Author: Fitriya Kulsum

  • Penjelasan Jenis, Materi, dan Prospek Kerja Jurusan Pertanian

    Penjelasan Jenis, Materi, dan Prospek Kerja Jurusan Pertanian
     

    Penjelasan Jenis, Materi, dan Prospek Kerja Jurusan Pertanian – Hai sobat Shalaazz, berjumpa lagi dengan Pipit. Pada artikel ini saya akan membahas tentang jurusan pertanian. Mungkin teman-teman calon mahasiswa ada  yang berminat masuk fakultas pertanian di berbagai pilihan universitas, institut, politeknik, ataupun sekolah tinggi di Indonesia. Jangan ragukan minat kalian untuk menjadi pahlawan pangan negeri.    Terdapat program Sarjana maupun Diploma. Biasanya kalau di Universitas ataupun Institut terdapat banyak pilihan jurusan yang mendapat gelar sarjana, namun di Politeknik lebih banyak terdapat program diploma. Berikut penjelasannya:  

    • Diploma 

    Program diploma ada yang menyediakan mulai D1-D4. Biasanya gelar dari program Diploma dimulai dari ahli muda, ahli madya sampai Sarjana Sains Terapan. Berikut beberapa jurusan yang masuk program Diploma.  

    1. Agrobisnis: Beberapa Universitas ada yang menjadikan jurusan ini masuk ke program Diploma yaitu D3. Materi yang dipelajari antara lain tentang bisnis pertanian dalam skala kecil, menengah, sampai besar. Bahkan diajarkan tentang pelaku usaha ekonomi dalam pertanian. Prospek kerjanya bisa menjadi pendiri UMKM Pertanian atau bekerja sebagai konsultan di salah satu perusahaan pertanian.
    2. PSL (Perencanaan Sumber Daya Lahan): Salah satu jurusan di fakultas saya dulu ada pilihan PSL untuk program Diploma. Mateti kuliahnya tidak jauh tentang pemanfaatan lahan sampai pemetaan lahan untuk kepentingan pertanian. Prospek kerjanya antara lain di Balai Tanah sebagai pemeta lahan.
    3. Teknologi Benih: Materi yang dipelajari dimulai dari persiapan benih hingga teknologi menghasilkan atau memperbanyak benih. Prospek kerjanya adalah bekerja di perusahaan benih atau menjadi wirausaha penyedia benih secara mandiri.
    • Sarjana

    Program Sarjana biasanya ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 tahun. Gelar yang didapat bermacam-macam tergantung jurusannya. Berikut penjelasannya:

    1. Agroteknologi: Jurusan ini mempelajari ilmu budidaya tanaman secara kompleks mulai dari persiapan hingga pasca panen. Terdapat beberapa peminatan dalam jurusan ini antara lain: Agronomi (mempelajari cara menghasilkan input pertanian secara ekonomis). Biasanya fokus pada budidaya tanaman pangan dan perkebunan. Hortikultura (mempelajari budidaya tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman obat, dan tanaman hias). Ilmu Tanah (mempelajari tentang kesuburan tanah maupu  konservasi dan reklamasi lahan). Agroekologi (mempelajari faktor lingkungan pertanian). Ilmu Hama dan Penyakit (mempelajari cara penanganan pada tanaman yang terserang patogen atau hama). Pemuliaan tanaman (mempelajari bioteknologi tanaman sehingga menghasilkan varietas unggul). Gelarnya adalah S.P. (Sarjana Pertanian). Prospek kerjanya antara lain  bekerja di perusahaan pertanian, dinas pertanian, lembaga pendidikan, lembaga riset pertanian, atau wirausaha pertanian.
    2. Agribisnis: Materi yang dipelajari di jurusan ini tidak jauh beda dengan agrobisnis. Hanya saja, agribisnis terdapat program Sarjana. Terdapat peminatan agribisnis pembangunan daerah, atau koperasi. Gelar sarjananya adalah S.P. (Sarjana Pertanian). Prospek kerjanya sebagai konsultan, pelaku usaha ekonomi pertanian, atau penyuluh pertanian.
    3. Ilmu Teknologi Pangan: Materi yang dipelajari berkaitan dengan pasca panen hingga menjadi produk. Mulai dari pengemasan, pewarna, perasa, hingga pengawetan makanan. Jurusan ini biasanya sering memasak produk-produk dari pertanian, seperti keju, yoghurt, kue, dan lainnya. Gelar sarjananya adalah S.TP. (Sarjana Teknologi Pangan). Prospek kerjanya bisa di pabrik makanan, atau lembaga riset makanan seperti lembaga BPOM atau Sertifikasi dari MUI.
    4. Teknik Pertanian: Materi yang dipelajari adalah mekanisasi pertanian seperti alsintan (alat mesin pertanian) dan lainnya. Gelarnya adalah S.T. (Sarjana Teknik). Prospek kerjanya bisa di perusahaan alsintan atau usaha mandiri merakit sendiri alsintan yang bermanfaat untuk pertanian masa depan.

    Demikian penjelasan singkat yang dapat saya berikan. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi buat yang membutuhkan. Jadi mulai sekarang tidak bingung lagi memilih jurusan di fakultas pertanian. Semoga berhasil   

  • Persembahan Lulusan Terbaik Wisuda UNSOED Mengharukan

    Persembahan Lulusan Terbaik Wisuda UNSOED Mengharukan

    Persembahan Lulusan Terbaik Wisuda UNSOED Mengharukan
     
     
    Persembahan Lulusan Terbaik Wisuda UNSOED Mengharukan  – Hai sahabat Shalaazz, jumpa lagi dengan Pipit. Artikel yang akan saya bahas kali ini adalah wisuda. Momen ini yang paling ditunggu oleh mahasiswa sebagai bentuk perayaan perjuangannya selama kuliah, termasuk membahagiakan orang tua. Saya merupakan alumni almamater kuning emas yaitu Universitas Jenderal Soedirman. Tepat 18 Desember 2018 diwisuda periode ke-131.
     
     
    Kampus saya memang salah satu universitas  yang banyak mengadakan wisuda dalam setahun yaitu 4 kali (Maret, Juni, September, Desember). Selain itu ada UNS (Universitas Negeri Surakarta) dan UNILA (Universitas Negeri Lampung) yang lebih banyak lagi mengadakan wisuda yaitu 6 kali dalam setahun. Begitu juga dalam perayaannya masing-masing institusi pasti berbeda, baik yang di dalam negeri maupun luar negeri.
     
