Tag: Sistem pendidikan Singapura

  • Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik

    Mengenal Sistem Pendidikan Singapura Terbaik– Hola sobat Shalaazz! Jumpa lagi dengan Luthfi disini. Kali ini mengupas sedikit tentang sistem pendidikan di Negeri Kota Singa.

    Negeri Kota Singa? Yap, Negeri Kota Singa. Pemilik julukan Negeri Kota Singa ialah Negara Singapura. Hal ini didasari karena asal usul nama Singapura yang diambil dari kata “Singa” dan “Pura”.

    Kata ini diambil dari bahasa sansekerta, yaitu Shima adalah Singa, dan Pura adalah Kota. Julukan tersebut mulai dikenal secara umum sejak akhir abad ke 1. Sebelumnya, Singapura dikenal dengan nama Tumasik (Kota Laut) yang ditemukan dalam naskah Negarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca pada tahun 1365 selama berdirinya kerajaan Majapahit di bawah kekuasaan Raja Hayam Wuruk (1350-1389).  

    Singapura adalah satu dari sekian negara di Benua Asia dengan sistem pendidikan terbaik. Singapura dalam pendidikannya memiliki tujuan untuk membantu setiap anak menyadari potensinya, mengembangkan keinginannya untuk belajar, dan menjadikan warga negaranya menjadi warga negara yang baik, yang pastinya berguna bagi negara dan masyarakat.  

    Kurikulum Negara Singapura

    Kurikulum di Negara Singapura disusun dengan menghargai perbedaan kemampuan, bakat, dan minat siswa. Negara Singapura sebelumnya telah mengubah sistem pendidikannya, yang kini telah menjadi seperti yang kita ketahui ini, yaitu sistem pembelajarannya akan menitikberatkan pada pengembangan minat dan kemampuan sosial siswa.

    Dengan melakukan perubahan ini, pemerintah Singapura mengharapkan siswa menjadi lebih berkembang dari segi minat dan kemampuan sosialnya, juga supaya siswa tidak terbebani dengan hasil ujian berupa nilai, angka, maupun skor sebagai tolak ukur prestasi. Penasaran? Gimana sih, pendidikan di Singapura? Yuk! Simak penjelasan berikut.    

    Kenali Sistem Pendidikan di Singapura

    1. Dalam pendidikan, para tenaga pendidik (guru) di Singapura banyak menggunakan teknologi
    untuk dapat merangkul anak siswanya

    Dengan melibatkan teknologi guru-guru di Singapura meyakini bahwa itu dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Katanya, ketika anak-anak sudah tertarik, disitulah pembelajaran berlangsung. Menggunakan teknologi pun harus cerdas, agar anak siswanya dapat dijangkau. Jika seorang guru tidak paham dengan teknologi, jangan heran jika nantinya seorang guru akan kehilangan anak siswanya.  

    Baca juga: Ternyata Sistem Pendidikan di Kanada Seperti Ini

    2. Untuk melibatkan siswa di ruang kelas, para guru telah menyiapkan bahan ajar yang sangat bagus juga ide pengajaran yang sangat inovatif

    Mereka mengkolaborasikan pembelajaran di kelas dengan teknologi yang ada. Sehingga membuahkan dampak yang sangat signifikan dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas.  

    3. Guru di Singapura mengakui bahwa faktanya dunia membuat mereka tidak dapat mengajar dengan cara yang sama, seperti yang sudah diturunkan sejak dulu (teori pembelajaran yang sudah ada sejak mereka duduk di bangku sekolah)

    Mereka sadar, bahwa sebagai seorang guru mereka harus adaptif dalam setiap masalah yang dihadapi oleh murid. Sehingga ilmu yang disampaikan oleh guru, dapat diterima dengan baik oleh anak muridnya.  

    4. Guru di Singapura tidak hanya menjadikan siswa menjadi konsumen pengetahuan, tapi juga sekaligus menjadi penghasil pengetahuan

    Termasuk dengan menggunakan suatu platform media sosial. Alih-alih melihat facebook sebagai selingan, para guru lebih suka menggunakannya untuk melibatkan siswanya. Misalnya, seperti menggunakan kolom komentar di salah satu postingan di facebook untuk menjadi wadah bertanya jawab mengenai materi atau pembelajaran yang belum dimengerti.  

    5. Para guru di sana pun tak lupa untuk selalu mengupgrade wawasannya juga

    Mereka beranggapan bahwa ilmu dapat tumbuh dan berkembang dengan berbagi dan komunikasi antar sesama. Teknologi yang selalu menantang selalu diterjang mereka demi terhubung dengan para murid. Dan mereka pun selalu berusaha untuk selalu menemukan cara baru agar dapat selalu terhubung dengan anak muridnya.  

    Jadi, itulah sistem pendidikan di Negara Singapura. Bagaimana pendapatmu tentang sistem pendidikannya? Semoga tulisan ini bisa menambah wawasanmu yaa. Oke, sekian dari Luthfi. Dan, selamat menjelajah kata.      

