Category: tips pelajar

  • Perhatikan Hal Berikut,  4 Tips Belajar Efektif

    Perhatikan Hal Berikut, 4 Tips Belajar Efektif

    Perhatikan Hal Berikut, 4 Tips Belajar Efektif – Belajar efektif adalah cara untuk meraih tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan kompetensi dasar dari materi yang telah diajarkan. Singkat cerita belajar efektif adalah memahami sesuatu atau materi dengan mudah dan cepat menggunakan cara-cara yang paling efisien dan efektif.

    Nah bagaimana agar belajar menjadi lebih efektif? Sobat Shalaazz yuk, simak 4 cara belajar yang efektif dibawah ini:

    Belajar di pagi hari

    Belajar dipagi hari lebih baik dari pada malam hari. Karena di malah hari kamu pasti sudah tidak fokus karena kegiatan yang dilakukan di siang hari, kamu juga mungkin lelah dan mengantuk. Sedangkan menurut para ahli belajar di pagi hari membuat otak lebih mudah untuk merespon, meningkatkan daya ingat otak, dan pelajaran juga akan mudah diingat.

    Jangan rebahan

    Banyak dari kita yang memilih rebahan sambil belajar. Belajar sambil rebahan bisa saja membuat badanmu pegal, susah menghafal materi, dan bukannya berkonsentrasi kamu malah justru bisa tertidur.

    Belajar singkat

    Setiap orang pasti punya teknik belajar tersendiri. Coba kamu membuat penelitian sendiri. Apa kamu lebih cepat menghafal seperti ini atau seperti itu. Sebenarnya belajar efektif adalah belajar singkat. Saking banyaknya kamu menghafal otak kamu justru semakin sulit untuk mengingat. Masa iya kamu harus begadang, Alhasil ingatan kamu jadi lemah karena kurang tidur dan dicekoki hafalan yang banyak. Bisa saja sekarang kamu belajar, besoknya sudah lupa. Untuk menghindari hal tersebut kamu harus memahami jangan cuma menghafal. kamu bisa saja mencari informasi utama yang disajikan agar tidak perlu menghafal semua kalimat yang disajikan.

    Sukai mata pelajarannya

    Terkadang kalau kita suka guru nya, pelajaran nya juga pasti akan disukai ya? Beda lagi kalau guru nya saja sudah tidak disuka, belajar nya pun malas, tidak semangat. Sekarang coba tanamkan
    “Saya harus bisa menguasainya.”
    Karena tidak menyukai suatu pelajaran hanya akan membuat kita merasa terpaksa belajar dan hasil nya pun tidak akan optimal.


    Sekian sobat shalaazz, semoga bermanfaat!

  • Cara Menghilangkan Writer’s Block dalam Menulis Karya Ilmiah

    Cara Menghilangkan Writer's Block dalam Menulis Karya Ilmiah
    Cara Menghilangkan Writer’s Block dalam Menulis Karya Ilmiah – Mendengar kata “Tugas” pasti adalah sesuatu hal yang  paling dihindari bukan? Apalagi tugas itu sudah menumpuk dan semua sudah deadline. Tugas tidak hanya dibebankan pada para pelajar dan mahasiswa, namun bagi mereka yang bekerja tugas merupakan makanan sehari-hari. Kesempatan kali ini tidak akan membahas tentang tugas di tempat kerja ataupun di sekolah, tetapi tugas akhir bagi mahasiswa. Karena Tugas akhir bagi mahasiswa sebagai salah satu syarat yang menentukan mahasiswa tersebut bisa lulus dari perguruan. Misalnya Tugas tersebut yaitu skripsi, tesis, dan disertasi tergantung dari tingkatan apa yang sedang sahabat Shalaazz jalani.
     
     
    Menulis karya ilmiah tidak semudah menulis fiksi, opini, ataupun esai. Penulisan karya ilmiah harus mengikuti  kaidah-kaidah yang berlaku sebagai patokan atau aturan dalam penulisan. Bahasa yang digunakan dalam menulis karya ilmiah haruslah menggunakan bahasa baku dan kalimat efektif.