    Ada hal lucu, terharu, bahkan hal yang tak biasa. Kalian tau Oxford University ?. Setiap selesai ujian akhir atau wisuda, ada ritual perayaan unik yaitu wisudawan atau wisudawati dilempari sampah. Hal tersebut sudah turun-temurun dari generasi ke generasi.
     
    Mari kembali lagi ke topik, ada rangkaian acara yang berbeda pada wisuda Universitas Jenderal Soedirman periode ke-131 daripada sebelumnya. Perlu kalian tau bahwa Universitas Jenderal Soedirman juga membuka Ahli Muda di luar kota, namun saat diwisuda juga hadir di Gedung Auditorium Graha Widyatama.
     
    Ada momen yang membuat terharu dari persembahan wisudawan dan wisudawati terbaik. Terdapat 12 orang yang menjadi wisudawan atau wisudawati terbaik dari masing-masing fakultas. Menjadi lulusan terbaik memang impian  semua orang, karena dapat merasakan hasil dari perjuangan yang tidak mengkhianati usaha. Bahkan ada yang IPK nyaris sempurna.
     
    Waktu gladi bersih sudah diberitahukan oleh panitia kepada lulusan terbaik untuk memberikan kejutan kepada para orang tuanya. Tepat pada hari wisuda para orang tua lulusan terbaik dipersilahkan duduk di kursi paling depan.
     
    Setelah prosesi pemindahan toga oleh rektor kepada lulusan terbaik, mereka berbaris rapi dan membawa sekuntum bunga untuk diberikan kepada orang tuanya masing-masing. Dipeluk orang tuanya hingga meneteskan air mata.  Ada perasaan bangga atas pencapaian yang luar biasa. Disaksikan oleh orang tua yang lain, terdengar gemuruh tepuk tangan dari semua undangan wisuda yang hadir. 
     
    Suasana semakin terharu saat paduan suara menyanyikan lagu bunda. Mata wisudawan dan wisudawati yang lain ikut berkaca-kaca juga, termasuk saya. Selain itu juga ada persembahan dari seorang wisudawan berupa lagu persembahan untuk ayah. Semuanya khidmat mendengarkan lagu tersebut. Prosesi wisuda sederhana namun bermakna, mengingatkan bahwa dibalik kesuksesan seorang anak ada jasa kedua orang tua.
     
     
    Terima kasih almamater kebanggaan.
    Salam cinta dari alumni
     
    Fitriya Kulsum

  • Student Exchange Hunters Wajib Tahu Jenis dan Perbedaannya

    Student Exchange Hunters Wajib Tahu Jenis dan Perbedaannya

    Student Exchange Hunters Wajib Tahu Jenis dan Perbedaannya – Hai sobat Shalaazz, jumpa lagi dengan Pipit. Kali ini akan membahas tentang Student Exchange.

    Masih bulan awal di tahun 2019, semoga semangatnya semakin tinggi untuk mewujudkan impian satu-persatu termasuk Go Abroad. Mungkin diantara kalian sudah tidak asing dengan istilah “Student Exchange” bukan? Biasa diartikan adalah Pertukaran Pelajar. Pesertanya adalah seorang pelajar atau pemuda. 

    Jenis-jenis Student Exchange:

    1. Student Exchange National

     Pertukaran pelajar di negara yang sama. Biasanya karena adanya kerjasama antar lembaga. Misalnya pertukaran pelajar pada dua universitas yang berbeda di Indonesia. Biasanya mahasiswa menetap selama satu semester atau lebih di salah satu kampus lain. Terdapat juga program dari pemerintah yaitu PERMATA (Program Mahasiswa Nusantara). Selain belajar materi kuliah, keuntungan lain yang didapat adalah wawasan budaya, sejarah dan lainnya  di tempat tersebut. Tidak hanya mahasiswa saja, Namun siswa SMA juga bisa mengikuti program pertukaran pelajar nasional.   

    Baca juga: Pendaftran Student Exchange Program KL-YES

    2. Student Exchange International

    Berbeda dengan pertukaran pelajar nasional, sesuai dengan namanya maka pesertanya Internasional juga. Saat ini banyak mahasiswa Internasional yang kuliah di Indonesia karena adanya MOU (kerja sama) antar Universitas. Begitu juga sebaliknya, mahasiswa Indonesia belajar di negara lain.

    Baca juga: BEASISWA S1 UNIVERSITAS BAKRIE 2020/2021

    Keunggulannya banyak yang didapat selama mengikuti program ini karena biasanya banyak belajar di negara yang sudah maju. Hanya perlu disiapkan mental dan fisik untuk menghadapi budaya yang berbeda dan musimnya juga. 

    jenis-jenis Student Exchange

    a. Short Term Exchange

    Pertukaran dalam rentang waktu pendek, hanya sekitar 1 minggu sampai 3 bulan. Biasanya program ini diadakan oleh pemerintah guna mengikuti pelatihan untuk mendukung tercapainya tujuan dari penyelenggara, misal atau meningkatkan jiwa kepemimpinan. Misal PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara), Sakura Exchange Program.

    b. Long Term Exchange

    Program ini berjalan dalam rentang waktu cukup lama, minimal 6 bulan atau 1 tahun. Diikuti oleh siswa/mahasiwa yang ingin belajar di negara lain, baik sekolah biasa atau melakukan riset disana. Bahkan ada yang kuliah   Informasi seputar exchange bisa diperoleh dari website kedutaan besar masing-masing negara, sekolah, kampus atau media sosial.  Semoga bermanfaat   

  • Wow, Tsinghua University Cina Ranking Tertinggi di Asia

    Wow, Tsinghua University Cina Ranking Tertinggi di Asia

    Wow, Tsinghua University Ranking Tertinggi di Asia – Hai sobat Shalaazz, jumpa lagi dengan saya. Kali ini akan membahas Universitas bergengsi di Asia. Apakah kalian penasaran ? Langsung saja dibaca penjelasan di bawah ini:   Saya ingatkan tentang sebuah pepatah yang mengajarkan “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina.” Kalimat tersebut menunjukkan bahwa Cina merupakan tempat sumber ilmu yang sudah maju. Kemajuan negara tergantung dari sistem pendidikannya.

    Cina adalah salah satu negara maju di Asia yang memiliki sistem pendidikan terbaik. Mengapa demikian? Pemerintahnya mendukung secara baik terhadap pendidikan di Cina. Hal itu dibuktikan dengan capaian prestasi luar biasa yaitu mendapat ranking tertinggi diantara Universitas lainnya di Asia. TsinghuaUniversity merupakan salah satu perguruan tinggi yang terletak di Beijing. Berdiri sejak 1911 dan memiliki sekitar 19 fakultas serta mahasiswa sebanyak 33.000. Terdapat juga mahasiswa internasional sebanyak 2.600. Jurusan yang tersedia mulai dari program sarjana, magister dan doktor. 

