Tag: Metode Penelitian

  • Langkah-Langkah Membuat Proposal Penelitian Kualitatif

    Langkah-Langkah Membuat Proposal Penelitian Kualitatif

    Bagaimana Cara Membuat Proposal Penelitian Kualitatif?

    1. Penelitian dilakukan karena beragam motif.

    Langkah-Langkah Membuat Proposal Penelitian Kualitatif – Ada orang yang melakukan penelitian karena tuntutan pendidikan, ada pula orang yang melakukan penelitian untuk menulis buku atau artikel untuk diterbitkan di jurnal, ada yang melakukan penelitian karena pesanan berbagai pihak.

    2. Berdasarkan Masalah

    Setiap penelitian yang dilakukan berdasarkan sebuah masalah penelitian yang perlu dilakukan penelitian untuk memecahkannya.

    3. Masalah penelitian

    Masalah penelitian adalah hal yang perlu dicarikan jawabannya dengan melakukan penelitian. Hal yang menjadi masalah penelitian tidak hanya hal-hal yang negative atau hal-hal yang dipandang masalah oleh orang atau oleh pemerintah, melainkan juga hal-hal yang tidak dianggap masalah oleh orang atau pemerintahtetapi secara akademis hal-hal tersebut perlu diteliti.

    4. Ada lima macam masalah penelitian:

    • Masalah penelitian berdassarkan teori.
    • Masalah penelitian berdasarkan persoalan metodologis .
    • Penelitian berdasarkan atas adanya realitas yang teka-teki.
    • Masalah penelitian berdasarkan atas adanya jurang antara das sein dengan das solen atau perbedaan antara yang seharusnya terjadi dengan yang terjadi atau perbedaan antara yang diharapkan dengan kenyataan.
    • Masalah penelitian solutif yaitu masalah penelitian yang berorientasi pemecahan masalah.

    5. Proposal Penelitian

    Proposal penelitian adalah acuan bagi peneliti dalam melaksanakan penelitian, acuan bagi orang lain untuk menyetujui sebuah usulan penelitian.

    6. Penelitian yang Baik

    Penelitian yang baik berasal dari sebuah proposal penelitian yang baik dan jelas.

    7. Usulan Penelitian

    Proposal penelitian adalah usulan penelitian yang berisikan rancangan penelitian. Kualitas rancangan tersebut faktor penting bagi kualitas penelitian disamping faktor keterampilan peneliti dalam melakukan penelitian dan menulis hasil peneitiannya.

    8. Kontrak Fleksibel

    Proposal penelitian kualitatif suatu kontrak yang fleksibel.

    9. Menulis

    Menulis sebuah proposal penelitian merupakan suatu kegiatan olah pikir yang menuntut kesabaran dan kreativitas.

    10. Proposal Penelitian Saling Berkaitan

    Sebuah proposal penelitian paling kurang terdiri dari lima bagian yang saling berkaitan yaitu: latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, studi pustaka dana rancangan metode penelitian.

    11. Perumusan Masalah

    Perumusan masalah penting dalam sebuah proposal penelitian karena hal itu menentukan bagian yang lain.

    12. Latar Belakang

    Bagian latar belakang sebuah proposal penelitian berfungsi sebagai pelegitimasi atau pembenaran sebuah topik penelitian untuk diteliti.

    13. Perumusan Masalah Penelitian Kualitatif

    Perumusan masalah dalam proposal penelitian kualitatif adalah ruang untuk memfokuskan penelitian, memberikan informasi kepada peneliti data apa yang harus dan yang tidak harus dikumpulkan.

    14.Perumusan Masalah Penelitian Kualitatif (2)

    Dalam proposal penelitian kualitatif, rumusan masalah penelitian dan pertanyaan penelitian sifatnya umum dan mungkin diubah ketika melakukan penelitian, tetapi sebaiknya skopnya sempit sehingga jelas hal apa yang hendak dicari.

    15. Studi Pustaka

    Studi pustaka bagian dari sebuah proposal penelitian yang berisikan informasi-informasi yang diperoleh dari jurnal, buku dan kertas kerja (makalah seminar).

    16. Ada variasi penulisan studi pustaka.

    17. Diskusi Perihal Studi Pustaka

    Dalam studi pustaka sebaiknya dilakukan diskusi teoretis dari teori makro sampai teori mikro, teori khusus tentang hal yang akan diteliti.

    18. Rancangan Metode Penelitian

    Rancangan metode penelitian harus memuat teknik pengumpulan data dan analisis data yang operasional, dapat dilakukan oleh peneliti dan fleksibel.
  • Sejarah Ringkas Metode Penelitian Kualitatif Dalam Sosiologi

    Sejarah Ringkas Metode Penelitian Kualitatif Dalam Sosiologi

    Sejarah Ringkas Metode Penelitian Kualitatif Dalam Sosiologi – Halo sobat Shalaazz, Didalam disiplin Sosiologi, anjuran untuk serius menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tegas dikumandangkan oleh Max Weber semenjak akhir abad ke-19, walaupun dia tidak menggunakannya.

