Author: Bintu Nahl

  • Tips Keluar Zona Nyaman Secara Cepat

    Tips Keluar Zona Nyaman Secara Cepat

    Narasumber : Talitha Utami
    Tema : Sikat Segala Bidang

    Membahas tentang Tips Keluar Dari Zona Nyaman
    moderator: masnuroh (@nahl_bintu)

    Tips Keluar Zona Nyaman Secara Cepat – Setiap orang punya passionnya masing-masing. Passion adalah pengembangan dari hobi. Passion tidak selalu sejalan dengan apa yang kita pelajari.

    Misalnya dari pemateri, kuliahnya jurusan Akuntansi tapi menekuni berbagai bidang yang menjadi passionnya. Dalam menekuni passion dibawa enjoy saja. Kak Talitha sendiri bisa dibilang banting setir, dari mahasiswi akuntansi bisa membuat komunitas kepenulisan dan menjadi mc (master of ceremony) juga.

    Ini adalah salah satu contoh bahwa kita harus bisa keluar dari zona nyaman dan tidak boleh berhenti dalam mengasah kemampuan. Dalam mengasah kemampuan atau passion, jangan mengejar materi terlebih dahulu, jika diakhir perjalanan memang ada materi yang masuk ke dalam kantong kita, maka itu adalah bonus yang bisa kita rasakan.

    Berikut adalah beberapa Tips Keluar Zona Nyaman dari Kak Talitha

    1. Harus nekat dan punya tekad. Harus berani melangkah kedepan. Tutup telinga dan buka mata, ayunkan kaki ke depan untuk melangkah lebih jauh.
    2. Niat. Semua diawali dengan niat. Harus ada niat yang kuat dalam diri ketika mengasah passion yang kita miliki. Niat ini juga yang menguatkan kita akan omongan-omongan orang yang melemahkan, atau polisi-polisi tidur yang sering membuat langkah kita goyah. Sehingga dengan adanya banyak kritikan itu, menguatkan niat kita dalam mengasah passion.
    3. Mental yang kuat. Harus punya mental baja, contoh saja badak, predator saja malas memangsa badah, badak juga punya kulit yang keras, jadi mental kita harus sekeras kulit badak. Agar tidak mudah tergoyahkan oleh keadaan sekitar yang mungkin melemahkan langkah.
    4. Perdalam ilmu dan pelajari dasarnya. Kalau sudah memutuskan terjun masuk ke suatu bidang, pelajari sampai bagian terdalam, jangan hanya setengah-setengah. Pelajari sampai ke dasarnya agar tidak asal tahu saja. Misalnya punya hobi menulis, jangan hanya ikut lomba dan menang dalam sebuah lomba menulis antologi, harus berusaha punya buku sendiri.
    5. Konsisten dan tanggung jawab. Dalam mendalami passion dalam suatu bidang, harus punya konsisten dan tanggung jawab yang tinggi.

    Tips Keluar Zona Nyaman: Public Speaking

    Misalnya dalam dunia public speaking, menjadi pembicara, harus tahu akan membawakan tema tentang apa, tidak hanya sekadar tahu tapi pelajari sampai dasarnya. Sehingga ketika membawakan suatu tema, benar-benar sudah menguasai hal tersebut. Kak Talitha sendiri dalam suatu acara, ketika menjadi pemateri benar-benar mempelajari materi yang akan disampaikan. Menjadi MC pun juga benar-benar dipelajari bersama mentor-mentor yang memang berkompeten di bidangnya.

    Satu Komunitas, Satu Bidang

    Dalam mendalami berbagai bidang, cukup satu komunitas dalam satu bidang. Misalnya concern di bidang kepenulisan sastra, jadi cari satu komunitas yang mendukung dan sesuai dengan yang kita butuhkan. Atau di bidang yang lainnya pun seperti itu. Jangan masuk di segala bidang, tapi di setiap bidangnya hanya setengah-setengah saja.

    Mendobrak Zona Nyaman

    Bagi kalian yang merasa takut untuk melangkah. Harus memberanikan diri untuk mendobrak zona nyaman. Rasa takut itu adalah pagar yang membuat kita tidak bisa melangkah ke depan sehingga hancurkan pagar itu.

