Author: Cici Nurfadilah

  • Pro-Kontra Kemerdekaan Metropolitan Essay

    Pro-Kontra Kemerdekaan Metropolitan Essay

    Pro-Kontra Kemerdekaan Metropolitan Essay – Sebagai ibu kota Negara sekaligus tempat lahirnya ikrar kemerdekaan, Jakarta dijuluki sebagai kota Metropolitan. Segala macam bentuk kegiatan, baik yang berhubungan dengan administratif seperti pusat pemerintahan maupun industri ekonomi terdapat di kota tersebut. Jakarta menjadi tumpuan bagi kemerdakaan perekonomian rakyat. Menurut CNBC Indonesia, Provinsi DKI Jakarta melaporkan realisasi pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal 1-2019 sebesar 6,23%.

    Disisi lain, Jakarta selalu menuai isu dan polemik yang cenderung sulit untuk di selesaikan. Kota Metropolitan bagaikan terbelenggu pada ancaman penjajahan oleh bangsanya sendiri. Masalah-malasah yang sering timbul di kota Metropolitan sangat sulit untuk diselesaikan. Persoalan tersebut terkait dengan masalah urbanisasi, kemiskinan, sanitasi kemacetan dan pengendalian tata ruang. Menurut laporan Badan Pusat Statistik, angka urbanisasi Ibu Kota selama tahun 2019 mencapai 70,4%.

    Baca juga: Apa itu Identitas Nasional? Berikut Penjelasan Lengkapnya

    Pejabat pemerintah Republik Indonesia telah mencoba berbagai cara untuk mengatasi permasalahan, namun tak kunjung usai. Sang saka Merah Putih yang berkibar di Kota Metropolitan itu tidak pernah menggambarkan kemerdekaan yang sesungguhnya. Hingga pada 16 Agustus 2018 sehari sebelum kemerdekaan, rakyat digegerkan dengan pernyataan yang di tegaskan Pak Presiden Joko Widodo untuk membuat rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan. Pada saat Sidang bersama DPRD di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Pak Presiden mengemukakan rencana pemindahan Ibu Kota telah dipertimbangkan secara matang-matang. Namun apakah keputusan ini diartikan untuk melepaskan Metropolitan secara paksa? atau memperjuangkan kemerdekaan Metropolitan?

    Baca juga: Ayo Indonesia Bangkit Essay Hari Kartini

    Pro dan Kontra Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

    Jika melihat dari berbagai tanggapan media terkait masalah tersebut, banyak sekali kalangan pro dan kontra pada dimensi masyarakat. Bendera Merah Putih yang selalu dihormati ketika hari kemerdekaan 17 Agustus itu menjadi pertanyaan yang lebih serius apakah Ibu Kota harus dipindahkan atau tetap bertahan? Emil memandang, keputusan pemerintah unuk memindahkan Ibu Kota di tengah masalah yang menimpa Jakarta justru seperti lari dari tanggung jawab. Selain itu, ada banyak persoalan yang harus di pertimbangkan matang-matang. Membangun kembali bukanlah merupakan perkara yang mudah, terutama membangun Ibu Kota. Perlu mengerahkan tenaga dan biaya yang cukup besar.

    Sedangkan menurut RoelMoez komitmen pemerintah untuk tidak lagi terus menerus membangun pulau Jawa dan bertekad mengubah magnet pembangunan ekonomi dari Jawa sentris menjadi Indonesia sentris adalah sesuatu yang baik untuk keadilan dan pemerataan. Selain itu juga kondisi pulau jawa sedang mengalami aneka persoalan dari mulai tingkat kepadatan penduduk hingga sumber daya alam yang semakin menipis. 

    Jadi menurut anda apakah Ibu Kota harus dipindahkan atau tetap bertahan?

  • Cara Membagi Tugas, Break Down You’re Task

    Cara Membagi Tugas, Break Down You’re Task

    Tugas menjadi salah satu kewajiban yang harus diselesaikan oleh setiap individu. Entah itu tugas dalam dunia pendidikan, pekerjaan, bisnis, bahkan sampai dunia rumah tangga. Tugas datang dengan berbagai cara. Ada yang datang secara berkala, ada juga yang datang di saat waktu tertentu saja.  Akan tetapi, tugas yang datang secara bertubi-tubi seringkali membuat kita bingung, cemas, panik bahkan tak sedikit diantara kita mengalami stress dan depresi. Nah…. bagi kamu yang sering merasakan hal demikian, dan masih merasa bingung ketika harus mengelola dan mengendalikan tugas-tugasmu. Ada beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan, agar kamu bisa break down tugas-tugasmu.

    Apa sih tips nya? Yuk, langsung saja simak penjelasan berikut !

    1. Lakukan brainstroming

    Tugas yang tercecer dimana-mana, sering kali membuat kamu merasa kesulitan dan bingung ketika harus memulainya dari mana. Ketika semua tugas menumpuk dan bercampur aduk dengan tugas-tugas lainnya, kamu akan merasa kewalahan untuk mengerjakan tugas-tugas berikut. Agar kamu dapat mengendalikan semua tugas-tugas mu, kamu harus menulis semua agenda dan tugas yang harus dikerjakan. Semua agenda tersebut bisa kamu tulis di dalam buku, catatan, memo, bahkan catatan yang terdapat di aplikasi handphone.