    Dia menyadari benar kelemahan metode penelitian kuantitatif yang diterapkan untuk mengungkapkan realitas sosial. Sebagai penggantinya tersebut,

    Weber telah melakukan dan menganjurkan para ahli ilmu sosial secara umum dan ahli sosiologi secara khusus untuk berpaling ke metode lain, disebutnya sebagai metode verstehend, bisa diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi pemahaman yang kreatif. Sesungguhnya, metode ini adalah metode penelitian kualitatif.

    Dengan menggunakan terminologi Lincoln dan Guba (1985), pikiran Weber adalah gagasan post-positivisme. Bagi Weber, tugas para ahli sosiologi khususnya dan ahli ilmu-ilmu sosial umumnya adalah memahami realitas sosial.

    Untuk mencapai pemahaman ini dia menganjurkan para ahli sosiologi untuk dapat berempati atau untuk dapat memahami realitas sosial seperti orang yang sedang diteliti memahami realitas sosial  (Giddens 1985: 179-182 dan Collins 1985:83-4).

    Hal yang dikatakan oleh Weber tersebut adalah sebuah anjuran kepada para ahli ilmu-ilmu sosial umumnya dan khususnya ahli sosiologi untuk serius menggunakan metode ini..

    Dipengaruhi oleh gagasan metodologis Weber tersebut, dalam perkembangan berikutnya didalam disiplin Sosiologi, pertama kali diterapkan secara sungguh-sungguh di Amerika Serikat oleh sekelompok ahli-ahli Sosiologi yang tergabung ke dalam Chicago School (Aliran Chicago) pada awal abad ke-20.

    Mereka melakukan penelitian untuk memahami kehidupan gang-gang di daerah kumuh dan perilaku menyimpang di Amerika Serikat dengan menggunakan teknik observasi terlibat.

    Pada saat ini, metode ini digunakan secara meluas di seluruh dunia, termasuk pula oleh para sosiolog . didalam disiplin sosiologi, penggunaan luas metode ini dapat diketahui dari banyaknya penelitian untuk disertasi S3 yang dilakukan di Jurusan Sosiologi diberbagai Universitas baik di Indonesia maupun di luar negeri menggunakan metode penelitian kualitatif. Ini adalah Era Post-positivis (Lincoln and Guba 1985).


    Sejarah Ringkas Penggunaan Metode Penelitian Kualitatif dalam Cabang Ilmu Sosial Lain

    Diluar disiplin ilmu Sosiologi dan Antropologi, metode penelitian kualitatif juga telah umum digunakan dan telah diakui sebagai suatu yang sah untuk diterapkan. Sebagai contoh, dalam disiplin Ilmu Komunikasi penggunaan pun juga makin meluas (lih. Mulyana 2004).

    Meluasnya penggunaan metode penelitian kualitatif dalam kajian kesehatan dapat diketahui dengan mengutip pernyataan ahli-ahli kesehatan seperti Saryono dan Anggraeni.

    Baca Juga: 4 Metode Tafsir Umum Mahasiswa Jurusan Tafsir Wajib Tahu

    Mereka menyatakan “(P)enelitian kualitatif merupakan  salah satu yang banyak digunakan di bidang kesehatan, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian kualitatif dimuat pada Jurnal Internasional” (Saryono dan Anggraeni, 2010:iii).

    Deprogram studi S3 Bio Medis Pemusatan Kesehatan Masyarakat, ini merupakan salah satu mata kuliah yang harus diambil oleh Mahasiswa. Para dosen yang berlatar belakang dokter dan kesehatan masyarakat menganjurkan Mahasiswa untuk menggunakan metode penelitian kualitatif.

    Disamping itu, untuk mengetahui meluasnya penggunaan metode kualitatif diluar disiplin sosiologi, pantas dikutip pernyataan dua orang ahli psikologi sosial yang banyak melakukan penelitian dalam dunia pendidikan.

    Mereka mengatakan”… pada dasawarsa terakhir, telah semakin banyak peneliti dalam bidang-bidang ilmu yang secara tradisional mendasari diri pada pendekatan kuantitatif… telah beralih pada paradigma baru yang lebih kualitatif” (Miles dan Huberman1992:1). Pernyataan seorang ahli metodologi penelitian sosial berikut ini dapat pula mengungkapkan hal itu:

    Terjadi perkembangan luar biasa dalam penggunaan dan penerimaan apa yang disebut sebagai metode kualitatif… dalam ilmu-ilmu sosial pada masa 30 tahun yang lewat (dia menulis buku pada tahun 1989: penulis)… salah satu gambaran perkembangan akhir-akhir ini adalah metode kualitatif telah terinstitusionalisasi sebagai sebuah metode yang mapan untuk penelitian sosial, dengan literature sendiri baik berupa hasil kajian maupun metodologis (Hammersley 1989: 1)  

    Ide apapun bisa dicuri baik itu berupa lisan maupun tulisan. Namun, pengalaman tak akan pernah dicuri oleh siapapun karena pengalaman melekat di hati dan paling berpengaruh dalam setiap tindakan#penamillennials#pendidikan#shalaazz

    — Pena Millennials | Shalaazz (@shalaazzcom) January 1, 2020