atau TNI di atas oleh Letnan Djenderal Oerip Soemohardjo dijawab “aneh soeatoe negara zonder tentara.” Konsolidasi selanjutnya, Soedirman mantan Daidancho – Dan Yon Tentara Peta Purwokerto dan guru Moehammadiyah, diangkat menjadi Panglima Besar.Selain itu, jawaban Ulama, terhadap Makloemat X 3 November 1945 dalam waktu relatif singakat hanya empat hari sesudahnya, lahirlah Partai Islam Indonesia Masyumi, 7 November 1945, Rabo Pon, 1 Dzulhidjah 1364. Selain sebagai parpol tercepat lahirnya, terbesar jumlah anggotanya, juga berani mengeluarkan pernyataan: 60 Miljoen Moeslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah. Perang di djalan Allah oentoek menentang tiap-tiap pendjadjahan. Pernyataan demikian ini lahir karena Ulama dan Santri merasa berkewajiban melanjutkan para Ulama terdahulu, membebaskan Nusantara Indonesia dari segala bentuk penjajahan.Kemudian karena perjuangan Perdana Menteri Mohammad Natsir sebagai intelektual, Ulama, dan politikus dari Partai Islam Indonesia Masyumi, Persatoean Islam – Persis, Jong Islamieten Bon – JIB, Partai Islam Indonesia – PII, melalui Mosi Integral, berdirilah Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI – pada 17 Agustus 1950, Kamis Pahing, 2 Dzulhidjah 1369, sebagai jawaban terhadap gerakan separatis: Angkatan Perang Ratu Adil – APRA pimpinan Westerling di Bandung, Pemberontakan KNIL Andi Aziz di Makasar, dan Republik Maluku Selatan Soumokil di Ambon, yang didalangi oleh Van Mook. Sekaligus sebagai jawaban terhadap Proklamasi Negara Islam Indonesia, 7 Agustus 1949, oleh S.M. Kartosoewirjo. Dengan demikian berakhir pula Republik Indonesia Serikat – RIS – hanya berlangsung dari 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 M atau 6 Rabiul Awwal 1369 – 2 Dzulhidjah 1369 H. Berkat perjuangan Ulama maka Republik Indonesia Serikat – RIS diubah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI.Dari fakta sejarah, terbaca betapa besarnya peran kepemimpinan Ulama dan Santri dalam perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Diikuti pula dengan perjuangan Ulama dan Santri mempertahankannya serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, tepatlah kesimpulan E.F.E Douwes Dekker Danoedirdjo Setiaboedhi dari Indische Partij:Jika tidak karena sikap dan semangat perjuangan para Ulama, sudah lama patriotisme di kalangan bangsa kita mengalami kemusnahan*Disadur dari buku API SEJARAH: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ditulis oleh Ahmad Mansur Suryanegara. Beliau lebih dikenal sebagai seorang Sejarawan Muslim. -
Kiat-Kiat Tempa Mental Untuk Hadapi Dunia
Kiat-Kiat Tempa Mental Untuk Hadapi Dunia – Istilah dunia ini keras bisa dikatakan bukan hanya sekedar istilah. Namun seruan bagi semua penduduk khususnya para penerus bangsa agar menyiapkan diri menghadapi kerasnya dunia. Setiap bayi yang lahir ke dunia pasti menggenggam tangannya. Itulah simbol bahwa dia harus kuat menghadapi kerasnya hidup, kerasnya dunia. Dunia ini keras bung, jangan hanya bermimpi tapi bangunlah mimpi. Tak ada manusia yang tak berpayah-payah lalu sukses. Semua berjuang, semua berproses. Lalu apa yang dibutuhkan dalam perjuangan itu?Pendidikan Indonesia mengenal adanya MOS (Masa Orientasi Siswa), dimana kegiatan tersebut tak hanya tentang pengenalan tapi juga bullying. Bullying bisa meningkatkan percaya diri, pun bisa menjatuhkan. Maka, persiapan mental menghadapi hal tersebut sangatlah dibutuhkan terlebih bagi generasi penerus bangsa.Bagaimana