Category: mahasiswa

  • Begini Tips Menjadi Mahasiswa Harapan Bangsa

    Begini Tips Menjadi Mahasiswa Harapan Bangsa

    Mahasiswa adalah jenjang tertinggi dalam dunia pendidikan. Ia dituntut menjadi orang yang serba bisa. Mahasiswa lebih dikenal dengan istilah agent of change, kenapa? Karena jiwa mahasiswa adalah jiwa yang masih muda, jiwa yang masih berapi-api untuk mengeluarkan pendapat dan jiwa yang fresh dalam menganalisis berbagai argumen yang berseliweran di dunia masa kini. Tidak heran jika banyak mahasiswa yang melakukan aksi demo sebagai bentuk  pengekspresian hasratnya akan suatu hal. 

    Meskipun mahasiswa yang turun melakukan aksi mempunyai kepentingan yang berbeda. Namun mereka melakukan aksi sebagai bentuk protes ketidaknyamanan akan suatu sistem.
    Apakah sebagai mahasiswa bagus untuk melakukan aksi demo tersebut? sebagian orang akan menyebutnya bagus karena mahasiswa adalah penyambung lidah antara rakyat dan pemerintah. Akan tetapi ada cara hal mudah yang dapat dilakukan namun tidak sedikit mahasiswa sulit untuk melakukannya. 

    Cara tersebut adalah dengan menulis. Mahasiswa sebagai pelajar yang mempunyai pemikiran yang fresh dapat mengemukakan setiap bentuk ketidak setujuan dengan masyarakat lewat tulisannya. Membuat tulisan-tulisan yang berbobot yang menyinggung setiap tindakan pemerintah bukan hanya dibaca oleh kalangan tertentu melainkan melatih diri untuk terbiasa berfikir kritis dan mencurahkannya lewat tulisan.


    Dalam dunia pendidikan, mahasiswa bebas mengemukakan argumennya sesuai dengan wawasan ilmu yang dia dapatkan. Sebagai mahasiswa, mereka dituntut belajar bukan hanya dalam ruang lingkup kelas melainkan mereka dituntut untuk mencari ilmu dari luar bangku kuliah. Mahasiswa adalah harapan bangsa, banyak harapan-harapan yang dilimpahkan kepada mahasiswa. Mahasiswa harus kuat dan tegas akan segala hal yang menimpa dirinya. Berusaha bersikap fokus dan teliti dalam menghadapi suatu permasalahan. Karena mahasiswa adalah penerus bangsa untuk kemakmuran negara.

  • Organisasi dalam Perspektif Mahasiswa, Menurutmu?


    Kalian tipikal mahasiswa yang seperti apa? Aktivis atau akademisi? Menjadi tipikal mahasiswa yang aktivis ataupun akademisi tidaklah salah. Karena sejatinya hidup memang sebuah pilihan. Semua dijalani tergantung dari pilihan yang sudah kita tentukan. Berdasarkan pengamatan pribadi, mahasiswa lebih suka menjadi tipikal yang akademisi. Entah faktor dari dorongan orang tua yang menginginkan anaknya cepat menyelesaikan studi, atau tidak menyukai kesibukan di luar dunia perkuliahan. Bagaimana dengan kampus kalian? Kebanyakan mahasiswa beranggapan bahwa kegiatan organisasi hanya akan menghambat perkuliahan dan menambah beban yang mengakibatkan lelah.

    Pemikiran yang demikian benar-benar dapat dikatakan terlalu sempit. Padahal, kategori mahasiswa sudah harus mengajarkan kita arti kehidupan yang sesungguhnya. Perlu diperbaiki dalam hal pola pikir mahasiswa yang mengatakan bahwa organisasi hanya akan menghambat perkuliahan. Bagaimana dengan mahasiswa yang mendapatkan gelar mahasiswa berprestasi? Apakah mereka mahasiswa yang biasa-biasa saja? Tidak! Persisnya tidak diketahui teknik suatu universitas memberikan gelar mahasiswa berprestasi. Di kampus pribadi, gelar mahasiswa berprestasi didapatkan karena mahasiswa yang memiliki IPK > 3,5 dan aktif berorganisasi. Mengapa demikian?

