Category: Tokoh Pendidikan

  • Berkenalan Dengan Averroes, Sang Pemikir Asal Andalus

    Sang Pemikir Asal Andalusia – Averroes Apa yang ada dipikiranmu bila mendengar Negara Spanyol? Mungkin bagi sebagian orang, Spanyol sebagai Negara penghasil grub sepak bola ternama dunia. Ada Barcelona, Real Madrid, dan lain sebagainya. Pemain-pemainnya yang terkenal antara lain Ronaldo, Lional Messi dan masih banyak lagi. Simak ulasan mengenai siapa itu Averroes dan apa saja karya-karya monumentalnya.  

    Abad ke-12 Spanyol Pusat Pendidikan di Benua Eropa

      Tahukah kamu? Pada abad ke-12, Negara Spanyol merupakan pusat pendidikan di benua Eropa. Kala itu Spanyol masih bernama Andalusia pada peradaban pada masa Renaissance. Andalusia (sekarang Spanyol) memiliki banyak ilmuwan hebat pada masanya serta telah menghasilkan puluhan karya. Salah satu ilmuwan yang paling tersohor yaitu Ibnu Rusd atau orang-orang Eropa menyebutnya Averroes. Muhammad ibn Ahmad ibn Rusyd‎ pada 1126-11 Desember 1198. Berasal dari kalangan keluarga hakim terkenal di Cordoba yang disegani banyak orang di kota itu. Kakeknya Abu al-Walid Muhammad merupakan kepala hakim di kotanya. Sedangkan ayahnya merupakan imam masjid di Cordoba. Ibn Rusyd adalah seorang filsuf dan pemikir dari Al-Andalus yang menulis dalam bidang disiplin ilmu, termasuk filsafat, akidah atau teologi Islam, kedokteran, astronomi, fisika, fikih atau hukum Islam, dan linguistik. Ibn Rusyd sangat produktif dalam menghasilkan banyak karya. Karya-akaryanya antara lain:

    Tafsir Aristoteles
    Ibn. Rusyd menulis hampir semua karya Aristoteles. Karya-karyanya dibagi menjadi tiga tipe antara lain;

    • Pertama, Tafsir panjang, disebut dengan syarh adalah tafsir baris per baris, yang berisi teks asli Aristoteles ditambah analisis rinci di tiap baris.
    • Kedua,Tafsir menengah, disebut talkhis berisi parafrase atau uraian yang gunanya untuk memperjelas dan menyederhanakan bahasa dalam buku-buku Aristoteles.
    • Ketiga, Tafsir pendek, disebut jami’ dalam bahasa Arab, berisi ringkasan doktrin-doktrin Aristoteles.

    Makalah Filsafat Averroes

    Ibnu Rusyd juga menulis makalah-makalah dalam berbagai topic filsafat. Diantaranya tentang akal atau intelek.

    Teologi Selain itu Ibnu Rusyd juga memiliki karya tentang teologi. Karya utamanya adalah kitab Tahafut at-Tahafut (Kerancuan pada Kerancuan).

    Kedokteran Ibnu Rusyd pun pernah menjabat sebagai dokter istana khalifah dan menulis beberapa buku di bidang kedokteran. Bukunya yang paling terkenal berjudul al-Kulliyah fit-Thibb (Prinsip Umum Kedokteran). Ada pula ringkasan karya-karya dokter Yunani Galenus (wafat 210) dan uraian terhadap karya Ibnu Sina Urjuzah fit-Thibb “Puisi Mengenai Kedokteran”.