bullying bisa meningkatkan percaya diri? Mudah saja bagi mereka yang mentalnya sekuat baja bahkan sekuat tembok raksasa cina maka bullying tak ada apa-apanya. Semakin sering di bully semakin dia kuat menghadapi kerasnya hidup. Namun kau tau kawan, tak banyak orang terlahir seperti itu. Kebanyakan adalah jatuh. Jatuh ketika dibully. Bahkan benar-benar merasa hidup sudah tak ada gunanya. Generasi penerus bangsa seperti itulah yang harus mendapatkan perhatian lebih.Kondisi mental yang lemah adalah hal yang harus diperhatikan baik oleh lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Seorang anak putra bangsa harus dilatih atau ditempa mentalnya sejak kecil. Agar dia kelak memiliki mental sekuat baja. Bagaimana kiat-kiat menempa mental putra bangsa? Berikut tipsnya:1. Ikutkan anak-anak pada kompetisi atau lomba sesuai bakat dan minatnya. Hal tersebut bertujuan agar anak bisa tampil berani dan percaya diri. Tampil di depan khalayak adalah salah satu cara menempa mental anak.2. Bimbing anak untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Kenalkan pada anak bahwa dunianya bukan hanya di rumah atau sekolah tapi juga masyarakat luas. Dengan begitu, anak akan berkenalan dengan berbagai macam karakter manusia.3. Ajari anak untuk selalu mengungkapkan perasaannya tanpa menyembunyikan sesuatu hal terutama kepada orangtua. Itu melatih anak agar berani mengungkapkan perasaannya agar tidak menyalurkannya ke jalan yang salah seperti narkoba ketika stress melanda dirinya. Bercerita atau berkeluh kesah pada orang lain (orangtua) akan meringankan bebannya sehingga mentalnya juga akan stabil.4. Ajari anak etika, sopan santun dan rasa empati agar anak tak terseret dalam kelompok suka membully orang lain.5. Libatkan anak dalam memecahkan masalah yang ada di dalam rumah, ajak anak untuk mengemukakan pendapatnya. Ajari anak cara berpendapat yang baik. Agar kelak anak tidak takut atau malu untuk mengemukakan pendapatnya ketika sudah bermasyarakat. Sesuatu hal yang besar pastilah dimulai dari sesuatu yang kecil.Hidup di dunia memang sementara, tapi bukan berarti hanya berpangku tangan. Kehidupan yang keras menuntut mental sekeras baja. Dunia yang penuh dramatikal menuntut mental yang kuat dengan segala lika-likunya. Banyak orang mundur bahkan stress karena lemahnya mental. Semua hal tak ada yang instan, semua butuh proses.Roti yang enak dimakan saja harus melalui proses yang panjang. Apalagi manusia yang hidupnya tak sekejap roti yang dimakan lalu hilang. Mental sangat diperlukan. Jika bukan kita yang menyiapkan generasi penerus bangsa yang bermental baja maka siapa lagi. Semoga tips tersebut bermanfaat agar kelak lahirlah putra bangsa yang siap menghadapi tantangan hidup sekeras apapun itu. -
Satu Kata Berjuta Makna Untuk Tumbuh Kembangku “ATTENTION”
Satu Kata Berjuta Makna Untuk Tumbuh Kembangku “ATTENTION” – Sobat Shalaazz pasti tahu tentang “PERHATIAN”. Namun tahukah kalian arti perhatian yang sebenarnya untuk tumbuh kembang anak ? terutama anak pada masa emas atau yang dikenal dengan golden age ?Perhatian tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja, namun jauh dari itu ada yang membutuhkan perhatian lebih yaitu “anak”. Mengapa anak ? karena anak adalah masa penentu akan jadi apa, mau jadi apa, dan mengapa aku jadi. Dimanakah perhatian tersebut bisa didapatkan seorang anak ? jawabnya adalah orang tua bila dirumah dan guru bila disekolah.Kedua peran tersebut sangat dibutuhkan oleh anak, maka dalam pendidikan peran orang tua dan guru menjadi penentu keberhasilan seorang anak selain lingkungan mereka. Perhatian sekecil apapun sangat berarti bagi anak. Sebagai contoh ketika anak pulang dari sekolah ditanya “tadi belajar apa di sekolah?” atau “sama buguru diajarai apa disekolah” itu sudah membuat anak merasa bahwa dia diperhatikan. Apalagi untuk anak di masa keemasan hal itu akan selalu diingat oleh anak hingga mereka dewasa.Berikut beberapa manfaat perhatian pada usia keemasan anak :
