Tag: Hari Kemerdekaan

  • Bagaimana Pemuda Memaknai Kemerdekaan Hari ini?

    Bagaimana Pemuda Memaknai Kemerdekaan Hari ini?

    Bagaimana Pemuda Memaknai Kemerdekaan Hari ini? – Halo, Sobat Shalaazz! Mau tahu bagaimana pemuda Indonesia tercinta ini memaknai kemerdekaannya? Mau tahu juga makna perlombaan yang sering diadakan di kemerdekaan ke-76 ini? Simak penjelasannya di bawah ini ya!

    Beragam kata-kata selamat kemerdekaan ditulis di berbagai media sosial baik dari kalangan pemuda hingga kalangan dewasa. Namun, kata-kata dalam kemerdekaan di hari ini tidaklah cukup sebatas pengucapan melainkan dengan memaknai kemerdekaan hari ini baik dari segi kemerdekaan maupun mana dari adanya perlombaan yang sering diadakan di hari kemerdekaan. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas pertanyaan terkait makna dari adanya kemerdekaan di Indonesia tercinta ini.

    Sebagai seorang pemuda memaknai kemerdekaannya dengan melakukan banyak kontribusi baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Dalam hal ini, mengetahui arti pentingnya kemandirian untuk berpijak di tanah sendiri agar bisa saling memajukan potensi dari seluruh pemuda yang tidak memiliki keterampilan menjadi terampil dan expert di bidangnya masing-masing. Salah satu hal yang bisa dilakukan pemuda dalam memaknai kemerdekaannya ialah dengan mencintai karya bangsa sendiri, mempelajari sejarah dan kebudayaan Indonesia, berkontribusi langsung terhadap penulisan, kemasyarakatan hingga pemerintah.

    Sebagai seorang pemuda memaknai kemerdekaannya dengan mengetahui arti dibalik adanya perlombaan tersebut diadakan secara berulang-ulang. Pertama, perlombaan balap karung yang mengartikan perjuangan pemuda Indonesia saat itu tidak bisa membeli baju hingga karung gonilah yang menjadi pakaiannya dalam sehari-hari.

    Kedua, perlombaan memakan kerupuk yang mengartikan kebutuhan makanan pokok tidaklah cukup dan hanya bisa membeli kerupuk dengan harga yang murah. Ketiga, perlombaan tarik tambang yang dimana kemerdekaan tidaklah dicapai tanpa adanya kerja sama dari sebuah tim. Sama halnya, ketika semua pemuda terpecah belah hanya karena berbeda pendapat hingga musuh dapat mudah menyerang yang sudah lengah. Keempat, perlombaan memasuki pensil ke botol yang bila diartikan untuk pemuda harus memiliki kesabaran untuk mencapai suatu tujuan dan tentunya diperlukan strategi untuk menghadapi rintangan kesabaran tersebut.

    Dengan adanya kedua hal tersebut, jelaslah makna kemerdekaan haruslah dilakukan secara hati-hati untuk mencapai tujuan yang berarti. Dalam hal ini, sebagai pemuda harus siap sedia untuk menyusun strategi kemandirian, kemanfaatan, keprofesionalan, dan kekompakan satu per-satu yang berguna baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, hingga negara.

    Nah, mungkin cukup sekian untuk artikel hari ini. Semoga membantu dan bermanfaat bagi teman-teman semuanya.

  • Tanda Baca yang Tepat Setelah “Merdeka”-Sebuah Esai

    Tanda Baca yang Tepat Setelah “Merdeka”-Sebuah Esai

    Tanda Baca yang Tepat Setelah “Merdeka”-Sebuah Esai – “Merdeka!”
    Sebuah seruan yang sering kita dengar di bulan kedelapan. Mulai dari teriakan penonton di lomba balap karung, sampai teriakan pejabat ketika berpidato. Akan tetapi, apa maknanya? Apa manfaatnya?

    Merdeka!