    Hukum Di bidang hokum, Ibnu Rusyd juga adalah seorang hakim dan menulis beberapa buku di bidang fikih atau hukum Islam. Satu-satunya karya yang masih terjaga sampai sekarang adalah buku Bidāyat al-Mujtahid wa Nihāyat al-Muqtaṣid (Permulaan Seorang Mujtahid dan Akhir Seorang Muqtashid).   Sebenarnya masih banyak lagi gagasan atau ide dari Ibnu Rusyd yang tersebar di berbagai belahan bumi bahkan tetap dipraktekkan dan dijadikan pelajaran wajib di berbagai sekolah atau perguruan tinggi. ada pula karyanya yang telah hilang tidak ditemukan dan ditelan masa. Maka kawan-kawan jangan sampai lupa dengan tokoh yang telah berjasa dalam kemajuan zaman ini.

  • Fasilitator Pendidikan di Era Generasi Alpha

    Fasilitator Pendidikan di Era Generasi Alpha.
    Fasilitator Pendidikan di Era Generasi Alpha – Banyak istilah untuk mewakilkan keadaan generasi sekarang, salah satu istilah yang sering kita dengar ialah generasi millennial. Namun apakah betul bahwa kita ialah generasi milenial?
    Dalam buku yang ditulis oleh Aprianto (2017) berjudul “Passion for Millenial People” dijelaskan bahwa setelah berakhirnya perang dunia kedua, telah lahir lima generasi yang disesuaikan dengan kebutuhan kehidupannya.
    • Generasi Baby Boomer (1946 – 1964) adalah generasi pertama yang lahir pasca perang dunia kedua dimana generasi ini fokus menata ulang kehidupan mereka tanpa adanya lagi perang.
    • Generasi X (tahun 1965 – 1976) dimana generasi ini dikenal sebagai generasi yang telah matang dalam mengambil dan menetapkan keputusan. Selain itu, pada generasi ini, Komputer telah mulai diperkenalkan untuk pertama kalinya.
    • Generasi Y atau millennial (1977 -1995) dimana dizaman ini, computer telah mewabah bahkan generasi ini tidak bisa hidupa tanpa internet.
    • Generasi Z atau I-Generation (1996 – 2010) dimana pola pikir pada generasi ini adalah serba instan sebab telah dipenuhi oleh teknologi yang sangat canggih. Sosial media dan teknologi tumbuh menjamur pada di era generasi ini.
    • Generasi Alpha (2010 – sekarang) dimana orang-orang menyebut bahwa pada generasi ini merupakan generasi tanpa kekuarangan.

    Nah, teman-teman pembaca sekalian masuk dalam generasi mana?

    Sistem pendidikan baik dari sisi sarana pendidikan dan prasarananya maupun metode pendidikan yang digunakan terus berkembang seiring dengan perubahan generasi ini. Khususnya di era generasi Z atau I-Generation, kita akan membahas salah satu sosok fasilitator pendidikan Indonesia yang tentunya sangat berjasa pelajar-pelajar di Indonesia. Dia adalah Muhammad Iman Usman (Pendiri ruangguru.com).
    Muhammad Iman Usman lahir di Padang pada 21 Desember 1991. Sejak kecil ia telah menunjukkan minat dan ketertarikannya pada dunia relawan kependidikan dan pengembangan masyarakat. Sosoknya yang mudah tertarik pada hal baru dan kemauan belajarnya yang tinggi mengantarkan sosok Muhammad Iman Usman meraih beberapa penghargaan bergengsi. Seperti di tahun 2008 ia meraih penghargaan Pemimpin Muda Indonesia tahun 2008 dari Presiden dan United Nation Youth Assembly Recognition on Humanitarian Development 2011 di New York. Serta masih banyak penghargaan lain yang diraihnya. Baca juga: Inovatif! Limbah Organik Sebagai Media Pembelajaran

    Latar Belakang Pendidikan

    Setelah menamatkan SMA di Padang. Iman melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia pada Fakultas FISIP Jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Dilingkup Universitas pun Iman selalu berprestasi. Diantaranya adalah Mahasisswa Berprestasi Utama UI tahun 2012. Dan masih banyak lagi penghargaan berskala nasional dan Internasional yang diraih olehnya.
    Setelah mendapatkan gelar sarjana di Universitas Indonesia, Iman melanjutkan studi Pascasarjana di Columbia University, New York, Amerika Serikat dengan biaya penuh sebagai Riady Scholar.
    Selesai mendapatkan gelarnya dibidang pendidikan pada Columbia University, Muhammad Usman Iman mulai mendirikan ruangguru.com. Dia mengajak sahabatnya Adamas Belva Devera, dengan tujuan membantu membantu meningkatkan  pendidikan di Indonesia.

