Author: Debora Damanik

  • 10 Kesalahan Umum Dalam Belajar yang Dilakukan Orang

    10 Kesalahan Umum Dalam Belajar yang Dilakukan Orang

    Stop! Jangan Lakukan 10 Kesalahan Umum ini Dalam Belajar
     
     
    10 Kesalahan Umum Dalam Belajar yang Dilakukan Orang – Balajar adalah salah satu kewajiban bagi pelajar. Dengan belajar, tentunya akan menghasilkan nilai yang bagus dan terbaik. Namun seringkali ada beberapa pelajar yang masih melakukan kesalahan-kesalan dalam belajar. Berikut 10 kesalahan-kesalahan dalam belajar.

    1. Meremehkan waktu belajar

    Waktu merupakan hal yang penting bagi pelajar. Karena ada waktu-waktu tertentu yang utama untuk belajar. Tapi kalau waktu belajar diremehkan? Sobat Shalaazz stop untuk meremehkan waktu belajar. Karena tidak akan ada keberkahan dalam belajar jika kamu meremehkannya.

    2. Kesalahan Umum Dalam Belajar di Tempat Tidur

    Kesalahan umu yang dilakukan pelajar. Ayo ngaku. Belajar ditemat tidur bukan mendapatkan kepahaman dalam belajar, tapi malah ketiduran. Cobalah belajar dengan sambil duduk itu akan membuatmu fokus.

    3. Malu Bertanya.

    Kesalahan yang umum saat belajara adalah malu bertanya jika tidak paham. Kesalahan ini membuat kita tidak akan pernah maju. Jika tidak tahu segerlah bertanya. Jangan takut dan jangan malu bertanya meskipun pertanyaanmu akan ditertawakan oleh orang lain.

    4. Sambil bermain medsos

    Ada yang seperti ini? Belajar sambil bermain medsos adalah kesalahan besar. Agar belajar lebih fokus, pastikan jangan main medsos sulu.

    5. Merasa terpaksa saat belajar

    Ya, tidak semua pelajar menyukai mata pelajaran. Salah satunya pelajaran matematika yang tidak suka. Kamu merasa terpaksa? Don’t it. Meskipun kamu tidak suka mata pelajaran matematika, tapi matematika juga salah satu mata pelajaran yang penting untuk keniakna kelas dan kelulusanmu. mMaka belajarlah dengan ikhlas tidak terpaksa.

    6. Merasa sudah bisa, tidak mengulang belajar

    Merasa sudah bisa dan tidak perlu belajar lagi. Kesalahan seperti ini harus dihindari ya sobat. Teruslah belajar dan pahami lagi apa yang sudah sudah bisa. Seperti yang kita ketahui bahwa metode hafalan mudah lupa, maka dengan mengikatanya dengans sering-sering belajar. Sepintar apapun kamu teaplah belajar dan mengulangnya.
    7. Tidak mencakup semua materi

    8. Hanya mengandalkan catatan dari guru.

    Sobat Shalaazz, dalam belajar jangan hanya berpangku pada catatan dari guru saja. Apalagi di zaman sekarang tekonologi serba canggih dan informasi banyak didapatkan pula. Mulailah memanfaatkan teknologi untuk menambah kepahamanmu dalam belajar.

    9. Selalu menunda-nunda tugas

    Salah satu penyakit pelajar yang suka menunda-nunda belajar. Misalnya seminggu lagi mau ujian bilangnya ‘Ah nanti saja belajarnya.” Itu harus dihindari sobat, Kerana menunda-nunda belajar akan menyusahkanmu. Lebih baik dipersiapkan matang-matang untuk tugas kerjakan tugasnya.

    10. Tidak belajar sama sekali

    Ini adalah kesalahan terbesar yang dilakukan oleh pelajar. Tidak belajar sama sekali adalah jalan yang salah. Jika sobat Shalaazz tidak belajar sama sekali secara terus menerus maka dipastikan tidak mendapat nilai bagu bahkan akan di DO. Jadi jangan sampai tidak belajar ya.
    Bagaimana sobat Shalaazz? siap menghindari kesalahan dalam belajar? Semangat ya.
  • Yakin Dan Mulai Kembangkan Potensimu dari Sekarang

