Category: Indonesia

  • OPINI : Mau dibawa kemana “The next Young generation” Indonesia ?

    the next young generations
    OPINI – Kalau ngomongin “Young Generation” jadi pengen nyanyi aja bawaannya. Boleh yaa sedikit lagunya Armada yang “Mau dibawa kemana Young generation ???…” hehehe… Bicara mengenai young generation, saya begitu greget. Pasalnya, begitu banyak sekali fenomena-fenomena yang terjadi saat ini yang sudah intoleransi dimana the next young generation menjadi titik fokus utama. Bagaimana tidak ?. Disaat karakter dan mental building yang seharusnya dipupuk dan dikembangkan, namun tergerus dengan maraknya hal-hal yang unfaedah.
        Sebagai contoh, salah satunya jika kita lihat fenomena yang sering terjadi akhir-akhir ini khususnya di dunia maya, dimana banyak sekali content-content yang unfaedah dan mirisnya para generasi mudalah yang justru memviralkan hal tersebut. Saya tidak habis fikir, kok bisa yaaa ??… Apakah hal ini terjadi karena faktor kegabutan yang seringkali melanda para generasi muda. Sehingga mereka melihat hal-hal yang aneh sebagai hal yang lucu dan patut untuk diviralkan. Sungguh miriisss sekali…
        Salah satu contoh di atas merupakan satu diantara banyaknya virus yang dapat meracuni karakter dan mental building para generasi muda. Lalu, apa dan bagaimana peran kita sebagai generasi muda yang baik agar the next young generation tidak ikut masuk ke dalam jurang yang sama. Saya fikir, ada 3 komponen penting yang harus dirubah. Apa saja itu ??

    1. Self Reminder

        Dalam hal ini kita perlu mengingatkan diri sendiri agar tidak melupakan peran kita sebagai generasi muda penerus bangsa. Dimana, sebagai generasi muda haruslah kita berfikir kreatif dan inovatif untuk memajukan bangsa kita menjadi bangsa yang lebih maju dengan SDM yang mumpuni.

    2. Self Motivation

         Dalam hal ini kita sebagai young generation perlu mempunyai suatu motivasi kuat yang dapat menggugah diri kita agar mau dan mampu untuk berkontribusi bagi bangsa kita. Karena seharusnya, tidaklah perlu kita melihat sudah seberapa besar kontribusi bangsa dan negara terhadap kita. Namun, yang perlu kita tanamkan dalam mindset kita adalah “Sudahkan kita berkontribusi untuk bangsa dan negara kita?.” Itulah PR yang harus segera kita tuntaskan.

    3. Open minded

         Sebagai young genaration haruslah kita mempunyai fikiran yang terbuka. Dalam hal ini, mempunyai mindset yang tinggi untuk memajukan bangsa dan negara. Tidaklah harus dengan suatu hal yang besar dan terlihat, namun mulailah dari hal sederhana yang kemudian mampu membawanya menjadi yang spektakuler.
        Jadi siap yaa untuk menjadi the next young generation yang berkualitas. Jangan suka ikut-ikutan mengikuti arus perkembangan zaman yang semakin dan semakin terperosok jauh ke dalam jurang. Boleh saja mengikuti perkembangan zaman. Siapa bilang tidak boleh ?… Tapi harus pinter-pinter memilih dan memilah. Ambil positifnya, buang negatifnya yaaa… hehehe 🙂 
    SALAM THE NEXT YOUNG GENERATION. 🙂
  • Gambaran Sistem Pendidikan di Negara Republik Indonesia Dulu dan Saat Ini

