Tag: Nasir Makarim Al-Shirazi

  • Tafsir Al-Amthal Karya Syeikh Nasir Makarim Al-Shirazi

    Tafsir Al-Amthal Karya Syeikh Nasir Makarim Al-Shirazi

    Ulasan Mengenai Tafsir Al-Amthal Karya Syeikh Nasir Makarim Al-Shirazi – Halo Assalamu’alaikum sobat Shalaazz. Dunia tafsir dan segala cabang ilmu di dalamnya merupakan kekayaan khazanah keilmuan bagi para pengkaji Al-Qur’an. Terlebih lagi para mahasiswa yang mengambil jurusan tafsir pasti tidak akan asing dengan semua istilah yang berhubungan dengan Al-Qur’an.

    Baca Juga: 4 Metode Tafsir Umum Mahasiswa Jurusan Tafsir Wajib Tahu

    Begitu juga ketika berbicara kitab Tafsir al-Amthal pasti mereka mengetahui seluk beluknya karena tafsir tersebut merupakan tafsir yang berkembang pada zaman kontemporer yang saat ini sedang hangat diperbincangkan dan diteliti oleh para pengkaji Alquran. Namun jika sahabat shalaazz bukan mahasiswa jurusan tafsir tidak perlu khawatir. Karena kali ini mimin akan bahas tafsir tersebut secara singkat.

    Sejarah Penulisan Tafsir Al-Amthal

    Kitab Al-Amtha>l fi> Tafsi>r kita>b Allah Al-Munzal merupakan kitab tafsir hasil terjemahan bahasa Arab dan suntingan ulang dalam 20 jilid dari kitab tafsir berbahasa Persia yaitu “Tafsir-e Nemuneh”, yang disusun oleh Naṣir Makārim Al-Shira>zi bersama tim yang terdiri dari para ahli dan peneliti Al-Qur’an di antaranya sebagai berikut:[1]

    • Muhammad Ali Adzarashib
    • Al-Shaikh Muhammad Rida A>li Ṣa>diq
    • Al-Ustadz Khalid Taufiq Isa
    • Al-Sayyid Muhammad al-Hashemi
    • Al-Ustadz Qashy Hasyem Fa>khir
    • Al-Ustadz Asad Maulavy
    • Al-Shaikh Mahdi Al-Anshary
    • Al-Sayyid Ahmad Al-Qabaanji
    • Al-Shaikh Hasyem Al-Shalehi

    Tafsir ini ditulis dalam kurun waktu selama 15 tahun yaitu dari tahun 1397-1410 H dengan menggunakan bahasa Persia yang terkumpul sebanyak 27 jilid dan bahasa Arab sebanyak 20 jilid. Disebutkan bahwa dalam proses penulisan tafsir ini, Naṣir Maka>rim Al-Shira>zi dibantu oleh beberapa ulama yang ahli dalam bidangnya di antaranya sebagai berikut:[2]

    • Pertama, Al-Shaikh Muhammad Rida Al-Ishtiya>niy
    • Kedua, Al-Shaikh Muhammad Ja’far Al-Ima>miy
    • Ketiga, Al-Shaikh Daud Al-Ilha>miy
    • Keempat, Al-Shaikh Asadullah Al-Ima>niy
    • Kelima, Al-Shaikh ‘Abdurrasul Al-Husniy
    • Keenam, Asl-Sayyid Hasan Al-Shuja>’iy
    • Ketujuh, Al-Sayyid Nurullah Al-Ṭabaṭaba’i
    • Kedelapan, Al-Shaikh Mahmud Al-‘Abdullahiy
    • Kesembilan, Al-Shaikh Muhsin Al-Qura>tiy
    • Kesepuluh, Al-Sayyid Muhammad Al-Muhriy.

    Dalam tafsir ini, Naṣir Makarim Al-Shirazi menyajikan gaya baru dalam penulisan tafsirnya dan memuat data-data serta referensi-referensi yang mendukung corak penafsirannya. Tafsir ini mencakup seluruh isi 30 juz Al-Qur’an. Karakteristik penafsirannya sesuai dengan tantangan masyarakat modern dan menjawab isu-isu serta kebutuhan-kebutuhan kontemporer.

    Baca Juga : Mengenal Sosok Nasir Makarim Al-Shirazi, Penulis Kitab Tafsir Al-Amthal

    Latar Belakang Penulisan Tafsir Al-Amthal

    Latar belakang penulisan tafsir dimuat pada mukadimah tafsir yang secara ringkas disimpulkan yaitu mereka yang mampu menjalaninya adalah orang-orang yang memahami kebutuhan dan kepentingan serta dapat mengidentifikasi persoalan-persoalan baru yang mereka hadapi, sehingga kemudian berkesimpulan untuk mensikapi dengan menjawab berdasarkan prinsip-prinsip Islam universal. Oleh karena itu, tafsir al-Amtha>l ditulis dengan menggunakan metode yang terinspirasi dari tafsir-tafsir sebelumnya yang menitikberatkan pada aspek sosial masyarakat.

