Tag: Tips Kuliah

  • 10 Tips Agar Betah Merantau Kuliah Tanpa Homesick

    10 Tips Agar Betah Merantau Kuliah Tanpa Homesick

    10 Tips Agar Betah Merantau Kuliah Tanpa Homesick
    Ilustrasi: Miami University



    10 Tips Betah Merantau Kuliah Tanpa Homesick– Halo sobat Shalaazz. Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Ada yang sedang menjadi perantau?

    Merantau itu banyak penyebabnya, bisa dijadikan karena bekerja atau melanjutkan pendidikan dan lainnya. Saya diberikan kesempatan menjadi perantau selama 8 tahun mulai dari SMA-Kuliah. Bersyukurlah yang pernah merasakan merantau karena itu adalah pengalaman terbaik dalam kehidupan. Merantau itu tidak berduka, meskipipun pertama kali kita akan merasa homesick (rindu rumah). Hal itu wajar, namun ada beberapa tips untuk mengatasi permasalahan tersebut. Yuk disimak di bawah ini.

    Tips Menjadi Perantau Bahagia

    1. Tentukan dan luruskan niat.
    2. Beradaptasi dengan lingkungan (mulai sedikit demi sedikit mempelajari budaya dan kebiasaannya). Tiru yg baik, buang yg buruk.
    3. Sering berkomunikasi dengan keluarga di rumah.
    4. Sering mendoakan  keluarga.
    5. Biasakan punya seseorang yg dianggap keluarga sendiri di setiap kota rantau (misal waktu SMA Ibu asramaku, waktu kuliah ibu kosku dan ibu panti asuhan binaan komunitas).
    6. Mengabdi pada lingkungan sekitar, meski sedikit yg kau punya atau bisa. Berbagilah. Misal mengajar TPQ dekat kos dan lainnya.
    7. Berwirausaha, dimulai dari modal kecil aja dulu atau bahkan tanpa modal bantu usaha teman/orang-orang terdekat. Biar tidak  minta kiriman uang sama orang tua terus
    8. Mencari tambahan biaya hidup dengan cara berkualitas, misal sering ikut lomba atau ikut acara yang ada doorprizenya
    9. Buka puasa di masjid-masjid terdekat.
    10. Wisata alam di kota rantau. Jelajahi dan nikmati pesonanya
    Tips Betah Merantau Kuliah Bagaimana nih 10 tipsnya, banyak pelajaran hidup yang sobat Shalaazz dapat dari merantau. Ayo jangan takut merantau. jangan takut untuk merantau ya sobat shalaazz.

    Batu memang keras. Namun, lambat laun menjadi lembut setelah dicoba untuk memecahkannya sebagaimana hati yang akan lunak ketika sudah tepat waktunya. Hanya proseslah yang membuat hati luluh itu tumbuh.#penamillennials #pendidikan #shalaazz

    — Pena Millennials | Shalaazz (@shalaazzcom) December 10, 2019

  • Sudahkah Menjadi Mahasiswa Sesungguhnya?

    Sudahkah Menjadi Mahasiswa Sesungguhnya?

    Sudahkah Menjadi Mahasiswa Sesungguhnya?– Menjadi seorang mahasiswa itu berat. Namun, lebih berat lagi ketika gelar mahasiswa hanya dipajang semata. Lalu, bagaimana sih menjadi seorang mahasiswa yang sesungguhnya? Dan menjadi mahasiswa yang dirindukan sebagai pejuang muda generasi indonesia emas 2045? simak di bawah ini ya!  

    Baca juga: 4 Tips Belajar Efektif

    Bagaimana Menjadi Mahasiswa Sesungguhnya?

    1. Menjadi mahasiswa yang sesungguhnya ialah dengan berkeinginan mencari jati diri. Dalam proses pencarian jati diri inilah yang akan menemukanmu pada sang pencipta. Semakin teman-teman tahu proses jati diri teman pribadi. Tentunya, akan mengetahui segala konsep yang telah sang pencipta ciptakan untuk teman-teman sebagai tujuan hidup seorang mahasiswa.

    Tanpa adanya tujuan seorang mahasiswa hanya menjadi gelar tiada arti tanpa arah dan panduan yang jelas.  

    2. Setelah menemukan tujuan. Lalu, bagaimana sih teman-teman mencapai tujuan tersebut? Langkah yang harus dilakukan ialah menuliskan target yang ingin dicapai dan tempelkan ke tempat yang sering dilihat oleh temn-teman. Setelah itu, berdoa dan berikhtiarlah dalam malam yang pekat. Malam yang dirindukan oleh pencipta untuk melihat hambanya terbangun dalam tidur nyenyaknya. Disanalah teman-teman ceritakan seluruh curahan hati, target, impian, dan ingin mencapai tujuan tersebut.  

    Baca juga: Limbah Organik Sebagai Media Pembelajaran, Simak Ulasannya!  

    3. Menjadi seorang aktivis untuk menyibukkan waktu-waktu yang singkat. Karena, waktu itu terbatas tidak akan pernah terulang untuk kedua kalinya. Bukan hanya mengefektifkan waktu saja teman-teman juga bisa memiliki relasi yang banyak dan mencari ilmu di dalamnya.   

    Tentunya, berada di lingkungan positif yang akan membuat teman-teman berfikir kalau mahasiswa ialah pejuang masa depan. Pejuang yang akan selalu dirindukan sebagai generasi indonesia emas 2045. Aktivis yang bukan hanya mengatur urusan dunia dengan program-program kerjanya melainkan taat juga dalam hubungannya dengan pencipta.  

