Tag: Motivasi

  • Motivasi Sekumput Filosofi agar Hidup Berharga untuk dijalani

    Motivasi Sekumput Filosofi agar Hidup Berharga untuk dijalani

    Motivasi Sekumput Filosofi agar Hidup Berharga untuk dijalani – Halo sobat shalaazz, Dalam perjalanan hidup tidak hanya untuk menjadi kaya atau untuk memperoleh ketenaran, kekuasaan, atau untuk menjadi mahir di bidang  apapun didunia ini.   

    Hidup yang hakiki itu adalah menaruh keyakinan penuh pada Tuhan Yang Maha Esa. Dimensi spiritual haruslah seimbang dalam menjalani hidup ini. Jika ditengah tengah perjalanan hidup tidak bertambah kekuatan dimensi spritual dalam hidup maka hidup ini tidak cukup berharga untuk dijalani, maka diri sendirilah yang wajib membuatnya menjadi berharga.

    Untuk memulainya harus ada komitmen dari dalam diri dengan berpedoman pada prinsip yang bisa di ejawantahkan seperti, bahwa hari ini hanya satu kali dan tidak akan kembali lagi maka berlombalah melakukan sesuatu yang baik pada hari ini dan tidak menyia nyiakan hari pada hari ini, karena apa yang dilakukan pada hari ini adalah sangat penting, buatlah hari ini untuk berbuat yang terbaik pada Tuhan dan siapa saja. karena bila telah datang hari esok maka hari ini akan berlalu selamnya dari perjalanan hidup.    

    Hal ini juga merupakan penghormatan dan penghargaan pada diri  sendiri ataupun berkomitmen tidak  merendahkan diri sendiri dan harkat martabat diri sendiri.  

    Jadi Untuk mencapai kebahagian dalam hidup ini bukan tergantung atau terletak pada orang diluar diri kita tapi tergantung pada diri masing masing, rahasia kebahagian tidak terdapat pada penampilan sesorang tetapi terdapat dalam diri sendiri. maka manfaatkanlah hari demi hari dengan perbuatan baik, sebelum terjadi penyesalan dalam diri, karena waktu yang sudah lewat tidak akan dapat kembali lagi.      

    Penulis: Bang Iruz

  • Motivasi : IQ Jongkok, Jangan Khawatir Pasti Sukses!

    Motivasi : IQ Jongkok, Jangan Khawatir Pasti Sukses!
     
     
     

    Motivasi : IQ Jongkok, Jangan Khawatir Pasti Sukses!  – Halo sobat Shalaazz, Kesuksesan tak selamanya bisa di ukur dengan nilai. Bisa saja seseorang yang pintar di masa sekolah menjadi gelandangan walaupun kenyataannya hanya 0.01% tapi percayalah hal itu bisa saja terjadi. Begitu pula yang kemampuan atau iq nya jongkok bisa saja di masa depan menjadi seorang bos besar yang memperkerjakan orang orang pintar.  

    Contoh nyatanya adalah Bob Sadino yang bisa menjadi seorang pebisnis sukses walau dirinya sendiri menyatakan bahwa dia bodoh. Tapi lihatlah sekarang semua orang bisa mengenalnya walau tak pernah berjumpa secara langsung dengannya. Berkat kesuksesannya pula banyak orang yang berani bermimpi, bahwa kesuksesan memang tidak di ukur dengan kemampuan.  

    Contoh lain adalah Sita sekarang siswi asal Bandung yang selalu diejek oleh teman-temannya karena memiliki IQ rendah bahkan hampir mencapai idiot. Tapi, karena sadar bahwa hidupnya bukanlah untuk meratapi ejekan teman-temannya. Dengan berani dia membuktikan bahwa dia juga bisa sukses.

    Baca juga: 7 Tips Jitu Agar Lebih Produktif Setiap Hari Bagi Semua Generasi!