    Selain itu, menulis karya ilmiah tulisannya haruslah memiliki dasar dalam kepenulisan. Proses menulis karya ilmiah juga menemui apa yang dinamakan writer’s block. Writer’s block seseorang muncul dalam waktu dan kondisi yang berbeda-beda. Namun Writer’s block ketika menulis karya ilmiah ini biasanya muncul ketika mencari referensi belum menemukan referensi yang dicari sebagai bahan menulis, dalam proses penelitian dan pengolahan datanya. Faktor lainpun juga dapat memicu timbulnya writer’s block dari penulis, misalnya karena kesehatan, kesibukan kerja, atau faktor hati dan pikiran yang tidak seimbang. Ulasan kali ini seputaran cara menulis karya ilmiah saat terjadi writer’s block.

    Berikut ini adalah tips untuk mengatasi writer’s block dalam menulis karya ilmiah di antaranya :

    1. Mencari referensi sebanyak mungkin baik dari buku maupun dari jurnal baik nasional maupun internasional. Hal tersebut berguna untuk menemukan ide-ide lain yang berhubungan dengan karya ilmiah yang sedang sahabat tulis dan menemukan keterbaruan dari karya kita.
     
    2. Membuat kerangka kepenulisan. kerangka ini berguna untuk mengarahkan penulis hal-hal apa saja yang hendak ditulis selanjutnya.
     
    3. Jangan malu untuk bertanya. Karena bertanya bukan menandakan bahwa seseorang itu tidak tahu atau tidak mengerti, namun untuk membantu menguatkan argumen yang kita miliki serta untuk membenarkan tulisan kita apabila keluar dari topik pembahasan yang kita bahas. Bertanya dapat juga membantu untuk menuangkan masalah yang kita hadapi selama menulis pada orang lain.
     
     
    4. Menulis secara bertahap. Menulis secara bertahap ini memiliki arti bahwa ketika menulis tidak harus seharian penuh tanpa mengalihkan pikiran atau bahkan sampai lupa untuk makan. Usahakan 2-3 jam untuk menulis dan istirahatkan badan.
     
    5. Meluangkan waktu. Bagi sahabat yang bekerja harus pandai-pandai untuk membagi waktu baik untuk bekerja, mengerjakan tugas kerja dan menulis karya ilmiah.
     
    6. Sediakan sesuatu hal yang membuat kalian nyaman selama dalam kegiatan menulis, misalnya tempat yang nyaman untuk menulis, mendengarkan musik, menulis sambil makan atau hal-hal lain yang membuat sahabat nyaman dalam menulis.
     
    7. Liburan. Karena liburan membantu seseorang untuk menghilangkan jenuh, malas atau hal yang mengakibatkan writer’s block. Liburan bisa membuat pikiran dan badan kita menjadi segar kembali sehingga ide akan bermunculan untuk segera menyeleseikan tulisan ilmiah.
     

    Demikian ulasan singkat mengenai cara menghilangkan writer’s block dalam menulis karya ilmiah. Silahkan berikan komentar, kritik maupun saran di bawah ya (kolom komentar) apabila ada hal-hal yang ingin kalian sobat shalaazz sampaikan. Nantikan konten-konten seputaran pendidikan dan tips-tips beasiswa lainnya. Cheers!

    Baca juga: Langkah-langkah Membuat Proposal Penelitian Kualitatif

  • Tips Resolusi Untuk Pelajar/Mahasiswa di Tahun Baru Hijriyah

    Tips Resolusi Untuk Pelajar/Mahasiswa di Tahun Baru Hijriyah

    Tips Resolusi Untuk Pelajar/Mahasiswa di Tahun Baru Hijriyah – Halo sobat Shalaazz, Kehidupan ini sebuah perjalanan yang  akan terus berjalan hingga sampai tujuan. Manusia layaknya musafir yang berkelana mencari jati diri. Mereka akan melalui perjalanan detik demi detik yang berganti menit lalu berganti jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun. Apa yang kita rasakan seiring berjalannya waktu ?. Kebahagian atau justru kesedihan?  

    Selama ini manusia sering bersuka cita menyambut tahun baru, padahal jatah hidup kita semakin berkurang. Lantas pernah terbesit tidak apa yang sudah kita lakukan selama ini ?. Ini bukan soal berapa lama kita hidup, tetapi untuk apa hidup kita selama ini.   

    Kita pasti sering membuat resolusi di tahun baru masehi, namun ada yang melupakan resolusi tahun baru hijriyah. Padahal tahun baru hijriyah merupakan momentum yang paling baik untuk intropeksi diri atas perbuatan yang dilakukan selama setahun lalu. Coba kita merenungi sebagai aktor atau aktris di panggung sandiwara yang memerankan skenario dari Allah سبحانه و تعالى, apakah kita memilih menjadi protagonis atau bahkan antagonis?  

