Author: Desy Salma Aeni

  • EKSISTENSI UNIVERSITAS AL-AZHAR CAIRO DENGAN METODE KLASIKNYA

    EKSISTENSI UNIVERSITAS AL-AZHAR CAIRO DENGAN METODE KLASIKNYA

    EKSISTENSI UNIVERSITAS AL-AZHAR CAIRO DENGAN METODE KLASIKNYA – Dewasa ini, kemajuan teknologi menghasilkan kecanggihan yang membuat peradaban manusia semakin berkembang, berbagai Universitas di dunia berlomba-lomba melengkapi berbagai fasilitas teknologi maupun sistem administrasi secara online. Disamping untuk memudahkan pembelajaran, juga membuat Universitas tersebut lebih bergengsi dimata masyarakat. Tetapi nyatanya, Universitas Al-Azhar Cairo masih menggunakan metode klasik yang justru membuat Universitas Al-Azhar tetap eksis dengan “kesederhanaannya”, Universitas Al-Azhar yang dinobatkan sebagai Kampus Islam tertua di Dunia mempunyai metode klasik,”sederhana” yang membuat para pecinta tanah Cairo berminat  untuk belajar di kampus tertua tersebut.
    Setiap tahun, umumnya Universitas – universitas di Timur Tengah mengadakan seleksi setiap tahunnya, salah satunya Universitas Al-Azhar Cairo, ada seleksi untuk beasiswa full dan ada juga seleksi penerimaan Mahasiswa baru. Di Indonesia sendiri, seleksi beasiswa maupun penerimaan Mahasiswa baru dibawah naungan Kementerian Agama diadakan di Perguruan Tinggi Negeri Islam di Indonesia. Jika di Universitas lain menerapkan sistem modern dan canggih, maka di UniversitasAl-Azhar Cairo tetap mempertahankan keklasikan dan “kesederhanaannya”.
    Al-Azhar menerapkan jenjang kuliah empat tahun, tidak adanya absensi di semua tingkat kuliah, tujuan dari sistem tersebut bukan semata-mata membebaskan Mahasiswanya, melainkan mendidik Mahasiswa bahwa kuliah di Al-Azhar ini untuk mencari ilmu bukan dicari, untuk menunggu bukan ditunggu dan untuk mengambil bukan diambil. Keikhlasan dalam menuntut ilmu sangat terasa di atmosfer Kampus, karena demikian adanya sistem yang berlaku di Kampus AL-azhar. Al-Azhar mendidik Mahasiswanya untuk mencari ilmu disetiap sudut Negeri. Karena AL-Azhar sesungguhnya adalah sebuah Masjid yang berada tempat halaqah-halaqah ilmu, disana diajarkan berbagai macam ilmu, termasuk ilmu tsurat (klasik).

    Hal menarik dari sistem Pendidikan di Al-Azhar diantaranya:

    1. Sistem sanad (riwayat), dimana seorang murid mengambil ilmu langsung dari gurunya dengan bertatap muka, kemudian dilain waktu akan diuji seberapa menguasainya si murid menyerap ilmu yang telah diberikan guru.
    2. Sistem administrasi yang masih manual dengan menggunakan tulisan tangan, yang membuat para Mahasiswa harus mengantri panjang untuk absensi kelas, bahkan ada yang harus menunggu berhari-hari untuk menyelesaikan administrasi kuliah. Bahkan, ada Mahasiswa yang beranggapan bahwa hal tersebut sebagai pembelajaran untuk sabar dalam segala hal.
    3. Ruang kuliah khususnya meja dan bangku masih menggunakan meja dan bangku panjang yang diisi lima sampai tujuh orang. Sedangkan di Universitas lain, Mahasiswa duduk sendiri-sendiri. Bukannya Al-Azhar tidak mampu untuk membeli, justru inilah yang dapat diterapkan oleh Mahasiswa untuk belajar sederhana.
    4. Di ruang kuliah, para Mahasiswa bebas bertanya tentnag pelajaran-pelajaran yang mereka tidak pahami. Bahkan duktur (dosen) tidak akanmembahas materi selanjutnya sebelum para Mahasiswa memahami pelajaran yang dibahas pada saat itu. Bahkan, Mahasiswa dari luar negeri Arab belum tentu 100 persen memahami pelajaranyang dibahas.
    5. Al-Azhar menggunakan sistem paket, jadi nilai mata Kuliah yang diujikan ketika semester ganjil dan genap disatukan.
    Bagi mereka yang membawa lebih dari dua mata kuliah, akan mengulang selama setahun di kelas yang sama dengan mata kuliah yang ia bawa. Sedangkan mereka yang membawa satu atau dua mata kuliah, ia tetap naik kelas dan hanya diuji ulang mata pelajaran tersebut tanpa mengulang satu tahun di kelas yang sama.
    Di sinilah terlihat ketatnya sistem ujian dan penilaian di Al-Azhar. Hal ini tidak lain kaena Al-Azhar ingin mengajarkan kepada para Mahasiswanya sebuah kesungguhan dalam belajar dan mencari ilmu. Inilah keunikan kuliahdi Universitas Al-Azhar yang tetap eksis dengan sistem dan metode klasiknya.
  • MENENGOK SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK FINLANDIA, INDONESIA KAPAN?