a. menumbuhkan rasa percaya diri terhadap anak,b. menumbuhkan semangat belajar,c. menumbuhkan sikap yang baik pada anak,d. menjadikan anak sebagai orang yang penyayang,e. memiliki jiwa tanggung jawabf. berani menyampaikan pendapatMemiliki manfaat berarti perhatian memiliki kekurangan, seperti:
a. menjadikan anak manjab. segala keinginannya harus terpenuhic. tidak segan untuk menindas temannyad. berani kepada orang yang lebih tuaKekurangan tersebut tidak akan terjadi bila orang tua memberikan perhatian yang benar, dalam artian tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan. Perhatian yang benar dapat diwujudkan dengan melatih anak untuk selalu berbagi dan melihat kehidupan sosial disekitarnya, sehingga anak akan lebih bersyukur dan menghindarkan dari kekurangan-kekurangan yang telah disebutkan.Selain perhatian orang tua, anak memerlukan perhatian dari guru ketika di sekolah. Anak pada kelas rendah utamanya mereka selalu ingin diperhatikan dan didengar. Guru berperan sebagai panutan, sahabat dan pendengar yang baik untuk mewujudkan perhatian yang diingankan oleh anak. Namun, guru juga memiliki batasan atau sikap untuk tidak pilih kasih antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya.Beberapa manfaat perhatian guru untuk peserta didiknya:
a. peserta didik berani menyampaikan pendapatnyab. lebih terbuka dengan permasalahan yang dihadapi, sehingga guru dapat memberikan solusic. peserta didik dapat berfikir kritisd. menjadi lebih bertanggung jawabe. mampu menghargai orang lainf. peserta didik lebih terampil dalam mengasah skill yang dimilikiCiri-ciri anak yang butuh perhatian guru ketika di sekolah diantaranya:
Ramai ketika dalam pembelaranJail dengan temannyaBertindak sesukanyaBiasanya membuat onarDari beberapa ciri di atas sebagian ada yang berkata bahwa anak tersebut tergolong “nakal”, namun bila ditinjau dari segi psikologi tidak ada anak nakal yang ada hiperaktive. Hiperaktive adalah kata lain dari anak yang memiliki aktivitas lebih dibandingkan dengan teman sebaya yang lain. Anak hiperaktive memiliki kelebihan dalam banyak hal yang mengharuskan untuk kegiatan fisik.Begitu pula dengan mereka yang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan teman-temannya juga memiliki kelebihan tersebut, tinggal bagaimana seoarang guru memberikan perhatian dan mengarahkan peserta didiknya. Ditegaskan bahwa peran guru untuk membentuk karakter peserta didiknya ketika di sekolah utamanya bagi anak yang membutuhkan perhatian sangatlah penting. Perlu diperhatikan bahwa mengarahkan peserta didik yang disebutkan dalam ciri-ciri tersebut tidak diperkenankan dengan cara yang kasar ataupun dengan kekerasan fisik.Kekerasan fisik tidak akan merubah apapun pada peserta didik namun yang terjadi akan menjadikan turunnya mental anak. Ketika mental anak turun, maka akan mempengaruhi masa depannya dan juga akan menjadikan trauma tersendiri bagai anak. -
Tips Menjadi Mahasiswa yang Luar Biasa, Sayang Kalau tidak Ditiru!