    Hal tersebut diapresiasi karena mahasiswa aktivis mampu memanajemen waktu dengan baik antara kegiatan organisasi dan perkuliahan. Toh, buktinya mahasiswa yang mendapatkan gelar sarjana terbaik adalah mereka mahasiswa aktivis. Bukan akademisi. Sebenarnya masih sangat ngambang pada pemikiran yang mengatakan bahwa ‘organisasi hanya akan menghambat perkuliahan’. Sisi mana yang menghambat perkuliahan? Sedangkan waktu yang dipergunakan untuk perkuliahan tidak akan habis dalam 24 jam. Jika dikalkulasikan waktu kosong kalian di luar perkuliahan, berapa banyak waktu kosong yang kalian miliki? Apakah waktu kosong tersebut kalian gunakan untuk kegiatan yang produktif?

    Silahkan jawab pada diri masing-masing. Mahasiswa sudah harus belajar untuk memecahkan permasalahan. Menjadi seorang yang aktivis akan menjadikan kita lebih dewasa. Mungkin pada awal waktu, kalian akan kelabakan dan belum bisa mengatasi semua permasalahan dalam hal manajemen waktu. Tetapi, seiring berjalannya waktu semua akan mengalir. Apa yang harus kita lakukan? Perbaiki manajemen waktu. Jika tidak dimulai dari sekarang, sampai kapan kalian mau berada di zona nyaman kalian yang hanya akan mengurusi perkuliahan saja?

    Tulisan ini bukan mensugetsi diri kalian untuk menjadi aktivis kampus. Sama sekali tidak! Hanya saja, sedikit meluruskan pandangan mahasiswa terkait dengan para aktivis kampus. Sekiranya kalian adalah tipe mahasiswa yang akademisi, mungkin memiliki sahabat yang aktif berorganisasi. Baiknya agar tidak mengucilkan sahabat kalian hanya karena mereka seorang aktivis. Tetapi, coba sharing bersama mereka. Mahasiswa yang aktivis sangat berbeda dengan mahasiswa yang akademisi. Mulai dari segi sosial, pandangan hidup bahkan wawasan. Mengapa? Dari segi sosial, mahasiswa aktivis tentu memiliki banyak jaringan. Jaringan dalam artian teman. Jangan salah ya, karena teman juga merupakan salah satu rezeki bagi kita.

    Selain itu, memiliki pandangan hidup yang berbeda. Berkegiatan di luar perkuliahan akan mengajarkan kita tentang pentingnya memanfaatkan waktu luang. Membuat diri kita sadar bahwa waktu luang yang dimiliki harus dilakukan untuk kegiatan yang produktif. Permasalahan di luar perkuliahan akan mengajarkan kita tentang miniatur kehidupan. Bersosialisasi, berbicara dengan orang yang tidak dikenal, tampil dengan percaya diri di depan orang banyak, dan masih banyak lagi. Itulah mengapa mahasiswa akktivis dan akademisi sangat berbeda. Bagi mahasiswa yang akademisi, tentu akan tenang dan nyaman saja. Yang dipikirkan hanya dunia perkuliahan. Mungkin saat perkuliahan belum terasa kekurangannya. Namun, puncaknya ada pada dunia pekerjaan.

    Mengapa? Perbedaan akan sangat terlihat. Mahasiswa yang aktivis tentu softskill sudah terbangun sejak berorganisasi. Softskill yang seperti apa? Banyak. Tampil dengan percaya diri, mampu berkomunikasi yang baik, mampu bekerja dalam tim dengan baik dan sebagainya. Sedangkan mahasiswa akademisi, baginya itu akan terasa asing dan canggung. Tidak sedikit kita lihat bahwa banyak yang tidak percaya diri, tidak dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang lain, individualism dan lainnya. Lalu, apa manfaat dari hasil IPK 4,0. Jika, semua nilai yang dipertahankan agar tetap bagus di bangku perkuliahan menjadi tidak berarti sama sekali.