    MENENGOK SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK FINLANDIA, INDONESIA KAPAN?

    MENENGOK SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK FINLANDIA, INDONESIA KAPAN? – Berbicara tentang pendidikan memang gak ada matinya, kenapa? Karena setiap warga Negara diwajibkan untuk mengenyam pendidikan, dimulai dari usia dini sampai menjelang tua. Bahkan, pepatah islam mengatakan, Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat, pepatah lain mengatakan, kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Bagaimana kalau kita mengadopsi pepatah tersebut, dengan sedikit ubahan menjadi, kejarlah ilmu sampai ke Negeri Finlandia.
    Tak bisa dipungkiri, Finlandia menjadi sorotan dunia pendidikan saat ini, karena sistem pendidikan di Finlandia turut serta memajukan dan memperbaiki sistem di dunia pendidikan. Memang, setiap Negara mempunyai sistem unggulan masing-masing, misalnya di Indonesia, mempunyai sistem pendidikan yang berbanding terbalik dengan Negara Finlandia. Bisa kita lihat, hasilnya pun berbeda. Tingkat keberhasilan sistem pendidikan di Finlandia menjadi sorotan dunia saat ini. Langsung saja, yuk kita tengok perbedaan sistem pendidikan di Finlandia yang menjadi daya tarik tersendiri untuk bisa mengenyam pendidikan di Negara tersebut.
    Berikut 23 Inovasi yang seharusnya bisa diterapkan jugadi Indonesia, diantaranya:
    1. Anak-anak Finlandia wajib berusia 7 tahun ketika daftar ke SekolahDasar
    – Sedangkan di Indonesia, anak berusia 5 tahun sudah bisa masuk kelas, disini kita melihat perbedaan usia dapat membedakan pula pola pikir anak, daya tangkap menyerap materi pelajaran, bahkan keefektifan di kelas.
    2. Guru  guru Finlandia menilai anak didik bukan dari ujian dan PR atau PekerjaanRumah, melainkan punyai sistem lain untuk menilai.
    – Bisa dibayangkan, di Indonesia, anak didik dibebankan tugas untuk dikerjakan di rumah, bahkan hampir setiap hari, ditambah sistem Full Day School yang membuat anak didik merasa jenuh sekolah, belajar disiang hari yang sangat letih dan ngantuk.
    3. Finlandia tidak menilai anak didik berdasarkan 6 tahun pertama bersekolah
    Berbeda dengan di Indonesia, anak didik Sekolah Dasar pun sudah diberikan nilai dan setiap akhir semester diberi ujian dan hasil akhir belajar biasanya diumumkan siapa saja yang mendapat peringkat kelas.
    4. Di Finlandia hanya ada satu tes standar wajib ketika anak didik berusia 16 tahun.
    5. Semua anak, pintar atau tidak, berada di ruang kelas yang sama.
    – Di Indonesia, menerapkan sistem akselerasi, kelas unggulan, kelas internasional, bahkan sekolah favorit. Kelas atau sekolah tertentu seakan-akan menjadi jurang pemisah antar anak didik yang sama-sama nota bene harus mendapatkan pendidikan.
    6. Sebanyak 30 persen anak didik mendapatkan beasiswa 9 tahun sekolah.
    – Memang, di Indonesia diterapkan dengan WAJAR (Wajib Belajar) 9 tahun, setiap sekolah memang mendapatkan bantuan dana pendidikan, tetapi penyebarannya kurang maksimal, karena fakta dilapangan, masih ada saja anak didik yang putus sekolah maupun yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dikarenakan tidak ada biaya.
    7. 66 persen anak diFinlandia mengenyam Perguruan Tinggi
    – Di Indonesia, pendidikan masih dianggap mahal, dan masih besarnya angka kemiskinan dan pengangguran sehingga berdampak pada tingkat pendidikan seseorang.