    Dan terbukti setelah beberapa kali gagal dalam bisnisnya. Kini dia bisa merasakan hasilnya, usahanya tidak sia-sia bisnis kaus kaki yang dirintisnya berkembang pesat dengan omset yang tidak bisa di bilang sedikit. Dalam sebuah seminar dia pernah berkata anak kampung pun bisa menjadi sukses, dia contohnya. Enterpreneur muda yang telah banyak memotivasi, yang ketika memulai pernah gagal bahkan ketika kuliah karena keseringan absen.

    Tapi semangatnya tak pernah muda sampai dia bisa menjadi enterpreneur muda dengan omset ratusan juta perbulan. Bahkan dia telah menghadirkan enterpreneur enterpreneur muda berbakat. Ya dialah Syafii Efendi yang sukses di usia 25 tahun meraup omzet 100 juta perbulan.   Kita memang tak pernah tahu takdir kita ke depannya seperti apa tapi alangkah baiknya kita mempersiapkannya dari sekarang.

    Orang boleh bilang kita bodoh tapi jangan sampai kita hilang akal karena jika sudah hilang akal kita tak akan pernah bisa bangkit dan menciptakan seribu cara untuk sukses walau dengan keterbatasan kemampuan. Kuncinya bukan kita boleh kuliah karena orang bodoh bisa sukses atau dengan menyepelekan masa depan karena kita sudah kuliah atau kerja di tempat menyenangkan. Kuncinya adalah rajin, tekun dan ibadah. Orang bodoh pun pasti bisa melakukan itu, mau sepintar apapun dia jika sudah malas pasti tidak akan sukses. 

  • Bagaimana Menjadi Mahasiswa Produktif Dalam Menangkap Pendidikan

    Bagaimana Menjadi Mahasiswa Produktif Dalam Menangkap Pendidikan

    Bagaimana Menjadi Mahasiswa Produktif Dalam Menangkap Pendidikan – Halo sobat Shalaazz, Seorang mahasiswa yang berpendidikan mampu menjadi agent of change bagi kehidupan disekelilingnya. Bukan sebagai tumpukan perguruan tinggi yang menjulang tinggi mengatasnamakan daerah.  Namun, tidak bisa berkontribusi dikarenakan keegoisan untuk mendapatkan akademik yang tinggi. Kegiatan mahasiswa dijadikan banyak dan terbagi-bagi.

    Namun, belum berpotensi untuk menjadi manfaat bagi sekitar. Masih ada jurang pemisah antara mahasiswa dengan masyarakat.

    Predikat Maha yang diberikan kepada mahasiswa menjadi ajang yang spesial. Tetapi, sebenarnya tidak ada bedanya. Hanya yang membedakan kecerdasan dalam berfikir dan meraih berita-berita yang lebih luas.

    Baca juga: Mahasiswa Kubis atau Kupat? Ayo Kamu yang Mana

    Lalu, bagaimana menjadi mahasiswa yang produktif dan berkontribusi untuk umat? Salah satunya, mengedepankan niat untuk meraih ridha Allah diatas segalanya. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan niat akan terselesaikan dengan mudah.

    Kedua, tidak sibuk tapi menjangkau banyak. Ia akan berpindah satu kegiatan dengan kegiatan yang lainnya.

    Tidak mengorbankan salah satu kegiatan. Namun, totalitasnya terhadap kegiatan itu sangat tinggi dan bermanfaat. Baik harta, jiwa dan tenaga dilakukan dengan 100% tidak setengah-setengah.

    Menurut Albert Einstein membagi waktu akan sulit maka dengan itu kalikanlah setiap kegiatan yang diikuti.

    Baca juga: Sudahkah Menjadi Mahasiswa Sesungguhnya?

    Ketiga, hendaknya melakukan kebaikan itu dilakukan secara berjamah. Agar beban tidak terasa berat dalam setiap amanah yang diberikan kepada teman-teman.