    Sehingga, sangat penting bagi kita yang berlabel mahasiswa untuk mempertimbangkan segala sesuatunya. Toh, yang merasakan manfaatnya adalah diri sendiri. Tipikal apapun itu, mahasiswa akademisi ataupun aktivis, silahkan jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain. Semoga tulisan ini dapat memotivasi diri dan menjadikan diri kita lebih produktif lagi dalam memanfaatkan waktu luang yang ada. Hidup Mahasiswa! J
  • Pengembangan Diri : Mengenal Lebih dekat PBAK Mahasiswa

    Pengembangan Diri  Mengenal Lebih dekat PBAK Mahasiswa

    Pengembangan Diri : Mengenal Lebih dekat PBAK Mahasiswa – Kemarin, aku PBAK. Untuk pertama kalinya. Untuk menyambungkan pendidikan yang lebih tinggi di sekolah Menengah. Dulu, memang aku anak SMA yang menyebalkan. Dianggap orang remeh karena gatau matematika. Jujur, aku adalah salah satu yang lumayan gasuka Matematika. Tapi, ini adalah hal yang umum. Semua pendidikan juga punya mata pelajarannya masing-masing. Semua kampus, punya mata kuliahnya masing masing.
    Banyak yang ku dapat ketika PBAK kemarin . Apa itu PBAK? PBAK adalah Pengenalan Budaya dan Akademik kemahasiswaan. Dosen ku menyampaikan banyak hal. Terutama tentang, Apa itu pendidikan yang sebenarnya?
    Semua siswa punya karakternya Masing-masing. Semua guru, bahkan dosen juga punya kriterianya masing-masing.
    Sering kali, kita sebagai Mahasiswa dianggap tak berdaya disini. Katanya… Kerja kita cuma datang, duduk, dengar ceramah, dengar tugas, ngerjain, selesai semua itu pulang. Salah! Aku menganggap semua itu adalah salah.
    Ketika aku PBAK, bukan hanya ilmu yang ku dapat, masih saja hari pertama PBAK aku sudah menyimpulkan bagaimana kegiatan Mahasiswa disana. Banyak orang menganggap, kuliah seperti di televisi itu. Ternyata salah lagi, lagi lagi, banyak orang yang berpikir salah tentang kependidikan kemahasiswaan disini.
    Aku bukan hanya banyak mendapatkan teman baru, bersosialisasi dengan hal yang baru, bertukar pikiran, bertukar pendapat. Tapi, aku juga mendapatkan apa arti kepentingan bersama meraih ilmu dengan IPK tertinggi. Seharusnya kalian bangga dengan gelar MAHA, kalian bukan lagi SISWA tetapi sudah MAHASISWA. Aku bangga… Siapa tidak bangga?
    Berikut ada beberapa point yang aku dapatkan ketika aku PBAK kemarin. Kegagalan yang sering Mahasiswa lakukan di masa kuliah. Apa saja itu? Catat point ini!
    1.salah orientasi(kebebasan tanggung jawab) .
    2. Salah jurusan. (Melahirkan kegagalan) .
    Jadi, kamu jangan sampai malah salah jurusan. Ingat, masih ada waktu buat maba yang baru masuk. Bisabisa kamu gagal. Tapi jangan berpikir gitu juga yah, mungkin saja Allah mentakdirkan kamu dijurusan yang tidak kamu inginkan. Bisa jadi, sesuatu yang amat kamu benci malah menjadi yang baik untukmu. Begitupun sebaliknya. So, harus tetap percaya yah!!
    3. ‎Kuliah bukan keinginan kita, but keinginan orangtua. (Sesuatu yg dipaksakan pasti ujungnya gaena, ada sesuatu yg dipaksa tapi mengenakan.’ibadah’)
    Nah, kalo di point ini. Kamu ambil hikmahnya saja yah, negatif nya kamu buang!
    4. ‎kita berpikir, bahwa tak ada pekerjaan dimasa depan. (Berpikirlah kita mau jd apa,  bukan aku jadi apa?)
    Berpikir, adalah hal yang utama sebelum berbicara. Pikirkan kedepan mau jadi apa kita?
    5. ‎Uang. (Ada dan tidak ada, bisa gagal. ) (Orang gagal adalah orang yg bisa menghasilkan uang sendiri)
    Jadi pengusaha yuk!
    6. ‎Orang yg sibuk berorganisasi. (Aplikasi teori harus ada wadahnya)=organisasi.
    Jadi nanti harus ngikuti organisasi, “jangan larut karena organisasi “
    Nah salah satunya berorganisasi. Kenapa? Selain menambah ilmu pengetahuan, wawasan. Kita disini bisa lebih spesifik lagi. Lebih luas lagi. So, organisasi adalah hal yang terpenting disini. Karna aktifnya jadi Mahasiswa bukan cuma dikelas, tapi diluar kelas.
    Enam point diatas, saya dapat dari PBAK. Gimana? Ngerti? Ngerti ngertiin aja deh ya. :’)