    Fokus Melangkah dan Memperbaiki Kesalahan di Masa Lalu

    Ketika melakukan kesalahan harus berani meminta maaf dan berusaha agar tidak terulang lagi. Jadi, jangan takut dengan kesalahan tapi fokuslah melangkah dan memperbaiki kesalahan di masa lalu. Sikat segala bidang memang perlu. Karena passion memang harus diasah, tapi dalam menyelami satu bidang harus benar-benar konsisten dan bertanggungjawab.

    Tidak hanya asal masuk dalam satu komunitas dengan harapan mengasah passion diri sendiri, tapi juga harus memiliki konsisten dan tanggung jawab. Karena dua hal itu termasuk dalam self improvement.

  • Kejar Prestasi, Tingkatkan Kualitas Diri

    Kejar Prestasi, Tingkatkan Kualitas Diri

    Kejar Prestasi, Tingkatkan Kualitas Diri – Halo sobat Shalaazz, Setiap manusia dilahirkan berbeda. Apa pun yang terdapat pada dirinya pasti berbeda dengan manusia lainnya.

    Mengapa? Karena setiap manusia memiliki keistimewaannya sendiri. Ada anak yang pandai berpidato meskipun di depan khalayak ramai. Ada pula yang suka menulis karya sastra namun tak berani tampil di depan khalayak ramai.   

    Ada anak yang tak suka menulis tapi pandai menggambar. Lalu yang lainnya lebih suka mendengarkan curahan lalu memberi saran daripada bercerita panjang lebar. Lalu apa yang harus kita lakukan dengan karakter manusia yang berbeda-beda ini? Misalnya kita sebagai orang tua atau saudara atau guru. Maka kuncinya adalah bantu anak untuk meningkatkan kualitas dirinya.

    Baca juga: Semangat Berkarya Tanpa Kenal Gender-Motivasi Berkarya

    Selain dari sisi religi atau hubungan si anak dengan Tuhannya bisa juga dengan meningkatkan prestasi mereka sesuai bidang yang mereka kuasai.   Satu hal yang harus diperhatikan para orang tua atau pun guru, jangan pernah membandingkan prestasi satu anak dengan yang lainnya. Terlebih ketika mereka sedang menempuh pendidikan formal (sekolah). Jangan mengukur kepandaian hanya dengan sebuah peringkat yang kita pun tak tahu cara mencapainya.

    Setiap anak harus dan wajib mendapatkan perlakuan yang sama meskipun memiliki peringkat yang berbeda. Marilah menjadi generasi tua yang cerdas untuk kemajuan generasi muda bangsa.   Kejar prestasi merupakan salah satu kata semangat yang dapat memotivasi anak dalam menggapai prestasinya.

    Namun jangan hanya mengagungkan kata itu semata, tapi berilah reward agar anak merasa kerja kerasnya dihargai. Bukankah orang dewasa sangat menyukai saat dirinya dihargai? Begitu pun dengan anak-anak. Dukunglah setiap kegiatan anak yang positif dengan memfasilitasi kegiatannya, sering menanyakan kegiatannya, menyarankan untuk sesekali mengikuti lomba yang sesuai dengan bidangnya.

    Tanamkan motivasi internal terhadap anak beriringan dengan motivasi eksternal dari lingkungan kesehariannya terutama keluarga.   Ketika anak mengejar prestasinya maka dia akan merasakan yang namanya berjuang. Berjuang untuk sesuatu yang bermanfaat dalam hidupnya adalah salah satu bentuk meningkatkan kualitas diri si anak.

    Berjuang juga menempa mental anak agar anak tak gampang merasa putus asa. Jangan lupakan satu hal, tetap semangati anak ketika harapannya tak sesuai dengan kenyataan yang dihadapinya dengan kata lain anak mengalami kegagalan. Jangan menambah keterpurukan dengan menyalahkan tapi tetap semangati. Jadilah orang tua millennial yang bijak dalam menentukan sikap.  

  • Pentingnya Pendidikan Nilai Agama dan Moral Bagi Anak

    Pentingnya Pendidikan Nilai Agama dan Moral Bagi Anak

    Pentingnya Pendidikan Nilai Agama dan Moral Bagi Anak – Pentingnya Nilai Agama dan Pendidikan Moral Bagi Anak Usia Dini – Masa kanak-kanak adalah masa keemasan. Dimana semua hal yang ditanamkan pada sang anak akan tertanam lebih kuat. Sebagai orangtua seharusnya memanfaatkan masa ini dalam mendidik generasi bangsa menjadi generasi yang bermoral dan beretika. Krisis moral yang dihadapi Indonesia bukanlah perkara sepele. Harus ada pembaharuan yang nyata. 