    Berikut macam-macam jurusan di Tsinghua University:

    1. Akuntansi dan Perbankan.
    2. Ilmu Sains dan Terapan. 
    3.  Arsitek Bangunan.
    4. Ilmu Teknologi/Ilmu Komputer yang terdiri dari: S1 Manajemen Informasi dan S1 Sistem Informasi.
    5. Teknik yang terdiri dari: Teknik Nuklir, Teknik Fisika, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, dan Teknik Penyediaan Air.
    6. Jurnalis dan Komunikasi.
    7. Kebijakan Publik.

    Prestasi Tsinghua University:

    • The Higher Education World University Ranking 2018-2019 (22).
    • QS World University Ranking 2018-2019 (17).
    • Peringkat Akademi Universitas Dunia 2018 (45)
    • Universitas terbaik di Cina.

    Penasaran sama biaya hidup dan kuliah di Tsinghua University ?. Berikut penjelasannya:

    • Biaya hidup/tahun: 39.000 Yuan= 81.457.350 Rupiah
    • Akomodasi kampus/tahun: 22.500 Yuan= 46.994.620 Rupiah
    • Biaya kuliah rata-rata/tahun untuk S2/S3: 58.200 Yuan= 121.559.430 Rupiah.

    Bagaimana sahabat shalaazz ? Tidak perlu khawatir dengan biaya yang dirasa mahal karena terdapat tawaran beasiswa. Berikut tiga tawaran beasiswa:

    1. Chinese Government Scholarship, beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Cina langsung. Mahasiswa Internasional bisa melamar beasiswa melalui Kedutaan Besar Cina. 
    2. Beijing Government Scholarship, beasiswa dari pemerintahan Beijing. Mahasiswa Internasional dapat melamar melalui International Student Office dengan pengajuan Beijing Government Scholarship.
    3. Tsinghua University Scholarship, beasiswa ini diberikan langsung dari kampusnya. Biasanya diberikan pada mahasiswa yang mengambil program doktoral.

    Ketiga beasiswa tersebut terbagi menjadi Full atau Partial Scholarship. Beasiswanya mencakup biaya kuliah, akomodasi, biaya hidup, dan asuransi kesehatan. Nah, tunggu apalagi. Ayo, segera mendaftar jika minat kuliah atau belajar di Negeri Tirai Bambu. Informasi lebih lanjut, sahabat shalaazz bisa langsung mengunjungi websitenya: www. tsinghua.edu.cn. Semoga informasinya bermanfaat.  

  • Don’t Worry,  Coba Tips-Tips Ini Untuk Memilih Jurusan Kuliah

    Don’t Worry, Coba Tips-Tips Ini Untuk Memilih Jurusan Kuliah

    Don’t Worry,  Coba Tips-Tips Ini Untuk Memilih Jurusan Kuliah – Hai sobat Shalaazz berjumpa lagi dengan Pipit. Kali ini akan membahas cara memilih jurusan kuliah. Saya sering mendapat pertanyaan dari calon mahasiswa yang kebingungan memilih jurusannya. Pilihan pendidikan sangat penting karena menentukan masa depan. Berikut beberapa tips memilih jurusan:

    1. Searching semua jurusan

    Mencari tau sampai akarnya tentang jurusan-jurusan yang ada di PTN, Poltekkes, IAIN maupun lainnya.  

    2. Pilih 3 besar jurusan favoritnya

        Setelah tau informasi tentang berbagai jurusan, lalu diseleksi dan dipilih Top Three jurusan favorit sesuai passion.  

    3. Konsultasi pada senior

    Kalian bisa konsultasi pada senior tentang ketiga jurusan itu. Sebisa mungkin konsultasi pada senior yang sejurusan dengan ketiga jurusan favorit kalian.

    4. Mengetahui akreditasi prodi

     Akreditasi tiap Perguruan Tinggi saat ini baik PTN maupun PTS selalu menjadi acuan pendidikan. Jika akreditasi Perguruan Tingginya belum A tidak masalah, asalkan akreditasi program studi A. Sebenarnya tidak menuntut kemungkinan, akreditasi bukan jaminan bagusnya kualitas pendidikan karena seiring waktu.

    Akreditasi biasanya berlaku selama 5 tahun, jadi dalam rentang waktu itu kualitas pendidikannya masih bisa dipertahankan atau malah sebaliknya. Alasan menyarankan diutamakan memilih program studi yang akreditasi A adalah pilihan dari yang terbaik diantara yang baik. Biasanya proses pembelajaran di kelas atau praktikum dan penelitian di laboratorium sangat mendukung  dengan adanya SDM (Sumber Daya Manusia), sarana dan prasarana yang memadai.

    5. Mengukur diri

    Percaya diri memang perlu, namun mengukur diri tidak kalah penting juga. Mengapa demikian ?. Sebab apapun hal yang dipaksakan biasanya tidak akan berjalan sesuai harapan. Selama bersekolah dari SD-SMA kurang lebih 9 tahun, pastinya diri sendiri sudah mampu mengukur kemampuan, misal dalam pemahaman materi dan lainnya. Oleh karena itu, bisa menyesuaikan pilihan jurusan dengan kemampuan diri.

    Baca juga: 5 Tips Sebelum Masuk Kuliah Yang Harus Dipersiapkan

    6. Memilih yang paling dibutuhkan di tempat asal

    Jika kita melanjutkan studi sampai ke jenjang yang lebih tinggi, tentunya ingin mendapatkan ilmu untuk diterapkan di tempat asal. Misal yang perkotaan menghadapi masalah sampah, maka solusinya dibutuhkan seorang sarjana dari Teknik Lingkungan. Sedangkan apabila tinggal di pedesaan, dibutuhkan seorang Sarjana Pertanian untuk mengelola sumber daya alamnya terutama pangan.

    7. Melakukan Shalat Istikharah

    Bagi umat muslim jika bingung menentukan suatu pilihan, maka disarankan untuk sholat Istikharah untuk memohon petunjuk pilihan terbaik dari Tuhan. Jika non muslim, bisa menyesuaikan sendiri ibadahnya sesuai ajarannya.