Tips Menjadi Mahasiswa yang Luar Biasa, Sayang Kalau tidak Ditiru! – Menjadi kreatif itu datangnya dari diri kita sendiri. Entah kita ingin mengeluarkan bakat yang luar biasa dalam diri kita atau kita hanya bermenung diri dan menguburnya dalam-dalam ke titik gelap hati kita.Itulah sebuah pelajaran berharga yang dapat saya ambil semenjak duduk dibangku perkuliahan Universitas Andalas tercinta. Mahasiswa kupu-kupu istilahnya, yang hanya berkutat dimeja pelajaran dan gedung kuliah. Gak ada bakat yang tertumpahkan, hanya tersembunyi meringkuk ketakutan.Lebih dari setengah mahasiswa yang ada di Universitas Andalas tidak mengeluarkan bakat profesional yang ada didalam dirinya. Malah memilih menghabiskan waktu untuk tidur sehabis menyelesaikan penungasan yang diembankan kepada mereka.Yap, sayang sekali bukan. Waktu terbuang sia-sia, diiringi dengan semakin menuanya usia kita yang terbuang percuma. Gak ada salahnya kan, jika kita melakukan hal-hal bermanfaat didunia perkuliahan, yang dapat meningkatkan softskill kita dan memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.Saya menyebutnya MAHASISWA KURA-KURA, yang selalu cepat tanggap dalam menyelesaikan sebuah persoalan, yang selalu menggunakan critical thinkingnya dalam melakukan segala hal. Jangan tanya soal jenuh, kami semua juga merasakannya. Mengerjakan tugas yang dikejar dead line serta mempersiapkan diri untuk dapat presentasi maksimal dihadapan teman-teman esok harinya.Mahasiswa yang selalu kuliah rapat-kuliah rapat, kalimat yang cukup menarik untuk bisa dijadikan singkatan mahasiswa kura-kura.Apa istimewanya?Banyak keistimewaan yang didapatkan, disana berjibun pengalaman menarik terkumpul, disana juga merupakan base campnya orang-orang luar biasa, yang selalu berbagi pengalamannya dan saling bekerja sama.Apakah masih ada waktu buat teman-teman?Tentu!! Masih panjang waktu kita. Mari sadarkan diri kita semua. Mari kita bangkit untuk menjadi generasi terbaik di sepanjang masa. -
30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik
30 Langkah Jitu Cara Mendidik Anak yang Baik – Anak itu bagaikan lembar kertas putih kosong yang akan ditulis oleh penulisnya. Tergantung tulisan atau warna tinta apa yang akan digunakan penulis. Begitu pula anak yang baru lahir secara fitrah akan diwarnai oleh orang tuanya, entah warna indah atau sebaliknya. Jadi, kewajiban orang tua memang harus mendidik yang terbaik untuk generasinya, agar tidak memikulkan dosa akibat dari perbuatan buruk anaknya sendiri. Ingatlah pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”.Oleh karena itu, perlu diketahui kiat-kiat mendidik anak yang baik sebagai berikut:
1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan yang lebih tua. Kemudian cegahlah ia memandangi makanan orang yang sedang makan.2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan.3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan.4. Ditanamkan pada dirinya untuk mendahulukan orang lain makan, serta makan dengan makanan yang sederhana.5. Sangat disukai jika ia memakain pakaian warna putih bukan warna-warni, apalagi sutera. Dijelaskan bahwa kain sutera hanya untuk kaum wanita saja.6. Jangan biasakan anak laki-laki memakai pakaian sutera dan membiarkan menggunakan pakaian panjang yang melebihi mata kaki.7. Selayaknya anak dijaga agar tidak bergaul dengan anak-anak yang hidupnya bermegah-megahan dan bersikap angkuh.8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca Al-Qur’an dan buku-buku terutama di perpustakaan.9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair gombal cinta karena hal itu hanya akan merasuki hati dan jiwa.10. Biasakan menulis indah dan menghafal syair-syair tentang akhlak mulia.11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji jangan segan untuk memberikan pujian dan hadiah yang membuat kebahagian. Tapi apabila anak melakukan kesalahan jangan disebarkan pada orang lain dan sambil dinasehati bahwa yang dilakukannya itu tidak baik.12. Jika ia sering mengulangi perbuatan buruk itu, maka dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya.13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam berkomunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau berkata kasar kecuali pada saat tertentu.14. Hendaknya dicegah dari tidur siang yang lama karena membuat rasa malas, sebaiknya segerakan waktu tidur malam. Jangan paksakan malam hari masih melakukan aktivitas.15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena membuat ia terlena dan hanyut dalam kenikmatan.16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, kecuali saat beramal agar tidak menimbulkan riya’.17. Biasakan anak agar melakukan olahraga pada pagi hari agar tidak malas. Jika anak memiliki kemampuan menunggang kuda, memanah dan berenang, biarkan saja agar melakukan aktivitas tersebut.18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan membanggakan diri.19. Melarangnya dari membanggakan apa yang dimiliki orang tuanya. Biasakan ia bersikap tawaddu’, lemah lembut dan menghormati teman.20. Tumbuhkan pada anak (terutama pada anak laki-laki) untuk tidak mencintai emas.21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik orang lain karena itu perbuatan mulia. Ajarkan ia untuk sering memberi karena itu perbuatan terpuji.22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tempat majlis, membuang ingus, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.23. Ajari ia duduk di lantai sesuai dengan cara duduk yang dicontohkan oleh SAW.24. Mencegah dari banyak bicara, kecuali yang bermanfaat dan dzikir.25. Cegahlah anak dari perbuatan sumpah, sekalipun itu benar.26. Dia juga harus dihindarkan dari perkataan keji dan sia-sia.27. Anjurkan ia memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit.28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan.29. Jika anak sudah berumur 7 tahun diperintahkan untuk wajib sholat dan tidak meninggalkan wudhu sebelumnya.30. Hindari anak-anak bermain di dekat orang yang lebih tua agar tidak mengganggunya dan sebagai bentuk menghormati.Sumber: Mathwiyat Darul Qosim “tsalasun wasilah li ta’dib al abna” asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin Rahimahullah.Diterjemahkan Oleh: Ubaidillah Masyhadi -
Trik Jitu Hanya 90 Menit Ini Dijamin Berprestisai Di Sekolah
Trik Jitu Hanya 90 Menit Ini Dijamin Berprestisai Di Sekolah – Hai para sahabat Pena Millennials….Kali ini penulis akan membahas mengenai trik belajar khususnya bagi para siswa-siswa yang masih duduk dibangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Memang setiap orang berbeda cara belajarnya, namun kali ini penulis akan memberikan tips dan trik belajar berdasarkan pengalaman penulis sendiri. Hehe…90 menit…..? Bisa berprestasi…? Apa itu maksudnya?
Maksud dari 90 menit itu yaitu waktu lamanya belajar setiap harinya, padahal pelajaran di sekolah begitu banyak jadi rasanya tidak mungkin hanya dengan waktu 90menit belajar di rumah setiap harinya bisa berprestasi di sekolah. Tapi buktinya penulis bisa menuntaskan semua pelajaran-pelajaran di sekolah dengan baik.Apa iya…? Manjada wajadda (Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti ia dapatkan). Mari kita bahas mengenai waktu 90 menit.90 menit merupakan proses belajar untuk siswa di rumah, khususnya bagi siswa yang sangat sibuk berorganisasi. Proses belajar tersebut dilakukan di malam hari dari pukul 19.30 s.d pukul 21.00 yang dapat dilakukan setiap hari kecuali malam minggu karena waktu tersebut dipakai untuk istirahat.30 menit awal 19.30-20.00
Digunakan untuk mengulas kembali pelajaran-pelajaran yang diajarkan tadi siang di sekolah. Adapun proses tersebut hanya sekedar mengingat dan mendata mengenai tugas-tugas apa saja selama belajar tadi siang. Dengan pencatatan data tersebut akan ketahuan mana tugas yang didahulukan dulu. Selain itu dalam proses 30menit pertama siswa hanya perlu memahami hal-hal yang penting saja yang sekiranya menjadi pokok pembahasan disiang hari. Dalam 30 menit pertama biasanya penulis melakukan latihan-latihan soal mengenai topik pembahasan yang dibahas tadi siang di sekolah atau mengerjakan PR yang diberikan oleh guru. Bisa dikatakan proses belajar 30menit pertama merupakan proses pemanasan.30 menit kedua 20.00-20.30,