    Loka Karya (Workshop) parenting bagi para orangtua pemula sangat penting dalam meminimalisir krisis moral. Apalah guna negara yang kuat dan kokoh jika generasinya bobrok akan moral. Lihatlah lima tahun atau sepuluh tahun pasti akan terpuruk jua. Maka dari itu manfaatkan masa-masa dimana anak-anak lebih banyak menyerap ilmu yang diberikan kepada mereka. Yaitu masa anak usia dini.

    Dalam hal ini, penerapan harus dilakukan tidak hanya pada anak namun juga pada orangtua. Harus ada contoh konkret bagi si anak. Karena sejatinya anak usia dini lebih suka meniru daripada mendengarkan. 

    1.    Berbicara sopan kepada siapapun agar anak senantiasa menirunya.
    2.    Tidak berdebat di depan anak.
    3.    Menerapkan akhlak sehari-hari misalnya berdoa sebelum makan, memakai pakaian dimulai dari          sebelah kanan, dll.
    4.    Tidak menggunakan gadget secara dominan saat bersama anak.
    5.    Memperkenalkan permainan yang bisa meningkatkan sosialisasi anak.

    Dengan melakukan hal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

    Baca Juga: Rumah Belajar Bimbel Online Gratis Bagi Siswa


    Selain pendidikan formal, anak harus mendapatkan pendidikan agama seperti mengaji di TPQ. Tak hanya itu, anak harus dibiasakan mengaji di rumah. Dalam hal ini peran orangtua sangat dominan. Dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik sejak dini, maka tumbuh kembang anak akan baik pula. Penanaman perilaku yang terpuji seperti jujur, suka menolong, berkata yang baik dan sopan, rajin beribadah maka akan membentuk karakter generasi bangsa yang benar-benar membawa perubahan bagi negara ini kedepannya.

    Selain orangtua, guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) juga memiliki peran yang penting dalam memberikan pengajaran di sekolah. Anak kecil cenderung meniru perilaku orang-orang di sekitarnya. Sehingga sebagai seorang guru, apalagi guru PAUD maka haruslah sangat berhati-hati dalam bertingkah laku. 

    Seorang anak harus ditanamkan perilaku-perilaku yang baik pula seperti saling menolong antar teman, tidak membeda-bedakan teman yang satu dan lainnya dan berperilaku baik di lingkungan kelas atau sekolah. Ketika menegur anak yang tidak patuh peraturan atau berkata yang kurang baik maka haruslah menegur dengan baik tanpa unsur memarahi, agar anak tak meniru perilaku ‘emosi’ tersebut. Jika bukan kita yang mencetak generasi bangsa yang bermoral maka kepada siapa lagi kita serahkan nasib bangsa ini.

  • Apa Itu Pendidikan Prenatal? Beserta Penjelasannya

    Apa Itu Pendidikan Prenatal? Beserta Penjelasannya


    Apa Itu Pendidikan Prenatal?Apa yang di maksud dengan Pendidikan Prenatal? – Pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan manusia sepanjang hidupnya. Pendidikan tak hanya sebatas pendidikan formal, namun terdapat juga pendidikan informal dan non-formal. Dalam UU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu formal, non-formal dan informal. Pendidikan formal mencakup pendidikan anak di lingkungan sekolah. 

    Pendidikan non-formal dapat diperoleh di tempat bimbingan belajar. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan keluarga dan masyarakat. Dari berbagai macam jalur pendidikan tersebut, terdapat pendidikan yang sangat penting bagi seorang anak yaitu pendidikan prenatal. Pre berarti sebelum dan natal yang bermakna kelahiran seseorang (KBBI). Jadi, pendidikan prenatal adalah pendidikan seseorang sebelum lahir.

                Pendidikan prenatal ini adalah hubungan antara seorang ibu dan janin yang dikandungnya. Seperti apa yang telah saya tulis pada artikel sebelumnya (baca: Pentingnya Pendidikan Bagi Kaum Hawa), bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Nah, madrasah pertama itu dimulai ketika seorang wanita telah hamil. 