    8. Minta Doa Restu

    Setelah mengikuti langkah-langkah menentukan pilihan jurusan, tidak kalah penting doa restu dari orang tua. Jika orang tua tidak merestui pilihan kita, mencobalah untuk menjelaskan alasan diri sendiri memilih jurusan tersebut. Maka diharapkan orang tua dapat memahaminya. Terpenting diri sendiri dapat bertanggung jawab dengan pilihannya.

    Semoga bermanfaat ya Tips-Tips Ini Untuk Memilih Jurusan Kuliah.  Jadi mulai saat ini sudah tidak bingung lagi menentukan jurusan.

  • 12 Fakta Menarik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)

    12 Fakta Menarik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)

    12 Fakta Menarik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) – Hai sobat Shalaazz, berjumpa lagi dengan saya. Kali ini akan membahas tentang almamater saya.

    Perkenalkan saya baru menjadi alumni Universitas Jenderal Soedirman tahun ini, lulus sebagai sarjana pertanian yang mengambil program studi agroteknologi. 

    Fakta Universitas Jenderal Soedirman

    Apakah sudah mengenal Unsoed? Bagi yang belum, mari kenalan dulu ya. Berikut 12 Fakta Unsoed :  

    1. Kepanjangan UNSOED adalah Universitas Jenderal Soedirman.

    2. Universitas Jenderal Soedirman berdiri pada 23 September 1963, 

    jadi sekarang sudah berumur 55 tahun. Beberapa bulan lalu baru selesai menyelenggarakan rangkaian diesnatalis dengan waktu yang cukup panjang dan meriah.

    3. Universitas Jenderal Soedirman terletak di Purwokerto, Kabupaten Banyumas. 

    Cocok sebagai kota pendidikan untuk pelajar karena suasananya yang masih pedesaan, menciptakan ketenangan untuk belajar. Selain itu juga masih bisa menikmati wisata alam yang asri dan indah.  

    4. Nama Universitas Jenderal Soedirman diambil dari nama Panglima Besar yang lahir di Banyumas yaitu Jenderal Soedirman. 

    Hal tersebut sebagai monumen pendidikan untuk mengenang jasanya pada bangsa, nusa dan negara.   

    Baca juga: 10 Jurusan Pertanian di PTN Indonesia Memiliki Prospek Masa Depan Cemerlang

    5. Fakultas pertanian tertua di Universitas Jenderal Soedirman.

    Bahkan berdirinya setahun sebelum berdirinya UNSOED. Setelah itu disusul oleh berdirinya Fakultas Biologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.  

    6. Memiliki 12 Fakultas yang terdiri dari  (Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Matematika dan IPA, Fakultas Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Ilmu dan Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Hukum).  

    7. Memiliki lebih dari 50 jurusan baik program sarjana, magister ataupun doktoral.  

    8. Universitas Jenderal Soedirman masuk dalam nominasi PTN Favorit yang berada di urutan 9 untuk seleksi kompetisi masuk UNSOED.   

    9. Terdapat mata kuliah wajib yakni JDU (Jati Diri UNSOED) yang mempelajari tentang sikap Panglima Besar Jenderal Soedirman. Diharapkan mahasiswa atau alumni UNSOED menerapkan kejujuran, pantang menyerah, dan peduli.  

    10. Memiliki banyak UKM, antara lain tiga UKM yang berprestasi adalah Wacana Soedirman, UKMPR, dan   Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam). Prestasi terbaru di akhir 2018 adalah tiga mahasiswa dari Mapala yang berhasil mencapai puncak gunung di Argentina.  

    11. Universitas Jenderal Soedirman termasuk salah satu PTN yang paling banyak menyelenggarakan wisuda. Setahun ada 4 kali periode (Maret, Juli, September dan Desember).  

    12. Pada 20 Desember 2018 berhasil meraih akreditasi A dari Ban-PT. Berlaku sampai 20 Desember 2023. Jadi, saat ini Indonesia menambah jumlah PTN yang terakreditasi A selain ITB, UI, IPB, UNDIP, ITS dan lainnya.   Demikian  fakta tentang Universitas Jenderal Soedirman. Semoga dapat menjadi informasi bagi calon mahasiswa yang minat kuliah di UNSOED. Informasi lebih lengkap dapat diakses di www.unsoed.ac.id.   

    Apapun pilihan tempat studinya, terpenting adalah niat dan usahanya. Renungkan kalimat motivasi ini  “Lebih baik menjadi ikan kecil di kolam besar daripada sebaliknya”. Maksudnya lebih baik berkontribusi di tempat yang tidak terkenal daripada tinggal di tempat terkenal namun tidak berkontribusi sama sekali.

    Begitu juga dengan kuliah di tempat manapun. Semoga berhasil meraih tempat lanjut studi impiannya. Salam semangat dari salah seorang Generasi Panglima Besar Jenderal Soedirman.

  • Sistem Pendidikan Australia vs Sistem Pendidikan Indonesia, Ada Persamaan?

    Sistem Pendidikan Australia vs Sistem Pendidikan Indonesia, Ada Persamaan?

    Sistem Pendidikan Australia Vs Sistem Pendidikan Indonesia, Ada Persamaan? – Hai sobat Shalaazz, jumpa lagi dengan Pipit. Kali ini saya akan membahas sistem pendidikan negeri kita tercinta dengan salah satu negeri di benua lain. Kalian pernah mendengar sebutan negeri kangguru kan ? Iya, negara Australia yang terkenal maju pendidikannya. Bahkan warga Indonesia banyak juga yang memilih melanjutkan studi kesana. Lalu, apa saja sistem pendidikan yang membedakan ngan Indonesia ? Yuk, simak penjelasan di bawah ini:  

    Sistem Pendidikan Australia vs Sistem Pendidikan Indonesia

    1.  Tingkat kesulitan materi

    Siswa sekolah dasar disana belum banyak menerima mata pelajaran dan tugas sekolah seperti di Indonesia. Disana lebih ditekankan pada teori pengenalan diri, lingkungan dan pengembangan sikap. Makanya tidak heran apabila melihat siswa sekolah dasar yang banyak belajar di Berbeda dengan Indonesia yang lebih memperbanyak materi dan tugas rumah.  

    2. Penilaian

    Siswa di Australia tidak ada yang tidak naik kelas. Mereka tidak melaksanakan UAS (Ujian Akhir Semester), namun ada seperti Ujian Nasional yang dilakukan serentak pada seluruh sekolah di Australia. Ujian tersebut untuk menguji kemampuan membaca, menulis, dan menghitung. Biasanya dilaksanakan sebelum masuk kelas 1 SMU.  

