Category: motivation

  • Motivasi: You Have a Choice of Chance for a Change

    Motivasi: You Have a Choice of Chance for a Change

    Motivasi: You Have a Choice of Chance for a Change– Dalam menjalani hidup di dunia tentu kita sering menjumpai apa yang disebut dengan pilihan. Karena semua hal yang kita jalani berawal dari pilihan. Sebuah motivasi for a change tidak bisa hanya sebatas untaian kalimat indah saja. Melainkan harus diterapkan. Karena you have a choice of chance.
     
     
    Misalnya untuk memilih sekolahan favorit, Universitas favorit, dan masih banyak lagi pilihan-pilihan yang ada di hidup ini tergantung diri pribadi menjalaninya. Setiap pilihan yang ada, pasti ada yang namanya kesempatan.
     
    Apapun pilihan yang kita tentukan terhadap kesempatan yang ada akan memberi perubahan dalam laku kehidupan yang kita jalani. Misalnya saat dihadapkan antara setelah lulus kemudian bekerja atau lanjut sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Tentu apabila di hadapkan kedua pilihan tersebut kita akan bingung. 
     
    Tetapi, di antara kedua pilihan tersebut memiliki perbedaan. Hal tersebut bisa kita rasakan setelah menentukan pilihan di antaranya. Baca juga: IQ jongkok? Jangan Khawatir. Berikut Ulasannya!
     
    Apabila kita memilih dunia kerja otak kita tersetting untuk terus menumpuk kekayaan. Sebab, konsep berpikir kita mempunyai uang di genggaman itu menyenangkan. Sedangkan kuliah. 
     
    Tidak menghasilkan uang. Malah justru menghabiskan uang untuk bayar UKT (Uang Kuliah Tunggal) setiap semesternya. Tetapi kesempatan berpihak pada orang-orang yang mempunyai semangat untuk menuntut ilmu. 
     
    Posisi stack akan didapati oleh orang-orang yang hanya dalam keadaan zona nyaman menjalani roda kehidupannya. Namun lain halnya dengan orang-orang yang menentukan pilihannya terhadap kesempatan yang ada akan memberikan perubahan dengan sentuhan-sentuhan keberanian melampaui zona nyaman yang ada.
     

    Bermetamorfosis Laksana Ulat

    Perubahan ada bersama dengan orang-orang yang cerdas dalam menentukan pilihan, dan cerdas dalam memanfaatkan setiap kesempatan. Semua konsekuensi dalam menetapkan pilihan akan berdampak pada perubahan yang ada dalam hidup kita selanjutnya. Tergantung kesiapan dan kematangan kita saat di hadapkan dengan perubahan yang terjadi. Seperti halnya ulat. 
     
    Ulat bermetamorfosis secara sempurna. Dari bentuk yang sebagian orang menganggap buruk, menjijikan. Sampai menjadi bentuk yang indah bernama kupu-kupu. Semua yang dijalani si ulat tentu tidak instan. Dari cacian, cemoohan, dan pengucilan sebelum sampai kepada puncak perubahan sudah biasa.
     
     
    Karena mereka hanya sebagai penikmat keindahan, bukan pejuang proses. Jadi, semua pilihan, kesempatan, dan perubahan ada di tangan kita bukan pada orang lain. Semua hal-hal yang berdampak dan berpengaruh dalam hidup kita semua kita yang menjalaninya. 
     
    Seperti yang sudah disampaikan di atas, konsekuensi atas pilihan yang kita ambil akan berpengaruh pada kehidupan selanjutnya. You have a choice of chance for a change. 
     
    Maka tetapkan pilihan kita untuk melangkah mencari yang baik dan terbaik untuk kehidupan kita dan berguna untuk semua orang. Yes, You can!

    Baca juga: Resolusi Menggapai Beasiswa (Sebuah Motivasi)

  • 10 Cara Sederhana untuk Melatih Kecerdasan Emosional

      10 Cara Sederhana untuk Melatih Kecerdasan Emosional

    Apa itu EQ dan Bagaimana Cara Mengembangkannya ?

        10 Cara Sederhana untuk Melatih Kecerdasan Emosional – Istilah EQ sering  dikaitkan dengan kecedasan emosional atau emotional quotient mungkin masih terdengar asing bagi kita selain IQ , padahal EQ juga penting dalam hidup kita untuk mengatur emosi dan bersosialisasi . IQ memang penting dalam kecerdasan intelektual dan masuk perguruan tinggi tetapi jika seseorang tidak dapat mengatur emosi atau tidak mengendalikan diri untuk apa yang harus dilakukan selanjutnya maka seseorang  akan mengalami stress.
    Seperti contoh, ada seseorang yang pandai dalam akademis namun ia tak pernah ikut organisasi dan ada satu orang biasa-biasa saja, nilai akademisnya rata-rata namun dia aktif berorganisasi dan selalu punya hubungan yang baik bagi orang sekitarnya, jika salah satu diberi tugas yang menumpuk maka orang akademisnya rata-rata inilah yang bisa mengatasi tugas menumpuk tersebut tanpa stress karena ia mempunyai banyak bantuan dari temannya-temannya namun perlu digaris bawahi bahwa anak yang aktif berorganisasi tadi bukan menngantungkan temannya namun dalam konteks diskusi yang santai dan menyenangkan untuk menyelesaikan tugas tersebut sembari dia berpikir juga maka orang yang aktif organisasi ini pasti akan menjelma menjadi orang pandai yang enjoy jika dibandingkan orang pandai yang tak pernah ikut organisasi tadi yang akan mengalami stress karena tak bisa mengendalikan emosinya saat tugas menumpuk. Berikut cara mengembangkan EQ atau kecerdasan emosional :

    1. Mengenali Emosi yang Dirasakan

        Mengenali emosi diri sendiri itu penting karena dengan demikian anda bisa mengetahui bagaimana perasaaan anda yang sesungguhnya dan karakter diri sendiri itu seperti apa dan bagaimana sebaiknya menyikapinya. Mengidentifikasi apa yang sesungguhnya anda rasakan membantu menangkap pesan yang dikirimkan oleh diri sendiri dan mengetahui apa yang anda rasakan pada saat-saat tertentu.