    Pendidikan prenatal mengharuskan seorang ibu dapat mengajak “bicara” calon anak dalam kandungannya. Dalam agama Islam, seorang wanita yang sedang hamil haruslah mengajak “bicara” anak dalam kandungannya, salah satunya dengan membaca Alquran atau bersholawat serta memperdengarkan hal-hal yang baik. Hal tersebut dapat berdampak positif bagi tumbuh kembang anak dalam kandungan.

                Dalam suatu majelis, saya pernah mendengarkan ceramah salah satu ustadz di Kabupaten Malang, bahwasannya pendidikan prenatal berhubungan dengan keinginan seorang wanita yang sedang hamil atau biasa disebut ‘ngidam’. Sangatlah lumrah jika seorang wanita mengalami fase ngidam dalam masa kehamilannya. 

    Namun beliau sang ustadz mengatakan bahwa setiap ngidam tidaklah harus dipenuhi karena hal tersebut berhubungan dengan pendidikan prenatal sang calon anak. Jika seorang ibu yang sedang hamil bisa menahan keinginannya atau ngidamnya, maka hal tersebut juga berdampak pada calon anak yang dikandungnya. Dengan kata lain, sang calon anak ketika sudah lahir dan mengalami masa tumbuh kembang dapat menahan keinginannya juga. Hal tersebut selaras dengan pentingnya pendidikan prenatal.

                Hal-hal yang didengarkan anak ketika masih dalam kandungan juga mempengaruhi watak dan karakter anak ketika sudah lahir. Maka dari itu, perdengarkan hal yang baik, berkatalah sesuatu yang baik, dan inginilah sesuatu yang baik hai calon ibu saat sedang mengandung sang buah hati.
    DAFTAR RUJUKAN
    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Dari http:// http://www.polsri.ac.id/panduan/01.%20umum/03.%20Undang-Undang%20Republik%20Indonesia%20Nomor%2020%20Tahun%202003%20Tanggal%208%20Juli%202003%20Tentang%20Sistem%20Pendidikan%20Nasional.PDF, diakses 12 September 2017.
  • Pentingnya Pendidikan Bagi Kaum Hawa, Wajib Tahu!

    Pentingnya Pendidikan Bagi Kaum Hawa, Wajib Tahu!
    Pentingnya Pendidikan Bagi Kaum Hawa, Wajib Tahu! – Dikenal istilah ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Tentu istilah tersebut merujuk pada pentingnya pendidikan bagi kaum hawa. Pendidikan yang dimaksud disini bukan hanya pendidikan di sekolah saja, namun pendidikan agama juga harus dikuasai oleh kaum hawa. Seperti menguasai bacaan Alquran. Agar kelak anak-anaknya mendapatkan pembelajaran pertama mengenai Alquran dari dirinya. Banyak sekali orangtua yang hanya mengedepankan pendidikan sekolah namun tidak dengan pendidikan agama. Padahal pendidikan agama juga sangat diperlukan bagi kehidupan, lebih-lebih jika sudah terjun dalam masyarakat.
                Seperti halnya ketika bulan Ramadhan, kemampuan membaca Alquran sangatlah diperlukan, tidak hanya bagi kaum Hawa tapi juga kaum Adam. Akan selalu ada tadarrus Alquran yang dilaksanakan di setiap masjid ataupun musholla. Seorang perempuan, terlebih ketika telah menjadi ibu haruslah menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Saat seorang ibu menyuruh anaknya belajar agama atau mengaji maka seorang ibu haruslah bisa mengaji atau setidaknya menguasai ilmu agama meski sedikit.
                Mindset masyarakat kebanyakan adalah setinggi apapun pendidikan seorang wanita, akhirnya jua dia akan berkecimpung dalam dunia perdapuran. Hal seperti itu memang benar, namun seorang ibu bukan hanya koki bagi anak dan suaminya. Namun seorang ibu haruslah menguasai berbagai macam ilmu, seperti kedokteran untuk menangani anggota keluarganya yang sakit. Seperti guru untuk mengajari anaknya ketika mendapatkan PR dari guru sekolahnya. Kaum hawa pun harus terampil dan kreatif ketika anaknya mendapatkan tugas keterampilan dari sekolahnya.
                Jadi, berpikirlah ke depan ketika kalian kaum hawa mulai merasakan malas belajar. Karena di tangan kalianlah generasi bangsa ini akan diarahkan kemana.