    Baca Juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    3. Penghargaan

    Tiap siswa yang melakukan kegiatan positif akan mendapat sertifikat. Lalu, diumumkan tiap dwi mingguan untuk pengembangan bakat dan seni siswa. Mereka tidak memperoleh raport yang berupa nilai angka, namun narasi atas capaiannya selama di sekolah.  

    4. Suasana Belajar

    Kelas di Australia hanya diisi tidak lebih oleh 20 siswa. Oleh karena itu, suasana belajar lebih kondusif daripada di Indonesia. Bahkan di dalam kelas penuh dengan media, portofolio, dan alat peraga untuk mempelajari langsung teori. Dinding-dinding kelas juga dipenuhi karya-karya siswa. Berbeda dengan di Indonesia yang lebih memilih dinding kelas bersih, namun sedikit alat peraga dan karya siswa yang ditampilkan.  

    5. Tenaga Pendidik

    Guru di Australia datang terlebih dahulu sebelum siswanya datang. Hal ini memberikan contoh yang baik pada siswa. Saat ini ada beberapa sekolah di Indonesia yang mencoba menerapkan juga.  

    6. Pelajaran Agama

    Tiap sekolah di Indonesia selalu ada pelajaran agama. Bahkan ada yang lebih dari satu agama, menyesuaikan dengan kepercayaan siswanya. Berbeda dengan di Australia yang tidak ada mata pelajaran agama pada tiap sekolah, mungkin dikarenakan negara yang lebih liberal dalam masalah kepercayaan agama.    

    Baca juga: Intip Kesuksesan Sistem Pendidikan Di Finlandia, Yuk!

    Nah, semakin yakin belum untuk belajar di Australia ? Berharap semoga Indonesia lebih memperbaiki sistem pendidikannya agar tidak jauh tertinggal dengan negara lain dalam bidang apapun. Ambil positifnya dan buang negatifnya saat belajar di negeri orang lain

  • Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat!

    Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat!

    Coba 7 Pilihan Pendidikan Non Formal Ini, Sesuai Minat dan Bakat! – Hai sobat Shalaazz, berjumpa lagi dengan Pipit. Kali ini akan membahas tentang pendidikan non formal. Mungkin sahabat shalaazz sudah tau ada beberapa jenis pendidikan sesuai dengan  latar belakang dan tujuannya. Kalian tau perbedaannya ?. Mari simak perbedaan sebagai berikut:

    a. Pendidikan Formal

    Pasti sudah tau kalau pendidikan ini berbasis badan hukum. Didirikan oleh pemerintah, bahkan fasilitas sarana dan prasarana dibantu dari pemerintah. Pendidikan ini diwajibkan  sebagai tahapan menuju syarat profesi masa depan. Mulai dari pendidikan SD (Sekolah Dasar) sampai SMA (Sekolah Menengah Atas), bahkan skill kejuruan sesuai bakat dan minat didapatkan di Perguruan Tinggi.

    b. Pendidikan Non Formal

    Dilakukan di luar pendidikan formal secara terstruktur dan berjenjang.  Memiliki tujuan yang jelas dalam pembelajaran. Biasanya didirikan oleh seseorang secara mandiri. Misalnya sekolah sesuai bakat, minat dan mempelajari attitude (perbuatan) yang baik. Biasanya siswa/mahasiswa dalam pendidikan formal hanya lebih mendapat teori daripada praktek. Jadinya mereka akan merasa butuh aplikasinya melalui pendidikan non formal. Berikut pilihan pendidikan non formal yang dapat dipelajari:

    Baca juga: 5 Tips Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif Era Milenial

    1. Menjahit

    Biasanya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) ada jurusan ini. Tapi biasanya sekolah umum tidak mendapatkan, bisa saja mengambil kursus ini di luar jam sekolah. Menjahit merupakan salah satu seni yang menghasilkan uang untuk tambahan penghasilan masa depan nanti. Selain itu juga bisa menghemat uang dalam membelanjakan pakaian karena bisa menjahit sendiri sesuai selera pula. 

    2. Memasak

    Biasa disebut sekolah koki, tidak menuntut kemungkinan anak-anak sudah pintar memasak saat ini. Terbukti ada lomba “KidsChef” ditayangkan di Televisi. Apalagi perempuan wajib pintar memasak buat keluarga nanti, jadi bisa menghemat jajan di luar. Makanan yang dimasak lebih terjamin hiegenis.

    3. Melukis

    Para seniman ada yang autodidak latihan menggambar tiap hari, namun ada juga yang sengaja kursus untuk menghasilkan lukisan terbaik. Karyanya bisa dinilai jutaan rupiah loh, keren kan ?.

    4. Handy Craft

    Daripada banyak limbah yang tidak terpakai, lebih baik jadikan karya yang punya nilai ekonomi dong. Bisa belajar di youtube atau bahkan ikut kursusnya langsung. Sekarang sudah banyak kumpulan karya dari handycraft

    5. Komputer

    Sekarang sudah zaman serba digital, jadi jangan gaptek (gagap teknologi) biar bisa mengikuti perkembangan zaman. Kursus komputer bisa menghasilkan uang dolar dari kemampuan menjalankan aplikasi di dalamnya.

    6. Bahasa

    Sekarang juga sudah memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Jadi tantangan kita bukan hanya warga Indonesia, melaikan warga asing juga yang berbeda bahasa. Kalau kita tidak bisa berbahasa, maka tidak bisa menjalin komunikasi dan kerjasama dengan baik. Pastinya orang yang pintar macam-macam bahasa akan dibutuhkan, misalnya jadi tourguide dan translator.

    7. Good Manner

    Jangan salah pada hal ini. Sikap yang baik karena dibiasakan. Biasanya  kursus ini dipilih oleh orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan di luar, hingga sedikit waktu untuk mendidik anaknya. Mulai dari sikap di meja makan, tegur sapa dan lainnya. Goodmanner akan menghasilkan pemimpin harapan bangsa. Demikian pendidikan non formal yang dapat jadi referensi pilihan. Pastinya sesuaikan dengan bakat dan minat agar senang dalam menjalankan. Semoga bermanfaat 🙂  

  • 8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek

    8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek

    8 Keunggulan Sistem Pendidikan Negara Jepang Bikin Melek – Halo sobat Shalaazz, Indonesia dan Jepang memiliki persamaan yang terletak di Benua Asia. Namun, perbedaannya adalah perkembangannya baik dari segi ekonomi maupun pendidikan. Indonesia meski penduduknya lebih banyak daripada Jepang, tapi masih baru menjadi negara berkembang.