    Yakin Dan Mulai Kembangkan Potensimu dari Sekarang


    Yakin Dan Mulai Kembangkan Potensimu Mulai dari Sekarang – Masa muda adalah masa untuk berjuang meraih mimpi. Masa muda juga merupakan penentu masa depan. Jika kita berusaha menjadi yang terbaik di masa muda, niscaya usaha tidak akan pernah membohongi hasil. Seperti ada sebuah pepatah yang mengajarkan kita bahwa apa yang kita tanam, itu yang kita tuai. Ketika kita berusaha untuk mengembangkan potensi kita yang membentuk masa depan kita menjadi baik, kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan dan sebaliknya, jika kita hanya bermalas – malasan dan mengimpikan keberhasilan tanpa usaha, maka hasil yang akan kita dapatkan sungguh mengecewakan. Kaum muda sepantasnya memanfaatkan waktu dan energinya untuk melakukan kegiatan – kegiatan yang positif dalam rangka mengembangkan potensi yang dimiliki. Tunggu apalagi, mulailah dari saat ini. Waktu terus berjalan. Jangan sampai terlambat untuk berusaha. 
    Dilansir oleh sebuah akun instagram bernama ajari.ku, ada tiga tips untuk mengembangkan potensi diri. 

    1. Kenali dirimu secara mendalam

    Sibuklah kita untuk mengenali diri kita sendiri. Jangan biarkan kita untuk membandingkan diri kita dengan potensi yang dimiliki oranglain sehingga kita merasa minder untuk melangkah. Semua orang unik. Semua orang memiliki potensi masing – masing yang dibutuhkan oleh sesama manusia, bangsa, dan negara. Jadilah diri sendiri.

    2. Miliki tujuan yang jelas

    Tujuan yang jelas dapat memudahkan kita ke tahap selanjutnya yaitu berani untuk melangkah. Jika tujuan tidak jelas maka yang akan terjadi adalah kita akan bosan berputar – putar sehingga melakukan hal – hal yang tidak produktif. Daftarkan dahulu apa – apa saja yang menjadi tujuanmu secara jelas sebelum melangkah.

    3. Berani untuk melangkah

    Tujuan tanpa action sama seperti mimpi di siang bolong. Tujuan tanpa keberanian untuk melangkah akan membuat kita tidak berkembang. Jangan sibuk memikirkan pendapat orang dengan langkah – langkah yang kita ambil. Karena selama kita hidup pasti ada banyak komentar orang tentang hidup kita. 
    Jangan menyerah dan merasa minder dengan apa yang kita miliki hari ini karena selama masih ada kesempatan untuk mengembangkannya, maka seharusnya kita manfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan masa depan yang cerah. 
  • Tujuan Pendidikan Adalah untuk Saling Mengasihi

    Tujuan Pendidikan Adalah untuk Saling Mengasihi
    Tujuan Pendidikan Adalah untuk Saling Mengasihi- Sering kali, jika ditanya mengapa kita butuh untuk bersekolah setinggi mungkin, maka sangat beragam jawaban untuk menjawab pertanyaan tersebut seperti untuk mendapatkan pekerjaan, untuk mendapatkan pengakuan di lingkungan masyarakat, bahkan untuk mendapatkan jodoh yang sepantasnya. Apakah alasan tersebut salah? Jawabannya adalah tidak salah. Kita tidak perlu munafik untuk menyanggah jawaban – jawaban tersebut.
    Penulis ingin mengajak pembaca untuk berpikir di sisi yang berbeda tentang tujuan pendidikan yaitu untuk saling mengasihi. Para guru dan orangtua terlalu sibuk menanamkan bahwa pendidikan  untuk mendapatkan masa depan lebih baik. Padahal tanpa menanamkan kasih, pendidikan itu sia-sia bahkan menjadi boomerang bagi semua manusia.
    Penulis memberikan gambaran sebagaiberikut. 
    Ketika seorang manusia telah menyelesaikan jenjang pendidikannya yang tidak ditanamkan untuk saling mengasihi sesama umat manusia, maka manusia itu akan bertumbuh menjadi seorang yang egois. Dunia pekerjaan sebagai ajang persaingan jabatan dengan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkannya sekalipun harus menyakiti sesama rekan kerjanya bahkan masyarakat. Korupsi, kolusi, dan nepotisme sangat marak terjadi sebagai ajang pemuasan nafsu belaka tanpa memperhatikan dampak pemerosotan kualitas negara. Negara menjadi budak untuk kepuasan nafsu pribadi setiap orang yang dapat kita rasakan saat ini yaitu banyaknya tuntutan kepada pemerintah untuk sempurna dalam memanjakan setiap masyarakat.
    Sementara, ketika manusia diajarkan untuk saling mengasihi maka yang terjadi adalah manusia akan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga, negara, dan yang terpenting kepada Tuhan. Maka setiap manusia akan berusaha untuk berjuang memperbaiki kecerdasan intelektual, moral, karakter, dan spiritual untuk mempersembahkan yang terbaik dalam hidupnya. Tidak ada tuntutan pemuasan nafsu pribadi karena hal itu akan menjatuhkan harga diri manusia yang paham akan kasih. Sehingga, negara menjadi maju dan makmur.
    Pendidikan yang bertujuan untuk saling mengasihi bisa ditanamkan dengan cara menyadarkan umat manusia sejak dini bahwa Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita maka kita sepatutnya mengasihi sesama manusia untuk kemuliaan nama Tuhan. Ajarkan bagaimana pendidikan sebagai sarana untuk saling tolong – menolong sesama umat manusia tanpa pandang bulu, bersaing dengan kualitas hidup bukan dengan kuantitas manusia, mendukung secara objektif setiap manusia apapun jabatannya untuk mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat dan negara, dan filosofi tentang apa yang bisa kita perbuat untuk negara bukan apa yang bisa diperbuat negara untuk kita, masyarakat.