    Pahlawan-pahlawan kita di masa lalu menggunakan seruan itu untuk membakar semangat dan menegaskan tujuan perjuangan mereka. Sementara itu, kita banyak menggunakannya untuk pemanis bibir saja. Di waktu-waktu biasa, kita jarang mendengarnya. Akan tetapi, di waktu tertentu, banyak orang yang menyerukan seruan itu sehingga justru terkesan sepele.

    Baca juga: Merdeka? Sebuah Esai Hari Kemerdekaan Indonesia

    Bagaimana mungkin kita menyerukan seruan itu tanpa memahami maknanya? Ketika para pejuang kita menyerukan seruan itu, tentu maknanya bukan sekadar bebasnya negeri dari penjajah. Akan tetapi, para pejuang menginginkan kesejahteraan bagi rakyat Nusantara dengan hilangnya penjajahan itu. Apakah mimpi para pejuang itu sudah terwujud?

    Merdeka.

    Indonesia sudah merdeka. Tidaklah salah jika kita meletakkan tanda titik setelah kata merdeka. Saat ini, kita memang sudah merdeka. Kita tidak perlu lagi berhadapan dengan senapan para penjajah. Saat ini, kita berada di era paling nyaman sepanjang sejarah bangsa. Kebutuhan pokok makin mudah didapatkan.

    Baca juga: Mengisi Kemerdekaan Indonesia Essay

    Merdeka Hanya Sekadar Berita?

    Teknologi modern pun dapat menjangkau wilayah yang lebih luas. Tanda titik setelah kata merdeka menunjukkan bahwa itu adalah kalimat berita. Kalimat yang memberitakan bahwa Indonesia sudah merdeka. Akan tetapi, apakah berita kemerdekaan itu hanyalah seperti berita viral di televisi? Pada waktu tertentu, tersebar ke seluruh penjuru negeri. Pada waktu yang lain, tidak ada yang peduli dengan berita itu.

    Apakah perjuangan telah usai?

    Jika kemerdekaan adalah suatu berita, apakah berita itu berita yang bias? Lebih lanjut, apakah tanda titik juga menunjukkan bahwa perjuangan meraih kemerdekaan telah selesai?
    Mungkin kita perlu memberikan tanda koma setelah kata merdeka. Indonesia sudah merdeka, yakni sudah bisa menentukan nasibnya sendiri dan tidak lagi dijajah secara fisik.

    Indonesia sudah merdeka, tetapi masih dijajah oleh pemikiran dan produk-produk negara lain. Indonesiaa sudah merdeka, tetapi sumber daya alam kita justru dinikmati oleh asing.
    Dengan tanda koma, kita bisa mendapati penjelasan lebih jauh mengenai kemerdekaan Indonesia. Tanda koma juga menunjukkan bahwa perjuangan kita belum selesai. Kemerdekaan itu bukan sebuah hasil semata, melainkan suatu perjuangan yang tidak pernah berhenti.

    Baca juga: Pro-Kontra Kemerdekaan Metropolitan Essay

    Kita perlu berpikir kritis dengan menanyakan berbagai hal tentang kemerdekaan ini. Apakah hakikat dari kemerdekaan? Apakah Indonesia sudah sepenuhnya merdeka? Apa yang harus kita lakukan agar Indonesia bisa sepenuhnya merdeka? Apa yang harus kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan?

    Kita tidak boleh menjadi orang yang “fanatik” dengan kemerdekaan ini. Seseorang yang merasa bahwa kemerdekaan yang dirasakannya adalah segala-galanya sehingga menolak gagasan baru dari orang lain. Padahal, kemerdekaan yang diyakininya hanyalah semu. Sementara itu, gagasan baru yang ada justru bisa membuat negeri ini menjadi jauh lebih baik.