    Tafsir al-Amtha>l mempunyai sumber rujukan dalam penulisan tafsrinya, di antaranya sebagai berikut:[3]

    • Majma’ al-Baya>n oleh al-Shaikh at-Ṭabrasi
    • Anwar al-Tanzil oleh al-Qad{i al-Baidhaiy
    • Ad-Durr al-Manthur oleh Jalal al-Din al-Suyuti
    • Al-Burḥa>n oleh al-Muhadith al-Bahra>niy
    • Al-Miza>n oleh Allamah at-Ṭabaṭabai’
    • Al-Manar oleh al-Shaikh Muhammad ‘Abduh
    • Fi> Zhilal al-Qur’an oleh al-Ustadz Sayyid Quthb
    • Al-Maraghi oleh Ahmad Mustafa al-Maraghi
    • Mafa>tih al-Ghaib oleh Fakhru ad-Din ar-Razi
    • Ruh al-Jinan oleh Abi al-Futuh ar-Razi
    • Asbab an-Nuzul oleh al-Wahidi
    • Tafsir al-Qurṭubi oleh Muhmmad bin Ahmad al-Anshari al-Qurṭuby
    • Ruh al-Ma’a>niy oleh Allamah Ṣihab ad-Din al-Alusi
    • Nur al-Thaqalayn oleh ‘Abd Ali bin Jam’at al-Hauziy
    • Al-Ṣafiy oleh Mulla Muhsin al-Faid al-Kashani
    • Al-Ṭibya>n oleh al-Shaikh al-Ṭusi

    Demikian pemaparan singkat tentang tafsir al-Amthal karya Syeikh Nasir Makarim al-Shirazi. Semoga para sahabat shalaazz yang belum mengetahui tentang seluk beluk tafsir tersebut dapat membaca kembali kelengkapan seluk beluknya di referensi lainnya yang lebih releven.

    Terima kasih. Semoga bermanfaat. Salam Shalaazz!

    [1]Naṣir Maka>rim al-Shira>zi, Al-Amtha>l fi> Tafsi>r Kitab Allah al-Munzal, Jilid 1, (Qum: Madrasah al-Imam ‘Ali bin Abi Talib, 1379), hal 14. 

    [2]Naṣir Maka>rim al-Shira>zi, Al-Amtha>l fi> Tafsi>r Kitab Allah al-Munzal, Jilid 1, hal 13-14. Lihat juga Al-Sayyid Muhammad ‘Ali Iya>zy, Al Mufassirun Haya>tuhum wa Minhajuhum, Jilid 1, hal 219.

    [3]Naṣir Maka>rim al-Shira>zi, Al-Amtha>l fi> Tafsi>r Kitab Allah al-Munzal, Jilid 1, hal 11.

  • Nasir Makarim Al-Shirazi Penulis Kitab Tafsir Al-Amthal

    Mengenal Sosok Nasir Makarim Al-Shirazi, Penulis Kitab Tafsir Al-Amthal


    Nasir Makarim Al-Shirazi Penulis Kitab Tafsir Al-Amthal – Halo sobat Shalaaz. Kamu pasti tahu sosok mufasir kontemporer yang kitabnya banyak dijadikan rujukan baik oleh mahasiswa maupun dosen yang sedang melakukan penelitian yang berhubungan dengan dunia Tafsir. Bagi sahabat yang belum mengetahui sosok mufasir tersebut, yuk baca uraian di bawah ini.