    Berbeda halnya dengan Jepang yang sudah termasuk negara maju. Ingin tau salah satu alasannya ? Baiklah, saya akan bahas dari segi pendidikannya.        

    Keunggulan sistem Pendidikan di Jepang

    Jepang terkenal dengan orang yang pekerja keras, disiplin dan antre. Semua karakter baik itu terbentuk dari sistem pendidikannya di sekolah.

    Makin penasaran dengan keunggulan pendidikan di Jepang yang berbeda dengan Indonesia. Apalagi banyak sekali saat ini siswa/mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Negeri Sakura. Berikut 8 keunggulan pendidikan Jepang yang bisa diterapkan di Indonesia yaitu:

    1. Pendidikan tentang etika dan moral lebih diutamakan di Jepang daripada ilmu pengetahuan. Sebenarnya kunci utama kesuksesan seseorang terlihat dari faktor etikanya yang baik, maka nanti akan mengikuti penerapan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi) secara baik pula.

    2. Kampus dan sekolah memulai tahun ajaran baru pada musim semi, saat mekarnya bunga sakura. Hal ini yang membuat siswa dan mahasiswa senang mengikuti pembelajaran. Memang harus ditanam rasa suka dan senang pada saat belajar agar tidak jenuh dalam menerima pelajaran.

    3. Tidak ada Office Boy, siswa sendiri yang mengerjakan kebersihan kelas dan sekolah. Hal ini untuk melatih siswa dalam bekerja sama, bertanggung jawab dan menjadi pekerja keras.

    Baca juga: Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    4. Tingkat kehadiran siswa di sekolah Jepang adalah 99%, jadi mahasiswa yang tidak hadir hanya 1%. Berbeda dengan di Indonesia, masih banyak budaya TA (Titip Absen) hanya alasan yang tidak baik, misal terlambat karena bangun kesiangan, menonton konser dan lainnya.

    5. Pendidikan tentang seni sangat diterapkan pada siswa Jepang, agar mereka mencintai budaya tradisional negara sendiri. Hal ini patut dicontoh oleh Indonesia agar generasinya tidak mudah mengikuti arus globalisasi dan life style western (gaya hidup barat).

    6. Sangat jarang siswa yang tidak naik kelas. Hal tersebut dikarenakan siswa sangat antusias melakukan kegiatan positif seperti ekstrakurikuler, workshop saat liburan dan les private. Berbeda dengan siswa Indonesia yang lebih banyak  memilih liburan ke tempat hiburan daripada mengembangkan diri.

    7. Menciptakan kenyamanan dan kedekatan antara siswa dengan guru melalui makan bersama di kelas saat jam istirahat. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menghilangkan sekat antara siswa dan guru, maka seperti orang tua dan anak bahkan sahabat.

    8. Tidak terdapat kesenjangan sosial antara siswa kaya dan siswa miskin.

    Semuanya sama dengan menggunakan seragam pelaut.  Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan teladan untuk pendidikan Indonesia agar lebih baik ke depannya.  

  • Kumpulan Kata-Kata Mutiara tentang Korban Bencana Alam Bikin Terenyuh

    Kumpulan Kata-Kata Mutiara pendidikan mengenai Korban Bencana Alam

    “Indonesia berduka saat musibah melanda. Banyak yang terluka, namun manusia harus menerka. Apakah ini tanda Tuhan sedang murka?” (Pipit, 2018).

    “Bencana alam terjadi ada alasan secara ilmiah, namun sikap dan sifat manusia banyak tidak ilmiah” (Pipit, 2018).
    “Kota yang tertimpa bencana alam adalah kota pilihan Tuhan untuk dijadikan kota ujian. Apabila lulus maka akan merasakan sendiri manisnya hikmah terbaik” (Pipit, 2018).
    “Bencana Alam adalah pertanda dunia tidak kekal namun fanah, maka perbanyak ibadah” (Pipit, 2018).
    “Jangan menghakimi kota dan korban bencana alam, lebih baik terapi alami untuk menghilangkan trauma mendalam” (Pipit, 2018).

    “Banyak kejadian kuasa Tuhan yang diperlihatkan, misal tempat ibadah yang selamat dari bencana alam. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan ?” (Pipit, 2018).

    “Korban bencana alam punya hak yang sama, dibantu saudara lain saling bahu membahu” (Pipit, 2018).

    “Korban bencana alam berhak memperoleh pendidikan yang layak” (Pipit, 2018).

    Saat ini Indonesia berduka setelah kejadian gempa di Lombok, ditambah lagi Tsunami dan Gempa yang terjadi beberapa hari yang lalu di Donggala Palu, Sulawesi Tengah. Apakah teman-teman tahu bahwa ada PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ?.

    Iya. UNTAD (Universitas Tandulako) adalah salah satu universitas kebanggaan masyarakat Sulawesi. Bangunannya kini hancur tak berkeping. Tidak terdapat lagi tempat untuk mahasiswa belajar. Lalu, apa yang harus kita bantu ?.

    Perlu diketahui bahwa Ketua Rektor Indonesia yang diketuai oleh Rektor ITB (Institut Teknologi Bandung) telah sepakat dengan 38 universitas lainnya di seluruh Indonesia untuk menampung mahasiswa korban bencana alam di Palu untuk belajar sementara di universitas lain tersebut. Bahkan jika tidak mampu membayar tempat tinggal dan UKT, maka akan digratiskan asalkan mereka masih bisa belajar selama proses pembangunan UNTAD.

    Siapa universitas yang akan jadi pengungsian mahasiswa UNTAD ?.
    Ada ITS, UNAIR, UTM, UB, UNS, ITB dan lainnya. Menurut informasi dari Kompas (2018), kemungkinan ada tambahan universitas lain yang bersedia ditempatkan mahasiswa UNTAD sementara waktu. Mahasiswa akan mengikuti perkuliahan sesuai semesternya dan mata kuliah menyesuaikan dengan SKS masing-masing universitas yang ditempati.

    Berikut bentuk pengabdian pendidikan Untuk Korban Bencana Alam:

    1. Menjadi volunteer pengajar di tempat pengungsian.
    2. Menyumbangkan donasi buku, alat tulis, seragam dan alat sekolah lainnya untuk pelajar korban bencana alam.
    3. Memotivasi pelajar korban bencana alam untuk tetap semangat menjalani hidup.
    4. Mencarikan informasi beasiswa pendidikan dari pemerintah atau donatur beasiswa yang sukarela untuk membantu pelajar melanjutkan pendidikannya.