Ini merupakan titik proses belajar yang sesungguhnya karena siswa harus serius dan fokus pada pelajaran yang sedang dipelajari tentunya mata pelajaran yang dipelajari merupakan mata pelajaran yang akan diajarkan keesokan harinya agar kita tidak kaget saat guru menerangkan keesokan harinya. Dalam proses ini penulis biasanya hanya membaca buku, bagi penulis 30menit membaca dirasa sudah cukup. Dalam membaca, penulis juga sering memberikan tanda-tanda berupa coretan jika sekiranya bagian tersebut sering muncul dalam ulangan atau sering dibahas sama guru.30 menit ketiga 20.30-21.00,
Proses ini bisa dikatakan pendinginan karena pada proses ini biasanya penulis melakukan latihan-latihan soal setelah membaca. Tentunya soal-soal tersebut berkaitan dengan materi yang penulis baca di 30menit kedua. Karena dengan latihan tersebut jarang kita sadara kita akan belajar dua kali. Mengapa demikian, saat kita latihan soal kemudian kita mengalami kesulitan, tentunya kita akan kembali melihat materi-materi yang barusan kita baca di 30 menit kedua. Sehingga akan menambah daya ingat kita terhadap materi tersebut.Selama proses belajar tersebut jangan sekali-sekali menyalakan handphone agar siswa fokus pada belajar. 90 menit adalah sangat singkat, diusahakan jangan nyalakan handphone dulu selama proses belajar. Agar kita bisa belajar secara maksimal. 90 menit belajar bisa dikatakan alurnya menulis-membaca-menulis.Banyak cara yang dilakukan setiap siswa dalam belajar karena setiap orang berbeda-beda dalam proses belajar, ada yang mudah paham dengan cara membaca, ada yang mudah paham dengan cara mendengar. Semuanya tergantung pada kemampuan siswanya, asalkan siswanya menyadari bahwa kemampuan belajarnya seperti ini ataupun seperti itu. 90 menit belajar merupakan sebuah tips/trik berdasarkan pengalaman penulis. Karena selama menajdi siswa penulis hanya belajar 90menit namun bisa berprestasi di sekolah dan biasa masuk 3 besar di sekolah. Apapun caranya, penulis berharap para siswa janganlah mudah putus asa dalam belajar, teruslah belajar agar mendapat prestasi yang membanggakan terutama kedua orang tua. -
Character Building (Pendidikan Karakter) Sejak Dini Sebagai Pondasi Jangka Panjang
Character Building (Pendidikan Karakter) Sejak Dini Sebagai Pondasi Jangka Panjang – Peran pendidikan dalam lini kehidupan berbangsa dan bernegara sudah menjadi jantung yang tidak bisa dilepaskan dan terus memompa semangat hingga ke seluruh penjuru hingga menghasilkan generasi yang bermutu. Sejak manusia dilahirkan ke bumi ia akan mendapatkan pendidikan secara langsung oleh kedua orang tua dan orang – orang disekitarnya. Meskipun kadang mereka tidak menyadari hal tersebut. Pada berbagai fase anak akan terus meniru dan mengimitasi berbagai tindakan yang dilihatnya. Salah satu pendidikan yang harus dipelajari anak sejak dini adalah pendidikan karakter (adab).Pendidikan karakter sejak dini akan membentuk kepribadian yang akan melekat pada seseorang sebagai dorongan untuk bertindak, bersikap, berucap dan merespon sesuatu hal. Maka dari itu fungsi pendidikan karakter untuk membentuk dan menanamkan sifat atau karakter positif yang didapatkan dari pengalaman menghadapi dan kemampuan memecahkan berbagai masalah, kesulitan, dan menanamkan nilai yang dapat membentuk sebuah nilai kepribadian harus terus ditanamkan serta diingatkan. Di lembaga pendidikan saat ini banyak peserta didik yang sekadar mengutamakan angka sebagai nilai. Bukan adab sebagai nilai.Banyak anak didik yang mampu mendapatkan nilai ujian sempurna tapi sayangnya tidak mampu untuk senantiasa rendah diri dan mengucapkan terimakasih. Banyak anak yang lulus dengan prestasi gemilang, tapi sayang anak tidak tampil periang. Tampak sederhana, bukan? Hal – hal yang dianggap tidak masalah ini nyatanya akan sangat terasa ketika anak semakin tumbuh dan berkembang serta menduduki tahap kehidupan dimasa yang akan datang.Contoh nyatanya sudah terbukti dengan tingginya angka korupsi di Indonesia. Berdasarkan catatan ICW, pada tahun 2017 sudah ada 576 kasus korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 6,5 triliun dan kasus suap senilai Rp 211 miliar, serta jumlah tersangka mencapai 1.298 orang. Hal ini menunjukkan bahwa adab seseorang terhadap bangsanya sendiri sangat kecil, padahal kebanyakan dari mereka yang korupsi memiliki gelar akademik sarjana, magister, doktor, bahkan sampai professor. Malu? Harusnya Iya. Contoh lainnya yang lebih sederhana seperti terjadinya kasus pembunuhan, tawuran antar pelajar, perusakan fasilitas umum hingga kasus amoral lainnya.Berdasarkan kasus diatas, bukan hanya lembaga pendidikan yang kurang ketat dan kritis dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga peran keluarga dan orang – orang disekitarnya. Seorang penganut angka sebagai nilai dapat terbentuk karena lingkungan menghargai dirinya dari seberapa tingginya angka yang dia dapatkan, bukan dari bagaimana proses ia berjuang mendapatkan angka tersebut. Seseorang cenderung merasa kalah dan tidak berharga ketika mendapatkan angka ujian di bawah rata – rata.Jika sistem ini terus berlanjut maka bukan tidak mungkin akan terjadi dua hal berikut secara berkepanjangan, yaitu peserta didik hanya unggul pada sisi pengetahuan namun tidak membentuk watak dan kepribadian peserta didik sebab proses pendidikan hanya menitiikberatkan pada penyampaian informasi dan peserta didik tidak mengalami perkembangan apapun baik dari sisi pengetahuan dan kepribadian sebab proses pengajaran tidak memperhatikan faktor-faktor karakteristik peserta didik Permasalahan yang tampaknya sederhana ini perlu diperbaiki dan direnovasi dengan baik. Sebab sistem ini akan menjadi pondasi diri anak bangsa yang akan terus memajukan kualitas bangsa. Salah satu cara untuk memperbaikinya adalah dengan di terapkannya pendidikan karakter kepada setiap individu perserta didik secara dini.Pendidikan karakter menurut Dr. Ratna Megawangi adalah pendidikan untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti , yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang, yaitu tingkah laku yang baik, jujur bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras dan sebagainya. Pendidikan karakter ini tidak tentang proses menghafal materi untuk ujian, bukan pula tentang jurus jitu menjawab pertanyaan, melainkan pendidikan dengan pola pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, bertindak jujur, malu berbuat curang, sopan terhadap orang yang lebih tua, mampu menghargai pendapat, mampu mengelola ego, hormat terhadap pemberi ilmu, menerapkan etika dan sopan santun dimanapun serta terhadap siapapun.Hal yang disebut sebagai Character Building ini tidak akan didapatkan bagi pecinta ilmu instan dan akan dirasakan bagi yang senantiasa bersikap rendah hati terhadap nikmatnya proses dan lezatnya ilmu. Karakter sebagai pondasi utama ini juga tidak akan pernah terbentuk jika pelaksanaanya berdiri sendiri. Dia membutuhkan sistem yang saling menyambut dan merangkai hingga terbentuk seorang individu berkarakter. Maksudnya ‘sistem’ dalam konteks ini adalah perlunya orang tua yang terus memberikan contoh berupa tindakan nyata dalam kehidupan sehari – hari anak dan pengubahan mindset orang yang terlibat dalam kehidupannya untuk bersikap benar.Tindakan yang dapat diterapkan untuk membentuk karakter baik bagi anak diantaranya adalah penguatan ilmu agama dan adab bagi anak, pembiasaan sopan santun, saling menghormati dan menyayangi sejak dini, menghargai sekecil apapun usaha dan hasil yang diperolehnya serta memperkenalkan berbagai pepatah positif yang kelak akan dibutuhkannya dalam kehidupan, contohnya pepatah berikut jadilah seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk, sabarlah seperti tanah meskipun letaknya di bawah dan terus terinjak tapi ia mampu menumbuhkan berbagai tanaman. Semoga bermanfaat dan tidak lelah untuk terus belajar, sebab sesungguhnya seorang anak kelak akan menjadi guru bagi anak – anak generasi yang akan datang. -
Mengubah Mindset Tujuan Berpendidikan