    Itulah beberapa hal untuk menjadi mahasiswa yang sesungguhnya. Tentunya, hal tersebut kembali kepada tujuan awal teman-teman menjadi mahasiswa dan niat untuk memfokuskan diri dalam kebermanfaatan menuju generasi muda yang tangguh dan pantang mengeluh.

     

  • [TIPS] Bagaimana Cara Kuliah di Universitas Al-Azhar?

    [TIPS] Bagaimana Cara Kuliah di Universitas Al-Azhar?

     
     
    [TIPS] Bagaimana Cara Kuliah di Universitas Al-Azhar? – Shalaazz- Terkadang yang sudah lulus kuliah terasa bingung harus kemana? Mungkin sobat Shalaazz merasa tidak memiliki informasi yang cukup untuk melanjutkan kuliah S2. Nah, tenang disini ada informasi mengenai gambaran yang pernah kuliah di Universitas Al-Azhar. Simak informasinya di bawah ini ya.
    Universitas Al-Azhar yang terletak di Kairo, Mesir dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi tertua di dunia dan sebagai universitas agama paling penting di dunia Islam. Peradaban islam terbilang lebih maju dibandingkan peradaban barat.
    Kehadiran Al- Azhar terbukti sangat berperan terhadap kemajuan peradaban islam, karena lembaga pendidikan tinggi bangsa barat baru didirikan sekitar 2 abad setelah Sejarah Berdirinya Al-Azhar.
    Beralih ke sistem di Al-Azhar sangatlah unik dan berbeda dengan yang lainnya. Kebanyakan universitas sekarang telah memberlakukan sistem yang modern dan canggih untuk memonitor pelajarnya, tetapi Al-Azhar tetap memilih menggunakan sistem klasik mereka. Karena itu salah satu ciri khusus dari universitas Al-Azhar yang wajib untuk dipertahankan.
    Al-Azhar sendiri memberlakukan sistem pelajaran dengan jenjang 4 tahun, tidak adanya absensi di kelas-kelas, dan mahasiswa bebas memilih pelajaran dan guru yang ingin dituju. Sekilas, sistem seperti itu memang terlihat tidak kondusif dan rancu, tetapi ada beberapa makna dan maksud dibalik sistem yang telah diterapkan itu. Bahasa yang digunakan di dalam ruangan ialah bahasa arab resmi fusha kalau lingkungan masyarakat biasa menggunakan bahasa arab amiyah.
    Al-Azhar juga menggunakan sistem sanad (riwayat) dimana para murid bertatap muka dengan guru untuk menuntut ilmunya dan para murid tentunya akan diuji juga seberapa jauh ia menguasai ilmu yang diberikan. Selain menimba ilmu di kelas, para murid juga dihimbau untuk menimba ilmu melalui halaqah-halaqah di masjid Al-Azhar.
    Selain itu, Al-Azhar juga memiliki ruang kelas yang sederhana dengan menggunakan meja dan bangku panjang yang biasanya diduduki oleh 5 – 7 orang. Hal inilah yang mengajarkan murid-muridnya untuk bersifat sederhana. Nahhh itu seputar pendidikan di Al-Azhar.
    Untuk sistem ujian di Al-Azhar, universitas ini menggunakan sistem paket, dimana nilai mata kuliah yang diujikan pada saat semester genap dan ganjil disatukan. Bagi murid yang gagal dalam lebih dari 2 pelajaran, maka akan diulang kembali selama setahun.
    Sedangkan murid yang hanya gagal dalam 1 atau 2 pelajaran, tetap dinyatakan lulus dengan ujian ulang mata pelajaran tersebut saja. Meskipun, Al-Azhar terlihat memiliki sistem ujian dan penilaian yang ketat, universitas ini tetap ingin mengajarkan kesungguhan dan keseriusan dalam menimba ilmu pada murid”nya.
    Perasaan ketika menimba ilmu di Al-Azhar itu enak dan gampang-gampang susah. Dapat menikmati hal-hal yang ada di negeri seribu menara. Misalnya, peninggalan salahuddin al ayyubi.

    Langkah Menuju Universitas Al Azhar Kairo Mesir

    Yang pertama adalah Luruskan niat. Menuntut ilmu di universitas Al Azhar bukanlah hal yang mainstream, maka dari itu perlu adanya niat yang baik, Karena akan sia-sia kuliah jauh jauh akan tetapi dengan tujuan yang tidak baik,itu hanya akan menghabiskan waktumu,dan tidak akan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
    Yang kedua adalah ridho dari orang tua dan guru. Karena hal ini berpengaruh besar dalam kelancaran dalam perjalanan yang akan di tempuh. Sedikit menengok kebelakang, banyak orang orang cerdas akan tetapi sirna begitu saja tanpa manfaat karena tidak di ridhoi oleh orang tua ataupun guru.
    Yang ke tiga adalah pelajari soal-soal yang 5 tahun sebelumnya.
    Yang keempat adalah perhatikan aspek penilaian pada seleksi ini adalah : Tes Tertulis 75%,sedangkan Tes Lisan hanya 25%,tes lisan sendiri pun bukan hanya hafalan Al-Qur’an saja, ada juga muhadatsah dan fahmil maqru. Maka dari itu perlu kejelian menentukan mana yang harus di prioritaskan.
    Berikut ini sedikit gambaran aspek penilaian seleksi timur tengah tahun 2018. Kalau tes hafalan, biasanya hanya minimal 2 juz untk S1 dan S2 minimal 7 juz, S3 15 juz
    Terakhir, jangan lupa berdoa kepada Allah SWT. Sebab segala sesuatu itu keputusannya ada pada kehendak Alloh. Yakinlah kekuatan doa dapat merubah segalanya