5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial – Pendidik adalah anggota masyarakat yang mengabdi diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan juga sebagai tenaga yang bertugas merencanakan dan melaksanakan admnistrasi, pengelolahan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan (UU No.20 tahun 2003 pasal 1. BAB 1.
Pendidik profesional yang berarti kemampuan guru dalam melaksanakan tugas-tugas pokok seorang pendidikan dan pengajar.
Tugas-tugas pokok tersebut tertuang dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005 disebutkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevalusi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah. Apalagi diera milenial sekarang pendidik juga harus lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran.
Pengelolahan pembelajaran juga tak bisa dilakukan secara sembarangan. Pengelolahan tersebut perlu dilakukan sesuai dengan aturan agar ada keterkaitan dengan peraturan perundang-undangan tersebut. Menjadi pendidik yang kreatif tidaklah mudah, pendidik harus mengikuti berbagai kegiatan seminar terkait pembelajaranyang diharapkan dari kegiatan tersebut pendidik dapat mengembangkan ide-ide baru.
Sedangkan pendidik kreatif adalah pendidik yang dapat mengembangkan dan membuat ide-ide baru serta gagasan-gasan baru untuk memajukan pendidikan. Sebagai pendidik juga perlu memperhatikan dan memahami kebutuhan generasi milenial agar dalam pemberian pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik.
Berikut 5 cara yang dapat diterapkan sebagai guru kreatif untuk generasi milenial:
Membuat inovasi media pembelajaran untuk kegiatan belajar mengajar. Media tersebut akan diterapkan setiap pembelajaran berlangsung.
Menggunakan model pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa.
Menyisipkan ice breaking disela-sela pembelajaran. Hal tersebut dilakukan agar siswa tidak mudah jenuh dan menumbuhakan semangat siswa kemabali.
Menyajikan materi secara menarik, penyajian materi dapat menggunakan media interaktif berupa media audiovisual atau visual.
Menngunakan taktik atau cara menarik perhatian siswa dengan strategi pembelajaran yang menarik.
5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial. Namun perlu diperhatikan pula dalam penyusunannya sehingga dapat diaplikasikan dengan baik.
Rumah Belajar Bimbel Online Gratis Bagi Siswa – Pemuda adalah harapan bagi masa depan bangsa Indonesia. Dalam upaya mewujudkan cita-cita, bangsa Indonesia mengharapkan agar pemuda Indonesia memiliki peranan yang baik untuk kemajuan Indonesia. Untuk mencapai kondisi bangsa Indonesia yang baik maka pemuda Indonesia hendaknya mempunyai jati diri yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa.
Melihat realita pemuda Indonesia saat ini, jelas terlihat bahwa pemuda Indonesia telah mengalami krisis moral dan juga krisis kebangsaan. Hal ini membuat pemuda Indonesia tidak mempunyai arah dan tujuan hidup. Padahal nasib bangsa itu ada ditangan pemudanya. Jika moral pemudanya buruk maka Indonesia juga akan buruk, begitupun sebaliknya. Kini, masihkah pemuda dianggap sebagai agent of change?
Berdasarkan permasalah tersebut, pendidikan karakter hendaknya perlu diterapkan bagi pemuda Indonesia. Mengapa demikian? Karena jika pemuda Indonesia masih tetap dibiarkan dalam keadaan terkikis moralnya, minat belajarnya kurang, pemahaman agamanya juga kurang maka besar kemungkinan pemuda itu akan bersikap sesuka hatinya.
Sikap pemuda seperti misalnya menyebarkan pemberitaan atau informasi palsu (hoax) sering kali terjadi terutama melau media sosial. Hal ini bisa dilatarbelakangi karena faktor memang pemuda tersebut tidak mengetahui kebenaran realnya, bisa karena sebagai pelampiasan untuk mencari kesenangan pribadi, ingin mencari materi saja, atau bahkan karena ingin menaikkan popularitasnya. Jika hal ini dibiarkan terus terjadi maka orang yang ada disekitarnya yang akan menjadi korban kerugian.