    Semua itu bukan berarti melalaikan nikmat kemerdekaan yang ada saat ini. Kita perlu mensyukuri semua kenyamanan yang sekarang kita rasakan. Akan tetapi, janganlah kenyamanan membuat kita lemah. Masih ada banyak hal yang perlu kita perjuangkan. Sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan kritis akan membuka pikiran kita, membangunkan kita dari tidur nyenyak, dan memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman. Karenanya, tanda tanya bisa menjadi salah satu tanda baca yang tepat.
    “Merdeka?”

    Penulis: Pandega Abyan Zumarsyah (Universitas Gadjah Mada)

  • Pro-Kontra Kemerdekaan Metropolitan Essay

    Pro-Kontra Kemerdekaan Metropolitan Essay

    Pro-Kontra Kemerdekaan Metropolitan Essay – Sebagai ibu kota Negara sekaligus tempat lahirnya ikrar kemerdekaan, Jakarta dijuluki sebagai kota Metropolitan. Segala macam bentuk kegiatan, baik yang berhubungan dengan administratif seperti pusat pemerintahan maupun industri ekonomi terdapat di kota tersebut. Jakarta menjadi tumpuan bagi kemerdakaan perekonomian rakyat. Menurut CNBC Indonesia, Provinsi DKI Jakarta melaporkan realisasi pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal 1-2019 sebesar 6,23%.

    Disisi lain, Jakarta selalu menuai isu dan polemik yang cenderung sulit untuk di selesaikan. Kota Metropolitan bagaikan terbelenggu pada ancaman penjajahan oleh bangsanya sendiri. Masalah-malasah yang sering timbul di kota Metropolitan sangat sulit untuk diselesaikan. Persoalan tersebut terkait dengan masalah urbanisasi, kemiskinan, sanitasi kemacetan dan pengendalian tata ruang. Menurut laporan Badan Pusat Statistik, angka urbanisasi Ibu Kota selama tahun 2019 mencapai 70,4%.

    Baca juga: Apa itu Identitas Nasional? Berikut Penjelasan Lengkapnya

    Pejabat pemerintah Republik Indonesia telah mencoba berbagai cara untuk mengatasi permasalahan, namun tak kunjung usai. Sang saka Merah Putih yang berkibar di Kota Metropolitan itu tidak pernah menggambarkan kemerdekaan yang sesungguhnya. Hingga pada 16 Agustus 2018 sehari sebelum kemerdekaan, rakyat digegerkan dengan pernyataan yang di tegaskan Pak Presiden Joko Widodo untuk membuat rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan. Pada saat Sidang bersama DPRD di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Pak Presiden mengemukakan rencana pemindahan Ibu Kota telah dipertimbangkan secara matang-matang. Namun apakah keputusan ini diartikan untuk melepaskan Metropolitan secara paksa? atau memperjuangkan kemerdekaan Metropolitan?

    Baca juga: Ayo Indonesia Bangkit Essay Hari Kartini

    Pro dan Kontra Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

    Jika melihat dari berbagai tanggapan media terkait masalah tersebut, banyak sekali kalangan pro dan kontra pada dimensi masyarakat. Bendera Merah Putih yang selalu dihormati ketika hari kemerdekaan 17 Agustus itu menjadi pertanyaan yang lebih serius apakah Ibu Kota harus dipindahkan atau tetap bertahan? Emil memandang, keputusan pemerintah unuk memindahkan Ibu Kota di tengah masalah yang menimpa Jakarta justru seperti lari dari tanggung jawab. Selain itu, ada banyak persoalan yang harus di pertimbangkan matang-matang. Membangun kembali bukanlah merupakan perkara yang mudah, terutama membangun Ibu Kota. Perlu mengerahkan tenaga dan biaya yang cukup besar.

    Sedangkan menurut RoelMoez komitmen pemerintah untuk tidak lagi terus menerus membangun pulau Jawa dan bertekad mengubah magnet pembangunan ekonomi dari Jawa sentris menjadi Indonesia sentris adalah sesuatu yang baik untuk keadilan dan pemerataan. Selain itu juga kondisi pulau jawa sedang mengalami aneka persoalan dari mulai tingkat kepadatan penduduk hingga sumber daya alam yang semakin menipis. 