    Layaknya sutradara, Allah سبحانه و تعالى akan memberikan peran itu sesuai kemampuan pemeran. Jika kita tidak bisa berbuat baik, jangan salahkan sutradara jika menjadikan pemeran penjahat. Ikhtiarnya untuk menjadi pemeran hidup yang baik adalah berusaha mempelajari dan menjalankan kebaikan tersebut.   

    Baca juga: Siapa Bapak Pendidikan Islam di Indonesia?

    Kembali lagi pada topik awal tentang tahun baru hijriyah. Lembaran kertas demi kertas sudah tercatat nilai tinta merah atau hitam yang akan menjadi raport amalan tahunan. Layaknya anak sekolah, jika banyak angka merah berarti bisa dinyatakan tidak naik kelas. Begitu juga kita sebagai manusia berarti proses hidup selama setahun tidak mengangkat untuk naik level dari berbagai segi kehidupan. Lantas apa yang bisa kita lakukan ?

    Boleh menyesal di akhir, tapi jangan hanya berpangku tangan. Ayo bergerak dan hijrah.  Dalam Q.S. Al-Baqarah: 218  kita sudah diperintahkan untuk hijrah yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.   

    Arti Hijrah yang Sesungguhnya

    Makna hijrah ada dua berdasarkan jenisnya, yaitu hijrah makaniyah dan hijrah maknawiyah. Adapun hijrah makaniyah adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang dicontohkan oleh Rasullulah ﷺ dan sahabatnya yang pindah dari kota Mekkah ke Madinah, serta peristiwa Isra’ Mi’raj juga termasuk perpindahan Rasululullah ﷺ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa untuk mendapatkan perintah shalat lima waktu dari Allah سبحانه و تعالى.

    Sedangkan arti hijrah maknawiyah adalah mengubah diri untuk meraih rahmat dan keridhaan Allah سبحانه و تعالى. Jadi, hijrah harus memenuhi dua syarat yaitu sesuatu yang ditinggalkan dan sesuatu yang ditujunya (tujuan).    Tahun baru hijriyah kali ini sobat shalaazz bisa membuat resolusi hijrah. Mengapa demikian?

    Jika merasa belum optimal melaksanakan resolusi tahun kemarin, jadi resolusi itu adalah sebuah keputusan untuk mencapai tujuan. Tidak selamanya resolusi harus dimulai dari 0, bisa melanjutkan resolusi kemarin yang belum tercapai. Jika kita punya resolusi maka sikap dan perbuatan akan lebih terarah dan jelas karena mempunyai pegangan hidup. 

    Tips 5 Resolusi Pelajar di tahun baru hijriyah: 

    1. Hijrah Maknawiyah (pindah dari satu tempat ke tempat lain).

    Mulai berencana mengikuti Student Exchange Program atau Short Course di negara lain atau kampus lain untuk belajar atau mengikuti pelatihan.  

    2. Hijrah I’tiqadiyah (keyakinan).

    Memantapkan keyakinan benar yang dimiliki serta membuang keyakinan yang tidak rasional. Mulailah mencari guru spiritual atau lainnya.   

    3. Hijrah Fikriyah (pemikiran)

    Menggunakan pemikiran baik sesuai disiplin ilmu atau tidak untuk memecahkan permasalahan. Hal ini melalui banyak membaca dan diskusi.

    4. Hijrah Syu’uriyyah (Penampilan)

    Merubah penampilan dari yang tidak rapi menjadi rapi, tunjukkan sisi terbaik diri agar orang lain tertarik untuk berinteraksi.  

    5. Hijrah  Sulukiyyah (Tingkah Laku/Kepribadian).

    Merubah tingkah laku yang tidak baik menjadi baik dan menghilangkan kepribadian baper untuk mayoritas kalangan pelajar.    Begitulah kira-kira resolusi yang bisa diterapkan sobat pelajar di tahun hijriyah ini. Mari membuat resolusi lain juga untuk kehidupan yang lebih baik. Berani berbuat resolusi, maka berani bertanggung jawab mewujudkan.

    Resolusi bukan hanya tulisan impian di kertas yang dipajang di dinding kamar atau lainnya, tapi sebagai alarm pengingat diri akan target yang akan kita capai. Semangat terus hijrah di Jalan Allah سبحانه و تعالى.