    2. Breakdown tugas

    Nah, setelah semua tugas kamu tulis di dalam satu catatan besar. Kamu dapat mengelompokkan semua tugas ke dalam kelompok-kelompok kecil. Kemudian, memilah tugas-tugas tersebut dari yang paling kompleks hingga paling detail. Misalnya kamu mendapat tugas kuliah untuk menulis resume dan mengerjakan latihan soal. Kamu dapat mengelompokkan kedua tugas tersebut, dalam satu kelompok. Karena keduanya memiliki karakter yang masuk kedalam satu bidang yang sama. Break down tugas ini bisa membantu mu mengukur dan mengelola tugas-tugas yang harus dikerjakan.

    Baca juga: Perhatikan Hal Berikut, 4 Tips Belajar Efektif

    3. Priority scale

    Langkah selanjutnya adalah membuat skala prioritas dari masing-masing tugas yang telah dikelompokan. Skala prioritas ini sangat penting dilakukan untuk mengatur tugas-tugas yang harus dikerjakan berdasarkan tingkat urgensinya. Misalnya kamu membagi tugas-tugas mu ke dalam 4 skala. Pertama, kamu membuat skala penting dan genting. Kedua, membuat skala penting namun tak genting. Kemudian, kamu membuat skala tak penting namun genting. Terakhir kamu membuat skala yang tak terlalu penting, namun juga tak terlalu genting. Nah.. dengan adanya skala prioritas ini kamu dapat memilah tugas-tugas mana yang harus kamu kerjakan terlebih dahulu. Dan tugas-tugas mana yang tak mesti dilakukan dengan segera. Skala prioritas ini dapat membantumu mengendalikan tugas-tugasmu, sesuai dengan target dan waktu yang diharapkan.

    4. Membuat to do list

    Banyak nya agenda/tugas yang harus dikerjakan, terkadang membuat kita memikirkan banyak hal. Tak sedikit diantara kita merasa bingung, terhadap apa yang harus kita lakukan. Meskipun kamu sudah mencoba melakukan 3 hal diatas, namun kamu masih merasakan hal demikin… Nah, setelah kita berusaha mengelola dan mengendalikan tugas-tugas tersebut, kamu juga perlu membuat to do12 Sekolah Pilot Terbaik di Indonesia, Beserta Persyaratannya list dalam catatan kecil, buku, atau aplikasi handphone. To do list merupakan sebuah catatan yang dibuat untuk mengatur dan menyusun agendamu, baik perhari maupun perminggu. To do list inidapat membantumu mengatur diri sendiri untuk melakukan sesuatu sesuai target dan harapan.

    Baca Juga: Lakukan 4 Tips In menghilangkan Demam Panggung

    5. My superheroes time

    Setelah membuat agenda yang telah tersusun sedemikian rupa, kamu juga harus mengetahui karakter dirimu sendiri dalam mengerjakan tugas. Apakah kamu termasuk tipe orang yang senang mengerjakan tugas di malam hari (night owl)? ataukah kamu termasuk tipe orang yang senang mengerjakan tugas di pagi hari (early bird)? Nah, setelah mengetahui karakter dirimu sendiri. Kerjakanlah tugas secara maksimal di waktu-waktu tersebut. Karena di waktu-waktu tersebut, energi dan minat dirimu untuk melakukan sesuatu sangatlah besar. Sehingga, akan memudahkanmu dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas.

  • Inovatif! Limbah Organik Sebagai Media Pembelajaran

    Inovatif! Limbah Organik Sebagai Media Pembelajaran

    Halo sobat Shalaazz, persoalan limbah yang terjadi di Negeri Indonesia ini ternyata masih menempati urutan tertinggi dalam sederetan permasalahan di dalam negeri. Hasil analisis riset yang dilakukan oleh Sustainable Waste Indonesian mengungkap bahwa permasalahan limbah di Indonesia yang masih tidak terkelola mencapai 24%, dimana sekitar 65 juta ton limbah termasuk limbah organik terus menumpuk hingga membendung lautan limbah.

    Sehingga, 15 juta ton limbah yang tidak dikelola mencemari ekosistem dan lingkungan. Jenis limbah yang paling banyak berceceran adalah limbah organik yang jumlahnya mencapai 60%. Sebagai warga negara Indonesia, sudah sepatutnya kita memperhatikan persoalan limbah dengan serius. Perhatian kita terhadap permasalahan limbah sangat menentukan kondisi Indonesia dimasa mendatang. Salah satu upaya terdekat yang dapat kita lakukan adalah mengolah kembali limbah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

    Langkah Mengurangi Limbah yang Membludak

    Limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk pertanian, bahan metana dan biogas. Namun, tahukah anda bahwa limbah organik pun dapat diolah menjadi produk berupa barang pakai? Kini, limbah organik dapat dimanfaatkan menjadi barang yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti produk kerajinan yang menarik. Selain itu, limbah organik pun dapat diolah menjadi sarana edukasi. Limbah organik berupa dedaunan kering dapat diolah menjadi media pembelajaran.