    Jadi menurut anda apakah Ibu Kota harus dipindahkan atau tetap bertahan?

  • Opini: Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan

     

     

    Merdeka bukan kata yang digembor-gemborkan sebagai kebebasan dari penjajah semata. Melainkan kata merdeka ialah langkah para pejuang untuk meraih kemenangan. Kemenangan dalam hal apa? Kemenangan yang dalam arti bebas untuk memajukan daerahnya bukan membodohi masyarakatnya dengan tipu-tipu yang merugikan, baik diri sendiri maupun orang lain.

    Momentum Kemerdekaan, Apakah Kemerdekaan Sekadar Perayaan?

    Kemerdekaan sebuah momentum berharga untuk diraih di masa sekarang hingga mendatang. Namun, apakah cukup kemerdekaan sebatas bebas dari penjajah? Apakah cukup kemerdekaan hanya sekadar hari perayaan untuk mengenang para pejuang? Kemerdekaan kini patut dipertanyakan. Peringatan kemerdekaan hanya sebatas simbol pengenang saja. Makna kemerdekaan semakin kabur dan tidak memiliki ruh kepemilikan nasionalisme kebangsaan hingga ke akar-akarnya. Makna kemerdekaan semakin penting untuk dilaksanakan. Karena di tengah konstelasi politik kebangsaan yang diwarnai dengan maraknya kasus-kasus yang memudarkan nilai-nilai kebangsaan, dan harga diri negara di mata dunia masih belum sampai pada taraf ditakutkan oleh banyak negara. Sejatinya harga diri negara di mata dunia ialah senjata ampuh agar negara-negara lain segan kepada negara ini, untuk tidak mempermainkan kondisi nasional negara. Kemerdekaan sudah dibuktikan dengan penjajah telah keluar dari negeri ini. Nyatanya, negara belum dikatakan merdeka kalau perekonomian masih mengandalkan pinjaman kepada negara lain, perusahaan-perusahaan masih di tangan orang asing, pembangunan, pendidikan, dan seluruh pendanaan masih di tangan orang asing. Sejatinya, negara masih dibelenggu dengan kekuatan ekonomi orang asing. Sehingga, negara mau maju saja harus membayar bunga dibandingkan hutangnya terlebih dahulu. Baca juga: Tujuan Berjuang Mencari Pendidikan Hakiki

    Perlunya Manajemen Pasca Kemerdekaan

    Kemerdekaan harus dikelola dengan manajemen yang profesional oleh tenaga-tenaga yang berdedikasi tinggi, mau berkorban dan ikhlas beramal. Demi menyembuhkan kerawanan yang ada pada generasi muda kini dalam hal moral dan etika. Tentu saja dengan membabat habis seluruh mental para generasi agar mau mandiri, percaya diri, dan memperbaiki diri agar indonesia bisa berdiri di tanah sendiri. Kemerdekaan itu ialah banyaknya generasi muda dan remaja yang tahu akan jati diri, kokoh iman dan ilmu. Hal yang terakhir ini meningkatkan perkembangan batas antara kota dan desa. Bukan telah terkontaminasi dengan kebebasan yang tak kenal batas. Baca juga: Keuntungan Memilih Kuliah di Australia

    Mungkin sekilas kata merdeka untuk kemerdekaan yang sering diperingati terdengar klise. Alangkah baiknya kemerdekaan bukanlah ajang perlombaan semata melainkan meneruskan perjuangan untuk menjadikan tanah negeri ini bisa mandiri di tanah sendiri. Layaknya kata-kata Bung Karno, “Indonesia yang berdaulat secara politik, Indonesia yang mandiri secara ekonomi dan Indonesia yang berkepribadian secara sosial budaya.” Semoga bisa direalisasikan dalam kehidupan nyata. Baca juga: Bagaimana Pemuda Memaknai Kemerdekaan? Berikut Ulasannya!

    editor: Andrian Kukuh Pambudi