    Awal Mula Ruangguru.com Lahir

    April 2014 ruangguru.com secara resmi dirilis. Modal yang awalnya dikeluarkan secara pribadi pun berubah. East Ventures, salah satu Venture Capital yang berada di asia, memberikan investasinya kepada ruangguru.com. Selama 1,5 tahun. Uang itu digunakan sebaik mungkin untuk pengembangan platform, gaji pegawai, divisi pemasaran dan lain-lain.
    Sejak berdirinya sampai sekarang ini, telah banyak penghargaan yang diraih oleh ruangguru.com. Diantaranya adalah berhasil mendapatkan tiga penghargaan dalam kompetisi global MIT-Solve yang diselenggarakan oleh MIT (The Massachusetts Institute of Technology) di New York, Amerika Serikat. Kompetisi pencarian solusi dari berbagai masalah global yang diikuti hampir 1000 organisasi dari 103 negara tersebut memberikan tiga penghargaan kepada ruangguru.com. Penghargaan tersebut adalah Solver of MIT, Atlassian Prize, dan DFAT Prize yang diberikan Kementerian Luar Negeri Australia, Julia Bishop.

    Ruanguru.com Sebagai Fasilitator Pendidikan

    Ada banyak fasilitas yang disediakan oleh ruangguru.com yakni ruang belajar yang berisikan ribuan video belajar, latihan soal dan rangkuman untuk setiap mata pelajaran utama. Dari jenjang SD, SMP dan SMA. Fasilitas selanjutnya yaitu Digital Boot Camp yang berisi grup chat belajar online dengan tutor yang selalu standby. Fasilitas berikutnya adalah ruang les yang menyediakan guru les berpengalaman dibidangnya. Untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun non-akademik siswa. Fasilitas selanjutnya adalah ruang les online. Di mana siswa bisa berkonsultasi masalah soal melalui apliaksi live chat dan audio call. Fasilitas terakhir yaitu ruang uji. Di mana ini merupakan fasilitas try out ujian untuk menghadapi UN, Ujian semester, UAS, SBMPTN dan ujian lainnya. Baca juga: Cara Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak dengan Metode Baru
    Itulah sosok Muhammad Iman Usman dan Adamas Belva Devera dengan ruangguru.com. Sebagai salah satu start up yang mampu membantu meningkatkan system pendidikan di Indonesia. Semoga segera terlahir generasi-generasi Indonesia selanjutnya yang bisa membawa pendidikan Indonesia kearah yang lebih baik dan lebih maju lagi.

    Semua orang memiliki potensi. Potensi yang ada berasal dari mindset kita dan mengatakan pada diri kita bahwa I CAN DO IT #penamilennials #pendidikan #shalaazz

    — Pena Millennials | Shalaazz (@penamillennials) November 19, 2019

  • Siapa Bapak Pendidikan Islam di Indonesia?

    Mahmoed Joenoes

    Siapa Bapak Pendidikan Islam di Indonesia?