    sistem pendidikan di indoensia saat ini

    Pendidikan di Indonesia

    Sistem pendidikan di Indonesia, mengadaptasi cukup banyak sistem pendidikan di luar negeri khususnya model dan strategi pembelajaran yang digunakan. Jigsaw, teams game tournament, talking stik, snowball throwing, reading guide, STAD, everyone is a teacher here, dan lain sebagainya adalah beberapa contoh strategi pembelajaran yang dikembangkan dan diajarkan pada mahasiswa-mahasiswa calon guru sekolah dasar untuk nantinya digunakan saat terjun ke lapangan. 
    Berbagai penelitian tindakan kelas yang dilakukan praktisi pendidikan dan mahasiswa telah membuktikan bahwa strategi-strategi yang diadaptasi tersebut mampu meningkatkan berbagai aspek penting dalam KBM, seperti minat dan motivasi belajar, kreativitas, dan hasil belajar. Pada penerapannya, biasanya calon guru atau guru akan mempertimbangkan kelemahan dan kelebihan strategi, baik ditinjau dari kharakter siswa, materi pembelajaran maupun ketersediaan alat. Tidak seluruh strategi ini dapat digunakan langsung, dikarenakan iklim pembelajaran yang berbeda, maka beberapa strategi harus dimodifikasi.
    Sistem Pendidikan Nasional masih berpegang pada paradigma lama bahwa ilmu diperoleh dengan jalan diberikan atau diajarkan oleh orang lebih pandai atau guru kepada murid. Pola guru tahu-murid tidak tahu-guru memberi-murid menerima-guru aktif-murid pasif, masih terus diparaktekkan. Tidak ada kritik atau koreksi terhadap pendapat guru, yang adalah minta penjelasan kemudian menerima dan mengikutinya.
    Pada kurikulum terbaru 2013 muatan materi pada kelas IV yang tersaji dalam satu buku tematik memunculkan beberapa dolanan bocah diantaranya gobak sodor, engklek, dan beteng-betengan(Kemdiknas, 2013: 28-29, 69). Tercantumnya dolanan bocah dalam buku pelajaran tersebut adalah salah satu upaya pemerintah untuk memperkenalkan dolanan bocah pada siswa. Untuk mempermudah implementasi,

    Sistem Pendidikan di Indonesia

    Sistem pendidikan di Indonesia adalah mengacu pada Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan sistem pendidikan yang akan membawa kemajuan dan perkembangan bangsa dan menjawab tantangan zaman yang selalu berubah hal ini sebagaimana visi dan misi Sistem Pendidikan Nasional yang tertuang dalam UU RI NO. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS adalah sebagai berikut:

     â€śTerwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indo-nesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.” 

    Adapun misi yang diemban oleh SISDIKNAS adalah: 

    “Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan mempero-leh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat (UU RI SISDKNAS: 41).”

    Pada dasarnya Jalur pendidikan di indonesia terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.Jalur pendidikan terdiri atas:

    1. pendidikan formal 
    2. nonformal 
    3. Informal

    1. Pendidikan Formal 

    Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas: 
    a. pendidikan dasar 
    b. pendidikan menengah 
    c. pendidikan tinggi 

    a. Pendidikan Dasar 

    Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar bagi setiap warga negara yang berusia 6 (enam) tahun pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Pendidikan dasar berbentuk: · Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat; serta · Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat. 

    b. Pendidikan Menengah 

    Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk: 
    1. Sekolah Menengah Atas (SMA), 
    2. Madrasah Aliyah (MA), 
    3. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 
    4. Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. 

    c. Pendidikan Tinggi 

    Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat berbentuk: 
    1. akademi 
    2. politeknik 
    3. sekolah tinggi 
    4. institut 
    5. universitas 
    Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan vokasi. 

    2.Pendidikan Nonformal 

    Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.Pendidikan nonformal sendiri berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang Pendidikan nonformal meliputi: 
    1. pendidikan kecakapan hidup, 
    2. pendidikan anak usia dini, 
    4. pendidikan pemberdayaan perempuan, 
    5. pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, 
    Satuan pendidikan nonformal terdiri atas: 
    1. lembaga kursus, 
    2. lembaga pelatihan, 
    3. kelompok belajar, 
    4. pusat kegiatan belajar masyarakat, dan 
    5. majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. 
    Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. 

    3.Pendidikan Informal 

    Pendidikan Informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

    Sumber:  Depdiknas, AULADUNA, VOL. 2 244 NO. 2 DESEMBER 2015