    Terakhir, ketika berada dalam kesepian selalu bermuhasabah setiap aktivitas yang dilakukan untuk memperbaiki yang kurang dalam totalitasnya. Berpendidikan tanpa fikir produktif tidak akan maslahat. Berpendidikan tanpa strategi akan gagal fokus maslahat. Berpendidikan ialah yang selalu menjaga moral dalam sendi-sendi kehidupan. Berpendidikan bukan sebatas akademis melainkan potensi mengembangkan masyarakat.

    Berikanlah luang untuk berbagi hadiah yang manis apa yang dipunya untuk umat yang menebar cinta dan manfaat. Tetaplah berjuang menjadi mahasiswa produktif yang kritis, menebar ilmu akademis, berbagi hadiah manis, serta menghilangkan rasa malas.

  • Kejar Prestasi, Tingkatkan Kualitas Diri

    Kejar Prestasi, Tingkatkan Kualitas Diri

    Kejar Prestasi, Tingkatkan Kualitas Diri – Halo sobat Shalaazz, Setiap manusia dilahirkan berbeda. Apa pun yang terdapat pada dirinya pasti berbeda dengan manusia lainnya.

    Mengapa? Karena setiap manusia memiliki keistimewaannya sendiri. Ada anak yang pandai berpidato meskipun di depan khalayak ramai. Ada pula yang suka menulis karya sastra namun tak berani tampil di depan khalayak ramai.   

    Ada anak yang tak suka menulis tapi pandai menggambar. Lalu yang lainnya lebih suka mendengarkan curahan lalu memberi saran daripada bercerita panjang lebar. Lalu apa yang harus kita lakukan dengan karakter manusia yang berbeda-beda ini? Misalnya kita sebagai orang tua atau saudara atau guru. Maka kuncinya adalah bantu anak untuk meningkatkan kualitas dirinya.

    Baca juga: Semangat Berkarya Tanpa Kenal Gender-Motivasi Berkarya

    Selain dari sisi religi atau hubungan si anak dengan Tuhannya bisa juga dengan meningkatkan prestasi mereka sesuai bidang yang mereka kuasai.   Satu hal yang harus diperhatikan para orang tua atau pun guru, jangan pernah membandingkan prestasi satu anak dengan yang lainnya. Terlebih ketika mereka sedang menempuh pendidikan formal (sekolah). Jangan mengukur kepandaian hanya dengan sebuah peringkat yang kita pun tak tahu cara mencapainya.

    Setiap anak harus dan wajib mendapatkan perlakuan yang sama meskipun memiliki peringkat yang berbeda. Marilah menjadi generasi tua yang cerdas untuk kemajuan generasi muda bangsa.   Kejar prestasi merupakan salah satu kata semangat yang dapat memotivasi anak dalam menggapai prestasinya.

    Namun jangan hanya mengagungkan kata itu semata, tapi berilah reward agar anak merasa kerja kerasnya dihargai. Bukankah orang dewasa sangat menyukai saat dirinya dihargai? Begitu pun dengan anak-anak. Dukunglah setiap kegiatan anak yang positif dengan memfasilitasi kegiatannya, sering menanyakan kegiatannya, menyarankan untuk sesekali mengikuti lomba yang sesuai dengan bidangnya.

    Tanamkan motivasi internal terhadap anak beriringan dengan motivasi eksternal dari lingkungan kesehariannya terutama keluarga.   Ketika anak mengejar prestasinya maka dia akan merasakan yang namanya berjuang. Berjuang untuk sesuatu yang bermanfaat dalam hidupnya adalah salah satu bentuk meningkatkan kualitas diri si anak.

    Berjuang juga menempa mental anak agar anak tak gampang merasa putus asa. Jangan lupakan satu hal, tetap semangati anak ketika harapannya tak sesuai dengan kenyataan yang dihadapinya dengan kata lain anak mengalami kegagalan. Jangan menambah keterpurukan dengan menyalahkan tapi tetap semangati. Jadilah orang tua millennial yang bijak dalam menentukan sikap.