    Pendidikan Islam masuk ke Indonesia karena ada sosok pahlawan pendidikan Islam yaitu Mahmoed Joenoes dengan nama lengkap Prof. Dr. H. Mahmud Yunus. Pada awalnya, mata pelajaran agama Islam tidak termasuk mata pelajaran yang diajarkan di sekolah formal. Mahmud Yunus merupakan sosok yang memperjuangkan untuk memasukkan mata pelajaran agama Islam ke sekolah formal. Pada tahun 1931, Ia telah menyelesaikan pendidikan megister di Universitas Al-Azhar, Mesir. 
    Kemudian, Ia kembali ke tanah kelahirannya di Sungayang, Sumatera Barat untuk mengembangkan Madras School di tanah kelahirannya Sungayang, Sumatera Barat. Namun, Madras School hanya bertahan selama 2 tahun karena pemerintah Belanda menutup sekolah ini pada tahun 1933.
    Perjuangannya terus berlanjut. Pada tahun 1932, Ia memimpin Normal Islam School (NIS), Padang untuk mendidik calon guru dan memasukkan mata pelajaran agama Islam ke sekolah. Ia merupakan sosok yang pertama kali mengenalkan mata pelajaran agama Islam.
    Setelah kemerdekaan, Ia mengusulkan untuk memasukkan mata pelajaran agama Islam ke sekolah formal. Kemudian, pada tahun 1946 usulan tersebut diterima oleh Saaduddin Jambek yang merupakan kepala Jawatan Pengajaran Sumatera Barat dan diterapkan di seluruh Sumatera Barat. Pada tahun 1950, Ia memberikan usulan yang sama untuk memasukkan mata pelajaran agama Islam kepada pemerintah Indonesia. Kembali lagi usulan tersebut diterima dengan baik oleh pemerintah Indonesia.
    Inilah awal dari pendidikan agama Islam mulai diajarkan untuk sekolah formal di Indonesia meliputi sekolah negeri dan swasta yang dimulai pada tanggal 20 Januari 1951 hingga sekarang.

    Kehidupan Pahlawan Pendidikan Islam

    Prof. Dr. H. Mahmud Yunus atau dari ejaan lama Mahmoed Joenoes lahir pada tanggal 10 Februari 1899 di Sungayang, Tanah Datar, Minangkabau, Sumatera Barat. Ia merupakan anak pertama yang berasal dari keluarga yang sederhana dan memiliki kedua orang tua yang telah tidak bersama lagi atau bercerai saat Ia berusia 3 tahun. Sejak kecil Ia telah memiliki minat dengan ilmu agama Islam dan belajar Al-Qur’an bersama sang kakek. Pada tahun 1908, Ia belajar di Sekolah Desa di Sungayang. 4 tahun kemudian, Ia pindah ke Madras School. Saat berumur 14 tahun, Ia diberi kepercayaan untuk mengajar sebagai guru bantu di Madras School.
    Pada tahun 1917, Ia dipercaya kembali untuk memimpin Madras School dan bergabung dengan Persatuan Guru Agama Islam (PGAI). Pada tahun 1923, Ia melanjutkan pendidikan di Kairo, Mesir. Ia mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di Universitas Al-Azhar dan kembali ke Indonesia pada tahun 1931 dengan mengembangkan Madras School. Pada tahun 1932, Ia mengajar kembali di Normal Islam School dan memimpin Sekolah Tinggi Islam (STI) Padang.
    Setelah pendidikan agama Islam masuk di Sumatera Barat. Ia meneruskan perjuangannya untuk memasukkan pendidikan agama Islam di Sumatera hingga diterima usulannya pada tahun 1947. Pada 20 Januari 1951, mata pelajaran agama Islam resmi masuk kedalam kurikulum nasional melalui usulannya. Pada tahun 1951, Ia menjabat sebagai pegawai Departemen Agama. 
    Pada tahun 1957, Ia menjabat sebagai rektor pertama di Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) di Jakarta saat ini bernama UIN Syarif Hidayatullah. Pada tahun 1967 sampai 1970, Ia menjabat sebagai rektor pertama IAIN Imam Bonjol. Ia meninggal pada 16 Januari 1982 saat berumur 82 tahun. Selama Hidupnya, Ia dikenal dengan karya-karyanya seperti Tafsir Qur’an Karim dan kamus bahasa Arab-Indonesia.Setelah mengenal sosok bapak pendidikan Islam di Indonesia, apakah sobat akan tetap mengenang mereka dan menghargainya?