    8. Tidak adanya diskriminasi antara anak didik yang pintar dan kurang pintar
    – Di Indonesia, ada saja sekolah yang menerapkan kelas unggulan yakni kelas khusus anak didik yang mempunyai nilai tinggi dan kelas bukan unggulan alias anak didik yang mempunyai IQ biasa saja.
    9. Kelas Sains di Finlandia hanya diisi 16 orang, sehingga mereka dapat praktik dan melakukan penelitian secara fokus.
    – Di Indonesia, kelas laboratorium Sains dapat diisi sekitar 40 orang lebih. Kelas praktik dengan jumlah anak didik yang banyak sangat tidak efektif karena akan menimbulkan tidak efektif dan tidak kondusif.
    10. 93 persen orang Finlandia adalah lulusanSekolah Tinggi
    – Disamping mahalnya pendidikan di Indonesia, tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan masih menjadi bumerang.
    11. Lebih dari 43 % siswa SMA Finlandia memilih Sekolah Kejuruan.
    – Di Indonesia saat ini, Sekolah Menengah Kejuruan sudah mulai banyak, namun minat anak didik belum menyadari bahwa sebetulnya SMK lebih punya peluang yang lebih besar. Mengingat peluang kerja yang semakin banyak, industri semakin menjamur, otomatis membutuhkan SDM yang mumpuni, salah satunya dengan bersekolah di SMK, yang akan menjawab pencarian SDM bagi perusahaan-perusahaan tertentu.
    12. Siswa sekolah dasar memiliki waktu istirahat  hanya 75 menit sehari
    – Di Indonesia sendiri, anak didik hanya diberikan waktu istirahat sebanyak 30-40 menit, bahkan di Negara tertentu, ada yang mewajibkan anak didiknya untuk tidur siang serentak di kelas, agar ketika bangun, tubuh dan otak menjadi fresh dan siap menerima pelajaran selanjutnya.
    13. Guru hanya menghabiskan 4 jam di kelas. Bukan hanya itu, 2 jam seminggu guru memperoleh pendidikan pengembangan Profesi.
    – Di Indonesia, guru-guru full mengajar sesuai jam pelajaran, dalam waktu seminggu tidak memperoleh pendidikan pengembangan Profesi.
    14. Di Finlandia, jumlah guru dan murid.
    – Sedangkan di Indonesia, jumlah murid lebih banyak dibandingkan dengan jumlah guru. Bahkan 1 orang guru bisa mengajar beberapa kelas dengan jumlah murid yang banyak.
    15. Biaya Sekolah 100 persen didanai Negara.
    – Di indonesia, hanya orang-orang tertentu yang mengikuti beasiswa yang dapat didanai sepenuhnya oleh Negara.
    16. Di Finlandia, semua guru harus bergelar Master dan sepenuhnya disubsidi oleh Pemerintah.
    – Masih banyak guru-guru di Indonesia yang belum menyelesaikan sarjana, karena faktor ekonomi dan keterbatasan informasi khususnya di Daerah pelosok.
    17. Kurikulum Nasional hanya sebagai pedoman, sisanya fleksibel.
    18. 9 hingga 10 persen guru dipilih dari 10 Perguruan Tinggi ternama dan merupakan lulusan terbaik di Universitas mereka.
    19. Pada 2010, sebanyak 6.600 orang bersaing merebut 660 kursi pelatihan guru SD.
    20. Gaji awal rata-rata untuk guru di Finlandia 29 ribu dolar AS pada tahun 2008.
    21. Guru mendapatkan gaji yang layak di Finladia
    – Di Indonesia sendiri, banyak guru honorer yang mengeluhkan gaji yang tidak seberapa, bahkan dinilai tidak cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
    22. Guru sama prestisiusnya dengan Dokter dan Pengacara.
    23. Dalam perhitungan Standar Internasional pada 2001, anak-anak Finlandia tertarik dengan ilmu pengetahuan, suka membaca, dan suka Matematik.
    – Di Indonesia, tingkat minat membaca masyarakat masih sangat rendah. Apalagi daya tarik dalam ilmu pengetahuan dan matematik.