    2. Mengamati Perubahan Emosi

       Jika anda merasa sering mengalami perasaan yang naik turun seperti gelombang tak berarah, maka hal itu gunakanlah untuk mengamati diri sendiri. Setiap perubahan emosi suasana hati dan perilaku diri sendiri dapat diamati untuk belajar mengatasi berbagai masalah yang timbul. Anda juga dapat mudah faktor apa yang membuat anda merasakan hal tersebut.

    3. Mengelola Emosi

       Pada dasarnya , emosi adalah cara bagi manusia  untuk melakukan tindakan yang akan mengatasi  penyebab dari kemunculan perasaaan tertentu . Kemampuan seseorang untuk mengelola emosi diri sendiri dapat memberian kelebihan bagi seseorang yaitu kebijaksanaan. Contoh ada seorang anak remaja SMP yang lemah dalam semua mata pelajaran sehingga dia diolok-olok oleh teman-temannya namun dia tidak membalas secara berlebihan kepada teman-temannya tesebut oleh karena kecerdasan emosionalnya tetapi ia membuktikan ia bisa masuk tim sepakbola Indonesia serta ia pula rajin membantu orang tua dan berdoa sehingga membuat teman-temannya tadi sangat kagum terhadapnya. Ia menjadi orang yang memiliki pengendalian diri yang sangat baik sehingga dapat mengendalikan situasi di sekitarnya dengan lancar, karena ia mengendalikan emosinya dan bukannya emosi yang mengendalikan dirinya.

    4. Mengekspresikan Emosi

       Cara selanjutnya adalah mengekspresikan emosi . Ketika kita mampu mengelola dan mengendalikan emosi secara matang, maka kita akan merasakan mudah untuk mengontrol ekspresi itu sendiri . Kita akan mampu menahan diri untuk tidak bertindak berdasarkan dorongan emosi negatif dan memberi respon yang tepat untuk berbagai situasi sehingga menjadi cara meningkatkan kepercayaan diri yang baik. Kita dengan mudah akan mengendalikan emosi yang dapat merugikan diri sendiri.

    5. Memotivasi Diri Sendiri

       Pengendalian emosi juga berhubungan dengan kebiasaan berpikir positif. Dengan pikiran yang positif , anda dapat selalu menanamkan pikiran yang positif pula dan tidak mudah merasa pesimis akan suatu hal, atau bahkan merasa kehilangan semangat. Pikiran yang positif mengenai diri sendiri sangat berguna untuk memberi motivasi dan cara membahagiakan diri sendiri ketika kondisi mental sedang menurun.

    6. Mengenali Emosi Orang Lain

       Anda juga akan mudah mengenali emosi orang lain dan mengenali 4 karakter manusia apabila telah terbiasa mengidentifikasi emosi diri sendiri. Kemampuan untuk mengenali emosi yang dirasakan orang lain akan membuat diri menjadi lebih peka sehingga menjadi cepat tanggap terhadap situasi yang ada. Mengenali emosi dapat dilihat dari bahasa tubuh, yaitu gerakan tangan, intonasi suara sorot mata dan ekspresi wajah dan gerakan tubuh lainnya. Dasar dalam hubungan interpersonal adalah kemampuan untuk mengenali emosi yang dirasakan orang lain.

    7. Mengelola Emosi Orang Lain

       Karena Manusia adalah makhluk yang paling emosional, maka semua hubungan yang dibangun pribadi antar pribadi merupakan hubungan yang berdasarkan emosi. Hal ini berkaitan dengan kemampuan kita mengelola emosi orang lain, artinya kita juga harus dapat mengetahui apa yang akan dirasakan seseorang dalam situasi tertentu, dan juga mengambil tibdakan tersebut.

    8. Membuka Pikiran

      Salah satu untuk mencapai kesuksesan emosi adalah jika anda dapat berpikiran terbuka terhadap berbagai kritik dan saran yang datang. Orang yang menolak pendapat orang lain dan hanya mau memegang pendapatnya sendiri adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosi yang rendah, karena tidak mau memperbaiki kekurangan dirinya. Padahal, menerima kritik maupun saran dari orang lain sangat berguna untuk mengembangkan diri sendiri.

    9. Introspeksi

      Jika anda memiliki pikiran yang terbuka maka hal itu akan memepermudah anda melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Ketika mengetahui pendapat orang lain tentang diri sendiri, maka kita juga dapat mengevaluasi diri apakah hal tersebut memang benar atau tidak. Lalu hal itu akan menjadi titik awal untuk mulai memperbaiki kekurangan diri sendiri dan cara mengubah diri menjadi lebih tertata emosinya dan cara menghilangkan kebiasaan buruk.

    10. Menulis Jurnal Sehari-Hari

       Bagian terakhir adalah menulis buah pikiran sendiri pada jurnal merupakan salah satu cara untuk mengenali emosi diri. Anda dapat mencatat segala yang dialami serta apa yang dirasakan sehari-hari, kemudian membacanya ulang ketika dibutuhkan. Melalui jurnal tersebut anda akan belajar untuk mengenali diri sendiri dan juga mengingat interaksi anda dengan orang lain. Hal ini sangat baik sebagai latihan untuk melihat perasaan orang lain, sebab akibat, dan cara untuk menghadapi orang lain.