    Salam hangat dari saya anak pulau yang bertetangga dengan laut. Saya merasakan deburan ombak hingga air laut yang naik ke atas dan membuat aspal jalan rusak. Tidur malam sepertinya tidak nyenyak, takut terbangun tiba-tiba Tsunami. 
    Alhamdulillah hingga saat ini pulau saya masih diselematkan oleh Tuhan. Kita tidak pernah tau dan tidak bisa memilih kapan dan dimana berada saat bencana tiba, jadi tidak perlu iba.
  • Aku Bangga Menjadi Petani Muda, Kenapa Tidak?

    Aku Bangga Menjadi Petani Muda, Kenapa Tidak?


    Aku Bangga Menjadi Petani Muda, Kenapa Tidak? – Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Begitu banyak sumber daya alam yang melimpah. Terdapat dalam lirik lagu bahwa “Tanah Kita Tanah Surga”, artinya tiap tanaman yang ditanam di tanah akan tumbuh subur. Air melimpah ruah untuk kebutuhan hidup sehari-hari maupun irigasi pertanian. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan ?. Manusia harus bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki Indonesia sebaik mungkin, hal itu sama saja mensyukuri karunia yang Tuhan berikan.

    Beberapa hari yang lalu, tepatnya 24 September 2018 diperingati sebagai “Hari Tani Nasional”. Sungguh menandakan bahwa petani adalah pekerjaan mulia yang dapat meningkatkan harkat dan martabat. Namun, ironisnya pemuda zaman sekarang anti menjadi petani. Mayoritas banyak yang lebih memilih kuliah di Fakultas Kedokteran, padahal semua profesi butuh pangan. Lalu, kalau tidak ada petani maka tidak ada pejuang pangan di negeri ini.

    Faktor-faktor yang menjadikan profesi petani dipandang remeh antara lain:

    a. mindset yang salah sejak dini, selalu beranggapan bahwa menjadi petani itu pekerjaan orang miskin dan kotor-kotoran,
    b. orang tua yang berprofesi sebagai petani malah menyuruh anaknya tidak mengikuti jejaknya, nasibnya harus lebih baik. Jadi tidak diizinkan mendaftar ke Fakultas Pertanian,
    c. banyak terjadi urbanisasi sehingga timbul aging labor (penuaan pekerja), artinya lebih banyak pekerja tua di desa yang berprofesi petani daripada pemuda yang lebih banyak pilih pindah kerja ke kota,
    d. kurangnya ilmu pengetahuan dan teknologi tentang bertani modern.

    Masih ingat dengan salah satu pernyataan tentang pertanian Indonesia ?.

    “Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia pada 2040”, artinya semua pangan tercukupi untuk kebutuhan tanpa harus impor bahkan bisa ekspor ke negara lain di seluruh dunia. Berdasarkan data BPS (2017) di berita Suara Merdeka.com, bahwa pertanian Indonesia dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Menjadi penyumbang devisa tertinggi kedua setelah Pengolahan. Apakah kalian tidak takjub dan banga pada para pejuang pangan ?

    Mulai dari akademisi pertanian, praktisi pertanian sampai petani kecil begitu berjasa pada Indonesia. Jadi, salah satu hal untuk menjaga eksistensi pertanian Indonesia adalah menumbuhkan kesadaran pemuda akan pentingnya pertanian. Mengapa demikian ?. Indonesia diprediksi pada 2025 akan memasuki bonus demografi, artinya pemuda yang berumur produktif akan menanggung orang tua yang sudah tidak produktif. Jadi, tidak mungkin selamanya orang tua yang akan bekerja sebagai petani. Butuh generasi muda yang menggantikan.

    Cara untuk menumbuhkan jiwa pertanian pada pemuda sebagai berikut:

    a. Mahasiswa pertanian membentuk komunitas, misalnya “Pejuang Pangan”. Sasarannya adalah para anak desa baik yang masih sekolah atau bahkan sudah putus sekolah,
    b. Lembaga pertanian di masing-masing daerah menugaskan Penyuluh Pertanian untuk pemuda, mengajarkan teknologi bertani modern. Misal hidroponik, aquaponik, mina padi dan lainnya,
    c. Pendampingan baik dari dosen pertanian atau instansi lainnya tentang “agopreneurship”, diajarkan mulai dari cara pengolahan, pengemasan sampai pemasarannya.

    Jika ketiga cara tersebut diterapkan, maka pemuda desa akan merasa betah menekuni profesi tani di tempatnya. Bahkan jika diterapkan di kota, maka pemuda kota tidak gengsi lagi untuk bertani melalui teknologi dan inovasi pertanian. Buktinya sekarang sudah banyak pemuda yang menjadi “agropreneurship”, menjadi pengusaha sukses bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Hal tersebut membawa dampak positif yakni mengurangi angka pengangguran. Perlu ditanam dalam pikiran para pemuda, jika pangan melimpah maka dapat membasmi kelaparan dan kemiskinan di negeri ini. Jadi tindak kriminalisasi di Indonesia akan berkurang karena salah satu faktor penyebabnya yakni kemiskinan dan kelaparan dapat teratasi.

  • Ternyata Begini Kehidupan Pasca Sarjana, Serem gak Yah?

    September adalah momen wisuda yang banyak diselenggarakan di berbagai kampus. 3 tahun, 4 tahun bahkan lebih dalam menjalani proses perkuliahan untuk mewujudkan impian memakai toga. Kesenangan memang hanya dirasakan sesaat.Para wisudawan sudah tidak asing dengan statement “Welcome To The Jungle”. Dunia pasca perkuliahan adalah dunia sebenarnya untuk berproses dalam kehidupan. 

    Ternyata Begini Kehidupan Pasca Sarjana, Serem Gak Ya? – Apapun yang dikerjakan saat pasca sarjana itu pilihan hidup. Kita tidak boleh ikut campur pilihan pribadi apalagi menghakiminya. Banyak sarjana yang jadi pengacara (pengangguran banyak acara). Hal ini bukanlah hina karena masih hidup produktif. Pilih kerja, lanjut studi, nikah, berwirausaha dan lainnya memang harus timbul dari diri sendiri. Bukan paksaan dari orang lain yang justru akan menjadi ancaman pada diri sendiri.

    Lakukan hal positif bagi pribadi dan lingkungan sekitar. Jika ada istilah kerja di luar jurusan, selagi itu berdampak positif tidak masalah. Saya pribadi beranggapan bahwa para sarjana yang bekerja atau mengabdi sesuai dengan disiplin ilmunya, maka akan lebih bermanfaat. Alasannya karena ilmu yang semakin diaplikasikan akan semakin berkah.