    Biografi Nasir Makarim Al-Shirazi

    Nasir Makarim Al-Shirazi bernama lengkap Ayatullah Shaikh Nasir Makarim Al-Shirazi. Lahir pada tanggal 25 Februari 1924/1927 atau 22 Sya’ban 1345/1347 H di kota Shirazi, Iran.[1] Ia terlahir dari keluarga yang terkenal akan tingginya derajat spritual dan leluhur yang terkemuka akan budi pekerti yang luhur. Menurut situs webnya, ayahnya adalah Ali Mohammad, kakeknya adalah Mohammad Karim, nenek moyangnya adalah Mohammad Baqer dan leluhurnya adalah Mohammad Sadeq.
    Sejak kecil, ia telah menunjukkan tanda-tanda bakat yang luar biasa. Ia mendaftar di Madrasah Salam Ad-Dira>sah Al Akademiah, karena kepandaian dan kecerdasannya, pada umur lima tahun ia sudah masuk sekolah dasar dan beberapa tingkat kelas dilompatinya.[3] Pada usia 14 tahun, ia memulai studi Islam formal di Seminari Agha Babaghan Shirazi. Setelah menyelesaikan studi pendahuluan seperti s{arf, nahwu, Mantiq, Ilmu Bayan, Ilmu Badi.
    Ia mulai belajar fikih dan uṣul fiqh. Ia mengalami kemajuan pesat dan menyelesaikan tingkat pengantar lengkap dan kedua tingkat studi Islam menengah dalam kurun waktu sekitar empat tahun.[4] Pada usia 18 tahun ia melanjutkan perjalanan ke kota Qum, di sana ia  masuk Seminari Teologi Qum dan belajar kepada ulama-ulama besar seperti Ayatullah al-Barwajardi, Ayatullah Seyyed Kazem Shariatmadari, ‘Allamah Ṭabaṭabai, dan ulama lainnya.
    Pada tahun 1950, ia pergi ke Najaf Ashraf, Irak untuk menuntut ilmu dari ulama-ulama terkemuka lainnya seperti Ayatullah Muhsin al-Hakim, Ayatullah Abul Qassim Khoei dan Ayatullah Abdul Hadi ash-Shirazi.
    Hingga pada usia 24 tahun, ia berhasil mendapat gelar ijtihad lengkap oleh dua ulama senior dari Najaf al-Ashraf. Pada tahun 1951, ia kembali ke Qum, Iran. Mulai mengajar studi tingkat menengah dan lebih tinggi di uṣul al-fiqh dan fikih. Ia juga menjadi salah satu anggota dewan editorial majalah Islam pertama yang diterbitkan Iran yang bernama “Maktab’e Eslam”. Ia juga memenangkan penghargaan Akademi Filsuf Kerajaan Iran untuk esainya “Filsuf Namaha.”
    Pasca kemenangan revolusi Islam Iran tahun 1979, Maka>rim Al-Shira>zi terpilih menjadi anggota dewan ahli penyusun Konstitusi Republik Islam Iran dan berperan besar dalam menyusun konstitusi negara Islam Iran. Kepiawaian dan keluasaan pengetahuan yang dimiliki oleh Naṣir Maka>rim Al-Shira>zi tentang masalah-masalah kekinian dan fatwa-fatwa konstrukstifnya sangat membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi saat ini.
    Selain itu, ia juga dikenal sebagai tokoh yang menguatkan persatuan umat Islam antara Syiah dan Sunni. Kini, ia telah mendirikan berbagai pusat pendidikan, sekolah, mesjid dan kantor yang hanya terdapat di kota Iran melainkan di kota lainnya di luar negeri seperti kota Madinah, Najaf dan London. Ia pun meluncurkan televisi satelit “velayat” untuk menyampaikan ajaran Islam dan Ahlulbait Nabi Muhammad Saw.

    Karya-Karya Nasir Makarim Al-Shirazi

    Karya-karya Nasir Makarim Al-Shirazi tidak terbatas pada bidang tertentu. Ia menulis berbagai buku keislaman, kurang lebih ada 200 buku dengan berbagai tema telah dicetak. Sebagian buku dicetak ulang lebih dari 30 kali dan beberapa buku lainnya diterjemahkan ke dalam 10 bahasa dunia yang tersebar di berbagai negara. Sejumah bukunya merupakan jawaban atas masalah-masalah kekinian sehingga bisa dikatakan bahwa mayoritas buku-buku karyanya ditulis sesuai dengan kebutuhan zaman.[8] Sebagian besar karya Makārim Al-Shira>zi berbahasa Persia, namun ada beberapa karyanya yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab.

    Berikut merupakan karya-karyanya menurut Husein az-Z{ahaby dalam kitabnya al-mufassirun sebagai berikut:

    1. Al-Qawa>id al-Fiqhiyah (2 Jilid)
    2. Anwar al-Fiqhiyah, buku tentang jual-beli
    3. Ta’liqa>t al-‘Urwah (2 Jilid)
    4. Faya>m Quro>n. Tafsir maudhu’i (10 Jilid)
    5. Failusuf Nama>ha>
    6. Khaliq al-‘a>lam
    7. Ad-darwiniyah
    8. Anwar al-Ushul
    9. Tafsir-e Nemuneh (28 Jilid)
    10. Risalah Taudhih al-Masa’il
    11. Manasik Haji
    12. Manasik-e Umreh-e Mufrodeh
    13. Mauduriyat wa Farmadehi dar Islam
    14. Zubdat al-Ahkam
    15. Najmu-ehe-e Estefta ‘at-e-Jadid
    16. Ahkam-e Noujawan
    17. Islam wa Azadi-e Bardeqan
    18. Ma’ad wa Jahan-e Pas az Marg
    19. Ushul-e Aqa’id
    20. I’tiqad-Jahan-e
    21. Zendegi dar Partu-e Akhlaq
    22. Hukumat-e Jahani
    23. Musykelat-e Jinsi-e Jawanan
    24. Mu’ammay-e Hasti
    25. Dar Justeju-e Khoda
    26. ‘Aqideh-e Yek Musalman
    27. Jelweh-e Haqq
    28. Yek Sad wa Panjah Dars-e Zendeqi
    29. Taqiyeh
    30. Tarh-e Hukumat-e Eslami
    31. Anwar-e Hidayat
    Semoga Bermanfaat!