Upaya untuk mengatasi masalah tersebut juga bisa dilakukan dengan menanamkan pendidikan pancasila dalam kepribadian pemuda Indonesia. Kenapa harus pancasila? Karena pancasila merupakan ideologi sekaligus dasar negara bagi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Adapun keterkaitan antara nilai-nilai pancasila dalam membantu mewujudkan pemuda Indonesia agar menjadi pemuda yang berkarakter positif diantaranya:
1. Sila pertama : “Ketuhanan Yang Maha Esa”
Sila pertama ini mengandung arti bahwa setiap orang berhak memeluk agama sesuai apa yang ia yakini, karena agama di Indonesia tidak hanya Islam melainkan ada juga kristen, katholik, hindhu, budha, dan kong hu chu. Sila pertama ini juga mengajarkan kepada kita tentang toleransi, jika toleransi antar umat sudah kokoh maka dapat menciptakan suasana serasi, damai, penuh kasih sayang, dan aman dalam kehidupan kesehariannya. Sehingga kecil kemungkinan seseorang akan meakukan suatu tindakan yang dapat merugikan orang lain, karena jika iman seseorang kuat, maka sikap dan perilakunya pasti akan baik juga.
2. Sila kedua: “Kemanusiaan yang adil dan beradab”
Sila kedua ini mengandung arti bahwa setiap orang itu memiliki kedudukan yang sama tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan agamanya. Dengan kita mengakui adanya harkat dan martabat setiap orang maka akan memunculkan sikap tenggang rasa dalam diri kita agar kita tidak berbuat semena-mena terhadap orang lain.
Sila ketiga ini mengandung arti bahwa sebagai masyarakat Indonesia yang plural akan suku, budaya, dan agamanya, kita harus bersatu untuk memajukan bangsa Indonesia. Seperti peribahasa “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”.
4. Sila keempat: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”
Sila keempat ini mengandung arti bahwa dalam menyikapi suatu permasalahan hendaknya dilakukan dengan cara musyawarah. Karena tidak hanya pendapat kita saja yang diperlukan disini, tetapi juga dari orang lain. Dari berbagai pendapat itu kemudian disatukan sehingga dapat diambil kesimpulan atau solusi terbaik dari suatu permasalahan yang ada.
5. Sila kelima: “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”
Sila kelima ini mengandung arti bahwa, kita hendaknya bisa mewujudkan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.
Bimbel online gratis? Nah, taukah kamu kalau ternyata ada layanan bimbel online gratis? Yap, layanan tersebut bernama Rumah Belajar (RB) yang didirikan dan dikelola oleh pusat teknologi informasi dan komunikasi pendidikan dan kebudayaan (Pustekkom) dan kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2011.
Di Rumah Belajar ini, seluruh siswa dari Paud hingga jenjang SMA, bisa memanfaatkan sepuasnya delapan fitur utama yang disediakan sebagai media pembelajaran. Fitur tersebut diantaranya yaitu sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan kelas Maya. Wah, banyak sekali ya… Tentunya RB ini tidak akan terkalahkan dengan bimble online yang berbayar seperti Ruangguru dan Quipper.
Namun, hal ini sangat disayangkan karena, kurang aktifnya penyebar luasan berita tersebut. Sehingga ketua umum persatuan guru republik Indonesia Ibu Unifah Rosyidi mengatakan, bahwa kurang aktifnya kementerian pendidikan dan kebudayaan sebagai pengelola RB untuk promosi penyebar luasan berita ini akan menjadi akar masalah, padahal Ibu Unifah sendiri memuji konten yang dihadirkan RB jauh lebih lengkap, canggih, dan akses jangkauannya lebih luas dari pada bimbel online swasta yang berbayar saat ini.
“Mungkin karena milik pelat merah dan gratis, jadi dinilai biasa saja. Tidak eksklusif seperti bimbel online swasta yang berbayar. Tutur Ibu Unifah. Akibatnya, kurang populer ditengah masyarakat. “Seharusnya lebih berani untuk promosi ke televisi, media sosial, dan menggandeng kerja sama dengan pihak pihak swasta.” Imbuhnya.
Bahkan kepala dinas pendidikan Sumsel Bapak Drs.H Widodo Mpd. turut memberikan respon positif. Menurut beliau, keberadaan website online juga menyesuaikan dengan trend teknologi dan era milenial yang tenar di zaman sekarang. “Sangat bagus idenya, ini merupakan sebuah langkah yang menyesuaikan dengan perkembangan belajar kaum milenial yang identik dengan e-exercise, e-book, e-library dan semua yang berbasis elektronik. Ujarnya Rabu (30/1)
Hanya melalui ponsel serta smartphone seluruh generasi milenial bangsa Indonesia sudah bisa langsung mempelajari materi, soal-soal, dan video belajar yang begitu komplit. Ditambah lagi dengan dukungan guru-guru pilihan dan berprestasi untuk mengedukasi mereka.” (Jelas bapak Widodo)
Lalu tunggu apalagi?