    Hal-hal tersebut jika berhasil ditanamkan, niscaya akan menghasilkan sumber daya manusia yang maju dan negarapun menjadi maju dan sejahtera.

    Harapan penulis semoga kita bersama-sama untuk menanamkan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mengasihi sesama manusia tanpa pandang bulu untuk kebaikan kita bersama dan kemuliaan nama Tuhan.
  • Metode Saintifik versus Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

    Metode Saintifik versus Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
    Sumber Gambar: www.americanboard.org/blog/starting-teaching-job-mid-year/


    Pengantar

    Ketika mendengar kalimat pahlawan tanpa tanda jasa, maka yang terlintas dalam benak kita adalah sosok guru. Dikutip dari Wikipedia, guru berasal dari bahasa Sanskerta adalah seorang pengajar  suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk kepada pendidik profesional  dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,  mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Jadi apakah hubungan antara pendekatan  saintifik dengan pahlawan tanpa tanda jasa?

    Metode Saintifik

    Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dicanangkan pemerintah untuk menggantikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dimana dalam kurikulum ini diwajibkan untuk menggunakan metode saintifik pada pembelajaran di Sekolah Dasar dan Menengah. Lalu apakah metode saintifik itu? Metode saintifik adalah metode pembelajaran yang harus memenuhi kriteria ilmiah. Kriteria ilmiah yang dimaksud terdapat pada Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV terdiri atas:
    1. Mengamati
    2. Menanya
    3. Eksperimen
    4. Mengasosiasikan
    5. Mengkomunikasikan
    6. Mencipta
    Metode saintifik dipercaya dapat menjadikan perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik lebih optimal.

    Pahlawan tanpa Tanda Jasa

    Pahlawan tanpa tanda jasa adalah orang yang berani dan rela berkorban dalam membela kebenaran tanpa mengharapkan keuntungan pribadi.
    Benar sekali jika makna pahlawan tanpa tanda jasa di berikan kepada guru dimana sangat banyak sekali pengorbanan yang diberikan guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, hal ini kembali menjadi perhatian kita ketika makna tersebut disalah artikan.
    Penyalahartian makna tersebut bisa kita lihat ketika minimnya upah guru di negara ini. Ketika membicarakan keuntungan maka yang terlintas adalah uang. Sementara pengertian pahlawan tanpa tanda jasa tidak mencari keuntungan, mari kita berpikir secara logika. Sebagian besar guru memiliki keluarga. Minimnya upah guru di negeri ini, kurang mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga terlepas dari guru berstatus pegawai negeri sipil yang mendapatkan sertifikasi.


    Hubungan antara Metode Saintifik dengan Guru


    Tuntutan pemerintah untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan tidak selaras dengan nasib guru di negara ini yang masih perlu diperhatikan. Ketika guru dituntut untuk kreatif dan inovatif, metode saintifik memerlukan biaya dalam penerapannya. Terutama ketika sampai ke poin ke enam mencipta, maka butuh ekstra pemikiran keras dalam mewujudkannya. Sementara guru juga memiliki keluarga dan fasilitas sekolah kurang memadai dalam penerapan metode saintifik yang diwajibkan menerapkannya dalam kurikulum 2013, maka guru mau tidak mau harus mengeluarkan uang yang terbilang cukup banyak dalam menerapkan metode saintifik terlepas dari gaji sertifikasi yang didapatkan dari pelatihan yang disediakan pemerintah dimana tidak semua guru mendapatkan kesempatan tersebut. Sehingga, penulis berharap pemerintah secara detail meneliti terlebih dahulu sebuah kurikulum sebelum diterapkan di lingkungan sekolah.