    Media pembelajaran sebagai salah satu komponen pembelajaran tidak luput dari sistem pembelajaran secara menyeluruh. Pemanfaatan media merupakan bagian yang dapat diterapkan seorang tenaga pendidik dalam pembelajaran di kelas. Penggunaan media pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat peserta didik terhadap rangsangan kegiatan belajar dan berpengaruh terhadap psikologis positif peserta didik.

    Urgensi Sebuah Media Pembelajaran

    Dalam orientasinya, penggunaan media sangat membantu keaktifan proses belajar dan meningkatkan penyampaian pesan pelajaran pada saat itu. Media pembelajaran juga membantu peserta didik dalam meningkatkan pemahaman, serta menyajikan data dengan menarik dan terpercaya. Media pembelajaran besar pengaruhnya terhadap indra yang dimiliki manusia. Selain itu, media pembelajaran dapat membangkitkan rasa gembira bagi peserta didik dan memperbaharui semangat mereka, membantu memantapkan pengetahuan pada benak siswa serta menghidupkan pembelajaran. Bagi guru, media pembelajaran dapat membantu dalam penyampaian pengajaran pada peserta didik. Dengan media, metode mengajar akan lebih bervariasi tidak semata-mata melalui peraturan kata-kata oleh guru saja. Pemanfaatan limbah organik menjadi media pembelajaran dapat membantu mengurangi sampah organik yang kian menumpuk di Indonesia.

    Pemanfaatan limbah organik pun bertujuan untuk:

    1. Mengembangkan inovasi media pembelajaran berbasis pemanfaatan limbah organik.
    2. Menjadi referensi bagi para praktisi pendidikan dalam menerapkan media pembelajaran di dalam kelas.
    3. Menjadi sarana edukasi yang menyenangkan dan menarik perhatian peserta didik.
    4. Membantu mengurangi resiko penumpukan limbah organik di lingkungan terdekat.
    5. Menjadi sarana inspiratif bagi masyarakat untuk mengolah limbah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat.

    Jenis limbah organik yang dapat diolah menjadi media pembelajaran hanya terbuat dari jenis limbah dedaunan kering yang diolah melalui proses pengawetan dan pemutihan. Adapun tahapan dalam proses pengawetan dan pemutihan tersebut diantaranya:

    1. Memilih dedaunan yang bertekstur kering dan tidak membusuk.
    2. Merebus air hingga mendidih.
    3. Melarutkan senyawa asam sitrat ke dalamnya.
    4. Memasukan dedaunan kering.
    5. Menunggu daun yang sedang direbus (antara 10-15 menit).
    6. Meniriskan daun.
    7. Memasukan daun ke dalam larutan pemutih.
    8. Warna daun memudar, setelah di biarkan selama 1 hari.

    Perlu Diperhatikan Jenis Daunnya!

    Jenis dedaunan yang dipilih beragam dan bermacam, tidak terpaku pada satu jenis daun. Akan tetapi, memiliki struktur fisik yang masih kering dan tidak membusuk. Berbagai ukuran dedaunan dapat dimanfaatkan, dari mulai dedaunan yang berukuran besar, sedang hingga berukuran kecil. Dedaunan yang telah diawetkan akan dipotong kedalam beberapa bagian kecil, yang nantinya akan disusun di atas permukaan gambar. Rancangan gambar yang di desain berkenaan dengan tema pembelajaran yang akan disampaikan oleh tenaga pendidik kepada peserta didik. Penyusunan daun kedalam kerangka gambar dengan menggunakan lem perekat (kayu). Sehingga akan mempererat tekstur daun dengan permukaan gambar. Setiap gambar dapat diberi keterangan pada bagian bawah sebagai pesan atau materi yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran.

    Berikut merupakan skenario dan cara menggunakan media limbah organik dalam pembelajaran di kelas, yakni:

    1. Tenaga pendidik mempersiapkan terlebih dahulu perangkat pembelajaran yang dibutuhkan, seperti media, peralatan tulis dan uraian materi. Uraian materi ini sebagai bahan pelengkap dalam menjelaskan materi yang terdapat dalam gambar.
    2. Peserta didik diarahkan untuk mendengarkan dan menyimak penjelasan yang akan disampaikan oleh seorang tenaga pendidik.
    3. Dalam praktiknya tenaga pendidik mendemonstrasikan media dengan menampilkannya kepada peserta didik.
    4. Tenaga pendidik memberikan pembahasan terkait materi pembelajaran.
    5. Tenaga pendidik mempersilahkan peserta didik untuk berdiskusi.
    6. Peserta didik mengajukan pertanyaan terkait materi yang telah dijelaskan.
    7. Peserta didik lainnya menjawab pertanyaan yang telah diajukan.