Hanya dengan melalui aplikasi RB gratis ini, para orang tua dan generasi milenial Tidak perlu khawatir lagi, karena disini kita akan mendapatkan keuntungan yang besar dalam menambah ilmu pengetahuan. Karena, tidak akan terkendala lagi dengan masalah biayanya. Hanya cukup mendownload aplikasinya di google play store atau lihat di webnya belajar.kemdikbud.go.id semoga sukses ya… Selamat menikmati.
Cara Menghilangkan Writer’s Block dalam Menulis Karya Ilmiah – Mendengar kata “Tugas” pasti adalah sesuatu hal yang paling dihindari bukan? Apalagi tugas itu sudah menumpuk dan semua sudah deadline. Tugas tidak hanya dibebankan pada para pelajar dan mahasiswa, namun bagi mereka yang bekerja tugas merupakan makanan sehari-hari. Kesempatan kali ini tidak akan membahas tentang tugas di tempat kerja ataupun di sekolah, tetapi tugas akhir bagi mahasiswa. Karena Tugas akhir bagi mahasiswa sebagai salah satu syarat yang menentukan mahasiswa tersebut bisa lulus dari perguruan. Misalnya Tugas tersebut yaitu skripsi, tesis, dan disertasi tergantung dari tingkatan apa yang sedang sahabat Shalaazz jalani.
Menulis karya ilmiah tidak semudah menulis fiksi, opini, ataupun esai. Penulisan karya ilmiah harus mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku sebagai patokan atau aturan dalam penulisan. Bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah haruslah menggunakan bahasa baku dan kalimat efektif.
Selain itu, menulis karya ilmiah tulisannya haruslah memiliki dasar dalam kepenulisan. Proses menulis karya ilmiah juga menemui apa yang dinamakan writer’s block. Writer’s block seseorang muncul dalam waktu dan kondisi yang berbeda-beda. Namun Writer’s block ketika menulis karya ilmiah ini biasanya muncul ketika mencari referensi belum menemukan referensi yang dicari sebagai bahan menulis, dalam proses penelitian dan pengolahan datanya. Faktor lainpun juga dapat memicu timbulnya writer’s block dari penulis, misalnya karena kesehatan, kesibukan kerja, atau faktor hati dan pikiran yang tidak seimbang. Ulasan kali ini seputaran cara menulis karya ilmiah saat terjadi writer’s block.
Berikut ini adalah tips untuk mengatasi writer’s block dalam menulis karya ilmiah di antaranya :
1. Mencari referensi sebanyak mungkin baik dari buku maupun dari jurnal baik nasional maupun internasional. Hal tersebut berguna untuk menemukan ide-ide lain yang berhubungan dengan karya ilmiah yang sedang sahabat tulis dan menemukan keterbaruan dari karya kita.
2. Membuat kerangka kepenulisan. kerangka ini berguna untuk mengarahkan penulis hal-hal apa saja yang hendak ditulis selanjutnya.
3. Jangan malu untuk bertanya. Karena bertanya bukan menandakan bahwa seseorang itu tidak tahu atau tidak mengerti, namun untuk membantu menguatkan argumen yang kita miliki serta untuk membenarkan tulisan kita apabila keluar dari topik pembahasan yang kita bahas. Bertanya dapat juga membantu untuk menuangkan masalah yang kita hadapi selama menulis pada orang lain.
4. Menulis secara bertahap. Menulis secara bertahap ini memiliki arti bahwa ketika menulis tidak harus seharian penuh tanpa mengalihkan pikiran atau bahkan sampai lupa untuk makan. Usahakan 2-3 jam untuk menulis dan istirahatkan badan.
5. Meluangkan waktu. Bagi sahabat yang bekerja harus pandai-pandai untuk membagi waktu baik untuk bekerja, mengerjakan tugas kerja dan menulis karya ilmiah.
6. Sediakan sesuatu hal yang membuat kalian nyaman selama dalam kegiatan menulis, misalnya tempat yang nyaman untuk menulis, mendengarkan musik, menulis sambil makan atau hal-hal lain yang membuat sahabat nyaman dalam menulis.
7. Liburan. Karena liburan membantu seseorang untuk menghilangkan jenuh, malas atau hal yang mengakibatkan writer’s block. Liburan bisa membuat pikiran dan badan kita menjadi segar kembali sehingga ide akan bermunculan untuk segera menyeleseikan tulisan ilmiah.
Demikian ulasan singkat mengenai cara menghilangkan writer’s block dalam menulis karya ilmiah. Silahkan berikan komentar, kritik maupun saran di bawah ya (kolom komentar) apabila ada hal-hal yang ingin kalian sobat shalaazz sampaikan. Nantikan konten-konten seputaran pendidikan dan tips-tips beasiswa lainnya. Cheers!