Mengubah Mindset Tujuan Berpendidikan – Tingkat pendidikan dimulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak atau PAUD sampai jenjang Perguruan Tinggi. Jika dihitung dan ditotal adalah lebih kurang 18 tahun jika sampai jenjang perguruan tinggi.Saya ingin mengajak para pembaca untuk berfikir sejenak, apa sebenarnya tujuan kita berpendidikan hingga sekian lamanya?Jika tujuannya hanyalah untuk menimba ilmu, maka saya yakin hampir semua orang tujuannya adalah sama.Sejatinya, masa-masa pendidikan adalah masa-masa untuk menentukan arah mau kemana tujuan kita. Yang perlu diingat bahwa tujuan kita berpendidikan bukanlah untuk mencari pekerjaan yang bagus, bukan juga untuk mencari pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan bidang kita. Namun, tujuan kita berpendidikan adalah untuk mengubah pola pikir kita. Pola pikir dari zaman purba ke pola pikir global. Bagaimana kita bisa merubah pola pikir yang masih sederhana menjadi pola pikir yang luar biasa.Setelah usai berpendidikan nanti, bukan permasalahan berapa bagus nilai yang kita dapat, bukan masalah sebaik apa IPK yang kita raih, bukan juga masalah sekeren apa almamater yang kita banggakan. Namun, permasalahannya adalah setelah sekian lama kita menempuh pendidikan, sudahkah pola pikir kita berubah?Perubahan pola pikir yang akan menentukan apakah kita akan melanjutkan langkah untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita menjadi manusia di atas rata-rata atau hanya akan berdiam diri di tempat menjadi manusia rata-rata. -
Guru Sebagai Ujung Tombak Pendidikan
Guru Sebagai Ujung Tombak Pendidikan– Tak ada habisnya bicara tentang pendidikan. Berbagai polemik muncul tatkala disinggung soal pendidikan. Guru, menjadi salah satunya. Sebagai seorang pendidik yang katanya “digugu dan ditiru” guru menjadi salah satu unsur penting dalam dunia pendidikan. Karena tanpa hadirnya seorang guru, tidak akan mungkin tercipta orang – orang hebat di dunia ini. Bisa kita bayangkan betapa luar biasanya jasa seorang guru, dengan kesabarannya Ia dapat melahirkan generasi – generasi bangsa yang luar biasa.Namun permasalahan cukup serius terjadi dalam dunia pendidikan kita, salah satunya mengenai wilayah pembagian tugas guru yang tidak merata. Sebagian besar guru tentu akan lebih memilih untuk bertugas di wilayah perkotaan dibandingkan tugas di wilayah pedalaman. Jika pun bersedia ditugaskan di wilayah pedalaman, Ia pasti akan memilih wilayah dengan fasilitas yang cukup memadai. Tentu masalah ini akan menjadi masalah yang sangat serius, terutama jika terjadi di negara seperti Indonesia yang memang memiliki wilayah yang sangat luas. Dengan tidak meratanya pembagian tugas guru, maka itu akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang ada di wilayah perkotaan dan pedesaan.Dilansir dari beberapa media online seperti berita satu, dan tempo maka diperoleh data yang bersumber dari Nations Development Program (UNDP) tahun 2011 bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada pada urutan 124 dari 187 negara. Menurut Subandi selaku direktur Pendidikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indeks tingkat penididikan tinggi Indoneasia dinilai masih rendah dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia, yaitu hanya sekitar 14,6 persen.Berbicara tentang rendahnya tingkat kualitas pendidikan di Indonesia, sudah jelas itu ada hubungannya dengan kompetensi , profesionallitas, dan pemerataan pembagian wilayah tugas guru. Mengapa demikian? Karena guru merupakan ujung tombak yang menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan. Itu berarti, bahwa kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas pembelajaran yang guru sajikan di ruang kelas.Dewasa ini pemerintah memang sudah bergerak lebih maju untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu solusinya adalah dengan memberikan insentif khusus bagi para guru yang bersedia ditugaskan di wilayah pedalaman. Namun, itu pun tetap harus diimbangi dengan berbagai peraturan agar guru tersebut benar – benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Semoga seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia juga turut meningkat menjadi lebih baik lagi.




