    Masalah tempat kerja juga tidak perlu dipermasalahkan. Jika memang ingin membangun tempat lahir melalui sarjananya, silahkan merantau jauh untuk menimba ilmu bahkan sampai benua lain tidak masalah. Jika sudah siap nikah secara lahir dan batin, segerakan juga agar ada dua pemikiran untuk merancang misi ke depan demi mewujudkan visi hidup.

    Apapun pilihan kehidupan pasca sarjana tidak dipermasalahkan, asalkan positif dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Ingat, bahwa  gelar adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan.
  • Peran Pemuda Sebagai Volunteer Bidang Pendidikan

         

    Peran Pemuda Sebagai Volunteer Bidang Pendidikan


    Peran Pemuda Sebagai Volunteer Bidang Pendidikan – Pemuda adalah sosok harapan bangsa untuk mewujudkan cita-cita suatu negara. Saat ini banyak sekali pemuda di Indonesia, apalagi di era 2030 akan memasuki bonus demografi. Pemuda yang  berumur produktif dengan jumlah lebih banyak akan menanggung masyarakat tidak produktif. Bahkan Bapak Proklamator RI (Republik Indonesia) juga menyampaikan “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, maka kuguncangkan dunia”.

    Begitu pentingnya peran pemuda hanya dengan satu orang, apalagi semua pemuda di seluruh pelosok Indonesia dengan jiwa semangat yang membara akan mengubah dunia lebih baik. Berdasarkaan data sensus BPS (2010), penduduk umur 16-30 yang termasuk pemuda berjumlah 62 juta. Jumlah yang begitu besar menjadi aset bangsa, terutama di bidang pendidikan.

    Pendidikan adalah pintu gerbang menuju cita-cita Indonesia yang tertuang di dalam pembukaan UUD (Undang-Undang Dasar) 1945. Upaya pencerdasan bangsa melalui peningkatan kualitas adalah pemerataan pendidikan. Setiap bangsa Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak baik formal maupun non formal. Jika kita melihat kondisi pendidikan Indonesia saat ini perlu ditingkatkan kualitasnya. Hal tersebut bisa teratasi melalui peran seorang pemuda yang terjun langsung di bidang pendidikan. Mahasiswa yang biasa disebut agent of change (agen perubahan) dapat mengaplikasikan sebutan itu bukan sekedar fiksi melainkan fakta.

    Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijunjung oleh akademisi adalah mengajar, penelitian dan pengabdian. Salah satu peran mahasiswa yaitu pengabdian, biasanya dilaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) pada tingkat akhir. Akan tetapi, bentuk pengabdian ini seharusnya tidak berhenti hanya saat KKN. Jiwa kepedulian dan nasionalisme yang tinggi harus terpatri dalam sanubari mahasiswa. Mencoba melihat permasalahan bidang pendidikan di lingkungan sekitar, masih banyak anak putus sekolah, kekurangan tenaga pengajar dan fasilitas tempat belajar yang tidak layak. Memang pemerintah sudah memberikan beasiswa pendidikan, tetapi masih ada masyarakat Indonesia yang kurang mendapat informasi.

    Dimulai dari hal kecil saja, mahasiswa sebagai calon sarjana yang akan menjadi calon pemimpin bangsa harus membuka pikiran untuk membantu mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia. Satu orang mahasiswa berinisiatif mengajak temannya bahkan pemuda lainnya yang hanya lulusan SMA sederajat untuk membentuk suatu komunitas pejuang pendidikan. Jika yang berjuang banyak akan semakin menguatkan visi tercapai. Peran sederhana dari seorang pemuda yang berdampak besar bagi pendidikan Indonesia adalah menjadi volunteer (relawan). Memang menjadi relawan tidak digaji karena melakukannya dengan ikhlas tanpa pamrih. Pemuda harus meyakini bahwa menjadi volunteer adalah pekerjaan mulia yang akan bernilai pahala tidak terhingga dari Tuhan. Saat ini banyak dijumpai sebuah komunitas yang terdiri dari volunteer pendidikan.

    Hati saya sendiri tergugah saat pulang dari”Asia Pasific Future Leader Conference 2017″ yang diselenggarakan di Kuala Lumpur. Disana saya bertemu dengan para pemuda dari Asia Pasifik. Mereka mempresentasikan hal-hal yang sudah dilakukan untuk mewujudkan SDG’s (Suistanable Development Goals) yang ada 17. Lalu, saya merasa belum berkontribusi untuk Negeri selama menempuh pendidikan Perguruan Tinggi melalui beasiswa. Setelah kembali ke Indonesia, timbul niat saya untuk mewujudkan SDG’s yang ke-4 tentang kualitas pendidikan. Saya merasa anak-anak yang tinggal di Panti tidak mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan temannya karena masalah biaya sehingga tidak bisa kursus. Lalu, timbul ide untuk membuat komunitas Laskar Panti yang diikuti volunteer dari mahasiswa berbagai jurusan dan angkatan.

    Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah bimbingan belajar gratis untuk adik-adik yang tinggal di salah satu Panti Purwokerto. Selain itu, terdapat pelatihan sesuai bakat dan minat dan berbagi ilmu sesuai bidang tiap volunteer. Biasanya mengajarkan ilmu pertanian melalui hidroponik, menanam di hidrogel dan lainnya. Jadi, adik-adik di Panti dapat merasakan tambahan belajar di luar sekolah secara gratis dan pengetahuan di bidang lain.

           
    Komunitas di bidang sosial maupun pendidikan sudah banyak dijumpai di Purwokerto. Sebelum adanya Laskar Panti, sudah berdiri Sahabat Panti, Bhinneka Ceria, Kelas Inspirasi dan lainnya. Beberapa bulan yang lalu terdapat komunitas baru lagi yang terdapat bidang pendidikan yaitu “Inspirator Indonesia Chapter Barlingmascakeb”. Salah satu kontribusi sederhananya adalah menjadi volunteer pengajar di salah satu TPQ Perumahan Purwokerto yang kekurangan tenaga pengajar. Buat seluruh pemuda, janganlah berdiam diri menghadapi permasalah pendidikan di lingkungan sekitar karena kunci terwujudnya Indonesia yang makmur dan sejahtera.

    Bertindak dan berkontribusi semampunya karena hancur atau tidaknya suatu negara berada di tangan para pemuda. Jangan hanya mengkritisi tetapi beraksi yang pasti sebelum mati.
    Salam Menginspirasi dan Mengabdi Tuk Negeri.