  • Hebatnya Sistem Pendidikan di Singapore

    Hebatnya Sistem Pendidikan di Singapore

    Sistem Pendidikan di Singapore

     

    Sistem pendidikan Singapore – Pendidikan adalah salah satu faktor penentu kemajuan suatu negara. Pendidikan yang baik akan menghasilkan bangsa yang baik pula. Singapura termasuk negara yang fokus pada sektor pendidikan untuk memajukan negaranya. Pendidikan di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School sampai jenjang University. Sebagai negara terbaik di ASEAN dalam bidang pendidikan, banyak faktor penyebab kesuksesan sistem pendidikan Singapura. Faktor tersebut adalah fasilitas yang memadai, faktor biaya, dan faktor pendidik.

    Baca juga : Sistem Pendidikan di Jerman

    Pendidikan dapat dipandang sebagai proses membantu peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam seluruh aspek kepribadiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki dan sistem nilai yang berlaku di lingkungan sosial-budaya dimana dia hidup. (http://www.gexcess.com).
     
    https://www.moe.gov.sg
     
    Singapura merupakan salah satu negara maju di ASEAN. Begitu pula dengan pendidikan yang diterapkan di Singapura juga memiliki sistem yang maju. Dibandingkan dengan Indonesia, yang tergolong negara berkembang, sistem pendidikan di Indonesia kurang maju. Sehingga, Indonesia sebaiknya mempelajari sistem pendidikan Singapura untuk diterapkan di Indonesia supaya sistem pendidikan Indonesia mengalami kemajuan.

    Sistem pendidikan Singapura bertujuan untuk menyediakan pengetahuan dasar dan agama bagi murid – murid. Untuk menyatukan keberagaman karasteristik perbedaan ras dan budaya di Singapura, keberagaman bahasa, setiap siswa belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa keseharian. Siswa juga belajar Bahasa Ibu mereka (China, Malaysia dan Tamil/ Thailand) untuk membantu mereka mempertahankan identitas, budaya, warisan, dan nilai-nilai bangsa.

    Pendidikan formal di Singapura dimulai dari jenjang Kindergarten School atau setara dengan Taman Kanak-Kanak (TK) di Indonesia. Setelah lulus Kindergarten School, siswa melanjutkan ke jenjang Primary School atau setara dengan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia selama enam tahun. 

    Untuk menuju ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, siswa – siswa harus mengikuti Primary School Leaving Examination(PSLE). Kemudian pendidikan dilanjutkan ke jenjang Secondary School selama empat atau lima tahun.
    Secondary School dibagi menjadi empat jalur. Special/ Express Course, Normal (Academic) Course, Normal (Technical) Course, dan Integrated Programme (IP) Course. Special/ Express Course adalah empat tahun pendidikan yang diakhiri dengan Singapore Cambridge General Certificate of Education (GCE) ‘O’ Level Examination. Di jalur ini, siswa mempelajari Bahasa Inggris dan Bahasa Ibu, Matematika, Sains dan Budaya (Sosial). Sekolah diizinkan untuk menawarkan Applied Grade Subject (AGS) sebagai tambahan atau pengganti kurikulum untuk menawarkan berbagai pilihan kepada siswa. 
    Baca juga: Singapura, Negeri Kota Singa dengan Sistem Pendidikan Terbaik

    AGS secara umum mengajak murid untuk berlatih atau berorientasi pada pendidikan seperti politeknik. Normal (Academic) Course adalah empat tahun pendidikan untuk menuju GCE ‘N’ Level Examinations. Siswa terpilih boleh mengikuti dua pelajaran ‘O’ Levels atau mengikuti ‘N’ Levels di Secondary 4.
    Kemudian diadakan satu tahun tambahan untuk mempersiapkan ‘O’ Levels di Secondary 5. Siswa mempelajari hal yang sama dengan Special/ Express Course. Normal (Technical) Course adalah lima tahun pendidikan yang diakhiri dengan GCE ‘N’ Level Examination. Di jalur ini, para siswa belajar Bahasa Inggris, Bahasa Ibu, Matematika, dan mata pelajaran praktik maupun teknik. Sejak 2005, sekolah juga menawarkan modul pilihan diantaranya yaitu mata pelajaran Keperawatan, Rumah Sakit, Animasi Digital, dan Teknik Mesin untuk meningkatkan pemahaman berorientasi praktek dan pengalaman. 

    Perubahan kurikulum normal (technical) course yang menitikberatkan pada pemahaman/pembelajaran uang berorientasi praktek telah diimplementasikan pada seluruh sekolah sejak 2007. Pengajaran juga terfokus pada kerja kelompok, presentasi, aktifitas menulis dan kreatifitas. Integrated Programme (IP) Course didesain untuk para siswa yang pasti akan menempuh tingkat universitas. 

    IP merupakan gabungan dari Seconday School dan Junior College sekaligus tanpa ujian nasional di pertengahan IP (GCE ‘O’ Level). Menjelang GCE ‘O’ Level Examinations, waktu yang seharusnya digunakan untuk mempersiapkan siswa menuju GCE ‘O’ Level Examinations dialihkan untuk memperluas pengalaman mereka. Sekolah pilihan juga menawarkan kurikulum alternatif dan berkualitas seperti, international baccallaureate. Setelah melewati GCE ‘O’ Level, pendidikan dilanjutkan ke jenjang Junior Colleges, yaitu jenjang persiapan untuk menghadapi GCE ‘A’ Level untuk menuju University selama 2 tahun. Setelah melewati GCE ‘A’ Level, pendidikan dilanjutkan ke jenjang terakhir, yaitu jenjang University.